Anda di halaman 1dari 5

Perhitungan arus hubung singkat

3.4.1. Sistem per unit (p.u.)


Oleh karena saluran dan sistem transmisi berbeda karakteristiknya
pada berbagai tempat, maka digunakan satuan m.k.s yang sama pada
tempat-tempat tersebut. Oleh karena kebesarannya yang ribuan kali,
satuan-satuan yang biasa dipakai, maka dalam perhitungan arus hubungsingkat digunakan kebesaran yang sesuai, misalnya 1.000.000 kVA.
Kebesaran yang dihitung merupakan persentase dari kebesaran referensi
itu (caranya disebut cara persentase) atau merupakan kelipatan dari
kebesaran itu (caranya disebut cara per-unit) 1.
Nilai 100 % atau per-unit (disingkat p.u.) dipilih untuk dua satuan
listrik, misalnya untuk daya dan tegangan antar-fasa (line voltage),
kemudian dicari nilai persentase atau per-unit dari satuan-satuan lainnya,
misalnya arus kawat. Dengan demikian didapat:
W (100 %) = V (100 %) I (100 %)

3 ..... (9)

V (100 %) = I (100 %) z (100 %)

3 ............ (10)

Bila hubungan diatas sudah ditetapkan, maka impedansinya dalam


persen atau per-unit dapat dihitung dari persamaan-persamaan berikut:
Z (%) =

Impedansi ( ) Daya (MVA)


100
[Tegangan ( kV ) ]2

Z (pu) =

Impedansi ( ) Daya(MVA)
[Tegangan ( kV ) ]2

........(11)

(12)

1 Arismunandar, DR. A. dan DR. S. Kuwahara. 2004. Teknik Tenaga Listrik, JILID II. Jakarta.

Z () =

Impedansi ( ) [Tegangan ( kV ) ]
Daya ( MVA ) 100

Z () =

Impedansi ( pu ) [Tegangan ( kV ) ]2
..(14)
Daya ( MVA )

Apabila

MVA

dasar

atau

............. (13)

tegangan

dasar

dirubah,

maka

impedansinya disesuaikan pula:


Impedansi (MVA dasar baru) = Impedansi (MVA dasar lama)

MVA dasar baru


MVA dasar lama
Impedansi (tegangan dasar baru) =

... (15)

Impedansi (tegangan dasar lama)

Tegangandasar lama
Tegangandasar baru

....... (16)

3.4.2. Metode perhitungan arus hubung singkat 3-fasa pada sistem AC


Jawa-Bali
Bila terjadi hubung-singkat pada saluran transmisi, maka tegangan
dan arus pada waktu gangguan dapat dihitung dengan menggunakan
rangkaian impedansi komponen simetris sebelum terjadi gangguan
tersebut. Bila impedansi komponen-komponen adalah Z1, Z2, dan Z3, arus
gangguan adalah i1f, i2f, dan i0f, tegangan gangguan adalah E1f, E2f, dan E0f,
serta tegangan fasa sebelum gangguan adalah Ea1, maka tegangan dan

arus komponen simetris dinyatakan oleh rumus-rumus seperti tertera dalam


tabel 3.1.

Tabel 3.1 Jenis-jenis hubung singkat


Jenis Hubung
No.
1

Rumus yang Digunakan


Singkat
Hubung-Singkat

i1f = if =

3-fasa
2

Hubung-Singkat
1-fasa ke Tanah

E
Z

Ea1
i1f = i2f = i0f = Z 1+Z 2 +Z 0
if = i1f + i2f + i0f = 3 i0f

E1f = Ea1 i1fZ1= Ea1

Z2+ Z0
Z 1 + Z 2+ Z 0

E2f = i2f Z2 =

Ea 1 Z 2
Z 1 + Z 2+ Z 0

E0f = i0f Z0 =

Ea 1 Z 0
Z 1 + Z 2+ Z 0

Hubung-Singkat
i1f = -i2f =
2-fasa
if =

Ea 1
Z 1+ Z 2

3 i1f

E1f = Ea1 i1fZ1=

Ea 1 Z 2
Z 1+ Z 2

Jenis Hubung
No.
4

Rumus yang Digunakan


Singkat
Hubung-Singkat
2-fasa ke Tanah

i1f =

i2f =

i0f =

E a1
Z Z
Z 1+ 2 0
Z 2 +Z0
Ea 1 (Z2 + Z 0)
Z 1 Z 2 + Z1 Z 0 + Z 2 Z 0

Z 0
Z 2+ Z 0

i1f

ZZ 0 E a 1
Z 1 Z 2 + Z1 Z 0 + Z 2 Z 0
Z 2
Z 2+ Z 0

i1f

Z 2 E a1
Z 1 Z 2 + Z1 Z 0 + Z 2 Z 0

E1f = Ea1 i1f Z1


=

Z2 Z 0 E a 1
Z 1 Z 2 + Z1 Z 0 + Z 2 Z 0

E2f = i2f Z2
=

Z2 Z 0 E a 1
Z 1 Z 2 + Z1 Z 0 + Z 2 Z 0

E0f = i0f Z0
Z2 Z 0 E a 1
= Z 1 Z 2 + Z1 Z 0 + Z 2 Z 0
*) Arismunandar, DR. A. dan DR. S. Kuwahara. 2004. Teknik Tenaga Listrik, JILID II. Jakarta.

Gangguan hubung singkat dapat menyebabkan terganggunya kinerja


saluran transmisi. Hal ini disebabkan saluran transmisi mempunyai resiko
paling besar bila mengalami gangguan karena ini akan berarti terputusnya
kontinuitas penyaluran beban. Terputusnya penyaluran listrik dari pusat
pembangkitan ke beban tentu sangat rnerugikan bagi pelanggan terutama
industri karena berarti terganggunya kegiatan operasi di industri tersebut.
Gangguan penyediaan listrik tidak dikehendaki oleh siapapun, tetapi ada
kalanya gangguan tersebut tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, diperlukan
usaha

untuk

mengurangi

akibat

adanya

gangguan

tersebut

atau

memisahkan bagian yang terganggu dari sistem. Gangguan pada saluran


transmisi merupakan 50% dari seluruh gangguan yang terjadi pada sistem
tenaga listrik. Diantara gangguan tersebut gangguan yang frekuensi
terjadinya terbesar adalah gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah,
yaitu sekitar 85% dari total gangguan pada transmisi saluran udara 2.

2 Naek. Cristof H Tobing, Rele Jarak Sebagai Proteksi Saluran Transmisi. Depok, 2008.

Anda mungkin juga menyukai