Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.

S DENGAN HERNIA
NUCLEUS PULPOSUS (HNP) DIDUSUN NGIRENG-IRENG
PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL
PENGKAJIAN
Hari/tanggal

: Senin, 27 April 2015

Waktu

: Pukul 13.00 WIB

Tempat

: Ruang tamu

Oleh

: Agus, Clara, Riski, Nurul, Dwi Ratna, Suci, Palupi, Wulan,


Utita

Sumber data

: Keluarga

Metode

: Observasi, wawancara, pemeriksaan fisik

Alat pengumpul data : Spighnomanometer, stetoskop, alat tulis


A. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA
1.

Identitas Kepala Keluarga


a.

Nama

: Tn. S

b.

Umur

:45 tahun

c.

Jenis Kelamin

: Laki-laki

d.

Agama

:Islam

e.

Pendidikan Terakhir

:Tamat SD

f.

Pekerjaan

g.

Alamat

:Tidak bekerja
:Ngireng-ireng RT 07 Panggungharjo
Sewon Bantul

h.

Suku / Kebangsaan

i.

Jumlah Anggota Keluarga

2.

Daftar Anggota Keluarga

No.

Nama

1
2
3

Ny. W
Nn. R
Sdr. F

Umur
55 th
28 th
21 th

Agama
Islam
Islam
Islam

L/
P
P
P
L

: Jawa/Indonesia
: 3 orang

Hub.dgn KK

Pendk.

Pekerjaan

Ket.

Istri

Tamat

Ibu Rumah

Sakit

Anak

SD
Tamat

Tangga
Ibu Rumah

Seha

Anak

SMA
Tamat

Tangga
Karyawan

t
Seha

SMA

swasta

3.

Genogram

4.

Anggota Keluarga yang Meninggal


Dalam satu tahun terakhir, tidak ada anggota keluarga Tn. S yang
meninggal.

5.

Tempat tinggal masing-masing anggota keluarga


Tn. S tinggal bersama istri dan anaknya yang terakhir, sedangkan anak
yang pertama sudah menikah dan tinggal di Kalimantan dengan
suaminya.

6.

Struktur Keluarga
Keluarga Tn. S menganut struktur keluarga patriakal.
Tipe keluarga Tn. S termasuk keluarga nuclear, Tn. S tinggal bersama
istri dan anaknya yang terakhir.
Keluarga Tn. S berada pada tahap VI yakni keluarga dengan tahapan
melepas anak dewasa muda.

7.

Hobi Masing- masing anggota keluarga


Hobi Tn. S adalah pengajian di Habib namun karena keadaan istri Tn. S
yang butuh perawatan total sehingga Tn. S hanya dirumah saja merawat
istrinya. Sdr. F

8.

Hubungan antar anggota keluarga


a.

Hubungan Suami Isteri

:Tn.

mengatakan

hubungan dengan istrinya baik-baik saja. Bila ada masalah selalu


dibicarakan dan diselesaikan bersama dengan musyawarah.
b.

Hubungan orang Tua Anak : Tn. S mengatakan hubungan


dengan anaknya baik

c.

Tn. S mengatakan hubungan dengan anak-anaknya baik,


ketika ada masalah anaknya sering curhat kepadanya dan suaminya.

d.

Hubungan antar anggota baik dengan anggota keluarga dan


keluarga lain : Tn. S mengatakan hubungan keluarga dengan

anggota keluarga yang tinggal serumah baik. Tn. S mengatakan


hubungan keluarganya dengan saudara yang lain baik, Tn. S
bersedia merawat istri yang sakit saraf kejepit (HNP).
9.

Anggota Keluarga yang berpengaruh dalam mengambil keputusan


Tn. S sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, akan tetapi,
ketika ada masalah dalam keluarga besar, Tn. S berdiskusi dengan
keluarga yang lain.

10.
a.

Kebiasaan Anggota Keluarga sehari-hari


Nutrisi
1) Frekuensi makan

Tn. S dan Sdr F makan sehari 3x dengan porsi makan 1 piring


penuh, sedangkan untuk Ny. W makan hanya ketika mau saja
dengan porsi makan 4-8 sendok dan harus disuapi.
2) Waktu makan

Tn. S dan Sdr F makan tiap pagi, siang, dan malam.


3) Jenis makanan

Nasi dengan porsi cukup, lauk dan sayuran.


4) Cara pengolahan makanan

Tn. S mengatakan jarang memasak dan lebih sering membeli lauk


di luar. Akan tetapi jika memasak, hanya memasak mie, tempe
dan telor.
5) Cara penyajian makanan

Disajikan langsung setelah selesai masak, jika ada sisa makanan


seperti sayuran dibuang dan sisa makanan seperti nasi dijemur,
kecuali makanan tertentu yang kadang dihangatkan kembali kalau
ada makanan yang berlebih, tergantung dari jenis makanannya.
Cara makan di meja makan menggunakan tangan atau sendok,
tergantung makan apa. Keluarga lebih senang dengan membeli.
Tn. S mengatakan suasana saat makan yaitu tenang.
6) Makanan pantangan keluarga

Tn. S mengatakan tidak ada makanan pantangan bagi Tn. S dan


Sdr. F, kecuali Ny. W memiliki makanan pantangan yaitu yang
bersantan dan mengandung banyak garam.
7) Makanan kesukaan keluarga
Tn. S mengatakan di dalam keluarganya tidak ada makanan
kesukaan.
b.

Kebiasan Minum Keluarga


Jenis minuman
Tn. S mengatakan bahwa Tn. S dan Sdr. F suka minum air putih dan
teh manis dengan jumlah 800-1000 cc/hari. Sedangkan Ny. W hanya
minum teh dengan jumlah 200 cc/hari.

c.

Pola Istirahat
Tn. S mengatakan sulit tidur saat malam hari karena harus
menunggu Ny. W tidur terlebih dahulu dan jika tidur hanya 4,5 jam
(pukul 23.30-04.00), jika siang tidak bisa tidur. Tn. S mengatakan Ny
W setiap bisa tidur hanya satu jam saja dan kadang sering terbangun
ketika tengah malam.

d.

Rekreasi
Tn. S mengatakan keluarganya sering dan senang jalan-jalan,
meskipun

hanya

sekedar

keliling-keliling

wilayah

RT

untuk

menghilangkan penat.
e.

Pemanfaatan waktu senggang :


Tn. S mengatakan jika ada waktu senggang lebih sering digunakan
untuk menonton TV.

f.

Pola Eliminasi
Seluruh anggota keluarga Tn. S b.a.k di WC, dengan frekuensi 5-6
kali dalam sehari. Tidak ada gangguan selama b.a.k. Ny. W b.a.k
3-5 kali dalam sehari, dan perlu bantuan total. Untuk b.a.b
keluarga Tn. S biasa b.a.b 2 hari sekali dengan konsistensi lunak.

Sedangkan Ny. W biasa b.a.b seminggu sekali dengan konsistensi


lunak.
g.

Hygiene Perorangan
Keluarga Tn. S mandi 1 kali sehari menggunakan sabun. Keluarga
Tn. S menggosok gigi 2 kali sehari. Keluarga Tn. S keramas 3 hari
sekali. Sedangkan Ny. W sendiri mandi sehari sekali dengan di lap
dan keramas seminggu sekali.

h.

Kebiasaan Keluarga yang merugikan


Tn. S mengatakan memiliki kebiasaan dengan anaknya merokok di
dalam dan luar rumah.

B. FAKTOR SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA


1.

Penghasilan
Sebagian besar anggota keluarga memiliki penghasilan per bulannya
yaitu :
Sdr. F : Rp 700.000,00
Tn. S diberikan uang oleh anaknya setiap bulan Rp. 300.000,00 untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2.

Hubungan anggota keluarga dalam masyarakat


Tn. S sebagai kaum di RT 07. Anggota keluarga Tn. S memiliki hubungan
yang baik dengan pengurus desa seperti ketua RW dan kepala dusun.
Anggota keluarga Tn. S juga sering mengikuti pertemuan di RTnya,
seperti pengajian selapanan dan pengajian rutin bapak-bapak.

3.

Fasilitas untuk pertemuan masyarakat


Pertemuan biasa dilakukan di rumah warga secara bergiliran untuk
pengajian rutin.

C. FAKTOR RUMAH DAN LINGKUNGAN


1. Rumah
a. Denah Rumah

Keterangan:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Ruang tamu
Ruang keluarga
Kamar Tn. S dan Ny. W
Kamar kosong
Kamar Tn P dan Ny. P
Kamar mandi dan WC
Ruang ibadah
Ruang makan
Garasi
Dapur
Kamar Sdr X

b. Status kepemilikan
c. Dinding rumah
d. Lantai

: Milik sendiri
: Permanen
: Keramik (rumah bagian depan) dan lantai
semen (rumah bagian belakang)

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Langit-langit
:Atap rumah
: genting
Luas jendela/lubang angin : lebih dari 10% kali luas lantai
Ventilasi ruangan
: cukup
Jenis ventilasi
: Melalui jendela, pintu, lubang angin
Pemanfaatan jendela
: jendela dibuka setiap hari
Penerangan
: Listrik ketika malam hari, tidak terdapat

jendela disemua ruangan.


l. Ukuran rumah
: 5 x 15 m
m. Pembagian ruang:

Terdapat 1 ruang tamu 3x7 m, garasi berukuran 2x7 m, 5 ruang


tidur dan tiap kamar memiliki luas 2x3 m, 1 ruang keluarga yang
berukuran 2x7 m. Tidak ada ruang makan dan ruang ibadah. Kamar
mandi 1 buah berukuran 1,5x1,5 m.
n. Luas kamar tidur

: tidak memenuhi syarat

o. Kebersihan dalam rumah:


Kebersihan dalam rumah kurang, masih terlihat barang-barang yang
belum tertata rapi dan terlihat debu pada barang (lemari, helm, dan
kursi) yang terdapat dirumah. Di dekat sumur juga masih terlihat sisa
nasi yang berserakan dan becek.
p. Faktor lingkungan yang beresiko terjadi kecelakaan fisik lansia antara
lain : lantai dekat sumber air licin, barang-barang yang belum tertata
rapi.
2. Sarana Memasak
a. Bahan bakar untuk memasak menggunakan gas dan di dalam rumah
terdapat ventilasi berupa pintu dapur dan lubang angin.
b. Tempat menyimpan peralatan dapur yaitu pada rak piring
c. Ventilasi atap dapur

: ada

d. Kebersihan dapur

: tidak ada sampah berserakan di dapur,

terdapat tempat sampah, letak dapur dekat dengan kamar mandi.


3. Sampah
a

Sarana pembuangan sampah

: ada

Tempat pembuangan sampah

: Sungai

Letak pembuangan sampah

: agak jauh dari rumah

Pengelolaan sampah

:-

4. Sumber air
a

Sumber air minum

: sumur gali yang digunakan


bersama keluarga

Jarak sumber air dengan septiktank

Pencemaran air

Kualitas air:
1

: lebih dari 10 meter

: tidak ada

Warna : jernih

2
3
4

Bau : tidak berbau


Rasa : tidak berasa (tawar)
Kebersihan sumber air : baik dan area sekitar sumur disemen

5. Jamban Keluarga
a
b
c
d
e
f

Pemilikan Jamban
: ada, untuk keluarga sendiri
Jenis jamban
: leher angsa
Letak jamban
: dalam rumah
Jarak jamban-sumur
: 11 meter
Vektor (kecoa, lalat, nyamuk, tikus) : terdapat jentik nyamuk
Kebersihan jamban
: jamban bersih, tidak terdapat lumut

6. Pembuangan air limbah


a
b

Jenis limbah
Bak limbah

: rumah tangga
:
ada,
limbah

c
d
e
f
g
h
i

penampungan
Konstruksi
:Saluran limbah
: tertutup
Jarak limbah dengan sumur : lebih dari 10 meter
Letak
: jauh dari rumah
Vektor
: nyamuk, tikus, kecoa
Bau limbah
: ada
Kebersihan
: kurang baik

dialirkan

menuju

7. Kandang ternak
Tidak memiliki hewan ternak.
8. Halaman
a
b
c
d

Pemilikan
Pemanfaatan
Letak
Kebersihan

: tidak ada
:::-

9. Kamar mandi
a
b
c

Pemilikan
Letak
Bak mandi

: ada, 2 x 1,5 m dan berumlah 1 buah


: dalam rumah
: ada dalam kamar mandi, terbuat dari tembok, ada

jentik nyamuk dan dikuras satu bulan sekali, lantai dan dinding kamar
mandi tidak berlumut dan lantai licin. Dasar bak mandi kotor oleh
debu.
10. Lingkungan
a
b
c
d

Geografi rumah
Jarak dengan tetangga
Suasana
Lokasi

: pinggiran
:1m
: tenang
: dekat rumah

11. Fasilitas perdagangan

: warung makan 10m, toko 500 m dan

pasar 2 km.
12. Fasilitas peribadatan : 500 m
13. Fasilitas kesehatan

: Puskesmas Sewon II 2,5 km,

14. Sarana hiburan

: ada, berupa TV, radio

15. Fasilitas transportasi : ada, 2 buah sepeda motor dan 1 buah sepeda
D. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
1.

Riwayat Kesehatan anggota keluarga


Dalam keluarga, tidak ada riwayat penyakit menular. Riwayat kesehatan
masing-masing anggota keluarga adalah sebagai berikut:
a.

Tn. S : Tn. S mengatakan belum pernah dirawat di


rumah sakit sebelumnya.

b.

Ny. W : Tn. S mengatakan Ny. W pernah dirawat di


rumah sakit sebelumnya di RS PKU Muhamadiyah Bantul pada bulan
November 2013. Keluarga mengatakan Ny.W tidak ada perubahan
dalam waktu perawatan 4 hari kemudian dibawa pulang oleh
keluarga dan kemudian berobat ke alternatif. Ny. W juga mempunyai
Hipertensi

sejak

tahun

2013,

namun

Ny.W

tidak

pernah

mengkonsumsi obat hipertensi.


c.

Nn. R : Tn. S mengatakan Nn. R belum pernah dirawat


di RS.

d.

Sdr. F : Tn. S mengatakan Sdr. R belum pernah


dirawat di RS.

2.

3.

Kebiasaan memeriksakan diri


a.

Waktu

: bila sakit

b.

Tempat

: Puskesmas, RS dan dokter praktik.

Kebiasaan minum obat


Tn. S mengatakan sejak sepulang dari perawatan di RS PKU bulan
November 2013 keluarga tidak pernah memeriksakan Ny. W ke
pelayanan kesehatan. Kemudian keluarga memilih mengobatkan Ny.W ke
alteratif, dari aternatif keluarga mengetahui Ny. W mengalami saraf kejepit
sehingga alternatif sudah tidak mau menangani dengan alasan resiko
pengobatan berakibat fatal. Setelah itu Tn. S lebih memilih merawat Ny.W

seadanya dirumah dengan alasan ekonomi yang kurang, seperti masalah


transportasi ke pelayanan kesehatan.
4.

Riwayat Kesehatan Mental-psikososial-spiritual


a.

Memenuhi kebutuhan jiwa


1) Pemenuhan rasa aman

: Ny. W mengatakan keluarganya

merasa aman tinggal di lingkungan rumahnya


2) Perasaan bangga atau senang: Ny. W sudah merasa cukup
dengan kehidupan yang dialami saat ini. Sdr. I menyatakan
penghasilan yang didapatkan sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhannya sendiri dan keluarganya.Tn. S juga menyatakan
sudah cukup senang dan bangga karena hidupnya sudah lengkap,
memiliki istri, anak dan pekerjaan.
3) Semangat untuk maju : Ny. W dan keluarga mengatakan selalu
berusaha untuk menjalani kehidupan agar nantinya lebih baik.
b.

Pemenuhan status sosial


1) Perasaan dilayani: Ny. W mengatakan selalu mendapatkan
pelayanan yang baik jika sedang membutuhkan untuk mengurus
surat-surat,dll baik dari lingkungan tempat tinggal seperti : RT, RW,
Dukuh,

Kelurahan,

dan

instansi

pemerintahan

lainya

(puskesmas,RS,dll)
2) Perasaan dibenci: Ny. W mengatakan selalu akrab dengan
tetangga

sekitar,

tidak

merasa

dibenci

dan

tidak

ada

permasalahan dengan orang lain.


3) Perasaan diasingkan: Ny. W mengatakan walaupun hidupnya paspasan tetangga sekitar menghargai keluarganya dan tidak
mengucilkanya. Ny. W mengatakan keluarganya akrab dengan
warga sekitar.
c.

Riwayat kesehatan mental keluarga


Keluarga klien tidak ada yang pernah dirawat di RS Jiwa.

d.

Gangguan mental pada anggota keluarga


Ny. W mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang mengalami
gangguan mental.

10

e.

Penampilan tingkah laku anggota keluarga yang


menonjol
Ny. W menyatakan tidak ada anggota keluarga yang bertingkah laku
agresif, ekstrim, senang pergi tanpa tujuan, suka menangis tanpa
sebab dan suka mencuri tanpa sengaja.

5.

Riwayat Spiritual Anggota Keluarga


Anggota keluarga Tn. S rajin menjalankan shalat 5 waktu dan sering
mengikuti pengajian yang diadakan di kampungnya.

6.

Tanggapan keluarga terhadap pelayanan kesehatan :


Ny. W adalah seorang kader kesehatan. Ny. W mengatakan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh institusi kesehatan di daerahnya
(Puskesmas, rumah sakit dan klinik kesehatan) sudah baik.
Ny. W mengatakan pelayanan kesehatan di daerahnya sudah baik dan
petugasnya ramah.

7.

Keadaan Kesehatan keluarga saat kunjungan


No
1

Nama
Tn. S

umur
45 th

L/P
L

Kesehatan
Kesadaran:composmentis

Ket

TD: 120/80mmHg
Suhu: 36,50C
Nadi: 82 x/mnt
RR: 20 x/mnt
BB : 58 kg
Keluhan :
Sdr.
2.

Ny. W

55 th

menyatakan

tidak

mempunyai keluhan.
Kesadaran:composmentis
TD: 120/80mmHg
Suhu: 36,00C
Nadi: 88 x/mnt
RR: 18x/mnt
BB : 45 kg

11

Keluhan :
Ny. W menyatakan tidak ada
3.
4.

Sdr. R
Sdr. F

28 th
21 th

P
L

keluhan.
-

E. PERSEPSI DAN TANGGAPAN KELUARGA TERHADAP MASALAH


1.

Persepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi :


a.

Ny. P mengatakan gangguan tidur yang dialaminya karena


masalah keuangan dan memikirkan adiknya yang stroke sehingga
harus bolak-balik dari rumahnya ke rumah adiknya. Ny. P
mengatakan hipertensi yang dialaminya sulit untuk diatasi karena
dirinya banyak pikiran dan obat tidak manjur untuk dirinya.

b.

Ny. W mengatakan mengantarkan anaknya ke Posyandu


tidak penting karena anaknya baik-baik saja dan tidak ada keluhan.

c.

Ny. S mengatakan sakit lutut yang dialaminya karena


penyakit penuaan, sehingga hanya diobati dengan obat dari apotik
tanpa berobat dulu ke dokter.

2.

Tanggapan / mekanisme koping keluarga terhadap masalah :


Ny. W mengatakan saat ada masalah lebih sering bercerita dengan
suaminya karena Ny. W menganggap keterbukaan itu lebih baik.
Ny. P mengatakan saat ada masalah lebih sering memendam masalah
tersebut dan menyelesaikannya sendiri. Anggota keluarga yang lain
sudah memahami kondisi emosional Ny. P sehingga ketika ada masalah,
keluarga sering mengajak Ny. P untuk berjalan-jalan untuk refreshing.

3.

Tugas kesehatan keluarga :


a.

Kemampuan keluarga untuk mengenal masalah :


1) Keluarga cukup mengetahui mengenai penyakit hipertensi yang
dialami Ny. P dan pegel-pegel yang dialami Ny. S.
2) Ny. P mengatakan Saya tahu kalau saya mempunyai darah
tinggi. Ny. P mengatakan saat darah tinggi itu saya merasakan
pusing dan leher cengeng. Ny. P mengatakan mengerti cara

12

menangani hipertensi yang dialami saat ini adalah minum obat


secara rutin.
3) Ny. S mengatakan sakit lutut saya itu mungkin karena saya sudah
tua, jadi ya saya Cuma minum obat remachyl saja dan cukup
istirahat
4) Keluarga mengatakan bahwa gangguan tidur yang dialami Ny. P
merupakan suatu masalah kesehatan.
5) Keluarga mengatakan bahwa mengontrolkan anak ke Posyandu
adalah hal yang penting.
6) Keluarga mengatakan menyadari bahwa An. A sulit makan dan
mengetahui nutrisi yang seharusnya diberikan pada An. A, yaitu
makanan yang bergizi dan berenergi.
b.

Kemampuan keluarga untuk mengambil keputusan untuk


mengatasi masalah
1) Ny. P mengatakan tidak minum obat dari dokter secara rutin
karena merasa obat tidak manjur untuk menurunkan hipertensi
yang dialaminya.
2) Keluarga mengatakan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan
untuk mengatasi gangguan tidur Ny. P.
3) Ny. P mengatakan anak menantunya tidak mau membawa
cucunya ke Posyandu sehingga Ny. P kadang yang membawa An.
A ke Posyandu, tetapi hari ini tidak dilakukan karena Ny. P sedang
repot dan cucunya rewel sejak tadi pagi.
4) Keluarga (Ny. W) mengatakan bingung bagaimana cara membujuk
anaknya agar mau makan nasi dan sayur. Ny. P mengatakan An. A
lebih sering diberi nasi dan lauk seperti sosis tanpa sayur
sehingga mungkin An. A tidak mau makan sayur karena tidak
biasa.

c.

Kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang


sakit
1) Ny. P mengatakan jika badan terasa tidak enak atau pusing hanya
tidur dan tidak pernah mengonsumsi obat karena merasa obat

13

sudah tidak bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Ny. P


mengatakan, pernah mengonsumsi captopril dan nifedipin selama
seminngu akan tetapi obat tersebut tidak dapat menurunkan
tekanan darahnya. Ny. P lebih memilih mengonsumsi jamu
tradisional dan istirahat.
2) Keluarga mengatakan tidak melakukan terapi khusus untuk
mengatasi gangguan tidur Ny. P.
3) Ny. W mengatakan tidak menyuapi anaknya kalau tidak mau
makan dan tidak mau mencoba memberikan sayur pada anaknya.
4) Keluarga (Ny. Y) tidak mau mengantar An. A ke Posyandu karena
malas sehingga An. A jarang dipantau berat badan dan tinggi
badannya. Tetapi kadang kadang An. A diantar oleh Ny. P ke
posyandu.
5) Keluarga mengatakan Ny. P dan Tn. S sudah mengurangi makan
makanan yang asin dan berlemak. Ny. P mengatakan sering
makan kwaci karena kwaci dapat mencegah stroke.
d.

Kemampuan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang


kondusif bagi yang sakit
1) Anggota keluarga mengerti potensi yang ada pada setiap anggota
keluarga dan mengerti tentang sumber-sumber keluarga yang
dimiliki, misal terdapat dana untuk berobat.
2) Keluarga menyadari bahwa dengan menciptakan lingkungan yang
bersih dapat mencegah penyebaran penyakit.
3) Keluarag mengerti dan menyadari tentang pentingnya kebersihan
lingkungan untuk menciptakan rumah yang sehat sehingga rumah
disapu dan dibersihkan setiap hari.
4) Keluarga

secara

bersama-sama

mempertahankan

kondisi

kesehatan dengan cara makan teratur, memenuhi gizi seimbang,


menjaga kondisi tubuh, tidur teratur dan cukup, berkumpul
bersama keluarga dan rekreasi.
e.

Kemampuan

keluarga

untuk

memanfaatkan

fasilitas

pelayanan kesehatan

14

1) Fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau oleh keluarga Tn. S


adalah ke Puskesmas.
2) Keluarga mengatakan jika ada keluarga yang sakit langsung
dibawa ke Puskesmas, dokter praktek atau mantri terdekat.
3) Fasilitas kesehatan yang ada sangat terjangau bagi keluarga.

15

I.

ANALISA DATA
No.
1

Data

Masalah
Gangguan
pola

DS :
-

Ny.

mengatakan

kurang

Penyebab

tidur pada Ny. P

istirahat.

pada keluarga Tn.

Ny. P mengatakan sulit untuk

memulai tidur karena banyak


hal yang dipikirkan, terutama
masalah keluarganya.
-

Ny. P

terkadang harus bolak-

balik ke rumah adiknya

(Sdri.

R) yang menderita stroke untuk


mengetahui keadaanya, bahkan
pada malam hari.
-

Ny. P mengatakan mulai tidur


pukul 22.00 akan tetapi sering
terbangun karena memikirkan
adiknya

dan

cucunya,

diganggu

dan

baru

oleh
bisa

memulai tidur pada dini hari


sekitar pukul 3.00 pagi.
-

Ny. P juga mengatakan, saat


bepergiaan unutk bekerja dan
menjemput
terkadang

anak

bosnya,

mengantuk

dan

hampir tidur di jalan.


-

Ny. P mengatakan tidak puas


ketika bangun tidur.

DO : DS :
Keluarga

Ketidakmampuan
mengatakan

mengetahui

apa

dilakukan

untuk

gangguan tidur Ny.P

yang

tidak

keluarga mengambil

harus

keputusan

mengatasi

mengatasi
gangguan

untuk
pola

tidur.
Ketidakmampuan

DS :
Keluarga

mengatakan

melakukan

terapi

tidak

khusus

keluarga

untuk

Ny.

mengatasi gangguan tidur Ny. P.

merawat

dengan

gangguan

pola

tidur.
2

DS :

Ketidakseimbanga

Ny. P mengatakan An. A lebih

suka makan gorengan dan tidak

dari

suka makan sayuran

tubuh pada An. A

Ny. P mengatakan

cucunya

terlihat kurus dan tidak seperti

nutrisi

kurang

kebutuhan

pada keluarga Tn.


S

anak pada umumnya.


DO :
-

Usia : 3 tahun

BB : 12 kg (BB ideal : ..... kg)

- TB :
DS :

Ketidakmampuan

Keluarga

(Ny.

Y)

mengatakan

mengambil

bingung bagaimana cara membujuk

keputusan

anaknya agar mau makan nasi dan

mengatasi masalah

sayur. Ny. P mengatakan An. A

kekurangan

lebih sering diberi nasi dan lauk

pada An. A

untuk
nutrisi

seperti sosis tanpa sayur sehingga


mungkin An. A tidak mau makan
sayur karena tidak biasa.
DS :

Ketidakmampuan

Ny. W mengatakan tidak menyuapi

keluarga

anaknya kalau tidak mau makan

merawat

dan

dengan

tidak

mau

mencoba

memberikan sayur pada anaknya.


3.

DO:DS:

dalam
An.

kebutuhan

nutrisi kurang

Ny. P jarang dan tidak mau


minum obat untuk hipertensi
yang dialaminya karena merasa
obat sudah tidak manjur untuk
menurunkan tekanan darahnya.
Ny.

lebih

mengonsumsi
mencegah

memilih

kwaci

untuk

stroke

dan

mengonsumsi obat tradisional


seperti rebusan daun salam
untuk

menjaga

daya

tahan

tubuhnya.
DO:-

Ketidakmampuan

DS:

keluarga

Ny. P mengatakan tidak minum

dalam

obat dari dokter secara rutin

keputusan

karena

merasa

manjur

untuk

obat

Tn.

mengambil

tidak

menurunkan

hipertensi yang dialaminya.


DO:-

Ketidakmampuan

DS:

keluarga

a. Ny. P mengatakan jika badan

Ny.P

terasa tidak enak atau pusing


hanya tidur dan tidak pernah
mengonsumsi

obat

karena

merasa obat sudah tidak bisa


menurunkan

tekanan

tinggi.

Ny.

darah

mengatakan,

pernah mengonsumsi captopril


dan nifedipin selama seminggu
akan tetapi obat tersebut tidak
dapat

menurunkan

tekanan

darahnya. Ny. P lebih memilih


mengonsumsi jamu tradisional

Hipertensi

merawat
dengan

dan istirahat.
II.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan pola tidur pada Ny. P pada keluarga Tn. S berhubungan
dengan :
a. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi
gangguan pola tidur, ditandai dengan :
DS :
-

Ny. P mengatakan kurang istirahat.

Ny. P mengatakan sulit untuk memulai tidur karena banyak hal


yang dipikirkan, terutama masalah keluarganya.

Ny. P terkadang harus bolak-balik ke rumah adiknya (Sdri. R)


yang menderita stroke untuk mengetahui keadaanya, bahkan
pada malam hari.

Ny. P mengatakan mulai tidur pukul 22.00 akan tetapi sering


terbangun karena memikirkan adiknya dan diganggu oleh
cucunya, dan baru bisa memulai tidur pada dini hari sekitar pukul
3.00 pagi.

Ny. P juga mengatakan, saat bepergiaan unutk bekerja dan


menjemput anak bosnya, terkadang mengantuk dan hampir tidur
di jalan.

Ny. P mengatakan tidak puas ketika bangun tidur.

Keluarga mengatakan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan


untuk mengatasi gangguan tidur Ny.P

b. Ketidakmampuan keluarga merawat Ny. P dengan gangguan pola


tidur, ditandai dengan :
DS :
Keluarga mengatakan tidak melakukan terapi khusus untuk mengatasi
gangguan tidur Ny. P.
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada An. A pada
keluarga Tn. S berhubungan dengan

a.

Ketidakmampuan keluarga dalam mengambil


keputusan untuk mengatasi masalah An. A dengan kebutuhan nutrisi
kurang, ditandai dengan :
DS :
-

Ny. P mengatakan An. A lebih suka makan gorengan dan tidak


suka makan sayuran

Ny. P mengatakan cucunya terlihat kurus dan tidak seperti anak


pada umumnya.

Keluarga (Ny. Y) mengatakan bingung bagaimana cara membujuk


anaknya agar mau makan nasi dan sayur. Ny. P mengatakan An. A
lebih sering diberi nasi dan lauk seperti sosis tanpa sayur
sehingga mungkin An. A tidak mau makan sayur karena tidak
biasa.

DO :
-

Usia : 3 tahun

BB : 12 kg (BB ideal : ..... kg)

TB :

b.

Ketidakmampuan keluarga dalam merawat An.


A dengan kebutuhan nutrisi kurang, ditandai dengan :
DS :
Ny. W mengatakan tidak menyuapi anaknya kalau tidak mau makan
dan tidak mau mencoba memberikan sayur pada anaknya.

1. Ketidakefektifan Manajemen regimen terapetik keluarga pada Ny. P


dengan Hipertensi dikeluarga Tn.P, berhubungan dengan :
a. Ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam mengambil keputusan,
ditandai dengan
DO:DS:
-

Ny. P jarang dan tidak mau minum obat untuk hipertensi yang
dialaminya karena merasa obat sudah tidak manjur untuk menurunkan
tekanan darahnya. Ny. P lebih memilih mengonsumsi kwaci untuk
mencegah stroke dan mengonsumsi obat tradisional seperti rebusan
daun salam untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Ny. P mengatakan tidak minum obat dari dokter secara rutin karena
merasa obat tidak manjur untuk menurunkan hipertensi yang
dialaminya.

b. Ketidakmampuan keluarga merawat Ny.P dengan Hipertensi, ditandai


dengan:
DO:DS:
-

Ny. P mengatakan jika badan terasa tidak enak atau pusing hanya tidur
dan tidak pernah mengonsumsi obat karena merasa obat sudah tidak
bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Ny. P mengatakan, pernah
mengonsumsi captopril dan nifedipin selama seminggu akan tetapi
obat tersebut tidak dapat menurunkan tekanan darahnya. Ny. P lebih
memilih mengonsumsi jamu tradisional dan istirahat.

III. SKORING
1. Gangguan pola tidur pada Ny. P pada keluarga Tn. S
No

Kriteria

Penghitungan

Skor

Pembenaran

Sifat masalah

3/3 x 1

Masalah sedang terjadi.

Aktual
Kemungkinan

x2

Ny. P memikirkan

masalah

banyak hal, keluarga dan

dapat diubah :

adiknya sehingga

Sebagian

gangguan tidur yang


disebabkan karena
banyak stresor tersebut
kemungkinan sedikit sulit

Potensi untuk

2/3 x 1

2/3

dicegah :
4

Cukup
Menonjolnya
masalah :
Ada masalah

untuk diubah.
Dengan memberikan
makan yang cukup dan

x1

tapi tidak
perlu
ditangani

2. fh
No

Kriteria

Penghitungan

Skor

Pembenaran

Sifat masalah

3/3 x 1

Masalah sedang terjadi.

Aktual
Kemungkinan

x2

Ny. P memikirkan

masalah

banyak hal, keluarga dan

dapat diubah :

adiknya sehingga

Sebagian

gangguan tidur yang


disebabkan karena
banyak stresor tersebut
kemungkinan sedikit sulit

Potensi untuk

2/3 x 1

2/3

dicegah :
4

Cukup
Menonjolnya
masalah :
Ada masalah
tapi tidak
perlu
ditangani

untuk diubah.
Dengan memberikan
makan yang cukup dan

x1

3. PERENCANAAN KEPERAWATAN
4.
5.

6. Diagnosa

7. Tujuan

8. Intervensi

9. Rasional

N
10.
1

11. Gangguan pola


tidur

12. Tujuan

jangka

panjang :
13. setelah dilakukan
asuhan
keperawatan
selama 2 x
pertemuan selama
2 hari, gangguan
pola tidur Ny. P
teratasi dengan
kriteria hasil Ny. P
mengatakan
bangun tidur puas
dan tidak
terbangun pada
malam hari.

14.

15.

16.

17.

18. Tujuan

jangka

pendek :

19.
19.1

21.
Diskusikan dengan keluarga 1.1 Diskusi mengenai tanda gejala

2.

mengenai gangguan pola tidur

dan

Setelah dilakukan

yang dialami klien, tanda gejala

dilakukan

asuhan keperawatan

yang

tindakan keperawatan

selama 1 x

tindakan yang telah dilakukan.

yang

pertemuan, Ny. P

20.

mengatasi masalah.

dan keluarga mampu 20.1

sering

dirasakan

dan

telah

menentukan
lanjutan

dilakukan

tentang

hal-hal

untuk
yang

mengambil

hal-hal yang dapat membantu Ny.

membantu memulai tidur dapat

keputusan untuk

P untuk memulai tidur : membaca

meningkatkan

membantu

buku, memodifikasi lingkungan

keluarga

mengatasi gangguan

dengan mematikan lampu atau

mengambil keputusan yang tepat

pola tidur Ny. P

mengganti

untuk mengatasi gangguan pola

dengan kriteria : Ny.

remang/sesuai keinginan klien,

P dan keluarga

mendengarkan lagu, minum susu

mampu

dan mengurangi kafein.

lampu

remang-

tidur klien.

yang dapat
membantu untuk
23.

yang

dapat

dapat

Diskusikan bersama keluarga 1.2 Diskusi

menyebutkan hal-hal

22.

tindakan

memulai tidur.
2. Setelah dilakukan

4.

Diskusikan

bersama

24.

dan

pemahaman
membantu

asuhan keperawatan

keluarga

selama 1 x
pertemuan, keluarga
mampu merawat Ny.
P dengan gangguan
pola tidur, dengan
kriteria : keluarga
menyatakan telah
membantu klien
memodifikasi
25.
2

26. Ketidakseimban
gan
kurang

nutrisi
dari

kebutuhan tubuh

lingkungan.
27. Setelah dilakukan
asuhan
keperawatan
selama

pertemuan dalam
2 hari, kebutuhan
nutrisi

An.

terpenuhi dengan
kriteria :
28. Keluarga bersedia

29.

30.

memberikan sayur
pada An. A dan
membawa An. A
31.

ke Posyandu.
33. Tujuan
jangka

32.

pendek :

1.1. Diskusikan

1.

35.
kembali

bersama

keluarga makanan yang biasa

Setelah

dilakukan

asuhan keperawatan
selama

1.2.
x

pertemuan, keluarga
mampu

mengambil

keputusan
tepat

yang
dengan

kriteria:
1.1.

34.

Keluarga
mengatakan
akan membawa
An. A ke
Posyandu secara
rutin.

diberikan

dan

diberikan pada An. A

seharusnya

1.2.
36.

37.

mengatakan
2. Setelah dilakukan

Diskusikan bersama keluarga2.1.

Dengan

asuhan keperawatan

cara

tentang cara memodifikasi diit

selama 1 x

klien : memberikan porsi sedikit

dapat

pertemuan, keluarga

tapi

pemahaman

dapat merawat An. A

makanan

dengan kriteria :

menarik.

2.1.

38.

Keluarga

Keluarga

2.1.

2.2.

memodifikasi
sering,
dalam

diit

pada

menyajikan
porsi

yang

memberi

penkes

meningkatkan
keluarga

dan

meningkatkan kemauan An. A


untuk makan sayur.

Anjurkan

kelurga

untuk2.2.

Dengan

mengetahui cara

memberikan

makanan

selagi

merangsang nafsu makan.

memodifikasi diit

hangat.

pada An. A agar 2.3.

Anjurkan

An.T mau makan

memberikan

sayur.

lunak.

2.3.
keluarga
makanan

Makanan

makanan
lunak

hangat,

mengandung

untuk

banyak air sehingga mudah dan

yang

ditelan mudah dicerna.

Anda mungkin juga menyukai