Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

KONSEP DASAR KAMAR OPERASI

DISUSUN OLEH:
RESTY SAFITRI, S.Kep
14103084109045

PROGRAM PROFESI NERS


STIKes PERINTIS SUMATERA BARAT
2015

1. Pengertian
Kamar operasi atau kamar bedah adalah ruangan khusus di Rumah Sakit yang
diperlukan untuk melakukan tindakan pembedahan elektif atau akut yang
membutuhkan keadaan steril. Operasi merupakan tindakan pembedahan pada suatu
bagian tubuh (Hancock, 1999). Operasi (elektif atau kedaruratan) pada umumnya
merupakan peristiwa kompleks yang menegangkan (Brunner & Suddarth, 2002).
Perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencakup tiga fase proses
pembedahan, yaitu: Praoperatif, Intraoperatif, dan Pascaoperatif. Kesimpulannya,
Operasi (perioperatif) merupakan tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh yang
terdiri dari fase Praoperatif, Intraoperatif dan pascaoperatif (postoperatif) yang
merupakan peristiwa yang menegangkan.
2. Fase Perioperatif
a) Fase Praoperatif: Fase ini dimulai saat intervensi bedah dibuat dan berakhir
ketika pasien dikirim ke meja operasi. Lingkup aktifitas keperawatan:
penetapan pengkajian dasar pasien, menjalani wawancara praoperatif, dan
menyiapkan pasien untuk anestesi pada pembedahan. Macam anestesi yang
diberikan : Anestesi umum yaitu anestesi yang menghambat sensasi di seluruh
tubuh; Anestesi lokal yaitu anestesi yangb menghambat sensasi di sebagian
tubuh atau di bagian tubuh tertentu.
b) Fase Intraoperatif: Fase ini dimulai ketika pasien masuk ke bagian bedah dan
berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. Lingkup aktifitas
keperawatan: memasang infus, memberikan medikasi intravena, melakukan
pemantauan fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan
menjaga keselamatan pasien.
c) Fase Pascaoperatif: Fase Pascaoperatif dimulai pada saat pasien masuk ke
ruang pemulihan dan berakhir dengan evaluasi tindak lanjut. Lingkup aktifitas
keperawatan: Mengkaji efek anestesi, membantu fungsi vital tubuh, serta

mencegah komplikasi. Peningkatan penyembuhan pasien dan penyuluhan,


perawatan tindak lanjut.
3. Jenis-Jenis Perawat Kamar Operasi
a. Scrub nurse. Scrub nurse adalah perawat yang berhubungan langsung dengan
tindakan

operasi.

Scrub

nurse

bertugas

menyiapkan,

menyediakan,

menghitung instrumen atau alat yang akan digunakan oleh operator selama
operasi berlangsung. Seorang scrub nurse harus mengetahui setiap set
instrumen yang akan digunakan, selain itu scrub nurse juga dituntut untuk
memahami setiap langkah-langkah operasi.
b. Circulating nurse. Circulating nurse bertugas memantau jalannya operasi,
menjaga agar area steril tidak terkontaminasi, mencatat penggunaan bahan
medis seperti jumlah kassa, jarum, atau mata pisau. Selain itu circulating nurse
juga bertugas untuk melengkapi catatan keperawatan pasien selama operasi
berlangsung.

4. Peran Perawat Perioperatif


a. Fase Pre-Operatif
Keperawatan pre operatif merupakan tahapan awal dari keperawatan
perioperatif. Kesuksesan tindakan pembedahan secara keseluruhan sangat
tergantung pada fase ini. Hal ini disebabkan fase ini merupakan fase awal yang
menjadi landasan untuk kesuksesan tahapan berikutnya. Kesalahan yang
dilakukan pada tahap ini akan berakibat fatal pada tahap berikutnya. Tugas
perawat:
Persiapan fisik klien meliputi: status kesehatan fisik secara umum,
status nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit, pengosongan
kandung kemih, latihan pra-operasi (latihan tarik napas dalam, latihan
ROM),

Persiapan penunjang (EKG, pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan


laboratorium)
Persiapan jenis anestesi yang diberikan
Informed consent
Persiapan mental dan psikis klien
b. Fase Intraoperatif
Mengatur posisi klien saat akan dioperasi untuk keselamatan klien itu
sendiri
Melakukan

pematauan

Fisiologis,

memperhitungkan

efek

dari

hilangnya atau masuknya cairan secara berlebihan pada pasien,


membedakan data kardiopumonal yang normal dengan yang abnormal,
melaporkan perubahan-perubahan pada nadi, pernafasan, suhu tubuh
dan tekanan darah pasien.
Memberikan dukungan emosional pada pasien dan mengkaji status
emosional pasien
c. Fase Pascaoperatif
Mengkaji efek dari anesthesia
Memantau tanda-tanda vital klien
mencegah adanya komplikasi dari operasi
Memberikan penyuluhan agar mempercepat proses penyembuhan klien
Perawatan tindak lanjut setelah operasi (rehabilitasi)
Pemulangan

5. Asuhan Keperawatan Perioperatif


Diagnosa keperawatan: Ansietas berhubungan dengan perubahan status

kesehatan
Kriteria hasil: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam, rasa
cemas/ansietas teratasi
Intervensi Keperawatan:
i. Awasi respon fisiologis (takipnea, palpitasi, pusing, sakit kepala,
ii.
iii.

sensasi kesemutan)
Dorong pernyataan takut dan ansietas dan berikan umpan balik.
Berikan informasi akurat, nyata tentang apa yang dilakukan

iv.

Dorong orang terdekat tinggal dengan pasien, berespon terhadap tanda


panggilan dengan cepat. Gunakan sentuhan dan kontak mata dengan

v.
vi.

cepat
Tunjukkan teknik relaksasi, contoh : visualisasi, latihan napas dalam,
bimbingan imajinasi
Berikan obat sesuai dengan indikasi dokter