Anda di halaman 1dari 8

Penentuan Jendela Potensial, Pengaruh Kecepatan Payar, dan

Konsentrasi K3Fe(CN)6 pada analisis Voltammetri


Fitria Pelangi1, Ika Rachmawati
Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Pertanian Bogor
1

G44110025
Abstrak

Penentuan Jendela Potensial, Pengaruh Kecepatan Payar, dan Konsentrasi


K3Fe(CN)6 pada analisis Voltammetri. Telah dilakukan analisis voltammetri
larutan K3Fe(CN)6 dalam KCl pada jendela potensial dan kecepatan payar
tertentu. Elektrode kerja menggunkan elektrode pasta karbon yang dicampur
paraffin dengan nisbah 7:3. Elektrode pembanding menggunakan Ag/AgCl dan
digunakan elektrode pembantu platina. Semakin luas jendela potensial, semakin
baik pembacaan arus dalam sel voltammetri. Kecepatan payar dan konsentrasi
memengaruhi puncak arus katode mau pun anode. Kecepatan payar dan
konsentrasi analat berbanding lurus dengan tingginya arus puncak anode dan
katode yang dihasilkan.
Kata Kunci: sel elekrokimia, voltammetri siklik, elektrode pasta karbon, redoks,
puncak arus, waktu payar.

PENDAHULUAN
Penentuan kadar logam dapat menggunakan beberapa instrumen seperti
atomic absorption spectrophotometer (AAS) atau inductively couple plasmaatomic emmision spectrophotometer (ICP-AES). Kedua metode ini memiliki
sensitivitas pengukuran yang sangat baik untuk hampir semua logam (Harvey
2000). Namun demikian, kedua metode tersebut tidak praktis untuk digunakan di
lapangan terlebih lagi metode AAS maupun ICP-AES tidak dapat membedakan
tingkat oksidasi logam serta memerlukan tahap preparatif yang cukup rumit
(Rouessac et al. 2007). Metode lain yang sensitif, lebih praktis, dapat
membedakan tingkat oksidasi logam tanpa tahap prepatif dan membutuhkan biaya
operasional yang lebih murah ialah voltammetri (Wang 2006). Voltammetri
merupakan salah satu teknik elektroanalitik dengan prinsip dasar elektrolisis.
Elektroanalisis merupakan suatu teknik yang berfokus pada hubungan antara
besaran listrik dengan reaksi kimia, yaitu menentukan satuan-satuan listrik seperti
arus, potensial, atau tegangan, dan hubungannya dengan parameter-parameter
kimia (Balazs et al. 1999).
Metode voltammetri ini menggunakan tiga jenis elektrode, yaitu elektrode
kerja (working electrode atau EW), elektrode pembanding (reference electrode atau
ER), dan elektrode tambahan (counter electrode atau EA)Umumnya teknik
voltammetri yang sensitif menggunakan elektrode merkuri sebagai elektrode
1

kerja. Namun, saat ini elektrode merkuri sudah mulai ditinggalkan karena kurang
ramah lingkungan. Metode alternatif yang mulai dikembangkan saat ini ialah
penggunaan elektrode pasta karbon (EPK) yang lebih ramah lingkungan.
Elektrode pasta karbon memiliki selang potensial yang cukup luas, arus latar
belakang yang rendah, biaya rendah, inert, dan cocok untuk berbagai aplikasi
deteksi dan pengukuran. (Xia 2010). Elektrode pasta karbon dapat dimodiikasi
dengan mencampurkan modifier sebagai salah satu bahan elektrode (bulk
modiied) maupun dengan melapisi permukaan elektrode dengan ilm tipis dari
modiier (surface modiied) (Hastuti et al. 2012). Elektrode pasta karbon
dimodifikasi bertujuan meningkatkan sensitivitas pengukuran (Taufik 2013)

Gambar 1 Diagram sel voltammetri

Elektrode pembanding yang digunakan adalah elektrode Ag/AgCl. Jika


ada arus yang mengalir pada elektrode Ag/AgCl, maka konsentrasi Cl- akan
berubah dan potensial pun akan berubah. Hal ini menyebabkan pengertian
elektrode pembanding tidak terpenuhi. Agar potensial elektrode pembanding
tetap, digunakan elektrode pembantu yang memiliki hambatan lebih kecil
daripada elektrode Ag/AgCl. Akibatnya, arus yang mengalir ke elektrode
pembanding sangat kecil atau dianggap nol dan arus yang diukur adalah arus pada
rangkaian antara elektrode kerja dan elektrode pembantu. Elektrode pembantu
yang digunakan adalah platina (Pt). Elektrode padat Pt ini memiliki kelebihan
yaitu dapat digunakan pada daerah potensial yang lebih luas. Pt dapat digunakan
pada +1,2 V(-0,2) V (vs EKJ) dalam suasana asam dan +0.7 V0.1 V dalam
suasana basa (Buchari et al. 2012).
Percobaan bertujuan mempelajari penggunaan teknik voltammetri siklik
untuk mengetahui perilaku redoks senyawa K3Fe(CN)6 menggunakan elektrode
pasta karbon. Perilaku redoks redoks senyawa K3Fe(CN)6 terhadap arus puncak
diamati dengan variasi jendela potensial, kecepatan payar, dan konsentrasi analat.
METODE PERCOBAAN
ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam percobaan meliputi instrument potensiostat
EA160, E-coder, kabel penghubung dilengkapi penjepit buaya, komputer dengan
perangkat lunak Echem dan perangkat lunak OriginPro, elektrode kerja karbon,
2

elektrode pembanding Ag/AgCl, elektrode pembantu platina, sel pengukuran, dan


peralatan gelas. Bahan yang diperlukan meliputi larutan K3Fe(CN)6 0.1 M dalam
KCl, aquabidest, serbuk grafit, paraffin cair, kertas minyak, tabung kaca, kawat
tembaga, dan lem lilin.
PROSEDUR PERCOBAAN
Pembuatan elektrode pasta karbon
Sebanyak 70 mg grafit ditimbang dan dicampurkan dengan parafin cair 30
mg dalam wadah kecil. Campuran kemudian digerus menggunakan mortar selama
30 menit hingga membentuk pasta yang homogen. Sebuah tabung kaca dengan
diameter 2.5 mm digunakan sebagai badan elektrode. Kawat tembaga digunakan
sebagai penghubung elektrode ke sumber listrik dimasukkan ke dalam tabung
hingga tersisa ruang kosong sekitar 3 mm pada ujung tabung (untuk merekatkan
kawat dengan tabung digunakan lem lilin). Pasta dimasukkan ke ujung tabung
tersebut hingga penuh dan padat (gambar 2). Permukaan elektrode kemudian
digosok menggunakan kertas minyak hingga permukaan elektrode rata. Elektrode
kamudian dipakai sebagai elekrode kerja pada percobaan selanjutnya.
Penentuan jendela potensial
Larutan K3Fe(CN)6 0.1 M dalam KCl dimasukkan ke dalam sel
pengukuran. Elektrode kerja karbon atau emas dihubungkan ke penjepit buaya
berwarna hijau, elektrode pembanding Ag/AgCl ke penjepit berwarna kuning, dan
elektrode platina dihubungkan ke penjepit berwarna merah. Kemudian, elektrode
dicelupkan ke dalam larutan dalam sel pengukuran. Potensiostat dipastikan telah
menyala dan program Echem dibuka dan dipilih teknik voltametri siklik. Teknik
pengukuran diatur sehingga laju alir menjadi 100 mV/s, jendela potensial
divariasikan dari 0 V hingga 1 V, 0 V hingga 1.5 V, dan 0.5 V hingga 1.5 V dan
pengukuran dilakukan 3 kali ulangan. Setelah range jendela arus disesuaikan dan
kondisi real arus sebelum pengukuran diperiksa, dilakukan pengukuran dengan
menekan tombol start
Pengaruh Kecepatan Payar Terhadap Arus Puncak
Teknik pengukuran diatur dan laju payar divariasikan pada 50 mV/s, 100
mV/s, dan 200 mV/s pada jendela potensial yang telah ditentukan pada langkah
sebelumnya. analat yang digunakan adalah K3Fe(CN)6 0.1 M dalam KCl.
Pengukuran dilakukan 3 kali ulangan.
Pengaruh Konsentrasi Analat Terhadap Arus Puncak
Larutan analat K3Fe(CN)6 0.1 M diencerkan secara berseri sehingga
diperoleh konsentrasi 0.08; 0.06; 0.04; dan 0.02 M menggunakan elektrolit KCl.
Pengukuran dilakukan pada jendela potensial dan kecepatan payar yang sesuai.
Pengukuran masing-masing konsentrasi dilakukan 3 kali ulangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Cyclic Voltammetri atau voltammetri siklik merupakan suatu metode


voltammetri untuk menentukan nilai kapasitansi sel elektrokimia dari material
karbon dengan laju scan dari tegangan awal sampai tegangan akhir CV dapat
digunakan sebagai pengatur aliran ion dalam proses perubahan sifat nanopartikel
dan karakterisasi sifat potensial suatu bahan, selain itu juga dapat digunakan untuk
mengukur sifat kapasistans superkapasitor. Pengukuran superkapasitor
menggunakan CV menampilkan hubungan antara arus dan potensial, sehingga
dapat diperoleh data hubungan arus dan potensial yang ditentukan tiga atau dua
elektrode (Yani 2014). Menurut Timbola (2006), profil voltammogram siklik
dengan perubahan laju payar menunjukkan terjadinya suatu reaksi kimia homogen
berdasarkan proses transfer muatan. Voltammetri mengikuti persamaan Randlesevik, yaitu intensitas arus puncak yang dihasilkan proporsional dengan
konsentrasi larutan dan meningkat seiring kenaikan akar kuadrat dari laju payar.
Tabel 1 Data arus oksidasi dan arus reduksi pada kecepatan payar 100 mV/s dengan
variasi konsentrasi K3Fe(CN)6
[K3Fe(CN)6] (M)

Arus oksidasi (A)

Arus reduksi (A)

0,0200
0,0400
0,0600
0,0800
0,1000

61,430
135,260
227,562
253,039
262,625

-72,360
-158,570
-294,688
-380,016
-407,805

Tabel 2 Data arus oksidasi dan arus reduksi pada konsentrasi K3Fe(CN)6 0,1 M dengan
variasi kecepatan payar
Kecepatan Payar (mV/s)
Arus oksidasi (A)
Arus reduksi (A)
50
159,086
-327,742
100
242,023
-416,039
200
371,500
-533,800

Percobaan menunjukkan hasil yang sesuai dengan persamaan Randlesevik, yaitu intensitas arus puncak yang dihasilkan proporsional dengan
konsentrasi larutan (tabel 1) dan meningkat seiring kenaikan akar kuadrat dari laju
payar maka proses pada elektrode melibatkan proses difusi (tabel 2). Semakin
besar konsentrasi analit, semakin besar arus puncak yang dihasilkan pada anode
(arus puncak oksidasi) mau pun katode (arus puncak reduksi). Begitu pula dengan
besar laju payar, semakin besar laju payar yang digunakan semakin besar pula
arus puncak oksidasi dan reduksi yang dihasilkan. Arus puncak oksidasi tersebut
kemudian dihubungkan dengan variabel peubahnya, yaitu konsentrasi dan
kecepatan payar (gambar 2 dan 3) dan didapatkan persamaan garisnya.

300.000
f(x) = 2600.85x + 31.93
250.000
R = 0.9
200.000
Arus oksidasi (A)

150.000
100.000
50.000
0.000
0.0000

0.1000

0.2000

[K3Fe(CN)6] (M)

Gambar 2 Hubungan konsentrasi K3Fe(CN)6 terhadap arus oksidasi pada kecepatan payar 100

mV/s konsentrasi K3Fe(CN)6

400.000
350.000

f(x) = 1.4x + 94.35


R = 1

300.000
250.000
Arus oksidasi (A)

200.000
150.000
100.000
50.000
0.000
0

50 100 150 200 250

Kecepatan Payar (mV/s)

Gambar 3 Kurva hubungan konsentrasi kecepatan payar terhadap arus oksidasi pada konsentrasi
K3Fe(CN)6 0,1 M dengan variasi kecepatan payar

Dalam teknik voltametri, potensial yang diberikan dapat diatur sesuai


keperluan. Kelebihan dari teknik ini adalah sensitifitasnya yang tinggi, limit
deteksi yang rendah dan memiliki daerah linier yang lebar. Selama proses
pengukuran, konsentrasi analit praktis tidak berubah karena hanya sebagian kecil
analit yang dielektrolisis. Potensial elektrode kerja diubah selama pengukuran,
dan arus yang dihasilkan dialurkan terhadap potensial yang diberikan pada
5

elekrode kerja. Arus yang diukur pada analisis voltametri terjadi akibat adanya
reaksi redoks pada permukaan elektrode. Kurva arus terhadap potensial yang
dihasilkan disebut dengan voltamogram (Buchari et al. 2012). Voltammogram
dapat diatur sedemikian rupa, sehingga menggambarkan perbandingan beberapa
perlakuan dalam satu variabel sekaligus, sehingga pembacaan hasil analisis
menggunakan teknik ini lebih mudah dipahami.
0.02
0.04
0.06
0.08
0.10

0.0003
0.0002
0.0001

I (A )

0.0000
-0.0001
-0.0002
-0.0003
-0.0004
-0.0005
-0.6

-0.4

-0.2

0.0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

1.2

E (V)

Gambar 4 Hubungan potensial terhadap arus pada variasi konsentrasi K3Fe(CN)6

50
100
200

0.0004
0.0003
0.0002
0.0001

I ( A)

0.0000
-0.0001
-0.0002
-0.0003
-0.0004
-0.0005
-0.0006
-0.6

-0.4

-0.2

0.0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

1.2

E (V)

Gambar 1 Kurva hubungan potensial terhadap arus pada variasi kecepatan payar dalam mV/s

Voltammogram yang dihasilkan pada percobaan sangat baik karena


memiliki bentuk voltammogram CV yang sempurna. Tingginya arus puncak pada
anode dan katode merepresentasikan hubungan arus puncak yang berbanding
lurus dengan konsentrasi analit dan kecepatan payar. Analisis tinggi arus puncak
menggunakan variabel peubah kecepatan payar metode voltammetri tidak dapat
dilakukan pada kecepatan di atas 200 mV/s karena spesifikasi alat yang tidak
mendukung.
SIMPULAN
Perilaku redoks senyawa K3Fe(CN)6 dapat diamati menggunakan metode
voltammetri. Elektrode kerja yang digunakan adalah elektrode pasta karbon.
Perilaku redoks redoks senyawa K3Fe(CN)6 terhadap arus puncak diamati dengan
variasi kecepatan payar, dan konsentrasi analat. Kecepatan payar dan konsentrasi
berbanding lurus dengan tingginya arus puncak yang dihasilkan pada anode dan
katode.
DAFTAR PUSTAKA
Balazs GB, Chiba Z, Lewis PR, Nelson N, and Steward GA. 1999. Mediated
Electrochemical Oxidation of Organic Wastes Using a Co(III) Mediator in
a Neutral Electrolyte. Oakland (US): University of California.
Buchari RM, Indra NC. 2012. Studi Voltametri Siklik Sodium Dedocyl Benzen
Sulfonat dalam Berbagai Elektrode dan Elektrolit Pendukung. Jurnal
Teknologi Pengelolaan Limbah 15(1):51-56.
Harvey D. 2000. Modern Analytical Chemistry. New York (US): McGraw-Hill.
Hastuti S, Abu M, dan Rini A. 2012. Penggunaan Elektrode Pasta Karbon
Termodifikasi Kurkumin untuk Analisis Timbal (Ii) Secara Stripping
Voltammetry. Jurnal EKOSAINS 4(1):19-25.
Hu C. 2008. Fluid Coke Derived Activated Carbon as Electrode Material for
Electrochemical Double Layer Capasitor [thesis]. Toronto: University of
Toronto.
Jayalakshmi M, Balasubramanian K. 2008. Simple capacitors to supercapacitorsan
overview. Int. J. Electrochem. Sci. vol 3:1196-1217.
Rouessac F, Rouessac A. 2007. Chemical Analysis Modern Instrumentation
Methods and Techniques Second Edition. Paris(...): Wiley.
Septiani Y. 2014. Pengujian Kinerja Karbon Aktif Tongkol Jagung Dan
Tempurung Kelapa Sawit Sebagai Bahan Elektrode Pasta Karbon Secara
Voltammetri [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
Taufik M. 2013. Elektrode Pasta Karbon Termodifikasi Kuersetin untuk Analisis
Ion Tembaga(II) Secara Voltammetri. Bogor (ID): Fakultas Matematika
Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

Timbola AK, Souza CD, Giacomelli C, Spinelli A. 2006. Electrochemical


oxidation of quercetin in hydro-alcoholic solution. J Braz Chem Soc
17(1):139-148.
Wang J. 2006. Analytical Electrochemistry. Third Edition. New York (US):
Willey.
Xia F, Zhang X, Zhou C, Sun D, Dong Y, Liu Z. 2010. Simultaneous
determination of copper, lead, and cadmium at hexagonal mesoporous
silica immobilized quercetin modified carbon paste electrode. J Auto Met
Chem 10:1-6.
Yani AA, E Taer, dan RN Saputra. 2014. Rancangan Alat Siklik Voltammogram
untuk Aplikasi pada Pengukuran Sel Superkapasitor [karya ilmiah].
Pekanbaru (ID): Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Riau Kampus Binawidya.