Anda di halaman 1dari 16

TUGAS EKSTRAKSI DAN LEACHING

AGITATED VESSELS

TUGAS EKSTRAKSI DAN LEACHING AGITATED VESSELS DISUSUN OLEH : MOCH FARID DIMYATI 03091003022 DAVID FAHLEVI.

DISUSUN OLEH :

MOCH FARID DIMYATI

DAVID FAHLEVI.

03091003028

SIXKA NOVALITA S

03091003030

DEWI PERTIWI

03091003032

TAUFIK AKBAR

03091003034

DOSEN PEMBIMBING : LIA CUNDARI,ST,MT

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDERALAYA

2012

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Hidayah, Taufik dan Hinayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Agitated Vessels dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan Ekstraksi dan Leaching. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk ke depannya.

Indralaya, April 2012

Tim Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dalam suatu proses industri pasti akan ada proses pengadukan. Pengadukan (agitation) adalah pemberian gerakan tertentu sehingga menimbulkan reduksi gerakan pada bahan, biasanya terjadi pada suatu tempat seperti bejana. Gerakan hasil reduksi tersebut mempunyai pola sirkulasi. Akibat yang ditimbulkan dari operasi pengadukan adalah terjadinya pencampuran (mixing) dari satu atau lebih komponen yang teraduk. Adapun proses pencampuran tersebut meliputi bahan-bahan baik itu bahan cair-cair, cair-padat, cair-gas, dan gas-padat. Pencampuran atau disebut juga mixing adalah peristiwa menyebarnya bahan-bahan secara acak, dimana bahan yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain demikian pula sebaliknya, sedang bahan-bahan itu sebelumnya terpisah dalam keadaan dua fase atau lebih yang akhirnya membentuk hasil yang lebih seragam (homogen). Ada beberapa tujuan yang ingin diperoleh dari komponen yang dicampurkan, yaitu membuat suspensi, blending, dispersi dan mendorong terjadinya transfer panas dari bahan ke dinding tangki.

1.2 Tujuan

1. Untuk memahami apa itu pengadukan.

2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengadukan.

3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengadukan.

4. Untuk mengetahui jenis-jenis alat pengaduk.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengadukan Jenis pengadukan dalam pengolahan air dapat dikelompokkan berdasarkan kecepatan pengadukan dan metoda pengadukan. Berdasarkan kecepatannya, pengadukan dibedakan menjadi pengadukan cepat dan pengadukan lambat. Kecepatan pengadukan dinyatakan dengan gradien kecepatan. Pengadukan mekanis adalah metoda pengadukan menggunakan alat pengaduk berupa impeller yang digerakkan dengan motor bertenaga listrik. Umumnya pengadukan mekanis terdiri dari motor, poros pengaduk, dan gayung pengaduk (impeller). Pengadukan hidrolis adalah pengadukan yang memanfaatkan gerakan air sebagai tenaga pengadukan. Sistem pengadukan ini menggunakan energi hidrolik

yang dihasilkan dari suatu aliran hidrolik. Energi hidrolik dapat berupa energi gesek, energi potensial (jatuhan) atau adanya lompatan hidrolik dalam suatu aliran. Beberapa contoh pengadukan hidrolis adalah terjunan, loncatan hidrolis, parshall flume, buffle basin (baffle channel), perforated wall, gravel bed , dan sebagainya. Pengadukan pneumatis adalah pengadukan yang menggunakan udara (gas) berbentuk gelembung yang dimasukkan ke dalam air sehingga menimbulkan gerakan pengadukan pada air. Pemilihan pengaduk sangat ditentukan oleh jenis pencampuran yang diinginkan serta keadaan bahan yang akan dicampur. Pengadukan zat cair dilakukan untuk berbagai tujuan, antara lain :

a. Membuat suspensi partikel zat padat

b. Untuk meramu zat cair yang mampu campur (miscible), sebagai contoh

metil alkohol dengan air.

c. Untuk mendispersikan atau menyebarkan gas dalam zat cair dalam bentuk gelembun-gelembung kecil.

d. Untuk menyebarkan zat cair yang tidak dapat campur sehingga membentuk

emulsi atau suspensi partikel halus pada kedua zat cair inmiscible tersebut.

e. Untuk mempercepat perpindahan kalor antara zat cair baik sesama bahan dengan menyuplai panas yang ada dalam tangki pencampuran tersebut. f. Kadang kala pengaduk (agigator) digunakan untuk berbagai tujuan sekaligus, misalnya dalam hidrogenisasi katalitik daripda zat cair. Dalam bejana hidrogenisasi, gas hidrogen didispersi melalui zat cair dimana terdapat partikel – partikel katalis padat dalam keadaan suspensi, sementara kalor diangkut melalui kumparan atau mantel.

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengadukan Suatu alat pengaduk diusahakan menghasilkan pengadukan yang sebaik mungkin dengan pemakaian daya sekecil mungkin. Ini berarti seluruh isi bejana pengaduk sedapat mungkin digerakkan merata, biasanya secara turbulen.

Kebutuhan daya dan baik buruknya hasil pengadukan tergantung pada factor-faktor berikut :

1. Jenis alat pengaduk. Bentuk, ukuran, perbandingan diameter daun pengaduk terhadap diameter bejana pengaduk, frekuensi putaran, posisi dalam bejana pengaduk

2. Jenis bejana pengaduk. Bentuk, ukuran perlengkapan di dalamnya, derajat keterisian (degree of fullness).

3. Jenis dan jumlah bahan. Viskositas, jenis campuran (larutan sejati, suspensi kasar, suspensi halus dsb.), kerapatan, perbedaan kerapatan dalam campuran, besar dan bentuk partikel padat yang diaduk. Hasil pengadukan yang baik dicapai apabila bahan mengalir secara

turbulen , artinya mengalir ke segala penjuru. Pencampuran semakin buruk jika semakin banyak bahan yang bergerak dalam arah tangensial saja. Pada gerakan tangensial ini, bahan berputar - putar bersama dengan pengaduk sehingga permukaan cairan membentuk kerucut (vortex) di sekeliling sumbu pengaduk.

Dengan memasang benda - benda pengganggu aliran, dengan memilih alat pengaduk yang lain, dengan mengubah posisi alat (misalnya miring, eksentris) atau dengan memilih bejana yang lain (misalnya : lebar/rendah, sempit/tinggi) maka gerakan tangensial serta pembentukan vortex dapat dikurangi dan aliran turbulen dapat ditingkatkan.

2.3 Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengaduk Benda–benda pengganggu aliran memiliki berbagai bentuk misalnya

batang–batang yang menjulang ke atas atau ke bawah. Gangguan dan kerusakan pada sistem pengaduk dapat disebabkan oleh misalnya :

1. Beban yang berlebihan. Pemasangan mesin penggerak yang melampaui batas, pelengkungan sumbu pengaduk.

2. Pelumasan yang kurang. Terkuncinya roda–roda gigi dan bantalan, pemanasan penyekat sumbu yang melampaui batas.

3. Frekuensi putaran yang terlalu tinggi. Pembentukan gelembung–gelembung (kavitasi) pada daun pengaduk.

4. Korosi.

Kerusakan pada sumbu pengaduk dan daun pengaduk. Pemilihan pengaduk dari sejumlah besar alat pengaduk yang ada hanya dapat dilakukan melalui percobaan atau pengalaman. Hingga saat ini belum ada alat pengaduk yang universal.

2.4 Jenis-jenis Alat Pengaduk Alat - alat pengaduk yang paling sering digunakan untuk mencampur cairan

dengan padatan (dan sebagian juga dengan cairan atau dengan gas) adalah:

1. Alat pengaduk jangkar

2. Alat pengaduk bingkai (gate paddle agitator)

3. Alat pengaduk palet (palette agitator)

5.

Alat pengaduk propeller.

6. Alat pengaduk turbin

7. Alat pengaduk cakram gigi (toothed disk agitator)

1. Alat pengaduk jangkar Alat pengaduk ini terdiri atas sebuah batang yang dilengkungkan sehingga berbentuk jangkar. Kelengkungan disesuaikan dengan bentuk bejana pengaduk. Pengaduk jangkar memiliki diameter yang besar dan perputaran lambat. Alat ini terutama menimbulkan aliran tengensial, dapat digunakan untuk bahan-bahan yang sangat viskous atau bahan–bahan dengan besar spesifik yang tinggi seperti suspensi. Pengaduk ini memungkinkan terjadinya pertukaran panas, mencegah terjadinya pengendapan atau pelekatan pada dasar bejana atau pada dinding.

2. Alat pengaduk bingkai Pengaduk ini terdiri atas sebuah bingkai persegi atau dua buah lengan bernbentuk jangkar yang dipasang bersusun. Pengaduk bingkai mempunyai diameter misalnya 2/3 dari diameter bejananya dan berputar lambat. Seperti halnya pengaduk jangkar, pengaduk ini terutama menimbulkan aliran tangensial. Dengan demikian pemasangan benda pengganggu aliran atau alat dengan fungsi yang sama akan menguntungkan. Yang mirip dengan pengaduk bingkai adalah pengaduk kisi.

3. Alat pengaduk palet Pengaduk ini terdiri atas sebuah bingkai atau dua pelat yang dipasang bersusun. Bagian atas terpotong miring sehingga sesuai dengan bentuk bejana pengaduk. Alat pengaduk palet memiliki diameter misalnya ½ dari diameter bejana dan berputar lambat. Seperti halnya pengaduk jangkar dan bingkai, pengaduk ini terutama menimbulkan aliran tangensial. Dengan demikian pemasangan benda pengaduk aliran atau alat dengan fungsi yang sama akan menguntungkan. Yang mirip

dengan pengaduk bingkai adalah pengaduk daun (dengan hanya satu pelat persegi).

4. Alat pengaduk impeler Pengaduk ini terdiri atas tiga daun yang melengkung. Biasanya daun tersebut bengkok ke atas sehingga sesuai dengan bentuk dasar bejana. Pengaduk impeler mempunyai diameter sebesar 2/3 hingga ½ dari diameter bejana dan frekuensi putarannya (100-200 putaran per menit (rpm)) lebih cepat daripada pengaduk jangkar, bingkai dan palet. Pengaduk ini terutama menimbulkan aliran radial, yaitu (seperti efek radial pada pompa sentrifugal) menghisap bahan dari atas secara aksial dan melontarkan ke luar secara radial. Biasanya alat pengaduk impeler digunakan bersama dengan benda khusus penganggu aliran. Benda ini terdiri atas sebuah pipa vertikal yang tertutup bawahnya. Pada sisinya dipasang lengan–lengan secara miring ke atas atau mengarah ke bawah. Pengaduk impeler dibuat dari satu atau beberapa bagian. Karena pengaduk ini dapat dilapisi email dengan baik, alat ini seringkali digunakan dalam bejana pengaduk yang beramail. Bersama dengan perangkat penggerak yang dapat dikontrol, pengaduk impeler dapat dimanfaatkan secara serba guna misalnya untuk melarutkan, mensuspensikan atau mengemulsikan padatan dalam cairan serta juga untuk reaksi-reaksi kimia dan proses -proses pertukaran panas.

5. Alat pengaduk propeler Pengaduk ini terdiri atas sebuah propeler yang mirip baling – baling pendiring kapa dengan dua atau tiga daun yang di pasang miring. Biasanya alat pengaduk propeler di buat dalam dua bagian , memiliki diameter yang kecil ( 1/3 hingga 1/10 dari diameter bejana ) dan berputar cepat. Alat ini terutama menimbulkan aliran aksial yaitu (seperti efek radial pada pompa sentrifugal) menghisap bahan dari atas secara aksial dan melontarkan ke luar secara aksial. Dengan cara ini timbul gaya geser setempat. Dengan memasang benda pengganggu aliran atau alat yang berfungsi sama, atau dengan memasang pengaduk secara miring atau eksentris, maka turbulensi

dapat ditingkatkan dan pembentukan vortex yang tidak diinginkan dapat dikurangi. Pengaduk propeler digunakan untuk mengaduk bahan dengan viskous rendah (pada viskous yang besar dan frekuensi putaran yang tinggi, biasanya bahan tidak dapat digerakkan oleh propeler).

6. Alat pengaduk turbin Jenis alat paling sederhana dari pengaduk ini terdiri atas sebuah cakram yang sisi bawahnya mempunyai beberapa sudu vertikal yang disusun secara radial. Seperti halnya pengaduk propeler , sebagian besar pengaduk turbin terdiri atas dua bagian , mempunyai diameter yang kecil dan berputar cepat. Alat ini terutama menimbulkan aliran radial, artinya bahan dihisap dari bawah secara aksial dan dilontarkan ke luar secara radial. Dengan begitu timbul gaya geser yang besar. Pada pengaduk turbin yang bekerja dengan dua bagian, bagian bawah maupun bagian atas cakram dilengkapi dengan sudu-sudu. Alat ini menghisap bahan dari bawah dan dari atas secara aksial pada waktu yang bersamaan, dan melintarkannya ke luar secara radial sehinga kedua aliran tersebut berbaur. Konstruksi yang khusus dari alat pengaduk ini mengandung sebuah rotor yang menyerupai turbin yang berputar dalam sebuah gelang stator. Seperti halnya pengaduk propeler maka pengaduk turbin lebih sering digunakan untuk bahan viskous rendah.

7. Alat pengaduk cakram gigi Pengaduk ini terdiri atas sebuah cakram yang keliling luarnya dilengkapi dengan gigi bersisi tajam. Gigi ini secara berseling tertekuk ke atas dan ke bawah. Seperti pengaduk propeler dan turbin, maka alat pengaduk cakram gigi kebanyakan terdiri atas dua bagian memiliki diameter yang kecil (½ hingga 1/6 diameter bejananya) dan beputar cepat. Di samping menimbulkan aliran yang sebagian besar bersifat radial, pengaduk ini terutama menghasilkan gaya geser, dan digunakan untuk membuat suspensi dan emulsi yang paling halus dan juga amat viskous.

2.5 Pencampuran ( Mixing ) Di dalam suatu proses industri pasti akan ada proses pencampuran.

Adapun proses pencampuran tersebut meliputi bahan-bahan baik itu bahan cair-cair, cair-padat, cair-gas, dan gas-padat. Pencampuran atau disebut juga mixing adalah peristiwa menyebarnya bahan-bahan secara acak, dimana bahan yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain demikian pula sebaliknya, sedang bahan-bahan itu sebelumnya terpisah dalam keadaan dua fase atau lebih yang akhirnya membentuk hasil yang lebih seragam (homogen). Pencampuran cairan dengan cairan digunakan untuk mempersiapkan atau melangsungkan proses-proses kimia dan fisika serta juga untuk membuat produk akhir yang komersial. Tangki atau bejana biasanya berbentuk silinder dengan sumbu terpasang vertikal, bagian atas bejana itu bias terbuka saja ke udara atau dapat pula tertutup. Ujung bawah tangki itu biasanya agak membulat, jadi tidak datar saja, maksudnya agar tidak terdapat terlalu banyak sudut-sudut tajam atau daerah yang sulit ditembus arus zat cair. Tujuan dari pencampuran adalah :

1. Mencampur cairan yang dapat bercampur (miscible).

2. Mengontakan cairan-cairan yang tidak dapat bercampur, misalnya proses ekstraksi solven.

3. Proses emulsi untuk menghasilkan produk yang stabil.

4. Melarutkan padatan kasar pada cairan dengan viskositas rendah.

5. Dispersi padatan halus dalam cairan dengan viskositas tinggi.

6. Dispersi padatan halus dalam cairan, misalnya proses fermentasi.

7. Mengontakkan gas/padatan/cairan pada reaksi katalitik.

Kedalaman zat cair biasanya hampir sama dengan diameter tangki. Di dalam tangki itu dipasang pengaduk (impeller) pada ujung poros menggantung, artinya poros itu ditumpu dari atas. Ada dua macam impeller pengaduk, yaitu impeller aliran-aksial (axial-flow impeller) dan impeller aliran-radial (radial-flow impeller). Impeller jenis

pertama membangkitkan arus sejajar dengan sumbu poros impeller, dan yang kedua membangkitkan arus pada arah tengensial atau radial. Dari segi bentuknya, ada tiga jenis impeller:

a. propeller (baling-baling),

b. dayung (padle), dan

c. turbin (turbine).

a. Propeller Tipe impeller ini berbentuk kipas yang menghasilkan aliran aksial. Propeller mempunyai tingkat efisiensi yang baik bila digunakan pada fluida yang

berviskositas rendah, kurang dari 2000 cP. Arus yang meninggalkan propeller mengalir melalui zat cair menurut arah tertentu sampai dibelokkan oleh lantai atau dinding bejana. Hal ini efektif digunakan dalam bejana besar.

b. Paddle

Tipe impeller ini akan mendorong zat cair secara radial dan tangensial. Arus yang terjadi bergerak keluar ke arah dinding, lalu membelok ke atas atau ke bawah.

Paddle merupakan impeller yang paling efektif. Hal ini dapat dilihat dari pola aliran yang ditimbulkan akibat gerakan paddle ke seluruh bagian sehingga molekul yang akan dilarutkan bergerak acak dan homogenitas yang tinggi dihasilkan. Hal ini menyebabkan paddle mempunyai efisiensi yang tinggi. Impeller ini digunakan untuk fluida yang berviskositas 100.000 sampai 1.000.000 cP.

c. Turbine Turbin biasanya efektif untuk fluida berviskositas sedang yaitu 2000 sampai

50.000 cP. Arus yang ditimbulkan bersifat radial dan tangensial. Komponen tangensialnya menimbulkan vortex dan arus putar yang harus dihentikan dengan menggunakan baffle. Masing-masing jenis terdiri lagi atas berbagai variasi dan sub- jenis. Ada lagi jenis-jenis impeller lain yang dimaksudkan untuk situasi-situasi tertentu, namun ketiga jenis itu agaknya dapat digunakan untuk menyelesaikan 95 persen dari semua masalah agitasi zat cair. Penggunaan impeller diatas tergantung pada geometri vessel (tanki, viskositas cairan)

a. Untuk viskositas yang < 2000 cp, maka digunakan impeller dengan tipe propeller.

b. Untuk viskositas antara 2000 cp – 50.000 cp, maka digunakan impeller dengan tipe turbin.

c. Untuk viskositas antara 100.000 – 1.000.000 cp maka digunakan impeller dengan tipe paddles.

d. Untuk viskositas > 1.000.000 cp maka digunakan impeller

pencampuran khusus seperti banburg mixer, kneaders, extrudes, digunakan sigma mixer dan tipe lain. Jenis-jenis impeller : The marine type propeller, Flat – blade turbine, The disk flat – blade turbine, The curved – blade turbine, The pitched – blade turbine, The shrouded turbine. Poros itu digerakkan oleh motor, yang kadang-kadang dihubungkan langsung dengan poros itu, namun biasanya dihubungkan melalui peti roda gigi untuk menurunkan kecepatannya. Agar bejana proses bekerja efektif pada setiap masalah pengadukan yang

dihadapi, volume fluida yang disirkulasi oleh impeller harus cukup besar agar dapat menyapu keseluruhan bejana dalam waktu singkat. Demikian pula, kecepatan harus meninggalkan impeller itu harus cukup tinggi agar dapat mencapai semua sudut tangki. 2.2.1 Pencampuran Solid-Liquid Bila zat padat disuspensikan dalam tangki yang diaduk, ada beberapa cara untuk mendifinisikan kondisi suspensi itu. Proses yang berbeda akan memerlukan derajat suspensi yang berlainan pula, dan karena itu kita perlu menggunakan definisi yang tepat dan korelasi yang semestinya didalam merancang atau dalam penerapan ke skala besar.

1. Mendekati suspensi penuh yaitu suspensi dimana masih terdapat sebagian kecil kelompok-kelompok zat padat yang terkumpul didasar tanki agak kepinggir atau ditempat lain.

2. Partikel bergerak penuh yaitu seluru partikel berada dalam suspensi atau bergerak disepanjang dasar tanki

yaitu seluruh partikel berada dalam keadaan suspensi dan tidak ada didasar tanki atau tidak berada didasar tanki selama lebih dari 1 atau 2 detik.

2.2.2 Pencampuran Liquid-Liquid

Pencampuran zat cair-cair (miscible) didalam tanki merupakan proses yang

berlangsung cepat dalam daerah

kecepatan tinggi, dan fluida itu mungkin dapat bercampur baik disekitar impeller

karena adanya keterbulenan yang hebat. Pada waktu arus itu melambat karena membawa ikut zat cair lain dan mengalir disepanjang dinding, terjadi juga pencampuran radial sedang pusaran-

turbulen. Impeller akan menghasilkan arus

pusaran besar pecah menjadi kecil, tetapi tidak banyak terjadi pencampuran pada arah aliran.

2.2.3 Pencampuran Gas-Liquid

Dalam proses pencampuran gas dengan liquid, gas akan tersuspensi dalam bentuk gelembung-gelembung kecil dengan tekanan tertentu. Waktu pencampuran adalah waktu yang dibutuhkan fluida untuk bercampur

merata keseluruh tangki sehingga campuran besifat homogen. Waktu pencampuran dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

a. Ada tidaknya baffle

b. Bentuk pengaduk

c. Kecepatan putar

d. Ukuran pengaduk

e. Posisi pengaduk

1. Centrally dan vertical

2. Off-centre dan vertical

3. Miring terhadap sumbu vertical

Horizontal pada sisi tangki dan membentuk sudut terhadap diameter tangki.

f. Jumlah daun pengaduk

g. Jumlah pengaduk dalam suatu proses

h. Karakteristik campuran

1. Densitas

3.

Miscible atau inmiscible

i. Perbandingan cairan dan diameter tangki

j. Bilangan tak berdimensi Dalam operasi pencampuran dan penyebaran (dispersi) laju sirkulasi

bukanlah merupakan satu – satunya faktor dan bukan pula merupakan faktor yang penting. Keturbulenan adalah akibat dari arus yang terarah baik serta gradien

kecepatan

keturbulenan, keduanya memerlukan energi.

didalam zat cair. Sirkulasi dan pembangkitan

yang

cukup

besar

Daya sangat dibutuhkan dalam operasi pencampuran untuk menggerakkan

terjadinya proses pencampuran. Faktor-faktor yang

motor

mempengaruhi kebutuhan daya ialah :

pengaduk

agar

a. Diameter pengaduk

b. Viskositas cairan

c. Densitas fluida

d. Medan gravitasi

e. Kecepatan putaran pengaduk (n)

f. Jumlah pengaduk pada poros

g. Bentuk dan jenis pengaduk

h. Perbandingan tinggi cairan pada tangki dengan diameter tangki.

DORR AGITATOR Dorr agitator adalah tangki yang digunakan untuk washing batch endapan yang tidak dapat tercuci secara sempurna dalam tangki; dilengkapi dengan impeller yang berputar perlahan-lahan di bagian bawahnya. yang menyebabkan padatan bergerak padatan ke tengah, dan dalam pengadukan tersebut terbetuk gelembung gas yang

akan membuat slurry thickner.

ke launders. Dorr agitator juga dikenal sebagai Dorr

. ke launders. Dorr agitator juga dikenal sebagai Dorr Gambar dorr agitator untuk mempercepat proses batch

Gambar dorr agitator untuk mempercepat proses batch washing

Treybal,

McGraw-Hill Company

Robert.

1980.

DAFTAR PUSTAKA

Mass-Transfer

Operation,

Third

Edition.

London

:

Sinnot, R.K. 1999. Chemical Engineering, Volume 6, Third edition. Department of Chemical and Biological Process Engineering University of Wales Swansea.

htpp//.che.iitb.ac.in/courses/uglab/cl333n335/ht305-agit.pdf