Anda di halaman 1dari 7

Deteksi faktor resiko pada kehamilan

Apa yang dimaksud factor resiko kehamilan?


factor resiko kehamilan adalah kondisi ibu yang mungkin dapat menyebabkan seorang ibu
hamil beresiko mendapatkan penyulit untuk dapat menyelesaikan kehamilannya secara
sehat dan aman, serta beresiko untuk terjadinya penyulit/ komplikasi pada saat melahirkan.

Apa yangt harus diketahui dukkun paraji?


1. sebelum mengenali resiko kehamilan dukun paraji terlebih dahului harus mengenali
tanda-tanda kehamilan.
tanda-tanda kahamilan muda dibawah 3 bulan
terlambat haid lebih dari 7 hari ( 1 minggu )
perut membesar
mual terkadang muntah
payu dara tegang
pusing-pusing

tanda-tanda hamil tua 6 bulan keatas


gerakan janin terasa
bagian-bagian janin teraba

mengenali factor resiko y7ang perlu diperhatikan pada ibu hamil


bagaimana cara mengetahui factor resiko ?
Tanyakan pada ibu tentang :
umur :
ibu hamil mempunyai factor resiko dan harus segera diperiksa di tenaga/sarana
kesehatan bila
umur dibawah 20 tahun
umur diatas 35 tahun
jumlah anak :
ibu hamil mempunyai factor resiko dan harus biperiksa di tenaga kesehatan bila :
jumlah anak lebih dari 4 orang
jarak kelahiran :
jarak kelahiran kurang dari 2 tahun (ibu sudah hamil lagi sebelum anak pertama
berumur 1 tahun).
Riwayat persalinan :
Riwayat persalinan/ kehamilan yang jelek (missal pernah keguguran,persalinan yang
lalu ada perdarahan banyak atau tidak bisa lahir spontan)
Riwayat penyakit :
Mempunyai penyakit kronis atau menahun (TBC, jantung,kencing manis)
Riwayat perdarahan :
Pernah mengalami perdarahan pada kehamilan sekarang.

Periksa apakah ada tanda-tanda bahayasebagai berikut:


Ibu hamil mempunyai factor resiko dan harus segera diperiksa di tenaga/sarana
kesehatan bila:
Mukanya pucat
Tinggi bada kurang dari 145 cm
Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm
Putting susu tertarik ke dalam
Diduga ada kehamilan kembar atau hamil air.

Apa yang harus dilakukan apabila dukun paraji menemukan ibu hamil dengan factor
resiko ?
Ibu hanil dengan faktorv resiko harus segera dirujuk dan diperiksa di sarana/tenaga
kesehatan ( puskesmas atau bidan).

Deteksi resiko kehamilan


Apakah yamg dimaksud dengan resiko kehamilan?
Resiko kehamilan dan tanda bahaya kehamilan adalah kondisi kehamilan yang dapat
menyebabkan seorang ibu hamil beresiko mendapatkan penyulit untuk dapt
memnjyelesaikan kehamilannya secara sehat dan aman, serta beresiko untuk terjadinya
penyulirt/komplikasi pada saat kehamilan.
Apa saja tanda bahaya kehamilan?
Tanda bahaya kehamilan adalah :
Ibu hamil muntah terus menerus dan menolak makan.
Ibu hamil mengalami pusing kepala yang hebat dan atau kaki bengkak
Ibu hamil mengalami perdarahan
Ibu hamil mengeluarkan cairan sebelum waktunya disertai panas badan yang tinggi
Ibu hamil menderita penyakit menahun
Ibu hamil dalam keadaan pucat, lesu dan letih.

Ibu hamil denagn tanda bahaya harus segera dibawa atau dirujuk ke puskesmas atau
rumah sakit.

Deteksi resiko persalinan


Apakah yang dimaksud dengan resiko persalinan?
Risikopersalinan atau tanda bahaya persalianan adalah kondisi ibu bebrsalin yang
berisiko untuk terjadinya penyulit/komplikasi pada saat melahirkan.
Apa yang harus dilakukan atau diketahui oleh dukun paraji?
Dukun paraji harus mengetahui tanda-tanda persalianan, yaitu :
Sakit perut dan pinggang yang berulang secara teratur, makin lama makin serikng.
Mula-mula keluar lender kemudain lender bercampur darah
Keluar cairan banyak dari jalan lahir
Rasa ingin mengedan seperti ingin buang air besar yang tidak tertahan.
Apa tanda-tanda persalianan yang beresiko? Adalah
Ibu bersalin muntah terus menerus dan menolak makan.
Ibu bersalin mengalami pusing kepala yang hebat dan atau tapak kaki bengkak.
Ibu bersalin mengalami perdarahan.
Ibu bersalin mengeluarkan caiarn sebelum waktunya disertai panas badan tinggi.
Ibu bersalin mengalami penyakit menahun
Inu bersalin dalam keadaan pucat, lesu dan letih
Persalinan lama.
Persalinan sering.
Tali pusat menumbung
Uri tertahan.

Ibu bersalin dengan tanda bahaya harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

DETEKSI RISIKO PADA IBU NIFAAS


Apakah yang dimaksud dengan risiko pada ibub nifas /
Risiko ibu nifas atau tanda bahaya masa nifas adalah kondisi ibu sesudah bersalin
sampai dengan 42 hari yang beresiko untuk terjadinya kegawatan pada ibu.
Apa tanda-tanda masa nifas yang berisiko?
Ibu nifas mengalami kejang dan bengkak di kaki
Demam
Perdarahan/keluar darah atau cairan berbau dari jalan lahir
Payu dara bengkak dannyeri.

DETEKSI RISIKO PADA BAYI BARU LAHIR


Risiko pada bayi baru lahir atau tanda bahaya bayi baru lahir adalah kondisi bayi baru
lahir y7ang dapt mennyebabkan bayi berisiko untuk terjadinya kegawatan atau
kematian.
Apa yang nharus dilakukan dukun paraji?
Kebnali/ketahui tanda-tanda bayi sehat, yaitu :
Segera bias menetek
Menangis saat lahir
Kulit kemerah-merahan
Gegrakan aktif
Berat badan lebih dari 2 kg
Kenali/ketahui tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir :
Kulit biru, tidak bergerak aktif, tangan dan kakinya lemas.
Terserang tetanus Neonatorum.
Kejang-kejang.
Tidak bias menyusu

Mengenali “Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR)” Bila Tidak Tersedia Timbangan Bayi:
Bayi lebih kecil disbanding bayi normal.
Otot lembek, kulit keriput.
Lingkar lengan atas kurang dari 9,5 cm

Anjurkan ibu untuk memeriksakan diri dan bayinya ke bidan minimal 3 kali pada masa
nifas

Petunjuk Pengisisan :
Format Penapisan Ibu Hamil Menuju Persalinan
Aman Oleh Dokter dan Dukun Paraji

1. Identitas Ibu : Jelas

2. Kondisi Ibu : Adalah keadaan Ibu pada saat kontak dengan dukun atau kader.
Untuk mengetahui kondisi ibu isi skor ( 2 atau 3 atau 4 ) sesuai dengan keadaan yang
ditemukan oleh kader atau paraji pada Skor Kontak pada umur kehamilan kolom 1 s/d 9
sesuai dengan umur kehamilan ibu ketika kontak.

3. Cara menentukan/mengisi skor :

a. Tanya umur kehamilan beri arsir pada salah satu kolom 1 s/d 9 sesuai umur kehamilan,
misalnya umr kehamilan 3 bulan maka kolom angka 3 pada skor sesuai umur kehamilan
diberi arsir.

b. Untuk Variabel Umur : Tanya umur lalu tuliskan skor 2 bila umur ibu 20 – 34 tahun,
skor 3 bila umur ibu 17 – 19 tahun atau skor 4 bila umur ibu < 16 tahun / > 34 tahu pada
kolom kontak pada umur kehamilan sesuai dengan variable umur yang ditemukan.

c. Tuliskan skor 4 pada kolom kontak pada umur kehamilan (1 s/d 9 ) sesuai variable yang
sesuai yaitu :

• Terlalu lambat hamil pertama > 2 tahun, bila ibu baru hamil setelah 2 tahun atau lebih
menikah.
• Anak terbesar lebih dari 10 tahun.
• Anak terkecil kurang dari 2 tahun.
• Anak terlalu banyak lebih dari 4 bila ibu hamil untuk yang kelima kalinya atau lebih.
• Tinggi badan ibu sama atau kurang dari 145 cm.
• Pernah keguguran yaitu bila ibu punya riwayat pernah keguguran.
• Pernah melahirkan dengan cara-cara sebagai berikut :
o Tarikan tang / sedot vakum.
o Ari-ari dirogoh karena telat lahir (Manula Placenta).
o Diberi infuse / transfuse darah.
• Pernah oprasi cesar.
• Penyakit pada Ibu Hamil bila Ibu Hamil mempunyai penyakit tertentu pada saat
kehamilan yang sekarang atau penyakit khronis tertentu.
• Bengkakpada muka dan tungkai.
• Bila kehamilan ibu diduga ada kelainan letak karena bentuknya.
• Bila kehamilan ibu diduga kembar karena besarnya dan teraba lebih banyak bagian
tubuh anak.
• Bila kehamilan ibu diduga kembar air karena besarnya dan bagian tubuh anak kurang
teraba.
• Bila diduga bayi mati dalamkandungan karena gerakan bayi tidak teras alagi atau
kandungan tidak membesar / cenderung mengecil.
• Hamil lebih bulan bila ibu belum melhirkan sesuai dengan perkiraan.

d. Tuliskan skor 8 pada kolomkontak pada umur kehamilan ( 1 s/d 9 ) sesuai dengan
variabel yang sesuai yaitu :

• Bila ibu mengalami perdarahan pada saat hamil yang sekarang.


• Bila ibu mengalami kejabg-kejang pada usia hamil lebih dari 7 bulan.

Jumlah skor adalah hasil penjumlahan skor dari variabel-variabel yang ditemukan pada ibu
pada saat kontak pada umur kehamilan yang sama. Hal ini mencerminkan kondisi ibu.

Kegiatan Kader / Dukun : lingkari apa yang kader atau dukun lakukan yaitu memberi
penyuluhan untukperikasa ke bidan atau mengantar ibu ke Bidan / Merujuk.

Nama Kader / Dukun : diisi dengan nama kader atau dukun yang kontak memeriksa atau
mewawancarai ibu hamil.

Pesan penyuluhan sesuai dengan kondisi ibu yang ditemukan.


PENUTUP
Demikian makalah pembinaan dukun bayi dan kader di komunitas ini disususn, dengan
harapan adanya suatu peningkatan dalam kualitas dan kuantitas program klesehatan ibu
dan anak melalui suatu proses kerjasama yang bebrsifat kesetaraan, keterbukaan dan
saling menguntungkan (kemitraan) antar dukun paraji, kader dan bidan.
Diharapkan peningkatan kemampuan dukun paraji dan kader ini akan menghasilkan
efek meningaktnya keselamatan ibu dalam melalui kehamilan dan persalinan, sehingga
terjadi pe;layanan yang menguntungkan dari kedua belah pihak sehingga dapt
memuaskan ibu yang memperoleh pelayanan ini dengan demikian diharapkan akses ibu
hamil, bersalin dan nifas terhadap pelalyanan yang behrkualitas akan meningkat dan
dengan demikian status kesehatan ibu meningkat pula.