Anda di halaman 1dari 7

DOKUMEN I - KERANGKA ACUAN KERJA

PEMBANGUNAN PABRIK KULIT PT. MULUS KEMILAP


Jl. Wagir, Kota Malang
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pabrik kulit merupakan industri yang menghasilkan produk berupa olahan kulit yang masih mentah, yang
akhirnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal yang dapat menunjang kesejahteraan hidup masyarakat. Produk
kulit yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pakaian atau keperluan hidup masyarakat
yang lain. Berdirinya pabrik ini juga dapat dijadikan fasilitas masyarakat untuk meningkatkan sektor ekonominya,
karena pabrik dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang luas untuk masyarakat. Lokasi yang digunakan untuk
pembangunan pabrik kulit ini di daerah Wagir, Kota Malang. Lokasi ini berupa lahan kosong seluas 30 ha yang
sangat berpotensi dan cocok digunakan sebagai lokasi berdirinya suatu pabrik, karena terletak cukup jauh dari
pemukiman penduduk.
Menurut PP No. 32 Tahun 2009 Tentang Analisis Dampak Lingkungan, merupakan suatu terobosan baru
yang mengharuskan setiap Industri atau pabrik besar terkena wajib AMDAL. Sedangkan bagi yang tidak wajib
AMDAL dapat melaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi Industri atau pabrik tetapi masih memenuhi
persyaratan sanitasi lingkungan yang baik. KA ANDAL merupakan pedoman dalam melaksanakan Studi Analisis
Dampak Lingkungan (ANDAL), penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan (RPL). Dokumen tersebut dibutuhkan agar dampak negatif dari kegiatan industri yang akan dibangun
dapat dikurangi dan sisi positifnya dapat dikembangkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
1.2. Identitas Pemrakarsa dan Penyusun
Pemrakarsa rencana kegiatan dan konsultan studi AMDAL untuk rencana kegiatan pembangunan Pabrik
Kulit PT. Mulus Kemilap di kawasan Wagir Malang adalah sebagaimana disebutkan berikut.
a. Identitas Pemrakarsa
Nama Perusahaan
Jenis Perusahaan
Alamat
Telepon/Fax
Penanggung Jawab Kegiatan
Jabatan

: PT. Mulus Kemilap


: Pabrik Kulit
: Jalan Wagir, Kota Malang
: (0341) 9999999
: Pramesti Dwi Rhumana
: Presiden Direktur

b. Identitas Penyusun AMDAL


Sebagai penanggungjawab penyusun studi AMDAL proyek kegiatan pembangunan Pabrik Kulit PT.
Mulus Kemilap di kawasan Wagir Malang yaitu:
Nama
: PT. Amdal Kita
Alamat
: Jl. Kali Urang No.99, Gading Kelapa, Surabaya 12499
Telepon/Fax
: (021) 4659949
Direktur
: Ir. Amelia Triidiptasari
Sedangkan Tim Penyusun Studi AMDAL proyek kegiatan pembangunan Pabrik Kulit PT. Mulus
Kemilap di kawasan Wagir Malang yaitu:

Ketua Tim
Ahli Bid. Lingkungan
Ahli Bid. Kesehatan
Ahli Bid. Sosial Ekonomi
Ahli Bid. Biologi
Ahli Bid. Infrastruktur

: Manzilatul rochmah
: Allysa Khanza
: Dwi Anggun P. S.
: Yoga Adetya gumelar
: Siti maisaroh
: Melly juni

RUANG LINGKUP STUDI


Penyajian Informasi Lingkungan (PIL) mengandung informasi mengenai rencana kegiatan, keadaan awal
lingkungan atau rona lingkungan dan skoping.
2.1 Rencana Kegiatan
Proyek pembangunan pabrik kulit akan dilaksanakan pada suatu lahan perkebunan yang berada di Wagir,
Malang. Pembangunan proyek tersebut membutuhkan lahan sekitar 30 ha untuk mencakup seluruh bangunan
yang dibutuhkan dalam pabrik. Dalam lahan tersebut akan dibangun tempat produksi yang meliputi lokasi
pencucian dan pembersihan, lokasi perebusan, lokasi penjemuran, tempat pengolahan limbah dan gedung lainnya.
Kegiatan pembangunan proyek PT. Mulus Kemilap akan dimulai dengan pembuatan perizinan pendirian
bangunan sampai bangunan selesai didirikan dan melakukan proses produksi.Secara rinci perencanaan program
pembangunan Pabrik Kulit Mulus Kemilap meliputi:
1. Tahap Pra-Konstruksi
a. Penebangan pohon dan tumbuhan lain
b. Perataan tanah
c. Penyiapan bahan material
d. Pengosongan lahan
e. Pembangunan pagar pembatas proyek
2. Tahap Konstruksi
a. Pembuatan pondasi bangunan
b. Pembuatan pagar
c. Pembuatan rute/jalan kendaraan
3. Tahap Pasca-Konstruksi
a. Pembersihan bahan material sisa konstruksi
b. Persiapan pengoperasian
4. Tahap Operasi
a. Pemantauan kualitas lingkungan udara
b.Pemantauan kualitas lingkungan air
c. Pemantauan kualitas lingkungan tanah
d. Pemantauan populasi hewan dan tumbuhan di sekitar Lingkungan pabrik.
2.2 Gambaran Proyek Pembangunan Pabrik Kulit

2.2.1 Peta Rona Lingkungan

B
U

S
T

2.2.2 Rona Lingkungan


1.1 Kondisi Lahan
Lahan yang akan digunakan dalam perancangan pembuatan Pabrik Kulit di wilayah Wagir, Malang.
Secara keseluruhan luas lahan sekitar 1 hektar, merupakan kawasan perkebunan yang keseluruhan dimiliki oleh
masyarakat sekitar. Lingkungan sekitar proyek adalah
Sebelah utara adalah perkebunan
Sebelah selatan adalah peternakan ayam
Sebelah timur adalah perumahan warga
Sebelah barat adalah persawahan

Gambar 1. Keadaan lingkungan lahan yang akan didirikan pabrik kertas


(Sumber : Dokumen Pribadi)
1.2 Vegetasi
Pengamatan vegetasi di wilayah Wagir dilakukan pada bulan April 2015. Terdapat 15 jenis pohon dan
kurang lebih 33 jenis herba, beberapa herba. Ringkasan hasil pengamatan dan analisa disajikan dalam tabel
berikut:

No

Nama Lokal

Nama Ilmiah

1
2
3
4
5
6
7
8

Sengon
Waru
Jati
Pisang
Jambu air
Salak
Langsep
Lamtoro

Albiziachinensis
Hibiscus tiliaceus
Tectonagrandis
Arachishypogaea L.
Syzygiumaqueum
Salaccazalacca
Lansiumdomesticum
Leucaenaleucocephala

9
10
11

Jamaika (jambubol)
Mahoni
Bambu kuning

Syzygiummalaccense
Swieteniamacrophylla
Bambusa sp

12
13

Randu
Manga

Ceibapentandra
Mangiferaindica

14
15

Acacia
Beringin

Acaciasp
Ficusbenjamina

1.2 Satwa
Tabel 2. Daftar Satwa yang Berada di Wilayah Lokasi
No.
1

Nama Lokal
Belalang

Nama Ilmiah
Oxyachinensis

Kupu-kupu

Junonia sp

Capung

Neurothemissp

Semut

Oecophyllasmaradigna F

Burung Pipit

Lonchura punctulata

Nyamuk

Culicidaesp

Bekicot

Achatina fulica

Jangkrik

Gryllidaesp

Tawon

Apocrita

10

Ulat

Spodoptera

11

Kucing

Felissilvestriscatus

12

Katak

Fejervaryacancrivora

13

Burungelang

Fejervaryacancrivora

14

Ularkobra

Najasp

Dari hasil pengamatan langsung terdapat 29 jenis flora dan fauna yang hidup di area lahan yang akan
dibangun. Jenis flora dan fauna ini kebanyakan hidup di daratan, sekitar persawahan dan perkebunan.
1.3 Parameter Abiotik
Parameter abiotik
Ukuran (mg/L)
intensitas penyinaran
6200
pH tanah
7
Kelembapan udara
60%
Suhu udara
290C
Suhu Tanah
280C-300C
Kesuburantanah
Too little

Tabel 3. Parameter abiotik lokasi

2.2.3 Gambaran Rencana Pendirian Pabrik Kulit


Pembangunan pabrik ini membutuhkan lahan 30 ha. Hal tersebut dikarenakan Pabrik yang akan
dibangun memerlukan lahan yang luas guna menampung berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan
demi menunjang kelancaran proses produksi.

Gambaran Denah Rencana Pembangunan Pabrik Kulit


2. Skoping
Skoping dalam proyek ini dilakukan sebagai proses untuk menemukan dan menetapkan dampak penting
atau masalah utama (main issue) dari proyek industri kulit ini terhadap lingkungan, selain itu skoping juga
bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen penting yang akan terkena dampak proyek. Pembangunan
industri atau pabrik kulit ini diperkirakan akan mempengaruhi beberapa komponen lingkungan.
Pada tahap prakonstruksi, komponen yang akan terkena dampak adalah tanah, air, vegetasi dan satwa
liar yang ada di lokasi pembangunan. Vegetasi akan mengalami perubahan akibat adanya penebangan pohon dan
pembersihan semak di wilayah rencana pembangunan pabrik, baik itu tumbuhan herba dan pohon langka,
endemik maupun yang umum. Selain vegetasi keadaan satwa juga akan terpengaruhi akibat lingkungannya ikut
berubah. Proses konstruksi secara umum akan menyebabkan beberapa dampak antara lain dampak pencemaran
udara akibat debu, dampak kebisingan akibat kegiatan pembangunan dan dapat mengubah lingkungan hidup
satwa. Komponen yang terkena dampak jangka panjang adalah air dan tanah yang akan rusak akibat proses
konstruksi dan juga tercemari oleh limbah yang akan dihasilkan oleh pabrik kulit nantinya. Timbulnya
pencemaran air dan adanya perubahan susunan (kontur) tanah nantinya akan menjadi tantangan untuk pabrik
kulit ini dan perlu dicari solusi mengurangi limbah dan pencemaran yang nantinya akan timbul. Pada tahap pasca

konstruksi air sungai (badan air lainnya) dan tanah akan mulai tercemar oleh limbah pabrik kulit yang umumnya
dapat meracuni organisme yang ada di badan sungai, dan mengganggu masyarakat sekitar pabrik.
Proyek pembangunan pabrik kulit ini di dirikan pada lahan seluas 30 ha dengan rona lingkungan yang
sudah dipaparkan di atas, berdasarkan pertimbangan yang sudah dilakukan maka rincian perkiraan komponen
yang akan terkena dampak terbesar akibat adanya proyek ini diuraikan dalam tabel berikut ini.
Tabel 1. Rincian komponen biotik dan abiotik yang terkena dampak akibat pembangunan pabrik kulit.
Komponen Biotik

No
1
2
3
4

Flora
Beringin
( Ficus Benjamin)
Bambu kuning
(Bambusa sp.)
Jati (Tectona grandis)
Akasia (Acacia sp)

Fauna
Burung elang
(Fejervarya cancrivora)
Ular kobra (Naja sp)
Lonchura punctulata

Komponen Abiotik
Kondisi Tanah
Udara
Sumber Air

Tabel 2. Hasil Pelingkupan dampak potensial dan dampak penting hipotetik.


Sumber Dampak
Rekruitmen
Kerja
Pembawa
bangunan

Tenaga Masyarakat
material Tanah
Udara

MobilisasiDemobiilisasi alat dan


bahan
Proses pembangunan

Dampak
Potensial
Penting Hipotetik
Pra-konstruksi
Muncul Kesempatan Kerja (+) Kesempatan Kerja (+)

Komponen Penerima

Lalu lintas
Udara
Tanah
Masyarakat

Truk pembawa
marterial
merusak kondisi tanah (-)
Kebisingan,
debu
berhamburan (-)
Konstruksi
Kemacetan (-)
Polusi Udara (-)
Perubahan kontur tanah (-)
Kebisingan (-)

Kerusakan tanah (-)


Pencemaran Udara (-)

Kemacetan (-)
Pencemaran udara (-)
Kerusakan tanah (-)
Masalah sosial (-)

Komponen biotik yang terdaftar dalam tabel di atas, merupakan komponen (flora dan fauna) yang
tergolong langka dan termasuk komponen utama (komponen penting) dalam lingkungan tempat didirikannya
pabrik kulit. Studi selanjutnya yaitu untuk menentukan layak tidaknya pabrik kulit ini berdiri adalah
menggunakan metode ANDAL dan pendugaan dampak yang dilanjutkan dengan RKL dan RPL.