Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

Budaya Indonesia dan perkembanganya

DOSEN PEMBIMBING
Dra. Sudarwati,M.Si. M.Pd
Penyusun:
Tjatur Soesanto
(461304271)
Rendy Selmuri
(1441401952)
Maxwell Limbers (1441401953)
Kelas : D

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena rahmat dan
hidayah-Nya, kami diberi kemudahan untuk mengerjakan makalah ini dengan judul Budaya
Indonesia dan perkembanganya Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
Kami menyadari terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, maka dari itu saran dan
kritik sangat diharapkan guna perbaikan penulisan di masa yang akan datang.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses
pembuatan karya tulis ini
Demikianlah makalah ini , harapan kami sangat sederhana, yaitu semoga para pembaca
makalah ini akan mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang baru dari makalah ini.

Surabaya 6 april 2015


Penulis,
Kelompok 20

DAFTAR ISI
- HALAMAN JUDUL...!
- KATA PENGANTAR..1
- DAFTAR ISI.....2
- BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....3
1.2 Ruang lingkup.......4
1.3 Tujuan & maksud..........4
1.4 Konsep....4
1.5 Metodologi Penulisan.....4
-

BAB II PERMASALAHAN..........................................................................................................5

BAB III PEMBAHASAN

A. Perkembangan Kebudayaan Indonesia ......6


B. Kondisi Kebudayaan Bangsa Indonesia di Era Globalisasi.....9
-

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan...11
3.2 Saran.11

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Budaya atau kebudayaan secara entimologi berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang kemudian diartikan sebagai halhal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut
culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan atau dapat pula
diartikan sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya yang ada ini terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan
secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda
budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini
tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan banyaknya pulau tersebut
Indonesia memiliki beragam budaya yang sangat banyak sekali. Perkembangan budaya
Indonesia telah dimulai sejak nenek moyang kita terdahulu. Namun, beberapa tahun
kebelakangan ini kebudayaan di Indonesia berada dalam masa yang mengecewakan dimana
banyak budaya kita yang lepas dari genggaman kita.
Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan budaya indonesia selalu dalam kondisi yang naik
dan turun. Pada awalnya, Indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek
moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia
sendiri, tetapi belakangan ini budaya Indonesia mengalami masa penurunan terhadapa sosialisasi
budaya bangsa sehingga penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia.
Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat
berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang
masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.
Hal ini yang menyebabkan kebudayaan bangsa Indonesia banyak yang diambil oleh pihak lain,
Masyarakat Indonesia sendiri kurang memperhatikan bagian dari budaya Indonesia. dan
diharapkan untuk masyarakat Indonesia lebih memperhatikan bagian dari peninggalan budaya
Indonesia. dan sekarang akan diupayakan oleh pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk
perduli terhadap hal tersebut, dan lebih mengenalkan dari dini sikap akan pentingnya
pengetahuan budaya Indonesia.

1.2

Ruang Lingkup
Dalam makalah ini akan dijelaskan beberapa masalah mengenai bagaimana perkembangan
budaya Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia Indonesia kemudian faktorfaktor yang mempengaruhi kebudayaan bangsa Indonesia ini.

1.3

Tujuan dan Maksud


1. Mendeskripsikan perkembangan kebudayaan di Indonesia.
2. Mendeskripsikan pengaruh perkembangan kebudayaan Indonesia dengan kehidupan manusia
Indonesia.
3. Membahas mengenai kondisi kebudayaan Indonesia.
4. Memenuhi Tugas Matakuliah Bahasa Indonesia

1.4

Konsep
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai perkembangan kebudayaan di Indonesia melingkupi
seluruh pengaruhnya terhadap kehidupan manusia Indonesia serta kondisi kebudayaan di
Indonesia saat ini. Dalam pembahasan makalah ini akan disampaikan secara sistematik dari
mulai kebudayaan Indonesia masa lampau sampai era globalisasi.
1.5 Metodologi Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam makalah ini, yaitu metode deskripsi analisi.
Metode tersebut merupakan metode yang memberikan gambaran objektif serta membahasnya
secara lengkap yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari website.

BAB II
PERMASALAHAN

Dinamika sosial dan kebudayaan selalu melanda semua bangsa dan negara di dunia
demikian pula tidak terkecuali melanda masyarakat Indonesia, walaupun luas permasalahan dan
tingkat permasalahan itu berbeda-beda. Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia
pernah berkembang dengan pesatnya di masa lampau, walaupun perkembangannya dewasa ini
bisa dikatakan lebih tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negera maju
lainnya Bagaimanapun masalah yang dihadapi, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang
beranekaragam itu tidak pernah mengalami kondisi kehilangan kebudayaan sebagai perwujudan
tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam
arti luas maupun pergantian generasi.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya
masyarakat Indonesia. Secara umum ada dua kekuatan yang menyebabkan timbulnya perubahan
sosial, hal yang pertama adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti
pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Hal kedua, adalah kekuatan
dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture
contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan
hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat
yang harus menata kembali kehidupan mereka .
Seberapa cepat atau lambatnya perkembangan sosial budaya yang melanda, dan faktor
apapun penyebabnya, setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan reaksi pro dan kontra
terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Besar kecilnya reaksi pro dan kontra itu
dapat mengancam kemapanan dan bahkan dapat pula menimbulkan disintegrasi sosial terutama
dalam masyarakat majemuk dengan multi kultur seperti Indonesia.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Perkembangan Kebudayaan Indonesia


Berbicara tentang kebudayaan Indonesia yang ada dibayangan kita adalah sebuah budaya
yang sangat beraneka ragam. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar
di dunia, hal inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam.
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai
makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan
pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan
milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada
anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses
belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan
maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan
demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya
tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman
dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak
selamanya sama.
Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu bangsa merupakan keseluruhan hasil cipta, karsa, dan
karya manusia. Indonesia sendiri sebagai Negara kepulauan dikenal dengan keberagaman
budayanya, yang mana keanekaragaman itulah menunjukkan betapa pentingnya aspek
kebudayaan bagi suatu Negara. Karena jelas bahwa kebudayaan adalah suatu identitas dan jati
diri bagi suatu bangsa dan Negara.
Proses perkembangan budaya dapat terjadi melalui penetrasi. penetrasi kebudayaan adalah
masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat
terjadi dengan dua cara:
a)

Penetrasi damai (penetration pasifique)


Penetrasi damai merupakan proses masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya,
masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Contoh lainnya seperti
kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India masuk
melalui proses yang damai yaitu melalui penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara
yang jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan
Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya
kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi
perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya).
Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari
daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk
lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti
inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia
semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya
khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak
mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.
Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa
menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang
merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah
bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis
adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan
baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
b)

Penetrasi kekerasan (penetration violante)


Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya
kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga
menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud
budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun
lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem
pemerintahan Indonesia.
Secara garis besar kebudayaan Indonesia dapat kita klasifikasikan dalam dua kelompok besar.
Yaitu Kebudayaan Indonesia Klasik dan Kebudayaan Indonesia Modern. Para ahli kebudayaan
telah mengkaji dengan sangat cermat akan kebudayaan klasik ini. Mereka memulai dengan
pengkajian kebudayaan yang telah ditelurkan oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia. Sebagai
layaknya seorang pengkaji yang obyektif, mereka mengkaji dengan tanpa melihat dimensidimensi yang ada dalam kerajaan tersebut. Mereka mempelajari semua dimensi tanpa ada yang
dikesampingkan. Adapun dimensi yang sering ada adalah seperti agama, tarian, nyanyian,
wayang kulit, lukisan, patung, seni ukir, dan hasil cipta lainnya.
Beberapa pengamat mengatakan bahwa perkembangan kebudayaan Indonesia khususnya
kebudayaan modern dimulai sejak bangsa Indonesia merdeka. Bentuk dari deklarasi ini
menjadikan bangsa Indonesia tidak dalam pengaruh dan tekanan bangsa lain dengan budayanya.
Dari sini bangsa Indonesia mampu menciptakan rasa dan karsa yang lebih sempurna sehingga
mulailah berkembang kebudayaan modern bangsa Indonesia.
Dalam perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi
berkembangnya sebuah kebudayaan diantaranya adalah faktor pengaruh budaya dari luar, apabila
budaya asli ini tidak dapat mempertahankan eksistensinya maka budaya asli yang ada akan
tergusur dan tergantikan dengan budaya asing yang baru tersebut. Pada saat ini kita semua dapat
melihat bahwa bangsa Indonesia dalam situasi yang mengkhawatirkan, karena banyak sekali
budaya asing yang masuk dan tidak tersaring sehingga mempengaruhi kebudayaan asli bangsa
Indonesia.

Kondisi sosial budaya Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :


1. Bahasa
Dapat kita ketahui bahwa sampai saat Indonesia masih konsisten dan tetap berpegang teguh
dalam satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa-bahasa daerah merupakan
kekayaan plural yang dimiliki bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang kita. Bahasa

merupakan salah satu unsur budaya yang terbentuk karena adanya komunikasi antara manusia
Indonesia. Bahasa asing (Inggris, mandarin, dan lan sebagainya) belum terlihat begitu dinminati
dalam penggunaan sehari-hari, hanya mungkin pada acara saat seminar, atau kegiatan ceramah
formal diselingi dengan bahasa Inggris sekedar untuk menyampaikan kepada penonton kalau
penceramah mengerti akan bahasa Inggris.
2. Sistem teknologi
Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu factor yang
mempengaruhi perkembangan kebudayaan Indonesia. Perkembangan yang sangat terlihat adalah
teknologi informatika. Dengan perkembangan teknologi ini tidak ada lagi batas waktu dan
negara pada saat ini, apapun kejadiannya di satu negara dapat langsung dilihat di negara lain
melalui televisi, internet atau sarana lain dalam bidang informatika. Sehingga, budaya-budaya
luar mampu menyusup kedalam budaya asli Indonesia itu sendiri.
3. Sistem mata pencarian hidup masyarakat atau ekonomi masyarakat.
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih dalam situasi krisis, yang diakibatkan oleh tidak
kuatnya fundamental ekonomi pada era orde baru. Kemajuan perekonomian pada waktu itu
hanya merupakan fatamorgana, karena adanya utang jangka pendek dari investor asing yang
menopang perekonomian Indonesia.
4. Organisasi Sosial.
Bermunculannya organisasi sosial yang berkedok pada agama (FPI, JI, MMI, Organisasi Aliran
Islam/Mahdi), Etnis (FBR, Laskar Melayu) dan Ras.
5. Sistem Pengetahuan.
Dengan adanya LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) diharapkan perkembangan
pengetahuan Indonesia akan terus berkembang sejalan dengan era globalisasi.
6. Kesenian.
Dominasi kesenian saat ini adalah seni suara dan seni akting (film, sinetron). Seni tari yang dulu
hampir setiap hari dapat kita saksikan sekarang sudah mulai pudar, apalagi seni yang berbau
kedaerahan. Kejayaan kembali wayang kulit pada tahun 1995 1996 yang dapat kita nikmati
setiap malam minggu, sekarang sudah tidak ada lagi. Seni lawak model Srimulat sudah tergeser
dengan model Overa Van Java, Pesbuker, dan lain-lain. Untuk kesenian nampaknya paling
dinamis perkembangannya. Namun akibat perkembangan budaya yang sangat pesat
menyebabkan banyak masyarakat Indonesia yang mulai melupakan kesenian asli bangsa
Indonesia dan akhirnya banyak kesenian Indonesia yang diakui oleh pihak lain.
7.

Sedang menghadapi suatu pergeseran-pergeseran budaya. Hal ini mungkin dapat dipahami
mengingat derasnya arus globalisasi yang membawa berbagai budaya baru serta
ketidakmampuan kita dalam membendung serangan itu dan mempertahankan budaya dasar kita.
B. Kondisi Kebudayaan Bangsa Indonesia di Era Globalisasi
Kata globalisasi berasal dari global dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, berarti
secara keseluruhun. Globalisasi berarti suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam

berbagai bidang kehidupan sehingga tidak nampak lagi adanya batas-batas yang mengikat
secara nyata.
Berbicara globalisasi dalam kebudayaan, yang terlintas adalah seberapa cepat globalisasi itu
dapat berkembang dimana hal ini yang tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan
kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan informasi dalam segala aspek kehidupan.
Namun, hal ini justru malah akan menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang
paling membahayakan atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan
ilmu pengetahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti
Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru
negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang seperti Indonesia selalu khawatir
akan tertinggal dalam arus globalisasi dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial,
budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan
pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia
secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas
budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan
menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kimoni,
sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan
berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini,setiap bangsa akan berusaha
menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan
kehidupan dan menghindari kehancuran.
Indonesia merupakan negara yang dapat dikatakan sebagai negara yang kaya akan
budayanya, dengan memiliki keragaman yang cukup bervariasi, dapat digunakan sebagai
penambah indahnya khasanah sebuah negara. Namun, Indonesia harus tetap mampu
mempertahankan eksistensi kebudayaannya. Apabila diulang kembali berbagai peristiwa yang
terjadi, banyak kebudayaan Indonesia yang telah dirampas oleh negara-negara lain. Hal ini dapat
membuktikan dengan jelas bahwa belum adanya kekuatan hukum yang kuat yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia tentang kebudayaannya. Sehingga akan menyebabkan kemudahan bagi bangsa
lain untuk mengambil dan mengakuinya.
Bukan hanya itu saja, kemajuan teknologi informasi pada masa sekarang ini telah cepatnya
merubah kebudayaan Indonesia menjadi kian merosot. Sehingga menimbulkan berbagai opini
yang tidak jelas, yang nantinya akan melahirkan sebuah kebingungan di tengah-tengah berbagai
perubahan yang berlangsung begitu rumitnya dan membuat pusing bagi masyarakatnya sendiri.
Dan yang lebih memprihatinkan lagi, banyak kesenian dan bahasa Nusantara yang dianggap
sebagai ekspresi dari bangsa Indonesia akan terancam mati. Sejumlah warisan budaya yang
ditinggalkan oleh nenek moyang sendiri telah hilang entah kemana. Padahal warisan budaya
tersebut memiliki nilai tinggi dalam membantu keterpurukan bangsa Indonesia pada jaman
sekarang.
Sungguh ironis memang apabila ditelaah lebih jauh lagi. Akan tetapi, kita tidak hanya mengeluh
dan menonton saja. Sebagai warga negara yang baik, mesti mampu menerapkan dan memberikan
contoh kepada anak cucu nantinya, agar kebudayaan yang telah diwariskan secara turun temurun
akan tetap ada dan senantiasa menjadi salah satu harta berharga milik bangsa Indonesia yang
tidak akan pernah punah.
Globalisasi juga memberikan dampak bagi kebudayaan Indonesia, Arus globalisasi saat ini telah
menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus
informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah
terhadap
memudarnya
nilai-nilai
pelestarian
budaya.
Perkembangan
3T

(Transportasi,Telekomunikasi,danTeknologi) mengakibatkan berkurangnya keinginan untuk


melestarikan budaya negeri sendiri.
Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya
barat, misalnya pergaulan bebas. Bahkan bila kita tinjau Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya,
dua puluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari
tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan,
remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Namun saat ini,
ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin
lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah
(TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut,bila dikelola dengan baik selain dapat
menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun
daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya.
Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa Indonesia yang
baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk
menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan
kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak
muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue
(saya) dan lu (kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda menggunakan bahasa Indonesia
dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes, bahkan kata-kata
makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan
sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion. Gaya berpakaian remaja
Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti
perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian
minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut
dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan ke dalam sinetronsinetron Indonesia.
Perkembangan keubudayaan Indonesia yang dari masa kerajaan sampai era globalisasi ini
memberikan beberapa dampak bagi masyarakat. Kebudayaan Indonesia adalah serangkaian
gagasan dan pengetahuan yang telah diterima oleh masyarakat-masyarakat Indonesia (yang
multietnis) itu sebagai pedoman bertingkah laku dan menghasilkan produk-produk kebudayaan
itu sendiri. Hanya persoalannya, ide-ide dan pengetahuan masyarakat-masyarakat Indonesia juga
mengalami perubahan-perubahan, baik karena faktor internal maupun eksternal.
Namun dampak positif dari adanya era Globalisasi saat ini dapat berupa: 1. Peningkatan
dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi, 2. Mempercepat terwujudnya
pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global, 3.Tidak mengurangi
ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi
jangka panjang.Namun semua berbalik lagi kepada diri kita sendiri sebagaimana menjadi Bangsa
Indonesia yang bermartabat & Berbudaya untuk menggunakan Teknologi dan semua aspek yang
ada pada zaman ini dengan baik dan berdampak positif bagi kita sendiri.

BAB IV
PENUTUP

4.1
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan pada pembahasan di atas maka kesimpulan yang dapat dipaparkan pada
makalah ini adalah sebagai berikut :
Pertama, rakyat Indonesia yang pluralistik merupakan kenyataan, yang harus dilihat sebagai
aset nasional, bukan resiko atau beban. Rakyat adalah potensi nasional harus diberdayakan,
ditingkatkan potensi dan produktivitas fisikal, mental dan kulturalnya.
Kedua, tanah air Indonesia sebagai aset nasional yang terbentang dari Sabang sampai Merauke
dan dari Miangas sampai Rote, merupakan tempat bersemayamnya semangat kebhinekaan.
Adalah kewajiban politik dan intelektual kita untuk mentransformasikan kebhinekaan menjadi
ketunggalikaan dalam identitas dan kesadaran nasional.
Ketiga, diperlukan penumbuhan pola pikir yang dilandasi oleh prinsip mutualisme, kerjasama
sinergis saling menghargai dan memiliki (shared interest) dan menghindarkan pola pikir
persaingan tidak sehat yang menumbuhkan eksklusivisme, namun sebaliknya, perlu secara
bersama-sama berlomba meningkatkan daya saing dalam tujuan peningkatan kualitas sosialkultural sebagai bangsa.
Keempat, membangun kebudayaan nasional Indonesia harus mengarah kepada suatu strategi
kebudayaan untuk dapat menjawab pertanyaan, Akan kita jadikan seperti apa bangsa kita?
yang tentu jawabannya adalah menjadi bangsa yang tangguh dan entrepreneurial, menjadi
bangsa Indonesia dengan ciri-ciri nasional Indonesia, berfalsafah dasar Pancasila, bersemangat
bebas-aktif mampu menjadi tuan di negeri sendiri, dan mampu berperanan penting dalam
percaturan global dan dalam kesetaraan juga mampu menjaga perdamaian dunia.
Kelima, yang kita hadapi saat ini adalah krisis budaya. Tanpa segera ditegakkannya upaya
membentuk secara tegas identitas nasional dan kesadaran nasional, maka bangsa ini akan
menghadapi kehancuran
4.2

Saran
Kebudayaan bangsa Indonesia merupakan kebudayaan yang terbentuk dari berbagai macam
kebudayaan suku dan agama sehingga banyak tantangan yang selalu merongrong keutuhan
budaya itu tapi dengan semangat kebhinekaan sampai sekarang masih eksis dalam terpaan
zaman. Kewajiban kita sebagai anak bangsa untuk tetap mempertahankannya budaya itu menuju
bangsa yang abadi, luhur, makmur dan bermartabat.

DAFTAR PUSTAKA

Budiono Kusumohamodjojo. 2000. Kebhinekaan Masyarakat Indonesia. Jakarta: Grasindo.


Burhanudin Salam. 1997. Etika Sosial: Asas Moral dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Harimanto, Winarno.2009. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta : Bumi Aksara.
Jakarta: Cipta Adi Pustaka.
Tim Dosen ISBD. 2012. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta