Anda di halaman 1dari 2

Arang aktif merupakan suatu bahan berupa karbon amorf yang sebahagian besar

terdiri atas atom karbon bebas dan mempunyai permukaan dalam sehingga
mempunyai kemampuan daya serap yang baik (Surtamtomo 1997). Bahan ini
mampu mengadsorpsi anion, kation dan molekul dalam bentuk senyawa organik dan
anorganik, baik berupa larutan maupun gas (Pari, 1996). Arang aktif dapat dibedakan
dari
arang berdasarkan sifat pada permukaannya. Permukaan pada arang masih ditutupi
oleh
deposit hidrokarbon yang dapat menghambat keaktifannya, sedangkan pada arang
aktif
permukaannya relatif telah bebas dari deposit sehingga mampu mengabsorpsi karena
permukaannya luas dan pori-porinya telah terbuka (Gomez-Serrano 2003).
Pembuatan arang aktif dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah
pembentukan arang bersifat amorf dan porous pada suhu rendah. Tahap kedua adalah
proses
pengaktifan untuk menghilangkan hidrokarbon yang melapisi permukaan arang
supaya
porositas arang meningkat. Aktivasi arang untuk menghasilkan arang aktif dapat
dilakukan
dengan dua cara, yaitu cara kimia dan fisika. Aktivasi cara kimia dilakukan dengan
cara
perendaman arang dalam larutan senyawa kimia sebelum dipanaskan. Aktivasi arang
dengan
cara fisika biasanya menggunakan oksidator lemah, antara lain uap air (H O), gas CO2,
dan
nitrogen (Guerrero 1970). Pada proses ini tidak terjadi oksidasi terhadap atom karbon
penyusun arang, akan tetapi oksidator tersebut hanya mengoksidasi komponen yang
menutupi permukaan pori arang (Manocha, 2003). Beberapa bahan yang mengandung
karbon dalam jumlah banyak seperti kayu, serbuk gergajian kayu, kulit biji,
tempurung,
gambut, batu bara, dan dapat dibuat arang aktif. Sifat arang aktif
dipengaruhi oleh bahan baku dan cara aktivasi yang digunakan (Austin, 1984).

Sumber :
STRUKTUR DAN KOMPONEN ARANG SERTA
ARANG AKTIF TEMPURUNG KEMIRI
Mody Lempang, Wasrin Syafii & Gustan Pari

e-mail: mlempang@yahoo.com
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan
Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor 16610
Telp. 0251 - 8633378, Fax. 0251 - 8633413

Karbon aktif merupakan bahan kimia yang saat ini banyak digunakan dalam industri yang
menggunakan proses absorpsi dan purifikasi. Pada umumnya karbon aktif dibuat melalui
proses aktivasi dengan menambahkan bahan-bahan kimia. Jenis bahan kimia yang dapat
digunakan sebagai aktifator adalah hidroksida logam alkali garam-garam karbonat, klorida,
sulfat, fosfat dari logam alkali tanah seperti ZnCl2, NaOH, H3PO4 dan uap air pada suhu tinggi.
Unsur-unsur mineral dari persenyawaan kimia yang ditambahkan tersebut akan meresap ke
dalam arang dan membuka permukaan yang semula tertutup oleh komponen kimia sehingga

volume dan diameter pori bertambah besar. Penambahan bahan kimia tersebut dilakukan
dengan cara perendaman bahan baku dalam larutan bahan aktivasi selama waktu tertentu ( 8
jam). Perendaman dengan bahan aktivasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan atau
membatasi pembentukan lignin, karena adanya lignin dapat membentuk senyawa tar. Senyawa
tar ini yang menutup pori sehingga mengurangi daya serap karbon aktif.
Pemilihan jenis aktivator akan berpengaruh terhadap kualitas karbon aktif.
Beberapa jenis senyawa kimia yang sering digunakan dalam industri pembuatan
karbon aktif adalah ZnCl2, KOH, dan H2SO4. Masing-masing jenis aktifator akan
memberikan efek/pengaruh yang berbeda-beda terhadap luas permukaan maupun
volume pori- pori karbon aktif yang dihasilkan.
Pembuatan karbon aktif dibagi menjadi dua macam yaitu aktivasi kimia dan aktivasi
fisika. Proses aktifasi fisika membutuhkan suhu tinggi 600-900 0C. Kondisi operasi
tersebut membutuhkan energi listrik yang diperlukan cukup besar.
Karbon aktif memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai pembersih air, pemurnian
gas, industri gula, pengolahan limbah cair dan sebagainya. Dalam dunia industri,
arang aktif sangat diperlukan karena dapat mengabsorbsi bau, warna, gas, dan
logam. Pada umumnya arang aktif digunakan sebagai bahan penyerap dan
penjernih.

Sumber :

LAPORAN TUGAS AKHIR


PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT SINGKONG
DENGAN MENGGUNAKAN FURNACE
AGUNG HARTANTO SOETOMO

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012