Anda di halaman 1dari 24

BAB III

LAPORAN KASUS
IDENTIFIKASI PASIEN
Nama Lengkap

: Ny. S

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tempat / Tgl. Lahir /Umur

: 07/08/1963 51 tahun

Suku Bangsa

: Lampung

Status Perkawinan

: Menikah

Aga ma

: Islam

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pendidikan

: SD

Alamat

: Kalianda, Lampung Selatan

ANAMNESIS
Diambil dari:Allooanamnesa

Tgl: 27/04/2015

Keluhan Utama

: Penurunan kesadaran

Keluhan tambahan

Jam: 21.45 WIB

Riwayat Penyakit Sekarang :


Awalnya kurang lebih 6 bulan SMRS, pasien mengeluhkan nyeri di tungkai kanan
apabila digerakkan. Menurut keluarga, pasien mengatakan nyeri tersebut berupa
rasa sakit yang menjalar sepanjang tungkai kanan dari paha hingga ke ujung kaki.
Hal ini menyebabkan pasien memilih untuk tidur di rumah. Pasien kemudian
dibawa berobat ke dokter terdekat oleh keluarga, dikatakan mengalami gangguan
pada saraf dan otot. Pasien diperbolehkan pulang dan dibekali obat-obatan.
Keluarga tidak mengetahui jenis obat yang diberikan pada pasien.

34

Kurang lebih 1 bulan SMRS, nyeri pada tungkai kanan dirasakan semakin
memberat. Pasien tidak dapat bergerak dari tempat tidur. Selain itu pasien juga
mengeluh nyeri di ulu hati disertai muntah. Keluarga tidak dapat mengingat
frekuensi dan bentuk muntahan pasien. Pasien dibawa berobat oleh keluarga ke
RS Kalianda dan dikatakan bahwa pasien mengalami sakit artritis, magh dan
anemia. Pasien mendapatkan tambahan darah merah 1 kantong. Pasien kemudia
pulang dengan keadaan tubuh segar namun nyeri di tungkai masih dirasakan.
Setelah pulang dari RS, selama 3 minggu dirumah, pasien tidak dapat BAB, BAK
mengompol. Nafsu makan pasien baik. Pasien mengeluh nyeri perut. Kualitas
nyeri tidak diketahui oleh keluarga. Pasien kemudian dibawa ke RS Kalianda dan
dirawat selama 5 hari. Dalam masa perawatan, pasien mengalami penurunan
kesadaran. Pasien meracau apabila berbicara dan tampak gelisah. Pasien
kemudian dirujuk ke RS. Dr. H. Abdul Moeloek untuk mendapatkan penanganan
lebih lanjut.
Pasien datang ke UGD RSAM dengan kondisi penurunan kesadaran. Pasien tidak
bangun ketika di panggil namun pasien masih dapat membuka mata apabila
pundak pasien ditepuk kencang. Pasien telah dilakukan pemeriksaan laboratorium
darah, foto thoraks dan CT Scan kepala. Pasien diobservasi selama 2 hari di UGD
RSAM. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mengalami keracunan ginjal
sehingga harus dilakukan tindakan cuci darah setelah kondisi pasien stabil. Pasien
mengalami demam tinggi yang dirasakan terus menerus sepanjang hari. Keringat
dingin di malam hari diakui oleh keluarga. Keluarga menyangkal adanya demam
disertai menggigil dan kejang. Pasien sulit BAK sehingga BAK melalui selang
kencing. Pasien belum BAB. Kondisi pasien terus memburuk. Pasien disarankan
untuk melakukan tindakan cuci darah segera selama 2 jam.
Pasien datang dengan keadaan tidak sadar diantar oleh keluarga dan perawat
UGD. Keluarga pasien mengatakan pasien baru saja menjalani tindakan cuci
darah di ruang Hemodialisa RSAM. Pasien dalam keadaan tidak sadar saat
menjalani tindakan cuci darah. Menurut keluarga, pasien disarankan menjalani
cuci darah selama 2 jam oleh dokter UGD, namun kondisi pasien memburuk
dalam 1 jam pertama sehingga cuci darah harus dihentikan. Kondisi pasien telah

35

distabilkan di ruang Hemodialisa. Pasien tetap tidak sadar. Riwayat kencing manis
disangkal. Riwayat tekanan darah tinggi disangkal. Riwayat penyakit jantung
disangkal. Riwayat penyakit ginjal disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu (Tahun)
( )

Cacar

( ) Malaria

Batu Sal. Kemih

( )

Cacar Air

( ) Disentri

)
(

Burut (Hernia)

( )

Difteri

( ) Hepatitis

)
(

Penyakit Prostat

( ) Tifus Abdominalis

)
(

Wasir

( ) Skirofula

)
(

Diabetes

() Influenza

( ) Sifilis

)
(

Alergi

( )

( ) Gonore

)
(

Tumor

( ) Hipertensi

)
(

Penyakit Pemb. Darah

)
(

Campak

( )
( )

( )

Batuk Rejan
Campak

Tonsilitis
Kholera

( )

Demam Rematik

( ) Ulkus Ventrikuli

( )
( )

Pneumonia
Pleuritis

( ) Ulkus Duodeni
( Gastritis

Tuberkulosis

)
( ) Batu Empedu lain-lain :

( )

( ) Operasi
( ) Kecelakaan

Riwayat Keluarga :
Hubungan
Kakek
Nenek

Umur

Jenis

(th)

Kelamin
L
P

Keadaan kesehatan
Meninggal
Meninggal

Penyebab
Meninggal
Tidak tahu
Tidak tahu

36

Ayah
Ibu
Saudara(kakak)
Anak-Anak

L
P
P
28
L
24
L
20
L
Adakah Kerabat yang Menderita :
Penyakit
Alergi
Asma
Tuberkulosa
Artritis
Rematisme
Hipertensi
Jantung
Ginjal
Lambung

Ya

Meninggal
Meninggal
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat

Tidak tahu
Tidak tahu

Tidak

Hubungan

ANAMNESIS SISTEM
Catatan keluhan tambahan positif disamping judul-judul yang bersangkutan
Kulit
(-)
(-)

Bisul
Kuku

(-)
(-)

Rambut
Kuning / Ikterus

(-)
(-)
( )

Keringat malam
Sianosis
Lain-lain

Kepala
(-)
(-)

Trauma
Sinkop

(-)
(-)

Sakit kepala
Nyeri pada sinus

Nyeri
Sekret
Kuning / Ikterus dan anemis

(-)
(-)
(-)

Radang
Gangguan penglihatan
Ketajaman penglihatan

( -)

Tinitus

Mata
(-)
(-)
(-)

Telinga
( -) Nyeri

37

( -) Sekret

( -)
( -)

Gangguan pendengaran
Kehilangan pendengaran

( -)
( -)
( -)

Gejala penyumbatan
Gangguan penciuman
Pilek

( -)
( -)
( -)

Lidah
Gangguan pengecap
Stomatitis

( -)

Perubahan suara

( -)

Nyeri leher

( -)
( -)
( -)

Sesak nafas
Batuk darah
Batuk

( -)
( -)
( -)
( -)
( -)
( -)
( -)

Perut membesar
Wasir
Mencret
Tinja berdarah
Tinja berwarna dempul
Tinja berwarna ter
Benjolan

( -)
( -)
( -)

Kencing nanah
Kolik
Oliguria dan warna pekat seperti teh

Hidung
( -)
( -)
( -)
( -)

Trauma
Nyeri
Sekret
Epistaksis

Mulut
( -) Bibir
( -) Gusi
( -) Selaput
Tenggorokan
( -) Nyeri tenggorokan
Leher
( -) Benjolan
Jantung / Paru-Paru
( -) Nyeri dada
( -) Berdebar
( -) Ortopnoe
Abdomen (Lambung / Usus)
( -)
( -)
( -)
( -)
( -)
()
( -)

Rasa kembung
Mual
Muntah
Muntah darah
Sukar menelan
Nyeri perut, kolik
Nyeri ulu hati dan perut kanan atas

Saluran Kemih / Alat Kelamin


( -) Disuria
( -) Stranguri
( -) Poliuria

38

( -)
( -)
( -)
(+)

Polakisuria
Hematuria
Kencing batu
Ngompol (tidak disadari)

( -)
( -)
( -)
( -)

Anuria
Retensi urin
Kencing menetes
Penyakit prostat

( -)
( )

Perdarahan

Katamenis
( -) Leukore
( ) Lain-lain
Haid
( -) Haid terakhir
( -) Teratur / tidak
( -) Gangguan haid

( -) Jumlah dan lamanya


( -) Nyeri
( -) Pasca menopause

()
( -)

Menarche usia 15 tahun


Gejala klimakterium

Saraf dan Otot


( -)
(+)
( -)
( -)
( -)
( -)
( )

Anestesi
Parestesi
Otot lemah
Kejang
Afasia
Amnesis
Lain-lain

( -)
( -)
( -)
( -)
( -)
( -)
( -)

Sukar menggigit
Ataksia
Hipo/hiper-estesi
Pingsan
Kedutan (tick)
Pusing (Vertigo)
Gangguan bicara (disartri)

( -)
( -)

Deformitas
Sianosis

Ekstremitas
( -) Bengkak
( -) Nyeri sendi
BERAT BADAN
Berat badan rata-rata (kg)

: 40 kg

Berat badan sekarang (kg)

: tidak diketahui

(Bila pasien tidak tahu dengan pasti)


Tetap ( )
Turun ()
Naik

( )

39

RIWAYAT HIDUP
Tempat lahir

: () Di rumah ( ) Rumah Bersalin ( ) RS Bersalin

Ditolong oleh

: ( ) Dokter

( ) Bidan

() Dukun

Lain-lain
Riwayat Imunisasi
(-) Hepatitis

(-) BCG

(-) Campak

(-) DPT

(-)Polio

(-)Tetanus

Riwayat Makanan
Frekwensi /hari : 3x sehari
Jumlah /hari

: 3 piring sehari dengan porsi cukup

Variasi /hari

: lauk pauk : tahu tempe ikan,sayur, jarang konsumsi buah

Nafsu makan

: kurang

Pendidikan
() SD

( ) SLTP

( ) SLTA

( ) Sekolah Kejuruan

( ) Akademi

( ) Kursus

( ) Tidak sekolah

Kesulitan
Keuangan

: tidak ada

Pekerjaan

: tidak ada

Keluarga

: tidak ada

Lain-lain

:-

PEMERIKSAAN JASMANI
Pemeriksaan Umum
Tinggi badan

: 150 cm

Berat badan

: 40 kg

Tekanan darah

: 80/60 mmHg

Nadi

: 112 x/menit

40

Pernapasan (frek. & tipe)

: 36 x/menit

Suhu

: 38,70C

Keadaan gizi

: BMI 17,8 (underweight)

Kesadaran

: E1V1M3 = 5 (koma)

Sianosis

: tidak ada sianosis

Edema umum

: tidak ada

Cara berjalan

: tidak dapat dinilai

Mobilitas (aktif/pasif)

: pasif

Umur mnrt. taksiran pemrks. : sesuai dengan usia 55 tahun


ASPEK KEJIWAAN
Tingkah laku

: tidak dapat dinilai

Alam perasaan

: tidak dapat dinilai

Proses pikir

: tidak dapat dinilai

KULIT
Warna

: sawo matang

Efloresensi

: tidak ada

Jaringan parut

: tidak ada

Pigmentasi

: tidak ada

Pertumbuhan rambut : merata


Pembuluh darah

: tidak terlihat

Suhu raba

: febris

Lembab/kering

: lembab

Turgor

: baik

Ikterus

: tidak ikterik

Lapisan lemak

: cukup

Edema

: tidak edema

Lain-lain

: -

KELENJAR GETAH BENING

41

Submandibula

: tidak teraba pembesaran

Leher

: tidak teraba pembesaran

Supraklavikula

: tidak teraba pembesaran

Ketiak

: tidak teraba pembesaran

Lipat paha

: tidak teraba pembesaran

KEPALA
Ekspresi wajah

: wajar

Simetri muka

: simetris

Rambut

: hitam, tidak mudah dicabut

Pembuluh darah temporal

: tidak ada kelainan

MATA
Exopthalmus

: tidak ada

Enopthalmus

: tidak ada

Kelopak

: tidak edema

Lensa

: jernih

Konjungtiva

: anemis

Visus

: tidak dapat dinilai

Sklera

: tidak ikterik

Gerakan mata

: tidak dapat dinilai

Lapangan penglihatan : tidak dapat dinilai


Tekanan bola mata

: normal/palpasi

Deviatio konjugae

: tidak ada

Nystagmus

: tidak ada

TELINGA
Tuli

: tidak dapat dinilai

Selaput pendengaran : intak/intak


Lubang

: liang lapang/lapang

Penyumbatan

: -/-

42

Serumen

: minimal

Perdarahan

: -/-

Cairan

: -/-

MULUT
Bibir

: tidak sianosis

Tonsil

: T1-T1 tenang

Langit-langit

: normal

Bau pernapasan

: tidak ada

Gigi geligi

: caries, gigi normal

Trismus

: tidak ada

Faring

: tidak hiperemis

Selaput lendir

: tidak ada kelainan

Lidah

: tidak kotor

LEHER
Tekanan Vena Jugularis (JVP)

: 5+2 cmH20

Kelenjar tiroid

: tidak teraba pembesaran

Kelenjar limfe

: tidak teraba pembesaran

DADA
Bentuk

: simetris

Pembuluh darah

: normal

Buah dada

: normal

PARU-PARU

DEPAN

Inspeksi

Hemitoraks simetris kiri dan kanan, tidak ada retraksi

Palpasi

Ekspansi simetris,Fremitus taktil dan vokal kiri = kanan

Perkusi

Kiri

: Sonor

Kanan : Sonor
Auskultasi

Kiri

: Vesikuler +/+, Ronki +/+, Wheezing -/-

43

Kanan : Vesikuler +/+, Ronki +/+, Wheezing -/BELAKANG


Inspeksi

Hemitorak simetris kanan dan kiri, tidak ada retraksi

Palpasi

Ekspansi simetris,Fremitus taktil dan vokal kiri = kanan

Perkusi

Kiri

: sonor

Kanan : sonor
Auskultasi

Kiri

: Vesikuler +/+, Ronki +/+, Wheezing -/-

Kanan : Vesikuler +/+, Ronki +/+, Wheezing -/JANTUNG


Inspeksi

: ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: teraba ictus cordis di linea midclavicula sinistra ICS V

Perkusi
batas pinggang jantung : linea parasternal sinistra ICS III
batas kanan jantung

: linea parastrenal dextra ICS IV

batas kiri jantung

: linea midclavicula sinistra ICS V

Auskultasi

: BJ I dan II ireguler, murmur (-), gallop(-)

PEMBULUH DARAH
Arteri temporalis

: tidak ada kelainan

Arteri karotis

: tidak ada kelainan

Arteri brakhialis

: tidak ada kelainan

Arteri radialis

: tidak ada kelainan

Arteri femoralis

: tidak ada kelainan

Arteri poplitea

: tidak ada kelainan

Arteri tibilias posterior

: tidak ada kelainan

PERUT
Inspeksi

: cembung

Palpasi

44

Dinding perut

: tidak ada nyeri tekan

Hati

: sulit dinilai

Limpa

: sulit dinilai

Ginjal

: sulit dinilai

Perkusi

: timpaniredup (asites), shifting dullness (+)

Auskultasi

: bising usus (+) 12x/menit

ALAT KELAMIN (atas indikasi)


Wanita

: tidak ada indikasi

Genitalia eksterna

: tidak ada indikasi

Fluor albus/darah

: tidak ada indikasi

ANGGOTA GERAK
Lengan

Kanan

Otot

Kiri

tidak ada kelainan

tidak ada kelainan

Tonus

normotonus

normotonus

Massa

tidak ada

tidak ada

Sendi

normal, nyeri(-)

normal, nyeri(-)

Gerakan

aktif

aktif

Kekuatan

Lain-lain

Tungkai dan Kaki


Luka

: tidak ditemukan

Varises

: tidak ada

Otot (tonus dan massa)

: normotonus, tidak ada massa

Sendi

: tidak ada kelainan

Gerakan

: aktif

Kekuatan

: 5/5

Edema

: ekstremitas bawah -/-

45

Refleks
Refleks tendon

Kanan

Kiri

normal

normal

Bisep

normal

normal

Trisep

normal

normal

Patela

normal

normal

Achiles

normal

normal

Kremaster

tidak dilakukan

tidak dilakukan

Refleks kulit

tidak dilakukan

tidak dilakukan

Refleks patologis

tidak ada

tidak ada

tidak ada

Rangsang Meningeal
Kaku kuduk

COLOK DUBUR (atas indikasi)


Tidak ada indikasi

LABORATORIUM
Darah Lengkap
Tanggal 25 April 2015 (Di RS Kalianda)
Hb

: 10,0 gr %

(Normal : 12-16)

Leukosit

: 17.100 /uL

(Normal : 5-10 ribu /uL)

Trombosit

: 176.000/uL (Normal : 150-400 ribu/uL)

Kimia darah
Tanggal 25 April 2015 (Di RS Kalianda)
Ureum

: 235 mg/dl

(Normal : 10-40 mg/dl)

Creatinin

: 6,2 mg/dl

(Normal : 0,7 -1,3 mg/dl)

46

GDS

:130 mg%

(Normal : 70-200 mg/dl)

Darah Lengkap
Tanggal 25 April 2015 (Di RSAM)
Hb

: 11,9 gr %

(Normal : 12-16)

LED

: 10 mm/jam (Normal : 0 20 mm/jam)

Leukosit

: 15.050 /uL

(Normal : 5-10 ribu /uL)

- Basofil

:0

(Normal : 0-1%)

- Eosinofil

:1

(Normal : 1-3%)

- Batang

:1

(Normal : 1-5%)

- Segmen

: 90

(Normal : 50-70%)

- Limfosit

:6

(Normal : 20-40%)

- Monosit

:2

(Normal : 2-8%)

Trombosit

: 278.000/uL (Normal : 150-400 ribu/uL)

Masa perdarahan

: 2 menit

(Normal : 1-7 menit)

Masa pembekuan

: 11 menit

(Normal: 9-15 menit)

Diff count

Kimia darah
Tanggal 25 April 2015 (di RSAM)
SGOT

: 18

(Normal Lk : 6-30 U/L Pr: 6-25 U/L)

SGPT

: 10

(Normal Lk : 6-45 U/L Pr: 6-35 U/L)

Ureum

: 289 mg/dl

(Normal : 10-40 mg/dl)

Creatinin

: 5,3 mg/dl

(Normal : 0,7 -1,3 mg/dl)

GDS

: 117 mg%

(Normal : 70-200 mg/dl)

Natrium

: 132 mmol/L (Normal : 135-150 mmol/L)

Kalium

: 4,2 mmol/L (Normal : 3,5-5,5 mmol/L)

Kalsium

: 10,0 mg/dl

(Normal : 8,8-12 mg/dl)

Klorida

: 100 mmol/L (Normal : 98-110 mmol/L)

Imunologi & Serologi

47

Tanggal 27 April 2015 (Di RSAM)


HBsAg

: negatif

(Normal : negatif)

Anti HCV

: negatif

(Normal : negatif)

Anti HIV

: negatif

(Normal : negatif)

Rontgen thorak PA
Tanggal 27 April 2015
Hasil :
-

Cor dan pulmo normal

CT Scan Kepala Tanpa Kontras


Tanggal 27 April 2015
Hasil :
-

Tampak lesi hipodens di temporal kiri (slice 11-15)


Struktur mediana tak deviasi
Sisterna ventrikel tak melebar
Sulci & gyri normal
Tak tampak massa retrobulber
Tak tampak pemadatan intrasinus paranasal
Celula mastoidea kanan & kiri baik

Kesan :
-

Infark di temporal kiri

RINGKASAN
Anamnesa
-

Pasien datang dengan penurunan kesadaran sejak 5 hari SMRS

Pasien diobservasi di UGD selama 2 hari. Pasien tidak sadar. Demam (+)
sepanjang hari disertai keringat di malam hari.

BAB (-). BAK mengompol. Pasien dipasang selang kencing.

Pasien dianjurkan cuci darah segera selama 2 jam. Pasien telah menjalani cuci
darah selama 1 jam dan kondisi pasien menurun. Cuci darah dihentikan.

Pasien di bawa ke ruang Kenanga dengan kondisi tidak sadar.

48

Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit darah tinggi, kencing manis,


penyakit jantung maupun penyakit ginjal sebelumnya

Pemeriksaan fisik
-

Kesadaran

: Koma

Tekanan Darah

: 80/60mHg

Nadi

: 112 x/menit

Pernafasan

: 36 x/menit

Suhu

: 38,7 C

Berat Badan

: 40 kg

Tinggi badan

: 150 cm

Kulit

: Teraba hangat (febris)

Mata

: Anemis +/+

Leher

: JVP tidak meningkat

Paru

: Dalam batas normal

Jantung

: Dalam batas normal

Abdomen

: Dalam batas normal

Ekstremitas

: Dalam batas normal

Reflek

: Tidak ada kelainan

Laboratorium
Darah lengkap :
Hb menurun (11,9 gr/dl)
Leukosit meningkat (15.050 /ul)
Netrofil segmen meningkat (90%)
Kimia Darah
Ureum meningkat (289 mg/dl)
Creatinin meningkat (5,3 mg/dl)
Rontgen thorak

: dalam batas normal

CT Scan kepala

: CT Scan tanpa kontras infark di temporal kiri

49

Diagnosis Kerja dan Dasar Diagnosis


1

Diagnosis Kerja
Penurunan kesadaran e.c. ensefalopati uremikum + anemia e.c. CKD +
sepsis

Dasar Diagnosis
Anamnesa
-

Sulit buang air besar + 1 bulan

Buang air besar hanya berupa lendir tanpa disertai feses

Nyeri kolik abdomen

Perut membesar

Sesak nafas

Pemeriksaan fisik
-

Timpani-redup pada abdomen

Shifting dullnes

Pemeriksaan penunjang
-

USG kesan asites dan metastase hepar

Diagnosis Differensial
Penurunan kesadaran e.c.
Dasar Diagnosis Diferensial
Anamnesa
-

Sulit buang air besar + 1 bulan

Buang air besar hanya berupa lendir tanpa disertai feses

Perut membesar

Pemeriksaan fisik
-

Timpani-redup pada abdomen

Shifting dullnes

Pemeriksaan penunjang
-

USG kesan asites dan metastase hepar

50

Pemeriksaan yang dianjurkan


-

Pemeriksaan laboratorium feses lengkap

Analisis cairan asites, kultur dan pemeriksaan sitologi

Kolonoskopi

Rencana pengelola
Suportif

: Tirah baring/istirahat yang cukup

Medikamentosa : IVFD RL 10 tpm


Inj. Furosemid 20 mg/12 jam (diuretik)
Ciprofloxacin 2 x 500 mg (antibiotik)
Metronidazole 3 x 500 mg (Antibiotik)
Omeprazole kaps 1 x 20 mg (PPI)
Prognosis
Quo ad vitam

: dubia ad malam

Quo ad functionam : dubia ad malam


Quo ad sanctionam : dubia ad malam

FOLLOW UP
Tanggal

Subjective

Objective

6 Maret
2015
06.00

Nyeri perut
hilang
timbul
Belum bisa
BAB
Perut
membesar
Sesak (+)

Ku : Tampak
Sakit Sedang
Kes : Kompos
Mentis
TD : 160/100
HR : 88 x/m
RR : 32 x/m
T : 36,1oC
Mata : anemis
(-/-) ikterik (-/-)
Leher : JVP 5 +
3 cm H2O

Assessmen
t
Asites e.c
Susp.
karsinoma
colon
dengan
metastase
ke hepar

Planning
IVFD RL X tpm
Furosemid 20mg/12
jam i.v
Ciprofloxacin 2 x 500
mg p.o
Metronidazole 3 x 500
mg p.o
Omeprazole kaps 1 x
20mg p.o
Periksa lab :
Fungsi hati, total
protein , albumin,
globulin

51

Thorak :
I : gerakan
simetris
P: ekspansi
simetris
P: Sonor/sonor
A: Vesikuler (+/
+) Rhonki (-/-)

Konsultasi ke Sp.PD
untuk rencana
kolonoskopi
Hasil konsultasi :
- Persiapan
kolonoskopi
- Bila Albumin > 3.0
rencana pungsi asites

Abdomen :
I :Cembung
P : Nyeri tekan
(-) hati, limpa,
ginjal sulit
dinilai
P : timpani redup (asites),
shifting dullnes
(+)
A : bising usus
(+) normal
Ekstremitas :
Edema : -/-/-/Sianosis : -/-/-/-

52

53

BAB IV
ANALISIS KASUS
1

Apakah diagnosis sudah tepat?


Pada pasien ini didiagnosis sebagai asites e.c suspek karsinoma
kolon dengan metastasis ke hepar. Hal ini didasarkan pada anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis didapatkan
pasien seorang wanita berusia 56 tahun.

54

55

DAFTAR PUSTAKA
Deiry, El-Wafik S. 2006. E-Medicine: Colon Carcinoma. Diakses dari:
http://emedicine.medscape.com/article/277496 tanggal 20 Maret 2009.
Gentilini P, Laffi G. Ascites in liver diseases. Ann Ital Med Int. 1991 Jan-Mar;6(1
Pt 2):148-55.
Hirlan. Asites. Dalam: Sudoyo et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1. 5th
ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
Mercure KB. Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt in the Management
of Refractory Ascites. [Online]. 2004 Apr 6 [cited 2010 Mar 2]; Available
from: URL:
http://intmedweb.wfubmc.edu/grand_rounds/2003/tipsdoc.html#PATHOP
HYSIOLOGY OF ASCITES
Newman, Dorland W. A. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. EGC: Jakarta.
Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses
Penyakit Jilid II. EGC : Jakarta.
Robbins, S.L., M.D. dan Kumar, V., M.D. 1995. Traktus Gastrointestinal dalam
Buku Ajar Patologi II, ed. 4. EGC: Jakarta.
Sabiston, D.C.Jr., M.D. 1994. Buku Ajar Bedah Jilid 2. EGC: Jakarta.
Schrier RW, Arroyo V, Bernardi M, Epstein M, Henriksen JH, Rods J. Peripheral
arterial vasodilation hypothesis: a proposal for the initiation of renal
sodium and water retention in cirrhosis. Hepatology. 1988 SepOct;8(5):1151-7.
Shah R, Fields J. Ascites. [Online]. 2009 May 8 [cited 2010 Mar 2]; Available
from: URL: http://emedicine.medscape.com/article/170907-overview
Sheerwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 2 nd ed. Jakarta: EGC; 2001. p.
307.
56

Standar Pelayanan Medis. 1997. Karsinoma Kolon-rektum.


Tjokronegoro, Arjatmo dan Hendra Utama. 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam. Gaya Baru: Jakarta.
Wim de Jong. 2002. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi II. EGC: Jakarta.
http://www.medicastore.com/kanker+kolorektal.
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/encyclopedia.html

57