Anda di halaman 1dari 9

Limfadenopati

Limfadenopati adalah gejala penyakit yang ditandai dengan pembengkakan limfonodus


(kelenjar getah bening). Pembesaran kelenjar getah bening (KGB) yang abnormal terjadi bila
besar KGB diameternya lebih dari 10 mm.1
A. Patofisiologi Limfadenopati
Patofisiologi limfadenopati berdasarkan dari etologi yang mendasari. Beberapa plasma dan
sel (misalnya sel kanker dan mikroorganisme) dalam ruang interstitial, bersama dengan bahan
selular tertentu, antigen, dan partikel asing masuk ke pembuluh limfatik, menjadi cairan
limfe. Kelenjar getah bening menyaring cairan limfe dalam perjalanan ke sirkulasi vena
sentral, menghilangkan sel-sel dan bahan lainnya. Proses penyaringan juga menyajikan
antigen kepada limfosit terkandung dalamKGB. Respon imun dari limfosit melibatkan
proliferasi sel limfosit dan makrofag, yang dapat menyebabkan KGB untuk memperbesar
(limfadenopati reaktif). Patogen mikroorganisme dibawa dalam cairan limfe dapat

juga

langsung menginfeksi KGB, menyebabkan limfadenitis), dan apabila terdapat sel-sel kanker
dapat menginfiltrasi langsung atau proliferasi sel di KGB.4
B. Pendekatan Klinis Limfadenopati
Diferensial diagnosis pada limfadenoapati itu sangat luas. Anamnesis dan pemeriksaan fisik
yang seksama sangat penting untuk menyempitkan kemungkinan diagnosis.
Anamnesis
Dari anamnesis dapat diperoleh keterangan lokasi, gejala gejala penyerta, riwayat penyakit,
riwayat pemakaian obat dan riwayat pekerjaan.
Lokasi dan durasi
Lokasi pembesaran KGB pada dua sisi leher secara mendadak biasanya disebabkan oleh
infeksi virus saluran pernapasan bagian atas. Pada infeksi oleh penyakit kawasaki umumnya
pembesaran KGB hanya satu sisi saja.6 Apabila berlangsung lama (kronik) dapat disebabkan
infeksi oleh Mikobakterium, Toksoplasma, Ebstein Barr Virus atau Citomegalovirus. Durasi
dari limfadenopati ketika sudah persistem (lebih dari 4 minggu) indikasi adanya infeksi
kronik , collagen vascular disease atau keganasan , sedangkan linfadenopati lokalisata yang
akut, sering menyertai dari infeksi mononukleus dan faringitis bakterialis.6
Gejala penyerta
Gejala infeksi selain demam, dicari kemungkinan adanya faringitis (nyeri menelan batuk),
konjungtivitis (keluar secret, mata merah), ulserasi kulit, tinea (gatal pada daerah lipatan),

nyeri lokal, luka genital, keluar cairan dari genital, dan berkeringat di malam hari
menandakan kemungkinan tuberculosis. 6,12,13
Gejala keganasan metastasis: gejala konstitusional keganasan seperti penurunan berat badan
dan keringat malam.
Gejala konstitusional : demam keringat malam, dan / atau penurunan berat badan yang tidak
dapat dijelaskan lebih besar dari 10% dari berat badan selama 6 bulan mengenai untuk
limfoma, arthralgias, ruam, dan mialgia menunjukkan adanya penyakit vaskular kolagen.8,13
Riwayat penyakit
Riwayat penyakit sekarang dan dahulu seperti adanya peradangan tonsil sebelumnya,
mengarahkan kepada infeksi oleh Streptococcus; luka lecet pada wajah atau leher atau tanda
tanda infeksi mengarahkan penyebab infeksi Staphilococcus; dan adanya infeksi gigi dan gusi
juga dapat mengarahkan kepada infeksi bakteri anaerob. Transfusi darah sebelumnya dapat
mengarahkan kepadaCitomegalovirus, Epstein Barr Virus atau HIV. 5,13
Riwayat pemakaian obat
Penggunaan obat-obatan Limfadenopati dapat timbul setelah pemakaian obat-obatan seperti
fenitoin dan isoniazid. Obat-obatan lainnya seperti allupurinol, atenolol, captopril,
carbamazepine, cefalosporin, emas, hidralazine, penicilin, pirimetamine, quinidine,
sulfonamida, sulindac. Pembesaran karena obat umumnya seluruh tubuh (limfadenopati
generalisata). Pemakaian obat-obatan secara intravena merupakan resiko dari HIV ,
endokarditis, infeksi hepatitis B.12
Pemeriksaan Fisik
Lokasi
Ketika limfadenopati lokalisata , maka kita harus memeriksa infeksi, lesi kulit atau tumor di
daerah yang dilewati aliran drainase kelenjar getah bening tersebut.12

Gambar 4. Diferensial diagnosis limfadenopati berdasarkan lokasi dan drainase aliran limfe

Sumber: http://www.aafp.org/afp/2002/1201/p2103.html
Evaluasi Penyebab Limfadenopati dan Gejala Penyerta
Limfadenopati supraclavicular mempunyai resiko tingi terjadinya kegasan, diperkirakan 90%
pada dewasa usia >40 tahun, 25% pada usia < 40 tahun . Supraklavikula menerima aliran
limfatik dari torak dan abdomen, dan dapat juga adanya sinyal patologis pada testis, ovarium,
ginjal, pankreas, prostat, GIT atau kandung empedu. Limfadenopati supraklavikula kanan

berhubungan dengan lesi dalam mediastinum, paru-paru atau esophagus, contohnya pada
tuberculosis. Supraklavikula kiri mendrainase regio intra abdominal dan behubungan
keganasan ditemapt tersebut. 13
Pada pasien dengan limfadenopati generalisata, pemeriksaan fisik harus fokus dalam mencari
tanda-tanda penyakit sistemik. Temuan yang paling membantu adalah ruam, lesi selaput
lendir, hepatomegali, splenomegali atau arthritis. Splenomegali dan limfadenopati terjadi
dalam berbagai kondisi, termasuk mononucleosis-type syndromes, leukemia limfositik,
limfoma dan sarkoidosis. 12
Ukuran
Ukuran dari KGB bervariasi tergantung lokasinya. Kelenjar getah bening yang memiliki
garis tengah terpanjang > 10 mm dikategorikan sebagai suatu limfadenopati, dengan
pengecualian untuk kelenjar getah bening epitroklear (bila garis tengah terpanjang > 5 mm)
dan inguinal (bila garis tengah terpanjang > 15 mm). Apabila kelenjar getah bening
supraklavikula, ilaka maupun poplitea dapat teraba juga sudah dikategorikan sebagai suatu
yang abnormal. Pada anak-anak, limfadenopati yang diameternya > 2cm (disertai dengan foto
toraks abnormal dan tidak ada kelainan pada teling, hidung tenggorok) dapat dicurigai
penyakit granulamotosa ( Tuberkulosis) atau kanker . 9
Nyeri tekan
Pembesaran KGB menyebabkan kapsul meregang dan mengakibatkan adanya nyeri. Nyeri
biasanya disebabkan dari proses inflamasi atau supurasi, tetapi nyeri juga dapat disebabkan
oleh perdarahan di jaringan nekrotik karena keganasan, sehingga ada atau tidaknya nyeri
tidak dapat di jadikan indikasi adanya keganasan. 5,12
Konsistensi
Secara umum konsistensi tidak dapat menentukan etiologi. keras seperti batu mengarahkan
kepada keganasan, padat seperti karet mengarahkan kepada limfoma; lunak mengarahkan
kepada proses infeksi; fluktuatif mengarahkan telah terjadinya abses/pernanahan. 12,13
Mobilitas
KGB yang terfikasis menunjukkan karsinoma metastatik, sedangkan KGB yang mobile dapat
terjadi pada infeksi, penyakit kolagen vaskular dan limfoma. Evaluasi mobilitas KGB
supraklavikula dapat dibantu dengan pasien cara melakukan manuver Valsava. 12
C. Etiologi
Penyebab yang paling sering limfadenopati adalah:
Infeksi
- Infeksi virus

Infeksi virus sistemik paling sering menyebabkan limfadenopati generalisata.

13

Infeksi yang

disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan bagian atas seperti Rinovirus, Parainfluenza
Virus, influenza Virus, Respiratory Syncytial Virus (RSV), Coronavirus, Adenovirus ataupun
Retrovirus. Virus lainnya Ebstein Barr Virus (EBV), Cytomegalo Virus (CMV), Rubela,
Rubeola, Varicella-Zooster Virus, Herpes Simpleks Virus, Coxsackievirus, dan Human
Immunodeficiency Virus (HIV).12
- Infeksi bakteri
Pada infeksi bakteri biasanya menyebabkan limfadenopati lokalisata, tetapi dapat juga terjadi
limfadenopati generalisata pada penyakit demam tifoid, endokarditis, tuberculosis dan
sifilis.13 Peradangan KGB (limfadenitis) dapat disebabkan Streptokokus beta hemolitikus
Grup A atau stafilokokus aureus. Bakterianaerob bila berhubungan dengan caries dentis dan
penyakit gusi,radang apendiks atau abses tubo-ovarian.
Pada awal infeksi, aspirat mengandung campuran neutrofil dan limfosit. Kemudian
mengandung bahan pirulen dari neutrofil dan massa debris. Limfadenitis bakterial akut
biasanya menyebabkan KGB berwarna kemerah,teraba hangat dan nyeri tekan. Biasanya
penderita demam dan terjadi leukositosis neutrofil pada pemeriksaan darah tepi. Pada infeksi
oleh Mikobakterium tuberkulosis, aspirat tampak karakteristik sel epiteloid dengan latar
belakang limfosit dan sel plasma. 3
Sel epiteloid berupa sel bentuk poligonal yang lonjong dengan sitoplasma yang pucat, batas
sel yang tidak jelas, kadang seperti koma atau inti yang berbentuk seperti bumerang yang
pucat, berlekuk dengan kromatin halus.
Keganasan seperti leukemia, neuroblastoma, rhabdomyo-sarkoma dan limfoma juga dapat
menyebabkan limfadenopati. Diagnosis defenitif suatu limfoma membutuhkan tindakan
biopsi eksisi, oleh karena itu diagnosis subtipe limfoma dengan menggunakan biopsi aspirasi
jar um halus masih merupakan kontroversi. Aspirat Limfoma non-Hodgkin berupa populasi
sel yang monoton dengan ukuran sel yang hamper sama. Biasanya tersebar dan tidak
berkelompok. Diagnostik sitologi Limfoma Hodgkin umumnya dibuat dengan ditemukannya
tanda klasik yaitu sel Reed Sternberg dengan latar belakang limfosit, sel plasma, eosinofil dan
histiosit. Sel Reed Sternberg adalah sel yang besar dengan dua inti atau multinucleated
dengan sitoplasma yang banyak dan pucat. 17
Penyakit lainnya yang salah satu gejalanya adalah limfadenopati adalah penyakit Kawasaki,
penyakit Kimura, penyakit Kikuchi, penyakit Kolagen, penyakit Cat-scratch, penyakit
Castleman, Sarcoidosis, Rhematoid arthritis dan Sisestemic lupus erithematosus (SLE).

Obat-obatan dapat menyebabkan limfadenopati generalisata. Limfadenopati dapat timbul


setelah pemakaian obat-obatan seperti fenitoin dan isoniazid. Obat-obatan lainnya seperti
allupurinol, atenolol, captopril, carbamazepine, cefalosporin, emas, hidralazine,
penicilin, pirimetamine, quinidine, sulfonamida, sulindac). 12,13,17
Imunisasi dilaporkan juga dapat menyebabkan limfadenopati di daerah leher, seperti setelah
imunisasi DPT, polio atau tifoid. Meskipun demikian, masing-masing penyebab tidak dapat
ditentukan hanya dari pembesaran KGB saja, melainkan dari gejala-gejala lainnya yang
menyertai pembesaran KGB tersebut

Penyebab Limfadenopati
D. Pemeriksaan penunjang 5,7
Laboratorium:

Darah Tepi Lengkap, Apusan Darah, LED (Laju Endap Darah)

Darah lengkap dan apusan untuk melihat kemungkinan infeksi atau keganasanan
darah. LED untuk melihat adanya tanda inflamasi akut, infeksi akut dan kronis,
kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi.5,7

Fungsi Hati dan Analisis Urin

Untuk mencari penyebab penyakit sistemik penyebab limfadenopati. Sebagai tamabahan


dapat diperiksa dari Lactat dehidrogenase (LDH), asam urat, kadar kalsium dan fosfat,
untuk melihat adanya tanda keganasan.5,16

Biakan Darah
Untuk melihat adanya penyebab infeksi dengan bakteri yang spesifik.5

Serologi (Toxoplasma, EBV, CMV, HIV dll)


Biasanya untuk limfadenopati generalisata.12

Tes mantoux
Jika pada anamnesis dan PF dicurigai adanya infeksi tuberculosis.3
Rongent toraks
Rongent toraks diperlukan pada kecurigaan adanya kelainan dari paru seperti pada
tuberculosis, lymphoma dan neuroblastoma, untuk melihat adanya limfadenopati
mediastinal.3

Gambar 10. Limfadenopati mediastinum bilateral pada rongent toraks


Ultrasonografi (USG)
USG merupakan salah satu teknik yang dapat dipakai untuk mendiagnosis limfadenopati
servikalis. Penggunaan USG untuk mengetahui ukuran, bentuk, echogenicity, gambaran
mikronodular, nekrosis intranodal dan ada tidaknya kalsifikasi. USG dapat dikombinasi
dengan biopsi aspirasi jarum halus untuk mendiagnosis limfadenopati dengan hasil yang
lebih memuaskan, dengan nilai sensitivitas 98% dan spesivisitas 95%.13
Gray-scale sonogram metastasis pada KGB. Tampak adanya hypoechoic, round, tanpa
echogenic hilus (tanda panah). Adanya nekrosis koagulasi (tanda kepala panah).
CT Scan
CT scan dapat mendeteksi pembesaran KGB servikalis dengan diameter 5 mm atau lebih.
Satu studi yang dilakukan untuk mendeteksi limfadenopati supraklavikula pada penderita

nonsmall cell lung cancer menunjukkan tidak ada perbedaan sensitivitas yang signifikan
dengan pemeriksaan menggunakan USG atau CT scan.13,12
Biopsi
Biopsi dapat dilakukan dengan mengambil sel keluar melalui jarum atau dengan operasi
menghapus satu atau lebih kelenjar getah bening. Sel-sel atau kelenjar getah bening akan
dibawa ke lab dan diuji. Biopsy KGB memiliki nilai sensitifitas 98 % dan spesifisitas 95 %.
Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi indikasi untuk dilaksanakan
biopsy KGB. Biopsi dilakukan terutama bila terdapat tanda dan gejala yang mengarahkan
kepada keganasan.16