Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SERAT SECARA KUANTITATIF DAN KUALITATIF ANALISA SERAT

SECARA KUANTITATIF
I.
II.

III.

MAKSUD DAN TUJUAN MAKSUD


Mengetahui komposisi serat campuran pada bahan tekstil secara analisa kuantitatif.
TUJUAN
Mengetahui dan mengamati kelarutan serat yang telah diketahui jenisnya pada pelarut
yang sesuai untuk mendapatkan perbandingan berat awal dan berat akhir untuk
mengetahui konsentrasinya.
TEORI DASAR
SERAT KAPAS
Berasal dari tanaman kapas, dan lebih dikenal dengan nama jenis kain katun.
Jenis kain katun lebih mudah didapat dan harganya terjangkau,seratnya nyaman dan
bisa dipakai disemua kalangan masyarakat. Serat kapas sangat penting di industri
tekstil karena bahan nya mudah didapat, sangat kuat. Sifat kapas yg kurang kenyal
yang menyebabkan kapas mudah kusut. Kapas itu dipintal dan kemudian manjadi
benang,akhirnya ditenun menjadi kain. industri tekstil banyak mengandalkan kapas
menjadi bahan utama.
Kapas adalah serat lembut yang tumbuh di sekitar biji tanaman kapas.
Merupakan serat yang paling sering dipintal menjadi benang dan digunakan untuk
membuat tekstil.Kapas adalah tanaman yang berharga karena hanya sekitar 10% dari
berat baku hilang dalam pemrosesan. Setelah lilin, protein, dll dihapus, sisanya adalah
polimer alami berupa selulosa murni. Selulosa ini diatur dengan cara yang
menghasilkan sifat kapas dengan kekuatan unik dan daya serap tinggi. Setiap serat
terdiri dari dua puluh-tiga puluh lapisan melingkar selulosa. Komposisi kimia dari
serat kapas terdiri dari selulosa 95%, satu 1,3%protein, 1,2% abu, 1,6% lilin, 3%
gula, dan asam organik, dan senyawa kimia lainnya yang membentuk 3,1%. Serat
kapas non-selulosa biasanya terletak dalam serat kutikula. Serat kapas non-selulosa
terdiri dari protein, abu, lilin, gula dan asam organik. Lilin kapas ditemukan pada
permukaan luar serat. Lilin lebih banyak ditemukan pada kapas jika luas permukaan
kapas semakin besar, kapas halus umumnya memiliki kandungan lilin lebih banyak.
Lilin kapas terdiri atas rantai panjang asam lemak dan alkohol. Lilin kapas berfungsi
sebagai pelindung untuk serat kapas. Gula yang terdiri dari 3% serat kapas, gula
berasal dari gula alami tanaman dan gula dari serangga. Gula tanaman terjadi dari
proses pertumbuhan tanaman kapas. Gula tanaman terdiri dari monosakarida, glukosa
dan fruktosa. Gula serangga terutama untuk whiteflies,gula serangga dapat
menyebabkan kekakuan, yang dapat menyebabkan masalahdi pabrik tekstil. Asam
organik yang ditemukan dalam serat kapas sebagai residumetabolic, yang terdiri dari
asam malat dan asam sitrat. Serat kapas non-selulosa dipisahkan menggunakan
pelarut selektif.Beberapa pelarut meliputi: heksana, kloroform, larutan natrium
hidroksida, polar pelarut, etanol panas, dan air putih. Setelah menghapus semua
bahan kimia non selulosa, serat kapas selulosa adalah sekitar sembilanpuluh sembilan
persen.
Kapas memiliki berbagai kegunaan, terutama di industri tekstil. Berikut ini
adalah beberapa penggunaan yang paling umum dari produk ini.

1. Kapas dipintal menjadi benang yang digunakan dalam produk pakaian


banyak seperti pakaian, kaus kaki, dan T-shirt. Seprai biasanya terbuat dari
katun karena merasa lembut. Benang kapas juga digunakan untuk merajut
dan merenda.
2. Kapas yang digunakan untuk membuat bahan penyerap dikenal sebagai
terrycloth. Ini digunakan untuk membuat handuk, dan jubah. Kapas juga
digunakan untuk membuat denim untuk jeans dan banyak bahan pakaian
lainnya. Kadang-kadang dicampur dengan bahan lain untuk meningkatkan
kualitasnya.
3. Kapas juga digunakan untuk membuat jaring ikan, tenda dan kertas kapas.
Kertas kapas digunakan untuk membuat uang kertas dan kertas berkualitas
seni tinggi.
4. Kapas juga digunakan dalam kopi, mesiu filter dan penjilidan buku.
5. Benih tanaman kapas juga memiliki beberapa kegunaan penting. Pertama,
dapat digunakan untuk memproduksi minyak biji kapas, yang merupakan
minyak nabati yang populer untuk memasak. Sisa-sisa dapat digunakan
sebagai pakan ternak dan hewan lainnya.
6. Setelah kapas akan dihapus dari biji ada beberapa serat halus meninggalkan
melekat pada biji. Ini disebut Linter dan ketika diproses dikenal sebagai
kapas penyerap atau kapas. Produk ini digunakan untuk tujuan medis dan
kosmetik banyak.
KATUN (combed 20s, 24s, 30s) Jenis-jenis Bahan Kain Kaos
Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed
berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat,
sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain
Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya
akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di
pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting
gramasinya (gr/m2). Kami menyediakan 3 varian combed, Ada combed 20s, 24s, 30s.
hal yang membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s memiliki ketebalan
yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan yang paling tipis. Kain
Combed 20s merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit kaos
distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga tidak mahal.
Analisa kuantitatif serat tekstil berhubungan erat dengan identifikasi serat. Analisa
kuantitatif baru dapat dilakukan setelah dilakukan identifikasi serat. Analisa
kuantitatif dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :
1. Cara Mekanika
2. Cara Kimia
3. Cara Mikroskop
A. ANALISA KUANTITATIF CARA MEKANIKA
Analisa kuantitatif cara mekanika hanya dapat dilakukan apabila jenis benang
berbeda maka jenis seratnya juga berbeda, misalnya jenis serat benang lusi berbeda
dengan jenis serat benang pakan. Pada keadaan ini analisanya dilakukan dengan
memisahkan benang-benang pada jenis serat yang berbeda, kemudian ditimbang.
Analisa cara mekanika juga dapat dilakukan untuk membantu analisa cara lain pada

bahan tekstil yang terdiri dari campuran serat walaupun jenis-jenis serat pada bahan
tekstil tersebut jarang sekali terpisah satu dengan lainnya dengan nyata, misalnya
benang lusi terdiri dari campuran serat yang berbeda jenis-jenisnya dengan campuran
serat dari benang pakan. Apabila kuantitatifnya akan lebih mudah dikerjakan, jika
mulua-mula dilakukan pemisahan benang lusi dengan benang pakan, kemudian dari
masing-masing benang tersebut dilakukan analisa menurut cara lain.
B. ANALISA KUANTITATIF CARA KIMIA
Prinsip analisa kuantitatif cara kimia yaitu dengan cara melarutkan setiap jenis serat
satu per satu dengan pelarut yang sesuai. Kemudian setelah selesai pelarutan pada
setiap jenis serat dilakukan penimbangan sisa seratnya. Pelarut yang digunakan pada
cara ini harus betul-betul dipilih dan memenuhi syarat, karena jika seratnya tidak larut
maka hasilnya akan salah. Kadang-kadang serat yang akan dilarutkan larut kurang
sempurna, sedangkan serat yang seharusnya tidak larut, terlarutkan sedikit, sehingga
dalam hal ini perlu diberi faktor koreksi. Untuk mendapatkan hasil analisa yang teliti,
sebaiknya pengujian-pengujian dilakukan menurut standar. Analisa cara kimia
kadang-kadang tidak bisa digunakan, misalnya jika campuran serat pada bahan tekstil
terdiri sari serat tumbuhan semua, atau serat binatang semua, sehingga untuk ini
terpaksa dilakukan analisa cara mikroskop. Untuk analisa kuantitatif cara kimia
banyak sekali cara-cara yang dapat digunakan. Beberapa standar telah dikeluarkan
dan digunakan oleh lembaga-lembaga misalnya : AATCC, Shirley Institute, dam
ASTM.
C. ANALISA KUANTITATIF CARA MIKROSKOP
Analisa kuantitatif cara mikroskop didasarkan terutama pada perhitungan jumlah
serat. Disamping itu perlu pula dilakukan pengukuran diameter serat dan berat jenis
serat.Oleh karena itu cara ini memerlukan waktu yang lama, sukar dan sangat
bergantung dari pengalaman pemeriksa dalam mengidentifikasi serat. Untuk analisa
ini diperlukan mikroskop denga perbesaran 200-250 kali, dengan tempat kaca obyek
yang dapat digeser dan okuler dengan garis silang. Contoh uji berupa kain diambil
benang lusi dan benang pakannya sesuai dengan perbandingan tetal lusi dan pakan,
kemudian dipotong kecil-kecil. . D. TABEL ANALISA KUANTITATIF

F. DISKUSI

Pada pengujian analisa serat secara kuantitatif, praktikan mendapatkan sample kain uji yaitu
Poliester/Kapas. Tugas praktikan disini adalah untukmenentukan berapa perbandingan
komposisi masing-masing serat dengan menggunakan cara pelarutan. Pelarut yang digunakan
tentunya tidak boleh sembarang karena akan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Karena
sampel kainnya adalah Poliester/Kapas maka pelarut yang harus digunakan adalah pelarut
yang dapat melarutkan salah satu jenis serat tetapi tidak bisa melarutkan serat yang lainnya.
Pada analisa kuantitatif dengan sampel kain Poliester/Kapas praktikan menggunakan pelarut
H2SO4 70 % yang dapat melarutkan kapas 100 % tetapi tidak bisa melarutkan serat Poliester.
Awalnya sampel kain harus dipisahkan dan siurai benang lusi dan benang pakannya
kemudian ditimbang sehingga diperoleh berat awal = A gram. Serat-serat tersebut kemudian
dilarutkan dalam pelarut H 2SO4 70 % selama 30 menit kemudian sisa serat yang tidak larut
dinetralkan dengan 50 ml Na 2CO3 selama 30 menit. Sisa serat tersebut kemudian dicuci dan
dimasukkan kedalam oven pada suhu 110 0 C selama 1 jam kemudian dimasukkan dalam
eksikator selama 10 menit dan ditimbang lagi sisa seratnya sehingga diperoleh berat akhir =
B gram. Perhitungan dilakukan dengan cara membandingkan berat awal serat dengan berat
sisa serat hasil pelarutan.
G. KESIMPULAN
Serat yang larut adalah serat kapas sedangkan serat yang tidak larut adalah serat Poliester.
Berat awal serat adalah 0,5835 gram dan berat akhir serat sisa pelarutan adalah 0,3761
gram.
Dari perhitungan diperoleh komposisi serat kapas adalah 35,55 % dan komposisi serat
Poliester adalah 64,45 %.
http://www.slideshare.net/septianraha/analisa-serat-scr-kualitatif-kuantitatif
http://riraclothing.com/jenis-kain-berdasarkan-jenis-serat-bag-1/
http://tyorespektor.blogspot.com/2014/01/makalah-bahan-baku-kapas_22.html
https://jrprint.wordpress.com/kaos-polos-combed/pengertian-kain-katun-dan-sejenisnya/