Anda di halaman 1dari 31

1

MAKALAH OPTIK
Polarisasi Pembiasan dan Polarisasi Absobsi
Selektif

Disusun Oleh :
Kelompok2
Anggota

1. MAISYAROH

06111011020

2. ELVIRA ANGGRAINI

06121011005

3. HERIYANI

06121011007

4. FITRI KURNIATI

06121011016

5. RISTA LESTARI

06121011018

6. TRI NANDA AMILIA

06121011036

7. YANA YULANDARI

06121011040

Dosen Pembimbing : Apit Fathurohman, M. Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015
MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, wr.wb.
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena atas berkat dan
rahmat-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Polarisasi
Pembiasan dan Polarisasi Absobsi Selektif . Tujuan utama penyusunan makalah ini adalah
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Optik.Dalam penyusunan makalah ini
penyusun mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengasuh Mata Kuliah Optik,
Apit Fathurohman , S. Pd., M. Si, kedua orang tua kami yang senantiasa memberikan
dukungan dan nasihatnya, serta sahabat-sahabat kami tercinta keluarga besar HIMAPFIS
yang selalu memberikan dukungan serta semangatnya dalam penyusunan makalah ini.
Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun penyusun menyadari
bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, segala tegur sapa, kritik, serta
saran yang diberikan pembaca akan penyusun terima dengan kelapangan hati guna
perbaikan pada masa yang akan datang.Akhir kata, penyusun berharap semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Wassalamualaikum, wr.wb.

Indralaya, 27 Maret 2015

Penyusun

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

Daftar Isi
Kata Pengantar.......................................................................................

Daftar Isi................................................................................................

Bab I : Pendahuluan
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.
1.5.

Latar Belakang................................................................................ 4
Rumusan Masalah........................................................................... 4
Tujuan Penulisan............................................................................. 4
Metodologi Penulisan......................................................................5
Manfaat Penulisan........................................................................... 5

Bab II : Pembahasan
2.1.
2.2.
2.3.
2.4.
2.5.
2.6.
2.7.
2.8.
2.9.
2.10.
2.11.

Polarisasi Cahaya ..................................................................................


Polarisasi Karena Pemantulan dan Pembiasan.......................................
Polarisasi Karena Bias Kembar..............................................................7
Polarisasi Karena Hamburan..................................................................7
Polarisasi Karena Absorbsi Selektif.......................................................8
Jenis-jenis Gelombang...........................................................................10
Polaroid..................................................................................................15
Filter Fotografi.......................................................................................18
LCD........................................................................................................22
Kaca Mata dan Film 3D....................................................................24
Teknologi 3D....................................................................................26

Bab III : Penutup


3.1.
3.2.

Kesimpulan....................................................................................... 29
Saran................................................................................................ 29

Daftar Pustaka........................................................................................

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

30

6
7

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada tahun 1873, J.C Maxwell secara teori menjabarkan adanya gelombang
elektromagnetik di alam yang menjalar dengan kecepatan sebesar kecepatan cahaya.
Kemudian secara umum eksperimen Heinrich Hertz pada tahun 1898 dengan memakai
osilasi dipol listrik berhasil memperoleh gelombang elektromagneti yaitu gelombang
mikro yang ternyata dapat dipantulkan, dibiaskan, difokuskan dengan lensa dan seterusnya
sebagaimana lazimnya.
Sejak itu cahata diyakini sebagai gelombang elektromagnetik transversal yang
dimaksud dengan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik dapat
dipantulkan dan ditransmisikan dari pemantulan dapat terpolarisasi bidang apabila bidang
getar magnetnya tertentu. Pada umumnya gelombang terdiri dari sinar sinar dari berbagai
kemungkinan bidang getar bagi medan listrik dan medan magnetnya, bidang getar itu
dinamakan bidang polarisasi. Dengan kata lain, polarisasi adalah peristiwa terjadinya
perubahan arah medan listriknya menjadi searah dengan mengabaikan arah dari medan
magnet.
Dengan prinsip polarisasi tersebut dilakukan pada percobaan polarisasi (hukum
Malus) dengan menggunakan laser He-Ne sebagai sumber cahaya yang termasuk dalam
gelombang elektromagnetik, dimana pada percobaan itu dilakukan dua kali dengan
menggunakan laser tanpa retarder (bidang penunda). Prinsip tersebut telah memberikan
manfaat untuk mempelajari fotoelastisitas dan efek Kerr.
1.2 Rumusan Masalah
Apa definisi dari polarisasi secara umum?
Apa definisi dari polarisasi oleh Pembiasan?
Apa definisi dari polarisasi oleh absorpsi selektif?
Apa saja jenis-jenis polarisasi gelombang?
Apa saja aplikasi polarisasi dalam kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan Penulisan
Mengetahui definisi dari polarisasi secara umum.
Memahami definisi polarisasi oleh Pembiasan.
Memahami definisi polarisasi oleh absorpsi selektif.
Mengidentifikasi jenis-jenis polarisasi gelombang.
Memahami aplikasi polarisasi dalam kehidupan sehari-hari.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

1.4 Metodologi Penulisan


Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah studi
pustaka.Yakni dengan mengumpulkan sumber-sumber, baik dari buku ataupun internet
tentang pembahasan mengenai Polarisasi Karena Pembiasan dan Polarisasi Karena
Absobsi Selektif.
1.5 Manfaat Penulisan
Adapun setelah disusunnya makalah ini, kami berharap dapat bermanfaat bagi
pembaca sebagaimana yang kami jadikan tujuan.Yakni memberikan informasi dan
pengetahuan tentang semua pembahasan mengenai Polarisasi Karena Pembiasan dan
Polarisasi Karena Absobsi Selektif, serta terpenuhinya tugas kelompok Optik kami.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

BAB II
PEMBAHASAN
2.1POLARISASI CAHAYA
Polarisasi cahaya merupakan proses pembatasan getaran gelombang cahaya
sehingga menjadi satu arah getar saja. polarisasi cahaya dapat dilakukan dengan
beberapa cara. salah satunya adalah dengan absorbsi selektif. Polarisasi cahaya dengan
cara ini dilakukan dengan suatu polaroid yang akan meneruskan gelombanggelombang yang arah getarannya sejajar dengan suatu transisi dan menyerap
gelombang-gelombang pada arah getaran lainnya.
Proses Polarisasi :

Seberkas cahaya alami menuju ke polarisasi, di sini cahaya akan dipolarisasi


secara vertikal, yaitu hanya komponen vektor medan listrik E yang sejajar dengan
sumbu transisi saja yang akan dilewatkan, sedangkan yang lainnya akan diserap. cahaya
terpolarisasi yang masih kuat medan listriknya belum berubah menuju analisator
dengan sudut antara transisi analisator dengan sumbu transisi polarisator adalah

Dianalisator, semua komponen E yang tegak lurus dengan sumbu transisi analisator
diserap, hanya komponen E yang sejajar sumbu analisator yang akan diteruskan.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

2.2 POLARISASI KARENA PEMANTULAN DAN PEMBIASAN


Polarisasi karena pemantulan dan pembiasan dapat terjadi apabila cahaya yang
dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan saling tegak lurus atau membentuk sudut
90o. Di mana cahaya yang dipantulkan merupakan cahaya yang terpolarisasi sempurna,
sedangkan sinar bias merupakan sinar terpolarisasi sebagian. Sudut datang sinar yang
dapat menimbulkan cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan merupakan
sinar yang terpolarisasi. Sudut datang seperti ini dinamakan sudut polarisasi (ip) atau
sudut Brewster.
Pada saat sinar pantul dan sinar bias saling tegak lurus (membentuk sudut 90o)
akan berlaku ketentuan bahwa:
i+ r=90

atau r=90 i .............................(1)

Dari hukum Snellius tentang pembiasan berlaku bahwa:


n2 sin i p
sin i p
sin i p
=
=
=
=tani p ........(2)
n1 sin r sin(90 i p ) cos i p

Jadi, diperoleh persamaan


n2
=tan i p ...............................................................(3)
n1
2.3 POLARISASI KARENA BIAS KEMBAR
Polarisasi karena bias kembar dapat terjadi apabila cahaya melewati suatu bahan
yang mempunyai indeks bias ganda atau lebih dari satu, misalnya pada kristal kalsit.

2.4 POLARISASI KARENA HAMBURAN

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

Hamburan cahaya oleh partikel kecil bahan adalah salah satu fenomena alam
yang indah. Langit biru dan merahnya sunset adalah peristiwa hamburan. Seperti sinar
matahari melewati atmosfer, sebagian besar diserap oleh molekul udara dan dengan
seketika diberikan pada beberapa arah yang baru. Fenomena hamburan sama dengan
perilaku gelombang air pada benda yang mengapung.
2.5 POLARISASI KARENA ABSORBSI SELEKTIF
Salah satu gejala polarisasi adalah Polarisasi karena Absorpsi Selektif. Teknik
yang umum untuk menghasilkan cahaya terpolarisasi adalah menggunakan polaroid
yang akan meneruskan gelombang gelombang yang arah getarnya sejajar dengan
sumbu transmisi dan menyerap semua gelombang pada arah getar lainnya. Selektif
Polaroid adalah suatu bahan yang dapat menyerap arah bidang getar gelombang cahaya
dan hanya melewatkan salah satu bidang getar. Seberkas sinar yang telah melewati
polaroid hanya akan memiliki satu bidang getar saja sehingga sinar yang telah melewati
polaroid adalah sinar yang terpolarisasi.
Pada gambar 4 tampak dua buah polaroid, polaroid pertama disebut polarisator
dan polaroid kedua disebut analisator. Polarisator berfungsi untuk menghasilkan
cahaya terpolarisasi dari cahaya tak terpolarisasi (cahaya alami). Analisator berfungsi
untuk mengurangi intensitas cahaya cahaya terpolarisasi.

Gambar 4 : Dua buah polaroid sejajar


Prinsip kerja sistem adalah sebagai berikut, seberkas cahaya alami menuju
polarisator. Di sini cahaya dipolarisasi secara vertikal, yaitu hanya komponen vektor

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

medan listrik E yang sejajar dengan sumbu transmisi saja yang diteruskan sedangkan
lainnya diserap. Cahaya terpolarisasi yang masih mempunyai kuat medan listrik belum
berubah menuju analisator (sudut antara sumbu transmisi analisator dan polarisator
adalah ). Di analisator, semua komponen E yang sejajar sumbu analisator yang
diteruskan. Jadi, kuat medan listrik yang diteruskan oleh analisator adalah

E2 = E cos (1)
Jika cahaya alami tak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama
(polarisator) memiliki intensitas Io, maka cahaya terpolarisasi yang melewati
polarisator, I1 adalah
I1= 1/2 I0 (2)
Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian datang pada analisator dan cahaya
yang keluar dari analisator akan memiliki intensitas I2 . menurut hukum Maulus,
hubungan antara I2 dan I1 dapat dinyatakan
I2 = I1 cos2 = I0 cos2 (3)
Persamaan 3 menunjukkan bahwa analisator berfungsi untuk mengurangi
intensitas cahaya terpolarisasi.Intensitas cahaya yang diteruskan oleh sistem Polaroid
mencapai maksimum jika kedua sumbu polarisasi adalah sejajar ( = 0o atau 180o) dan
mencapai minimum jika kedua sumbu polarisasi saling tegak lurus atau 90o

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

10

Cara Kerja:
Polaroid filter terdiri dari array paralel panjang rantai molekul elektron yang dapat
bergerak di sepanjang molekul tetapi tidak dapat bebas bergerak melintasi molekul sempit.
Cahaya biasa adalah unpolarized karena foton dipancarkan secara acak, sementara sinar
laser terpolarisasi karena foton dipancarkan secara koheren. Ketika cahaya melewati
sebuah penyaring polarisasi, medan listrik berinteraksi lebih kuat dengan molekul yang
memiliki orientasi tertentu. Hal ini menyebabkan terjadinya berkas untuk berpisah menjadi
dua, vektor listrik yang tegak lurus satu sama lain. Filter horizontal yang menyerap foton
vektor listrik vertikal (kiri). Sisanya foton diserap oleh filter kedua (analisator) diputar 90
dengan yang pertama. Jadi hanya satu polarisasi cahaya (di seberang molekul)
ditransmisikan. Satu filter yang ditempatkan di depan kotak cahaya dan menjadi polarizer;
filter kedua berfungsi sebagai analyzer.
Hukum kepunahan, yang dikenal sebagai Hukum Malus, dapat dibuktikan dengan
memutar analyzer filter tersebut.
Rumus:

I2

= I1 cos2
= I0 cos2

Keterangan :
I0= Intensitas Cahaya Mula-Mula
I1= Intensitas Cahaya Terpolarisasi I
I2= Intensitas Cahaya Terpolarisasi II
= Sudut Polarisator
2.6 JENIS-JENIS POLARISASI GELOMBANG
a. Polarisasi linear
Suatu gelombang disebut terpolarisasi linear, bila gelmbang tersebut bergetar pada
satu bidang getar (datar) yang disebut juga dengan bidang polarisasi. Polarisasi linear
disebut juga polarisasi bidang.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

11

Contoh :
1. Antena dipol memiliki polarisasi linear vertikal
Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya
untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal. Pada astronomi
radio, tujuan mengenali polarisasi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek
astronomi adalah untuk mempelajari medan magnetik dari objek tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola radiasi, yang pertama adalah
Half-power Beamwidth (HPBW), atau yang biasa dikenal sebagai beanwidth suatu
antena. Dalam astronomi radio, beamwidth adalah resolusi spasial dari sebuah
teleskop radio, yaitu diameter sudut minimun dari dua buah titik yang mampu
dipisahkan oleh teleskop radio tersebut. Secara teori, beamwidth untuk antena yang
berbentuk parabola dapat ditentukan.
Berdasarkan polarisasinya antena dibedakan menjadi 2 yaitu antena dipol dan
monopol. Antena dipol memiliki polarisasi linear vertikal, sedangkan antena
monopol polarisasinya hanya pada satu arah. Dengan karakter seperti ini, antena
dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah cakupan yang
luas. Antena Directional dan antena Omnidirectional Antenna Directional adalah
antenna yang pola radiasi pancarannya terarah sehingga efektifitas pancaran radio
hanya ke satu arah saja,sedangkan antenna Omnidirectional dapat memancarkan
gelombang ke segala arah.Yang termasuk Antenna Directional adalah antena model
Yagi seperti kebanyakan yang dipakai sebagai antena penerima siaran TV.Contoh
antena omnidirectional adalah antena model groundplane.
b. Polarisasi lingkaran
Ketika cahaya terpolarisasi bidang yang frekuensi sudutnya jatuh dalam
arah normal sehingga sumbu optiknya sejajar dengan muka bidang, kedua
gelombang yang muncul keluar akan terpolarisasi bidang dengan arah-arah
polarisasi yang tegak lurus terhdap satu sama lain, dan jika bidang getaran masuk
membentuk sudut 450 kepada sumbu optik, maka kedua gelombang tersebut akan
mempunyai amplitudo yang sama dan berbeda fasa sebesar 90 0 . cahaya yang
muncul keluar tersebut dikatakan terplarisasi lingkaran (circularly polarized).
Contoh :

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

12

Global Positioning System (GPS), WIMAX, satelit, radar, adalah salah satu
sistem telekomunikasi moderen yang menggunakan antena gelombang mikro.
Penggunaan GPS pada otomotif adalah sebagai pemandu yang berkaitan dengan
keamanan. Dengan polarisasi yang melingkar, antena GPS dapat menerima
gelombang peradiasi lebih cepat dan akurat.
Polarisasi yang melingkar sifatnya berorientasi pada jalur lingkaran,
artinya menerima gelombang tidak hanya satu arah saja tetapi juga sekitarnya.
Polarisasi melingkar juga diperlukan pada komunikasi satelit karena antara satelit
dan antena di bumi tidak memiliki keadaan yang selalu tetap. Komunikasi satelit
juga membutuhkan sudut keterarahan (directivity) dari antena di bumi, karena orbit
satelit dengan membentuk sudut elevasi (elevation angle) yang berguna untuk
menghindari adanya rugi- rugi gelombang akibat adanya halangan bangunan atau
gedung yang tinggi.
Pada komunikasi satelit ataupun GPS, diperlukan polarisasi melingkar yang
dapat dibangkitkan dengan memberikan sedikit gangguan berupa pemberian slot,
stub, atau memotong sedikit disain dari patch. Hal
ini dimaksudkan untuk membangkitkan arus yang
berbeda fasa 90 derajat sehingga didapatkan
polarisasi melingkar tersebut. Menurut Indra
Surjati, usulan penelitian geometri antena yang
digunakan pada aplikasi GPS adalah bentuk
segiempat yang disusun secara linier array pada
sebuah substrat yang dicatu dengan saluran
mikrostrip secara langsung dan penambahan slot
pada

antena

mikrostrip

adalah

untuk

menghasilkan polarisasi melingkar.


Antena mikrostrip juga memiliki kelemahan yang sangat
mendasar, yaitu : bandwith yang sempit, keterbatasan gain dan daya yang rendah.
Performansi dari suatu antena mikrostrip, dapat dilihat dari beberapa parameter yang
penting, yaitu return loss, Voltage Standing Wave Ratio(VSWR), impedansi masukan,
polaradiasi dan bandwidth dan parameter- parameter tersebut sangat diperlukan pada
saat perancangan.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

13

Untuk aplikasi WIMAX, dilakukan penelitian dengan menggunakan geometri


bentuk antena segitiga, dengan kemampuan luas bidang peradiasi yang lebih kecil
dibandingkan dengan luas peradiasi bentuk lain seperti bentuk segiempat atau
lingkaran pada frekuensi yang sama. Pada aplikasi untuk penggunaan sistem WIMAX
yang menggunakan dua frekuensi 2,3 GHz dan frekuensi 3,3 GHz, maka antena
mikrostrip hanya diperlukan sebuah antena saja.
kendala yang dihadapi adalah masih terbatasnya peralatan Network Analyzer dan
parameter- parameter yang diukur dilakukan di ruang anti gema (anechoic chamber
room), yang memiliki kemampuan untuk menyerap gelombang elektromagnetik,
sehingga mengurangi pantulan dan interferensi gelombang lain yang dapat
mengganggu hasil pengukuran antena.
c. Polarisasi elips
Polarisasi ini sama seperti polarisasi lingkaran, tetapi dengan amplitudo yang
tidak terlalu besar.
Gelombang terpolarisasi elips:
Searah jarum jam dinamakan gelmbang tingkat ER(kanan)
Berlawanan jarum jam dinamakan gelombang tingkat EL (kiri)
Didalam termodinamika, polarisasi elips adalah polarisasi dari radiasi
elektromagnetik sedemikian rupa sehingga ujung medan listrik vektor menjelaskan
elips dalam pesawat tetap berpotngan dan normal terhadap arah propagasi. Sebuah
gelmbang terpolarisasi elipstik dapat diselesaikan dalam dua gelombang terpolarisasi
secara linear, dengan pesawat polarisasi mereka disudut kanan satu sama lain, karena
medan listrik dapat berputar searah jarum jam atau berlawanan sebagai merambat,
gelombang terpolarisasi elipstik pemeran kiralitas.
Contoh :
1. Polarisasi Antena Secara Umum
Polarisasi antena dapat diartikan sebagai arah vektor medan listrik yang
diradiasikan oleh antena pada arah propagasi. Apabila jalur dari vektor medan
listrik maju dan kembali pada suatu garis lurus dikatakan berpolarisasi linier.
sebagai contoh medan listrik dari dipole ideal. Dan vektor medan listik konstan
dalam panjang tetapi berputar disekitar jalur lingkaran, dikatakan berpolarisasi
lingkaran. Frekuensi putaran radian adalah w dan terjadi satu dari dua arah

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

14

perputaran. Jika vektornya berputar berlawanan arah jarum jam dinamakan


polarisasi tangan kanan (right hand polarize) dan yang searah jarum jam dinamakan
polarisasi tangan kiri (left hand polarize). Suatu gelombang yang berpolarisasi ellip
untuk tangan kanan dan tangan kiri.
Secara umum polarisasi berupa polarisasi ellips, seperti pada gambar dibawah
dengan suatu sistem sumbu referensi. Gelombang yang menghasilkan polarisasi
ellip adalah gelombang berjalan sepanjang sumbu z yang perputarannya dapat ke
kiri dan ke kanan, dan vektor medan listrik sesaatnya e mempunyai arah komponen
ex dan ey sepanjang sumbu x dan sumbu y. Harga puncak dari komponen-komponen
tersebut adalah E1 dan E1.
Gambar Polarisasi Ellipse Antena Secara Umum

Sudut g menyatakan harga ralatif dari E1 dan E2, dapat dinyatakan seperti
terlihat pada gambar Polarisasi Ellipse Antena Secara Umum diatas.

Sudut

kemiringan ellips t adalah sudut antara sumbu x dengan sudut utama ellips. d adalah
fase, dimana komponen y mendahului komponen x. Jika komponennya sefase (d =0),
maka vektor akan berpolarisasi linier.
Orientasi dari polarisasi linier tergantung tergantung harga relatif dari E1 dan E2, jika :
E1 = 0 maka terjadi polarisasi linier vertikal
E2 = 0 maka terjadi polarisasi linier horisontal
E1 = E2maka terjadi polarisasi linier membentuk sudut 450
Untuk memaksimumkan sinyal yang diterima, maka polarisasi antena
penerima haruslah sama dengan polarisasi antena pemancar. Dan kadang terjadi
antara antena penerima dan pemancar berpolarisasi berbeda. Hal ini akan mengurangi
intensitas sinyal yang diterima.
Sebuah antena dapat memancarkan energi dengan polarisasi yang tidak
diinginkan, yang disebut polarisasi silang (cross polarized). Polarisasi silang ini
menimbulkan side lobe yang mengurangi gain. Untuk antena polarisasi linier,

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

15

polarisasi silang tegak lurus dengan polarisasi yang diinginkan dan untuk antena
polarisasi lingkaran, polarisasi silang berlawanan dengan arah perputarannya yang
diinginkan. Ini biasa yang disebut dengan deviasi dari polarisasi lingkaran sempurna,
yang mengakibatkan polarisasinya berubah menjadi polarisasi ellips.
Pada umumnya karakteristik polarisasi sebuah antena relatif konstan pada
main lobe. Tetapi polarisasi beberapa minor lobe berbeda jauh dengan polarisasi main
lobe.
2.7 POLAROID
Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi adalah model
kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan
pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film
polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film
polacolor. Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini
dirancang untuk pertama kalinya oleh Edwin Land, dari perusahaan Polaroid dan
dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang,
seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut
sepeda motor dengan nama Honda.
a. Cara Kerja Lensa Polaroid

Benda-benda yang mengkilat disekitar kita tentu sangat mengganggu


penglihatan kita.hal ini terjadi karena pantlan sinar matahari yang tidak sejajar, bisa
miring, mendatar atau pun tegak lurus.Lalu munculah lensa Polaroid sebagai solusi
dari permasalahan tersebut.Lensa polaroid atau poarized atau anti silau adalah lensa
yang didalamnya ditanam film polarisator yang berfungsi untuk mensejajarkan

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

16

sinar yang masuk ke mata.Jadi kilatan kilatan atau berkas-berkas sinar yang tidak
teratur setelah melewati lensa polarisator akan sejajar dan lurus masuk ke mata.
Lensa polaroid sangat cocok untuk Outdor seperti menyetir, gowes, golf,
memancing dan aktivitas lainnya
b. Mengetahui keaslian lensa polaroid
1. Silangkan Dua buah lensa polaroid, maka akan terlihat sangat gelap kemudian
sejajarkan kembali kedua lensa

tersebut maka akan kembali seperti semula.

2. Pakai saja lensa polaroid (kacamata polaroid tentunya) dijalan raya di siang hari,
lalu coba lihat kaca-kaca mobil dari arah berlawanan ,dengan lensa polaroid
maka akan terlihat mana kaca mobil yang berkualitas dan mana yang murahan.
Kaca mobil yang kurang bagus akan nampak garis-garis vertikal sedangkan
yang bagus akan terlihat bening.
c. Cara menggunakan kamera polaroid
Kamera ini sangat berbeda dengan kamera digital atau kamera DSLR pada
Umumnya, adapun cara menggunakannya yaitu :
1.

Refill film kamera tidak boleh diganti-ganti sesuka hati, sebelum seluruh isi film
tersebut habis dipakai. Contohnya, instax mini Mickey berisi 10 lembar film di
setiap box nya. Apabila Anda baru menggunakannya 2 lembar, Anda tidak bisa
menggantinya dengan film polaroid instax mini model lain, misalnya, Hello
Kitty atau yang lainnya. Anda harus menghabiskan 10 lembar film Mickey
terlebih dahulu baru boleh menggantinya dengan Hello Kitty. Jika tidak, maka
film Mickey Anda yang letaknnya paling atas akan terbuang.

2.

Berikut ini adalah cara memasangkan refill ke dalam kamera polaroid instax:

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

17

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Anda menggunakan
kamera Polaroid Instax:

Hasil jepretan yang keluar terkadang berwarna hitam/gelap/tidak terang, karena :

Hasil jepretan hitam/gelap dapat dipengaruhi beberapa hal seperti baterai, exposure
mode, dan gelap/terangnya tempat Anda mengambil foto. Cek dahulu apakah baterai
Anda masih berfungsi. Alangkah baiknya apabila Anda tidak akan menggunakan
kamera polaroid instax Anda dalam jangka waktu yang cukup lama, copotlah baterai
dari kameranya.

Apabila baterai bukan sumber masalah, maka Anda perlu memperhatikan exposure
mode (khusus pengguna kamera polaroid instax mini 7s). Untuk pengambilan gambar
di dalam ruangan, Anda sebaiknya selalu set ke HOME exposure. Sedangkan untuk

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

18

pengambilan gambar di luar ruangan, coba perkirakan exposure cahaya matahari pada
saat itu. Kemudian sesuaikan dengan exposure kamera. Semakin terang cahaya
matahari, pilihlah exposure mode dengan tingkat flash rendah. Sedangkan bagi
pengguna tipe kamera polaroid instax mini 25s dan 50s, Anda akan terbantu dengan
kemampuan kamera itu sendiri yang mengatur cahaya, bahkan di tempat yang agak
gelap sekalipun.
2.8FILTER FOTOGRAFI
a. Filter Fotografi
Filter Polarizer, Filter polarizer dalam fotografi hitam/putih maupun fotografi
berwarna digunakan untuk menggelapkan warna langit. Karena awan relatif tidak
berubah, kontras antara awan dan langit meningkat. Kabut pada atmosfer dan sinar
matahari terpantul juga dapat dikurangi dengan filter ini dan dalam warna foto
keseluruhan kejenuhan (saturasi) warna dapat meningkat. Filter polarizer tidak
efektif pada kamera film yang tidak dipasang dengan benar. Filter polarizer sering
digunakan untuk menangani situasi yang melibatkan imajinasi, seperti yang
melibatkan air atau kaca, termasuk gambar yang diambil melalui kaca jendela
(fenomena sudut Brewster's).
Tidak seperti filter lain filter polarizer tidak dapat digantikan oleh perangkat
lunak pengolah citra karena sebagian besar optik yang mengendalikan efek polarisasi
pada saat pengambilan gambar tidak dapat dibuat dalam perangkat lunak pengolah
citra. Ada dua jenis filter polarizer yaitu linear polarizer dan circular polarizers (atau
CPL filter). Kebanyakan dari filter polarizer adalah circular polarizer filter disebut
CirPol atau CPL filter dan kita dapat mengubah tingkat polarisasi dengan memutar
tombol luar lapisan filter. Tidak seperti filter lain filter polarizer dapat diaplikasikan
pada fotografi digital, walaupun diolah di perangkat lunak pengolah citra karena
sebagian besar optik yang mengendalikan efek polarisasi pada saat pengambilan
gambar tidak dapat dibuat dalam perangkat lunak pengolah citra.
b. Filter CPL
Filter CPL atau Polarizer alias polarisasi adalah salah satu filter paling berguna
untuk fotografer landscape. Kegunaan utama filter CPL adalah untuk meningkatkan
kontras warna (vividness) dalam foto landscape.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

19

Filter ini berbentuk bulat dan dapat diputar 360 derajat untuk menghasilkan
efek yang berbeda disetiap derajat putarannya, filter ini bukan saja mengurangi
refleksi namun juga dapat mempertajam refleksi. selain itu filter ini juga mampu
memunculkan dimensi pada langit / awan di siang hari. filter ini merupakan salah
satu filter wajib yang harus dimiliki landscaper karena efek dari filter ini dalam
kondisi tertentu hampir tidak mampu dimanipulasi dengan sofware editing.
Filter polarizer akan menampilkan efek terbaik pada saat kondisi matahari
pada sudut 90 derajat. Jadi bila matahari ada di depan atau dibelakang, hasilnya tidak
akan sebagus yang diharapkan. Anda perlu menggunakan cincin pemutar pada filter
polarizer untuk memvariasikan jumlah (dan sudut) polarisasi sehingga anda dapat
memilih untuk menyingkirkan pantulan dari langit atau dari permukaan tanah. Kabut
pada atmosfer dan sinar matahari terpantul juga dapat dikurangi dengan filter cpl ini
dan dalam warna foto keseluruhan kejenuhan (saturasi) warna dapat meningkat.
Filter polarizer tidak efektif pada kamera film yang tidak dipasang dengan benar.
Filter cpl sering digunakan untuk menangani situasi yang melibatkan imajinasi,
seperti yang melibatkan air atau kaca, termasuk gambar yang diambil melalui jendela
view finder. Filter CPL juga terkadang dipakai untuk fotorafi landscape.
Untuk melihat bagaimana filter bekerja, amati kedua foto dibawah ini: foto
pertama diambil dengan filter CPL menempel di lensa dan terlihat langit menjadi
lebih gelap, awan terlihat kontras, bagian atap bangunan juga menjadi lebih putih
dan jelas. Sementara foto kedua tanpa CPL tampak bahwa langit terlihat lebih terang,
kontras awan tidak terlalu kelihatan sehingga menjadi kurang dramatis jika
dibandingkan dengan foto pertama serta bagian atap gedung tampak lebih gelap.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

20

Dalam foto landscape yang rata-rata mengandung langit sebagai bagian


elemen foto, filter CPL bisa membuat langit tampak lebih biru sehingga kesannya
lebih dramatis. Selain itu filter CPL juga mengurangi pantulan dari permukaan
mengkilat macam air dan kaca, menggelapkan langit dan membuat awan tampak
lebih kontras sehingga secara umum menjadi lebih vivid. Jika terdapat lensa
dengan ulir dibagian depan (hampir semua lensa untuk kamera DSLR), anda
tinggal pasang filter CPL dengan memasukannya ke ulir tersebut. Setelah
terpasang, cara menggunakannya adalah dengan memutar CPL searah jarum jam
atau berlawanan dengan arah jarum jam sampai anda mendapatkan efek yang
diinginkan, yakni polarisasi cahaya. Polarisasi bekerja dengan memblokir cahaya
yang datang dari arah tertentu supaya tidak masuk ke lensa.
Saat memakai filter CPL, hal yang harus diingat adalah bahwa efek
polarisasi maksimal tercapai saat kita membelakangi matahari. Juga perlu
diperhatikan adalah bahwa saat menggunakan filter CPL pada lensa super lebar
(dibawah 16mm), kita harus berhati-hati karena kadang-kadang langit menjadi
lebih gelap namun gelapnya tidak rata.
Selain menggelapkan langit, seperti sudah disebutkan diatas filter ini juga
efektif dalam mengurangi pantulan benda mengkilat. Lihat perbedaannya pada foto
dibawah ini, foto sebelah kiri tanpa filter CPL tampak pantulan dari body dan kaca
mobil sementara foto disebelah kanan dengan filter CPL tampak pantulan cahaya
sudah hilang sehingga warna terlihat lebih dalam:

Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa Filter ini memiliki beberapa
kegunaan :

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

21

1. Membuat warna lebih saturated dan kontras dan dengan demikian lebih hidup +
menarik. Contoh aplikasi yang paling sering adalah membuat biru langit lebih
terasa dan awan putih terasa lebih menonjol. Selain itu juga warna dedaunan
yang lebih hijau dan bunga yang lebih berwarna.
2. Filter ini juga sering digunakan untuk menghilangkan sebagian / seluruh
pantulan dari benda non metalik, misalnya air dan kaca. Hal ini sering berguna
untuk memotret danau yang airnya sangat jernih. Kadang kita ingin
menampilkan sedikit dasar danau itu. Yang sering menghalangi adalah pantulan
cahaya di permukaan danau yang membuat danau seperti cermin langit.
Menggunakan CPL kita bisa menguranginya, atau bahkan menghilangkannya.
c. Cara kerja Filter CPL
Pada intinya CPL membantu menyusun polaritas cahaya yang masuk ke
lensa, dengan demikian menguatkan saturasi dan kontras dari foto.

Polarisasi melingkar terjadi jika suatu gelombang yang berubah menurut


waktu pada suatu titik memiliki vektor medan elektrik (magnet) pada titik tersebut
berada pada jalur lingkaran sebagai fungsi waktu. Kondisi yang harus dipenuhi
untuk mencapai jenis polarisasi ini adalah :
1. Medan harus mempunyai 2 komponen yang saling tegak lurus linier
2. Kedua komponen tersebut harus mempunyai magnitudo yang sama
3. Kedua komponen tersebut harus memiliki perbedaan fasa waktu pada kelipatan
ganjil 900
Polarisasi melingkar bagi menjadi dua, yaitu

Left Hand Circular

Polarization (LHCP) dan Right Hand Circular Polarization (RHCP). LHCP


terjadi ketika d = +p/2 sebaliknya RHCPterjadi ketika d = -p/2 .

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

22

Berikut ini contoh jalannya cahaya yang memasuki lensa kamera

Filter CPL dijual di pasaran dengan rentang harga dari Rp. 300 ribu sampai
dengan maksimal Rp. 2 Juta. Belilah filter CPL berkualitas terbaik yang sesuai
dengan budget anda dan pastikan ukurannya cocok dengan diameter lensa yang
anda ingin pasang filter.
2.9 LCD
Cara Kerja LCD
Sebuah sumber cahaya neon, yang dikenal sebagai lampu latar, membentuk
potongan paling belakang LCD. Cahaya ini melewati pertama dari dua filter polarisasi.
Cahaya terpolarisasi kemudian melewati sebuah lapisan yang berisi ribuan gumpalan
kristal cair tersusun dalam wadah kecil yang disebut sel. Sel-sel tersebut, pada
gilirannya, tersusun dalam baris-baris di layar, satu atau lebih sel membentuk satu pixel
(titik terkecil yang terlihat pada display). Setiap piksel terdiri dari kolom molekul kristal
cair yang tergantung diantara dua elektroda transparan dan 2 filter polarisasi. Sumbu
dari filter polarisasi berbentuk tegak lurus satu sama lain. Tanpa kristal cair diantara
kedua filter polarisasi tersebut, maka sinar yang melewati satu filter polarisasi akan
diblokir / ditahan oleh oleh filter polarisasi yang lain. Kristal cair akan bergerak
memutar sehingga memungkinkan filter polarisasi yang satu bisa menerima dan
dilewati oleh cahaya. Kristal cair mengandung molekul molekul yang bermuatan

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

23

listrik dimana muatan muatan listrik tersebut akan mengenai elektroda transparan
melewati setiap piksel ataupun sub piksel dimana molekul molekul tersebut akan
digerakkan berputar oleh energi elektrostatik. Gerakan ini akan menyebabkan cahaya
bergerak melewati molekul sehingga akan terjadi penerusan ataupun penahanan cahaya
untuk melewati filter polarisasi.
Listrik menyebabkan sekitar tepi
LCD menciptakan medan listrik yang
memutar molekul kristal, garis cahaya
dengan filter polarisasi kedua dan
memungkinkan

untuk

melewatinya.Sebelum memiliki muatan


listrik, molekul kristal cair akan tetap
diam. Setelah menerima beban muatan listrik, maka molekul kristal cair akan
menyesuaikan diri dalam sebuah struktur yang heliks.Dalam panel LCD warna, setiap
pixel terdiri dari tiga sel kristal cair. Masing-masing tiga sel adalah fronted oleh
penyaring, merah hijau, atau biru. Sinar yang melewati sel disaring menciptakan warna
yang Anda lihat pada LCD. Kadang-kadang mekanisme mengirim arus listrik ke satu
atau lebih piksel gagal; dalam contoh-contoh Anda akan melihat, benar-benar layar
gelap.Pada beberapa jenis TV LCD, elektroda dapat memiliki permukaan kimia yang
mengandung kristal bening sehingga pada saat dibutuhkan kristal bening ini adang
mengkristal di bagian sudut sudut tertentu. Sinar yang telah melewati satu filter akan
diputar melewati kristal cair sehingga bisa lolos melewati filter yang kedua. Sejumlah
kecil cahaya yang diserap oleh filter polarisasi akan diperbanyak jumlahnya secara
transparan.Ketika elektroda diberi muatan listrik, maka molekul molekul kristal cair
akan menyesuaikan dengan medan listrik sehingga membatasi rotasimasuknya cahaya.
Dengan mengontrol rotasi kristal cair pada setiap piksel, maka cahaya cahaya bisa
diteruskan dalam jumlah yang bervariasi untuk menghasilkan gambar pada layar TV
LCD yang bening.
Hampir semua LCD warna modern baik di notebook dan monitor desktop
menggunakan sebuah transistor film tipis, juga dikenal sebagai matriks aktif, untuk
mengaktifkan setiap sel. LCD TFT membuat gambar yang terang dan tajam.
Sebelumnya teknologi LCD lebih lambat, kurang efisien, dan memberikan kontras yang

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

24

lebih rendah. Yang tertua dari teknologi matriks, passive-matrix, menawarkan teks yang
tajam tetapi meninggalkan gambar ghost di layar ketika perubahan tampilan cepat,
sehingga kurang optimal untuk video gerak. Saat ini, kebanyakan palmtop hitam-putih,
pager, dan telepon seluler menggunakan LCD passive-matrix.

2.10 Kacamata dan Film 3D


Kacamata 3D
Kacamata 3D adalah kacamata yang membuat gambar pada film seperti adegan 3
dimensi yang terjadi tepat didepan pemakainya. Dengan objek yang keluar masuk layar
dan seolah menuju ke arah pemakainya, membuat pemakainya merasa menjadi bagian
dari adegan film 3D tersebut. Adapun yang menjadi prinsip dasar dari teknologi 3D,
yaitu Binocular Vision (Penglihatan Binokular).
Binocular berasal dari dua kata bahasa Latin, bini untuk ganda, dan oculus untuk
mata. Binokular adalah alat yang dipegang dengan tangan dan dipakai untuk
membesarkan benda jauh dengan melewati tampilan dua rentetan lensa dan prisma yang
berdampingan.

Prisma

dipergunakan

untuk

mengembalikan

tampilan

dan

memanfaatkan cahaya lewat refleksi internal total. Binokular menghasilkan bayangan


yang benar dan tidak terbali seperti teleskop. Dapat dikatakan binokular adalah dua
teleskop yang dijadikan satu menghasilkan penglihatan 3 dimensi bagi pemakainya.
Manusia lahir dengan dua buah mata dan sistem penglihatan binokulas yang sangat
luar biasa. Untuk objek dengan jarak lebih dari 20 kaki (6 sampai 7 meter), sistem
binokular membuat kita mudah menentukan seberapa jauh jarak objek tersebut secara
akurat. Sebagai contoh, jika ada beberapa objek didepan, kita akan dengan mudah
mengetahui objek mana yang lebih jauh dan objek mana yang lebih dekat, serta
seberapa jauhnya objek tersebut dengan kita. Namun apabila salah satu mata ditutup,
maka kita akan tetap bisa memperkirakan jarak, hanya saja keakuratan perkiraan jarak
akan menurun.
Sistem penglihatan binokular berdasarkan pada kenyataan bahwa dua mata kita
terpisah dengan jarak 2 inch (5 cm). Dengan demikian setiap mata melihat dunia dari
perspektif yang sedikit berbeda dan otak menggunakan perbedaan tersebut untuk

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

25

menghitung jarak secara akurat. Otak memiliki kemampuan untuk mengkorelasikan dan
memperkirakan posisi, jarak, bahkan kecepatan suatu benda melalui data yang
diperoleh dari sistem binokular mata.
Oleh karena itulah untuk menonton film 3D diperlukan memakai kacamata 3D
untuk mengumpan gambar yang berbeda pada mata. Layar sesungguhnya menampilkan
dua gambar, dan kacamata menyebabkan satu gambar masuk ke satu mata, dan gambar
lainnya masuk ke mata yang satunya. Kacamata 3D dikategorikan menjadi dua, yaitu
pasif dan aktif. Kacamata 3D aktif berinteraksi secara nirkabel dengan gambar pada
layar untuk meningkatkan tampilan 3D, sedangkan kacamata pasif tidak, kacamata pasif
dibagi dua subkategori utama, yaitu kacamataanaglyphic (sistem warna merah/hijau
atau merah/biru) dan kacamata terpolarisasi.
a. Sistem Warna Merah/Hijau atau Merah/Biru (Anaglyphic)
Kacamata ini digunakan untuk televisi efek 3D dan di banyak film 3D. dalam
sistem ini, dua gambar yang ditampilkan pada layar, satu merah dan lainnya dengan
warna hijau atau biru. Filter pada kacamata hanya mengizinkan satu gambar untuk
masuk ke setiap mata, dan otak kita melakukan sisanya. Di layar, dua gambar
didominasi merah dan hijau atau biru diproyeksikan dengan menggunakan proyektor
tunggal. Penonton diberi kacamata 3D dengan satu lensa merah dan biru atau hijau
lainnya tergantung pada warna film. Bagian merah dari gambar terhalang oleh lensa
hijau dan sebaliknya. Ini memungkinkan dua retina untuk membentuk dua gambar yang
berbeda dan karenanya ilusi optik kedalaman diciptakan.
Namun, warna penyaringan oleh lensa terdistorsi warna akhir dan banyak
diantara penonton menonton film 3D mengeluh sakit kepala dan mual. Kualitas gambar
juga rendah tidak sebagus sistem polarisasi.
b. Sistem Polarisasi
Dua proyektor disinkronkan pada proyek dua pandanagn masing masing ke layar,
masing- masing dengan polarisasi yang berbeda. Kacamata hanya mengizinkan salah
satu gambar ke setiap mata karena mengandung lensa dengan polarisasi yang berbeda.
Kacamata terpolarisasi pasif beroperasi atas dasar yang sama seperti kacamata
anaglyphic, hanya saja kacamata ini lebih kepada menyaring gelombang cahaya
daripada warna. Satu lagi, dua gambar yang identik dan sedikit tumpang tindih, kecuali

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

26

dalam hal ini setiap gambar terpolarisasi untuk memproyeksikan cahaya yang berbeda
dari yang lain.
Dengan kacamata 3D terpolarisasi, setiap mata hanya memproses satu gambar
sehingga pikiran kita tertipu untuk memadukan dua gambmar menjadi satu,
menciptakan pengalaman menakjubkan 3D. berbeda dengan 3D anaglyphic, yang dapat
diproyeksikan dari layar manapun, 3D polarisasi bekerja lebih baik dengan layar yang
dapat menyampaikan frekuensi tanpa pengorbanan kualitas gambar.
c. Film 3D
Sekitar 57 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Desember 1952, dimulai trend film
3D dibioskop. Namun hanya dalam dua tahun, trend tersebut menghilang, terutama
karena masalah teknik yang digunakan. Efek 3D tidak terlalu mengesankan, yang
terlihat hanyalah gambar bayang bayang apabila kepala sedikit bergerak. Bahkan,
banyak penonton yang sakit kepala saat melihat tayangan 3D tersebut. Pada bioskop
bioskop Imax, efek 3D memang masih ada, namun hanya untuk film film pendek.
Tidak ada untuk feature film yang berdurasi 90 menit atau lebih.
Teknisnya, prinsip dasar yang menjadi basis untuk sebuah film 3D adalah
reproduksi gambar secara stereoscopic. Artinya gambar gambar ditampilkan secara
berpasangan, terpisah untuk masing masing mata. Gambar gambar ini harus
diposisikan secara proporsional satu sama lain sehingga dari kedua gambar yang
berbeda tadi terbentuk efek gambar tida dimensi di benak penonton. Sebuah kacamata
khusus diperlukan agar mata lebih optimal menangkap efek gambar tiga dimensi
tersebut.
2.11Teknologi 3D
1. XPAND
Hanya bekerja dengan sebuah proyektor dan lensa pengatur cahaya. Dengan
mengurangi cahaya pada salah satu mata secara sinkron, tidak ada risiko saat mata kiri
harus melihat gambar untuk mata yang kanan. Pemisahan tegas ini menghemat biaya
teknis yang diperlukan pada sistem-sistem yang lain. Sebuah layar khusus tidak
diperlukan. Namun, bioskop harus menyediakan kacamata yang mahal karena harus

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

27

menggunakan baterai tersendiri dan berfungsi dalam waktu tertentu saja. Setelah itu,
kacamata harus diganti.
Teknologi ini dulunya bernama nuvision dan bekerja dengan sebuah lensa pengatur
cahaya dan proyektor. Gambar diproyeksikan secara bergantian untuk mata kiri dan
kanan. Lensa pengatur cahaya yang dikendalikan melalui inframerah dan dioperasikan
dengan baterai akan mengurangi cahaya pada masing-masing mata, terutama pada saat
sebuah gambar tidak harus terlihat oleh mata tersebut. Lantaran bekerja tanpa
polarisasi, teknologi ini dapat menggunakan jenis layar apa saja.
+Tidak pakai layar perak
- Kacamata mahal
2. REAL D
Melakukan polarisasi cahaya dan membutuhkan sebuah layar khusus yang
dilapisi dengan perak. Layar putih biasa akan menganggu polarisasi karena cahaya
menyebar saat terjadi refleksi cahaya. Sebuah Z-Filter yang berputar akan memaksa
cahaya masuk ke sebuah struktur gelombang berbentuk spiral yang berbeda untuk
setiap mata. Kacamata pasif hanya melewatkan gelombang cahaya yang sesuai untuk
masing-masing mata. Pada teknik Real D, setiap frame seluloid ditampilkan selama tiga
kali per detik untuk masing-masing mata sehingga tidak terjadi flicker yang memutar
hingga 144 gambar per detik. Pada prinsipnya, setiap DLP proyektor 144 Hz dapat
diubah menjadi sebuah sistem Real D. Kelebihannya, lantaran menggunakan struktur
gelombang sirkular, kualitas efek 3D tidak akan menurun meskipun kepala dan
pandangan kita dimiringkan.
Proyektor akan menampilkan gambar secara bergantian melalui Z-Filter ke
sebuah layar perak. Proyektor ini akan mengubah cahaya untuk masing-masing mata
dengan menggunakan polarisasi sirkular. Kacamata hanya untuk melewatkan cahaya
yang sesuai.
+ Kepala boleh miring
- Memerlukan layar perak
3. DOLBY 3D DIGITAL CINEMA
Menampilkan gambar-gambar yang terpisah untuk masing-masing mata secara

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

28

bergantian. Namun, teknik ini memisahkan gambar dengan cara mengubah panjang
gelombang cahaya. Untuk penyesuaian panjang gelombang tersebut, digunakan sebuah
color filter wheel yang telah disinkronsasi. Kacamata khusus hanya melewatkan
gelombang cahaya yang ditentukan untuk masing-masing mata dan yang dihasilkan
oleh color filter wheel. Lantaran tidak menggunakan teknik polarisasi, tidak dibutuhkan
layar perak. Selain itu, color filter wheel juga mengesampingkan sebuah proyektor
tambahan. Namun, teknik dan kacamata ini sangat mahal.
Sebuah color filter yang berputar akan mengganti panjang gelombang pada
gambar- gambar yang diputar secara bergantian untuk masing-masing mata. Sebuah
kacamata interferensi akan menyaring semua panjang gelombang, kecuali yang sengaja
dihasilkan untuk masing-masing mata.
+ Tidak harus menggunakan layar perak
- Perlengkapan mahal
4. DOUBLE PROJECTION
Teknik yang diterapkan pada bioskop-bioskop Imax. Membutuhkan dua
proyektor yang masing-masing menampilkan gambar untuk mata kiri dan mata kanan.
Di sini, cahaya juga dipolarisasi, namun melalui sebuah filter linear. Namun, efek 3D
tidak akan terasa begitu kita memiringkan kepala. Selain itu, diperlukan sebuah layar
perak. Keuntungan terbesarnya dengan dua proyektor ini adalah penggunaan dua
proyektor akan menghasilkan brightness yang memadai untuk layar yang besar.
5. 3D Home Theater
Inovasi yang akan hadir selanjutnya lantaran teknologi untuk menampilkan film
3D masih begitu mahal, produsen proyektor home theater masih menahan diri. Saat ini,
belum ada produk dengan teknologi yang telah diulas tadi ditawarkan dengan harga
yang terjangkau. Namun, Pixar, DreamWorks dan banyak studio film lainnya akan
segera mengeluarkan lebih banyak film 3D. Semuanya hanyalah masalah waktu, sampai
salah satu dari keempat teknologi 3D ini merambah home theater.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

29

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

30

BAB 111
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
- Polarisasi cahaya merupakan proses pembatasan getaran gelombang cahaya
sehingga menjadi satu arah getar saja. polarisasi cahaya dapat dilakukan dengan
beberapa cara. salah satunya adalah dengan absorbsi selektif.
- Salah satu gejala polarisasi adalah Polarisasi karena Absorpsi Selektif. Teknik yang
umum untuk menghasilkan cahaya terpolarisasi adalah menggunakan polaroid
yang akan meneruskan gelombang gelombang yang arah getarnya sejajar dengan
sumbu transmisi dan menyerap semua gelombang pada arah getar lainnya.
- Aplikasi dari polarisasi karena absorbsi selektif antara lain adalah pada polaroid,
LSD, filter, kacamata 3D, dan film 3D.
3.2 Saran
Melalui makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
polarisasi dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, namun penyusun menyadari
bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki dari makalah yang telah disusun ini
sehingga diharapkan dapan memberikan saran guna perbaikan di masa yang akan
datang.

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

31

DAFTAR PUSTAKA
Aby Sarojo, Ganijanti. 2010. Gelombang dan Optika. Jakarta : Salemba Teknika
Polarizing filter (photography). (online)
http://en.wikipedia.org/wiki/Polarizing_filter_(photography) diakses 27 April 2013
Fungsi Dan Cara Memakai Filter CPL.(Online) http://belajarfotografi.com/filter-cplpolarisasi/ diakses 27 April 2013
Enche.2010. Peranan filter di dunia digital fotografi. (online)
http://www.infofotografi.com/blog/2010/08/peranan-filter-di-dunia-digital-fotografi/
diakses 27 April 2013
2010. Menggunakan Filter CPL (Circular Polarizer). (online)
http://www.motoyuk.com/menggunakan-filter-cpl-circular-polarizer/ diakses 27 April
2013

MAKALAH KELOMPOK 2
POLARISASI KARENA PEMBIASAN DAN PEMANTULAN