Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL

TUGAS AKHIR

Oleh

SUGI PRASETYO
071.11.339

JURUSAN TEKNIK PERMINYKAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2015

ANALISIS INJEKSI CO2 UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN


PRODUKSI MINYAK DENGAN SIMULASI RESERVOIR

Proposal Tugas Akhir

Oleh

SUGI PRASETYO
071.11.339

JURUSAN TEKNIK PERMINYKAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2015
I.

JUDUL

"Analisis Injeksi CO2 untuk Meningkatkan Perolehan Produksi Minyak


dengan Simulasi Reservoir"

II.

LATAR BELAKANG
Pada studi kasus dalam kurun waktu teakhir ini, produksi minyak semakin

lama semakin menurun. Hal itu disebabkan salah satunya karena sumur produksi
yang masih beroperasi pada beberapa lapangan di Indonesia sudah menua. Sumursumur tersebut kini rata-rata sudah tidak dapat berproduksi dengan alamiah
(natural flow) pada tahap primary recovery, oleh sebab itu operasi perolehan
minyak tahap kedua (secondary recovery) dilakukan dengan maksud untuk
memperoleh minyak sisa di reservoir yang tidak dapat diambil dengan metode
tahap pertama (primary recovery). Dalam operasi perolehan tahap kedua ini, suatu
fluida diinjeksikan ke dalam reservoir minyak sisa tersebut bukan untuk
mempertahankan energi reservoir, tetapi secara fisik mendesak minyak sisa dari
reservoir. Injeksi Gas CO2 merupakan salah satu metode untuk peningkatan
perolehan minyak. Injeksi Gas CO2 dapat dilakukan pada dua kondisi yakni
tercampur dan tidak tercampur. Pada kondisi injeksi diatas tekanan tercampur
akan didapat harga perolehan minyak yang optimal, sementara jika gas CO2
diinjeksikan pada kondisi dibawah tekanan tercampur maka akan menyebabkan
immiscibility atau keadaan tidak tercampur. Pada kondisi tidak tercampur harga
perolehan

minyak yang didapat akan lebih rendah dibandingkan kondisi

tercampur.
Mekanisme dasar injeksi CO2 dadalah bercampurnya CO2 dengan minyak
dan membentuk fluida baru yang lebih mudah didesak dari pada minyak kondisi
awal reservoir. Ada4 jenis mekanisme pendesakan injeksi CO2 :
1.
2.
3.
4.

Injeksi CO2 secara berkelanjutan selama proses EOR


Injeksi slug CO2 diikuti air
Injeksi slug CO2 dan air secara bergantian
Injeksi CO2 dan air secara simultan

III.

MAKSUD DAN TUJUAN


Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi cadangan dan

perilaku reservoir berdasarkan perbandingan skenario injeksi CO2 yang akan


diterapkan. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah untuk membandingkan
faktor perolehan minyak berdasarkan pola injeksi dalam meningkatkan perolehan
produksi minyak secara optimal.

IV.

METODOLOGI
Metodologi yang digunakan dalam penyusunan penulisan tugas akhir ini

adalah studi lapangan, simulasi, dan diskusi. Studi lapangan dilakukan dengan
menganalisa data-data lapangan yang berhubungan dengan judul tugas akhir ini
dan akan diaplikasikan pada simulasi reservoir. Diskusi dilakukan terutama
dengan pembimbing.

V.

TEORI DASAR
Pada banyak reservoir minyak, tekanan reservoir akan berkurang selama

produksi berlangsung. Penurunan tekanan reservoir di bawah tekanan jenuh


(bubble point) dari hidrokarbon mengakibatkan keluarnya gas (komponen
hidrokarbon yang ringan) dari dalam minyak. Gelembung gas akan membentuk
fasa yang bersinambungan dan mengalir ke arah sumur-sumur produksi, bila
saturasinya melampaui harga saturasi equilibrium. Terproduksinya gas ini akan
mengurangi energi yang tersedia secara alami untuk memproduksikan minyak,
sehingga jumlah minyak yang dapat diproduksikan (recovery) secara alami dapat
berkurang pula. Secara umum dapat dikatakan bahwa penurunan tekanan yang
tidak terkontrol memberikan kontribusi terhadap pengurangan recovery.

Injeksi gas CO2 atau sering juga disebut sebagai injeksi gas CO2
tercampur yaitu dengan menginjeksikan sejumlah gas CO2 ke dalam reservoir
dengan melalui sumur injeksi sehingga dapat diperoleh minyak yang tertinggal.
Perubahan sifat kimia fisika yang disebabkan oleh adanya injeksi CO2
adalah sebagai berikut :
a. Pengembangan volume minyak
b. Penurunan viscositas
c. Kenaikan densitas
d. Ekstraksi sebagian komponen minyak
A. Pengembangan volume minyak
Adanya CO2 yang larut dalam minyak akan menyebabkan pengembangan
volume minyak. Pengembangan volume ini dinyatakan dengan suatu swelling
factor, yaitu : Perbandingan volume minyak yang telah dijenuhi CO2 dengan
volume minyak awal sebelum dijenuhi CO2, bila besarnya SF ini lebih dari satu,
berarti menunjukkan adanya pengembangan. Oleh Simon dan Crue, dikatakan
bahwa SF dipengaruhi oleh fraksi mol CO2 yang terlarut dalam minyak (X CO2)
dan ukuran molekul minyak yang dirumuskan dengan perbandingan berat molekul
densitas (M/).
B. Penurunan Viscositas
Adanya sejumlah CO2 dalam minyak akan mengakibatkan penurunan
voscositas minyak. Oleh Simon dan Creu dinyatakan bahwa penurunan viscositas
tersebut dipengaruhi oleh tekanan dan viscositas minyak awal. Pengaruh CO2
terhadap penurunan viscositas minyak akan lebih besar. Untuk satu jenis minyak,
kenaikan tekanan saturasi akan menyebabkan penurunan viscositas minyak.
C. Kenaikan densitas
Terlarutnya sejumlah CO 2 dalam minyak menyebabkan kenaikan densitas,
hal yang menarik ini oleh Holm dan Josendal dimana besarnya kenaikan densitas
dipengaruhi oleh tekanan saturasinya

D. Ekstraksi sebagai komponen minyak


Sifat CO2 yang terpenting adalah kemampuan untuk mengekstraksikan
sebagian komponen minyak. Hasil dari penelitian Nelson dan Menzile
menunjukkan bahwa pada 135 F dan pada tekanan 2000 psi minyak dengan
gravity 35 API mengalami ekstraksi lebih besar dari 50 %. Juga penelitian dari
Holm dan Josendal menunjukkan volume minyak menurun akibat adanya
ekstraksi sebagian fraksi hidrokarbon dari minyak. Dari komposisi hidrokarbon
yang terekstraksi selama proses pendesakan CO2, menunjukkan fraksi menengah
(C7-C30) hampir semuanya terekstraksi. Sedangkan pada fraksi ringan (C2-C6),
juga fraksi berat (C43) harga ekstraksi sedikit
Sumber CO2 sangat menentukan dalam keberhasilan proyek injeksi CO2
sebab CO2 yang diperlukan harus tersedia untuk jangka waktu yang panjang. Gas
yang tersedia juga harus relatif murni sebab beberapa gas seperti metana dapat
meningkatkan tekanan yang diperlukan untuk bercampur, sedangkan yang lainnya
seperti hidrogen sulfida berbahaya dan berbau serta menimbulkan permasalahan
lingkungan.
Yang juga harus diperhatikan adalah kesulitan dalam menentukan volume
aktual dan waktu pengantaran gas ke proyek, sebab kebocoran dapat terjadi pada
proyek injeksi skala besar selama periode waktu yang panjang. Faktor yang tidak
diketahui lainnya adalah volume CO2 yang harus dikembalikan lagi (recycle).
Jika gas CO2 menembus sebelum waktunya ke dalam sumur produksi, maka gas
ini harus diproses dan CO2 diinjeksikan kembali.
Sumber CO2 alami adalah yang tebaik, baik yang berasal dari sumur yang
memproduksi gas CO2 yang relatif murni ataupun yang berasal dari pabrik yang
mengolah gas hidrokarbon yang mengandung banyak CO2 sebagai kontaminan.
Sumber yang lain adalah kumpulan gas (stack gas) dari pembakaran batubara
(coal fired). Alternatif lain adalah gas yang dilepaskan dari pabrik amonia.
Beberapa kelebihan sumber tersebut adalah :

Pabrik amonia dan lapangan minyak yang dapat didirikan berdekatan.

Gas CO2 yang dilepaskan dari pabrik amonia cenderung dapat dikumpulkan
dalam sebuah area industrial yang tersedia.

Kuantitas CO2 dari tiap sumber dapat diketahui.

Tidak memerlukan pemurnian, karena CO2 yang diperoleh mempunyai


kemurnian 98 % (Pullman kellog,1977).

Keberhasilan suatu proyek CO2 tergantung pada karakteristik minyak, bagian


reservoir yang kontak secara efektif, tekanan yang biasa dicapai dan ketersediaan
dan biaya penyediaan gas CO2.

VI.

RENCANA PELAKSANAAN
Pelaksanaan tugas akhir ini diperkirakan berjalan selama dua bulan (8

minggu) yang. Namun, waktu pelaksanaan tugas akhir ini dapat berubah sesuai
arahan pembimbing dan pihak perusahaan yang terkait.

Berikut adalah perkiraan tahap pelaksanaan tugas akhir:


Waktu

Minggu ke-1
Tinjauan Lapangan dan Geologi
Lapangan

Aktivitas
Mempelajari sejarah lapangan
dan pengumpulan data
Mempelajari stratigrafi dan
struktur lapangan dan
pengumpulan data
Mempelajari tinjauan geologi
lapangan dan pengumpulan
data
Laporan mingguan

Memahami kondisi dan


karakteristik reservoir
Minggu ke-2

lapangan
Mempelajari sejarah produksi
lapangan dan pengumpulan
data
Pengenalan software
simulasi reservoir
Laporan Mingguan

Minggu ke-3

Mempelajari beberapa
persamaan, formula, dan
perhitungan untuk desain
injeksi CO2
Memasukan data dan
memulai simulasi reservoir
Laporan mingguan

Minggu ke-4 s.d. ke-6

Menentukan laju injeksi CO2


Membuat peramalan produksi
dan faktor perolehan minyak
untuk pola injeksi CO2
Menganalisa pola injeksi
CO2
Laporan

Minggu ke-7 s.d. ke-8

Evaluasi
Diskusi
Laporan akhir

VII.

HASIL YANG DIPEROLEH


Beberapa hasil yang akan diperoleh, diantaranya:

1. Peramalan produksi untuk pola injeksi CO2


2. Perkiraan faktor perolehan minyak
3. Perbandingan faktor perolehan minyak yang optimal berdasarkan laju injeksi
CO2

VIII. MANFAAT KAJIAN


Dari studi dan analisa pada pemilihan pola injeksi CO2 yang dikaji akan
didapat beberapa hal, sebagai berikut :
1. Bagaimana caranya untuk mendesain proses injeksi CO2
2. Bagaimana caranya menggunakan software simulasi reservoir untuk membuat
peramalan produksi dan faktor perolehan minyak dari pola injeksi
3. Bagaimana memilih laju injeksi yang optimal pada pola injeksi CO2 untuk

lapangan ini