Anda di halaman 1dari 124

ANNUAL REPORT

LAPORAN TAHUNAN

2014

DAFTAR
ISI
contents

01.

Visi, Misi, Nilai Nilai dan Kebijakan Mutu Perusahaan


Vision, Mission, Values and Companys Quality Policies

20.

Tata Kelola Perusahaan yang Baik


Good Corporate Governance

02.

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

32.

Laporan Komite Audit


Audit Committee Report

04.

Laporan Dewan Komisaris


Message of the Board of Commissioners

35.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Company Social Responsibility

06.

Profil Dewan Komisaris


Profile of the Board of Commissioners

37.

Analisis dan Pembahasan Manajemen


Management Analysis and Review

08.

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

44.

Struktur Organisasi
Organization Structure

10.

Profil Direksi
Profile of the Board of Directors

45.

Lembar Persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi


Approval of the Board of Commissioners and
Board of Directors

13.

Profil Perseroan
Company Profile

47.

Laporan Auditor Independen


Independent Auditor Report

01
Visi, Misi,Nilai-Nilai dan
Kebijakan Mutu Perusahaan
Vision, Mission, Values and Companys Quality Policies

Visi

Vision

Menjadikan PT Jembo Cable Company Tbk. sebagai produsen


yang terdepan dalam indutsri kawat dan kabel:
Reputasi yang sangat baik.
Posisi keuangan yang sehat.
Lingkungan kerja yang sehat.
Pengembangan yang berkesinambungan.

To make PT Jembo Cable Company Tbk. a


foremost producer in the field of wire and
cable industry:
Good reputation.
Sound financial position.
Healthy occupational environment.
Continuous development.

Misi
Menjadikan seluruh mitra usaha kita sebagai pemenang, antara
lain:
Pelanggan,
Karyawan,
Penyalur, agen dan pemasok,
Pemegang saham.
Memberi Peluang kepada karyawan untuk menjadi unggul
sehingga berdampak baik bagi pertumbuhan Perusahaan.
Dengan meletakkan dasar yang baik dan kuat sehingga
memungkinkan karyawan untuk meraih target mereka sesuai
dengan kemampuannya.

Nilai-Nilai
Memberikan nilai tambah dari apapun yang kita kerjakan.
Pelanggan adalah pusat sasaran dari seluruh yang kita
kerjakan.
Pengembangan yang berkesinambungan merupakan kunci
sukses kita.
Setiap orang, tanpa pengecualian terlibat, di berdayakan dan
kontribusi mereka di akui serta prestasi mereka di hargai.
Kami bertanggung jawab terhadap komunitas di tempat
tinggal kita dan masyarakat dunia.
Menjadikan PT Jembo Cable Company Tbk. tempat bekerja
yang baik, menyenangkan, aman dan sehat. Kita bekerja
sebagai kelompok di dalam lingkungan yang saling mempercayai, menghormati, menghargai, jujur dan adil.

Kebijakan Mutu
PT Jembo Cable Company Tbk. berusaha untuk menjadi
produsen yang terdepan dalam industri kawat dan kabel di
Indonesia.
Kami bertekad untuk memproduksi produk yang sesuai
dengan kebutuhan dan persyaratan yang diinginkan oleh
pelanggan.
Setiap orang terlibat, bermotivasi dan berpengetahuan untuk
membuat kemajuan yang berkesinambungan dalam rangka
menghasilkan prestasi yang luar biasa.

Mission
To make all our business partners winners,
among others:
Customers,
Employees,
Distributors, agent and suppliers,
Shareholders.
Provide opportunity to the employees to
become superior and make a good impact
on the Companys growth.
By placing a good and strong foundation
and enabling the employees to attain their
target according to their capacities.

Values
Provide added value to everything we do.
The customer is the center objective of all
our activities.
Continuous development is the key to our
success.
Everybody without exception, is
empowered and their contributions
acknowledged and their achievements
honored.
We are responsible to the community in
our vicinity and the world community.
To turn PT Jembo Cable Company Tbk. a
good occupational place, enjoyable, safe
and healthy. We work as a unit in an
environment of trust, respect, honest and fair.

Quality Policy
PT Jembo Cable Company Tbk. efforts to
become a foremost producer in the field of
wire and cable industry in Indonesia.
We are committed to produce products
which are compliant to the needs and
requirements requested by our customers.
Everybody is involved, motivated and
knowledgeable to make continuous
advancement in the framework of
achieving extraordinary performance.

02

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

Dalam Miliar Rupiah

In Billion Rupiahs
2014

2013

2012

2011

2010

(Except for the Number of Circulating


Shares and Net Profit per Share)

151,2

151,2

151,2

151,2

151,2

75,6

75,6

75,6

75,6

75,6

Circulating Shares
(in million sheets)
Share Capital

Aset Lancar
Investasi Dalam Saham
Aset Tetap
Aset Lain-lain
Jumlah Aset

873,2
2,2
121,8
42,6
1.062,5

1.029,3
2,4
136,3
51,4
1.239,8

614,7
2,0
72,2
20,1
709,0

521,1
1,8
80,0
24,1
627,0

461,1
2,7
79,8
18,4
562,0

Current Asset
Investment in Shares
Fixed Asset
Other Assets
Total Assets

Liabilitas Lancar
Liabilitas Tidak Lancar
Ekuitas
Jumlah Liabilitas & Ekuitas

846,1
45,0
171,4
1.062,5

1.052,6
39,6
147,7
1.239,8

531,7
34,4
142,9
709,0

467,8
31,8
127,4
627,0

438,9
24,4
98,7
562,0

Current Liabilities
Doubtful Liabilities
Equity
Total Liability & Equity

Penjualan Bersih
Beban Pokok Penjualan
Laba (Rugi) Kotor
Laba (Rugi) Sebelum Manfaat (Beban) Pajak
Laba (Rugi) Bersih
Laba (Rugi) Komprehensif

1.493,0
1.324,5
168,5
33,1
23,8
23,7

1.490,1
1.290.5
199,6
43,4
22,6
22,9

1.234,8
1.102,1
132,7
48,9
31,8
32,0

1.267,4
1.148,4
119,0
41,3
29,7
28,8

830,7
784,4
46,3
2,2
(1,0)
0,7

Jumlah Laba (Rugi) komprehensif yg dapat


distribusikan kepada pemilik Entitas induk
& kepentingan non pengendali

23,7

22,9

32,0

28,8

Laba (Rugi) Bersih per Saham


(dalam rupiah penuh)

157,7

151,6

211,71

196,4

(6,7)

2,2
13,8
103
520
83,9
16,1
11,3
2,2
1,6

1,8
15,3
98
739
88,1
11,9
13,4
2,9
1,5

4,5
22,2
118
396
79,8
20,2
10,7
6,1
4,0

4,7
23,3
111
392
79,7
20,3
9,4
4,7
3,3

105
469
82,4
17,6
5,6
0,4
0,3

(Kecuali Jumlah Saham yang beredar


dan laba bersih per saham)

Ekuitas
Jumlah Saham yang beredar
(dalam juta lembar)
Modal Saham

Equity

Posisi Keuangan

Financial Position

Hasil Usaha

Operational Income

Total of comprehensive Profit (Loss)


to be distributed to the Parent Entity
owners & non-controlling interest
Net Profit (Loss) per Share
(in full rupiah)

Financial Ratios

Rasio-rasio Keuangan
Laba (Rugi) Bersih / Jumlah Aset
Laba (Rugi) Bersih / Ekuitas
Rasio Lancar
Liabilitas / Ekuitas
Liabilitas / Jumlah Aset
Ekuitas / Jumlah Aset
Laba Kotor / Penjualan Bersih
Laba Sebelum Pajak / Penjualan Bersih
Laba Bersih / Penjualan Bersih

Net Sales
Cost of goods Sold
Gross Profit (Loss)
Before Tax Profit (Loss)
Net Profit (Loss)
Comprehensive Profit (Loss)

Net Profit (Loss) / Total Asset


Net Profit (Loss) / Equity
Current Ratio
Liability / Equity
Liability / Total Asset
Equity / Total Assets
Gross Profit / Net Sales
Profit before Tax / Net Sales
Net Profit / Net Sales

03

Ikhtisar Mengenai Saham

Summary Regarding Shares

Pada tanggal 31 Desember 2014, modal yang disetor Perseroan


tidak mengalami perubahan yaitu sebesar Rp75,6 miliar yang
terdiri dari 151,2 juta lembar saham biasa masing-masing
dengan nilai nominal Rp500,00 (lima ratus rupiah) per lembar
saham. Saham-saham Perseroan tersebut, seluruhnya telah
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (sebelumnya Bursa Efek
Jakarta) sejak tanggal 18 November 1992.

On 31 December 2014, the paid-in capital of


the Company did not underwent a change
amounting to Rp.75.6 billion consisting of
151.2 million number of common shares
with a nominal value of Rp.500.00 (five
hundred rupiah) per share. The Company
shares, are all enlisted in the Indonesian
Stock Exchange (previously Jakarta Stock
Exchange) since 18 November 1992.

Tabel Harga Saham Perseroan Terendah, Tertinggi


dan Penutupan serta Volume dan Nilai Transaksi
pada Bursa Efek Indonesia untuk periode yang
bersangkutan.

Table of the Companys Share Prices


Lowest, Highest and Closing
Volume and Transaction Value in
the Indonesian Stock Exchange for
the period concerned.

Harga Per Saham (Rp)


Price Per Share (Rp)

2014
Triwulan ke 1 (Jan-Mar)
Triwulan ke 2 (Apr-Jun)
Triwulan ke 3 (Jul-Sep)
Triwulan ke 4 (Okt-Des)

2013
Triwulan ke 1 (Jan-Mar)
Triwulan ke 2 (Apr-Jun)
Triwulan ke 3 (Jul-Sep)
Triwulan ke 4 (Okt-Des)

Total Transaksi
Total Transaction

Terendah
Lowest

Tertinggi
Highest

Penutupan
Closing

Volume
Volume

Nilai
Value

2.405
2.330
2.975
2.235
2.235

2.990
3.090
3.000
2.350
3.090

2.800
3.000
2.975
2.350
2.350

596.600
1.889.400
1.649.000
4.100
4.139.100

1.625.445.500
5.271.560.000
4.916.640.000
9.260.000
11.822.905.500

1.600
1.890
1.870
2.000
1.600

1.900
2.700
2.650
3.000
3.000

1.890
2.450
2.600
2.850
2.850

1.423.000
8.362.500
485.500
766.000
11.037.000

2.488.495.000
18.774.645.000
1.188.695.000
2.084.675.000
24.536.510.000

2014
Quarter 1 (Jan-Mar)
Quarter 2 (Apr-Jun)
Quarter 3 (Jul-Sep)
Quarter 4 (Oct-Dec)

2013
Quarter 1 (Jan-Mar)
Quarter 2 (Apr-Jun)
Quarter 3 (Jul-Sep)
Quarter 4 (Oct-Dec)

Untuk masa triwulan tahun 2013 dan 2014, tidak ada saham
baru dari Perseroan yang diterbitkan.

For the quarter period of 2013 and 2014, the


Company did not issue any new shares.

Selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember


2014, Perseroan tidak pernah melakukan aksi korporasi, dan
saham Perseroan yang diperdagangkan, tidak pernah
mengalami penghentian sementara (suspension).

During the book year ended on 31 December


2014, the Company never conducted any
corporate action, and the Company shares
traded, never underwent suspension.

04

Laporan Dewan Komisaris


Message of the Board of Commissioners

Para Pemegang Saham yang terhormat,

Dear Shareholders,

Puji dan Syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, yang oleh
karena rahmat dan anugrah-Nya, kita berhasil melalui 2014
dengan baik.

Praise be to the Lord Almighty, as by His


grace, we were able to pass 2014 in good
condition.

Tahun 2014 merupakan tahun politik bagi bangsa Indonesia,


dimana pada tahun tersebut kita telah melewati proses
pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Hal yang juga patut kita
syukuri walaupun dengan proses yang sangat ketat namun
tetap demokratis, dan tentunya kita semua berharap agar
Pemerintahan ke depan ini akan terus membawa Indonesia
pada pertumbuhan ekonomi yang positif dan memberi dampak
yang besar bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

2014 was a political year for the Indonesian


people, as it was the year we underwent the
process of electing the President and Vice
President. An occasion for which we have to
be grateful although it was a very exacting
process but still democratic, and of course
we all hope the new Government in the
coming years will continue to lead Indonesia
into positive economic growth and provide a
great impact on the development and
welfare of the nation.

Dewan Komisaris telah meneliti dan menyetujui Laporan


Keuangan Konsolidasi Perseroan tahun 2014 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan
(member firm of BDO International) dengan pendapat Wajar
Tanpa Pengecualian, Dan untuk itu kami sangat menghargai
kerja keras yang telah dilakukan oleh jajaran Direksi dalam
upaya meningkatkan pertumbuhan Perseroan, serta menjaga
konsistensi pengelolaan Perseroan agar tetap searah dengan
tekad penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik.
Pada tahun 2014 penjualan konsolidasi Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp2,9 miliar atau sekitar 0,19% dari
Rp1.490,1 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp 1.493,0 miliar
tahun 2014. Dan di tahun 2014 Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp23,69 miliar, angka tersebut mengalami
kenaikan sebesar Rp0,76 miliar atau sekitar 3,31 % dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp22,93 miliar.
Dewan Komisaris tetap meminta kepada jajaran Direksi untuk
terus meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan
Perseroan agar searah dengan tekad penerapan tata kelola

The Board of Commissioners has reviewed


and approved the Companys Consolidated
Financial Statement for 2014 audited by the
Public Accountant Office Tanubrata Sutanto
Fahmi & Associates (member firm of BDO
International) with an Unqualified opinion,
and we appreciate the hard work conducted
by the Board of Directors in its efforts to
improve the Companys growth, and maintain
consistency in the Companys management
to stay on track by applying Good Corporate
Governance.
In 2014 the Companys consolidated sales
increased by Rp.2.9 billion or around 0.19%
from Rp.1,490.1 billion in 2013 to become
Rp.1,493.0 billion in 2014. In 2014 the
Company successfully booked a profit of
Rp.23.69 billion, which means an increase of
Rp.0.76 billion or around 3.31% compared to
2013 of Rp.22.93 billion.
The Board of Commissioners still request the
Board of Directors to continue improving its
supervision in the implementation of the
Companys activities to be in line with the
commitment of applying good corporate
governance, and it is also important for the
Board of Directors to maintain and improve
efficiency in all fields and pay attention to
the risks which may arise due to operation
and concurrently take measures to anticipate it and prepare strategic steps especially
in anticipating the impact of the politic and
economic situation. The Board of Directors is
also expected to continue to develop the
Companys human resources based on
stringent work discipline but with high

05

perusahaan yang baik, dan menjadi hal penting juga bagi


jajaran Direksi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan efisiensi di segala bidang serta memperhatikan risiko yang
mungkin timbul akibat dari operasional dan sekaligus dengan
langkah-langkah sebagai antisipasi penanggulangannya serta
mempersiapkan langkah-langkah strategis terutama dalam
mengantisipasi dampak dari situasi politik dan ekonomi.
Jajaran Direksi juga diharapkan untuk terus membangun
sumber daya manusia Perseroan dengan landasan disiplin kerja
yang ketat namun dengan kreatifitas yang tinggi dan tetap
terpeliharanya semangat kerja dengan motivasi yang kuat,
semangat berkompetisi dengan tekad kuat untuk tampil
sebagai pemenang.
Dewan Komisaris juga menyetujui proyeksi usaha Perseroan
yang telah disampaikan oleh Direksi. Walau tidak dapat
dipungkiri bahwa persaingan antara produsen kabel akan
semakin ketat, industri perkabelan masih tetap memiliki
peluang yang besar karena kebutuhan kabel listrik dan kabel
telekomunikasi akan terus meningkat seiring dengan pembangunan infrasturktur di Indonesia yang dilakukan baik oleh
Pemerintah maupun swasta. Persaingan juga terus bertambah
dengan adanya pasar bebas, namun hal tersebut juga sekaligus
menjadi semakin terbukanya peluang di pasar internasional
dengan perkembangan dan pembangunan di berbagai belahan
dunia. Dewan Komisaris menekankan kepada Direksi agar
memperkuat jajaran pemasaran sehingga target penjualan
yang telah ditetapkan dapat tercapai maksimal, bahkan jajaran
pemasaran harus dipacu dan dikendalikan agar mampu
berprestasi diatas target.
Dalam menjalankan tugasnya di tahun 2014, Dewan Komisaris
mendapat bantuan dari Komite Audit yang melakukan fungsi
pengawasan terhadap jalannya pengelolaan Perseroan, dengan
terus memonitor pengendalian internal, manajemen risiko dan
audit internal Perseroan serta memberikan rekomendasi
tentang efektivitasnya agar pengelolaan Perseroan tetap
sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
serta memenuhi ketentuan tata kelola perusahaan yang baik.
Pada akhirnya, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih
kepada para Pemegang Saham, Pelanggan, mitra kerja dan
semua pihak yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan bagi kami dalam usaha terus memajukan Perseroan.

Tangerang, April 2015

Drs. IGM. Putera Astaman


Presiden Komisaris & Komisaris Independen
President Commissioner & Independent Commissioner

creativity and maintain the spirit of strong


motivated work, the spirit of competition and
strong determination to emerge as a winner.
The Board of Commissioners approves the
projection of the Companys efforts submitted by the Board of Directors. Although it
cannot be denied that competition between
cable producers are becoming more
stringent, the cabling industry has still great
opportunities as the need for electrical and
telecommunication cables shall continuously expand in line with the development of
infrastructure in Indonesia conducted both
by the Government and the private sector.
Competition increases also due to the free
market, but at the same time it also means
the opportunity of a more open international
market with the growth and development in
various part of the world. The Board of
Commissioners entreat the Board of
Directors to strengthen its marketing line so
that the stipulated sales target may be
achieved maximally, the marketing line must
be boosted and controlled to be able to
achieve higher than target performance.
In conducting its duties in 2014, the Board of
Commissioners obtained assistance from the
Audit Committee who conducted supervision
function on the management of the
Company, by continuously monitoring
internal control, risk management and the
Companys internal audit and provide
recommendation regarding effectiveness so
that the Companys management is always
compliant to prevailing laws and regulation
and in line with good corporate governance.
Finally, the Board of Commissioners wish to
convey its thanks to the Shareholders,
Customers, working partners and all parties
who has provided support and their trust to
us in the effort to maintain the Companys
development.

06

Profil Dewan Komisaris


Profile of the Board of Commissioners

Drs. I Gusti Made Putera Astaman


Presiden Komisaris & Komisaris Independen
President Commissioner & Independent
Commissioner
Purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia
dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal Polisi.
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun
1994 yang penunjukannya melalui Rapat Umum
Luar Biasa Pemegang Saham PT Jembo Cable
Company Tbk., tercatat dalam Akte Notaris No. 74
tanggal 27 Juni 1994. Lulusan dari Perguruan Tinggi
Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1967 dan Lemhanas
KSA II tahun 1991, aktif dalam berbagai organisasi
di Indonesia.
A retiree of the Republic of Indonesia Police Force
with the latest rank of Police Major General. Held
the position of the Companys Commissioner since
1994 appointed by an Extraordinary General
Meeting of Shareholders PT Jembo Cable Company
Tbk., recorded in a Notarial Deed Number 74 dated
27 June 1994. A graduate of the College of Police
Science (PTIK) in 1967 and Lemhanas KSA II in 1991,
active in various organizations in Indonesia.

07

Ny. Hauw Ay Lan

Drs. Andreas S. Soedjijanto MBA, FLMI

Komisaris
Commissioner

Komisaris Independen
Independent Commissioner

Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun


1977 hingga saat ini. Penunjukan pertamanya
melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
tahun 1977 dan tercatat dalam Akte Notaris No. 113,
tanggal 31 Mei 1977. Lulusan Sekolah Menengah
Atas. Saat ini beliau juga merupakan Direktur Utama
PT Monas Permata Persada sejak tahun 1992.

Menjabat sebagai Komisaris Independen sejak tahun


2001 hingga saat ini yang penunjukan pertamanya
melalui Rapat Umum Pemengang Saham Tahunan
tahun 2001 dan tercatat dalam Akte Notaris No 57
tanggal 25 Juni 2001. Mendapat gelar Master of
Business Administration dari Netherlands International Institute for Management. Saat ini beliau
menjabat sebagai Direktur PT. Indolife Pensiontama.

Held the position of the Companys Commissioner


since 1977 until present. Her first appointment was
through the Annual General Meeting of Shareholders in 1977 recorded in a Notarial Deed Number 113
dated 31 May 1977. A graduate of the Secondary
Senior High School. She is currently also the
President Director of PT Monas Permata Persada
since 1992.

Held the position of Independent Commissioner


since 2001 until present, appointed through the
Annual General Meeting of Shareholders in 2001
and recorded in a Notarial Deed Number 57 dated 25
June 2001. Obtained his Master degree in Business
Administration from the Netherlands International
Institute for Management. He is currently also the
Director in PT. Indolife Pensiontama.

08

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

Para Pemegang Saham yang terhormat,

Dear Shareholders,

Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang


Maha Kuasa, atas Rahmat dan Anugrahnya, kita berhasil
melalui tahun 2014 dengan baik.

Only by the Grace and Blessing of God


Almighty did we succeed to pass the year
2014 in good condition.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para pihak yang


berkepentingan, Pemegang Saham khususnya dan publik
umumnya, saya mewakili Direksi Perseroan akan menyampaikan beberapa hal tentang jalannya Perseroan.

As a token of our responsibility to those


concerned, especially the Shareholders and
the public in general, representing the
Companys Board of Directors I would like to
report matters concerning the operation of
the Company.

Industri kabel khususnya pada tahun 2014 dapat dikatakan


tidak mengalami pertumbuhan berbeda sebagai mana yang
diperkirakan pada awal tahun 2014 yang akan tumbuh rata-rata
sekitar 20%. Walaupun khususnya pada tahun 2014 tidak
mengalami pertumbuhan, industri kabel di Indonesia masih
akan tetap tumbuh dengan cepat untuk tahun-tahun mendatang. Sesuai dengan program Pemerintah yang mentargetkan
pembangunan proyek ketegalistrikan 35.000 megawatt untuk
lima tahun ke depan, akan mempengaruhi besarnya permintaan
kabel listrik. Demikian pula permintaan akan kabel Telekomunikasi Serat Optik juga akan terus meningkat dengan rencana PT
Telkom untuk membangun backbone, transmisi, akses dan
ekosistem aplikasi, membangun jaringan serat optik untuk
menghubungkan kepulauan di Nusantara.
Jumlah nilai Penjualan Konsolidasian Perseroan tahun 2014
sebesar 1.493 miliar terdiri dari Penjualan Ekspor sebesar
Rp48,2 miliar atau 3,2% dari total Penjualan dan Penjualan
Lokal sebesar sebesar Rp1.444,8 miliar atau 96,8% dari total
penjualan, mengalami kenaikan sebesar Rp25,4 miliar atau
1,8% dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar sebesar
Rp1.419,4 miliar.
Laba kotor Perseroan tahun 2014 sebesar Rp168,48 miliar
(11,25%), mengalami penurunan sebesar Rp31,12 miliar
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp199,6 miliar (13,39%).
Walau demikian Perseroan masih memperoleh Laba Komprehensif tahun 2014 sebesar Rp23,69 miliar, mengalami kenaikan
sebesar Rp0,76 miliar atau 3,31% dibanding tahun lalu sebesar
Rp22,93 miliar.
Dibidang Produksi, Perseroan pada tahun 2014 telah meresmikan pengoperasian pabrik kabel Serat Optik. Dengan dioperasikannya plant baru ini, Perseroan mampu meningkatkan
kapasitas produksi sekitar 6 kali lipat lebih dibandingkan
sebelumnya.

In 2014 the cable industry especially can be


said to be on a growth standstill in spite of
what was forecasted at the start of the year
of an average growth of 20%. The cable
industry in Indonesia, however, shall still
grow very fast in the coming years. This is
due to the target of the Government to
develop a power generating program of
35.000 megawatt in five years time, which
shall of course greatly affect the demand for
electrical cables. Besides it the demand for
Fiber Optic Telecommunication cable shall
also increase due to the plan of PLN (State
Electric Company) to develop a backbone,
transmission, access and ecosystem
application, to develop a fiber optic network
to connect all the islands in Nusantara.
The total value of the Companys Consolidated Sales in 2014 amounted to 1,493
billion consisting of Export sales of Rp48.2
billion or 3.2% of the total sales and Local
Sales of Rp1,444.8 billion or 96.8% of the
total sales, an increase of Rp25.4 billion or
1.8% compared to 2013 of Rp1,419.4 billion.
The Companys gross profit in 2014 was
Rp168.48 billion (11.25%), a decrease of
Rp31.12 billion compared to 2013 of
Rp199.6 billion (13.39%). The Company,
however, still achieved a Comprehensive
Profit in 2014 of Rp23.69 billion, an increase
of Rp0.76 billion or 3.31% compared to last
year of Rp22.93 billion.
In production, the Company in 2014
officiated the operation of an optic fiber
plant. By this plant operation, the Company
was able to increase its production capacity
around six fold compared to its previous
capacity.

09

Pada Sumber Daya Manusia, Perseroan pada akhir tahun 2014


telah merencanakan rasionalisasi karyawan sehingga akan
dapat mempunyai karyawan yang handal dan akan meningkatkan kapasitas produksi, demikian pula dibidang keuangan akan
melakukan pengendalian biaya disemua sektor.
Perseroan optimis akan masa depan industri perkabelan di
Indonesia yang sangat menjanjikan setelah terpilihnya
Pemerintah yang baru ini. Rencana Pemerintah dalam waktu 5
tahun mendatang, untuk pembangunan proyek ketenagalistrikan 35.000 megawatt memerlukan dana sekitar Rp1.200 triliun
dan rencana pengembangan pita lebar (Broadband) di Indonesia dalam waktu 5 tahun mendatang dengan perkiraan
kebutuhan dana hingga Rp 278 triliun.
Akhirnya perkenankan Direksi menyampaikan rasa terima kasih
yang tak terhingga kepada seluruh Pemegang Saham, Pelanggan, Pemasok, Perbankan, Penyalur dan Karyawan Perseroan
serta semua pihak yang telah mempercayai dan memberikan
dukungan serta bantuan kepada Perseroan.
Tangerang, April 2015

Santoso
Presiden Direktur
President Director

In the field of Human Resources, at the end


of 2014 the Company plans to conduct a
rationalization of its employees to obtain
dependable employees to be able to increase
its production capacity, besides also
conducting cost control in all sectors of the
companys finance.
The Company is optimistic on the promising
future of the cable industry in Indonesia with
the election of the new Government. The
Government plan to develop power generating projects during the next coming five
years of 35.000 megawatt requires a fund of
around Rp1,200 trillion and the plan of
developing a Broadband in Indonesia in the
coming five years requires up to Rp278
trillion.
Finally allow us, the Board of Directors, to
convey our grateful thanks to all Shareholders, Customers, Suppliers, Banks,
Distributors and Employees of the Company
and all parties who have put their trust in us
and given their support and assistance to the
Company.

10

Profil Direksi
Profile of the Board of Directors

Santoso

Antonius Benady

Presiden Direktur
President Director

Direktur
Director

Beliau merupakan pendiri Perseroan. Menjabat


sebagai Presiden Direktur sejak tahun 1973 hingga
sekarang ini yang penunjukkanya tercantum dalam
Akte Perseroan Terbatas PT Jembo Cable Company,
Akte Notaris No. 51 tanggal 17 April 1973. Lulusan
dari Sekolah Menengah Atas ini berpengalaman luas
dalam dunia bisnis, industri dan perdagangan.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun


1996, penunjukan melalui Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan PT Jembo Cable Company Tbk., dan
tercatat dalam Akte Notaris No. 82 tanggal 25 Juni
1996. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, memulai karier sebagai auditor, dan
sebelumnya menjabat sebagai Manajer Divisi
Akuntansi di Direktorat Keuangan Perseroan.

He is one of those who incorporated the Company.


Held the position of President Director since 1973
until present appointed in a Deed of the Limited
Liability Company PT Jembo Cable Company, in a
Notarial Deed Number 51 dated 17 April 1973. A
graduate of the Secondary Senior High School he
has extensive experience in the field of business,
industry and trade.

Held the position of the Companys Director since


1996, appointed by an Annual General Meeting of
Shareholders of PT Jembo Cable Company Tbk., and
recorded in a Notarial Deed Number 82 dated 25
June 1996. A graduate of the Economic Faculty
University of Indonesia, started his career as an
auditor, and previous to it also held the position of
Manager of the Accountant Division in the
Companys Financial Directorate.

11

Nanyang Santoso

Satoru Yoshikawa

Direktur
Director

Direktur
Director

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun


2011. Penunjukan melalui Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan PT Jembo Cable Company Tbk., dan
tercatat dalam Akte Notaris No. 39 tanggal 15 Juni
2011 Lulusan dari Universitas Toronto. Sebelumnya
pernah menjabat sebagai Komisaris Perseroan yaitu
sejak tahun 19942004, dan saat ini beliau juga
menjabat sebagai Direktur Utama PT Multi Tembaga
Utama.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun


2014. Penunjukannya melalui Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan PT Jembo Cable
Company Tbk. tahun 2014 dan tercatat dalam Akte
Notaris No.106 tanggal 23 Juni 2014. Lulusan dari
Fakultas Rekayasa Kelistrikan (Electrical
Engineering) Universitas Tohoku, Jepang dan sangat
berpengalaman dalam bidang industri kabel. Lebih
dari 40 tahun bergabung dengan Fujikura Limited,
salah satu perusahaan kabel terkemuka di Jepang.

Held the position of the Companys Director since


2011. Appointed through an Annual General
Meeting of Shareholders of PT Jembo Cable
Company Tbk., and recorded in a Notarial Deed
Number 39 of 15 June 2011. A graduate of the
Toronto University. Previous to it also held the
position of the Companys Commissioner in 19942004, and is currently also President Director of PT
Multi Tembaga Utama.

Held the position of the Companys Director as of


2014. Appointed through the Annual General
Meeting of Shareholders of PT Jembo Cable
Company Tbk. in 2014, and recorded in a Notarial
Deed Number 106 of 23 June 2014. A graduate from
the Electrical Engineering Faculty Tohoku University,
Japan and has a wide experience in the field of cable
industry. For more than 40 years joined to Fujikura
Limited, one of the foremost cable companies in
Japan.

12

Kami bertekad untuk memproduksi produk


yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan
yang diinginkan oleh pelanggan.
We are committed to produce products
which are compliant to the needs and requirements
requested by our customers.

13

Profil Perseroan
Company Profile

Data Perusahaan Companys Data


Tanggal didirikan Date of establishment

17-Apr-73

Pencatatan di Bursa Efek


Listing at Jakarta Stock Exchange

18-Nov-92

Jumlah saham yang tercatat Total share listed

151.200.000

Susunan modal (Setelah penawaran umum)


Capital structure (after PO)
- Modal dasar Authorized capital
- Jumlah Saham Total Share
- Nominal per Saham Par Value per Share
- Modal ditempatkan Subscribed and paid-up

Rp 300 miliar bilion


600.000.000
Rp 500
Rp 75,6 miliar bilion

Pemegang saham Share holder


- PT Monaspermata Persada
- PT. Indolife Pensiontama
- Fujikura Ltd, Japan
- Fujikura Asia Ltd, Singapore
- Masyarakat Umum The Public

52,57 %
17,58 %
13,51 %
6,49 %
9,85 %

Produk-produk Products

Kabel listrik tegangan rendah tembaga LV-CU insulated cable


Kabel listrik tegangan rendah aluminium LV-Al insulated cable
Kabel listrik tegangan menengah Medium voltage cable
Kabel telekomunikasi metalik Metallic Telecommunication cable
Kabel serat optik Optical fiber cable
Kabel data Data cable

Alamat kantor pusat dan pabrik


Address of head office and factory

Jl. Pajajaran, Kel. Gandasari Jatiuwung


Tangerang 15137 Indonesia.
Telp. (021) 591-9442 (Hunting)
Fax. (021) 556-50466.
Web : http://www.jembo.com

Alamat kantor pemasaran


Address of marketing office

Mega Glodok Kemayoran


Office Tower B 6th Floor
Jl. Angkasa Kav B 6
Jakarta Pusat - Indonesia
Telp. : (62-21) 6570-1511 (Hunting),
(62-21) 2937-1222 (Hunting)
Fax. : (62-21) 6570-1488, 6570-1556

14

Riwayat Singkat Perseroan

Brief History of the Company

PT Jembo Cable Company Tbk. (Perseroan) didirikan pada bulan


April 1973, memulai produksinya dengan Kabel Listrik
Tegangan Rendah - penghantar tembaga dan sejak itu
Perseroan terus mengembangkan serta menambah varietas
produk kabelnya, seperti Kabel Tegangan Rendah - penghantar
aluminium, Kabel Tegangan Menengah, Kabel Telepon dan
Kabel Serat Optik dan juga memperluas pasarnya.

PT Jembo Cable Company Tbk. (Company)


was incorporated on April 1973, started its
production with copper insulated - Low
Voltage Electrical Cable and since that time
the Company continued to develop and
added other cable products, such as
aluminum insulated - Low Voltage Cable,
Medium Voltage Cable, Phone Cable and
Optical Fiber Cable and also extended its
market.

Mutu adalah hal yang paling diutamakan oleh Perseroan dan


hal ini terintegrasi erat dalam kinerja harian Perseroan.
Investasi besar telah dilakukan demi menunjang terjaganya
mutu barang dan jasa secara terus-menerus, dengan
melakukan pengadaan peralatan dan perlengkapan dibidang
Quality Control. Dan dalam upaya meningkatkan mutu barang
dan jasa, Perseroan mendapatkan sertifikat ISO 9002 dari TUV
Product Service GmbH pada tahun 1995 dan sertifikat ISO 9001
di tahun 2000 yang kemudian diperbaharui dengan sertifikat
ISO 9001:2008, dimana Perseroan telah dinyatakan layak
menerimanya pada bulan April 2010.
Pada tahun 1992, Perseroan mencatatkan sahamnya pada
Bursa Efek Jakarta atau yang sekarang dikenal dengan Bursa
Efek Indonesia. Masih ditahun 1992, Perseroan membuat
perjanjian kerjasama dalam bidang teknik dengan Fujikura Ltd.,
merupakan Pemegang Saham dan salah satu perusahaan kabel
terkemuka dari Jepang.
Perseroan dinyatakan layak mendapat Sertifikat ISO
14001:2004 pada bulan Desember 2007, setelah menerapkan
Sistem Management Lingkungan sejak pertengahan tahun
2007. Sedangkan untuk Sistem Management Kesehatan dan
Keselamatan Kerja, Perseroan dinyatakan layak menerima
Sertifikat OHSAS 18001:2007 pada akhir Desember 2009.
Untuk Sertifikat ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007
seluruhnya dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi TUV Product
Service GmbH.
Dengan kemajuan dan pengalaman lebih dari empat puluh
tahun, serta semangat TOGETHER WE GROW, Perseroan telah
mampu menjadi produsen terkemuka dalam industri kawat dan
kabel.

Quality is the most important concern of the


Company and this is strictly integrated in the
Companys daily performance. Great
investment has been conducted in
continuously maintaining goods and service
quality, by providing tools and equipment in
the field of Quality Control. In its efforts to
improve its goods and service quality, the
Company has attained the ISO 9002
Certificate from the TUV Product Service
GmbH in 1995 and the ISO 9001 Certificate
in 2000 which was later renewed with the
ISO 9001:2008 Certificate, whereby the
Company is acclaimed to receive it on April
2010.
In 1992, the Company listed its shares in the
Jakarta Stock Exchange or which is now
known as the Indonesian Stock Exchange.
Still in 1992, the Company entered into
mutual cooperation agreement in the field of
technology with Fujikura Ltd., which has
become a Shareholder. It is one of the
foremost cable companies in Japan.
The Company is pronounced to be feasible in
obtaining the ISO 14001:2004 Certificate in
December 2007, after applying the
Environment Management System since
medium 2007. While for the Health
Management System and Occupational
Safety, the Company is pronounced to be
feasible to receive the OHSAS 18001:2007
Certificate at the end of December 2009. For
the ISO 14001:2004 and OHSAS 18001:2007
Certificate issued by the TUV Product
Service GmbH Certification Board.
Based on its development and experience of
more than forty years, and the spirit of
TOGETHER WE GROW, the Company has
been able to become a foremost producer in
the wire and cable industry.

15

Kegiatan Usaha

Business Activities

Perseroan memiliki kegiatan usaha pembuatan segala jenis


kawat, segala jenis kabel dan memperdagangkan
produk-produk hasil industri tersebut baik antara pulau
maupun internasional.

The Company business activities of


producing all kinds of wires, all types of
cables and trades such industrial products
both inter-island and also international.

Adapun berbagai jenis kabel yang dihasilkan tersebut antara


lain:

The various types of cables produced are


among others:

1. Kabel listrik tegangan rendah dengan konduktor tembaga


dan aluminium
2. Kabel listrik tegangan menengah dengan konduktor
tembaga dan aluminium
3. Kabel transmisi udara/ Distribusi
4. Kabel telekomunikasi dengan konduktor tembaga dan serat optik
5. Kabel instrumen
6. Kabel kontrol
7. Kabel data
8. Kabel tahan api dan kabel dengan kemampuan menahan
rambatan api (flame retardant)

1. Low voltage electrical cables with copper


and aluminum conductors
2. Medium voltage electrical cables with
copper and aluminum conductors
3. Air/Distribution transmission cables
4. Telecommunication cable with copper and
optical fiber conductors
5. Instrument cables
6. Control cables
7. Data cables
8. Fire resistant cables and cables with flame
retardant capacity

Produk yang dihasilkan oleh Perseroan terdiri dari berbagai


macam jenis dan ukuran yang mengacu pada standar nasional
maupun internasional. Hal ini menjadikan produk-produk
Perseroan dapat diterima dengan baik oleh pasar domestik
maupun internasional, seperti; Standar Nasional Indonesia
(SNI), Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN), Standard
Telkom (STEL-K-QA), Japanese Industrial Standar (JIS),
Deutsche Industrial Norm (DIN) International Electroctechical
Commision (IEC), American Society for Testing and Materials
(ASTM), British Standar (BS) Australian Standard (AS) dan
lain-lain.

Sumber Daya Manusia


Karyawan merupakan aset yang sangat berharga bagi
Perseroan, dimana salah satu Misi dari Perseroan adalah
Memberikan peluang kepada karyawan untuk menjadi unggul
sehingga berdampak baik bagi pertumbuhan Perseroan. Hal ini
dilakukan dengan meletakan dasar yang baik dan kuat
sehingga memungkin karyawan tersebut untuk meraih target
mereka sesuai dengan kemampuan yang ada, dan pada tahun
2014, Perseroan memiliki karyawan sebanyak 626 orang
karyawan.
Beberapa cara dilakukan oleh Perseroan dalam rangka
mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang
dimilikinya, antara lain:

The products produced by the Company


consist of various types and measurements
referring to national and international
standards. This has made the Companys
products to be received both in the domestic
and international market, such as; the
Indonesian National Standard (SNI), the
State Electrical Company Standard (SPLN),
the Telecommunication Standard
(STEL-K-QA), the Japanese Industrial
Standard (JIS), the Deutsche Industrial Norm
(DIN), the International Electrotechnical
Commission (IEC), the American Society for
Testing and Materials (ASTM), the British
Standard (BS), the Australian Standard (AS)
and others.

Human Resources
Employees are invaluable assets for the
Company, where one of its Mission is
providing opportunities to employees to
become specialists with good impact on the
Companys growth. This is realized by laying
a good and strong base and enabling such
employees to achieve their target according
to their existing capacities, in 2014, the
Company employed 626 employees.
Several means are conducted by the
Company in the framework of enhancing its
human resource quality owned, among
others:

16

1. Program Pendidikan dan Pelatihan,


Program Pendidikan dan Pelatihan diselengarakan baik di
dalam maupun di luar lingkungan Perseroan dengan
pelaksana baik dari internal maupun pihak eksternal
Perseroan, atau merupakan gabungannya. Realisasi dari
rencana pelatihan adalah sebesar 97%.

Realisasi Training PT. Jembo Cable Company Tbk. 2014


Jumlah Program
Periode
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec

Rencana

Realisasi

% Realisasi

7
6
7
7
7
7
6
6
6
7
6
7

7
5
5
7
7
7
6
6
6
7
6
7

100%
83%
71%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%

79

76

96%

Adapun materi pendidikan dan pelatihan yang telah


dilaksanakan selama tahun 2014 antara lain: Strategi Quality
Assurance dan Manufacture, Target Produksi 2014 dan
Pencapaiannya, Perencanaan Material, Proses Sertifikasi
SNI, Sertifikat Pengawasan Mutu, Displin dan Tanggung
Jawab, Rencana Permintaan Material, Implementasi QCDSM,
Meningkatkan Kinerja Kerja, Kepuasan Pelanggan, FIFO,
Komunikasi yang Efektif, Implementasi PDCA, ISO
9001:2008, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007,
Pengiriman Tepat Waktu, Kerja Tim, Motivasi Kerja,
Improvement & Cost Saving, Fokus Pelanggan, Stock opname
material, Kerapihan Administrasi Efektif, Identifikasi
Material, Pengetahuan Material, Loyalitas dan Produktifitas
Kerja, Coloring FO & Tubing 45 FO Sistem MS., Ink Jet Video
(Mesin Baru), Safety Forklift, Cross Head & Tools Proses,
Identifikasi Material, Pengetahuan Screw and Type, Kabel
Serat Optic & Aplikasinya, Penempatan Tools dan Perawatan,
Fiber to The Home, Prosedur Pengecekan Passline per
Tahapan Proses, Perhitungan Berat Kabel Berdasarkan
Sistem Proses, Perhitungan Kapasitas Bobbin, Flame
Retardant dan Pengujian, Pengenalan Sistem Solar Cell dan
Inverter, 5 R & K 3, Dampak Lingkungan, Safety Riding, Drill
Tongkat/ Borgol dan Beladiri.

1. Education and Training Program,


The Education and Training Program is
conducted both internal and external of
the Company organized both by internal
and also external parties of the Company,
or a combination of it. The realization of
the training plan is 97%.
The education and training material
conducted during 2014 are among others:
Strategic Quality Assurance and
Manufacture, Production Target 2014 and
Its Achievement, Material Planning, SNI
Certification Process, Quality Supervisory
Certificate, Discipline and Responsibility,
Material Request Plan, QCDSM
Implementation, Improving Work
Performance, Customer Satisfaction, FIFO,
Effective Communication, PDCA
Implementation, ISO 9001:2008, ISO
14001:2004 and OHSAS 18001:2007,
Timely Shipment, Teamwork, Work
Motivation, Improvement & Cost Saving,
Customer Focus, Material Stock Inventory,
Effective Neat Administration, Material
Identification, Material Knowledge, Work
Loyalty and Productivity, Coloring FO &
Tubing 45 FO System MS., Ink Jet Video
(New Machine), Forklift Safety, Cross Head
& Tools Process, Material Identification,
Screw and Type Knowledge, Optical Fiber
Cable & Its Application, Placement of Tools
and Its Maintenance, Fiber to the Home,
Procedure of Checking Passline per
Process Stage, Calculation of Cable
Weight Based on System Process,
Calculation of Bobbin Capacity, Flame
Retardant and Testing, Knowledge of Solar
Cell System and Inverter, 5 R & K 3,
Environmental Impact, Safety Riding,
Stick/hand-cuff Drill and Self Defense.

17

2. Scholarship Program
One of the programs to improve the
competence and knowledge of employees
in supporting their work is the Scholarship
Program. Prepared for employees who
meet the requirements to continue their
Strata I and Strata II education. In overall
in 2014, 5 employees are undergoing their
education with the support of the
Scholarship Program provided by the
Company.

2. Program Beasiswa
Salah satu program untuk meningkatkan kompetensi dan
pengetahuan karyawan dalam menunjang pekerjaan adalah
Program Beasiswa. Beasiswa ini disediakan bagi karyawan
yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke jenjang
strata I dan Strata II. Dan secara keseluruhan pada tahun
2004, terdapat 5 orang karyawan yang sedang menjalankan
pendidikan dengan dukungan Program Beasiswa yang
disediakan oleh Perseroan.
3. Perpustakaan juga di sediakan di lingkungan Perseroan, hal
ini merupakan bagian dari program pengembangkan
karyawan, dengan jumlah buku sekitar 545 buku dari
berbagai disiplin ilmu, seperti Teknik, Manajemen, Teknologi
Informatika dan lainnya serta 35 film tentang motivasi dalam
bentuk soft copy sebagai salah satu media pembelajaran.

3. A library is also provided in the


environment of the Company, this is part
of the employees development program,
with books amounting to 545 of various
science discipline, such as Technique,
Management, Informatics Technology and
et cetera and 35 films regarding
motivation in soft copy form as one of the
media for learning.

Pemegang Saham
Hingga saat ini saham yang beredar sebanyak 151,2 juta lembar
atau bernilai nominal sebesar Rp75,6 miliar, yang
masing-masing dimiliki oleh PT Monas Permata Persada
sebanyak 79.485.000 lembar saham atau 52,57%, PT. Indolife
Pensiontama sebanyak 26.578.300 lembar saham atau 17,58%,
Fujikura Ltd. Japan sebanyak 20.430.000 lembar saham atau
13,51%, Fujikura Asia Ltd., Singapore sebanyak 9.810.000
lembar saham atau 6,49% dan Masyarakat sebanyak
14.896.700 lembar saham atau 9,85%.

Presentase Pemegang Saham


Percentage of Shareholders

Shareholders
Until the present circulating shares
amounted to 151.2 million shares or a
nominal value of Rp.75.6 billion, respectively
owned by PT Monas Permata Persada of
79,485,000 number of shares or 52.57%, PT
Indolife Pensiontama of 26,578,300 shares
or 17.58%, Fujikura Ltd. Japan of 20,430,000
shares or 13.51%, Fujikura Asia Ltd.
Singapore of 9,810,000 number of shares or
6.49% and the Public of 14,896,700 number
of shares or 9.85%.

52.57%

9.85%

Pu
b
Th
e
um
m

at
U
M

as

ya
ra
k

ik
ur
a
Fu
j

lic

e
or
ap
ng
Si
Lt
d.
As
ia

ik
ur
a
Fu
j

Pe
e
lif

Lt
d

ns
io

.J

nt

ap

am

an

rs
ad
a
on

9.85 %

Pe

Masyarakat Umum The Public

at
a

6.49 %

PT
In
d

Fujikura Asia Ltd. Singapore

13.51%
6.49%

rm

13.51 %

pe

Fujikura Ltd. Japan

as

17.58 %

17.58%

on

PT Indonlife Pensiontama

52.57 %

PT

PT Monaspermata Persada

18

Entitas Anak

Subsidiary

Perseroan memiliki entitas anak bernama PT Jembo Energindo


yang berkedudukan di Jakarta dengan alamat Mega Glodok
Kemayoran, Office Tower B lantai 6, Jl. Kemayoran Kav. B-6,
Kemayoran Jakarta Pusat. Telp. (62-021) 6570 1511, Fax.
(62-021) 6570 1488. Entitas anak Perseroan bergerak di
bidang industri pembangkit listrik yang memulai produksi
secara komersial sejak tanggal 5 Agustus 2002. Namun sejak
bulan September 2012, entitas anak Perseroan tidak lagi
memperoleh kontrak dengan PLN Batam sehingga aktivitas
atau kegiatan dihentikan. Kemudian pada tahun 2014, entitas
anak mengganti usahanya menjadi produsen solar cell.

The Company has a subsidiary by the name


of PT Jembo Energindo domiciled in Jakarta
with an office in Mega Glodok Kemayoran,
Office Tower B 6th Floor, Jl. Kemayoran Kav.
B-6, Kemayoran Central Jakarta. Phone
(62-021) 6570 - 1511, Fax (62-021) 6570 1488. The Companys subsidiary is engaged
in the power generating industry and started
its commercial production since 5 August
2002. But since September 2012, the
Companys subsidiary no longer obtain a
contract from PLN Batam and therefore
stopped its activities. In 2014, it changed its
business to become a solar cell producer.

Pencatat Emisi
Sejak pertama kali mencatatkan efeknya di bursa, Perseroan
selalu menggunakan jasa PT Puri Datindo yang beralamat di
Wisma Sudirman, Jl. Jend. Sudirman Kav. 34 35 Jakarta
10220, Indonesia. Telp. (62-21) 570-9009, Fax. (62-21)
570-9026. Dalam tahun 2014, biaya jasa pencatatan sebesar
Rp40.000.000,- per tahun yang dibayarkan sekali setiap enam
bulan.

Penghargaan dan Sertifikasi


Sepanjang tahun 2014, Perseroan menerima beberapa
Sertifikat dan Penghargaan penting yang diperlukan guna
mendukung Perseroan dalam operasionalnya seperti beberapa
Sertifikat Type Test yang merupakan salah satu persyaratan
untuk dapat ikut serta dalam tender pengadaan kabel pada
beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.
Untuk tahun 2014, beberapa Sertifikat yang diperoleh
Perseroan dari beberapa lembaga antara lain :
1. LIT BANG PT PLN (Persero):
- Kabel Tegangan Rendah tipe NYY 1 x 70 mm2, NYY 1 x 95
mm2, NYY 1 x 240 mm2 dan NYY 4 x 70 mm2.
- Hantaran Aluminium Campuran type AAAC 70 mm2 dan
AAAC 240 mm2.
- Hantaran Aluminium Berinti Baja: ACSR 240/40 mm2, ACSR
340/30 mm2, ACSR 435/55 mm2, ACSR ZEBRA.
- Kabel Tegangan Menengah: NFA2XSY-T 3 x 240/25+1x95
mm2 - 12/20 (24)kV.

Emission Record
Since the first time it listed its shares in the
bourse, the Company uses the service of PT
Puri Datindo domiciled in Wisma Sudirman,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 34 - 35 Jakarta
10220, Indonesia. Phone (62-21) 570-9009,
Fax (62-21) 570-9026. In 2014, the fee for
registration service of Rp.40,000,000,annually is paid every six months.

Appreciation and Certification


During 2014, the Company obtained several
Certificates and important Citations needed
to support the Company in its operation such
as several Test Type Certificates which is one
of the requirements to take part in cable
tender supply in several institutions both
government and private.
For 2014, the Certificates obtained by the
Company from several institutions are
among others:
1. LIT - BANG PT PLN (Persero):
- Low Voltage Cable type NYY 1 x 70 mm2,
NYY 1 x 95 mm2, NYY 1 x 240 mm2 and
NYY 4 x 70mm2.
- Aluminum Alloy Conductor type AAAC 70
mm2 and AAAC 240 mm2.
- Steel Centered Aluminum Conductor:
ACSR 240/40 mm2, ACSR 340/30 mm2,
ACSR 435/35 mm2, ACSR ZEBRA.
- Medium Voltage Cable: NFA2XSY-T 3 x
240/25+1x95 mm2 - 12/20 (24)kV.

19

2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. :


- Kabel Metalik tipe Kabel Drop (Drop Wire) 1 x 2 x 0,60
mm; Kabel Jumper (Jumper Wire) 1 x 2 x 0,60 mm; Kabel
Udara (Aerial Cable) 10-120x2x0,60 mm
- Kabel Serat Optik tipe Drop (Drop Duct Cable) 2 Core G
657A; SM.DA WG LT 4 144 G 652
3. PT PLN (Persero) JASER : Sertifikat Izin Menggunakan Tanda
Pengenal LMK.
Kemudian untuk bidang K-3 Juara II, Industri Hijau 2014 dari
Pemerintah Kota Tangerang.

2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. :


- Metallic Cable type Drop Wire 1 x 2 x
0.60 mm; Jumper Wire 1 x 2 x 0.60 mm;
Aerial Cable 10-120x2x0.60 mm
- Optical Fiber Cable type Drop Duct Cable
2 Core G 657A; SM.DA WG LT 4 - 144 G
652
3. PT PLN (Persero) JASER: Certificate of
Permit to Use the LMK Identification Mark.
Further to it second Champion for the K-3,
Green Industry 2014 from the Government of
the Tangerang City.

20

Tata Kelola Perusahaan yang Baik


Good Corporate Governance

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007


tentang Perseroan Terbatas (Undang-Undang Perseroan) dan
Anggaran Dasar Perseroan kami Jo. Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan memiliki
tiga organ pokok korporasi; Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris dan
Direksi, bersama-sama dengan Sekretaris Perusahaan dan
Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris, memimpin
implementasi dari tata kelola perusahaan yang baik guna
melindungi aset dari pengelolaan Perseroan yang tidak benar,
dan memberikan jaminan bahwa Perseroan beroperasi dengan
berorientasi kepada keuntungan, serta menjamin bahwa setiap
keputusan yang diambil adalah berdasarkan pertimbangan
matang yang menghasilkan keputusan yang terbaik.
Dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan
menganut 5 prinsip dasar antara lain: Transparansi,
Kemandirian, Akuntabilitas, Pertanggung jawaban, dan
Kewajaran.

Rapat Umum Pemegang Saham


Rapat Umum Pemegang Saham - Tahunan (RUPS -T) merupakan
lembaga tertinggi dalam organisasi Perseroan. Selain
mengangkat dan memberhentikan para anggota Dewan
Komisaris dan anggota Direksi dan berwenang serta meminta
pertanggung-jawabannya atas pengelolaan Perseroan, RUPS
juga mengambil keputusan tentang masalah-masalah penting
yang berkaitan dengan bisnis dan operasional Perseroan
termasuk jumlah remunerasi para Direktur dan Komisaris,
pembayaran dividen dan pembagian laba Perseroan,
persetujuan Laporan Tahunan, penunjukan auditor independen,
perubahan Anggaran Dasar, dan pendelegasian wewenang
kepada Dewan Komisaris untuk menindak-lanjuti hasil-hasil
keputusan yang telah disahkan dalam RUPS.
Adapun beberapa Keputusan RUPS terakhir Perseroan yang
diadakan pada 25 Juni 2014 di Ruang Flexible, PT Jembo Cable
Company Tbk., Tangerang, yang telah dilaksanakan antara lain:

Pursuant to the provisions of Law No. 40 of


2007 regarding Limited Liability Companies
(Limited Liability Companies Law) and the
companys Articles of Association Jo. the
Regulation of the Financial Service Authority
Number 33/POJK.04/2014 regarding the
Board of Directors and Board of
Commissioners of an Issuer or Public
Company, the Company has three main
corporate organs; General Meeting of
Shareholders (GMS), the Board of
Commissioners and Board of Directors. The
Board of Commissioners and Board of
Directors collectively with the Company
Secretary and the Committees under the
Board of Commissioners head the
implementation and management of the
Company to protect its assets from erroneous
companys management and provide a
guarantee that the Company operates
oriented to profit and ensure that any
resolutions taken is based on consideration
resulting into the best resolution.
In implementing the good corporate
governance, the Company adhere to five basic
principles among others: Transparency,
Independency, Accountability, Responsibility
and Fairness

General Meeting of Shareholders


An Annual General Meeting of Shareholders
(GMS A) is the highest institution in the
Companys organization. Besides appointing
and dismissing the members of the Board of
Commissioners and the Board of Directors and
authorize and demand accountability on the
Companys management, the GMS also take
resolutions regarding important issues related
to the business and operation of the Company,
including the amount of remuneration to the
Board of Commissioners and the Board of
Directors, dividend payment and distribution
of the Companys profit, approving the annual
report, appointment of independent auditor,
amendment to the Articles of Association and
delegate authority to the Board of
Commissioners to follow up the result of its
resolution ratified in a GMS.
Several resolutions of the last Companys GMS
held on 25 June 2015 in the Flexible Room, PT
Jembo Cable Company Tbk., Tangerang which
have been executed are among others:

21

1. Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2013


sebesar Rp22,9 miliar, antara lain :
- Sebesar Rp22,9 miliar atau 100% dari seluruh laba bersih
Tahun Buku 2013 dicatat sebagai Saldo Laba Ditahan yang
digunakan ekspansi Perseroan.
- Tidak membagikan dividen untuk Tahun Buku 2013 yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2013.
2. Menggunakan jasa Kantor Akuntan Publik Tanubrata
Sutanto Fahmi & Rekan sebagai Akuntan Publik Perseroan
untuk Tahun Buku 2014 dan besaran honorarium dan serta
persyaratan-persyaratannya ditentukan oleh Direksi.
3. Besaran Honorarium atau Tunjangan Dewan Komisaris sama
seperti yang berlaku pada tahun 2013.
4. Besaran Gaji dan Tunjangan Direksi untuk Tahun Buku 2014
ditentukan oleh Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris
Diangkat melalui RUPS sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari
sedikitnya 3 (tiga) orang, masing-masing untuk jangka waktu
sejak tanggal yang ditentukan dalam RUPS yang mengangkatnya sampai dengan penutupan RUPS Tahunan yang ke-3
(tiga) setelah tanggal pengangkatan. Formasi Dewan Komisaris
terdiri dari 1 (satu) orang Presiden Komisaris dan 2 (dua) orang
anggota Komisaris atau lebih.
Dewan Komisaris bertanggungjawab untuk melaksanakan
fungsi pengawasan atas pengelolaan Perseroan oleh Direksi
sehingga terselenggaranya penerapan tata kelola perusahaan
yang baik. Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris
melakukan komunikasi secara rutin dengan Direksi dan
komite-komite di bawah pengawasannya baik melalui
pertemuan melalui pelaporan. Dewan juga memberikan
rekomendasi, saran dan arahan kepada Direksi mengenai
masalah-masalah yang berkaitan dengan manajemen.
Komposisi Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2014,
adalah sebagai berikut :
President Komisaris & Komisaris Independent :
I Gusti Made Putera Astaman
Komisaris : Ny. Hauw Ay Lan
Komisaris Independent : Drs. Andreas S. Soedjijanto, MBA, FLMI
Sepanjang tahun 2014, dalam menjalankan tugas dan
wewenangnya, Dewan Komisaris telah melakukan rapat khusus
sebanyak 4 kali dan rapat gabungan yang dihadiri oleh Direksi
juga sebanyak 4 kali, dengan rata-rata kehadiran anggota
Komisaris sebesar 100%.

1. Application of the Companys Net Profit


for the Book Year 2013 of Rp 22.9 billion,
among others:
- An amount of 22.9 billion or 100% of all
the net profit in the Book Year is
recorded as Retained Profit Balance
utilize for the expansion of the Company.
- No distribution of the dividend for the
Book Year 2013 which ended on 31
Decemeber 2013.
2. Utilize the services of the Accountant
Public Office Tanubrata Sutanto Fahmi
and Associates as the Companys
Accountant Public for the Book Year 2014
and the amount of fee and requirements
stipulated by the Board of Directors.
3. The amount of the Fee or Allowances for
the Board of Commissioners shall be
similar to that of 2013.
4. The Salary and Allowances for the Board
of Directors for the Book Year 2014 shall
be stipulated by the Board of
Commissioners.

Board of Commissioners
Appointed through a GMS pursuant to the
regulation of applicable laws, the Companys
Board of Commissioners consist of at least 3
(three) persons, respectively for a period as
of the date stipulated in the GMS which
appointed them until the closing of the third
Annual GMS after the date of appointment.
The Structure of the Board of Commissioners
consist of 1 (one) President Commissioner
and 2 (two) members of the Board of
Commissioners or more.
The Board of Commissioners is responsible
to conduct a supervisory function on the
management of the Company by the Board of
Directors to implement the procedure for
good corporate governance. In conducting
its duties, the Board of Directors conduct
routine communication with the Board of
Directors and committees under its supervision both through meetings and reports. The
Board of Commissioners also recommended,
suggest and direct the Board of Directors
regarding issues to the management.
The formation of the Board of Commissioners on 31 December 2014 is as follows:
President Commissioner and Independent
Commissioner : I Gusti Made Putra Astaman
Commissioner : Ms. Hauw Ay Lan
Independent Commissioner :
Drs. Andreas S. Soedjijanto, MBA, FLMI
During 2014 in conducting its duties and
authority the Board of Commissioners has
conducted four times special meetings and
join meetings attended by the Board of
Directors also four times with an average
attendamce of the commissioner members of
100%

22

Direksi

Board of Directors

Dalam Anggaran Dasar diatur bahwa Direksi terdiri dari 3 (tiga)


orang atau lebih anggota Direksi, dan seorang diantaranya
dapat diangkat sebagai Presiden Direktur. Adapun susunan
anggota Direksi Perseroan yang diangkat melalui RUPS Tahun
2014 adalah sebagai berikut; seorang Presiden Direktur dan 3
(tiga) orang Direktur, dan dalam pengelolaan Perseroan,
terdapat 5 posisi Direksi yang terdiri dari Presiden Direktur
dengan 4 Direktur yaitu Direktur Pemasaran, Direktur
Keuangan, Direktur Produksi dan Direktur Sumber Daya
Manusia dan Umum.

The Articles of Association regulates that the


Board of Directors consist of 3 (three) persons
or more members of the Board of Directors
and one of them shall be appointed as
President Director. The structure of the
Companys Board of Directors appointed
through the GMS in 2014 is as follows: one
President Directors and three Directors, and
in the management of the Company there are
five Directors positions consisting of a
President Director and four other Directors:
Marketing Director, Financial Director,
Production Director and Human Resources
and General Director.

Secara umum, Direksi Perseroan bertanggung jawab penuh


atas pengurusan Perseroan guna mencapai maksud dan tujuan
Perseroan. Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing
anggota Direksi tersebut antara lain:
1. Presiden Direktur
- Memastikan kontinuitas keberhasilan dan pertumbuhan
entitas Perseroan.
- Mengawasi jalannya Perseroan secara paling efektif,
efisien dan mudah beradaptasi.
2. Direktur Pemasaran
- Memimpin, mengelola dan mengarahkan; inisiatif
pemasaran dan penjualan yang strategis dan taktis guna
memastikan pertumbuhan pendapatan yang menguntungkan.
- Menciptakan dan memelihara cara-cara pengukuran
program pemasaran dan penjualan yang efektif dan kinerja
sendiri.
3. Direktur Keuangan
- Memastikan bahwa keuangan Perseroan dalam keadaan
benar dan ditangani dengan cara yang bertanggungjawab.
- Memantau kesehatan keuangan Perseroan secara
menyeluruh menggunakan matriks standar industri.
- Menambah nilai Perusahaan dengan menyediakan
perspektif keuangan yang dapat dipercaya dan konsisten.
4. Direktur Manufaktur
- Memastikan efektivitas, efisiensi dan kemampuan
penyesuaian pabrik/ kegiatan operasi dalam Perseroan.
- Memastikan kesesuaian produk dan jasa-jasa terhadap
kebutuhan pelanggan.
- Mempertahankan standar-standar tinggi operasi
pembuatan, kualitas produksi, keterpercayaan dan
keamanan.
5. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Umum.
- Memastikan tempat kerja yang sehat dan aman serta
tenaga kerja yang kompeten.
- Memastikan bahwa praktik-praktik Sumber Daya Manusia
Perseroan aman, efisien dan mendukung pertumbuhan
Perseroan.

In general, the Companys Board of Directors


is responsible on the management of the
Company to attain its purpose and objective
of the Company. Duties and responsibility of
the respective members the Board of
Directors are among others:
1. President Director
- Ensure the continuity of success and
growth of the Companys entity.
- Supervise the Companys operation to be
most effective, efficient and adaptable.
2. Marketing Director
- Lead, manage and direct the marketing
initiative and strategy and technical
sales to ensure a profitable growth income.
- Create and maintain marketing program
measurement and sales which are
effective and independent in its
performance.
3. Financial Director
- Ensure that the Companys financial is in
a sound condition and accountably
handled.
- Monitor the soundness of the Companys
finance in overall using industry
standard matrix.
- Add value to the Company by providing a
trustworthy and consistent financial
perspective.
4. Manufacturing Director
- Ensure the affectivity, efficiency and
capability of the plant/operation
activities to be adaptable in the Company.
- Ensure product and service compliance
to the need of costumers.
- Maintain the high standard of
manufacturing operation, product
quality, trust and safety.
5. Director of Human Resources and General
Affairs.
- Ensure a healthy and safe occupational
place and competent work force.
- Ensure that the practice of the
Companys Human Resources is safe,
efficient and supporting the growth of
the Company.

23

Komposisi anggota Direksi pada tanggal 31 Desember 2014,


adalah sebagai berikut:

The formation of the Board of Directors on 31


December 2014 is as follows:

Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

President Director
Director
Director
Director

:
:
:
:

Santoso
Antonius Benady
Nanyang Santoso
Satoru Yoshikawa

Sepanjang tahun 2014, dalam menjalankan tugas dan


wewenangnya, Direksi telah melakukan rapat khusus sebanyak
31 kali dan rapat gabungan yang juga dihadiri oleh Dewan
Komisars sebanyak 4 kali, dengan rata-rata kehadiran anggota
Direksi sebesar 90,5%.

Peningkatan Kompetensi
Para anggota Direksi diharapkan dapat meningkatkan
kompetensi, ketrampilan memimpin dan profesionalisme
melalui proses pembelajaran yang terus menerus, termasuk
keikutsertaan dalam program pendidikan dan pelatihan
eksekutif seminar dan lainnya. Pada tahun 2014, pelatihan yang
telah diikuti antara lain :
- Trade and Investment Forum 2014, Kementrian Perdanganan
dan BKPM.

Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dan


Pemegang Saham Utama/ Pengendali
Hubungan antara anggota Direksi Perseroan dengan Pemegang
Saham Utama/ Pengendali adalah sebagai berikut: Santoso
(Presiden Direktur), merupakan Komisaris dan pemegang
saham PT Monaspermata Persada. Kemudian Nanyang Santoso
(Direktur) merupakan pemegang saham PT Monaspermata
Persada.

Remunerasi
Dalam menjalankan tugasnya, setiap anggota Dewan Komisaris
dan Direksi menerima penghargaan atas jasanya atau
remunerasi yang pemberiannya diatur dalam Anggaran Dasar
dengan nilai sebagaimana yang ditetapkan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan. Dan untuk tahun 2014, total
remunerasi anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi
sebesar Rp2,47 miliar.

Komite Audit
Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam rangka membantu
melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris. Komite Audit
Perseroan pertama kali dibentuk pada tahun 2001.

: Santoso
: Antonius Benady
: Nanyang Santoso
: Satoru Yoshikawa

During 2014, in conducting its duties and


authority, the Board of Directors has conducted
31 times special meetings also 4 times join
meetings which were attended by the Board of
Commissioners, with an average attendance
rate of 90.5% by the members of the Board of
Directors.

Competence Upgrading
The members of the Board of Directors are
expected to be able to improve their competence, capability to lead and professionalism
through the process of continual learning
including participation in educational programs
and executive trainings, seminars and others. In
2014 was conducted among others:
- Trade and Investment Forum 2014, the
Minister of Trade and BKPM.

Affiliation relation between members of the Board of Directors and


Main Shareholders/Controlling
The relation between the members of the
Companys Board of Directors and Main
Shareholders/Controlling is as follows: Santoso
(President Director) is one of the Commissioners and shareholders of PT Monaspermata
Persada. And there is also Nanyang Santoso
(Director) as shareholder of PT Monaspermata
Persada.

Remuneration
In conducting their duties every member of the
Board of Commissioners and Board of Directors
receive an appreciation on their services or
remuneration which is regulated in the Articles
of Association with a value as stipulated in the
Annual GMS. For the year 2014 the total
remuneration of the members of the Board of
Commissioners and the Board of Directors
amounted to Rp 2.47 billion.

Audit Committee
The Audit Committee is a committee assigned
by and reporting to the Board of Commissioners
in the framework of assisting the implementation of the duties and function of the Board of
Commissioners. The Companys Audit Committee was for the first time assigned in 2001.

24

Piagam Komite Audit yang menjadi landasan kerja Komite Audit


Perseroan. Dalam Piagam tersebut juga telah diatur secara
lebih rinci mengenai tugas dan tanggung jawab maupun
wewenang dan kode etik yang harus dipatuhi oleh Komite
Audit, serta tanggung jawab mengenai pelaporannya.
Struktur dan keanggotaan Komite Audit adalah sebagai berikut :
- Drs. IGM Putera Astaman adalah Presiden Komisaris,
Komisaris Independen perseroan dan sekaligus bertindak
sebagai Ketua Komite Audit, Purnawirawan anggota
Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat terakhir Mayor
Jendral Polisi. Ditunjuk sebagai Ketua Komite Audit
berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris Perseroan no.
001/SKP/DK/JCC/12 tanggal 2 Januari 2012 untuk masa
jabatan 3 tahun.
- Drs. Helmy Darwin Siregar, anggota Komite Audit Independen
Perseroan, lulusan Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia
jurusan Akuntansi, mempunyai pengalaman kerja sebagai
Auditor Independen di Kantor Akuntan Publik selama lebih
dari 20 tahun dengan jabatan terakhir Senior Manajer Divisi
Audit di Kantor Akuntan Publik Hans, Tuanakotta dan Mustofa
(member of Deloitte Touch Tohmatsu). Pertama kali ditunjuk
sebagai anggota Komite Audit berdasarkan surat keputusan
Dewan Komisaris Perseroan no. 001/SKP/DK/JCC/12 tanggal
2 Januari 2012 untuk masa jabatan 3 tahun.
- Drs. Ali Masykur, anggota Komite Audit Independen Perseroan,
lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE-YKPN) Yogyakarta
jurusan Akuntansi, mempunyai pengalaman kerja di bidang
Keuangan, Akuntansi dan terakhir sebagai Internal Auditor
dengan jabatan Ketua. Pertama kali ditunjuk sebagai anggota
Komite Audit berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris
Perseroan no. 001/SKP/DK/JCC/12 tanggal 2 Januari 2012
untuk masa jabatan 3 tahun.
Laporan Komite Audit dimuat dalam lembar tersendiri.

Sekretaris Perseroan
Dalam rangka meningkatkan pelayanan Perseroan kepada
masyarakat pemodal, Perseroan telah membentuk Sekretaris
Perusahaan.
Adapun yang bertindak sebagai Sekretaris Perusahaan adalah
Antonius Benady, yang ditunjuk berdasarkan SK No.K 042A/
SKP/JCC/05, tanggal 1 September 2005.

The Company has an Audit Committee


Charter which is the working base of the
Companys Audit Committee. The Charter
regulates in detail the duties, responsibilities,
authority and code of ethics which must be
adhered to by the Audit Committee, and
responsibility regarding its reporting.
The structure and members of the Audit
Committee is as follows:
- Drs. IGM Putera Astaman is the companys
President Commissioner, Independent
Commissioner and concurrently also acting
as the Chairman of the Audit Committee, a
retiree of the Republic Indonesian Police
Force with the latest rank of Police Major
General. Appointed as Chairman of the Audit
Committee pursuant to a Decision Letter of
the Companys Board of Director
no.001/KSP/DK/JCC/12 dated 2 January
2012 for a period of 3 years.
- Drs. Helmy Darwin Siregar, member of the
Companys Independent Audit Committee, a
graduate of the Faculty of Economy,
University of Indonesia, majoring in
accountancy, has a working experience of
more than 20 years as Independent Auditor
in an Accountant Public Office with the
latest position of Senior Manager Audit
Division in the Accountant Public of
Tuanakotta and Mustofa (member of
Deloitte Touch Tohmatsu). For the first time
appointed as member of the Audit
Committee pursuant to a Decision letter of
the Companys Board of Directors
no.001/KSP/DK/JCC/12 dated 2 January
2012 for a period of 3 years.
- Drs. Ali Masykur, the Companys
Independent Audit Committee member, a
graduate of the Economic High School
(STIE-YKPN) Yogyakarta majoring in
Accountancy, has working experience in the
field of Finance, Accountancy and lastly as
an Internal Auditor with the status of
chairman. For the first time appointed as
member of the Audit Committee pursuant to
a Decision letter of the companys Board of
Directors no.001/KSP/DK/JCC/12 dated 2
January 2012 for a period of 3 years.
The report of the Audit Committee is issued in
an apart sheet.

Company Secretary
In the framework of improving the Companys
service to the investors community, the
Companys has appointed a Company
Secretary.
The Company Secretary is Antonius Benady,
appointed pursuant to a decision letter no.
K-042A/SKP/JCC/05, dated 1 September
2005.

25
13
Untuk tahun buku 2014, Sekretaris Perusahaan telah
melaksanakan beberapa tugas, antara lain:
- Mengikuti perkembangan Pasar Modal, khususnya yang
berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku di bidang
Pasar Modal.
- Memberikan masukan kepada Direksi Perseroan untuk
mematuhi ketentuan Undang-undang nomor 8 tahun 1995
tentang Pasar modal dan peraturan pelaksananya Jo.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014
tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan
Publik.
- Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan
tata kelola perusahaan meliputi :
Keterbukaan Informasi kepada Masyarakat; Penyampaian
Laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
Penyelenggara dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang
Saham; Penyelenggara dan dokumentasi rapat Direksi dan
/atau Dewan Komisaris; Pelaksana program orientasi
terhadap Perusahaan bagi Direksi dan atau untuk Komisaris.
- Sebagai penghubung antara Perseroan dengan Pemegang
Saham, Otoritas Jasa Keuangan dan para pemangku
kepentingan lainnya.

Satuan Pengawasan Internal


Perseroan telah memiliki Satuan Pengawasan Internal (SPI)
berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan No. K-013/SKP/
JCC/04 tertanggal 31 Maret 2004 dan telah memiliki Piagam
Audit Internal. Dalam piagam tersebut diatur secara rinci
mengenai tugas, tanggung jawab dan wewenang Satuan
Pengawas Internal.
Satuan Pengawas Internal adalah unit kerja yang menjalankan
fungsi Audit Internal, yang merupakan suatu kegiatan
pemberian keyakinan (assurance) dan konsultasi yang bersifat
independen dan obyektif, dengan tujuan untuk meningkatkan
nilai dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui
pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan
meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan
proses tata kelola perusahaan.
Perseroan telah mengangkat Sdr. Matjari yang sekaligus
sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal Perseroan
berdasarkan Surat Keputusan nomor K-006/SKP/JCC/14
tanggal 11 April 2014. Kepala Satuan Pengawas Internal
Perseroan tersebut berpendidikan Sarjana Akuntansi, dan
sedang menempuh pendidikan Magister Akuntansi (S2)
Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta, dan mempunyai
pengalaman kerja di bagian Keuangan dan Akuntansi di
beberapa perusahaan, dan sudah bekerja di Perseroan lebih
dari 24 tahun.

For the Book Year 2014 the Company


Secretary has conducted several duties
among others:
- To follow the development of the Capital
Market especially related to prevailing
regulations in the field of Capital Market.
- Provide input to the Companys Board of
Directors to comply to the provisions of
Law number 8 of 1995 regarding Capital
Market and its implementation regulation
Jo. the Regulation of the Financial Service
Authority Number 35/POJK.04/2014
regarding Secretary of an Issuer Company
or Public Company.
- Assists the Board of Directors and Board of
Commissioners in conducting good
corporate governance including:
Information Transparency to the Public;
Submitting timely Reports to the Financial
Service Authority; Convene and document
a GMS; Convene and document the Board
of Directors and or Board of Commissioners
meetings; Executioner of the Orientation
Program of the company for the Board of
Directors and/or for the Board of
Commissioners.
- As liaison officer between the Company
and its Shareholders, the Financial Service
Authority and other stakeholders.

Internal Supervision Unit


The Company has an Internal Supervision
Unit (SPI) pursuant to the Decision of the
Companys Board of Directors No.
K-013/SKP/JCC/04 dated 31 March 2004 and
has already a Charter of Internal Audit. In
such Charter is regulated in detail regarding
the duties, responsibility and authority of the
Internal Supervision Unit.
The Internal Supervision Unit is a working
unit conducting the Internal Audit function,
which is an activity of providing assurance
and consultation which is independent and
objective in nature, with the objective to
enhance the value and improve the companys
operational, through systematic approach by
means of evaluation and improve the risk
management affectivity and control the
process of good corporate governance.
The company has appointed Matjari, concurrently also Head of the Companys Internal
Supervision Unit pursuant to the Decision
Letter No. K-006/SKP/JCC/14 dated 11 April
2014. The Companys Head of Internal
Supervision Unit graduated as a B.A (Hons.)
Accountancy and is currently studying for
accountancy magister (S2) at the Indonusa
Esa Unggul University in Jakarta, and has
working experience in the Financial and
Accountancy department in several companies and joined the Company for more than 24
years.

26

Sebagaimana tercantum dalam Piagam Audit Internal, tugas


dan tanggungjawab SPI, antara lain adalah sebagai berikut:
- Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan.
- Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern
dari sistim manajemen risiko sesuai dengan kebijakan
perusahaan.
- Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efektivitas di
bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya
manusia. Pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya.
- Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif
tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen.
- Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan
tersebut kepada Presiden Direktur Perseroan dan Dewan
Komisaris Perseroan.
- Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak
lanjut perbaikan yang telah disarankan.
- Bekerja sama dengan Komite Audit.
- Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit
internal yang dilakukan.
- Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
Dalam tahun buku 2014, SPI telah melaksanakan, antara lain,
hal-hal sebagai berikut:
- Menyusun rencana audit pada bulan Oktober 2013, untuk
pelaksanaan audit tahun 2014.
- Mengevaluasi transaksi-transaksi antar departemen, dan
hubungan antar personal yang terkait dalam satu transaksi.
- Mengevaluari transaksi dan dokumen untuk dibandingkan
dengan Jembo Standart (JS) yang ada di Perseroan.
- Menganalisa transaksi yang ada di Perseroan tentang
efektivitas, effisien dan ekonomis dalam pelaksanaannya.
- Mengevaluasi optimalisasi penggunaan data yang terintegrasi
antar departemen.
- Melakukan pembahasan hasil pemeriksaan bersama dengan
Auditee, sebelum laporan pemeriksaan diterbitkan.
- Memberikan usul saran atas temuan hasil pemeriksaan yang
dilakukan dalam bentuk Laporan Hasil Audit (LHA).
- Menyampaikan LHA kepada Presiden Direktur Perseroan dan
ada tembusan ke Auditee.
- Memonitor tindak lanjut atas usul saran perbaikan yang
disetujui oleh Presiden Direktur Perseroan.
- Melaporkan hasil monitor atas tindak lanjut Auditee kepada
Presiden Direktur Perseroan.
- Melakukan pembahasan bersama dengan Komite Audit satu
bulan sekali, atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
oleh SPI.
- Melakukan pemeriksaan atas Order Pengiriman (Delivery
Order), Account Receivable dan Over Time yang diminta oleh
Board Of Directors (BOD).

As contained in the Internal Audit Charter the


duties and responsibility are among other:
- Formulate and conduct a yearly Internal
Audit plan.
- To test and evaluate the internal control
implementation and the risk management
system according to the Companys policies.
- Conduct inspection and assessment on the
affectivity in the financial field,
accountancy, operational, human resources,
marketing, IT and other activities.
- Provide improvement advice and objective
information regarding the activities
inspected at all levels of the management.
- Compile reports of the audit result and
submit such reports to the Companys
Board of Directors and Board of Commissioners.
- Monitor, analyse and report the implementation of follow-up improvement advice.
- Cooperate with the Audit Committee.
- Compile programs for evaluating the
quality of the Internal Audit activities
conducted.
- Conduct special inspection if needed.

In the book year 2014 the SPI has conducted


among others:
- Compile and audit a plan in October 2013
for the audit implementation in 2014.
- Evaluate the transactions between
departments and relation between
personnels related in one transaction.
- Evaluate transactions and documents to be
compared with the Jembos Standard
existing in the Company.
- Analyse existing transactions in the
Company regarding its affectivity,
efficiency and economy in its implementation.
- Optimization of the use of data utilization
integrated between departments.
- Conduct discussion of the inspection
results together with the Auditee prior to
the issuance of the inspection report.
- Submit an LHA to the Companys President
Director with a cc to the Auditee.
- Follow up monitoring on the proposal of
improvement agreed by the Companys
President Director.
- Report the monitoring result on Auditee
follow-up to the Companys President
Director.
- Conduct mutual discussion with the Audit
Committee once a month on the result of
the inspection conducted by SPI.
- Conduct inspection on the Delivery Orders,
Account Receivables and Over Time
requested by the Board of Directors (BOD)

27

Pengendalian Internal dan Pengawasan Intern


Pembentukan Satuan Pengawasan Internal (SPI) untuk
memenuhi salah satu unsur tata kelola yang baik (Goods
Corporate Governance), agar dapat mengevaluasi pengendalian
internal, sehingga memberi jaminan yang memadai atas
tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional Perseroan,
kehandalan laporan keuangan, pengamanan terhadap asset
Perseroan, kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan dan kebijakan Perseroan.
Guna menguatkan peran dan tanggungjawab SPI, Piagam
Satuan Pengawasan Internal (Internal Audit Charter) telah
mendeskripsikannya secara jelas visi, misi, struktur, status,
tugas tanggungjawab dan wewenang SPI, persyaratan auditor
dan persetujuan Direktur Utama di dalamnya termasuk Komite
Audit atas isi Piagam SPI.
SPI mempunyai aktivitas yang sangat strategis dalam rangka
menformulasikan kontribusi peran SPI terhadap
penyelenggaraan bisnis Perseroan, sebagai pemberi jaminan
dan layanan konsultasi internal. Aktivitas SPI diselenggarakan
secara sistematis dari mulai persiapan, pelaksanaan dan
monitoring tindak lanjut.
Peningkatan peran serta SPI sejalan dengan peningkatan
kualitas jaminan atas operasional Perseroan melalui audit
maupun non audit. Audit dilakukan untuk memastikan bahwa
risiko-risiko bisnis yang mungkin terjadi dapat segera diatasi
melalui pengendalian internal yang efektif.

Manajemen Risiko
Dewan Direksi memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk
menetapkan dan mengawasi kerangka manajemen risiko.
Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertanggung
jawab untuk mengembangkan dan memantau kebijakan
manajemen risiko Perseroan. Sedangkan fungsi internal audit
memiliki tanggung jawab untuk memantau kepatuhan terhadap
kebijakan dan prosedur manajemen risiko, dan untuk menelaah
kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait dengan
risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan dengan memberikan
laporannya kepada Direksi.
Tujuan keseluruhan dari manajemen risiko adalah untuk
mengindentifikasi dan menganalisa risiko-risiko yang dihadapi
Perseroan, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang
sesuai, serta untuk mengawasi risiko dan kepatuhan terhadap
batasan yang telah ditetapkan, namun tidak terlalu
mempengaruhi daya saing Perseroan dan fleksibilitas.

Internal Control and Internal


Supervision
The assignment of an Internal Supervision
Unit (SPI) is to meet one of the elements for
a Good Corporate Governance, to be able to
evaluate internal control, providing a
reasonable guarantee on attaining the
efficiency and effectivity of the Companys
operational, dependency of the financial
report, security on the Companys assets,
compliance to regulation and the Companys
policies.
To strengthen the role and responsibility of
SPI, the Internal Audit Charter has openly
described the vision, mission, structure,
status, responsibility and authority of the
SPI, requirements of the auditor and
approval from the President Director
including the Audit Committee on the SPI
Charter.
The SPI has very strategic activity in the
framework of formulating the contribution of
SPI role in the Companys business operation, to provide guarantee and internal
consultation services. The SPI activities are
conducted systematically from preparation,
implementation and monitoring the
follow-up.
Enhancing the SPI role in line with the
guarantee of improving the quality on the
Companys operation through audit and
non-audit. Audit is conducted to ensure that
the business risks which may arise can be
immediately overcome through an effective
internal control.

Risk Management
The Board of Directors has the overall
responsibility to stipulate and supervise the
risk management framework. The Board of
Directors has stipulated responsible
financial functions to develop and monitor
the Companys risk management policy.
While the internal audit function has the
responsibility to monitor compliance to the
policies and procedure of risk management,
and to review the adequacy of risk management related to the risk face by the Company
by submitting reports to the Board of
Directors.
The overall objective of the risk management
is to identify and analyse risk faced by the
Company, stipulate risk limit and suitable
control and to supervise the risk and
compliance on limitation stipulated but not
influencing the Companys competition
capacity and flexibility.

28

1. Jenis Risiko dan Pengelolaannya.

1. Risks Types and Its Management.

Perseroan menghadapi risiko dari instrument keuangan antara


lain:

The Company face risk from financial


instruments among others:

a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko terjadinya kerugian keuangan
yang disebabkan nasabah atau counterparty gagal
memenuhi liabilitasnya.

a. Credit Risk
The credit risk is a risk affecting financial
lost due to clients or counterparties
failure to meet their liabilities.

Risiko kredit yang dihadapi oleh Perseroan berasal dari kredit


yang diberikan kepada pelanggan. Untuk mengurangi risiko
ini, kebijakan untuk melakukan penjualan hanya kepada
pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti mempunyai
sejarah kredit yang baik. Perseroan akan melakukan analisa
pemberian kredit kepada semua calon pelanggan.
b. Risiko Pasar
Perseroan menyadari adanya risiko yang terjadi akibat
fluktuasi mata uang rupiah terhadap nilai tukar mata uang
asing, sehingga Perseroan melakukan kontrak lindung nilai
dengan tujuan melakukan aktivitas lindung nilai atas
fluktuasi mata uang asing.
Untuk risiko nilai tukar mata uang asing, dimana sebagian
besar hasil penjualan produk Perseroan diperoleh dengan
mata uang rupiah sedangkan seluruh pembelian bahan baku
dilakukan dengan mata uang asing, sehingga terjadi ketidak
seimbangan antara mata uang rupiah yang ada dari hasil
penjualan produk dengan kewajiban pembayaran pembelian
bahan baku dengan mata uang asing. Untuk mengurangi
ketidak seimbangan tersebut maka Perseroan melakukan
transaksi berjangka pembelian mata uang asing dengan
mata uang rupiah pada saat tanggal jatuh tempo.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perseroan dan entitas
anaknya tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran pada
saat jatuh tempo. Untuk mengurangi risiko ini, Perseroan
dan entitas anaknya telah memantau terus menerus
kebutuhan likuiditas saat ini maupun untuk masa yang akan
datang dan memastikan kecukupan dana likuiditas.
d. Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan
oleh kurang memadainya atau kegagalan dari proses
internal, faktor manusia dan sistem atau dari
kejadian-kejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua
proses bisnis, kegiatan operasional, sistem dan produk
Perseroan. Risiko operasional terjadi antara lain mesin
berhenti proses produksi karena putus pasokan listrik. Untuk

The credit risk face by the Company


originates from credit provided to the
customer. To mitigate this risk, the policy
to conduct sale only to trustworthy
customer and proven to have a good credit
history. The Company shall conduct
analyse of providing credit to all candidate
customers.
b. Market Risk
The Company is aware of risk which may
arise due to the fluctuation of the Rupiah
currency against the exchange rate of
foreign currencies, so therefore the
Company conduct value hedging
contracts with the objective to conduct
value hedging activities of such
fluctuation of foreign currencies.
The risk of foreign exchange rate of
foreign currencies where the greatest part
of the Companys product sales are
obtained in Rupiah currency while all raw
material purchase is conducted in foreign
currencies, creating an imbalance
between the existing Rupiah currency
from products sales result with the
obligation of payment for raw material
purchase with foreign currencies. To
mitigate this inequality the Company
conduct term transaction of purchasing
foreign currencies by Rupiah currency at
the time of maturity.
c. Liquidity Risk
Liquidity risk is the risk where the
Company and its subsidiary entity cannot
meet the obligation of payment at the
time of maturity. To mitigate this risk, the
Company and its subsidiary continuously
monitor the need for present and future
liquidity and ensure the adequacy of
liquidity funds.
d. Operational Risk
Operational risk is the risk due to
inadequacy or of a failure from the
internal process, human and system
factor or from external events. This risk is
inherent in all the business process,
operational activities and the Companys
system and products. Operational risk
among others by the halt in the
production process due to termination of
power supply. To mitigate this risk the

29

mengurangi risiko ini Perseroan menyediakan generator


sebagai penganti pasokan listrik. Demikian pula mesin
berhenti karena kekurangan bahan baku, Perseroan
membentuk stok penyangga bahan baku. Jika mesin berhenti
karena kerusakan mesin, Perseroan selalu melakukan
pemeliharaan secara rutin. Apa bila mesin berhenti
beroperasi karena pemogokan karyawan, Perseroan telah
menjalin hubungan industrial yang baik dengan serikat
buruh.

Company provide generators to replace


power supply. The machine may also stop
due to inadequacy of raw material, the
Company has stockpiled raw material. To
prevent stoppage due to machinery failure
the Company always conduct routine
maintenance. In the event that machines
stop due to man power strike the
Company has formed good industrial
relation with the labour union.

2. Review atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko


Penerapan Manajemen Risiko yang telah berjalan dan upaya
untuk lebih mengefektifkan kinerja masih terus ditingkatkan,
diantaranya: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya
manajemen risiko ke semua level organisasi Perseroan. Terus
mendorong dukungan yang penuh dari seluruh anggota
Manajemen, dan mengadakan training eksternal untuk unit
kerja manajemen risiko.
Pengembangan dan pelaksanaan manajemen risiko Perseroan
perlu dipantau untuk menjamin terciptanya optimalisasi
manajemen risiko. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjamin
bahwa implementasi manajemen risiko tetap sejalan dengan
kebijakan Perseroan. Diharapkan pemantauan dan telaah ulang
akan menjamin efektifitas dan efisiensi pelaksanaan
manajemen risiko agar berjalan optimal.
Perseroan meyakini bahwa dengan memperkuat kultur dan
membangun kemampuan manajamen risiko, Perseroan akan
lebih efektif dalam memonitor dan menghadapi semua risiko
yang terkait dengan aspek operasional.

Perkara Penting
Pada tahun 2014, Perseroan menghadapi perkara penting,
antara lain:
1. Standard Chartered Bank.
Kasus bermula dari Standard Chartered Bank (SCB) yang telah
memperkenalkan transaksi derivatif kepada Direktur
Pemasaran. Tidak ada persetujuan untuk transaksi yang
diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan atau
Komisaris. SCB mengklaim bahwa transaksi tersebut dilakukan
di London Metal Exchange sesuai dengan Swaps dan Derivatif
International Association (ISDA), sehingga SCB menggugat
Perseroan sebesar US$ 14.355.578.
Perseroan menolak untuk mengakui/ menerima klaim/
kewajiban dan menunjuk pengacara untuk menuntut bahwa
transaksi itu tidak adil dan bertentangan dengan hukum di

2. Review on the Risk Management System


Effectivity
The implementation of risk management
which is already running to make its
performance effective is continuously
efforted, among others to raise the awareness on the importance of risk management
to all level of the Companys organization
continuously provide full support from all
management members and conduct external
training for the risk management unit.
The development and implementation office
of the Company risk management must be
monitored to ensure the creation of risk
management optimization. These activities
also has the objective to ensure that the risk
management implementation is consistent
with the Companys policy. Its hoped that
monitoring and review can guarantee the
effectivity and efficiency of the risk management implementation to run optimal.
The Company is conscious that to strengthen
the culture and develop the capability of risk
management, the Company must be more
effective in monitoring and facing all risk
related to operational aspects.

Important Events
In 2014 the Company face important events
among other:
1. Standard Chartered Bank
The case started from Standard Chartered
Bank (SCB) which has introduce derivative
transaction to the Marketing Director. There
was no approval transaction given by the
GMS and or Board of Commissioners. SCB
claim that such transaction is conducted in
the London Metal Exchange according to
Swaps and International Derivative Association (ISDA) so therefore SCB has claimed the
Company for US$ 14,355,578.
The Company has refused to acknowledge/
accept such claim/obligation and has
appointed a lawyer to claim that such
transaction is not fair and contrary to the law

30

Indonesia (Pasal 1 angka 2 Peraturan Bank Indonesia No.


7/31/PBI/2005 tanggal 13 September 2005) dan juga anggaran
dasar Perseroan.
Tanggal 28 Januari 2011, SCB telah berinisiatif mendaftarkan
kasus ini di Singapore International Arbitration Centre (SIAC),
dan Perseroan dengan surat tertanggal 28 Februari 2011 yang
disampaikan kepada SIAC menegaskan bahwa Yuridiksi dan
hukum yang cocok dan sesuai dengan penentuan masalah
hukum adalah hukum Indonesia.
Dan berdasarkan Putusan SIAC No. 87/2012 tanggal 28
September 2012 ditetapkan bahwa PT Jembo Cable Company
Tbk. diwajibkan melakukan pembayaran kepada SCB sebesar
US$16.067.407. Tanggal 5 Oktober 2012 Perseroan melalui
surat kembali menegaskan bahwa Yuridiksi dan hukum yang
cocok sesuai dengan penentuan masalah hukum adalah hukum
Indonesia.
Tanggal 28 Juni 2013, SCB melalui kuasa hukumnya
mengajukan permohonan kepda Ketua Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat untuk menyatakan bahwa putusan SIAC No. 005
tahun dapat dilaksanakan di Negara Kesatuan Republik
Indonesia (Eksekutor). Dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
telah pula menerbitkan Penetapannya No. 28/2014. Eks
tanggal 2 April 2014. Atas permohonan SCB dan Penetapan
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut, PT Monas
Permata Persada, salah satu pemegang saham PT Jembo Cable
Company Tbk., mengajukan gugatan perdata di Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat tanggal 3 Juni 2014 melawan SCB dan PT
Jembo Cable Company Tbk. sebagai tergugat.
Saat ini Perseroan sedang melakukan upaya untuk
menyelesaikan masalah tersebut tetapi belum ada kepastian
penyelesaiannya dan sehubungan dengan kondisi tersebut,
manajemen Perseroan belum dapat memperkirakan hasil dan
jumlah kerugiannya.

in Indonesia (Article 1 letter 2 of the Bank


Indonesia Regulation No. 7/31/PBI/2005
dated 13 September 2005) and also the
Companys Articles of Association.
On 28 January 2011 SCB took the initiative
to register this case in the Singapore
International Arbitration Centre (SIAC), and
the Company with its letter dated 28
February 2011 submitted to SIAC confirm
that the appropriate Jurisdiction and law in
accordance to the stipulation of legal
matters in the Indonesian law.
An award of SIAC No.87/2012 dated 28
September 2012 has stipulated that PT
Jembo Cable Company Tbk must conduct a
payment to SCB amounting to US$
16,067,407. On 5 October 2012 the Company
through its letter restated whereas the
appropriate jurisdiction and law according to
legal matters is the Indonesian law.
On 28 June 2013, SCB through its attorney at
law submitted an application to the Head of
Central Jakarta District Court to state that
the award of SIAC No. 005 can be implemented in the Republic Indonesia (Executor)
and the Central Jakarta District Court has
issued a decision No. 28/2014 Eks dated 2
April 2014. On the request of SCB and the
decision of the Central Jakarta District
Court, PT Monaspermata Persada, one of the
shareholders of PT Jembo Cable Company
Tbk., filed a civil claim with the Central
Jakarta District Court on 3 June 2014 versus
SCB and PT Jembo Cable Company Tbk as
plaintiff.

2. Gugatan Perdata PT Monaspermata Persada


PT Monaspermata Persada yang merupakan salah satu pemilik
Perseroan melakukan gugatan terhadap tergugat yaitu Standar
Chartered Bank dan PT Jembo Cable Company Tbk. di
Pengadilan Negeri Tangerang untuk membatalkan perjanjian
ISDA 2002 Master Agreement karena bertentangan dengan
Hukum yang berlaku di Indonesia (salah satunya melanggar
peraturan Bank Indonesia) serta menuntut SCB untuk
mengembalikan pembayaran yang telah diterima serta
membayar sejumlah uang tertentu sebagai ganti rugi.
Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 14
November 2012 telah diputuskan antara lain mengabulkan
gugatan Penggugat untuk sebagian, menyatakan PT Jembo
Cable Company Tbk. melakukan perbuatan melawan hukum,
memerintahkan tergugat PT Jembo Cable Company Tbk. untuk
menghentikan segala transaksi derivatif yang didasarkan pada

Currently the Company is still conducting all


effort to settle this issue but there is still no
certainty of its completion and due to such
condition the Company management cannot
yet provide an estimate of the result and
number of lost.
2. Civil Claim of PT Monaspermata Persada
PT Monaspermata Persada one of the
Companys owner through its lawsuit on the
plaintiff Standard Chartered Bank and PT
Jembo Cable Company Tbk in the Tangerang
District Court to cancel the ISDA 2002
Master Agreement as it is contrary to
prevailing laws in Indonesia (one of it breach
the regulation of Bank Indonesia) and claim
SCB to return all payments received (one of
them is violating the regulation of Bank
Indonesia) and claim SCB to return the
payment received and pay a certain sum as
compensation. Pursuant to the decision of
the Tangerang District Court dated 14
November 2012 it was decided among others

31

perjanjian ISDA 2002 Master Agreement dan schedule to the


2002 Master Agreement beserta turunannya. Dan menghukum
tergugat I untuk membayar ganti rugi berupa deviden tahun
buku 2008, 2009, 2010 sebesar USD 1.138.850,47 dengan
bunga 12% per tahun sejak tahun buku 2008 sampai
dilaksanakannya putusan ini serta menghukum PT Jembo Cable
Company Tbk. untuk membayar ongkos perkara sebesar
Rp291.000. Atas keputusan tersebut, Perseroan mengajukan
permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Banten, dimana
tanggal 17 September 2013 permohonan banding tersebut
diterima dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri
Tangerang tanggal 14 November 2012. Kemudian pada tanggal
21 Oktober 2013, Perseroan telah mengajukan kasasi ke
Mahkamah Agung Republik Indonesia dan hingga saat ini
belum ada keputusan dan sehubungan dengan kondisi
tersebut, manajemen Perseroan belum dapat memperkirakan
hasil dan jumlah kerugiannya.

to approve the claim of payment for a part,


pronounce PT Jembo Cable Company Tbk to
conduct an act of breaching the law ordered
the plaintiff Pt Jembo Cable Company Tbk to
stop all derivative transaction based on the
ISDA 2002 Master Agreement and schedule
to the 2002 Master Agreement and its
derivative. And sentence plaintiff 1 to pay
compensation in the form of the dividend for
the book year 2008, 2009, 2010 of USD
1.138.850.47 and an interest of 12%
annually as of the 2008 book year until the
implementation of this decision and
sentenced PT Jembo Cable Company to pay
the lawsuit amounting to Rp291.000. On
such decision the Company has submitted
an appeal to the High Court in Banten,
where on 17 September 2013 the application
for an appeal was accepted and annulled the
decision of the Tangerang district court of 14
November 2012 and later on 21 October
2013 the Company forward a cassation to
the Republic Indonesia Supreme Court and
until present there is still no decision and
therefore under such condition the
Companys management cannot yet estimate
the outcome and amount of loss.

32

Laporan Komite Audit


Audit Committee Report

Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dan


bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris dalam rangka
membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris.
Komite Audit Perseroan pertama kali dibentuk pada tahun
2001.
Perseroan telah memiliki Piagam Komite Audit yang menjadi
landasan kerja Komite Audit. Dalam Piagam tersebut juga telah
diatur secara lebih rinci mengenai tugas dan tanggungjawab
maupun wewenang dan kode etik yang harus dipatuhi oleh
Komite Audit, serta tanggungjawab mengenai pelaporannya.
Struktur dan keanggotaan Komite Audit adalah sebagai berikut :
1. Drs. IGM Putera Astaman adalah Presiden Komisaris,
Komisaris Independen perseroan dan sekaligus bertindak
sebagai Ketua Komite Audit, purnawirawan anggota
Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat terakhir
Mayor Jendral Polisi.
2. Drs. Helmy Darwin Siregar, anggota Komite Audit
Independen perseroan, lulusan Fakultas Ekonomi Unversitas
Indonesia jurusan Akuntansi, mempunyai pengalaman kerja
sebagai Auditor Independen di Kantor Akuntan Publik
selama lebih dari 20 tahun dengan jabatan terakhir Senior
Manajer Divisi Audit di Kantor Akuntan Publik Hans,
Tuanakotta dan Mustofa (member of Deloitte Touch
Tohmatsu). Pertama kali ditunjuk sebagai anggota Komite
Audit berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris
perseroan no. 001/SKP/DK/JCC/12 tanggal 2 Januari 2012
untuk masa jabatan 3 tahun.
3. Drs. Ali Masykur, anggota Komite Audit Independen
perseroan, lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE-YKPN)
Yogyakarta jurusan Akuntansi, mempunyai pengalaman
kerja di bidang Keuangan, Akuntansi dan terakhir sebagai
Internal Auditor dengan jabatan Ketua. Pertama kali
ditunjuk sebagai anggota Komite Audit berdasarkan surat
keputusan Dewan Komisaris perseroan no.
001/SKP/DK/JCC/12 tanggal 2 Januari 2012 untuk masa
jabatan 3 tahun.
Sebagaimana tercantum dalam Piagam Komite Audit
Perseroan, Komite Audit mengadakan rapat
sekurang-kurangnya sama dengan minimal rapat Dewan
komisaris yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar perseroan.
Untuk tahun 2014, Komite Audit telah melakukan rapat,

The Audit Committee is a committee assigned


by and responsible to the Board of
Commissioners in the framework of assisting
the duties and functions of the Board of
Commissioners. The Company Audit
Committee was assigned for the first time in
2001.
The Company already hold an Audit
Committee Charter which is the working base
for the Audit Company. In such Charter is
detailed the duties and responsibility and
also authority and codes of ethics which must
be adhered to by the Audit Committee and
responsibility regarding its reporting.
The structure and members of the Audit
Committee are as follows:
1. Drs. IGM Putera Astaman as the company
President Commissioner, Independent
Commissioner and also concurrently
Chairman of the Audit Committee, a
retiree of the Republic Indonesia Police
Force with the latest rank of Police Mayor
General.
2. Drs. Helmy Darwin Siregar, a independent
member of the Audit Committee, a
graduate of the Economic Faculty
University of Indonesia majoring in
Accounting, has a working experience as
Independent Auditor at the Public
Accountant Office for more than 20 years
with the latest position of Senior Manager
Audit Division in the Public Accountant
Office Hans, Tuanakotta and Mustofa
(member of Deloitte Touch Tohmatsu). First
time appointment based on the decision
letter of the Companys Board of
Commissioners no. 001/SKP/DK/JCC/12
dated 2 January 2012 for a three years
term.
3. Drs. Ali Masykur, Independent Audit
Committee member graduate from the
Economic High School in Yogyakarta
majoring Accountancy, has working
experience in Financial field, Accountancy
and lastly as Internal Auditor with the
position of Chairman. For the first time
appointed as Member of the Audit
Committee pursuant to a decision letter of
the Companys Board of Commissioners
no. 001/SKP/DK/JCC/12 dated 2 January
2012 for a term of three years.
As contained in the Companys Audit
Committee Charter, the Audit Committee
holds meetings at least equal to the minimal
meeting of the Board of Commissioners
stipulated in the companys Articles of
Association. For the year of 2014, the Audit
Committee has conducted several meetings,

33

termasuk rapat gabungan dengan Dewan Komisaris dan Direksi


perseroan sebanyak 17 kali dengan tingkat kehadiran sebanyak
88%.
Untuk tahun buku 2014, Komite Audit telah melaksanakan
antara lain hal-hal sebagai berikut :
Melakukan penelaahan atas laporan keuangan triwulanan
dan laporan keuangan tahun 2014.
Melakukan penelaahan dan analisis atas laporan kinerja
triwulanan dan laporan kinerja selama tahun 2014 berkaitan
dengan pencapaian target yang telah ditetapkan.
Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal
dan peraturan perundang-undangan lainnya yang
berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan.
Melakukan penelaahan atas aktifitas pelaksanaan
manajemen risiko.
Melakukan penelaahan atas hasil pemeriksaan yang
dilakukan oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI).
Melakukan penelaahan atas Draft Laporan hasil audit tahun
buku 2014 yang dilakukan oleh auditor eksternal.
Membuat laporan hasil penelaahan dan analisis program
kerja untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris.
Melakukan pembahasan dengan manajemen mengenai hasil
penelaahan dan analisisnya sebagai masukan bagi
manajemen dalam mengelola perusahaan.
Dalam proses penelaahannya, Komite Audit telah melakukan
beberapa aktifitas, antara lain sebagai berikut :
Melakukan rapat kerja bulanan dengan SPI untuk membahas
program kerja, laporan hasil audit rutin dan laporan
pemeriksaan khusus dan pelaksanaan tindak lanjut dari hasil
temuannya.
Melakukan pertemuan internal Komite Audit bulanan untuk
membahas laporan Komite Audit yang akan disampaikan
kepada Dewan Komisaris Perseroan yang antara lain berisi
hasil penelaahan atas informasi keuangan dan permasalahan
lain yang membutuhkan perhatian manajemen.
Melakukan pertemuan baik formal maupun informal dengan
Corporate Legal dan Sekretaris Perusahaan dan
bagian-bagian lain untuk memastikan kepatuhan perseroan
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di
pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya
sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan,
antara lain peraturan perundang-undangan di bidang
ketenaga kerjaan dan program Corporate Sosial Reponsibility
(CSR).
Menyampaikan hasil penelaahan atas informasi keuangan
Perseroan kepada Dewan Komisaris dan Direksi setiap 3
bulan.
Melakukan pembahasan laporan hasil penelaahan bersama
Dewan Komisaris dan Direksi perseroan setiap 3 bulan.

including join meetings with the Company


Board of Commissioners and Board of
Directors 17 times with an attendance rate of
88%.
For the book year 2014 the Audit Committee
has conducted among others:
Conduct research on the quarterly financial
statement and annual financial statement
for 2014.
Conduct a review and analysis on the
quarterly performance report during 2014
related to the achievement of stipulated
targets.
Conduct assessment on the compliance of
the Company to prevailing laws and
regulation in the capital market and other
prevailing laws and regulation related to
the business of the Company.
Conduct a review on the implementation
activities of risk management.
Conduct review on the result of the audit
conducted by the Internal Supervision Unit
(SPI).
Conduct review on the Draft report of the
book year 2014 audit conducted by an
external auditor.
Compile a report of the review result and
analysis of work program to be submitted to
the Board of Commissioners.
Conduct discussion with the management
regarding the result of the review and
analysis input for the management in
managing the company.
In the proses of its review the Audit
Committee conducted several activities
among other:
Conduct monthly work meeting with SPI to
discuss the work program, routine audit
result and report regarding the special
research and implementation of further
follow-up of its findings.
Conduct monthly internal meetings of the
Audit Committee to discuss the Audit
Committees report to be submitted to the
Companys Board of Commissioners which
among others contain a review on financial
information and other issues which need
the attention of the management.
Conduct formal and informal meetings with
the Corporate Legal and Corporate
Secretary and other departments to ensure
the compliance of the company to prevailing
laws and regulations in the capital market
and other regulation related to the
implementation of the companys business
activities, among other laws and regulation
in the field of manpower and the Corporate
Social Responsibility Program (CSR).
Submit the result of the review on the
companys financial information to the Board
of Commissioners and Board of Directors
every three months.
Conduct discussion on the result of the
review report together with the companys
Board of Commissioners and Board of
Directors every three months.

34

Melakukan pertemuan dengan auditor eksternal Kantor


Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan (member of
BDO Internatiional Limited) yang mengaudit laporan
keuangan untuk tahun buku 2014, baik formal maupun
informal, untuk memastikan kompetensi dan independensi
Auditor eksternal dan memastikan bahwa seluruh temuan
audit telah diselesaikan secara memuaskan.
Berdasarkan hasil penelaahan atas laporan keuangan dan
informasi lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan
usaha Perseroan untuk tahun buku 2014, sepanjang
pengetahuan terbaik yang dimiliki, Komite Audit berpendapat
bahwa :
Tidak terdapat hal-hal yang menyebabkan Komite Audit yakin
bahwa laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2014
tidak disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
yang berlaku umum di Indonesia.
Tidak terdapat hal-hal yang menyebabkan Komite Audit yakin
bahwa kegiatan usaha Perseroan tidak dilakukan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar
modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang
berhubungan dengan kegiatan usaha perseroan dalam tahun
2014.
Untuk meningkatkan kinerja Perseroan dalam mencapai tata
kelola perusahaan yang baik (GCG) beberapa hal yang berikut
ini perlu mendapat perhatian Manajemen.
Meningkatkan ketertiban dalam pencatatan seluruh proses
kegiatan Perseroan terutama pada kegiatan produksi dan
penjualan.
Meningkatkan kinerja Perseroan terutama di bidang
penjualan sehingga target penjualan yang telah ditetapkan
selama tahun berjalan dapat tercapai.
Meningkatkan terwujudnya pengendalian intern yang efektif
di Perseroan mulai dari system dan prosedur, termasuk fungsi
pengawasan melekat (Build in Control), mekanisme
pengawasan dalam setiap proses pelaksanaan kegiatan
Perseroan dan pengambilan keputusan.
Menyesuaikan petunjuk pelaksanaan kegiatan Perseroan
sesuai kondisi terkini.
Meningkatkan pelaksanaan Manajemen Risiko.
Memelihara semangat kerja seluruh karyawan dengan
berbagai kiat motivasi dengan motto Jembo Luar Biasa.
Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan
perangkat lunaknya terkait dengan penggunaan sistem
teknologi informasi, agar dapat memberikan informasi secara
cepat, tepat dan akurat bagi Manajemen dalam mengelola
Perseroan.
Tangerang, Maret 2015
Komite Audit Audit Committee

Drs. I.G.M. Putera Astaman


Ketua Chairman

Conduct meetings with the external


Accountant Public Tanubrata Sutanto Fahmi
and Associate (member of BDO International
Limited) which audit the financial statement
of the book year 2014, either formal or
informal, to ensure the external Auditor
competence and independency and ensure
all audit findings has been well settled.
Based on the review result of the financial
statement and other information related to the
implementation of the Company business
activities for the book year 2014, so far as to
our knowledge the Audit Committee is of the
opinion whereas:
There are no matters which cause the Audit
Committee to be sure that the Companys
financial report for the book year 2014 is not
presented according to Financial Accounting
Standard generally prevailing in Indonesia.
There are no matters which cause the Audit
Committee to be sure that the Companys
business activities is not conducted
compliant to the prevailing laws and
regulations in the capital market and other
regulations related to the companys
business activities in the year 2014.
To improve the Companys performance in
achieving good corporate governance (GCG)
the following matters need the attention of
the management:
To improve discipline in recording all the
Companys activities process especially in
the field of production and sales.
Improve the Companys performance
especially in the field of marketing so that
sales target stipulated during the current
year may be achieved.
Improve the realization of an effective
internal control in the Company starting
from the system and procedure including the
Build in Control mechanism of supervision in
the process of implementing the Companys
activities and policy in taking resolutions.
Comply the Company activities
implementation direction according to the
latest condition.
Improve the implementation of Risk
Management.
Maintain the work spirit of all employees by
various motivation means and the motto
Extraordinary Jembo.
Improve the capability of the human
resources and its software related to
application of information technology
system to be able to provide rapid
information timely and accurate for the
Management in managing the Company.

35

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility

Hubungan yang harmonis antara Perseroan dengan lingkungan


sekitar, merupakan hal penting bagi Perseroan dan hal ini dapat
diperoleh dengan melaksanakan tanggung jawab sosial
perusahaan secara baik. Untuk itu Perseroan terus berusaha
memperhatikan dan melaksanakan tanggung jawab ini secara
maksimal.
Dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan, sejak tahun
2007 Perseroan telah menerapkan Sistem Manjemen Lingkungan
dengan standard ISO 14001:2004 (Sertifikat No.: 2012-0557) dan
selalu mendapat audit dari Badan Sertifikasi sekali setiap
setahun. Dan dalam realisasinya beberapa hal yang dilakukan
antara lain: Melakukan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan, diantaranya dengan melakukan pengukuran secara
berkala terhadap kualitas udara ambien dan udara lingkungan
kerja, suhu dan kelembaban, pencahayaan, kebisingan, kebauan,
kualitas air minum, dan air bersih, pengukuran air limbah, dan
menyediakan tempat penampungan sampah. Dalam rangka
menghemat penggunaan energi listrik konservatif, Perseroan
memanfaatkan energi surya yang dihasilkan oleh beberapa Panel
Surya dengan daya yang dihasilkan sebesar 250 kW, dimana daya
tersebut digunakan untuk kebutuhan plant produksi kabel Serat
Optik. Selain itu guna mendukung penghematan serta efisiensi,
Perseroan juga menggunakan lampu penerangan hemat energi.
Penerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) yang berbasis pada OHSAS 18001:2007 (Serifikat
No.: OHS 2012-0429) telah dilakukan oleh Perseroan sejak tahun
2009 dan juga selalu mendapat audit dari Badan Sertifikasi
setiap setahun sekali. Selama tahun 2014, selain melakukan
pelatihan-pelatihan di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja,
untuk kesehatan kerja Perseroan melaksanakan beberapa hal
antara lain: Pemeriksaan Kesehatan Karyawan (Medical Check
Up) setiap sekali setahun, memberikan edukasi kesehatan secara
berkala dan menyelenggarakan Donor Darah setiap tiga bulan
sekali, kemudian guna memudahkan dalam pelayanan kesehatan
karyawan, selain menyediakan Poliklinik di lingkungan Pabrik,
Perseroan juga bekerjasama dengan pihak asuransi kesehatan
swasta, sedangkan untuk Keselamatan Kerja, Perseroan secara
terus-menerus melakukan pemantauan dan mengukuran
terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja,
kemudian melengkapi dan memperbaharui sarana prasarana
kerja, peralatan produksi, dan menyediakan Alat Pelindung Diri
(APD) bagi seluruh pekerja.
Penggunaan tenaga kerja lokal atau masyarakat sekitar tempat
Perseroan berada merupakan hal yang penting bagi Perseroan
dan hal ini telah lama dilakukan oleh Perseroan, karena

The harmonious relationship between the


Company and its environment is an important
matter for the Company and this could be
obtained by conducting good corporate social
responsibility. The Company continuously
efforts to pay attention and implement this
responsibility maximally.
In the framework of supporting the
environment conservation, since 2007 the
Company has applied an Environment
Management System with the ISO
14001:2004 standard (Certificate Number:
2012-0557) and is constantly audited by the
Certification Agency once every year. And in
its realization several matters conducted are
among others: Conduct management and
supervision of its environment, by conducting
periodical measurement on the ambient air
quality and its work environment air,
temperature and humidity, lighting, noise,
smell, potable water quality, and clean water,
measurement of waste, and provide waste
disposals. In the framework of saving the use
of conservative electrical energy, the
Company utilizes the solar energy produced
by several Solar Panels with an existing power
of 250 kW. Which is used for the need of plant
production of Optical Fiber cable. Besides
also supporting saving and efficiency. The
Company also use lighting which is energy
saving.
The application of Occupational Safety and
Health Management System (SMK3) based on
the OHSAS 18001:2007 (Certificate Number:
OHS 2012-0429) is conducted by the
Company since 2009 and is constantly
annually audited by the Certification Agency.
During 2014, besides conducting training in
the field of Health and Occupational Safety,
for occupational health the Company several
times conducted: Medical Check Up on Its
Employees annually, provide health education
periodically and conduct Blood Donor activity
every three months, and to facilitate health
service for its employees, besides providing a
polyclinic in the Companys environment, the
Company also cooperate with private health
insurance, while for the Occupational Safety,
the Company continuously conduct
monitoring and measurement on matters
related to occupational safety, and completed
and renewed work means and infrastructure,
production tools, and provide Personal Safety
Tools (APD) for all its workers.
The use of local workers or the community in
the vicinity of the Company is important for

36

penggunaan tenaga lokal merupakan bagian dari pemberdayaan


terhadap masyarakat di sekitarnya yang sekaligus dapat
meningkatkan tarap hidup dari masyarakat tersebut.
Pada tahun 2014, Perseroan telah melakukan beberapa aksi
sosial, diantaranya: Penghijauan, Santunan bagi Anak Yatim dan
Dhuafa dan juga Hewan Qurban yang seluruhnya diperuntukan
bagi masyarakat sekitar. Kemudian Donor darah yang rutin
dilaksanakan setiap 4 bulan. Memberikan kesempatan kepada
pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan
tinggi untuk melakukan Praktek Kerja Industri serta kunjungan
Industri ke Pabrik Jembo Cable sebagai wujud turut sertanya
Perseroan dalam mencerdaskan anak bangsa. Penyediaan tangki
penampungan air bersih dengan kapasitas 8.500 liter kepada
warga Kp. Tanjung Kait RT 006/RW 002., Desa Tanjung Anom,
Kecamatan Mauk Kab, Tangerang, sebagai wujud kepedulian
Perseroan dalam meringankan beban biaya rumah tangga
khususnya untuk kebutuhan pokok hidup yaitu air bersih di
lingkungan masyarakat (pesisir pantai) penerima bantuan.
Seluruh produk yang dihasilkan oleh Perseroan memiliki
sertifikat tes sesuai standar yang ditetapkan dan dijamin
kualitasnya sehingga aman bagi konsumen pengguna. Perseroan
terbuka bagi masukan dan saran dari para konsumen dan juga
memberikan pelayanan purna jual seperti teknik penanganan
produk serta solusi-solusi bagi penyelesaian masalah yang
mungkin terjadi di lapangan.

the Company and has been conducted for a


long time by the Company, as the use of local
manpower is part of the empowerment of the
community in the vicinity which at the same
time is able to improve the living standard of
such community.
In 2014, the Company has conducted several
social actions among them: Going Green,
Compensation for Orphans and Those in Need
and also Animal Offerings which are wholly
dedicated to the community in the vicinity of
the Company. Also blood donating routinely
held every four months. Provide opportunities
to students from various schools and
universities to conduct Industrial Work
Practice and industrial visit to the Jembo
Cable Plant as a token of the Companys
participation to educate the people. Providing
a clean water reservoir with a capacity of
8.500 litres to the community in Kp. Tanjung
Kait RT 006/RW 002., the Tanjung Anom
Village, in the District Mauk Tangerang
Regency, as the token of the companys social
responsibility in mitigating the burden of
household cost especially for the need of
clean water in the environment of the
community (coastal) receiving assistance.
All products manufactured by the Company
have test certificates according to the
standard stipulated and its quality
guaranteed to be safe for the use of
consumers. The Company is open for input
and suggestions from the consumers and also
provide post sale service as handling products
and solutions to solve problems which may
arise on site.

37

Analisis dan Pembahasan Manajemen


Management Analysis and Review

1. Tinjauan Operasional

1. Operational Review

Akibat melemahnya pertumbuhan investasi dan eksport,


pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 diperkirakan
mencapai 5,1 persen lebih rendah dari yang diperkirakan
sebelumnya 5,2 persen.

Due to the weakening of the investment and


export growth, the Indonesian economic
growth in 2014 is estimated to reach 5.1
percent lower than what is forecasted
previously at 5.2 percent.

Banyak tantangan yang dihadapi selama tahun 2014, misalnya


sampai akhir triwulan ke 3 penyerapan belanja modal
pemerintah (Capital Expenditure) hanya 38 persen dari
persiapan pendanaan tahun 2014, jauh di bawah angka pada
tahun 2012 dan tahun 2013 untuk priode yang sama.

There are many challenges faced during


2014, for example until the end of the third
quarter absorption of Capital Expenditure
was only 38 percent from the fund
preparation from 2014, far below the number
in 2012 and 2013 for the same period.

Dalam kondisi perekonomian yang tidak mudah tersebut pada


tahun 2014, Perseroan masih tetap dapat bertahan mencapai
penjualan bersih sebesar Rp1.493 miliar atau 0,20% lebih besar
dari tahun 2013 sebesar Rp.1.490,1 miliar.

In such difficult economic condition in 2014,


the Company, however, could still survive to
reach a net sales of Rp 1,493 billion or 0.20%
higher than 2013 of Rp1,490.1 billion.

a. Produksi
Pada tahun 2014, hasil produksi pada kabel telephone
mengalami kenaikan baik kabel Serat Optik maupun kabel
Telepon dengan konduktor tembaga, dengan kenaikan
masing-masing, 37,1% untuk kabel Serat Optik dari 870.324
single fiber/Km (sf/Km) tahun 2013 menjadi 1.192.933 single
fiber/Km tahun 2014 dan 125% untuk kabel telepon tembaga
dari 64.195 single core/Km (sc/Km) tahun 2013 menjadi
144.457 single core/Km tahun 2014.

a. Production
In 2014, the production result of phone
cables underwent an increase both for Optic
Fiber and also Phone cable with copper
conductor, with a respective increase of
37.1% for Optic Fiber cable from 870.324
single fiber/Km (sf/Km) in 2013 to become
1.192.933 single fiber/Km in 2014 and 125%
for copper insulated phone cables from
64,195 single core/Km (sc/Km) in 2013 to
become 144.457 single core/Km in 2014.

Kabel listrik mengalami penurunan baik kabel listrik tegangan


rendah maupun menengah, masing-masing, 3,8% untuk kabel
tegangan rendah dari 8.858 ton tahun 2013 menjadi 8.525 ton
tahun 2014 dan 34,8% untuk kabel tegangan menengah dari
1.523 ton tahun 2013 menjadi 993 ton tahun 2014.

Jenis Kabel
Type of Cable

Satuan
Unit

Electric cable underwent a decrease both for


the low voltage and also the medium one,
respectively, 3.8% for the low voltage cable
from 8,858 ton in 2013 to become 8,525 ton
in 2014 and 34.8% for medium voltage cable
from 1,523 ton in 2013 to become 993 ton in
2014.

Realisasi Produksi
Kapasitas Produk
Production Realization
Production Capacity
2014
2013

Cable Type

Kabel Listrik Tegangan Rendah

Ton

25,200

8,525

8,858

Low Voltage Electric Cable

Kabel Listrik Tegangan Menengah

Ton

7,200

993

1,523

Medium Voltage Electric Cable

sf/Km
sc/Km

4,188,000
300,000

1,192,933
144,457

870,324
64,195

Telecommunication Cable
Optic Fiber Cable Copper Insulated Phone Cable -

Kabel Telekomunikasi
- Kabel Serat Optik
- Kabel Telepon Tembaga

38
2014
2013

Kabel Telekomunikasi
Telecommunication Cable

25,200

25,000 ton

4,188,000

5,000,000 km

20,000 ton

2,500,000 km
1,192,933

15,000 ton

1,000,000 km

870,324

10,000 ton

500,000 km

8,525 8,858

300,000

7,200

144,457

5000 ton

64,195

100,000 km

993 1,523
0 ton

0 km
Kabel Listrik Tegangan Rendah Kabel Listrik Tegangan Menengah
Low Voltage Electric Cable
Medium Voltage Electric Cable

b. Penjualan
Penjualan konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir tanggal 31 Desember 2014 mengalami kenaikan
sebesar Rp2,9 miliar atau 0,2 % dari Rp1.490,1 miliar tahun
2013 menjadi Rp1.493,0 tahun 2014. Kenaikan terjadi pada
Penjualan kabel telekomunikasi (telephone) naik sebesar
Rp103,4 atau naik 36,8%, dari 280,9 miliar pada tahun 2013
menjadi Rp384,3 miliar tahun 2014. Pada penjualan kabel
listrik tegangan rendah, terjadi penurunan sebesar Rp215,2
atau turun 21,1%, dari Rp1022,6 miliar pada tahun 2013
menjadi Rp807,4 miliar tahun 2014, demikian juga pada kabel
listrik tegangan menengah yaitu sebesar Rp81,5 miliar atau
turun 43,7%, dari Rp186,5 miliar pada tahun 2013 menjadi
Rp105,0 miliar tahun 2014. Kemudian pada tahun 2014 telah
dilakukan penjualan Lainnya sebesar Rp196,2 miliar.

Kabel Serat Optic


Optic Fiber Cable
sf/km

Kabel Telepon Tembaga


Copper Insulated Phone Cable
sc/km

b. Sales
The Company consolidated sales for the
book year ended on 31 December 2014
underwent an increase of Rp2.9 billion or 0.2
% from Rp1,490.1 billion in 2013 to become
Rp1,493.0 in 2014. Increase was in the
telecommunication cable Sales (phone) an
increase of Rp103.4 or 36.8%, from 280,9
billion in 2013 to become Rp384.3 billion in
2014. In the low voltage electric cable sales,
underwent a decrease of Rp215.2 or 21,1%,
from Rp1,022.6 billion in 2013 to become
Rp807.4 billion in 2014, this also affected
the medium electric cable from Rp81.5
billion or a decrease of 43,7%, from Rp186.5
billion in 2013 to become Rp105.0 billion in
2014. Further in 2014 there were Other sales
of Rp196.2 billion.

Tahun 2014 Year

Tahun 2013 Year

% Naik (Turun)
Increase (Decrease)

Kabel Listrik Tegangan Rendah

Rp. 807,4 M

Rp. 1.022,7 M

(21,1)

Low Voltage Electric Cable

Kabel Listrik Tegangan Menengah

Rp. 105,0 M

Rp. 186,5 M

(43,7)

Medium Voltage Electric Cable

Kabel Telekomunikasi

Rp. 384,3 M

Rp. 280,9 M

36,8

Lainnya

Rp. 196,2 M

Rp. - M

Jumlah

Rp. 1.493,0 M

Rp. 1.490.1 M

Kelompok Produk

Type of Products

Telecommunication Cable
Others

0,2%

Total

39
1.500 M
1.000 M
900 M
800 M

2014

1.022,7

2013

807,4

700 M
600 M
500 M
400 M

384,3
280,9

300 M
200 M

196,2

186,5
105,0

100 M
50 M

0M
Kabel Listrik Tegangan Rendah
Low Voltage Electric Cable

Kabel Listrik Tegangan Menengah


Medium Voltage Electric Cable

c. Profitabilitas
Kemampuan Perseroan untuk memperoleh laba mengalami
penurunan bila dibandingkan tahun 2013, ukuran profitabilitas
Perseroan dapat dilihat pada margin Laba Kotor Perseroan
tahun 2014 sebesar 11,3% mengalami penurunan sebesar
2,1% dibanding tahun 2013 sebesar 13,4%. Laba sebelum
Manfaat(Beban)Pajak tahun 2014 sebesar 2,2% mengalami
penurunan sebesar 0,7% dibanding tahun 2013 sebesar 2,9%.
Penurunan ini terjadi terutam karena naiknya beban pinjaman
yang naik 33,4% dari Rp29,5 miliar menjadi Rp39,3 miliar tahun
2014.
2. Analisa Kinerja Keuangan
a. Aset
Jumlah Aset Lancar konsolidasian Perseroan pada tanggal 31
Desember 2014 mengalami penurunan sebesar Rp156,1 miliar
atau turun 15,2 % dari Rp1.029,3 miliar tahun 2013 menjadi
873,2 miliar pada tahun 2014. Penurunan aset lancar tersebut
terjadi pada piutang usaha sebesar Rp39,2 miliar atau turun
7,7% dari Rp512,1 miliar tahun 2013 menjadi Rp472,9 miliar
tahun 2014 dan penurunan terhadap Persediaan sebesar
Rp87,5 miliar atau turun 18,8% dari Rp464,1 miliar tahun 2013
menjadi Rp376,6 miliar tahun 2014. Demikian pula penurunan
terjadi pada hampir semua dari aset lancar.
Pada Aset Tidak Lancar konsolidasian Perseroan pada tanggal
31 Desember 2014 sebesar Rp189,3 miliar, turun sebesar Rp
21,2 miliar atau 10,1% dibanding tahun 2013 sebesar Rp210,5
miliar. Penurunan aset tidak lancar terjadi pada Aset Tetap
yang mengalami penurunan sebesar Rp14,5 miliar atau 11,9%
turun dari Rp136,3 miliar tahun 2013 menjadi Rp121,8 miliar
tahun 2014. Demikian pula penurunan terjadi pada aset tidak
lancar lainnya turun sebesar Rp8,8 miliar atau turun17,1% dari
Rp51,4 miliar tahun 2013 menjadi Rp42,6 miliar tahun 2014.

Kabel Telekomunikasi
Telecommunication Cable

Lainnya
Others

c. Profitability
The Companys capacity to obtain profit
underwent a decrease compared to 2013,
the measure of the Companys profitability
can be seen from the Companys Gross
Margin in 2014 of 11.3% underwent a
decrease of 2.1% compared to 2013 of
13.4%. Tax prior to Utility (Burden) Tax in
2014 was 2.2% or a decrease of 0.7%
compared to the year 2013 of 2.9%. This is
meant due to the hike in loan burden which
increase 33.4% from Rp29.5 billion to
become Rp39.3 billion in 2014.
2. Analysis of Financial Performance
a. Assets
The Companys consolidated Current Assets
on 31 December 2014 underwent a decrease
of Rp156.1 billion or 15.2 % from Rp1,029.3
billion in 2013 to become 873.2 billion in
2014. The decrease in such current Asset is
in the companys receivable of Rp39.2 billion
or a decrease of 7.7% from Rp512.1 billion in
2013 to become Rp472.9 billion in 2014 and
a decrease on the Inventory of Rp87.5 billion
or 18.8% from Rp464.1 billion in 2013 to
become Rp376.6 billion in 2014. This
decrease happen to nearly all the current
asset of the company.
In the Companys consolidated non-Current
Assets on 31 December 2014 of Rp189.3
billion, decrease by Rp 21.2 billion or 10.1%
compared to 2013 of Rp210.5 billion. This
decrease in non-current asset is on the Fixed
Asset which decreases by Rp14.5 billion or
11.9% from Rp136.3 billion in 2013 to
become Rp121.8 billion in 2014. This
decrease also took place in other
non-current asset by a decrease of Rp8.8
billion or17.1% from Rp51.4 billion in 2013
to become Rp42.6 billion in 2014.

40

b. Liabilitas
Jumlah Liabilitas Lancar konsolidasian Perseroan pada tanggal
31 Desember 2014 sebesar Rp846,1 miliar mengalami
penurunan sebesar Rp206,5 miliar atau turun 19,6% dibanding
tahun 2013 sebesar Rp1.052,6 miliar. Penurunan liabilitas
lancar tersebut terutama terjadi pada pinjaman bank jangka
pendek sebesar Rp174,1 miliar atau turun 24% dari Rp724,2
miliar tahun 2013 menjadi Rp550 miliar tahun 2014, demikian
pula penurunan terjadi pada hutang usaha sebesar Rp107,5
miliar atau turun 43,3% dari Rp248 miliar tahun 2013 menjadi
Rp140,5 tahun 2014. Penurunan liabilitas ini dalam rangka
memenuhi ketentuan Bank Mandiri tentang maksimum
besarnya leverage.
Pada Liabilitas Tidak Lancar mengalami kenaikan sebesar Rp5,4
miliar atau naik 13,6% dari Rp39,6 miliar tahun 2013 menjadi
Rp45,0 miliar tahun 2014, kenaikan ini untuk membukukan
imbalan pasca kerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003
c. Ekuitas
Jumlah Ekuitas konsolidasian Perseroan pada tanggal 31
Desember 2014 sebesar miliar Rp171,4 miliar mengalami
kenaikan sebesar Rp23,7 miliar atau naik 16,0% dibanding
tahun 2013 sebesar Rp147,7 miliar. Kenaikan ini murni dari
laba bersih Perseroan tahun berjalan.
d. Pendapatan , Beban, Laba (Rugi), Pendapatan komprehensif lain
Jumlah Penjualan konsolidasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp1.493,0
miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp2,9 miliar atau naik
0,2% dibanding tahun 2013 sebesar Rp 1.490,1 miliar. Kenaikan penjualan tahun 2014 terutama terjadi pada Kabel
Telekomunikasi mencapai 36,8% dari Rp280,9 miliar tahun
2013 menjadi Rp384,3 miliar tahun 2014. Sedangkan penjualan
kabel listrik baik tegangan rendah maupun menengah
mengalami penurunan.
Laba Kotor konsolidasian Perseroan untuk periode tahun 2014
sebesar Rp 168,5 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 31,1
miliar atau turun sebesar 15,6% dibanding tahun 2013 sebesar
Rp199,6 miliar. Penurunan Laba Kotor konsolidasian untuk
periode tahun 2014 terutama diakibatkan turunnya penjualan
Kabel dalam kuantitas maupun dalam margin laba kotornya
terutama kabel tegangan rendah dengan penghantar
alunimium maupun kabel tegangan menengah.
Laba konsolidasian sebelum manfaat (beban) pajak Perseroan
untuk periode tahun 2014 sebesar Rp33,1 miliar mengalami
penurunan sebesar Rp10,3 miliar atau turun 23,7% dibanding
tahun 2013 sebesar Rp43,4 miliar. Penurunan Laba Konsolidasi
sebelum manfaat (beban) pajak diakibatkan terutama kenaikan
beban pinjaman sebesar Rp9,8 miliar dari Rp29,5 miliar tahun
2013 menjadi Rp 39,3 miliar tahun 2014.

b. Liabilities
The Companys consolidated Current
Liabilities in 31 December 2014 of Rp846.1
billion decrease by Rp206.5 billion or 19.6%
compared to 2013 of Rp1,052.6 billion. Such
current liabilities decrease is especially took
place in the short term bank loan of Rp174.1
billion or a decrease of 24% from Rp724.2
billion in 2013 to become Rp550 billion in
2014, this decrease also affected the
companys operational debt of Rp107.5
billion or a decrease of 43.3% from Rp248
billion in 2013 to become Rp140.5 in 2014.
This decrease in liability is in the framework
of complying to the provision of Bank
Mandiri regarding the maximum leverage.
In the Non-Current Liabilities underwent an
increase of Rp5.4 billion or 13.6% from
Rp39.6 billion in 2013 to become Rp45.0
billion in 2014, this increase was booked as a
compensation for the post performance
according to the Manpower Law No.13 in
2003.
c. Equities
The Companys consolidated Equity in 31
December 2014 was Rp171.4 billion or an
increase Rp23.7 billion or 16.0% compared
to 2013 of Rp147.7 billion. This increase was
from the Companys net profit in current
year.
d. Revenue, Burden, Profit (Loss), other
comprehensive
The Companys consolidated Sales in the
year ended on 31 December 2014 of
Rp1,493.0 billion, underwent an increase of
Rp2.9 billion or 0.2% compared to 2013 of
Rp1,490.1 billion. The sales increase in 2014
was mainly due to the Telecommunication
Cable which achieve 36.8% from Rp280.9
billion in 2013 to become Rp384.3 billion in
2014. On the other hand, sales of electric
cable both for low and medium voltage
underwent a decrease.
The Companys consolidated Gross Profit for
2014 of Rp168.5 billion underwent a
decrease of Rp31.1 billion or 15.6%
compared to 2013 of Rp199.6 billion. The
decrease in the consolidated Gross Profit for
the period 2014 was mainly due to the
decrease in Cable sales in quantity and also
in the gross profit margin especially for
copper insulated low voltage cable and also
the medium voltage cable.
The Companys consolidated profit before tax
for the period 2014 of Rp33.1 billion
underwent a decrease of Rp10.3 billion or
23.7% compared that of 2013 of Rp43.4
billion. The decrease in the Consolidated
Profit previous to tax was mainly due to the
increase in the loan burden of Rp9.8 billion
from Rp29.5 billion in 2013 to become
Rp39.3 billion in 2014.

41

The consolidated comprehensive profit


amount for the period 2014 of Rp23.7 billion
was nearly similar to that of 2013 of Rp22.9
billion as in the year 2013, the Company
underwent a loss burden from the stopped
operation amounting to Rp12.1 billion.

Jumlah laba komprehensif konsolidasian untuk periode tahun


2014 sebesar Rp 23,7 miliar mendekati angka yang sama
dengan tahun 2013 sebesar Rp22,9 miliar oleh karena pada
tahun 2013 Perseroan mengalami pembebanan rugi dari
operasi yang dihentikan sebesar Rp12,1 miliar.

Analisa Keuangan
(dalam miliar rupiah)

Financial Analysis
(In billion Rupiah)

Uraian

2014

2013

2012

2011

2010

Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak

33,1

43,4

48,9

41,3

2,2

Incoming before tax benefit (expense)

Laba Bersih

23,8

22,6

31,8

29,7

(1,0)

Net Income

1.062,5

1.239,8

709,0

627,0

562,0

Total Assets

Kewajiban

891.1

1.092,0

566,0

499,6

463,3

Liabilities

Ekuitas

171,4

147,7

142,9

127,5

98,7

Stockholder's Equity

Aset

Description

80,0

Laba Sebelum Manfaat


Laba Bersih

70,0
60,0
50,0
40,0
30,0

43,4

48,9
41,3

33,1

31,8
23,8

29,7

22,6

20,0
10,0

2,2 (1,0)

0,0
2014

2013

2012

e. Arus Kas
Arus Kas dari aktivitas operasi, Penerimaan Kas dari pelanggan
selama tahun 2014 sebesar Rp1.448,7 miliar mengalami
kenaikan sebesar Rp168,8 miliar atau 13,2% dibanding tahun
2013 sebesar Rp1.279,9 miliar. Demikian pula dengan pembayaran kepada pemasok, direksi dan karyawan tahun 2014
sebesar Rp1.251,0 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp43,7
atau 3,6% dibanding tahun 2013 sebesar Rp1.207,3 miliar,
sehingga Kas dihasilkan dari operasi dalam tahun 2014 sebesar
Rp 197,7 miliar mengalami kenaikan Rp 125 miliar atau naik
172% dibanding tahun 2013. Kenaikan ini terjadi karena
beberapa piutang yang telah lewat jatuh tempo dilunasi.
Kas dihasilkan dari operasi tahun 2014 tersebut digunakan
untuk pembayaran bunga /beban keuangan, beban operasi
lainnya dan pembayaran pajak penghasilan, masih menghasilkan arus kas bersih tersedia dari aktivitas operasi sebesar
Rp42,2 miliar yang lebih besar dibanding tahun 2013 dan
menghasilkan defisit (minus) sebesar Rp119, miliar. Demikian

2011

2010

e. Cash Flow
The Cash Flow from operational activities,
Cash Received from during 2014 of
Rp1,448.7 billion underwent an increase of
Rp168.8 billion or 13.2% compared that of
2013 of Rp1,279.9 billion. This also took
place in the payment to director and
employee in 2014 of Rp1,251.0 billion
underwent an increase of Rp43.7 or 3.6%
compared to 2013 of Rp1,207.3 billion,
therefore the Cash as a result from the
operation in 2014 of Rp197.7 billion
underwent an increase of Rp125 billion or
172% compared to 2013. This increase was
as a result of several receivables which was
due to the settlement of several receivable
which are due.
The operational cost in 2014 was utilized for
the payment of interest / other operational
financial burden, and the payment of income
tax, still resulted into a net cash flow
available from operational activities of
Rp42.2 billion which was higher compared to

42

pula arus kas dari aktifitas investasi tahun 2014 menghasilkan


Arus Kas bersih sebesar Rp9,0 miliar jauh lebih besar dari tahun
2013 yang mengalami defisit (minus) sebesar Rp52,2 miliar.
Arus kas bersih dari aktifitas Operasi dan aktifitas investasi
tahun 2014 tersebut digunakan untuk membayar pinjaman baik
jangka pendek dan hutang hutang sewa pembayaran sebesar
Rp53,3 miliar sehingga pada tahun 2014 terjadi penurunan
bersih dalam kas dan setara kas sebesar Rp2,0 miliar lebih
besar dari tahun 2013 sebesar Rp22,6 miliar.
3. Pembayaran Hutang
Rata-rata pembayaran hutang usaha Perseroan tahun 2014
adalah 66 hari lebih lama 4 hari dibanding tahun 2013 sebesar
62 hari. Rata-rata pembayaran hutang usaha relatif sama
dengan tahun 2014 dibanding tahun 2013.
4. Kolektibilitas Piutang
Rata-rata kolektibilitas piutang usaha Perseroan tahun 2014
adalah 114 hari mengalami penurunan 10 hari dibanding tahun
2013, berkurang lamanya kolektibilitas piutang usaha,
terutama pada piutang-piutang yang telah jatuh tempo pada
akhir tahun 2014 di lunasi.
5. Struktur Permodalan dan Kebijakan Manajemen
Perseroan berupaya untuk mencapai tingkat leverage maksimum sebesar 40% sebagaimana dipersyaratkan oleh Bank
Mandiri, pada akhir tahun 2014 leverage Perseroan baru
mencapai sebesar 620%, telah mengalami perbaikan di
banding akhir tahun 2013 sebesar 840%.
6. Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal
Sampai dengan laporan ini dibuat, Perseroan tidak ada ikatan
material untuk investasi barang modal.
7. Informasi dan Fakta Material yang terjadi setelah tanggal
laporan akuntansi
Sampai dengan laporan ini dibuat tidak ada informasi dan fakta
material yang terjadi setelah periode pelaporan.
8. Propek Usaha
Rencana Pemerintah untuk membangun pembangkit listrik
dengan kapasitas total sebesar 35.000 megawatt sangat berarti
bagi pelaku industri kabel nasional. Proyek pembangunan
listrik ini akan memberikan prospek untuk industri kabel untuk
10 tahun kedepan.
Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 96 tahun 2014
tentang rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019 dapat menjadi
salah satu yang berharga bagi industri kabel telepon serat
optik. Untuk pertama kalinya Pemerintah membuat cetak biru
demi mengembangkan internet anti lelet.

2013 and resulted into a deficit of Rp119,


billion. This also happen to the cash flow
from investment activities in 2014 which
resulted in net Cash Flow of Rp9,0 billion
much greater than that of 2013 which
underwent a deficit (minus) of Rp52.2
billion.
Net cash flow from Operational activities and
investment activities in 2014 was utilized to
settle loan both short term and settlement of
lease debt of Rp53.3 billion so that in 2014
there was a net decrease in cash equivalent
of Rp2.0 billion greater than in 2013 of
Rp22.6 billion.
3. Loan Settlement
The Companys Business loan payment
average in 2014 was 66 days 4 days longer
compared to that of 2013 of 62 days. The
average business loan payment is relatively
similar to 2014 compared to 2013.
4. Receivable Collectability
The Companys receivable collectability
means is the result of the company in 2014
of 114 days a decrease of 10 days compared
to 2013, the decrease of the companys
receivable collectability is especially in
receivable maturing at the end of 2014 were
paid.
5. Capital Structure and Management Policy
The Company efforts to reach a maximum
leverage level of 40% as required by Bank
Mandiri, at the end of 2014 the Companys
leverage was just 620%, improvement
compared to the end of 2013 of 840%.
6. Material Binding for Capital Good Investment
Until the compiling of this report, the
Company did not have material binding for
capital goods investment.
7. Information and Material Facts which
happened at the date of this accountancy
report
Until this report was formulated there is no
information and material facts which
happened after the period of the report.
8. Business Prospect
The Government plans to build a power
generator with a total capacity of 35.000
megawatt shall be a great significant for the
national cable industry players. This
electrical development project shall provide
a prospect for the cable industry within the
10 coming years.
The Government through Presidential
Regulation No. 96 of 2014 regarding
Indonesian Wide Ribbon 2014-2019 can be
one of the benefit for the fiber optic phone
cable industry. It is for the first time that the
Government make a blue print to develop the
anti slow internet.

43

Kami meyakini, prospek usaha di bidang perkabelan, baik kabel


listrik dan kabel telekomunikasi (kabel serta optik) masih
sangat memberikan harapan yang positif, mengingat kebutuhan
kabel baik domestik maupun internasional masih sangat besar
seiring terus berjalannya pembangunan di berbagai belahan
dunia.
9. Perbandingan antara target /proyeksi dan realisasi
Penjualan konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir 31 Desember 2014 sebesar Rp1.493,0 miliar masih
berada di bawah target tahun 2014 yaitu sebesar Rp1.890 miliar
atau dengan kata lain realisasi penjualan konsolidasi perseroan
tahun 2014 hanya mencapai 79% dari target tahun 2014. Tidak
tercapainya realisasi penjualan tahun 2014 disebabkan oleh
penurunan yang cukup besar pada penjualan kabel listrik
terutama penjualan kepada PLN, sedangkan Laba Bersih
Perseroan sebesar Rp23,7 miliar atau 38% dari target Laba
Bersih Perseroan Konsolidasian Perseroan tahun 2014 sebesar
Rp63 miliar.

We are convinced that the business prospect


in the field of cable, both electric and
telecommunication cables (fiber optic cable)
is still positively promising, keeping in mind
that the need of domestic and also
international cable shall still be great in line
with the development in several parts of the
world.

10. Target /Proyeksi yang ingin dicapai


Untuk tahun 2015 Perseroan mentargetkan jumlah penjualan
sebesar Rp1.721 miliar dengan target laba bersih setelah pajak
sebesar Rp59.6 miliar atau sekitar 3,5% dari target penjualan.

9. Comparison between target /projection


and realization
The Companys consolidated sales for the
book year which ended on 31 December
2014 of Rp1,493.0 billion is still under the
target of 2014 of Rp1,890 billion or in other
words, the Companys consolidated sales
realization in 2014 only reach 79% of the
target in 2014. The non-attainment of sales
realization in 2014 was due to the sharp
decrease in electric cable sales especially to
PLN, while the Companys Net Profit of
Rp23.7 billion or 38% of the target
Companys Consolidated Net Profit in 2014
of Rp63 billion.

11. Aspek Pemasaran Target yang ingin dicapai


Infrastruktur, Industri, serta Konstruksi dan Bangunan merupakan tiga pasar utama yang dilayani oleh Perseroan dengan
berbagai macam produk yang dihasilkan, baik pada pasar lokal
maupun internasional.

10. Target /Projection to be achieved


For the year 2015 the Company target the
total sales of Rp1,721 billion with the target
of net profit after tax of Rp59,6 billion or
around 3.5% from the sales target.

Dalam usaha meningkatkan penjualan, selain terus meningkatkan kualitas dan kemampuan, Perseroan juga terus berusaha
untuk menambah jenis produk yang dihasilkan terutama pada
jenis-jenis kabel khusus.

11. Target Marketing Aspect to be achieved


The Infrastructure, the Industry, and
Construction and Building are three main
services by the Company with various type of
products both in the local and international
market.

12. Kebijakan Dividen


Untuk mencapai keseimbangan yang baik antara kepentingan
dari para Pemegang Saham dengan kondisi keuangan serta
pertumbuhan Perseroan, pembayaran atau pembagian dividen
ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham selama tidak
bertentangan dengan Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 23 Juni
2014, sebagaimana tercantum dalam Akta Risalah Rapat
Pemegang Saham PT Jembo Cable Company Tbk. No. 105
tanggal 23 Juni 2014, point II.2 tidak membagikan deviden
untuk Tahun Buku 2013 yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2013.

In the effort to increase sales, beside


constantly improving the quality and its
capacity, the Company must also constantly
efforts to add new types of product
especially in the special types of cables.
12. Dividend Policy
To reach a good equilibrium between the
interest of the shareholders with the
financial condition and the Companys
growth, payment or distribution of the
dividend is stipulated in General Meeting of
Shareholder as long as it is not violating to
the Companys Article of Association.
Pursuant to the General Meeting of
Shareholders in 23 June 2014, as contained
in a deed of the minutes of meeting of the
General Meeting of Shareholders of PT
Jembo Cable Company Tbk. No. 105 dated 23
June 2014, point II.2 does not distribute
dividend for the Book Year 2013 which ended
on 31 December 2013.

PRODUCTION
PLANNING
MANAGER

MAINTENANCE
MANAGER

PRODUCTION 2
(MV Cable)
MANAGER

PROCESS
ENGINEERING
COORDINATOR

PRODUCTION 1
(LV, Inst, Tel Cable)
MANAGER

MANUFACTURING GENERAL
MANAGER

MANUFACTURING DIRECTOR

PRODUCTION 3
(FO Cable)
MANAGER

LEGAL & CSO

QUALITY
ASSURANCE
MANAGER

CORPORATE
COMMUNICATION
OFFICER

FINANCE AND
ACCOUNTING
MANAGER

FINANCE DIRECTOR & CORPORATE


SECRETARY

INTERNAL CONTROL

INFORMATION
TECHNOLOGY
COORDINATOR

SUPPLY CHAIN
MANAGER

HR , GA & HSE
MANAGER

HUMAN RESOURCES &


GENERAL AFFAIRS DIRECTOR

MANAGEMENT
REPRESENTATIVE

PRESIDENT DIRECTOR

AUDIT COMMITTEE

BOARD OF COMMISSIONERS

Organization Structure

Struktur Organisasi

PLN SALES
MANAGER

FREE MARKET
SALES
MANAGER

SALES 1 GENERAL MANAGER


(PLN, FREE MARKET)

TELECOMMUNICATION
SALES MANAGER

FTTH
PROJECT
MANAGER

SALES 2 GENERAL MANAGER


(TELECOMMUNICATION, FTTH)

MARKETING DIRECTOR

INDOOR
SALES
MANAGER

SALES
SUPPORT
MANAGER

INDOOR SALES
GENERAL MANAGER

44

45

Halaman ini sengaja di kosongkan.


This page is intentionally left blank.

Anda mungkin juga menyukai