Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 1: Yogi Rideni (1202112774)

Vitricia Adheviona Ketrian (1202112803)


Wirdatul Hasanah (1202135435)

Kasus Accolade Melawan SEGA


Pertanyaan:
1. Analisa kasus di atas dari perspektif masing-masing teori tentang property pribadi
seperti yang dijelaskan dalam bab ini (misalnya dari pandangan Locke tentang teori
property, teori property utilitarian, dan teori property pribadi dari Marx). Mana dari
pandangan-pandangan tersebut yang paling Anda setujui dan paling tepat untuk kasus
ini?
2. Apakah Anda setuju bahwa Accolade benar-benar telah mencuri property SEGA?
Jelaskan jawaban Anda
3. Menurut penilaian Anda, apakah Accolade melangkah terlalu jauh dalam berusaha
menemukan source code program-program SEGA? Apakah suatu perusahaan berhak
melakukan reverse engineering atas produk apapun?
Jawaban :
1. Dari pandangan Locke tentang teori property nya, bahwa manusia memiliki hak
alami atas kebebasan dan hak alami atas property pribadi. Menurut Locke, hasil
kerja tubuhnya dan hasil kerja tangannya bias dikatakan sebagai propertinya. Karena
hasil usaha tersebut merupakan property dari yang melakukan, maka tidak ada
seorang pun selain dirinya yang berhak atas apa yang dilakukan/dihasilkannya.
Dari pandangan Adam Smith, bahwa pasar yang tak teregulasi dan properti pribadi
akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Menurut Adam Smith, pada
umumnya pembeli/konsumen akan mencari kebutuhan yang diinginkannya dengan
harga yang paling murah.
Dari pandangan Marx, sistem properti pribadi adalah dasar ketidakadilan yang
menjadi karakteristik kapitalis. Marx berargumen bahwa kelas pekerja yang
melaksanakan semua pekerjaan dalam masyarakat kapitalis dan tidak memiliki
property apapun, smentara kaum kapitallis yang tidak bekrja memperoleh semua
properti produktif masyarakat.
Dari beberapa pandangan terhadap teori property diatas, menurut kami teori yang
palling tepat untuk kasus ini adlah teori properti dari pandangan Locke. Dilihat dari

pandangan Locke, dalam kasus ini pihak Accolade telah melanggar hak property yang
dimiliki pihak SEGA. Pihak Accolade tidak memiliki hak atas property yang dimiliki
atau yang telah dhasilkan oleh pihak SEGA sebagai pencipta/pembuat. Di kasus ini
pihak Accolade menggunakan console Genesis yang dibuat oleh SEGA untuk dapat
memainkan game produksi dari mereka tanpa perizinan dari SEGA sama sekali.
SEGA ingin menjadi pemasok tunggal game-game untuk Genesis tersebut, yang
artinya hanya game-game dari SEGA yang dapat digunakan dalam Genesis ini.
2. Kelompok kami setuju bahwa Accolade telah mencuri properti SEGA. Karena dalam
kasus ini Accolade telah menggunakan game console milik SEGA tanpa izin, ini
merupakan kegiatan yang tidak etis. Lalu, Perusahaan Accolade dengan sengaja
melakukan proses dekompilasi, dan menurut kebanyakan teknisi bahwa dekompilasi
adalah kegiatan yang tidak etis. Teknisi dari Accolade berhasil mendapatkan
informasi yang dibutuhkan sehingga mereka bisa membuat game-game yang dapat
dimainkan pada console Genesis dari SEGA.
3. Menurut kami Accolade telah melangkah terlalu jauh dalam menemukan source code
program-program Sega. Karena sebelum SEGA memasarkan console barunya yang
bernama Genesis ini, Accolade telah membuat dan memasarkan game-game yang bisa
dimainkan di console SEGA tetapi SEGA tidak mendapat apa-apa dari yang dilakukan
Accolade. Maka dari itu SEGA menciptakan console baru yang dilengkapi kode
rahasia dengan tujuan hanya game dari SEGA yang dapat dimainkan. Tetapi,
Accolade dengan sengaja mencari source code dan melakukan reverse engineering
tanpa izin SEGA. Yang dilakukan Accolade ini melanggar hak properti yang dimiliki
oleh SEGA dan juga merugikan pihak SEGA.
Dalam kasus ini tidak ada hak Accolade untuk melakukan reverse engineering karena
tujuannya untuk membuat dan memperbanyak produksi game dari perusahaannya
agar dapat dimainkan di console Genesis tanpa persetujuan SEGA. Tetapi jika telah
memiliki izin dari perusahaan yang bersangkutan maka boleh-saja melakukan reverse
engineering tersebut.