Anda di halaman 1dari 3

1.

Komponen sel tumbuhan dan fungsinya dari masing masing komponen antara lain yaitu :

Komponen protoplasma antara lain yaitu :


<!--[if !supportLists]-->a.

<!--[endif]-->Dinding sel.

Dinding sel tumbuhan berfungsi untuk melindungi, mempertahankan bentuknya serta mencegah
kehilangan air secara berlebihan.
<!--[if !supportLists]-->b.

<!--[endif]-->Membran sel

Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel berfungsi yaitu tempat masuk dan
keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.
<!--[if !supportLists]-->c.

<!--[endif]-->Sitoplasma

Merupakan bagian dari protoplas yang berupa larutan yang kental, komponen utama : air (85
90%). aliran sitoplasma berupa rotasi dan sirkulasi.
<!--[if !supportLists]-->d.

<!--[endif]-->Kloroplas

Merupakan zat hijau daun yang khas di miliki oleh setiap tumbuhan autotrof berfugsi sebagai
tempat berlagsungnya proses fotosintesis karena mengandung pigmen fotosintesis sehingga
organisme yang memiliki kloroplas digolongkan pada organisme autorof, karena kemampuannya
dalam menghasilkan makanan sendiri.

<!--[if !supportLists]-->e.

<!--[endif]-->Plasmodesmata

Plasmodesmata merupakan bentuk hubungan atau komunikasi antar sel satu dengan sel
tetangganya yang terjalin karena adanya juluran membrane retikulum endoplasma sel yang satu ke
sel lainnya melalui suatu celah khusus yang terbentuk di antara kedua sel yang berhimpitan.
Plasmodesmata hanya terdapat pada tumbuhan
<!--[if !supportLists]-->f.

<!--[endif]-->Inti sel atau nukleus

Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas
sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen
saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis
ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana
ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri
<!--[if !supportLists]-->g.

<!--[endif]-->Retikulum endoplasma

RE berfungsi dalam transpor intraseluler materi-materi yang akan disekresikan, terlibat dalam
pembentukan vakuola dan membentuk membran pada badan Golgi (diktiosom).
<!--[if !supportLists]-->h.

<!--[endif]-->Ribosom

Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein di dalam sel.


<!--[if !supportLists]-->i.

<!--[endif]-->Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung.
<!--[if !supportLists]-->j.

<!--[endif]-->Badan Golgi

Terdiri atas sekelompok sisterna yang pipih tersusun paralel yang memiliki fungsi dalam proses
sekresi gula, polisakarida, kompleks polisakarida-protein.

<!--[if !supportLists]-->k.

<!--[endif]-->Vakuola sentral

Vakuola sentral berfungsi sebagai tempat menyimpan air dan cadangan makanan pada sel
tumbuhan selain itu vakuola berfungsi memelihara tekanan osmotik sel, penyimpanan hasil sintesa
berupa glikogen, fenol, dan mengadakan sirkulasi zat dalam sel.
2.

Ion dan molekul, terutama air bergerak keluar masuk sel tanaman dan bergerak sepanjang
tubuh sel tanaman dengan cara yaitu air dan garam mineral dari dalam tanah memasuki
tumbuhan melalui epidermis akar, menembus korteks akar, masuk ke stele dan kemudian
mengalir naik ke pembuluh xilem sampai pucuk tumbuhan.

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Pengangkutan Ekstravaskuler

Dalam perjalanan menuju silinder pusat, air akan bergerak


secara bebas di antara ruang antar sel. Pengangkutan air dan mineral
dari dalam tanah di luar berkas pembuluh ini dilakukan melalui 2
mekanisme, yaitu apoplas dan simplas.
<!--[if !supportLists]-->

<!--[endif]-->Pengangkutan Apoplas

Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian tak hidup dari akar
tumbuhan, yaitu dinding sel dan ruang antar sel. air masuk dengan cara difusi, aliran air secara
apoplas tidak tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang oleh lapisan endodermis yang
memiliki penebalan dinding sel dari suberin dan lignin yang dikenal sebagai pita kaspari. Dengan
demikian, pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah.
<!--[if !supportLists]-->

<!--[endif]-->Pengangkutan Simplas

Pada pengangkutan ini, setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar, air dan mineral yang
terlarut bergerak dalam sitoplasma dan vakuola, kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain
melaluivplasmodesmata. Sistem pengangkutan ini , menyebabkan air dapat mencapai bagian silinder
pusat. Adapun lintasan aliran air pada pengangkutan simplas adalah sel - sel bulu akar menuju sel - sel
korteks, endodermis, perisikel, dan xilem. dari sini , air dan garam mineral siap diangkut keatas
menuju batang dan daun.
<!--[if

!supportLists]-->b.

<!--[endif]-->Pengangkutan

melalui

berkas

pengangkutan

(pengangkutan

intravaskuler)
Setelah melewati sel - sel akar, air dan mineral yang terlarut akan masuk ke pembuluh kayu
(xilem) dan selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dari akar menuju batang sampai kedaun.
Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenis sel, namun bagian yang berperan penting dalam proses
pengangkutan air dan mineral ini adalah sel - sel trakea. Bagian ujung sel trakea terbuka membentuk
pipa kapiler. Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karena sel - sel penyusun jaringan
tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan). Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang
di atasnya mengikuti prinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea xilem.

5.

Sel tumbuhan berintraksi dengan lingkungannya dengan cara yaitu sel tumbuhan merupakan
bagian terkecil dari sistem hidup dan di dalam sistem ini sel-sel saling bergantung. Perilaku sel
tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan sel itu sendiri tetapi juga sel-sel di sekitarnya dan
tumbuhan itu sendiri serta lingkungan luar. Berbagai macam zat seperti makanan, zat mineral, air
dan gas bergerak dari sel ke sel dalam bentuk molekul atau partikel. Lingkungan suatu sel
meliputi sel-sel di sekitarnya dan lingkungan luar yang meliputi air, tanah dan udara tempat
tumbuh dan hidup tumbuhan tersebut. Sel-sel yang bersinggungan langsung dengan lingkungan
luar antara lain sel-sel yang ada di akar, batang dan daun yang kemudian meluas ke suluruh
tubuh tumbuhan melalui ruang-ruang dalam sel. Molekul atau partikel air, gas dan mineral masuk
ke dalam sel tumbuhan melalui proses difusi dan osmosis. Melalui proses-proses tersebut
tumbuhan dapat memperoleh zat-zat yang diperlukan untuk pertumbuhannya.
Air masuk ke dalam akar,bergerak dari sel ke sel dan meninggalkan tubuh dalam bentuk uap,

semua melalui proses difusi. Gas-gas (O2 dan CO2), unsur-unsur dan bahan bahan makanan masuk ke
dalam sel atau di antara sel-sel dan bergerak dari sel ke sel dengan jalan difusi. Sel tumbuhan dapat
mengalami kehilangan air, apabila potensial air di luar sel lebih rendah daripada potensial air di dalam
sel. Jika sel kehilangan air cukup besar, maka ada kemungkinan volume isi sel akan menurun besar
sehingga tidak dapat mengisi seluruh ruangan yang dibentuk oleh dinding sel. Artinya, membran dan
sitoplasma akan terlepas dari dinding sel, peristiwa ini disebut plasmolisis. Sel yang sudah
terplasmolisis dapat disehatkan kembali dengan memasukkannya ke dalam air murni.
Tumbuhan menggunakan protein yang merangsang cahaya untuk merasa cahaya pada
panjang gelombang yang berbeda. Di tumbuhan, biasanya dikenal sebagai fotoreseptor. Fotoprotein
tumbuhan yang paling dikenal adalah fitokrom yang ada di semua tumbuhan dan beberapa algae.
Walaupun fitokrom memiliki aktivitas serine/threonin kinase, sebagian strukturnya menyerupai hisridin
kinase yang terlibat dalam kemotaksis bakteri. Fitokrom dapat mendeteksi cahaya merah. Tumbuhan
merasa cahaya biru dengan menggunakan 2 tipe fetoprotein yaitu fototropin dan kriptokrom.
Fototropin

berhubungan

fototropisme.

dengan

membran

plasma

dan

sebagian

bertanggung

jawab

untuk