Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat kasih dan karuniaNya, sehingga Laporan Kunjungan Museum Geoteknologi UPN Veteran Yogyakarta ini
dapat terselesaikan. Saya ucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Ir . Sutanto, DEA selaku
dosen mata kuliah geologi dasar UPN Veteran Yogyakarta
Laporan ini saya buat sebagai tugas mata kuliah Geologi Dasar UPN Veteran
Yogyakarta . Penyusun menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini,
baik dalam penyajian maupun isi, sehingga kurang memuskan hati pembaca. Oleh karena itu
penyusun mohon maaf kepada para pembaca
Akhir kata, saya berharap semoga Laporan Kunjungan Museum Geoteknologi UPN
Veteran Yogyakarta dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima Kasih

Yogyakarta, 17 Desember 2014


Penyusun,

YOHANES AGUSTA R
111.140.134

BAB I
PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang

Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara menyeluruh, mencakup asal mula
terbentuknya, komposisi, struktur, sejarah (termasuk perkembangan kehidupan) dan prosesproses alam yang telah dan sedang berlangsung yang menjadikan keadaan bumi seperti
sekarang ini. Bumi sendiri tersusun atas batuan-batuan, sedangkan batuan tersusun atas
mineral-mineral. Maka dari itu diperlukan berbagai sarana dan prasarana penunjang dalam
mempelajari ilmu geologi salah satunya yaitu museum. Museum Geoteknologi UPN
Veteran Yogyakarta tidak hanya menyimpan koleksi penunjang informasi geologi tetapi
juga menyimpan koleksi mengenai teknologi mineral. Dalam makalah ini penulis akan
memaparkan mengenai latar belakang Museum Geoteknologi UPN V Yogyakrta, Bendabenda yang ada pada Museum Geoteknlogi seperti Jenis Batuan dan Mineral, Fosil-fosil,
Proses Tektonisme, vulkanisme dan lain-lain.
I.2.

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai salah satu tugas mata kuliah Geologi
Dasar pada semester 1 Tahun Ajaran 2014-2015, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi
Mineral UPN Veteran Yogyakarta. Serta untuk menambah ilmu penunjang mata kuliah
geologi dasar dan mengajak para mahasiswa untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap benda
koleksi museum Geoteknologi UPN Veteran . Untuk mengugah semangat dan motivasi
penulis untuk terus belajar, kuliah dan berkarya di Jurusan Teknik Geologi UPN Veteran
Yogyakarta.

I.3.

Ruang Lingkup

Secara umum museum Geoteknologi UPN Veteran Yogyakarta menyimpan


berbagai koleksi batuan seperti batuan beku, sedimen dan metamorf, berbagai koleksi fosil,
peta zona subduksi Indonesia, peraga Kristal, dan lain-lain

BAB II
PEMBAHASAN

II. 1. Latar Belakang Museum Geoteknologi Mineral


Museum ini diresmikan oleh Menhankam Jenderal TNI (Purn) Poniman pada 17
Februari 1988. Museum ini terletak di Kampus II Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Yogyakarta. Pada awalnya koleksi koleksi yang dimiliki oleh museum ini
merupakan buah tangan yang dibawa oleh setiap dosen dan asisten. Pada Tahun 1967 1986
apabila pulang dari lapangan diharuskan membawa buah tangan berupa contoh batuan, fosil,
atau bahan galian. Semua Buah tangan tersebut kemudian dikumpulkan dan dijadikan koleksi
museum.
Museum ini memiliki koleksi yang cukup banyak diantaranya adalah Batuan. Ada
yang dari luar angkasa (tektite) komposisinya sama dengan planet bumi. Ada batuan dari inti,
litosfer (ultrabasa, basa, intermediet, asam). Ada batuan sedimen, beku, metamorf, model
dinamika tektonik lempeng (divergen, konvergen, transform
Koleksi yang dimiliki berjumlah sekitar 1.252 buah. Koleksi tertua adalah replika
fosil trilobit tetracoral crinoid berumur 570-230 juta tahun yang lalu. Sementara koleksi
unggulan adalah berupa fosil kepala gajah purba (Maestodon SP ) yang diperkirakan hidup
pada masa prasejarah / masa pleistosen di atas (3 juta tahun yang lalu ).
Museum Geoteknologi Mineral (GTM) ini adalah sebuah museum yang dikelola
dengan baik. Hal tersebut terbukti dengan sangat terawatnya koleksi-koleksi yang terdapat di
dalam museum.
Untuk memberikan informasi menarik mengenai dunia geoteknologi, Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta pun mendirikan museum Geoteknologi
Mineral.

II.2.

Koleksi Museum Geoteknologi Mineral


II. 2 .1. Batuan, Mineral dan Kristal
Batuan adalah material pembentuk litosfir ataupun kerak bumi, terdiri dari
mineral-mineral. Sedangkan Mineral adalah ion-ion dalam magma yang mengatur
diri menurut pola tertentu dan membentuk kristal. Pengertian lain mineral adalah
benda padat homogen terbentuk di alam secara anorganik mempunyai komposisi
kimia pada batas tertentu dan mempunyai susunan atom teratur.

II. 2. 1.1 Pengolongan Batuan


1. Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil dari
pembekuan magma / kristalisasi magma. Magma adalah cairan silikat pijar
bersifat mobile dan tersusun atas gas volatil. Batuan beku atau igneous
rock dibagi menjadi empat macam, yaitu batuan beku intermediet, ultrabasa, basa, dan asam pembagian ini berdasarkan kadar silikat dalam
batuan. Contoh batuan beku yang ada dimuseum :

2. Batuan Sedimen
Batuan sediment adalah batuan yang terbentuk dari hasil proses
pelapukan, erosi, pengangkutan dan pengendapan dari batuan yang sudah
ada, baik batuan beku, sediment maupun batuan metamorf.

3. Batuan Metamorf
Batuan Metamorf adalah jenis batuan yang merupakan hasil ubahan
dari batuan yang sudah ada karena pengaruh suhu dan tekanan yang sangat
tinggi dalam waktu yang cukup lama. Contoh batuan yang ada di museum
adalah batu Gneiss

4. Batuan Tektit
Batuan dari luar angkasa atau disebut tektite, komposisi batuan dari luar
angkasa (meteor) yang dipamerkan pada museum memiliki komposisi
yang sama dengan yang terdapat pada planet bumi. Selain itu terdapat pula
gambar meteor.
Contoh meteor pada museum

II. 2. 1. 2. Mineral dan Kristal


Mineral mineral adalah benda padat homogen terbentuk di alam secara
anorganik mempunyai komposisi kimia pada batas tertentu dan mempunyai

susunan atom teratur. Koleksi mineral di museum Geoteknologi cukup lengkap.


Seperti kuarsa (SiO2) yang ditemukan di Madagaskar, Afrika Selatan.

Sedangkan koleksi peraga kristal sangat lengkap mulai dari reguler, tetragonal,
trigonal, hexagonal, monoklin, orthorombic, dan triklin. Dengan adanya peraga
kristal kita lebih mudah memahami jumlah unsur simetri kristal.
II. 2. 2. FOSIL
Selain bahan anorganik museum juga mengoleksi bahan organik yaitu fosil. Fosil
adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral.
Fosil yang ada di Museum Geoteknologi seperti fosil trilobit yaitu sejenis kelompok
fosil artropoda laut yang hidup mulai zaman kambrium. Sementara koleksi unggulan
adalah berupa fosil kepala gajah purba (Maestodon SP ) yang diperkirakan hidup pada
masa prasejarah / masa pleistosen di atas (3 juta tahun yang lalu ). Selain itu ada
Artefak manusia purba yang berumur 150 ribu 750 ribu tahun yg lalu.

II. 2. 3. DINAMIKA LEMPENG TEKTONIK


dinamika
yang

Museum Geoteknologi juga menyimpan model


tektonik lempeng (divergen, konvergen dan
transform). Terdapat pula peta geologi Indonesia
menunjukkan
dinamika
tektonik
lempeng
Indonesia. Indonesia ditubruk oleh banyak lempeng.

Ada tiga lempeng besar yang menunjam di Indoensia yaitu lempeng eurasia, lempeng pasifik,
dan lempeng Filipina.

1. Divergen
Pada bagian divergen lempeng menipis karena astenosfer naik dan menjadi
lempeng yang baru. Hasil dari proses divergen adalah MOR (Mid Oceanic Ridge)
yang nantinya akan membentuk deretan gunung api bawah laut.

2. Konvergen
Konvergen adalah pergerakan lempeng yang saling mendekat. Konvergen
dibagi menjadi tiga jenis, pembagian ini didasarkan atas jenis lempeng yang
bergerak.

Subduksi : pergerakan antar lempeng samudra dengan lempeng benua


yang saling bertabrakan sehingga lempeng samudra menunjam ke bawah
lempeng benua. Lempeng samudra memiliki densitas tinggi sehingga
menunjam ke bawah. Hasil dari proses subduksi adalah palung; contohnya
palung mariana yang merupakan palung terdalam.

3. Transform
Transform adalah pergerakan lempeng yang saling bergesekan saat
mereka bergerak berlawanan arah, tanpa disertai pembentukan kerak baru atau
penghancuran kerak. Hasil dari Transform adalah sesar San Andreas.

Berikut ini adalah peta Karang Sambung, Kebumen, Indonesia. Keunikan dari
daerah Karang Sambung adalah daerah ini merupakan Lantai Samudra yang
muncul/naik ke permukaan.

II. 2. 4. Maket Kerja Pertambangan dan Perminyakan


Di dalam museum dipamerkan alat-alat pertambangan dan perminyakan serta hasilnya.
Serta juga disediakan lemari-lemari kaca untuk memperlihatkan hasil tambang dan hasil
minyak. Hasil tambang berupa pasir timah dan mineral, sedangkan hasil perminyakan
ditunjukkan dengan adanya contoh hasil pengolahan minyak bumi.

BAB III
LAMPIRAN

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari data dan informasi yang terdapat dalam laporan ini dapat disimpulkan bahwa
museum merupakan sarana pembelajaran yang memiliki banyak manfaat dalam
menunjang peningkatan ilmu geoloi pada khususnya dan ilmu mengenai teknologi
mineral pada umumnya. Museum Geoteknologi Mineral UPN merupkan aset yang
sangat berharga sehingga sebagai mahasiswa kita diajak untuk berperan serta aktif
dalam meramaikan dan mengenalkan museum Geoteknologi ini kepada masyarakat.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

http://sagitadhea.blogspot.com/2014/04/laporan-hasil-kunjungan-ke-museum.html,
diakses pada 16 Desember 2014
Sapiee, Benyamin dkk. 2006. Geologi Fisik. Indonesia : Bandung : ITB