Anda di halaman 1dari 32

Prosedur Persiapan Pelayanan Kefarmasian

NO. DOKUMEN

REVISI

I/IF/I/2013

HALAMAN
1 dari 2

Tanggal Terbit

Ditetapkan

2 Januari 2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional
Direktur
Pengertian

Kegiatan sehari hari yang harus dilakukan para tenaga farmasi


pada saat mulai datang untuk mempersiapkan pelayanan yang
optimal kepada pasien

Tujuan

Peningkatan kualitas pelayanan farmasi kepada pasien

Agar tertib tindakan yang dilakukan dalam


mempersiapkan pelayanan yang maksimal

Kebijakan

Instalasi Farmasi
1)

Datang tepat waktu

2)

Melakukan

operan

jaga

dengan

penjaga

shift

sebelumnya
3)

Membersihkan semua alat racik obat dan meja racik


obat

4)

Menyiapkan peralatan racik obat

5)

Memberi tanggal etiket

6)

Mengecek stok obat di laci obat dan rak obat syrup


pelayanan baik digedung rawat jalan maupun digedung
rawat inap

Prosedur

7)

Apabila stok dirasa kurang diambilkan stok digudang


untuk dipenuhi

8)

Melakukan defect ( cek stok obat digudang sesuai


dengan job disc masing masing

9)

Untuk stok yang kurang ditulis dibuku defect untuk


dilakukan order oleh bagian order

10)

Melakukan pelayanan resep baik resep rawat jalan

maupun resep rawat inap .


11)

Pada jam yang telah ditentuka dilakukan pemeriksaan

suhu ruangan dan kulkas pada R. farmasi, Gudang farmasi,


Unit terkait

IGD, R. R.Inap, R. VK, R. Neonatus, R. OK


Instalasi Farmasi
IGD
Rawat Inap

Vk
OK

Prosedur Pelayanan Resep Rawat Jalan


NO. DOKUMEN

REVISI

II/IF/I/2013

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

2 Januari 2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional
Direktur
Pengertian

Prosedur tindakan yang harus dilakukan mulai resep rawat


jalan datang sampai penyerahan obat kepada pasien
-

Peningkatan kualitas pelayanan farmasi kepada pasien


rawat jalan
Agar tertib tindakan yang dilakukan dalam pelayanan
resep rawat jalan

Tujuan

Kebijakan

Instalasi Farmasi

Prosedur

1. Resep rawat jalan datang dicek kelengkapan resep


2. Resep diberi nomor resep untuk pasien poli umum
nomor resep warna hijau, spesialis anak warna pink,
spesialis dalam biru, kandungan kuning, bedah dan gigi
putih
3. Untuk resep racikan dilakukan perhitungan dosis atau
kebutuhan obat untuk racikan
4. Resep putih diserahkan kebagian peracikan obat di
dalam ruangan
5. Resep pink dan kuning dibuat perhitungan harga dan
yang pink untuk arsip okt sedangkan yang kuning
diserahkan kepada pasien untuk membayar ke kasir
6. Resep dilayani sesuai dengan yang tertulis diresep
7. Resep yang telah selesai dilayani diberikan kepada
bagian depan untuk diberikan kepada pasien disertai
dengan KIE beserta meminta bukti pembayaran dan
tanda tangan penyerahan resep kepada pasien
8. Resep ditancapkan ditempat resep
9. Pada akhir shift untuk resep rawat jalan dipilah pilah
berdasarkan dokter dan resep dengan okt lembar resep
warna putih dikumpulkan dan disimpan diodner khusus
okt, sedangkan resep rawat jalan di simpan di odner
rawat jalan

Unit terkait

Instalasi Farmasi

Prosedur Pelayanan Resep Rawat Inap


NO. DOKUMEN

REVISI

III/IF/I/2013

HALAMAN
1 dari 2

Tanggal Terbit

Ditetapkan

2 Januari 2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional
Direktur
Pengertian

Prosedur tindakan yang harus dilakukan mulai resep rawat


inap datang sampai penyerahan obat kepada pasien
-

Tujuan

Peningkatan kualitas pelayanan farmasi kepada pasien


rawat inap
Agar tertib tindakan yang dilakukan dalam pelayanan
resep rawat inap

Kebijakan

Instalasi Farmasi

Prosedur

1. Perawat atau bidan datang ke Instalasi farmasi dengan


membawa berkas lembar resep untuk bon rawat inap
2. Resep rawat inap datang dicek kelengkapan resep
3. Resep diberi nomor resep untuk pasien poli umum
nomor resep warna hijau, spesialis anak warna pink,
spesialis dalam biru, kandungan kuning, bedah dan gigi
putih
4. Untuk resep racikan dilakukan perhitungan dosis atau
kebutuhan obat untuk racikan
5. Daftar bon obat dan alkes yang tertulis diresep di tulis
di lembar bon rawat inap ditulis nama obat dan alkes
beserta jumlahnya
6. Resep putih distaples dibelakang lembar bon obat rawat
inap
7. Resep pink ditempel dilembar blanko kopi resep rawat
inap
8. Resep
kuning
digunakan
untuk
bantuan
data
mengambilkan bon bonan obat dan alkes dan distaples
di pembungkus plastik bon rawat inap
9. Pada blanko bon rawat inap ditulis harga obat dan alkes
dikolom yang tersedia,
10.Total nilai bon obat dan alkes diprint dan ditempel di
blanko bon obat
11.Bon bonan yang sudah disiapkan sebelum diberikan
kepada perawat jaga ruang rawat inap terlebih dahulu
dicek oleh tenaga farmasi yang waktu itu jaga
12.Tenaga farmasi yang pada saat itu jaga juga harus
menulis nama pasien yang mengebon dibuku anfra
rawat inap

13.Resep yang telah selesai dilayani diberikan kepada


bagian rawat inap dan dilakukan cross cek bersama
dengan perawat jaga atas yang saat itu jaga dan
bersama menanda tangani buku anfra rawat inap, tanda
bahwa clear .

Unit terkait

Instalasi farmasi
Perawat jaga rawat inap
Rawat inap kandungan

Prosedur Pemesanan Obat Dan Alkes

Standar
Prosedur
Operasional

NO. DOKUMEN

REVISI

IV/IF/I/2013

HALAMAN
1 dari 2

Tanggal Terbit

Ditetapkan

4 Januari 2013

Dr Yudy Herriantorro
Direktur

Pengertian

Prosedur yang harus dilakukan dalam melakukan pemesanan


obat dan alkes

Tujuan

Kebijakan

Instalasi Farmasi

Prosedur

Unit terkait

Pemesana obat dan alkes sesuai dengan kebutuhan

1.Setelah melakukan pengecekan stok obat digudang


setiap
penanggung jawab stok menulis nama obat
dan alkes beserta sisa jumlah obat yang ada dibuku
defect.
2.Bag order akan menyeleksi obat dan alkes yang akan
diorderkan pada hari itu berdasarkan jumlah sisa stok
yang tersedia.
3.Jumlah order obat dan alkes disesuaikan dengan
kebutuhan maksimal untuk 7 hari kedepan.
4. Barang yang sudah diorder di beri tanda centang
beserta jumlah yang diorderkan

Instalasi farmasi

Prosedur Penerimaan Barang Datang


NO. DOKUMEN

REVISI

V/IF/I/2013

HALAMAN
1 dari 2

Tanggal Terbit

Ditetapkan

4 Januari 2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional
Direktur
Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Prosedur yang harus dilakukan dalam melakukan penerimaan


obat dan alkes yang telah diorder

Untuk memastikan bahwa obat dan alkes yang datang


sesuai dengan yang diorderkan kepada pihak PBF

Instalasi Farmasi

1.Barang yang datang diterima masuk melalui gudang


2.Tenaga farmasi yang saat itu menerima barang datang
harus memeriksa barang yang datang sesuai tidak
dengan exp date, nama dan jumlah obat / alkes yang
datang dengan fakturnya .
3.Faktur ditanda tangani oleh tenaga farmasi yang saat
itu menerima lengkap dengan nama dan tanggal saat
menerima.
4. Untuk obat OKT faktur ditanda tangani oleh Apoteker
atau Asisten Apoteker yang telah memiliki nomor ijin
praktek.
5. Faktur ditancapkan di paku tempat kumpulan faktur
yang belum diinput ke computer
6. Barang yang datang ditata di rak obat/alkes gudang
sesuai dengan system FIFO ( First in First out ) dan
ditulis dikartu stok oleh masing masing penanggung
jawab stok .

Unit terkait

Instalasi farmasi

Prosedur Pengecekan Suhu Ruangan Dan Kulkas

Standar
Prosedur
Operasional

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit terkait

NO. DOKUMEN

REVISI

VI/IF/9/2013

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

30 September
2013

Dr Yudy Herriantorro
Direktur

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan


pemeriksaan suhu ruangan dan kulkas
Untuk memastikan bahwa suhu ruangan dan suhu kulkas dari masing
masing ruangan memenuhi standart yang ditetapkan yaitu
suhu ruangan ( 25-30C), suhu kulkas (2-8 C)

Instalasi Farmasi

1. Tiap siftnya pada jam yang ditentukan yaitu


a. Shift pagi pukul 08.00 WIB
b. Shift sore pukul 15.00 WIB
c. Shift malam pukul 22.00 WIB
2. .Tenaga farmasi yang saat itu ditunjuk akan keliling
untuk memeriksa suhu ruangan dan kulkas di R.
Farmasi, gudang Farmasi, IGD, OK, VK, R. rawat inap
3. Hasil pengamatan ditulis pada blanko yang telah
disediakan dan mencantum kan nama pemeriksa

Instalasi farmasi

Prosedur Pemasangan label High Alert Pada Obat


Injeksi
NO. DOKUMEN

REVISI

VII/IF/9/2013

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

30 September
2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan


pelabelan obat obat injeksi yang tergolong high alert

Untu Memastikan untuk obat obat injeksi high alert semua terlabeli
sesuai dengan prosedur yang berlaku

Instalasi Farmasi

1. Obat obat yang tergolong high alert datang


2. Penanggung jawab obat injeksi menempelkan
label
High alert pada satuan terkecil obat (vial,
ampul )
3.
Pemasangan label tidak boleh menutupi
identitas dari obat injeksi tersebut
4. Obat injeksi yang sudah diberi label disimpan
pada masing masing laci jenis obat yang telah
ditempeli label high alert dan nama obat nya
5.
Obat injeksi yang sudah terlabeli dapat
didistribusikan sesuai dengan permintaan dokter

Prosedur

Unit terkait

Direktur

Instalasi farmasi

Prosedur Pemasangan label High Alert Pada Obat


Oral
NO. DOKUMEN

REVISI

VIII/IF/9/2013

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

30 September
2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit terkait

Direktur

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan


pelabelan obat obat oral yang tergolong high alert

Untu Memastikan untuk obat obat oral high alert semua terlabeli
sesuai dengan prosedur yang berlaku

Instalasi Farmasi

1. Obat obat oral yang tergolong high alert datang


2. Penanggung jawab obat oral menempelkan label
High alert pada satuan terkecil obat ( tablet, sirup dalam
botol )
3. Pemasangan label tidak boleh menutupi identitas dari
obat oral tersebut
4. Obat oral yang sudah diberi label disimpan pada masing
masing laci jenis obat yang telah ditempeli label high
alert dan nama obat nya
5. Obat oral yang sudah terlabeli dapat didistribusikan
sesuai dengan permintaan dokter sesuai dengan
prosedur yang berlaku

Instalasi farmasi

Prosedur Pemasangan label Elektrolit pekat Pada


Obat Injeksi
NO. DOKUMEN

REVISI

IX/IF/9/2013

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

30 September
2013

Dr Yudy Herriantorro

Standar
Prosedur
Operasional

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit terkait

Direktur

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan


pelabelan obat obat oral yang tergolong elektrolit pekat
Untu Memastikan untuk obat obat injeksi yang termasuk dalam
elektrolit pekat semua terlabeli sesuai dengan prosedur yang
berlaku

Instalasi Farmasi

1. Obat obat injeksi yang tergolong elektrolit pekat datang


2. Penanggung jawab obat injeksi menempelkan label
High alert dan elektrolit pekat pada satuan terkecil obat
injeksi (ampul, vial )
3. Pemasangan label tidak boleh menutupi identitas dari
obat oral tersebut
4. Obat injeksi yang sudah diberi label disimpan pada
masing masing laci jenis obat yang telah ditempeli
label high alert dan elektrolit pekat dan nama obat nya
5. Obat injeksi yang sudah terlabeli dapat didistribusikan
sesuai dengan permintaan dokter sesuai dengan
prosedur yang berlaku

Instalasi farmasi

Prosedur Distribusi Perbekalan Farmasi ke


Instalasi Kamar Operasi
NO. DOKUMEN

REVISI

X/IF/11/2013

Tanggal Terbit

HALAMAN
1 dari 1

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
10 November
2013

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Dr Dedy Tri Soetjahjono


Direktur

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan


pendistribusian obat dan alkes ke Instalasi Kamar Operasi

Untu Memastikan ketersediaan obat dan alkes selalu ada dan siap
untuk digunakan dengan system penyimpanan yang benar

Instalasi Farmasi

Instalasi kamar Operasi

1. Tenaga medis dari instalasi kamar OK menulis


kebutuhan obat dan alkes yang dibutuhkan untuk
melakukan stok obat dan alkes dikamar ok dibuku
anfra bon obat
2. Buku anfra diberikan kepada tenaga farmasi yang
saat itu jaga di instalasi farmasi untuk disiapkan
3. Setelah siap semua tenaga farmasi akan
membawa bon obat dan alkes ke instalasi kamar
OK dan diserah terimakan dengan tenaga medis
OK yang saat itu jaga
4. Dilakukan cheker bersama untuk mengecek
kesesuaian obat alkes dengan yang tercantum
dibuku anfra dan ditanda tangani bersama
5. Untuk ketersediaan obat dan alkes untuk
suatu operasi tertentu:
a.
Dilakukan bon obat dan alkes paket
oleh instalasi rawat inap terlebih dahulu
untuk pasien yang akan melakukan operasi
ke instalasi farmasi

b.
Bon obat akan dilayani oleh tenaga
farmasi sesuai dengan prosedur yang
berlaku
c.
Bon obat diberikan ke tenaga medis
di Instalasi rawat inap sambil membawa
buku anfra rawat inap beserta status
pasien
d.
Dilakukan check ber sama dengan
tenaga medis diruang rawat inap dan
ditanda tangani bersama
e.Tenaga medis rawat inap akan membawa
pasien ke Instalasi Kamar Operasi beserta
bon obat dan alkes yang sudah disiapkan
Unit terkait

Instalasi farmasi
Instalasi Kamar Operasi
Instalasi Rawat Inap

Prosedur Distribusi Perbekalan Farmasi ke


Instalasi Rawat Inap
NO. DOKUMEN

REVISI

XI/IF/11/2013

Tanggal Terbit

HALAMAN
1 dari 1

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
10 November
2013

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit terkait

Dr Dedy Tri Soetjahjono


Direktur

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan


pendistribusian obat dan alkes ke Instalasi Rawat Inap

Untu Memastikan ketersediaan obat dan alkes selalu ada dan siap
untuk digunakan dengan system penyimpanan yang benar

Instalasi Farmasi

Instalasi Rawat Inap

1. Tenaga medis Instalasi Rawat Inap menulis kebutuhan


obat dan alkes yang akan dipenuhi atau dibonkan ke
Instalasi Farmasi dibuku Bon obat dan alkes Rawat Inap
2. Obat yang dianfrakan hanyalah untuk obat emergency,
dan alkes BHP ( Barang Habis Pakai )
3. Buku bon obat dan alkes dibawa ke Instalasi Farmasi
untuk diserahkan kepada tenaga farmasi yang jaga
untuk dilayani
4. Setelah terpenuhi semua kebutuhan yang tertulis dibuku
bon obat dan alkes rawat inap, tenaga farmasi
mengantarkan bon tersebut ke Instalasi Rawat inap
5. Dilakukan checker bersama dengan tenaga medis yang
saat itu sedang tugas jaga dan dilakukan tanda tangan
serah terima
Instalasi farmasi
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Rawat Inap Kebidanan

Prosedur Identifikasi Efek samping Obat,


Pencatatan dan pelaporan
NO. DOKUMEN

REVISI

XII/IF/11/2013

Tanggal Terbit

HALAMAN
1 dari 1

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
12 November
2013

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Dr Dedy Tri Soetjahjono


Direktur

Langkah langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan


terjadi atau timbul efek samping obat pada pasien

Untu Memastikan efek samping obat yang muncul dapat segera


diketahui dan ditindak lanjuti

Instalasi Farmasi

Instalasi Rawat Inap

Instalasi Kamar Operasi

1. Tenaga medis yang jaga melaporkan kepada dokter dan


apoteker apabila ditemukan terjadi efek samping obat
pada psien rawat inap maupun rawat jalan
Prosedur

2. Apoteker akan melakukan koordinasi dan tindak lanjut


dengan perawat dan dokter yang merawat

serta

mengisi blanko atau lembar Monitoring Efek Samping


Obat

Unit terkait

Instalasi farmasi
Dokter umum
Dokter Spesialis
Instalasi Rawat Inap

ANFRA BON OBAT DAN ALKES EMERGENCY


UNTUK RAWAT INAP
NO. DOKUMEN

REVISI

XIII/IF/12/2013

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

2 Desember 2013

Dr Dedy Tri Soetjahjono

Standar
Prosedur
Operasional
Direktur
Tindakan yang harus dilakukan ketika pasien rawat inap
membutuhkan obat dan alkes dalam keadaan emergency

Pengertian

Tujuan

Kebijakan
Prosedur

Untu

Apabila ada pasien dalam keadaan emergency dan segera


membutuhkan obat /alkes tertentu yang tidak ada difloor stok
rawat inap maka dapat dilakukan emergency anfra bon

Instalasi Farmasi
1. Apabila ada pasien dalam keadaan emergency
dan segera membutuhkan obat /alkes tertentu
yang tidak ada difloor stok rawat inap, perawat
menelpon instalasi farmasi untuk mengebonkan
obat atau alkes yang diperlukan.
2. Petugas jaga instalasi farmasi yang menerima telp
akan mencatat permintaan emergency tersebut
dibuku anfra obat dan alkes emergency dan
segera mengambilkan.
3. Petugas instalasi farmasi segera mengantarkan
obat /alkes yang diminta dan membawa buku
anfra tersebut.
4. Dilakukan checker bersama antara pengantar
obat

dari

instalasi

farmasi

dengan

perawat

penerima dan ditanda tangani bersama.


5. Resep bon bonan dapat disusulkan tetapi tidak

lebih dari pergantian shift ketika dilakukan bon


obat / alkes emergency tersebut .

Unit terkait

Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi

farmasi
Rawat Inap
rawat inap kebidanan
kamar operasi
pulih sadar

PROSEDUR PEMERIKSAAN EMERGENCY


KIT

Standar
Prosedur
Operasional

NO. DOKUMEN

REVISI

XIV/IF/1/2015

HALAMAN
1 dari 1

Tanggal Terbit

Ditetapkan

7 JANUARI 2015

Dr Dedy Tri Soetjahjono


Direktur

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Suatu prosedur yang harus rutin dilakukan untuk melakukan


pemeriksaan Emergency Kit

U un

Untuk memastikan Ketersediaan obat emergency didalam


kotak emergency sesuai dengan jenis dan jumlahnya

Instalasi Farmasi

1. Setiap pagi petugas farmasi yang diberi tanggung jawab


memeriksa emergency kit masing masing ruang.
2. Pemeriksaan didampingi oleh Koor ruangan atau Pj yang
ditunjuk saat Shift pagi
3. Apabila segel masih utuh maka langsung dicatat di buku
berita acara pemeriksaan emergency kit.
Prosedur

4. Apabila segel telah terbuka, maka petugas farmasi dan


koor ruangan atau Pj bersama sama mengecek isi dari
emergency kit untuk disesuikan dengan daftar obat dan
alkes emergency kit tersebut.dan segera mengganti
obat atau alkes yang terpakai sesuai dengan jumlah
semula.
5. Keduanya

menanda

tangani

pemeriksaan obat emergency kit.

buku

berita

acara

Unit terkait

Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi

farmasi
Rawat Inap anak dan dewasa
rawat inap kebidanan
perinatologi
IGD ( ambulance)

PROSEDUR PENERIMAAN DAN


PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT
NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

Standar
Prosedur
Operasional

Tanggal Terbit

Ditetapkan

7 JANUARI 2015

Dr Dedy Tri Soetjahjono


Direktur

Pengertian

Obat obat yang perlu diwaspadai ( High Alert Medication )


adalah obat yang sering menyebabkan timbulnya kesalahan
/kesalahan serius ( sentinel event ), obat yang beresiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan ( adverse
outcome ) seperti obat obat yang terlihat mirip atau
terdengar mirip ( Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip NORUM/
LASA ( Look Alike Sound Alike).
U un

Tujuan

Kebijakan
Prosedur

Untuk memenuhi kebutuhan perbekalan farmasi yang


berkualitas, menghindari kesalahan pemberian obat, dan
menjadi pedoman tenaga farmasi dalam menerima,
menyimpan dan mendistribusikan obat obat dengan kategori
High Alert
Seluruh tenaga Farmasi dan seluruh paramedis wajib
mengetahui prosedur penerimaan dan penyimpanan obat
dengan golongan High Alert
1. Terima

perbekalan

farmasi

sesuai

dengan

prosedur penerimaan barang datang


2. Pisahkan

obat

golongan

High

Alert

yang

datang dengan obat yang lain disaat barang


tersebut datang bersamaan
3. Beri label High Alert dan LASA pada obat
-obat yang baru datang dengan kategori High
Alert dan LASA.
4. Beri label High Alert dan LASA
5. Simpan obat ditempat perbekalan farmasi

sesuai dengan tempat yang sudah ditentukan


ditandai dengan warna merah dan diberi stiker
bertuliskan HIGH ALERT( tempat khusus obat
High Alert)
6. Sedangakan untuk obat dengan kategori LASA
atau NORUM peletakannya harus diselang 1
item obat yang berbeda penulisan atau tidak
masuk dalam LASA yang sama, misalkan
Biothicol DS dengan biothiol F DS ditengah
tengahnya harus dipisahkan dengan 1 macam
obat

yang

berbeda

LASA,

misal

Claneksi DS.

Unit terkait

Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
IBS
Instalasi

Farmasi
Rawat Inap anak dan dewasa
rawat inap kebidanan
perinatologi
Gawat Darurat (IGD)
High Care Unit ( HCU )

dengan

PROSEDUR PENGGUNAAN OBAT HIGH


ALERT
NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

0
Tanggal Terbit

Ditetapkan

7 JANUARI 2015

Dr Dedy Tri Soetjahjono

Standar
Prosedur
Operasional
Direktur

Pengertian

Tujuan

Prosedur penggunaan obat High Alert adalah sebuah


tahapan proses dalam penggunaan obat High Alert
secara khusus terdaftar dalam kategori obat yang
mempunyai resiko tinggi untuk tindakan terapi hanya
pada pasien yang membutuhkan.

Obat obat yang perlu diwaspadai ( High Alert


Medication ) adalah obat yang sering menyebabkan
timbulnya kesalahan /kesalahan serius ( sentinel event ),
obat yang beresiko tinggi menyebabkan dampak yang
tidak diinginkan ( adverse outcome ) seperti obat obat
yang terlihat mirip atau terdengar mirip ( Nama Obat
Rupa dan Ucapan Mirip NORUM/ LASA ( Look Alike Sound
Alike).

Tersedianya prosedur penggunaan obat High Alert


secara benar dan terkendali.
Terwujudnya keamanan dalam penggunaan obat obat
golongan High Alert
Tercapainya program Patien Safety di RS Aisyiyah Siti
Fatimah

Kebijakan

Prosedur

Penggunaan obat dengan kategori High Alert harus diatur


sedemikian rupa, yang bertujuan untuk menghindari kesalahan
dalam penggunaan dan memudahkan dalam pemantauan
selama dalam proses penggunaan obat dengan kategori High
Alert.Setiap penggunaan obat High Alert sebagai terapi
pengobatan untuk pasien rawat inap di RS Aisyiyah Siti
Fatimah minimal dilakukan oleh 2 (dua ) orang petugas
kesehatan yang berkompeten (terlatih ) sebagai pelaksanaan
dari fungsi double checked.
1. Instruksi dokter untuk penggunaan obat kategori High
Alert pada instruksi pengobatan pasien (dalam rekam
medis pasien )
2. Melakukaan pemeriksaan stok obat High Alert pada
tempat khusus penyimpanan obat khusus High Alert
yaitu di kotak penyimpanan khusus obat High Alert, atau
dilemari penyimpanan pasien jika obat High Alert
diberikan dengan sistem UDD atau didalam dilemari
pendingin didalam kotak khusus penyimpanan obat High
Alert sesuai dengan jenis obat yang dibutuhkan
3. Pemeriksaan kebenaran obat High Alert yang akan
digunakan dengan prinsip 7 benar :
a) Benar obat
b) Benar dosis
c) Benar aturan pakai dan waktu pemberian
d) Benar rute pemberian
e) Benar pasien
f) Benar informasi
g) Benar dokumentasi
4. Ambil obat High Alert dari tempatnya yaitu dari
lemari penyimpanan obat pasien bila obat tersedia
dalam dalam sistem UDD, apabila obat High Alert
hanya tersedia dalam tempat atau lemari
penyimpanan bertanda khusus sebagai persediaan
stok baku (dalam jumlah terbatas), maka dilakukan
pencatatan pada kartu stok obat secara benar dan
lengkap pada kolom isian di kartu stok:
a. Tanggal pengambilan
b.Jumlah yang diambil
c. .Nama pasien yang menggunakan
d.Nama dan paraf petugas yang
mengambilobat tersebut
e.Tulis jumlah sisa stok akhir obat
5. Penyiapan penggunaan obat High Alert yang akan
digunakan dengan prosedur :
a. Untuk penggunaan obat High Alert menggunakan
jalur parenteral ( intra Vena, Intra Tekal, intra
Muskular,Intra Peritonial) baik dalam bentuk bolus
maupun drip dilakukan dengan menggunakan
prosedur pelarutan obat injeksi Hihg Alert secara
aseptis
b. Untuk penggunaan obat High Alert yang
menggunakan jalur secara non parenteral ( oral
,rectal,sublingual)dalam bentuk sediaan tablet,
kapsul, sirup, suppos maka dilakukan pemberian
label etiket pada obat yang akan digunakan
Nama pasien
Nomer rekam medis
Nama Obat
Dosis Obat
Rute Pemberian

Waktu dan frekuensi pemberian


6.Pemeriksaan akhir oleh petugas yang berbeda atau
oleh penanggung jawab kegiatan dengan point
penilaian:

Benar obat

Benar dosis

Benar aturan pakai dan waktu pemberian

Benar rute pemberian

Benar pasien

Benar informasi

Benar dokumentasi
Hal yang harus diperhatikan adalah pencatatan dan
pendokumentasian pemberian obat dalam formulir
catatan pemberian dan pemantauan obat pasien

Unit terkait

Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
IBS
Instalasi

Farmasi
Rawat Inap anak dan dewasa
rawat inap kebidanan
perinatologi
Gawat Darurat (IGD)
High Care Unit ( HCU )

PROSEDUR PENGGUNAAN TALLMAN


LETTERING
NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

Standar
Prosedur
Operasional

Tanggal Terbit

Ditetapkan

7 JANUARI 2015

Dr Dedy Tri Soetjahjono


Direktur

Metode penulisan nama obat dengan menggunakan kapitalisasi sebagian


huruf nama obat untuk menekankan perbedaan obat, terutama nama
Pengertian

obat. Selain itu, juga membantu membedakan obat-obat nama, rupa, dan
ucapan sama (NORUM) atau look alike, sound alike (LASA)

Meningkatkan
Tujuan

Kebijakan

keamanan

penggunaan

obat

dan

mengurangi

kemungkinan kesalahan medikasi terkait nama obat, kesalahan baca


nama obat, dan tulisan nama obat yang ambigu atau kurang terbaca.

SK Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah


Persiapan: Daftar obat dengan TALLman Lettering sesuai daftar obat
NORUM/LASA dan daftar Obat Kewaspadaan Tinggi (High Alert).
Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah.
Pelaksanaan:
1. Mendapatkan nama obat yang diperlukan.
2. Memeriksa nama obat di daftar obat TALLman Lettering atau
daftar obat NORUM/LASA dan daftar Obat Kewaspadaan Tinggi
(High Alert).
3. Menuliskan nama obat pada resep, rekam medis, kartu stok obat,
label, atau untuk keperluan lain dengan penulisan nama obat
tersebut dengan menggunakan kapitalisasi sebagian huruf pada

Prosedur

nama obat, misalnya,


R/ amp. CefTRIAXone no. I
omni.12.h.imm.
Ketentuan cara penulisan nama obat sesuai pilihan daftar di atas
harus diutamakan sebagai standar penulisan nama obat
NORUM/LASA dan Obat Kewaspadaan Tinggi.
4. Pada kondisi tidak memungkinkan untuk segera memeriksa nama
obat sesuai dengan pilihan daftar obat yang disediakan di atas,
TALLman Lettering tetap dapat digunakan meskipun terdapat
sedikit perbedaan dari standar penulisan daftar nama obat di atas,
misalnya,
R/ amp. CeftriAXONE no. I
omni. 12.h.imm.
dengan tujuan yang sama yaitu untuk menekankan perbedaan
nama obat yang ditulis dengan nama obat lain.

Unit terkait

Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
IBS
Instalasi

Farmasi
Rawat Inap anak dan dewasa
rawat inap kebidanan
perinatologi
Gawat Darurat (IGD)
High Care Unit ( HCU )

WAKTU PEMBERIAN OBAT


NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

0
Tanggal Terbit

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
Dr Dedy Tri Soetjahjono
Direktur
Pengertian

Penulisan waktu meminum obat di dalam etiket obat


Menjadi panduan Instalasi Farmasi untuk menulisakan waktu pemberian

Tujuan

obat dalam etiket obat.


1. Waktu pemberian obat dihitung dalam jangka waktu 24 jam.
2. Waktu pemberian obat dapat diberikan untuk jam/pukul tertentu.

Kebijakan

3. Waktu pemberian obat berdasarkan perintah dokter yang tertulis


didalam resep.

Prosedur

1. Terima resep dari dokter.

2. Jika dalam resep tertulis waktu tertentu/pukul/jam, tuliskan


waktu/jam/pukul pemberian obat dalam etiket.
3. Jika dokter menulis waktu tiga kali sehari, empatkali sehari dan
seterusnya maka etiket yang ditulis diartikan dalam bentuk jam
(dalam 24 jam). Tiga kali sehari ditulis tiap 8 jam. Empat kali sehari
ditulis tiap 6 jam dan seterusnya.
4. Jika dokter tidak menuliskan aturan pemberian obat sebelum,
sesudah atau bersama makan, farmasi menuliskan aturan pemberian
obat berdasarkan aturan pakai yang tercantum dalam brosur atau
literatur.

Unit terkait

1.

Dokter

2.

Keperawatan

Pengkajian Resep

NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 3

0
Tanggal Terbit

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
Dr Dedy Tri Soetjahjono
Direktur
Pengertian

Tujuan

Kebijakan
Prosedur

Analisa mengenai kelengkapan syarat dari keabsahan


suatu peresepan

Mengetahui kepatuhan terhadap prosedur penulisan resep

Permenkes 58 tahun 2014


LEMBAR PERMINTAAN OBAT

DOKTER : Tanggal :..


SIP
:

R/

Nama Pasien
: .
:
No RM
: .
Riwayat alergi : .
Ttd dokter

Tgl
pembuatan
resep

Telah menerima obat


dan informasi dengan
lengkap

Terima
Racik

Etiket

Pemeriksa

Ttd & Nama terang

TELAAH RESEP
Kriteria
Indikasi & KI
Aturan Pakai
Bentuk sediaan
Dosis
Duplikasi
ESO & Alergi
Ketersediaan
Lama Terapi
Tepat Obat & /
Interaksi
Tulisan Tidak jelas

PANDUAAN VERIFIKASI
N
PERHATIAN
O
1

A.
B.
C.
D.

Nama Obat
Bentuk sediaan
Dosis sediaan
Jumlah Obat

KET
Resep = Barang

Barang = komputer
2

A.
B.
C.
D.
E.
F.

Nama pasien
Tanggal
Frekwensi / Waktu
Dosis
Rute
Interaksi dg

Etiket = Resep
Etiket sesuai
kategori

BB/Umur

makanan
G. ED*
H. Nama Obat

*Obat yg keluar
dari wadah asli / ED
tidak tampak

KONSELING
Poli Farmasi
Interaksi
Obat
Efek
samping
1. Kolom yang harus diisi oleh dokter penulis resep:
a. Nama dokter dan no SIP
b. Tanggal penulisan resep
c. Nama pasien
d. No RM
e. Usia pasien
f.

Berat badan

g. Riwayat alergi
h. Dan tanda tangan dokter
2. Yang harus diisi oleh Apoteker atau Asisten Apoteker
a. Tanggal pembuatan resep
b. Paraf petugas yang menerima resep
c. Paraf petugas yang meracik resep
d. Paraf petugas yang memberi etiket pada obat
e. Paraf petugas yang memeriksa dan sekalian yang
memberikan KIE ke pasien
3. Bagian belakang resep ( telaah resep ditulis /diisi ) oleh
Apoteker hanya untuk pasien dengan kategori :
a. Pasien dengan multiple drug
b. Pasien resiko tinggi ( pasien dengan histori penyakit
kronis, komplikasi,riwayat alergi obat )

1. Instalasi Farmasi
2. IGD
3. Rawat Inap
4. Rawat Jalan
Unit terkait

5. Dokter Umum
6. Dokter Spesialis
7. Perawat

Rekonsiliasi
NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

0
Tanggal Terbit

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
Dr Dedy Tri Soetjahjono
Direktur
Suatu program kerja sama antara apoteker,dokter
penanggung jawab (DPJP, perawat yang bergabung dan
berkoordinasi dalam pemantauan terapi pasien mulai
dari pasien masuk rawat inap sampai pasien tersebut
pulang.

Pengertian

Rekonsiliasi Obat dilakukan untuk mencegah kesalahan pengobatan pada

Tujuan

pasien serta meningkatkan percepatan penyembuhan, dan meminimalisir


keluhan ketidak nyamanan pasien saat menjalani pengobatan.

Kebijakan

Permenkes 58 tahun 2014

Prosedur

1.

Unit terkait

3.

Dokter

4.

Keperawatan

PROSEDUR PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN

NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 2

1
Tanggal Terbit

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
Dr Dedy Tri Soetjahjono
Direktur
Pengertian

Tujuan

Prosedur yang harus dilaksanakan dalam melakukan


pelayanan resep pasien rawat jalan
Menyamakan standart sistem pelayanan resep pasien rawat
jalan agar berkualitas

Kebijakan
Prosedur

1. Pasien membawa resep ke Instalasi Farmasi.


2. Asisten Apoteker Penerima resep memeriksa
kelengkapan resep,bila resep yang diterima adalah
resep racikan maka terlebih dahulu dosis atau obat yang
dibutuhkan untuk membuat racikan, membuka program
pembelian resep pada komputer.
3. Print harga resep rangkap 2 diberikan ke pasien atau
keluarga pasien dikonfirmasikan biayanya untuk

4.
5.

6.

7.
8.

9.

Unit terkait

dibawah kekasir, 1 print transaksi pembelian dibuat


arsip farmasi.
Resep putih diberikan ke bagian peracikan untuk
dilayanai sesuai dengan yang tertulis diresep
Pasien atau keluarga pasien setelah melakukan
pembayaran kembali kefarmasi untuk mengambil obat
yang telah disiapkan sambil sebelumnya menunjukkan
bukti lunas dari kasir
Pelaksana peracikan mempersiapkan obat berdasarkan
nomer urut, kecuali resep cyto disiapkan terlebih
dahulu. Obat yang tidak ada diganti dengan obat lain
yang komposisinya sama atas persetujuan dokter yang
memberikan resep tersebut, jika obat pengganti tidak
ada juga maka pasien diberikan copy resep untuk
mengambil obat ke apotek luar.
Untuk resep obat yang dibeli setengah maka sisa resep
diberikan copy resep.
Assisten Apoteker menyerahkan obat ke pasien setelah
terlebih dahulu diperiksa obatnya. Nama pasien,
kwitansi lunas dari kasir
Assisten Apoteker menjelaskan cara pemakaian obat

Instalasi Farmasi
Instalasi Rawat Jalan (Poli )
Instalasi Gawat Darurat
Bagian Keuangan ( Kasir )

PROSEDUR PELAYANAN RESEP RAWAT INAP

NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

1
Tanggal Terbit

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
Dr Dedy Tri Soetjahjono
Direktur
Pengertian

Tujuan

Prosedur yang harus dilaksanakan dalam melakukan


pelayanan resep pasien rawat inap
Menyamakan standart sistem pelayanan resep pasien rawat
inap agar berkualitas

Kebijakan
Prosedur
1. Keluarga pasien membawa resep ke Instalasi Farmasi.
2. Penerima resep membawa kelengkapan resep,
membuka menu program pembelian resep pada
komputer.
3. Transaksi diprint rangkap 3, dan ditawarkan ke
pasien/keluarga pasien untuk membayar saat itu juga
atau saat akan KRS.
4. Resep yang telah dihargai diberikan ke pasien.
5. Resep putih diberikan kepada bagian pelayanan, untuk
dilakukan pelayanan
6. Pelaksana peracikan mempersiapkan obat berdasarkan
nomer urut, kecuali resep cyto disiapkan terlebih
dahulu. Obat yang tidak ada diganti dengan obat lain
yang komposisinya sama atas persetujuan dokter yang

memberikan resep tersebut, jika obat pengganti tidak


ada juga maka pasien diberikan copy resep untuk
mengambil obat ke apotek luar.
7. Obat yang telah selesai diberikan ke Assisten Apoteker
bagian depan untuk dilakukan pemeriksaan sebelum
diberikan ke keluarga pasien
8. Keluarga pasien rawat Inap diberikan blanko bon rawat
inap, dan
obat yang tertera dalam resep, dan
mendata tangani buku serah terima bon obat sambil
ditawarkan kepada psien untuk melakukan pembayaran
awal atau saat terakhir akan KRS
9. Bila pasien melakukan pembayaran saat itu juga, maka
print transaksi rangkap 3 tersebut diberikan kepada
keluarga pasien untuk dibawa ke kasir untuk
melakukan transaksi pembayaran
10. Assisten Apoteker menjelaskan cara pemakaian obat.
11. Print transaksi rangkap 3 tersebut disimpan di rak
amplop transaksi masing masing nama pasien rawat
inap

Unit terkait

Instalasi Farmasi
Instalasi Rawat Inap ( VIP, Kls I, II, III )
Instalasi OK/ICU
Instalasi Kebidanan/Perinatal
Bagian Keuangan
Keluarga Pasien

PROSEDUR RETURN PERBEKALAN


FARMASI PASIEN RAWAT INAP
NO. DOKUMEN

REVISI

HALAMAN
1 dari 1

0
Tanggal Terbit

Ditetapkan

Standar
Prosedur
Operasional
Dr Dedy Tri Soetjahjono
Direktur
Pengertian

Tujuan

Prosedur yang harus dilakukan bila pasien akan pulang


(KRS) dan mereturn sisa dari obat dan alkes yang tidak
terpakai selama masa perawatan

Memberikan pelayanan yang berkualitas

Kebijakan
Prosedur
1. Keluarga pasien membawa perbekalan Farmasi dalam
kemasan utuh beserta blanko bon obat rawat inap, dan
resep obat untuk dibawa pulang
2. Pelaksana administrasi menulis jumlah masing masing
obat yang direturn tersebut dan menginput ke dalam
program komputer
3. Apabila ada resep obat tambahan untuk dibawa pulang,
resep putih diberikan ke bagian pelayanan untuk
dilayani, dan copy resep digunakan untuk menginput ke
program pembelian
4. Seluruh lembar print transaksi pembelian bon obat dan
alkes selama rawat inap yang belum terbayar ditotal .
5. Untuk total bon obat dlharus dibayar saat KRS ( saat
pasien akan pulang ) obat dan alkes yang belum
terbayar dikurangi total bon obat yang sudah terbayar
dikurangi total nominal obat yang direturn
6. Total obat yang harus dibayar diprint rangkap 3 lembar,
2 lembar diberikan ke pasien untuk melakukan
pembayaran ke kasir , obat diserahkan sambil diberi
penjelasan (KIE)mengenai obat yang harus diminum
ketika dirumah, dan djelaskan lembar print total obat
yang harus dibayar diserahkan ke kasir.untuk ditotal
dengan tagihan rawat inap.
7. Keluarga pasien diberikan copy resep obat yang direturd
yang telah dihargai untuk diberikan kepada perawat.
8. Perawat memberikan copy resep obat yang direturd dan

telah dihargai ke kasir.


Pihak Terkait :

Unit terkait

Instalasi Rawat Inap ( VIP, Kls I, II, III )


Instalasi OK/ICU
Instalasi Kebidanan/Perinatal
Bagian Keuangan
Keluarga Pasien

Instalasi Farmasi
Instalasi Rawat Inap ( VIP, Kls I, II, III )
Instalasi OK/ICU
Instalasi Kebidanan/Perinatal
Bagian Keuangan
Keluarga Pasien