Anda di halaman 1dari 30

INDUSTRI BAJA

Abstrak
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industri maupun domesti (rumah tangga), yang lebih dikenal sebagai sampah,
yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki
lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Maka dengan kata lain, limbah
industri baja merupakan buangan yang dihasilkan dari proses produksi baja di
industri baja. Limbah industri baja dapat mencemari lingkungan, sebagian besar
pencemarannya berupa pencemaran udara oleh asap pabrik, pencemaran suara
karena kebisingan yang ditimbulkan industri baja. Akan tetapi pencemaran yang
paling utama adalah pencemaran air. Meskipun limbah dari industri baja ini bukan
merupakan limbah B3. Tetapi limbah industri baja dapat mencemari air karena
mengandung minyak pelumas dan asam asam yang berasal dari proses pickling
untuk membersihkan bahan plat. Sedangkan limbah padat dari industri baja masih
dapat dimanfaatkan kembali. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, tentunya
sangat diperlukan kesadaran pihak pengelola industri untuk memikirkan masalah
pengolahan atau penanggulangan industri baja.
Industri baja sering digunakan sebagai indikator perkembangan ekonomi,
dikarenakan peran baja untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan
perkembangan ekonomi secara menyeluruh. Pada masa sekarang ini industri
pengolahan baja sedang mengalami perkembangan yang sangat besar.
Dengan meningkatnya permintaan maka kebutuhan pembuatan bahan baku
baja pun juga akan meningkat. Indonesia sebagai salah satu Negara penghasil baja
di dunia mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi Negara penghasil
besi-baja yang terkemuka di dunia.

Pendahuluan
Di Indonesia, tingkat pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh
aktivitas industri dapat dikatakan cukup tinggi. Banyak sekali industri industri

yang tidak memikirkan masalah lingkungan yang akan timbul sebagai akibat dari
limbah yang dihasilkan oleh industri. Sebagai contoh, kini lahan pemukiman
penduduk pun banyak sekali yang dijadikan kawasan industri. Padahal itu akan
memberikan kontribusi dampak yang buruk terhadap kehidupan, karena industri
menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Demikian pula industri
baja yang cukup banyak menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan.
Dampak buruk yang ditimbulkan dari limbah industri yaitu debu yang
dapat menyebabkan iritasi mata dan sesak nafas, kebisingan yang akan
mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah, ketegangan otot,
menurunnya tingkat kewaspadaan, penurunan konsentrasi dan efisiensi kerja,
Karbon Monoksida (CO) dapat menyebabkan gangguan pernafasan serius, yang
diawali dengan nafas pendek, sakit kepala, pusing, dan melemahkan penglihatan
serta pendengaran, bila keracunan berat dapat mengakibatkan pingsan yang bisa
diikuti dengan kematian, Karbon Dioksida (CO2) dapat mengakibatkan sesak
nafas, sakit kepala, otot lemah dan telinga berdenging, Belerang Dioksida (SO 2)
pada konsentari 6 12 ppm dapat menyebabakan iritasi pada hidung dan
tenggorokan serta peradangan lensa mata, minyak pelumas dapat menghambat
proses oksidasi biologi dari sistem lingkungan, bila bahan tersebut mengalir ke
sungai, kolam atau sawah, dan asap dapat mengganggu pernafasan, menghalangi
pandangan, dan bila tercampur dengan gas CO2 dan SO2 maka dapat berbahaya.
Untuk mengantisipasi semua dampak buruk yang ditimbulkan oleh limbah
industri baja, maka diperlukan berbagai upaya penanggulangan. Upaya
penanggulangan pun perlu dilakukan oleh seluruh pihak yang terkait agar apa
yang diupayakan tersebut dapat mencapai suatu hasil yang optimal.

Sejarah
Sebelum diperkenalkannya metode produksi Bassemer dan berbagai
teknik produksi modern lainnya, baja termasuk material yang mahal dan hanya
digunakan ketika tidak ada material alternatif yang lebih murah, khususnya untuk
bagian tajam dari pisau, alat pencukur, dan pedang, dan berbagai alat perkakas
yang membutuhkan bagian yang keras dan tajam. Baja pada saat itu juga
digunakan untuk pegas, termasuk pegas yang digunakan pada jam.
Dengan berkembangnya metode produksi yang lebih cepat dan ekonomis,
baja menjadi lebih mudah didapat dan menjadi jauh lebih murah. Baja telah
menggantikan penggunaan bongkah besi dalam berbagai hal. Pada abad 20
dengan ditemukannya plastik, penggunaan baja untuk beberapa aplikasi dapat
tergantikan, dikarenakan plastik lebih murah dan lebih ringan. Fiber karbon juga
menggantikan baja untuk berbagai aplikasi yang lebih memprioritaskan berat
yang ringan daripada harga ekonomis, seperti pada pesawat terbang, peralatan
olah raga dan kendaraan mewah.

Definisi Baja

Baja adalah logam paduan dengan besi sebagai unsur dasar dan karbon
sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara
0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah
sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal
(crystal lattice) atom besi.

Pada dasarnya, fungsi baja memiliki keserupaan dengan fungsi bahan atau
material besi (fe). Dalam kehidupan sehari-hari, besi digunakan untuk macammacam fungsi, misalnya untuk membuat berbagai macam barang yang
membutuhkan daya tahan tinggi dan lama (kendaraan, mesin, perkakas rumah
tangga, dsb). Dalam dunia konstruksi, baja biasa dipakai sebagai bahan konstruksi
jalan, rel kereta api, dan banyak infrastruktur bangunan. Ketahanan (daktilitas)
baja yang lebih tinggi dari besi karena dicampur karbon dan bahan-bahan lainnya
mengakibatkan baja mampu memenuhi fungsinya sebagai komponen struktur
bangunan.
Sifat - sifat mekanis baja ditentukan oleh kombinasi faktor faktor
komposisi kimia, perlakuan panas (heat treatment) dan proses pembuatan
(manufacturing procces). Walaupun baja sebagian besar terdiri dari besi (Fe),
penambahan unsur unsur lain dalam jumlah yang relatif kecil sangat
menentukan jenis dan sifat mekanis akhir dari baja tersebut. Komposisi dari unsur
unsur ini juga memberikan reaksi yang berbeda beda pada saat baja menjalani
proses perlakuan panas (heat treatment) atau pada saat proses pendinginan dari
suhu yang tinggi.
Ada dua masalah utama dalam pemakaian material baja yaitu: sifat korosif
dan sifat tahan terhadap panas. Untuk mengantisipasi kelemahan baja terhadap
kedua masalah diatas dapat diperbaiki dengan menggunakan baja dengan
komposisi kimia dan heat treatment yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu
sesuai dengan perkembangan tuntutan sifat sifat tertentu material baja, perlu
diimbangi dengan teknologi pembuatannya. Tambahan dan kombinasi unsur
unsur lain menjadi satu alternatif jalan keluar di samping penggunaan jenis heat
treatment yang sesuai. Komposisi kimia baja dan heat treatment pada dasarnya
saling mempengaruhi hingga dapat dikatakan keduanya saling berinteraksi.
Baja Karbon adalah paduan dari sistem Fe dan C, biasanya tercampur juga
unsur unsur bawaan lain seperti silikon 0.20% s/d 0.70% Mn 0.50% s/d 1.00%
P < 0.60% dan S < 0.06%. Tambahan unsur unsur lain pada baja karbon akan
membentuk baja khusus, bila tambahan unsur berkisar 1 2 % maka
dinamakan baja

paduan

rendah,

sedangkan

bila

tambahn

unsur 2

5% dinamakan baja paduan tinggi. Baja cor khusus baru bisa digunakan setelah
melalui heat treatment untuk memperbaiki sifat sifatnya.
Klasifikasi baja, yaitu:

Berdasarkan komposisi
o

Baja karbon

Baja paduan rendah

Baja tahan karat

Berdasarkan proses pembuatan


o

Tanur baja terbuka

Dapur listrik

Proses oksidasi dasar

Berdasarkan bentuk produk


o

Pelat batangan

Tabung

Lembaran

Pita

Bentuk struktural

Berdasarkan struktur mikro


o

Feritik

Perlitik

Martensitik

Austenitik

Berdasarkan kegunaan dalam konstruksi


o

Baja Struktural

Baja Non-Struktural

Jenis-jenis Baja

Proses pembuatan baja


Baja diproduksi didalam dapur pengolahan baja dari besi kasar baik padat maupun
cair, besi bekas ( Skrap ) dan beberapa paduan logam. Ada beberapa proses
pembuatan baja antara lain:
PROSES KONVERTOR
terdiri dari satu tabung yang berbentuk bulat lonjong dengan menghadap
kesamping.
Sistem kerja

Dipanaskan dengan kokas sampai 1500 0C,

Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja. ( 1/8 dari volume


konvertor)

Kembali ditegakkan.

Udara dengan tekanan 1,5 2 atm dihembuskan dari kompresor.

Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengelaurkan hasilnya.

PROSES BASSEMER (ASAM)

lapisan bagian dalam terbuat dari batu tahan api yang mengandung kwarsa asam
atau aksid asam (SiO2), Bahan yang diolah besi kasar kelabu cair, CaO tidak
ditambahkan sebab dapat bereaksi dengan SiO2, SiO2 + CaO

CaSiO3

PROSES THOMAS (BASA)

Lapisan dinding bagian dalam terbuat dari batu tahan api bisa atau dolomit
[ kalsium karbonat dan magnesium (CaCO3 + MgCO3)], besi yang diolah besi
kasar putih yang mengandung P antara 1,7 2 %, Mn 1 2 % dan Si 0,6-0,8 %.
Setelah unsur Mn dan Si terbakar, P membentuk oksida phospor (P2O 5), untuk
mengeluarkan besi cair ditambahkan zat kapur (CaO),
3 CaO + P2O5 Ca3(PO4)2 (terak cair)
PROSES SIEMENS MARTIN
menggunakan sistem regenerator ( 3000 0C.) fungsi dari regenerator adalah:
1. memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur
2. sebagai Fundamen/ landasan dapur
3. menghemat pemakaian tempat
Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih,

Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2),

besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3)

PROSES BASIC OXYGEN FURNACE

logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu ditegakkan)

Oksigen ( 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar dengan


kecepatan tinggi. (55 m3 (99,5 %O2) tiap satu ton muatan) dengan tekanan
1400 kN/m2.

ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S.

Keuntungan dari BOF adalah:

BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen

Proses hanya lebih-kurang 50 menit.

Tidak perlu tuyer di bagian bawah

Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon

Biaya operasi murah

PROSES DAPUR LISTRIK


temperatur tinggi dengan menggunakan busur cahaya electrode dan induksi
listrik.

Keuntungan :

Mudah mencapai temperatur tinggi dalam waktu singkat

Temperatur dapat diatur

Efisiensi termis dapur tinggi

Cairan besi terlindungi dari kotoran dan pengaruh lingkungan sehingga


kualitasnya baik

Kerugian akibat penguapan sangat kecil

PROSES DAPUR KOPEL

mengolah besi kasar kelabu dan besi bekas menjadi baja atau besi tuang.
Proses

pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair.

Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama 15 jam.

kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas


mencapai 700 800 mm dari dasar tungku.

besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 15 % ton/jam dimasukkan.

15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran.

Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar P dan S ditambahkan batu kapur
(CaCO3) dan akan terurai menjadi:
akan bereaksi dengan karbon:

Gas CO yang dikeluarkan melalui cerobong, panasnya dapat dimanfaatkan untuk


pembangkit mesin-mesin lain.

PROSES DAPUR CAWAN

Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan
besi kasar dalam cawan,

kemudian dapur ditutup rapat.

Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan


dan muatan dalam cawan akan mencair.

Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan
menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan

Jenis-jenis Baja
Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu:
1. Baja karbon (Carbon steel)

Baja karbon dapat terdiri atas :

Baja karbon rendah (low carbon steel)


Machine, machinery dan mild steel (0,05 % 0,30% C ) Sifatnya
mudah ditempa dan mudah di mesin Penggunaannya:
0,05 % 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains,
rivets, screws, nails.
0,20 % 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings

Baja karbon menengah (medium carbon steel )

Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.

Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong.

Penggunaan:
0,30 % 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles.
0,40 % 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits,
screwdrivers.
0,50 % 0,60 % C : hammers dan sledges
Baja karbon tinggi (high carbon steel) tool steel
Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % 1,50
% C.

Penggunaan (alat) :
screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws, hammers, vise
jaws, knives, drills. tools for turning brass and wood, reamers, tools for
turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies, fine cutters
2. Baja Paduan (Alloy steel)

Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:

Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan


tarik dan sebagainya)

Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah

Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan


reduksi)

Untuk membuat sifat-sifat spesial

Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi


menjadi:

Low alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 %

Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 10 %

High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %

Baja paduan juga dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

Baja Paduan Khusus (special alloy steel)


Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti

nikel, chromium, manganese, molybdenum, tungsten, dan vanadium.


Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja, maka baja paduan

tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi


lebih keras, kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon (carbon
steel).

High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel


Kandungan karbon : 0,70 % 1,50 %. Penggunaan membuat alat-

alat potong seperti drills, reamers, countersinks, lathe tool bits dan milling
cutters. Disebut High Speed Steel, karena alat potong yang dibuat dengan
material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan
carbon steel. Sedangkan, harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali
daripada carbon steel.
Jenis Lainnya:
Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus:

Baja tahan garam (acid-resisting steel)

Baja tahan panas (heat resistant steel)

Baja tanpa sisik (non scaling steel)

Electric steel

Magnetic steel

Non magnetic steel

Baja tahan pakai (wear resisting steel)

Baja tahan karat/korosi

Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan


komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu:

Baja karbon konstruksi (carbon structural steel)

Baja karbon perkakas (carbon tool steel)

Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel)

Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel)

Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel)

Karakteristik Baja

Berikut ini adalah karakteristik dari material baja, baik sifat mekanis, alat
sambungan untuk struktur baja:
1. Sifat Mekanis Baja
Sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan harus
memenuhi persyaratan minimum yang diberikan pada Tabel dibawah.
2. Tegangan leleh
Tegangan leleh untuk perencanaan (fy) tidak boleh diambil melebihi nilai
yang diberikan Tabel dibawah.
3. Tegangan putus
Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai
yang diberikan Tabel dibawah.
4. Sifat-sifat mekanis lainnya
Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud perencanaan
ditetapkan sebagai berikut:

Modulus elastisitas : E = 200.000 Mpa

Modulus geser : G = 80.000 Mpa

Nisbah poisson : = 0,3

Koefisien pemuaian : = 12 x 10E-6 C

5. Syarat Penerimaan baja


Laporan uji material baja di pabrik yang disahkan oleh lembaga yang
berwenang dapat dianggap sebagai bukti yang cukup untuk memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam standar ini.

6. Baja yang tidak teridentifikasi


Baja yang tidak teridentifikasi boleh digunakan selama memenuhi
ketentuan berikut ini:

Bebas dari cacat permukaan

Sifat fisik material dan kemudahannya untuk dilas tidak mengurangi


kekuatan dan kemampuan layan strukturnya

Ditest sesuai ketentuan yang berlaku. Tegangan leleh (fy) untuk


perencanaan tidak boleh diambil lebih dari 170 MPa sedangkan tegangan
putusnya (fu) tidak boleh diambil lebih dari 300 MPa.

Tabel Sifat mekanis baja struktural


Jenis

Tegangan putus minimum, fu Tegangan leleh minimum, fy Peregangan

Baja
BJ 34
BJ 37
BJ 41
BJ 50
BJ 55

(MPa)
340
370
410
500
550

(MPa)
210
240
250
290
410

(%)
22
20
18
16
13

Manfaat Baja
Bahan baja merupakan bahan yang kuat, tahan lama, tidak udah rusak.
Karena sifatnya yang tahan panas (pada tingkat tertentu) membuat baja sering
digunakan dalam kehidupan manusia. Seperti pembuatan pekakas rumah tangga,
konstruksi bangunan, dll.
Pada konstruksi bangunan misalnya ketika melihat sebuah bangunan yang
sedang dikerjakan terutama yang sedang memasang rangka atap, terlihat struktur
rangka baja berwarna perak digunakan untuk struktur penyangga atap, tidak
digunakan kayu seperti biasanya. Itulah konstruksi rangka atap baja ringan yang
semakin banyak digunakan bukan hanya pada proyek-besar dan mewah tetapi
sudah digunakan juga pada rumah-rumah tinggal, gedung sekolah, ruko, dan lainlain.

minimum

Berbeda dengan baja konvensional, baja ringan merupakan baja mutu


tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis, namun memiliki fungsi setara baja
konvensional. Baja ringan ini termasuk jenis baja yang dibentuk setelah dingin
(cold form steel).

Rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan


konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang
tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan
tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan
baja ringan yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4mm 1mm.
Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni
cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda-kuda
semakin pendek. Misalnya untuk genteng dengan bobot 40 kg/m2 jarak kudakuda bisa dibuat setiap 1,4m. Sementara bila bobot genteng mencapai 75kg/m2,
maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2m.
Inilah kelebihan dan kekurangannya: (*sumber : serial rumah)
Kelebihan Baja Ringan :

Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang harus
ditanggung oleh struktur di bawahnya lebih rendah.

Baja ringan bersifat tidak membesarkan api.

Tidak bisa dimakan rayap.

Pemasangannya relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu.

Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai dan susut, jadi tidak berubah
karena panas dan dingin.
Kelemahan Baja Ringan :

Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem
rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup
plafon.

Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian
struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya maksudnya
jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan, maka kegagalan
bisa terjadi secara keseluruhan.

Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan
dibentuk berbagai profil.
Peraturan untuk konstruksi rangka atap baja ringan di Indonesia sepertinya

belum ada(setidaknya untuk saat ini), kalaupun ada hanya tersirat pada peraturan
baja secara umum, sedangkan untuk baja cold form sepertinya belum ada secara
khusus.
Karena salah satu kelebihan baja adalah tidak dimakan rayap, bisa
dikatakan memang benar bahwa rangka atap baja ringan adalah sahabat alam.
Seperti diketahui rayap merupakan serangga perusak kayu yang cukup ditakuti
diseluruh dunia. Kemampuan makan seekor prajurit rayap bisa mencapai 2,5 kali
berat tubuhnya setiap hari. Selain masalah rayap, penggunaan rangka atap baja
ringan yang semakin lumrah tentu saja bisa mengurangi volume pemakaian kayu
untuk bahan bangunan, tapi itu baru secara logika.

Akibat Limbah Perindustrian Baja


Bahan buangan yang dihasilkan dari industri besi baja seperti mesin bubut,
cor logam dapat menimbulkan pemcemaran lingkungan. Sebagian besar bahan
pencemarannya berupa debu, asap dan gas yang mengotori udarasekitarnya.
Selain pencemaran udara oleh bahan buangan, kebisingan yang ditimbulkan mesin
dalam industri baja (logam) mengganggu ketenangan sekitarnya. kadar bahan
pencemar yang tinggi dan tingkat kebisingan yang berlebihan dapat mengganggu

kesehatan manusia baik yang bekerja dalam pabrik maupun masyarakat sekitar.
Walaupun industri baja/ logam tidak menggunakan larutan kimia, tetapi industri
ini memcemari air karena buanganya dapat mengandung minyak pelumas dan
asam-asam yang berasal dari proses pickling untukmembersihkan bahan plat,
sedangkan bahan buangan padat dapat dimanfaatkan kembali. Bahaya dari bahanbahan pencemar yang mungkin dihasilkan dari proses- proses dalam industri besibaja/logam terhadap kesehatan yaitu :

Debu, dapat menyebabkan iritasi, sesak nafas


Kebisingan, mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah,
ketegangan otot, menurunya kewaspadaan, kosentrasi pemikiran dan

efisiensi kerja.
Karbon Monoksida (CO), dapat menyebabkan gangguan serius, yang
diawali dengan napas pendek dan sakit kepala, berat, pusing-pusing
pikiran kacau dan melemahkan penglihatan dan pendengaran. Bila
keracunan berat, dapat mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan

kematian.
Karbon Dioksida (CO2), dapat mengakibatkan sesak nafas, kemudian sakit
kepala, pusing-pusing, nafas pendek, otot lemah, mengantuk dan

telinganya berdenging.
Belerang Dioksida (SO2), pada konsentrasi 6-12 ppm dapat menyebabkan
iritasi pada hidung dan tenggorokan, peradangan lensa mata (pada

konsentrasi 20 ppm), pembengkakan paru-paru/celah suara.


Minyak pelumas, buangan dapat menghambat proses oksidasi biologi dari
sistem lingkungan, bila bahan pencemar dialirkan keseungai, kolam atau

sawah dan sebagainya.


Asap, dapat mengganggu pernafasan, menghalangi pandangan, dan bila
tercampur dengan gas CO2, SO2, maka akan memberikan pengaruh yang
nenbahayakan seperti yang telah diuraikan diatas.

Tekhnologi Produksi yang digunakan


1. Tanur

2. Baja dapur listrik


3. Furnance shell (badan dapur)
4. Dedusting system
5. Continous feeding
6. Mould
7. Electric system transformer
8. Hidraulic system
9. Electroda karbon
10. Sistem pendingin

Penanggulangan
Penangulangan dapat dilakukan dengan cara :
a. melakukan pengelolaan LC shg mutu LC yg dibuang ke lingk tidak melampuai
Baku Mutu Limbah Cair yang telah ditetapkan.
b. 2. membuat saluran pembuangan LC yg kedap air shg tidak terjadi perembesan
limbah cair ke lingkungan.
c. memasang alat ukur debit atau laju alir LC dan melakukan pencatatan debit
harian limbah cair tersebut.
d. Tidak melakukan pengenceran LC, termasuk mencampurkan buangan air bekas
pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair.
e. Memeriksakan kadar parameter BMLC yg ditetapkan secara periodik se
kurang-2nya satu kali dlm satu bulan.
f. Memisahkan saluran pembuangan LC dg saluran limpahan air hujan.
g. Melakukan pencatatan produksi bulanan senyatanya.
h. Menyampaikan laporan ttg catatan debit harian, kadar parameter BMLC, dll
sekurang-2nya 3 bulan sekali kepada BAPEDAL (Kab./Kota dan Propinsi serta
instansi teknis terkait).
Upaya Pencegahan Limbah Industri Baja
Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang
keluar dalam bentuk % scrap atau bahan baku yang memang sudah tidak bisa
terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di

dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan
tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain.
Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana
makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima
limbah sebagai bahan baku yang baru. limbah yang dihasilkan akan selalu
bertambah akibat dari sebuah sistem yang tertutup (closeloop system) yang
dihasilkan oleh sebuah industri hingga ke konsumen. Siklus inilah yang
menyebabkan jumlah limbah akan selalu bertambah dan terus bertambah.

Teknologi pengelolaan dan bagaimana tindak pencegahan yang seperti apa


yang bisa dilakukan oleh semua umat manusia di dunia ini. Pada dasarnya ada tiga
prinsip, Reduce (mengurangi penggunaan), Reuse (guna ulang), dan Recycle
(daur ulang).

Prinsip pengelolaan limbah tersebut sering dikenal dengan nama 3R.


Pengembangan lebih lanjut dalam sistem tersebut adalah sebuah sistem yang
dikenal dengan konsep ekologi industri. Konsep ini memanfaatkan atau
menyerupai sebuah ekosistem dalam rantai makan dengan aliran materi yang
berputar adalah limbah.

Berbagai benda yang dibuang pada umumnya dapat didaur -ulang


(Recycling), termasuk diantaranya kertas, kaca, logam, plastik dan sampah
biodegradable seperti kulit buah dan potongan rumput. Recycling menghemat
sumber daya alam, seperti pohon dan minyak mentah. Daur ulang juga
menghemat karena energi yang digunakan untuk daur ulang lebih rendah dari
pada membuat produk dari bahan baru. Contoh, 93 persen lebih banyak energi
yang dibutuhkan untuk mengekstrak aluminium dari ore (biji) dari pada mendaur
ulangnya.
BAJA GULUNG :
Limbah baja dipipihkan atu dikoyak-koyak, lalu dilelehkan dalam
furnace(tungku bakar). Baja cair dituangkan ke dalam cetakan untuk menjadi
lempengan-lempengan baja yang disebut billets. Setelah memadat, billet
dipanaskan kembali dan digulung menjadi baja tipis.
LEMBARAN BAJA :
Lembar baja digunakan untuk membuat berbagai macam produk, seperti
kaleng makanan dan bagian mobil. Baja 100 persen dapat didaur ulang. Artinya
baja daur ulang sama persis dengan baja asalnya.
Upaya Penanggulangan Limbah Industri Baja
1.

Melakukan pemantauan berkala pada :


Biota perairan yang hidup di perairan dekat industri membuang limbah
cair
Permukaan air dan dasar perairan di dekat tempat pembuangan limbah
cair

2.

Limbah industri baja dimanfaatkan untuk pengganti slag


beton. Sehingga konstruksi beton tidak perlu lagi menggerus bukit atau
menggali dasar sungai untuk mencari kerikil kasar untuk bahan beton. Juga
dapat untuk bahan pembuatan jalan Tol

3.

Limbah-limbah

cair

yang

mengandung

logam

berat

dihilangkan sebelum mencemari lingkungan dengan cara sebagai berikut :

Presipitasi menggunakan bahan kimia

Ekstraksi menggunakan pelarut tertentu

Pertukaran ion

Reverse osmosis

Proses adsorpsi dengan adsorben yang tepat

Perkembangan Produksi Baja Dunia

A. Kenaikan Produksi Baja

Tahun 2009

Berdasarkan

data

dari

Asosiasi

Baja

Dunia

(World

Steel

Association/WSA), produksi baja dunia mencapai tingkat tertinggi sejak awal


tahun pada bulan lalu (Juli), tetapi masih turun 11,1 persen dari Juli 2008 akibat
krisis ekonomi. Produksi dari 66 negara produsen utama baja yang dicatat oleh
asosiasi mencapai 103,9 juta ton, meningkat dari 99,7 juta ton pada Juni.
Produksi baja dari China, yang telah meningkat sejak April, naik menjadi
50,7 juta ton pada Juli - 12,6 persen lebih tinggi dari pada Juli 2008.
Akan tetapi, produksi baja Uni Eropa, masih lebih rendah 35,6 persen dari
pada Juli 2008 dan produksi AS turun 41,6 persen, menggarisbawahi dampak dari
krisis ekonomi global. Produksi baja telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir
karena krisis ekonomi global mengakibatkan permintaan dari industri konstruksi
dan industri otomotif menurun.
Tahun 2011
Asosiasi Baja Dunia (Worldsteel) melaporkan realisasi pertumbuhan
produksi baja secara global di 2011 sebesar 6,8% dari 2010, di atas proyeksi
sebelumnya 6,5%. Dengan pertumbuhan itu, produksi baja global naik menembus
rekor tertinggi sebesar 1,52 miliar ton. Semua negara-negara penghasil baja utama
di dunia, selain Jepang dan Spanyol, menunjukkan pertumbuhan produksi pada
tahun 2011. Pertumbuhan tertinggi dicatat terjadi di Turki, Korea Selatan, dan
Italia.
Produksi baja di Asia mencapai 988 juta ton pada tahun 2011, meningkat
7,9% dibandingkan dengan 2010. Produksi baja Chinaprodusen terbesar secara
globalpada tahun 2011 mencapai 695,5 juta ton, meningkat 8,9% dibanding
2010. Produksi baja di Jepang mencapai 107,6 juta ton di 2011, turun -1,8% dari
2010. Sementara produksi baja di Korea Selatan mencapai 68,5 juta ton, naik
16,2% dibandingkan 2010.
Di Uni Eropa, meski terjadi krisis finansial, produksi baja tercatat naik
tipis sebesar 2,8% menjadi 177 juta ton dibandingkan dengan 2010. Spanyol
memproduksi 15,6 juta ton baja tahun 2011, turun -4,6% dari tahun 2010.

Sedangkan, produksi baja Italia masih meningkat kuat sebesar 11,3% menjadi
28,7 juta ton pada 2011.
Asosiasi Baja Dunia menyatakan produksi baja di Indonesia berkisar
antara 3,5 4,2 juta ton per tahun sepanjang 2005-2009. Dengan produksi sebesar
itu, Indonesia menempati urutan ke-34 produsen baja terbesar di dunia. Asosiasi
Baja Dunia merekap data produksi baja dari 170 perusahaan baja skala besar,
termasuk 18 dari 20 perusahaan baja terbesar di dunia. Data produksi baja dari
Asosiasi Baja Dunia merepresentasikan 85% produksi baja global.
Pasar baja di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 63,7 triliun pada 2011
atau setara 9,5 juta ton. Angka itu meningkat 53,4% dibandingkan 2010 yang
mencapai Rp 41,5 triliun. Nilai pasar baja Indonesia itu diperoleh dari perhitungan
tim redaksi dunia industri berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan
Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA). Data Kementerian
Perindustrian menyebutkan penjualan baja di Indonesia pada 2011 bisa mencapai
9,5 juta ton, naik 44% dibandingkan 2010 sebanyak 6,6 juta ton.
Sedangkan harga baja canai panas (hot rolled coils/HRC), yang dijadikan
patokan, di pasar internasional pada April 2011 berkisar US$ 770-780 per ton.
Harga baja dunia rata-rata pada April 2011 meningkat 10% dibandingkan bulan
yang sama 2010.(Tim redaksi 03)
B. Penurunan Produksi Baja
Tahun 2012
Produksi baja dunia akan terpangkas antara 30%--50% tahun depan (2012)
untuk menyesuaikan dengan permintaan yang diperkirakan akan merosot terkait
dengan kemungkinan krisis ekonomi global. Co-Chairman Flat Product Indonesia
Iron and Steel Industry Association (IISIA) Irvan Kamal Hakim mengatakan
mengatakan perkembangan pasar baja global akan sangat bergantung pada situasi
ekonomi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Produsen baja, tuturnya, ada
kecenderungan sangat responsif terhadap situasi pasar dengan menurunkan atau
menaikkan produksi.

Dari beberapa perusahaan besar, kata Irvan, diketahui adanya langkah


penurunan produksi baja di beberapa negara. Penurunan produksi tersebut sebagai
reaksi dan langkah antisipasi terhadap gejala krisis yang mengancam penurunan
permintaan baja dunia. Di Australia, tuturnya, produsen menurunkan produksi
baja hingga sekitar 50%, Eropa sekitar 30%, dan China juga di kisaran 25%-30%. Bluescope Steel menurunkan produksi 50%. Perusahaan-perusahaan di
Australia turunkan 50%, China 25%--30%, dan Eropa sekitar 30%. Artinya,
permintaan dan pasokan diseimbangkan.
Berdasarkan data yang dilansir oleh World Steel Association per 20
September 2011, tingkat produksi baja kasar (crude steel) dari 64 negara di dunia
hingga Agustus cenderung stagnan pada level rata-rata sekitar 126,5 juta ton per
bulan. Tingkat produksi sempat turun di posisi 118,3 juta ton pada Februari,
mengalami puncak produksi di level 129,95 juta pada Mei, dan terakhir
berproduksi 124,6 juta ton pada Agustus.
Penurunan produksi baja kasar dalam periode tersebut lebih dirasakan di
negara-negara anggota Uni Eropa. Sempat konsisten berproduksi pada level
sekitar 14,6 juta ton pada dua bulan pertama, bahkan berproduksi 16,3 juta ton
pada Maret, produksi baja di Uni Eropa konsisten merosot sejak Mei dari posisi
16,2 juta ton menjadi hanya 12,7 juta ton pada Agustus.
Tahun 2013
Permintaan global untuk baja, yang digunakan dalam pembuatan mobil
dan konstruksi, akan melambat tahun depan. Hal ini sebagai dampak melemahnya
pertumbuhan konsumsi di China dan ketidakpastian penyelesaian krisis utang
Eropa. Asosiasi Baja Dunia (Worldsteel) memperkirakan, konsumsi baja dunia
tumbuh 2,1 persen menjadi 1.409 miliar metrik ton sepanjang tahun ini (2012).
Sementara pada 2013 konsumsi baja diperkirakan naik 3,2 persen menjadi 1.455
miliar metrik ton. Angka itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6,2 persen
pada tahun lalu.
"Prospek ini diselimuti sejumlah ketidakpastian. Kami berharap situasi
dapat membaik secara bertahap," kata Hans Jurgen Kerkhoff, ketua Komite

Ekonomi Worldsteel pada konferensi tahunan di New Delhi, Kamis (11/10).


Ditambahkannya, konsumsi baja di China, produsen sekaligus konsumen baja
terbesar di dunia, tumbuh di bawah angka yang diperkiraan yakni sebesar 639,5
juta metrik ton pada 2012 dan 659,2 juta metrik ton pada 2013. "Permintaan baja
di China diperkirakan akan tumbuh lebih lambat, akibat perlambatan pada sektor
konstruksi dan sektor ekspor. Kami berharap permintaan baja terdongkrak tahun
depan mengikuti stimulus fiskal," kata Kerkhoff.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/10/11/132448/Permi
ntaan-Baja-Dunia-Diprediski-Menurunhttp://www.antaranews.com/berita/1269284934/produksi-baja-dunia-naik-tajampada-februari
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/184393-produsen-baja-dunia
http://duniaindustri.com/berita-industri-baja-indonesia/796-tembus-rekorproduksi-baja-global-naik-68-di-2011.html?tmpl=component&print=1&page=
http://duniaindustri.com/berita-industri-baja-indonesia/1130-harga-bahan-bakubaja-meroket-100.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Baja
http://yefrichan.wordpress.com/2011/04/16/jenis-jenis-baja/
http://linearwalk.blogspot.com/2011/02/klasifikasi-baja-berdasarkan-sifat.html
http://shinqueena.wordpress.com/2009/06/07/baja-dan-proses-pembuatannya/
http://www.scribd.com/doc/69878929/Makalah-pembuatan-baja
http://www.steelindonesia.com/article/03-pembuatan_baja.htm
http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/18/pembuatan-besi-baja/
http://www.gudangmateri.com/2011/01/pembuatan-baja-dengan-dapur-listrik.html
http://www.teknikmesin.net/2012/02/proses-pembuatan-baja-dengan.html
http://www.bumn.go.id/krakatausteel/id/tentang-kami/product/
http://www.antaranews.com/berita/308365/industri-baja-terhambat-kelangkaanbahan-baku
http://bajabesi.blogspot.com/2011/02/bahan-baku-baja.htm
http://www.investor.co.id/home/pasar-baja-tumbuh-10-semester-ii/43577
http://www.investor.co.id/home/industri-baja-nasional-terjepit-mahalnya-bahanbaku/47293
http://www.kemenperin.go.id/artikel/4812/Industri-Baja-Terkendala-MahalnyaBahan-Baku
http://www.grdsteel.com/mobile/index.php/en/media/news/424perindustrianmintaprioritaspasokanbaja

http://www.neraca.co.id/2012/05/22/pemerintah-diminta-tangguhkan-laranganimpor-bahan-baku-baja/
http://www.scribd.com/doc/47238306/Kondisi-Industri-Baja-Indonesia-HadapiPasar-Bebas-Ac-Fta-2010
http://www.investor.co.id/home/produksi-baja-dunia-februari-naik-19/32428
http://duniaindustri.com/berita-industri-baja-indonesia/1196-us-86-miliar-nilaiinvestasi-baja-dan-aluminium-dari-tiga-perusahaan-china.html
http://www.antaranews.com/berita/1250807566/produksi-baja-dunia-capaipuncaknya-pada-juli
http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=8266&coid=2&caid=30&gid=4
http://bajabesi.blogspot.com/2011/06/kebutuhan-baja-nasional-dan-produksi.html
http://bajaindonesia.blogspot.com/2011/02/industri-baja-terganjal-aturan.html
http://jakarta.okezone.com/read/2012/05/24/320/634536/pertumbuhan-industribaja-melambat
http://www.merdeka.com/ekonomi/nasional/konsumsi-baja-di-indonesiadianggap-sangat-rendah-26-kg-per-kapita-770nujh.html
http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=1203
http://kominfonewscenter.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=1577:ekspor-produk-baja-indonesiaterbuka-kembali-di-malaysia&catid=37:luar-negeri&Itemid=2
http://www.kemenperin.go.id/artikel/4831/Importasi-Baja-Akan-Dikenai-AturanSafeguard
http://economy.okezone.com/read/2012/06/27/320/654398/pengusaha-mintadiproteksi-dari-baja-impor
http://www.bps.go.id/?news=747