Anda di halaman 1dari 6

Pendahuluan

Istilah 'dressing' dan 'bandage' sering digunakan secara bergantian. Pada kenyataanya, istilah
'dressing' lebih mengacu pada lapisan atau bagian dari bandage yang kontak langsung dengan luka.
Balutan luka harus selalu steril. Sedangkan sebuah perban atau bandage terdiri dari lapisan utama,
atau dressing; lapisan sekunder, yang membantu menyerap eksudat dan memberikan dukungan untuk
berbagai derajat; dan lapisan tersier, yang membantu melindungi perban dan alat bantu dukungan.
Dressing yang digunakan dalam minor surgery berguna untuk melindungi atau menutupi luka
traumatis sebelum penutupan luka terjadi, untuk melindungi luka bedah setelah perbaikan dan untuk
manajemen luka yang masih terbuka. Dressing dapat memiliki beberapa fungsi:

Memberikan dukungan fisik untuk luka


Mengurangi rasa nyeri
Menghindari terjadinya nekrosis dan kontaminasi pada luka
Memberikan obat-obatan
Menyerap eksudat, tanpa membiarkan adanya kehilangan cairan yang berlebihan
Membantu hemostasis

Secara umum untuk melakukan pembalutan diperlukan prosedur berikut :

Mencari penyebab luka atau bagaimana luka tersebut terjadi


Memperhatikan tempat atau letak yang akan dibalut dengan berdasar pada bagian tubuh nana
yang akan dibalut, ada tidaknya luka terbuka, ukuran atau luas luka, diperluka atau tidak
pembatasan gerak bagian tubuh tertentu . Jika ada luka terbuka, maka sebelum dibalut perlu
diberi desinfektan atau dibalut dengan pembalut yang mengandung desinfektan. Demikian
pula jika terjadi dislokasi, maka perlu dilakukan tindakan reposisi terlebih dahulu
Memperhatikan bentuk-bentuk bagian tubuh yang akan dibalut, yaitu: Bentuk bulat seperti
kepala, Bentuk silinder seperti leher, lengan atas, jari tangan dan tubuh, Bentuk kerucut seperti
lengan bawah dan tungkai atas , Bentuk persendian yang tidak teratur
Memilih jenis pembalut yang akan dipergunakan (bisa salah satu atau kombinasi)
Menentukan posisi balutan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut : Membatasi
pergeseran / gerak bagian tubuh yang perlu difiksasi Sesedikit mungkin membatasi gerak
bagian tubuh yang lain, Mengusahakan posisi balutan yang paling nyaman untuk kegiatan
pokok korban, Tidak mengganggu peredaran darah (misalnya pada balutan berlapis, maka
lapis yang paling bawah diletakkan di sebelah distal), Balutan diusahakan tidak mudah lepas
atau kendor

Sebuah perban dalam bentuk yang paling sederhana dapat merupakan strip kain yang
digunakan untuk menutup dan mengikat luka. Pada Kedokteran hewan penggunaanya telah
disempurnakan dan dielaborasi dari bentuk dasar dari perban dengan menggabungkan penggunaan
gips, sling, dan splints untuk menyembuhkan segala macam cedera. Terdapat beberapa variasi,
namun, semuanya tetap mengacu atau bertujuan pada empat fungsi dasar penyembuhan dalam
penggunaannya yaitu :

Untuk melindungi luka dari bakteri yang berasal dari lingkungan


Untuk menyerap hasil sekresi luka

Untuk immobilize luka


Untuk memberikan tekanan yang membantu mencegah timbulnya pembengkakan atau
perdarahan

Terdapat Beberapa bahan yang diperlukan agar dapat menempatkan perban atau bandage dengan
benar diantaranya :

Pita perekat (adhesive tape)


Kasa
Cotton Padding
Pita Elastikon
Pad steril (jika ada luka terbuka)

Pembahasan
Bentuk pembalut yang dapat digunakan terdapat beberapa bentuk, pemilihan bentuk yang
digunakan berdasarkan pada jenis luka, posisi serta tujuan dari penggunaan

Plester atau Pita Perekat (adhesive tape)


Pita perekat, yang lengket di satu sisi tersedia dalam bentuk gulungan. Berwarna Putih, pita
perekat berpori merupakan jenis yang paling sering digunakan untuk membentuk sanggurdi pada
perban. Pita perekat yang berwarna putih tidak dapat merenggang. Elastikon tape tape sifatnya dapat
merenggang dan biasa diterapkan sebagai lapisan tersier perban. Stretchability merupakan penentu
dari penggunaan dengan derajat variabel kompresi. Biasanya dipergunakan untuk menutup luka yang
telah diberi antiseptik. Juga dapat dipakai merekatkan penutup luka dan fiksasi pada sendi yang
terkilir.
Pad steril
Sebuah pad steril sering berfungsi sebagai lapisan utama dari perban. Luka terbuka
memerlukan lapisan primer pada bagian atas luka. Cedera yang tidak melibatkan luka terbuka tidak
memerlukan lapisan primer. Lapisan ini sifatnya menempel pada luka (melekat pad luka, seperti wet

to dry kering bandage) atau nonadherent. Lapisan ini juga baik oklusif (tahan air) atau nonocclusive.
Kebanyakan dressing berupa kasa yang diresapi bahan minyak bumi atau bantalan Telfa, yang
nonadherent. Dapat juga bersifat nonocclusive, sehingga memungkinkan cairan dari luka mengalir ke
lapisan penyerap sekunder. Dressing ini sesuai untuk luka yang bersih, terbuka tanpa adanya jaringan
granulasi. Dressing oklusif, yang menjaga kelembaban luka dibagian luar dan dalam luka dan
menstabilkan pembentukan
granulasi jaringan. Kebanyakan dari dressing oklusif adalah
hydrocolloidal yaitu menggabungkan bahan dressing dengan cairan (dalam hal ini berupa cairan dari
luka) sehingga membentuk gel
Cotton Cast Padding
Bahan dasarnya berupa Kapas, karena sifatnya yang lentur (fleksibel), kompresibel, dan serap
tinggi, adalah bahan utama dari pembalut ini lapisan sekunder. Ukurannya lebih kecil dan lebih
tipistersedia dalam bentuk gulungan (dengan lebar 2, 3, atau 4 inci dan ketebalan sekitar 1/32 untuk
1/16 inci), dan dalam gulungan tebal lembaran kapas. Kapas tipis yang digulung disebut sebagai
bantalan cor. Kapas sangat baik untuk perban kaki karena mudah untuk mengikuti bentuk kaki.
Kain kasa
Kasa datang tersedia dalam gulungan atau bantalan persegi. Kasa gulung Rolled meliputi
kasa, kompres, dan mengamankan lapisan kapas. Rolled kasa datang dalam berbagai tekstur dan
ukuran. Yang paling commonsizes untuk hewan kecil dua, tiga, dan lebar empat inci. Hewan besar
biasanya membutuhkan lebar enam inci. Dokter Hewan kadang-kadang menggunakan pad kasa
persegi di perban, tapi mereka menggunakan jauh lebih sering sebagai spons penyerap bedah.
Pembalut pita/gulung
Dapat dibuat dari kain katun, kain kasa, flannel ataupun bahan elastik. Di pasaran, yang
banyka dijual sebagai pembalut pita adalah yang terbuat dari kain kasa. Ada beberapa ukuran
pembalut pita/gulung:

Pembalut pita ukuran 2,5 cm untuk jari-jari


Pembalut pita ukuran 5 cm untuk leher dan pergelangan tangan
Pembalut pita ukuran 7,5 cm untuk kepala, lengan atas, lengan bawah, betis dan kaki.
Pembalut pita ukuran 10 cm untuk paha dan sendi panggul
Pembalut pita ukuran >10 - 15 cm untuk dada, punggung dan perut

Mitela
Merupakan kain segitiga sama kaki dengan panjang kaki 90 cm, terbuat dari kain mori. Pada
penggunaannya seringkali dilipat-lipat sehingga menyerupai dasi. Dalam hal ini mitela dapat diganti
dengan pembalut pita.

Funda
Merupakan kain segitiga samakaki yagn sisi kiri dan kanannya dibelah 6 10 cm tingginya
dari alas, sepanjang kurang lebih 1/3 dari panjang alas dan sudut puncaknya dilipat ke dalam. Ada
beberapa kegunaan dari pembalut funda ini seperti funda maksila, funda nasi, funda frontis, funda
vertisis, funda oksipitis dan funda kalsis

Platenga
Merupakan
tingginya..

pembalut

segitiga

yang

dibelah

dari

puncak

sampai

setengah

Klasifikasi bandage berdasarkan pada waktu aplikasi, tipe bandage, teknik bandage, dan
bahan-bahan bandage.
Klasifikasi bandage menurut waktu aplikasi
1. First bandage. First bandage digunakan untuk luka terbuka. Suatu kompresi bandage
digunakan untuk pengobatan awal pada hematoma.

2. Second bandage. Setelah luka tertutup atau hematoma telah diabsorbsi kembali maka second
bandage dapat diaplikasikan untuk membantu proses penyembuhan.
3. Later bandage. Bandage ini berguna untuk support (penopang) dan mengurangi stress
4. Prophylactic bandage. Trauma, cidera berulang, dan kerusakan jaringan dapat dihindari atau
diminimalkan dengan bandage ini.
Klasifikasi bandage menurut tipe bandage
1. Luka terbuka.
2. Kompresi bandage. Kompresi yang kuat dapat mencegah atau meminimalkan pembengkakan
atau hematoma. Dingin, karet busa, dan bahan-bahan yang mendorong reabsorbsi dapat
memperbaiki efek tersebut. Area pembengkakan yang luas, seperti pada tungkai bawah dapat
diberikan sirkular bandage disekitar tungkai dengan sempurna. Ini juga dikenal dengan
varicose bandage sesuai dengan tujuannya. Kompresi bandage yang diperkuat dengan strip
(tali perban) adalah baik untuk jari-jari tangan dan kaki, dan juga untuk punggung tangan dan
kaki. Strip (tali perban) yang telah dicelup dalam air dingin dapat disesuaikan lebih kuat dan
juga memberikan efek pendinginan.
3. Immobilisasi bandage. Immobilisasi pada sendi atau otot setelah injury dapat memberikan
lebih cepat dan lebih baik efek penyembuhan. Kemungkinan stress statik dapat dipertahankan.
4. Supportive bandage. ROM akan terbatas pada sendi dan otot yang diberikan supportive
bandage. Gerakan yang luas dapat dihindari dan cidera berulang dapat dicegah
Klasifikasi bandage menurut teknik bandage
1. Sirkular bandage (dolabra ascendens atau descendens). Sirkular bandage ini dapat berbentuk
spiral dengan arah keatas atau kebawah, dapat digunakan untuk regio leher, punggung, paha,
betis (calf), lengan atas, atau lengan bawah.
2. Testudo reversa atau inversa. Bandage ini diaplikasikan pada bagian dalam atau bagian luar
knee atau elbow, dimana regio tersebut dibalut dengan bentuk gambar delapan disekitar sendi.
3. Spica ascendens atau descendens. Bandage ini dapat dibalut dalam arah ke bawah atau ke atas,
dan digunakan untuk mengimmobilisasi area yang luas seperti shoulder, hip atau ankle.

Kesimpulan
Secara umum penggunaan bandage adalah untuk membantu memanajemen luka dan untuk
menunjang kesembuhan dari luka. Terdapat beberapa hal utama yang harus diperhatikan sebelum
dilakukan pemasangan bandage dan pemilihan bahan bendage yang digunakan diantaranya adalah
lokasi luka, keadaan luka, ukuran atau besar dari luka serta diperlukan atau tidaknya pembatasan
pergerakan. Secara umum terdapat tiga lapisan dari bandage yaitu lapisan primer, sekunder, dan
tertier. Tipe bahan yang dapat digunakan dan teknik dari bandage tidak hanya satu jenis saja yang

dapat digunakan tetapi juga bisa merupakan kombinasi dan hal ini tergantung pada luka dan tujuan
dari pembalutan luka.

Daftar Pustaka
Karl, Merry, 2010, Wound Dressings And Bandages, Elsevier Science, Saunders: USA
Swaim, Steven F, 2006, Bandaging Problem Areas On Dog And Cat, Proceding Of The North
America Veterinary Conference Vol 20, : Orlando, Florida
Youmans, Ruth, 2004, The Small Animal Surgeon, Small Animal Bandage, Ucbi Library : USA