Anda di halaman 1dari 45

MAKALAH OPTIK

KOHERENSI

Oleh
KELOMPOK

:3

1. Trie Rossy Handayani

(06121011003)

2. Kurnia Lahmita P

(06121011002)

3. Noviyanti

(06121011024)

4. Violanti Anarky

(06121011028)

5. Hesti Apriani

(06121011033)

6. Nur Ismu Zakia Rizki


7. Nisyaulmiyah

JURUSAN

(06121411010)
(06111011028)

: PENDIDIKAN MIPA

PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015
KOHERENSI
Oleh: . Trie Rossy Handayani 1, Kurnia Lahmita P 2,Noviyanti 3,
Violanti Anarky 4,Hesti Apriani 5,Nur Ismu Zakia Rizki 6,
Nisyaulmiyah

Abstrak
Sifat koheren sinar laser memungkinkan diperoleh dan dimanfaatkan gejala
interferensi, yakni super posisi dua gelombang yang menghasilkan pola intensitas.
Untuk memahami fenomena interferensi harus berdasar pada prinsip optika fisis, yaitu
cahaya dipandang sebagai perambatan gelombang yang tiba pada suatu titik yang
bergantung pada fase dan amplitude gelombang tersebut. Untuk memperoleh pola-pola
interferensi cahaya haruslah bersifat koheren, yaitu gelombang-gelombang harus
bersalah dari satu sumber cahaya yang sama. Suatu alat yang dirancang untuk
menghasilkan interferensi dan pola-polanya yang dihasilkan dari perbedaan panjang
lintasan disebut interferometer optic. Interferometer dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
interferometer
pembagi
muka
gelombang
dan
terferometer
pembagi
amplitude.Koherensi ada dua jenis, yaitu koherensi waktu dan koherensi ruang. Aplikasi
dari koherensi ini antara lain hologram, holograf, dan lain lain.
Kata kunci : koherensi pada sinar laser, interferometer, panjang koherensi

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya semua penerapan sinar laser bertumpu pada ciri khas sinar laser,
yaitu koherensi. Dimana sinar laser sebagai sumber cahaya yang memiliki koherensi
waktu dan koherensi ruang yang jauh lebih tinggi dari sumber-sumber cahaya
konvensional, hal ini disebabkan karena fasa cahaya terangsang sama dengan fasa
cahaya pemicu. Sifat ini merupakan dasar kemurnian spektral sinar laser. Koherensi
terkait dengan fasa gelombang cahaya, secara umum dapat dikatakan bahwa koherensi
menyatkan hubungan antara satu bagian gelombang dengan bagian lain.
Dengan perkataan lain sifat koheren sinar laser memungkinkan diperoleh dan
dimanfaatkan gejala interferensi, yakni super posisi dua gelombang yang menghasilkan
pola intensitas. Interferensi adalah penggabungan superposisi dua gelombang atau lebih
yang bertemu pada satu titik ruang. Hasil interfrensi yang berupa pola-pola cincin dapat
digunakan untuk menentukan beberapa besaran fisis yang berkaitan dengan interferensi,
misalnya panjang gelombang suatu sumber cahaya, indeks bias, dan ketebalan bahan.
Untuk memahami fenomena interferensi harus berdasar pada prinsip optika fisis,
yaitu cahaya dipandang sebagai perambatan gelombang yang tiba pada suatu titik yang
bergantung pada fase dan amplitude gelombang tersebut. Untuk memperoleh pola-pola
interferensi cahaya haruslah bersifat koheren, yaitu gelombang-gelombang harus
bersalah dari satu sumber cahaya yang sama. Suatu alat yang dirancang untuk
menghasilkan interferensi dan pola-polanya yang dihasilkan dari perbedaan panjang
lintasan disebut interferometer optic. Interferometer dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
interferometer pembagi muka gelombang dan terferometer pembagi amplitude.
Koherensi ada dua jenis, yaitu koherensi waktu dan koherensi ruang. Sifat
koherensi ruang berhubungan dengan kemampuan sinar laser untuk membuat agar

seluruh energi laser terkumpul dalam berkas yang sempit, selain itu adanya koherensi
ruang memungkinkan difokuskannya sinar laser pada titik yang terbatas difraksi.
Sedangkan koherensi waktu berhubungan dengan panjang rententan gelombang (ware
train), dimana hal ini berhubungan dengan lebar spektrum sinar laser. Spektrum sinar
laser yang amat sempit akn memberikan rententan gelombang yang amat panjang,
sehingga mempunyai koherensi waktu atau panjang koherensi yang besar.
Dalam makalah ini akan dibahas sifat koherensi sinar laser dan pemanfaatannya
pada beberapa interferometer, hologram, sifat-sifat koherensi, dan penentuan panjang
koherensi.
1.2 TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat

Mengetahui definisi dari koherensi secara umum

Memahami definisi koherensi oleh inferensi

Memahami cara menetukan panjang koherensi

Mengetahui jenis-jenis koherensi

Mengetahui jenis inferometer yang berkaitan dengan koherensi

Memahami aplikasi koherensi

BAB II
Landasan Teori
2.1 PENGERTIAN KOHERENSI
Koherensi adalah salah satu sifat gelombang yang dapat menunjukkan
interferensi, yaitu gelombang tersebut selalu sama baik fase maupun arah penjalarannya.
Koherensi juga merupakan parameter yang dapat mengukur kualitas suatu interferensi
(derajat koherensi). Untuk menghasilkan frinji-frinji interferensi, sangat diperlukan
syarat-syarat agar gelombang gelombang yang berinterferensi tersebut tetap koheren
selama periode waktu tertentu. Jika salah satu gelombang berubah fasenya, frinji akan
berubah menurut waktu (Laud, 1988).
Agustina Setyaningsih Koherensi adalah salah satu sifat gelombang yang
menunjukkan interferensi yang sama antara fase dan penjalaranya.Coherence adalah
mengacu pada penyambungan antara fase gelombang cahaya pada satu titik dan waktu,
dan fase dari gelombang cahaya pada titik dan waktu lain. Coherence efek terutama
dibagi menjadi dua kategori dimana Agustina Setyaningsih antara koherensi tersebut
tidak bergantung satu sama lain: temporal dan spasial. Koherensi temporal yang terkait
langsung dengan bandwidth terbatas sumber, koherensi spasial berkaitan dengan ukuran
terbatas sumbernya.
Seandainya ada dua sumber-sumber identik dari cahaya monokromatik
menghasilkan gelombang-gelombang yang amplitudonya sama, panjang gelombangnya
sama, ditambah lagi keduanya memilki fasa yang sama secara permanen dan kedua
sumber tersebut bergetar bersama. Dua sumber monokromatik yang mempunyai
frekuensinya sama dengan sebarang hubungan beda fasa, konstan yang tertentu (tidaak
harus sefasa) terhadap waktu itulah yang dikatakan koheren. Jika syrat ini dipenuhi,
maka akan diperoleh pola garis interferensi yang baik dan stabil.

Jika dua buah sumber gelombang cahaya beda fasa yang akan tiba di
titik Pberubah-ubah terhadap waktu secara acak (pada suatu saat mungkin dipenuhi
syarat salingmenghapuskan, tetapi pada saat berikutnya dapat terjadi penguatan). Sifat
beda fase yang berubah-ubah secara acak ini terjadi pada setiap titik-titik pada layar,
sehingga hasil yang nampak adalah terang yang merata pada layar. Dalam keadaan ini
kedua sumber tersebut dikatan inkoheren (tidak koheren).
Laser merupakan contoh sumber tunggal dari radiasi tampak yang koheren.
Pada panjang gelombang yang lebih panjang mudah untuk menghasilkan gelombang
koheren. Cahaya keluaran laser mempunyai koherensi terhadap waktu dan ruang sangat
besar dibandingkan dengan sumber-sumber cahaya pada umumnya.
Ada dua konsep koherensi yang tidak bergantung satu sama lain, yaitu koherensi
ruang (spatial coherence) dan koherensi waktu (temporal coherence). Koherensi ruang
adalah sifat yang dimiliki dua gelombang yang berasal dari sumber yang sama, setelah
menempuh lintasan yang berbeda akan tiba di dua titik yang sama jauhnya dari sumber
dengan fase dan frekuensi yang sama. Hal ini mungkin terjadi jika dua berkas tersebut
secara sendiri-sendiri tidak koheren waktu (menurut waktu), karena setiap perubahan
fase dari salah satu berkas diikuti oleh perubahan fase yang sama oleh berkas lain.
Dengan sumber cahaya biasa, hal ini hanya mungkin jika dua berkas dihasilkan oleh
satu sumber.
Koherensi waktu (temporal coherence) adalah sifat yang dimiliki dua
gelombang yang berasal dari sumber yang sama, yang setelah menempuh lintasan yang
berbeda tiba di titik yang sama dengan beda fase yang tetap. Jika beda fase berubah
beberapa kali dan secara tidak teratur selama periode pengamatan yang singkat, maka
gelombang dikatakan tidak koheren. Koherensi waktu dari sebuah gelombang
menyatakan kesempitan spektrum frekuensinya dan tingkat keteraturan dari barisan
gelombang. Cahaya koheren sempurna ekivalen dengan sebuah barisan gelombang satu
frekuensi dengan spektrum frekuensinya dapat dinyatakan hanya dengan satu garis,
sehingga koherensi waktu dapat menunjukkan seberapa monokromatis suatu sumber
cahaya.
Dengan kata lain koherensi waktu mengkarakterisasi seberapa baik suatu
gelombang dapat berinterferensi pada waktu yang berbeda (Hecht, 1992). Barisan
gelombang yang spektrumnya hampir terdiri dari satu frekuensi tapi lebarnya berhingga

atau dengan sedikit fluktuasi amplitudo dan fase biasanya disebut quasi koheren.
Panjang koherensi merupakan jarak sejauh mana gelombang dapat berinterferensi.
Panjang koherensi suatu gelombang tertentu, seperti laser atau sumber lain dapat
dijelaskan dari persamaan berikut:
LC =c c =
dengan

c
v

Lc adalah panjang koherensi,

rambatcahaya, dan

c koherensi waktu, c adalah cepat

v adalah lebar spektrum(Ducharme, 2006).Pada interferometer

Michelson, panjangkoherensi sama dengan dua kali panjanglintasan optis antara dua
lengan padainterferometer Michelson, diukur pada saatpenampakan frinji sama dengan
nol.
Beberapa aplikasi membutuhkan sumber cahaya yang memiliki koherensi waktu
dan koherensi ruang yang sangat tinggi. Aplikasi ini banyak digunakan untuk
interferometri, holografi, dan beberapa tipe sensor optik.Untuk aplikasi lain dengan
tingkat koherensi yang lebih kecil, contohnya koherensi waktu yang rendah (tetapi
dikombinasikan dengan koherensi ruang yang tinggi) diperlukan untuk tomografi
(optical coherence tomography), dimana tampilannya dihasilkan oleh interferometri dan
resolusi tinggi yang memerlukan koherensi waktu rendah. Derajat koherensi juga sesuai
untuk tampilan laser proyeksi, aplikasi gambar dan pointer (Paschotta, 2006).
Cahaya koheren adalah bentuk cahaya di mana gelombang elektromagnetik
memelihara satu set dan hubungan fase yang dapat diprediksi satu sama lain, selama
periode waktu. Artikel ini mencakup beberapa informasi dasar tentang itu.

Sebuah sumber cahaya dikatakan monokromatik jika terdiri dari panjang gelombang
tunggal dari pancaran. Dalam cahaya biasa yang kita lihat sehari-hari, seperti sinar
matahari, masing-masing sumber berasal dari atom yang berbeda, sedangkan cahaya
koheren diciptakan oleh emisi terstimulasi. Penelitian tentang topik ini masih
berlangsung, tapi banyak dari teori masih belum jelas.
Untuk memahami bagaimana sinar koheren diproduksi, mari kita ambil contoh
bagaimana laser diciptakan. Pada musim semi tahun 1960, Theodore Maiman
membangun laser pertama di laboratorium Penelitian Hughes. Maiman menggunakan
batang sintetik kecil dengan ujung perak dan terkena batang cahaya.
Pada paparan cahaya, atom kromium dalam batang menjadi tereksitasi
memproduksi energi yang cukup untuk foton untuk menerobos salah satu ujung perak
dari batang ruby, untuk memancarkan cahaya yang koheren. Hasilnya adalah seberkas
cahaya monokromatik, yang dengan panjang gelombang 694 nanometer.
Salah satu makna yang paling penting dari cahaya koheren adalah
penggunaannya dalam pengobatan mata. Karena operasi laser mata, banyak orang buta
telah mampu melihat lagi. Hal ini juga digunakan untuk keperluan konstruksi dalam
bentuk laser.
2.2 Cahaya Xenon
Xenon adalah tidak berwarna, unsur berat dengan nomor atom 54. Gas xenon
digunakan untuk perangkat memancarkan cahaya, yang dikenal sebagai lampu Xenon.

Hal ini digunakan dalam lampu kilat fotografi, lampu stroboskopik, dan
simulator solar.

Hal ini juga digunakan dalam lampu busur dan lampu tinggi intensitas
pelepasannya. (Ingat iklan mobil menyebutkan lampu xenon nya)

Telah digunakan untuk tujuan anestesi, walaupun mahal.

Hal ini juga menemukan digunakan dalam display plasma untuk televisi.

Cahaya koheren berguna dalam begitu banyak cara yang para ilmuwan di seluruh dunia
yang tajam meneliti kegunaan lainnya, seperti pengobatan pada kanker, dll
2.3 Perbedaan dan koherensi fase
Apabila dua gelombang harmonic yang berfrekuensi dan berpanjang gelombang
sama tetapi berbeda fase gelombamng, gelombang yang di hasilkan merupakan
gelombang harmonic yang tergantung pada fasenya. Jika perbedaan fase 0 atau
bilangan bulat kelipatan 3600, gelombang akan sefase dan berinterfensi secara saling
menguatkan. Amplitudonya sama dengan penjumlah amplitude masing-masing, dan
intensitas nya (yang sebanding dengan kuadrat amplitudo) kan maksimum. Jika
perbedaan fasenya 1800 ( radian ) atau bilangan ganjil kali 1800 , gelombang akan
berbeda fase dan berinterferensi secar saling melemahkan.
Amplitude yang dihasilkan dengan demikian merupakan perbedaan amplitude
masing-masing , dan intensitasnya menjadi minimum. Jika amplitudonya sama,
intesitasnya menjadi maksimum sama dengan 4 kali inensitasnya minimum sama
dengan nol. Penyebab perbedaan fase antara dua gelombang ini adalah perubahan fase
1800 yang kadang-kadang dialami oleh gelombang saat terpantul dari permukaan bats.
Perubahan fase ini analog dengan inverse pulsa pada benang, ketika pulsa itu memantul
dari suatu titik dimana densitasnya tiba-tiba meningkat, seperti ketika benang kecil di
sambung ke benang yang lebih besar atau tali. Inverse pulsa pantul ekivalen dengan
perubahan fase 1800 untuk gelombang sinusoidal, yang dapat di pandang sebagai
deretan pulsa.
Apabila cahaya yang merambat di udara mengenai permukaan satu medium
yang di dalamnya cahaya akan merambat lebih lambat, seperti kaca atau air, akan
terjadi perubahan fase 1800 pada cahaya yang di pantulkan aka nada perubahan fase

pada cahaya yang di pantulkan dari permukaan kaca-udara atau air-udara. Ini analog
dengan pemantulan tanpa inverse pulsa pada benang tebal di titik tempat benang tebal
itu di sambung dengan benang halus.
Perbedaan fase antara dua gelombang juga sering di sebabkan oleh perbedaan
panjang lintasan yang di tempuh oleh kadua gelombang . Perbedaan lintasan satu
panjang gelombang menghasilkan perbedaan fase 3600, yang ekivalen dengan tidak ada
perbedaan fase yang sama sekali. Perbaan lintasan detengah panjang gelombang
menghasilkan perbedaan fase 1800.
Interfensi gelobang dari dua sumber ti dak teramati kecuali sumbernya koheren,
yakni, kecuali perbedaan fase di antara gelombang konstan terhadap waktu. Karena
berkas cahaya pa umumnya adalah hasil dari jutaan atom yang memancar secara bebas,
dua sumber cahaya biasanya tidak koheren. Memang perbedaan fase antara gelombang
dari sumber demikian berfluktuasi secara acak beberapa kali per detik. Koherensi dalam
optika sering dicapai dengan membagi cahaya dari sumber tunggal menjadi dua
mengahasilkan pola interfensi. Pembagiaan ini dapat dicapai dengan memantulkan
cahaya dari dua permukaan yang terpisah rapat pada film tipis (pasal 33-2) : pemantulan
serentak dari dan perambatan melalui cermin yang berlapis sebelah, seperti pada
interferometer Michelson.
2.4 JENIS- JENIS KOHERENSI
Radasi laser ditandai oleh order tingkat tinggi dari medan cahaya disbanding
sumber sumber lain. Dengan kata lain, ia memiliki tingkat koherensi yang tinggi.
Koherensi tingkat tinggi dari pancaran laser memungkinkan untuk melaksanakan
pemusatan special luarbiasa dari daya cahaya, misalnya W dalam ruang dengan
dimensilinear hanya m. Radiasi yang demikian tinggi intensitasnya dapat memotong
logam, menghasilkan lasmikro, mengebor lubang mikroskopis lewat Kristal intandan
sebagainya.
Perlu disebutkan disini bahwa disamping sifat sifatnya yang baik ini
laser tidak memberikan penyelesaian untuk semua masalah kita. Keadaan masa kini
lebih cepat diringkas dalam komentar Shcawlow [208] : monokromasitas, kesearahan
dan intensitas cahaya laser member kemungkinan jangkauan luas pengkajian ilmiah
yang tidak dapat dibayangkan tanpa mereka . . . . . Walaupun demikian, kita kadang
kadang masih terbatasi oleh sifat sifat laser yang tersedia, dan harus mencoba
memperluas teknologi laser.

Mungkin pada suatu hari kita mempunyai sinar gamma yang dapat kita
gunakan untuk merangsang superposisi koheren dari tingkat tingkat energy nuklir dan
untuk mengubah menurunnya radioaktif inti. Adanya laser belum memberikan
penyelesaian semua masalah kita. Tetapi ia telah memberikan kepada kita petunjuk baik
dan indah dimana penyelesaian menarik yang mungkin ditemukan . Sesungguhnya,
usaha penelitian saat ini, dimaksudkan untuk memperluas jangkauan laser , terutama
untuk menurunkan batas panjang gelombang pendek sampai daerah sinar gamma
dari spectrum.
Cahaya yang keluar dari sumber cahaya konvensional merupakan campur-baur
gelombang gelombang kecil terpisah dengan memperkuat atom atau memperlemah
satu sama lain dengan cara acak ; permukaan gelombang yang dihasilkan dengan
demikian berubah dari titik ketitik dan berubah dari waktu ke waktu. Jadi, ada dua
konsep koherensi yang tidak tergantung satu sama lain, yaitu koherensi temporal dan
koherensi special.
a. Koherensi Temporal
Jenis koherensi ini dimasudkan adalah korelasi antara medan disuatu titik dan
medan pada titik yang sama pada saat berikutnya ; yakni hubungan antara E (x,y,z,t 1)
dan E ( x,y,z,t2). Jika beda fase antara dua medan tetap selama periode yang diamati,
yang berkisar antara beberapa mikrodetik, gelombang tersebut kita namakan memiliki
koherensi temporal. Jika beda fase berubah beberapa kali dan secara tidak teratur
selama periode pengamatan yang singkat, gelombang dikatakan tidak koheren.
Koherensi temporal juga dikenal sebagai koherensi longitudinal. Temporal (atau
longitudinal) koherensi menyiratkan gelombang terpolarisasi pada satu frekuensi yang
fase ini berkorelasi dengan jarak yang relatif besar (panjang koherensi) di sepanjang
balok Sebuah sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya termal atau lainnya tidak
koheren memiliki. Amplitudo sesaat dan fase yang bervariasi secara acak terhadap
waktu dan posisi, dan dengan demikian panjang koherensi sangat singkat.
-

Monocromaticity
Kita menyimpulkan koherensi temporal adalah indikasi monochromaticity

sumber merupakan sumber benar-benar koheren. Tingkat mono Kromatisitas dari


sumber diberikan oleh.Ketika rasio, gelombang cahaya monokromatik idealnya
Kemurnian garis spektrum.
b. Koherensi Special

Dua medan pada dua tiik berbeda pada permukaan gelombang dari suatu
gelombang elektromagnetis dikatakan koheren special jika mereka mempertahankan
beda fase tetap selama waktu t. Bahkan hal ini mungkin jika dua berkas tersebut secara
sendiri sendiri tidak koheren temporal ( menurut waktu ), karena setiap perubahan
fase dan salah satu berkas diikuti oleh perubahan fase yang sama dalam berkas yang
lain. Dengan sumber cahaya biasa hal ini hanya mungkin jika dua berkas telah
dihasilkan dalam bagian yang sama dari sumber.
Tidak-koleransi temporal merupakan karakteristik dari berkas tunggal
cahaya,sedangkan tidak-kolerensi sepesial berkenaan dengan hubungan antara dua
berkas cahaya yang terpisa. Dua berkas cahaya yang berasal dari bagian bagian berbeda
dari sumber telah di pancarkan oleh kelompok kelompok atom yang berbeda. Masing
maing berkas tidak akan koheren-waktu dan akan mengalami perubahan fase acak
sebagai akibatnya beda fase antara dua berkas juga akan mengalami perubahan
prubahan yang cepat dan acak. Dua berkas yang demikian dikatakan tidak-koheren
sepesial (menurut tempat).
Interferensi merupakan minifestasi koherensi. Untuk menghasilkan frinji frinji
interferensi, sangat diperlukan syarat agar gelombang gelombang tetap koheren yang
berinterferensi tersebut tetap koheren selama periode waktu tertentu. Jika salah satu
gelombang berubah fasenya, frinji akan berubah menurut waktu. Dengan sumber
cahaya alami perubahan sangat cepat dan tidak terlihat adanya frinji.
Cara paling sederhana untuk menghasilkan frinji interferensi adalah menggunakan cara
yang digunakan dalam percobaan dua-celah.
Dalam percobaan ini Young menggunakan satu sumber sebagai asal dua
seumber yang membeda. Cahaya dari sumber S melewati celah A dan kemudian
melewati dua lubang kecil yang dibuat dalam layar B. Hubungan fase antara pulsa
pulsa berurutan tetap dan frinji interferensi dihasilkan pada layar C. Kita harus teliti
agar celah A sangat kecil dibandingkan dengan ukuran frinji. Jika tidak, frinji yang
dihasilkan oleh bagian bagian yang berbeda dari celah akan tumpang tindih dan
memberikan penerangan yang rata. Hal ini tidak akan terjadi jika gangguan gangguan
pada titik titik berbeda sepanjang berkas terkolerasi, yakni jika ada koherensi special.
Dalam praktek, untuk titip P pada permukaan gelombang terdapat daerah
terhingga disekitarnya, yang setiap titik di dalamnya akan mempunyai korelasi fase

yang baik dengan titik P. Dengan satu lubang-sempit (pin-hole) tetap dan menggerakkan
lubang-sepmit, dapat terlihat setiap pengurangan penampakan frinji. Daerah permukaan
gelombang dimana lubang-sempit dapat digerakkan dan frinji tetap terlihat dinamakan
daerah koheren dari gelombang cahaya dan merupakan ukuran dari koherensi special
atau koherensi melintang (transverse) dari gelombang. Hal ini menandakan perubahan
koherensi menurut ruang (special) sepanjang permukaan-gelombang dalam arah
melintang terhadap arah perambatan. Dari pandangan ini, maka koherensi temporal
dikenal sebagai koherensi longitudinal.
Ukuran dari kekontrasan frinji yang dinamakan penampakan prinji juga
digunakan sebagai ukuran koherensi.Michelson mendefinisikan penampakan frinji
(fringe visibility) sebagai berikut Di mana Emaks adalah energy relatife dari frinji terang
dan Emin adalah energy dalam frinji gelap di sebelahnya. Jika frinji dihasilkan berkas
koheran denagn amplitudo yang sama,penampakan frinji saam dengan satu (E min = 0);
sedangkan frinji yang dihasilakn oleh tidak-koheren penampakan sama dengan nol;
(Emaks= Emin),yakin tidak ada frinji. Penampakan frinji memenang terlihat dalam
laboratorium,namun,kurang dari satu,bahkan walaupun denagn gelombang gelombang
yang sama amplitudonya. Karena itu,jelasnya hanya gelombang koheren sebagaian yang
ada dalam kenyataan.
Zermike mendefinisikan tingkat koherensi (degree of coherence),V2,sama
dengan penampakan frinji jika jarak lintasan antara berkas berkas itu kecil dan
amplitudonya sama,dan ini merupakan syarat yang paling baik untuk menghasilkan
frinji. Dalam percobaan Young,penamakan frinji dapat diambil sebagai ukuran langsung
tingkat koherensi cahaya pada dua lubang. Menurut pengalaman,jika V2 > 0,85, maka
dua sumber sekunder tersebut dilihatkan sanagat koheran. Dapat ditunjukan,bahwa
hanya cahaya yang monokromatis sempurna yang koheren sama sekali baik dalam
waktu(temporal) maupun dalam (sepesial).
Pembahasan samapai saat ini sangat ideal,karena telah kita misalkan,bawah
kelompok gelombang di hasilkan oleh sumber tetap merupakan gelombang simis
sempurna selama waktu tertentu. Namun,hanya dalam buku saja dikatka bahwa cahaya
mempunyai gelombang sinusoidal. Dalam kenyataanya frekuensi dapat berubah pelan
dan acak menurut waktu disekitar frekuensi-pusat 0 dan lebar-pita (band

width) sehingga ditentuka bahwa selang frekuensi antara sampai terdiri dari bagian
tersebar energy radiasi.
Sepanajang interval waktu yang lebih pendek dari pada waktu satu
gelombang,satu paket gelombang,gelombang akan muncul sebagai sinusoidal
murni(gambar 5.3). waktu rata rata dimana terjadi pancaran sinusoidal ideal dinamakan
waktu koherensi Tc. panjang yang bersangkutan Lc = cTc dimana c kecepatan cahaya
dinamakan panjang koherensi sesudah waktu Tc , tidak korelasi antara fase dari
gelombang.
Koherensi spatial sama denngan hubungan phase diantara gelombang berjalan
sisi demi sisi, pada waktu yang sama koherensi spasial mengacu pada kontinuitas dan
uniformty dari gelombang dalam arah tegak lurus. Jika perbedaan pahse untuk setiap
titik dua tetap dalam pesawat normaly kepadamu propagiation gelombang tidak
bervariasi dengan waktu. Kemudian gelombang tersebut dikatakan menunjukkan
koherensi spasial.Semakin tinggi kontras, semakin baik koherensi spasial.
Kurangnya koherensi cahaya yang berasal dari sumber-sumber biasa seperti
menjalarnya kawat pijar, disebabkan oleh tidak dapatnya atom-atom memancarkan
cahaya secara kooperatif. Dan pada tahun 1960 telah berhasil dibuat sumber cahaya
tampak yang atom-atomnya dapat berlaku kooperatif, sekeluaran cahayanya sangatlah
monokromatik, kuat dan sangat terkumpul. Alat ini di sebut dengan laser (light
amplification through stimulated emission of radiation).
Intensitas berkas-berkas cahaya koheren dapat diperoleh dengan:
1. Menjumlahkan amplitudo masing-masing gelombang secara vektor dengan
memperhitungkan beda fasadi dalamnya.
2. Menguadratkan amplitudo resultannya, hasil ini sebanding dengan intensitas
resultan.
Dan untuk berkas-berkas yang tidak koheren atau inkoheren intensitasnya dapat
diperoleh dengan:
1. Masing-masing amplitudo dikuadratkan dahulu dan diperoleh besaran yang
sebanding dengan intensitas masing-masing berkas, baru kemudian,
2. Intensitas masing-masing dijumlahkan untuk memperoleh intensitas resultan
Langkah-langkah di atas, sesuai dengan hasil pengamatan bahwa untuk sumber cahaya
yang tidak saling bergantungan, intensitas resultan pada setiap titik selalu lebih besar
daripada intensitas yang dihasilkan oleh masing-masing sumber di titik tersebut.

2.4.1
Waktu

Penentuan Panjang Koherensi dan Waktu Koherensi


koherensi

didefinisikan

sebagai

waktu

di

mana

gelombang

elektromagnetik merambat dapat dianggap koheren (). Hal ini dihitung sebagai = 2 /
c, dimana adalah panjang gelombang dari sumber, adalah lebar spektrum, dan c
adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa.
Agustina SetyaningsihKoherensi waktu adalah Sifat dari dua gelombang yang
berasal dari sumber yang sama.Gelombang berjalan, mendekati sinusoidal yang cukup
untuk beberapa jumlah osilasi antara perubahan frekuensi dan fase. Panjang gelombang
bejalan yang dapat diasumsikan memiliki karakter sinusoial yang cukup dan fase yang
dikenal sebagai panjang koherensi . Kita dapat mendefinisikan panjang koherensi
sebagai panjang gelombang berjalan , ct, di mana fase mudah ditentukan. Interval
waktu selama fase gelombang berjalan dapat disebut dengan waktu koherensi. Ini
adalah waktu, t, selama fase gelombang berjalan tidak menjadi acak tetapi mengalami
perubahan dalam cara sistematis.
2.4.2

Keadaan untuk Koherensi Spasial

Tingkat koherensi spasial seberkas cahaya dapat menjadi deducaed dari kontras
pinggiran diproduksi oleh itt. Lebih luas sumber cahaya, lasser adalah derajat koherensi.
Dalam percobaan celah ganda muda itu, jika celah S1 dan S2 secara langsung diterangi
oleh sumber, pinggiran interferensi tidak diamati. Sebaliknya uniformally layar
menyala. Tidak adanya pinggiran yang mengeluarkan cahaya dari celah tersebut tidak
memiliki koherensi spasial. Jika celah sempit diperkenalkan sebelum celah ganda, sinar
yang melewati celah sempit menerangi S S1 dan S2. Gelombang muncul dari mereka,
karena telah diturunkan melalui divisi gelombang depan, yang koheren dan ststionary
pola interferensi akan diamati di layar. Jika lebar celah S secara bertahap meningkatkan
kontras menurun pola frinji dan Disapper pinggiran. Ketika S celah lebih lebar, S1 dan
S2 menerima gelombang dari berbagai belahan S yang tidak mempertahankan
koherensi. Apabila sempit, menjamin bahwa gelombang kereta insiden pada celah S1
andS2 berasal dari daerah kecil sumber dan karenanya mereka memiliki koherensi
spasial.
2.5 APLIKASI KOHERENSI DALAM KEHIDUPAN
2.5.1 1.Laser
Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of
Radiation, yang artinya penguatan cahayadengan rangsangan pancaran radiasi.

Sifatyang terjadi akibat kesamaan frekuensi adalah monokromatis dan sifat yang terjadi
akibatkesamaan fase adalah koherensi. Jadi, syaratterbentuknya laser adalah sumber
cahaya yangmonokromatis dan koheren (Reynaldo, 2001).Laser mempunyai sifat-sifat
yang tidakdimiliki oleh sumber cahaya lain. Sifat-sifatkhas laser antara lain kesearahan,
intensitas,monokromatis, dan koherensi (Laud,1988).
a. Monokromatik
Monokromatis artinya hanya satu frekuensi yang dipancarkan. Sifat ini diakibatkan
oleh :

Hanya satu frekuensi yang dikuatkan [ = (E2-E1)/h]


Susunan dua cermin yang membentuk cavity-resonant sehingga osilasi

hanya terjadi pada frekuensi yang sesuai dengan frekuensi cavity.


b. Keserarahan
Merupakan konsekuensi langsung ditempatkannya bahan aktif dalam cavity
resonant, dimana hanya gelombang yang merambat dalam arah yang tegak
lurusterhadap cermin-cermin yang dapat dipertahankan dalam cavity.
1. Kasus koheren ruang sempurna
Pada jarak tertentu masih terjadi divergensi akibat difraksi, seperti
ditunjukkan pada Gb dibawah

Gambar Difraksi berkas cahaya laser untuk kasus koheren ruang sempurna
Prinsip Huyghens : muka-muka gelombang pada layar dapat diperoleh akibat
superposisi dari gelombang-gelombang yang dipancarkan oleh tiap titik di apertur D,
maka sudut difraksi diungkapkan oleh :
D=

dimana adalah panjang gelombang laser, D adalah diameter celah dan adalah
koefisien numerik. Suatu berkas cahaya dimana divergensinyadapat diungkapkan dalam
bentuk D diatas disebut diffraction limited.
2. Kasus koheren ruang parsial
Divergensi lebih besar daripada nilai minimum untuk difraksi, dimana :
D=

(S c ) 2

dimana Sc adalah luas koherensi yang berperilaku sebagai apertur batas terjadinya
superposisi koheren dari wavelets elementer. Sebagai kesimpulan, bahwa berkas output
laser harus dibuat dalam batas difraksi (diffraction limited).
c. Koherensi
1. Koherensi Ruang
Pandang dua buah titik P1 dan P2 dimana pada waktu t = 0 terletak pada
bidang muka gelombang cahaya/EM yang sama. Andaikan E1(t) dan E2(t)
adalah medan-medan listrik pada kedua titik tadi. Pada t = 0 perbedaan fasa
kedua medan ini adalah nol. Jika perbedaan fasa ini dapat dipertahankan pada t
> 0, maka dikatakan koheren ruang sempurna (perfect spatial coherence). Jika
titik P1 dan P2 terletak pada beberapa titik memiliki korelasi fasa yang baik
(perbedaan fasanya kecil), maka disebut koheren ruang sebagian (partial spatial
cohenrence).
2. Koherensi Waktu
Tinjau gelombang cahaya di titik P pada saat t dan pada saat
beda fase antara

t dan t +

t+ . Jika

selalu tetap untuk setiap t maka dikatakan terdapat

koherensi waktu :
( x , t ) ( x ,t )=konstan
Jika keadaan diatas berlaku untuk setiap t, maka koherensinya disebut
koherensi waktu sempurna. Koherensi dapat diukur dengan menggunakan
perumusan tertentu. Misla fungsi gelombang cahaya:
E ( t ) =E0 exp i(t )

Dengan

Eo

amplitudo cahaya dan

fasa cahaya maka fungsi koherensi

bersama (mutual coherence function) didefiniskan sebagai :


2 (t ) ]
T 12 ( )=[ E 1 ( t + ) E
T
2

atauT 12 ( )=lim

1
E (t+ ) E 2 ( t )
T T 1
2

Untuk kasus inkoheren T 12 ( )=0

Selanjutnya fungsi koherensi diri (self coherence function) diberikan oleh :


T 11 ( )=[E 1 ( T + ) E1 ( T ) ] dan
T 22 ( )=[ E2 (T + ) E2 ( T ) ]
Yang tank lain menyatakan intensitas masing-masing cahaya yakni :
1s 1=T 11 ( 0 ) dan1 s 2=T 22 ( 0 )

Untuk memudahkan uraian selanjutnya, kita definisikan fungsi kolerasi normal


12 ( ) =

2 (t ) ]
T 22 ( )
[E ( t+ ) E
= 1
T 11 ( 0 ) T 12 (0) ( E1 )(E2 )

Harga mutlak

12 ( )

mengukur derajat koherensi kedua gelombang yang

berinteferensi.
Apabila cahaya digunakan memiliki koherensi yang tidak sempurna, harus dituliskan :
12 ( )
I =I 1 + I 2 I 1 I 2| 12 ( )|cos

Dimana
12 ( )
12 ( ) =| 12 ( )|exp i adalah derajat koherensi kompleks, ketajaman pola inteferensi

diukur dengan pola kontras yang disebut dengan visibilitas frinji dan ditentukan dengan
rumus :
v=

I maksI min 2 I 1 I 2| 12|


=
I maks + I min
I1 + I 2

Klasifikasi derajat koherensi ditentukan atas dasar harga mutlak

| 12|=1

berarti koheren sempurna dengan

< 1 berarti koheren sebagian

I1 I 2

berarti

| 12|

I 1 =I 2 , kontras maksimum; 0 <

| 12|=0

| 12|

berarti tidak koheren, tidak

ada kontras dalam distribusi intensitas dengan kata lain terjadi pola inteferensi.
Contoh suatu gelombang EM dengan waktu koherensi 0 ditunjukkan pada Gb.
dibawah, dimana medan listrik mengalami lompatan fasa pada interval waktu 0.

2.5.2

Hologram

Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari


perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram
bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan
membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan. Hologram merupakan jelmaan
dari gudang informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah
ia mampu menyimpan informasi, yang di dalamnya memuat objek-objek 3 dimensi
(3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di foto atau gambar pada umumnya.
Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa fotografi. Hologram
menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari
fenomena gelombang.
a. Karakteristik hologram
Hologram, memiliki karakteristik yang unik. Beberapa diantaranya yaitu:
Cahaya, yang sampai ke mata pengamat, yang berasal dari gambar yang direkonstruksi
dari sebuah hologram adalah sama dengan yang apabila berasal dari objek aslinya.
Seseorang, dalam melihat gambar hologram, dapat melihat kedalaman, paralaks, dan
berbagai perspektif berbeda seperti yang ada pada skema pemandangan yang
sebenarnya. Hologram dari suatu objek yang tersebar dapat direkonstruksi dari bagian
kecil hologram. jika sebuah hologram pecah berkeping-keping, masing-masing bagian
dapat digunakan untuk mereproduksi lagi keseluruhan gambar. Walau bagaimanapun,
penyusutan dari ukuran hologram, dapat menyebabkan penurunan perspektif dari
gambar, resolusi, dan tingkat kecerahan dari gambar. Dari sebuah hologram dapat
direkonstruksi dua jenis gambar, biasanya gambar nyata (pseudoscopic) dan gambar
maya (orthoscopic) Sebuah hologram tabung dapat memberikan pandangan 360 derajat
dari objek Lebih dari satu gambar independen yang dapat disimpan dalam satu pelat
fotografi yang sama yang dapat dilihat dari satu per satu dalam satu kesempatan.
b. Keunggulan hologram
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kapabilitas hologram melebihi
kapabilitas media penyimpanan lainnya. Salah satunya ialah,hologram dapat merekam
intensitas cahaya. Dengan kata lain, hologram memiliki informasi tambahan baru
dibandingkan media lain. Secara otomatis dengan adanya rekaman intensitas cahaya,
hologram pun mampu untuk memperlihatkan kedalaman (depth). Ketika seseorang

melihat ke arah sebuah pohon, ia menggunakan matanya untuk menangkap cahaya dari
objek itu. Setelah itu, informasi diolah untuk memperoleh makna mengenai objek tadi.
Prinsip ini hampir sama dengan hologram. Hologram menjadi cara yang nyaman
untuk menciptakan kembali gelombang cahaya yang sama, yang berasal dari objek yang
sebenarnya. Kemampuan ini sangat menakjubkan. Objek terasa nyata dan hidup dan ia
akan terlihat seolah-olah akan melompat dari gambar (scene).
Jika pada sebuah foto standar, pemandangan diambil dari satu perspektif saja,
maka hologram mematahkan batasan itu. Hologram mampu untuk melihat suatu objek
dari berbagai perspektif
2.5.3

Bandwith

Sebuah paket bandwidth bukanlah gelombang harmonik. Oleh karena itu, tidak
dapat direpresentasikan secara matematis dengan fungsi sinus sederhana. Representasi
matematis dari sebuah paket gelombang dilakukan dengan integral fourier. Jika cahaya
dipancarkan dari sumber maka dianalisis dengan bantuan spektograf, yang terdiri dari
garis-gars spektrum diskrit.Panjang koherensi dapat didefinisikan sebagai produk osilasi
gelombang N terkandung dalam kereta gelombang dan panjang gelombang, .
Demikian menunjukkan bahwa yhe lebih besar jumlah osilasi gelombang dalam paket
gelombang, semakin kecil bandwidth. Dalam kasus membatasi, ketika N jauh besar,
yaitu ketika paket infinetly panjang gelombang, gelombang akan monokromatik
memiliki panjang gelombang didefinisikan secara tegas.
2.5.4

Holografi

Aplikasi teknik holografi telah tersebar ke berbagai aspek kehidupan. Holografi


memudahkan manusia dalam mengabadikan karya-karya seni dan bendabenda
peninggalan sejarah, pembuatan iklan dan film, dan lain sebagainya. Selain itu, aplikasi
holografi lain ialah holographic interferometry, holographic optical element (HOE), dan
holographic memory.
2.5.4.1 Holographic interferometry
Holographic interferometry adalah aplikasi dari teknologi holografi yang
memungkinkan kita untuk membuat replika atau tiruan visual suatu benda, beserta
efeknya. Dengan teknik ini, objek akan mengalami dua kali pencahayaan. Sehingga
visualisasi suatu benda dapat bervariasi.

Pada proses pencahayaan yang pertama, objek harus dalam keadaan diam, tidak
boleh bergerak. Pada proses pencahayaan yang kedua, objek tadi menjadi subjek untuk
memberikan bentuk-betuk fisik sesuai dengan wujud asli objek tersebut.
Kemudian sepanjang proses tadi, hologram akan melukiskan sejumlah garis,
baik garis tepi maupun garis diagonal yang melewati objek.
Garis-garis itu kemudian akan menjelma menjadi garis-garis kontur serupa pada
sebuah peta. Peta visual inisangat bergantung pada garis tepi, sebab garis tepi lah yang
memberi bentuk-bentuk fisik. Bila terjadi kesalahan pada proses yang pertama, maka
hal

itu

akan

mempengaruhi

pembuatan

peta

visualnya.Holographic

interferometry terdiri atas tiga tipe, yaitu :


1. Frozen fringe
2. Life Fringe
3. Time averaged
Holographic interferometry sudah banyak digunakan di industri manufaktur.
Kegunaannya ialah untuk menginpeksi kerusakan atau kegagalan pada produk.
Subjeknya ialah logam dan bahan nonlogam. Material ini digunakan untuk
menguji kemungkinan-kemungkinan kerusakan.
2.5.4.2

Holographic optical element (HOE)


Holographic optical element ialah salah satu jenis dari elemen optis difraktif.

HOE dapat mengganti suatu sistem optik dengan komponen optik ganda, seperti lensa,
kaca, [beam splitters], dan prisma. HOE sangat bermanfaat bila terjadi ketidaksesuaian
dan ketidakseimbangan komponen optik suatu benda. Kini hadir teknologi DOE
(Diffractive Optical Element) sebagai kelanjutan dari HOE.
Pada DOE, gelombang cahaya yang datang tidak lagi dibengkokan, melainkan
dipecah menjadi puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan gelombang. Gelombanggelombang

tadi

nantinya

akan

meyatu

kembali

dan

membentuk

sebuah

gelombang lengkap yang baru. Aplikasi HOE dan DOE antara lain sebagai berikut :
Sistem komunikasi dengan media optik CD (compact disk) cakram kompak. Aplikasiaplikasi arsitektural (seni bangunan), Finger print sensor (sensor sidik jari), dan Proses
pengolahan informasi.
2.5.4.3 Holographic memory
Perkembangan teknologi holografi turut merambah ke sistem penyimpanan data.
Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan media penyimpanan data dengan kapasitas

yang lebih besar. Media-media penyimpanan yang mengadopsi prinsip-prinsip


holografis disebut dengan holographic memory. Pada dasarnya, teknologi holographic
memory memanfaatkan cahaya untuk menyimpan dan membaca kembali data atau
informasi.
Sinar Laser (singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission
of Radiation) yang bersifat monokromatik dan koheren dilewatkan pada sebuah alat
yang disebut beam splitter. Splitterini memecah sinar LASER menjadi dua, yang
pertama disebut sinar sinyal atau sinar tujuan, yang kedua disebut sinar acuan. Disebut
sinar tujuan karena sinar ini membawa kode informasi atau obyek yang akan disimpan.
Disebut sinar acuan karena merupakan sinar yang dirancang sedemikian rupa, sehingga
mudah dan sederhana untuk direproduksi karena digunakan sebagai referensi. Salah satu
contoh dari holographic memory ialah kepingan holografis.
Para peneliti tengah berusaha mengembangkan kepingan (CD) yang memiliki
muatan penyimpanan holografis, sehingga dapat menyimpan informasi dengan ukuran
terabit. Hal ini dikarenakan pengepakan data menjadi lebih mapat dibandingkan
teknologi optis konvensional seperti yang digunakan pada DVD dan Blu-Ray.
Bayangkan satu keping cakram optis, dengan ketebalan cakram 1,5mm, mampu
menyimpan data sebesar 200 GB.
Holographic memory memiliki beberapa keunggulan dibandingkan media
penyimpanan lain, antara lain sebagai berikut : Holographic memory dapat menyimpan
data 2 dimensi, 3 dimensi, dan juga data digital. Kapasitas penyimpanan data lebih
besar, dapat mencapai 27 kali lebih besar dari kapasitas DVD yang kita pakai saat ini.
Proses pembacaan data lebih cepat, yakni 25 kali lebih cepat daripada DVD.
2.5.5

Interferometer

Interferensi adalah penggabungan secara superposisi dua gelombang atau lebih


yang bertemu pada satu titik di ruang. Apabila dua gelombang yang berfrekuensi dan
berpanjang gelombang sama tapi berbeda fase bergabung, maka gelombang yang
dihasilkan merupakan gelombang yang amplitudonya tergantung pada perbedaan
fasenya. Jika perbedaan fasenya 0 atau bilangan bulat kelipatan 3600, maka gelombang
akan sefase dan berinterferensi secara saling menguatkan (interferensi konstruktif).
Sedangkan amplitudonya sama dengan penjumlahan amplitudo masing-masing
gelombang. Jika perbedaan fasenya 1800 atau bilangan ganjil kali 1800, maka

gelombang yang dihasilkan akan berbeda fase dan berinterferensi secara saling
melemahkan (interferensi destruktif). Amplitudo yang dihasilkan merupakan perbedaan
amplitudo masing-masing gelombang (Tipler, 1991). Suatu alat yang dirancang untuk
menghasilkan interferensi dan pola-polanya yang dihasilkan dari perbedaan panjang
lintasan disebut interferometer optik.
Interferometer dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu interferometer pembagi muka
gelombang dan interferometer pembagi amplitudo. Pada pembagi muka gelombang,
muka gelombang pada berkas cahaya pertama di bagi menjadi dua, sehingga
menghasilkan dua buah berkas sinar baru yang koheren, dan ketika jatuh di layar akan
membentuk pola interferensi yang berwujud frinji gelap terang berselang-seling. Pola
terang terjadi apabila gelombanggelombang dari kedua berkas sinar sefase sewaktu tiba
di layar.
Sebaliknya pola gelap terjadi apabila gelombang-gelombang dari kedua berkas
sinar berlawanan fase sewaktu tiba di layar. Agar pola interferensi nyata, tempat garisgaris gelap terang itu harus tetap sepanjang waktu yang berarti beda fase antara
gelombang-gelombang dari kedua celah harus tidak berubah-ubah dan hal ini hanya
mungkin apabila kedua gelombang tersebut koheren, yaitu identik bentuknya (Soedojo,
2001).
Untuk pembagi amplitudo, diumpamakan sebuah gelombang cahaya jatuh pada
suatu lempeng kaca yang tipis. Sebagian dari gelombang akan diteruskan dan sebagian
lainnya akan dipantulkan. Kedua gelombang tersebut tentu saja mempunyai amplitudo
yang lebih kecil dari gelombang sebelumnya. Ini dapat dikatakan bahwa amplitudo
telah terbagi. Jika dua gelombang tersebut bisa disatukan kembali pada sebuah layar
maka akan dihasilkan pola interferensi (Hecht, 1992).
2.5.5.1 Prinsip dasar interferometer
Interferometer adalah suatu perangkat untuk pengukuran yang memanfaatkan gejala
inteferensi. Pada umumnya prinsip dasar interferometer yang memanfaatkan sifat
koherensi perhatikan gambar dibawah :

Menurut ciri pokoknya, interferometer dapat dibagi dalam dua kategori yaitu :
a. Interferometer pembelahan muka gelombang
Dalam sistem ini kedua berkas gelombang yang berinteferensi diperoleh dari
sumber gelombang semula tanpa mnegurangi intensitasnya atau dengan
perkataan lain cahaya dapat dibagi dua menurut posisi geometrisnya, misalnya
bagian atas berkasnya menjadi berkas uji dan bagian bawah menjadi berkas
referensi.
b. Interferometer pembelah amplitudo
Dalam hal ini kedua gelombang yang berinteferensi diperoleh dengan mebagi
intensitas gelombang semula, atau dengan perkataan lain cahaya dibagi dua
berkas yang sama bentuknya, tetapi dengan amplitudo yang berbeda.
Berkas uji adalah berkas cahaya yang dikenakan dengan objek yang akan
diukur/diuji. Objek dapat berupa cermin bergerak ( yang pergeserannnya ingin
diukur), gas (yang variasi indeks biasnya ingin diketahui) dan lain lain.
Sedangkan berkas referensi adalah berkas cahaya pola fasanya dipertahankan
tetap untuk anntinya dipertemukan lagi dengan berkas uji.
Perpaduan kedua gelombang menghasilkan pala interferensi (garis atau
daerah terang gelap saja) yang diamatai oleh detektor (layar, fotodioda, film, dan
sebagainya). Interfernsi antara keduanya memberikan informasi mengenai apa
yang telah dialami berkas uji, sehingga pada gilirannya memberikan informasi
mengenai objek ini.
2.5.5.2 Jenis-jenis interferometer
2.5.5.2.1 Interferometer young
Interferometer young adalah jenis interferometer pembelah muka dua dimana
kegunaan interferometer ini adalah antara lain untuk memeriksa derajat

koherensi sumber cahaya dan menguku rjarak yang kecil antara dua celah.
Prinsip kerja dari interferometer young diperhatikan pada gambar dibawah ini.

Pada eksperimen young hasil inteferensinya diamati pada layar yang berjarak L yang
jauh lebih besar dari jarak antara celah d. Untuk konfigurasi eksperimen ini berlaku
aproksimasi medan jauh dimana :
r 1, r 2 d dan ; 1= 2=
Dalam pendekatan ini, selisih lintasan gelombang yang menjalar melalui dua celah
terpisah adalah :
r =r 3r 1 =d sin
Kedudukan frinji pada bidang pengamatan diungkapkan oleh koordinat
y=L tan

2.5.5.2.2 Interferometer Michelson


Interferometer michelson adalah termasuk interferometer pembelah amplitudo
dimana interferometer ini sangat berguna dalam pengukuran indeks bias,

pengukuran panjang (yang diukur adalah pergeseran total cerimin uji),


pengukuran getaran (vibrasi) dan dapat juga digunakan untuk pengukuran
simpangan permukaan (disini permukaan menjadi cermin uji). Pada gambar
dibawah ini diperlihatkan konfigurasi interferometer Michelson, yaitu terdiri
dari dumber cahaya, pemisah berkas, cermin referensi, cermin uji.

Intensitas maksimum (keadaan terang) diperoleh m .

bulat. Sedangkan intensitas minimum (keadaan gelap) diperoleh

dengan bilangan

=( 2m+1) .

dengan demikian intensitas akan berubah dari maksimum ke minimum atau sebaliknya
dengan pergeseran sejauh simpangan

x=

dimana

panjang gelombang sinar

laser yang digunakan.


Untuk memahami fenomena interferensi harus berdasar pada prinsip optika fisis,
yaitu cahaya dipandang sebagai perambatan gelombang yang tiba pada suatu titik yang
bergantung pada fase dan amplitude gelombang tersebut. Untuk memperoleh pola-pola
interferensi cahaya haruslah bersifat koheren, yaitu gelombang-gelombang harus
bersalah dari satu sumber cahaya yang sama. Koherensi dalam optika sering dicapai
dengan membagi cahaya dari sumber celah tunggal menjadi dua berkas atau lebih, yang
kemudian dapat digabungkan untuk menghasilkan pola interferensi.
Pada interferensi, apabila dua gelombang yang berfrekuensi dan berpanjang
gelombang sama tapi berbeda fase bergabung, maka gelombang yang dihasilkan
merupakan gelombang yang amplitudonya tergantung pada perbedaan fase.

Perbedaan fase antara dua gelombang sering disebabkan oleh adanya perbedaan
panjang lintasan yang ditempuh oleh kedua gelombang. Perbedaan lintasan satu panjang
gelombang menghasilkan perbedaan fase 360o, yang ekivalen dengan tidak ada
perbedaan fase sama sekali. Perbedaan lintasan setengah panjang gelombang
menghasilkan perbedaan
fase 180o. Umumnya, perbedaan lintasan yang sama dengan d menyumbang suatu
perbedaan fase yang diberikan oleh :
=

d
2

Suatu alat yang dirancang untuk menghasilkan interferensi dan pola-polanya


yang dihasilkan dari perbedaan panjang lintasan disebut interferometer optic.
Interferometer dibagi menjadi 2 jenis, yaitu interferometer pembagi muka gelombang
dan terferometer pembagi amplitude. Pada pembagi muka gelombang, muka gelombang
pada berkas cahaya pertama dibagi menjadi dua, sehingga menghasilkan dua buah
berkas sinar baru yang koheren, dan ketika jatuh di layar akan membentuk pola
interferensi yang berwujud cincin gelap terang berselang-seling.
Pola terang terjadi apabila gelombang-gelombng dari kedua berkas sinar sefase
sewaktu tiba di layar. Sebaliknya, pola gelap terjadi apabila gelombang-gelombang dari
kedua berkas sinar berlawanan fase sewaktu tiba di layar. Agar pola interferensi nyata,
tempat garis-garis gelap terang itu harus tetap sepanjang waktu yang berarti beda fase
antara gelombang-gelombang dari kedua celah harus tidak berubah-ubah dan hal ini
hanya mungkin apabila kedua gelombang tersebut koheren, yaitu identik bentuknya.
Untuk interferometer pembagi amplitudo, diumpamakan sebuah gelombang
cahaya jatuh pada suatu lempeng kaca yang tipis. Sebagian dari gelombang akan
diteruskan dan sebagian lagi akan dipantulkan. Kedua gelombang tersebut tentu saja
mempunyai amplitudo gelombang yang lebih kecil dari gelombang sebelumnya. Ini
dapat dikatakan bahwa amplitudo telah terbagi. Jika kedua gelombang tersebut bisa
disatukan kembali pada sebuah layar, maka akan dihasilkan pola interferensi.

Gambar di atas merupakan diagram skematik interferometer Michelson. Oleh


permukaan beam splitter (pembagi berkas) cahaya laser, sebagian dipantulkan ke M1
dan sisanya ditransmisikan ke M2. Bagian yang dipantulkan ke M1 akan dipantulkan
kembali ke beam splitter yang kemudian menuju ke layar. Adapun bagian yang
ditransmisikan oleh M2 juga akan dipantulkan kembali ke beam splitter, kemudian
bersatu dengan cahaya dari M1 menuju layar, sehingga kedua sinar akan berinterferensi
yang ditunjukkan dengan adanya pola-pola cincin gelap terang.
Pengukuran jarak yang tepat dapat diperoleh dengan menggerakkan M2 pada
interferometer Michelson dan menghitung cincin yang bergerak atau berpindah, dengan
acuan suatu titik pusat. Sehingga diperoleh jarak pergeseran yang berhubungan dengan
perubahan cincin :
d=

N
2

Dengan :
d = perubahan lintasan optis
= panjang gelombang sumber cahaya
N = perubahan jumlah cincin

Panjang koherensi merupakan jarak sejauh mana dapat berinterferensi. Panjang


koherensi suatu gelombang tertentu, seperti laser atau sumber lain dapat dijelaskan dari
persamaan berikut :
Lc =c c =

c
v

Dimana :
Lc = panjang koherensi
c = koherensi waktu
c = cepat rambat cahaya
v = lebar spectrum
Pada interferometer Michelson, panjang koherensi sama dengan dua kali
panjang lintasan optic antara kedua lengan pada interferometer Michelson, diukur pada
saat penampakan frinji sama dengan nol. ketika movable mirror digerakkan, maka
kedua berkas laser yang melewati L1 dan L2 memiliki jarak lintasan yang berbeda.
Sehingga beda optic masing-masing berkas adalah 2L1 dan 2L2. Jadi beda lintasan
optisnya dalah :
Lc =2 L22 L1=2(L2L1)

2.5.5.2.3

Interferometer Twyman-Green

Interferometer ini mirip dengan interferometer michelson. Pada interferometer ini


digunakan cahaya yang terkolomasi (lebara dan sejajar) dalam hal ini pola inferensi
yang dihasilkan yang dihasilakan tidak lagi berbentuk cincin kosentris, melainkan brupa
spot yang dapat dipusatkan dengan sebuah lensa. Interferometer ini pada umumnya
digunakan untuk menguji permukaan optik, yaitu memeriksa apakah terdapat cacat atau
penyimpangan dari bentuk yang diharapakan. Pada gambar dibawah ini diperlihatkan
perangakat Interferometer Twyman-Green .

2.5.5.2.4 Interferometer Mach-Zechnder


Pada perangkat Interferometer Mach-Zechnder diperlihatkan pada gambar
dibawah ini, dimana lintasan cahaya membentuk empat persegi panjang dan sumber tak
terkolimasi pada interferometer ini berkas uji berkas referensi menjalani lintasan yang
simetris baik bentuk maupun arahnya, dengan demikian interferometer ini tidak begitu
peka terhadap gangguan dari luar (gerakan udara, getaran, dan sebagainya), karena
gengguan akan terjadi dengan sama besar pada berkas uji dan berkas referensi. Pada
umumnya interferometere ini digunakan untuk mengukur variasi fasa yang dialami
berkas uji, pngujian elemen optik dan variasi kerapatan aliran gas dalam terowongan
angin sampai ke pnegukuran kountur densitas plasma dalam reaktor termonuklir.

Contoh soal :
1. Sebuah laser semikonduktor mempunyai panjang gelombang 850 nm dengan
interval panjang gelombang 1 nm. Hitunglah panjang koherensi berkas!
Penyelesaian
Dik :

=1 x 10 nm
c=3 x 1 08 m
=850 nm=85 x 108 m
LC ?

Dit :

Jawab :
LC =c c
c=

2
c
85 x 10
2

(8)
15
=2408 x 10 s
8
9
3 x 10 x 1 x 10
c =

15

LC =3 x 1 0 x 2408 x 1 0

=7224 x 10 m

2. Laser He-Ne yang mempunyai bandwidth 0,002 nm pada 632,8 nm. Tentukan
panjang berkas koherensi?
Penyelesaian :
Dik :
12

=2 x 10

nm

c=3 x 1 08 m
=632,8 nm=632,8 x 109 m
Dit : LC ?
Jawab :
LC =c c
2

c=

632,8 x 10
2

(9)
18
=6,6739 x 1 0 s
8
12
3 x 10 x 2 x 10
c =

LC =3 x 1 0 x 6,6739 x 1 0

18

=20,02 x 10

10

3. Dua celah sempit yang terpisah pada jarak 0.2mm disinari tegak lurus. Garis
terang ketiga terletak 7,5mm dari garis terang ke nol pada layar yang jaraknya
1m dari celah. Panjang gelombang sinar dipakai adalah?
Penyelesaian :
Dik :
p=7,5 mm=7,510 m l=1 m d=0,2 mm=2.10 m
Dit :

n=3

Jawab :
pd
=n
l

(7,5 10 .2 .10 )
=3
1

15 .10
3

=510 m=5000

4. Pada percobaan young, dua celah berjarak 1mm diletakan sejauh 1meter dr
layar. Bila jarak terdekat antara pola interferensi garis terang pertama kesebelas
adalah 4mm, panjang gelombang cahaya yg digunakan adalah?
Penyelesaian :
Dik :
p=4 mm=4 10 m
d= 1mm = 10 m
L = 1m
Dit : ....?
jawab :

jarak antara dua terang


pd = L
arak terang pertama dan sebelas
pd = 10 L
4 10 .10 = 10 .1.
=4 10 m
= 4000 A
5. Cahaya monokromatis dengan panjang gelombang 5000 A melewati celah
ganda yang terpisah pada jarak 2 mm. Jika jarak celah layar 1 meter,
tentukanlah jarak terang pusat dengan garis terang orde ketiga pada layar.
Penyelesaian:
Dik :
d=2 mm ; l=1 meter =1 10 3 mm
=5000 A=5 104 mm ; m=3

Dit : p...?
jawab :
pd
=n
l
p ( 2 mm )
3

(1 x 10 mm)

=3 ( 5 x 104 mm )

p=0,75 mm

6. Tentukanlah tebal lapisan minimum yang dibutuhkan agar terjadi interferensi


maksimum pada sebuah lapisan tipis yang memiliki indeks bias 4/3 dengan
menggunakan panjang gelombang 5.600
Penyelesaian:

2 n d cos r=

d=

( 2m+1 )

( 2 m+1 )

4 n cos r
Supaya tebal lapisan minimum, m = 0 dan cos r = 1, maka diperoleh

d=

( 2(0)+1 )
2
4( )
3

5600 =1050

7. Percobaan Thomas Young, celah ganda berjarak 5 mm. Dibelakang celah yang
jaraknya 2 m ditempatkan layar , celah disinari dengan cahaya dengan panjang
gelombang 600 nm., maka jarak pola terang ke 3 dari pusat terang adalah.
Penyelesaian:
Dik :
d=5 mm

l=2 m=2000 mm

=600 nm=7 x 105 mm

m=3

pd (2 m1)
=

l
2
Dik :
p..?

jawab :
p=

(2 ( 3 )1)
7 x 105 x 2000= 35 x 102 mm
2

8. Suatu percobaan menembakan cahaya laser yang mempunyai panjang


gelombang 800 nm dengan lebar pita 1 nm. Hitunglah panjang koherensi
berkas!
Penyelesaian :
Dik :
=1 x 109 nm
8

c=3 x 1 0 m
7

=800 nm=8 x 10 m
Dit :

LC ?

Jawab :
LC =c c
2
c=
c
8 x 10
2

(7)
=21,3 x 1013 s
8
9
3 x 10 x 1 x 10
c =
LC =3 x 1 08 x 21,3 x 1 013=64 x 105 m

9. Sebuah laser semikonduktor mempunyai panjang gelombang 850 nm dengan


interval panjang gelombang 2 nm. Hitunglah panjang koherensi berkas!
Penyelesaian :
Dik :
=2 x 109 nm

c=3 x 1 0 m
=850 nm=85 x 108 m

Dit :

LC ?

Jawab :
LC =c c
2

c=

c
85 x 10
2

(8)
15
=1204 x 1 0 s
8
9
3 x 10 x 2 x 10
c =

LC =3 x 1 08 x 2408 x 1 015=3612 x 107 m

10. Dalam suatu percobaan yang menggunakan sebuah laser yang mempunyai
panjang gelombang 700 nm dengan panjang koherensi berkas
Hitunglah interval panjang gelombang !
Penyelesaian :
Dik :
c=3 x 1 08 m
7

=700 nm=7 x 10 m
7

LC =3600 x 10 m
Dit :

Jawab :
LC =c c
7

3600 x 10 =3 x 10 c

3600 x 107 m .

13

c =12 x 10
c=

2
c

7 x 10
(7)2
3 x 1 08 x
12 x 1013 =
=1,36 x 1 09 m

TES FORMATIF
1. Radiasi sebuah atom sebesar 4 x 10-12.berapa panjang gelombang sinar sodium
tersebut?
Penyelesain:
Tcoh= 4 x 10-12 s
lcoh=c x tcoh
=3x108m/s x 4 x 10-12 s
=12 x 10-4m
=1,2 mm
2. Hitung panjang koherensi dari laser CO2 yang memilii lebar garis 1 x10-5 nm pada
panjang emisi gelombang IR sebesar 10,6 m ?
Penyelesaian:
Panjang koherensi:
2

lcoh=

( 10,6 x 106 )
5

1 x 10 x 10

=11,2 km
=11200 m
3. Hitung koherensi dari cahaya kuning dengan panjang gelombang 5893

dalam 10 detik.hitunglah bandwidthnya?


Penyelesaian:
Panjang koherensi,ditentukan dari: lcoh=c x Tcoh
=3x108m/s x 10-12 s
=0,3 mm
Bandwidth,ditentukan dari

= t coh

( 5893 x 1010)

3 x 109 m

=11,6

4. Apa yang dimaksud dengan koherensi?


Penyelesaian:
Koherensi adalah salah satu sifat gelombang yang menunjukkan interferensi
yang sama antara fase dan penjalaranya.
Koherensi adalah mengacu pada penyambungan antara fase gelombang cahaya
pada satu titik dan waktu, dan fase dari gelombang cahaya pada titik dan waktu
lain
5. Apa sajakah efek dari koherensi?
Penyelesaian:
Efek dari kkoherensi dibagi menjadi:temporal dan spasial.
Koherensi temporal yang terkait langsung dengan bandwidth terbatas sumber,
koherensi spasial berkaitan dengan ukuran terbatas sumbernya.

6. Apa syarat pembentukan pola garis interferensi yang baik dan stabil?
Penyelesaian:
Dua sumber-sumber identik dari cahaya monokromatik menghasilkan
gelombang-gelombang yang amplitudonya sama, panjang gelombangnya sama,
ditambah lagi keduanya memilki fasa yang sama secara permanen dan kedua
sumber tersebut bergetar bersama. Dua sumber monokromatik yang mempunyai
frekuensinya sama dengan sebarang hubungan beda fasa, konstan yang tertentu
(tidaak harus sefasa) terhadap waktu.
7. Radiasi sebuah atom sodium sebesar 1 x 10 -12.berapa panjang gelombang sinar
sodium tersebut?
Penyelesain:
Tcoh= 1 x 10-12 s
lcoh=c x tcoh
=3x108m/s x 1 x 10-12 s
=1 x 10-4m
=1 mm
8. Radiasi sebuah atom sebesar 4 x 10-12.berapa panjang gelombang sinar atom
tersebut?
Penyelesain:
Tcoh= 2 x 10-12 s
lcoh=c x tcoh
=3x108m/s x 2 x 10-12 s
=2 x 10-4m
=2 mm
9. Hitung panjang koherensi dari laser CO2 yang memilii lebar garis 1 x10-5 nm pada
panjang emisi gelombang IR sebesar 10 m ?

Penyelesaian:
Panjang koherensi:
2

lcoh=

( 10 x 106 )

1 x 10 x 10

=10000km
10. Hitung panjang koherensi dari laser CO2 yang memilii lebar garis 1 x10-5 nm pada
panjang emisi gelombang IR sebesar 1 m ?
Penyelesaian:
Panjang koherensi:
2
lcoh=

( 10 x 106 )
6

2
9

1 x 10 x 10

=10km
11. Apa yang dengan inkoheren?
Penyelesaian:
Jika dua buah sumber gelombang cahaya beda fasa yang akan tiba di
titik Pberubah-ubah terhadap waktu secara acak (pada suatu saat mungkin dipenuhi
syarat salingmenghapuskan, tetapi pada saat berikutnya dapat terjadi penguatan).
Sifat beda fase yang berubah-ubah secara acak ini terjadi pada setiap titik-titik
pada layar, sehingga hasil yang nampak adalah terang yang merata pada layar.
12. Sebutkan jenis-jenis koherensi?
Penyelesaian;
Koherensi temporal,dan
Koherensi Spasial

13. Jelaskan mengenai koherensi temporal?


Penyelesaian:
Koherensi temporal juga dikenal sebagai koherensi longitudinal. Temporal (atau
longitudinal) koherensi menyiratkan gelombang terpolarisasi pada satu frekuensi
yang fase ini berkorelasi dengan jarak yang relatif besar (panjang koherensi) di
sepanjang balok Sebuah sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya termal atau
lainnya tidak koheren memiliki. Amplitudo sesaat dan fase yang bervariasi secara
acak terhadap waktu dan posisi, dan dengan demikian panjang koherensi sangat
singkat.
Monocromaticity
Kita menyimpulkan koherensi temporal adalah indikasi monochromaticity sumber
merupakan sumber benar-benar koheren. Tingkat mono Kromatisitas dari sumber
diberikan

oleh.Ketika

rasio,

gelombang

cahaya

monokromatik

idealnya

Kemurnian garis spectrum.


14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan koherensi spasial?
Penyelesaian:
Koherensi spatial sama denngan hubungan phase diantara gelombang berjalan sisi
demi sisi, pada waktu yang sama koherensi spasial mengacu pada kontinuitas dan
uniformty dari gelombang dalam arah tegak lurus. Jika perbedaan pahse untuk
setiap titik dua tetap dalam pesawat normaly kepadamu propagiation gelombang
tidak bervariasi dengan waktu. Kemudian gelombang tersebut dikatakan
menunjukkan koherensi spasial.Semakin tinggi kontras, semakin baik koherensi
spasial.
Kurangnya koherensi cahaya yang berasal dari sumber-sumber biasa seperti
menjalarnya kawat pijar, disebabkan oleh tidak dapatnya atom-atom memancarkan
cahaya secara kooperatif. Dan pada tahun 1960 telah berhasil dibuat sumber
cahaya tampak yang atom-atomnya dapat berlaku kooperatif, sekeluaran
cahayanya sangatlah monokromatik, kuat dan sangat terkumpul. Alat ini di sebut
dengan laser (light amplification through stimulated emission of radiation).
15. Bagaimana cara mendapatkan Intensitas berkas-berkas cahaya koheren?
Penyelesaian:

A. Menjumlahkan amplitudo masing-masing gelombang secara vektor dengan


memperhitungkan beda fasadi dalamnya.
B. Menguadratkan amplitudo resultannya, hasil ini sebanding dengan intensitas
resultan.
16. Bakan gaimana cara mendapatkan berkas-beras cahaya inkoheren?
Penyelesaian:
A. Masing-masing amplitudo dikuadratkan dahulu dan diperoleh besaran yang
sebanding dengan intensitas masing-masing berkas, baru kemudian
B. Intensitas masing-masing dijumlahkan untuk memperoleh intensitas resultan.
17. Apa perbedaan dari Panjang Koherensi dan Waktu Koherensi?
Koherensi waktu adalah Sifat dari dua gelombang yang berasal dari sumber yang
sama.Gelombang berjalan, mendekati sinusoidal yang cukup untuk beberapa
jumlah osilasi antara perubahan frekuensi dan fase. Panjang gelombang bejalan
yang dapat diasumsikan memiliki karakter sinusoial yang cukup dan fase yang
dikenal sebagai panjang koherensi . Kita dapat mendefinisikan panjang koherensi
sebagai panjang gelombang berjalan , ct, di mana fase mudah ditentukan. Interval
waktu selama fase gelombang berjalan dapat disebut dengan waktu koherensi. Ini
adalah waktu, t, selama fase gelombang berjalan tidak menjadi acak tetapi
mengalami perubahan dalam cara sistematis.
18. Jelaskan mengenai bandwidth?
Penyelesaian:
Sebuah paket bandwidth bukanlah gelombang harmonik. Oleh karena itu, tidak
dapat direpresentasikan secara matematis dengan fungsi sinus sederhana.
Representasi matematis dari sebuah paket gelombang dilakukan dengan integral
fourier. Jika cahaya dipancarkan dari sumber maka dianalisis dengan bantuan
spektograf, yang terdiri dari garis-gars spektrum diskrit.
Panjang koherensi dapat didefinisikan sebagai produk osilasi gelombang N
terkandung dalam kereta gelombang dan panjang gelombang, . Demikian
menunjukkan bahwa yhe lebih besar jumlah osilasi gelombang dalam paket
gelombang, semakin kecil bandwidth. Dalam kasus membatasi, ketika N jauh
besar, yaitu ketika paket infinetly panjang gelombang, gelombang akan
monokromatik memiliki panjang gelombang didefinisikan secara tegas.

19. Sebutan contoh aplikasi koherensi terhadap tekonologi?


Penyelesaian:
a. Holografi
b. Hologram
c. Karakteristik hologram
d. Holographic interferometry
e. Holographic optical element (HOE)
f. Holographic memory
g. Laser
20. Apakah kegunaan dari aplikasi teknik holografi?
Penyelesaian:
Aplikasi teknik holografi telah tersebar ke berbagai aspek kehidupan. Holografi
memudahkan manusia dalam mengabadikan karya-karya seni dan benda benda
peninggalan sejarah, pembuatan iklan dan film, dan lain sebagainya

Kesimpulan
3. Koherensi adalah salah satu sifat gelombang yang dapat menunjukkan
interferensi, yaitu gelombang tersebut selalu sama baik fase maupun arah
penjalarannya. Koherensi juga merupakan parameter yang dapat mengukur
kualitas suatu interferensi (derajat koherensi).
4. Koherensi ada dua jenis, yaitu koherensi waktu dan koherensi ruang. Sifat
koherensi ruang berhubungan dengan kemampuan sinar laser untuk membuat
agar seluruh energi laser terkumpul dalam berkas yang sempit, selain itu adanya
koherensi ruang memungkinkan difokuskannya sinar laser pada titik yang
terbatas difraksi. Sedangkan koherensi waktu berhubungan dengan panjang
rententan gelombang (ware train), dimana hal ini berhubungan dengan lebar
spektrum sinar laser. Spektrum sinar laser yang amat sempit akn memberikan
rententan gelombang yang amat panjang, sehingga mempunyai koherensi waktu
atau panjang koherensi yang besar.
5. Dalam bidang instrumentasi dan pengukuran sinar laser berdasarkan sifat
koheren berperan sangat penting dalam beberapa jenis perangkat interferometer,
dengan alat ini bisa mengukur jarak yang sangat kecil, mengukur variasi indeks
bias, getaran, pengujian elemen optik, dan sebagainya.

Daftar Pustaka
A. Handoyo.1987.Optika

Teknik.

Diklat

kuliah

Jurusan

Teknik

Fisika.ITB.Bandung
Bahtiar,

Ayi.2008.Rekayasa

Optik.

Diktat

kuliah

Jurusan

Fisika.UNPAD.Bandung
Nurdin,

Bukit.1998.

Koherensi

sinar

laser

dan

aplikasinya

pada

interferometer. Journal Science Education No 4. UNIMED.Medan


Setyaningsih, Agustina. 2006. Penentuan Nilai Panjang Koherensi Laser
Menggunakan Interferometer Michelson. Jurnal. Jurusan Fisika Fakultas MIPA
UNDIP. Bandung