Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang
menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini
diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga
keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society (sejenis koperasi di
Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi,
asuransi, dana pensiun, dan bisnis serupa lainnya.
Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga
keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, dana
pensiun, reksa dana, dan bursa efek).
Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik
modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari
investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga
keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian,
dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga
risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian
menyalurkan

dana

tersebut

dalam

bentuk

pinjaman

utang

kepada

yang

membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana
untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank.
Lembaga keuangan terdiri dari bank-bank umum serta lembaga keuangan
nonbank. Bank umum adalah bank-bank yang kewajiban-kewajibannya terdiri dari

saldo rekening koran.Di Indonesia bank-bank umum ini meliputi bank-bank devisa
(baik milik pemerintah maupun swasta), bank asing serta bank pembangunan.
Sedangkan lembaga-lembaga keuangan nonbank terdiri dari lembaga-lembaga yang
bergerak dalam pasar modal atau dalam pengumpulan modal seperti bank-bank dan
lembaga tabungan, perusahaan asuransi, lembaga-lembaga penanaman modal,
lembaga pensiun dan sebagainya. Bank-bank umum ini beserta otoritas moneter
merupakan sistem moneter di Indonesia. Otoritas pusat, dalam hal pemerintah
melakukan kegiatan/fungsi moneter, seperti misalnya transaksi dengan IMF atau
mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk memperkuat cadangan devisa.
Perbankan

merupakan

lembaga

keuangan

yang

berorientasi

profit,

senantiasa menghindari hal-hal yang akan menyebabkan terjadinya kredit macet.


Bagaimanapun, perbankan bertanggung-jawab langsung kepada para pemilik dana,
terutama para nasabah, deposan atau masyarakat luas.
Pada dasarnya antara sektor perbankan dan dunia usaha terjadi simbiosis
mutualisme, simbiosis yang saling menguntungkan. Dunia usaha tumbuh dan
berkembang tak lain karena kontribusi perbankan.
Demikian pula sebaliknya, volume usaha bank membengkak, tak lain karena
adanya aktivitas dunia usaha. Simbiosis itu bisa terus meluas dan makin
berkembang, mencakup semua skala usaha, mengikutsertakan seluruh bank, baik
bank yang kecil maupun besar, milik pemerintah atau swasta.
Penyaluran kredit bisa benar-benar diefektifkan dan dioptimalkan. Sudah
selayaknya, tidak ada lagi uang tidur, tetapi terus-meneus berputar mengongkosi
sektor riil. Dalam hal ini, tentu saja dibutuhkan sistem manajemen perbankan dan
dunia usaha yang benar-benar mantap dan stabil.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PERANAN LEMBAGA KEUANGAN


Lembaga-lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai jenis surat
berharga menurut besar/kecilnya nilai atau jangka waktunya. Selain itu, resiko
yang ditanggung oleh penabung menjadi kecil, karena lembaga keuanganan ini
biasanya merupakan usaha yang cukup besar bila dibanding dengan usaha
individual. Bagi para peminjam dana (investor), lembaga keuangan ini dapat
memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar serta dalam jangka waktu yang
relatif lama sehingga dapat memperkecil/mengurangi ongkos untuk mendapatkan
pinjaman dari penabung-penabung kecil. Di samping itu, lembaga-lembaga
keuangan kadangkala memberikan jasa analisa investasi dan pasar yang sangat
diperlukan dalam rangka menanamkan pinjaman/modalnya. Bagi pemerintah,
lembaga keuangan dapat membantu memobilisir dana masyarakat untuk
menunjang ekonomi. Apabila lembaga keuangan suatu perekonomian masih
sederhana/belum maju, aliran dana dari penabung ke peminjam/investor dapat
terganggu. Seperti misalnya, kurangnya informasi tentang tersedianya dana atau
kurangnya prasarana untuk melakukan transfer dana mengakibatkan investasi
tidak dapat dilakukan seefisien mungkin, sehingga pendapatan nasional dapat
berada di bawah potensiilnya.
B. PERANAN BANK SENTRAL

Bank sentral pada dasarnya mempunyai tugas untuk memelihara supaya


sistem moneter itu bekerja secara efisien sehingga dapat menjamin tercapinya
tingkat pertumbuhan kredit/uang beredar sesuai dengan yang diperlukan untuk
mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi. Guna mencapai
sasaran ini bank sentral bertanggung jawab atas dua hal, yakni pertama,
perumusan serta pelaksanaan kebijaksanaan moneter. Kedua, mengatur,
mengawasi serta mengendalikan sistem moneter.
Bank sentral mempunyai tugas :
1. Memperlancar lalu-lintas pembayaran sehingga dapat cepat dan efisien.
Untuk memenuhi tujuan ini, bank sentral melakukan dua hal yakni, pertama
dengan menciptakan uang kertas. Dengan demikian apabila kebutuhan
masyarakat akan uang kertas meningkat bank sentral dapat memenuhinya.
Kedua, bank sentral juga melakukan clearing antarbank umum, yakni
penyelesaian pembayran antarbank-umum.
2. Sebagai pemegang kas pemerintah.
3. Mengatur dan mengawasi kegiatan bank-bank umum.
4. Melakukan pengumpulan serta analisa data ekonomi nasional dan
internasional.
C. BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL
Undang-undang yang mengatur Bank Indonesia adalah UU No.13 Tahun
1986. Dalam pasal 7 undang-undang ini disebutkan bahwa tugas pokok Bank
Indonesia adalah membntu pemerintah dalam hal:
a. Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah
b. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan

serta

memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup


rakyat. Selain itu,
(1) Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan
uang kertas dan logam. Sebelum permulaan tahun anggaran,

pemerintah menentukan jumlah maksimum uang kertas tersebut di


atas yang akan beredar dalam tahun yang bersangkutan dan
mencantumkannya dalam Nota Keuangan.
(2) Bank Indonesia dapat mencabut

kembali

uang

yang

dikeluarkannya serta menariknya dari peredaran.


Perbankan, salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam
menunjang kegiatan pembangunan nasional atau regional. Peran itu diwujudkan
dalam fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi atau institusi perantara
antara

debitor

dan

kreditor.

Dengan

demikian,

pelaku

ekonomi

yang

membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya dapat terpenuhi dan kemudian


roda perekonomian bergerak.
Lembaga Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution merupakan
lembaga

yang

melakukan

kegiatan

penyediaan

jasa

keuangan

kepada

pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak
terlayani oleh Lembaga Keuangan formal dan yang telah berorientasi pasar untuk
tujuan bisnis.
Pinjaman dalam bentuk micro credit merupakan salah satu yang ampuh
dalam

meningkatkan

perekonomian

masyarakat.

Namun

demikian

perlu

diperhatikan bahwa, ketika pinjaman diberikan kepada mereka yang sangat


miskin, kemungkinan besar pinjaman tersebut tidak akan pernah kembali. Hal ini
wajar saja, mengingat mereka (the extreme poor) tidak berpenghasilan dan tidak
memiliki kegiatan produktif. Program pangan dan penciptaan lapangan kerja lebih
cocok

untuk

masyarakat

sangat

miskin

tersebut.

Sedangkan

sebagian

masyarakat lain yang dikategorikan miskin namun memiliki kegiatan ekonomi


(economically active working poor) atau masyarakat yang berpenghasilan rendah
(lower income), mereka memiliki penghasilan, meskipun tidak banyak. Untuk itu

diperlukan pendekatan, program subsidi atau jenis pinjaman mikro yang tepat
untuk masing-masing kelompok masyarakat miskin tersebut.
Lembaga keuangan mempunyai peran sangat penting bagi pemerintah
maupun masyarakat. Dapat dilihat dengan contoh dibawah ini :
1. Proses Makro Ekonomi Tanpa Lembaga Keuangan
2. Proses Ekonomi Dengan Adanya Lembaga Keuangan

REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA :


http://henihendrayani.blogspot.com/2012/04/peran-perbankan-danperekonomian.html
http://www.scribd.com/doc/124250168/MAKALAH-PERANAN-BANK-DALAMPEREKONOMIAN
http://andifebriantipratiwi.blogspot.com/2012/06/peran-lembaga-keuangandalam.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_keuangan
http://agroterpadu.blogspot.com/2009/02/peran-perbankan-dalamperekonomian.html

PERANAN LEMBAGA KEUANGAN


DALAM MEMAJUKAN PEREKONOMIAN
BANGSA

BIDASARI

1210421036

UNIVERSITAS FAJAR
MAKASSAR
2014