Anda di halaman 1dari 3

FAM (Fibroadenoma Mammae)

Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi di payudara, berasal dari jaringan
fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini
disebut sebagai tumor campur (mix tumor). FAM dapat berbentuk bulat atau oval, bertekstur
kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. FAM dapat digerakkan dengan mudah karena pada tumor
ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile breast mouse.
Tanda & Gejala
-

Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang


tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal

Ada bagian yang menonjol ke permukaan

Ada penekanan pada jaringan sekitar

Ada batas yang tegas

Bila diameter mencapai 10 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant


Fibroadenoma)

Memiliki kapsul dan soliter

Benjolan dapat digerakkan

Pertumbuhannya lambat

Mudah diangkat dengan lokal surgery

Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian

Etiologi
-

Peningkatan aktivitas estrogen yang absolut atau relatif.

Genetik

Faktor-faktor predisposisi :

Usia : < 30 tahun

Jenis kelamin

Geografi

Pekerjaan

Hereditas

Diet

Stress

Lesi prekanker

Patofisiologi
Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi
yang disebabkan oleh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang
berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia.
Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas jelas,
mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya. Pada gambaran histologis menunjukkan stroma
dengan proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel
dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pembagian fibroadenoma berdasarkan histologik yaitu:
a. Fibroadenoma Pericanaliculare
Yakni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis
b. Fibroadenoma intracanaliculare
Yakni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk
panjang-panjang (tidak teratur) dengan lumen yang sempit atau menghilang. Pada saat
menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran sedikit dan pada saat menopause
terjadi regresi.
Diagnosis
Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara, yaitu:
1. Pemeriksaan fisik (phisycal examination)
Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi pada
daerah tersebut, dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau tidak, kenyal atau
keras,dll.
2. Mammography atau ultrasound
Mammography digunakan untuk membantu diagnosis, mammography sangat berguna
untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun, sedangkan pada
wanita usia muda tidak digunakan mammography, sebagai gantinya digunakan

ultrasound, hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat
dengan baik bila menggunakan mammography
3. Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC).
Pada FNAC kita akan mengambil sel dari fibroadenoma dengan menggunakan penghisap
berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan. Dari alat tersebut kita dapat
memperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma, lalu hasil pengambilan tersebut
dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dibawah
mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut:
a) Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan
berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus;
b) Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular
(perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler);
c) Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek
uniform
Terapi (treatment)
Terapi fibroadinoma mammae adalah eksisi dengan anastesi lokal. Bila penderita muda, dan lesi
kecil, diagnosa dapat ditegakkan dengan aspirasi jarum halus, bila penderita tidak menginginkan
biopsi dengan eksisi. (samapai kini belum ada publikasi ilmiah tentang penyelidikan terhadap
fibroadinoma, yang tetap dibiarkantanpa tindakan, hal ini harus diberitahukan kepada penderita
yang menolak pembedahan). Fibroadinoma yang lebih besar (lebih dari 2 cm) harusdiangkat,
karena dapat menyebabkan nyeri, dan dapat bertumbuh terus. Prognosis dari fibroadinoma
mammae adalah baik, bila diangkat dengan sempurna, tetapi bila masih tertapat jaringan sisi dari
hasil operasi dapat kambuh kembali.