Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PEMBUATAN ALAT

PRAKTEK KONVERSI ENERGI


INVERTER DC 12V to AC 220V / 60W
Oleh:
Muhammad Ali Soen Haji

122061

Johan Adityakurniawan

122062

Budhi Aristarudin

122064

Viki Yusdianto

122073

AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA


JL RAYA Solo Baki Km 2 Kwarasan, Grogol, Sukoharjo
Tlp: (0271) 621176;621178 Fax: 621176 Website: www.atw.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Dunia listrik memang selalu mempunyai inovasi yang tidak akan
berhenti. berbagai alat dan juga teknologi listrik selalu berkembang salah
satunya alat yang bernama Invester, alat ini bisa kita temui di berbagai pabrik
industri dan bahkan di perkantoran. memang alat ini masih tergolong mahal
namun melihat fungsi dan kegunaan alat ini sangat membantu dan juga
memangkas uang biaya produksi.
Inverter satu fasa banyak digunakan dalam industri skala kecil, rumah
tangga, peralatan kantor dan sebagainya, seperti pada pengontrolan kecepatan
motor induksi satu fasa, pengontrol suhu pada heater, dan lain-lain. Inventer
tiga fasa banyak digunakan pada industri skala besar seperti motor induksi
tiga fasa, serta aplikasi industri hingga tingkat daya 120 kW dan sebagainya.
Pengendalian daya menggunakan sebuah thyristor dilakukan dengan
memberikan Variasi tegangan pada masukan rangkaian pengendali thyristor,
sehingga mempengaruhi sudut penyalaan (pemicuan) thyristor yang akan
mempengaruhi besarnya arus beban dan tegangan keluaran rata-rata (daya
keluaran inverter). Sehingga besarnya tegangan keluaran dapat diatur sesuai
dengan keinginan (kebutuhan) (Sanyoto, 2007).
Bagi anda yang belum begitu paham apa itu Inverter saya akan jelaskan
fungsi dan kerja Inverter. Inverter adalah salah satu alat untuk mengubah arus
AC ke DC untuk menyuplay listrik ke dinamo motor dengan arus DC, jadi
alat ini aslinya mempunyai multi fungsi, merubah AC ke DC kemudian
mengeluarkannya dengan arus AC kembali. semua ini dilakukan dengan
mengubah potensiner yang terdapat pada inverter tersebut. selain itu kita
dapat dengan gampang mengubah daya sesuai dengan keinginan kita.
Selain untuk mengubah arus inverter juga dimanfaatkan untuk
menyetabilkan tegangan output jadi bisa di bilang kalau kita menggunakan
inverter tegangan yang di hasilkan tidak akan berubah-rubah, beda

dengan stabilizer yang hanya berfungsi untuk menyetabilkan arus tanda bisa
merubah tegangan, namun Inverter bisa merubah tegangan listrik.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam pembuatan inverter DC 12V to AC 220V
ini adalah bagaimana cara merancang inverter berdaya 60W secara efisien?
C. BATASAN MASALAH
Batasan masalah dalam pembuatan inverter DC 12V to AC 220V ini
adalah:
1. Daya inverter yang diinginkan sebesar 60W.
2. Menggunakan Transformator 5A.
3. Rangkaian penguat menggunakan transistor maupun mosfet.
D. TUJUAN
Tujuan dalam pembuatan inverter DC 12V to AC 220V ini adalah
kelompok mahasiswa mampu merancang sebuah inverter berdaya 60W
secara efisien.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. PENGERTIAN INVERTER
Inverter dalam bahasa indonesia memiliki arti pembalik, dalam hal
ini inverter berarti pembalik dari tegangan searah (DC) menjadi suatu
tegangan bolak-balik (AC) yang simetris dengan amplitudo dan frekuensi
tertentu (Chandra, 2010). Inverter merupakan kebalikan dari Rectifier
(Penyearah), dimana rectifier bekerja dengan menyearahkan tegangan AC
menjadi tegangan DC. Inverter memiliki banyak kegunaan seperti sebagai

pengatur kecepatan motor Induksi (Adjustable AC motor speed drives),


UPS (Uninteruptable Power Supply) dan berbagai aplikasi lainya.
B. IC NE555
IC timer 555 adalah rangkaian terpadu (chip) yang digunakan dalam
berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi oscilator. Desain I diusulkan
pada tahun 1970 oleh hans R Camenzind dan Jim Ball. Signetics
(Kemudian diakui oleh philip) merilis IC 555 pertama kali di tahun 1971
(Yudi, 2011).
IC 555 merupakan sebuah Multivibrator astabil. Multivibrator astabil
merupakan sebuah rangkaian-dua-kondisi (two-state system) yang tidak
memiliki kestabilan di kedua kondisinya, maksudnya, output dari
rangkaian ini selalu berubah-ubah kondisinya secara periodik. Dalam satu
periode, outputnya dapat berubah dari kondisi HIGH ke kondisi LOW
secara kontinyu dan terus menerus sehingga menghasilkan suatu deretan
pulsa (pulse train). Deretan pulsa yang dihasilkan nilainya konstan dan
periodik sehingga dapat digunakan sebagai clock. Multivibrator astabil
dapat juga disebut sebagai pulse generator (National Semiconductor,
2006).

Gb 1. Konfigurasi Pin IC NE555


C. IC 4013
IC CMOS 4013 memiliki berbagai variasi tipe yaitu HCC4013B
yang memiliki jarak suhu operasi yang tinggi sedangkan HCF4013B
memiliki jarak suhu operasi menengah. IC 4013 merupakan sebuah IC
monolithic dengan 14 pin yang dikemas secara DIL (Dual In Line). Bahan
pembuatan IC ini berupa plastik, keramik dan mikro plastik. IC 4013
terdiri dari dua buah tipe data flip-flop yang identik. Setiap flip-flop
memiliki sebuah data, set, reset dan inputan clock dan keluaran yang selalu

berbeda kondisinya yaitu Q dan Q`. Perangkat ini dapat digunakan untuk
aplikasi shift register dan dengan menghubungkan keluaran Q nya dengan
data input untuk aplikasi counter dan toggle. Keberadaan level logika pada
masukan data di dapat selama transisi dari sinyal low ke high pada pulsa
clock.

Gb 2. Konfigurasi Pin IC 4013


D. PENGUAT DARLINGTON
Rangkaian transistor Darlington ditemukan pertama kali oleh Sidney
Darlington yang

bekerja

di Laboratorium

Bell di Amerika

Serikat

(Oktivira, 2014). Penguat darlington merupakan penguat dua tingkat yang


menggabungkan dua buah transistor bipolar yang tersabung secara seri
dengan konfigurasi seperti gambar berikut ini:

Gb 1. Konfigurasi Penguat Darlington


Transistor disambung secara seri agar mendapatkan gain yang tinggi,
karena hasil penguatan transistor pertama akan dikuatkan lebih lanjut oleh
transistor kedua (Purnama, 2012). Penguatan arus listrik atau yang disebut
dengan gain dituliskan dengan notasi atau hFE. Penguatan total dari
penguat darlington merupakan perkalian dari masing masing penguatan

transistor jika diasusikan tahanan beban RL << RC, dengan rumus sebagai
berikut:

hFE tot = 1 + (hFE1 . hFE2)


VBE (Voltage Base Emitter) penguat darlington juga lebih besar,
secara umum merupakan penjumlahan dari besar masing masing tegangan
biar transistornya. Besar VBE penguat darlington seperti rumus berikut:

VBE tot = VBE1 + VBE2


E. Transformator

BAB III
LANGKAH KERJA
A. MERANCANG PEMBANGKIT GELOMBANG KOTAK 100Hz
Dalam merancang sebuah inverter diperlukan sebuah pembangkit
gelombang kotak (Pulse Square Wave). Gelombang kotak digunakan sebagai
switching pada sekunder trafo. Untuk menghasilkan sebuah gelombang
kotak digunakan sebuah IC NE555 dengan keluaran frekuensi sebesar
100Hz. Frekuensi 100Hz diperlukan karena keluarannya akan dihubungkan
dengan sebuah D Flip Flop, dimana besar frekuensi keluaran D Flip Flop
dari masukannya.
Untuk menghitung frekuensi keluarannya digunakan rumus berikut:

= 11
T
T=1
F
= 1 8
100
= 0.01 atau 10 ms

Ditentukan C sebesar 4,7 uF dan didapat nilai T = 10 ms, maka:


t = T/2
= 10.10-3
2

= 5.10-3 atau 5 ms

R=

t 0
0.693.C
=
5.10-3 2
0,693.4,7.10-6
= 1538 atau 1K5

B. MERUBAH OUTPUTAN NE555 MENJADI Q DAN Q`


Ic NE555 memiliki outputan single yang beradadi pin 3. Untuk
memicu dua buah transistor yang berlainan kondisi, maka diperlukan sebuah
D Flip-Flop. Dalam perancangan inverter ini kami menggunakan sebuah ic
CMOS dengan seri 4013. IC 4013 memiliki frekuensi keluaran setengah dari
masukannya.
C. MERANCANG PENGUAT ARUS
untuk membuat sebuah inverter dengan daya 60W maka perlu
diperhitungkan besar tagangan dan arusnya. Dalam hal ini telah dibatasi
bahwa trafo yang digunakan sebesar 5A.
BAB IV
HASIL PRAKTIKUM