Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH TEORI AKUNTANSI

PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI

Kelompok 3 :
Sherly Wijaya

2012 32 007

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MAKASSAR


(STIEM BONGAYA)
MAKASSAR
2015

BAB I
PENDAHULUAN

Pemaparan teori akuntansi didasarkan atas orientasi perkembangan


akuntansi positif dan akuntansi normatif. Teori akuntansi positif dijelaskan secara
lebih terpirincidalam William Scott, sedangkan akuntansi normatif dapat dipelajari
dalam Suwardjono.Jika dikaitkan dengan pendefinisian akuntansi sebagai seni,
sains atau teknologi. Teoriakuntansi positif berkaitan erat dengan pendefinisian
akuntansi sebagai sains. Jadiakuntansi sebagai sains dimaknai atas dasar
pengamatan empiris, sehingga menjelaskanfenomena seperti apa adanya dan
bebas nilai. Akuntansi positif lebih menekankan padamendapatkan kebenaran
tentang

suatu

fenomena

dengan

menerapkan

metode

ilmiah,tanpa

menggunakan pertimbangan nilai.


Perkembangan akuntansi normatif lebih menekankan atas pernyataan
atau penalaran yang dilandasi oleh pertimbangan nilai. Seperti teori akuntansi
positif, jikaakuntansi normatif dihubungkan dengan pendefinisian akuntansi,
maka akuntansi sebagaiteknologi mempunyai karakteristik yang paling sesuai
dengan konsep teori akuntansinormatif. Oleh karena akuntansi dipandang
sebagai teknologi, maka dalam prosesnyamembutuhkan suatu penalaran logis
yang dapat menjelaskan dan memberikan alasantentang perlakuan suatu
praktek akuntansi tertentu. Proses penalaran logis diwujudkandalam bentuk
perekayasaan pelapoan keuangan. Perekayasaan pelaporan keuangantersebut
menghasilkan suatu rerangka konseptual. Sedangkan, fungsi dari rerangka
konseptual adalah untuk mengevaluasi, membenarkan atau mempengaruhi

Kelompok I | 1

praktek akuntansi sekarang maupun masa akan datang. Dan juga konsep dasar
berfungsi untuk melandasi penalaran pada tingkat perekayasaan akuntansi.
Konsep dasar sangat bermanfaat dalam penyusunan standar, baik prinsip,
metode maupun teknik. Selain itu, perekayasaan akuntansi menghasilkan
elemen-elemen yang diwujudkan dalam statemenkeuangan, merepresentasikan
realitas kegiatan badan usaha, sehingga orang tidak perludatang langsung,
cukup hanya memperoleh gambaran yang jelas mengenai realita operasi
perusahaan secara keuangan. Secara umum tujuan ekonomi dan sosial negara
dijabarkandalam pelaporan keuangan dengan maksud agar tujuan akuntansi
secara tidak langsung juga akan membantu tercapainya tujuan negara.
Dalam perkembangannya, teori akuntansi mengalami permasalah akibat
perubahan harga. Perubahan harga umunya terjadi karena perbedaan jumlah
rupiah yangdapat digunakan untuk memperoleh barang yang sama dalam jangka
waktu yang berbeda.Rerangka akuntansi pokok dilandasi oleh asumsi bahwa
daya beli uang stabil, danmanfaat ekonomik barang tidak berubah. Akuntansi
perubahan harga merupakan bagiandari pelaporan keuangan untuk mencapai
tujuan penyajian informasi keuangan. Jikakonsep pemrosesan data dapat
dipisahkan dari proses pelaporan data, maka akuntansi perubahan harga tidak
perlu mengganti rerangka akuntansi pokok.

Kelompok I | 2

BAB II
PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI

Pengertian dari teori akuntansi memiliki berbagai sudut pandang, teori


akuntansi dapat dikategorikan sebagai seni, sains maupun teknologi. Pengertian
teori akuntansi sangat bergantung pada pendefinisian akuntansi sebagai suatu
bidang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tujuan kejelasan dalam tatanan
taksonomi dari teori akuntansi dimaksud akan supaya rerangka teori akuntansi
dapat dikenali dengan jelas, baik isi maupun lingkupnya. Maka dari itu,
berdasarkan taksonomi terpilih diharapkan mampu membantu dalam mengenali
dan menjelaskan apa sebenarnya yang menjadi dasar dalam karakteristik
akuntansi.
Secara taksonomi akuntansi dibedakan sebagai sains dan teknologi.
Pengertian akuntansi jika dilihat dari sudut pandang sains, tentu berbeda jika
dipandang sebagai teknologi, oleh karena perbedaan tersebut maka dasar teori
akuntansi pun akan berbeda pula. Jika dasar teori akuntansi berbeda, maka
karakteristik yang melandasi pengetahuan akuntansi pun juga tidak sama.
Sehingga, hasil yang berupa pertimbangan logis ataupun penjelasan ilmiah yang
melandasi teori akuntansi akan mempunyai implikasi yang tidak sama, jika
digunakan sebagai dasar dalam tujuan sosial dan ekonomik. Selain itu, implikasi
dari pemilihan akuntansi berdasarkan taksonomi tersebut akan berpengaruh
terhadap arah studi dan praktik akuntansi di masa mendatang.

Kelompok I | 3

Akuntansi Sebagai Seni, Sains dan Teknologi


Dalam Suwardjono, jika akuntansi dipandang sebagai seni maka yang
dimaksud adalah cara menerapkannya bukan sifatnya sebagai seperangkat
pengetahuan (Suwardjono,2006,12). Berdasarkan pengertian-pengertian dari
beberapa ahli, akuntansi lebih dari sekedar seni karena pada dasarnya
pengertian seni lebih relevan pada kemampuan manusia dalam mebuat sesuatu
yang unik, yang lebih menonjolkan kemampuan spesifik dalam menghasilkan
sesuatu (things) agar lebih bernilai. Jika akuntansi dipandang sebagai sains,
akuntansi harus memenuhi kriteriadari definisi sains terlebih dahulu,
sains adalah salah satu cabang dari pengetahuan (seperangkat
pengetahuan) yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau
validitas penjelasan tentang suatu fenomena dengan menerapkan
metode ilmiah. (Suwardjono, 2006, 14)
Berdasarkan pengertian diatas, sains lebih berorientasi terhadap bebas
nilaidan sains tidak menghasilkan kebijakan (kebermanfaatan) melainkan
sebuahkebenaran. Jika diterapakan dalam sudut pandang akuntansi, maka
dalam prakteknyaakuntansi akan lebih mengarah terhadap pembahasan
mengenai mengapa perlakuanakuntansi seperti itu, bukan bagaimana cara
menciptakan perlakuan akuntansi yanglebih baik.
Secara umum pertimbangan pokok yang mendasari akuntansi adalah
kebermanfaatan, maka dari itu akuntansi tidak dapat bebas nilai, karena selalu
terpengaruh oleh faktor lingkungan. Sedangkan pertimbangan pokok yang
mendasari akuntansi sebagai sains adalah penerapan metode ilmiah dan bebas
nilai. Maka dari itu, jika akuntansi dikategorikan dalam sains kurang tepat, karena

Kelompok I | 4

tidak memprioritaskan dalam menghasilkan kebijakan dalam mencapai tujuan


sosial ekonomik, namun lebih menekankan pada mendapatkan kebenaran
tentang suatu fenomena dengan menerapkan metode ilmiah.
Pengklasifikasian akuntansi sebagai teknologi didukung oleh beberapa
ahli. Menurut Gaffikin dalam Suwardjono, menyatakan bahwa akuntansi
merupakanrekayasa informasi yang dimanfaatkan dalam rangka mencapai
kemakmuranekonomik, oleh karenanya akuntansi berfungsi sebagai teknologi.
Pengerti anakuntansi sebagai teknologi sejalan dengan pengertian teknologi
yaitu:
seperangkat pengetahun untuk menghasilkan sesuatu (goods) yang
bermanfaatdan pengertian teknologi tidak terbatas pada teknologi fisis
(hard technology) tetapi juga teknologi lunak (soft technology).
(Suwarjono, 2006, 15)
Perekayasaan Pelaporan Keuangan dan Penalaran Logis
Berdasarkan berbagai definisi sebelumnya, maka pengertian teori
akuntansi yang paling sesuai adalah teori akuntansi sebagai teknologi. Karena
akuntansi sebagai teknologi, maka dalam prosesnya membutuhkan suatu
penalaran logis yang dapat menjelaskan dan memberikan alasan tentang
perlakuan suatu praktek akuntansi tertentu, baik yang sudah berjalan atau
memberi landasan konseptual dalam penetuan standar atau praktik yang baru.
Maka proses penalaran logis tersebut dinamakan dengan perekayasaan. Konsep
ini relevan dengan pengertian teori akuntansi menurut Patton dan Littleton dalam
Suwarjono (2006:22), menyatakan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah

Kelompok I | 5

menyediakan gagasan yang fundamental yang menjadi dasar dalam proses


perekayasaan pelaporan keuangan.
Aspek Sasaran Teori
Sasaran akuntansi bila dipandang dari sudut pandang sains dan teknologi
menghasilkan teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif. Klasifikasi ini
merupakan konsekuenasi logis dari pendefinisian akuntansi sebagai sains dan
teknologi. Teori akuntansi positif berisi pernyataan tentang suatu kejadian atas
dasar pengamatan empiris, sedangkan teori akuntansi normatif berisi tentang
pernyataanatau penalaran yang dilandasi oleh pertimbangan nilai. untuk menilai
apa yangsebaiknya dilakukan atau diputuskan untuk tujuan sosial dan ekonomik.
Bila dikaitkan dengan dikotomo sains-teknologi, maka teori akuntansi positif erat
kaitannya dengan akuntansi sebagai sains, sedangkan teori akuntansi normatif
lebiherat kaitannya dengan akuntansi sebagai teknologi.
Aspek Tataran Semiotika
Aspek ini merupakan kajian dalam penyediaan dan penyampain informasi
bisnis kepada penggguna atau user yang berkepentingan. Tujuannya adalah
tidak terjadi miss communications antara komunikan dan komunikator, sehingga
tidak ada perbedaan antara informasi yang diterima dengan informasi yang
dimaksud. Teori penyimbolan ini membahas 3 tataran penting yaitu aspek
sintaktika, semantika dan pragmatika.
a. Sintaktika menelaah hubungan logis antara tanda dan simbol bahasa.
b. Semantika menelaah mengenai isi dari hubungan yang disimbolkan atau
menelaah makna yang yang terkandung dalam penyimbolan.

Kelompok I | 6

c.

Ragmatika menelaah efek dari komunikasi tersebut sehingga dapat


diketahuiapakah mempengaruhi perilaku penerima.

Aspek Pendekatan Penalaran


Menurut Suwardjono (2006:34), penalaran adalah proses berpikir logis
dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan atau
(belief) terhadap suatu pernyataan atau penjelasan. Penalaran mempunyai
peranan penting dalam rangka menerima atau menolak suatu kebenaran teori.
Olek karena itu, dibutuhkan suatu proses penyimpulan yang menghasilkan
pernyataan atau penjelasan yang bersifat deduktif maupun induktif.
Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari satu
pernyataan umum yang disepakati ke pernyataan khusus sebagai simpulan
(konklusi). Sedangkan penalaran induktif adalah penalaran yang berawal dari
satu pernyataan khusus dan berakhir dengan pernyataan umum, yang
merupakan generalisasi dari keadaan umum tersebut.

Kelompok I | 7

KESIMPULAN

Berdasarkan dari materi yang telah di bahas, maka dapat disimpulkan bahwa:

Pengertian dari teori akuntansi memiliki berbagai sudut pandang, teori


akuntansi dapat dikategorikan sebagai seni, sains maupun teknologi.
Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada pendefinisian
akuntansi sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu,
tujuan kejelasan dalam tatanan taksonomi dari teori akuntansi dimaksud
akan supaya rerangka teori akuntansi dapat dikenali dengan jelas, baik isi

maupun lingkupnya
Berdasarkan pengertian-pengertian dari beberapa ahli, akuntansi lebih
dari sekedar seni karena pada dasarnya pengertian seni lebih relevan
pada kemampuan manusia dalam mebuat sesuatu yang unik, yang lebih
menonjolkan kemampuan spesifik dalam menghasilkan sesuatu (things)

agar lebih bernilai


Teori penyimbolan ini membahas 3 tataran penting yaitu aspek sintaktika,
semantika dan pragmatika.
o Sintaktika menelaah hubungan logis antara tanda dan simbol
o

bahasa
Semantika

menelaah

mengenai

isi

dari

hubungan

yang

disimbolkan atau menelaah makna yang yang terkandung dalam


o

penyimbolan
Ragmatika menelaah efek dari komunikasi tersebut sehingga
dapat diketahuiapakah mempengaruhi perilaku penerima
DAFTAR PUSAKA

Kelompok I | 8

Suwarjono (2005), Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan, edisi


Ketiga, BPFE Yogyakarta (SW)
Wikipedia.com
Wordpress.com

Kelompok I | 9