Anda di halaman 1dari 516

!

"
#$$%

&

'

Pendahuluan
Ajang olimpiade yang rutin diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional
ini ditujukan untuk menambah wadah bagi para siswa - siswi berbakat untuk
berprestasi dalam ajang kompetisi bertaraf nasional sekaligus untuk memilih caloncalon duta Indonesia dalam ajang olimpiade tingkat internasional.
Astronomi merupakan cabang baru yang mulai dimasukkan menjadi salah
satu mata pelajaran yang dilombakan dalam ajang olimpiade nasional. Tahun 2004,
olimpiade astronomi pertama diadakan terpisah dari Olimpiade Sains Nasional 2004
yang diadakan di Riau. Olimpiade astronomi ini diberi nama Olimpiade Astronomi
Nasional atau OAN. OAN ini diadakan di Jakarta dan Bandung. Mata lomba yang
diujikan adalah teori, praktek pengolahan data, observasi dan simulasi langit.
Dalam Olimpiade Sains Nasional 2005, astronomi mulai dimasukkan dalam
sebagai salah satu mata pelajaran yang dilombakan. Mata lomba yang diujikan masih
sama seperti tahun lalu.
Salah satu permasalahan yang banyak dikeluhkan peserta adalah bahwa mata
pelajaran astronomi yang dikompetisikan adalah materi baru yang tidak pernah
didapatkan di sekolah. Hal ini mengingat tidak adanya mata pelajaran yang secara
khusus membahas masalah astronomi. Oleh sebab itu, banyak siswa yang takut untuk
berpartisipasi dalam ajang olimpiade astronomi karena mereka tidak tahu harus
membekali diri mereka dengan pengetahuan seperti apa dan hal yang lebih parah
adalah tidak banyak guru di sekolah yang bisa menjadi tutor dikarenakan jarang ada
guru yang mendalami astronomi secara khusus.
Oleh sebab itu, penulis mencoba membantu memberikan gambaran dan
pengetahuan dasar yang diharapkan bisa membuat siswa menjadi lebih percaya diri
dan siap dalam mengikuti ajang olimpiade astronomi sehingga diharapkan mereka
dapat menunjukkan prestasi mereka yang gemilang. Dan sebagai manusia, penulis
juga tidak mungkin lepas dari segala kesalahan dalam proses penulisan modul ini.
Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk lebih
menyempurnakan modul ini di masa yang akan datang.
Jakarta, Desember 2005
Hans Gunawan
Siswa SMAK I BPK PENABUR Jakarta

Pengantar edisi revisi


Setelah diujicobakan selama 1 tahun, ternyata ditemukan beberapa hal yang perlu
diperbaiki/direvisi. Hal-hal yang direvisi antara lain pembagian materi, soal-soal
latihan dan isi materinya. Semoga adanya revisi ini dapat semakin menyempurnakan
modul ini. Kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan buku ini selanjutnya.
Selamat belajar !
Jakarta, Juli 2006
Hans Gunawan
Alumni SMAK I BPK PENABUR Jakarta

Kritik, saran dan tanggapan silakan dikirimkan


lewat e-mail: destiny_of_aries@yahoo.com.

!
"

$
$
"(
)$
$(
-"
(

!
%& '

' &

!
)

" *

"

/ '

'

!
$

) 0

'

!
(

& ''

.
).
.
)
(
(

)
. !

!
-

.
$ #

'

$
( 0

'

$
(

).
)
.
.$
$
.

&

&

&
1 '

&

&
$$
$
$
-

!
"

/
!

(
.(
(
.
$.
.
$
(
"- .
" $
" "
" )
""
-

0
!
)

"

0
"

!
.

'

!
$

) /

3'

!
(
-

%
* &
,

3'

)
,

*
&

6
'

4 %5

&
%

%
7

3
%/
: '

!5

89

Bab 1
Astronomy Dasar
Pengenalan Astronomy
Astronomy adalah ilmu observasional yang mempelajari segala sesuatu tentang alam
semesta ini, mulai dari segi mikro sampai dengan makro dengan memanfaatkan ilmu
pengetahuan lain sebagai sarana kita memahami gejala-gejala alam. Astronomy
berkembang pesat karena ada rasa keingintahuan yang sangat besar dalam diri
manusia akan alam semesta yang sangat luar biasa ini.
Astronomy vs. Astrology Common misunderstanding issue
o Astronomy literally means the knowing (or naming) of the stars
o Astrology literally means the study of the stars
o BUT Astronomy has become associated with the scientific study of the stars and
Astrology is associated with the mystical pseudoscience that believes that the
heavens can directly influence our individual lives.
Menghitung Jarak dalam Astronomy
Jarak bintang-bintang ke kita sangatlah jauh. Oleh sebab itu, indera kita tidak
mampu lagi membedakan bintang mana yang sebenarnya jauh ataukah dekat. Tidak
seperti dengan jarak benda-benda di sekitar kita. Kita dapat langsung mengetahui
bahwa benda A lebih dekat daripada benda B karena benda-benda yang ada di sekitar
kita jaraknya relatif dekat dengan kita. Indra spasial kita memiliki kepekaan terbatas.
Ada beberapa cara untuk mengukur jarak benda-benda langit. Beberapa cara yang
termasuk sederhana adalah :
a. Paralaks : trigonometri, dinamika, spektroskopi, paralaks rata-rata dan gugus.
b. Modulus jarak
Metode modulus jarak,dll akan dibahas pada bab berikutnya karena membutuhkan
konsep magnitudo. Pada bab ini, yang dibahas hanyalah paralaks trigonometri.

. Paralaks Trigonometri
Suatu cara untuk menentukan jarak ke suatu benda langit yang jaraknya relatif
dekat dengan kita sebagai pengamat. Dasarnya : trigonometri sederhana.
Misal : perhitungan jarak Bumi-Bulan
Dua observatorium terpisah di Bumi melakukan observasi/pengamatan posisi
Bulan secara simultan/bersamaan.

Karena jarak bintang sangat jauh, maka tidak dapat lagi kita menggunakan
diameter Bumi sebagai baseline perhitungan sudut paralaks.
Elips paralaktik
Bintang
p
d

Bumi

Jarak bintang-bintang yang dekat dapat


ditentukan dengan cara paralaks trigonometri
d = Jarak Matahari - Bumi
= 1,50 x 1013 cm = 1 AU
d = Jarak Matahari - Bintang
p = sudut paralaks bintang

Karena p sangat kecil, maka persamaan diatas


dapat dituliskan,

d
Matahari

p dalam radian
Apabila p dinyatakan dalam detik busur dan
karena 1 radian = 206. 265, maka :

( ) #$%*#%+' ,'
Jika jarak dinyatakan dalam AU, maka d

= 1 AU sehingga pers diatas menjadi :

( ) #$%*#%+,'
Selain AU, dalam astronomi digunakan juga satuan jarak lainnya yaitu satuan parsec
disingkat pc.
Satu parsec (parallax second) didefinisikan sebagai jarak sebuah bintang yang
paralaksnya satu detik busur.

( ) -,'
( p dalam dan d dalam parsec/pc )
Satuan lain yang sering digunakan dalam astronomi untuk menyatakan jarak adalah
tahun cahaya (ly = light year)
1 ly = 9,46 x 1017 cm
1 pc = 3,26 ly
Bintang-bintang yang terdekat dengan matahari yang sudah ditentukan paralaksnya.
( Lengkapilah tabel di bawah ini ! )
Bintang
Proxima Centauri
Apha Centauri
Barnard
Wolf 359
Lalande 21185
Sirius

paralaks ()
0,76
0,74
0,55
0,43
0,40
0,38

Jarak (parsec)

Jarak (ly)

Waktu

Tiga satuan dasar dari waktu : hari, tahun, bulan.


Ada dua macam hari yaitu hari matahari (solar
day), yaitu lamanya rotasi Bumi relatif terhadap
Matahari, yang didefinisikan sebagai interval
waktu dari saat Matahari terbit ke saat Matahari
terbit berikutnya atau Matahari terbenam ke
Matahari terbenam berikutnya. Yang kedua adalah
hari sideris (sidereal day), jika yang menjadi acuan
adalah bintang, yaitu lama rotasi Bumi relatif
terhadap bintang. Pada t1 matahari dan sebuah
bintang tertentu tepat berada di atas kepala. Satu
hari sideris kemudian, Bumi telah bergerak dalam
orbitnya dari t1 ke t2, dan bintang yang sama sudah
tepat di atas kepala. Tetapi pada t2 matahari belum
tepat di atas kepala; satu hari matahari belum
sepenuhnya dirampungkan. Perlu 1o lagi Bumi
berotasi. Karena 360 = 24 jam, atau 1o = 4 menit.
Jadi, Bumi perlu berotasi 4 menit lagi untuk
merampungkan 1 hari matahari.

Sudut Jam
Sudut Jam sebuah bintang adalah jarak sudut sepanjang ekuator kearah Barat,
dari titik Sigma ke lingkaran jam bintang, yang merupakan waktu yang ditempuh
sejak sebuah obyek melewati meridian. Sudut Jam sebuah obyek memberitahukan
dimana obyek itu di langit (dalam kerangka acuan lokal).

Koordinat Benda Langit


o Guna : Untuk menunjukkan posisi dari suatu objek langit
o Pada prinsipnya sama dengan sistem lintang dan bujur geografis yang digunakan
untuk menunjukkan posisi dari suatu tempat.
o Ada 4 macam tata koordinat (takor) yang sering digunakan dalam astronomy :
takor horizon, ekuator, ekliptika dan galaksi.
o Penjelasan lebih detail akan dibahas dalam bab : Tata Koordinat Langit
Diameter sudut
Menyatakan ukuran benda langit dengan satuan sudut.
1 derajat ( o ) = 60 menit busur ( ) = 3600 detik busur ( )
Ukuran linier/asli benda langit tidak tergantung dari besar diameter sudutnya
saja melainkan juga ditentukan oleh jaraknya ke pengamat.
Besar piringan matahari dan bulan = +/- 30

'
)

,'

= diameter sudut
D = diameter linier
d = jarak benda

&

Sudut separasi/ Jarak sudut


o Sudut pisah antara 2 buah objek langit
o Dinyatakan dalam satuan sudut (radian atau derajat)
o Sudut separasi menyatakan proyeksi jarak pisah 2 objek langit pada bola
langit kita.
o Jadi, besarnya jarak pisah linier antara 2 objek langit bersifat relatif dan
ditentukan oleh jarak.
o Maksudnya hampir sama dengan prinsip diameter sudut bahwa : besarnya
sudut separasi / jarak sudut tidak langsung menentukan jauh/dekatnya jarak di
antara 2 objek langit.

'
(
.

(
'

&

a = jarak Matahari dan planet A


b = jarak Matahari dan Bumi
(sudah diketahui)
c = jarak planet A dan Bumi
(dapat diukur)
a2 = b2 + c2 2 bc cos
Dengan persamaan di atas, kita dapat menghitung jarak suatu planet dalam ke
Matahari. Cara ini pernah diaplikasikan ketika menghitung jarak Matahari-Venus.
Pengenalan Elips
f1 dan f2 : titik api / fokus elips
a : setengah sumbu mayor
b : setengah sumbu minor
2
2
c = a b ; eksentrisitas = c/a

1
0-

0#

Dalam astronomy, perihelium (pe) = a - c ; aphelium (ap) = a + c, eksentrisitas = c/a.

"I Can See Through Time" - Lisa Simpson


o Light has a a finite speed. Thus the information it brings is time
delayed from its origin to us.
o The speed of light is 186,000 miles/second (300.000 km/s).
o The distance between Earth and Sun is 93,000,000 miles.
Therefore it takes light about 8 minutes to travel from Sun to
Earth. Thus we see the Sun as it was 8 minutes ago.
o It takes light 4 years to travel the distance to the nearest star
system, Alpha Centauri. Thus we see Alpha Centauri as it was 4
years ago.
o We can define a convenient unit of cosmic distance: Light-Year - The distance
that light travels in one-year.
o Alpha Centauri is 4 Light-Years distant. The Milky Way Galaxy is 100,000 Light
Years across. The nearest big Galaxy is the Andromeda Galaxy at a distance of
2,500,000 Light-years.
o The most distant galaxies are 10,000,000,000 Light-years away or more. So we
can See what the Universe was like 10,000,000,000 years ago, when the Universe
was newly born.
Review
1. Perhatikan cara menghitung jarak Matahari-Venus di atas ! Jika diketahui jarak
Bumi-Matahari 1 AU dan jarak Bumi-Venus 0,2767 AU dan sudut separasi
Matahari-Venus 1,8110. Hitunglah jarak Matahari-Venus pada saat itu !
Bagaimana kita mengukur jarak Bumi-Venus ?
2. Apakah yang menyebabkan terlihatnya sudut paralaks bintang-bintang? Apakah
perbedaan penggunaan metode paralaks yang diterapkan dalam penentuan jarak
Matahari dan bintang? Apakah sudut paralaks bisa diterapkan untuk menghitung
jarak semua bintang? Jika tidak, keterbatasan apakah yang dimiliki metode ini?
3. Gambarlah suatu kondisi yang menunjukkan bahwa benda yang besar bisa saja
memiliki diameter sudut lebih kecil daripada benda yang lebih kecil !
4. Mengapa dalam penggunaan sehari-hari, acuan 1 hari yang kita gunakan adalah
hari matahari dan bukan hari sideris ?
5. Apakah sudut jam itu? Apa kegunaannya ? Jika diketahui sudut jam bintang X 6
jam, dimanakah posisinya di langit Anda?

Extra : Do You Know or Realise?


Sudut paralaks bintang SAMA DENGAN sudut separasi (sudut pisah) Matahari
dan Bumi jika diamati dari bintang tersebut.
Untuk bisa mengukur lebih banyak lagi parallaks bintang, pada tahun 1989
Eropean Space Agency (ESA) meluncurkan sebuah satelit HIPPARCOS (HIgh
Precision PARallax COllecting Satellite). Satelit ini bisa mengukur parallaks
120.000 bintang dengan ketelitian yang tinggi sampai 0,002.

Evaluasi Bab I
I. Esai
1. Dengan menganggap bahwa pengamatan dapat dilakukan di Mars dengan
peralatan yang sama seperti di Bumi. Berapa batas pengukuran jarak yang teliti
kalau menggunakan paralaks trigonometri? (Batas pengukuran di Bumi 200
parsec)
2. Diameter sudut kawah Kopernicus di bulan adalah 40. Kalau dianggap jarak
bumi-bulan 384.000 km. Berapa diameter kawah Kopernicus yang sebenarnya ?
3. Andaikan kita berada di Mars kemudian menegok ke arah bumi.Dengan
menganggap bahwa mata kita mempunyai daya pisah 50. Apakah bumi dan
bulan akan tampak sebagai 2 benda terpisah ? Jarak Mars ke Matahari 1,52 SA.
Jarak Bumi ke Matahari 1 SA.
4. Jarak Jupiter Matahari adalah 5,2 SA sedangkan jarak Pluto Matahari 38,8 SA.
Hitung separasi sudut terbesar antara Jupiter dan Matahari bila dilihat dari Pluto !
5. a. Manakah bintang yang lebih jauh : A , B atau C jika diketahui sudut paralaks
bintang A 0,005, B 0,5 dan C 0,05 ?
b. Jika suatu supernova yang terletak sejauh 1 kpc teramati oleh para astronom
pada tahun 1998. Berapa tahun yang lalukah supernova itu terjadi sebenarnya !
6. Can we distinguish the lunar Mare Crisium, which diameter is 520 km, by a naked
eye? State your assumption !
7. Diketahui diameter sudut suatu satelit sebuah planet bervariasi dari waktu ke
waktu. Diameter sudut maksimum dan minimumnya adalah 25 dan 22.
Hitunglah eksentrisitas orbit satelit tersebut !
8. There are two photos of the Moon taken by the same camera mounted on the
same telescope (the telescope is placed on the Earth). The first photo has been
made while the Moon was near its perigee and the second one near the apogee.
Find from these data the value of the Moon'
s orbit eccentricity.

9. Jarak ratarata Mars dari Matahari 1,52 AU. Dapatkah Anda mengamati separasi
sudut terbesar antara Bumi dan Matahari bila dilihat dari Mars ? (diketahui sudut
separasi mata manusia 1 menit busur)
10. Tiga buah benda: batang kayu, Bulan, dan Matahari diamati pada jarak tertentu
tampak membentuk sudut 0,50. Diketahui tinggi batang kayu adalah 160 cm,

diameter Bulan 3.500 km, dan diameter Matahari 1.400.000 km. Tentukanlah
jarak ketiga benda tersebut dari pengamat.
11. Dari planet Mars piringan Matahari tampak mempunyai diameter sudut 22,7
menit busur. Dengan mengetahui jari-jari linier Matahari yang sama dengan 109
kali jari-jari Bumi, berapa lama cahaya menempuh jarak Matahari - Mars?
(diketahui jari-jari Bumi = 6500 km )
12. Sebuah sunspot memperlihatkan diameter sudut 20. Jika jarak Matahari-Bumi
150.000.000 km, berapa diameter linier sunspot tersebut ?
13. Dalam astronomi, penentuan jarak suatu benda dapat menggunakan metode
paralaks trigonometri. Pada prinsipnya, metode ini cukup sederhana, dan dapat
diilustrasikan melalui penentuan jarak suatu kapal dari pantai, pada gambar
sebagai berikut:

Penentuan jarak ke kapal dapat dilakukan melalui dua posisi A dan B yang
diketahui jaraknya, dan mengukur sudut ke kapal dari ke dua posisi tersebut.
a. Tunjukkan bahwa jarak AO = AB/(cos + (sin /tan )) !
b. Bagaimana dengan jarak BO ?
c. Apa yang terjadi jika benda terletak di tempat yang sangat jauh ?
14. Bagaimana hubungan antara hari matahari dan hari sideris jika bumi berotasi
dalam arah yang berlawanan dengan arah rotasi sekarang ?
15. Suppose there were a star like the sun (same temperature ,same luminosity) but
located 100 million times further from us (i.e., 100 million AU from our solar
system). What would be its distance in parsecs.? What would the parallax of the
star? Would we be able to measure this ? (The current precision limits us to stars
with parallax greater than 0,01 arc sec).
16. If you measure the parallax of a star to be 0,1 arc seconds on Earth, how big
would the parallax of the same star for an observer on Mars (Mars-Earth distance
= 1,5 AU)?
17. If you measure the parallax of a star to be 0,5 arc seconds on Earth and an
observer in a space station in the orbit around the Sun measures a parallax for the
same star to be 1 arc seconds, how far is the space station from the Sun ?

18. If you can measure angles as small as 1/50 arc seconds, how far out can you
measure stars distance from the Earth using the trigonometric parallax method ?
How long do you have to wait between observation ?
19. If you can measure angles as small as 1/50 arc seconds, how far out can you
measure stars distance from Jupiter ( Jupiter-Sun distance = 5,2 AU ) using the
trigonometric parallax method ?
20. Paralaks sebuah bintang diamati dari Bumi besarnya adalah 0,40. Berapakah
besarnya paralaks bintang tersebut apabila diamati dari permukaan planet Jupiter?
( Jarak planet Jupiter-Matahari adalah 5,2 AU ).
21. Di langit, jarak sudut dua bintang, A dan B, adalah . Kedua bintang tersebut
mempunyai jarak dengan kita ra dan rb. Berapa jarak linier antara kedua bintang
tersebut ?
22. Dengan mengetahui jarak Jupiter dari Matahari yang besarnya 5,2 S.A., hitunglah
separasi terbesar antara Bumi-Matahari bila dilihat dari Jupiter !
23. Kawah terbesar di Bulan diameternya 235 km. Andaikan jarak Bulan-Bumi
384.000 km, berapa diameter sudut kawah tersebut bila dilihat dari Bumi ?
24. Sebuah galaksi yang berada pada jarak d Mpc dari kita. Tunjukkan bahwa pada
galaksi ini, bentangan 1 di langit berkorespondensi dengan bentangan fisik 5d
parsec!
25. Para ahli menggunakan sinar laser untuk menentukan jarak dari Bumi ke planet
Venus. Sinar laser ditembakkan ke arah planet Venus , lalu para ahli mengukur
selang waktu antara penembakkan sinar laser dengan pantulan yang diterima oleh
detektor tertentu. Jika didapat selang waktunya adalah 4,32178 menit. Hitunglah
jarak planet Venus dari Bumi ! (Petunjuk : kecepatan sinar laser sama dengan
300.000 km/s)
26. The Ring Nebulae (M57) is located 2.700 lyr from Earth. It has an angular
diameter of 1,4 x 1,0 arc min and is expanding at the rate of about 20 km/s. How
long ago did the central star shed its layers?
27. Teleskop di Bumi mempunyai kemampuan memisahkan objek (resolving power)
sebesar 0,1. Berapakah ukuran kawah minimum yang dapat diamati di
permukaan Mars ?
( Diketahui jarak Bumi-Mars pada saat tertentu = 0,524 AU )
28. Galaksi Andromeda diketahui berjarak 2,2 juta tahun cahaya dari Bumi.
Berapakah jaraknya kalau dinyatakan dalam satuan meter ! (Ingat : 1 tahun
cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam jangka waktu 1 tahun).
Kalau di galaksi itu terjadi peristiwa supernova saat ini juga, kapan pengamat di
Bumi bisa mengamatinya ?
29. Salah satu bintang raksasa merah yang terkenal yaitu Betelguese pada konstelasi
Orion. Telah dihitung jaraknya sebesar 650 juta tahun cahaya. Astronom juga
telah menentukan diameternya yaitu 500 kali lebih besar daripada Matahari.
Tentukan diameter sudutnya yang nampak dari Bumi !

30. Berapa jarak sebuah mata uang logam berjari-jari 0,85 cm yang jika diletakkan
akan tepat menutupi piringan Matahari atau Bulan? (Diameter sudut piringan
Matahari = 31)
31. You observe an asteroid approaching the Earth. You have two observatories 3200
km apart, so you can measure the parallax shift of the incoming asteroid. You
observe the parallax shift to be 0,022 degrees.
a) How big is the parallax shift in radians ?
b) How far away is the asteroid ?
32. Jika Matahari akan terbenam, berapakah sudut jamnya? ketika matahari akan
terbit, berapakah sudut jamnya?
33. Jika kita ingin mengamati paralaks bintang di semua planet di tata surya dengan
menggunakan instrumen yang sama. Dengan mengabaikan kesulitan teknis, maka
di planet manakah kita bisa mengamati bintang yang jaraknya paling jauh ?
34. Apakah sudut separasi planet Jupiter-Matahari jika Anda memperoleh kesempatan
mengamatinya dari bintang Alpha Centauri yang jaraknya 4,2 tahun cahaya dari
Matahari? Apakah Anda mampu melihatnya dengan teleskop sebagai 2 objek
terpisah? (Anggap daya pisah teleskop yang dipakai adalah 0,01).
35. Bumi mengelilingi Matahari dengan periode 365,25 hari. Makhluk angkasa luar
yang tinggal di tata surya lain mengamati gerak Bumi mengelilingi Matahari. Jika
tata surya lain tersebut bergerak menjauhi Matahari dengan kecepatan tetap 2000
km/detik,
a. Jelaskan dengan gambar mengapa menurut makhluk angkasa luar tersebut
periode orbit Bumi tidak 365,25 hari!
b. Berapa harikah periode orbit Bumi yang teramati oleh mahluk angkasa luar
tersebut ?
II. Pilihan Ganda
1. We cannot tell merely by looking in the sky that stars in a given constellation are
at different distances, while in a room we can easily tell that objects are at
different distances from us. What is the difference between the two situations?
a. Small parallax angles cannot be interpreted by our brain as a third dimension.
b. The stars are so far away that they do not exhibit parallax discernible by our
eyes.
c. In a room, the separation of our eyes is large enough with respect to the
distance to an object that we can see a parallax and translate it to a third
dimension.
d. All of the above.
e. None of the above.
2. A star has an observed parallax of 0.2 arc second. Another star has a parallax of
0.02 arc sec. How much farther away is it?
a. 10 times
b. 100 times
c. 1000 times
d. 10000 times
e. none of these
3. In order to determine the distance to a star in kilometers by heliocentric
(trigonometric) parallax, an astronomer must know
a. The Earths diameter
b. The Earth-Sun distance

c. The Earth-Moon distance


d. The angle between the Sun and the star
4. Parallax
a. An imaginary sphere used to show the apparent location of objects in the sky.
b. The distance at which the Earth/Sun distance will subtend an angle of 1 arc
second.
c. The distance traveled by light in one year.
d. The apparent shift in position of a foreground object relative to background
objects due to a change of position of the observer.
5. Kita melihat di langit bahwa planet itu lebih besar daripada bintang. Tetapi
sebenarnya adalah bintang itu lebih besar daripada planet. Faktor utama yang
menyebabkan ini adalah :
a. Energi yang dikeluarkan
b. Bentuk bendanya
c. Jarak bendanya
d. Asal usul bendanya
e. Semua benar
6. Jarak planet ke titik perihelion dalam tatasurya adalah :
a) setengah sumbu pendek orbit
b) setengah sumbu panjang orbit
c) setengah sumbu panjang kali satu dikurangi eksentrisitet
d) setengah sumbu panjang kali satu dikurangi eksentrisitas
e) setengah sumbu pendek kali satu dikurangi eksentrisitet
7. Awak wahana antariksa terdampar di sebuah planet X mengorbit bintang G yang
identik dengan Matahari, para awak melakukan eksperimen saat bintang G di atas
meridian pengamatan di planet X dan ditemui bahwa ketika bintang G tepat di
atas tongkat A, kedudukan bintang G mempunyai posisi 0.5 derajat dari zenith
tongkat B, tongkat A dan B terpisah pada jarak 14 km. Dari eksperimen itu dapat
disimpulkan radius planet X sekitar :
a) 400 km b) 1000 km c) 1600 km d) 200 km
e) 1400 km
8. Satu satuan astronomi adalah :
a) 8.3 menit cahaya b) satu tahun cahaya
d) 3.26 parsek
e) 8 jam cahaya

c) satu detik cahaya

9. Sudut paralaks bintang yang paling dekat dengan Matahari adalah :


a) kurang dari 1 detik busur
b) lebih dari 1 detik busur kurang satu menit busur
c) lebih dari satu derajat
d) lebih dari satu menit busur kurang dari satu derajat
e) semua jawaban benar
10. A sidereal day on Earth is:
A) Exactly 24 hours long.
B) About four minutes shorter than a solar day.
C) About four minutes longer than a solar day.
D) The time between full moons.

11. Parallax is:


A) The apparent motion of a foreground object with respect to the background as
the location of the observer changes
B) The apparent motion of a foreground object with respect to the background as
the object changes position
C) The relative motion of any two objects
D) None of the above
12. The parallax angle becomes:
A) larger as the distance to the object increases.
B) larger as the separation between the two observing sites increases.
C) smaller as the distance to the object increases
D) Both A and B are correct.
E) Both B and C are correct.
13. You observe identical twins in the distance and measure their angular height. Joe
appears 0.8 degrees tall and Bob appears 0.3 degrees tall.
A) Joe is a little farther away than Bob
B) Joe is more than twice as far away as Bob
C) Bob is a little farther away than Joe
D) Bob is more than twice as far away as Joe
E) Not enough information
14. Star A has a parallax shift of 0.2 arc second. Star B has a parallax shift of 0.5 arc
seconds
A) Star B is more than twice as far as star A
B) Star B is a little farther than star A
C) Star A is more than twice as far as star B
D) Star A is a little farther than star B
E) Not enough information
15. You observe a classmate walking in the distance. She appears to subtend a
vertical angle of 0.03 radians. You know that she is 1.5 meters tall. How far
away is she?
A) 50 m
B) 45 m
C) 300 m
D) 500 m
16. The ESA satellite which gives us our best parallax measurements is:
A) Huygens.
B) Cassini.
C) Giotto.
D) Hipparcos.
E) Copernicus.
17. If a star has a parallax of 0.03", then its distance must be:
A) 3 parsecs B) 30 parsecs C) 33 parsecs D) 300 parsecs

E) 333 parsecs

18. If the parallax of a distant star (within the Milky Way) is too small to be
measured, the distance to that star might still be determined using:
A) Kepler'
s Laws
B) Newton'
s Laws
C) Doppler shift
D) spectroscopic parallax

19. Star a has a parallax twice that of star b. What can you say about the relative
distances of the two stars ?
A. star a is twice as far away as star b
B. star b is twice as far away as star a
C. you cannot tell anything about their relative distances without knowing the
actual parallaxes
D. you cannot tell anything about their relative distances because parallax is
related to motion and not to distance
20. The parallax shifts of stars on the other side of the milky way from us are
a. the greatest of any stars in the galaxy
b. greater than a minute of arc, but less than a second of arc
c. greater than a second of arc, but less then a minute of arc
d. impossible to measure at present
21. The method of stellar parallax is the fundamental method for determining
distances to other stars, what basic fact makes these determinations possible ...
a. the Earth rotates once a day
b. the Earth revolves around the sun once a year
c. stars have proper motions
d. some stars pulsate
22. Parallax would be easier to measure if
A. the Earth'
s orbit were larger
B. the stars were farther away
C. the Earth moved faster along its orbit
D. all of these
23. The parallax method is useful for finding the distance to
A. all stars in our galaxy
B. only the nearest stars to the sun
C. some nearby galaxies
D. any visible object
24. Compared to the method discussed for finding the distance to the sun, the parallax
method differs in that
A. the actual brightness of the star must be known
B. a much longer baseline between points of observation is used
C. only certain types of stars can be used
D. planets must be detectable around the star
25. In order to measure the distance to the sun, one must be able to measure angles
and
A. distances to other planets
B. the distance to the moon
C. distances on the Earth
D. the size of the Earth'
s orbit
-- 0 --

Bab 2
Fotometri
Untuk mempelajari benda-benda langit, informasi yang diterima hanyalah
berupa seberkas cahaya. Cahaya termasuk gelombang elektromagnet.
Pancaran gelombang elektromagnet dapat dibagi dalam beberapa jenis,
bergantung pada panjang gelombangnya ( )
1. Pancaran gelombang radio, dengan antara beberapa milimeter sampai 20
meter
2. Pancaran gelombang inframerah, dengan sekitar 7.500 hingga sekitar 1
mm (1 = 1 Angstrom = 10-8 cm)
3. Pancaran gelombang optik atau pancaran kasatmata dengan sekitar 3.800
sampai 7.500 . Panjang gelombang optik terbagi atas beraneka warna :
o merah
: 6 300 7 500
o merah oranye
: 6 000 6 300
o oranye
: 5 900 6 000
o kuning
: 5 700 5 900
o kuning hijau
: 5 500 5 700
o hijau
: 5 100 5 500
o hijau biru
: 4 800 5 100
o biru
: 4 500 4 800
o biru ungu
: 4 200 4 500
o ungu
: 3 800 4 200
4. Pancaran gelombang ultraviolet, sinar X dan sinar yang mempunyai
kurang dari 3.500
teleskop optik
teleskop radio

balon, satelit

satelit

balon, satelit

ozon
molekul, atom, inti atom
molekul (H2O, CO2)

Dengan mengamati pancaran gelombang elektromagnet kita dapat


mempelajari beberapa hal yaitu,
1. Arah pancaran. Dari pengamatan kita dapat mengamati letak dan gerak
benda yang memancarkannya.
2. Kuantitas pancaran. Kita bisa mengukur kuat atau kecerahan pancaran

3. Kualitas pancaran. Dalam hal ini kita bisa mempelajari warna, spektrum
maupun polarisasinya
Hukum Pancaran / Radiation Law
Untuk memahami sifat pancaran suatu benda kita hipotesakan suatu pemancar
sempurna yang disebut benda hitam (black body)
1. Pada keadaan kesetimbangan termal, temperatur benda hanya ditentukan oleh
jumlah energi yang diserapnya perdetik
2. Suatu benda hitam tidak memancarkan seluruh gelombang elektromagnet secara
merata. Benda hitam bisa memancarkan cahaya biru lebih banyak dibandingkan
dengan cahaya merah, atau sebaliknya.
Panjang gelombang maksimum ( maks)
dengan menggunakan Hukum Wien yaitu

pancaran benda hitam dapat ditentukan

)
!'

maks

dinyatakan dalam cm dan T dalam derajat Kelvin

Hukum Wien ini menyatakan bahwa makin tinggi temperatur suatu benda hitam,
makin pendek panjang gelombangnya
Hal ini dapat digunakan untuk menerangkan gejala bahwa bintang yang
temperaturnya tinggi akan tampak berwarna biru, sedangkan yang temperatur-nya
rendah tampak berwarna merah
Contoh : Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa puncak spektrum bintang A dan
bintang B masing-masing berada pada panjang gelombang 0,35 m dan 0,56 m.
Tentukanlah bintang mana yang lebih panas, dan seberapa besar perbedaan
temperaturnya !
( Bintang A lebih panas, TA/TB = 1,6 )
Flux : jumlah energi yang dipancarkan oleh setiap cm2 permukaan benda hitam per
detik ke semua arah, yaitu
Apabila suatu benda berbentuk bola beradius R dan bertemperatur T memancarkan
radiasi dengan sifat-sifat benda hitam, maka energi yang dipancarkan seluruh benda
itu ke semua arah perdetik disebut Luminositas.

& &

'%

$#

! "

Fluks energi yang diterima oleh pengamat yang berjarak d dari suatu bintang yang
berluminositas L adalah :
&
(
$
Energi bintang yang diterima/melewati permukaan pada jarak d per cm2 per detik (E).
Persamaan ini disebut juga hukum kuadrat kebalikan (invers square law) untuk
kecerlangan (brightness). Karena persamaan ini menyatakan bahwa kecerlangan
berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya maka : makin jauh sebuah bintang,
makin redup cahayanya.

Contoh :
1. Berapakah kecerlangan sebuah bintang dibandingkan dengan kecerlangan semula
apabila jaraknya dijauhkan 3 kali dari jarak semula ? ( 1/9 kali semula )
2. Bumi menerima energi dari matahari sebesar 1380 Watt/m2. Berapakah energi dari
matahari yang diterima oleh planet Saturnus, jika jarak Matahari-Saturnus adalah
9,5 AU ?. ( 15,29 W/m2 )
Besaran mendasar dalam astrofisika
Besaran-besaran fisik dan geometri bintang seperti luminositas, radius dan juga
massa, biasanya dinyatakan dalam besaran matahari.
Massa : M = 1,98 x 1033 gr
Radius : R = 6,96 x 1010 cm
Luminositas : L = 3,96 x 1033 erg s-1
Temperatur Efektif :Tef = 5.800 K
Magnitudo visual absolut : Mv = 4,82
Contoh :
1. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa permukaan seluas 1 cm2 di luar atmosfer
bumi menerima energi yang berasal dari matahari sebesar 1,37 x 106 erg/cm2/s.
Apabila diketahui jarak Bumi-Matahari adalah 150 juta kilometer, tentukanlah
luminositas matahari.
(3,87 x 1033 erg/s)
2. Luminositas sebuah bintang 100 kali lebih terang daripada matahari, tetapi
temperaturnya hanya setengahnya dari temperatur matahari. Berapakah radius
bintang tersebut dinyatakan dalam radius matahari ?
( 40 )
Sistem Magnitudo
Terang suatu bintang dalam astronomi dinyatakan dalam satuan magnitudo.
Hipparchus (abad ke-2 SM) membagi terang bintang dalam 6 kelompok berdasarkan
penampakannya dengan mata telanjang. Bintang paling terang tergolong magnitudo
ke-1. Bintang yang lebih lemah tergolong magnitudo ke-2, dst hingga bintang paling
lemah yg masih bisa dilihat dengan mata termasuk magnitudo ke-6.
--> Makin terang sebuah bintang, makin kecil magnitudonya

&

'

Contoh :
Dalam tabel bawah ini terdapat data magnitudo dari lima buah bintang.
Tentukanlah bintang nomor berapa saja yang bisa diamati dengan mata telanjang di
malam yang gelap? (2,4,5) Tentukan juga bintang mana yang paling terang dan
bintang mana yang paling lemah, jelaskanlah ! (4; 3)
Nomor
Magnitudo
1.
6,5
2.
5,2
3.
7,3
4.
-2,5
5.
2,7

John Herschel mendapatkan bahwa kepekaan mata dalam menilai terang bintang
bersifat logaritmik. Bintang yang magnitudonya satu ternyata 100 kali lebih terang
daripada bintang yang magnitudonya enam. Berdasarkan kenyataan ini, Pogson pada
tahun 1856 mendefinisikan skala satuan magnitudo secara lebih tegas.
Tinjau dua bintang :
m1 = magnitudo bintang ke-1
m2 = magnitudo bintang ke-2
E1 = fluks pancaran bintang ke-1
E2 = fluks pancaran bintang ke-2
Skala Pogson didefinisikan sebagai :
-

) 5 #4+

& .

atau :

-, #

) #4+-#

5.

-5

#/

Dengan skala Pogson ini dapat ditunjukkan bahwa bintang bermagnitudo 1 adalah
100 kali lebih terang daripada bintang bermagnitudo 6.
Jika m1 = 1 dan m2 = 6, maka
E1/E2 = 2,512-( 1 6 )= 2,5125 = 100
Secara umum rumus Pogson dapat dituliskan :
m = -2,5 log E + tetapan
merupakan besaran lain untuk menyatakan fluks pancaran bintang yang diterima
di bumi per cm2, per detik
Harga tetapan ditentukan dengan mendefinisikan suatu titik nol. Pada awalnya
sebagai standar magnitudo digunakan bintang Polaris yang tampak di semua
Observatorium yang berada di belahan langit utara. Bintang Polaris ini diberi
magnitudo 2 dan magnitudo bintang lainnya dinyatakan relatif terhadap magnitudo
bintang polaris. Pada tahun 1911, Pickering mendapatkan bahwa bintang Polaris,
cahayanya berubah-ubah (bintang variabel) dan Pickering mengusulkan sebagai
standar magnitudo digunakan kelompok bintang yang ada di sekitar kutub utara
(North Polar Sequence).
Cara terbaik untuk mengukur magnitudo adalah dengan menggunakan
bintang standar yang berada di sekitar bintang yang di amati karena perbedaan
keadaan atmosfer Bumi tidak terlalu berpengaruh dalam pengukuran.
Pada saat ini telah banyak bintang standar yang bisa digunakan untuk
menentukan magnitudo sebuah bintang, baik yang berada di langit belahan utara,
maupun di belahan selatan.
Magnitudo yang kita bahas merupakan ukuran terang bintang yang kita lihat
atau terang semu (ada faktor jarak dan penyerapan yang harus diperhitungkan).
Magnitudo yang menyatakan ukuran fluks energi bintang yang kita terima/ukuran
terang bintang yang kita lihat/jumlah foton yang kita terima disebut magnitudo semu
( apparent magnitude )

Faktor jarak :
) 5#4+

&

(
!

- "

0 1 '

,'

2 1

9
3 8 '#

Untuk menyatakan luminositas atau kuat sebenarnya sebuah bintang, kita


definisikan besaran magnitudo mutlak (intrinsic/absolute magnitude), yaitu
magnitudo bintang yang diandaikan diamati dari jarak 10 pc.
Skala Pogson untuk magnitudo mutlak ini adalah :
) 5#4+

- "

&

6 7

:)

Kemudian :
m = -2,5 log E + tetapan
M = -2,5 log E + tetapan
____________________________
+
m M = -2,5 log E/E

:)

9
3 8 -$#
9
3 8 '#

9
3 8 -$#

Sederhanakan , dan akan diperoleh persamaan berikut :

) 5+ 7 +

& '

Dengan : m = magnitudo semu


M = magnitudo mutlak
m M = modulus jarak
d = jarak bintang ke pengamat ( dalam pc )
Contoh :
Magnitudo mutlak sebuah bintang adalah M = 5 dan magnitudo semunya
adalah m = 10. Jika absorpsi oleh materi antar bintang diabaikan, berapakah jarak
bintang tersebut ?
Jawab :
m = 10 dan M = 5, dari rumus Pogson
m M = -5 + 5 log d
diperoleh, 10 5 = -5 + 5 log d
5 log d = 10
log d = 2 --> d = 100 pc
Dari rumus Pogson dapat kita tentukan perbedaan magnitudo mutlak dua
bintang yang luminositasnya masing-masing L1 dan L2, yaitu,
&
/ . / . ) ,- + *
&

Sebelum perkembangan fotografi, magnitudo bintang ditentukan dengan


mata. Kepekaan mata untuk daerah panjang gelombang yang berbeda tidak sama.
Mata terutama peka untuk cahaya kuning hijau di daerah = 5 500 , karena itu
magnitudo yang diukur pada daerah ini disebut magnitudo visual atau mvis.
Dengan berkembangnya fotografi, magnitudo bintang selanjutnya ditentukan
secara fotografi. Pada awal fotografi, emulsi fotografi mempunyai kepekaan di daerah
biru-ungu pada panjang gelombang sekitar 4.500 . Magnitudo yang diukur pada
daerah ini disebut magnitudo fotografi atau mfot.
Perbandingan hasil pengukuran magnitudo visual dangan magnitudo fotografi
untuk bintang Rigel dan Betelgeuse
Rigel ( berwarna biru )
Temperatur permukaannya tinggi
Akan memancarkan lebih banyak cahaya biru daripada cahaya kuning.
Diamati secara fotografi akan tampak lebih terang daripada diamati secara
visual (mvis besar dan mfot kecil).
Betelgeuse ( berwarna merah )
Temperatur permukaannya rendah
Akan memancarkan lebih banyak cahaya kuning daripada cahaya biru
Diamati secara visual akan tampak lebih terang daripada diamati secara
fotografi (mvis kecil dan mfot besar).
Jadi, untuk suatu bintang, mvis berbeda dari mfot. Selisih kedua magnitudo tersebut,
yaitu magnitudo fotografi dikurang magnitudo visual disebut indeks warna (Color
Index CI).
Makin panas atau makin biru suatu bintang, semakin kecil indeks warnanya.
Dengan berkembangnya fotografi, selanjutnya dapat dibuat pelat foto yang
peka terhadap daerah panjang gelombang lainnya, seperti kuning, merah bahkan
inframerah.
Pada tahun 1951, H.L. Johnson dan W.W. Morgan mengajukan sistem
magnitudo yang disebut sistem UBV, yaitu :
U = magnitudo semu dalam daerah ultraungu ( ef = 3500 )
B = magnitudo semu dalam daerah biru ( ef = 4350 )
V = magnitudo semu dalam daerah visual ( ef = 5550 )
Dalam sistem UBV ini, indeks warna adalah U-B dan B-V
Untuk bintang panas B-V kecil.
Dewasa ini pengamatan fotometri tidak lagi menggunakan pelat film, tetapi
dilakukan dengan kamera CCD, sehingga untuk menentukan bermacam-macam
sistem magnitudo tergantung pada filter yang digunakan.
Contoh :
Tiga bintang diamati magnitudo dalam panjang gelombang visual (V) dan
biru (B) seperti yang diperlihatkan dalam tabel di bawah.
No.

8,52

8,82

7,45

7,25

7,45

6,35

a. Tentukan bintang nomor berapakah yang paling terang ? Jelaskanlah


alasannya
b. Bintang yang anda pilih sebagai bintang yang paling terang itu dalam
kenyataannya apakah benar-benar merupakan bintang yang paling terang ?
Jelaskanlah jawaban anda.
c. Tentukanlah bintang mana yang paling panas dan mana yang paling dingin.
Jelaskanlah alasannya.
Jawab :
a. Bintang paling terang adalah bintang yang magnitudo visualnya paling kecil.
Dari tabel tampak bahwa bintang yang magnitudo visualnya paling kecil
adalah bintang no. 3, jadi bintang yang paling terang adalah bintang no. 3
b. Belum tentu karena terang suatu bintang bergantung pada jaraknya ke
pengamat seperti terlihat pada rumus yang sudah dijelaskan sebelumnya. Oleh
karena itu bintang yang sangat terang bisa tampak sangat lemah cahayanya
karena jaraknya yang jauh.
c. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini kita tentukan dahulu indeks warna
ketiga bintang tersebut, karena makin panas atau makin biru sebuah bintang
maka semakin kecil indeks warnanya.
Nomor bintang
B
V
B-V
1.
8,52
8,82
-0,30
2.
7,45
7,25
0,20
3.
7,45
6,35
1,10
Dari tabel di atas tampak bahwa bintang yang mempunyai indeks warna
terkecil adalah bintang no. 1. Jadi bintang terpanas adalah bintang no. 1.
Magnitudo bolometrik
Sistem magnitudo yang sudah kita bahas di atas hanya diukur pada panjang
gelombang tertentu saja (mvis,mfot,mB,mU). Walaupun berbagai magnitudo tersebut
dapat menggambarkan sebaran energi pada spektrum bintang sehingga dapat
memberikan petunjuk mengenai temperaturnya, namun belum dapat memberikan
informasi mengenai sebaran energi pada seluruh panjang gelombang yang
dipancarkan oleh suatu bintang. Oleh sebab itu, didefinisikanlah sistem magnitudo
bolometrik (mbol) yang menyatakan magnitudo bintang yang diukur dalam seluruh
panjang gelombang.
Rumus Pogson untuk magnitudo bolometrik :
mbol = - 2,5 log Ebol + Cbol
Cbol adalah tetapan, sedangkan magnitudo mutlak bolometriknya :
Mbol = -2,5 log Ebol + Cbol
L
E'bol =
4 10 2
Magnitudo mutlak bolometrik bintang sangat penting karena dapat digunakan untuk
mengetahui luminositas dari sebuah bintang (energi total yang dipancarkan
permukaan bintang per detik) dengan membandingkannya dengan magnitudo mutlak
bolometrik Matahari.
L
Mbol = -2,5 log
+ Cbol
4 10 2
L sun
Mbol = -2,5 log
+ Cbol 4 102
Mbol - Mbol = - 2,5 log (

L
)
L sun

Dengan Mbol = magnitudo mutlak bolometrik bintang


Mbol = magnitudo mutlak bolometrik Matahari ( 4,74 )
Modulus jarak untuk magnitudo bolometrik

) 5+ 7 +

& '

Apabila Mbol suatu bintang dapat ditentukan, maka luminositasnya juga dapat
ditentukan (dapat dinyatakan dalan luminositas Matahari). Luminositas bintang
merupakan parameter yang sangat penting dalam teori evolusi bintang. Sayangnya,
magnitudo mutlak bolometrik sangat sukar ditentukan, karena beberapa panjang
gelombang tidak dapat menembus atmosfer bumi. Untuk bintang yang panas,
sebagian energinya dipancarkan pada daerah ultraviolet. Untuk bintang yang dingin,
sebagian energinya dipancarkan pada daerah inframerah. Oleh karena itu,
pengamatan magnitudo bolometrik harus dilakukan di atas atmosfer.
Untuk memudahkan, magnitudo bolometrik ditentukan secara teori berdasarkan
pengamatan di bumi. Atau, dapat ditentukan secara tidak langsung, yaitu dengan
memberikan koreksi pada magnitudo visualnya dengan cara sebagai berikut:
mv = -2,5 log Ev + CV
mbol = -2,5 log Ebol + Cbol (3
)+C
mV mbol = -2,5 log (
(,
C = CV Cbol . Ruas kiri dari persamaan di samping disebut koreksi bolometrik.
( bolometric correction disingkat BC ). Jadi,
mv mbol = BC
Mv Mbol = BC
BC tergantung pada temperatur atau warna bintang.
Untuk bintang yang sangat panas, sebagian besar energinya dipancarkan pada daerah
ultraviolet sedangkan untuk bintang yang sangat dingin, sebagian besar energinya
dipancarkan pada daerah inframerah (hanya sebagian kecil saja pada daerah visual).
Untuk bintang-bintang seperti ini, hanga BC-nya besar. Untuk bintang-bintang yang
bertemperatur sedang, sebagian besar energinya dipancarkan pada daerah visual,
sehingga harga BC-nya kecil.
Karena harga BC bergantung pada warna bintang, maka kita dapat mencari hubungan
antara BC dan indeks warna (B-V). Untuk bintang yang dapat ditentukan magnitudo
bolometriknya. Didefinisikan bahwa harga terkecil BC adalah nol ( BC 0 ). Untuk
BC = 0 untuk (B-V) = 0,3.

2 45

+4.6*

Untuk Matahari, magnitudo bolometriknya (mbol ) = -26,83, magnitudo mutlak


bolometriknya adalah Mbol = 4,74 dan koreksi bolometriknya BC = 0,08. Berikut
disajikan tabel temperatur efektif dan koreksi bolometrik untuk bintang-bintang deret
utama dan bintang maharaksasa.
B-V
- 0,25
- 0,23
- 0,20
- 0,15
- 0,10
- 0,01
0,00
0,10
0,20
0,30
0,40
0,50
0,60
0,70
0,80
0,90
1,00
1,20

Bintang deret utama


Tef
BC
24500
2,30
21000
2,15
17700
1,80
14000
1,20
11800
0,61
10500
0,33
9480
0,15
8530
0,04
7910
0
7450
0
6800
0
6310
0,03
5910
0,07
5540
0,12
5330
0,19
5090
0,28
4840
0,40
4350
0,75

Bintang maharaksasa
Tef
BC
26000
2,20
23500
2,05
19100
1,72
14500
1,12
12700
0,53
11000
0,14
9800
- 0,01
8500
- 0,09
7440
- 0,10
6800
- 0,10
6370
- 0,09
6020
- 0,07
5800
- 0,003
546
0,003
5200
0,10
4980
0,19
4770
0,30
4400
0,59

Contoh :
Magnitudo mutlak bintang Vega adalah Mv = 0,58 dan koreksi bolometriknya adalah
0,15. Tentukanlah Mbol dan luminositasnya.
Jawab :
BC = Mv Mbol
Mbol = Mv BC = 0,58 0,15 = 0,43
L
Mbol - Mbol = - 2,5 log (
)
L sun
0,43 4,74 = - 2,5 log ( LVega/Lsun )
LVega/Lsun = 52,97 Jadi, luminositas Vega adalah 52,97 luminositas Matahari.
Absorpsi oleh Atmosfer Bumi
Sebelum sampai ke permukaan bumi, sebagian cahaya dari objek langit
diabsorpsi oleh atmosfer sehingga perhitungan magnitudo bintang yang dilakukan
dari permukaan Bumi harus dikoreksi terhadap penyerapan atmosfer Bumi.
Jika m menyatakan magnitudo yang diamati di Bumi dan m0 menyatakan
magnitudo yang diamati dari atas atmosfer, maka hubungan antara m dan m0 :
m - m0 = 1,086 sec
: tebal optis atmosfer
: jarak zenith ( bintang zenith )
Untuk menghitung magnitudo suatu bintang (bintang program), kita
memerlukan bintang standar yang ada di dekatnya sebagai pembanding. Bintang
standar dan bintang program memiliki harga 0 yang sama. Nilai 0 dapat diperoleh
dengan membandingkan magnitudo bintang standar di dua posisi yang berbeda jarak
zenithnya ( )
m 1 - m 2 = 1,086 0 sec ( 1 2 )

Melalui persamaan di atas maka nilai 0 dapat diperoleh.


Nilai m 1, m 2, 1, dan 2 dapat diperoleh dari hasil pengamatan.
Contoh :
Untuk mengamati magnitudo sebuah bintang program digunakan sebuah bintang
standar sebagai pembanding. Dari pengamatan terhadap bintang standar ini diperoleh
hasil sebagai berikut : pada waktu diamati pada jarak zenith 350, magnitudo semunya
adalah 9,2, sedangkan pada waktu diamati pada jarak zenith 150, magnitudo semunya
adalah 9,0. Apabila pada jarak zenith 250 magnitudo bintang program adalah 8,9.
Tentukan magnitudo bintang program ini sebelum mengalami penyerapan oleh
atmosfer Bumi.
Jawab : Untuk bintang standar :
m 1 - m 2 = 1,086 0 sec ( 1 2 )
9,2 - 9,0 = 1,086
berlaku juga bagi bintang program.
0 = 0,99
Untuk bintang program : m mo = 1,086 0 sec .
8,9 mo = 1,086 (0,99)(sec 250) mo = 7,71.

sec ( 350 150 )

Absorpsi dan pemerahan cahaya bintang oleh materi antar bintang (MAB)
Rumus umum penyerapan/absorpsi : Av = R EBV
Semakin besar nilai R, semakin besar penyerapan oleh MAB.
Absorpsi cahaya bintang oleh MAB disebut juga efek pemerahan (reddening)
karena akibat absorpsi, cahaya bintang menjadi semakin merah.
Untuk MAB yang normal, maka besarnya penyerapan atau absorspi :
Av = 3,2 EBV
Av : penyerapan atau absorpsi oleh MAB = V - Vo
EBV : E( B - V ) = ( B V ) ( B V )o
Bo dan Vo disebut magnitudo B dan V intrinsik
Rumus Modulus Jaraknya : V MV = -5 + 5 log d + Av
Contoh :
Dan hasil pengamatan pada sebuah bintang diperoleh magnitudo visualnya V = 10,0,
dan magnitudo biru B = 10,5. Warna intrinsik untuk bintang ini adalah (B - V)o = 0
dan magnitudo mutlaknya Mv = 0,8. Apabila materi antar bintang di depan bintang ini
normal tentukanlah:
a. Magnitudo intrinsiknya untuk V dan B
b. Jarak sebenanya bintang tersebut
Jawab :
a. EBV = ( B V ) ( B V )o = ( 10,5 10,0 ) 0 = 0,5
AV = 3,2 EBV = 3,2 (0,5) = 1,6
V Vo = AV Vo = V AV = 10,0 1,6 = 8,4
( B V )o = Bo Vo = 0 Bo = Vo = 8,4
b. V MV = -5 + 5 log d + Av
masukkan harga V, MV dan AV diperoleh :
10,0 = 0,8 5 + 5 log d + 1,6
d = 102,52 = 331,13 pc
Review :
1. Sebutkan ciri-ciri dari benda hitam ( black body ) !
2. Apakah perbedaan antara fluks dan luminositas ?
3. Untuk apakah menyatakan besaran - besaran astronomi dalam unit Matahari ?
4. Apakah yang dimaksud dengan magnitudo ?
5. Apakah perbedaan antara magnitudo mutlak dengan magnitudo semu ?

6. Apakah yang dimaksud dengan magnitudo fotografi, magnitudo visual dan


magnitudo bolometrik ?
7. Apakah yang dimaksud dengan indeks warna ?
8. Jelaskan secara singkat bagaimana kita mengukur magnitudo sebuah bintang ! Apa
yang dimaksud dengan bintang standar ?
9. Mengapa absorpsi cahaya bintang oleh Materi Antar Bintang (MAB)
mengakibatkan reddening ( pemerahan ) cahaya bintang ?
10. Apa yang dimaksud jarak zenith ? Apa efek adanya atmosfer bumi terhadap
penampakkan bintang di langit ?

Evaluasi Bab 2
I. Esai
1. Apa yang bisa disimpulkan tentang temperatur dan panjang gelombang dari
ketiga kurva di bawah ini ?

2. Ada bintang dengan temperatur 3000 K tetapi L = 80 kali Luminositas matahari.


Temperatur matahari = 6000 K. Hitung radius bintang (dalam rmatahari ) !
3. Berapa kali lebih terang / lemah jika sebuah bintang dipindahkan jaraknya
menjadi :
a.) 2 kali jarak semula b.) 10 kali jarak semula c.) kali jarak semula
4. a. Hitunglah fluks yang kita terima dari sebuah bintang yang luminositasnya 1025
Watt dan bintang itu terletak 5 lyr dari bumi !
b. Star A is radiating two times as much energy as Star B, but it is two times the
distance from us. Which star will appear brighter, and by how much?
5. Sebuah bintang magnitudonya m1 = 4,57. Bintang lain magnitudonya m2 = 8,49.
Berapakah beda terangnya ?
6. Sebuah nova sebelum meledak magnitudonya 16,72. Sesudah meledak magnitudonya 8,12. Berapakah perbedaan terang nova tersebut sebelum dan sesudah
meledak?
7. Terang bintang 1 = 100 satuan , terang bintang 2 = 10.000 satuan
Magnitudo bintang 1 = 3. Berapakah magnitudo bintang 2 ?
8. Sebuah bintang ganda komponen magnitudonya m1 = 11,75 dan m2 = 12,11.
Berapakah magnitudo totalnya ?
9. Sebuah bintang ganda mtotal = 9,45. Magnitudo bintang yang satu = 10,23.
Hitunglah magnitudo bintang yang satu lagi (bintang pasangannya) !
10. Berapa magnitudo mutlak bintang bintang dengan magnitudo semu m dan jarak
r , sebagai berikut :
a.) m = 7 r = 10 pc
b.) m = 20 r = 100 pc
11. Berapa jarak bintang-bintang dengan magnitudo m dan magnitudo mutlak M di
bawah ini :
a. m = 10 M = 5
b.) m = 20 M = 10
12. Magnitudo semu sebuah bintang adalah 3. Jika sudut paralaksnya adalah 0,015.
Hitunglah magnitudo mutlaknya! Hitunglah perbandingan luminositasnya
terhadap Matahari dimana magnitudo mutlak Matahari 4,82 !

13. Magnitudo semu bintang A adalah -1,88 . Radius bintang B radius bintang A.
Temperatur efektif bintang B 2 kali bintang A. Jarak bintang B 1/3 kali jarak
bintang A dari pengamat. Tentukan magnitudo semu bintang B !
14. Bintang X memiliki sudut paralaks 0,2 dan diameter sudut 2,67 x 10-3 detik
busur. Bintang tersebut memancarkan radiasi dengan panjang gelombang
maksimum 3864 . Hitunglah magnitudo mutlak bintang X jika diketahui
magnitudo mutlak Matahari 4,82 dan luminositasnya 3,9 x 1026 Watt !
15. There are about 250 millions of the stars in the elliptical galaxy M32. The visual
magnitude of this galaxy is 9. If the luminosities of all are equal, what is the
visual magnitude of one star in this galaxy? Also mention, what is M32? In what
constellation, this object will appear ?
16. Stars A and B have the same relative magnitude. If star A has a luminosity equal
to four times that of star B, and is 10 lyr away, how far away is star B?
17. Dua bintang memiliki magnitudo +4,1 mag dan +5,6 mag. Bintang yang lebih
terang memberikan 5 x 10-4 Watt yang dikumpulkan oleh sebuah teleskop. Berapa
banyak energi yang dikumpulkan oleh sebuah teleskop dari bintang yang lebih
redup?
18. Dua buah benda buatan manusia ditempatkan di angkasa luar. Yang satu, sebuah
satelit yang mengorbit matahari dalam lintasan elips dengan eksentrisitas 0,5 dan
jarak perihelium 80 juta km. Satelit itu dilindungi dari cahaya matahari oleh
sebuah cermin besar yang memantulkan 100% cahaya yang diterimanya. Selama
mengorbit, cermin tersebut selalu menghadap matahari. Benda yang lain, sebuah
pengukur kuat cahaya (fotometer) tahan panas, ditempatkan di fotosfir matahari.
a. Hitung jarak aphelium orbit satelit tersebut
b. Berapa magnitudo perbedaan terang maksimum dan minimum satelit tersebut
pengukuran fotometer ?
19. Sebuah bintang yang bersuhu 6.300 K akan diamati oleh kedua pengamat. A
mengamati dengan mata saja sedangkan B ingin mengamati dengan memotretnya
terlebih dahulu baru diteliti. Manakah pengamat yang akan mengamati bintang
tersebut lebih terang ! Mengapa ?
20. You observe two main-sequence stars, Star A and star B, through a telescope.
Both stars have the same apparent brightness. Star A appears to have a blue color
while Star B appears more reddish. If all main-sequence stars approxiomately the
same size, which star is more distant? Explain your reasoning.
21. Below is the spectrum of a blackbody with a surface temperature of 5.000 K.

a. On the picture above, sketch the spectrum of a 10.000 K blackbody. Your


sketch doesnt have to be precisely to scale, but it should account for these
features relative to the 5.000 K blackbody spectrum.
i) The overall shape of the spectrum
ii) The relative intensity of the two objects at each frequency
iii)The frequency of the peak intensity
b. If the two objects are the same size, what is the luminosity of the 10.000 K
blackbody, compared to the luminosity of the 5.000 K object?
c. Explain the difference between luminosity and brightness
22. We observe two stars. Star A is dimmed because its behind a dust cloud, whereas
we have a clear field of view to star B. Star A is observed to have 8 times the flux
that star B does.
a. We observe a parallax of 0,1 for star A and 0,05 for star B. What is the ratio
of dA/dB of the distances to the two stars?
b. Suppose that we are able to determine that both stars have the same exact
diameter, but that Star A has a surface temperature twice that of Star B. What
is the ratio LA/LB of the two stars luminosity?
c. By what factor is the dust blocking Star A dimming its brightness? (i.e. what is
the ratio of the brightness we would observe for Star A were the dust not there
to the brightness we actually observe?)
23. We find a Star A, which is a nearby Class G star, and we use stellar parallax to
find its distance to be 10 parsecs. Now we observe star B, another Class G star
with half the apparent brightness of Star A, but its distance is too far for stellar
parallax to detemine. Assume that all Class G stars have the same luminosity,
calculate the distance to star B.
24. Night-vision goggles use infrared-sensitive detectors to observe people and
animals at night. Why is an infrared detector more effective than a visible light
detector for this application?
25. Tiga bintang diamati magnitudo dalam panjang gelombang visual (V) dan biru
(B) seperti yang diperlihatkan dalam tabel di bawah.
No.
1
2
3

B
8,52
7,45
7,45

V
8,82
7,25
6,35

a. Tentukan bintang nomor berapakah yang paling terang ? Jelaskanlah alasannya


b. Bintang yang anda pilih sebagai bintang yang paling terang itu dalam
kenyataannya apakah benar-benar merupakan bintang yang paling terang ?
Jelaskanlah jawaban anda.
c. Tentukanlah bintang mana yang paling panas dan mana yang paling dingin.
Jelaskanlah alasannya.
26. Dalam Stars Wars, suatu peradaban berhasil membelah bintang menjadi dua
bagian tanpa mengubah kerapatan dan temperaturnya. Apa yang terjadi dengan
kecerlangan semu bintang sekarang? Berapa kali lebih terang/redup dibandingkan
keadaan mula mula?

27. Dua bintang memiliki magnitudo mutlak sama. Bintang A seratus kali lebih jauh
daripada bintang B. Berapa perbedaan magnitudo semunya? Bintang mana yang
nampak lebih terang?
28. Perhatikan sebuah konstelasi bintang di bawah ini !
m
m
m

Pst

Pst

= - 0, 8

=7

= -1,2

Pst

Pst

Pst

= 6,3

Pst

Pst

Pst

=3

= 1,8

= 1,25

= 8,52

a. Bintang manakah yang tampak paling terang ?


b. Bintang mana saja yang dapat terlihat dengan mata telanjang ?
c. Bintang mana yang 1000 kali lebih redup dari bintang Pst ?
d. Jika diketahui magnitudo mutlak bintang
Pst adalah 4,78 , berapakah
jaraknya ke pengamat ?
e. Jika sudut paralaks bintang Pst 0, 125 . Hitunglah magnitudo mutlaknya !
29. a. Mengapa perlu ada banyak bintang standar sebagai acuan
pengukuran
magnitudo ?
b. Apa yang dimaksud dengan indeks warna ?
c. Jika bintang terlemah yang dapat diamati bermagnitudo 29. Hitunglah
perbandingan kecerlangannya terhadap Matahari yang bermagnitudo -26,7 !
30. Two stars have the same absolute magnitude. One is thousand times farther away
than the other. What is the difference in apparent magnitudes? Which magnitude
larger?
31. Dalam astronomi kecerlangan suatu benda langit dinyatakan dengan besaran
magnitudo ( m ).
Rumus Magnitudo adalah :
C
m = - 2,5 log
C0
C adalah banyaknya foton (energi cahaya ) yang diterima oleh detector dari benda
langit yang diamati tiap detik. C0 adalah suatu tetapan yang satuannya sama
dengan C. Harga C0 ini tetap untuk suatu detector tertentu. Sebuah bintang yang
terletak pada jarak 100 tahun cahaya dari bumi magnitudonya 7. Berapakah
magnitudo bintang tersebut jika jaraknya 1 tahun cahaya dari bumi ?
32. Two stars have the same apparent magnitude and are of the same spectral type.
One is twice as far away as the other. What is the relative size of the two stars?
33. Panjang gelombang maksimum spektrum sebuah bintang adalah 2,898 x 103 .
Berapakah temperatur bintang tersebut? Dapatkah kamu menentukan termasuk
kelas spektrum apakah bintang tersebut?
34. Bintang A dan bintang B mempunyai kelas spektrum dan kelas luminositas yang
sama. Magnitudo visual bintang A adalah mA = 12 sedangkan bintang B adalah
mB = 17. Apabila absorpsi oleh materi antar bintang dan oleh atmosfer bumi
diabaikan, tentukanlah bintang mana yang jaraknya lebih jauh?

35. Dari hasil pengamatan fotometri pada sebuah bintang didapatkan U = 18,15,
B = 18,50 dan V = 18,14. Berdasarkan kelas spektrumnya diperoleh harga
(U - B)o = -0,45. Apabila radius bintangnya adalah 2,3 R , magnitudo mutlak
bolometriknya adalah - 0,25 dan koreksi bolometriknya adalah -0,15, tentukanlah:
a. Magnitudo instrinsik U, B, dan V
b. Temperatur efektif bintang
c. Jarak sebenarnya bintang tersebut
36. There are two stars in a binary star system. Star A has the peak of its radiation
occurring at 7.2x10-5 cm wavelength and star B has the peak of its radiation
occurring at 4.5x10-5 cm wavelength.
a. How do the star'
s temperatures compare?
b. Assume the stars are both the same diameter. How much more luminosity does
the hotter star have than the cooler star?
c. If the dimmer star has apparent visual magnitude of 4.0, what is the
approximate visual magnitude of the brighter star? (Both stars are at the same
distance.)
d. If the dimmer star has intrinsic visual magnitude of 2.0, what is the
approximate intrinsic visual magnitude of the brighter star? (Both stars are at
the same distance.)
37. Suppose the surface temperature of the Sun were three times hotter than it is now.
How much more energy flux would the Sun emit?
38. Dua buah bintang tampak di langit memiliki magnitudo mutlak yang sama.
Bintang yang pertama jaraknya 1000 kali bintang yang kedua. Hitunglah :
a. perbandingan magnitudo semunya
b. perbandingan fluks energinya
39. Planet Pluto berjarak 40 kali jarak Matahari dari Bumi . Hitunglah perbandingan
intensitas cahaya Matahari yang diterimanya dibandingkan yang diterima Bumi !
40. Bagaimana perbandingan antara konstanta Matahari untuk Jupiter dengan
konstanta Matahari untuk Pluto ( Jarak Jupiter Matahari 5,2 AU dan jarak
Pluto-Matahari 38,8 AU ) ?
41. Bintang mempunyai magnitudo semu visual 1,16 dan koreksi bolometrik 0,08.
Jika magnitudo mutlak bolometriknya 1,87 dan diameter sudutnya 21 x 10-9 detik
busur. Tentukan :
a. Jarak Bintang
b. Luminositas bintang ( dalam satuan Matahari)
42. Diketahui magnitudo semu matahari -26,8 dan magnitudo semu bulan purnama
adalah -12,6. Tentukan tingkat kecerlangan Matahari terhadap bulan purnama!
43. Sebuah bintang ganda kecerlangan komponen pertamanya +3 dan komponen
keduanya +5.
a. Berapakah magnitudo gabungannya ?
b. Berapa kali lebih terang koomponen pertama dibandingkan dengan komponen
keduanya ?
44. Young scientists from the Komi-Republic territory (in the Russian Federation)
registered a few days ago a new object looking like an eclipsing binary star. But

the period of this star was not stable: the stellar magnitude of the object is usually
equal to 24.32m. Once every 7-11 seconds it is rising to 24.52m for 0.2-0.3
seconds. After investigations it was clear that the shining object is eyes of a group
of absolutely black cats sitting on a small absolutely black body in our Solar
System and looking towards the Sun! And one of the cats is blinking! Calculate
the number of cats in the group sitting on the small body and looking to the Sun.
Draw a picture explaining your solution. Consider that all the cats are equal in
size.
45. Perbedaan terang antara Mars ketika Mars sedang beroposisi dibandingkan ketika
Mars sedang berkonjungsi lebih besar daripada perbedaan planet Jupiter saat
sedang beroposisi dan saat sedang berkonjungsi. Jelaskan mengapa? (Jarak
Matahari-Mars = 1,52 AU dan jarak Matahari-Jupiter = 5,2 AU )
46. Berapa kali lebih lemah atau lebih kuat echo radar dari Venus pada saat konjungsi
inferior dibandingkan dengan Venus saat sedang berkonjungsi superior bila
dilihat dari Bumi? Jarak Matahari-Venus = 0,7 AU.
47. Bintang Vireo yang 1000 kali lebih terang dari bintang Oreo, berada 25 kali lebih
jauh dari bintang Oreo. Bintang mana yang nampak lebih terang jika dilihat dari
Bumi ?
48. Bintang deret utama dengan indeks warna = 0 mempunyai magnitudo absolut +1.
Dalam color magnitudo diagram gugus bintang tertentu diketahui bahwa bintang
dengan indeks warna = 0 mempunyai magnitudo semu +6. Berapa jarak gugus
tersebut ( abaikan absorpsi ) ?
49. Andaikan debu pengabsorpsi yang ada di antara bintang dan kita melemahkan
cahaya bintang tersebut sedemikian besarnya sehingga 10% dari cahaya bintang
yang sampai ke pengamat dan pengamat tidak sadar adanya pelemahan tersebut.
Berapa besar kesalahan dalam modulus jarak bintang tersebut ?
50. Dua bintang yang identik mempunyai kecerlangan (fluks) yang berbeda. Bintang
A berjarak 10 parsek dari Bumi, bintang B berjarak 30 parsek. Bintang yang
manakah yang lebih terang, dan berapakah perbedaan kecerlangannya ?
51. Dua bintang yang identik mempunyai kecerlangan (fluks) yang berbeda. Bintang
A berjarak 5 pc dari Bumi dan tampak 81 kali lebih terang dari bintang B.
Berapakah jarak bintang B dari Bumi ?
52. Suppose a star named Oreo, just like the sun (same temparture and size) were
located 250.000 Astronomical Unit from us. How many fainter than the sun
would it appear ?
53. Two identical stars but star B is 10 X farther than star A. What is the difference in
magnitudes between the two stars ?
54. Exactly 47 years ago, on October 4, 1957, the first artificial satellite of the Earth,
Sputnik I, was launched. Soon after animals went to space. At first there were
Russian dogs, then american monkeys. And the French goverment planned to
send cats into space, and not simply one or two cats, but a whole crew of 5 cats!
You can see the squad of French cat astronauts ( five members of the main crew
and one doubler/reserved astronauts ) on the photo (not included here !). In one of
the experiments the cats were illuminated by a strong floodlight located on the

Eiffel tower and the data were analyzed. The experiments with the doubler
located 10 km from Eiffel tower, have shown, that each of its eyes when hit by
this floodlight sparkles as a star of 7m (while observed from Eiffel tower).
a. Calculate appoximately the visible stellar magnitude of the total constellation
of the eyes of the crew, if the satellite is flies above Paris at an altitude of 250
km.
b. Estimate roughly from what maximum distance the members of the main crew
could determine that the light of the eyes of the cat-doubler is not simpley a
single star but a binary star ?
( Consider all the crew members and doubler to be identical to each another. The
height of the Eiffel tower is 300 m )
55. Dari hasil pengamatan terhadap bintang Psa diperoleh mv = 1,16 dan diameter
sudutnya = 2,10 . 10-3 detik busur. Apabila magnitudo absolut bolometrik bintang
ini adalah 1,87 dan koreksi bolometriknya adalah 0,08. Tentukanlah :
a. Temperatur efektif
b. Jarak bintang ( andaikan bintang tidak mengalami absorpsi )
c. Radiusnya
d. Luminositasnya
56. Tiga bintang diamati magnitudo semunya dalam panjang gelombang biru (B) dan
visual (V) seperti yang diperlihatkan dalam tabel di bawah ini,
B
V
1
17,2 19,5
2
12,4 15,6
3
8,2
6,8
a. Dilihat dengan mata, bintang manakah yang paling lemah? Jelaskan
jawabanmu.
b. Dalam kenyataannya bintang yang paling lemah tersebut apakah benar-benar
bintang yang lemah cahayanya? Jelaskan jawabanmu.
c. Bintang manakah yang paling panas dan yang paling dingin? Jelaskan
jawabanmu.
57. Sebuah bintang ganda, magnitudo totalnya 10,18. Magnitudo salah satu
komponennya adalah 12,72. Berapakah magnitudo komponen yang lainnya ?
58. Energi matahari yang diterima di bumi adalah 1380 Watt/m2. Tentukanlah energi
matahari yang diterima oleh planet-planet lainnya, apabila jarak planet tersebut
diketahui seperti dalam tabel di bawah ini.

Nama Planet

Jaraknya dari Matahari


(dalam Km)

Merkurius

57 910 000

Venus

108 200 000

Bumi

149 600 000

Mars

227 940 000

Jupiter

778 330 000

Saturnus

1 429 400 000

Energi Matahari yang


diterima
(dalam Watt/m2)

1380

Uranus

2 870 990 000

Neptunus

4 504 300 000

Pluto

5 913 520 000

59. Today is the 46th anniversary of the start of the cosmic era. History changed
on October 4, 1957 , when the worlds first artificial satellite, Sputnik I, was
succesfully launched. It was about the size of basketball, a sphere of 580 mm in
diameter with a mass of 83,6 kg and a 2 mm thick surface of highly polished
aluminium alloy. The Russian word sputnik means companion (satellite in
the astronomical sense). Sputnik I had an elliptical orbit at perigee , just after
launch, it was 227 km from the Earths surface, and 945 km at apogee. It
reamined in orbit until January 4 , 1958. Estimate ( with necessary figures and
calculation), whether was it possible to observe the satellite with the naked eye.
60. The sun has a parallax of ps = 8".8, and a star with the same absolute brightness
p* = 0".022. Is it possible to observe the star at night sky visually?
61. One star peaks at 2000 A. Another peaks at 10000 A. Which one emits more
radiation at 2000 A? Which one emits more radiation at 10000 A? What is the
ratio of the total radiation emitted by the two stars? Consider the stars as black
bodies.
62. From luminosity and surface temperature, we can calculate the radius of Sirius. It
is 26 times as luminous as the Sun and has a surface temperature of 9200 K. The
sun has a surface temperature of 6000 K. What is Sirius radius in solar radii ?
63. You observe a small cluster containing the following stars: five A-type stars (each
with an absolute magnitude (M) of 0 ), ten G-type stars (each with M = 4.5) and
twenty K-type stars (each with M = 6). What is:
a) the cluster'
s absolute magnitude. For reference, you may assume that MSun =
4.8.
b) the cluster'
s apparent magnitude if it is 500 pc from Earth (ignore extinction).
64. Suppose you observe an interstellar, dark cloud (like a Bok globule), which is at a
distance of 500 pc and which has an angular diameter of 2'
. What would be the
apparent magnitude of a young proto-star in the center of the cloud, if the protostar'
s luminosity is 10,000 LSun, and the cloud'
s extinction coefficient (kV) is 100
mag/pc? You may assume that the cloud is perfectly spherical and that MSun = 4.8
mag.
65. Suppose you use a bunch of different filters to obtain a distant star'
s flux at
different frequencies. After making all your measurements you get the following
numbers (note that 3.00E+15 means 3x1015):

Frequency
3.00E+15
2.50E+15
2.08E+15
1.74E+15
1.45E+15
1.21 E+15
1.00E+15
8.37E+14
6.98E+14
5.81 E+14
4.85E+14
4.04E+14
3.36E+14
2.80E+14
2.34E+14
1.95E+14
1.62E+14
1.35E+14
1.13E+14
9.39E+13
7.83E+13
6.52E+13
5.43E+13
4.53E+13
3.77E+13
3.14E+13

Flux
1.40E+10
1.73E+11
1.21E+12
5.26E+12
1.54E+13
3.22E+13
5.14E+13
6.52E+13
6.86E+13
6.18E+13
4.91 E+13
3.53E+13
2.34E+13
1.46E+13
8.63E+12
4.91E+12
2.71E+12
1.45E+12
7.65E+1 1
3.97E+11
2.03E+11
1.03E+11
5.15E+10
2.57E+10
1.27E+10
6.28E+09

a) What is the temperature of the star?


b) What is the star'
s luminosity assuming it has a radius equal to that of the Sun
(RSun = 6,96 x 108m )?
66. Over the course of a single night you observe a single star a few different times.
At each time you measure the star'
s elevation and magnitude as the following :
Altitude
()
30
45
55
67
82

magnitude
12.58 0.05
12.44 0.05
12.35 0.05
12.32 0.05
12.30 0.05

Find both the atmospheric extinction coefficient as well as the true apparent
magnitude of the star (as it would be measured from space).
67. Diketahui konstanta energi Matahari adalah 1368 W/m2. Jika diketahui albedo
(yaitu fraksi jumlah energi yang dikembalikan ke ruang angkasa) Bumi adalah
0,3, maka :
a. Hitung berapa fluks energi total yang diterima oleh Bumi dari Matahari !
b. Dengan mempertimbangkan nilai albedonya, berapakah pemanasan yang
diakibatkan oleh fluks energi Matahari tersebut?
c. Sementara itu, Bumi memancarkan energi sesuai dengan hukum StefanBoltzmann. Dengan menganggap terjadi kesetimbangan energi, tentukan
berapa temperatur efektif bumi.
d. Coba bandingkan dengan kenyataan, apakah sesuai demikian? Bagaimana
menjelaskan fenomena tersebut ?(Asumsikan temperatur rata-rata Bumi 260C)

68. Andaikan pengamat di luar tata surya mengamati Matahari. Sesekali, Jupiter akan
melintasi Matahari (transit) sehingga Matahari akan nampak sedikit lebih redup.
Hitunglah berapakah perubahan magnitudo Matahari saat transit Jupiter itu terjadi
saat diamati pengamat yang berjarak 5.000 pc dari Matahari? Jika pengamat
tersebut mempunyai teknologi fotometer yang sama seperti di Bumi, mungkinkah
perubahan magnitudo tersebut teramati/terdeteksi?
69. Would an infrared detector operating at 100 microns on a satellite orbiting 300
km above Earth be able to see you from space?
70. Berapa radius bintang (dalam satuan radius Matahari) dengan karakteristik:
luminositasnya sama dengan 80 kali luminositas Matahari, temperatur 12000 K
(andaikan temperatur Matahari 6000 K)? Pada panjang gelombang berapa bintang
itu memancarkan radiasinya yang paling besar?
71. Lima bintang mempunyai data sebagai berikut :
Bintang
B
V
A
9.84
10.08
B
11.50
11.50
C
14.88
14.31
D
10.64
8.72
E
13.10
12.44

MV
1.1
+0.7
+4.4
5.0
+5.1

a. Bintang mana yang paling terang dilihat mata?


b. Bintang mana yang paling panas permukaannya?
c. Bintang mana yang paling dekat?
d. Bintang mana yang paling besar radiusnya?
Jelaskan alasan masing-masing jawaban! (Absorpsi diabaikan)
72. Seorang pengamat mengamati suatu objek di langit dan mengukur magnitudonya,
diperoleh m = 0. Dari pengamatan lain ia mengetahui bahwa jaraknya kira-kira 10
parsek. Dari pengamatan spektroskopi diperoleh spektrumnya sama dengan
Matahari. Ia menyimpulkan bahwa luminositas obyek itu terlalu terang untuk
bintang seperti Matahari. Ia menarik kesimpulan bahwa kemungkinan obyek itu
adalah sebuah gugus bintang yang rapat, dengan semua anggotanya kemungkinan
sekelas Matahari. Kalau kesimpulan pengamat itu benar, ada berapa bintang kirakira di dalam gugus itu?
73. Tabel di bawah ini yang memperlihatkan magnitudo absolut beberapa bintang.
Object
M
Matahari
+5
Bintang A (Bintang paling terang)
-10
Bintang B (Bintang paling lemah)
+15
a. Berapa kali lebih terangkah bintang A dibandingkan dengan bintang B?
b. Jika luminositas Matahari adalah 4 x 1026 watts, berapakah luminositas
bintang A dan bintang B?
74. Magnitudo semu sistem bintang ganda diketahui sebesar 5.42. Magnitudo semu
bintang pertama adalah 8.5. Hitunglah magnitudo semu bintang kedua ! Dengan
mengabaikan ekstingsi, hitunglah jarak bintang ganda tersebut bila diketahui
magnitudo mutlak sistem bintang ganda tersebut sebesar 3.5 !

75. On the graph below, the continuous spectrum of the Sun has been plotted. Sketch
the spectrum of a star that is somewhat hotter than the Sun, then answer the
following in the space below :

a) Explain why the hotter object has a higher intensity of light at all wavelengths
and why the peak wavelength of the hotter object is shorter than for the Sun
b) If both of these objects were viewed through a filter that only allowed red light
through, which would appear brighter?
76. When light from a distant star passes through a cloud of gas and dust, it is
scattered (mostly at shorter wavelengths). If we just try to use the observed color
of the star to determine the star'
s temperature, how will the true star temperature
compare to the observed star temperature? Explain your answer !
I) T(obseved) > T(true).
II) T(observed) < T(true).
III) T(observed) = T(true)...color doesn'
t matter when determining T
77. The formula relating apparent and absolute luminosity is:

Two stars in the the constellation Ursa Major, Alkaid and Dubhe, have the same
apparent luminosity, but we know from parallax measurements that Alkaid is
actually much further away than Dubhe. No explanations are required for this
problem. Assume there'
s no material (e.g. gas and dust) along our line of sight to
either star.
a) Which star has a higher absolute luminosity (Alkaid, Dubhe, both have same
absolute luminosity, can'
t determine)?
b) The star Megrez is also located in the constellation Ursa Major. Megrez has the
same absolute luminosity as Alkaid, but it has a much smaller apparent
luminosity. Which star is closer (Alkaid, Megrez, both have same distance,
can'
t determine)?
78. Matahari memancarkan energi dengan laju L = 3,9 x 1026 Watt.
a. Tentukan fluks energi yang diterima oleh Bumi (konstanta matahari) !
b. Pada jarak berapa dari sebuah lampu yang memiliki daya 100 Watt, energi
fluksnya sama dengan konstanta matahari ?
c. Hitunglah total daya yang diterima oleh Bumi !
79. Betelguese memiliki temperatur permukaan 3.400 K sedangkan Rigel 10.100 K,
berdasarkan hukum Wien, hitunglah panjang gelombang maksimum tiap bintang !
Asumsi apa yang Anda gunakan ?

80. Seorang manusia dengan luas permukaan tubuhnya = 1,4 m2 mempunyai suhu
kulit 306 K. Dengan menganggap manusia sebagai benda hitam sempurna,
tentukan daya yang dipancarkan oleh manusia tersebut, tentukan pula panjang
gelombang maksimumnya !
81. Sebuah galaksi aktif pada jarak 1 Gpc menghasilkan luminositas sinar X, Lx
sebesar 1041 erg/s.
a. Hitung fluks yang diterima oleh Bumi
b. Jika observatorium Chandra mendeteksi selama 106 detik. Berapa banyak
foton yang diterima ? Jika energi tiap foton adalah 5 keV dan area efektifnya
400 cm2 .
82. Jumlah foton minimum (berpanjang gelombang 555 nm) per detik yang
diperlukan untuk menimbulkan rangsangan visual pada mata normal adalah 100
buah. Jika dinyatakan dalam Watt, berapa besarnya? (c = 3 x 108 m/s,h = 6,63 x
10-34 Js)
83. Magnitudo semu sebuah bintang +3 dengan paralaks 0,03. Berapakah jarak
bintang dan magnitudo mutlaknya bila absorpsi diabaikan ?
84. Diketahui luminositas sebuah bintang 10 x luminositas Matahari ( L = 3,86 x
1033 erg/s ). Tentukan luas permukaan bintang tersebut bila panjang gelombang
yang bersesuaian dengan energi radiasi maksimumnya adalah 3 x 10-5 cm !
85. Radius bintang pertama 2 x kali radius bintang ke dua. Temperatur masingmasing bintang 6000 K dan 10000 K. Tentukan perbandingan daya radiasi
bintang pertama dan bintang ke dua !
86. A small particle of interplanetary material is heated by friction from a temperature
of 400 K to 4000 K as it falls into the atmosphere of the Earth and produces a
meteor or a shooting star in our sky. If this object behaves like a perfect
blackbody over this short time, how will its emitted radiation change as it is
heated ?
87. If two stars have the same surface area but one has 3 times the temperature of the
other, how many times more energy is radiated by the more luminous star ?
88. Magnitudo sebuah bintang mula-mula 5. Tiba-tiba bintang tersebut menjadi
sebuah supernova sehingga kecerlangannya naik menjadi 2.500 kali semula.
Berapakah magnitudo bintang tersebut ketika menjadi supernova ?
89. Betelgeuse is a red supergiant with an absolute visual magnitude of +0.45; it will
terminate its life with a supernova explosion. When it goes supernova how bright
will it be compared to Sirius A, Venus, the Moon, and the Sun? We know that
supernova-II reach a mean absolute magnitude of about 17. Determine the
distance of Betelgeuse in light-years.
90. Diketahui magnitudo semu visual matahari = -26,75. Tentukan magnitudo mutlak
matahari! Berapakah magnitudo matahari jika dilihat dari Alpha Centauri ( sudut
paralaks Alpha Centauri = 0,76 )? Tentukan apakah akan seterang maharaksasa
Vega dimana magnitudo semunya 0,04! Dapatkah matahari terlihat dengan mata
telanjang jika dilihat dari Galaxy Andromeda yang jaraknya 660 kpc?

91. Suatu kelompok bintang sejenis terdiri dari empat buah bintang. Paralaks rata-rata
kelompok bintang ini adalah 0,08 dan magnitudo visual masing-masing bintang
adalah 11,03, 11,75, 12,04 dan 12,95. Apabila magnitudo mutlak kelompok
bintang ini dianggap sama, tentukanlah magnitudo mutlak dan paralaks masingmasing bintang anggota kelompok bintang tersebut.
92. Some stars have temperature of only 3000 K but have over 100 times more
luminosity than the Sun. How is this possible ? If that star is located 100 pc from
Earth, compare the flux between the star and Sun !
93. Pada arah kluster bintang tertentu, ekstingsi antarbintang sebesar 20% dari cahaya
bintang yang dapat mencapai mata pengamat tiap kiloparsec medium
antarbintang. Jika jarak cluster 4 kpc. Berapa persentase foton yang mencapai
mata pengamat di Bumi ?
94. In the white dwarf binary system in the last section, the temperature of the white
dwarf is about 100,000 K while the companion star is about 3000K. The stars are
tidally locked so one hemisphere of the companion is irradiated by the white
dwarf continuously. Estimate the equilibrium temperature of the side of the
companion facing the white dwarf neglecting albedo effects. This heating is
called the reflection effect.
95. Open cluster NGC 6791 has a distance modulus m-M=10 magnitudes. Therefore,
at, say, spectral type G, the stars in NGC 6791 are 10000 times dimmer than a G
star at 10 parsecs. Using either the inverse square law or the distance modulus
formula, what is the distance to NGC 6791?
96. If a star is twice the size of the Sun, but has a surface temperature of only 3000 K,
what will be its luminosity (relative to that of the Sun)?
97. Arcturus is 100 times as luminous as the Sun, but its surface temperature is only
that of the Sun. What is it radius?
98. Stars A and B have the same relative magnitude. If star A has a luminosity equal
to four times that of star B, and is 10 lyr away, how far away is star B?
99. If the limiting flux the the largest telescopes can detect is f = 10-10 ergs sec-1 cm-2,
how far away (luminosity distance) could a galaxy such as the Milky May (i.e.,
10+11 LSun) be seen from Earth (remember 1 LSun = 4 x 1033 erg sec-1).
100. a. Berapa jarak bintang yang memiliki B = 12,4, MV = 6,8 dan B-V = 0,6 ?
b. Jika sebuah bintang yang memiliki indeks warna sebesar B-V = 2,5, berapa
kali lebih terang bintang itu dalam cahaya visual dibandingkan dengan dalam
cahaya biru ?

II. Pilihan Ganda


1. Andaikan sebuah bintang yang mirip Matahari (temperatur dan radiusnya sama
dengan matahari) berada pada jarak 250 000 AU (1 AU jarak bumi matahari,
atau 1.5 x 108 km). Kita akan melihat terang bintang tersebut,
a. 1,60 x 10-11 kali lebih lemah daripada Matahari
b. 4,0 x 106 kali lebih lemah daripada Matahari
c. 1,60 x 10-11 kali lebih terang daripada matahari
d. 4,0 x 106 kali lebih terang daripada Matahari
e. Kita tidak bisa membandingkan terang bintang tersebut
2. Sebuah bintang yang temperatur permukaannya adalah 6000 K akan
memancarkan spektrum benda hitam dengan puncaknya pada panjang gelombang
....
A. 6000 m
B. 5 x 10-7 nm
C. 18 nm
D. 5 x 10-7 m
E. 1.8 x 10-7 nm
3. Dua buah bintang mempunyai ukuran yang sama, tetapi temperaturnya berbeda.
Apabila kedua bintang dilihat dari jarak yang sama maka bintang yang lebih
panas akan tampak
A. lebih biru dan lebih terang
B. lebih merah dan lebih terang
C. lebih biru, tapi lebih lemah
D. lebih merah, tapi lebih lemah
E. sama terang dengan bintang yang lebih dingin
4. Tipe radiasi mana yang memiliki panjang gelombang yang lebih panjang
dibanding cahaya tampak?
a. Gelombang mikro
b. Gelombang radio
c. Sinar-X
d. Radiasi infra merah
e. Radiasi cahaya biru
5. Terang semu bintang menunjukkan ...
a) jumlah foton cahaya bintang yang sampai ke Bumi
b) daya bintang
c) jarak bintang
d) banyaknya materi antar bintang
e) diameter sudut bintang
6. Dua bintang terangnya sama, kemungkinan
a) jarak dan dayanya sama
b) jaraknya berbeda dayanya sama
c) jaraknya sama dayanya berbeda
d) jarak dan radiusnya berbeda, dayanya sama
e) jarak dan radiusnya sama, dayanya berbeda
7. Selain Matahari, bintang paling terang di langit
a) bintang dengan daya paling besar
b) bintang paling dekat dengan Matahari
c) bintang paling panas

d) bintang berdiameter paling besar


e) kemungkinan dayanya besar dan jaraknya dekat
8. Bintang yang lemah cahayanya
a) belum tentu bintang yang jauh
b) mungkin bintang yang sangat jauh dengan daya kecil
c) mungkin bintang yang sangat jauh dengan daya besar
d) bintang dekat berdaya besar dalam lingkungan nebula gelap
e) semua jawaban benar
9. Two stars have the same luminosity. Star A is 5 times further away than Star B.
Which is the true statement:
A. Star A and Star B appear equally bright in the night sky.
B. Star A appears 5 times brighter than Star B in the night sky.
C. Star A appears 5 times dimmer than Star B in the night sky.
D. Star A appears 25 times brighter than Star B in the night sky.
E. Star A appears 25 times dimmer than Star B in the night sky.
10. If a star has an apparent magnitude -2 and is located at 6.3 parsecs, what is the
absolute magnitude of the star? (apparent magnitude = m, absolute magnitude =
M)
m-M

-3 -2 -1 0 1 2 3 4

10

15

20

Distance 2.5 4.0 6.3 10 16 25 40 63 100 160 250 400 630 1,000 10,000 100,000
a. -1

b. 1

c. -2

d. 2

e. -3

11. Of the regions of the electromagnetic spectrum listed below, which has the lowest
frequencies?
a. radio waves
b. infrared radiation
c. gamma rays
d. visible light
e. x-rays
12. Which star of the following apparent magnitudes will appear the brightest?
A) 6.2
B) 1.0
C) 0.0
D) 1.4
13. Which list is in the correct order of electromagnetic radiation frequency, going
from lowest to highest?
A) infrared, ultraviolet, gamma, radio
B) gamma, x-ray, ultraviolet, visible
C) radio, infrared, visible, ultaviolet
D) radio, x-ray, ultraviolet, visible
E) red, violet, blue, green
14. If a star was the same size as our Sun, but was 81X more luminous, it must be
how many times hotter than the Sun?
A) 3x
B) 81x
C) 4x
D) 9x
E) 2x

15. If Vega is apparent magnitude zero, and Deneb is magnitude one, then:
A) Vega appears 100 times brighter than Deneb.
B) Deneb is one magnitude brighter than Vega.
C) Vega appears 2.5 times brighter than Deneb.
D) Vega is 2.5 times more luminous than Deneb.
E) Deneb is a main sequence star, and Vega is a giant
16. A new star is discovered; it is bright and hot, and emits mostly ultraviolet light. If
we observe it with blue and yellow filters (separately), what would we find?
A) More blue intensity than yellow
B) More yellow intensity than blue
C) Equal yellow and blue intensity
D) Blue and yellow intensities are both zero
E) Not enough information given.
17. If your naked eye limiting magnitude is 6.0, then using a 70 mm telescope, (with
100X the surface area of your pupil), which object would be near your new
limiting magnitude?
A) seventh magnitude Titan, Saturn'
s largest moon
B) eighth magnitude Neptune
C) ninth magnitude Barnard'
s Star
D) eleventh magnitude Tethys, Saturn'
s second largest moon
E) thirteenth magnitude Pluto
18. Luminosity
a. Relatively dark spots of varying sizes found generally in groups on the solar
surface that contain intense magnetic fields
b. Rate (per unit of time) that radiant energy is emitted over all wavelengths from
the entire surface of a star
c. The limiting surface surrounding a black hole inside of which nothing can
escape and thus it represents the last communication point with spacetime
outside.
d. Gas and dust material that lies in between stars in the disk of our Galaxy and
other spiral galaxies.
19. Apparent magnitude
a. A logarithmic measure of the brightness of a star as it appears in the sky.
b. Rapidly rotating neutron star emitting an intense beam of radiation that is
sweep around, like a lighthouse beam, by the rotation.
c. An otherwise continuous spectrum in which appears a discrete number of dark
absorption lines located at discrete wavelengths.
d. A body in a gravitational encounter that acquires sufficient kinetic energy to
escape the gravitational attraction of the other body or bodies in the encounter.
20. Apparent magnitude is a measure of
a. the brightness of a star as it appears in the sky.
b. the temperature of the stars photosphere.
c. the brightness a star would have if it was located at a distance of 32.6 ly or 10
pc from the Sun.
d. all of the above.
21. If Star A is hotter than Star B, and Star A is emitting most of its light at a
wavelength corresponding to yellow light, which of the following statements is
true?

a. Star B will emit most of its light at a wavelength longer than yellow
b. Star B will emit most of its light at a wavelength shorter than yellow
c. Star B will emit most of its light at the same wavelength as Star A
d. more information is required to answer this question
22. What'
s the difference between a 2nd magnitude star and a 5th magnitude star?
a. The 2nd magnitude star is brighter.
b. The 5th magnitude star is brighter
c. The 2nd magnitude star is more massive
d. The 5th magnitude star is more massive
23. The luminosity of a star is
a. another name for its color or surface temperature.
b. its brightness as seen by people on Earth.
c. its brightness if it were to be at a distance of 10 parsecs (32.6 light-years) from
Earth.
d. its total energy output into all space, over all wavelengths.
24. If two stars in the sky are not hidden by gas or dust clouds, and have the same
apparent brightness in our sky, then we know that
a. they may be at different distances, in which case the farther one must have the
greater luminosity.
b. they are necessarily at the same distance away from us.
c. they have the same temperature
d. they may be at different distances, in which case the nearer one must have the
greater luminosity.
25. The technique called photometry in stellar astronomy is the measurement of
a. the intensity of light from stars through several limited-bandpass filters from
which surface temperature, variability, luminosity, etc. of stars can be
determined.
b. the relative absorption of light by different atoms and molecules in high
resolution spectra of starlight, from which stellar temperatures can be
estimated.
c. the precise positions and relative motions of stars in the galaxy, from which
galactic structure and overall rotation can be determined.
d. the arrival times of photons from variable and pulsating stars, in order to
determine accurately the pulsation or rotation periods of these stars.
26. The color index of a star, the difference between the apparent magnitudes B and
V at two different colors, blue and visual, is directly related to which stellar
property?
a. surface temperature
c. Radius
b. Luminosity
d. Distance from Earth
27. As the temperature of a radiating body is increased, the light emitted by the body

A. becomes bluer and more intense.


B. becomes redder and more intense.
C. becomes redder and less intense.
D. becomes bluer and less intense.
E. shifts toward longer wavelengths.

28. Star A and Star B have the same apparent magnitude. If the absolute magnitude of
Star A is 5 and the absolute magnitude of Star B is 3, then
A. Star A appears brighter than Star B.
B. Star A appears fainter than Star B.
C. Star A is more luminous than Star B.
D. Star A is closer than Star B.
E. Star A is farther than Star B.
29. Star A and Star B have the same parallax. If the apparent magnitude of Star A is 2
and the apparent magnitude of Star B is 3, then
A. Star A appears fainter than Star B.
B. Star A is less luminous than Star B.
C. Star A is more luminous than Star B.
D. Star A is closer than Star B.
E. Star A is farther than Star B.
30. Which is the correct ordering of the electromagnetic spectrum from long to short
wavelength ?
a. Visible, ultraviolet, infrared, x-rays, microwaves, gamma rays, radio
b. Radio, microwaves, infrared, visible, ultraviolet, x-rays, gamma rays
c. Gamma rays, x-rays, ultraviolet, visible, infrared, microwaves, radio
d. Ultraviolet, gamma rays, visible, x-rays, radio, infrared, microwave
31. Not all wavelengths of electromagnetic radiation can penetrate the Earth'
s
atmosphere. Of the following types of waves that come from space which one are
you likely to be able to detect most easily from our planet'
s surface:
a. x-rays
b. gamma rays
c. infrared waves
d. ultraviolet waves
e. radio waves of the wavelength that carry FM broadcasts
32. Two stars are giving off electromagnetic radiation. The hotter star will:
a. give off more radiation at all wavelengths
b. will have a higher average frequency of radiation
c. will radiate energy at more than one wavelength
d. will give off a continuous spectrum of waves
e. all of the above
33. Two stars have the same Luminosity , but the star B is 3 times farther from us
than star A. Compared to Star A, star B will look
a. Three times brighter
b. Nine times brighter
c. nine times fainter
d. three times fainter
e. Just as bright as A
34. When an astronomer rambles on and on about the luminosity of a star she is
studying, she is talking about :
a. what color the star is
b. the total amount of mass in the star
c. the star'
s apparent size (the size seen from Earth)
d. how much energy the star gives off each second
e. the elements she can see in the star'
s spectrum

35. The apparent brightness of stars in general tells us nothing about their distances
(i.e. we cannot assume that the dimmer stars are farther away.) In order for the
apparent brightness of a star to be a good indicator of its distance, all the stars
would have to be :
a. at the same distance
b. the same composition
c. the same luminosity
d. by themselves instead of in binary or double-star systems
e. a lot farther away than they presently are
36. The Sun'
s temperature can be determined if you find out ...
a. the wavelength at which the Sun'
s spectrum is brightest
b. the Sun'
s luminosity and radius
c. which elements are producing lines in the solar spectrum
d. all of the above
e. none of the above
37. Two stars have the same apparent magnitude and are the same spectral type. One
is twice as far away as the other. What is the relative size of the two stars ?
a. The nearer star is a fourth the size of the farther star.
b. The nearer star is half the size of the farther star.
c. The nearer star is twice the size of the farther star.
d. The nearer star is a four times the size of the farther star.
38. The apparent visual magnitude of one star is three magnitudes greater than for
another star. Therefore, the first star is approximately _________ than the second
star?
a. three times brighter
b. three times fainter
c. six times brighter
d. 16 times brighter.
e. 16 times fainter.
39. If on a certain day the Sun has an apparent visual magnitude of -26.5, while in the
evening the moon has an apparent magnitude of -12.5, how much brighter did the
Sun appear on that day?
a.10 times
b. 100 times
c.1,000 times
d. 10,000 times
e. 1,000,000 times
40. Which of the following is not in itself useful for determining stellar temperature?
a. spectral class
b. color index
c. absolute magnitude
d. degree of ionization
e. wavelength of maximum intensity of the underlying spectrum.
41. Luminous stars with low temperatures
a. have small diameters compared with the Sun
b. have diameters comparable with that of the Sun
c. have large diameters compared with that of the Sun
d. are white dwarfs.

42. The sun'


s spectrum peaks at 5600 . What wavelength is the peak of a star whose
temperature is twice that of the sun?
a. 1867
b. 2800
c. 11200
d. 16800
e. None of these.
43. Luminosity is
a. energy per second per unit area in the visual region
b. energy per second per unit area over all wavelengths
c. a different word for magnitude
d. total energy per second radiated over all wavelengths.
44. Assuming that stars radiate like black bodies, you must know which of the
following properties in order to infer the radius of a star?
A. luminosity and surface temperature.
B. luminosity and distance.
C. luminosity and flux.
D. luminosity and mass.
45. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat ?
a. Jika suhu bintang tiba-tiba berkurang, maka dapat kita ketahui dari turunnya
panjang gelombang maksimum yang dipancarkan bintang tersebut
b. Jika radius bintang menjadi 2 kali semula tetapi suhunya turun menjadi kali
semula , maka luminositasnya akan menjadi 4 kali semula
c. Flux energi yang dipancarkan oleh bintang berbenading terbalik dengan
kuadrat jarak (invers square law)
d. Jika magnitudo mutlak suatu bintang lebih besar daripada magnitudo semunya
maka jaraknya pasti kurang dari 10 parsec.
e. Semakin besar sudut paralaks suatu bintang , semakin jauh jarak bintang
tersebut dari kita.
46. Jika dua bintang memiliki temperatur yang sama, maka dapat dipastikan kedua
bintang tersebut memiliki ... yang sama.
a. Luminositas
b. Flux energi yang diterima pengamat
c. Flux energi yang dipancarkan
d. Magnitudo
e. Luminositas dan spektrum
No.

mB

mV

8,62

8,82

7,45

7,25

7,95

6,65

( tabel di atas untuk nomor 47 dan 48 )


47. Tentukan bintang nomor berapakah yang paling terang terlihat oleh mata anda !
a. No 1 , karena mV paling besar
b. No.2 , karena mB paling kecil
c. No. 1 , karena mB paling besar

d. No.3 , karena mV paling kecil


e. No.3, karena (mB + mV)-nya paling kecil
48. Dari tabel nomor 47, dapat kita simpulkan bintang paling panas adalah ...
a. No. 1, karena nilai mB - mV nya paling kecil
b. No. 1, karena memiliki nilai mB paling besar
c. No. 2, karena nilai rata-rata mB dan mV nya paling kecil
d. No. 3, karena nilai mB - mV nya paling besar
e. No. 3, karena nilai mV nya paling kecil
49. The star
Phoenicis has an apparent magnitude of +3.4 and an absolute
magnitude of +0.6. The North Star (Polaris) has an apparent magnitude of +2.0
and an absolute magnitude of +0.6. Assuming that no light has been absorbed or
scattered by interstellar dust, we can say for sure that
A) Both stars are the same distance away from us.
B) Polaris is closer to us than Phoenicis.
C) Polaris is farther away from us than Phoenicis.
D) Polaris appears fainter in our sky than Phoenicis
E) We cant conclude anything from information given
50. The apparent brightness of an object such as a star does not depend on
A. how fast the star is moving across our line of sight
B. the strength of the light emanating from the star
C. the distance from us to the star
D. the amount and kind of obstacles between us and the star
Tentukanlah apakah pernyataan di bawah ini benar atau salah. Jika menurut Anda
benar, tuliskan B dan jika menurut Anda salah, tuliskan S di lembar jawab Anda !
a. Kecerlangan sebuah bintang biasa (bukan bintang variabel) berubah-ubah di setiap
pengamatan karena tergantung kondisi pengamatan, tetapi nilai magnitudo
semunya tetap (konstan).
b. Sebuah bintang yang tampak berwarna biru, berarti hanya memancarkan radiasi
elektromagnetik pada panjang gelombang biru.
c. Dari spektrum sebuah bintang, dapat kita ketahui suhu, tingkatan evolusi (usia
bintang), sudut paralaks dan komposisi penyusun bintang.
d. Hanya panjang gelombang optik, yang dilewatkan oleh atmosfer Bumi sampai ke
permukaan Bumi.
e. Semakin jauh jarak sebuah bintang, maka pemandangan / penampakan bintang
tersebut menunjuk pada waktu yang semakin lampau. Hal ini disebabkan oleh
kecepatan cahaya yang terbatas.
-- 0 --

Bab 3
Spektroskopi Bintang
Pembentukan Spektrum
Apabila seberkas cahaya putih dilalukan ke dalam prisma, maka cahaya tersebut akan
terurai dalam beberapa warna (panjang gelombang).

(
(
!

% $$$ ?

<
=

+ $$$ ?

3 $$$ ?
>

Selain dengan prisma, spektrum cahaya juga dapat diuraikan oleh kisi-kisi.
(
>

3 $$$ ?

+ $$$ ?

'

<
% $$$ ?

&

Pembentukan garis absorpsi dan emisi


(
&

%$$$

+$$$

&
Hukum Kirchoff (1859)
1. Bila suatu benda cair atau gas bertekanan tinggi dipijarkan, benda tadi akan
memancarkan energi dengan spektrum pada semua panjang gelombang
2. Gas bertekanan rendah bila dipijarkan akan memancarkan energi hanya pada
warna, atau panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang diperoleh berupa
garis-garis terang yang disebut garis pancaran atau garis emisi. Letak setiap
garis atau panjang gelombang garis tersebut merupakan ciri gas yang
memancarkannya.
3. Bila seberkas cahaya putih dengan spektrum kontinu dilewatkan melalui gas
yang dingin dan renggang (bertekanan rendah), gas tersebut tersebut akan
menyerap cahaya tersebut pada warna atau panjang gelombang tertentu.
Akibatnya akan diperoleh spektrum kontinu yang berasal dari cahaya putih

yang dilewatkan diselang-seling garis gelap yang disebut garis serapan atau
garis absorpsi.

Deret Balmer
Apabila seberkas gas hidrogen dipijarkan akan memancarkan sekumpulan
garis terang atau garis emisi dengan jarak antar satu dan lainnya yang
memperlihatkan suatu keteraturan tertentu. Menurut Balmer (ahli fisika dari Swiss),
panjang gelombang garis emisi tersebut mengikuti hukum :
1
1 1
= R( 2 - 2)
2 n
dengan : n = bilangan bulat 3, 4, 5, . . . .
R = tetapan Rydberg
Untuk n = 3 deret Balmer pertama : H pada = 6563
Untuk n = 4 deret Balmer kedua : H pada = 4861
Untuk n = 5 deret Balmer ketiga : H pada = 4340
Untuk n = 6 deret Balmer keempat : H pada = 4101
Dan seterusnya ...
hingga n = ~ limit deret Balmer pada = 3650

3$$$ ?

+$$$ ?

%$$$ ?

Setelah ditemukan deret Balmer ditemukan deret hidrogen lainnya, dan


persamaan deret Balmer masih tetap berlaku dengan mengubah 22 menjadi m2 dimana
m adalah bilangan bulat mulai dari 1, 2, 3, . . . .
1
1
1
= R( 2 - 2 )
m n
Apabila

Konstanta Rydberg
dinyatakan dalam cm maka R = 109. 678

Untuk : m = 1
m=2
m=3
m=4

deret Lyman
deret Balmer
deret Parshen
deret Brackett

- Hukum Planck Energi tiap foton (E) = h.f =hc/


h = tetapan Planck = 6,63 x 10-34J.s
f = frekuensi dari foton
c = kecepatan cahaya ( 3.105 km/s)
= panjang gelombang foton

Pembentukan spektrum bintang


0
' &

&
&&

(
(

@
(

&

Spektrum Bintang
Pola spektrum bintang umumnya berbeda-beda, pada tahun 1863 seorang
astronom bernama Angelo Secchi mengelompokan spektrum bintang dalam 4
golongan berdasarkan kemiripan susunan garis spektrumnya.
Miss A. Maury dari Harvard Observatory menemukan bahwa klasifikasi
Secchi dapat diurutkan secara kesinambungan hingga spektrum suatu bintang dengan
bintang urutan sebelumnya tidak berbeda banyak.
Klasifikasi yang dibuat oleh Miss Maury selanjutnya diperbaiki kembali oleh
Miss Annie J. Cannon. Hingga sekarang klasifikasi Miss Cannon ini digunakan.
Perjalanan Klasifikasi Spektrum Bintang
Klasifikasi Secchi

Tipe I, Tipe II, Tipe III, Tipe IV, Tipe V

Klasifikasi Miss A. Kelas A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M,


Maury
N, O, P dan Q
Klasifikasi Miss.
Kelas O, B, A, F, G, K, M
Annie J. Cannon
< 4

4 @

Klasifikasi spektrum yang umum digunakan


saat ini

Klasifikasi Spektrum Bintang


1. Kelas O
Kls. Spek
Warna

: O
: Biru

Temperatur : > 30.000 K


Ciri utama :

Contoh :

Garis absorpsi yang tampak sangat sedikit. Garis helium


terionisasi, garis nitrogen terionisasi dua kali, garis
silikon terionisasi tiga kali dan garis atom lain yang
terionisasi beberapa kali tampak, tapi lemah. Garis
hidrogen juga tampak, tapi lemah.
Bintang 10 Lacerta

2. Kelas B
Kls. Spek
Warna

: B
: Biru

Temperatur : 11.000 30.000 K

Ciri utama :
Contoh :

Garis helium netral, garis silikon terionisasi satu dan dua


kali serta garis oksigen terionisasi terlihat. Garis
hidrogen lebih jelas daripada kelas O
Bintang Rigel dan Spica

3. Kelas A
Kls. Spek
Warna

: A
: Biru

Temperatur : 7.500 11.000 K


Ciri utama :
Contoh :

Garis hidrogen tampak sangat kuat. Garis magnesium


silikon, besi, titanium dan kalsium terionisasi satu kali
mulai tampak. Garis logam netral tampak lemah.
Bintang Sirius dan Vega

4. Kelas F
Kls. Spek
Warna

: F
: Biru keputihan

Temperatur : 6.000 7.500 K


Ciri utama :

Contoh :

Garis hidrogen tampak lebih lemah daripada kelas A, tapi


masih jelas. Garis-garis kalsium, besi dan chromium
terionisasi satu kali dan juga garis besi dan chromium
netral serta garis logam lainnya mulai terlihat
Bintang Canopus dan Procyon

5. Kelas G
Kls. Spek
Warna

: G
: Putih kekuningan

Temperatur : 5.000 6.000 K


Ciri utama :

Contoh :

Garis hidrogen lebih lemah daripada kelas F. Garis


kalsium terionisasi terlihat. Garis-garis logam terionisasi
dan logam netral tampak. Pita molekul CH (G-Band)
tampak sangat kuat
Matahari dan bintang Capella

6. Kelas K
Kls. Spek
Warna

: K
: Jingga kemerahan

Temperatur : 3.500 5.000 K


Ciri utama :

Garis logam netral tampak mendominasi. Garis hidrogen

Contoh :

lemah sekali. Pita molekul TiO mulai tampak.


Bintang Acturus dan Aldebaran

7. Kelas M
Kls. Spek
Warna

: M
: Merah

Temperatur : 2.500 3.000 K


Ciri utama :
Contoh :

Pita molekul TiO ( titanium oksida) terlihat sangat mendominasi, garis logam netral juga tampak dengan jelas.
Bintang Betelgeuese dan Antares

Spektrum bintang bintang dari berbagai kelas spektrum :

<

Subkelas
Klasifikasi spektrum bintang O, B, A, F, G, K, M masih dibagi lagi dalam
subkelas, yaitu
B0, B1, B2, B3, . . . . . . . . ., B9
A0, A1, A2, A3, . . . . . . . . ., A9
F0, F1, F2, F3, . . . . . . . . . ., F9
.
.
.
dst
Semakin besar angka yang menyatakan menunjukkan suhu bintang semakin
rendah pula. Pengunaan subkelas ini dimaksudkan agar pengklasifikasian spektrum
bintang menjadi lebih spesifik sehingga lebih jelas dan tepat.

M-K Kelas
Bintang dalam kelas spektrum tertentu ternyata dapat mempunyai luminositas
yang berbeda. Pada tahun 1913 Adam dan Kohlscutter di Observatorium Mount
Wilson menunjukkan ketebalan beberapa garis spektrum dapat digunakan untuk
menentukan luminositas bintang.
Berdasarkan kenyataan ini pada tahun 1943 Morgan dan Keenan dari
Observatorium Yerkes membagi bintang dalam kelas luminositas, yaitu :
Kelas Luminositas Bintang ( Kelas MK )
Kelas 1a
Maharaksasa yang sangat terang
Kelas 1b
Maharaksasa yang kurang terang
Kelas II
Raksasa yang terang
Kelas III
Raksasa
Kelas IV
Subraksasa
Kelas V
Bintang deret utama
Kelas Luminositas Bintang dari Morgan-Keenan (MK) digambarkan dalam
diagram Hertzprung-Russell (diagram H-R).

Klasifikasi spektrum bintang sekarang ini merupakan penggabungan dari


kelas spektrum dan kelas luminositas.
Contoh :
- G2 V : Bintang deret utama kelas spektrum G2
- G2 Ia : Bintang maharaksasa yang sangat terang kelas spektrum G2
- B5 III : Bintang raksasa kelas spektrum B5
- B5 IV : Bintang subraksasa kelas spektrum B5
Gerak Bintang
Bintang tidak diam, tapi bergerak di ruang angkasa. Pergerakan bintang ini
sangat sukar diikuti karena jaraknya yang sangat jauh, sehingga kita melihat bintang
seolah-olah tetap diam pada tempatnya sejak dulu hingga sekarang
Laju perubahan sudut letak suatu bintang disebut gerak sejati (proper motion).
Gerak sejati bisanya diberi simbol dengan
dan dinyatakan dalam detik busur
pertahun. Bintang yang gerak sejatinya terbesar adalah bintang Barnard dengan =
10,25 per tahun (dalam waktu 180 tahun bintang ini hanya bergeser selebar bulan
purnama)

9
2
3"'
! 2
!
1
2 ' 2 0

"'

>

>

- !
-

>
"
'
!
2 0

'
&

!
2 3"'

2
"
! 2
1 ' 2 0
-

Hubungan antara kecepatan tangensial (Vt ) dan gerak sejati :

> ) 34A3

'

Dengan : Vt = kecepatan tangensial bintang (dalam km/s)


= laju gerak diri / proper motion ( dalam / tahun )
d = jarak bintang ( dalam parsec )
atau persamaan diatas dapat diubah ke dalam bentuk :
Vt = 4,74

p
dengan p adalah sudut paralaks bintang ( dalam )
Dalam pengukuran gerak sejati yang diukur bukan hanya besarnya tetapi juga
ditentukan arahnya
Dalam koordinat ekuator, gerak sejati ( ) dapat diuraikan dalam arah
asensiorekta ( ) dan arah deklinasi ( ).
P

Y
X

Matahari
Ekuator

3 2
: " ,%
" "!
'" ' "
' '",2 !
;
! " '" ;<
' 2 <= - 2 ! ' > "
'
?<= '
,'"'"

YC = 1 - = (komponen pada arah )


Posisi X: ( , )
Posisi Y : ( 1, 1)
AB = 1 - = (komponen pada arah )
XC =
cos
Untuk <<
XC = sin ; YC = cos .
cos = sin
= cos
dan dapat diukur
dan dapat ditentukan.

Contoh :
Proper motion bintang Arcturus (dari katalog Hipparcos)
= 14h.2612
d = 11.25 pc
= +19o.1873
V = -0.05 (magnitudo visual)
Vr = -5.0 km/s
= -1.093 detik busur / tahun.
= -1.999 detik busur / tahun.
Tugas !!! Silakan Anda temukan proper motion dan arah gerak bintang
Acturus !
Selain gerak sejati, informasi tentang gerak bintang diperoleh dari pengukuran
kecepatan radial, yaitu komponen kecepatan bintang yang searah dengan garis
pandang
Kecepatan radial bintang dapat diukur dari efek Dopplernya pada garis
spektrum dengan menggunakan rumus :
1 + Vr / c

=
1
1 Vr / c
o
Apabila Vr < < c, maka persamaan tersebut menjadi :
V
= r
c
dengan :
= selisih antara diam ( o) dengan yang teramati pada bintang.
(dalam atau nm)
o = panjang gelombang diam (dalam atau nm)
Vr = kecepatan radial (dalam km/s)
c = kecepatan cahaya (300.000 km/s )
'
'

62

20 22- ' 2 !
1 "0

- " @ - 2"' ' ! 2


2 0
> -- ,
!@

62
&

20 22- ' 2 !
1 "0

&

,'" " @ - 2"' ' ! 2


2 0
> -- ,
> -@

Karena Vt dan Vr sudah dapat kita tentukan dari rumus-rumus yang sudah
dibahas tadi, kita bisa menghitung kecepatan linier bintang (kecepatan gerak bintang
sebenarnya di ruang angkasa ), yaitu :
>) > 7 >
Contoh :
Garis spektrum suatu elemen yang panjang gelombang normalnya adalah
5000 diamati pada spektrum bintang berada pada panjang gelombang 5001 .

Seberapa besarkah kecepatan pergerakan bintang tersebut ? Apakah bintang tersebut


mendekati atau menjauhi Bumi ? (60 km, menjauhi Bumi)
Pelebaran Garis Spektrum
Garis spektrum tidak merupakan garis yang tajam, tetapi mempunyai lebar
tertentu. Pelebaran garis ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
1. Pengaruh langsung dari atom sendiri :
Pelebaran Alamiah
Pelebaran Doppler
Pelebaran Tumbukan
Efek Zeeman
2. Pengaruh dari luar :
Rotasi bintang
Pengembangan selubung bintang (Profil P-Cygni)
Turbulensi atmosfer bintang

. Pelebaran alamiah
Atom mempunyai tingkat enegi yang diskret.
Tingkat energi tersebut sebenarnya tidak tajam.
Harga energi yang diberikan pada suatu tingkat energi, sebenarnya adalah
harga yang paling mungkin untuk tingkat tersebut.
Suatu atom yang berada pada tingkat tersebut dapat mempunyai energi yang
berbeda dari harga yang paling mungkin itu.
Karenanya, foton yang bisa diserap atom untuk mengeksitasikan elektronnya
juga bukan merupa-kan harga yang pasti, tetapi bisa berkisar pada harga
tertentu.
Akibatnya garis spektrum yang dihasilkan oleh sekumpulan atom tidak tajam
tetapi agak lebar.
.

Pelebaran Doppler
Atom yang memberikan suatu garis spektrum tidak diam tetapi bergerak
ke berbagai arah.
Makin tinggi temperatur, gerak atom makin cepat.
Akibat efek Doppler, setiap atom akan menyerap foton dengan yang
berbeda-beda, bergantung pada kecepatan radialnya terhadap pengamat.
Hal ini mengakibatkan pelebaran garis spektrum

Pelebaran tumbukan
Tingkat energi suatu atom dapat terganggu oleh adanya atom atau ion
yang lewat di dekatnya, atau yang menumbuknya.
Akibatnya, tingkat energi atom akan berubah sedikit sehingga foton
yang dapat diserap agak berbeda dengan kalau tidak ada gangguan: atom
akan memberikan garis yang lebar.
Tingkat energi

2p

1s
Spektrum
Tidak ada tumbukan

Ada gangguan tumbukan

Efek Zeeman
Medan magnet dapat menyebabkan suatu tingkat energi sebuah atom
terpecah menjadi dua atau lebih.
Akibatnya garis spektrum juga terpecah menjadi dua garis atau lebih.
Dalam spektrum bintang komponen garis ini umumnya tidak dapat
dipisah, sehingga akibatnya tampak seperti pelebaran garis.
Tingkat energi

2p

1s
Spektrum
Tidak ada medan magnet

Ada medan magnet

Bintang Berspektrum Khusus


Yang dimaksud dengan bintang berspektrum khusus adalah bintang-bintang yang
tidak termasuk kelas O, B, A, F, K, M
1. Bintang Wolf-Rayet (WR)
Spektrum meyerupai kelas O dengan garis emisi yang lebar dari unsur helium,
nitrogen, karbon, dan oksigen yang berada pada tingkat ionisasi tinggi.
Tef 40.000 - 50.000 K
WR

Spektrum
Bintang
Wolf-Rayet

WN : garis emisi He dan N


WC : garis emisi He, C, dan O.

Garis emisi pada spektrum bintang WR, berasal dari materi yang dilontarkan
bintang dan membentuk selubung yang melingkupi bintang.
Pelontaran materi ini berlangsung dengan kecepatan (v) yang tinggi.
Akibatnya terjadi efek Doppler pada garis emisi.
Karena garis emisi berasal dari berbagai lapisan selubung yang kecepatan
radialnya berbeda-beda,
Maka terjadilah garis emisi yang lebar : v = 100 km/det.

Bintang Wolf-Rayet Blows Bubbles yang diabadikan dengan Telescope


Whipple Observatory

1,2 m, di

2. Bintang P-Cygni
Spektrumnya mempunyai garis emisi yang kuat dari H dan He yang
berdampingan dengan garis absorpsi pada sisi gelombang yang pendek

! 2
?.51- "

"

Bintang golongan P-Cygni menunjukkan peristiwa letupan secara acak.


Contoh : bintang P-Cygni
tahun 1600 - 1606 : dari tak terlihat menjadi mv = 3, menurun lagi menjadi mv
=6
tahun 1655 : mv = 3,5
tahun 1659 : mv = 5,2 s/d sekarang
Bagaimana terjadinya profil P-Cygni?
B

Bintang

Selubung
B

Bintang P-Cygni diselimuti selubung gas

Bagian A akan menghasilkan garis absorpsi


Bagian B akan menghasilkan garis emisi
B

Bintang

Selubung
B

Bila selubung B cukup tebal, garis emisi akan lebih dominan daripada garis
absorpsi sehingga pengamat akan melihat spektrum bergaris emisi
B

Bintang

Selubung
B

Bila selubung mengembang dg kecepatan tinggi, penga-mat akan melihat bagian


A bergerak ke arah pengamat :
garis absorpsinya akan mengalami pergeseran Doppler ke arah pendek.
bagian B mengembang ke atas dan ke bawah, dan garis emisinya tetap
simetris terhadap panjang gelombang diamnya .
B

Bintang

Selubung
B
o

Superposisi spektrum emisi dan absorpsi ini akan menghasilkan profil garis emisi
yang kuat disertai komponen absorpsi di sisi gelombang yg lebih pendek.
Salah satu bintang yang mempunyai bentuk garis spektrum seperti ini adalah
bintang P-Cygni; karena itu profil garis seperti ini dinamakan profil P-Cygni.
Dengan mengukur pergeseran Doppler komponen absorpsi suatu profil PCygni, dapat dihitung kecepatan pengembangan selubung.

=
,

32

Vr
c

"

!
!

" )
0 1

Dari hasil penelitian pada berbagai bintang yang mempunyai garis spektrum
berbentuk profil P-Cygni diperoleh bahwa kecepatan pengembangan selubung
lebih besar daripada kecepatan yang diperlukan untuk lepas dari medan
gravitasi bintang; ini berarti selubung yang mengembang tersebut akan lepas
dari bintangnya
Adanya profil P-Cygni pada spektrum bintang merupakan petunjuk bintang
tersebut sedang mengalami proses kehilangan massa.
3. Bintang Be (emisi)
Spektrumnya termasuk kelas B dengan garis emisi pada deret Balmer (H ,
H ) dan garis helium netral (HeI), kadang kala tampak juga pada garis-garis
metal terionisasi.
Menurut Struve (1931) garis emisi ini disebabkan karena bintang Be
memiliki selubung dingin di sekitar bintang kelas B yang berotasi sangat
cepat.
Untuk bintang Be yang merupakan pasangan bintang ganda, selubung ini
kemungkinan besar dihasilkan oleh proses akresi massa dari bintang
pasangannya.
Untuk bintang Be tunggal, jawaban yang paling mungkin adalah berasal dari
bintang itu sendiri, yaitu adanya pelontaran massa dari permukaannya. Materi
yang dilontarkan itu makin lama akan berakumulasi sehingga membentuk
selubung yang menyebabkan munculnya garis-garis emisi yang dapat diamati
dari bumi.
Bukti bahwa bintang Be mengalami pelontaran massa dapat dilihat dari profil
garis spektrumnya yang tidak simetri dan cenderung membentuk profil PCygni.
Spektrum bintang Be
Pada
awalnya
diperkirakan
mekanisme pelontaran massa ini
disebabkan oleh rotasi bintang
yang sangat cepat

Pendapat ini kurang kuat karena ada bintang Be yang memiliki kecepatan
rotasi yang rendah.
Teori yang sekarang diyakini kebenarannya adalah teori angin bintang yang
didorong oleh tekanan radiasi bintang yang menjadi pusatnya.

Teori ini menyatakan bahwa tekanan radiasi bintang mendorong materi di


sekitarnya sehungga materi-materi tersebut terlontar ke luar dan membentuk
selubung.
Ada banyak teori mengapa terjadi tiga bentuk profil garis emisi bintang Be ini,
salah satunya adalah,
1. Perbedaan Arah Pandang
Garis emisi tunggal terjadi apabila bintang Be dilihat dari arah kutubnya, garis
emisi berpuncak ganda terjadi apabila bintang Be dilihat dari arah antara kutub
dan ekuator, sedangkan garis shell terjadi apabila bintang Be dilihat dari arah
kutubnya
Pengamat

Menghasilkan
garis emisi

Selubung

Pengamat

Menghasilkan garis
absorpsi
Menghasilkan
garis emisi

Bintang

Garis absorpsi

Pengamat

2. Model Lengan Tunggal Berkerapatan Tinggi


Kato (1983) mengusulkan osilasi global lengan-tunggal (one-armed global disk
oscillation) yang bergerak semi Keplerian untuk menerangkan variabilitas garisgaris emisi pada spektrum visual bintang Be.

4.
5.
6.
7.
8.

Bintang Ap (Bintang kelas A peculiar)


Bintang Ba (Barium)
Bintang Herbig Ae/Be
Bintang T-Tauri
dan lain-lain

Gerak Matahari
Matahari bersama bintang-bintang di sekitarnya bergerak bersama-sama
mengitari pusat galaksi dengan kecepatan 200 - 300 km/det.

Matahari
30 000 ly
100 000 ly

Selain bergerak mengitari pusat galaksi, bintang-bintang juga bergerak secara


lokal dengan kecepatan 10 km/det.
Yang dimaksud dengan bintang-bintang di sekitar matahari adalah bintangbintang yang berada dalam radius 100 pc dari matahari.
Dalam kelompok bintang-bintang di sekitar matahari ini dapat didefinisikan
suatu Standar Diam Lokal (Local Standard Rest, LSR), yaitu suatu kerangka
acuan dimana kecepatan rata-rata bintang di sekitar matahari (termasuk
matahari) adalah nol.
Terhadap LSR, matahari bergerak dengan kecepatan 19,5 km/det. ke suatu
suatu arah tertentu (kira-kira ke arah bintang Vega di rasi Lyra). Titik yang
dituju matahari ini disebut Apex, sedangkan titik di arah yang berlawanan
disebut Antapex.
Gerak matahari terhadap LSR dapat ditentukan sebagai berikut :
Misal U, V, dan W adalah komponen kecepatan suatu bintang terhadap
matahari dalam koordinat kartesius,
u, v, dan w adalah komponen kecepatan bintang tersebut terhadap LSR dalam
koordinat yang sama,
U , V , dan W adalah komponen kecepatan matahari terhadap LSR.
Rumus :
U =-

Un

n=1

V =-

Vn

n=1

W =-

Wn

n=1

Parallaks Rata-rata dan Parallaks Gugus


Pengamatan terhadap gerak bintang dapat memberikan informasi mengenai
jaraknya.
Relatif terhadap gerak matahari, gerak diri bintang dapat diuraikan dalam dua
komponen, yaitu :
a. Komponen upsilon ( ), yaitu komponen yang searah dengan arah apexantapex
b. Komponen tau ( ), yaitu komponen yang tegak lurus terhadap arah apexantapex.
Komponen tidak terpengaruh oleh gerak matahari.

Apabila V adalah komponen kecepatan tangensial pada arah , maka dari


persamaan : > ) 34A3

diperoleh : V = 4,74 / p.
(
Dari pengamatan pada sejumlah bintang, diharapkan rata-rata V sama
dengan kecepatan radial rata-rata semua bintang tersebut setelah dikoreksi
terhadap gerak matahari.
Dari persamaan di atas selanjutnya dapat ditentukan parallaks rata-rata
kelompok bintang tersebut. Dalam perhitungan ini, diambil sebagai rata-rata
semua bintang.
Cara seperti ini akan sangat berguna apabila dilaku-kan pada kelompok
bintang yang jenisnya sama (sama kelas spektrum dan kelas luminositasnya).
Jadi, Luminositas atau magnitudo mutlak semua bintang dalam kelompok ini
diharapkan sama.
Dengan mengambil bintang yang sejenis maka,
bintang yang lemah, berarti jaraknya jauh
bintang yang terang, berarti jaraknya dekat
Dengan mengetahui jarak rata-rata kelompok bintang ini, maka jarak
sebenarnya setiap bintang dapat ditentukan. Caranya adalah sebagai berikut:
Secara matematis, paralaks rata-rata bintang dapat dituliskan :
Dari rumus pogson :
N
. . ,- "
" . /
pi
p =

i=1

) +/A

"

"

N
Maka diperoleh :

,- B

. )

,-

"

"

Dengan mengamati p dan mi untuk setiap bintang, maka M dapat ditentukan


dari persamaan di atas ini.
) +/A "A *
Selanjutnya dari persamaan : "
dapat ditentukan pi (paralaks tiap bintang ).
Penentuan paralaks dengan cara seperti ini disebut paralaks statistik.
Ketelitian cara ini bergantung pada ketelitian pengukuran paralaks rata-rata
dari sebaran harga M bintang dalam kelompok tersebut. Cara ini sangat berguna
untuk menentukan jarak bintang yang jauh.
Cara lain untuk menentukan jarak dengan menggunakan gerak bintang adalah
dengan mengamati gerak diri bintang dalam gugus bintang.
Suatu gugus bintang adalah kelompok/kumpulan bintang yang satu sama lain
terikat oleh gaya gravitasinya.
Semua bintang dalam gugus bergerak bersama ke suatu arah dalam lintasan
sejajar. Akan tetapi apabila jarak gugus tidak terlalu jauh letaknya, maka lintasan
bintang dalam gugus tersebut tampak memusat atau memencar ke atau dari suatu
titik. Titik temu vektor gerak diri tersebut dinamakan Vertex.
Kecepatan tangensial gugus (Vt) adalah :
Vt = Vr tan .
Dengan :
= sudut antara arah ke gugus bintang dan ke Vertex
V
= kecepatan gugus dalam ruang
Vr
= kecepatan radial gugus
Apabila titik vertex dan kecepatan radial gugus dapat ditentukan, maka Vt
dapat ditentukan.

Selanjutnya, dengan menggunakan persamaan : Vt = 4,74

paralaks dan
p
jarak gugus dapat ditentukan. Cara paralaks gerak gugus ini sangat berguna untuk
menentukan jarak yang tidak terlalu jauh.
1.

a.
b.
c.

Contoh soal :
Sebuah bintang mempunyai magnitudo semu sebesar 0,14, paralaknya 0,12 dan
kecepatan radial relatif terhadap matahari adalah -14 km/det. Apabila deklinasi
bintang tersebut adalah 38o 4 serta komponen gerak sejatinya dalam asensiorekta
dan deklinasi masing-masing sebesar 0s,016 dan 0,28, tentukanlah :
gerak sejatinya
kecepatan tangensialnya.
kecepatan gerak bintang relatif terhadap matahari.

2. Empat buah bintang yang berada dalam satu gugus mempunyai kelas spektrum
dan kelas luminositas sama. Magnitudo semu keempat bintang tersebut adalah
14.6, 14,8, 14,4 dan 14,9. Apabila paralaks rata-rata keempat bintang ini adalah
0.01, tentukanlah magnitudo absolutnya dan paralaks masing-masing bintang.
Review :
1. Apakah yang dimaksud spektrum kontinu, absorpsi , dan emisi ?
2. Jelaskan bagaimana kita menghitung kecepatan gerak bintang ?
3. Apa kegunaan mempelajari spektrum sebuah bintang ? Informasi apa saja bisa
diperoleh dari data tentang spektrum bintang ?
4. Bagaimana garis2 gelap Fraunhoer membuktikan Matahari juga termasuk bintang?
5. Mengapa pada bintang-bintang yang panas tidak ditemukan adanya molekul ?
6. Bagaimana hubungan antara panjang gelombang dan frekuensi serta energinya ?
7. Sebutkan beberapa penyebab pelebaran spektrum !
8. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya spektrum bintang !
. Tambahan : Kecepatan Bintang Relatif terhadap Matahari.
Karena geraknya , jarak bintang ke kita sebagai pengamat tidaklah konstan, meskipun
perubahan itu terjadi setelah waktu yang sangat lama.
Contoh : Jika suatu bintang pada epoch t mempunyai gerak diri dan paralaks p serta
kecepatan radial vr. Setelah melewati epoch tertentu, bintang akan berada
pada jarak terdekatnya dengan Matahari. Pada epoch tersebut, t, paralaks
bintang sudah berubah menjadi p.

Misalkan posisi bintang saat ini A dan pada jarak terdekat posisinya di D. Pengamat
ada di titik S dan V menyatakan kecepatan linier bintang tersebut.
o p = 1/d dan p = 1/d p = p (d/d)
o sin = d/d p = p/sin
o Lihat ABE sin = vt/V
o Jadi, p = pV/vt
o Waktu untuk berpindah dari A ke D
o t = AD/V dan AD/AS = cos = vr/V
o AD = d x (vr/V)
d .v
o Sehingga : t = 2r
V

Evaluasi Bab 3
I. Esai
1. a. Jelaskan perbedaan garis emisi dengan garis absorpsi !
b. Mengapa spektrum bintang menujukkan garis-garis absorpsi ?
c. Apa kegunaan para ahli mengetahui tipe bintang berdasarkan spektrumnya ?

2.

Spektrum Bintang Kelas A


200

Grafik
persebaran
energi
bintang X

180
160

Intensitas

140
120
100
80
60
40
20
0
3500

4000

4500

5000

5500

6000

6500

Panjang Gelombang

a. Hitunglah suhu efektif dari bintang X ! Sebutkan juga warnanya


berdasarkan suhunya !
b. Mengapa banyak lembah pada grafik diatas ! Apa yang menjadi
penyebabnya ?
c. Perkirakan tipe spektrum bintang ini ! Sebutkan alasan2 Anda !
3. Garis spektrum suatu elemen yang panjang gelombang normalnya adalah 5500
diamati pada spektrum bintang berada pada panjang gelombang 5502 . Seberapa
besarkah kecepatan pergerakan bintang tersebut ? Apakah bintang itu menjauhi
atau mendekati bumi? Jika diketahui gerak diri bintang tersebut 0,2/ tahun dan
jaraknya 4,89 tahun cahaya. Hitunglah kecepatan linier bintang !
4. a. Apa perbedaan dan persamaan bintang A3 I dan A3 V ?
b. Jika kita melihat spektrum kedua bintang tersebut, perbedaan apa yang terlihat?
c.

Kedua bintang
mempunyai
temperatur yang
sama

Bintang mana yang luminositasnya lebih besar? Jelaskan alasannya !


5. Perhatikan kedua spektrum di bawah ini. Jelaskan apa yang dapat disimpulkan
dari kedua spektrum tersebut! (A adalah spektrum bintang A dan B adalah
spektrum bintang B).

6.

"

Perhatikan spektrum bintang di atas !


a. Bintang itu bergerak menjauhi atau mendekati kita ?
b. Berapakah kecepatan radialnya ?
lebih besar dari 0 ? Benda langit apa yang menunjukkan
c. Mungkinkah
keanehan seperti itu ?
7. a. Describe the electromagnetic spectrum. How does our atmosphere affect the
spectrum?
b. If the temperature of a hot body is doubled, by what factor is the frequency of
its peak intensity of radiation changed?
c. If the temperature of a star surface is triple that of a second star, by what factor
is it giving off more light energy than the second star?
d. If we see light from a star which has a cool surrounding gas cloud, are we are
likely to see an absorption spectrum? Why ?
8. If a star is moving away from the Earth at very high speed, will the star have a
continuous spectrum that appears hotter or cooler than it would if the star were at
rest? Explain.
9. A quasar is observed and it is found that a line whose rest wavelength is 3000 is
observed at 15000 . Estimate:
a) How fast is the quasar receding?
b) How far away is it if its distance is given by the Hubble relation? (The Hubble
constant is H = 75 km/s/Mpc)?
Both answers may be done with an accuracy of 30 %.
10. Di bawah ini diperlihatkan tiga buah spektrum bintang, yaitu spektrum bintang X,
bintang Y dan Bintang Z.
a. Tentukanlah kelas spektrum ketiga bintang tersebut dan jelaskan juga
alasannya!
b. Tentukanlah mana bintang yang paling panas dan mana bintang yang paling
dingin. Jelaskan jawabanmu

X
Y
Z
11. You are analyzing the light from an unknown star. Specifically, you are analyzing
the emission line of neon that is measured on the Earth at 654.5 nm (a unit of
length). You find that the star emits that same neon line at 651.2 nm. What is the
relative motion of the star and the earth.
12. A star has an emission-line due to the recombination in Hydrogen of the electron
from the n = 3 quantum level to the n = 2 level. In the laboratory the associated
wavelength with this transition is 656.285 nm. This emission-line in the star'
s
spectrum occurs at 656.255 nm. Applying Doppler'
s relation, how fast is this
object approximately moving with respect to the Earth, in terms of the velocity of
light, c?
13. Lets assume you discover a new star and you measure an apparent visual
magnitude of 7.66, a parallax of 0.26 arcsec and a recessional velocity of 50
km/sec (it moves away from us with 50 km/sec).
What is its redshift?
Assuming that there is interstellar extinction of 1 magnitude, what is its
absolute magnitude?
Calculate the luminosity of that star in solar units.
14. Mungkinkah spektrum suatu bintang menunjukkan adanya garis hidrogen yang
lemah dan pita molekul TiO ? Jelaskan !
15. Bagaimana kita membedakan gerak diri bintang (proper motion) dengan paralaksnya ? Jelaskan !
16. Panjang gelombang maksimum spektrum sebuah bintang adalah 2,898 x 103 .
Berapakah temperatur bintang tersebut? Dapatkah kamu menentukan termasuk
kelas apakah bintang tersebut ?
17. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa bintang P termasuk kelas A0 III dan
bintang Q kelas A5 III. Jelaskanlah apa yang dimaksud kelas A0 V dan A5 V.
Tentukan juga persamaan dan perbedaan kedua bintang tersebut dan bintang
manakah yang radiusnya paling besar ? Jelaskan jawabanmu.
18. Sebuah bintang yang diamati spektrumnya, memperlihatkan garis-garis spectrum
seperti tampak pada gambar A. Ketika diamati beberapa tahun kemudian, garisgaris spektrumnya sudah bergeser dan tampak seperti pada gambar B.
Tentukanlah apakah bintang tersebut menjauh atau mendekati pengamat dan
berikan penjelasannya dengan lengkap. Apabila pergeseran garis-garis

spektrumnya adalah sebesar 0,5 , tentukanlah kecepatan gerak bintang tersebut.


Kecepatan gerak ini apakah kecepatan radial atau kecepatan tangensial, jelaskan !
H (4861 )
A
B
0,5
19. Sebuah bintang mempunyai paralaks 0,474 dan gerak diri (proper motion)
bintang tersebut adalah 3,00. Jika kecepatan radial bintang tersebut adalah 40
km/s, tentukanlah kecepatan linier bintang tersebut !
20. Given three stars moving with the same total speed of 40 kilometres/second but in
three different directions: (A) moving away at an angle = 450 from our line sight,
(B)moving directly away from us, (C) moving perpendicular to our line sight, put
the stars in order of increasing amount of shift you see in their spectral lines (the
smallest shift first).
21. The H-alpha spectral line is at 656.3 nanometres. Star A has that line at 656.8
nanometres, star B has that line at 656.0 nanometres, star C has that line at 656.3
nanometres. Which star is moving the fastest (along the line of sight) and what is
the three stars directions of motion ?
22. Two stars have proper motions of 0.5 arc seconds/year. Star (A) is 20 parsecs
away and star (B) is 30 parsecs away. Which one is moving faster in space?
23. Two stars orbit about a common point in a plane that is oriented parallel to our
line of sight. What will you see happening to the spectral lines of each star? If
there is a change, will both stars'spectra be changing in the same direction at the
same time?
24. Two stars have equal strengths of their hydrogen lines. Star A has lines from
helium present while star B has lines of ionized calcium present. Which star is
hotter? Explain your reasoning.
25. If our Sun has a surface temperature of 5840 K, how many times hotter than the
Sun is the hottest O-type star? How mar.y times cooler than the Sun is the coolest
M-type star?
26. Untuk menentukan kecepatan Bumi mengelilingi Matahari, kita dapat
menggunakan metode spektroskopi, yaitu melalui pengamatan spektrum suatu
bintang. Kita andaikan Bumi mengitari Matahari dalam orbit lingkaran dengan
kecepatan konstan v. Misalkan kita mengamati ke suatu arah di mana terdapat
sebuah bintang yang terletak di bidang ekliptika (orbit Bumi), sebagai berikut:

Bumi

arah bintang
T3

T1

a. Bagaimanakah menyatakan variasi kecepatan radial (vr) pengamat di Bumi


terhadap bintang tersebut.
b. Gambarkan diagram kecepatan radial pengamat terhadap waktu, dan tentukan di
mana posisi T1,...,T4 dalam diagram tersebut (Kapan kecepatan radial maksimum,
nol, dan minimum?).
c. Menggunakan rumus pergeseran frekuensi Doppler:
( i-

o)/

= vr /c

(c kecepatan cahaya)

o adalah panjang gelombang diam. Panjang gelombang yang teramati,


i,
berosilasi antara dua posisi T dengan periode satu tahun. Jika dilakukan
pengamatan pada o = 6000 , ternyata didapat variasi maksimum sebesar 1,2 .
Tentukan berapa kecepatan orbit Bumi mengelilingi Matahari. Dapatkah kamu
menggambarkan perubahan garis spektrum tersebut?

27. What is the main reason why some stars have strong (darker) hydrogen lines and
others have weak (lighter) hydrogen lines ?
28. Jelaskan mengapa pada bintang kelas A, garis spektrum hidrogen sangat kuat
sedangkan pada kelas-kelas awal (O dan B) serta akhir (G,K,M) garis spektrum
hidrogennya lemah.
29. Sebuah bintang memiliki deklinasi -48033,1 dengan gerak diri pada arah
ascenciorecta dan deklinasi sebesar 0,019/tahun dan 0,021/tahun. Bila
kecepatan radial bintang ini 23 km/s dan paralaksnya 0,013, tentukanlah gerak
diri dan kecepatan liniernya !
30. Jelaskan dengan menggunakan gambar, bagaimanakah terbentuknya garis emisi
dan absorpsi pada spektrum bintang !
31. Sebuah bintang dengan deklinasi +550 mempunyai paralaks 0,130 dan kecepatan
radial +22 km/detik. Komponen proper motionnya adalah
= 0s,091 dan
=
-0,115. Hitung proper motion, kecepatan transversal dan kecepatan ruang
terhadap matahari.
32. Deklinasi sebuah bintang adalah +4257'dengan komponen proper motion
=
-0s,0374 dan
=1",21. Hitung proper motion bintang tersebut. Jika kecepatan
radial bintang adalah -7,6 km/detik dan paralaksnya adalah 0",376, hitung

kecepatan ruang bintang tersebut relatif terhadap matahari. Hitung proper motion
saat berada pada jarak terdekat dengan matahari.
33. Bintang dengan koordinat (0h,0) mempunyai paralaks 0",100 dan komponen
proper motion
=-0s,089 dan
=-0",325. Pengamatan spektroskopi kecepatan
radial pada 21 Juni menunjukkan garis H (4861 ) bintang ini mempunyai red
shift sebesar 0,513 . Hitung kecepatan ruang bintang ini relatif terhadap
matahari.
34. Sebuah bintang mempunyai kecepatan radial sebesar 0,95 km/s. Deklinasi
bintang ini 13041 dan paralaksnya 0,028. Bila gerak diri dalam arah
asensiorekta dan deklinasi sebesar 0,088 / tahun dan 0,213 / tahun, hitunglah:
a. Gerak diri bintang
b. Kecepatan bintang
c. Berapakah panjang gelombang yang tercatat pada pengamatan spektrum
bintang ini bila dicocokkan pada panjang gelombang 4360 ?
35. Sebuah bintang memiliki paralaks 0,474 dan gerak diri 3/tahun. Dari
pengamatan spektroskopi dikethui terjadi pergeseran pada panjang gelombang
diamnya (4360 ) sebesar 0,3 . Tentukan kecepatan liniernya bintang tersebut !
36. Bintang
Car memiliki deklinasi -52040,1 dengan gerak diri pada arah
ascenciorecta dan deklinasi masing-masing sebesar 0,026/tahun dan
0,022/tahun. Bila kecepatan dalam arah pandang bintang ini sebesar 20 km/s dan
paralaksnya 0,014, tentukan :
a. Gerak diri
b. Kecepatan linier bintang
c. Panjang gelombang yang tercatat pada pengamatan spektrum bintang bila
dicocokkan pada 4360 !
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Bintang
Canopus
Wolf 359
G acrux
Ser
El Nath
Uma
Aqr
Archenar
Aqr

Mv
- 4,7
16,7
- 2,5
4,4
- 1,1
- 0,7
- 3,8
- 2,5
- 3,5

mv
- 0,7
13,5
1,6
4,4
1,7
1,8
3,0
0,5
2,9

Tipe spectrum Kelas luminositas


F0
Ib
M8
V
M3
II
G0
V
B7
III
K0
III
G2
Ia
B3
V
G0
Ia

37. Dari tabel di atas, tentukan :


a. Bintang yang paling terang
b. Bintang yang tidak terlihat oleh mata telanjang
c. Bintang yang mirip dengan Matahari
d. Bintang yang mempunyai temperatur permukaan tertinggi
e. Bintang yang mempunyai temperatur permukaan terendah
f. Bintang yang paling jauh
g. Bintang yang paling dekat
h. Bintang dengan radius terbesar
i. Bintang deret utama dengan luminositas tertinggi

38. Bintang Altair mempunyai paralaks 0,198 detik busur, gerak sejati 0,658 detik
busur/tahun dan kecepatan radial 26 km/detik, dan magnitudo semu 0,89.
Hitunglah jarak minimum bintang Altair ke matahari dan kecerlangan mutlaknya !
39. Sebuah bintang memiliki paralaks 0,03 dan gerak diri 0,2/tahun. Hitung jarak
dan kecepatan tangensialnya !
40. Sebuah bintang berjarak 10 pc dengan pergeseran garis absorpsi H-alpha ( o =
6563 ) sebesar 3,2815 . Hitung perubahan jaraknya setelah 100 tahun
kemudian !
41. Suppose we'
re observing the absorption line spectrum of another star, X. We
notice that the spectral lines of star X have the same strength as those of our Sun,
but the spectral lines of star X is much broader than those of our Sun. Assuming
that rotation isn'
t a factor in this problem, answer the following:
a) State clearly two possible explanations for the broader lines.
b) How would you be able to tell which of these two explanations (or both!) is the
true cause of the line broadening? Explain.
Star
Aldebaran
Alpha Centauri
A
Antares
Canopus
Fomalhault
Regulus
Sirius
Spica

MV
- 0,2
4,4

mV
0,9
0,0

Spectral type
K5
G2

Luminosity class
III
V

-4,5
-3,1
2,0
-0,6
1,4
-3,6

0,9
-0,7
1,2
1,4
-1,4
0,9

M1
F0
A3
B7
A1
B1

I
II
V
V
V
V

42. a) Which star appears brightest in the sky and which star appears faintest in the
sky?
b) Which star has the greatest luminosity and which star has the least luminosity?
c) Which star has the highest surface temperature and which star has the lowest
surface temperature?
d) Whcih star is most similar to the Sun?
e) Which star is a red supergiant?
f) Which star has the largest radius?
g) Among the main-sequence stars listed, which one is the most massive?
43. At a distance of 2000 km above the Sun'
s photosphere, we detect strong emission
lines of Silicon II (Silicon that has lost 1 electron). At a distance of 3000 km
above the Sun'
s photosphere, we detect no Silicon II, but we do detect a very
strong Silicon VII (Silicon that has lost 6 electrons) line.
a) Which part of the corona is more dense (2000 km, 3000 km, same density at
both distances, can'
t determine)?
b) Explain how the Silicon line observation proves your answer to (a).
44. Even though all normal stars are composed mostly of Hydrogen atoms, some of
them do not show very strong Hydrogen absorption lines in their spectra. We
know the Hydrogen is there, but often its fingerprint is very weak or even
nonexistant. Explain why very cool stars are unlikely to contain many Hydrogen
absorption lines, then explain why very hot stars are unlikely to contain many
Hydrogen absorption lines.

45. Two stars, A and B, have the same apparent luminosity and the same temperature
(which we determine from their color, among other things). The spectral
absorption lines in the spectrum of star A are much wider than those of star B.
Which of these two stars probably has a larger parallax angle, if both are close
enough to be measured using Earth'
s orbit as a baseline? Explain your answer
46. Bila terjadi perubahan panjang gelombang pada garis spektrum akibat efek
Doppler, apakah kita masih dapat mengenali unsur kimia yang menghasilkan
garis spektrum tersebut ?
47. Suppose the surface temperature of the Sun were three times hotter than it is now.
How much more energy flux would the Sun emit? How would the thermal
radiation spectrum of the Sun be different?
48. Jelaskan bagaimana terbentuknya profil garis P-Cygni !
49. Apa yang membedakan antara spektrum bintang kelas B normal dan bintang kelas
Be ( B-emisi). Apa yang menyebabkan perbedaan ini ?
50. Spektrum suatu bintang menunjukkan adanya efek Zeeman , garis hidrogen lemah
dan pita molekul CH terlihat kuat. Jelaskan karakter fisis bintang yang kamu bisa
simpulkan berdasarkan spektrumnya !
51. Mengapa bintang yang berwarna biru , temperatur permukaannya lebih panas
dibandingkan dengan bintang yang berwarna merah ?
52.

Jelaskan bagaimana spektrum bintang


A dan B ketika diamati oleh pengamat?

2 0
-

53. Suppose two stars have the same luminosity, but one is an A star and one is a K
star. Which has the larger radius? Explain.
54. You take a spectrum and find that it has very strong and broad Balmer lines and
also very strong metal lines. What type of star do you have?
55. Compare different Balmer lines. Ha is a transition from the 3rd to the 2nd level and
Hb is one from the 4th to the 2nd level. Which line has a longer wavelength? Which
line is in the redder/bluer part of the spectrum? Which line has a higher
frequency? Which line is more energetic?

Luminosity
(solar
Temperature
units)
26.1
190

(Tabel untuk
nomor 56)

Spectral
Type

Apparent
Magnitude

Sirius A
Arcturus
Alpha
Centauri A
Alpha
Centauri B
Vega
Capella
Rigel
Betelgeuse

A1 V
K2 III

-1.44
-0.05

G2 V

-0.01

1.77

K0 V

+1.35

0.55

A0 V
G8 III
B8 I
M2 I

+0.03
+0.08
+0.18
+0.45

61.9
180
7.0 x 105
4.1 x 104

Altair

A7 IV

+0.76

11.8

Pollux
Barnards
Star

K0 III

+1.16

46.6

M4 V

+9.54

3.6 x 10-3

Color

56. a. Which of the stars has the highest luminosity?


b. Which of the stars has the lowest luminosity?
c. Which of the stars (excluding the sun) looks brightest to the eye?
d. Which of the stars (excluding the sun) looks faintest to the eye?
e. Which of the stars is biggest in size?
f. Which of the stars is smallest in size?
g. Which of the stars (excluding the sun) is most distant?
h. Which of the stars (excluding the sun) is least distant?
57. Lets assume you discover a new star and you measure an apparent visual
magnitude of 7.66, a parallax of 0.26 arcsec and a recessional velocity of 50
km/sec (it moves away from us with 50 km/sec).
a. What is its distance in km?
b. What is its distance modulus?
c. What is its redshift?
d. Assuming that there is interstellar extinction of 1 magnitude, what is its
absolute magnitude?
e. Calculate the diameter of that star in solar units.
58. Sebuah nova diamati dengan teknik spektroskopi pada panjang gelombang diam
6563 teramati pada panjang gelombang 6563,49 . Jika diketahui gerak dirinya
adalah 0,015/tahun, hitunglah sudut paralaks dari nova tersebut !
59. Hitunglah pergeseran Doppler ( z ) untuk :
a. rotasi Bumi
b. rotasi Matahari ( di ekuator )
c. revolusi Matahari mengelilingi pusat galaksi

60. Soal pengolahan data :


Pendahuluan
Salah satu instrumen astronomi yang penting adalah spektroskop yang
memecah cahaya bintang dari bintang ke dalam bentuk spektrum. Spektrum yang
dihasilkan dapat digunakan untuk menurunkan berbagai muatan astrofisis yang
ada.
Data
Data awal ditampilkan dalam Tabel 1 dan paralaks p serta magnitudo semu
m dari 18 bintang ditampilkan pada Gambar 2.
Pertanyaan :
a. Fotokopi-lah Gambar 2 dan bandingkan spektrum 18 bintang yang tak dikenal
tersebut dengan kumpulan spektrum pada Gambar 1 ! Perkirakanlah
temperatur permukaan dari bintang-bintang yang tak dikenal tersebut !
b. Hitung magnitudo absolut M dari bintang-bintang tersebut dan hitung pula
luminositas L jika diketahui magnitudo absolut Matahari M = +4,84 dan
luminositas Matahari L sebesar 4 x 1033 erg/detik !
c. Hitung radius R bintangbintang tak dikenal jika diketahui radius Matahari
R = 7 x 1010 cm dan temperatur efektif Matahari T = 5800 K !
d. Mengapa spektrum-spektrum pada Gambar 1 berbeda satu sama lain padahal
spektrum-spektrum bintang tersebut menunjukkan komposisi yang dapat
dikatakan identik ?
e. Jelaskan efek bintang-bintang tak dikenal tersebut terhadap Bumi dan
iklimnya apabila bintang-bintang itu menggantikan posisi matahari di pusat
Tata Surya !

(Untuk latihan lanjutan bisa menggunakan software Contemporary Laboratory


Experiences in Astronomy (CLEA) Exercise Stellar Spectra untuk lebih
mendalami keterampilan mengklasifikasikan spektrum bintang)

II. Pilihan Ganda


1. Compare Planck curves for stars of spectral types O, G, and M.
a. The Planck curves for O stars are higher at all wavelengths and peak farther to
the blue than do Planck curves for G stars; the relation of Planck curves for G
stars and M stars is similar to that of O and G stars.
b. The Planck curves for O stars are lower at all wavelengths and peak farther to
the red than do Planck curves for G stars; the relation of Planck curves for G
stars and M stars is similar to that of O and G stars.
c. The Planck curves for O stars are higher at all wavelengths and peak farther to
the blue than do Planck curves for G stars; the Planck curves for G stars are
lower at all wavelengths and peak farther to the red than do Planck curves for
M stars.
d. The Planck curves for O stars are lower at all wavelengths and peak farther to
the red than do Planck curves for G stars; the Planck curves for G stars are
higher at all wavelengths and peak farther to the blue than do Planck curves
for M stars.
e. None of these.

2. Adanya pergeseran merah mengindikasikan bahwa galaksi:


a. Bergerak mendekati Bumi
b. Bergerak sangat cepat
c. Bergerak melambat
d. Bergerak menjauhi Bumi
e. Bergerak ke segala arah
3. Bintang-bintang yang termasuk mempunyai
(>10000 K) adalah
a) bintang kelas spektrum O5 dan G2
b) bintang kelas spektrum K2 dan M8
c) bintang kelas spektrum O3 dan B5
d) bintang kelas spektrum O5 dan A5
e) semua kelas spektrum

temperatur permukaan tinggi

4. Warna bintang menunjukkan ...


a) diameter bintang
b) komposisi kimiawi bintang
c) temperatur permukaan bintang
d) jarak bintang
e) umur bintang
5. Astronomers know that iron atoms are present in the Sun because _____ .
a. astronomers have analyzed samples retrieved from the Sun in laboratories on
the Earth
b. much of the Earth is iron so that, by inference, the Sun must also contain large
amounts of iron
c. the Sun is more massive than the Earth and so must contain more massive
elements like iron
d. dark lines whose wavelength match those of iron are observed in the Solar
spectrum
e. the Sun has a faint reddish color suggestive of rust
6. If an observing is looking towards a blackbody source through a cloud of gas,
what kind of spectrum will be observed ?
a. Continuous

b.
c.
d.
e.

emission
absorption
none of the above
all of the above

7. If an observing is looks at the light emitted from a cloud of gas, what kind of
spectrum will be observed ?
a. Continuous
b. emission
c. absorption
d. none of the above
e. all of the above
8. Star A has a surface temperature of 3000K, while Star B has a surface
temperature of 12,000K. Therefore the wavelength of the peak of the spectrum of
Star A is:
a) Half the wavelength of the peak of the spectrum of Star B.
b) Twice the wavelength of the peak of the spectrum of Star B.
c) Four times the wavelength of the peak of the spectrum of Star B.
d) One quarter the wavelength of the peak of the spectrum of Star B.
e) Sixteen times the wavelength of the peak of the spectrum of Star B.
9. A Doppler shift is:
a) A change in the wavelength of the peak of the spectrum of an object, as the
temperature of the object changes
b) A change in the wavelength of the light from an object, due to the relative
motion of the object and the observer
c) A change in the energy of an electron, when it jumps to a higher energy level in
an atom
d) The bending of a ray of light as it goes from one medium to another
e) The emission of a photon of light by an atom, when an electron in the atom
jumps to a lower energy level
10. The Sun has a yellowish appearance, Betelgeuse has a reddish glow, and Vega
has a blueish white glow. Therefore, the temperature order, from coldest to
hottest, is:
a) Vega, the Sun, Betelgeuse
b) Betelgeuse, Vega, the Sun
c) The Sun, Vega, Betelgeuse
d) Betelgeuse, the Sun, Vega
e) Vega, Betelgeuse, the Sun.
11. The H-alpha line of hydrogen is observed in Star A at a wavelength of 6000
Angstroms. In the laboratory, the wavelength of the H-alpha line is 6563
Angstroms. This means that:
a) Star A is a blue star
b) Star A is moving towards us
c) Star A is moving away from us
d) Star A is very hot
e) Star A is very cold
12. Assume an atom has only three lines in its emission spectrum one red, one
green, and one blue. If you shine yellow light through a low-density cloud of

these atoms, what would you expect to happen to the emission spectrum seen
from these atoms?
A) The red line would be less intense
B) The green and blue lines would be less intense
C) The red line would be more intense
D) The green and blue lines would be more intense
E) No change
13. If the rest wavelength of a certain line is 600 nm, but we observe it at 594 nm,
then:
A) The source is approaching us at 60% of the speed of light.
B) The source is receding from us at 60% of the speed of light.
C) The source is receding from us at 1% of the speed of light.
D) The source is approaching us at 1% of the speed of light.
E) The source is getting 1% hotter as we watch.
14. A new star is discovered; it is bright and hot, and emits mostly ultraviolet light. If
we observe it with blue and yellow filters (separately), what would we find?
A) More blue intensity than yellow
B) More yellow intensity than blue
C) Equal yellow and blue intensity
D) Blue and yellow intensities are both zero
E) Not enough information given
15. Which of these stars would be the hottest?
A) A0
B) B0
C) G2
D) K9

E) Ml0

16. Proper motion


a. The apparent shift in position of a foreground object relative to background
objects due to a change of position of the observer
b. As viewed from the Earth, the apparent motion of a planet near opposition
when it moves westward relative to the background stars
c. The conical motion of the Earths axis of rotation about the perpendicular to
Earths orbital plane over the course of approximately 26,000 years
d. The rate in seconds of arc per year at which a star moves across the plane of the
sky
17. The fact that strengths of absorption lines due to neutral, singly-ionized and
doubly-ionized atoms vary from star to star is a consequence of
a. different temperatures in the photospheres of stars
b. different chemical compositions in the photospheres of stars
c. different luminosities for stars
d. all of the above
18. From the shape, width, and strength of absorption lines in spectra, astronomers
can infer
a. random thermal motions, existence of streams of gas, and rotation of the star
b. the chemical composition of a star'
s photosphere
c. the variation in temperature and density down through the star'
s photosphere
d. all of the above
19. If Star A is hotter than Star B, and Star A is emitting most of its light at a
wavelength corresponding to yellow light, which of the following statements is
true?

a. Star B will emit most of its light at a wavelength longer than yellow
b. Star B will emit most of its light at a wavelength shorter than yellow
c. Star B will emit most of its light at the same wavelength as Star A
d. more information is required to answer this question
20. Spectral lines unique to each type of atom are caused by
a. each atom having a unique set of protons.
b. the unique sets of electron orbits.
c. the neutron-electron interaction being unique for each atom.
d. each type of photon emitted by the atom being unique.
e. none of the above; spectral lines are not unique to each type of atom.
21. Consider a cloud of (cool) gas between a star and an observer to be moving away
from a source of continuous radiation (and towards the observer). Suppose the
atoms in the gas have two energy levels separated by an energy corresponding to
5000 Angstroms. The observer will see a spectrum with absorption at a
wavelength
a. less than 5000 Angstroms.
b. equal to 5000 Angstroms.
c. greater than 5000 Angstroms.
d. no absorption will take place.
22. A star has an absorption spectrum showing many lines corresponding to silicon.
Before it reaches an observer, the light from this star passes through a cool gas
cloud containing a large amount of silicon. What will the observer detect?
a. an absorption spectrum with many silicon lines
b. an absorption and emission spectrum with lines corresponding to silicon
c. an emission spectrum of many silicon lines
d. a continuous spectrum
23. If an electron moves from a lower energy level to the next higher energy level,
then
a. the atom has become excited.
b. the atom has become ionized.
c. the atom'
s light will be blue shifted.
d. the atom'
s light will be red shifted.
24. When you see a spectrum with absorption lines in it, you can infer that:
A. the light passed through ionized atoms
B. electrons moved up in energy levels to absorb the light
C. electrons moved down in energy levels to absorb the light
D. all the atoms were in excited states
25. Spectra from neutral atoms compared with spectra from ionized atoms of the
same element
a) are the same
b) are slightly redshifted
c) are slightly blueshifted
d) have different sets of spectral lines
e) have the same sets of spectral lines but different widths for those lines
26. Studying the spectrum of a star can tell us a lot. All of the following statements
are true except one. Which one?

a) the peak of the stars thermal emission tells us its temperature: hotter stars peak
at shorter (bluer) wavelengths
b) the total amount of light in the spectrum tells us the stars radius
c) we can identify chemical elements present in the star by recognizing patterns of
spectral lines that correspond to particular chemicals
d) we can look at Doppler shifts of spectral lines to determine the stars speed
toward or away from us
e) we can determine the temperature of the stars photosphere
27. We view a hot thermal source through a cloud of gas having a variety of chemical
elements. Which of the following would we predict we would see?
A. An absorption spectrum with lines characteristic of the elements in the cloud
B. An emission spectrum with lines characteristic of the elements in the cloud
C. A continuous spectrum with no lines
D. Only hydrogen lines because hydrogen is the most common element in the
Universe
E. Not enough information is given
28. A star having a surface temperature of around 4000 Kelvin has a spectrum that
has more absorption lines than, say, a star having a surface temperature of 10,000
Kelvin because
A. the hotter star has consumed most of its elements
B. the atoms in the cooler stars have more electrons capable of changing energy
states
C. the atoms in the cooler stars have less electrons capable of changing energy
states
D. hydrogen lines are more prevalent in cooler stars
E. More than one of the above answers are correct
29. Why don'
t we rely solely on the thermal properties (continuous spectrum) of a star
to determine the temperatures of stars ?
A. Stars can change their temperatures from week to week and thus we would
have to keep observing the same stars
B. The thermal radiation of a star depends upon the distance to the star, and we
can'
t calculate distances to stars farther than about 100 parsecs
C. Thermal radiation is independent of the distance to a star, but not its
temperature
D. The Earth'
s atmosphere gets in the way for very hot and very cool stars
E. None of the above is correct
30. Why do stars appear to be different in color?
A. Because they have different absolute magnitudes
B. Because they have different chemical compositions
C. Because they have different temperatures
D. Because they are all at different distances
E. Stars aren'
t really different colors; it'
s just that our atmosphere blocks some
kinds of electromagnetic radiation.
31. What changes would you expect to see in the resulting spectrum of emitted light
from a piece of metal when it is heated slowly in an intense flame from 500K to
1,500K?
A. Intensity of radiation would increase greatly and its color would change from
red through white to blue.

B. Intensity of radiation would increase greatly and its color would change from
blue through white to red.
C. Intensity of radiation would increase greatly and its color would remain red.
D. Intensity of radiation would change only slightly and its color would change
from blue through white to red.
32. A small particle of interplanetary material is heated by friction from a temperature
of 400 K to 4000 K as it falls into the atmosphere of the Earth and produces a
meteor or a shooting star in our sky. If this object behaves like a perfect
blackbody over this short time, how will its emitted radiation change as it is
heated?
A) Its intensity will rise by a factor of 100 while the peak wavelength of emitted
light will become shorter by a factor of 100, moving from the infrared to the
ultraviolet.
B) Its total intensity will rise by a factor of 10,000 while its peak wavelength will
become longer by a factor of 10, moving from the visible to the infrared or
heat radiation.
C) Its total emitted intensity will rise by a factor of 10,000 while its peak
wavelength will become shorter by a factor of 10, from infrared to red visible
light.
D) Its total intensity will rise by a factor of 10, while its peak wavelength will
become shorter by a factor of 10, moving from the infrared to red visible light.
33. The dark absorption lines in the solar spectrum are caused
A) by a cooler layer of gas overlying the hot solar interior, which contains many
elements including H, He, Mg, Ca, Fe, etc.
B) by a cooler layer overlying the hot solar interior, consisting solely of hydrogen
gas, which produces all the absorption lines.
C) solely by absorption by atoms and molecules in the Earth'
s cool atmosphere.
D) by a hotter layer of gas that overlies the cooler solar interior, and which
produces the absorption lines.
34. Suppose that a certain spectral line has a wavelength of 600 nm and that when it is
observed in a distant galaxy it is observed to have a wavelength of 612 nm. How
can this be ?
A) The line is from a previously unknown element.
B) The galaxy is moving toward Earth.
C) The galaxy is moving away from Earth.
D) The wavelength of the line may have been changed by material between the
galaxy and Earth.
E) The situation described in this question cannot happen because the
wavelengths of a particular element are fixed and cannot be changed.
35. Which of the following CANNOT be detected by using the Doppler effect?
A) the rotation of the Sun.
B) the rotation of planets.
C) the motion of binary star systems.
D) the radial motion of a star moving toward the Earth.
E) None of the above, from A to D, could be detected by using the Doppler effect
36. The spectrum of a star shows an equivalent set of dark absorption lines to those of
the Sun, but with one exception. Every line appears at a slightly longer
wavelength, shifted toward the red end of the spectrum. What conclusion can be
drawn from this observation?

A) A cloud of cold gas and dust surrounds the star and is absorbing light from it.
B) The star is moving rapidly toward the Earth.
C) The temperature of the star'
s surface is higher than that of the Sun.
D) The star is moving rapidly away from Earth.
37. The proper motions of stars are
A) easy to measure for most stars, on photographs taken six months apart.
B) noticeable to the unaided eye as a gradual shift of the constellations westward
over the course of a month or two.
C) easy to observe with the unaided eye over the course of an hour or two.
D) difficult to measure even on photographs taken several years apart, for any but
the nearest stars.
38. Why is there a limited range of stellar surface temperatures around 10,000 K at
which neutral hydrogen gas will absorb visible light in the Balmer series?
A) Because there must be electrons at the n = 3 energy level in order for Balmer
absorption to occur. If the gas is too cold, electrons are only in the n = 1 and 2
levels, while if the gas is too hot, the gas is ionized and no electrons are left in
the hydrogen atoms.
B) Because electrons in hydrogen have to be at the n = 2 energy level in order to
produce absorption in this series. If the gas is too cold, most atoms are in the n
= 1 state and if it is too hot, most atoms are ionized.
C) Because electrons must be in the ground state n = 1 in order to undergo Balmer
absorption. If the gas is too cold, electrons cannot be excited from this level,
while, if it is too hot, there are no electrons left in the n = 1 level.
D) Because there must be sufficient continuum radiation from the stellar surface
in the visible region to be absorbed by the hydrogen gas.
39. If you observe the brightness of a star only in the visible part of the
electromagnetic spectrum (i.e., you have one data point on the star'
s energy
spectrum), you are
A) able to determine accurately the surface temperature of the star.
B) observing the brightest emission given by the star.
C) observing the coolest part of the star'
s surface.
D) missing a lot of information about the star since the star emits in all
wavelengths.
E) able to determine the star'
s radial velocity.
40. If we see a blue shift for a star in our galaxy, the star
A. must be hotter-than-normal.
B. must be moving away from us faster than is normal.
C. must be moving toward us.
D. must be giving off more blue light than a normal star.
E. both (a) and (d) above; they mean the same thing.
41. Manakah peryataan di bawah ini yang paling benar ?
a. Bila gas bertekanan rendah dipijarkan, maka hanya akan menghasilkan
spektrum emisi.
b. Bila garis hidrogen dalam spektrum suatu bintang terlihat lemah, berarti suhu
bintang tersebut termasuk tinggi atau rendah.
c. Garis spektrum molekul TiO mulai tampak pada spektrum bintang dengan
kelas spektrum B.
d. Bintang dengan klasifikasi B5 III berarti bintang tersebut adalah bintang
maharaksasa dengan temperatur sekitar 20.000 K.

e. Garis spektrum molekul CH (G-Band) tampak sangat kuat pada spektrum


bintang dengan kelas spektrum M.
42. At an astronomical conference, an astronomer gives a report on a star that has
recently begun to interest astronomers because of hints that it may have a planet
around it. In his report the astronomer gives the speed with which this star is
moving away from the Sun. How did the astronomer measure this speed?
a. by seeing how the luminosity of the star has been decreasing as it moves farther
and farther away
b. by seeing the star become much redder than it used to be
c. by measuring the diameter of the star (which is easy to do) and noticing that it
is getting smaller and smaller
d. by looking at the Doppler shift in the lines of the star'
s spectrum
e. the astronomer must be making up stories to impress his colleagues; there is no
way to measure the speed with which stars move away or toward us.
43. If the spectrum of some object has spectral lines of helium and strong lines from
metals, the object is probably
a. nonexistent
b. a star whose temperature varies with time
c. a star with strong emission lines
d. a binary star system.
44. What spectral types have the strongest hydrogen absorption lines?
a. O
b. B and A.
c. F and G.
d. K and M.
e. None of these.
45. Which of the following characteristics of a star will cause absorption line to be
shifted, but not broadened?
A. motion of the star towards or away from us
B. rotation of the star on its axis
C. high gas pressure in the star
D. motion of the star perpendicular to the line of sight
46. Which of the following properties of a star cannot be determined directly from its
spectrum ?
A. its chemical composition
B. its temperature
C. its mass
D. its velocity
47. Weak hydrogen lines in the spectra of cool stars indicates
A there is no hydrogen in the outer atmospheres of these stars
B the temperature is not high enough to excite hydrogen atoms to the level
required for these lines to appear
C these stars are very old and have entered a period of helium burning
D all the hydrogen in these stars is ionized
48. The Doppler shift of light from an object approaching us would
A. decrease the wavelength
B. decrease the frequency

C. increase the speed


D. increase the amplitude
49. Spektrum dari bintang di bawah ini yang paling panas adalah ...
H H
H
H

a.
b.
c.
d.
e.
50. The most convincing piece of evidence indicating that stars are really as luminous
as the Sun is ...
a. stellar spectra are well-fit by a blackbody model
b. stars have colors similiar to those of the Sun
c. stars have very small parallaxes
d. stars rise and set just like the Sun
e. the absorption seen in stellar spectra indicates that stars have chemical
compositions very similiar to that of the Sun
-- 0 --

Bab 4
Tata Koordinat Langit dan Astronomi Bola
Tata Koordinat yang kita kenal umumnya adalah jenis Kartesian
(Cartesiusan) yang memakai sumbu X dan Y . Tapi, ada jenis tata koordinat lain yang
lebih sesuai dengan keadaan Bumi yang berbentuk bola yaitu tata koordinat bola.
Benda langit nampak bergerak di langit karena pengaruh gerak rotasi Bumi.
Bintang-bintang dapat dibayangkan menempel pada sebuah kubah besar yang
berputar. Untuk itu, penentuan posisinya digunakan tata koordinat Bola.
Di suatu malam yang cerah, jika kita berada di suatu tempat yang
lingkungannya tidak terlalu terang dan kita melihat ke langit akan nampak banyak
bintang bertaburan. Mereka tampak berkelap-kelip diam di tempatnya. Diam di
tempatnya? Cobalah ingat-ingat lokasi sebuah bintang atau rasi bintang yang cukup
jelas terlihat saat itu kemudian lihat lagi dua jam kemudian. Apakah masih di
tempatnya semula? Tidak! Semua bintang-bintang telah bergeser, tapi formasinya
tetap, mungkin hanya sedikit terputar. Dilihat dari bumi bintang-bintang tampak
beredar di angkasa.
Bintang-bintang itu memang seolah-olah bergerak di langit perlahan-lahan,
sama seperti bulan dan matahari, hanya dengan kecepatan yang sedikit berbeda.
Matahari dan bulan terbit di kaki langit sebelah Timur, meskipun tidak selalu tepat
dari titik Timur. Titik terbit Bulan dan Matahari berubah dari hari ke hari, tetapi titik
terbit bintang-bintang selalu tetap.
Sebuah bintang yang suatu saat terbit tepat di titik Timur dia akan selalu terbit
di titik Timur dan terbenam tepat di titik Barat. Bintang-bintang yang titik terbitnya
lebih Selatan dari titik Timur akan selalu terbit dari titik yang sama setiap hari,
beredar di belahan langit Selatan dan terbenam di sebuah titik yang lebih Selatan dari
pada titik Barat. Mereka sering disebut Bintang-bintang Selatan. Bintang-bintang
yang beredar di belahan langit Utara sering disebut Bintang-bintang Utara. Orangorang di belahan bumi Selatan dapat lebih lama melihat Bintang-bintang Selatan dan
lebih singkat kesempatannya mengamati bintang-bintang Utara, bahkan beberapa
bintang yang jauh di Utara tidak dapat terlihat sama sekali.
Sebenarnya bintang-bintang nampak beredar di langit karena bumi berrotasi.
Jika bumi tidak berrotasi terhadap sumbunya bintang-bintang tidak akan berpindah
tempat, hanya matahari, bulan dan planet saja yang letaknya bergeser perlahan-lahan.
Berdasarkan kenyataan ini, para astronom zaman dahulu membuat suatu tata
koordinat benda langit sedemikian rupa sehingga koordinat bintang dapat dibuat tidak
berubah terhadap waktu. Tata koordinat itu adalah tata koordinat yang titik acuannya
bergerak sesuai dengan gerak rotasi bumi dan disebut tata koordinat khatulistiwa
(Equatorial Coordinate System). Kadang-kadang cukup sulit memahami suatu
koordinat yang acuannya bergerak relatif terhadap pengamat, oleh karena itu,
mempelajari suatu tata koordinat lain yang acuannya diam terhadap pengamat dapat
membantu kita dalam memahami tata koordinat khatulistiwa.
Di dalam pengamatan bintang dibutuhkan informasi tentang posisi bintang
yang akan diamati. Pada saat akan mengarahkan teropong kita perlu mengetahui
dimana letak benda langit yang akan diamati itu, apa lagi jika benda langit itu redup
sehingga tak nampak dengan mata telanjang. Benda langit yang terang sekalipun
perlu diketahui posisinya sebelum pengamatan, pada saat menyusun rencana
pengamatan, agar benda langit dapat diamati pada saat yang tepat.

Untuk menyatakan posisi sebuah benda langit dapat digunakan beberapa


macam tata koordinat yang semuanya merupakan sistem koordinat bola tanpa
memperhitungkan jarak dari pusat bola. Pada tata koordinat benda langit ada
lingkaran-lingkaran besar yaitu lingkaran-lingkaran yang berpusat di pusat bola dan
lingkaran-lingkaran kecil yang pusatnya tidak pada pusat bola. Semuanya mempunyai
dua titik kutub. Semuanya menggunakan lintang dan bujur (seperti lintang dan bujur
geografis) sebagai penentu posisi benda langit. Perbedaannya adalah dalam titik-titik
dan lingkaran-lingkaran acuan yang digunakan.
Lingkaran-lingkaran bujur semuanya merupakan lingkaran besar. Kecuali satu
lingkaran lintang yang membagi bola menjadi dua sama besar, semua lingkaran
lintang yang lain merupakan lingkaran kecil. Lingkaran lintang semakin kecil jika
semakin dekat dengan kutub bola. Jarak sudut lingkaran lintang terbesar ini adalah
sama dari kedua titik kutub yaitu 900.
1. Tata koordinat horizon

Lingkaran dasar :
Koordinat
:
Azimuth
:

Tinggi

Lingkaran Horizon
Azimuth ( A ) dan altitude/tinggi ( h )
Panjang busur yang dihitung dari titik acuan Utara ke arah
Timur (searah jarum jam), sepanjang lingkaran Horizon
sampai ke kaki langit ( K )
Rentang A : 00 s/d 3600
Panjang busur yang dihitung dari titik kaki langit ( K ) di
Horizon sepanjang busur ketinggian , ke arah Zenith jika h
positif dan ke arah Nadir jika h bernilai negatif
Rentang h = 00 s/d 900 atau 00 s/d -900

Kelemahan :
1. Tergantung tempat di muka Bumi. Tempat berbeda , horizonnya berbeda
2. Tergantung waktu, terpengaruh oleh gerak harian.
Keuntungannya :
Praktis, sederhana, langsung mudah dibayangkan letak bendanya pada bola
langit.
Catatan : Letak titik Kardinal (UTSB) pada bola langit bebas, asal arah SBUT
atau UTSB searah jarum jam.

'

2. Tata koordinat ekuatorial

Lingkaran dasar :
Koordinat
:
Ascenciorecta :

Deklinasi

Lingkaran Ekuator langit


Ascenciorecta ( ) dan Deklinasi ( )
Panjang busur, dihitung dari titik Aries ( titik , Titik Musim
Semi, Titik Hamal ) pada lingkaran ekuator langit sampai ke
titik kaki ( K ) dengan arah penelusuran ke arah Timur.
Rentang AR : 0 s/d 24 jam atau
00 s/d 3600
Panjang busur dari titik kaki ( K ) pada lingkaran ekuator
langit ke arah kutub langit, sampai ke letak benda pada bola
langit.
Deklinasi berharga positif ke arah KLU, dan negatif ke arah
KLS
Rentang : 00 s/d 900 atau 00 s/d -900

Catatan :
Sudut Jam Bintang Lokal adalah panjang busur dalam jam (1 jam = 150 busur),
dihitung dari Titik Kulminasi Atasnya pada Meridian langit ke arah Barat
Jam Bintang adalah sudut jam bintang lokal titik Aries
Sudut jam bintang lokal = Jam Bintang Ascenciorecta
Koordinat Ekuator bersifat universal, sangat standar dipakai dalam astronomi
karena tidak terpengaruh oleh letak dan waktu pengamat di permukaan Bumi.

&

8,,2 "

(!

,2"

Hubungan Waktu Matahari dengan Waktu Sideris ( Waktu Bintang )


Waktu Matahari Menengah (WMM) = Sudut jam Matahari + 12 jam
Jam 0 waktu Matahari, letak Matahari menengah berada di titik kulminasi
bawah
Satu hari Matahari = 24 jam
Waktu Bintang ( waktu sideris ) = sudut jam titik Aries
Jam 0 waktu bintang , letak titik Aries berada di titik kulminasi atas
Satu hari bintang = 23 jam 56 menit 4,0982 detik
Letak letak istimewa titik Aries terhadap Matahari :
1. Sekitar tanggal 21 Maret (Titik Musim Semi), Matahari berimpit dengan
titik Aries.
Jam 0 WMM = jam 12 waktu bintang
2. Sekitar tanggal 22 Juni (Titik Musim Panas), saat Matahari berkulminasi
bawah, titik Aries berimpit dengan titik Timur.
Jam 0 WMM = jam 18 waktu bintang
3. Sekitar tanggal 23 September (Titik Musim Gugur), saat Matahari
berkulminasi bawah, titik Aries sedang berkulminasi atas.
Jam 0 WMM = jam 0 waktu bintang
4. Sekitar tanggal 22 Desember (Titik Musim Dingin), saat Matahari
berkulminasi bawah, titik Aries berimpit dengan titik Barat.
Jam 0 WMM = jam 6 waktu bintang
Penentuan waktu sideris
1. Tentukan selisih hari terhadap salah satu dari 4 tanggal patokan terdekat,
yakni :
21 Maret, 22 Juni, 23 September,atau 22 Desember
2. Tentukan perbedaan waktu untuk titik Aries dengan Matahari selama selisih
waktu no. 1 di atas dengan mengalikan setiap beda sebesar 4 menit

3. Tentukan jam 0 WMM waktu setempat yang bersesuaian dengan waktu sideris
pada tanggal yang bersangkutan dengan menambahkan (jika melewati salah
satu tanggal patokan di atas) atau mengurangkan (jika mendahului) dengan
selisih waktu no.2 di atas yang paling dekat dengan tanggal patokan terdekat
yang dipakai.
Patokan tanggal hubungan Waktu Sideris (Siderial Time) dengan waktu
Matahari Menengah (Mean Sun) :
21 Maret
Jam 0 WMM = Jam 12 waktu sideris
22 Juni
Jam 0 WMM = Jam 18 waktu sideris
23 September Jam 0 WMM = Jam 0 waktu sideris
22 Desember Jam 0 WMM = Jam 6 waktu sideris
4. Tentukan waktu sideris jam yang diinginkan dengan menambahkan dengan
WMM pada jam yang telah ditentukan
Contoh :
Dimanakah posisi rasi Sagitarius (AR
jam 12 WIB tanggal 14 Maret 2005 ?
Penyelesaian :
Selisih tgl 14 Maret dengan 21 Maret
Beda Aries dengan Matahari
Jam 0 WIB tgl 14 Maret

19 jam. Dekl. -250) pada bola langit

= 7 hari
= 7 x 4 menit = 28 menit
= jam 12 28 menit =
jam 11.32 waktu bintang
Jam 12 WIB tgl 14 Maret
= 11.32 + 12 WIB = Jam
23.32 waktu bintang
Sudut Jam rasi Sagitarius pada waktu itu = Waktu Sideris AR Sagitarius =
23.32 19 = 4 jam 32 menit
32
Posisi Sagitarius saat itu (4
x 150) = 680 di sebelah Barat meridian dan
60
250 di selatan ekuator langit.

3. Tata Koordinat Ekliptika

Lingkaran dasar :
Koordinat
:
Bujur ekliptika :
Lintang
:

Lingkaran Ekliptika
Bujur ekliptika ( ) & Lintang ekliptika ( )
Panjang busur yang diukur dari titik Aries ke arah Timur
sepanjang lingkaran ekliptika ke titik kaki (K )
Rentang : 00 s/d 3600
ekliptika Panjang busur, dihitung dari titik Kaki di lingkaran ekliptika
ke arah kutub ekliptika sampai ke letak benda langit. Harga
positif ke arah KEU atau negatif ke arah KES.
Rentang : 00 s/d 900 atau 00 s/d -900

Catatan :

Lingkaran ekliptika membuat sudut kemiringan 230 terhadap lingkaran


ekuator langit.
Titik perpotongan ekliptika dengan ekuator langit setiap tanggal 21 Maret
disebut Titik Aries atau titik Musim Semi (TMS) belahan bumi utara , tanggal
23 September disebut Titik Libra atau Titik Musim Gugur ( TMG ).
Deklinasi maksimum matahari di belahan langit utara (230) disebut Titik
Musim Panas (TMP) atau Titik Cancer, dicapai Matahari setiap tanggal 22
Juni. Maksimum di belahan langit selatan (-230) dicapai matahari setiap

tanggal 22 Desember dinamakan Titik Musim Dingin (TMD) atau Titik


Capricornus.
Sistem Koordinat Ekliptika umumnya dipakai untuk posisi Matahari dan
anggota tata surya lainnya.

8,,2 "

(! "

"!

Perbandingan geometri bola dengan geometri bidang datar


Bidang datar
Bidang bola
Bila 2 garis tegak lurus garis ke-3, maka Bila 2 garis tegak lurus garis ke-3, maka
ke-2 garis tersebut sejajar
ke-2 garis tersebut belum tentu sejajar
Bila 2 garis tak sejajar, maka ke-2 garis Bila 2 garis tak sejajar, maka ke-2 garis
itu akan memotong di satu titik
itu belum tentu memotong di satu titik

Geometri Bola dibentuk oleh: Lingkaran besar, lingkaran kecil, dan sudut-sudut
bola.
Lingkaran besar: Lingkaran pada
permukaan bola yang pusatnya
berimpit dengan pusat bola -->
membagi bola menjadi 2 bagian
sama besar
Lingkaran kecil: Lingkaran pada
permukaan bola, tetapi pusatnya
tidak berimpit dengan pusat bola
Titik potong garis tengah yang
tegak lurus bidang lingkaran besar
dengan bola disebut kutub,
Bila
2
lingkaran
besar
berpotongan,
maka
sudut
perpotongannya disebut sudut
bola
Sudut bola adalah sudut yang
dibentuk oleh perpotongan 2 lingkaran besar.

Jika 3 buah lingkaran besar saling berpotongan satu dengan yang lainnya
sehingga membentuk suatu bagian dengan 3 sudut, maka terbentuklah segitiga bola,
yang mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. jumlah 2 sudut bola selalu lebih besar dari sudut ke-3
2. jumlah ketiga sudutnya selalu lebih besar dari 180
3. tiap sudut besarnya selalu kurang dari 180
Sifat-sifat segitiga bola

Sudut A, B, dan C adalah sudut bola; dan a, b,


dan c adalah sisi-sisi segitiga bola ABC.
0 < (a + b + c) < 360
180 < (A + B + C) < 540
a + b > c, a + c > b, b + c > a
a > b A > B; a = b A = B
Ekses sudut bola, yaitu selisih antara jumlah
sudut-sudut A, B, dan C sebuah segitiga bola
dengan radians (180) adalah:
E = A + B + C (rad)

Empat buah formula yang biasa digunakan adalah :


Formula cosinus
cos a = cos b . cos c + sin b. sin c . cos A
cos b = cos c . cos a + sin c . sin a . cos B
Formula sinus
'" ; '" 4
'" 5
=
=
'"
'"
'"
Formula analog untuk cosinus
sin a . cos B = cos b . sin c sin b . cos c . cos A
Formula empat bagian
cos a . cos C = sin a . cot b sin C . cot B
REVIEW : Tata koordinat yang sudah kita pelajari :
Jenis tata koordinat
Lingkaran dasar utama
Kutub-kutub
Lingkaran dasar ke-2
Titik Asal
Koordinat 1

Koordinat 2

Tata Koordinat Bumi


Lingkaran ekuator
Kutub utara (KU) dan kutub selatan
(KS)
Lingkaran besar yang melalui meridian
pengamat
Titik potong ekuator dengan meridian
Greenwich
Bujur, l atau , dihitung dari meridian
Greenwich ke meridian pengamat
00 < l < 1800 atau 0h < l < 12h ke timur
dan ke barat
Lintang , dihitung :
00 < < 900 ke arah KU
-900 < < 00 ke arah KS

Jenis tata koordinat


Lingkaran dasar utama
Kutub-kutub
Lingkaran dasar ke-2
Titik Asal

Koordinat 1

Koordinat 2

Jenis tata koordinat


Lingkaran dasar utama
Kutub-kutub
Lingkaran dasar ke-2
Titik Asal
Koordinat 1
Koordinat 2

Jenis tata koordinat


Lingkaran dasar utama
Kutub-kutub
Lingkaran dasar ke-2
Titik Asal
Koordinat 1
Koordinat 2

Jenis tata koordinat


Lingkaran dasar utama
Kutub-kutub
Titik Asal
Koordinat 1

Koordinat 2

Tata Koordinat Horison


Bidang horison
Titik Zenit (Z) & titik Nadir (N)
Lingkaran besar yang melalui meridian
pengamat
Titik Utara. Titik-titik Utara, Selatan,
Barat,dan Timur adalah titik kardinal
Azimut, A diukur dari :
Utara ke arah Timur
00 < A < 1800, bagi pengamat di
belahan Bumi selatan
Utara ke arah Barat
00 < HA < 1800, bagi pengamat di
belahan Bumi utara
Tinggi bintang h, diukur dari lingkaran
horizon :
00 < h < 900 ke arah Z
-900 < h < 00 ke arah N
Tata Koordinat Ekuatorial I
( HA-DEC)
Ekuator langit
Kutub Langit Utara (KLU) dan Kutub
Langit Selatan (KLS)
Meridian pengamat
Titik , yang merupakan perpotongan
meridian pengamat dengan lingkaran
ekuator langit
Sudut jam HA,diukur dari titik ke arah
Barat:
0h < HA < 24h
deklinasi, , diukur :
00 < < 900 ke arah KLU
-900 < < 00 ke arah KLS
Tata Koordinat Ekuatorial II
(RA-DEC)
Lingkaran ekuator
Kutub Langit Utara (KLU) dan Kutub
Langit Selatan (KLS)
Meridian pengamat
Titik , yang merupakan perpotongan
ekuator dan ekliptika
Asensiorecta, , diukur dari titik ke
arah timur : 0h < < 24h
deklinasi, , diukur :
00 < < 900 ke arah KLU
-900 < < 00 ke arah KLS
Tata Koordinat Ekliptika
Bidang ekliptika
Kutub Ekliptika Utara (KEU) dan Kutub
Ekliptika Selatan (KES)
Titik
Bujur ekliptika, , diukur dari titik ke
arah timur : 0h < < 24h
Lintang ekliptika, , diukur dari bidang
ekliptika ke bintang :
00 < < 900 ke arah KEU
-900 < < 00 ke arah KES

Lintasan harian benda langit

Terbit,terbenam, dan kulminasi/transit


Setiap benda langit bergerak pada lingkaran kecil yang sejajar ekuator dan
berjarak . Benda bergerak dari bawah horison ke atas horison di sebelah
timur. Peristiwa ini disebut sebagai terbit. Lalu benda terbenam, yaitu bila
benda bergerak dari atas horison ke bawah horison, di sebelah barat. Saat
terbit atau terbenam, z = 900 dan h = 00.

Besarnya HA (terbit/terbenam) menyatakan waktu yang ditempuh benda


langit dari terbit sampai transit atas (HA = 0h = 00 ), dan dari transit atas
sampai terbenam. Jadi, 2 x HA adalah lama benda langit di atas horison.
Bintang sirkumpolar
Bintang ini bisa diamati jika berada di atas horison. Ada bintang yang
tidak pernah terbenam atau tidak pernah terbit. Bintang-bintang ini disebut
sebagai Bintang Sirkumpolar.
. Pada bintang sirkumpolar di atas horison, berlaku :
z (transit bawah) 900; jika :
900 , untuk belahan bumi utara
900, untuk belahan bumi selatan
- Pada bintang sirkumpolar di bawah horison, berlaku :
z (transit atas) 900; jika :
- 900, untuk belahan bumi utara
900 , untuk belahan bumi selatan
Senja dan Fajar
Pada saat Matahari terbenam, cahayanya masih dapat menerangi Bumi. Ketika
Matahari berada 180 di bawah horison, pengaruh terang tersebut sudah hilang. Selang
antara matahari terbit dan terbenam dengan jarak zenithnya 1080 disebut sebagai
senja atau fajar.
z = 900, h = 00 terbit/terbenam
z = 960, h = - 60 fajar/senja sipil
z = 1020, h = -120 fajar/senja nautikal
z = 1080, h = -180 fajar/senja astronomis
Pergerakan tahunan Matahari
. Matahari mengitari Bumi pada bidang ekliptika
posisinya dalam koordinat
ekliptika berubah terhadap waktu
posisi pada koordinat ekuator juga
berubah.
. Dalam 1 tahun, berubah dari 0h sampai 24h dan berubah dari -23.270
sampai +23,270.
. Posisi tetap.

Posisi Matahari dalam koordinat ekuator II dan ekliptika


Tanggal
(h)
(0)
(h)
(0)
21 Maret
0
0
0
0
22 Juni
6
0
6
+23.27
23 September

12

12

22 Desember

18

18

-23.27

Lokasi
Titik musim semi
Titik musim
panas
Titik musim
gugur
Titik musim
dingin

Posisi titik terhadap Matahari dalam peredaran harian dan tahunan Matahari.
Tanggal
(h)
HA (h)
21 Maret
0
0
22 Juni
6
-6
23 September
12
-12
22 Desember
18
-18

Refraksi
Posisi benda langit yang tampak di langit sebenarnya berbeda dengan posisi
fisiknya, salah satu sebab adalah karena efek refraksi.
Cahaya yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan mengubah bayangan benda
yang melewati suatu medium.

Definisikan :
Indeks refraksi, n ,setiap medium transparan adalah 1/ kecepatan cahaya di dalam
medium.
Kecepatan cahaya di udara bergantung kepada temperatur dan tekanannya,
sehingga indeks refraksi udara bervariasi untuk tiap lapisan atmosfer yang berbeda.
Refraksi di dalam atmosfer :
Diandaikan atmosfer bumi terdiri dari n lapisan
sejajar yang seragam dari permukaan bumi dan
mempunyai kecepatan vi yang berbeda untuk tiap
lapisan (i dari 1 sampai n). Hukum Snell juga
berlaku bagi refraksi untuk tiap lapisan :
n1 sin i = n2 sin r
dengan :
. n1 dan n2 adalah indeks bias medium 1
atau 2
. i adalah sudut datang
. r adalah sudut bias
sin i1 v 0
Di batas permukaan pertama :
=
sin r1 v1
sin i 2 v1
Di lapisan berikutnya :
=
, dan seterusnya.
sin r2 v 2
Tetapi dengan geometri sederhana : r1 = i2 , r2 = i3 , dan seterusnya.
Sehingga kita peroleh :
v
v
v
v
v1
sin i1 = 0 sin r1 = 0 sin i 2 = 0
sin r2 = 0 sin r2 = .....
v1
v1
v1 v 2
v2

v0
sin rn
vn
Dari rumus di atas, ada indikasi bahwa masing-masing lapisan saling meniadakan,
sehingga yang berperan hanyalah perbandingan antara v0 (yang sama dengan c, yaitu
kecepatan cahaya dalam ruang hampa) dan vn (kecepatan cahaya di udara pada
lapisan terbawah).
sin i1 =

Bila rn adalah jarak zenit semu bintang z, dan i1 adalah jarak zenit benar z.
Refraksi tidak memberikan pengaruh bagi bintang yang ada di zenith. Tetapi untuk
posisi lain, efek refraksi ini mengakibatkan bintang akan nampak lebih tinggi, dan
efek terbesar adalah bila bintang ada di horison.
Didefinisikan sudut refraksi dengan R, dimana R = z z, atau z = R + z.
Maka : sin(z) = sin(R) cos(z) + cos(R) sin(z).
Jika, dianggap R sangat kecil, maka dapat didekati dengan :
sin(R) = R (dalam radian), dan cos(R) = 1
Sehingga, sin(z) = sin(z) + R cos(z).
Bila dibagi dengan sin(z) akan memberikan

v
sin z
R
R
= 1+
atau 0 = 1 +
sin z'
tan z'
vn
tan z'
v0
tan z '= k tan( z ')
Sehingga, R =
vn 1
Nilai v0 adalah c, yaitu kecepatan cahaya dalam ruang hampa, yang harganya
konstan. Tetapi vn bergantung kepada temperatur dan tekanan udara pada lapisan
terbawah.
Pada temperatur (00C = 273 K) dan tekanan (1000 milibars), k = 59,6 detik busur.
Di dalam The Astronomical Almanac, harga k adalah :
k = 16,27 P(milibars)/(273+T0C)
Pada jarak zenit besar, model ini tidak berlaku. Besar refraksi di dekat horison
ditentukan dari pengamatan di atas permukaan bumi. Pada temperatur dan tekanan
standar, refraksi di horison (refraksi horisontal) sebesar 34 menit busur.
Efek refraksi pada saat Matahari atau Bulan terbenam
Saat Matahari atau Bulan terbit/terbenam, jarak zenit dari pusat kedua benda
tersebut adalah 900. Refraksi yang terjadi saat itu disebut sebagai refraksi horisontal.

Refraksi horisontal saat benda langit terbit/terbenam adalah 35. Jika jarak zenit =
900, maka jarak zenit benar adalah 90035.
Misalkan H adalah sudut jam bila jarak zenit pusat Matahari 900, maka H+ H
adalah sudut jam pusat Matahari ketika pusat Matahari yang tampak, berada di
horison, jadi z = 900 dan z = 90035.
Efek refraksi pada asenciorecta dan deklinasi
.
= R sec sin
.
= R cos
dengan adalah sudut paralaktik
Koreksi semi diameter
Pada saat Matahari terbenam, z = 900, h = 00, maka :

jarak zenit piringan Matahari adalah : z = 90 + R ( z = 900 )

tinggi pusat Matahari adalah : h = 0 R ( z = 900 )

Matahari dikatakan terbit jika batas atas piringan mulai muncul di horison, dan
terbenam jika batas piringan sudah terbenam di horison, maka z dan h harus dikoreksi
oleh semidiameter piringan Matahari, S , sehingga :

z = 90 0 + R ( z = 900 ) + S
h = 0 0 R ( z = 900 ) - S
Jadi, saat Matahari atau Bulan terbit atau terbenam :
h = - 0050
h = + 0008
Koreksi ketinggian di atas muka laut
Bidang horison pengamat di Bumi bergantung kepada ketinggian pengamat. Jika
pengamat berada pada ketinggian (meter) dari muka laut, maka sudut kedalaman
(angle of dip), ,adalah :
= 1.93 (dalam satuan menit busur).

Jika efek refraksi diperhitungkan, maka :


= 1.78 (dalam satuan menit busur)
Jarak ke horison-laut, dituliskan dengan :
d = 3.57 (dalam km)
Jika efek refraksi diperhitungkan, maka :
d = 3.87 (dalam km)
Transformation of Horizontal to Equatorial Coordinates,& Vice Versa
Measured observed coordinates in the horizontal system, azimuth A and altitude
a, can be transformed to (co-rotating) equatorial ones, hour angle HA and declination
Dec, for an observer at geographical latitude B, by the transformation formulae
(mathematically, this is a rotation around the east-west axis by angle (90 deg - B)):
cos Dec * sin HA = cos a * sin A
sin Dec = sin B * sin a - cos B * cos a * cos A
cos Dec * cos HA = cos B * sin a + sin B * cos a * cos A

The inverse transformation formulae from given HA, Dec to A, a read:


cos a * sin A = cos Dec * sin HA
sin a = sin B * sin Dec + cos B * cos Dec * cos HA
cos a * cos A = - cos B * sin Dec + sin B * cos Dec * cos HA
For practical calculation in either case, evaluate e.g. the second formula first to
obtain Dec or a, and then use the result in the first formula to get HA or A,
respectively. (Get HA from or transform it to Right Ascension according to the
relation given at the end of the last section if star time is known)
Effects of Earth's Rotation
As mentioned above, Earth'
s (or another celestial body'
s) rotation has
remarkable effects on the appearance of the sky: Stars and other celestial bodies
appear to rotate around the celestial poles (as actually Earth rotates and carries the
observer away below them), i.e. move along circles of constant declination in the corotating equatorial system.

By doing so, stars will cross the local meridian (defined e.g. by zero hour
angle HA) twice a day; these events are called transits or culminations, i.e., the upper
and the lower transit, or the upper and the lower culmination. These events also mark
the maximal and minimal altitude a the objects can reach in the observer'
s sky, and
may both take place above or below the horizon of the observer, depending on the
declination Dec of the object and the geographic latitude B of the observer.
The altitudes for upper transits are as follows:
a = 90 deg - |B - Dec|
where the transit takes place north of the zenith if Dec > B and south otherwise. If |B
- Dec| > 90 deg, the upper transit will take place at negative altitude, i.e. below the
horizon, so that the object will never come above the horizon and thus never be
visible; for the Northern hemisphere, this is true for all objects with
Dec < B - 90 deg (< 0),
and for the Southern hemisphere for
Dec > B + 90 deg (> 0).
The altitudes for the lower transit are given by
a = (B + Dec) - 90 deg
B > 0 (North)
a = - (B + Dec) - 90 deg
B < 0 (South)

For an observer on the Northern hemisphere, stars with Dec > 90 deg - B
(> 0), and for southern hemisphere observers, stars with Dec < - 90 deg - B (< 0) will
have their lower transit at positive altitudes, i.e., above horizon, and will never set;
such stars are called circumpolar.
All stars which are neither circumpolar nor never visible will have their upper
transit above and their lower transit below horizon, and thus rise and set during a
siderial day. Disregarding refraction effects, the hour angle of the rise and set of a
celestial object, the semidiurnal arc H0, is given by
cos H0 = - tan Dec * tan B
while the azimuth of the rising and setting points, the evening and morning
elongation A0 is
cos A0 = - sin Dec / cos B
where A0 > 90 dec if Dec and B have same sign (i.e., are on the same hemisphere).
Rising and setting times differ from transit time by the amount of the diurnal arc H0,
given in time units (hours), taken as hours of star time.
If Dec and B have same sign (i.e., are on the same hemisphere), one of the
following situations occurs:
If |Dec| < |B|, the object transits the prime vertical, A = +/- 90 deg; this occurs at
altitude and hour angle given by

sin a = sin Dec / sin B


cos HA = tan Dec * cot B

If |Dec| > |B|, the object will stay within a certain region of azimuth around the
visible celestial pole, where the extremal azimuth points are given by

sin a = sin B / sin Dec


cos HA = cot Dec * tan B

The Ecliptical Coordinate System


In the ecliptical coordinate system, the fundamental reference plane is chosen
to be the ecliptic, i.e. the orbital plane of the Earth around the Sun. Earth'
s revolution
around the Sun defines an orientation and thus the North and the South Ecliptic Pole.

The ecliptic latitude (be) is defined as the angle between a position and the
ecliptic and takes values between -90 and +90 deg, while the ecliptic longitude (le) is
again starting from the vernal equinox and runs from 0 to 360 deg in the same
eastward sense as Right Ascension.
The obliquity, or inclination of Earth'
s equator against the ecliptic, amounts
eps[ilon] = 23deg 26'21.448" (2000.0) and changes very slightly with time, due to
gravitational perturbations of Earth'
s motion. Knowing this quantity, the
transformation formulae from equatorial to ecliptical coordinates are quite simply
given (mathematically, by a rotation around the "X" axis pointing to the vernal
equinox by angle eps):
cos be * cos le = cos Dec * cos RA
cos be * sin le = cos Dec * sin RA * cos eps + sin Dec * sin eps
sin be = - cos Dec * sin RA * sin eps + sin Dec * cos eps
and the reverse transformation:

cos Dec * cos RA = cos be * cos le


cos Dec * sin RA = cos be * sin le * cos eps - sin be * sin eps
sin Dec = cos be * sin le * sin eps + sin be * cos eps
Ecliptical coordinates are most frequently used for solar system calculations
such as planetary and cometary orbits and appearances. For this purpose, two
ecliptical systems are used: The heliocentric coordinate system with the Sun in its
center, and the geocentric one with the Earth in its origin, which can be transferred
into each other by a coordinate translation.
Tata Koordinat Galaksi*

+ -

+ A *
.

B,2 0 E
?, + E,

"
E

?
E

E
.

<

"

,2

' "

,2

BF

#;

B
&

EF
, 0E

" ?,

Tata koordinat ini digunakan untuk mempelajari posisi dan pergerakan objekobjek di luar tata surya.
Lingkaran besar yang dipakai dalam sistem koordinat ini adalah lingkaran ekuator
galaksi. Dianggap bahwa galaksi terdistribusi secara simetris di kedua sisi ekuator
galaksi. Lingkaran ekuator galaksi memotong lingkaran ekuator langit di N dan N.
Titik N disebut ascending nodes dan titik N disebut descending nodes.
Objek apapun ( X : RA = , Dec = ) memiliki besaran bujur dan lintang galaksi.
Bujur galaksi, , dihitung dari titik L ke titik kaki di ekuator galaksi sesuai arah
kenaikan asensiorecta (RA).
00 < < 3600
Titik L adalah titik nol yang didefinisikan sebagai sebuah titik dimana lingkaran
yang berasal dari G ketika di posisi sudut = PGL = 1230 memotong ekuator galaksi.
Lintang galaksi, b , dihitung dari titik kaki di ekuator galaksi ke arah kutub
galaksi utara atau selatan.
Ke arah utara positif; ke arah selatan negatif
-900 < b < +900
Untuk membedakan antara sistem dari tata koordinat galaksi versi lama (Ohlsson)
dan versi baru (IAU), biasanya dan b diberi simbol berupa lambang pangkat. I
untuk sistem lama dan II untuk sistem baru.
Posisi dari kutub galaksi :
Versi IAU ( bII = 0 ) :
= 12h49m0
= +270240 (Epoch 1950)
h
m
= 12 46 6
= +270400 (Epoch 1900)
= 12h51m4
= +270070 (Epoch 2000)
I
Versi Ohlsson ( b = 0 ):
= 12h40m
= +2800 (Epoch 1900)
Transformasi koordinat galaksi-ekuatorial
Jika diketahui asensiorekta objek X = dan deklinasinya = . Diketahui juga
koordinat dari kutub galaksi utara : ( G, G) dan posisi sudut .
Maka untuk memperoleh lintang galaksi , b . dari objek X :

sin b = sin G sin + cos G cos cos ( dan untuk memperoleh bujur galaksi , , :
sin sin G sin b
cos ( ) =
cos G cos b
dengan mengetahui nilai , kita akan memperoleh nilai .

G)

Review :
Lukis letak sebuah benda langit dalam koordinat horizon jika diketahui
Azimuthnya 600 dan ketinggiannya 750
Lukis letak sebuah benda langit yang memiliki Ascenciorecta 12 jam dan
deklinasi 300 dari pengamat di kota A ( 100 LU ) pada tanggal 20 Mei 2005
Lukis letak sebuah planet yang memiliki bujur ekliptika 1200 dan lintang ekliptika
450 dari suatu tempat di ekuator Bumi.
Tuliskan dalam sebuah tabel yang mendaftarkan semua karakteristik dari tiap-tiap
sistem koordinat yang telah Anda pelajari dalam bab 4.
Beberapa lingkaran bola langit untuk latihan menggambar kedudukan benda
langit.

Evaluasi Bab 4
1. Gambarkan kedudukan bintang di bawah ini dengan menggunakan sistem
koordinat Horizon :
a. Bintang A diketahui azimuthnya 750 dan altitude-nya 450
b. Bintang B diketahui azimuthnya 1800 dan altitudenya 300
c. Bintang C diketahui azimuthnya 2700 dan altitudenya -450
2. a. Sebutkan kelemahan sistem koordinat Horizon !
b. Lihat bintang bintang di soal nomor 1, bintang mana saja yang dapat terlihat ?
Apakah bintang yang terlihat itu pasti akan terlihat di tempat lain ? Jelaskan !
3. Gambarkan posisi suatu bintang yang asensiorektanya 15 jam dan deklinasinya
-300 pada bola langit pada pukul 21.00 WIB tanggal 25 Maret 2006 jika pengamat
berada di kota X (300 LU)? Apakah bintang tersebut dapat teramati?
4. a. Hitunglah waktu sideris saat tanggal 4 Juni pukul 19.00 !
b. Jika ada sebuah bintang ( = 10 jam ) Hitunglah sudut jam bintang tersebut !
5. a. Jelaskan kegunaan sistem koordinat ekliptika.
b. Apakah lingkaran ekliptika itu ?
c. Lukis letak sebuah planet dalam bola langit yang memiliki bujur ekliptika 600
dan lintang ekliptika 300 dari suatu tempat di ekuator Bumi.
6. Bintang A yang = 12h35m dan = +300 sedang melintas di meridian pengamat.
Berapakah jam bintang pada saat itu ?
7. Pada jam sipil berapakah sebuah bintang yang = 10h30m dan
terbenam jika saat itu adalah tanggal 30 Maret ?

= -100 terbit dan

8. Jika sebuah bintang ( = 6h12m , = -250 ) ingin diamati dari berbagai tempat di
Bumi. Berapakah lintang minimum agar pengamat masih bisa mengamati bintang
tersebut ?
9. Seorang astronom amatir memperhatikan bahwa kutub langit di tempat itu ada di
300 di atas arah selatan. Berapakah lintang geografis astronom itu berada ?
10. Hitunglah waktu sideris pada saat sebuah bintang ( = 11h15m, = +150) diketahui 2 jam lagi mencapai meridian pengamat !
11. Tentukan letak sebuah objek langit yang = 9h40m, = -200 jika diamati dari
observatorium yang terletak di 60 LS pada tanggal 2 Mei pukul 21.00 !
12. a. Di lintang berapakah horizon pengamat berhimpit dengan lingkaran ekuator
langit ?
b. Pada lintang berapakah dimana tidak terdapat bintang sirkumpolar ?
13. Gambarkan posisi benda langit berikut dengan tata koordinat ekuatorial :
a. Bintang A ( = 10h45m, = -300) diamati oleh pengamat di 100 LU pada
tanggal 30 Juli jam 20.00
b. Bintang B ( = 5h35m, = +500) diamati oleh pengamat di 600 LS pada tanggal
10 Januari jam 22.00

14. Sebuah benda langit ( = 3h20m, = -50 ) diamati sedang berada di meridian pada
jam 22.00. Perkirakan tanggal berapakah saat itu !
15. Diketahui bahwa koordinat ekuatorial vernal equinox adalah 0 jam 0 derajat.
Berapakah kutub utara ekliptika pada sistem koordinat yang sama ?
The list below is for question number 16
The Latitude and Longitude of Some Cities

1. Montreal, Latitude: 45 degrees N, 73 degrees W


2. Miami: 26 degrees N, 80 degrees W
3. Caracas: 10 degrees N, 67 degrees W
4. Quito, Ecuador: 0 degrees , 79 degrees W
5. Lima: 12 degrees S, 77 degrees W
6. Melbourne: 38 degrees S, 145 degrees E
7. Punta Arenas, Chile: 53 degrees S, 71 degrees W

Some Star Locations:

A. beta Cass (Caph): 0h, +59 degrees


B. alpha UMi (Polaris): 2h 18m, +89 degrees
C. alpha Ori (Betelgeuse): 5h 54m, +7 degrees
D. alpha Gem (Castor): 7h 33m, +32 degrees
E. alpha Cru (Acrux): 12h 26m, -63 degrees
F. alpha Sco (Antares): 16h 29m, -26 degrees
G. alpha Aqr (Sadalmelik): 22h 05m, 0 degrees

16. a. In how many of the cities on the list is Polaris visible?


b. What is the altitude of Polaris in Montreal? Miami? Caracas?
c. How many of the stars on the list are circumpolar for observers in Montreal?
Miami? Punta Arenas?
d. In different seasons, different constellations become visible. If you watched
the sky all year in Miami, how many of the listed stars could you see? How
many would be visible in Punta Arenas?
e. In which cities could the sun be directly overhead at some time?
f. Can the full moon ever be directly overhead in Miami? Why? (Or why not?).
g. Suppose Betelgeuse is on your meridian in Montreal. Could you see Castor at
that time? Caph? Antares?
h. To what latitude would you have to travel to see Acrux on at least one night
during the year?
i. You have been abducted and taken to one of the cities on the list (which you
have never seen). You observe the star Betelgeuse crossing your meridian at
an altitude of 71 degrees . What city are you in?
j. If weather were not a consideration, what would be the best location on the
list for an astronomical telescope?
k. It is now Tuesday at 11:00 a.m. in Montreal. Estimate the time in Melbourne
using the numbers in the list. Note that time zones are somewhat oddly
defined, so your answer may only be correct to about 1 hour.
l. Caph crosses my meridian (above Polaris) at midnight. What day of the year
is it?
m. It is 2:00 p.m. Eastern Standard Time on March 21, 1998. What, roughly,
will be the sidereal time?
n. At about what time (Eastern Standard) will the Vernal Equinox cross my
meridian on June 21?

o. The moon'
s orbit plane is tilted about 6 degrees away from the ecliptic. What
is the maximum possible altitude of the moon in the Montreal sky?
17. Seorang pelaut berlayar dari London dan mencapai perairan pasifik. Setelah
berlayar beberapa saat kemudian dia mendapatkan bahwa kutub selatan langit
berada pada ketinggian 40 derajat di atas horizon selatan.
a. Berapakah lintang geografis pelaut pada saat itu ?
b. Kemudian dia mengamati bahwa bintang Fomalhault baru saja melintasi
meridian. Dengan mengetahui koordinaat asensiorectanya sebesar 22 jam 56
menit dan deklinasinya -29 derajat 45 menit busur, berapakah waktu sideris
lokalnya pada saat itu ?
c. Saat ia meninggalkan London dia menyamakan kronometer siderisnya dengan
GST. Saat Fomalhault melintas meridian, kronometer menunjukkan jam
10h26m. Tentukan posisi bujurnya pada saat itu !
18. One sidereal year is defined as the time required for the earth to return to the same
position in its orbit with respect to the distant stars: it is 365 days, 6 hours, 9
minutes. A tropical year is defined as the time required for the sun to make
successive crossings of the vernal equinox: it is 365 days, 5 hours, 49 minutes - a
bit shorter than the sidereal year. What do you suppose might be the reason for the
difference?
19. Which of the following directions does NOT (or do NOT) always remain fixed in
place relative to the observer'
s horizon?
the zenith
the summer solstice
the north celestial pole
the points where the celestial equator intersects the horizon
20. Where are you on earth according to the following descriptions ?
The stars rise and set perpendicular to the horizon.
The stars circle the sky parallel to the horizon.
The celestial equator passes through the zenith.
In the course of a year, all stars are visible.
The Sun rises on September 23 and does not set until March 21 (ideally).
21. At latitude 32 degrees north, is a star with declination +58 degrees circumpolar?
What about a star with a declination 32 degrees?
22. Where (on the Earth) and when is it possible to observe the sunrise with the
longest duration? Estimate its duration.
23. If a particular star is seen straight overhead in the evening tonight, where will it be
in the evening sky in 6 months? In one year? Explain why.
24. For the Incas in their city of Machu Picchu at a latitude of -13, at the winter
solstice (December 21) the Sun will be at what altitude (height above the
ground)?
25. Seorang pengamat di Pontianak pada jam 21 LCT tanggal 22 Juni 2004 melihat
sebuah objek benda langit tepat berada di arah puncak sebuah menara

telekomunikasi. Menara berada di arah selatan pengamat. Tinggi menara relatif


terhadap pengamat 40 meter. Jarak menara dari pengamat 4.800 meter.
a. Nyatakan posisi benda langit tersebut pada saat itu dalam koordinat horizon
(A,h) !
b. Tentukan posisi benda langit tersebut dalam kordinat ekuator ( , ) dari sketsa
koordinat bola langitnya !
26. Setiap tanggal 21 Maret dan 23 September, dalam gerak hariannya Matahari
melewati zenith pengamat di Pontianak.
a. Pada tanggal berapa pengamat di Jakarta ( = 16012) melihat peristiwa serupa?
b. Pada rentang harga berapakah tempat-tempat di muka bumi dapat mengalami
peristiwa tersebut !
27. Tentukan LST (waktu sideris lokal) yang bertepatan dengan jam 19 waktu lokal
tanggal 6 Mei 2005 !
28. Objek M45 merupakan sebuah open cluster di rasi Taurus. Pada jam berapakah
objek tersebut mencapai meridian pengamat di Jakarta pada tanggal 18 Maret
2005 ? Apa nama objek benda langit tersebut ?
29. Objek M31 (NGC 224 ) terletak 40m di timur Vernal Equinox sepanjang lingkaran
ekuator langit dan 410 di utara equator ke arah kutub langit. (A) Apa nama objek
benda langit tersebut? (B) Tentukan letak objek tersebut pada bola langit pada
tanggal 31 Desember 2005 untuk pengamat di Jakarta! (C) Pada jam berapa objek
tersebut terbenam? (efek atmosferik bumi diabaikan)
30. Dimana kita harus berada di permukaan Bumi ini agar dapat melihat kutub langit
utara tepat di atas kepala? Berapa ketinggian Matahari di lokasi ini? Bilamanakah
ini terjadi ?
31. Diketahui asensiorecta bintang rigel adalah 5 jam 12 menit. Tentukan kapan kirakira bintang ini akan berada di meridian pengamat pada tengah malam?
32. Berapa derajat deklinasi minimum bintang untuk tampak sebagai bintang
sirkumpolar di Kyoto yang mempunyai lintang geografis 35?
33. Berapakah sudut yang terbentuk antara lingkaran ekuator langit dan lingkaran
horison, bila lingkaran ekuator langit memotong horison, dan pengamat berada
pada lintang X0?
34. Pada azimut berapa sajakah, ekuator langit akan memotong lingkaran horison
bagi posisi pengamat di semua lintang, kecuali di kutub utara dan kutub selatan?
35. a. Asensiorekta sebuah bintang adalah 17h40m. Andaikan ia diamati pada jam
16h45m, berapakah sudut jam bintang tersebut? Apakah ia berada di Timur
atau Barat meridian?
b. Sebuah bintang diamati pada jam 03h12m, saat itu sudut jamnya 1h30m.
Berapakah asensiorekta bintang tersebut?
c. Saat pengamatan, sudut jam sebuah bintang 2h15m, sedangkan asensiorekta
bintang tersebut adalah 7h19m. Jam berapakah pengamatan itu dilakukan?
36. Kalau kita berada di kutub selatan, berapa ketinggian maksimum Matahari dilihat
dari sana? Pada tanggal berapakah hal itu terjadi?

37. Gambarkanlah posisi bintang dengan asensiorekta = 11h00m dan deklinasi -300
dilihat dari dua tempat dengan lintang 450 LU dan -300 LS pada jam 09h00m dan
13h00m waktu sideris !
38. Andaikan langit gelap antara jam 18.00 dan 06.00 waktu sipil dan pengamatan
hanya dapat dilakukan dalam selang sudut jam -2h dan +2h. Dari jam berapa
sampai jam berapa waktu sipil sebuah bintang dengan asensiorekta = 06h00m
dapat diamati pada tanggal 23 Oktober ? Pada tanggal 23 September ketika jam
sideris menunjukkan jam 00h00m, jam sipil pun menunjukkan jam 00h00m.
39. Kemiringan orbit Bulan terhadap bidang ekliptika adalah 50,8. Pada lintang
terendah berapakah Bulan tersebut tak pernah tenggelam! (Catatan : kemiringan
maksimum bidang ekliptika adalah 23024 )
40. Setiap hari, seorang astronom melakukan pengamatan pada LST yang sama, dan
selalu melihat bahwa Matahari berada di horizon. Di mana dan kapan pengamatan
dilakukan? Jawaban anda haruslah berisi penjelasan berikut gambarnya !
41. Sebuah pesawat terbang bergerak dengan kecepatan 500 knot dari Jakarta
(60748LS,1060450BT) menuju Brussel (5004948LU, 402059BT). Hitung
jarak yang ditempuh. Hitung pula waktu yang diperlukan dalam penerbangan itu,
jika diasumsikan Bumi bulat sempurna, dan pesawat terbang tanpa henti.
42. a. Pada tanggal 1 April, perkirakan bujur ekliptika Matahari ?
b. Perkirakan pula Greenwich Siderial Time pada tanggal 1 April tengah malam?
c. Bila deklinasi Matahari adalah -140 dan lintang pengamat pada 56020,
tentukan berapa saat fajar dan senja astronomis, bila meridian local Matahari
saat ini adalah jam 12:03 !
43. Gambarkan pada bola langit untuk suatu tempat dengan lintang 300 LU, posisi
bintang yang mempunyai = 10h dan = +450, pada jam 11h00m waktu sideris !
44. Bila seorang pengamat di permukaan Bumi mengetahui jarak busur ekliptika
Matahari dan titik Aries 6 jam dan posisi Matahari masih nampak di belahan
langit selatan. Sudut kemiringan ekliptika diketahui 230,5
a. Kira-kira pada tanggal berapakah pengamatan tersebut dilakukan? Jelaskan
jawaban Saudara !
b. Kalau pengamat berada di tempat dengan lintang geografis -100, berapa lama
melihat matahari di atas horizon ?
c. Bandingkan dengan lama Matahari di atas horizon untuk lokasi di ekuator !
d. Berapa rentang deklinasi dan asensiorekta bintang yang bisa diamati pada saat
Matahari di bawah horison ?
e. Kalau ada dua buah teleskop dengan posisi lintang geografis +350 dan -100
akan dipergunakan untuk pengamatan simultan di arah ekuator langit yang
sama, pada bulan apa sebaiknya pengamatan itu dilakukan ?
45. a. Definisikan pengertian titik Aries dan jelaskan mengapa aturan 1 tahun tropis
(sebelum tahun 1582) kurang akurat !
b. Pada tanggal 21 Maret 1582, berapa derajat posisi titik Aries terhadap
Matahari pada ekliptika ?
c. Dimana posisi titik Aries pada 10 Januari 2006 pada pukul 12:00 WIB bila
dilihat dari Observatorium Bosscha ?
d. Dimana posisi titik Aries 13.000 tahun yang akan datang bila diamati pada
tanggal dan jam yang sama ?

46. Bujur Universitas Columbia, New York, adalah 4h 55m 50s sebelah barat dari
Greenwich. Waktu sideris pada tengah hari rata-rata di Greenwich pada suatu hari
adalah 17h 23m 8s. Perlihatkan bahwa pada hari yang sama ketika waktu sideris di
Universitas Columbia adalah 20h 8m 4s maka sudut jam Matahari rata-rata di
tempat itu adalah 2h 43m 41s!
47. Pada tengah malam tanggal 4 Februari 1948, waktu sideris lokal di kota A adalah
8h45m. Bila bujur kota A adalah 248'BB, asensiorekta bintang Betelgeuse, =
5h55m, maka hitunglah sudut jam lokal bagi bintang tersebut saat itu! Tentukan
pula jam berapa Betelgeuse tepat berada di meridian kota A dan saat di atas
meridian Greenwich !
48. Tentukan toleransi kesalahan deklinasi Matahari yang diperkenankan saat
pengamatan arah bayang-bayang tongkat lurus oleh Matahari pada tempat-tempat
seluruh dunia agar mengarah ke posisi kota dengan lintang utara = + 21 25
dan = 39 50 Bujur Timur apabila kota berpusat pada kota dengan lintang utara
= + 21 25 dan = 39 50 Bujur Timur dengan radius 50 km !
49. Sisi-sisi sebuah segitiga bola ABC dinyatakan dengan a, b, c, dan sudut-sudutnya
dinyatakan dengan A, B, C. Bila sisi-sisi segitiga bola tersebut adalah a = 106, c
= 42, dengan sudut B = 114, dan jika ada busur lingkaran besar melewati C
yang tegak lurus busur lingkaran besar AB di titik D, maka tentukan panjang
busur AD dan CD !
50. Di sebuah tempat dengan posisi lintang = 6 49 dan bujur geografis = 107
30 Bujur Timur ingin ditentukan arah bayang-bayang benda atau tongkat lurus
oleh Matahari pada suatu tanggal dan suatu waktu sedemikian sehingga arah
bayang-bayang mencerminkan arah ke sebuah kota dengan lintang utara
=+
21 25 dan = 39 50 Bujur Timur. Tentukan tanggal alternatif sehingga
maksud tersebut tercapai! Jelaskan !
51. Jika diketahui diameter sudut Matahari 32 menit busur, berapa lama proses
tenggelamnya Matahari jika diamati di Kutub Utara pada bulan September ?
52. a. RA bintang Sirius 6h34m. Pada jam sideris 8h23m , berapakah sudut jamnya ?
Apakah Sirius ada di Timur atau di Barat meridian ?
b. Jika sebuah bintang melintasi meridian pada jam 20h00m (sipil) malam ini, kirakira jam berapa ia akan melintasi meridian 3 bulan berikutnya ?
53. The White Bear from the previous International Astronomy Olympiad is still
sitting at the North Pole. But this year a follower is appeared a Penguin is sitting
at the South Pole. Recently, after the nding of polar night, the Penguin observed
the sunrise. What did the Bear observe this time? Draw what the White Bear saw
at the moment when the Penguin observed exactly half of the solar disk on the
horizon. Assume that the Earth is spherical. The answer should be explained by
drawing a figure with an image of the Bear on North Pole; necessary sizes or
angular sizes should be in the picture. Recollect for yourself the necessary
information about the animals.
54. The White Bear and Penguin (whom was already met in the texts of the VII and
VIII International Astronomy Olympiad ) decided to meet each other. For this
purpose they arrived to Crimea a few days before the IX Olympiad and they
decided to observe sunrise at the day of the autumnal equinox. I shall go to the

Eastern point of Crimea and see the sunrise before the others, the Penguin has
said. NO, I shall see the sunrise earlier, because I will climb to the highest
mountain in Crimea _ Roman-Kosh, the Bear parried. Who is right? On how
many minutes or seconds earlier will he see the sunrise? Make a table with all
data, which you have found or recollected and used in solving the problem. The
solution has to include a picture with an image of the Bear on the mountain
Roman-Kosh and the Penguin at the coast of the Kerch channel; the necessary
linear or angular sizes should be in the picture. Assume that the Earth is spherical.
Recollect yourself the necessary information about the White Bear and the
Penguin. A map of Crimea is attached below.

55. Usually we consider that there are about 6000 stars in the whole sky which are
visible by our eyes. Estimate, how many visible stars are circumpolar (which
means that they never set):
a. if you are placed 1 from the North Pole.
b. if you are placed 1 from the Equator (to the North).
Note: formula for sphere'
s area calculation: S = 4 R2.
56. What are the Right Ascensions and declinations of the two points where the
ecliptic and celestial equator cross?
57. If you observe the Sun directly above you on the date of the Summer Solstice,
where are you?
58. Turlock is located at a latitude of 37o N. What is the declination of the most
southerly star we can see on at least one night of the year? every night? What is
the altitude of the Sun at noon on the date of the Summer Solstice? Winter
Solstice? What is the altitude of the Sun at noon on the date of one of the
equinoxes? The longitude of Turlock is about 120o W. If it is noon here, what is
the longitude of a city where the sun is just setting? what is the longitude of a city
where the sun is just rising?
59. What is the altitude of the Sun at noon on the day of the Summer Solstice for
someone standing on the Tropic of Cancer? standing on the Earth with a latitude
of 40o?

60. If you are standing on the Arctic Circle, what is the altitude of the Sun at midnight
on the day of the Summer Solstice? what is the altitude of the Sun at noon on the
day of the Summer Solstice? what is the altitude of the Sun at noon on the day of
the Winter Solstice?
61. When the vernal equinox rises in azimuth 900 E of N, find the angle the ecliptic
makes with the horizon for an observer in latitude 600 N !
62. Calculate the azimuth of the Sun at rising on Midsummers day at Stonehenge
(latitude 51010 N) at a time when the obliquity of the ecliptic was 23048 !
63. Sebuah bintang dengan deklinasi 42021 N diamati saat sudut jam 8h16m42s oleh
pengamat di lintang 600 N. Hitunglah azimuth dan tinggi bintang saat itu !
64. Two seaports are on the same parallel of latitude 42027 N. Their difference in
longitude is 137035. Ship A and ship B sail at 20 knots from one port to the
other. Ship A sails along the parallel of latitude; ship B sails the great circle route
connecting the two ports. Calculate the time difference in their arrival times if
they leave port together.
65. In north latitude 450 the greatest azimuth (east or west) of a circumpolar star is
450. Prove that the stars declination is 600 N.
66. Draw the celestial sphere for latitude 280 N, and insert the nborth galactic pole G
(declination 280 N) when it is setting. Insert the galactic equator at this instant.
Estimate the hour angle of G at setting and state the local siderial time, the right
ascension of G being 12h47m. Insert the First Point of Aries in the diagram and
draw the ecliptic.
67. Draw the celestial sphere for an observer latitude 23027 N, inserting the horizon,
equator, zenith, north and south celestial poles and the observers meridian. Insert
the First Point of Aries and the ecliptic when the Sun is rising on June 21st. Put in
the Suns position when it transits on that day (that is, at apparent noon). Estimate
the local siderial time at apparent noon, also the altitude and azimuth at that time
of a star X whose right ascension and declination are 10h and 650 N respectively.
Is the star circumpolar ?
68. Show that at the spring equinox, for a place in latitude , the Sun will become
visible at the top of a tower of height h feet about 4,25 h sec seconds earlier
than it will at the foot of the tower. (Neglect refraction).
69. Sebuah kapal yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Kobe, Jepang,
mengalami kecelakaan pada tanggal 19 Desember 2020 dan karam. Seorang awak
kapal yang berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci, setelah 3
hari terombang ambing di laut, terdampar di sebuah pulau kecil kosong.
Kemudian ia berusaha meminta bantuan dengan menggunakan telepon genggam
satelit. Agar penyelamatan dapat berhasil dengan cepat, awak kapal itu perlu
menyampaikan koordinat tempat ia berada saat itu. Untuk itu ia menan-capkan
dayung sekoci di pasir pantai yang datar, kemudian mengamati panjang
bayangannya. Setiap beberapa menit ia memberi tanda ujung bayangan dayung di
permukaan tanah dan mencatat waktu dibuatnya tanda itu dari arlojinya yang
masih menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB). Ternyata panjang bayangan
terpendek sama dengan panjang bagian dayung yang berada diatas tanah dan

keadaan bayangan terpendek itu terjadi pada pukul 10.30. Tentukanlah koordinat
geografis tempat awak itu terdampar!
70. Sebuah bintang kelas O mempunyai l = 00 dan b = 450. Berapakah jarak
maksimum yang mungkin dari bintang tersebut ?
71. Matahari terbit dari kota A dengan azimuth = 670,
= 21025 . z = 00 pada saat
kulminasi atas. Pada saat yang sama di kota B, Matahari h = 480 dan azimuth =
470. Berapakah jarak minimal kota A B ?
72. Pada tanggal 21 Maret 2006 di dua kota A dan B diadakan pengamatan simultan
bayang-bayang Matahari. Pada saat itu bayang-bayang di kota A mengarah ke
kota B dan bayang-bayang Matahari di kota B mengarah ke kota A. Jam
berapakah itu ? Kota A ( = 21025; = 39050), Kota B ( = -6049; = 107030)
73. Diketahui data data sebuah bintang X : = 450, = 18h, zmax = 700,
= -200
dan = 1200BT. Berapa lama bintang X bisa diamati pada tanggal 15 Juli 2006 ?
Jam berapa kita mulai bisa mengamati ?
74. Using these data calculate for each star: the absolute stellar magnitude (M) and
the projection of the distances from the Sun on the plane of the galactic equator
(R). Fill the results into the table :
No.

1.
...

Name of
the star

Absolute
stellar
magnitude (M)

Projection on the plane of the galactic equator of


the distance from the Sun to the star (in light
years)

The table below consists some data about bright stars in our sky ( for problem number 74 )

75. Soal pengolahan data : Mencari letak pusat galaksi Bimasakti


William Frederick Herschel bukan orang yang pertama kali yang meneliti struktur
Bimasakti, tapi dia mungkin yang pertama kali mencari cara untuk menemukan posisi
tata surya kita didalam Via Lactea (Jalan Susu/Milky Way). Dia menggunakan
metode cacah bintang (star counts) untuk menghitung jumlah bintang pada berbagai
daerah di bidang galaksi, dan menghasilkan model galaksi Bimasakti yang
menempatkan Matahari berada pada pusat galaksi.
Pada tahun 1922, astronom Belanda J.C. Kapteyn, menguatkan kesimpulan Herschel
dengan menggunakan metode yang sama tetapi dengan data yang didukung oleh lebih
dari 40 observatorium di seluruh dunia. Hasilnya Kapteyn menempatkan bahwa
Matahari terletak sangat dekat dengan pusat galaksi, yang berjarak hanya 2000 tahun
cahaya.
Sementara pada tahun 1912 astronom Amerika Henrietta Swan Leavitt menemukan
hubungan antara Periode-Luminositas untuk bintang variabel jenis Cepheid. Bintangbintang jenis Cepheid ini banyak ditemukan di gugus bola yang tersebar merata di
daerah halo Galaksi kita dan mengelilingi pusat galaksi. Para astronom dapat
menentukan jarak ke gugus bola ini dengan bantuan bintang jenis Cepheid ini.
Untuk soal kali ini, kami kumpulkan data untuk 30 gugus bola yang ada di Galaksi
Bimasakti. Tujuan dari latihan soal kali ini adalah untuk membuktikan kebenaran
temuan Herschel dan Kapteyn bahwa Matahari kita terletak di (dekat) pusat galaksi.
Berapa jarak Matahari ke pusat galaksi? Di rasi bintang manakah kira-kira terletak
pusat Galaksi kita? Tuliskan pula koordinatnya! Jelaskan jawabanmu !
Tabel 1 : Daftar 30 globular cluster di Milky Way
(Sumber: http://www.seds.org/messier/xtra/supp/mw_gc.html)
M

NGC/IC
104
288
1261
1851
M 79
1904
2298
2419
2808
3201
4147
M 68
4590
5139
5466
5694
5824
M5
5904
M 80
6093
M 107
6171
M 13
6205
M 12
6218

ID/Name/Crossref
47 Tuc, Lac I.1
H 6.20
Dun 337
Dun 508

Con
Tuc
Scl
Hor
Col
Lep
Dun 578
Pup
H 1.218
Lyn
Dun 265
Car
Dun 445
Vel
H 1.19
Com
Hya
Omega Cen, Lac I.5 Cen
H 6.9
Boo
H 2.196
Hya
Lup
SerCp
Sco
H 6.40
Oph
Her
Oph

RA (2000)
00:24:05.2
00:52:47.5
03:12:15.3
05:14:06.3
05:24:10.6
06:48:59.2
07:38:08.5
09:12:02.6
10:17:36.8
12:10:06.2
12:39:28.0
13:26:45.9
14:05:27.3
14:39:36.5
15:03:58.5
15:18:33.8
16:17:02.5
16:32:31.9
16:41:41.5
16:47:14.5

DEC
R
72:04:51 14.7
26:35:24 28.7
55:13:01 53.5
40:02:50 39.5
24:31:27 42.1
36:00:19 34.9
+38:52:55 274.6
64:51:47 31.2
46:24:40 16.3
+18:32:31 62.9
26:44:34 33.3
47:28:37 17.3
+28:32:04 51.8
26:32:18 113.2
33:04:04 104.4
+02:04:58 24.5
22:58:30 32.6
13:03:13 20.9
+36:27:37 25.1
01:56:52 16.0

M 62
M 19
M 92

M 14

6266
6273
6341
6352
6362
6380
6388
6402
6401
6440

Dun 627
Dun 417
Dun 225
Ton 1
Dun 457
H 1.44
H 1.150

Oph
Oph
Her
Ara
Ara
Sco
Sco
Oph
Oph
Sgr

17:01:12.6
17:02:37.7
17:17:07.3
17:25:29.2
17:31:54.8
17:34:28.0
17:36:17.0
17:37:36.1
17:38:36.9
17:48:52.6

30:06:44
26:16:05
+43:08:11
48:25:22
67:02:53
39:04:09
44:44:06
03:14:45
23:54:32
20:21:34

22.5
28.0
26.7
18.6
24.8
34.9
32.6
30.3
34.2
27.4

II. Pilihan Ganda


1. Bidang ekliptika adalah
a) bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi
b) bidang orbit Matahari mengelilingi pusat Galaksi
c) bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari
d) bidang orbit planet tatasurya mengelilingi Bumi
e) bidang orbit komet-komet dalam tatasurya

2. Bagi pengamat di ekuator Bumi orientasi Ekliptika sepanjang tahun adalah ...
a) berpotongan pada horizon di dua titik yang tetap
b) berpotongan pada horizon di dua titik yang tidak tetap di sekitar titik Barat dan
titik Timur dalam rentang kurang dari 25 derajat
c) berpotongan pada horizon di titik Barat dan titik Timur pada tgl 22
Desember
d) tidak berpotongan dengan horizon
e) sejajar dengan horizon
3. Bagi pengamat di ekuator Bumi hasil pengamatan titik Aries sepanjang tahun
adalah ...
a) titik Aries terbit dan terbenam di titik yang sama di horizon
b) titik Aries terbenam di titik Barat pada tanggal 21 Maret
c) titik Aries tidak pernah terbenam kecuali pada tanggal 21 Maret
d) titik Aries tidak pernah terbit kecuali pada tanggal 23 September
e) titik Aries selalu terbenam di titik Barat dan terbit tidak selalu di titik Timur
4. The angular position of the sun at solar noon with respect to the plane of the
equator is the definition of
A. index of refraction
D. solar declination angle
B. solar azimuth angle
E. hour angle
C. latitude
5. The strip of the sky through which the Sun, the Moon, and the bright planets
appear to move in the course of a year is called
a. the circumpolar zone
b. the asteroid belt
c. the zodiac
d. the celestial equator
e. the horizon
6. An equinox occurs when _______ is directly above _______ equator.
a. the Sun, Earth'
s
b. the Moon, Earth'
s
c. Earth, the Sun'
s

d. Earth, the Moon'


s
e. the Moon, Sun'
s
7. The ecliptic is the
a) projection of the Earth'
s equator onto the celestial sphere
b) the Moon'
s orbital plane projected onto the celestial sphere
c) apparent path of the Moon on the celestial sphere
d) apparent path of the Sun on the celestial sphere
8. At the vernal equinox, an observer on the equator in Quito, Ecuador will observe
the Sun to be ___ above the horizon at noon.
a) 0
b) 30
c) 45
d) 60
e) 90 .
9. Between the vernal equinox, March 21st, and the autumnal equinox, 6 months
later, by how much does the right ascension of the sun change?
a) 0 h
b) 0
c) 12 h
d) 12
e) None of the above.
10. How does the declination of the sun vary over the year (starting on the first day of
Spring)?
a) From 0 to +23.5 to 0 to -23.5 to 0.
b) From 0 to +90 to 0 to -90 to 0.
c) From 0 h to 6 h to 12 h to 18 h to 24 h (0 h).
d) By definition, it remains at 0 h all year.
e) None of the above.
11. If you find that most of the stars at night are circumpolar, then you are
a) near the equator
b) nearing summer solstice
c) half-way between one of the poles and the equator
d) near one of the poles
12. 1.) Lingkaran ekuator langit akan memotong horizon pengamat di semua lintang ,
kecuali di kutub Utara dan Selatan, di azimuth 900 dan 2700.
2.) Matahari menjadi bintang sirkumpolar di atas horizon bagi pengamat di kutub
utara saat bulan Desember.
3.) Bintang dengan deklinasi positif akan tenggelam kurang dari 12 jam setelah
terbit jika diamati dari belahan Bumi Utara.
Pernyataan yang benar adalah ...
a. 1 saja
b. 1 dan 3
c. 2 saja
d. 3 saja
e. 1,2,3

13. Seorang pengamat yang berada di lintang 350 LU, maka ...
1.) Bintang yang merupakan bintang sirkumpolar mempunyai deklinasi minimum
550.
2.) Kutub langit utara ada 550 dari Zenith ke arah utara.
3.) Rentang deklinasi bintang yang dapat diamati adalah -550
+900.
4.) Kutub ekliptika utara ada di 350 arah utara ke arah zenith.
Pernyataan yang tepat adalah ...
a. 1,2,3
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4 saja
e. Semua jawaban benar atau semua jawaban salah
14. Pernyataan yang salah tentang tata koordinat adalah ...
a. Sudut antara kutub ekuator langit utara dan kutub ekliptika utara selalu 23,50.
b. Horizon pengamat sama dengan ekuator langit bagi pengamat di kutub
c. Jam sideris adalah sudut jam titik Vernal Equinox
d. Jam Matahari Menengah berse-suaian dengan Jam sideris setiap tanggal 21
Maret
e. Kutub ekuator langit utara ada di zenith pengamat di kutub Utara.
15. Kapankah bintang dengan asensiorecta 12 jam 32 menit ada di meridian pada saat
tengah malam ?
a. 13 Maret
b. 1 Juli
c. 30 Desember
d. 29 Maret
e. 13 Juni
16. Dari pernyataan berikut, manakah yang BENAR ?
a) siklus Matahari bertemu dengan titik Aries lebih pendek daripada siklus
Matahari bertemu dengan bintang tetap
b) asensiorecta titik Aries tidak nol karena pengaruh presesi Bumi
c) pada tanggal 23 September posisi Matahari sama dengan posisi titik Aries
d) lintang ekliptika titik Aries selalu nol
e) A,B,C dan D tidak benar
17. Dua bintang memiliki asensiorecta yang sama, dan deklinasi yang besarnya sama
tapi tandanya berlawanan. Jika bintang A berada di utara ekuator langit dan
bintang B di selatan ekuator langit, maka ...
a) bintang A lebih dulu terbit bila diamati dari Tokyo
b) bintang A lebih dulu terbit bila diamati dari Sydney
c) bintang A lebih dulu terbit bila diamati dari khatulistiwa
d) bintang B lebih dulu terbit bila diamati dari khatulistiwa
e) dari daerah di lintang lebih besar dari 23,5 derajat (baik utara maupun selatan)
kedua bintang akan diamati terbit secara bersamaan.
18. You have finished the semester and your Astronomy 180 course with the difficult
Dr. Lavery. You decide to travel someplace new. While there, on December 21,
you go outside at noon and find the Sun to be at the highest altitude above the
horizon it will be that day, which turns out to be 23.5. Where on Earth are you,
Waldo?
a. South Polar
b. North Polar

c. Ekuator
d. Northern Hemisphere
e. Southern Hemisphere
19. If a star rises at 8:30 p.m. tonight, it will rise two months from now at
A. 8:30 p.m.
B. 10:30 p.m.
C. 12:30 p.m.
D. 4:30 p.m.
20. What is the altitude of the zenith at 9:00 p.m. on December 21 at a latitude of 40
deg n?
A. 0 deg
B. 40 deg
C. 50 deg
D. 90 deg
21. The right ascension of Orion is 5h30m. What is its hour angle when the sidereal
time is 12h?
A. 6h30m
B. 7h30m
C. 5h30m
D. 17h30m
22. What is the sidereal time at 1 a.m. on June 14?
A. 3h30m
B. 8h30m
C. 18h30m
D. none of these
23. At what latitudes would a star of declination 90 deg be circumpolar?
A. 45 deg n to 90 deg n
B. everywhere
C. 45 deg s to 90 deg n
D. 0 deg to 90 deg n
24. An object with a declination of +40 deg is observed at a meridian zenith distance
of 10 deg n. What is the latitude?
A. +50 deg
B. +30 deg
C. -50 deg
D. -30 deg
25. The hour angle of the sun at local apparent noon on July 21 in Greenwich,
England is
A. 0h
B. 8h
C. 12h
D. 6h
26. It is 9 p.m. on September 21. What is the right ascension of an object with an hour
angle of 7h?
A. 14h
B. 13h

C. 4h
D. 8h
27. An object observed at latitude 40 deg n, has a meridian zenith distance of 10 deg
s. What is the declination?
A. +50 deg
B. +30 deg
C. -50 deg
D. -30 deg
28. From the horizon to the observer'
s zenith is an angle of:
A) 23.5 degrees for observers at the Tropics of Cancer and Capricorn.
B) 30 degrees for observers in north Florida, at a latitude of 30 degrees north.
C) 47 degrees over the course of the entire year.
D) 57 degrees for everyone on the earth.
E) 90 degrees for everyone on the earth.
29. An equinox occurs
a.When the Sun rises directly to the west.
b.because the Earth is precessing as it goes around the Sun.
c.when the sun crosses the equator.
d.only occurs once a year.
e.on the longest day of the year.
30. The North Celestial Pole is NOT
a.a point around which all of the stars of the northern hemisphere rotate.
b.a transparent crystal pole that extends up into the sky.
c.a point which has moved with respect to the stars.
d.a point that is currently occupied by the star, Polaris.
e.a point that was once occupied by -Draconis (Alpha-Draconis)
-- 0 --

Bab 5
Mekanika Benda Langit
Hukum Gravitasi Newton : Antara dua benda yang massanya
masing-masing m1 dan m2 dan jarak antara keduanya adalah d
akan terjadi gaya tarik gravitasi yang besarnya,
m1

Sir Isaac Newton


(1643 1727)

m2

@&

!#

Dengan : F = gaya gravitasi ( dalam Newton )


G = tetapan gravitasi ( 6,67 x 10-11 N m2 kg-2 )
M1 dan M2 = massa kedua benda yang berinteraksi
R = jarak pisah antara kedua benda
Dari hukum Newton II :
F= m.a dan a kita ganti dengan g
Maka , Fgravitasi = m.g dan dari persamaan
GMm
Fgravitasi =
R2
GM
Maka g =
( g = percepatan gravitasi )
R2
gbumi = +/- 9,8 m/s2
Dapat kita lihat bahwa percepatan gravitasi yang dialami sebuah benda tidak
dipengaruhi oleh massanya.
Escape velocity
Escape velocity adalah kecepatan minimum yang harus dipunyai oleh suatu
benda yang ingin meninggalkan medan gravitasi suatu objek bermassa.
GMm
Energi potensial gravitasi ( Ep ) =
R

Untuk meninggalkan pengaruh gravitasi suatu planet, sebuah benda harus


mempunyai energi kinetik = mv2. Energi kinetik ini besarnya sama dengan
energi potensial gravitasi (Ep).
GMm
2GM
Ep = Ek --->
= mv2 , maka v =
R
R
Hukum Kuadrat Kebalikan
Untuk menentukan besarnya gravitasi di suatu tempat dapat kita gunakan hukum
kuadrat kebalikan
E/
Untuk g1 :
R
#
- - + 1 *
R2
E/
Untuk g2 :
#

Contoh :
1. Percepatan gravitasi dipermukaan bumi (di permukaan laut) adalah 980 cm/s2.
Tentukanlah percepatan di ketinggian 25 000 km di atas permukaan Bumi.
(40,41 cm/s2)
2. Pesawat ruang angkasa Galileo berada pada jarak 100 000 km dari pusat planet
Jupiter, sedangkan pesawat pengorbitnya berada pada ketinggian 300 000 km.
Tentukanlah besarnya percepatan gravitasi pesawat ruang angkasa Galileo
dinyatakan dalam percepatan gravitasi pengorbitnya.
Hukum Kepler
Hukum Kepler I
Bumi mengelilingi Matahari dalam orbit yang berbentuk elips dan
Matahari ada di salah satu titik api ( fokus ).
Johannes Kepler
(1571 1630)
(

Hukum Kepler II
Suatu garis khayal yang menghubungkan Matahari dengan planet menyapu luas juring
yang sama dalam selang waktu yang sama.
dt
Matahari
r

Planet
d
dt

Konsekuensi dari hukum kepler II adalah : kelajuan revolusi planet tidak tetap.
Kelajuan revolusi mencapai minimum ketika jaraknya ke Matahari mencapai
maksimum ( aphelium ) , Kelajuan revolusi mencapai maksimum ketika jaraknya ke
Matahari mencapai minimum ( perihelium )
( perhatikan gambar di samping ini !)

Hal tersebut sebenarnya adalah konsekuensi dari kekekalan momentum sudut.

Perhatikan persamaan momentum sudut di bawah ini !

Karena r2 lebih besar dari r1 maka nilai v1 lebih besar dari v2. Jadi, kelajuan revolusi
berubah seiring perubahan jarak planet ke Matahari.
Kalau orbit planet berupa lingkaran , maka kelajuan revolusi akan konstan. Hal ini
disebabkan karena tidak adanya perubahan jarak planet ke Matahari.
Hukum Kepler III ( Hukum Harmonik )
Perbandingan kuadrat period terhadap pangkat tiga dari setengah sumbu panjang elips
adalah sama untuk semua planet.

+(

' *#

)
2
+ '
*
Untuk perioda dalam tahun dan radius dalam AU , maka :
(perioda)2 = (radius)3.
Perioda (T) = waktu yang diperlukan oleh planet untuk melakukan satu revolusi
Radius (a) = jarak planet ke Matahari

Planet

Matahari
a
b

Setengah sumbu
panjang

Maka, rumus di atas dapat dinyatakan sebagai :

B#
2

Dan jika T dalam tahun dan a dalam AU

2
3
T =a

Contoh :
Jarak sebuah planet ke Matahari adalah 8 kali jarak Bumi-Matahari. Berapakah
perioda revolusi planet tersebut ?

Hukum Kepler berlaku bagi orbit yang berbentuk lingkaran, karena lingkaran adalah
elips yang eksentrisitasnya 0.
Hukum Kepler juga berlaku untuk sistem lain yang bukan sistem tata surya. Misalnya
, untuk sistem bintang ganda.
- Jika bintang primer dianggap diam, orbit bintang sekunder juga elips. Bintang
primer berada pada titik api elips.
- Jika bintang primer dianggap diam, garis hubung antara bintang primer dan
sekunder menyapu daerah yang sama dalam selang waktu yang sama.Akibat :
Laju pergerakan bintang sekunder juga berubah secara secara periodik .
- Jika
- Waktu dinyatakan dalam satuan tahun
- Massa dinyatakan dalam satuan massa matahari
2
- Jarak dinyatakan dalam SA
-7 # )
(#
- m1 adalah massa bintang primer
- m2 adalah massa bintang sekunder
Pembuktian hukum Kepler
Hukum Kepler yang sudah dijelaskan di atas, tidak diturunkan berdasarkan teori
tertentu, melainkan hanya diturunkan secara empirik. Keppler memanfaatkan datadata posisi planet yang dikumpulkan oleh Tycho Brahe.

Kemudian setelah Newton merumuskan hukum gravitasi dan gerak melingkar, maka
Newton dapat menunjukkan nilai konstanta dari hukum ketiga Keppler.
Fsp adalah gaya sentripetal dan fg adalah gaya gravitasi. Gaya sentripetal yang harus
dikerjakan Matahari pada planet supaya planet tetap pada orbitnya adalah :
2

Fsp = mv /R
dan v = 2 R/T
Gaya tarik sentripetal Matahari pada planet tidak
lain adalah gaya gravitasi Matahari.
2

Fg = GMm/R
dan, Fsp = Fg
Maka,

3 8 #!
B #

Dan dapat kita peroleh :

B#

38 #

a=R
A = setengah sumbu mayor ( untuk orbit elips )
R = jari-jari orbit ( untuk orbit lingkaran )
2

(simplified Kepler equation)

Dapat kita lihat , bahwa T /R = konstan


2 3
Karena nilai T /R hanya tergantung dari massa Matahari yang nilainya dapat kita
anggap konstan.
Perlu diperhatikan, dalam rumus di atas kita menganggap massa planet jauh lebih
kecil dibandingkan dengan massa Matahari.
Dari rumus di atas, terbuktilah kebenaran hukum Kepler !!!

Yang perlu diperhatikan !!!


Dalam sistem, di mana massa kedua benda yang berinteraksi tidak berbeda jauh dan
massa salah satu objek tidak dapat diabaikan seperti pada kasus planet dalam tata
surya. Maka, rumus yang sudah diturunkan sebelumnya akan menjadi :

Coba Turunkan

3 8#
. C /

B#
2

Persamaan irisan kerucut

m2
B

(Perifokus)

Garis potong bidang orbit dan


bidang langit

v
m1
ae
p
a

(Apfokus)

r=
Dengan : r = jarak 2 massa ( m1 dan m2 )
e = eksentrisitas orbit
p = parameter kerucut = h2/ .
v = anomali benar = ( )

p
1 + e cos v

d
= konstan
dt
=GM

h = r2

Setengah jarak AB disebut setengah sumbu besar, dituliskan a yang harganya


diberikan oleh : p = a (1 e 2)
Perhatikan :
Benda pusat terletak pada titik fokus orbit
Sudut menunjukkan kedudukan titik perifokus terhadap suatu garis acuan
tertentu (dalam hal ini garis potong bidang orbit dengan bidang langit)
Dari persamaan : r =
jika e < 1
jika e = 1
jika e > 1

p
1 + e cos v
orbit berupa elips
orbit berupa parabola
orbit berupa hiperbola

Karena persamaan : p = a (1 e 2)
Titik perifokus dicapai apabila v = 0o
Titik apfokus dicapai apabila v = 180o

r = a (1 e)
r = a (I + e)
m2
B

v
m1
ae
p
Aphelion

Perihelion
Garis potong bidang orbit dan
bidang langit

Apabila m1 adalah Matahari dan m2 adalah planet, maka


titik terjauh dari Matahari disebut Aphelion
titik terdekat disebut Perihelion
m2
Periastron
B
Garis potong bidang orbit dan
bidang langit

v
m1
ae
p
Apastron

Apabila ini adalah sistem bintang ganda dengan m1 adalah bintang ke-1 dan m2
adalah bintang ke-2, maka
titik terjauh dari bintang ke-1 disebut Apastron
titik terdekat disebut Periastron
Hukum Kepler bukan hanya berlaku untuk planet dalam mengedari matahari saja
tetapi juga berlaku untuk :
Bumi dengan satelit-satelit buatan
Planet dengan satelit-satelitnya
Sistem bintang ganda
Dan lainnya
Untuk lintasan elips, berlaku :
d
1. h = r 2
= konstan
dt
2. Persamaan energi :
1
k 2 Mm
2
2 Mm
E = mv k
=
2
r
2a
h2 /
r
=
3. Persamaan lintasan :
1 + e cos v

4. Kecepatan orbit (v)


1 1
v 2 = 2GM
r 2a

Lintasan Parabola
Apabila lintasan berubah menjadi parabola , maka :
1. E = 0
k 2M
2. v 2 = 2
r
Nyatakan v sebagai f(r,h) :
d h
h 2 2k 2 M
v=r
=
=
h 2 = 2k 2 Mr
2
dt
r
r
r

pada r = q, maka : h = 2k 2 Mq = k 2Mq


Persamaan lintasan yang berbentuk parabola, diperoleh dengan mengganti h pada
persamaan persamaan elips.
2q
f
r=
= q sec 2
; f = anomali benar ( = v ) = .
1 + cos f
2
Selanjutnya ganti dengan f, dari konstanta luas.

h = r2

df
f df
k 2M
f df
= q 2 sec 4
. Oleh sebab itu,
atau
= sec 4
3/ 2
dt
2 dt
2 dt
q

k 2M
f
f
f
f
dt = sec 4
df = sec 2 + sec 2 tan 2 df
3/ 2
2
2
2
2
q
Andaikan:
1. pada saat t = T, m2 ada di perihelion ( f = 0 )
2. pada saat t sembarang, m2 ada di tempat lain ( f 0 )
t
f
k 2M
f
f
1
f
M
dt
=
sec 4
df
tan
+ tan 3
= k ( t T)
3/ 2
2
2
3
2
2q 3
T q
0
? 2'

"

'

Jika dituliskan dalam bentuk lain :


f
tan = 2 cot 2 = cot tan
2
f
f
tan 3
= 3 tan + cot 3 tan 3
2
2
Substitusi pada persamaan lintasan , (ambil M sebagai satu satuan)

cot 3 tan 3 =
Jadi, cot

3k ( t T)
2q 3
1

s
cot
2

; misal pula cot = 3 cot

3k ( t T)

cot s =

2q 3

s
2
3k ( t T )

(2q )3 / 2

Titik kesetimbangan antara 2 massa / titik pusat massa :


Titik pusat massa
-

Letak pusat massa : m1.d1 = m2.d2


m1.d1 = m2.(d - d1)
atau
m1.(d d2) = m2.d2

Contoh :
1. Sebuah satelit buatan mengorbit Bumi dalam orbit yang hampir berupa
lingkaran. Apabila radius orbitnya adalah 96.000 km, tentukanlah periode
orbit satelit tersebut. (3,42 hari)
2. Tentukanlah periode orbit Bumi jika massa matahari 8 kali lebih besar dari
massa sekarang dan radius orbit Bumi dua kali daripada radius sekarang
(andaikan orbit Bumi berupa lingkaran) (tdk berubah)

Gaya pasang surut


Yang dimaksud dengan gaya pasang surut adalah perbedaan gaya pada sebuah
titik di permukaan planet dengan gaya yang bekerja pada titik pusat planet.
1. Gaya pasut di titik A
B

A'

Gaya gravitasi oleh Bulan pada titik A,B,C dan A'


, mengarah ke pusat Bulan. Selisih
gaya terhadap titik C adalah sama pada A dan A'
. Asumsi Bumi bola sempurna
mengakibatkan pada titik B, gaya yang sejajar terhadap garis hubung Bumi-Bulan
CD, akan saling meniadakan.

F = FA FC
Aplikasikan hukum Newton pada titik A dan titik C
F = GMm

1
1
GMm 2
2
(r R )
r

R
2r
dijabarkan kita peroleh; F = GMm
2
R
4
r 1
r
2rR 1 +

Karena r >> R maka pada titik A :

FA =

2GMm
R
r3

2. Gaya pasut di titik A adalah;


F = FA ' FC = GMm

1
1
r 2 (r + R ) 2
GMm
GMm

=
(r + R ) 2
r2
r 2 (r + R ) 2

Gaya pasang surut di


titik A :

R
Lalu, dijabarkan
2r
F = GMm
2
R
r4 1+
r
3. Gaya pasut di titik B
2rR 1 +

FA '=

2GMm
R
r3

1
1 r
R
FB // = FBCos = GMm 2
FB = FBSin = GMm 3
2
d
d d
r
Komponen gaya sejajar di B saling meniadakan dengan gaya gravitasi Bulan
di titik C Karena Fb// = FC

FB = GMm

Maka gaya pasang surut di titik B :

FB = GMm

R
r3

Gaya pasang surut di ekuator dua kali lebih besar dibanding dengan di daerah kutub.
Gaya pasang surut di tempat lain akan mengikuti pertaksamaan FB < Fx < FA .

Bumi, bola yang diselubungi air :

1. Pasang Purnama dan Pasang Purbani

. /

. /

.1/

Pasang Purnama (vive eau, spring tides) dan Pasang Perbani (morte eau, neap tide)
Gaya pasang surut akan maksimum bila resultan gaya gravitasi Bumi, Bulan dan
Matahari terletak pada suatu garis lurus. Keadaan ini berlangsung pada saat bulan
purnama atau bulan baru. Naiknya permukaan air laut pada saat ini disebut "pasang
purnama".
Gaya pasang surut akan minimum apabila gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling
meniadakan, ini terjadi pada saat Bulan-Bumi-Matahari membentuk sudut 900. Posisi
ini disebut Bulan kuartir, terjadi pada saat Bulan berumur sekitar 7 hari dan 21 hari.
Naiknya permukaan air laut merupakan tinggi yang minimum. Peristiwa ini disebut
"pasang purbani.
2. Harbor Time
Pasang-surut (pasut) disuatu tempat tidak hanya bergantung pada posisi
Bulan dan Matahari saja, tetapi dipengaruhi juga oleh keadaan geografi, gesekan pada
dasar laut, kedalaman, relief dasar laut dan viskositas air di lokasi tersebut. Semua
faktor ini dapat mempercepat atau memperlambat datangnya air pasang.
Perbedaan waktu antara
datangnya pasang naik dengan
waktu yang dihitung
disebut
"harbor-time". Sebagai contoh,
tanggal 3 April 1950 di Brest,
Perancis setelah bulan purnama
amplitudo air pasang mencapai 7
meter (vive eau, spring tides,
pasang purnama), 7 hari kemudian

10 April 1950 setelah quarter terakhir. Amplitudo gelombang air pasang mencapai
2,5 meter (morte eau, neap tide, pasang purbani).
Peristiwa terjadinya pasut tidak selalu cocok jika hanya posisi Bulan yang
diperhitungkan. Pasut berlangsung lebih lambat, di Brest terlambat 3 sampai 4 jam
setelah Bulan lewat. Untuk pelabuhan Hamburg di Jerman selang waktu ini berkisar
antara 5 sampai 6 jam. Selain itu pasang purnama juga tidak berlangsung tepat pada
saat syzyg (bulan baru atau bulan purnama) pasut berlangsung 1,5 hari lebih lambat.
3.Rotasi Bumi menjadi lebih lambat
Perubahan posisi Bulan dan Matahari akan menyebabkan terjadinya gesekan air
laut yang mengalir dengan dasar laut, hal ini akan memperlambat rotasi Bumi,
akibatnya panjang hari di Bumi akan bertambah sekitar 0,0016 detik/abad.
Perhitungan ini didukung oleh fakta peristiwa gerhana yang pernah dicatat oleh
orang-orang Babilonia dulu, ternyata perhitungan mundur berdasarkan komputasi
astronomi modern, selalu tidak cocok dengan catatan tersebut.
Stabilitas gaya pasang surut
Gaya pasang surut dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi suatu objek yang
terikat oleh gaya gravitasi jika objek tersebut terlalu dekat dengan objek lain yang
besar.
Contoh : hancurnya komet Shoemaker-Levy 9 ketika melintas terlalu dekat
dengan planet Jupiter.
Kita akan mempelajari tentang kestabilan gaya pasang surut sebelum
mengakibatkan disintegrasi suatu objek, berapakah jarak aman suatu objek agar
tidak hancur akibat gaya pasang surut.

Misalkan :
M , R : massa dan radius planet pengganggu
mi , r : massa dan radius titik massa, keduanya dianggap sama dan homogen
d : radius orbit pusat massa mi terhadap M
Orbit mi terhadap M :
Gaya gravitasi dari M
Untuk massa m1 :

Untuk massa m2 :

Gaya pasang surut dari M


Fd = F1 F2

m1
(d r ) 2
m2
F2 = GM
(d + r ) 2

F1 = GM

Fd = GM

m1
m1

2
(d r ) (d + r ) 2

Asumsi massa : m1 = m2 = m

Fd = GMm

Asumsi Gaya Pasang Surut dari M

Fd =

4GMm
r
d3

Karena d >> r

Gaya gravitasi terhadap m1 dan m2

Syarat partikel dalam kesetimbangan


Karena Fd = Fg
4GMm
d

r=

Fg =

Gm1m 2
( 2r ) 2

Gm1m 2
( 2r ) 2

4r
d 3 (1

r2 2
)
d2

1 dan 2 rapat massa m dan M.

1 =

4
R3
3

M = 1

4 R3
3
m
4
2 =

m = 2 r3
3
4 r
3
3
Limit Roche
Karena Fd = Fg diperoleh :
Gm1 m 2
m1 = m 2 = m
4GMm
r=
3
2
d
( 2r )
3
1
R
16Mr 3 = d 3 m
16
mr 3 = d 3 m
r
2

M
= 1
m
2

d = (16R ) 1
2
3

Sehingga diperoleh :

d= 1
2

d = 2,5

M=

R
r

R
r

1
m
2

4GMm
Gm 2
r=
d3
4r 2

( )

R 3 16

1
2

1
3

2,5

Kesimpulan :
1. Bila Fd < Fg maka m1 dan m2 tidak akan terpisah
2. Bila Fd > Fg maka m1 dan m2 akan terpisah
Tidak ada satelit alamiah yang mengorbit dalam radius
Bentuk umum limit Roche :

4
3
4
3

p
r=f
c

2,5 kali radius planet.

Rp

Kondisi berlakunya persamaan di atas; massa homogen, hydrostatic fluid,


synchronously co-rotating dalam hal ini,
p density planet
Rp jari2 planet
r radius planet
c density object sekunder
f konstanta regresi bergantung pada macam model yang dipilih
Konstanta f untuk berbagai model :
No

Mode

Rotation State

Synchronous
rotating

2,46

2.

Synchronous
rotating

2,88

3.

Non rotating

2,52

4.

Synchronous
rotating

1,42

1.

Hydrostatic fluid

5.

Non rotating

1,26

6.

Boss et al(1991)

Non rotating

1,31
1,47

7.

Sridher &
Tremaine (1992)

Non rotating

1,69

8.

Zigna (1978)

Synchronous
rotating

1,4

Orbit dalam ruang


Bentuk geometri suatu orbit dicerminkan oleh dua unsur, yaitu elemen
geometri dan elemen orientasi. Elemen orientasi adalah sudut simpul naik,
,argumen perihelion
dan inklinasi i. Sedangkan elemen geometri ialah setengah
sumbu panjang elips, a , eksentrisitas, e .

Planet, Komet, Asteroid

v
Bidang ekliptika

Bumi

Periode orbit, P dan saat terakhir melewati titik terdekat dengan titik fokus
lintasannya yang berbentuk elips, T , disebut elemen dinamik. Seandainya kala edar P
diketahui maka masalah yang harus kita pecahkan adalah bagaimana menyatakan
koordinat polar benda langit sebagai fungsi waktu. Dari pengetahuan ini kita akan
dapat menentukan posisi benda langit tersebut dalam koordinat ekuatorial,
asensiorekta dan deklinasi, . Untuk keperluan ini tinjaulah ilustrasi berikut ini :

S2

A
K

b
S1

Andaikan m adalah satelit yang bergerak mengorbit Bumi, m1 dan misalkan pula
koordinat polar titik massa m pada saat t adalah (r,f). Dalam hal ini r, menyatakan
jarak m terhadap m1 sedangkan f, adalah sudut yang dibentuk oleh radius vektor r
terhadap sumbu referensi yang kita pilih. Selanjutnya definisikan besaran berikut;
a) Anomali benar (true anomaly) f, adalah sudut yang diukur searah dengan
gerak titik perigee terhadap garis vektor yang menghubungkan m dengan m1.
b) Anomali eksentrik (eccentric anomaly) E, yaitu sudut pada pusat lingkaran
yang diukur dari perigee dalam arah yang sama seperti halnya f.
c) Anomali rata-rata (mean anomaly) M, dinyatakan sebagi sudut yang ditempuh
oleh radius vektor r, rata-rata selama satu satuan waktu sejak meninggalkan
titik perigee.
2
M=
( t T) = n ( t T)
P
Harga n dapat ditentukan dari kaedah hukum Kepler III yaitu ;
1

n = k (1 + m) 2 a 2
Dalam hal ini : T = saat terakhir melewati perigee
k = konstanta Gauss = 0,017202
m = dinyatakan dalam massa matahari
n = dalam radian persatuan waktu
.

Pernyataan persamaan lintasan


r = a ( 1 e cos E )
tan

f
1+ e
E
=
tan
2
1 e
2

Dalam system bintang berdua visual dikenal beberapa pernyataan yang dapat
digunakan untuk menghitung jarak dan massa bintang:
Salah satunya adalah paralak dinamik, yang akan dibahas pada bab ini. Sisanya
(teknik magnitudo bolometrik dan hubungan massa-luminositas akan dibahas pada
bab yang berbeda)
a
p=
3
P 2 (M 1 + M 2 )
Dalam hal ini:
: setengah sumbu panjang dalam detik busur
a
: periode revolusi dinyatakan dalam tahun
P
Mi : massa bintang kei
p : sudut paralaks
Periode sinodis dan sideris
Periode Sinodis : kala edar dari satu fase ke fase itu lagi
Periode Sideris : kala edar dari suatu titik tetap di orbit ke titik itu lagi

Periode sinodis untuk planet superior ( Mars, Jupiter, dst ) :

'

)5

'

Psinodis : periode sinodis dari planet superior


Psideris : periode revolusi planet superior (dapat ditentukan lewat hukum Kepler /
gravitasi Newton )
P = periode revolusi Bumi = 1 tahun = 365,25 hari

Periode sinodis untuk planet inferior ( Merkurius dan Venus ) :

'

'

Psinodis : periode sinodis dari planet inferior


Psideris : periode revolusi planet inferior (dapat ditentukan lewat hukum Kepler /
gravitasi Newton )
P = periode revolusi Bumi = 1 tahun = 365,25 hari
Review :
1. Sebutkan isi hukum gravitasi Newton !
3 8#
2. Turunkanlah rumus berikut :
B#
2
3. Sebutkan isi hukum Kepler !
. C /
4. Sebutkan 3 rumus dasar dalam gerak elips !
5. Turunkan persamaan limit roche !
6. Jelaskan perbedaan antara periode sinodis dan sideris !

Evaluasi Bab 5
I. Esai
1. Misalkan jarak planet (massa m) ke Matahari (massa M) adalah a dan periode
siderisnya adalah P
a) Buatlah sketsa kedudukan Matahari, planet dan pusat massa sistem dan gaya
gravitasi yang bekerja (nyatakan dengan arah anak panah)
b) Dengan bantuan sketsa pada soal a) buktikan bahwa :
3 8#
B#
2
. C /

2. Dua buah satelit bergerak berlawanan arah pada orbit lingkaran berjari-jari 12,000
km dari pusat Bumi. Jika mula-mula kedua satelit berkonjungsi (superior), berapa
waktu yang diperlukan hingga terjadi tabrakan? Diketahui satelit geostasioner
(misalnya Palapa) mengorbit pada ketinggian 36,000 km.
3. Sebuah satelit buatan bergerak dengan kecepatan 6,9 km/det, sepanjang bidang
ekuator dengan orbit lingkaran dan searah dengan rotasi Bumi. Berapakah periode
satelit tersebut, agar ia selalu diamati pada suatu titik yang tetap di langit?
4. Berapakah periode sebuah satelit buatan yang mengorbit Bumi pada ketinggian
96.000 km jika orbitnya berupa lingkaran ? ( Andaikan jarak Bumi-Bulan 384.000
km dan periodenya adalah 27,3 hari )
5. Pesawat ruang angkasa Ulysses berada pada jarak 1,9 AU dari Matahari , apabila
jarak planet Saturnus ke Matahari adalah 9,5 AU, tentukanlah perbandingan
percepatan gravitasi yang disebabkan oleh Matahari terhadap pesawat ruang
angkasa Ulysses dan terhadap planet Saturnus !
6. Secara umum diketahui bahwa dua benda angkasa yang berinteraksi secara
gravitasi akan bergerak mengitari pusat massa dari kedua benda tersebut. Jika
diketahui jarak rata-rata Matahari-Jupiter adalah 778 juta km, massa Matahari M
= 1,99 x 1030 kg, dan massa Jupiter MJ = 1,90 x 1027 kg, tentukanlah di mana
pusat massa sistem Matahari-Jupiter.
7. Sebuah planet berada pada jarak 130 milyar km. Kedudukan pada tahun ini (tahun
2004) adalah di aphelium orbitnya. Planet itu mengorbit dengan periode 10.500
tahun. Pada tahun berapakah planet berada pada periheliumnya ?
8. Dua pesawat bergerak paralel dan searah terhadap garis lintang di Bumi. Pesawat
pertama terbang sepanjang ekuator dan pesawat kedua sepanjang 600 LU. Supaya
kedua pesawat tersebut selalu berada pada bujur yang sama , berapa perbandingan
kecepatan kedua pesawat itu?
9. Asteroid Ceres memiliki periode sinodis 1,278 tahun jika diamati dari Bumi.
Tentukan periode siderisnya ! Menggunakan data perioda sideris yang sudah
diperoleh, tentukan sumbu semimajornya (dalam AU) jika eksentrisitasnya
sebesar 0,077, tentukan jarak perihelion dan aphelion dalam AU !
10. Sebuah objek ditempatakan pada titik X antara Matahari dan Jupiter sehingga
dipengaruhi oleh gaya gravitasi kedua planet tersebut sama besar. Massa Matahari
1047 kali massa Jupiter dan berjarak 5,2 AU dari Matahari. Tentukan jarak objek
X dari Matahari !

11. Satelit Hawkeye 1 mempunyai perigee pada jarak 1,1 radius Bumi dan apogee
20,9 radius bumi. Tentukan sumbu semimajornya pada satuan yang sama, dan
berapakah perbandingan kecepatan satelit tersebut di perigee terhadap
kecepatannya di apogee ?
12. Sebuah komet diamati saat memotong orbit Jupiter (5,2 AU dari Matahari)
dengan kecepatan di perihelion 18 km/s. Tentukan besarnya besarnya setengah
sumbu utama dan perioda orbitnya !
13. a. Apa yang akan terjadi dengan orbit planet pada tata surya jika matahari tibatiba lenyap ?
b. Begitu juga, apa yang akan terjadi dengan orbit planet-planet jika matahari
berubah menjadi blackhole ?
14. Sebuah komet dengan perioda 100 tahun dan jarak perihelion 2 kali radius
matahari. Cari kecepatan komet di perihelion !
15. Jika massa matahari menjadi 2 kali massa yang sekarang, apa yang akan terjadi
dengan komponen orbit Bumi ? Jelaskan !
16. Besarnya sumbu semi major planet Uranus adalah 19,2 AU, dengan hukum
Kepler 3, tentukanlah periode sideris revolusi planet tersebut !
17. Misalkan pengaruh gravitasi gravitasi matahari tiba-tiba menghilang. Dari 2
planet berikut, Bumi dan Neptunus, planet mana yang akan mencapai jarak radial
50 AU terlebih dahulu dari matahari ?
18. Satelit buatan Vanguard 1 memiliki periode revolusinya 134 menit. Jarak
terdekat dan terjauhnya dari Bumi berturut-turut 660 km dan 4023 km. Tentukan
perbandingan massa Bumi terhadap massa Matahari ! ( sumbu semimajor Bumi
149,5 x 106 km, radius Bumi 6372 km, 1 tahun terdiri dari atas 365,25 hari ).
19. Bila gravitasi tidak ada, Bulan akan terus bergerak dalam ruang menurut garis
lurus. Akibat gaya tarik yang dikerjakan Bumi pada Bulan, satu-satunya satelit
alami Bumi ini senantiasa jatuh menuju Bumi. Berikan taksiran Anda jarak jatuh
Bulan setiap saat yang dimaksud ! ( Jarak Bumi-Bulan : 60 x jari-jari Bumi ).
20. Tentukan besar gaya gravitasi suatu planet di tata surya yang bekerja pada
pesawat ulang alik (space shuttle) bermassa 2000 kg ketika pesawat sedang
mengorbit pada ketinggian 1 kali radius planet !
21. Hitunglah percepatan gravitasi di permukaan planet yang memiliki massa jenis
sama dengan massa jenis Bumi namun berjari-jari sebesar dua kali jari-jari Bumi !
22. Dalam legenda Yunani disebutkan bahwa cakram yang dilemparkan Hercules
keluar dari Bumi menuju luar angkasa. Dengan semangat legenda tersebut,
turunkan formula dan hitunglah kecepatan untuk lepas dari pengaruh gravitasi
Bumi yang harus dimiliki oleh sebuah pesawat antariksa bermassa 6000 kg dan
cakram Hercules bermassa 10 kg !
23. Berapa kecepatan minimum sebuah pesawat yang berjarak 1 AU dari Matahari
agar terlepas dari tata surya ?

24. Jika massa Bumi berkurang dengan faktor 4 dan radiusnya berkurang dengan
faktor yang sama maka hitunglah percepatan di permukaan bumi sekarang !
25. Sebuah planet mempunyai jarak rata-rata dari Matahari 40 AU. Berapa periode
siderisnya ? Bila suatu saat terjadi oposisi terjadi pada 26 Oktober 1995. Kapan
oposisi berikutnya terjadi ?
26. Jarak periastron sebuah bintang ganda 15 juta km, kecepatan bintang sekunder
20.000 km/s relatif terhadap bintang primer. Jika jarak apastronnya 75 juta km,
hitunglah kecepatan bintang sekunder saat di apastron ! Hitunglah juga
eksentrisitas orbitnya !
27. Sebuah partikel bergerak dalam orbit lingkaran , radius orbit = a. Partikel ini
berada di bawah pengaruh gaya gravitasi. Jika V1 kecepatan terbesar dan V2
adalah kecepatan terkecil dalam orbitnya. Buktikan, periode orbitnya :
a (V1 + V2 )
P=
V1 V2
28. Ketinggian minimum dan maksimum satelit buatan yang mengorbit Venus
masing-masing 696 dan 2601 km. Periode revolusi satelit 104 menit. Bila sumbu
panjang dan periode revolusi Venus 0,723 AU dan 0,65 tahun. Tentukan jari-jari
Venus ! Diketahui massa Venus 1/403.500 massa matahari
29. Sebuah satelit komunikasi geosinkron berjarak 41.800 km dari pusat Bumi. Bila 1
hari sideris = 23h 56m dan 1 tahun terdiri dari 365 hari . Tentukanlah rasio massa
Matahari dan Bumi ! ( Jarak Bumi-Matahari = 149,5 x 106 km )
30. Salah satu cara untuk mengestimasi massa sebuah benda langit adalah dengan
gerak orbitnya relatif terhadap obyek didekatnya (atau sebaliknya).
a) Sebagai contoh, gunakan data orbital Bumi mengelilingi Matahari
(anggap orbit lingkaran) sbb. untuk mengestimasi massa Matahari
radius orbit : 1.50 x 1013 cm
periode rotasi : 1 tahun = 3.16 x 107 dtk
Petunjuk : gunakan percepatan sentripetal dalam persamaan untuk gaya.
b) Dengan cara yang serupa, perkirakan massa Galaksi Bimasakti bila diketahui :
radius orbit Matahari mengelilingi pusat Galaksi : 30,000 tahun cahaya.
Periode revolusi : 230 tahun
Catatan : 1 tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 tahun
dengan kecepatan cahaya.
31. Andaikan galaksi Andromeda dan Bimasakti adalah dua galaksi yang saling tarik
menarik sehingga saling mengitari dan pengaruh gravitasi galaksi lain dapat
diabaikan. Jarak antara kedua galaksi 2 juta tahun cahaya. Dari pengamatan
spektroskopi diketahui bahwa seolah-olah Andromeda mendekati matahari
dengan kecepatan 300 km/detik. Kecepatan ini disebabkan oleh dua hal yaitu
gerak orbit Andromeda terhadap Bimasakti dan gerak orbit matahari mengelilingi
pusat Bimasakti. Diketahui kecepatan matahari bergerak mengelilingi pusat
Bimasakti 250 km/ jam dengan arah membentuk sudut 37 dengan arah
Andromeda. Asumsikan orbit Andromeda cukup lonjong dengan eksentrisitas 0,5.
a. Gambarkan diagram atau ilustrasi yang menggambarkan keadaan diatas
terutama-arah-arah yang relevan.
b. Jika garis spektrum Andromeda yang dipakai untuk menghitung kecepatan
geraknya adalah garis spektrum H yang memiliki panjang gelombang

6563, pada panjang gelombang berapakah garis itu tampak di spektrum


Andromeda ?
c. Berdasarkan data di atas taksirlah berapa massa galaksi Bimasakti !
32. Tiga buah bintang ( Cen A, Cen B dan Proxima Cen) mengorbit pada titik
pusat massa. Periode dua bintang : Cen A dan Cen B diketahui mengorbit 70
tahun. Kalau jarak Proxima Cen terhadap kedua bintang yang lain tetap, berapa
periode orbit Proxima Cen mengitari titik pusat massa sistem?
33. A spaceship landed on an asteroid 2.2 km in diameter with an average density of
2.2 g/cm3. The asteroid is slowly rotating. The cosmonauts decided to travel along
the equator of the asteroid in a rover in 2.2 hours. Will it be possible for them to
do such a thing? If the answer is negative, why? If the answer is positive, what do
they take into account?
34. Engineers from the Simferopol University describe a new method to utilize old
military ships: to construct very small black holes from their material (patent
yzarc-048UA7). Estimate the diameter of a black hole constructed using this
patent from a ship with the mass of 5000 ton (1 ton = 1000 kg). What physical
object has a size of the same order of magnitude? Describe propagation of visible
light near this black hole.
35. Kepler'
s third law relates the period P of a planet, in years, to its average distance
from the Sun, a in AU : P2 = a3
Find the period in years for the average distances of :
a) 0.387 AU (Mercury)
b) 9.539 AU (Saturn)
c) 17.9 AU (Halley'
s Comet)
d) 49.33 AU
e) 72.98 AU
36. Find the average distance from the Sun of asteroids that are observed with periods
of :
a) 3.9 years
b) 4.723 years
c) 6.38 years
37. a. Mengapa rotasi dari bintang Neutron sangat cepat ? Terangkan pengaruh dari
Light House Effect pada pulsar ?
b. If we were to suddenly discover a new (tenth) planet which is 50 AU from the
Sun, how long would it take for this planet to orbit the Sun?
38. A binary star consists of a white dwarf, Rwd = 6000 km, and a companion star Rs =
400,000 km. If the white dwarf has a mass Mwd = 0.7 Msun and the companion has
a mass 0.35 Msun and their centers are separated by 1 million km, find the period
of the orbit of the stars. Find the distances of each stars center from the center of
mass of the system. Find the velocities of each star assuming a circular orbit for
each.
39. Jika hujan meteor Leonid berlangsung selama 2 hari, hitung berapa ketebalan
sabuk meteoroid yang menyebabkan Leonid!
40. Hitunglah massa jenis suatu planet jika percepatan gravitasi di planet tersebut 5
m/s2 dan mempunyai diameter 10.000 km !

41. Berapakah perbandingan massa matahari dengan massa bumi jika jarak bumimatahari 1,5 x 1011 m. Jarak bulan ke bumi 3,84 x 108 m. Periode bumi
mengelilingi matahari 365 hari dan periode bulan mengelilingi bumi 27,3 hari.
Anggap orbit bumi dan bulan berbentuk lingkaran.
42. Sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian h meter di atas permukaan bumi. Benda
mencapai tanah dalam waktu 10 detik. Jika benda yang sama dijatuhkan dari
ketinggian h meter di atas permukaan bulan, hitung berapa waktu yang
dibutuhkan mencapai permukaan bulan ! Massa bulan 1/81 massa bumi dan jarijari bulan 0,27 jari-jari bumi.
43. Jika diameter bumi menjadi dua kali dari sekarang tetapi massanya tidak berubah.
Bagaimana berat benda di permukaan bumi sekarang ?
44. Sebuah planet bermassa M bergerak mengelilingi Matahari dengan kecepatan v =
32,9 km/s (dalam kerangka Matahari). Hitung periode revolusi planet ini. Anggap
lintasan planet melingkar.
45. Periode revolusi Jupiter 12 kali periode reolusi Bumi. Anggap orbit planet
melingkar, tentukan :
a. perbandingan jarak Jupiter-Matahari dengan Bumi-Matahari.
b. kecepatan dan percepatan planet Jupiter dalam kerangka Matahari.
46. Sebuah satelit buatan diluncurkan ke orbitnya yang berbentuk melingkar
mengelilingi bumi dengan kecepatan v relatif terhadap bumi. Hitung jarak satelit
ke permukaan bumi. Jari-jari bumi R dan percepatan jatuh bebas pada permukaan
bumi g !
47. Sebuah satelit bergerak dari timur ke barat dalam lintasan melingkar di atas
khatulistiwa dengan jari-jari lintasan R = 1 x 104 km. Hitung kecepatan satelit
dalam kerangka tetap terhadap bumi !
48. Hitung perbandingan kecepatan lolos (escape velocity) di Matahari dibandingkan
di Bumi !
49. Tentukan periode orbit bumi jika massa matahari 12 kali lebih besar dari sekarang
dan radius orbit bumi 4/3 kali daripada sekarang.Andaikan orbit bumi berupa
lingkaran sempurna.
50. Calculate the ratio of mean densities (massa jenis) of the earthand the sun from
the following approximate data :
= angular diameter of the sun seen from the earth = 0
l = length of 10 of latitude on the earths surface = 100 km
t = one year = 3 x 107 s.
g = 10 m/s2
51. Deimos (satelit Mars) mengorbit dengan periode = 1,26244 hari dan jaraknya
dengan planet Mars 0,0001565 AU. Tentukan massa planet Mars !
52. Hitunglah massa Bumi jika diketahui percepatan gravitasi di permukaan Bumi 9,8
m/s2 !

53. Hitunglah massa Matahari jika diketahui periode revolusi Bumi = 365,25 hari dan
jarak rata-rata Bumi-Matahari 1,496 x 108 km !
54. Jika suatu planet imajiner memiliki jarak 8,5 AU dari Matahari. Hitunglah periode
revolusinya !
55. Urutkan berdasarkan besarnya percepatan gravitasi yang dialami oleh bendabenda di bawah ini !
- Sebuah satelit seberat 1.500 kg berjarak 36.000 km dari pusat Bumi
- Seorang astronout seberat 85 kg berjarak 36.000 km dari pusat Bumi
- Bulan yang massanya 7,351022 kg berjarak 384.000 km dari pusat Bumi
- Sebuah apel yang massanya 200 gram berjarak 8.500 km dari pusat Bumi
56. Sebuah planet khayal memiliki perihelium 2 AU dan jarak aphelium 2,3 AU.
Hitunglah eksentrisitas orbitnya ! Jika kelajuan revolusinya di aphelium 200 km/s,
hitunglah juga kelajuan revolusinya di perihelium !
57. Sebuah bintang ganda massa bintang komponennya 3 dan 2,5 massa Matahari.
Jika periode orbitnya 2 tahun. Hitunglah jarak pisah antara kedua bintang anggota
bintang ganda tersebut !
58. Sebuah planet di tata surya lain memiliki jarak 5 AU dari bintang induknya.
Hitunglah periode revolusinya jika massa bintang induknya 3 massa Matahari !
59. Hitunglah massa total dari bintang ganda yang terpisah sejauh 2 AU dan periode
revolusi dari sebuah bintang yang mengitari bintang lainnya adalah 25.000 tahun !
60. A spacecraft is put into an orbit around the Sun by NASA with an orbital period
of 7 Earth years. What is the size of the semi-major axis of this orbit?
61. Halley'
s Comet has a period around the Sun of 75 years. What is the semi-major
axis (in AU) of the orbit of Halley'
s Comet? What is the size of the major axis?
Between what planets is the aphelion of Halley'
s Comet?
62. An asteroid is discovered in a circular orbit around the sun with radius 4
Astronomical Units. What is its orbital period in years? If the asteroid is located
between Jupiter and Mars, find its synodic period?
63. Sebuah planet mempunyai jarak rata-rata dari Matahari 40 AU. Berapa periode
siderisnya? Bila suatu saat terjadi oposisi terjadi pada 26 Oktober 1995. Kapan
oposisi berikutnya terjadi ?
64. Jelaskan mengapa meskipun massa Bulan jauh lebih kecil daripada massa
Matahari, gaya pasang surut Bulan lebih dominan di muka Bumi!
65. Buktikan bahwa dalam suatu sistem yang terdiri atas 2 benda berbentuk simetri
bola dan terpisah sejauh d, besarnya gaya pasang surut di ekuator dua kali gaya
pasang surut di kutub !
66. Bila Bumi dan Bulan dianggap simetri bola serta diketahui rata-rata rapat massa
bulan 3,34 gram/cm3, diameter bumi 12.800 km, massa Bumi 6 x 1024 kg, pada
jarak orbit berapa dari Bumi, Bulan dapat mengalami kehancuran akibat gaya
pasang surut ?

67. Tentukan perbandingan gaya pasang surut antara Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari
bila diketahui jarak pusat ke pusat antara Bumi-Matahari 400 kali jarak pusat ke
pusat Bumi-Bulan, diameter Bumi 4 kali diameter Bulan, dan massa Bumi 80 kali
massa Bulan !
68. Sebuah galaksi spiral (A) terlihat secara edge-on dan galaksi irregular kecil (B)
berada pada piringan galaksi sedemikian sehingga pringan galaksi spiral dan
galaksi irregular nampak pada celah spektograph. Garis emisi [OIII] 5007
tampak, pusat galaksi [OIII] = 5.407 , tepi galaksi 5.403 dan 5.411 .
Piringan terbentang sejauh 10 detik busur, sedangkan galaksi irregular 30 detik
busur dari pusat dan [OIII] nampak 5.411 .
a. Sketsalah galaksi tersebut beserta besaran-besaran yang sesuai dan geraknya
b. Tentukan jarak antara ke-2 galaksi
c. Tentukan kecepatan rotasi di tepi piringan
d. Tentukan massa total galaksi besar
69. Sebuah planet ke-10 ditemukan di tata surya dengan jarak perihelion 80 AU dan
jarak perihelion 100 AU, tentukan eksentrisitas dan sumbu semimajornya !
70. Sebuah satelit mempunyai orbit polar dengan ketinggian 5,49 x 106 m di atas
permukaan Bumi. Setelah melewati di atas London, tentukan posisi satelit saat
menyelesaikan satu kali orbit !
71. Dalam sebuah pasangan bintang ganda salah satu komponennya diduga dalah
blackhole. Dengan mengamati bintang pasangannya kita mendapatkan informasi
tentang blackhole tersebut. Asumsikan bentuk orbitnya adalah lingkaran dengan
R1 dan R2 adalah jarak blackhole dan bintang pasangan ke titik pusat massa
sistem waktu / perioda orbit bintang pasangan mengelilingi titik pusat massa
adalah 200 hari. (a) tentukan massa blackhole (b) Carilah massa blackhole
tersebut
72. Satelit Uranus yang paling terang, Titania dan Oberon ditemukan oleh W.
Herschel tahun 1987. Oberon memiliki periode orbit 13,5 hari dan sumbu
semimajor 583000 km. Tentukan massa Uranus dalam massa Bumi !
73. Mars mempunyai radius 0,53 kali radius Bumi dan massa 0,107 kali massa Bumi,
tentukan :
a. kecepatan lepas sebuah objek dari permukaan Mars
b. Periode rotasi Mars 24h37m22,6s (dalam hari Bumi). Pada jarak berapa dari
Mars sebuah orbit satelit akan sinkron dengan periode rotasi Mars sehingga
akan nampak sebagai titik yang tetap di langit Mars ?
74. Kecepatan orbit Mars 24 km/s dan kecepatan orbit Bumi 30 km/s. Radius orbit
masing-masing (asumsi lingkaran) 1,52 AU dan 1 AU. Carilah nilai maksimum
laju perubahan jarak kedua planet ini !
75. Stasiun ruang angkasa Rusia Mir mengorbit bumi setiap 90 menit sekali pada
ketinggian 250 km. Stasiun ruang angkasa ini diluncurkan pada tanggal 20
Februari 1986. Setelah beberapa tahun di ruang angkasa, stasiun ruang angkasa
ini ditinggalkan dan secara perlahan-lahan jatuh ke Bumi pada tanggal 10 Maret
2001.
a) Berapa kalikah stasiun ruang angkasa ini mengelilingi Bumi sebelum jatuh ke
Bumi?

b) Berapakah jarak yang ditempuh stasiun ruang angkasa ini ? (Ketinggian Mir
diabaikan relatif terhadap radius Bumi)
76. Berapa kalikah gaya gravitasi yang disebabkan oleh Matahari terhadap pesawat
ruang angkasa Ulysses yang berjarak 2,3 AU dari Matahari dibandingkan dengan
percepatan gravitasi yang disebabkan oleh Matahari terhadap planet Jupiter yang
berjarak 5,2 AU dari Matahari?
77. Teleskop ruang angkasa Hubble mengorbit Bumi setiap 1,5 jam sekali pada
ketinggian 220 km, Jika kamu akan menempatkan satelit komunikasi di ruang
angkasa, pada ketinggian berapakah satelit tersebut harus ditempatkan supaya
satelit bisa mengedari Bumi setiap 24 jam sekali? (Satelit semacam ini disebut
satelit Geosyncronous karena satelit selalu berada di suatu titik yang tetap di atas
Bumi)
78. Salah satu satelit Jupiter yaitu Io mempunyai massa yang sama dengan Bulan
(satelit Bumi), dan juga Io mengorbit Jupiter pada jarak yang sama dengan Bulan
mengorbit Bumi. Akan tetapi Io mengelilingi Jupiter dalam satu putaran lamanya
1,8 hari, sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 27,3 hari. Dapatkah
kamu menjelaskan mengapa terjadi perbedaan ini?
79. Jika Io yang berjarak 422 000 km dari Jupiter memerlukan waktu 1,8 hari untuk
melakukan satu putaran mengelilingi Jupiter, berapakah waktu yang diperlukan
oleh Europa (satelit Jupiter yang lain) yang berjarak 671 000 km dari Jupiter
untuk melakukan satu putaran mengelilingi Jupiter?
80. a. Apakah akibatnya jika gaya gravitasi Bumi terhadap Bulan tiba-tiba hilang ?
b. Jika Matahari tiba-tiba menjadi black hole, berapakah kecepatan lepasnya ?
81. Sebuah benda kecil jatuh pada Matahari dari jarak yang sama dengan jari-jari
lintasan Bumi. Kecepatan awal benda nol menurut Matahari. Dengan menggunakan hukum Keppler, tentukan berapa lama benda akan jatuh ? (65 hari)
82. A orbiting space station is observed to remain always vertically above the same
point on the earth. Where on earth is the observer ? Describe the same point on
the earth. Describe the orbit of the space station as completely as possible ? (4,2 x
104 km)

83. A spherical object rotates with angular frequency . If the only force preventing
sentrifugal disintegration of the object is gravity, what is the minimum density the
object must have ? Use this to estimate the minimum density of the Crab Pulsar
which rotates 30 times per second ? ( ~ 1,3 x 1014 kg/m3 )
84. If the mass of the pulsar is about 1 solar mass ( ~ 2 x 1030 kg or ~ 3 x 105 Mearth ),
what is the maximum possible radius of the pulsar ? (150 km )
85. Sebuah sistem bintang kembar terdiri dari dua bintang yang bergerak mengelilingi
pusat massanya akibat gaya gravitasi. Buktikanlah jarak antara kedua bintang (L)
1
T
dalam sistem ini adalah L = [GM( ) 2 ] 3 jika diketahui massa total dari kedua
2
bintang adalah M !
86. Satelit-satelit bumi bergerak mengelilingi bumi dalam suatu bidang edar. Anggap
jari-jari suatu lintasan dari suatu satelit adalah r = 7.000 km dan satelit lain

berjari-jari r = 70 km lebih kecil. Hitung selang waktu terkecil dari kedua satelit
melewati garis AB bersama-sama !
(0,84 jam)
A

87. Buktikanlah kecepatan lepas ( escape velocity ) di Bulan dibandingkan di Bumi

v lolos di bulan
M bulan R bumi
=
!
v lolos di bumi
M bumi R bulan
88. During an observation of a solar eclipse the observers discovered a comet bodies
in the constellation of Aries near the solar corona. Further research have shown
that at the detection time the comet was in the aphelion of its orbit (distance from
the Sun A = 8,85 AU) and in the perihelion the distance from the Sun is equal to P
= 1,63 AU. Will the comet be visible to any observer on the Earth during its
nearest transit of perihelion ? In what constellation will it be ? The answer has to
be explained by necessary formulae and numerical calculations.
89. Massa seorang astronot di Bumi 40 kg. Hitunglah beratnya ! Jika di atas sebuah
asteroid yang gaya gravitasinya 1/10 gaya gravitasi Bumi. Berapa massa dan
beratnya ?
90. Mengapa objek langit yang besar (misalkan Matahari, Bintang , Planet, dll)
bentuknya mendekati bola sedangkan objek langit yang relatif kecil ( misalkan
Asteroid , Komet,dll ) bentuknya irregular ?
91. Garis hubung Matahari-Asteroid menyapu luas 5,2 AU2 dalam tahun 1993.
Berapa luas disapu dalam tahun 1994 ? dalam 5 tahun ?
92. An asteroid, headed directly toward Earth, has a speed of 12 km/s relative to the
planet when it is a distance of 10 Earth radii from Earths center. Neglecting the
effects of Earths atmosphere on the Asteroid, find the asteroids speed when it
reaches Earths surface!
93. Observations of the light from a certain star indicate that it is a part of binary
system. This visible star has orbital speed = 270 km/s, orbital period = 1,70 days,
and approximate mass = 6 M , where M is the Suns mass, 1,99 x 1030 kg.
Assuming that the visible star and its companion star, which is dark and unseen,
are both in circular orbits, determine the approximate mass of the dark star!
94. Certain neutron stars are believed to be rotating at about 1 revolution/second. If
such a star has a radius of 20 km, what must be its minimum mass so that material
on its surface remains in place during the rapid rotation?
95. What will an object weigh on the Moons surface if it weighs 100 N on the Earth
surface? How many Earth radii must this same object be from the center of Earth
if it is to weigh the same as it does on the Moon? (given that gravitational
acceleration on Earths surface is six times gravitational acceleration on Moons
surface)

96. Our Sun, with mass 2 x 1030 kg, revolves about the center of the Milky Way
galaxy, which is 2,2 x 1020 m away, once every 2,5 x 108 years. Assuming that
each of the stars in the galaxy has a mass equal to that of our Sun, that the stars
are distributed uniformly in a sphere about the galactic center, and that our Sun is
essentially at the edge of that sphere, estimate roughly the number of stars in the
galaxy!
97. In 1993 the spacecraft Galileo sent home an image of asteroid 243 Ida and a tiny
orbiting moon (now known as Dactyl), the first confirmed example of an asteroidmoon system. In the image, the moon, which is 1,5 km wide, is 100 km from the
center of the asteroid, which is 55 km long. The shape of the moons orbit is not
well known; assume it is circular with a period of 27 hours. What is the mass of
the Asteroid? The volume of the asteroid from the Galileo images is 14.100 km3,
what is the density of the asteroid?
98. A comet that was seen in April 574 by Chinese astronomers on a day called Woo
Woo day was spotted again in May 1994. Assume the time between observation is
the period of the Woo Woo day comet and take the eccentricity as 0,11. What are
the semi major axis of the comets orbit? What is its greatest distance from the
Sun in terms of the mean orbital radius of Pluto ?
99. A 20 kg satellite has a circular orbit with a period of 2,4 hours and a radius of 8 x
106 m around a planet of unknown mass. If the magnitude of the gravitational
acceleration on the surface of the planet is 8 m/s2, what is the radius of the planet?
100. In a certain binary star system, each star has the same mass as our Sun, and they
revolve about their center of mass. The distance between them is the same
distance between Earth and the Sun. What is the period of revolution in years?
101. An asteroid, whose mass is 2 x 10-4 times the mass of Earth, revolves in a
circular orbit around the Sun at a distance that is twice Earths distance from the
Sun. Calculate the period of revolution of the asteroid in years ? What is the ratio
of the kinetic energy of the asteroid to that of Earth?
102. Two neutron stars are separated by a distance of 1010 m. They each have a mass
of 1030 kg and a radius 0f 105 m. They are initially at rest with respect to each
other, how fast they are moving when the separation has decreased to one-half its
initial value and how fast they are moving when they are about to collide ?
103. For the reconstruction of historical events, dates and places of the past solar
eclipses are often calculated. However, the rotation of the Earth continuallyslows
down and solar eclipses take place not there, where they should be in aggrement
with calculations on a model with constant rotation of the Earth with the present
angular rate. In what century did such an eclipse take place in Paris ( = 00, =
450 ) instead of Crimea ( = 340, = 450 ) ? The length of a day increases by
0,0016 seconds per 100 yeardue to that rotation of the Earth slows down.
104. a. How far would you have to be from the Sun to have a year exactly equal to
100 Earth years?
b. If your weight is 160 lbs on the surface of the Earth, what would it be if you
are 12,000 miles above the Earth'
s surface? (Take the radius of the Earth to be
4,000 miles).

105. Planet imajiner mempunyai jarak rata-rata 120 satuan astronomi dari matahari.
Berapa lama waktu yang diperlukan planet ini untuk mengorbit matahari ? Berapa
periode sinodisnya ?
106. a. If a planet orbiting a massive star has the same orbital period as a planet
orbiting a low-mass star, which of the planets orbits at a greater distance from
its star ? Explain your answer !
b. What keeps satellite orbitting the Earth moving along their curved path ?
107. Star A is 0,2 AU from the center of mass and its companion star B is 0,6 AU
from the center of mass. Which star is more massive ? If two stars have orbital
period of 0,35777 years, what are the individual masses of the two stars ?
108. Apa yang dimaksud keadaan tanpa bobot ? Jelaskan dengan contoh peristiwa
pada a) orang di bumi dan pada b) pada astronot di angkasa luar bumi.
Mungkinkah g = 0 ?
109. Gaya gravitasi yang dihasilkan oleh Matahari terhadap Bumi adalah sama
besarnya dengan gaya gravitasi yang dilakukan oleh Bumi terhadap Matahari.
Benar atau salahkah pernyataan ini ? Jelaskan !
110. Pusat galaksi Bimasakti diketahui merupakan sebuah lubang hitam yang amat
masif, massanya diperkirakan 3,6 juta kali massa matahari, yang secara optis
tidak dapat ditangkap oleh teleskop. Tetapi lubang hitam tersebut dikelilingi oleh
bintang-bintang yang tersebar rapat di sekitarnya. Coba jelaskan sejauh
pengetahuan anda, bagaimana kita bisa menghitung massa lubang hitam di pusat
galaksi.
111. The period of revolution of an artificial satellite of the Moon is 2h20m. Its
minimum and maximum distances above the lunar surface are respectively 80 and
600 km. If the radii of the Moon and of the Moons orbit are 1738 and 384.000
km respectively and the lunar siderial period is 27 1/3 days. Calculate the semi
major axis and eccentricity of the lunar artificial satellites orbit and the ratio of
the masses of Earth and Moon.
112. The semi major axis of the orbit of Mars is 1,524 AU and the orbital eccentricity
is 0,093. Assuming the Earths orbit to be circular and coplanar with that of Mars,
calculate (i) the distance of Mars from the earth at closest approach ! (ii) the ratio
of the speeds of Mars in its orbit at perihelion and aphelion, and (iii) the speed of
Mars at perihelion in AU per year.
113. Jika massa jenis bumi berkurang 16 % tetapi volumenya tetap, dan jarak bumibulan berkurang 4 %. Hitunglah periode sideris Bulan sekarang ! Jika massa
bulan bertambah 25 %, apakah efeknya terhadap jarak dan periode bulan ?
114. The fastest possible rate of rotation of a planet is that for which the gravitational
force on material at the equator just barely provides the centripetal force needed
for the rotation, show that the corresponding shortest period of rotation is
3
t=
!
G

115. There is a protostar which the radius of the circumpolar accretion disk is 560
AU.
a. State the radius in kilometres
b. What is the orbital period (in years) of a particle at the outer edge of the disk ?
( given that the protostar has one solar mass)
c. At a speed of 200 km/s, how long does it take gas to transverse the entire
visible length of the jet ?
116. The mass of the earth is 6 x 1024 kg and that of the moon is 7,4 x 1022 kg. If the
distance between their centres is 3,8 x 108 m. Calculate of what point on the line
joining their centres there is no gravitational force. Neglect the effect of other
planets and the Sun
117. The rings of the planet Saturn consists of a vast number of small particles, each
in a circular orbit about the planet. The inner edge of the inner ring is 70.000 km
from the centre of the planet and the outermost edge of the outer ring is 140.000
km from the centre. The speed of the outermost particles is 17 km/s.
a. determine the mass of Saturn
b. how long does it take for the outermost particles to complete an orbit ?
c. calculate the orbital period speed of the particles nearest to Saturn
118. Assuming the sun is at a distance of 8 kpc from the galactic center and goes
around the galactic center at a speed of 220 km/sec, calculate how long it takes for
the sun to go around the galactic center once ! Assuming that the Universe is 20
billion years old, calculate how often we (in several previous incarnations) have
rotated around the galactic center !
119. Tanggal 7 November 2005, terjadi oposisi Mars. Saat itu jarak Bumi-Mars
sekitar 0,47 AU dan diameter sudut Mars saat itu 27 di selatan lingkaran
ekliptika. Lembaga antariksa makhluk Mars merencanakan mengamati transit
bumi di piringan matahari. Untuk itu mereka meluncurkan pesawat angkasa luar.
Berapakah periode minimum pesawat tersebut mengelilingi Mars agar bisa
mengamati transit Bumi?
120. Koloni aliens dari galaxy lain berhasil membuat terowongan di planet Jupiter.
Terowongan tersebut menembus permukaan planet Jupiter dan menembus pusat
planet Jupiter. Bila salah satu alien menjatuhkan bola di terowongan tersebut,
bagaimanakah lintasan yang akan ditempuh bola ? diketahui radius Jupiter 11 kali
radius Bumi dan massanya 318 kali massa Bumi.
121. Ketika mendarat di Bulan, Neil Armstrong menjatuhkan sebuah bola dari
ketinggian h meter. Benda mencapai tanah dalam waktu 24 detik. Ketika tiba di
Bumi, dia melakukan hal yang sama, yaitu menjatuhkan bola dari ketinggian h
meter. Berapa lama waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh permukaan
bumi ? diketahui massa bumi 81 kali massa bulan dan jari-jari bulan 0,3 kali jarijari bumi.
122. In one of the ancient models of the universe, the centre of solar system is the
Earth rotating around its own axis. The stars are not moving around the Earth. The
Moon and the Sun are orbiting the Earth. Mercury and Venus are orbiting the Sun.
Mars, Jupiter and Saturn move around invisible object which are orbiting the
Earth. Consider the explanation of the system Earth-Moon to be correct in this
model and the mass of the Sun to be negligible in comparison with the mass of the

Earth-Moon system. Find (by two solution) the distance between the Earth and
Sun in such a model.
123. Energi Total, Et, sistem dua benda yang bergerak mengitari pusat massanya
dapat dinyatakan dalam persamaan:
Ek + Ep = Et
Dalam hal ini Ek dan Ep masing-masing menyatakan energi kinetis dan energi
potensial. Energi total dapat berharga negatif, nol dan positif. Deskripsikan
kriteria energi sistem untuk lintasan elips, parabola dan hiperbola! Uraikan jawab
Saudara !
124. Komet periode panjang dianggap mempunyai lintasan parabola. Anomali benar f
komet tersebut dapat dicari dari persamaan Baker:
f
1
f
M
Tg
+ Tg 3
= k (t T )
2
3
2
2q 3 / 2
sedangkan jaraknya ke Matahari dihitung dari persamaan
f
r = qSec 2
2
Jika massa Matahari, M , diambil sebagai satuan, jarak dalam satuan astronomi
(SA), waktu dalam hari (day), dan konstanta Gauss, k, nilainya adalah k =
0,01720209895
Pertanyaannya: Jika komet X berada di perihelium pada tanggal 6 Januari 2006
pada pukul 24:00 dengan jarak q =1,2 SA, berapakah jarak ke Matahari dan
anomali benar komet tersebut pada tanggal 8 Januari 2006 pada jam yang sama?
Untuk menjawab pertanyaan ini, gunakan metoda numerik! Lengkapi prosedur
perhitungan dengan diagram alir (flowchart)!
125. Ada pasangan bintang ganda ADS 1733 dengan data sebagai berikut. Magnitudo
semu bolometrik bintang ke1 dan ke2 masing-masing adalah 1mb = 8,11 dan
2
mb = 9,11. Jika pasangan bintang tersebut mempunyai setengah sumbu panjang a
= 1",673 dan periode P = 168,303 tahun, berapakah paralak dinamik, massa, dan
magnitudo absolut bolometrik sebenarnya dari bintang tersebut?
Petunjuk: Gunakan iterasi dengan melengkapi tabel berikut, mulailah dengan
mengambil M1 + M2 = 2.
Iterasi p
M1 + M2 1 Mb 2 Mb
0
2
1
2
.
.
.
i
i+1
.
Hentikan proses ketika dicapai syarat:
|pi pi+1| 0,0001

M1

M2

126. Gaya pasang surut didefinisikan sebagai selisih (diferensial) gaya gravitasi di
permukaan planet dengan gaya gravitasi yang dialami oleh sebuah titik di pusat
planet.

Andaikan massa Bumi M, jejari R, sedangkan massa Bulan, m dan jarak bulan ke
Bumi adalah r.
a. Buktikan bahwa jika kemiringan bidang orbit Bulan diabaikan terhadap bidang
ekuator Bumi maka gaya pasang surut yang dialami Bumi dari Bulan dapat
ditulis dalam pernyataan;
Untuk daerah ekuator;
2GMm
Fg =
R
r3
Untuk daerah kutub;
GMm
Fg = 3 R
r
b. Mengacu pada soal a) diatas, dalam kondisi yang ideal, berapa kalikah seorang
pengamat di Bumi akan mengalami pasang dan surut dalam satu hari?.
Jelaskan jawab saudara dengan ilustrasi (diagram) yang jelas.
127. Sebuah projektil dilemparkan dari Planet X, agar projektil itu tidak jatuh kembali
ke Planet X. Bila tahanan udara diabaikan, demikian pula pengaruh gravitasi dari
benda langit yang lain, buktikanlah kecepatan projektil tersebut pada jarak r dari
Planet X dipenuhi oleh pernyataan berikut:
2 2
2
=
+ 02 2
Dalam hal ini:
R : Jejari Planet X
g : percepatan gravitasi planet X
v0 : kecepatan projektil di permukaan ( r = R ) planet X
128. Sebuah wahana bergerak meninggalkan Bumi menuju Merkurius. Waktu
peluncuran dirancang sehingga pada saat wahana tiba di Merkurius, jarak
tempuhan (trajectori) minimal. Aphelion wahana ada di Bumi sedangkan
perihelionnya di Merkurius (orbit ini dikenal sebagai orbit dengan energi
minimum). Pertanyaannya: berapakah eksentrisitas wahana dan tempo yang
diperlukannya untuk tiba di Merkurius?
129. Jika sebuah roket ingin diluncurkan dan mendarat di Bulan. Roket ini akan
menempuh lintasan elips, di mana titik perigee nya adalah di permukaan Bumi
dan titik apogee nya adalah titik targetnya, yaitu Bulan. Hitunglah waktu awal dan
kecepatan awal roket untuk mencapai Bulan ! (diketahui periode sideris Bulan =
27,3 hari)
130. Diketahui Satelit ke III Jupiter mengitari planet induk dalam jarak 14,9 R dan
tempo diperlukan untuk melengkapi satu kali putar adalah 7 hari 3 jam 7 menit.
Berapa waktu yang diperlukan oleh Satelit ke-V dan ke-VIII untuk melengkapi
lintasannya bila masing-masing satelit jaraknya dari planet induk adalah 2,52 R
dan 328 R ?
131. Sebuah titik massa m, dilempar dari planet Bumi dengan tujuan Mars. Andaikan
dalam perjalanannya ke planet Mars, titik massa itu hanya dipengaruhi oleh gaya
gravitasi Matahari. Tentukanlah koordinat (r,f) titik massa tersebut bila diketahui
jarak Mars dari Matahari pada ssat titik massa m dilemparkan adalah 1,38 SA.
132. Suppose that fragment G of comet Shoemaker-Levy 9 measured 700 m in
diameter. If this fragment had an average density of 0.2 g cm-3, estimate its kinetic
energy just before it entered Jupiter'
s atmosphere. You may assume that it struck

the atmosphere with a speed equal to the Jupiter'


s escape speed. Express your
answer in Joules and megatons of TNT (1 MTon = 4,2 x 1015 J).
133. Ada fakta bahwa jarak satelit dari planet induk selalu berada lebih jauh dari 2,5
radius planet. Selain itu jejari cincin planet Saturnus memperlihatkan radiusnya
lebih kecil dari 2,5 kali radius planet. Fakta ini dapat dijelaskan dengan
mempelajari gaya pasang surut(pasut). Tunjukkan bahwa akibat gaya pasang surut
suatu benda langit akan pecah berantakan bila jaraknya lebih kecil dari

r = 2.44

1
2

1/ 3

Dalam hal ini;


R = radius planet induk
1 = rapat massa planet
2 = rapat massa benda yang mengalami gaya pasang surut
134. Planet Mars mempunyai elongansi 1 dan pada saat bersamaan sebuah asteroid
tampak dengan sudut phase dan elongansi 2. Jika jarak Mars-Matahari 1,5
satuan astronomi dan kamu sekarang berumur 17 tahun, namun sejak lahir kamu
tinggal di Mars. Berapa kali umurmu sekarang dalam penanggalan Mars ?
Selanjutnya hitunglah (nyatakan sebagai fungsi dari 1, dan 2).
135. Sebuah roket mula-mula bergerak dalam lintasan berbentuk lingkaran dengan
kecepatan 5 km/s. Kemudian lintasan roket tersebut diubah lintasannya menjadi
parabola dengan kecepatan dorong Vg = 2,8 km/s. Berapa prosen massa awal yang
harus dipergunakan untuk membuat lintasan parabola ?
(petunjuk : kecepatan parabola = kecepatan lepas)
136. Hitung massa komponen bintang ganda yang mempunyai paralaks 0,150 dan
orbit semu kedua bintang adalah lingkaran dengan radius 4,5 dan 1,5 relatif
terhadap pusat gravitasi sistem. Bintang ganda tersebut mempunyai periode 100
tahun !
137. a. Sebuah planet berubah-ubah jaraknya dari bintang snetralnya, dari 147,2 juta
km sampai 152,1 juta km. Berapakah eksentrisitas orbit planet itu ?
b. Orbit planet kedua bereksentrisitas 0,093. Berapakah ratio jarak terdekat
dan terjauhnya ?
138. Massa planet Mars 6,419 x 1026 gram. Mars mempunyai dua satelit Phobos dan
Deimos. Phobos berukuran 27 x 21 x 19 km dan Deimos berukuran 12 x 12 x 11
km. Kedua satelit tersebut mengorbit lingkaran di bidang ekuator Mars. Jari-jari
orbit Phobos 9377,2 km dan Deimos 23463,2 km. Periode Phobos 0,31891 hari.
Periode Deimos 1.262441 hari. (a) Tentukan massa kedua satelit ! (b) jika periode
rotasi Mars adalah 1,03 hari. Berapa kali seorang pengamat di ekuator Mars akan
menyaksikan Phobos dan Deimos melintas di langit Mars dalam sehari Mars ! (c)
Berapa selang harikah Phobos mengejar Deimos setiap kali dalam tempuhannya ?
139. Sebuah partikel dilempar dengan kecepatan V1 =
terhadap radius vektor dari pusat gaya sentral f =

r4

2
, dengan sudut tertentu
3a 3

persatuan massa. Tentukan

persamaan lintasan partikel tersebut dan buktikan bahwa periode orbitnya adalah :
P=

3
8

3a 5
.
2

140. Two artificial satellites are in elliptical orbits about the Earth and they both have
the same value for their semi major axes. The ratio of the linear velocities at
perigee of the satellites is 3/2 and the orbital eccentricity of the satellite with
greater perigee velocity is 0,5. Find the orbital eccentricity of the other satellite
and the artio of the apogee velocities of the two satellites !
141. Even the ancient Greeks knew that the size of the Earth is small compared to the
distances to the stars. For example, in one myth it is told that the God Hephaetus
once carelessly dropped his anvil on the Earth. It took nine whole days before the
anvil hit the earth. Estimate the height of the sky according to the
representations of the ancient Greeks and compared it to the distances of objects
known to you !
142. A spacecraft of mass M is in highly elliptical Earth orbit, and it has enough fuel
for a single momentum change p. Its goal is to break loose from earthand coast
off to infinity using the smallest possible p. Is it better for it to make its p thrust
when it is at perigee (close the earth) or apogee (far from earth) ? Explain why ?
143. The radio pulsar PSR 1913+16 is a neutron star in an eccentric binary orbit with
an unseen companion star. The orbital period is 7,8 hours. The pulsar comes as
close to the center of mass (perisastron) as 3,74 x 1010 cm and recedes to a
distance as large as 1,58 x 1011 cm from the center of mass (apastron).
Measurements of a more subtle general relativistic effect also reveal that the total
mass of the binary system is 2,8 solar masses.
a. What is the semimajor axis of the orbit of the neutron star about the center of
mass ?
b. What is the eccentricity of the orbit ?
c. Find the semimajor axis of the binary system as a whole !
d. Find the mass of the pulsar and that of its unseen companion !
144. Not only the Moon, but also the Sun contributes to the tides on Earth. For
reference, the Moon'
s mass is MMoon = 3,7 x 10-8M and its distance from Earth is
-3
d = 2,6 x 10 AU. Which exerts stronger tidal forces on material at the Earth'
s
surface , the Sun or the Moon? Justify your answer with a calculation. Hint: all
you are asked is to find which is larger.
145. Express the total energy of an orbit :

GM
2a
in terms of the total orbital angular momentum,
E=

L = GMa (1 e 2 )
Total mass M = m1 + m2, reduced mass = m1m2/(m1 + m2), and orbital
eccentricity e.
146. Consider a test particle at a distance r0 from a planet of mass M, moving with
speed v in a direction perpendicular to the direction from planet to test mass. We
assume that the mass of the test particle is negligibly small compared with M. Let
us write v = f. v0, where

v0

GM
r0

And f is a dimensionless scale factor.


a. For each of the following values of f, classify the orbit (circular, elliptical,
parabolic, hyperbolic), and find the orbital eccentricity e and the ratio a/R of
semimajor axis to initial distance.
f 0
iv. f
3/ 2
i.
2
ii. f
1/ 2
v. f
iii. f 1
vi. f
5/ 2
b. Construct a graph showing the planet at the origin, and the initial position and
direction of motion of the test particle. Plot the orbits the test particle for each
of the above values of f on this graph and label them. The boundaries of your
graph should extend to at least 2r0 in all directions from the planet.
147. As shown in class, the full solution of the 2-body problem of planetary motion is

the same as that of a single object moving according to r = F , with


=

Gm1m 2
m1m2/(m1 + m2) the reduced mass, and with the usual force law F =
r.
r2
For the case of a circular orbit, find how the formula for the circular velocity
s version of Kepler'
s 3rd law, are modified from the test particle"
vc,and Newton'
case we did in class (where we put M = m1, and m = m2 and then implicitly
assumed m << M so that m ). Is the difference between the full and test
particle expressions important for a satellite, such as the Hubble Telescope,
orbiting the earth?
148. Consider an object (cosmic trash") of mass m which is
in a circular orbit around the sun with speed vc and radius
a. To completely dispose of the waste, the options are
either to drop it into the sun, or launch it out of the solar
system.
(a) To drop the trash into the sun requires that we remove
the object'
s angular momentum, which costs us
energy. Namely, we want to boost the material (i.e.,
change the velocity by firing rockets) so that it has a velocity v = 0 with
respect to the sun; it then falls into the sun. To do this, the material must be
boosted by a velocity vb = vc in the opposite direction its original orbit
direction (vector 1 in the figure). Compute the boost energy required (in terms
of m and vc), where the boost is assumed to be instantaneous and thus all
happens at distance r = a from the sun.
(b) To fling the material from the solar system also requires energy, as we want
the object to be just unbound: KE + PE = 0. We can do this by boosting the
object so that KE = -PE = GM m/a. If the boost (speed vb) is aimed away
from the sun (vector 2), this is perpendicular to the object'
s initial speed, and
2
2
2
so the new speed with respect to the sun is v = v b + v c . Compute the speed
vb needed to satisfy KE + PE = 0 in this case, and the boost energy needed (in
terms of m and vc). How does this compare with the energy in part (a)?
(c) Finally, we can eject the material from the solar system as in part (b), but now
boost the material with speed vb in the same direction as its initial orbit (vector

3). Then the object'


s new speed with respect to the sun is v = vb + vc. Compute
the speed vb needed to satisfy KE + PE = 0 in this case, and the boost energy
needed (in terms of m and vc). How does this compare with the energies in
parts (a) and (b)? Which of these is the cheapest means of astronomical waste
disposal?
149. In the regrettable/forgettable television series Space 1999, an explosion on the
Moon forces the Moon out of its orbit. Modeling the Moon as a test particle" in
orbit about the Earth, and ignoring the influence of the rest of the planets, (a)
estimate much energy would be required to unbind the Moon from the Earth. (b)
Assume that the Moon is unbound from the Earth and is on a circular orbit about
the Sun at 1 AU. How much energy is required to unbind the Moon from the Sun?
(c) Compare this to a megaton of TNT = 4,2 x 1022erg.
150. Tidal friction is gradually transferring angular momentum from the Earth'
s
rotation to the Moon'
s orbit. If this process continued indefinitely, the Earth
would gradually spin down until it rotated synchronously with the Moon'
s orbit,
and always presented the same face to the Moon, just as the Moon always
presents the same face to the Earth. Let us find the Moon'
s orbital period (=
Earth'
s rotation period) when this happens. We will assume that the Moon
remains at all times in a circular orbit about the Earth'
s equator.
a) The orbital angular momentum of the Earth-Moon system is (assuming a
circular orbit, e = 0)

where a is the Moon'


s distance from Earth, M is the mass of the Earth, and m
is the mass of the Moon. By invoking Newton'
s form of Kepler'
s third law,
show that :

where
= 2 /Porb is the orbital angular frequency. Calculate the orbital
angular momentum of the Earth-Moon system at its current orbital period Porb
= 27,32d = 2,36 x 106 s.
b) the rotational angular momentum of a moon or planet of mass M and radius R,
rotating with angular frequency = 2 /Prot, can be written as :
Where k is the dimensionless moment of inertia of that moon or planet. In the
case of the Earth, k2 = 0,3308. Calculate the rotational angular momentum of
the Earth, Lrot, at its current sidereal rotation period, Prot = 86164 s. What is
the total angular momentum, Ltot = Lorb + Lrot, of the Earth-Moon system ?
(N.B.: The Moon also contributes a little rotational angular momentum as
well,but since it is 81 times less massive than the Earth, barely over onefourth theradius of the Earth, and rotates more than 27s time mores slowly, its
contribution is negligible.)

II. Pilihan Ganda


1. Jika seorang astronout massanya di bumi adalah 40 kg, maka massa astronout
tersebut di asteroid yang gravitasinya 10 kali lebih kecil daripada gravitasi bumi
adalah
a. 39,2 N
b. 40 kg
c. 392 N
d. 4 kg

2. Seorang astronot terbang di atas Bumi pada ketinggian 300 km dan dalam orbit
yang berupa lingkaran. Ia menggunakan roket untuk bergeser ke ketinggian 400
km dan tetap dalam orbit lingkaran. Kecepatan orbitnya adalah,
A. lebih besar pada ketinggian 400 km
B. lebih besar pada ketinggian 300 km
C. Kecepatannya sama karena orbitnya sama-sama berupa lingkaran
D. kecepatannya sama karena dalam kedua orbit efek gravitasinya sama
E. tidak cukup data untuk menjelaskannya
3. Andaikan sebuah komet bergerak dalam orbit yang berupa elips dan menjauhi
matahari. Pada tanggal 1 Januari 1999, komet berjarak 5,5 AU dari matahari. Pada
tanggal 1 Januari 2000, komet berjarak 7,5 AU dari matahari. Pada tanggal 1
Januari 2001, komet berjarak
A. 12,5 AU dari Matahari
B. 11,5 AU dari Matahari
C. 10,5 AU dari Matahari
D. 9,5 AU dari Matahari
E. 8,5 AU dari Matahari
4. Yang manakah yang bukan bagian dari kontribusi (Hukum) Kepler terhadap orbit
planet?
A. Bentuk orbit
B. Kecepatan planet terhadap orbitnya
C. Periode orbit
D. Gravitasi
E. Semua jawaban salah
5. Jarak planet ke titik perihelion dalam tatasurya adalah ...
a) setengah sumbu pendek orbit
b) setengah sumbu panjang orbit
c) setengah sumbu panjang kali satu dikurangi eksentrisitet
d) setengah sumbu panjang kali satu dikurangi eksentrisitas
e) setengah sumbu pendek kali satu dikurangi eksentrisitet
6. Gaya pasang surut Bulan dan Matahari di Bumi ...
a) gaya pasang surut bulan 2 kali lebih besar dari gaya pasang surut Matahari
b) gaya pasang surut Matahari sama dengan gaya pasang surut Bulan
c) gaya pasang surut Bulan 2 kali lebih kecil dibanding dengan gaya pasang surut
Matahari
d) gaya pasang surut Matahari sama dengan gaya pasang surut pada momen Bulan
Purnama
e) gaya pasang surut Matahari sama dengan gaya pasang surut pada momen Bulan
Kuartir Pertama

7. Sebuah planet X dengan massa 2 kali massa Bumi mengorbit bintang dengan
massa 2 kali massa Matahari dengan jarak rata-rata sama dengan jarak rata-rata
Bumi-Matahari maka ...
a) periode orbit planet X sama dengan periode orbit Bumi
b) periode orbit planet X adalah (1/ 2 ) lebih cepat dibanding dengan periode
orbit Bumi
c) periode planet X adalah 4 kali lebih cepat dibanding dengan periode orbit
planet Bumi
d) periode planet X adalah 2 kali lebih lambat dibanding dengan periode orbit
planet Bumi
e) periode planet X adalah 1/2 kali lebih lambat dibanding dengan periode orbit
planet Bumi
8. What would happen to Earth if it started going faster around the sun?
A. It would fall into the sun.
B. It would travel away from the sun.
C. Its gravity would decrease.
D. Its gravity would increase.
E. It would spin slowly
9. If our Sun were twice as massive as it is now, but the solar system were otherwise
identically populated and arranged, how much time would it take for Earth to
orbit the Sun?
A. 423 days
B. 365 days
C. 321 days
D. 258 days
E. 147 days
10. Sebuah bintang kelas G tampak bergerak mengelilingi suatu titik di angkasa,
padahal di dekatnya tidak ditemui adanya benda lain. Hal ini disebabkan oleh: ...
1) Bintang itu merupakan anggota bintang ganda dengan pasangan sebuah black
hole
2) Bintang itu tampak bergerak mengelilingi suatu titik akibat gerak paralaks
3) Bintang itu mungkin mengelilingi sebuah bintang neutron tetapi bintang
neutronnya tidak terdeteksi
4) Bintang itu berbentuk elipsoid, karena rotasinya yang cepat
Dari keempat pernyataan tersebut di atas, manakah yang mungkin menjadi
penyebab geraknya?
A. Jawaban 1 saja yang benar
B. Jawaban 2 saja yang benar
C. Jawaban 1 dan 3 saja yang benar
D. Jawaban 2 dan 4 saja yang benar
E. Jawaban 1, 2 dan 3 saja yang benar
11. Pilihlah pernyataan yang benar!
a. Perbandingan kuadrat periode revolusi Bulan dengan pangkat tiga jarak ratarata Bulan-Bumi sama dengan perbandingan kuadrat periode revolusi Bumi
dengan pangkat tiga jarak rata-rata Matahari-Bumi
b. Kelajuan revolusi planet berbanding terbalik dengan kuadrat jarak planet ke
bintang induk
c. Periode sinodis Mars adalah yang terpanjang di antara planet planet superior
lainnya meskipun jaraknya adalah yang terdekat dibandingkan dengan planetplanet superior lainnya

d. Jika massa Bulan bertambah 8 % , maka jarak Bumi-Bulan akan berkurang 2


%
e. Periode revolusi Bumi dan jarak ratarata Matahari-Bumi tetap tidak berubah
meskipun massa Matahari bertambah.
12. The acceleration of free fall on the surface of the Earth is 6 times its value on the
surface of the moon. The mean density of the earth is 5/3 times the mean density
of the moon. If rE is the radius of the earth and rM the radius of the moon, the
value of rE/rM is .......

1
10
6
b. 0,3 5
c. 18/5
d. 25 /9
e. 10
a.

13. Kepler'
s 3rd law as modified by Newton is generally used to find a galaxy'
s
a. Distance.
b. Mass
c. Velocity
d. Rotation speed
e. Radius
14. The gravitational attraction between two objects will increase if the
A. distance between the two objects increases.
B. Speed of one of the objects increases.
C. Solar wind between the two objects increases
D. Mass of one of the objects increases.
15. One of the consequences of Kepler'
s second law is that
a. we can measure the sidereal period for any body in motion anywhere in the
universe.
b. planets move at a uniform rate around the Sun even though the orbit is an
ellipse.
c. the Sun is located at the center of the ellipse rather than at either of the foci
along the major axis.
d. planets move slowest when farthest from the Sun and fastest when closest to
the Sun.
16. Two stars in a binary system orbit around a common point, called the center of
mass, which is
a. closer to the more massive star.
b. always exactly midway between the two stars
c. always inside one of the stars.
d. closer to the less massive star.
17. From Kepler'
s laws, we know that
A. the distance from the Earth to the Sun may not be constant.
B. the Earth travels more rapidly in its orbit than do planets closer to the Sun.
C. periods of orbiting bodies depend only on their masses
D. the Earth travels more slowly when farther from the Sun

18. Sumbu rotasi Uranus terletak hampir sebidang dengan bidang orbitnya
mengelilingi Matahari. Sementara perioda revolusi Uranus mengitari Matahari
adalah 84 tahun. Oleh karena itu, beda waktu antara vernal equinox dan autumnal
equinox di Uranus adalah:
d. 21 tahun
a. 168 tahun
b. 84 tahun
e. 10.5 tahun
c. 42 tahun
19. Diketahui Fm adalah gaya pasang surut oleh Bulan dan Fs adalah gaya pasang
surut oleh Matahari. Jika pada lokasi di atas zenit pengamat terdapat Bulan
Purnama, maka pengamat tersebut akan mengalami gaya pasang surut sebesar...
a. 1,465 (Fm Fs)
b. 1,465 Fm
c. 1,465 Fs
d. 1,465 (Fm / Fs)
e. 1,465 (Fs / Fm)
20. Take three identical bricks; strap two of them together. Which statement is true?
a. the combined bricks, when dropped, will fall twice as fast as the single brick
b. the combined bricks, when dropped, will fall four times as fast as the single
brick due to the inverse square law of gravity
c. the gravitational force between the Earth and the combined bricks is twice as
strong as the gravitational force between the Earth and the single brick
d. the gravitational force between the Earth and the combined bricks is the same
as the gravitational force between the Earth and the single brick
21. The Earth is 81 times more massive than the Moon. The center of mass of the
Earth/Moon system is therefore:
a) 1/82nd of the way from the Earth to the Moon, closer to the Earth.
b) 1/82nd of the way from the Moon to the Earth, closer to the Moon.
c) 1/9th of the way from the Earth to the Moon, closer to the Earth.
d) 1/9th of the way from the Moon to the Earth, closer to the Moon.
e) exactly half way between the Earth and the Moon.
22. An astronaut on the International Space Station orbiting Earth:
a) has a mass of 0 kg.
b) does not feel any gravitational force.
c) is not accelerating.
d) is constantly accelerating.
e) has a mass equal to 1/6th of his/her mass on Earth.
23. An astronaut in orbit around the Earth in the Space Shuttle experiences
`weightlessness'because:
a) He or she is so far from the Earth that the gravitational force due to the Earth is
zero.
b) His or her mass is zero.
c) There is no gravity in space.
d) He or she is moving at the escape velocity of Earth.
e) He or she is falling around the Earth.
24. Ganymede has a mass of about 1/1000th that of Jupiter. Where is the center of
mass of the Jupiter-Ganymede system?
a) About 1/1000th of the way from Jupiter to Ganymede, closer to Jupiter.
b) About 1/1000th of the way from Jupiter to Ganymede, closer to Ganymede.

c) Halfway between Jupiter and Ganymede.


d) About (1/1000)2 = 10-6 of the way from Jupiter to Ganymede, closer to Jupiter.
e) About (1/1000)2 = 10-6 of the way from Jupiter to Ganymede, farther from
Jupiter.
25. Manakah pernyataan di bawah ini yang salah ?
A. Massa benda ikut mempengaruhi besarnya gaya gravitasi yang dialami benda
tersebut
B. Massa benda tidak mem-pengaruhi kecepatan lepas benda tersebut
C. Massa benda ikut mempengaruhi besarnya energi potensial gra-vitasi yang
dialami benda tersebut
D. Massa benda ikut mempengaruhi besarnya percepatan gravitasi yang dialami
benda tersebut
E. Besarnya gaya gravitasi yang dialami sebuah benda berbanding terbalik
dengan kuadrat jaraknya
26. Berapakah perbandingan kecepatan lepas ( escape velocity ) yang dialami sebuah
partikel jika berada di sebuah Black Hole yang bermassa 10 M dan jika berada
di Black Hole lain yang bermassa 100 M ?
A. 1 : 1
B. 10 : 100
C. 1 : 100
D. 10 : 1
E. 100 : 1
27. Dua bintang yang masing-masing massanya M dan 4M terpisah pada jarak d.
Tentukan letak bintang ketiga diukur dari M di mana resultan gaya gravitasi pada
bintang tersebut sama dengan nol !
a. 1/8 d
b. d
c. 1/3 d
d. d
e. 2d
28. Superman sedang adalah mengitari matahari. Lintasan yang ditempuh berupa
elips dengan eksentrisitas 0,4. Pernyataan yang salah berikut ini adalah ..
1
a. Jarak terjauhnya dari Matahari 2 kali dibandingkan jarak terdekatnya dari
3
Matahari.
b. Semua hukum kepler mengenai gerak planet berlaku bagi Superman
c. Superman merasakan panjang satu hari saat di aphelium lebih pendek
dibandingkan dengan panjang satu hari saat di perihelium
d. Jika gaya gravitasi Matahari tiba-tiba menghilang, maka Superman akan
GM sun
bergerak lurus dengan kecepatan awal sebesar
, di mana d
d2
menyatakan jaraknya dari Matahari
e. Jika Matahari menjadi blackhole, maka eksentrisitas lintasan Superman akan
berubah.
29. Satelit akan dapat diamati pada posisi yang sama di atas sebuah lokasi tertentu di
Bumi jika ...
a. memiliki periode rotasi sama dengan periode rotasi Bumi
b. memiliki periode rotasi sama dengan periode revolusi Bumi
c. memiliki periode revolusi sama dengan periode rotasi Bumi
d. memiliki periode revolusi sama dengan periode revolusi Bumi
e. memiliki jarak dari Bumi yang lebih besar dari jarak Bumi-Bulan

30. Pernyataan yang salah tentang lintasan suatu objek langit adalah ...
a. Jika eksentrisitas orbitnya = 1, maka bentuk orbitnya berupa parabola
b. Semakin besar setengah sumbu panjang lintasan, semakin kecil energi total
sistem
c. Bila setengah sumbu panjang membesar, maka periode juga akan membesar
d. Besar kecepatan lepas partikel dari permukaan suatu planet 2 kali besar
kecepatan orbit planet
e. Anomali eksentrik adalah sudut yang diukur dari apogee dalam arah yang
sama dengan anomali benar
-- 0 -INTERMEZZO : ! Soal menantang ! Taken from IAO 2006

1. Sebuah galaxy mempunyai magnitudo bolometric 6,88 pada jarak 3 Mpc, berapa
magnitudo bolometrik pada jarak 3 Gpc?
2. Space sail. The space probe for research of the asteroids'belt is sent to object of
research by using a solar sail. The probe system of weight m= 1 ton was moved
around the Sun on a circular orbit radius 1 a.e. Then such a sail (that was earlier a
part of the probe-system) has been opened and after half a revolution around the
sun the probe has reached Ceres. Estimate the area S and thickness d of this sail.
Consider the sail is of mirror-type. the typical distance of the asteroid belt bodies
from from the Sun are 2,8 a.e. The constant of total solar irradiation is A=1,37
kW/m2
3. Astronomers based at Britain'
s Jodrell bank Observatory say they have spotted a
cloud of alcohol in deep space that measures 288 billion miles (463 kilometers)
across, a finding that could shed light in hoe giant stars are formed from
primordial gas. some nations even decide to send expeditions to those areas to
taste the cloud but... enthusiasm disappeared after learning that the cloud is so
remote that it will take us many millions years to reach it on the modern
techniques. the density of molecules in the cloud is large in comparison with the
interstellar gas density but very small from our custom point of view, only about
10 atoms/mm3. Estimate the temperature such a cloud should have to be stable
and not dissolve in the future (before the international expedition will reach the
cloud) Suppose the alcohol is ethyl (C2H5OH).

Bab 6
Gerak dan Kenampakan Benda Langit
Berdasarkan tata koordinat ekuator :
Matahari melakukan dua gerakan yaitu gerak semu harian dari barat ke timur dan
gerak semu tahunan di sepanjang ekliptika.
Lama siang dan malam
Rumus : cos t 0 = - tg tg

ASUMSI : tidak ada refraksi atmosfer Bumi

t 0 = setengah busur siang


= deklinasi matahari
= lintang pengamat
Di Ekuator
= 00 --> cos t0 = 0 , maka t0 = 900 dan 2t0 = 1800 = 12 jam
(ingat !
150 = 1 jam )
Jadi , lama siang dan malam di ekuator sama panjang yaitu 12 jam.
Pada saat vernal equinox
= 00 --> cos t0 = 0, maka t0 = 900 --> 2t0 = 1800 karena 150 = 1 jam,
sehingga 1800 = 12 jam.
Hal ini menunjukkan lama siang = lama malam yaitu 12 jam dan hal ini
terjadi di semua tempat (21/3 21/9).
Jika cos t o >1 --> pada hari tersebut tidak terdapat titik terbit dan titik
terbenam Matahari ( tg g . t >1 )
Aspek dan fase planet

Untuk planet dalam :

Keterangan :
Elongansi : Sudut yang diapit oleh garis hubung antara bumi dengan matahari
dan garis hubung bumi dengan planet.

Konjungsi : kedudukan planet ketika kedudukannya searah dengan matahari.


Konjungsi atas (konjungsi superior) terjadi ketika jarak bumi-planet lebih besar
daripada jarak bumi-matahari.
Konjungsi bawah (konjungsi inferior) terjadi ketika jarak antara bumi dengan
planet lebih dekat daripada jarak antara bumi dengan matahari

Untuk planet luar

.F
B

'
/

.F

'
/

Keterangan :
Konjungsi : kedudukan planet ketika kedudukannya searah dengan matahari.
Oposisi terjadi ketika planet sedang kulminasi atas (titik tertinggi penampakan
suatu benda langit), sedangkan matahari sedang kulminasi bawah (titik terendah
penampakan suatu benda langit)
Salah satu keunikan gerak planet luar adalah gerak retrogade. Gerak retrogade
adalah gerak balik / berlawanan arah (ke arah barat) selama periode tertentu.

Apa yang menjadi penyebab gerak retrogade ??

Bumi dan planet-planet lainnya melakukan revolusi mengelilingi Matahari dengan


periode berbeda. Berdasarkan hukum Kepler, periode planet superior akan lebih
panjang daripada periode revolusi bumi mengelilingi Matahari. Hal ini menyebabkan
kadang kala Bumi berhasil mendahului planet superior dan setelah beberapa selang
waktu kemudian planet superior berhasil kembali mengejar Bumi.

Periode Sideris dan Sinodis


Periode sinodis : kala edar dari satu fase ke fase itu lagi.
Periode sideris : kala edar dari suatu titik tetap di orbit ke titik itu lagi.
Periode sinodis untuk planet superior

360 0
P

360 0
Psideris

1
2

bumi

Posisi
hari ini

Posisi
1 hari berikutnya

planet
superior

Dalam 1 hari bumi menempuh 3600 / P


Dalam 1 hari planet superior menempuh 3600 / P
sideris
0
0
Beda sudut per hari ( ) = 360 - 360
P
Psideris
= 3600

Setelah 1 periode sinodis -->


2%$ $

2%$ $

'

) 2%$$

'

Maka :

)5

'

'

Psinodis : periode sinodis dari planet superior


Psideris : periode revolusi planet superior (dapat ditentukan lewat hukum Kepler /
gravitasi Newton )
P = periode revolusi Bumi = 1 tahun = 365,25 hari
Periode sinodis untuk planet inferior

360 0
P
Posisi
hari ini

planet
inferior
bumi

360 0
Psideris

Posisi
1 hari berikutnya

Dalam 1 hari bumi menempuh 3600 / P


Dalam 1 hari planet inferior menempuh 3600 / P
sideris
$
2%$$
Beda sudut per hari ( ) = 2%$
5
Setelah 1 periode sinodis -->
2%$ $

2%$ $

'

'

Maka :

'

= 3600

'

) 2%$$

'

Psinodis : periode sinodis dari planet inferior


Psideris : periode revolusi planet inferior (dapat ditentukan lewat hukum Kepler /
gravitasi Newton )
P = periode revolusi Bumi = 1 tahun = 365,25 hari
Fase - fase Bulan

Bulan dalam penampakkannya menunjukkan penampakan yang berbeda. Bagian


piringan Bulan yang terlihat dari hari ke hari terus berubah. Satu siklus fase Bulan
dari satu fase sampai ke fase yang sama berikutnya disebut periode sinodis. Lamanya
kira-kira 29,5 hari. Periode revolusi Bulan disebut periode sideris. Lamanya 27,3 hari.

Bagian maksimum
piringan Bulan yang
bias dilihat pengamat di
Bumi

bagian piringan bulan


yang tidak terlihat oleh
pengamat saat itu

cahaya matahari
bagian piringan bulan yang
terlihat oleh pengamat saat itu

pengamat
bagian yang terkena cahaya
matahari

Perubahan penampakan Bentuk Bulan (Fase Bulan).

Perubahan penampakan wajah Bulan itu disebabkan perubahan kedudukan Bulan


terhadap Matahari yang menyebabkan bagian piringan Bulan yang terkena sinar
Matahari berubah-ubah.
Fenomena lain yang unik juga adalah kenyataan bahwa permukaan Bulan yang
menghadap permukaan Bulan selalu (hampir) sama. Hal ini disebabkan periode
revolusi Bulan dan rotasi Bulan sama.
Bulan juga berevolusi terhadap Matahari bersama-sama dengan Bumi. Jadi Bulan
melakukan 3 gerak sekaligus yaitu gerak rotasi, gerak revolusi terhadap Bumi dan
juga sekaligus gerak revolusi terhadap Matahari bersama-sama dengan Bumi.

Cara menggunakan diagramnya :


1. Untuk mencari kapan Bulan terbit pada fase tertentu
Putar titik terbit dan titik terbenam sampai titik terbit berhimpit dengan fase
Bulan yang ditanyakan.
Lihat jam berapa yang ada di atas kepala orang ( orang juga diputar ketika
Anda memutar titik Terbit dan titik Terbenam )
Jam yang muncul adalah jam saat terbit.
2. Untuk mencari kapan Bulan pada meridian pada fase tertentu.
Bulan pada meridian adalah 6 jam setelah terbit
3. Untuk mencari kapan Bulan terbenam pada fase tertentu.
Bulan sedang terbenam adalah 12 jam setelah terbit.
Beberapa hal tentang gerak dan kenampakan planet
- Planet inferior.
Selain bulan, planet inferior juga menunjukkan adanya perubahan fase. Hal ini
juga disebabkan karena perbedaan porsi dan arah cahaya matahari yang sampai ke
planet tersebut.
Planet inferior hanya bisa nampak tidak lama setelah matahari terbenam dan
beberapa saat sebelum matahari terbit. Hal ini disebabkan planet inferior tidak pernah
terpisah jauh dari Matahari. Contohnya planet Merkurius yang sudut separasi

maksimumnya dari Matahari hanya 280. Sudut separasi maksimum terjadi saat planet
tersebut sedang elongansi barat atau timur. Hal ini berarti bahwa merkurius paling
jauh ada 280 di barat atau di timur matahari.
Planet inferior dapat diamati pagi hari (beberapa saat sebelum matahari terbit)
saat ada di sebelah barat matahari sehingga planet tersebut akan terlebih mendahului
matahari. Sedangkan planet inferior dapat diamati saat sore hari (tidak lama setelah
matahari terbenam) jika planet tersebut ada di sebelah timur matahari sehingga planet
akan terbenam lebih terlambat dibandingkan matahari.

Venus
Utara

Venus
Bumi

Planet inferior (Venus) nampak di sebelah


timur Matahari sehingga Venus tersebut
akan nampak sebagai bintang sore

Utara
Bumi

Planet inferior (Venus) nampak di sebelah


barat Matahari sehingga Venus tersebut
akan nampak sebagai bintang pagi

Dari gambar terlihat bisa terlihat bahwa planet inferior tidak mungkin nampak
jauh dari Matahari. Sebagai contoh: planet Venus hanya nampak tidak lebih dari
selang waktu 3 jam setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit.
Saat planet inferior melewati/melintas di depan piringan Matahari, maka akan
terjadi peristiwa transit. Transit akan terjadi saat planet ada di posisi konjungsi bawah
(inferior). Saat melintas di depan piringan mathari, planet akan nampak sebagai titik
hitam di piringan Matahari. Peristiwa transit tidak akan terjadi setiap satu periode
sinodis karena transit hanya akan terjadi jika planet inferior cukup dekat dengan
ekliptika atau ada di ekliptika.
- Planet superior.
Planet superior mempunyai lintasan/orbit di luar orbit Bumi sehingga planet
superior tidak mungkin melintas di depan piringan Matahari. Planet superior akan
nampak paling terang saat sedang beroposisi karena di posisi ini, planet superior akan
nampak penuh (bandingkan dengan bulan di fase purnama). Saat sedang dalam posisi
oposisi, planet superior terletak berseberangan dengan Matahari sehingga ia memiliki
perbedaan sudut jam 12 jam dengan Matahari. Hal ini berarti planet tersebut akan
terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit, serta ada di meridian
saat tengah malam.
Karena orbit planet yang berupa elips, maka jarak Bumi dan planet superior pada
saat oposisi tidak sama. Jarak antara Bumi dengan planet superior akan mencapai
maksimum saat Bumi ada di perihelion dan planet superior ada di aphelion. Peristiwa
ini sangat jarang terjadi. Contohnya oposisi planet Mars tahun 2003 yang merupakan
oposisi dengan jarak terdekat selama selang waktu yang lama.
Salah satu keunikan planet superior adalah gerak retrogade yang sebenarnya
hanyalah ilusi optik belaka. Gerak ini disebabkan karena perbedaan kecepatan
revolusi antara planet superior dengan Bumi.
Semakin dekat planet superior terhadap kita maka periode sinodisnya semakin
panjang. Oleh sebab itu, planet Mars memiliki periode sinodis terpanjang
dibandingkan planet superior lainnya.

Kadang kala satelit dari planet superior melintas di depannya sehingga terang
planet tersebut berkurang. Peristiwa ini disebut dengan okultasi. Dengan mengamati
peristiwa okultasi ini, salah satunya dapat dimanfaatkan dalam menghitung kecepatan
cahaya.
Baik planet superior maupun planet inferior mempunyai orbit/lintasan yang
hampir berhimpit dengan ekliptika, kecuali planet Pluto.
Beberapa hal tentang gerak dan kenampakan Bulan
Orbit/ lintasan Bulan hampir berhimpit dengan ekliptika dengan kemiringan
sebesar +/- 5o. Oleh sebab itu, dalam gerak semu tahunannya Bulan juga melewati
rasi-rasi zodiak, hanya ditambah beberapa rasi lainnya, seperti : Leo dan Sextan.
Titik terbenam bulan juga ada di dekat Matahari, sekitar 5o di sekitar titik
terbenam matahari. Titik terbenam Bulan bisa berada di selatan Matahari walaupun
Matahari ada di titik paling selatannya bagi pengamat yang berada di ekuator Bumi.
Bulan setiap hari terlambat terbit +/- 50 menit dibandingkan Matahari. Hal ini
membuat waktu terbit satu fase dengan fase lainnya berbeda dan seiring dengan
majunya daur fase bulan, waktu terbitnya akan semakin terlambat.
Orbit Bulan memotong ekliptika dua kali dalam sebulan tapi tidak selalu terjadi
gerhana. Hal ini karena syarat-syarat gerhana tidak selalu bisa terpenuhi akibat
kompleksitas gerak bulan dan kemiringan orbit Bulan terhadap ekliptika.
Bulan juga melakukan gerak nutasi disamping gerak rotasi dan revolusi. Hal ini
menyebabkan bagian bulan yang bisa dilihat dari Bumi mencapai 59 %. Sedangkan
sisanya tidak akan pernah terlihat dari Bumi, karena periode rotasi dan revolusi Bulan
sama (sekitar 27 1/3 hari).
Diameter sudut bulan juga tidak konstan. Hal ini disebabkan orbit Bulan yang
berupa elips sehingga jarak bumi-bulan tidak konstan. Kenyataan ini mempengaruhi
gerhana matahari yang terjadi, apakah gerhana matahari total atau cincin. Jika saat
terjadi gerhana matahari dan bulan sedang ada di perigee (jarak terdekat) maka akan
terjadi gerhana matahari total sedangkan jika bulan ada di apogee (jarak terjauh)
maka yang terjadi adalah gerhana matahari cincin.
Beberapa hal tentang gerak dan kenampakan Matahari
Deklinasi matahari berubah sepanjang tahun. Hal ini disebabkan perubahan
orientasi Bumi menghadap matahari ketika berevolusi. Bumi berotasi tidak tegak
lurus ekliptika tetapi miring 230. Deklinasi matahari bervariasi dari + 230 (pada
tanggal 22 Juni) sampai dengan 230 (pada tanggal 23 September). Perubahan ini
mengakibatkan perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan. Perhatikan
diagram di bawah ini !

+ 230

- 230

Pada tanggal 21 Maret, matahari ada di ekuator (deklinasi = 00) sehingga lama
siang dan malam bagi seluruh penduduk bumi akan sama panjang yaitu 12 jam. Bagi
penduduk bumi belahan utara, mereka sedang mengalami musim semi sedangkan
bagi penduduk bumi belahan bumi selatan, ini menandakan awal musim gugur
(autumn). Pada tanggal ini, matahari sedang ada di perpotongan ekuator dan ekliptika
(vernal equinox) sehingga bagi pengamat di ekuator Bumi, matahari akan terbit tepat
di titik timur dan terbenam tepat di titik barat. Selanjutnya titik terbit dan terbenam
matahari akan terus bergeser sekitar 0 setiap harinya semakin ke arah utara. Bagi
penduduk di kutub utara, pada tanggal ini akan menyaksikan matahari terbit
sedangkan di kutub selatan, matahari akan terbenam.
Pada tanggal 22 Juni, Matahari ada di garis balik utara (deklinasi = +230), maka
penduduk di belahan bumi utara akan mengalami puncak musim panas (summer
soltice). Pada saat itu, panjang siang mencapai maksimum dan temperatur permukaan
menjadi lebih panas. Sedangkan penduduk bumi di belahan selatan akan mengalami
hal yang sebaliknya. Matahari akan berada di titik tertingginya di kutub utara yaitu
230 dari horizon di sana sedangkan di kutub selatan, matahari sedang menjadi
bintang sirkumpolar di bawah horizon selama kurang lebih 6 bulan (kurang lebih 3
bulan lagi dari tanggal ini, matahari akan terbit di sana)
Pada tanggal 23 September, matahari kembali ada di perpotongan ekuator dan
ekliptika (titik vernal equinox)
deklinasi = 00. Bagi penduduk belahan utara bumi,
hal ini menandakan awal musim gugur sedangakan bagi belahan bumi selatan ini
menandakan datangnya musim semi. Pada tanggal ini, lama siang dan malam akan
sama bagi penduduk bumi manapun. Selanjutnya titik terbit dan terbenam matahari
akan terus bergeser sekitar 0 setiap harinya semakin ke arah selatan. Bagi penduduk
di kutub utara, pada tanggal ini akan menyaksikan matahari terbenam sedangkan di
kutub selatan, matahari akan terbit.
Pada tanggal 22 Desember, Matahari ada di garis balik selatan (deklinasi = 230), maka penduduk di belahan bumi utara akan mengalami puncak musim dingin
(winter soltice). Pada saat itu, panjang siang mencapai minimum dan temperatur
permukaan menjadi sangat dingin. Sedangkan penduduk bumi di belahan selatan akan
mengalami hal yang sebaliknya. Matahari akan berada di titik tertingginya di kutub
selatan yaitu 230 dari horizon di sana sedangkan di kutub utara, matahari sedang
menjadi bintang sirkumpolar di bawah horizon selama kurang lebih 6 bulan (kurang
lebih 3 bulan lagi dari tanggal ini, matahari akan terbit di sana).
Beberapa hal tentang gerak dan kenampakan Bintang
Sebagian bintang terbit dan terbenam setiap hari.Hal ini merupakan gerak semu
akibat rotasi Bumi. Jika anda ada bukan di ekuator, mungkin Anda akan menemukan
beberapa bintang tidak pernah selalu ada di atas horison. Bintang itu disebut bintang
sirkumpolar. Setiap hari bintang terbit lebih cepat 4 menit daripada Matahari. Jadi,
jika Anda ingin mengamati langit berlatar belakang bintang dengan posisi yang sama

seperti kemarin, maka Anda harus mengamati 4 menit lebih terlambat dibandingkan
kemarin.
Bintang bintang dikelompokkan menjadi rasi-rasi. Bintang bintang dalam satu
rasi tidak berarti jarak bintang-bintang itu ke kita sama atau memiliki karakteristik
fisis yang sama. Bintang-bintang tersebut termasuk satu rasi karena posisi bintangbintang tersebut di bola langit berdekatan. Jadi, kalau kita pindah ke tempat lain yang
jauh dari Bumi, maka posisi bintang-bintang akan berubah sehingga bentuk rasi-rasi
pun akan berubah. Jumlah seluruh rasi ada 88 rasi, mencakup rasi di belahan bumi
utara dan selatan.
zodiak

No.
Zodiak
1.
Aries
2.
Taurus
3.
Gemini
4.
Cancer
5.
Leo
6.
Virgo
7.
Libra
8.
Scorpius
9.
Ophiuchus
10. Sagittarius
11. Carpricornus
12.
Aquarius
13.
Pisces

Rentang waktu dan lama hari


18 Apr-13 Mei
25 hari
13 Mei-22 Juni
40 hari
22 Juni-21 Juli
29 hari
21 Juli-10 Agst
20 hari
10 Agst-16 sept
37 hari
16 Sept-31 Okt
45 hari
31 Okt-23 Nov
23 hari
23 Nov-29 Nov
6 hari
29 Nov-18 Des
19 hari
18 Des-21 Jan
34 hari
21 Jan-16 Feb
26 hari
16 Feb-11 Mar
24 hari
11 Mar-18 Apr
38 hari

Rasi-rasi yang termasuk zodiak adalah rasi-rasi yang dilewati Matahari dalam
gerak semu tahunannya. Jadi, kalau orang yang lahir di bulan ini dikatakan berbintang
Aries, maka Matahari sedang ada di rasi Aries saat orang tersebut lahir (meskipun
periode rasi zodiak di astronomi dan astrologi berbeda).
Setiap jam bintang dan Matahari bergerak/berpindah ke arah Barat sebesar 150.
Gerak ini merupakan gerak semu harian. Disebut semu karena sebenarnya yang
menyebabkan gerak tersebut adalah rotasi Bumi pada porosnya, bukan perputaran
benda langit tersebut mengelilingi Bumi.
Titik terbit dan terbenam bintang dan Matahari adalah perpotongan bidang edar
harian bintang dan Matahari. Titik terbit bintang umumnya tidak berubah (bintang
selalu terbit dari arah yang sama) sedangkan matahari senantiasa bergeser 0 ke arah
utara atau selatan per harinya. Matahari dan bintang terbit di/sekitar arah timur dan
terbenam di/sekitar arah barat karena bumi berotasi dari barat ke Timur (prograde)
sedangkan planet Venus dan Uranus berotasi dengan arah retrogade.
North star saat ini adalah Polaris, tetapi kutub langit utara bumi terus bergeser dan
membentuk lintasan berupa elips dengan periode +/- 28.000 tahun. Gerak ini disebut
sebagi gerak presesi Bumi. Bumi seolah seperti gasing yang mau jatuh sehingga
orientasi kutub langit utara (dan selatan) akan berubah juga.

*** Fakta unik : Venus paling terang saat fase sabit. Meskipun piringan Venus
yang terlihat itu kecil bagiannya, tapi jaraknya dekat sekali dengan Bumi sehingga
nampak paling terang dibandingkan Venus di fase-fase lain.
Review
1. Bagaimanakah kita mengetahui panjangnya siang di suatu tempat pada saat
tertentu !
2. Gambarkanlah diagram fase-fase Bulan, beri keterangan tentang jam terbit
masing-masing fase !
3. Mengapa planet Venus kadang-kadang tampak sebagai bintang pagi dan
kadang-kadang sebagi bintang sore ?
4. Apa bedanya rasi yang tergolong zodiak dengan rasi yang non-zodiak ?
5. Gambarkan dan jelaskan perubahan musim di bumi akibat gerak semu tahunan
Matahari !
* Tambahan :
Rumus lama panjang siang dan malam JIKA refraksi atmosfer tidak diabaikan:
Perlu diingat : Jika refraksi atmosfer diabaikan :
Lamanya siang (2H) dapat dicari dengan hubungan :
cos H = - tg tg
H = setengah panajngnya siang (dalam derajat) dan ingat 1 jam = 15o
= deklinasi matahari
= lintang pengamat (perhatikan tanda minus untuk pengamat di lintang selatan)

Jika refraksi atmosfer tidak diabaikan : siang lebih panjang dari perhitungan di atas.
Pertambahan panjangnya siang ( H) :
H = (51/15) (sec sec cosec H) menit
Jadi, panjang siang hari sebenarnya : 2H = 2(H + H)
Contoh : Perkirakan panjang hari sebenarnya di Jakarta (6o10 S, 106o49 T) tanggal
22 Juni 2005.
Jawab : = -6o10 = -6,1667o
Matahari = 23,5o
cos H = - tg(-6,1667o) tg (23,5o)
H = 87,36340o = 5 jam 49 menit
H = (51/15) (sec (-6,1667o) sec (23,5o) cosec (87,3634o))
H = 3,7330 menit = 3 menit 44 detik
H = 5 jam 49 menit + 3 menit 44 detik
H = 5 jam 52 menit 44 detik
2H = 10 jam 104 menit 88 detik = 11 jam 45 menit 28 detik
Panjang siang : 11 jam 45 menit 28 detik
Intermezzo :

Evaluasi Bab 6
I. Esai
1. Sebuah planet diandaikan bergerak dalam orbit lingkaran, demikian pula halnya
dengan Bumi kita. Turunkan pernyataan untuk menghitung periode sinodis, Ps ,
planet tersebut jika periode siderisnya adalah Psid sedangkan periode revolusi
bumi adalah P0.

2. Sebuah objek minor tata surya mempunyai periode sinodis 516 hari. Hitunglah
periode sinodis objek tersebut jika dilihat dari planet lain yang periode lain yang
periode siderisnya 92,4 hari dan diketahui orbit objek tersebut ada di dalam orbit
Bumi! (Periode revolusi Bumi 365 hari)
3. Mengapa Mars memiliki periode sinodis terpanjang di antara semua planet tetapi
periode siderisnya hanya 687 hari ?
4. Bila ada pengamat berada pada lintang +540 09, maka berapa jamkah malam
terpendek dan terpanjang yang akan dialami pengamat tersebut ? dan kapankah
itu terjadi ?
5. Sebuah tempat yang terletak di lintang 750 LU dan pada suatu saat didapati bahwa
deklinasi Matahari = -200. Tentukanlah panjang siang di tempat tersebut!
6. What is the phase of the Moon if it :
a. Rises at 3:00 PM?
b. Is highest in the sky at 7:00 am?
c. Sets at 10:00 am?
7. a. What phases of the Moon could you see if you only went out to look at 9 pm?
(Assume the weather is always good.)
b. If you see a full moon rising on March 21st, what time is it?
c. You see a full moon directly overhead. What time is it?
8. a. It is possible to view the Moon during the day. However, you will never see the
full moon during full daylight. Explain why not.
b. You see a full moon on the western horizon. What time is it?
9. Misalkan sebuah planet baru ditemukan dan mempunyai sudut elongansi terbesar
300 dari Matahari. Tentukan radius orbit planet tersebut (dalam AU) dengan
asumsi bentuk orbitnya mendekati lingkaran !
10. Periode sideris revolusi planet Venus dan Mars berturut-turut adalah 225 dan 687
hari. Hitunglah periode sinodis planet Venus bila dilihat dari planet Mars !
11. Using the lunar phase diagram, answer the following questions about the time of
day on Earth various phases of the Moon can be seen. Assume you are near the
Equator.
A) What time of day would it be for a Full Moon to be just setting?
B) What time of day would it be for a Full Moon to be crossing the meridian?
C) What time of day would it be for a 3rd Quarter moon to be just rising?
D) What time of day would you see a 1st Quarter moon setting?
E) What time of day would you see a 1st Quarter cross the meridian?

12. a.) It is the year 2013 and you live in Moonbase Tycho. It is your mother'
s
birthday and you give her a call to wish her "Happy Birthday". She knows its
you and starts talking before you say anything, even "Happy Birthday". She
says she is looking at the Moon and describes it to you as a "Waning
Gibbous". You then look out the moonbase window and see the Earth. What
would you say to your mother, how would you DESCRIBE the Earth, and
what would be its "phase"?
b) What would you say if, when you called her, your mother told you she sees a
"Full Moon"? Remember, you are calling on her birthday!
13. A few days after new moon, we see a thin crescent moon. When will it be visible?
What will its relation to the sun be in our sky? How do these observations explain
its shape?
14. a. Will the full moon be visible shortly after sunset on a clear night? Where will it
be? Explain why?
b. If a solar eclipse occurred 2 weeks ago, what would be the phase of the Moon
today?
15. Pada okultasi Jupiter tercatat waktu yang diperlukan pinggiran Bulan untuk
menutup seluruh piringan Jupiter adalah 90 detik. Jika gerak Bulan dianggap
uniform dan okultasi adalah central, carilah diameter sudut Jupiter !
16. Bulan memerlukan waktu paling lama 2 menit untuk terbit dilihat dari Bumi.
Berapa lama Bumi memerlukan waktu untuk terbit dilihat dari seorang pengamat
di Bulan ?
17. Berapa perbedaan sudut yang terjadi terjadi Mars dan Saturnus per harinya dalam
revolusi mereka mengelilingi Matahari ? Periode Mars = 687 hari, periode
Saturnus = 29,5 tahun.
18. Planet apa yang bisa berada pada posisi : konjungsi inferior; konjungsi superior;
kuadratus; oposisi ?
19. Venus makes a central occultation of a star at the time of maximum elongantion.
Please find the duration of the occultation. The orbits of Venus and Earth may be
considered as circular ones.
20. Explain why we see more meteors from midnight to dawn than from evening to
midnight.
21. The 13 Zodiacal signs are equally extended on the ecliptic. In which of them does
the Sun lie in for the shortest period ?
22. What would an observer have seen sitting on the Moon and looking at the Earth,
when the total eclipse of the Sun took place on the Solovetz Islands (3445'
East, 6501' North) at 5 a.m. July 22, 1990? Illustrate your answer with a
drawing.
23. Let us consider that observer is sitting on a planet of Sirius. Which object is
brighter one in "his sky": either our Sun or the stars of the Big Dipper?

24. Let us say that the Sun is in Zenith, if it covers the Zenith by its disc. Where is it
possible to see such an event more often - in Quito (latitude = 0) or in SanPaulo (latitude = = -23.5) ? Explain.
s sky more often - the Sun or the Earth?
25. What can one see in the Moon'
26. Is it possible to observe solar eclipses, meteors, comets, auroras, rainbows,
noctilucent clouds and artificial satellites on the Moon?
27. Because precession, the vernal equinox point moves slowly (50" per year) in the
sky. Along what celestial circle does it move - the equator or the ecliptic?
28. Where (on the Earth) and when is it possible to observe the sunrise with the
longest duration? Estimate its duration.
29. An airship started from a cosmodrome located near the equator of the earth at the
moment of a sunset. A pilot of the airship wants to continue to observe the sun on
the horizon. What should the speed of moving of the airship be? Describe in detail
the motion of the air ship.
30. Pada saat Jupiter kira-kira berada di dalam keadaan oposisi diamati okultasi satelit
Io. Ternyata jangka waktu sejak satu okultasi hingga okultasi berikutnya 1,77
hari. Tiga hari kemudian diamati lagi namun ada perbedaan waktu 15 sekon.
Berdasarkan informasi ini dan data tentang orbit planet, tentukanlah kecepatan
cahaya !
31. The greatest solar elongantion of Venus is about 480. What is the greatest distance
of Venus from the Sun ?
32. During 1979-1980 the following orbital configuration of Venus occured on the
date shown :
. Greatest elongantion west : 18 January 1979
. Superior conjunction : 25 August 1979
. Greatest elongantion east : 5 April 1980
. Inferior conjunction : 15 June 1980
. Greatest elongantion west : 24 August 1980
What is the synodic period of the Venus ?
33. Siti Nurbaya pada tanggal 21 Maret 2005 sedang melihat matahari hampir
tenggelam di Singkep, Riau (1050BT,00LS). Pada saat yang sama, Anna
Sharapova juga mengamati matahari dari Irkutz (1050BT,520LU) Siti Nurbaya
melihat dua buah sunspot dengan posisi seperti gambar di bawah ini :

Selatan

Utara
Barat

Gambarkan apa yang dilihat oleh Anna? Kalau tiga bulan lagi, mereka melihat
sunspot seperti itu lagi, gambarkan apa yang dilihat oleh Siti dan Anna !
34. Seekor beruang berada di titik kutub utara bumi dan mengamati matahari
terbenam.
a. Kira-kira tanggal berapa ia berada di titik kutub itu ?
b. Berapa lama ia mengamati terbenamnya matahari ?
c. Beruang itu terpukau ketika melihat peristiwa matahari terbenam, yang cukup
langka di kutub. Ia ingin memperlama pengamatan matahari terbenam
tersebut. Bagaimanakah caranya? Berapakah durasi maksimum ia bisa
mengamati peristiwa matahari terbenam?
35. Dimana dan kapan seorang pengamat dapat mengamati sebuah objek langit
dengan deklinasi 500 selama 100 jam pada kondisi langit bebas cahaya matahari ?
36. Misalkan sebuah planet superior mempunyai periode sinodis 2 tahun. Oposisi
pada tanggal 1 Januari dan berada di kuadratus pada 1 May. Berapa jaraknya dari
Matahari? Gunakan asumsi orbitnya sirkular. Mungkinkah sebuah planet
memiliki orbit seperti itu ? Jelaskan !
37. Periode sideris dan sinodis planet Venus berturut-turut adalah 225 hari dan 584
hari. Periode gerak retrogade Venus 243 hari maka panjangnya Venusian day
sama dengan 117 Earth days. Tunjukkan bahwa sisi yang sama dari planet Venus
selalu tetap menghadap Bumi pada setiap konjungsi inferior !
38. Bulan baru pada tanggal 25 Desember 2000, di St. Andrews. Tanggal 1 Januari
2001, Matahari melintasi meridian pada pukul 12.15, pada pukul berapa bulan
melintas meridian? Apa penyebab error perhitunganmu ?
39. Jika bulan sedang pada fase kuartir pertama, dan Anda melihatnya berada 45
derajat di atas horison barat. Apakah bulan baru saja terbit atau akan tenggelam ?
Kira-kira jam berapa saat itu ?
40. Pada awal 1971, fase Bulan sebagai berikut :
19 Januari : Kuartir terakhir
26 Januari : New Moon
2 Februari : Kuartir pertama
10 Februari : Full Moon
Misalkan seorang astronot mendarat di Bulan pada tanggal 2 Februari
Tentukan : a. Ketinggian rata-rata matahari dan azimuthnya !
b. Fase Bumi yang nampak dari Bulan
41. Jelaskan mengapa bulan purnama nampak 11 kali lebih terang daripada bulan
setengah !
42. Bulan purnama melintasi meridian pada hemisfer utara pada ketinggian yang
lebih besar saat musim dingin daripada musim panas. Jelaskan mengapa
demikian!
43. Pengamat yang berada di belahan bumi selatan dapat mengamati bintang mulai
dari terbit hingga terbenam selam lebih dari 12 jam. Kapan dan di daerah langit
manakah bintang tersebut dapat dilihat? Jelaskan !

44. Jika kamu berdiri di Venus, kamu akan melihat Matahari terbit dari barat dan
tenggelam di timur. Jelaskanlah mengapa hal ini bisa terjadi?
45. Tunjukkan dengan gambar bagaimana revolusi Bumi mengelilingi Matahari
mengakibatkan perubahan musim di Bumi !
46. Rasi Gemini dalam horoskop diperuntukkan bagi mereka yang lahir dalam bulan
Juni, tetapi mengapa malam hari di bulan Juni kita tidak bisa melihat rasi Gemini
tersebut? Kapankah kita dapat melihat rasi Gemini dengan baik ?
47. Bayangan sebuah tugu setinggi 5 m yang terletak di kota Pontianak diamati pada
tanggal 21 Maret 2004 jam 8 pagi. Hitunglah kecepatan gerak bayangan ujung
tugu yang jatuh ditanah saat itu karena gerak semu Matahari. Jawaban boleh
menggunakan pendekatan.
48. Tiga orang astronot mendarat di Bulan dengan kapsul ruang angkasa. Selanjutnya
dua orang astronot berjalan-jalan di permukaan Bulan dengan menggunakan
kendaraan khusus. Pada jarak sekitar 100 km dari tempat pendaratan,
kendaraannya mogok dan tidak bisa dipakai lagi. Terpaksa kedua astronot
tersebut harus kembali dengan berjalan kaki ke kapsul pendarat. Sebelum berjalan
kedua astronot tersebut memilih barang yang ada di kendaraan untuk keperluan
perjalannya. Barang-barang tersebut adalah :
Kompor gas untuk kemping beserta tabung gasnya dengan berat total 5 kg
Korek api
Kompas
Peta bintang
Lampu senter
Tali yang panjangnya 20 meter
Makanan mentah dalam kaleng sebanyak 10 kaleng @ 1 kg
Air 20 liter
Oksigen 4 tabung @ 5 kg
Tongkat besi
Jika kedua astronot tersebut adalah kamu sendiri dan teman kamu, tentukanlah 5
barang yang harus dibawa secara berurutan mulai dari yang paling penting
hingga yang kurang penting untuk bisa bertahan hidup sampai ke kapsul pendarat!
Jelaskan juga untuk apa barang-barang tersebut penting di bawa !
49. The Great Opposition of Mars took place this year on August 28 at 17h56m UT
(universal Time). The next Great Opposition of Mars will take place in summer
2018.
a. Calculate the date of that opposition !
b. Somebody ( I hope he/she is not you ! ) did not understand and,instead,
imagined that 2018 will be the year not for the next Great Opposition of Mars
but simply next opposition. Find parameters of the orbit of such a hypothetical
planet,<<Mars-2>>, and estimate its magnitude visible from Earth during the
mean opposition. Consider the orbit of <<Mars-2>> is circular and its
physical characteristics the same as for Mars.
50. Bintang X diamati oleh Pak Asep di Observatorium Bosscha dengan teropong
raksasa berdiameter 25 m. Salah satu planetnya bergerak mengelilingi bintang tsb
dengan orbit berbentuk hampir lingkaran. Dalam setiap kali orbit terjadi satu kali
transit dan satu kali okultasi. Garis nodal orbit planet tsb membentuk sudut 45
terhadap arah Utara. Jika massa bintang X tersebut separuh dari massa matahari,
planet mengorbit pada jarak 0,025 satuan astronomi dari bintang X, massa planet

seperlima dari massa bumi, dan jika Pak Asep mengamati bahwa okultasi planet
mulai terjadi pada tanggal 16 Juli 2051, jam 05:28:01, pada saat Bintang X
hampir mencapai meridian (berada sekitar 8 di sebelah timur meridian), jawablah
pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan menganggap 1 tahun = 365,25 hari.
A. Apakah Pak Asep bisa mengamati kontak 1 okultasi sebelumnya ? Jika bisa,
tanggal berapa dan jam berapa ? Jelaskan !
B. Apakah Pak Asep bisa mengamati kontak 1 okultasi berikutnya ? Jika bisa,
tanggal berapa dan jam berapa ? Jelaskan !
51. Pak Asep mengamati lagi okultasi bintang itu pada tanggal 14 Oktober 2051, pada
saat itu ia mengamati jangka waktu sejak okultasi itu dan yang berikutnya 18
detik lebih lama dibandingkan dengan hasil pengamatan pada bulan Juli. Anggap
bintang X pada soal no 1 tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan yang sama
dengan matahari di bidang galaksi sehingga posisinya relatif tetap terhadap
matahari. Berdasarkan fakta ini dan dengan menganggap bahwa orbit bumi
berbentuk lingkaran, hitunglah kecepatan cahaya !
52. Kamu tentu masih ingat persamaan untuk menentukan panjang busur siang di
suatu tempat, yaitu :
cos t 0 = TgTg
Pertanyaannya;
a) Apa arti dari simbol yang terdapat pada persamaan tersebut? Berapakah nilai
maksimum dan ?
b) Jika Matahari berada di ekuator berapakah panjang siang di Moskow dan
Jakarta?
c) Jika | Cos t0| > 1 apa makna pernyataan tersebut?
53. Jika hari ini, Bulan dan bintang X sama-sama terbit pukul 19.00. Apakah Bulan
dan bintang X akan bersamaan terbit esok hari ? Jika tidak, tentukan selisih waktu
terbitnya ? Jika ya, jelaskan mengapa ?
54. Please draw the correct moon phase in the appropriate moon disk

55. Nakula dan Sadewa, dua pesawat antariksa kembar yang dikirim dari Bumi oleh
lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Indonesia mendarat di Io dan
Ganymede, dua satelit Jupiter. Misi utamanya adalah mengamati transit planet
Bumi dari Io dan Ganymede. Pada saat yang sama, Asep, seorang astronom di
Lembang pun mengamati Jupiter. Tepat pada saat Nakula melihat Bumi berada di
tengah-tengah piringan Matahari. Asep pun melihat Io berada di tengah piringan
Jupiter dan Ganymede tepat di tepi piringan Jupiter.

a. Berapakah lintang ekliptika Jupiter saat itu ?


b. Jika saat itu sudut jam Jupiter 2 jam, kira-kira jam berapa Asep melakukan
pengamatan itu? (sebutkan jamnya saja, tidak perlu sampai menit dan
detiknya, berikan penjelasan mengapa kamu berkesimpulan demikian)
c. Berapa persen piringan Matahari yang tertutup oleh Bumi menurut Nakula ?
d. Apakah pesawat Sadewa juga melihat transit Bumi? Bila ya, hitunglah jarak
Bumi dari pusat piringan matahari (dalam detik busur). Bila tidak, mengapa ?
lalu hitunglah jarak Bumi dari tepian piringan matahari.
Diketahui:
Radius linier Matahari : 700.000 km; Radius Bumi : 6.378 km; Radius Jupiter :
71.400 km; Radius Io : 1.820 km; Radius Ganymede : 2.635 km; Jarak BumiMatahari : 149,6 juta km; Jarak Jupiter-Matahari : 778 juta km; Jarak Io dari
Jupiter : 421.600 km; Jarak Ganymede dari Jupiter : 1.070.000 km.
56. a. Seorang pengamat melihat Venus pada saat Matahari terbenam berjarak 300
dari Matahari. Jika diketahui bahwa jarak Bumi dari Matahari berturut-turut
adalah 108,2 juta km dan 149,6 juta km. Berapakah jarak Venus dari Bumi
saat itu ?
b. Jika dilihat dari Matahari, berapa besar jarak sudut antara Bumi dan Venus ?
c. Mana yang paling terang di antara 3 keadaan berikut ini dan jelaskan mengapa:
(a) Venus pada keadaan di atas (b) Venus pada saat purnama (c) Venus pada
saat tampak sebagai setengah lingkaran.
d. Bagaimana kita menentukan jarak Bumi-Matahari menggunakan peristiwa
transit Venus?
57. Mahmud dan Anton, dua orang sahabat yang tinggal di dua kota yang berbeda
tapi sama-sama dilalui khatulistiwa, yaitu kota Bonjol di Sumatera dan kota
Pontianak di Kalimantan. Pada hari Matahari berimpit dengan khatulistiwa langit
yaitu tanggal 21 Maret mereka berjanji untuk melakukan pengukuran diameter
Bumi berdasarkan pengamatan bayangan tongkat yang tertancap diatas tanah
datar dan tinggi ujungnya 1 m dari permukaan tanah. Tepat pada saat Anton
mengabarkan melalui HP bahwa bayangan Matahari hilang, Mahmud mengukur
panjang bayangan tongkat sebesar 15 cm. Jika diperkirakan jarak lurus Bonjol dan
Pontianak 1000 km, hitunglah diameter Bumi berdasarkan data tersebut! Buatlah
gambar sketsa untuk mendukung analisamu!
58. Misalkan kamu melakukan perjalanan antarplanet di Tata Surya. Bagaimanakah
penampakan konstelasi bintang dari planet (misalkan Mars) tempat kamu berada
sekarang? Bagaimana bila kamu mengamatinya dari Proxima Centauri, bintang
terdekat dengan sistem Matahari? Bagaimana pula bila kamu mengamatinya dari
pusat galaksi?
59. Berikut ini adalah tabel posisi Merkurius dan Venus dari suatu Ephemeris:
Merkurius
Venus
Tanggal

h m s
h m s
Nov 7 16 11 38.61 23 49 45.9 16 04 01.76 21 07 49.3
8 16 12 55.61 23 46 54.0 16 09 14.55 21 24 26.5
9 16 13 40.37 23 41 19.5 16 14 28.50 21 40 27.5
10 16 13 50.08 23 32 50.8 16 19 43.58 21 55 51.7
11 16 13 22.16 23 21 16.3 16 24 59.76 21 10 38.4
Event astronomi apa yang akan terjadi di antara tanggal 711 November tersebut?
Jelaskan pada tanggal berapa event itu akan terjadi? Apa alasanmu?

60. Dua orang astronom, salah satu berada di Bumi (a= 1 AU) dan lainnya di planet
Mars (a= 1,5 AU), memutuskan untuk bekerja sama mengukur paralaks sebuah
bintang target dengan mengamatinya secara simultan. Kedua astronom akan
mencatat posisi teramati (apparent position) bintang target dari masing-masing
planet. Perbedaan posisi bintang yang berhasil diamati tidak lain menyatakan
paralaks yang berhasil diukur.
a. Gambarkan konfigurasi yang mungkin untuk menghasilkan pengukuran
paralaks terbesar! Berikan penjelasan mengapa demikian!
b. Berapakah besar garis dasar (baseline) dalam konfigurasi di atas?
c. Gambarkan konfigurasi - konfigurasi (minimal 2 buah) yang memungkinkan
kedua astronom tersebut memperoleh pengukuran paralaks yang bernilai 0 !
Berikan penjelasan mengapa demikian!
61. Gambarkan fase Bulan yang Anda ketahui. Bila q (disebut juga fase) menyatakan
rasio bagian terang dan bagian gelap bila dilihat dari Bumi, tunjukkan bahwa :
(1 + cos ) , dimana = sudut elongansi !
q=
2
62. Buktikan bahwa luas sabit bulan sama dengan
elongansi.

r 2 (1 + cos d )
2

, dimana d = 1800

63. Planet mana saja yang tidak akan pernah terokultasi (tertutupi) oleh bulan
purnama?
64. Apakah mungkin matahari tidak terbit dari Timur ? Jika mungkin, adakah tempat
dimana matahari tidak terbit di Timur ? Jika tidak mungkin, jelaskan mengapa !
65. Tentukan pernyataan di bawah ini benar atau salah. Jika salah, perbaikilah
pernyataan tersebut menjadi benar.
a) All stars appear to rise in the East and set in the West
b) You can see the North Star from anyplace in the northern hemisphere on any
clear night regardless of the month of the year or the time of night
c) The sun generally appears to move from west to east (eastward) through the
constellations of the zodiac (but it sometimes moves westward).
d) The moon follows the approximately the same path as the sun through the sky.
The planets also approximately follow that same path through the sky.
e) On or around March 21, the sun appears to rise due east and to set due west
66. a. Why would you never see Mercury at midnight, but you might see Mars?
b. Why dont eclipses happen every month?
c. What does it mean to say that the sun is in Taurus?
d. Why does the moon go through phases?
e. Why is Venus known as the morning or evening star?
67. a. Because of the rotation of the Earth once every 24 hours any star in the sky
appears to move from east to west. By what angle does it move in five
minutes?
b. List, in order, all of the phases of the Moon !
c. From night to night, which way does the Moon move across the sky, and why?
d. If Jupiter is in opposition to the Sun, where will you find it in the sky at
sunrise?

e. If you lived on Jupiter, which planets could you see in the eastern sky at sunset?
And if you lived in Venus ?
68. a. The moon'
s orbit plane is tilted about 6 degrees away from the ecliptic. What is
the maximum possible altitude of the moon in the Montreal sky? (Montreal,
Latitude: 45 degrees N, 73 degrees W)
b. How does the sky seem to change over the day, and year? Why?
c. Calculate the apparent angular speed (in degrees per day) at which the Moon
appears to move across the sky, relative to the stars !
69. Pada saat Winter Soltice, seseorang mengamati Matahari dari Quito (780BB,00LS)
Utara

East

West

Pada saat yang sama, matahari baru saja terbit di Sheldovia,Alaska


(1550BB,600LU) dan matahari hampir terbenam di Winhock (170BT,230LS).
Gambarkan kenampakkan matahari bagi pengamat di Alaska dan Winhock !
70. White Bear (whom was already met in the text of the VII, VIII and IX
International Astronomy Olympiad) has returned from Crimea to the North Pole
and decided to observe a sunset. Calculate how long this sunset lasts ! The
solution has to include a picture with an image of the Bear on the North Pole.
Necessary sizes or angular sizes sholud be in the picture. Assume that the Earth is
spherical. Recollect for yourself the necessary information about the White Bear.
But can the Bear prolong the observation of Sunset, not moving from the pole?
For what time ?
71. Darren dan Thomas sedang asyik chatting lewat internet. Mereka adalah sahabat
karib yang tinggal di kota yang berbeda. Ketika sedang chatting, Darren menulis
bahwa ia sedang mengamati bahwa bulan terbit 2 jam yang lalu. Thomas
mengatakan bahwa bulan sedang ada di meridian langit di kotanya. Jika kota
tempat Darren tinggal berlokasi di 1050BT, tentukan bujur kota tempat tinggal
Thomas !
72. a. How do the planets move with respect to the stars?
c. What phase would Venus be in when it is almost directly between us and the
Sun? Where would it be in its orbit if we see in a gibbous phase?
d. How does the Moon move with respect to the stars?
73. a. If the Earth'
s shadow caused the lunar phases, what would be the difference in
time between moonrise and sunrise at new and first quarter phases?
b. Is the Sun'
s drift eastward greater at the solstices or the equinoxes? Why is
that?
74. a. If the Moon was full 7 nights ago, what time of day (night) should you look for
the Moon to be up high in the sky in the south today? Explain your answer.
b. How would the fact that the Sun'
s angular size is largest around January 4
contradict the popular theory that the Earth'
s distance from the Sun in its
elliptical orbit causes the seasons?

75. Soal pengolahan data : Measuring the speed of light


Note : you must carefully account for every step in your solution. Answers
without motivation will NOT be accepted !

Problem : Imagine that solar system in a distant future becomes inhabited by our
descendants. On the asteroid Saltis, a small robotic mining establisment is supervised
by Celesta Sapcedigger, who also happens to be a dedicated amateur astronomer.
Being bored by her job, Celesta spends the long nights of Saltis studying the stars and
the planets, in particular the glorious planet Saturn. An old but reliable astronomical
almanac helps her keeping track of celestial events like esclipses of the moon Titan
by its planet Saturn. To her dismay, however, Celesta starts to note large deviations
between her observed times of the eclipses of Titan and the tabulated ones. After
years of careful observations (she has a long term assignment on Saltis) she begins to
see a pattern; the deviations are largest when saturn is close to opposition or
conjunction (with the Sun, as seen from Saltis). She realises that this must be due to
the finite speed of light, and a check in her almanac confirms that the tabulated
timings are heliocentric, that is, as seen drom the Sun, and not as seen from Saltis.
Quite satisfied with her discovery, Celesta use her observations to calculate the speed
of light.
In this problem, you are asked to repeat Celestas calculations by using her
observations. The units of length and time that Celesta uses are a bit different from
what you used to. The length unit is called pinit, and is defined such that there are
1000 pinit in one synodic rotation of Saltis. The length unit is called seter and is
defined to be one billionth (10-9) of the mean distance between the Sun and Saltis.
Table 1 : Eclipses of Titan by Saturn
Tabulateda
Celestab
Commentc
(pinit)
(pinit)
456,47
450,32
Opposition
18,50
12,28
Opposition
821,41
815,29
Opposition
444,70
450,85
Conjunction
615,43
621,52
Conjunction
791,94
798,02
Conjunction
a

The tabulated times values refer to when an observer located at the Sun wolud
observe the beginning of the eclipse
b
Celesta observed timing of the beginning of the celipses from Saltis. Her
estimated accuracy in the timing is 0,03 pinit
c
The position of Saturn during an eclipse of Titan was never exactly in opposition
or conjunction, but close to.

Time difference (pinit)

3
2
1
0
-1
-2
-3

1,5

2,5

3,5

Time of measurement (pinit)

4,5

Figure 1 : Difference between Celestas watch and the time signal received from
Earth.
a. Celesta observed eclipses of Titan when saturn was close to opposition or
conjunction during six ocassions (table 1). Analyse her data carefully and
estimate the speed of light, in untis of seter per pinit, and give the expected
error of your estimate.
Celesta also enjoys listening to radio signals from Earth during her lonely days.
With her re-discovery of the finite speed of light, Celesta gained enough confidence
to try measure the orbital radius of Earth
(in seter). She synchronises her very
accurate watch with a radio time signal from Earth, and then regularly follows how
the time of her watch differs from the periodic time signal. Her measurements are
presented in figure 1.
b. Use Celestas data in figure 1 to estimate the radius of Earths orbit in seter.
c. With 1 AU = 149,6 x 106 km and c = 2,998 x 108 km/s, how many meter is a
seter ? How many seconds is a pinit ?
d. Estimate the orbital period (in years) of Saltis from figure 1 and the answer to
problem c.
II. Pilihan Ganda
1. Kalau kita perhatikan Bulan maka ...
A. selalu terlihat pada malam hari
B. terlihat hanya pada malam hari
C. kadang-kadang terlihat malam hari, kadang juga pada pagi hari
D. kadang-kadang terlihat malam hari, kadang juga pada pagi hari, juga kadang
terlihat sore hari
E. kadang-kadang terlihat malam hari, kadang juga pada pagi hari, juga kadang
terlihat sore hari, bahkan kadang terlihat tengah hari

2. Pernyataan yang BENAR tentang fase Bulan adalah ...


A. Bulan baru terbenam hampir bersamaan Matahari terbenam
B. Kuartir pertama berada di meridian ketika Matahari terbenam
C. Bulan purnama terbit ketika Matahari terbenam
D. Jawaban a dan c benar
E. Semua jawaban benar
3. Selama fase kuartir pertama (first quarter) Bulan, berapa besarkah permukaan
Bulan yang kita lihat yang disinari oleh Matahari?
A. 0%

B.
C.
D.
E.

25%
50%
75%
100%

4. Pada jam 9 pagi, seorang pengamat melihat Bulan pada posisi/titik yang tertinggi
di langit. Sedang dalam fase apakah Bulan tersebut?
A. waning crescent
B. waning gibbous
C. waxing crescent
D. waxing gibbous
E. first quarter
5. Pada gambar berikut, Bulan berada pada posisi apakah?

A. waning crescent
B. waning gibbous
C. kuartir pertama (first quarter)
D. kuartir ketiga (third quarter)
E. waxing gibbous
6. Untuk dapat terjadi Gerhana Matahari (ada bagian Matahari yang tertutup dari
pandangan), fase Bulan manakah yang diperlukan?
A. Bulan baru
B. first quarter
C. full moon
D. third quarter
E. wanning gibbous
7. Pada posisi apakah Bulan pada gambar di bawah ini?

A.

C.

E.

B.

D.

8. Pada posisi apakah Bulan pada gambar di samping ?


A. waxing crescent
B. third quarter
C. waning crescent
D. first quarter
E. waxing gibbous
9. Terjadi musim apakah bagi belahan Bumi Utara jika posisi Bumi terhadap
Matahari seperti gambar berikut:

A.
B.
C.
D.
E.

Musim dingin
Musim panas
Musim gugur
Musim semi
Musim hujan

10. Matahari paling lama di atas horizon bila ...


a) pengamat berada di ekuator pada tanggal 21 Maret
b) pengamat berada di kutub Selatan pada tanggal 22 Desember
c) pengamat berada di kutub Utara pada tanggal 22 Desember
d) pengamat di kutub Utara pada tanggal 21 Maret
e) pengamat berada di ekuator pada tanggal 22 Desember
11. Senja terpendek bila ...
a) pengamat berada di ekuator pada tanggal 21 Maret
b) pengamat berada di kutub Selatan pada tanggal 22 Desember
c) pengamat berada di kutub Utara pada tanggal 22 Desember
d) pengamat di kutub Utara pada tanggal 21 Maret
e) pengamat berada di ekuator pada tanggal 22 Desember
12. Malam terpanjang bila ...
a) pengamat berada di ekuator pada tanggal 21 Maret
b) pengamat berada di kutub Selatan pada tanggal 22 Desember
c) pengamat berada di kutub Utara pada tanggal 22 Desember
d) pengamat di kutub Utara pada tanggal 21 Maret
e) pengamat berada di ekuator pada tanggal 22 Desember

13. Sumbu rotasi Bumi berpresesi artinya ...


a) arah kutub langit beredar mengelilingi arah kutub ekliptika selama hampir
26000 tahun
b) arah kutub langit bergeser ke barat karena gangguan revolusi Bumi
c) arah kutub langit bergeser ke arah timur gangguan revolusi Bumi
d) arah kutub langit berpindah dari bintang Vega ke bintang kutub selama 26000
tahun
e) kutub ekliptika mengelilingi kutub langit selama 18000 tahun
14. Fase bulan purnama dalam satu bulan penanggalan Masehi ...
a) bisa terjadi dua kali
b) hanya sekali saja
c) ada kemungkinan tidak terjadi bulan purnama pada bulan Februari
d) kemungkinan kecil terjadi dua bulan purnama pada bulan Februari
e) semuanya benar
15. Tom pengamat bulan purnama 30 tahun terakhir sebelum meninggal pada usianya
ke 60, yaitu antara tahun 1970 hingga tahun 2000.
a) Tom paling banyak mengamati 500 bulan purnama
b) Tom kemungkinan mengamati 12 hingga 13 bulan purnama pada tanggal dan
bulan bersamaan
c) Tom telah mengamati lebih dari 100 kali bulan purnama pada tanggal dan
bulan yang bersamaan
d) Tom melihat gerhana bulan lebih dari 10 kali
e) Tom tidak melihat gerhana bulan sama sekali.
16. Monsi melihat bulan 3 hari sebelum lebaran Idul Fitri.
a) Monsi melihat pagi hari
b) Monsi melihat sore hari
c) Monsi melihat tengah malam
d) monsi melihat siang hari
e) pengamatan Monsi tidak mungkin terjadi
17. Pada jam 12 WIB tanggal 21 Maret di kota Surabaya dan Jakarta dapat
disimpulkan ...
a) Matahari tepat berada di atas meridian pengamat di kedua kota tersebut
b) Di Jakarta Matahari masih di timur meridian (pengamat) sedang di Surabaya
Matahari telah berada di barat meridian
c) Matahari berada pada barat meridian di kedua kota tersebut
d) Matahari masih berada di timur meridian di kedua tempat tersebut
e) di Jakarta Matahari masih di barat meridian (pengamat) sedang di Surabaya
Matahari masih berada di timur meridian
18. Pada tanggal 23 September jam 12 wib panjang bayang-bayang sebuah tongkat
oleh Matahari di kota Bonjol Sumatera (lokasi di ekuator).
a) hampir nol
b) seperempat panjang tongkat
c) setengah panjang tongkat
d) sama dengan panjang tongkat
e) jawaban a, b, c dan d salah
19. Bagi pengamat di ekuator Bumi orientasi Ekliptika sepanjang tahun adalah ...
a) berpotongan pada horizon di dua titik yang tetap

b) berpotongan pada horizon di dua titik yang tidak tetap di sekitar titik Barat dan
titik Timur dalam rentang kurang dari 25 derajat
c) berpotongan pada horizon di titik Barat dan titik Timur pada tgl 22
Desember
d) tidak berpotongan dengan horizon
e) sejajar dengan horizon
20. Bagi pengamat di ekuator Bumi hasil pengamatan titik Aries sepanjang tahun
adalah ...
a) titik Aries terbit dan terbenam di titik yang sama di horizon
b) titik Aries terbenam di titik Barat pada tanggal 21 Maret
c) titik Aries tidak pernah terbenam kecuali pada tanggal 21 Maret
d) titik Aries tidak pernah terbit kecuali pada tanggal 23 September
e) titik Aries selalu terbenam di titik Barat dan terbit tidak selalu di titik Timur
21. Orbit Bulan memotong ekliptika ...
a) dua kali dalam sebulan
b) tidak berpotongan kecuali saat musim gerhana
c) dua kali dalam setahun
d) kurang 15 kali dalam setahun
e) hanya saat bulan purnama
22. Titik terbenam Bulan bagi pengamat di ekuator ...
a) bisa berada di selatan Matahari walaupun Matahari berada di titik paling
selatan
b) selalu di utara titik terbenam Matahari saat berada di titik paling selatan
c) maksimal berada pada titik terbenam Matahari saat berada di titik paling
selatan
d) titik terbenam Bulan dalam kawasan 5 derajat di sekitar titik Barat
e) titik terbenam Bulan sama dengan titik terbenam titik Aries
23. Deklinasi maksimum Bulan sekitar ...
a) 5 derajat
b) 23.5 derajat
c) 28.5 derajat
d) 11 derajat
e) 0 derajat
24. Deklinasi maksimum dan minimum Bulan bisa dicapai ...
a) setiap bulan
b) setiap tahun
c) setiap 7.5 tahun
d) setiap 19 tahun
e) setiap 100 tahun
25. Kemiringan bidang orbit Bulan terhadap Ekliptika sekitar ...
a) 23.5 derajat
c) 5 derajat
e) 0 derajat
b) 28.5 derajat
d) 11 derajat
26. Arah kawasan rasi bintang yang dilalui Bulan ...
a) sama dengan arah rasi-rasi bintang yang dilalui Matahari
b) sama dengan arah rasi-rasi bintang yang dilalui Matahari ditambah beberapa
rasi lainnya
c) lebih sedikit dibanding dengan arah rasi-rasi bintang yang dilalui Matahari

d) tidak bisa dibandingkan karena kawasan langit yang dilalui berbeda


e) kemungkinan Bulan mencapai rasi Centaurus dan rasi Lupus
27. Arah rasi bintang yang mungkin dilewati Bulan ...
a) Skorpio dan Eridanus
b) Centaurus dan Eridanus
c) Skorpio dan Centaurus
d) Leo dan Sextan
e) Hydra dan Centaurus
28. Posisi arah titik Aries ...
a) sekitar 2000 SM hingga 100 SM berada di arah rasi Aries dan sekarang di arah
rasi Pices
b) sekarang masih di arah rasi Aries
c) sekarang berada arah rasi Pices tahun depan berada di arah rasi Aquarius
d) sekarang berada di arah rasi Aries seribu tahun lagi berada di arah rasi
Capricornus
e) selalu tetap di arah rasi Aries
29. Akibat presesi sumbu rotasi Bumi ...
a) perubahan jadwal pemanasan kutub Utara dan kutub Selatan Bumi oleh
Matahari
b) kedudukan bidang orbit Bulan menjauh dari ekliptika
c) kedudukan bidang orbit Planet mendekat ekliptika
d) bidang ekliptika akan berimpit dengan ekuator langit
e) kemungkinan bintang dalam sebuah rasi bintang akan berpindah ke rasi lainnya
30. Jumlah rasi bintang seluruh langit adalah ...
a) 12 rasi b) 13 rasi c) 88 rasi d) 100 rasi e) 180 rasi
31. Luas langit dalam seluruh rasi bintang ...
a) luas selalu sama beda panjang dan lebar bujur maupun lintang ekliptika
b) luas sama, panjang dan lebar tak sama
c) luas langit setiap rasi bintang tak selalu sama
d) luas nya bergantung pada kedekatannya dengan kutub langit
e) luasnya bergantung pada kedekatannya dengan ekuator galaksi
32. Arah kedudukan tahunan Matahari di langit bila diamati oleh pengamat dari Bumi
...
a) melewati seluruh rasi bintang
b) hanya melewati kawasan 13 rasi bintang
c) melewati lebih dari 15 kawasan rasi bintang
d) hanya melewati 6 rasi utama di ekliptika
e) paling banyak melewati 24 rasi bintang
33. Bintang-bintang di arah sebuah rasi bintang ...
a) terang masing-masing bintang sama
b) terang masing-masing bintang tidak sama walaupun warnanya sama
c) warna dan terang masing-masing bintang tidak selalu sama
d) terang dan jaraknya sama, warnanya tidak sama
e) jaraknya sama, warna dan terangnya tidak sama
34. Why is it summer in the Southern Hemisphere when it is winter in the Northern
Hemi-sphere? The Southern Hemisphere is

A. closest to the sun.


B. receiving the most direct rays from the sun.
C. on a path of warm winds from the North.
D. balancing out the temperatures for Earth.
E. The ratio of the hours of daylight to the hours of night is reduced.
35. One evening, just after sunset, you see Mars, Jupiter, and Saturn spread out across
the sky. How could you trace out the rough position of the ecliptic in the sky?
A. Draw an imaginary arc through the sunset point and Jupiter.
B. Draw an imaginary arc through the sunset point and the three visible planets.
C. Wait for the moon to rise later; it lies right on the ecliptic.
D. Trace an arc around the horizon below each visible planet.
E. Draw an imaginary arc trough the sunset point and the moon
36. You are carried away by an alien spacecraft to a different star planetary system.
You are set down on a planet with cloudless skies. After some time, you notice
five planets in the sky. Three retrograde after greatest eastern elongation with the
"sun"; two at opposition. From this observation, you infer that, in a heliocentric
model, you are on the _____ planet outward from the "sun".
A. first
B. second
C. third
D. fourth
E. fifth
37. Imagine a new planet appears in the sky. After some time of naked-eye
observations, we find that the planet stays close to the sun with a maximum
elongation of 30 degrees. For comparison, the maximum elongation angle of
Venus is about 46 degrees; for Mercury, 23 degrees. In a basic heliocentric model,
we can conclude that
A. the planet is closer to the sun than Mercury.
B. the planet lies between Mercury and Venus.
C. the planet lies between Venus and the earth.
D. the planet lies between Mars and the earth.
E. we cannot tell the relative distance of the planet from the sun.
38. What causes the same side of the Moon always faces Earth?
A. because the motion of the Moon'
s revolution around Earth and its rotation on
its axis take the same amount of time
B. because the motion of the Sun through the solar system and Earth'
s rotation on
its axis take the same amount of time
C. because the motion of Earth'
s revolution around the Sun and the Moon'
s
rotation on its axis take the same amount of time
D. because the motion of Earth'
s revolution around the Sun and its rotation on its
axis take the same amount of time
s revolution around Earth and Earths rotation
E. because the motion of the Moon'
on its axis take the same amount of time
39. Which phase of the Moon occurs when the moon is between Earth and the Sun?
A. new moon
B. full moon
C. waning crescent
D. waxing gibbous
E. first quarter

40. Refraksi atmosfer menyebabkan ...


a. tinggi semu bintang lebih kecil daripada tinggi sebenarnya
b. posisi semu bintang lebih kiri daripada posisi sebenarnya
c. posisi semu bintang lebih kanan daripada posisi sebenarnya
d. tinggi semu bintang lebih tinggi daripada tinggi sebenarnya
e. refraksi tidak mengubah tinggi bintang
41. Jika di sebuah lokasi, saat tengah hari, tongkat yang dipancangkan tegak lurus di
tanah tidak memiliki bayangan (matahari tepat ada di atasnya), maka dapat ditarik
kesimpulan ...
a. lokasi itu berada tepat di khatulistiwa
b. lokasi itu berada di belahan bumi utara
c. lokasi itu berada di belahan bumi selatan
d. lokasi itu berada di antara 23,50 LS dan 23,50 LU
e. saat itu tanggal 21 Maret atau 23 September
42. A planet might be distinguishable from a star because
A. stars twinkle whereas planets do not
B. planets twinkle whereas stars do not
C. planets appear to be large objects
D. stars appear to be further away
E. planets are always brighter than stars
43. The Moon ...
A. may appear anywhere in the sky
B. always appears within a few degrees of the ecliptic
C. always appears within a few degrees of the celestial equator
D. generally appears opposite the Sun
44. Which of the following planets can never be seen on the meridian at midnight?
a. Venus
b. Mars
c. Ceres
d. Jupiter
e. Saturn
45. If you look toward the horizon, are the stars you see likely to be twinkling more
or less than the stars overhead?
A. The stars are likely to twinkle more overhead because we are looking straight
through the atmosphere and are seeing through less air.
B. The stars are likely to twinkle more overhead because we are looking straight
through the atmosphere and are seeing through more air.
C. The stars are likely to twinkle more near the horizon because we are looking
obliquely through the atmosphere and are seeing through less air.
D. The stars are likely to twinkle less near the horizon because we are looking
obliquely through the atmosphere and are seeing through more air.
E. None of the above.
46. If you lived on the Moon, would the motion of the planets appear any different
than from Earth?

A. The motion of the planets would not appear significantly different than on the
Earth.
B. The planets would not appear to go around the Moon.
C. The planets would not appear to go around the Earth.
D. The planets would not appear to go around the Sun.
E. None of the above
47. If you were on the Moon during an eclipse of the Moon, which of the following
phenomena would you observe?
A. The Earth would eclipse the Sun.
B. The atmosphere of the Earth would appear reddish.
C. It would be dark all over the daylight side of the Moon.
D. All of these.
E. None of these
48. If the Moon did not rotate, we would observe
A. the same as we now observe
B. only the lunar backside
C. the lunar north polar region
D. both the front and backsides of the Moon
E. its the end of the universe
49. If you lived on the Moon, would the motion of the planets appear any different
than from Earth?
A. The motion of the planets would not appear significantly different than on the
Earth.
B. The planets would not appear to go around the Moon.
C. The planets would not appear to go around the Earth.
D. The planets would not appear to go around the Sun.
E. None of the above
50. On a certain day the sun transited the Greenwich Meridian at 12:05 UT. On the
same day you note that the sun transits your meridian at 06:05 UT. What is your
longitude?
A) 90 degrees west.
B) 60 degrees west.
C) 90 degrees east.
D) 60 degrees east.
51. You are adrift at sea, and you see a star directly overhead. You remember from
your astronomy lab at N.C. State that this star has a declination of 42 degrees
South, and a Right Ascension of 8 hours. From this information alone, you know
that
A) You are adrift at a point north latitude 42 degrees.
B) You are adrift at a point south latitude 42 degrees.
C) You are adrift at a point west longitude 8 degrees.
D) You are adrift at a point south latitude 48 degrees.
E) A and C
52. As viewed from Raleigh, if you watch the stars move during the course of an
evening, what would you observe about any star (except Polaris)?
A) The star'
s altitude and declination will both change.
B) The star'
s declination will remain the same, but azimuth will change.

C) The star'
s azimuth will change, but its altitude will remain the same.
D) The star'
s right ascension will change, but its declination will remain the same.
E) The star'
s right ascension, declination, altitude, and azimuth, will ALL change
53. Examine the Moon in the following diagram. The horizontal line is the southern
horizon. (Moon size and altitude not to scale).

Given the view pictured, how long is it until there will be a Full Moon?
A) About 1 week
B) About 2 weeks.
C) About 3 weeks.
D) About 4 weeks
54. When is the sun directly overhead in Raleigh (at the zenith)? (Note: Raleigh is at
35 degrees north latitude.)
A) Every day at noon.
B) Every summer day at noon.
C) At the summer solstice.
D) At the vernal equinox.
E) Never.
55. What do we mean by "retrograde rotation"?
A) A planet goes around the sun in a direction opposite that of the Earth.
B) A planet appears to go backwards for a while on the celestial sphere as the
Earth passes it in its orbit.
C) A planet goes around on its axis in a direction opposite that of the Earth.
D) A planet'
s atmosphere appears to be evolving opposite the order that the
Earth'
s atmosphere evolved.
56. Three weeks before the spring equinox (March 21) the sun will set in the western
horizon
A. almost exactly due east.
B. almost exactly due west.
C. somewhat north of due west.
D. somewhat south of due west.
E. somewhat south of due east.
57. The northern hemisphere'
s winter solstice (near December 21) marks the
A. shortest day in the northern hemisphere.
B. longest day in the northern hemisphere.
C. shortest day in both hemispheres.
D. longest day in both hemispheres.
E. day when the day and night are of equal duration.
58. On a certain day the noon mean Sun is 25 degrees south of your zenith. On that
date the declination of the Sun is +10 degrees. Your latitude is
a. 10 degrees north
b. 25 degrees north
c. 35 degrees north

d. 15 degrees north
e. 15 degrees south
59. From observing Polaris you measure that the altitude of the north celestial pole is
26 degrees above your northern horizon
A. your latitude is 26 degrees north.
B. your latitude is 64 degrees north.
C. your latitude is 26 degrees south.
D. your latitude is 64 degrees south.
E. your longitude is 26 degrees north.
60. The constellations of the Zodiac
A. orbit around the sun together with the earth
B. are scattered all over the celestial sphere
C. are concentrated near the celestial ecliptic
D. control our destiny from birth due to their emanations
E. are visible only to people who live inside the tropics
61. Of the following selection, the one correct sequence of appearances of Moon
phases in the sky is
A. Full Moon, Waxing Gibbous, First Quarter, Waxing Crescent
B. Waxing Crescent, First Quarter, Waning Gibbous, Full Moon
C. Waxing Crescent, First Quarter, Waxing Gibbous, Full Moon
D. New Moon, Full Moon, Waxing Crescent, Waning Crescent
E. Full Moon, Waxing Gibbous, First Quarter, Waning Crescent
62. On the sunlit side of the Moon the sky appears
A. white because of the extreme brilliance of the sunlight
B. black because the Earth blocks the light
C. blue due to the Moons'atmosphere
D. black because the Moon lacks an atmosphere
E. black because the Moon has a dense atmosphere

63. Near midnight in June, the visible Zodiac constellations best placed for
observation are
a. Gemini and Taurus
b. Scorpius and Sagittarius
c. Libra and Capricornus
d. Cancer and Aries
e. Leo and Aquarius

64. In December, the sun viewed from earth, appears in the Zodiac near
a. Scorpius
b. Taurus
c. Aquarius
d. Leo
e. Gemini
65. What basic pattern do stars near the north celestial pole follow over a period of
several hours as they are observed (or photographed)?
a. Almost straight lines, because of the motion of the Earth in its orbit
b. Circles with the north pole at the center
c. Wobbly circles, because of the precession of the Earth'
s axis
d. They all rise from below the eastern horizon and set into the western horizon
e. Ellipses, with the north pole at the focus
66. When Venus sets after sunset
a. Venus is west of the sun
b. Venus is east of the sun
c. Venus could be either east or west of the sun depending on the month.
d. it is a mistake because Venus never sets after sunset
e. it must be moving retrograde
67. If the sun remains above your horizon during at least one whole day in December,
you live
a. north of the arctic circle
b. south of the antarctic circle
c. between the equator and the Tropic of Cancer
d. along the Equator
e. along the Greenwich meridian
68. Jika kita melihat langit malam yang cerah pada bulan Juli, kita melihat kabut tipis.
Bagaimana kita mengenali bahwa kabut tipis itu galaksi Bimasakti?
1. Bentuk tidak berubah
2. Bergerak sama dengan gerakan semu bintang
3. Lebih tebal di arah Sagitarius
4. Kabut tidak pernah terbenam
Maka manakah yang benar ?
A. Jawaban 1 dan 2 benar
B. Jawaban 1 dan 3 benar
C. Jawaban 1 dan 4 benar
D. Jawaban 1,2 dan 3 benar
E. Jawaban 4 saja benar
69. Where must an observer be located on the Earth to view the entire sky over the
course of a year?
a. the north pole
b. the south pole
c. the equator
d. anywhere on Earth
e. nowhere on Earth
70. Pernyataan tentang gerak planet yang tepat adalah ...
A. Planet Venus mungkin saja terlihat saat tengah malam

B.
C.
D.
E.

Planet Jupiter tidak mungkin tertutup oleh bulan Purnama


Planet Mars selalu nampak berdekatan dengan Matahari
Planet Merkurius tidak mungkin nampak melintas di depan piringan Matahari
Planet Saturnus bisa mengalami gerak retrogade

71. Pernyataan yang salah tentang fase Bulan adalah ...


A. Bulan jika diamati 1 minggu sebelum terjadinya gerhana Bulan akan terbit
pada saat Matahari mencapai meridian
B. Bulan jika diamati 1 minggu sebelum gerhana Matahari akan terbit saat jam
12 waktu sideris tanggal 21 Maret
C. Bulan sabit yang sisi terangnya menghadap ke Timur ada di meridian 3 jam
setelah Matahari terbit
D. Bryan mengamati Bulan 3 hari setelah Idul Fitri terbenam saat Matahari 3 jam
lagi akan terbenam
E. Saat astronot di Bulan mengamati bumi dalam fase Bumi baru , maka
penduduk Bumi akan mengamati Bulan ada di meridian pada saat matahari
ada di titik kulminasi bawah
72. Peristiwa yang tidak tepat berhubungan dengan pengamat yang ada tepat di kutub
utara adalah ...
A. Matahari paling tinggi ada di 23,50 di atas horizon
B. Pada bulan Desember, Matahari tidak terbit
C. Semua arah adalah arah selatan
D. Bisa mengamati rasi Centaurus di bulan-bulan tertentu
E. Bintang Polaris menjadi bintang sirkumpolar
73. The phase during which the Moon can be seen the entire night is
A. New Moon
B. First Quarter
C. Full Moon
D. Last Quarter
74. For an observer in the United States (northern hemisphere), which pair of events
will occur during the Summer
A. minimum altitude and maximum diameter of the Sun
B. minimum altitude and minimum diameter of the Sun
C. maximum altitude and minimum diameter of the Sun
D. maximum altitude and maximum diameter of the Sun

This diagram is used as a guide to answer


question number 75 until 76

75. A student in Virginia observed that the noon Sun increased in altitude each day
during the first part of a certain month and then decreased in altitude each day
later in the month. During which month were these observations made?
a. February b. June c. September d. November

76. Which photograph of star trails was taken by an observer facing directly north in
Virginia?

a.

c.

b.

d.

77.

When the Moon is in position 2, which phase would be visible to the observer ?

a.

b.

c.

d.

78. Which graph below best represents the angle of the Sun above the horizon
(altitude) as observed from 6 a.m. to 6 p.m. on September 23 at a location in
Fairfax County?

a.

c.

b.

d.

79. Pernyataan yang SALAH di bawah ini adalah ...


a. Jika kita tinggal di Venus, Bumi bisa nampak bergerak retrogade
b. Bumi mungkin nampak sirkumpolar bagi pengamat di lokasi tertentu di Bulan
c. Matahari terbit dari arah selatan di kutub selatan bumi tanggal 22 Desember
d. Sudut paralaks bintang yang sama akan terlihat lebih besar jika diamati dari
Mars dibandingkan dari Bumi
e. Tidak ada bintang sirkumpolar bagi pengamat di daerah ekuator
80. Bagi pengamat di ekuator yang tidak dialami adalah ...
a. panjang siang selalu sama dengan panjang malam sepanjang tahun
b. matahari hanya sampai di zenith tanggal 21 Maret
c. Matahari terbit dari titik Barat hanya 2 kali setahun
d. Hanya mengalami 2 musim
e. Dapat mengamati seluruh bintang dalam seluruh rentang deklinasi
-- 0 -Tambahan :

Bab 7
Evolusi Bintang
Bintang seperti manusia , mengalami kelahiran, masa kanak -kanak , remaja,
dewasa , tua dan akhirnya mati.
Umur bintang tergantung dari massanya
Semakin besar massanya, semakin singkat umurnya , dan sebaliknya
Umur dari suatu bintang di deret utama berbanding lurus dengan 1/M2
Contoh :
Bintang A massanya 50 kali massa bintang B. Jika bintang A dapat hidup
selama 8 milyar tahun, berapakah lama hidup bintang B ?
Luminositas Bintang

&

R = radius bintang
= tetapan Stefan Boltzman (5,67 x 10-5 erg cm-2 K-4 s-1 )
Te = suhu efektif
atau :

&
&

#
* @+
#

Diagram Hertzsprung-Russel

Diagram Hertzprung Russel merupakan suatu diagram yang dapat


menunjukkan kepada kita tentang tahap evolusi yang sedang dijalani oleh sebuah
bintang. Sumbu horizontal dari diagram ini menunjukkan kelas spektrum / temperatur
/panjang gelombang efektif. Sedangkan sumbu vertikalnya menunjukkan luminositas
/massa /magnitudo mutlak bintang.

&
'

! '

G ;
-$

9
'

! '

(
E

E ,

H -$
Alur Hidup Bintang
. Pembentukan bintang
Ruang antar bintang tidak kosong, terdapat materi gas dan debu yang
disebut materi antar bintang.

Di beberapa tempat terdapat materi antar bintang yang dapat dilihat


sebagai awan antar bintang yang tampak terang bila disinari bintang-bintang
panas di sekitarnya. Awan antar bintang ini disebut Nebula.

,2' 0
.

Evolusi Awal dan Deret Utama


Kerapatan awan antar bintang sangat kecil.
Kerapatan di dalam awan antar bintang 10 000 atom/cm3
Kerapatan di antara awan antar bintang 1 (satu) atom/cm3
(Kerapatan dipermukaan bumi di permukaan laut 1019 mol/cm3)

Suatu awan antar bintang mempunyai volume yang sangat besar. Materi di
dalam awan antar bintang cukup banyak untuk membentuk ribuan bintang.
Bintang terbentuk dari materi antar bintang. Bintang muda selalu diselimuti awan
antarbintang. Contoh : Bintang-bintang muda di Orion Nebula.
Dalam proses pembentukan bintang, gaya gravitasi memegang peranan yang
sangat penting penting. Akibat suatu ledakan yang sangat hebat, misalnya ledakan
bintang atau pelontaran massa oleh bintang. Sekelompok materi antar bintang
menjadi lebih mampat daripada disekitarnya. Bagian luar awan akan tertarik oleh
gaya gravitasi materi di bagian dalam. Akibatnya awan akan mengkerut dan
menjadi makin mampat. Peristiwa ini disebut kondensasi. Akibat kondensasi
tekanan di dalam awan akan meningkat dan akan melawan pengerutan.

Apakah awan akan mengkerut terus hingga menjadi bintang?

Apabila tekanan melebihi gravitasi, awan akan tercerai


kembali dan pengerutan tidak terus berlangsung. Masalah
lain adalah, karena momentum sudut yang terkandung
dalam awan harus kekal, maka seiring pengerutan, awan
akan berputar yang semakin lama semakin cepat hingga
mendekati kecepatan cahaya. Selain itu juga medan
magnet di dalam awan akan melawan pengerutan.
Jadi apabila pengerutan bisa terjadi, prosesnya tidak
akan sederhana.
Apabila efek rotasi dan medan magnet tidak diperhitungkan, gaya gravitasi
akan melebihi tekanan di dalam awan apabila massa awan cukup besar, yaitu
melebihi suatu harga kritis yang disebut massa Jean (Mj). Suatu awan antar
bintang mempunyai kerapatan rata-rata 10.000 atom per cm3 (~ 10-24 gr/cm3), dan
mempunyai temperatur beberapa puluh derajat Kelvin, diperoleh massa Jean-nya
beberapa ribu massa Matahari.
Tapi apakah perlu massa sebesar itu untuk memungkinkan terjadi pengerutan?
Akibat pengerutan gravitasi, rapat materi akan bertambah besar sehingga
massa Jean-nya berkurang. Jadi, supaya kondensasi terjadi, massa yang
diperlukan tidak usah terlalu besar, beberapa ratus massa Matahari sudah cukup.
Di dalam awan yang berkondensasi selanjutnya
akan terjadi kondensasi-kondensasi yang lebih kecil.
Pada setiap kondensasi kerapatan gas dalam awan
bertambah besar. Riwayat awan induk, akan terulang
lagi di dalam kelompok awan yang lebih kecil. Di
situ akan terjadi kondensasi yang lebih kecil lagi,
demikian seterusnya. Peristiwa ini disebut
fragmentasi.
Akibat fragmentasi, awan yang tadinya satu
terpecah menjadi ratusan bahkan menjadi ribuan awan, dan setiap awan
mengalami pengerutan gravitasi. Pada akhirnya suhu menjadi cukup tinggi
sehingga awan-awan tersebut akan memijar dan menjadi embrio atau janin
bintang yang disebut protobintang.
Pada saat sudah menjadi protobintang, materi awan yang tadinya tembus
pancaran menjadi kedap terhadap aliran pancaran. Energi yang dihasilkan
pengerutan yang tadinya bebas dipancarkan keluar, sekarang terhambat.
Akibatnya tekanan dan temperatur bertambah besar sehingga proses pengerutan
menjadi lambat dan proses fragmentasi terhenti.
Bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, tetapi berasal dari suatu kendensasi
besar di suatu awan antar bintang yang kemudian terpecah dalam kondensasi yang
kecil-kecil. Kelahiran bintang bersamaan dari suatu awan antar bintang yang
besar, didukung oleh pengamatan. Tidak pernah diamati bintang muda terisolasi
sendirian. Banyak bintang yang merupakan anggota gugus atau assosiasi
(kelompok bintang yang lebih renggang dan lepas). Dalam suatu gugus bintang

dapat terdiri atas beberapa ratus hingga beberapa ribu bintang. Contoh : Gugus
Pleiades.
Lalu, mengapa banyak bintang yang bukan merupakan anggota gugus atau
assosiasi (contoh : Matahari) ? Hal ini disebabkan oleh karena ketidakmantapan
gugus/kelompok bintang. Suatu gugus/kelompok yang tidak mantap pada
akhirnya akan terurai dan bintang anggotanya mengembara ke berbagai pelosok
dalam galaksi. Makin besar jumlah anggota suatu kelompok dan makin dekat
jarak antara satu bintang, makin mantap kelompok bintang tersebut. Contohnya
gugus bola yang beranggota ratusan ribu bintang bisa tetap mantap dalam waktu
lebih dari 10 milyar tahun.
Bintang muda yang panas memancarkan dan mengionisasikan gas di sekitar
bintang. Bintang seperti ini disebut berada dalam tahapan T Tauri. Nama T Tauri
diambil dari nama prototipe bintang ini yang berada di rasi Taurus. Akibatnya,
bintang dilingkungi oleh daerah yang mengandung ion hidrogen yang disebut
daerah HII yang mengembang dengan cepat. Pemuaian selubung ion hidrogen ini
dapat berlangsung secara supersonik hingga menimbulkan gelombang kejut.
Akibat gelombang kejut ini, gas dingin disekitarnya akan mengalami pemampatan
hingga terbentuk kondensasi dan terbentuklah bintang baru. Bintang baru ini pun
akhirnya akan dilingkungi oleh daerah HII yang mengembang cepat. Bintang
lebih baru akan terbentuk lagi akibat dorongan gas yang memuai ini. Begitulah
seterusnya, pembentukan bintang berlangsung secara berantai.
Pada awal dan pada tahap akhir evolusi suatu bintang, pengerutan gravitasi
memegang peranan yang penting. Apabila suatu bintang mengkerut, energi
potensial gravitasinya berkurang. Di dalam bintang juga terkandung energi
termal. Energi ini adalah energi kinetik partikel di dalam bintang. Setengah dari
pengurangan energi potensial akan disimpan sebagai energi panas, dan
setengahnya lagi dipancarkan keluar.
Jejak Evolusi Pra Deret Utama
Protobintang yang telah mengakhiri proses fragmentasinya akan terus
mengkerut akibat gravitasinya.

Awalnya temperatur dan luminositas bintang masih rendah, kedudukannya di


diagram H-R berada di sebelah kanan (titik A).

a
am
Ut

log L/L

t
re
De

log Te

Hayashi menunjukkan bahwa bintang dengan temperatur efektif terlalu rendah


tidak mungkin berada dalam kesetimbangan hidrostatis. Dalam diagram H-R,
daerah ini disebut daerah terlarang Hayashi.

D aer

ah Te
rla

ran g

ta m

log L/L

tU

H a ya

re

shi

De

log Te

Kerapatan materi protobintang awalnya seragam, kemudian materi makin


merapat ke arah pusat. Materi protobintang ini sebagian besar hydrogen. Pada
temperatur yang rendah kebanyakan hidrogen berupa molekul H2. Dengan
meningkatnya temperatur, tumbukan antar molekul semakin sering dan semakin
hebat. Pada T ~ 1 500 K, terjadi penguraian (disosiasi) molekul hidrogen menjadi
atom hidrogen. Untuk menyediakan energi yang besar guna kelangsungan
disosiasi, prorobintang mengkerut lebih cepat. Pada temperatur yang lebih tinggi
akan terjadi proses ionisasi pada atom hidrogen dan helium. Proses ini menyerap
energi sehingga pengerutan berlangsung terus. Pengerutan dengan laju besar ini
akan berakhir apabila semua hidrogen dan helium di dalam telah terionisasi
semua.
Evolusi protobintang ditandai dengan keruntuhan cepat. Pada akhirnya
protobintang akan menyebrang daerah terlarang Hayashi (titik B). Setelah
menjadi bintang pra deret utama, bintang akan mengkerut dengan laju yang lebih
lambat menyusuri pinggir luar daerah terlarang Hayashi. Jejak evolusinya hampir
vertikal (Te hampir tidak berubah) jejak ini dikenal sebagai jejak Hayashi.
Karena Te <, hampir seluruh bintang berada
dalam keadaan konveksi. Bintang mengkerut
dengan radiusnya mempunyai harga terbesar
yang diperbolehkan oleh kesetimbangan
hidrostatis

Protobintang menjadi bintang


Pra Deret Utama. L >, karena
materi masih renggang sehingga
energi bebas terpancar keluar.

yash
i
rlara
ng H
a
h Te

Daer
a

a
tam

Jeja

tU

log L/L

re
De

kH
aya
shi

A
Evolusi pra
deret utama

log Te

Karena kekedapan ( ) menurun dengan naiknya temperature. Gradien


temperatur di pusat bintang juga menurun. Berlaku keadaan setimbang pancaran
di pusat bintang. Terbentuklah pusat yang energinya diangkut secara pancaran.
Dengan membesarnya pusat pancaran yang kekedapannya kecil, maka bintang
pun makin berkurang kekedapannya. Akibatnya akan lebih banyak energi yang
mengalir secara pancaran. Hal ini ditandai dengan naiknya luminositas (titik C).
Karena bintang tetap mengkerut selama luminositasnya meningkat,
permukaan bintang menjadi panas, bintang bergerak ke atas dan ke kiri dalam
diagram H-R. Laju evolusi pada tahap ini jauh lebih lambat daripada sebelumnya.

Pada akhirnya temperatur di pusat bintang cukup tinggi untuk berlangsungnya


pembakaran hidrogen. Tekanan di dalam bintang menjadi besar dan pengerutan
terhenti. Bintang menjadi bintang Deret Utama (titik D).
Waktu yang diperlukan sebuah bintang berevolusi dari awan antar bintang
menjadi bintang deret utama bergantung pada massanya. Makin besar massa
bintang, makin singkat waktu yang diperlukan untuk mencapai deret utama.
Mass
(M )

Time
(106 years)

15

0.16

0.7

30

0.5

100

Contoh bintang pra deret utama :

4"

2"@

4"

-G= ; 2

Apabila massa protobintang terlalu kecil, maka temperatur dipusat tidak


cukup tinggi untuk melangsungkan reaksi pembakaran hydrogen. Batas massa
untuk bisa berlangsungnya pembakaran hidrogen adalah 0,1 M (0,08 M ).
Protobintang dengan massa lebih kecil dari batas ini akan mengkerut dan
luminositasnya menurun. Protobintang akan mendingin menjadi bintang katai
coklat (Brown Dwarf).
Paramater fisik bintang katai coklat:
Luminosity: 2 x 10-6 L
Temperature: 700 K
Mass: 20 - 50 MJ = 0,02 0,05 M

&

BI

Evolusi di Deret Utama

Bintang pada tahap pra deret utama energi yang dipancarkanya berasal dari
pengerutan gravitasi. Akibat pengerutan gravitasi, temperatur di pusat menjadi
semakin tinggi. Pada temperatur sekitar 10 juta derajat, inti hidrogen mulai
bereaksi membentuk helium. Energi yang dibangkitkan oleh reaksi ini
menyebabkan tekanan di dalam bintang menahan pengerutan gravitasi dan

bintang menjadi mantap. Bintang mencapai deret utama berumur nol (zero age
main sequence ZAMS).
Kedudukan deret utama berumur nol dalam diagram H-R dapat ditentukan
secara teori. Kedudukannya itu bergantung pada komposisi kimia bintang.

8
4" "

! I ;/
!
-.- " - - " E - '
? "2 ' 1" !,- ,'"'"
'"0
!"
"
2
"'
-" H - " 2
" '' -@@ G
2- - '" "

ZAMS untuk bintang dengan komposisi kimia yang berbeda merupakan jalur
yang hampir sejajar. Jadi deret utama berumur nol (ZAMS) merupakan
kedudukan bintang dengan reaksi inti di pusatnya yang komposisi kimianya masih
homogen.
Akibat reaksi inti di pusat bintang, hidrogen di pusat bintang berkurang dan
helium bertambah. Akibatnya struktur bintang berubah secara perlahan.
Kedudukan bintang di diagram H-R berubah secara pelahan. Bintang menjadi
lebih terang, radiusnya bertambah besar dan temperatur efektifnya berkurang,
namun belum bergeser terlalu jauh dari ZAMS. Sebagai contoh, apabila hidrogen
di pusat bintang sudah berkurang sebanyak 10%, maka bintang akan lebih terang
paling tinggi dua kalinya, dan temperatur efektifnya turun sekitar 10%.Tahap
evolusi ini disebut tahap deret utama.

Dari pengamatan dapat disimpulkan bahwa jumlah bintang bermassa besar


lebih sedikit daripada bintang bermassa kecil.

Bintang yang berada di deret utama bagian atas, mempunyai temperatur pusat
lebih tinggi daripada yang berada di bagian bawah deret utama. Reaksi daur
karbon sangat peka terhadap temperatur. Jadi bintang yang berada di bagian atas
deret utama, pembangkit energinya terutama berasal dari reaksi daur karbon.
Bintang yang berada di bagian bawah deret utama seperti Matahari, pembangkit
energinya terutama dari reaksi proton-proton.
Bintang bermassa besar, pembangkit energinya berasal dari reaksi daur
karbon. Karena laju reaksi daur karbon sangat peka terhadap temperatur, maka
pembangkit energi naik sangat cepat ke arah pusat bintang. Akibatnya, reaksi
sangat terkonsentrasi ke pusat. Hal ini akan mengakibatkan gradien temperatur
yang sangat besar di pusat. Akibatnya, syarat kesetimbangan pancaran akan
dilanggar. Dengan demikian di pusat bintang akan terjadi konveksi. Tempat
terjadinya konveksi ini disebut pusat konveksi.
Karena laju reaksi yang cepat, hidrogen di pusat bintang akan habis dalam
waktu yang singkat. Akibat adanya aliran konveksi, hidrogen di bagian pusat
bintang ini akan diisi kembali oleh hidrogen dari lapisan di atasnya, sedangkan
materi di pusat akan di bawa ke lapisan atasnya.
Bintang bermassa kecil, pembangkit energinya terutama berasal dari reaksi
proton-proton. Dalam hal ini pembangkitan energi tidak terlalu terkonsentrasi ke
pusat. Konveksi tidak terjadi di pusat melainkan terjadi di lapisan atasnya
(selubung).

Sebagian besar massa hidup bintang dihabiskan di


deret utama (sekitar 2/3 dari massa hidupnya).
Kemungkinan menjumpai bintang yang berada pada
tahap deret utama jauh lebih besar daripada menjumpai
bintang yang berada dalam tahap lainnya. Oleh karena
itu dalam diagram H-R, sebagian besar bintang
menempati deret utama.

Akibat reaksi pembakaran hidrogen, jumlah helium di pusat bintang


bertambah. Timbunan helium di pusat bintang ini disebut pusat helium. Terjadi
pengerutan gravitasi secara perlahan di pusat helium. Energi yang dibangkitkan
oleh pengerutan gravitasi ini kecil, sehingga gradien temperatur di pusat helium
kecil. Pusat helium bersifat isoterm (temperaturnya sama di semua tempat).
Menurut Schnberg dan Chandrasekhar, apabila massa pusat helium mencapai
10 ~ 20% massa bintang, gradien tekanan tidak dapat mengimbangi berat bagian
luar bintang. Pusat helium tidak lagi mengkerut dengan perlahan, tetapi runtuh
dengan cepat. Massa kritis agar peristiwa ini terjadi disebut batas Schnberg dan
Chandrasekhar. Pada saat itu, struktur bintang berubah dengan cepat, bagian luar
bintang akan mengembang dengan cepat dan bintang berevolusi menjadi bintang
raksasa merah.
Umur bintang di deret utama

Karena bintang bermassa besar umurnya di deret utama relatif singkat, maka
bintang biru kelas O dan B di ujung deret utama bukanlah bintang tua, umurnya
baru beberapa juta hingga beberapa puluh juta tahun. Jadi semua bintang kelas O
dan B ini letaknya belum jauh dari tempat kelahirannya. Dari hasil pengamatan
diketahui bahwa banyak bintang-bintang biru kelas O dan B letaknya berasosiasi
dengan awan antar bintang, contohnya bintang biru di gugus Pleiades yang masih
diselimuti awan antar bintang.

4"
-. "
- "E - '? "
'
1 '"0 "'
-" H
2
"
-@ G
2 - - ' " " ' !" 2
>
0 +
2
0 2"*
Evolusi Setelah Deret Utama

Struktur dalam bintang pada tahap deret utama bergantung pada massa
bintang, demikian juga evolusi lanjut bintang ditentukan oleh massanya. Gambar
berikut memperlihatkan jejak evolusi bintang dengan massa antara 1 M dan 15
M dalam diagram H-R mulai dari deret utama berumur nol (ZAMS).

Titik 1 : kedudukan deret utama berumur nol (ZAMS)


Titik 1 s/d 3 : kedudukan deret utama
Di titik 3 sebagian besar hidrogen di pusat sudah habis
Setelah hidrogen di pusat habis pusat helium
Massa pusat helium pd akhirnya mencapai batas Schonberg-Chandrasekhar.
Pusat helium mengkerut dengan cepat dan menjadi panas. Reaksi pembakaran
hidrogen berlangsung di lapisan luar yang melingkupi pusat helium
Pada saat pusat bintang mengkerut, lapisan luar bintang mengembang
Bintang berevolusi menjadi bintang raksasa merah. Jejaknya dalam diagram
H-R menuju ke kanan.
Di titik 5, bintang membentuk lapisan luar konveksi yang tebal. Jejak evolusi
hampir vertikal ke atas mengikuti jejak Hayashi.
Pusat isoterm yang mengkerut temperaturnya makin tinggi hingga helium di
pusat yang tadinya merupakan abu sisa pembakaran hidrogen, sekarang
menjadi bahan bakar.
Di titik 6, temperatur di pusat sudah cukup tinggi dan berlangsunglah reaksi
triple alpha yang mengubah helium menjadi karbon
Pada saat itu bintang mempunyai dua sumber energi, yaitu pembakaran
helium di pusat dan pembakaran hidrogen di lapisan atasnya.

Evolusi bintang sangat tergantung pada massa bintang

Untuk bintang bermassa kecil, reaksi pembakaran helium baru akan


berlangsung apabila rapat massa di pusat bintang sudah demikian besar, sehingga
materi disitu berada dalam keadaan terdegenerasi sempurna.

Untuk bintang bermassa besar, reaksi pembakaran helium tidak perlu


menunggu kerapatan materi di pusat terlampau besar karena temperatur di pusat
sudah cukup tinggi sebelum keadaan terdegenerasi tercapai.
Pada materi yang tidak terdegenerasi, tekanan memegang peranan besar dalam
membuat bintang mantap. Tinjau suatu reaksi yang berlangsung di pusat bintang
yang materinya tidak terdegenerasi. Karena bintang tidak sepenuhnya dapat
ditembus oleh aliran energi, maka pada awalnya energi tidak dapat mengalir
keluar dengan laju yang sama seperti laju pembangkitannya. Akibatnya,
temperatur dan juga tekanan akan naik (materi bersifat gas ideal). Bertambahnya
tekanan menyebabkan gas memuai, sehingga temperatur turun lagi dan juga laju
pembangkit energi menurun. Jadi reaksi akan berlangsung dengan mantap karena
peningkatan temperatur diimbangi oleh meningkatnya tekanan. Hal ini terjadi
pada pembakaran helium di pusat yang tak terdegenerasi bintang bermassa besar.
Untuk bintang bermassa kecil, reaksi pembakaran helium terjadi pusat yang
terdegenerasi sempurna. Tekanan di pusat hampir sepenuhnya diberikan oleh
elektron terdegenerasi (Tekanan elektron terdegenerasi tidak bergantung pada
temperatur). Akibatnya setelah temperatur naik akibat pembakaran helium,
tekanan hampir tidak berubah. Tidak terjadi pemuaian seperti pada keadaan tak
terdegenerasi. Temperatur akan terus naik dan laju pembangkitan energi juga
makin cepat. Dengan meningkatnya temperatur, materi yang tadinya terdegenerasi
menjadi tidak terdegenerasi. Apabila hal ini terjadi, maka gas akan berada pada
temperatur yang terlalu tinggi untuk tekanannya (karena gas sekarang sudah
bersifat sebagai gas ideal). Akibatnya gas akan menyesuaikan tekanannya dan
proses ini berlangsung dengan cepat. Peristiwa mulai dari pembakaran helium
hingga peningkatan tekanan yang mendadak di pusat disebut kilatan helium
(helium flash).
Apabila kilatan helium terjadi, sangat sukar untuk mengikuti evolusi bintang.
Sebelumnya, perubahan struktur bintang berlangsung perlahan selama milyaran
tahun. Tetapi setelah kilatan helium terjadi, bintang berubah strukturnya dalam
beberapa jam.

Untuk bintang bermassa sedang dan besar reaksi pembakaran helium


berlangsung dengan mantap. Struktur bintang berubah dengan perlahan sehingga
evolusi bintang setelah tahap pembakaran helium dapat diikuti. Ada beberapa
perbedaan antara bintang bermassa sedang dengan bintang bermassa besar. Untuk
bintang bermassa sedang ( 5 M ), setelah terjadi pembakaran helium, pusat
bintang yang tadinya mengerut akan mengembang. Pengembangan pusat bintang
ini diikuti oleh pengerutan lapisan luar bintang sehingga temperatur efektif
bintang meningkat dan jejak evolusinya menuju ke kiri setelah titik 6.

Untuk bintang bermassa besar (15 M ), pada saat bintang meninggalkan


deret utama, temperatur di pusat sudah cukup tinggi, sehingga reaksi pembakaran
helium terjadi setelah bintang meninggalkan deret utama. Reaksi triple alpha
sudah terjadi pada saat bintang masih didaerah biru dalam diagram H-R. Tahap
evolusi selanjutnya, bintang bergerak ke kanan menjadi bintang maharaksasa
merah.
Akhir Riwayat Bintang
Bintang bermassa kecil seperti Matahari akan mengalami kilatan helium.
Setelah terjadi kilatan helium, kedudukan bintang di diagram H-R akan
menyebrang ke cabang horizontal.

Kedudukannya yang tepat di cabang horizontal akan bergantung pada massa


dan komposisi kimia bintang. Makin kecil massa bintang dan makin sedikit unsur
beratnya makin biru warnanya. Setelah helium di pusat bintang habis,
terbentuklah pusat karbon oksigen di dalam bintang. Suatu bintang bermassa kecil
yang didalamnya berlangsung reaksi pembakaran hidrogen dan helium di sekitar
pusat karbon oksigen, akan goyah kemantapannya.
Bintang akan berdenyut dengan denyutan yang makin kuat sehingga terjadi
pelontaran massa oleh bintang. Bintang akan melontarkan materi bagian luarnya
sehingga tersingkap pusatnya yang panas dan bintang menjadi Planetary Nebula.
Planetary nebula tampak sebagai bintang panas yang dikelilingi oleh cincin gas.
Pengamatan pada planetary nebula menunjukkan bahwa cincin gas itu
mengembang dan pusatnya mengkerut. Bintang pusat yang mengkerut tersebut
pada akhirnya akan menjadi bintang katai putih.

Bintang yang massanya terlalu kecil ( 0,5 M ) tak akan mampu


melangsungkan reaksi pembakaran helium. Evolusi awalnya sama seperti bintang
yang massanya lebih besar. Bintang membentuk pusat helium yang terdegenerasi,
tetapi kilatan helium tidak terjadi karena temperatur pusatnya kurang tinggi.
Setelah membakar hidrogennya, bintang mengkerut menjadi bintang katai putih
(White Dwarf). Bintang dengan massa kecil ini sangat lambat evolusinya,
diperlukan waktu melebihi umur alam semesta sekarang untuk menjadi bintang
katai putih. Pada umumnya bintang yang massanya < 6 M akan berevolusi
menjadi bintang katai putih setelah melontarkan sebagian massanya. Setelah
sumber tenaga energinya di dalam bintang habis, bintang katai putih selanjutnya
menjadi bintang katai gelap.
Untuk bintang bermassa sedang (6 ~ 10 M ?), akibat reaksi pembakaran
helium, karbon akan tertimbun di pusat bintang dan membentuk pusat karbon.
Pusat karbon akan mengkerut hingga rapat massa dan temperatur di pusat bintang
makin tinggi. Pada temperatur yang cukup tinggi untuk berlangsungnya
pembakaran karbon, materi di pusat sudah sangat terdegenerasi. Reaksi
pembakaran karbon dalam keadaan terdegenerasi akan sangat eksplosif hingga
bintang meledak. Bintang akan hancur berantakan. Ledakan bintang ini disebut
Supernova.
Untuk bintang bermassa besar ( >10 M ?), reaksi pembakaran karbon sudah
berlangsung sebelum materi di pusat terdegenerasi. Reaksi pembakaran karbon
berlangsung dengan mantap (tidak eksplosif) demikian juga reaksi-reaksi
berikutnya. Dengan demikian di dalam bintang akan terbentuk aneka inti berat
yang pada akhirnya akan terbentuk inti besi di pusat bintang. Inti besi tidak akan
bereaksi membentuk unsur yang lebih berat. Sebaliknya pada temperatur dan
tekanan yang sangat tinggi, inti besi akan terurai menjadi inti helium. Terurainya
inti besi menjadi helium akan menyerap energi. Akibatnya tekanan di pusat
bintang mendadak turun hingga pusat bintang runtuh dengan dahsyat karena
terhimpit beban yang berat. Keruntuhan pusat bintang membawa lapisan luar
yang masih kaya akan bahan bakar inti ke tempat yang temperaturnya tinggi.
Terjadilah reaksi inti dengan laju yang sangat tinggi. Proses reaksi inti yang
dalam keadaan normal berlangsung ribuan atau jutaan tahun dipercepat hanya
dalam beberapa detik saja. Akibatnya terjadi suatu ledakan nuklir yang maha
dahsyat. Pusat bintang akan runtuh menjadi benda yang sangat mampat
sedangkan bagian luarnya terlontar dengan kecepatan puluhan ribu kilometer per
detik Supernova.
2 ,3
/ -

" & 2" 5,

Pusat bintang yang runtuh tersebut menjadi sangat mampat. Elektron di pusat
bintang akan terhimpitkan sehingga makin dekat dengan inti. Akhirnya banyak
elektron menembus inti. Elektron yang menembus inti ini menyatu dengan proton
membentuk neutron. Akibatnya akan terbentuk gas yang kaya dengan neutron.
Apabila rapat massa gas mencapai 1015 gram per cm3 (satu milyar ton per cm3),
hampir seluruh materi berupa neutron. Pada keadaan yang sangat mampat ini, gas
neutron terdegenerasi. Neutron yang terdegenerasi ini akan memberikan tekanan
balik yang menghentikan pengerutan. Bintang akan mantap dengan radius sekitar
10 km saja, namun massanya menyerupai matahari yang radiusnya 700 000 km.
Teori bahwa bintang neutron terbentuk dari ledakan supernova sudah diajukan
pada tahun 1934 oleh Baade dan Zwicky. Perhitungan teori mengenai struktur
bintang neutron telah dilakukan oleh Oppenheimer dan Volkoff pada tahun 1939.
Bintang neutronnya baru ditemukan pada tahun 1967 oleh seorang mahasiswi
yang bernama Jocelyn Bell. Bintang neutron yang ditemukan Bell ini adalah
bintang neutron yang berputar cepat yang disebut dengan Pulsar (pulsating radio
source). Pulsar ini memancarkan gelombang radio dari kutub magnetnya pada
arah tertentu, sehingga pulsar tampak seperti berdenyut (Dari pengamatan dengan
teleskop radio, pulsar memancarkan sinyal yang berulang dengan irama yang
tetap).

Pada tahun 1967, di tengah nebula kepiting ini ditemukan sebuah pulsar yang
dikenal dengan nama Pulsar Kepiting yang berdenyut dengan periode 0,033 detik.
Bintang yang mengalami keruntuhan gravitasi, medan magnetnya akan ikut
terjerat oleh materi yang termampatkan hingga kekuatannya menjadi berlipat
ganda. Pulsar memancarkan energi dalam bentuk pancaran dwikutub magnet
(magnetic dipole radiation) dan pancaran partikel relativistik.
Dari pembicaraan yang lalu telah kita ketahui bahwa apabila pusat suatu
bintang mengalami keruntuhan gravitasi, maka bagian luar bintang akan terlontar
keluar dengan menghamburkan unsur berat yang dihasilkan oleh reaksi inti di
dalam bintang. Pusat yang runtuh itu bisa menjadi bintang neutron yang diamati
sebagai pulsar. Dari perhitungan teori diperoleh bahwa jika bintang yang runtuh
tersebut massanya lebih dari 3 M , maka tekanan degenerasi elektron dan
neutron tak akan mampu menghentikan keruntuhan gravitasi bintang. Bintang
semakin mampat, medan gravitasi dipermukaannya semakin kuat. Kelengkungan
ruang waktu di sekitar bintang pun semakin besar. Menurut K. Schwarzschild
apabila radius bintang mencapai :
2GM
Rs = 2
c
Maka kelengkungan ruang waktu sudah sedemikian besar sehingga cahaya pun
tak dapat lepas dari pemukaannya. Bintang disebut Lubang Hitam (Black Hole),
sedangkan Rs disebut radius Schwarzschild.

Permukaan bola yang radiusnya sama dengan radius Schwarzschild disebut


event horizon. Di pusat lubang hitam terdapat singularitas, yaitu daerah dimana
hukum-hukum fisika yang ada tidak berlaku karena lingkungannya sangat
ekstrem. Menurut Roger Penroses, walau pun hukum-hukum fisika tidak berlaku
di dalam event horizon, namun tidak berpengaruh pada fisik di luar lubang hitam.
Ringkasan :

&

&
'

5
(

&

'

&
1

E
1

Alur Hidup Matahari

Struktur bintang bermassa besar


(Massa > 10 M ) yang sudah berevolusi lanjut

Batas Chandrasekhar
Massa maksimum bintang katai putih 1,44 M .
Bintang dengan massa lebih besar tidak dapat didukung oleh tekanan
degenerasi elektron
Runtuh (Collapse).
Bintang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di deret utama.Bintang
meninggalkan deret utama bila massa pusat helium telah mencapai 10 15% massa
bintang (batas Schonberg-Chandrasekhar).
Gugus Bintang
'
E - ' 2
+,
'
E - ' "

!
2*
-

2 .
E - ' ,
+- ,
2
E - ' "

' 2*
-

+#A#/

Gugus bintang penting dalam mempelajari evolusi bintang karena meskipun


usia bintang-bintang dalam satu gugus relatif sama (karena terbentuk bersamaan)
tetapi massa masing-masing bintang dalam gugus tersebut berbeda. Hal ini
menyebabkan tingkatan evolusi masing-masing bintang juga berbeda-beda. Dengan
kenyataan ini, para astronom punya cukup banyak sampel untuk mempelajari proses
evolusi suatu bintang dan pengaruh massa terhadap proses evolusi suatu bintang.
Pada gugus yang masih muda, ditemukan materi gas antar bintang melingkupi
bintang-bintang dalam gugus tersebut. Materi antar bintang itu merupakan sisa dari
pembentukan bintang yang masih tertinggal dan berpotensi membentuk bintang baru
lagi. Pada gugus yang tua (pada globular cluster) tidak lagi ditemukan gas antar
bintang di sekitarnya karena semua materi antar bintang sudah dipakai menjadi
bintang. Materi gas antar bintang pada gugus bintang muda umumnya mengandung
unsur-unsur berat yang berasal dari bintang-bintang generasi sebelumnya.
Pulsar
Pancaran gelombang dengan periodisitas tertentu
Pulsar pertama:
*
PSR 0329+54
P = 0.7145 detik
?
B,

Crab Nebula

Sisa ledakan bintang yang terlihat di Cina tahun


1054.
Ditemukan pulsar di dalamnya:
P = 0,033 detik

"'"!

" 0

Review :
1. Evolusi bintang memakan waktu yang sangat lama. Bagaimana para astronom
mempelajari keseluruhan prosesnya tanpa harus menunggu sangat lama ?
2. Gambarkanlah diagram H-R disertai label-label mengenai tahapan evolusi di
dalam diagram tersebut lalu plotlah perkiraan alur hidup dari Matahari !
3. Mengapa bintang paling lama ada di tahap deret utama ?
4. Menurut pengamatan diperoleh bahwa umumnya bintang terbentuk secara
bersamaan, tapi mengapa Matahari berupa bintang tunggal ?
5. Buatlah diagram dari awal pembentukan bintang sampai akhir hayat bintang
disertai keterangan singkat di masing-masing tahapan !

Evaluasi Bab 7
I. Esai
1. Jika suatu bintang punya jari-jari 4 kali jari-jari matahari dan suhu efektif rataratanya 5 kali suhu efektif rata-rata matahari. Hitunglah perbandingan luminositas
bintang tersebut dibandingkan dengan matahari!

2. Lama hidup matahari di deret utama diperkirakan sekitar 9 milyar tahun. Jika ada
bintang yang massanya 8 x massa matahari. Perkirakan lama hidup bintang
tersebut di deret utama !
3. Jika suatu bintang mampu berada di deret utama selama 6 x 108 tahun. Perkirakan
lama hidup bintang tersebut (dari lahir sampai mati) !
4. Apa yang dimaksud dengan gugus bintang? Bagaimana umur gugus bintang dapat
dijelaskan dengan diagram H-R?
5. Sebutkan macam-macam gugus bintang! Gambarkan sketsa diagram H-R untuk
setiap macam gugus bintang tersebut!
6. Mengapa black hole tidak dapat terlihat ? Bagaimana para ahli mendeteksi
keberadaannya?
7. Mengapa setelah hidrogen mulai habis di inti bintang, bintang akan berubah
menjadi raksasa merah?
8. Jelaskan secara singkat mengenai proses evolusi bintang pada tahap awal, deret
utama, dan tahap akhir !
9. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi lamanya bintang tinggal di deret
utama !
10. Apa yang akan terjadi pada Bumi dan semua makhluk yang hidup di atasnya
sekitar lima milyar tahun mendatang saat matahari menjadi bintang raksasa
merah?
11. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi lamanya bintang tinggal di deret
utama ?
12. Misalkan terang sebuah bintang 100 kali lebih terang daripada matahari , tetapi
temperaturnya hanya setengah kali temperatur matahari. Berapakah radius bintang
tersebut dinyatakan dalam radius matahari ?
13. Jika pada suatu gugus bintang ditemukan masih banyak mengandung logam berat,
menurut kamu gugus tersebut termasuk gugus muda atau tua ? Jelaskan !
14. Dalam suatu diagram HR diketahui beberapa percabangan bintang deret utama,
apa yang bisa kamu katakan tentang evolusi bintang pada percabangan kanan
bawah terhadap evolusi pada percabangan kiri atas ?
15. Apakah perbedaan antara bintang bermassa besar dengan bintang bermassa kecil
saat akan meninggalkan deret utama (tinjau dari segi pembangkitan energi di
pusat bintang) ?

16. Menurut kamu bagaimana riwayat akhir bintang bermassa 1 massa matahari ?
17. Apa yang kamu ketahui tentang pulsar? Apa perbedaan pulsar radio dengan pulsar
sinar X?
18. Gambarkan jejak evolusi bintang di diagram H-R. Uraikan secara singkat
peristiwa yang berlangsung pada setiap tahapnya !
19. (a) Star A has a luminosity of 104 times the luminosity of the Sun and a
temperature of about 20,000 K. What color would you expect Star A to be? Is
star A more massive or less massive than the Sun? What is Star A s spectral
class? Briefly,what will the ultimate fate of star A probably be?
(b) Star B is 5000 K and is identified spectroscopically to be a Main Sequence
star. How does the luminosity of Star B compare to that of the Sun? Will Star
B live a shorter or longer lifetime than the Sun? How might we measure the
distance to Star B if it is too far away for parallax? Briefly,what will the
ultimate fate of star B probably be?
(c) Star C is a of temperature 4000 K and luminosity 1000 times that of the Sun.
What type of star is Star C?
(d) Mark Star A,Star B,Star C,and the Sun on the HR diagram below.

20. Ada dua bintang yang sama-sama akan meninggalkan deret utama . Bintang A
mempunyai magnitudo semu yang sama dengan magnitudo semu bintang B.
Kedua bintang tersebut termasuk dalam kelas spektrum yang sama pula. Bintang
A 2 kali lebih jauh dari bintang dari bintang B. Jika diketahui rapat massa bintang
B 500 kali rapat massa bintang A. Tentukan mana bintang yang berumur lebih tua
! Sertakan perhitungan-perhitungan dan analisis data yang Anda lakukan !
21. Sebuah bintang yang adalah sebuah sistem bintang ganda setelah diamati oleh
para astronomer diperoleh data-data sebagai berikut:magnitudo semunya 8,3.
Sudut paralaksnya 0,370. Massanya adalah 0,5 M . max-nya adalah 2318.4 .
Dari data-data tersebut, hitunglah rapat massa bintang tersebut dibandingkan
Matahari !
22. Bagaimana kecenderungan dalam hal diameter bintang versus temperatur
bintang-bintang di deret utama ?
23. Waktu hidup matahari di deret utama adalah 1010 tahun, perkirakan waktu hidup :

a. Bintang raksasa biru dengan luminositas 1000 luminositas dan massa 10


massa matahari
b. Bintang katai dengan massa 0,1 massa matahari dan luminositas 0,001
luminositas matahari
24. Mengapa matahari pada akhir hayatnya tidak dapat menjadi Supenova tipe 1?
Mengapa bintang ganda Centauri tidak dapat menjadi supernova tipe 1? Diketahui
BG Centauri terdiri dari bintang kelas G2 dan K5 dengan separasi 10 AU.
25. Sebuah bintang maharaksasa merah dengan radius 1 AU dan temperatur 3000 K,
bandingkan energi yang dipancarkannya dengan bintang biasa yang memiliki
radius 150.000 km dan temperatur sama.
26. Perhatikan diagram H-R dua buah cluster bintang :

- "

B-V
a. Cluster mana yang terletak lebih jauh ? Jelaskan !
b. Berapa kali lebih jauh dibandingkan cluster yang lainnya ?
c. Cluster mana yang lebih tua ? Mengapa ?
27. Berapa kali lebih terang dari Matahari sebuah bintang deret utama yang massanya
50 kali massa Matahari ? Berapa perbandingan lama waktu ada di deret utama
dibandingkan Matahari ?
28. Apa keuntungan mempelajari diagram H-R sebuah gugus bintang dibandingkan
dengan bintang yang bukan anggota gugus bintang ? Bila bintang-bintang dalam
satu gugus bintang itu memiliki umur yang sama, mengapa dapat dipakai untuk
mempelajari evolusi bintang ?
29. Bukti pengamatan apa yang menyakinkan astronom bahwa Cygnus X-1 adalah
sebuah lubang hitam ? Bagaimana sebuah black hole bisa memberikan pancaran
sinar X ?
30. Sketch the H-R Diagram, and do the following. No explanations needed for this
problem.
a) Draw in the approximate location of a star that is the same temperature as the
Sun but has a much larger size than the Sun. Mark this location with an "A".
b) Draw in the approximate location of a star with twice the size as the Sun but
only half the Sun'
s temperature. Mark this location with a "B".
31. Based on information in the graph below, determine the size (relative to the size
of the Sun) of stars A and B. Show your work. You may answer either with a

Absolute luminosity

numerical ratio or simply like Star A is larger than the Sun or Star B is the same
size as the Sun, etc. Just be sure your answer is unambiguous and clearly marked
(circled).

4
1

Sun
A

1/ 4

12.000

6.000

3.000

Surface temperature

32. Why is the surface of a white dwarf so much hotter than the surface of a main
sequence star with the same mass? If it is so hot, why is it so dim? Do nearby
white dwarfs come from stars which were larger or smaller than the Sun? Why do
you think so?
33. Suppose we continually add mass to a neutron star. What happens to its radius,
and then to the radius of the event horizon of the black hole, as it grows from 2 to
4 solar masses?
34. Explain how one can measure the relative ages of several different star clusters!
35. a. Why are main sequence O stars so rare and M stars so common?
b. Why do expanding stars become cooler?
36. The spectrum of a star reveals that it is a F2III star. What is the approximate
temperature and luminosity of that star? In which evolutionary state is the star?
There are three possibilities, list them. Consider these possibilities; how would
you distinguish between them? What are the next evolutionary states of each of
those stars?
37. What is the Chandrasekhar Limit and why is it important? What kind of matter
does it apply to? What happens if something exceeds it?
38. a. What is the difference between a Supernova I and a Supernova II?
b. What is a nova?
c. What are planetary nebulae?
d. What is the difference in chemical composition of Planetary Nebulae and
Supernovae II?
e. What is the cause for a Supernova?
39. Mengapa bintang neutron berotasi sangat cepat? Agar tidak hancur oleh
gravitasinya sendiri, bintang neutron pastilah memiliki kerapatan/densitas massa
yang sangat besar. Turunkanlah persamaan kerapatan minimum sebuah bintang
neutron yang periode rotasinya T detik !
40. Gaya apakah yang menghentikan pengerutan bintang hingga menjadi white
dwarf? Jika bintang kerdil putih (white dwarf) ini mendapat tambahan massa
melewati batas massa Chandrasekhar, apa yang akan terjadi dengan kestabilan
white dwarf tersebut? Mungkinkah peristiwa penambahan massa ini mungkin

terjadi ? Kalau ya, di sistem seperti apa yang memungkinkannya ? Kalau tidak,
jelaskan mengapa tidak mungkin!
II. Pilihan Ganda
1. Apabila Matahari kita suatu saat menjadi bintang raksasa merah, besaran
manakah yang akan menjadi lebih kecil dari keadaan sekarang ...
A. radiusnya
B. luminositanya
C. persentase heliumnya
D. kerapatan di pusatnya
E. temperatur permukaannya

2. Pada arah yang manakah massa bertambah dalam daerah deret utama (main
sequence) di diagram HR (diagram evolusi bintang)?
A. kiri ( )
B. atas ( )
C. bawah (!)
D. kiri dan atas (
)
E. kiri dan bawah ( !)
3. Pada proses evolusi, bagaimanakah perubahan prosentase kelimpahan unsur
dalam kandungan Matahari berikut :

A. Prosentase hidrogen meningkat


B. Prosentase helium meningkat
C. Prosentase oksigen meningkat
D. Prosentase helium menurun
E. Prosentase hidrogen, dan oksigen meningkat, tetapi prosentase helium
menurun
4. Bintang-bintang masif memulai kala hidupnya sebagai objek :
A. Lubang hitam
B. Bintang neutron
C. Bintang katai putih
D. Nebula
E. Bintang raksasa merah
5. Pulsar adalah
a) black hole yang berotasi
b) bintang netron yang berpasangan bintang raksasa
c) bintang yang baru lahir
d) bintang dengan pulsa radio yang beraturan
e) semuanya benar
6. Supernova adalah ...
a) bintang baru lahir

b) bintang meledak
c) bintang berdenyut
d) bintang bergerak dengan kecepatan tinggi
e) bintang berselubung debu
7. Supernova
a) dapat diamati sebagai bintang pada siang hari bila posisi dekat dengan Bumi
b) dapat diamati dengan teleskop pada galaksi yang sangat jauh
c) dapat terjadi di galaksi luar
d) bisa terjadi di Galaksi Bima Sakti
e) semuanya benar
8. A pulsar is actually a :
A. black hole
B. white dwarf
C. red giant
D. neutron star
E. main sequence star
9. If two different stars were to form at the same time in different locations, with one
star three times as massive as the other, how would their lifetimes compare?
A. The less massive star would outlive the more massive one.
B. The more massive star would outlive the less massive one
C. Both stars would have the same lifetime.
D. Impossible to compare both stars, because they form in different locations.
E. Impossible to tell from the information given.
10. Which stage in a star'
s life is the longest?
a. main sequence stage
b. asymptotic giant branch stage
c. horizontal branch stage
d. protostar stage
e. red giant stage
11. What is the end state of a solar mass main sequence star?
A. planetary nebula " white dwarf
B. supernova " white dwarf
C. passive burning of star " white dwarf
D. supernova " neutron star or black hole
E. planetary nebula " neutron star
12. Where do elements heavier than iron come from?
A. fusion in the core of a low or high mass star
B. fusion in the core of a high mass star
C. fission in the core of a high mass star
D. fusion allowed by the tremendous energies of supernovae
E. the initial nucleosynthesis of the Big Bang
13. Where do stars generally form?
A. in hot emission nebula
B. by blackholes
C. very close to hot active stars
D. very close to supernovae
E. in regions where there are dense gas, cool clouds

14. Explain why nuclear fusion takes place only in the centers of main sequence stars
rather than on their surfaces as well.
A. Pressures are only high enough in the center.
B. Densities are only high enough in the center.
C. Opacities are only high enough in the center.
D. The nuclear fuel is only in the center.
E. None of these
15. Which of the following is not an assumption made in the study of star clusters:
A. all the stars are at the same distance
B. all the stars formed at the same time
C. all the stars have the same chemical composition
D. all the stars have the same mass
E. all the above are assumed to be true
16. Which of the following occurs during and after the phase of the hydrogen burning
shell?
A. the core shrinks until the star becomes a white dwarf
B. the helium flash occurs
C. the core temperature decreases while the envelope temperature increases
D. the star becomes a supernova
E. the envelope expands and cools, and the star becomes a red giant.
17. The main sequence turn-off is useful in determining a cluster'
s
A. mass
B. age
C. distance
D. apparent magnitude
E. velocity
18. An important difference between the evolution of a massive star and a 1-solarmass star is
A. the massive star does not have a long main-sequence phase
B. the massive star does not have periods when it has hydrogen-burning or
helium-burning shells
C. the massive star does not have a red giant phase
D. the massive star does not go through a wide range of temperatures over its
evolution
19. On an H-R diagram of a cluster of stars ...
A. older stars will be more highly evolved than younger stars
B. stars off the main sequence will be more massive stars
C. all stars will be found on the main sequence
D. the main sequence will be shifted up or down depending on the mass of the
cluster
20. As a one solar mass star evolves to the red giant stage ...
A. its surface temperature and its luminosity increase.
B. its surface temperature and its luminosity decrease.
C. its luminosity decreases and its surface temperature increases.
D. its luminosity increases and its surface temperature decreases

21. When a star exhausts its hydrogen, it


A. becomes hotter and brighter.
B. becomes cooler and brighter.
C. becomes hotter and fainter.
D. becomes cooler and fainter
22. The fusion of helium to carbon in a star'
s core ...
A. only takes place during the helium flash
B. requires higher temperatures than the fusion of hydrogen to helium since nuclei
with greater numbers of protons repel each other more strongly
C. doesn'
t require as high a temperature as does the carbon cycle, since greater
mass nuclei repel each other less strongly
D. causes the star'
s core to become degenerate
23. Giant and super giant stars are rare because ...
A. they do not form as often as main-sequence stars
B. the giant and super giant stage is unstable
C. the giant and super giant stage is very short compared to the main sequence
stage
D. helium is very rare
24. Which of the following lists the stages in a star'
s life in correct order?
A. main sequence, proto star, white dwarf, red giant.
B. proto star, red giant, main sequence, white dwarf.
C. proto star, main sequence, white dwarf, red giant.
D. white dwarf, proto star, main sequence, red giant.
E. proto star, main sequence, red giant, white dwarf
25. Which one of the following is true about two stars of different mass?
A. the more massive star survives longer because it has more fuel
B. the less massive star survives longer because it actually has more usable
hydrogen in its core
C. the less massive star survives longer because it uses a different chain reaction
chain than the more massive one
D. the less massive star survives longer because it uses its fuel at a slower rate
26. Star a and star b compose a visual binary star. Star a is a white dwarf with a mass
of 1.2 solar masses. Star b is a main sequence star with a mass 2 times the sun'
s.
Which of the following is true?
A. star a is older than star b
B. star a must be less massive now than it once was
C. star a will eventually explode as a supernova
D. the mass measurement must be wrong
27. The properties of a star at any given age depend completely upon the star'
s
A. luminosity and radius
B. mass and luminosity
C. mass, chemical composition and radius
D. mass and chemical composition
28. When a one solar mass star has burned all the helium in its core
a) it collapses into a black hole.
b) it blows off its outer layers to form a planetary nebula and becomes a white
dwarf.

c) it explodes in a supernova and leaves nothing behind.


d) it begins burning carbon in its core.
e) None of the above.
29. When a one solar mass star dies, it leaves a corpse that is
a) a spinning neutron star.
b) a black hole.
c) a brown dwarf planet.
d) a white dwarf.
e) None of the above
30. A planetary nebula is
a) the expanding shell of gas from a Type II supernova.
b) the expanding shell of gas from a Type Ia supernova.
c) the expanding shell of gas thrown off during the last stages of life of a low
mass star (core mass less than 1.4 solar masses).
d) the material from planets that are destroyed during a Type II supernova.
e) None of the above.
31. A planetary nebula is formed when
a) a massive star explodes in a supernova.
b) a GMC contracts to form a protostar.
c) a brown dwarf star stops fusing hydrogen into helium.
d) a star like our sun reaches the end of its life.
e) None of the above.
32. The Chandrasekhar limit is
a) the maximum mass of a white dwarf star.
b) the minimum mass of a white dwarf star.
c) the maximum mass of a neutron star.
d) the maximum mass of a blackhole.
e) None of the above.
33. A white dwarf star is composed of
a) pure neutrons.
b) elements heavier than iron.
c) a degenerate electron gas of mostly carbon and oxygen.
d) a degenerate electron gas of hydrogen.
e) None of the above.
34. If a star is born with a mass 4 times the mass of the sun, when it becomes a white
dwarf its mass is
a) just barely less than 4 solar masses.
b) exactly the same.
c) greater than 4 solar masses.
d) much less than 4 solar masses.
e) None of the above.
35. When a massive star (core mass >1.4 solar masses) nears the end of its life
a) the core is composed of a degenerate electron gas of helium.
b) the core continues to burn hydrogen to the very end.
c) the core is composed of super heavy elements heavier than uranium.
d) the core becomes layered with iron in the center and layers of silicon, oxygen,
carbon and helium as you move outward.

e) None of the above.


36. In a supernova, the process of combining electrons and protons to form neutrons
is called
a) electron liberation.
b) neutrino decay.
c) neutron capture.
d) reverse beta decay.
e) None of the above.
37. A Type II supernova occurs for
a) a lone white dwarf.
b) a black hole.
c) a low mass red dwarf.
d) a massive red or blue supergiant.
e) None of the above.
38. In a Type II supernova, most of the energy is carried away by
a) the neutrinos produced when the electrons and protons in the core add to form
neutrons.
b) the expanding shell of gas that was the outermost layers of the star.
c) the neutrons produced in the initial collapse.
d) the electrons that are blown outward by the initial explosion.
e) None of the above.
39. Elements heavier than iron are produced
a) in the core of red dwarf stars on the main sequence.
b) in the core of white dwarf stars.
c) during supernovas.
d) in the core of stars like our sun on the main sequence.
40. A Type Ia supernova occurs for
a) a black hole.
b) a low mass red dwarf.
c) a star on the main sequence.
d) a white dwarf in a binary system.
e) None of the above.
41. Type Ib and Type Ic supernovae occur for
a) white dwarf stars in a binary system.
b) blue supergiants that have had some or all of their outer layers removed by
earlier processes.
c) red supergiants with all of their outer layers intact.
d) main sequence stars.
42. A supernova remnant is
a) the expanding shell of gas thrown off during the last stages of life of a low
mass star (core mass less than 1.4 solar masses).
b) the material from planets that are destroyed during a Type II supernova.
c) the expanding shell of debris from a supernova (Type Ia, Ib, Ic or II).
d) the spinning neutron star left behind after a type Ib, Ic or II supernova.
e) None of the above.
43. When a star with a core mass of 1.4 to 3 solar masses dies, its corpse is

a) a neutron star.
b) a black hole.
c) a planet.
d) a white dwarf.
e) None of the above.
44. A neutron star is composed of
a) a degenerate electron gas of carbon.
b) a degenerate electron gas of helium.
c) a degenerate neutron gas.
d) a degenerate proton gas.
e) None of the above.
45. A pulsar is a
a) slowly rotating black hole.
b) rapidly rotating neutron star.
c) a dying white dwarf.
d) a new born star (a ZAMS).
46. The maximum mass of a neutron star is
a) about 2 3 solar masses.
b) 1.4 solar masses.
c) about 10 solar masses.
d) less than 0.5 solar masses.
e) None of the above, there is no limit to the mass of a neutron star.
47. The magnetic field of a new neutron star is
a) about the same strength as the average field on the sun.
b) about the same as the average field on the earth.
c) about the same as the field in a sunspot.
d) about a trillion times the strength of the average field on the sun.
48. A pulsar pulses because
a) the star is undergoing rapid increases and decreases in its surface temperature
and diameter.
b) the fusion process at the surface of the star is turning on and off at a rapid rate.
c) the light from the star is being emitted from the magnetic poles of the star
that are rotating around at a rapid rate.
d) the light from the star is turning on and off at a rapid rate for some unknown
reason.
49. The density of matter in a neutron star is
a) about the same as the density of lead on the earth.
b) about the same as the density of matter in a white dwarf star.
c) less than the density of normal matter on the earth.
d) about one hundred trillion times the density of water on earth.
50. The internal structure of a neutron star is
a) solid throughout with a uniform density.
b) solid at the surface with layers of superfluid neutrons and superconducting
protons.
c) superfluid neutrons throughout with a uniform density.
d) layered with iron in the center and layers of silicon, oxygen, carbon and helium
as you move outward.

51. A glitch is
a) a sudden decrease in the period of rotation of a pulsar.
b) a sudden increase in the diameter of a pulsar.
c) a sudden increase in the luminosity of a pulsar.
d) a sudden increase in the surface temperature of a pulsar.
e) None of the above, its a computer error.
52. An isolated pulsar spins down because
a) the pulsar radiates energy which comes out of the spin of the star.
b) the pulsar is being slowed by matter falling onto its surface.
c) the pulsar is being slowed by collisions with other neutron stars.
d) Isolated pulsars do not spin down, they spin-up (rotate faster).
53. A millisecond pulsar is one that
a) has spun down to a period of millions of seconds.
b) has spun up to a period of thousandths of a second by accreting mass from a
companion star.
c) has maintained its period exactly for millions of years.
d) has spun up to a period of days by radiating energy out along the poles of its
magnetic field.
54. An x-ray burster is
a) a blast of x-rays coming from the collapse of a white dwarf star that exceeds
the Chandrasekhar limit.
b) a blast of x-rays coming from a helium flash occurring at the surface of a
neutron star.
c) a blast of x-rays coming from a hydrogen flash occurring at the surface of a
white dwarf star.
d) a blast of x-rays coming from the collapse of a neutron star that exceeds its
mass limit.
e) None of the above, there are no such things in the universe.
55. A blackhole is
a) the remnant of a burnt-out one solar mass star.
b) the remnant of a burnt-out 2 solar mass star.
c) the remnant of a burnt-out 0.5 solar mass star.
d) a stellar remnant which is so compact that not even light can escape.
e) the remnant of interstellar dust that failed to be star
56. The event horizon of a black hole is
a) the distance from a black hole where the escape velocity equals the speed of
light.
b) the instant in time when the star collapses into a black hole.
c) the size of the star before it collapses into a black hole.
d) the curvature of space near a black hole.
e) None of the above.
57. Matter falling into a black hole emits in x-rays because
a) it is heated to very high temperatures by friction due to the very high velocities
it is accelerated to.
b) it is passing through regions of space where time is slowed down due to the
extreme curvature of space-time.
c) the black hole is emitting in gamma rays which are absorbed by the matter and
then re-emitted in x-rays.

d) the matter is annihilated as it crosses the event horizon of the black hole.
58. The Hertzsprung-Russell diagram is a plot of ...
a. apparent brightness against distance for stars near to the Sun.
b. apparent brightness against intrinsic brightness of a group of stars.
c. luminosity against mass of a group of stars.
d. absolute magnitude (or intrinsic brightness) against temperature of a group of
stars
59. How do massive stars normally end their lives?
a. They explode.
b. They gradually shrink to the size of the Earth.
c. We don'
t know, since their lifetimes are longer than the age ofthe universe.
d. They collapse and become black holes.
60. The characteristics of an open cluster of stars are ...
a. many thousand members, of different ages.
b. a few hundred members, often very young and still embedded in the gas and
dust from which they were formed.
c. hundreds of thousands of members, all very old, and no or very little interstellar
gas and dust.
d. a few dozen members, the remnant of a globular cluster of stars from which
most of the members have escaped.
61. Which part of the Hertzsprung-Russell diagram is occupied by protostars?
a. to the right of the main sequence
b. to the left of the main sequence
c. a band running from upper left to lower right
d. a band running from upper right to lower left
62. Which of the following important components does a planetary nebula contribute
to the interstellar medium?
a. Rotational motion from the original star, which serves to concentrate
interstellar matter into new stars and planetary systems.
b. New hydrogen nuclei, replenishing those that are lost when stars form.
c. UV light that photo-ionizes hydrogen. This hydrogen, upon recombination,
produces the red Balmer-a light by which we see interstellar emission nebulae.
d. The nuclei of heavy elements, major components of planets such as our own.
63. From observations of supernova explosions in distant galaxies, it is predicted that
there should be about 5 supernovae per century in our galaxy, whereas we have
seen only about 1 every 300 years from Earth. Why is this?
a. Most supernovae occur within the Milky Way, which can be seen only from the
southern hemisphere where there have been very few observers until recently.
b. Most supernovae occur in the galactic plane where interstellar dust will have
hidden them from our view.
c. The majority of stars in our galaxy are old, well beyond the supernova stages of
evolution.
d. The majority of supernovae produce no visible light, only radio and x-ray
radiation, which we have only been able to observe for the past 3 decades.
64. After the material in the core of a massive star has been converted to iron by
thermonuclear reactions, further energy can be released to heat the core ONLY by
...

a. thermonuclear fusion of iron into heavier elements.


b. the absorption of neutrinos.
c. nuclear fission or splitting of nuclei.
d. gravitational contraction.
65. Why are black holes named black holes?
a. No light or any other electromagnetic radiation can escape from inside them.
b. They emit a perfect blackbody spectrum.
c. Their only spectral lines are in the radio and infrared.
d. All of their electromagnetic radiation is gravitationally redshifted to the
infrared, leaving no light in the optical region.
66. What is the likely final fate of a star whose mass is 15 solar masses after it has
finished its nuclear burning phases?
a. It will immediately split into two and become a binary star system.
b. It will condense to the point where it is composed completely of neutrons, the
degeneracy of which will prevent further shrinkage.
c. The degeneracy of the electrons within the star will prevent collapse below the
diameter of a white dwarf.
d. It will collapse and become a black hole.
67. If you were to enter the event horizon of a black hole, ...
a. you could avoid the singularity by going into orbit around it, but you could
never move outward again from any particular orbit.
b. there would be nothing you could do to prevent yourself from falling directly
into the singularity at the center.
c. you could, with a powerful rocket, move outward within the black hole (thereby
avoiding the singularity until your fuel ran out), but you could never escape
back out through the event horizon.
d. you could escape again provided the black hole is spinning.
68. When a compact star (white dwarf, neutron star or black hole) exists in a binary
system with a very close companion ordinary star,
a) the ordinary star will explode because of intense gravity
b) mass from the companion may be gravitationally attracted to form a hot
accretion disk around the compact star
c) a radio pulsar always results
d) the ordinary star is reborn as a protostar
e) the two stars will merge to form a quasar
69. A nova outburst is caused by a nuclear explosion
a) in the core of a red giant
b) in a sunspot
c) on the surface of a white dwarf in a binary star system
d) within the Schwarzschild radius of a massive black hole
e) on a planet orbiting a white dwarf
70. A black hole is
a) an old white dwarf star that has cooled off and shrunk
b) a dense object whose gravity can capture light
c) another name for a black body radiator
d) a pulsar with a mass less than 1.4 solar masses
e) the center of a sunspot

71. H-R diagram


a. Gas and dust material that lies in between stars in the disk of our Galaxy and
other spiral galaxies.
b. The final stage in the life of a massive star when it exhausts all nuclear fuels,
implodes, followed by an explosion of most of the stars mass resulting in
sharp increase in intrinsic brightness.
c. The limiting surface surrounding a black hole inside of which nothing can
escape and thus it represents the last communication point with spacetime
outside.
d. Diagram for stars in which the star'
s luminosity, or its equivalent, is plotted
against the star'
s surface temperature, or its equivalent, and conveys
information about the structure and evolution of stars.
72. In astronomical terms, planetary nebulae are
A. very long-lived objects, having been in existence since just after the Big Bang
at the beginning of the Universe.
B. relatively short-lived, existing around the central white dwarf star for millions
of years before slowly spreading into space.
C. very short-lived, with lifetimes of about 50,000 years.
D. relatively long-lived, since they form when the original stars form and remain
as slowly rotating shells for the whole of their lifetimes of several billion
years.
73. Protostars are
A. stars made almost entirely out of protons.
B. old stars, contracting after using up all of their available hydrogen fuel.
C. very young objects, still contracting before becoming true stars.
D. objects with masses less than about 0.08 solar masses, which do not have
enough mass to become true stars.
74. The characteristics of an open cluster of stars are
A. a few dozen members, the remnant of a globular cluster of stars from which
most of the members have escaped.
B. a few hundred members, often very young and still embedded in the gas and
dust from which they were formed.
C. hundreds of thousands of members, all very old, and no or very little
interstellar gas and dust.
D. many thousand members, of different ages.
75. In the Hertzsprung-Russell diagram, how does the position of a typical star
change while it is at the main sequence phase of its evolution?
A. A star'
s position on the main sequence is determined only by its mass and not
its age, and so, stars do not move along the main sequence during evolution.
B. Massive stars (4 solar masses) move toward the upper left as their luminosity
increases, while lower-mass stars move toward the lower right as their
temperature decreases.
C. Stars move from upper right to lower left while they are on the main sequence.
D. Stars move from upper left to lower right while they are on the main sequence.
76. What is happening in a star that is on the main sequence on the HertzsprungRussell diagram?
A. The star is slowly shrinking as it slides down the main sequence from top left
to bottom right across the H-R diagram.
B. The star is generating internal energy by hydrogen fusion.

C. Stars that have reached the main sequence have ceased nuclear "burning" and
are simply cooling down by emitting radiation.
D. The star is generating energy by helium fusion, having stopped hydrogen
"burning".
77. How is the length of a star'
s lifetime related to the mass of the star?
A. The lifetimes of stars are too long to measure, so it is not known how (or if)
their lifetimes depend on mass.
B. A star'
s lifetime does not depend on its mass.
C. Lower-mass stars run through their lives faster and have shorter lifetimes.
D. Higher-mass stars run through their lives faster and have shorter lifetimes.
78. The characteristics of red supergiant stars are
A. brightness of 10,000 Suns and a diameter of about Mars'orbit.
B. brightness of the Sun and size of about Mercury'
s orbit.
C. brightness of about 1 million Suns and a diameter of the whole solar system.
D. brightness of about 10,000 Suns and a diameter of 1/10 of that of the Sun.
79. What is the last nuclear burning stage in the life of a low-mass star like the Sun?
A. Fusion of helium nuclei to form carbon and oxygen.
B. Fusion of oxygen nuclei to form sulfur.
C. Fusion of hydrogen nuclei to form helium.
D. Fusion of silicon nuclei to form iron.
80. If you want to find stars that are just being born, where are the best places to
search?
a. in HII regions
b. in giant molecular clouds
c. in regions of ultra-hot interstellar hydrogen gas
d. in the disks around massive stars that were just recently formed
81. Why is it so difficult for astronomers to see new stars in the process of birth?
a. birth happens very quickly, so it is hard to "catch" stars "in the act"
b. most stars are born inside dusty clouds, which block any light that may be
coming from the stars
c. the size of a newly forming star is typically quite small and thus hard to make
out
d. protostars which are not yet doing fusion do not give off a lot of visible light
e. all of the above
82. Why do all stars spend most of their lives on the main sequence?
a. because the neutrinos created inside the Sun do not carry any energy away with
them
b. because during this stage the star contracts from enormous size to a relatively
small ball; this takes a long time
c. because the fuel for energy production in this stage of the star'
s life is
hydrogen; and that is an element every star has lots and lots of
d. because in this stage, the processes inside the star do not generate any energy;
thus the star can continue in this stage indefinitely
e. this is an unsolved problem in astronomy, which is an important project for the
world'
s largest telescopes to work on
83. When the outer layers of a star like the Sun expand, and it becomes a giant, which
way does it move on the H-R diagram?
a. toward the upper right

b. toward the upper left


c. toward the lower right
d. toward the lower left
e. it moves horizontally, but stays on the main sequence
84. Which of the following statements about open clusters of stars is FALSE?
a. they typically contain more mass than any other type of cluster
b. their diameters are typically about 30 LY across
c. they are found mostly in the disk of our Galaxy
d. they are often associated with regions of interstellar matter (gas and dust)
e. they can contain stars of a wider range of ages than other types of star groups
85. When stars become giants, which of the following does NOT usually happen?
a. their outer envelopes expand significantly
b. they lose a significant amount of mass from their outside layers
c. their surface temperatures become lower than before
d. their overall luminosities increase
e. their mass grows significantly as they incorporate planets and interstellar matter
near the star
86. Really massive stars differ from stars with masses like the Sun in that they
a. go through all the stages of their lives more slowly
b. do not really go through a main sequence stage in their lives
c. can fuse elements beyond carbon and oxygen in their hot central regions
d. are no longer forming in the Galaxy; they only formed very early in the
Galaxy'
s history
e. are significantly less luminous after the main sequence stage is over
87. Which of the following statements about Supernova 1987A is FALSE?
a. it exploded relatively close to us, in a spiral arm of the Milky Way Galaxy
b. it was only visible from the Southern Hemisphere of the Earth
c. astronomers believe it was the explosion of a star that was originally a massive
type O
d. neutrinos from the explosion were actually detected on Earth
e. it was observed with instruments in space as well as on the ground
88. A team of astronomers discovers one of the most massive stars ever found. If this
star is just settling down in that stage of its life where it will be peacefully
converting hydrogen to helium in its core, where will we find it on the H-R
diagram?
a. among the supergiants, in the upper right
b. a little bit below the Sun on the main sequence
c. among the most brilliant of the white dwarfs, in the lower left
d. near the very top of the main sequence, in the upper left
e. it could be anywhere on the diagram; we would need more information to
determine its place
89. A star like the Sun which will soon die is observed to be surrounded by a large
amount of dust and gas--all material it has expelled in the late stages of its life. If
astronomers want to observe the radiation from such a giant star surrounded by its
own debris, which of the following bands of the spectrum would be the best to use
to observe it?
a. gamma-rays
b. x-rays

c. ultraviolet
d. infrared
e. very long wavelength radio waves
90. What is the source of energy in a protostar?
A. Hydrogen fusion to helium.
B. Uranium fission to lighter elements.
C. Gravitational contraction.
D. A variety of chemical reactions.
E. None of these.
91. Which of the following occurs during and after the phase of the hydrogen burning
shell?
A. the core shrinks until the star becomes a white dwarf
B. the helium flash occurs
C. the core temperature decreases while the envelope temperature increases
D. the star becomes a supernova
E. the envelope expands and cools, and the star becomes a red giant.
92. If black holes exist, we might expect them to form
A. from stars that slowly cool off, becoming a cinder
B. from stars whose cores are too massive to allow a neutron star to form when
the core collapses
C. from solar-type stars when they stop giving off light
D. from neutron stars that are less massive than white dwarf stars
93. When hydrogen burning in the core stops, the core contracts and heats up again.
Why doesn'
t hydrogen burning start again?
A. Because helium starts to burn.
B. Because there is no more hydrogen in the core.
C. Because the star becomes a red giant.
D. Because the star becomes a white dwarf.
E. None of these.
94. In view of current theories about supernovae and pulsars, which of the following
observations indicates that the Crab pulsar is young?
A. The Crab is rotating the most rapidly of all known pulsars, and since pulsars
slow down with age, it must be the youngest.
B. Since we believe the Crab was formed in the supernova explosion of 1054
C.E., this association shows it to have a relatively young age.
C. The Crab nebula is the most compact supernova remnant that is known,
indicating it has not had enough time to expand far.
D. All of these.
E. None of these.
95. Which of the following is NOT a characteristic that differentiates novae from
supernovae?
a. More energy is released in a supernova than in a nova.
b. Supernova explosions involve most or all of the star, whereas in novae, only
the outer part of the star explodes.
c. Novae occur more frequently than supernovae.
d. Supernovae are only seen to occur in binary star systems.

96. A crucial role that supernovae play in the scheme of cosmic evolution is that
A. supernovae are the only source of neutrons
B. some elements heavier than iron are believed to be manufactured chiefly in
supernovae
C. supernovae serve to disperse gas around the galaxy so that new stars can form
D. supernovae are a major source of light in most galaxies
E. supernovae have always been considered as omens that govern the affairs of
man
97. When the sun goes from the main sequence to the red giant stage
A. the core gets hotter and the surface gets hotter
B. the core gets hotter and the surface gets cooler
C. the core gets cooler and the surface gets hotter
D. the core gets cooler and the surface gets cooler
98. Which of the following stars is probably the oldest?
A. a main sequence star ten times more massive than the sun
B. a main sequence star the same mass as the sun
C. a red giant star ten times more massive than the sun
D. a red giant star the same mass as the sun
99. As a star becomes a red giant its core contracts because
A. the temperature is decreasing
B. the star is getting larger
C. no energy source is available to support it
D. the electrons are not yet rigid
100. A compelling reason for stating that a hot, bright star must be relatively young is
that such a star
A. is giving out enough light to illuminate its birth processes
B. is using up fuel at a great rate and cannot exist for long
C. is bright because of friction with other bodies in the region from which it came
D. is pulsating
-- 0 --

Bab 8
Fisika Bintang
Tekanan dan Temperatur
Model bintang yang sederhana dapat dibuat dengan mengandaikan bahwa
bintang merupakan benda tunggal (jauh dari efek gravitasi benda lain), tidak berotasi
dan tidak ada pengaruh medan magnet. Bintang sepenuhnya terikat oleh gaya
gravitasinya sendiri dan strukturnya bersifat simetri bola. Dalam keadaan sebenarnya
struktur bintang berubah secara lambat karena bintang berevolusi, tetapi perubahannya sangat lambat sehingga setiap saat dapat dianggap bintang berada dalam keadaan
setimbang.
Salah satu kesetimbangan yang menjamin kemantapan bintang adalah
kesetimbangan hidrostatik. Dalam kesetimbangan hidrostatik, gaya berat lapisan luar
pada setiap titik di dalam bintang diimbangi oleh tekanan dari dalam.
Persamaan kesetimbangan hidrostatis :

dimana M(r) = massa yang terkandung dalam


jejari r

Gas Ideal
Dalam suatu gas ideal, molekul atau atom gas dapat dianggap sebagai titiktitik partikel yang bervolume nol ; interaksi antar partikel dianggap tidak ada. Makin
renggang suatu gas dan makin tinggi temperaturnya, keadaan gas ideal makin
didekati. Di dalam bintang, temperaturnya sangat tinggi sehingga materi di pusat
bintang dapat dianggap sebagai gas ideal.
Dalam hal ini tekanan gas adalah :
Pgas = N k T
N : jumlah partikel bebas per satuan volume/rapat partikel
K = tetapan Boltzman = 1,380 x 10-16 erg/K
T = temperatur ( dalam Kelvin )
Berat Molekul
Tinjau suatu gas yang terdiri dari suatu unsur.
Rapat massanya adalah : = N mp.
mp = massa setiap partikel mp = H.
= berat molekul atau atom (massa partikel dalam satuan massa hidrogen)
H = massa 1 atom hidrogen = 1,673 x 10-24 gram.
Jadi : = N mp = N H

N=

Persamaan gas ideal dapat ditulis : P = NkT =

k
T
H

Gas adalah campuran berbagai unsur.


N = jumlah partikel bebas per satuan volume
Partikel bebas = setiap atom, ion maupun elektron bebas

Jika suatu atom netral : elektron terikat pada inti 1 partikel


Tetapi, jika atom tersebut terionisasi maka menjadi 2 partikel
elektron dan ion
lainnya.
k
Jika gas merupakan campuran berbagai unsur : P = __ T
H
= berat molekul rata-rata
__
1
1
=
=
3
1
1 3
1
2X + Y + Z
+ X+ Y
4
2
2 2
4
X = fraksi massa Hidrogen, Y = fraksi massa Helium, Z = fraksi massa unsur berat
lainnya; X + Y + Z = 1
Bila seluruh gas hidrogen : = 1
Bila seluruh gas adalah unsur berat : = 2
Keadaan di Matahari
Untuk menyederhanakan persoalan, diandaikan rapat massa untuk seluruh matahari
konstan dan harganya dituliskan sebagai .
__
4
Sehingga : M (r ) = r 3
3
Untuk matahari : r = 1,4 gram cm-3 dan R = 7 x 1010 cm.
__

Maka diperoleh : Pm =

G ( ) 2 R 2
2

Dari persamaan gas ideal : P =


Nilai

k
__

= 1 x 109 atm.

Tm =

HPm
= 4 x 106 K
k

= karena matahari sebagian besar terdiri dari Hidrogen.

Pembangkit energi
Telah kita ketahui bahwa Matahari setiap detik memancarkan energi sebesar : L
= 3,86 x 1033 erg/s. Energi yang dibangkitkan oleh Matahari dalam sedetik ini sama
dengan energi yang dibangkitkan oleh semua pembangkit energi buatan manusia
sekarang selama beberapa juta tahun.
Di Bumi ditemukan fosil yang berumur sekitar 3 milyar tahun. Hal ini berarti 3
milyar tahun yang lalu di bumi telah ada kehidupan dan luminositas Matahari tidak
berbeda jauh dengan sekarang. Dengan menganggap L konstan selama 3 milyar
tahun, dan umur Matahari tidak lebih dari 3 milyar tahun, maka jumlah energi total
yang telah dipancarkan matahari adalah : 4 x 1050 erg/s. Patut kita pertanyakan
darimanakah sumber energi Matahari yang bisa menghasilkan energi yang sangat
besar itu selama jangka waktu yang panjang.
Beberapa teori yang diajukan :
1. Pengerutan gravitasi
Helmholtz (abad ke-19) mengajukan teori bahwa bintang termasuk matahari
memancarkan energi akibat pengerutan gravitasi. Bagian luar bintang mengkerut
akibat tarikan gravitasi bagian dalamnya. Untuk menjelaskan teori Helmholtz ini,
akan kita gunakan Teorema Virial. Menurut Teorema Virial, setengah energi
potensial gravitasi bintang diubah menjadi energi termal (energi kinetik partikel di
dalam bintang) dan setengahnya lagi dihamburkan keluar sebagai pancaran.
Tetapi setelah penelitian lebih lanjut terbukti pengerutan gravitasi tidak
memberikan energi yang cukup besar seperti yang diperkirakan. Kesimpulannya :
pengerutan gravitasi bukan sumber pembangkit energi Matahari atau bintang,

tetapi pada awal terbentuknya Matahari dan bintang lainnya proses ini memegang
peranan penting.
2. Reaksi inti
Kemungkinan lain untuk menjelaskan pembangkitan energi dalam Matahari
dan bintang adalah reaksi inti. Agar dua inti dapat melakukan interaksi, energinya
harus cukup besar untuk dapat mengatasi gaya tolak-menolak Coulomb. Jadi,
diperlukan temperatur yang sangat tinggi.
Di dalam bintang dan juga di dalam Matahari, temperaturnya dapat mencapai
beberapa juta derajat. Pusat bintang merupakan tempat yang baik untuk
berlangsungnya reaksi inti. Tetapi energi termal rata-rata partikel di inti masing
kurang dibandingkan enrgi penghalang potensial, enrgi yang mencegah terjadinya
reaksi inti.
Berdasarkan Hukum Distribusi Energi Maxwell-Boltzmann, kemungkinan ada
sejumlah inti yang mempunyai energi jauh diatas harga rata-rata hingga mencapai
atau bahkan melampaui energi potensial Coulomb. Akan tetapi jumlah inti ini
sedikit sekali sehingga reaksi inti yang dihasilkan tidak cukup berarti.
Pada tahun 1928 Gamov menunjukkan bahwa berdasarkan teori kuantum,
masih terdapat kemungkinan terjadi interaksi antara inti yang energinya lebih
rendah dari energi potensial Coulomb. Peristiwa ini disebut efek terowongan,
karena inti seolah-olah melewati penghalang potensial Coulomb melalui suatu
terowongan.
Pada reaksi inti, empat inti atom hidrogen bergabung membentuk satu inti
atom Helium.Dari perhitungan, diperoleh ada selisih massa antara jumlah massa 4
atom hidrogen dan 1 atom helium. Perbedaannya sekitar 0,02866 sma. Massa
yang hilang ini diubah menjadi enrgi sesuai hubungan massa-energi Einstein
E = m c2. Kalau kita hitung dengan rumus ini, maka energi yang dibebaskan
oleh setiap reaksi adalah 26,73 MeV.
Di Matahari setiap detiknya terjadi pemakaian hidrogen sebesar 4,26 juta
metrik ton. Pada saat ini diperkirakan umur Matahari adalah sekitar 5 milyar
tahun. Jadi selama 5 milyar tahun matahari telah kehilangan massa sebesar : 6,5 x
1029 gram atau hanya 0,03% dari massanya sekarang.
Dari pembicaraan kita ini, jelas bahwa reaksi inti yang mengubah hidrogen
menjadi helium merupakan sumber energi yang cukup melimpah untuk
menerangkan pembangkitan energi dalam Matahari dan juga dalam bintang
lainnya. Untuk bintang yang evolusinya telah lanjut, reaksi inti lain yang
melibatkan unsur yang lebih berat dari hidrogen akan memegang peranan penting.
Reaksi inti yang mengubah hidrogen menjadi helium dalam Matahari berlangsung
melalui suatu rangkaian reaksi yang disebut reaksi proton-proton. Dalam reaksi
ini enam buah inti hidrogen diubah menjadi satu inti helium, dua inti hidrogen,
neutrino dan energi. Walaupun dalam setiap reaksi enam inti hidrogen digunakan,
tetapi setelah reaksi dua inti hidrogen akan dikembalikan. Jadi reaksi inti ini pada
hakekatnya adalah mengubah 4 inti hidrogen menjadi 1 inti helium ditambah
neutrino dan energi. Reaksi penggabungan inti hidrogen membentuk inti helium
disebut reaksi pembakaran hidrogen.

Reaksi proton proton


1.

1H

+ 1H

+ elektron
3. 1H1 + 1H2
2.

1H

+ +
Positron

Jumlah energi yang dilepaskan


0,16 MeV ( + 0,26 MeV dibawa neutrino)
Neutrino
0,12 MeV

sinar gamma
3
5,49 MeV
2He +
Helium 3
4. 2He3 + 2He3 2He4 + 2 1H1
12,86 MeV
Helium 4
Jumlah total energi yang dilepaskan dalam reaksi di atas :
2 ( 0,16 + 0,12 + 5,49 ) + 12,86 = 26,20 MeV
Jumlah energi ini tidak memperhitungkan energi sebesar 2(0,26) = 0,52 MeV
yang dibawa oleh neutrino.
Apabila He4 tersedia banyak di pusat bintang, dan temperatur di pusat bintang
lebih dari 14 x 106 K, maka setelah selesai reaksi 3 akan terjadi reaksi :
Jumlah energi yang dilepaskan
3
4
7
4a. 2He + 2He
1,59 MeV
4Be +
7
5a. 4Be7 + Li
+
0,06 MeV (+ 0,80 MeV neutrino)
3
7
1
4
6a. 3Li + 1H
2 2He
17,35 MeV
Pada temperatur setinggi ini, reaksi 4a, 5a dan 6a lebih sering terjadi daripada
reaksi 4.
Pada temperatur yang lebih tinggi lagi, yaitu apabila T > 23 x 106 K, setelah
reaksi 4a akan terjadi reaksi :
Boron
Jumlah energi yang dilepaskan
5b. 4Be7 + 1H1 5B8 +
0,13 MeV
8
6b. 5Be8
+
10,13 MeV ( + 7,2 MeV neutrino)
4Be +
7b. 4Be8 2 2He4
0,095 MeV
Pada temperatur setinggi ini, reaksi daur karbon (akan dibicarakan kemudian)
akan lebih dominan apabila jumlah inti karbon dan nitrogen tersedia dalam
jumlah seperti dalam Matahari.
Jadi reaksi proton-proton dapat menempuh beberapa jalur yaitu,
Jalur reaksi utama
- Pada T < 107 K
1,2,3
7
6
- Pada 10 K < T < 14 x 10 K
1,2,3,4
- Pada 14 x 106 K < T < 23 x 106 K
1,2,3,4a,5a,6a
6
- Pada T > 23 x 10 K
1,2,3,4a,5b,6b,7b
Reaksi Daur Karbon
Cara lain menggubah hidrogen menjadi helium adalah melalui rangkaian reaksi
daur karbon (Carbon Cycle).

Dalam rangkaian reaksi daur karbon ini, 4 inti hidrogen diubah menjadi satu
inti helium. Inti karbon 6C12 hanya berlaku sebagai katalisator saja. Reaksi daur
karbon dominan pada temperatur yang tinggi (T > 15 juta derajat). Pada
temperatur lebih rendah dari 10 juta derajat, hanya reaksi 1, 2 dan 3 yang
berlangsung hingga energi yang dibebaskannya hanya 44 % dari daur lengkap.
Pada T > 17 x 106 K, reaksi 6 dalam rangkaian daur karbon kadang kala
diganti dengan :

Apabila reaksi menempuh jalur 6a hingga 10a, setelah reaksi 5, inti karbon
tidak dikembalikan tetapi akan terbentuk inti 7N14.

Dalam reaksi daur karbon, reaksi 4 merupakan reaksi yang berlangsung paling
lambat. Dalam keadaan setimbang semua reaksi harus berlangsung dengan laju
yang sama. Dengan demikian reaksi yang lajunya paling lambat per inti per reaksi
akan berlangsung sama cepatnya dengan reaksi lain dalam daur apabila jumlah
inti pereaksi banyak. Jadi dalam keadaan setimbang terjadi penumpukkan jumlah
14
7N pada reaksi 4.

Reaksi Triple Alpha


Reaksi pembakaran hidrogen baik yang melalui rangkaian reaksi proton-proton
maupun daur karbon, merupakan reaksi utama di dalam bintang. Akibat reaksi ini
hidrogen di pusat bintang lambat laun berkurang, sedangkan inti helium bertambah.
Pada temperatur 108 K atau lebih, inti helium akan bergabung membentuk inti karbon
melalui reaksi :

Hantaran Energi
Energi yang dibangkitkan di dalam bintang harus diangkut keluar. Ada tiga cara
hantaran energi yaitu : konduksi, konveksi dan radiasi. Konduktivitas materi bintang
sangat kecil, kecuali pada bintang kompak seperti katai putih. Jadi di dalam bintang
hantaran energi hanya dilakukan dengan cara konveksi dan pancaran radiasi.
Penyerapan Energi oleh Materi Dalam Bintang
Dalam proses penghantaran energi di dalam bintang terjadi penyerapan (absorpsi)
energi oleh materi bintang.

Ada 4 proses absorpsi :


1. Absorpsi terikat-terikat (bound-bound)
Terjadi jika foton diserap oleh atom untuk mengeksitasikan elektronnya ke
tingkat energi yang lebih tinggi
Menimbulkan hilangnya foton pada panjang gelombang tertentu saja
Menimbulkan garis-garis absorpsi yang diamati pada spektrum bintang
2. Absorpsi terikat-lepas (bound-free)
Terjadi jika foton diserap oleh atom untuk mengionisasikan elektronnya,
yaitu melepaskan elektron yang terikat pada atom tersebut.
3. Absorpsi lepas-lepas (free-free)
Terjadi jika elektron bebas di sekitar suatu inti tau ion positif menambah
energi kinetiknya dengan menyerap foton.
4. Penyebaran/ hamburan (scattering)
Foton tidak diserap tapi hanya dibelokkan dari arahnya semula. Terjadi
pada temperatur yang tinggi ( T > 3 x 107 K)
Contohnya :
Hamburan Thompson
Hamburan oleh elektron bebas dalam bintang
yang panas.
Koefisien hamburan Thompson : el = 0,66 x 10-24 cm2.
Hamburan Rayleigh
Hamburan oleh atom hidrogen netral pada
bintang yang dingin.
1
Koefisien hamburan Rayleigh : R 4 .

Hamburan Rayleigh inilah yang membuat langit di Bumi berwarna biru,


karena warna biru mempunyai panjang gelombang yang kecil sehingga
koefisien hamburannya besar.
Pergeseran merah gravitasi
Berdasarkan teori Einstein, pancaran dengan panjang gelombang
panjang gelombangnya menjadi + , dengan

akan bergeser

Jadi pancaran tersebut akan tampak lebih merah dari seharusnya. Peristiwa ini
disebut sebagai pergeseran merah gravitasi.
Review :
1. Apakah pentingnya keadaan kesetimbangan hidrostatik bagi sebuah bintang? Apa
akibatnya jika keadaan tersebut tidak terpenuhi?
2. Apa yang dimaksud dengan gas ideal? Bagaimana persamaan tekanan gas ideal?
3. Sebutkan beberapa teori tentang pembangkitan energi di dalam bintang!
4. Jelaskan proses reaksi proton-proton! Darimana asal energi yang timbul dari
reaksi tersebut!
5. Jelaskan mengapa langit berwarna biru !

Evaluasi Bab 8
I. Esai
1. Hitunglah rapat massa rata-rata di Matahari !
Diketahui : massa matahari : 1.989 x 1030 kg
radius matahari : 6.96 x 108 m
__

2. Dengan asumsi rapat massa konstan dan sama dengan rapat massa rata-rata, ,
hitunglah tekanan di titik tengah jejari Matahari dengan menggunakan persamaan
kesetimbangan gaya hidrostatis !
3. Bila tekanan dari hasil perhitungan nomor 2 diasumsikan tekanan gas, hitunglah
temperatur di titik tersebut jika dianggap berat molekul rata-rata = 0,61 !
4. Diketahui bahwa tekanan radiasi terkait dengan rapat energi radiasi :
1
P d =
3
Dimana : u = a T4. Tunjukkan perbandingan tekanan radiasi dan tekanan gas !
Apa kesimpulanmu tentang kedua jenis tekanan tersebut?
a = 7.564 x 10-16 SI
5. The Sun has a mass of 2 x 1030 kg and radiates energy at the rate of 3,9 x 1026
Watt. At what rate does the Sun transfer its mass to other forms of energy ? What
fraction of its original mass has the Sun lost in this way since it began to burn
hydrogen, about 4,5 x 109 years ago?
6. A star converts all its hydrogen to helium, achieving a 100% helium composition.
Next it converts the helium to carbon via the triple alpha process, 4He + 4He + 4He
12
C + 7,27 MeV. The mass of the star is 4,6 x 1032 kg and it generates energy
at a rate of 5,3 x 1030 Watt. How long will it take to convert all the helium into
carbon?
7. Hamburan cahaya oleh molekul sering disebut sebagai hamburan Rayleigh
dimana efisiensi hamburan berbanding terbalik dengan panjang gelombang
pangkat empat. Lebih efisien mana, hamburan gelombang pendek atau panjang?
Hitunglah ratio efisiensi untuk cahaya merah (6500 ) terhadap biru (4250 ), dan
jelaskan maknanya! Gunakan fakta ini untuk menjelaskan mengapa warna langit
bisa tampak merah atau biru (tergantung waktu)!
8. Jika ada suatu bintang bermassa 5 massa matahari dan radiusnya 15.000 km.
Hitunglah pergeseran panjang gelombang pada pancaran bintang tersebut dengan
menggunakan pergeseran merah gravitasi !
9. The process that generates energy in the core of the Sun is believed to be nuclear
fusion, the combining together of Hydrogen nuclei to form Helium. The mass lost
during this process is converted into energy.
a) Explain why nuclear fusion is thought to require both high temperatures (and
thus, high nuclear speeds) and high densities in order to occur. It is not
sufficient to simply say that high temperature leads to high speed, for
example. You need to explain why high speeds are necessary. Similarly,
*why* is high density necessary?
b) An alternative form of energy recently in the news here on Earth is "cold
fusion", a process that supposedly uses fairly simple lab apparatus to achieve

fusion of atoms. Explain how cold fusion supposedly works at such low
temperatures.
10. Dalam proses penghantaran energi di dalam bintang terjadi penyerapan (absorpsi)
energi oleh materi bintang. Ada 4 macam proses absorpsi. Jelaskan !
II. Pilihan Ganda
1. Pernyataan yang SALAH tentang hamburan Rayleigh ...
A. Terjadi pada bintang yang dingin
B. Dihamburkan oleh molekul hidrogen netral
C. Berbanding terbalik dengan panjang gelombang pangkat empat
D. Termasuk salah satu macam absorpsi
2. Yang SALAH tentang kesetimbangan hidrostatik adalah ...
A. Kesetimbangan antara gravitasi dan tekanan ke luar
B. Menyebabkan bintang menjadi stabil
C. Terjadi di bintang deret utama
D. Sudah terjadi ketika fase protostar
3. Massa sebesar 1 gram jika dikonversi menjadi energi setara ...
A. 9 x 107 Joule
B. 300 Joule
C. 9 x 1013 Joule
D. 3 x 105 Joule
E. 9 x 1016 Joule
4. Which of the following statements about the energy-generating process in the star
is true?
A. it can be duplicated efficiently on Earth with our present technology
B. some mass is converted to energy
C. hydrogen becomes helium in a single step
D. the forces involved are all electromagnetic
5. Which of the following is true in the proton-proton chain?
A. protons are fused to produce deuterium or heavy hydrogen.
B. protons are split to form neutrons and positrons.
C. protons produce helium directly.
D. protons decay into energy and neutrinos.
6. Fusion reactions are a likely source of energy for stars because
A. the amount of fuel available is larger
B. the energy released in a reaction is large
C. the temperature is large
D. all of the above
7. The red light seen at a sunset is light that has been
A. scattered many times by particles in the Earth's atmosphere
B. reflected from other celestial objects
C. scattered only slightly if at all by particles in the Earth's atmosphere
D. emitted independently by particles in the Earth's atmosphere
8. Pernyataan yang salah dengan daur karbon ...
A. Mengubah 4 atom hidrogen menjadi satu atom helium
B. Inti karbon hanya sebagai katalis

C. Dominan pada temperatur sedang


D. Dalam keadaan setimbang terjadi penumpukkan 7N14.
9. Hitunglah berat molekul rata-rata jika fraksi massa hidrogen 2/3, fraksi massa
massa helium !
a. 16/25
b. 25/16
c. 3/2
d. 4/7
e. 7/4
10. Neutrino dihasilkan jalur reaksi ...
A. Reaksi proton-proton jalur reaksi 1
B. Reaksi proton-proton jalur reaksi 5a
C. Reaksi proton-proton jalur reaksi 6b
D. Daur karbon jalur reaksi 8a
E. Semua benar
-- 0 --

Bab 9
Galaksi
Galaksi Bimasakti (Milky Way)

Semenjak peradaban kuno, manusia telah menyadari fenomena menarik yang


diperlihatkan langit malam di musim kemarau, yakni jalur putih membentang di
langit dari utara ke selatan. Jalur tersebut seolah membelah langit malam menjadi dua
bagian di sisi timur dan barat. Dengan teleskop yang kecil sekalipun, pita cahaya
tersebut jika diamati ternyata merupakan himpunan dari bermilyar-milyar bintang.
Jalur putih tersebut dikenal dengan nama Milky Way (Jalur Susu) atau di Jawa
dikenali sebagai Bimasakti.
Dengan demikian, pengertian yang paling sederhana dari galaksi adalah kumpulan
bintang yang jumlahnya begitu banyak (bermilyar-milyar) dan karena begitu jauh,
tampak seolah-olah seperti kabut atau awan.
Pemahaman astronom terhadap galaksi tidak lepas dari perkembangan pengetahuan
galaksi Bima Sakti, sebagai berikut:
1. Thomas Wright (1750) berpendapat bahwa matahari bersama bintang-bintang lain
membentuk suatu kelompok, bagaikan pulau perbintangan di tengah-tengah jagad
raya
2. William Herschel (1784) berdasarkan penelitiannya yang sistematis menyatakan
bahwa kelompok bintang-bintang dalam galaksi Bimasakti membentuk piringan
pipih seperti cakram. Penelitian ini dilanjutkan oleh astronom Belanda Kapteyn
(1910) yang memberikan landasan semakin kokoh akan wujud galaksi Bimasakti
yang pipih tersebut.
3. Dari studi cacah bintang dan gugus bintang yang lebih sistematis, Harold Shapley
(1917) mengungkapkan bahwa galaksi Bimasakti berbentuk cakram dengan garis
tengah 100.000 tahun cahaya (30.000 parsek). Matahari terletak agak tepi sekitar
30.000 tahun cahaya (8.500 parsek) dari pusat galaksi.
Struktur galaksi
Sekilas jika Anda mengamati galaksi Bimasakti maka tidak nampak ada
perbedaan kerapatan bintang di satu arah dengan arah lainnya. Oleh sebab itu, pada
mulanya para astronom berkesimpulan bahwa kita ada di pusat galaksi Bimasakti.
Tahun 1784, Sir William Herschel mencoba memodelkan bentuk galaksi Bimasakti
dan lokasi kita dalam galaksi. Ia memakai metode cacah bintang/hitung bintang dan
berasumsi bahwa semua bintang tersebut mempunyai luminositas yang sama. Dari
situ ia bisa memperoleh data tentang jarak relatif bintang-bintang yang diamatinya.

Dari penelitiannya, ia berkesimpulan bahwa Tata surya kita tidak tepat ada di pusat
galaksi tapi masih sangat dekat dengan pusat galaksi.

Tahun 1917, Astronom Amerika Harlow Shapley menggunakan sejenis


bintang variable, yang periode denyutannya berhubungan dengan luminositas-nya,
untuk menghitung jarak ke beberapa gugus bola (globular cluster). Ia menemukan
bahwa gugus-gugus bola tersebut tersebar dalam sebuah bola sferis yang pusatnya
bukan di Matahari tetapi di sebuah titik yang jaraknya 8 kiloparsec dari Matahari. Ia
berkesimpulan bahwa titik inilah pusat galaksi Bimasakti.
Astronom mulai menyadari bahwa gas dan debu yang ada di piringan galaksi
menghalangi sebagian besar cahaya dari galaksi sehingga seolah-olah kita ada di
pusat galaksi. Hal ini seperti jika Anda ada di daerah berkabut yang tebal dan
meskipun Anda ada hampir di tepi daerah berkabut tetapi Anda akan melihat bahwa
semua yang ada di sekitar Anda nampak uniform dan Anda akan merasa di tengahtengah daerah berkabut dan bukannya ada di tepiannya.
Dengan adanya kesimpulan ini, maka manusia semakin ada di posisi yang
tidak istimewa di galaksi ini. Perubahan cara berpikir yang demikian disebut
Copernican Revolution.
Struktur dari sebuah galaksi :

1. Piringan (disk) :
Piringan galaksi yang berisi bintang-bintang berotasi dalam arah yang sama.
Piringan ini kira-kira berdiameter 30 kiloparsec (sekitar 100.000 tahun cahaya)
dan 500 parsec tebalnya (sekitar 1.500 tahun cahaya). Matahari kita ada di jarak
sekitar 2/3 jari-jari piringan galaksi (~ 8,5 kiloparsec). Dari posisi ini, Matahari
membutuhkan waktu 250 juta tahun untuk mengorbit pusat galaksi. Jadi, Matahari
telah menyelesaikan 18 kali orbit mengelilingi galaksi sejak kelahirannya ( 4,5
milyar tahun). Bintang-bintang di piringan galaksi termasuk bintang-bintang
muda yang disebut Populasi I. Di bagian tepi ada mengalami sedikit
kelengkungan (warping). Distribusi materi berdasarkan pengamatan terhadap

galaksi-galaksi lain (karna kita tidak dapat melihat bentuk Bimasakti) : adanya
struktur berupa lengan-lengan spiral.
2. Bongkahan inti (nuclear bulge) :
Di pusat galaksi ada bongkahan inti berupa bola yang berdiameter 2 kiloparsec
(6.000 tahun cahaya). Bintang-bintang di sini mempunyai orbit yang agak acak.
Di pusat bongkahan inti ini ada sebuah super masif blackhole yang massanya
sekitar 106 massa matahari. Daerah inti ini mempunyai diameter sekitar 10 tahun
cahaya.

3. Halo galaksi :
Di sekitar piringan terdapat populasi bintang dengan kepadatan yang rendah yang
tersebar dalam sebuah bola sferis berdiameter 100 kiloparsec (~300.000 tahun
cahaya). Bintang-bintang ini mempunyai gerak yang random (acak) dan orbitnya
mengelilingi pusat galaksi mempunyai eksentrisitas (kelonjongan) yang tinggi.
Globular cluster tersebar di daerah halo ini. Bintang-bintang di daerah halo
mempunyai lebih sedikit kandungan unsur berat dan sudah berusia sangat tua.
Bintang-bintang ini disebut sebagai bintang populasi II. Di daerah halo juga
terdapat gas antar bintang yang bertemperatur tinggi (100.000 K) dan massanya
sekitar 2% massa gas di piringan galaksi.

4. Korona galaktik :
Disimpulkan dari studi rotasi materi di bagian terluar galaksi kita
eksistensi
sejumlah besar massa (510 minti + mpiringan + mhalo) piringan + pada 200.000
300.000 tahun cahaya. Materi korona galaktik belum diketahui (kemungkinan
dark matter).
Ruang antar bintang
Di dalam ruang antar bintang (instellar medium) tidaklah kosong melainkan
terdiri dari materi antar bintang yang kerapatannya berbeda beda di setiap bagian.
Awan gas dan debu yang terlihat pada cahaya kasat mata dan merupakan pelengkap

penyerta bintang-bintang yang ada di ruang antarbintang ini disebut nebula. Ada
beberapa macam nebula :
Nebula emisi (emission nebula)
Gas terionisasi oleh sinar ultraviolet yang berasal dari bintang yang panas.
Memijarkan radiasi pada panjang gelombang optik. Nampak merah karena
perpindahan tingkat energi/transisi elektron yang paling umum terjadi akan
menghasilkan warna merah (ingat teori atom Bohr) dan warna merah ini tidak
menunjukkan temperatur dari gas ini. Selalu ada di bagian lengan spiral galaksi.
Contoh : Nebula Orion

Nebula refleksi (reflection nebula)


Gas dan debu antar bintang memantulkan dan menghamburkan cahaya dari
bintang-bintang yang ada di belakangnya atau di sekitarnya. Nampak biru karena
partikel debu berukuran hapir sama dengan panjang gelombang biru dan oleh
sebab itu menghamburkan cahaya biru dibandingkan merah (ingat hamburan
Rayleigh).
Contoh : Triffid Nebula

Nebula gelap/nebula absorpsi (dark nebula,absorpsion nebula)


Menghalangi cahaya . Terdiri dari gas dan debu yang rapat.
Contoh : Coalsack nebula dan Horsehead nebula

Gas dan debu di piringan galaksi menyerap dan menghamburkan (scatter)


sebagian besar cahaya. Hal ini akan melemahkan cahaya bintang yang
melewatinya. Peristiwa ini kita sebut ekstingsi. Debu akan mengaburkan
pandangan akan objek yang ada di belakangnya dan membuat cahaya bintang
terlihat lebih redup. Debu juga akan menghamburkan cahaya biru sehingga
bintang akan terlihat lebih merah dari yang seharusnya.

Gas dan debu antar bintang akan berperan siklus kehidupan bintang.

Bagaimanakah kita bisa menaksir massa galaksi kita ?

Pusat galaksi dan studi inframerah


Pusat galaksi tidak dapat ditelaah dalam daerah kasat mata akibat terhalangi debu
antar bintang. Studi pusat galaksi mengandalkan gelombang radio dan inframerah
(IRAS 0,6 meter reflektor).
Spekulasi inti galaksi
Sumber radiasi inframerah yg terterang daerah di inti galaksi dg ukuran 10
tahun cahaya. Inti galaksi sumber radiasi sinar-X yg kuat dan variabel. Telaah
radio dan inframerah pada daerah inti: Sumber energi yang sangat sempit ~ 10 SA.
Inti galaksi juga merupakan sumber radiasi sinar- yang kuat. Teori: Lubang hitam
(black hole) raksasa jutaan kali massa matahari yang menyerap gas dan debu antar
bintang dan meradiasikan sejumlah besar energi.
Struktur lengan spiral galaksi
Bagaimana mengetahui bentuk rumah sementara kita berada di dalamnya?

Cari obyek-obyek penelusur (tracers) yg bisa menggambarkan bentuk rumah


kita dari dalam
Pelajari jarak dan arah tracers tersebut
Rekonstruksi bentuk
Obyek petunjuk obyek muda: gugus terbuka, bintang-bintang kelas O dan B,
awan H II.
Di dalam piringan galaksi, kerapatan bintang di lengan spiral hanya sekitar 5% lebih
besar dibandingkan bagian lain dari piringan galaksi. Lalu, mengapa lengan spiral
nampak begitu terang? Perlu kita ingat bahwa cluster bintang yang baru lahir ada di
lengan spiral. Cluster ini mengandung bintang bintang biru yang berluminositas
besar (bintang tipe O dan B).
Mengapa lengan spiral dapat terbentuk ? Hal ini disebabkan : galaksi tidak berotasi
secara tegar
bintang pada jarak berbeda mengitari pusat galaksi dengan kala /
periode yang berbeda (rotasi diferensial).
Salah satu hal yang perlu diperhatikan mengenai lengan spiral galaksi ini adalah
kestabilan lengan spiral. Bayangkan lengan spiral itu bermula dari bentuk sebuah
garis lalu akan terbentuk struktur spiral karena seperti yang kita ketahui bahwa
periode revolusi setiap bagian berbeda-beda tergantung jaraknya dari pusat galaksi.
Masalahnya struktur spiral itu makin lama akan makin ketat dan akhirnya akan saling
melilit (winding problem). Tetapi sesuai hasil pengamatan pada lengan galaksi kita
bisa mempertahankan kestabilan struktur spiralnya agar tetap longgar.

Gelombang Kerapatan (Density Wave)


Saat ini lengan spiral galaksi bukan dipahami sebagai sebuah struktur fisik tetapi
lebih kepada sebuah pola dari materi dengan kerapatan jenuh yang berotasi
mengelilingi galaxy. Pola seperti itu kita sebut gelombang kerapatan (density wave).
Lengan spiral adalah daerah tempat awan antar bintang dan bintang-bintang
berkumpul sangat dekat antara satu sama lain dan daerah inipun menjadi terlalu rapat.
Bintang-bintang ada yang masuk dan ada yang meninggalkan pola tetapi pola itu
bersifat tetap dan bergerak dengan kecepatannya sendiri.
Karena daerah itu sudah terlalu rapat, ketika ada awan gas masuk, maka awan gas
tersebut akan terkompresi dan mulai mengerut akibat gravitasi. Hal ini memunculkan
rangkaian pembentukan bintang. Bintang-bintang baru lahir di daerah lengan spiral.
Kluster bintang yang baru ini mengandung bintang-bintang tipe O dan B yang
berluminositas besar.

Bintang-bintang tipe O dan B tidak


hidup untuk waktu yang lama. Kluster
bintang mungkin terbentuk di tepian
lengan spiral yang satu dan keluar dari
tepian yang lain beberapa juta tahun
kemudian. Bintang-bintang seperti itu
mati sebelum mereka meninggalkan
daerah tempat kelahiran mereka.
Bintang-bintang tersebut mati dengan
meledakkan dirinya sebagai sebuah
supernova. Oleh karena itu, ledakan
supernova hanya bisa teramati di
lengan spiral galaksi.
Bintang-bintang lain (yang lebih
redup) bisa keluar ke bagian lain dari
piringan galaksi dan keluar masuk
daerah lengan spiral selama sisa hidup
mereka.

Rotasi galaksi dan Dark Matter


Galaksi diperkirakan berotasi secara diferensial. Kecepatan orbit yang berbeda untuk
jarak dari pusat galaksi yang berbeda. Bagian yang dalam bergerak lebih cepat dari
bagian yang luar. Jika orbit bintang itu berupa orbit keplerian maka kita bisa
menghitung massa bagian galaksi di dalam orbit bintang tersebut dari kecepatannya.
P2 = 4 2/G(m1 + m2)*a3
P2 = (4 2/GMint)*r3
2 2 2
4 r /v = (4 2/GMint)*r3
Lalu kita sederhanakan : v2 = GMint/r
Kita dapat menulis persamaan tersebut : .
v = (GMint/r)1/2

Mint = v2r/G
Kita dapat menggunakan pergeseran Doppler dari emisi pada panjang gelombang
radio dari gas hydrogen di piringan galaksi untuk menghitung kurva rotasi : kecepatan
orbit dari gas di piringan galaksi pada radius tertentu. Dari jarak Matahari, massa di
bagian dalam galaksi Mint = 1011M . Jika massa rata-rata dianggap 0,5 M dan ada
sekitar 200 milyar bintang di dalam orbit Matahari.
Kurva Rotasi : Menghitung kurva rotasi memberitahukan kepada kita bagaimana
massa terdistribusi di dalam galaksi.

Benda padat (solid) berotasi dalam bentuk garis lurus. Kecepatan bertambah seiring
pertambahan jarak.

Tata surya mengikuti hubungan kecepatan dan jarak sesuai hukum Kepler III karena
kerapatannya berpusat di pusatnya.

Kurva rotasi dari galaksi dimulai dari garis lurus lalu mengikuti gerak Keplerian dan
semakin datar untuk radius yang semakin besar.
Kenyataan bahwa kurva rotasi semakin datar untuk orbit yang semakin besar. Tetapi
kita tidak menemukan cukup banyak bintang untuk mencukupi perkiraan massa yang
kita hitung. Jadi, sebagian besar massa haruslah tidak terlihat. Massa ini disebut dark
matter.
MACHOs: Massive Compact Halo Objects
"Jupiters", Brown Dwarfs, Red Dwarfs (M and L stars), White Dwarfs, Neutron
Stars, Black Holes. Pencarian objek-objek ini menggunakan teknik lensa gravitasi
(gravitational lensing) cahaya bintang di galaksi Magellan besar (Large Magellanic
Cloud / LMC).
WIMPs: Weakly Interacting Massive Particles
Neutrinos, Axions, ?
Semua galaksi spiral lainnya juga mempunyai kurva rotasi yang datar menunjukkan
hal yang sama. ~90% dari massa galaksi adalah dark matter.
Nukleus Galaksi

Beberapa tahun cahaya di bagian pusat galaksi terhalangi oleh gas dan debu dalam
panjang gelombang optik karena itu kita tidak bisa mengamati apa yang terjadi di
sana.

Tetapi kita dapat melihat beberapa hal yang cukup jelas dengan pengamatan dalam
panjang gelombang inframerah dan radio. Ada sejumlah besar gas berputar dengan
sangat cepat dekat sekali dengan pusat galaksi. Dalam panjang gelombang inframerah
kita bisa mengamati bintang-bintang bergerak dalam kecepatan yang cepat sekali
mengelilingi pusat galaksi.
Dengan menggunakan pergeseran
Doppler dari gas dan juga gerak diri dari
bintang-bintang, kita bisa memperoleh
data untuk menentukan kecepatan
orbitnya. Dari sini kita bisa menghitung
massa objek induk yang diorbit oleh
bintang-bintang itu.
Analisa membuktikan ada sesuatu
yang massanya 2,5 juta kali massa
matahari dalam volume dengan radius 3
tahun cahaya. Objek yang mungkin punya kerapatan sedemikian besar adalah sebuah
blackhole.

Evolusi Galaksi
Pembentukan : Galaksi merupakan gabungan dari galaksi galaksi yang lebih
kecil. Rotasi memipihkan galaksi.
Lengan spiral : adanya gelombang kerapatan di dalam lengan spiral dan
pembentukan bintang yang sambung-menyambung.
Bintang tetangga : pengaruh bersifat acak, sekitar 65.000 km/jam.
Bintang jauh : bintang di piringan berputar mengelilingi dengan kecepatan 220
km/s, atau P = 225 juta tahun cahaya, bintang di halo bergerak dalam lintasan
elips secara acak.
Tipe-tipe galaksi
Dengan mempergunakan teleskop 250 cm di Observatorium Mount Palomar,
astronom Edwin Hubble (1924) memotret sebuah galaksi di rasi Andromeda. Olehnya
dijelaskan untuk pertamakalinya bentuk galaksi yang kemudian terkenal dengan nama
galaksi Andromeda, berjarak 2 juta tahun cahaya dari galaksi kita
(Bimasakti/Milkyway). Galaksi Andromeda merupakan galaksi luar (extragalaxy)

pertama yang diketahui astronom. Sejak penemuannya, banyak studi dilakukan dalam
mempelajari galaksi-galaksi di luar galaksi Bimasakti tempat kita berada.
Upaya para astronom mempelajari galaksi melalui pengamatan semenjak abad ke-18,
telah melahirkan berbagai katalog benda-benda langit yang meliputi gugusan bintang
termasuk didalamnya adalah galaksi. Pada tahun 1888, J.L.E. Dreyer mempublikasikan New General Catalogue of nebulae and Clusters of Stars yang memuat
7840 obyek langit. Katalog ini dilengkapi dengan suplemennya, Index Catalogues
pada tahun 1895 dan 1908. Umumnya katalog tersebut mempergunakan notasi NGC
atau IC diikuti dengan nomor obyek dalam daftar. Sebagai contoh, galaksi Andromeda diberi nomor katalogus NGC 224.
Ada banyak galaksi-galaksi dengan berbagai ragam bentuknya. Hubble
mengklasifikasikan galaksi-galaksi berdasarkan bentuknya ke dalam 3 kelompok
utama, yakni:
1. Galaksi spiral (S)
Populasi galaksi berbentuk spiral ini yang terbanyak (80%). Galaksi ini memiliki
struktur yang paling teratur dengan pusat, selubung bulat dan piringan dengan lengan
spiral yang mengelilingi ekuator galaksi. Variasi dari galaksi spiral adalah galaksi
spiral berbatang (SB), dengan bentuk cerutu yang melintasi pusat dan di kedua
ujungnya pola spiral menjuntai.
2. Galaksi eliptik (E)
Galaksi dengan bentuk ini meliputi 17% dari seluruh populasi galaksi di alam
semesta. Bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan galaksi spiral, karena
hanya terdiri dari pusat dan selubung pipih. Kerapatan bintang lebih tinggi di pusat
dibanding di tepiannya.
3. Galaksi tidak beraturan
Sebanyak 3% dari galaksi yang teramati sejauh ini menunjukkan bentuk yang tidak
beraturan. Bentuknya lebih merupakan onggokan bintang dengan batas yang kurang
jelas. Berbagai contoh nyata galaksi ini antara lain Awan Magellan kecil dan besar,
tetangga galaksi kita, Bima Sakti.
Pola galaksi yang dirangkum dan diklasifikasikan oleh Hubble ditafsirkannya sebagai
perjalanan evolusi galaksi di alam semesta dari bentuk yang awalnya sangat teratur
menuju bentuk yang tidak beraturan.
Galaksi juga teramati bergerombol di alam semesta kita. Kumpulan galaksi seperti ini
disebut sebagai cluster of galaxies yang mengandung puluhan hingga ribuan galaksi
sebagai anggotanya. Salah satu gugusan galaksi yang terkenal dan sudah diamati oleh
Hubble adalah Virgo cluster. Beberapa gugusan galaksi diberikan pada tabel berikut
Tabel 1. Contoh gugusan galaksi
Gugus
Virgo
Coma
Gemini
Bootes

Jumlah anggota
25.000
1.000
200
150

Gugusan galaksi dapat membentuk sistem yang lebih besar lagi yakni supercluster.
Diameter supercluster dapat mencapai 10 20 juta parsek dengan jumlah anggota
puluhan ribu galaksi

Diagram Garputala
Hubble
(bukan menggambarkan evolusi
galaksi melainkan
tipe-tipe galaksi)

Klasifikasi Hubble
1. Spiral (S) : 80%
2. Eliptik (E): 17%
3. Tak beraturan (irregular): 3%

!
#!

#
!"

"

%
"

"! "

& '! $
!

"
$

"

" !
&
"!

!#!
" % $
&

Gugusan galaksi
Sebagian besar galaksi merupakan bagian dari grup (beberapa anggota) atau
gugus/cluster (ratusan-ribuan anggota).
Grup lokal : ~24 galaksi anggota terdekat dari kita Andromeda & M33
Gugus Virgo: Gugus terdekat dengan ratusan galaksi anggota
Ukuran 600 juta tahun cahaya
Jarak dari Bumi: 60 juta tahun cahaya

Hirarki gugusan
Grup lokalgrup lokal Gugus
Gugusgugus Supergugus (supercluster)

A sense of space

Review :
1. Sketsalah sebuah galaksi dan sebutkan bagian-bagian dari sebuah galaksi !
2. Ada 3 macam nebula. Sebutkan dan jelaskan serta beri contohnya !
3. Di arah rasi apakah pusat galaksi Bimasakti? Tunjukkan buktinya!
4. Gambarkan diagram garputala Hubble !
5. Jelaskan bagaimana astronom mengambil kesimpulan bahwa kita tidak terletak di
pusat galaksi !

Evaluasi Bab 9
I. Esai
1. Gambarkan galaksi Bimasakti dengan posisi face-on dan edge-on dan tentukan
dimana letak objek objek berikut pada galaksi :
Globular cluster
Open cluster
Populasi I star
Populasi II star
Posisi Matahari
2. Tinjau sebuah galaksi yang berada pada jarak d Mpc dari kita. Pada galaksi ini,
berapa magnitudo B semu,mB, sebuah bintang seperti Matahari? Tunjukkan pula
bahwa pada galaksi ini, bentangan sudut 1 di langit berkorespondensi dengan
bentangan fisik 5d pc ! MB, solar = + 5,48
3. In cluster of galaxies in the constellations of Virgo the density of galaxies is 30
per cubic mega parsec. Estimate the average distance between the galaxies in this
cluster.
4. Mengapa galaksi kita berbentuk pipih? Termasuk jenis apakah galaksi kita?
5. Jika kita bisa menganalisa 10 spektrum bintang setiap detiknya, berapa waktu
yang dibutuhkan untuk menganalisa spektrum bintang yang berada di sebelah
dalam orbit matahari?
6. Dimanakah posisi kita di galaksi? Bagaimanakah kita mengetahuinya? Bagaimana
distribusi gugus bola bisa menunjukkan posisi kita dalam galaksi?
7. Dimanakah kita menemukan bintang-bintang tua? Di mana bintang-bintang itu
terbentuk? Di manakah bintang-bintang yang diperkaya dengan logam (unsur
yang lebih berat dari hidrogen) akan terbentuk?
8. Para ilmuwan sedang berupaya mencari kehidupan di luar bumi, Mereka mencari
bintang-bintang yang memiliki unsur yang lebih berat dari helium karena unsurunsur ini yang memungkinkan munculnya kehidupan. Di bagian galaksi yang
mana bintang-bintang itu bisa ditemukan dan apa ciri khas orbitnya?
9. Bagaimana para astronom tahu bahwa ada lubang hitam sangat masif yang
terletak di pusat galaksi kita?
10. Bagaimana para astronom tahu bahwa materi gelap di halo itu ada walaupun tidak
memancarkan cahaya yang bisa dideteksi teleskop?
11. Mengapa kita mengamati galaksi dalam berbagai panjang gelombang?

12.

Keterangan : Galaktiches Zentrum = pusat galaksi


Sonne = Matahari
Stern = Bintang
Sebuah bintang P pd bujur galaksi l, berada pada jarak r dari matahari. Matahari
dan bintang P mengelilingi pusat galaksi dalam orbit berbentuk lingkaran
dengan jarak masing-masing ke pusat galaksi Ro dan R. Kecepatan linear orbit
matahari dan bintang P mengelilingi pusat galaksi dinyatakan dalam Vo= o.Ro
dan V= .R, dengan
dan o adalah kecepatan sudut bintang. adalah sudut
antara kecepatan linear bintang P mengelilingi galaksi terhadap arah
tangentialnya (tegak lurus arah pandang/radial), atau sudut Z-bintang P-Q.
Kecepatan bintang yg kita amati (kec. radial dan tangensial) merupakan
pencerminan kecepatan linear orbit bintang dan kecepatan linear orbit matahari.
Pada sudut
berapa, kecepatan radial bintang P yg kita amati maksimum ?
Dengan kata lain kita tidak mengamati kecepatan tangensial bintang tersebut.
Berapa jarak bintang P ke matahari, jika bintang tersebut berada pada bujur l=30
derajat, dan jarak matahari ke pusat galaksi Ro=8.5 kpc
13. Mengapa sebagian besar kenampakkan galaksi Milky Way ada di belahan bumi
selatan/ arah selatan ?
14. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara nebula emisi, absorpsi dan refleksi !
15. Seorang astronom menemukan suatu bintang dengan kecerlangan 8 magnitudo
lebih terang dari pada bintang sejenis yang ada di deret utama. Ternyata, objek
tersebut adalah bukan bintang, melainkan sebuah gugus bintang yang anggotanya
kira-kira sejenis. Jika demikian, hitunglah banyak bintang dalam gugus tersebut!
Jika bintang-bintang dalam galaksi tersebut sebagian besar masih merupakan
bintang deret utama, di bagian galaksi manakah kita mungkin menemukan gugus
seperti itu ?
16. Tentukan sudut pisah dua buah bintang yang terletak di sebuah galaksi yang
terlihat edge on dimana jaraknya dari kita 8 juta tahun cahaya jika diketahui jarak
di antara dua bintang itu 100 parsec! Mampukah kita melihatnya dengan teleskop
tercanggih saat ini yang daya pisahnya 0,001?
17. Jika kita ada di pusat galaksi, bagaimanakah kenampakkan galaksi Bimasakti di
langit? Bagaimana kenampakkan rasi-rasi bintang yang sudah kita kenal?

18. Pusat galaksi Bimasakti diketahui merupakan sebuah lubang hitam yang amat
masif, massanya diperkirakan 3,6 juta kali massa matahari, yang secara optis
tidak dapat ditangkap oleh teleskop. Tetapi lubang hitam tersebut dikelilingi oleh
bintang-bintang yang tersebar rapat di sekitarnya. Coba jelaskan sejauh pengetahuan anda, bagaimana kita bisa menghitung massa lubang hitam di pusat
galaksi!
19. Di antara ke empat gugus bintang yang sudah di-plot dalam diagram H-R, gugus
manakah yang paling mungkin kita temukan di halo galaksi dan manakah yang di
piringan galaksi? Jelaskan alasanmu !
A.

B.

C.

D.

20. Jelaskan tentang tipe-tipe galaksi! Apakah galaksi-galaksi saling berinteraksi satu
sama lain? Bagaimana bentuk interaksinya?
II. Pilihan Ganda
1. Manakah dari ke-5 urutan berikut yang telah terurut dari terbesar sampai terkecil?
A. galaksi, gugus galaksi, bintang, alam semesta
B. gugus galaksi, bintang, galaksi, alam semesta
C. alam semesta, bintang, galaksi, gugus galaksi
D. alam semesta, gugus galaksi, galaksi, bintang
E. gugus galaksi, alam semesta, galaksi, bintang
2. Adanya pergeseran merah mengindikasikan bahwa galaksi :
A. Bergerak mendekati Bumi
B. Bergerak sangat cepat
C. Bergerak melambat
D. Bergerak menjauhi Bumi
E. Bergerak ke segala arah
3. Galaksi luar yang bisa dilihat dengan mata bugil dari planet Bumi ...
a) galaksi Andromeda, Awan Magelan Besar, Awan Magelan Kecil
b) M33, Andromeda dan Awan Magelan Besar
c) NGC 6451, M33 dan M31
d) NGC 6451, M31 dan Awan Magelan Besar

e) tidak ada yang bisa dilihat dengan mata bugil


4. The fact that stellar orbital velocities increase at the visible edge of the disk of our
galaxy suggests
a. there is a black hole at the center of our galaxy
b. the existence of some unseen, but massive presence of additional matter
c. the gravity of the Andromeda galaxy affects the Milky Way
d. stars are still forming in the spiral arms
e. that the rotation of our galaxy is speeding up
5. Which of the following is NOT part of the chain of evidence that makes many
astronomers suspect there is a black hole at the very center of the Milky Way
Galaxy?
a. the Hubble Space Telescope has shown us a visible-light image of an
accretion disk at the center of the Galaxy
b. the fact that Sagittarius A is a stationary radio source, while objects around it
appear to be in motion
c. the observation that matter in the central region continues to be falling in
toward the center
d. the motions of stars as close as 5 light days from the center indicates that there
is a mass of several million solar masses inside their orbits
e. the existence of a strong radio source at the center whose size appears to be no
larger than Jupiter's orbit
6. A galaxy with a large nucleus and tight spiral arms would be classified by Hubble
as
A. Sa
B. Sb
C. Sc
D. elliptical
E. irregular.
7. An argument against the evolution of galaxies from spiral to elliptical is the fact
that
A. both types of galaxies show current star formation
B. neither type of galaxy shows current star formation
C. both types of galaxies contain equally old stars (1010 years)
D. the oldest stars in elliptical galaxies are much older than the oldest stars in
spiral galaxies.
8. The Magellanic Clouds are
A. irregular galaxies
B. spiral galaxies
C. elliptical galaxies
D. large clouds of gas and dust
E. distant globular clusters.
9. The fact that galaxy masses determined from binary systems are always larger
than the masses determined by measurements of internal motions within a galaxy
is evidence for
A. black holes in galactic nuclei
B. substantial mass loss by stars during their evolution
C. mass loss by galaxies during their evolution
D. the presence of massive galactic halos

E. all the above.


10. Which of the following statements concerning the Magellanic Clouds is true?
A. they are elliptical galaxies
B. they are in orbit about M31 (Andromeda galaxy)
C. they appear as fuzzy patches to the naked eye for observers in North America
D. they are active sites of star formation
E. they are both similar to the Milky Way.
11. X-rays are observed to emanate from many clusters of galaxies. This is explained
by
A. a black hole in the cluster center
B. mass transfer onto neutron galaxies
C. highly energetic collisions of galaxies
D. a hot intergalactic medium
E. hot galactic halos.
12. If the intergalactic medium within a cluster of galaxies emits x-rays, the
temperature of the medium is then known to be.
A. very low, less than 100 K
B. similar to that of the solar photosphere (6,000 K)
C. similar to that of the solar chromosphere-corona transition region (100,000 K)
D. greater than that of the solar corona (greater than a million degrees)
E. uncertain, since the presence of x-rays tells us nothing about the temperature
of the gas.
13. One reason astronomers have concluded that the intergalactic medium is hot is
A. no visible-wavelength absorption lines are observed; this is explained by a hot
ionized gas, since such a gas will not absorb
B. radio telescopes have observed strong emission between galaxies
C. the wavelength of maximum emission from the gas has been observed in the
infrared
D. visible-wavelength absorption lines are observed; according to Kirchoff's laws
these lines are caused by a high temperature gas.
E. none of the above; the evidence indicates the intergalactic medium is cold, not
hot.
14. We believe that little star formation takes place in elliptical galaxies because
A. we rarely see any supernova explosions in these galaxies
B. they are so small that all of their mass has already been used to form stars
C. we do not observe much gas and dust in these galaxies
D. all of the above.
15. Why can we not be sure we have discovered all the members of the Local Group?
A. Some may lie behind the Milky Way and be obscured from us
B. Some may be too distant for us to detect
C. It is not easy to determine if a galaxy is a member of the Local Group, or
some other cluster
D. Observations must be carried out from space.
16. Which of the following might be used as spiral tracers?
A. O- or B-type stars
B. H II regions
C. Population I Cepheid variable stars

D. all of the above


E. none of the above
17. The objects you would NOT expect to find in abundance in a spiral arm are
A. stars like the Sun
B. hot, young O- and B-stars
C. dust clouds
D. galactic or open clusters
E. globular clusters
18. Which galaxy type contains the lowest percentage of gas and dust?
A. spiral
B. elliptical
C. irregular
D. No answer, every type of galaxy is rich of gas and dust
E. All of above
19. Spiral arms appear to be prominent in spiral galaxies because
A. all the stars and distributed in a spiral pattern
B. cool stars are distributed in a spiral pattern while the hot stars are spread more
uniformly
C. hot stars are distributed in a spiral pattern while the cool stars are spread more
uniformly
D. globular clusters are distributed in a spiral pattern around the galaxy.
20. The nucleus of the Milky Way galaxy is composed primarily of
A. young, hot stars
B. old, cool stars
C. hydrogen gas
D. planetary nebulae
E. solar-type stars.
21. Which one of the following features does not exist in the H-R diagram of a typical
globular cluster?
A. red giant branch
B. lower main sequence of cool stars
C. upper main sequence of hot stars
D. horizontal branch.
22. Which one of the following is taken as evidence for a possible black hole in the
centers of some globular clusters?
A. observations of x-ray bursts
B. these clusters have high masses
C. the centers of some globular clusters are dark
D. clusters are composed of old, dead stars most of which are black holes
E. theoretical calculations predict the existence of black holes in the cluster
center.
23. Emission nebulae glow visibly because
A. light from cool stars in the vicinity is reflected by the gas
B. 21-cm radiation is absorbed from background stars
C. nearby hot stars ionize the gas which radiates when ions recombine with
electrons
D. of all the above.

24. Emission nebulae appear red on photographs because


A. they are excited by red stars
B. the light from red stars is reflected by the gas
C. they emit 21-cm radiation which is red radiation
D. hydrogen emits strongly in the red.
25. The distribution of B stars in the galactic plane shows a spiral arm pattern because

A. such luminous objects do not live long enough to move out of the arms
B. their great masses do not let them overcome the attraction of the arms
C. they continue to accumulate new material from the clouds in the arms
D. none of the above; the distribution of stars does not show a spiral pattern.
26. Absorption nebulae are
A. Nebulae that shine by starlight reflected off dust grains.
B. Heated, glowing clouds of gas.
C. H II regions.
D. Supernova remnants.
E. None of these.
27. A blue star is surrounded by a red nebula. This nebula is
A. An absorption nebula.
B. An emission nebula.
C. A reflection nebula.
D. All of these.
E. None of these.
28. Compared with the Sun, which one of the following statements is true?
A. stars in the halo are deficient in heavy elements
B. stars in the galactic disk are deficient in heavy elements
C. stars in the nucleus have large amounts of heavy elements
D. all chemical elements are distributed more or less uniformly throughout all
parts of the galaxy.
29. Compared with the Sun, stars located in the galactic halo are expected to have
A. low metal abundances
B. metal abundances similar to those in the Sun
C. metal abundances higher than those in the Sun
D. none of the above; we have no idea what the metal abundance should be.
30. The disk-like shape of the Milky Way galaxy provides evidence that the early
galaxy
A. was a strong x-ray emitter
B. had a high temperature
C. had a strong magnetic field
D. rotated
E. had a high abundance of heavy elements
31. The differences between Population I and II stars are
A. Pop. I stars have low metal abundance and highly elliptical orbits
B. Pop. I stars have low metal abundance and Pop. II stars have high metal
abundance
C. Pop. II stars have low metal abundance and highly elliptical orbits

D. Pop. I stars are older than Pop. II stars.


32. The spiral arms of our galaxy
A. are composed of stars; very few stars are found between the arms
B. are the location of the brightest and youngest stars
C. are gradually winding up as the galaxy evolves into an elliptical galaxy
D. all of the above.
33. One problem faced by astronomers in trying to figure out the structure of the
Milky Way galaxy is that
A. there is no way to measure distances greater than about 12,000 ly
B. the Milky Way galaxy looks the same in all directions from Earth
C. we can only see a small region of the Milky Way galaxy with optical
telescopes because of interstellar dust
D. the Milky Way galaxy is always changing, so it's hard to pin down a single
picture
34. In order to determine the approximate mass of the inner Milky Way galaxy using
Kepler's third law (as modified by Newton), an astronomer needs to know all
except one of the following. Which is the exception?
A. the gravitational constant, G
B. the mass of the Sun
C. the period of the Sun's revolution about the Milky Way galaxy
D. the distance from the Milky Way galaxy's center to the Sun
35. The Sun's orbit around the Milky Way galaxy
A. is a random orbit, much like those of the globular clusters
B. is nearly a circular orbit lying in the plane of the Milky Way galaxy's disk
C. follows along one of the spiral arms
D. slowly moves toward the galactic center as the spiral arms wind tighter around
the nucleus
36. The oldest objects in the Galaxy are located
A. In the halo
B. In the spiral arms
C. Near the Sun
D. In the galactic center
E. In the galaxys disk
37. If the motions of galaxies located in the outer regions of their clusters are
measured, then
A. the masses of the galaxies are the only quantities that can be determined
B. the mass of the material between the galaxies is the only quantity that is
measured
C. the masses of both the galaxies and the material between them is measured
D. the mass of the universe is known
38. A galaxy whose overall color is reddish would probably be
A. Spiral
B. Elliptical
C. Irregular
D. Indeterminate; color has nothing to do with galaxy type

39. Stars which contribute most to the chemical enrichment of the interstellar medium
are stars which are
A. less massive than the Sun
B. solar mass stars
C. more massive than the Sun
D. none of the above; stars do not enrich the interstellar medium, galaxies do
40. We know the stars observed in globular clusters all have relatively low masses
because
A. the more massive ones have all evolved and are "dead'' stars
B. the high mass stars were ejected from the clusters by tidal interactions with
the Milky Way
C. the high mass stars were ejected from the cluster in collisions with the
Magellanic Clouds
D. the high mass stars are too faint to observe
E. only low mass stars formed in globular clusters
41. Early astronomers trying to determine the size and extent of the galaxy by
counting stars in all directions, would not get the correct shape and size because

A. they were unable to determine the temperatures of stars


B. they were unaware of the absorption (dimming) of starlight by interstellar dust
C. accurate stellar masses were unavailable
D. they were a bunch of idiots
42. Even though the Andromeda galaxy is predicted to have a velocity of 40 km/s
away from us, its has a motion of 100 km/s towards us. What produces this
motion?
A. the Andromeda galaxy is misnamed - it is really a gas cloud located in our
own galaxy
B. random motions within the cluster are larger than the motions produced by the
expansion of the universe at this relatively nearby distance
C. the Andromeda galaxy is so far away that it is beyond the limits of the
effectiveness of Hubble constant
D. the information in the question is incorrect, the Andromeda galaxy is moving
away from us
43. The Milky Way Galaxy's most massive component is
A. the stars that are found in the disk
B. the black hole in the nucleus
C. the dark matter in halo
D. the gas clouds found near the spiral arms
44. What is the easiest way of measuring the rotation of a spiral galaxy?
A. pick out individual stars, and measure their Doppler shifts
B. use 21-cm emission to measure the motion of the gas in the disk
C. look for supernova, and observe how they expand
D. determine the location and distribution of globular clusters within the galaxy
45. Which of the following statements is TRUE?
A. the material in the disk and the spiral arms move at the same rate around the
Galaxy
B. the material in the disk moves at a different rate than the spiral arms about the
Galaxy

C. the parts of the spiral arms located closer to the center of the Galaxy move
faster than those parts located near the edge of the Galaxy
D. the parts of the spiral arms located close to the edge of the Galaxy move faster
than those parts located near the center of the Galaxy
46. S0 galaxies are best described as
A. large type I irregulars
B. large type II irregulars
C. spiral galaxies without arms, but with a disk
D. completely spherical elliptical galaxies
47. The majority of the luminosity of the Galaxy is provided by
a. primarily the red and blue supergiants.
b. late-type main-sequence stars.
c. O and B stars, since they are intrinsically so luminous.
d. stars intrinsically brighter than the red and white dwarfs.
48. The possible presence of a very large amount of unseen or dark matter in the halo
of our Galaxy is deduced from
a. the unexpected absence of luminous matter (stars, etc.) beyond a certain
distance.
b. the rotation curve of our Galaxy, which shows orbital speeds in the outer parts
of the Galaxy to decrease in an unexpected Keplerian fashion.
c. the unexpected high amount of interstellar absorption in certain directions.
d. the rotation curve of our Galaxy, which indicates higher than expected orbital
speeds in the outer regions of the Galaxy.
49. Like our Galaxy, other galaxies
a. have much of their mass tied up in stars that make only small contributions to
their luminosities.
b. owe their luminosity to their intrinsically bright stellar members.
c. possess stars of differing ages.
d. all of the above.
50. The spiral-density-wave theory
a. postulates that expanding compressional waves spread out from the centers of
spiral galaxies, and where interstellar matter encounters these compressional
waves, it is compressed, which in turn initiates star formation.
b. states that a newly formed star, or protostar, first appears on the H-R diagram
as a bright, cool object in the red-giant region.
c. shows that the equation of state for a perfect gas is one for which the pressure
in the gas is proportional to the gas' density and temperature.
d. all of the above.
51. Dividing normal spirals and the barred spirals into subgroups a, b, and c is based
on which of the following considerations?
a. population types in the spiral arms and nucleus.
b. number of H II regions in the spiral arms.
c. density of blue and red supergiants in the spiral arms, nucleus and halo.
d. tightness of the arms and the relative size of the nucleus to the disk.
52. Which of the following is thought to be correct concerning galaxies?
a. The spectrum of a galaxy has the general appearance of being the composite of
the spectra of a large number of stars.

b. The velocity-distance relation exhibited by galaxies in which their blueshifts


(which are used to obtain their velocities) are inversely proportional to their
distances squared.
c. Elliptical galaxies have a larger percentage of their mass in the form of
interstellar matter than do spiral galaxies.
d. all of the above.
53. What evidence supports the theory that there is a black hole at the center of our
galaxy?
a) we observe an extremely bright x-ray source at the center of our galaxy
b) we can see gas falling into an accretion disk and central mass at the center of
our galaxy
c) the motions of the gas and stars at the center indicate that it contains a million
solar masses within a region only about 1 parsec across
d) we observe a large, dark object that absorbs all light at the center of our galaxy
e) all of a-d
54. Suppose that we look at a photograph of many galaxies. Assuming that all
galaxies formed at about the same time, which galaxy in the picture is the
youngest?
a) the one that is reddest in color
b) the one that is bluest in color
c) the one that is farthest away
d) the one that is closest to us
e) the one that appears smallest in size
55. What is the major difference between an elliptical galaxy and a spiral galaxy?
a) a spiral galaxy contains mostly younger stars
b) a spiral galaxy has a spherical halo
c) an elliptical galaxy lacks a disk component
d) elliptical galaxies are not as big as spiral galaxies
e) there are no dwarf spiral galaxies, but there are dwarf ellipticals
56. How do observations of distant galaxies help us learn about galaxy evolution?
a) observations at different distances show galaxies of different ages and therefore
different stages of evolution
b) we can observe the birth of galaxies
c) we can observe the evolution of a single galaxy over time
d) we can observe two galaxies merging and what the result is, helping us learn
how mergers affect evolution
e) we can see what our galaxy used to look like and therefore theorize about the
physical processes that led to its current appearance
57. Why should galaxy collisions have been more common in the past than they are
today?
a) galaxies were more active in the past and therefore would have collided with
each other more frequently
b) galaxies were much bigger in the past since they had not contracted completely
c) galaxies were closer together in the past because the universe was smaller
d) galaxies attracted each other more strongly in the past because they were more
massive ; they had not yet turned most of their mass into stars and light
e) galaxy collisions shouldnt have been more common in the past than they are
now

58. In the Hubble classification scheme for spiral galaxies, the tightness of the
winding of the spiral arms appears to be related directly to
A) the age of the galaxy, as determined from the age of its individual stars.
B) the number of globular clusters in the halo of the galaxy.
C) the overall intrinsic size of the galaxy, or the diameter across the spiral arms.
D) the size of the central bulge of the galaxy.
59. From observations of supernova explosions in distant galaxies, it is predicted that
there should be about 5 supernovae per century in our galaxy, whereas we have
seen only about 1 every 300 years from Earth. Why is this?
a. Most supernovae occur within the Milky Way, which can be seen only from the
southern hemisphere where there have been very few observers until recently.
b. Most supernovae occur in the galactic plane where interstellar dust will have
hidden them from our view.
c. The majority of stars in our galaxy are old, well beyond the supernova stages of
evolution.
d. The majority of supernovae produce no visible light, only radio and x-ray
radiation, which we have only been able to observe for the past 3 decades.
60. The major advantages of the 21 cm radio emission from hydrogen gas for
investigating the spiral structure of our galaxy are ...
a. that radio waves easily penetrate the Milky Way dust and gas and it is a very
narrow line emission, thus its Doppler shift can be used to measure gas
motions.
b. that this emission can easily penetrate the Milky Way gas and dust and comes
only from hot gas, and hence can be used to map the distribution of hot
hydrogen gas.
c. that it is relatively easily absorbed by hydrogen gas in the Milky Way, so that
measurements are not confused by emission of this radiation from other
galaxies beyond the Milky Way. It originates only from cold hydrogen gas,
and can be used to map this important component.
d. that Doppler shift of this narrow-wavelength line emission is caused by the
temperature of the hot hydrogen gas and therefore can be used to measure the
distribution and temperature of this important component of the Milky Way.
61. Which one of the following statements does NOT correctly describe a typical
elliptical galaxy?
a. They have a central bulge and a disk, but no spiral arms.
b. They have a smooth light distribution with various degrees of flattening from a
circular shape.
c. They contain primarily low-mass stars.
d. They cover the entire range of masses from the smallest to the biggest galaxies
in the universe.
62. What would happen if the Andromeda galaxy (a spiral about the same size as
ours) collided with our own Milky Way Galaxy?
A. The two galaxies would pass through each other, with the stars sailing past
each other unharmed but the interstellar gas and dust clouds would collide
B. The two galaxies would shatter or even explode, essentially destroying their
stars and any life forms that there may have been (including us).
C. All of the gas and dust clouds and a great many of the stars would collide with
each other, stopping both galaxies and creating a galactic merger

D. The two galaxies would pass through each other almost unchanged, with
essentially no interactions at all
63. When we observe distant galaxies within reach of our telescopes we are also
a) observing the beginning of the universe
b) observing the edge of the universe
c) looking backwards in time
d) looking forward in time
e) none of a--d
64. We have learned that the Milky Way Galaxy is a spiral galaxy by
A) the reflection of light from nebulae in other spiral arms.
B) the reflection of radar from nebulae in other spiral arms.
C) observations of globular clusters.
D) the Doppler shift of radio waves.
E) comparing the ages of various clusters.
65. An observer far outside our galaxy would best describe our galaxy and the Sun's
position in it as a
A) disk of stars with our Solar System off to one side.
B) disk of stars centred on our Solar System.
C) disk of stars with a bulge containing our Solar System.
D) sphere of stars centred on our Solar System.
E) sphere of stars with our Solar System off to one side.
66. You observe two stars at the same distance. One is in the disk of the Milky Way
Galaxy, the other in a direction perpendicularly out of the disk. Chances are that
the disk star will be
A) less luminous and be reddened by dust.
B) more luminous and be reddened by dust.
C) less luminous and be less reddened by dust.
D) more luminous and be less reddened by dust.
67. O-type stars are not found in the galactic halo. Which of the following is the more
likely reason?
A) O-type stars are too massive to be kicked into the halo from the disk.
B) O-type stars are so massive that they settle into the thinner disk.
C) O-type stars are too short-lived to have persisted from halo formation until
today.
D) O-type stars cannot be formed in clouds with very poor-metal content, hence
they cannot be born in the galactic halo.
68. Observation of the different components of the Milky Way galaxy indicates that
the spiral arms contain very different populations of stars and other material to
those in globular clusters. In what way are they different?
A. Spiral arms contain young stars, dust and gas within which star formation
continues, whereas globular clusters contain older star populations, with no
dust and gas and no on-going star formation.
B. Both spiral arms and globular clusters contain about the same populations of
stars both young and old but, in contrast to the spiral arms, there is no dust and
gas, no star formation and there are no nova explosions in globular clusters.
C. Spiral arms contain older, more developed and hence brighter and bluer stars,
while globular clusters are composed largely of young, red stars in the early
stages of formation and development.

D. Globular clusters contain dust and gas and are the only locations where star
formation continues in the galaxy at the present time. The older stars in the
spiral arms have no surrounding dust or gas.
69. What is the distribution of giant molecular clouds in our galaxy and other similar
galaxies?
A. They are concentrated close to the galactic center.
B. They are distributed uniformly throughout the disk.
C. They occur primarily in the spiral arms.
D. They are distributed throughout the halo, with greater density towards the
center.
70. Which of the following statements correctly describes the rotation of our galaxy?
A. The disk rotates like a solid object (objects at all distances take the same time
to complete an orbit), and the halo objects have random orbits with no net
rotation of the halo about the center of the galaxy.
B. Objects in the disk have random orbits with no net rotation of the disk about
the center of the galaxy, and the halo rotates differentially (objects further
from the center take longer to complete an orbit than objects closer to the
center).
C. The disk rotates differentially (objects further from the center take longer to
complete an orbit than objects closer to the center), and the halo objects have
random orbits with no net rotation of the halo about the center of the galaxy.
D. The disk rotates differentially (objects further from the center take longer to
complete an orbit than objects closer to the center), and the halo rotates
differentially (objects further from the center take longer to complete an orbit
than objects closer to the center).
71. Which of the following statements is most likely to be true, when discussing
galactic motions and interactions?
A. Galaxies occasionally collide with one another, particularly within clusters of
galaxies.
B. The universe is composed of one giant galaxy of which all observed stars are
members, thus, the question of interaction between galaxies is irrelevant.
C. Galaxies are so widely separated that they never interact or collide.
D. Galaxies are so closely packed in the universe that they are always interacting
with one another.
72. When we see the Milky Way in the sky, we are looking at
A. at the spiral arm which contains our sun
B. at the spiral arm which is on the opposite side of the galaxy to our sun
C. along the plane of our galaxy
D. at the remnants of a supernova explosion
73. Which of the following is true of the order of formation of stars and galaxies?
A. stars and galaxies started forming at about the same time.
B. stars started forming before galaxies.
C. galaxies started forming before stars.
D. the order of formation of stars and galaxies is not known.
74. Which of the following is not true of irregular galaxies?
A. they have little or no interstellar gas and dust.
B. they have hot young stars.
C. they have h II regions.

D. they have globular clusters.


75. Observation of nearby galaxies indicates that
A. all galaxies are spiral in shape
B. all galaxies are about the same size
C. many galaxies do not occur in clusters
D. both giant and dwarf galaxies exist
76. Which one of the following is evidence that the milky way has an active (violent)
nucleus?
A. observations of some globular clusters ejected from the nucleus with high
velocity
B. expanding arm at 3 kpc from the nucleus
C. the presence of an observed jet of high energy material traveling near the
velocity of light near the nucleus
D. indications of a massive galactic halo
77. In our galaxy
A. star creation has come to an end
B. the small red dwarfs become white dwarfs within a few million years
C. the hot, massive blue supergiants live the shortest lives
D. there can't be more than 5,000 white dwarfs in existence
78. The spectra of stars in distant galaxies appear to be almost identical to the spectra
of stars in our own galaxy. Why is this important?
A. we can measure Doppler shifts in these spectra to determine motions of the
galaxies
B. the laws of physics governing the formation of these galaxies are similar to the
laws of physics governing the formation of our own galaxy
C. the relative abundances of chemical elements in these galaxies may be
assumed to be fairly similar to the relative abundances measured in our galaxy
D. all of the above
79. The sun is presently on the edge of a spiral arm of the galaxy. It will
A. remain in the same place relative to the spiral arm for the rest of its life
B. orbit the galaxy and repeatedly pass through spiral arms
C. move in towards the center of the galaxy along the spiral arm
D. none of the above
80. We suspect that our galaxy is surrounded by a massive halo because the disk of
the galaxy
A. rotates faster than expected in its outer region.
B. rotates more slowly than expected in its outer region.
C. rotates faster than expected in its inner region.
D. rotates more slowly than expected in its inner region.
-- 0 --

Bab 10
Kosmologi
Definisi
Kosmologi adalah
keseluruhan

cabang astronomi yang mempelajari alam semesta secara

Metode
1. Observasi : Pengamatan langsung
2. Teoritik : Memakai teori / hukum fisika untuk memprediksi kelakuan alam
semesta
Hal yang unik dalam kosmologi adalah laboratoriumnya tidak dapat kita
jangkau, yaitu : alam semesta ini. Jadi, kita hanya bisa mengamati perilaku alam
semesta tanpa bisa mengatur kondisinya seperti laboratorium lain yang ada di Bumi
dan kita berusaha memahami dan mengerti serta memprediksi masa lampau maupun
masa depan lewat pengamatan terhadap perilaku alam semesta ini.
Tahun 1920, terjadi perdebatan terkenal tentang pemahaman dasar mengenal spiral
nebula (sekarang kita tahu bahwa yang dimaksud adalah galaksi). Perdebatan itu
terjadi antara Harlow Shapley dan Herber Curtis. Shapley berpendapat bahwa spiral
nebula adalah bagian dari galaksi kita dan Milky Way sama dengan seluruh alam
semesta ini (tidak ada galaksi lain, Milky Way adalah alam semesta).
Pendapat Shapley :
1. Diameter galaksi yang ia ukur 32 kpc, tetapi ukuran ini sekitar 2 kali lebih
besar dari seharusnya. Hal ini disebabkan ia tidak menyadari adanya
peredupan cahaya bintang oleh gas dan awan debu antar bintang.
2. Menurutnya spiral nebula memiliki gerak diri berupa rotasi. Jadi, jika spiral
nebula itu berotasi maka spiral nebula itu dekat jaraknya (masih masuk
galaksi Bima sakti).
3. Spiral nebula tidak terlihat di piringan galaksi. Ia menyebutnya sebagai zona
terlarang. Ia berpendapat bahwa distribusi dari spiral nebula ini mirip globular
cluster. Hal ini berarti spiral nebula punya hubungan dengan galaksi
Bimasakti dan merupakan bagian dari galaksi ini.
Memang Shapley terbukti benar tentang perhitungannya akan diameter galaksi
Bima sakti tetapi ia salah mengenai gerak diri spiral nebula yang ternyata tidak
teramati.

Curtis tidak setuju dengan pendapat Shapley. Menurutnya, spiral nebula itu adalah
sebuah sistem bintang seperti Bima sakti dan jaraknya sangat jauh dari kita.
Pendapat Curtis :
1. Ia percaya bahwa diameter galaksi Bima sakti jauh lebih kecil daripada
perhitungan Shapley.

2. Ia mengamati bahwa diameter sudut spiral nebula ada yang berukuran 10 kali
lebih besar dari spiral nebula lain. Oleh sebab itu, spiral nebula yang diameter
sudutnya kecil jaraknya 10 kali yang lebih besar (ia mengasumsikan ukuran
semua spiral nebula itu sama). Oleh karena itu, spiral nebula yang kecil ada di
luar ukuran galaxy yang dihitung oleh Curtis
3. Spektrum dari spiral nebula lebih mirip spektrum dari sekumpulan bintang
daripada spektrum sebuah nebula.
4. Spiral nebula dapat lebih jauh lagi jaraknya jika zona terlarang itu sebenarnya
adalah efek peredupan oleh debu di piringan galaksi.
Untuk menyelesaikan perdebatan mereka tentang spiral nebula, perlu dilakukan
pengukuran langsung jarak ke spiral nebula tersebut.
Skala jarak
Ada sejenis bintang raksasa merah yang permukaannya berdenyut dengan periode
yang teratur. Bintang-bintang ini dapat berdenyut radiusnya ketika mereka ada di
zona pita ketidakstabilan di dalam diagram H-R.

Bintang bermassa rendah yang berdenyut ketika terjadi pembakaran helium


disebut bintang RR Lyrae.
Bintang bermassa besar yang berdenyut ketika terjadi pembakaran beberapa
unsur dalam selubung berlapis di sekeliling inti disebut bintang variabel Cepheid.

Bintang berdenyut berubah luminositasnya karena ukuran bintang berubah tetapi


temperaturnya hanya berubah sedikit.
Bintang yang lebih besar, luminositasnya lebih besar dan periode
denyutannya lebih panjang (butuh waktu lebih lama untuk membesar dan
mengecil kembali karena ukurannya yang besar).

Dari penelitian ini, diperoleh hubungan antara rata-rata luminositas bintang


dengan periode denyutannya. Dengan mengukur periode denyutan sebuah bintang,
maka dapat diperoleh luminositasnya. Dengan informasi akan terang semu bintang
maka bisa diperoleh jaraknya (dengan modulus jarak).
Tahun 1924, astronom Amerika Edwin Hubble, melakukan penelitian terhadap
bintang-bintang Cepheid di spiral nebula. Ia menemukan bahwa jarak Great Nebula di
rasi Andromeda adalah 600 kpc dan jarak ini jauh lebih besar daripada ukuran Bima
sakti. Maka terbukti bahwa spiral nebula adalah suatu galaksi di luar sistem galaksi
kita dan alam semesta menjadi sangat besar (alam semesta bukan hanya galaksi Bima
sakti). Andromeda Galaxy adalah galaksi spiral terdekat dari kita dan berjarak sekitar
2,5 juta tahun cahaya (data terakhir tentang jarak Andromeda : 770 kpc).
Awan Magellan besar (Large Magellanic Cloud/LMC), sebuah galaksi kecil yang
mengorbit Bima sakti digunakan dalam pengkalibrasian ini. Jarak LMC ditentukan
dengan berbagai cara berbeda yang menghasilkan jawaban yang berbeda-beda pula.
Jaraknya sekitar 50 5 kpc.
Hubungan periode luminositas Cepheid perlu dikalibrasi dengan banyak Cepheid
lain yang sama jaraknya dan jaraknya harus diperoleh dari cara yang lain (bukan
dengan hubungan periode-luminositas).
Ketidakpastian jarak LMC mempengaruhi proses kalibrasi hubungan periodeluminositas Cepheid.
Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jarak ke LMC
menggunakan luminositas dari bintang deret utama dalam cluster-cluster. Jika Anda
membandingkan deret utama di dua kluster, maka yang lebih dekat akan nampak
lebih terang. (Metode ini disebut : Main-Sequence Fitting)

Contoh : Deret utama di kluster Pleiades 7,5 kali lebih redup daripada deret utama
di kluster Hyades. Sejak kita
mengasumsikan bahwa bintang - bintang pada posisi yang
sama di deret utama mempunyai luminositas yang sama,
maka ini berarti kluster
Pleiades lebih jauh. Jarak ke
kluster Hyades dihitung lewat
paralaks adalah 46,3 parsec.
E = L/(4 d2)
EHyades/EPleiades = 7.5 =
d2Pleiades/d2Hyades
dPleiades = 126.8 pc

Jarak ke galaksi-galaksi menjadi sulit dihitung ketika karena sangat jauhnya,


bintang Cepheid atau bintang individual lainnya tidak bisa dipisahkan (sudut pisahnya
lebih kecil dari kemampuan daya pisah instrumen pengamatan kita). Ada beberapa
cara untuk menghitung jarak galaksi melalui hubungan yang diperoleh secara empiris
antara kecepatan di dalam galaksi dan luminositasnya.
Ditemukan bahwa luminositas sebanding
dengan kecepatan pangkat empat (L v4)
untuk galaksi, dimana v adalah kecepatan
rotasi. Hubungan ini disebut hubungan TullyFisher. Bagaimana v diukur berbeda untuk
galaksi spiral dan galaksi elips. Jadi, jika luminositas dari sebuah galaksi diketahui
dan terang semunya diketahui, akan diperoleh jarak (dengan modulus jarak).
Ada berbagai cara / metode lain untuk menentukan jarak, tapi hampir semuanya
menggunakan ide lilin penentu jarak/ standard candle, dimana Anda berusaha
mengetahui luminositas dari suatu objek lalu kita ukur terang semunya dan dengan
rumus modulus jarak maka bisa kita peroleh jarak. Cara-cara lain yang bisa
digunakan : bintang katai putih yang menjadi supernova/supernova tipe I ( batas
minimum massa bintang katai putih yang menjadi supernova tipe I adalah 1,44 massa
matahari
batas Chandrasekhar, dari massa bisa dicari hubungannya dengan
luminositas ), Planetary Nebulae dan persebaran globular cluster, ujung dari cabang
raksasa merah dan fluktuasi kecerlangan permukaan.

Hukum Hubble
Tahun 1929, Edwin Hubble, menggunakan hubungan periode - luminositas
(ditemukan oleh astronom dari Harvard,
Henrietta Leavitt), bisa membuat diagram
dari kecepatan radial galaxy (dengan hukum
pergeseran Doppler, diperoleh galaksi-galaksi
umumnya bergerak menjauhi kita) diplot
terhadap jarak. Dari hasil plot terlihat bahwa
semakin jauh jarak galaksi, rata-rata, semakin
cepat galaksi tersebut menjauh dari galaksi
kita.
Ia menyimpulkan bahwa kecepatan radial
galaksi sebanding dengan jaraknya ke kita. Hukum Hubble :

v r = H o .d

dengan :
Ho = konstanta Hubble saat ini (tetapan ini tidak konstan terhadap waktu) dan
nilai konstanta Ho sekitar 65 15 km/s/Mpc.
vr = kecepatan menjauhnya galaksi (kecepatan radial)
d = jarak galaksi ke kita
vr bisa diperoleh dari persamaan pergeseran Doppler u/ vr <<< c
v
z=
= r
c
Konstanta Hubble :
1. Menggambarkan nilai atau tingkat pemuaian alam semesta.
2. Nilainya tidak konstan --> tergantung ketelitian pengukuran dan kecanggihan
teknologi yang dipakai.
Contoh :
How far away is a galaxy whose redshift is measured to be z = 0.003?

Jawab :
z = v/c --> v = c.z = 3x105km/s * 0.003 = 900 km/s
d = (900 km/s)/(65 km/s/Mpc) = 13.9 Mpc.
Semua galaksi menjauhi kita, dan alam semesta kita sedang mengembang. Yang perlu
diingat bahwa tidak ada pusat pengembangan alam semesta. Semua galaksi saling
menjauhi satu sama lain. Analogi yang sering dipakai adalah sebuah roti kismis yang
ketika mengembang maka semua kismis akan saling menjauhi satu sama lain.
Karena alam semesta mengembang
maka ruang ikut mengembang dan
mengakibatkan
cahaya
mengalami
pergeseran merah. Sebenarnya galaksi
tidak saling bergerak menjauhi satu sama
lain dan kecepatan radial yang terukur
bukanlah pergeseran Doppler melainkan
disebabkan oleh pengembangan alam
semesta.
Peristiwa
ini
disebut
cosmological redshift.
Mengukur jarak ke galaksi memang sulit tetapi mengukur pergeseran Doppler
cukup mudah (meskipun juga cukup sulit). Dari kedua informasi tersebut, akan
diperoleh nilai Ho. Lalu kita menggunakan nilai Ho ini untuk menentukan jarak dari
galaksi-galaksi yang maha jauh dan quasars.
Masalah : kita harus menghitung deviasi dari
hubble flow, yaitu ekspansi yang uniform untuk
menentukan Ho (sebagai contoh : Local Group
mengalami gerak jatuh ke pusat Virgo Cluster).
Kecepatan aneh (peculiar velocity), vp = cz Hod.
Dalam skala jarak yang besar, hubble flow
mendominasi redshift.
V = Ho.d tidak berarti bahwa kecepatan galaksi
meningkat seiring waktu. Di dalam model alam semesta
sederhana, hubungan H 1/t. Jadi, kecepatan dari
galaksi tertentu berkurang seiring waktu (atau minimal
konstan). Konstanta Hubble adalah konstanta di dalam ruang, bukan di dalam waktu.
Perhatian : Jarak antara cluster membesar. Cluster, galaksi, planet, bintang tidak
menjauh. Gravitasi atau gaya-gaya lainnya mengikat semua menjadi satu kesatuan.
Jadi, yang benar adalah alam semesta kita yang mengembang.
Large Scale Structure of the Universe

Dengan menghitung redshift dari galaksi-galaksi dan menggunakan hukum


Hubble untuk menentukan jarak galaksi-galaksi tersebut, kita bisa memetakan
struktur alam semesta secara garis besar.
Galaksi dan kluster dalam gambar di bawah ini dianggap sebuah gelembung
ukuran (satuan ukuran) yang setara dengan 30 Mpc (100 juta tahun cahaya).

Usia alam semesta


Jika ekspansi alam semesta terjadi dengan kecepatan yang konstan (galaksi tidak
pernah melambat) maka kita bisa mengukur usia alam semesta dari kecepatan
ekspansi alam semesta saat ini (Ho). Kita tahu bahwa d = v.t dan v = Ho.d , maka usia
alam semesta to = 1/Ho.
Jika Ho = 50 km/s/Mpc maka :
to = (1/50)(Mpc/km)s = 2x10-2s(1 Mpc3.086x1013 km/pc 106pc/Mpc/km)
= 6.17x1017 s (1 yr/3.16x107) = 1.96x1010 yrs = 19.6 billion years
Jika Ho = 80 km/s/Mpc maka :
to = (1/80)(Mpc/km)s = 1.25x10-2s(1 Mpc3.086x1013 km/pc 106pc/Mpc/km)
= 3.86x1017 s (1 yr/3.16x107) = 1.22x1010 yrs = 12.2 billion years
Usia alam semesta ini disebut waktu Hubble (Hubble Time). Kemudian kita
harus menyimpulkan bahwa ekspansi lebih cepat di waktu lampau. Gravitasi
memperlambatnya. Jadi, alam semesta lebih muda daripada waktu Hubble. Cara lain
menghitung Ho : lensa gravitasi dan Cosmic Microwave Background Radiation
(CMBR).
Gugus bola diperkirakan usianya 11-15 milyar tahun. Kemungkinan tidak
konsisten dengan usia alam semesta yang dihitung dari ekspansi alam semesta. Dari
data-data terbaru, usia gugus bola diperkirakan lebih muda dari sebelumnya dan alam
semesta lebih tua usianya dari sebelumnya.
Bentuk geometri alam semesta
Kita berusaha memahami ekspansi alam semsta dengan menggunakan teori
relativitas umum Einstein. Untuk melakukan ini, kita menggunakan konsep yang
disebut Prinsip Kosmologi. Prinsip Kosmologi menyatakan bahwa dalam skala besar
alam semesta nampak sama dari pengamat di manapun juga. Alam semesta nampak
homogen (sama kerapatan rata-ratanya) dan isotropik (terlihat sama dari berbagai
arah).

Bukti untuk mendukung asumsi seperti itu :


1. Struktur terbesar adalah superkluster.
Di luar struktur tersebut, semuanya nampak sama dan homogen.
2. Radiasi mikro kosmis latar belakang nampak sama dari segala arah.
Kerapatan dapat berubah seiring waktu. Asumsi ini adalah untuk ruang dalam
segala waktu. Hasilnya adalah adanya 3 tipe geometri alam semesta yang homogen
dan isotropik. Salah satu dari 3 tipe yang mungkin tersebut adalah tipe geometri alam
semesta secara global.
I. Flat (Euclidean Geometry)
2-D example: plane
II. Positive Curvature
2-D example: sphere
III. Negative Curvature
2-D example: infinite saddle or Pringles potato chip
Geometri dari alam semesta ditentukan
oleh materi/energi yang terkandung dalam
alam semesta. Telah diketahui bahwa kehadiran massa dapat melengkungkan ruang
waktu (spacetime) dan karena energi ekuivalen dengan massa / materi (E = m.c2)
sehingga energi juga dapat melengkungkan
ruang waktu. Secara skala kecil, alam semesta
dapat mempunyai salah satu dari ketiga
bentuk geometri di atas. Di permukaan Bumi,
kita mendapatkan adanya gunung dan lembah,
tetapi bentuk bumi secara global adalah bola. Dapat dianalogikan seperti keadaan
tersebut, alam semesta punya beberapa bentuk ruang dan waktu.
Ada dikenal kerapatan kritis rata-rata (materi + energi) yang membuat alam
semesta secara luas berbentuk datar. Hal ini diperoleh dari persamaan kerapatan kritis
Einstein :
3H 2
critical =
8 G
Dimana H adalah parameter Hubble yang berubah seiring waktu. Dalam epoch
saat ini, kita menyebutnya Ho. Jadi, jelaslah kerapatan kritis juga berubah seiring
dengan waktu.
Jika kita menganggap Ho = 65 km/s/Mpc, maka kerapatan kritisnya saat ini adalah :
crit,o = 8 x 10-30 g/cm3.
Jadi :
> crit
=

crit

<

crit

kurva positif : alam semesta tertutup. ( = / crit


>1)
Alam semesta akhirnya akan berhenti mengembang dan menyusut kembali
menjadi suatu keadaan semula (big crunch).
kurva nol : alam semesta datar. ( = 1)
Alam semesta akan mengembang terus dengan kecepatan yang konstan
selamanya.
kurva negatif : alam semesta terbuka. ( < 1)
Alam semesta mengembang selamanya.

Jika alam semesta mengembang selamanya :


Akhirnya semua galaksi akan menjauh dari horison kosmis kita.
Akhirnya, pembentukkan bintang akan berakhir seiring semua materi sudah
terkungkung dalam bentuk bintang katai putih, bintang katai coklat, planet-planet
dan debris.
Setelah 1045 tahun proton dan neutron yang membentuk inti atom meluruh
menjadi neutrino, elektron dan foton. Yang memiliki gravitasi yang signifikan
hanyalah tinggal black hole.
Setelah 10100 tahun black hole akan mengalami evaporasi lewat radiasi Hawking.
Alam semesta menjadi sangat dingin dan kosong, hanya mengandung foton dan
lepton (elektron,neutrino dan lain-lain).
Jika alam semesta berhenti mengembang dan menyusut :
Akhirnya kita akan mengamati semua galaksi berubah dari mengalami pergeseran
merah menjadi pergeseran biru.
Alam semesta akan semakin panas dan rapat seiring dengan ruang yang semakin
kecil
Akhirnya semua bentuk kehidupan akan lenyap karena temperatur yang sangat
tinggi. Materi akan terionisasi seluruhnya dan terurai menjadi partikel-partikel
dasarnya.
Alam semesta akan menyusut menjadi suatu ukuran yang sangat kecil.
Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa dari keadaan yang panas dan rapat ini
akan lahir alam semesta yang baru dari sisa sisa alam semesta yang lama.
Beberapa ilmuwan menyebutnya Phoenix Universe.
Teori terjadinya alam semesta
1. Big Bang
Melalui percobaan Redshift, telah diketahui bahwa alam semesta ini mengembang.
Timbul pemikiran, suatu saat di masa lalu, alam semesta bergabung menjadi satu
titik. Bukti adanya Big Bang adalah ditemukannya gelombang mikro kosmik 3 K.
Teori ini mengatakan bahwa pada mulanya alam semesta ini berasal dari satu titik
yang kerapatannya tak hingga (singularitas) lalu meledak dengan dashyat dan pada
saat itu ruang dan waktupun mulai terbentuk dan alam semesta pun mulai
mengembang sampai sekarang. Tidaklah relevan mencari tahu apa yang ada sebelum
Big Bang karena waktu baru terbentuk saat Big Bang terjadi.

2. Keadaan tetap (Steady State)


Teori ini mengatakan bahwa alam semesta sudah ada dari dulu dan tidak ada awalnya.
Memang alam semesta ini mengembang dan sebagai pengganti kekosongan dalam
ruang akibat mengembangnya alam semesta ini tercipta unsur baru yaitu Hidrogen.
Tetapi teori ini tidak dapat dipertahankan karena dianggap melanggar hukum
kekekalan materi.
3. Osilasi (berayun)
Teori ini mengatakan bahwa Big Bang itu tidak terjadi hanya sekali, melainkan alam
semesta yang sekarang akan terus mengembang sampai keadaan tertentu kemudian
menyusut dan akhirnya terjadi Big Crunch (kehancuran besar) lalu terjadi Big Bang
lagi.
Rapat massa belum dapat ditentukan secara akurat karena keterbatasan
teknologi. Diduga ada massa kelam atau Dark Matter yang dapat menambah rapat
massa alam semesta lebih besar dari rapat kritis.

Paradoks Olber
Bila ruang angkasa tak terbatas dan bintang bintang tersebar di dalam ruang
tersebut. Mengapa langit malam begitu gelap dan kelam?.
Penjelasannya :
Cahaya dari bintangbintang yang banyak sekali itu hanya sedikit yang sampai ke
Bumi karena jarak antar bintang ke Bumi semakin menjauh dari waktu ke waktu
(sesuai konsep alam semesta yang mengembang).
Konstanta Kosmologi
Ketika Einstein pertama kali menyelesaikan penyelesaian dari persamaan relativitas
umum untuk alam semesta secara keseluruhan, ia menyadari bahwa gravitasi bersifat
tidak stabil dan alam semesta akan menyusut akibat beratnya sendiri.

Penyelesaian lengkap persamaan tersebut menyertakan suatu konstanta . Konstanta


itu akan berlaku seperti tekanan di dalam alam semesta yang bekerja pada jarak yang
besar (makin besar jarak, makin besar tekanan tersebut).
Jadi, ia menyertakan konstanta tersebut dan memberikan nilai kepada konstanta itu
untuk membuat alam semesta statik. Lalu, ditemukan bahwa alam semesta itu
mengembang dan ia tidak perlu lagi memikirkan tentang konstanta kosmologi
tersebut. Pada abad ke-20, para ahli menganggap konstanta kosmologi mempunyai
nilai nol.
Akhir-akhir ini, studi tentang ledakan supernova dari bintang katai putih di galaksi
yang jauh telah menunjukkan bahwa bintang katai putih itu terlalu jauh jika
dibandingkan pergeseran merah yang teramati. Jadi, alam semesta tidak mengembang
secara diperlambat tetapi dipercepat.
Ini adalah efek dari nilai konstanta kosmologi yang tidak sama dengan nol. Tetapi
hasil akhir dari penelitian ini masih berlangsung dan hasilnya belum final.
Jika ada konstanta kosmologi yang tidak bernilai nol, maka hal tersebut akan
mengkontribusikan kerapatan energi kepada alam semesta dan berperan dalam
pembentukkan geometri alam semesta secara global. Sekarang, nasib akhir alam
semesta menjadi tidak berhubungan dengan geometri. Seiring dengan kerapatan
materi yang terus turun, konstanta kosmologi ini akan naik dan mengakibatkan alam
semesta mengembang selamanya dan dipercepat.
Catatan : Jika alam semesta mengembang dipercepat maka usia alam semesta lebih
tua daripada waktu Hubble karena hal ini berarti alam semesta mengembang lebih
perlahan di waktu lampau.
Review :
1. Jelaskan prinsip dasar kosmologi!
2. Jelaskan cara menghitung jarak dengan bintang Cepheid!
3. Jelaskan 3 teori tentang pembentukan alam semesta !
4. Jelaskan tentang paradoks Olber!
5. Bagaimana menghitung usia dan geometri alam semesta?

Evaluasi Bab 10
I. Esai
1. Konstanta Hubble bernilai antara 50 100 km/s/Mpc. Hitunglah usia minimum,
usia rata rata, dan usia maksimum jagad raya!
2. Jelaskan apa yang akan terjadi pada alam semesta bila K ( EK - EG) nilainya > 0 ,
<0,=0!
3. Jika pemuaian alam semesta berhenti dan kemudian mengerut, apakah waktu akan
berputar balik ? Jelaskan !
4. Menurut Anda , apa yang ada sebelum Big Bang !
5. Apa yang membuat alam semesta mengembang ? Gaya apa yang mampu
mengatasi gaya gravitasi dalam peristiwa pengembangan tersebut !
6. Tentukan usia alam semesta berdasarkan pengamatan sebuah quasar di jarak 10
milyar tahun cahaya yang mengalami pergeseran merah pada 10.000 km/s!
7. Nilai konstanta Hubble adalah gradien atau kemiringan garis yang ditarik dari
titik data dalam kurva kecepatan radial ( km/s ) versus jarak objek ke Bumi
(Megaparsec). Jelaskan cara astronom mengukur besarnya kecepatan radial dan
jarak objek tersebut !
8. Olbers Paradox is a famous thought experiment in cosmology. It states that if
we live in an infinite, static Universe, every point on the sky-that is , every
direction you can look- should look just like a point on the surface of the sun. The
reason is that an infinite Universe, every line of sight will eventually intersect a
star. For the Sun, lines of sight within about a 0,50 angular diameter (the farther
the star, the smaller the angular diameter). If the universe were infinite and static,
however, eventually, however far away; every line of sight would intersect a star.
a. In fact, this is not observed. You can look off to the side of a star and see
blank, dark night sky. What does this tell you about our Universe ?
b. Give two ways in which the Big Bang theory helps explain why we dont see
what Olbers Paradox suggest we should see.
9. We observe a standard candle in two distant galaxies. The standard candle
appears as bright in Galaxy B as the one in galaxy A.
a. What is the ratio dA/dB between the distances to each galaxy?
b. Suppose we measure that Galaxy A is 30 Mpc away. If the universe is
expanding with a Hubble Constant of Ho = 72 km/s/Mpc, what is vA, the
recessional velocity we measure for Galaxy A?
c. What is vB, the recessional velocity we measure for Galaxy B?
d. One of the lines observed in each galaxy is H , normally at = 6563 . At
what wavelength A and B do we observe this line in each galaxy?
10. Suppose we were to measure the wavelength of the Lym line (rest wavelength
1216 ) in some z = 6.0 light source today, and then return to it 107 years later to
redo the measurement. How much would we expect the wavelength of the line to
have shifted due to cosmic expansion during the time?
11. Dari hukum Newton dan Hubble turunkan persamaan evolusi alam semesta!

k
R2
Dimana H = konstanta Hubble, R = faktor skala pemuaian alam semesta,
2E tot
= 43 r 3 M = kerapatan alam semesta, k =
dan r = R.s .
ms 2 c 2
H 2 = 83

12. A quasar is observed and it is found that a line whose rest wavelength is 3000 is
observed at 15.000 . Estimate :
a. How fast is the quasar receding?
b. How far away is it if its distance is given by the Hubble relation (the Hubble
Constant is H = 70 km/s/Mpc)?
13. A galaxy is observed at a redshift of z = 0,25.
a. How distant is this object according to Hubbles law ?
b. What is the current age of the Universe?
14. Hitunglah umur alam semesta jika = 0 dan Ho = 70 km/s/Mpc. Jika
apakah umur alam semesta lebih tua atau lebih muda? Jelaskan!

= 70,

15. Hubungan periode-luminositas bintang Cepheid diberikan dengan rumus:


M v = 2,76(log P 1,0) 4,16 , dimana P adalah periode dalam hari. Hitunglah
jarak dari Bumi ke dua buah galaksi yang memiliki magnitudo semu 24,5 tetapi
dengan periode masing-masing 37 dan 81 hari.
16. Explain what is the Hubble time?. How does the Hubble time relate to the actual
age of the Universe? Explain this in terms of periods of acceleration and
deceleration of the cosmic expansion
17. Hitunglah kerapatan kritis alam semesta jika diketahui nilai konstanta Hubble saat
ini sekitar 65 km/s/Mpc ! Apakah peranan pengamatan terhadap black hole
mempengaruhi nilai kerapatan alam semesta? Jika diperoleh lewat hasil penelitian
bahwa nilai kerapatan alam semesta melebihi kerapatan kritis, apa yang diprediksi
akan dialami oleh alam semesta!
18. Jelaskan bagaimana menentukan jarak dengan menggunakan bintang Cepheid dan
supernova tipe 1a! Bagaimana penentuan jarak dapat digunakan untuk menentukan luminositas suatu objek langit?
19. Jika hukum Hubble dapat diektrapolasikan untuk jarak yang sangat besar,
berapakah jarak sebuah objek yang mempunyai kecepatan menjauh sama dengan
kecepatan cahaya?
20. Galaksi yang terjauh yang berhasil diamati oleh Hubble Space Telescope adalah
galaksi Abell 1835 IR1916 yang berjarak 13,23 milyar tahun cahaya. Hitunglah
panjang gelombang H-alpha (panjang gelombang diam 6563 Angstrom) yang
teramati jika dianggap tetapan Hubble Ho = 65 km/s/Mpc! Mengapa penemuan ini
sangat penting dalam mempelajari evolusi alam semesta?
21. Cosmic Microwaves Backgound Radiation (CMBR) adalah sisa-sisa dari Big
Bang yang diharapkan intensitasnya isotropik/homogen dari segala penjuru langit,
tetapi dari hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa radiasi itu tidak isotropik.
Menurut Anda apakah penyebabnya? Kesimpulan apakah yang bisa kita peroleh
dari hasil tersebut?

22. Jelaskan tentang proses nucleosynthetic ketika peristiwa Big Bang terjadi!
Dapatkah kita mengamati radiasi yang lebih tua daripada CMBR? Mengapa ?
23. Mengapa kita tidak dapat mendeteksi kurvatur alam semesta dengan mengamati
galaksi-galaksi sekitar? Jelaskan juga tentang peristiwa gravitational lensing!
Bagaimanakah pengamatan gravitational lensing dapat menentukan jarak galaksi?
24. Seorang astronom menemukan suatu bintang deret utama yang seluruh
komponen penyusunnya hanya terdiri dari Hidrogen dan Helium. Apa pentingnya
penemuan ini berkaitan dengan penentuan usia alam semesta?
25. Pengamatan terhadap Galaksi Andromeda menunjukkan bahwa galaksi ini
bergerak mendekati kita dengan kecepatan 300 km/s.
a. Jika pengamatan dilakukan dalam panjang gelombang diam 6000 , berapakah
panjang gelombang yang akan teramati oleh astronom ?
b. Disebut apakah pergeseran panjang gelombang tersebut ?
c. Sesuai dengan pengamatan astronom Edwin Hubble didapatkan hasil bahwa
alam semesta ini mengembang, namun dari hasil pengamatan terhadap galaksi
Andromeda, menunjukkan bahwa galaksi ini se-dang mendekati kita. Apakah
pendapat Edwin Hubble tentang alam semesta yang mengembang itu salah ?
Jelaskan !
II. Pilihan Ganda
1. What observation tells you that astronauts orbiting the Earth are following their
natural motion in space-time (shortest path in 4 dimensions)?
a. Objects released by the astronauts fall with them without moving relative to
them.
b. Their orbit is a curved path around the Earth.
c. The Earth and astronauts orbit the Sun.
d. The Earth, astronauts, and Sun orbit the center of the Galaxy. a
2. Basically, the Hubble relation tells you that
a. the closer a galaxy is to us, the faster it moves away from us
b. the farther a galaxy is from us, the faster it moves away from us
c. the farther a galaxy is away from us, the faster it moves toward us
d. the farther a galaxy is away from us, the smaller it is
e. the farther a galaxy is away from us, the larger it is b
3. If galaxy B is 9 times as distant as galaxy A, the velocity of B will be ______
times as great as that of galaxy A.
a. 3
b. 9
c. 1/3
d. 1/9.
4. The Hubble constant is related to the ______ of the universe.
a. size
b. mass
c. age
d. luminosity.
5. In order to make a graph of Hubble's law, an astronomer needs to know
a. the distances to galaxies
b. the recessional velocities of galaxies

c. the sizes of galaxies


d. both a and b
e. both b and c
6. The value of the Hubble constant is equal to the slope of the line relating
a. velocity and distance
b. distance and mass
c. mass and luminosity
d. velocity and mass
e. rotation speed and distance.
7. The value of Hubble's constant, Ho, depends on
a. the rate at which the universe is expanding
b. the units used to measure distance to galaxies
c. the units used to measure the velocity of galaxies
d. all of the above
e. none of the above.
8. The intensity of the microwave background radiation is greatest in the direction of

a. the galactic center


b. M31
c. rich galaxy clusters
d. the sun
e. nowhere; it is the same all over.
9. Which one of the following is the most complete statement of the Cosmological
Principle?
a. the universe appears the same to all observers
b. the appearance of the universe depends on the direction of observation
c. on a large scale the universe appears the same to all observers
d. the universe is unchanging throughout all time
e. the distribution of matter is uniform, but the appearance depends on the
direction of observation.
10. If the density of the universe is greater than the critical density the universe will

a. continue to expand forever


b. eventually stop expanding
c. eventually stop expanding and begin contraction
d. continue to contract forever
e. eventually stop contracting and begin expanding.
11. When we observe distant galaxies we are observing
a. very young objects
b. very old objects
c. objects having the approximate age of the Milky Way
d. distant galaxies; no statement may be made about age.
12. From outside, the primeval fireball would have looked small, hot, and dense
a. correct
b. wrong: it would have looked large, hot and dense
c. wrong: it would have looked large, cool, and dense
d. misleading: the fireball filled space, and could not be viewed from "outside".

13. Our current determination of the density of the universe suggests that
a. the universe will continue to expand forever
b. the universe is eventually going to begin to contract
c. space has a positive curvature
d. we live in a flat universe.
e. only d is known to be wrong and we are still uncertain about the others.
14. The cosmological principle states that the universe is homogeneous on a large
scale. Which of the following are we sure is the largest scale on which the
universe does NOT appear homogeneous?
a. Galactic or open clusters.
b. Globular clusters.
c. Clusters of galaxies.
d. Quasar clusters.
e. None of these.
15. Which of the following indicates that the universe might be open?
a. Galaxies are more massive than they were originally thought to be.
b. There is hidden mass in the form of hot gas.
c. There is hidden mass in the form of neutrinos.
d. The deuterium abundance is too high to have a closed universe.
e. None of these.
16. Which of the following is NOT a basic assumption made in modern cosmology?
a. The law of gravity works in the same way in distant galaxies as on Earth.
b. Both matter and radiation are spread out uniformly throughout the universe.
c. The universe looks the same in all directions from Earth.
d. The universe is infinite in extent.
17. Which of the following observations is NOT important to modern cosmology?
a. Everything appears to revolve around the Earth.
b. Lines in the spectra of distant galaxies are red shifted.
c. We detect an isotropic microwave radiation which appears to be cosmic in
origin.
d. There is a particular ratio of hydrogen and helium abundances in very old
celestial objects.
18. Which of the following is NOT a basic assumption of the Big Bang model?
a. The universe is infinite.
b. Physical laws are the same everywhere.
c. The universe is isotropic.
d. The universe is homogeneous.
19. In order for matter to be produced directly from radiation
a. some matter must be present at first
b. the radiation must be weak
c. the photon must be far apart
d. the total energy of the photons must be greater than the energy-mass
equivalent of the particles that are formed
20. The existence of the cosmic background radiation implies that
a. the Big Bang model is wrong
b. the universe began in a hot, dense state

c. the universe did not have a moment of creation


d. the universe began in a cold, low-density state
21. A quasar with a redshift of 3.5 is seen near a large spiral galaxy with a redshift of
0.7. What does this imply about the nature of quasars?
a. the quasar is not at a cosmological distance, since these objects are both at the
same distance
b. the quasar is at a cosmological distance, but so is the large spiral
c. the quasar is only located near the same line of sight as the spiral galaxy and is
really much closer than the spiral
d. the quasar is only located near the same line of sight as the spiral galaxy and is
really much further away than the spiral
22. A value for a redshift of 4.85 for a quasar indicates
a. that the quasar is traveling 485 times the speed of light away from us
b. that the quasar is traveling 4.85 times the speed of light away from us.
c. that the quasar is traveling 4.85 times the speed of light towards us.
d. that the quasar is traveling at relativistic velocities, close to, but not greater
than the speed of light.
23. If a galaxy is 100 Mpc away and has a velocity away from us of 5000 km/s then
the value of the Hubble Constant based on these objects is
a. km/s/Mpc
b. 20 km/s/Mpc
c. 10 km/s/Mpc
d. 50 km/s/Mpc
24. The most recent results from NASA probes indicate that the microwave
background radiation
a. is smooth to an accuracy of a millionth of a degree
b. is very rough, varying by about 2-3 degrees
c. has slight temperature variations on the order of fractions of degrees
d. has temperature variations towards the galactic center
25. Since quasars are at great distances with the light taking a long time to reach us,
the light we are observing comes from ___.
a. old objects
b. young objects
c. middle-age objects
d. dying objects
e. none of the above; no statement concerning age may be made.
26. If a galaxy is moving away from you at a velocity of 4000 km/s and the Hubble
Constant equals 50 km/s/Mpc, how far away is the galaxy based upon Hubble's
law?
a. 20 Mpc
b. 80 Mlyr
c. 260,8 Mlyr
d. 24,54 Mlyr
e. 40 Mpc
27. Which of the following is a solution to Olbers's paradox?
a. interstellar extinction makes the night sky dark
b. the universe is infinite in extent, and in age

c. the universe is not infinite in age


d. the sky is not dark, but is full of X-ray radiation
28. Where are we?
a. Somewhere in an expanding universe, but not in any special part of it.
b. At the exact center of an expanding universe, as shown by the universal
expansion away from us in all directions.
c. Near the edge of an expanding universe, as shown by the microwave radiation
coming to us from the edge.
d. Near, although probably not right at, the center of the universe, as shown by the
fact that the edge is so far away.
29. Which one of the following statements is a correct description of the expansion of
the universe?
a. Spacetime is something real, with galaxies inside it; as spacetime expands, the
galaxies (or superclusters of galaxies) are carried along by the expansion.
b. Space is a vacuum, which is really nothing at all; the galaxies (or superclusters
of galaxies) are hurtling outwards through this nothingness.
c. Space is a vacuum, but the vacuum has real properties; as galaxies (or
superclusters of galaxies) hurtle outwards, the expansion is gradually slowing
down by the resistance of space to the passage of the galaxies.
d. Spacetime is static, but exerts an outwards pressure on the galaxies in it; this
pressure is accelerating the galaxies (or superclusters of galaxies) outwards
through spacetime and away from each other.
30. According to the Hubble law, if you find a galaxy (call it "a") four times farther
away from you than some other one (call it "b"), then the farther galaxy "a" is
moving away from you
A. four times faster than galaxy "b"
B. four times slower than galaxy "b"
C. sixteen times faster than galaxy "b"
D. sixteen times slower than galaxy "b"
31. Galaxy x appears to have a speed of recession of about twice that of galaxy y. this
suggests that
A. galaxy x is about twice as far away as galaxy y
B. galaxy y is about twice as far away as galaxy x
C. both galaxies are about equally distant but in different locations
D. the spectral lines of both galaxies have about the same red shift
32. Which of the following statements is correct and the most complete? : the most
distant galaxies are
A. moving away from us
B. moving away from us very rapidly compared to nearer galaxies
C. much larger than nearer galaxies
D. much brighter than nearer galaxies
33. If all distant galaxies are moving away from us, then
A. we must be at the center of the universe
B. the universe as we know it must have had a definite beginning
C. we must live in an expanding universe
D. space must be four-dimensional and curved

34. According to Hubble's law, a given galaxy appears now, compared to its
appearance five billion years ago,
A. to be traveling faster
B. further away from us
C. both to be traveling faster and further away
D. unchanged
35. We can use Hubble's law and the Hubble constant to estimate the age of the
universe. in doing so, the larger the value of the Hubble constant, then the age of
the universe is
A. older
B. younger
C. the same for all value
D. impossible to tell
36. Astronomers believe that the present value of Hubble's constant is 20 km/s/Mlyr.
Suppose you heard tomorrow that a new value of Hubble's constant had been
determined:10 km/s/Mlyr. What would happen to the value of the age of the
universe estimated from the Hubble constant?
A. it would be 25 billion years.
B it would be 50 billion years.
C. it would be doubled.
D. it would be halved.
E. it would not be changed; only our idea of the size of the universe would
change.
37. Since most galaxies are moving away from us, our galaxy must be
A. moving less rapidly than some galaxies
B. not moving away from the big bang at all
C. at the center of the big bang
D. at the edge of a curved, four dimensional universe
38. Basically, the Hubble law tells us that the
A. closer a galaxy is, the faster it moves away.
B. farther a galaxy is, the faster it moves away.
C. farther a galaxy is, the slower it moves away.
D. farther a galaxy is, the smaller it is.
E. farther a galaxy is, the larger it is.
39. For which objects in the universe has the Hubble relation been shown to hold?
A. distant galaxies
B. stars in the distant spiral arms of our galaxy
C. galaxies in the local group, in the near vicinity of the milky way
D. stars in the near neighborhood of the sun, in our galaxy
40. Which of the following is true of the relative abundances of hydrogen and helium
observed in the universe now?
A. the hydrogen was formed in the first few minutes and the helium was formed
in stars after they formed.
B. all of the hydrogen and helium were formed in the first few minutes after the
big bang.
C. the hydrogen was formed after decoupling occurred, but helium was formed
much later in stars.

D. most of the hydrogen and a small amount of the helium were formed long after
decoupling.
41. After the time when radiation became decoupled from matter(about a million
years after the start of the explosion), what could take place that could not happen
before this time?
A. light elements could be produced.
B. heavy elements could be produced in abundance.
C. elementary particles could be produced in abundance.
D. gravity could gather matter into clumps with masses about that of galaxies.
E. stars and planets could form in great number.
42. Which of the following is not important to modern cosmology?
A. everything appears to revolve around the Earth.
B. lines in the spectra of distant galaxies are red-shifted.
C. we detect an isotropic microwave radiation which appears to be cosmic in
origin.
D. there is a particular ratio of hydrogen and helium abundances in very old
celestial objects.
43. For any type of universe the age is less than the Hubble time because
A. observations simply do not provide enough evidence for seeing far enough
back in time.
B. geometry works that way.
C. our part of the universe is not near the site of the big bang.
D. gravitational attraction of galaxies for each other has slowed the expansion.
44. The cosmic background radiation is
A. the flux of cosmic ray particles always falling upon the Earth's surface f every
direction in space
B. the radio noise generated by Earth-bound transmitters, spreading out into space
(since about 1920)
C. low intensity radio noise, spread throughout all space, originating in the
original explosion of the universe, and having a spectrum similar to that of a
3K black body
D. the flux of visible radiation contributed to empty space by all visible stars in
the universe
45. Knowledge of the state of the universe before the big bang is impossible because

A. everything was antimatter then


B. all elements and structures were destroyed during the big bang
C. nothing existed before the big bang
D. relative to us, everything before the big bang was moving faster than the speed
of light
46. The isotropy of the cosmic microwave background radiation (same temperature in
all directions) indicates that
A) the universe had an early period of inflation in which regions initially in
contact were carried out of contact with each other.
B) the universe did not begin to expand significantly until after the era of
recombination.
C) regions that appear to us to be on opposite sides of the visible universe are in
fact in close contact with each other.

D) the universe has always been dominated by matter.


47. An image taken with the Hubble Space Telescope shows that 8 billion lightyears
away there seem to be more blue spiral galaxies than there are a billion lightyears
away. Which of the following is one reason for this difference?
a. as stars get older their colors become increasingly bluish
b. both the aging of stars and the mergers of galaxies have reduced the number of
galaxies that are bright and blue
c. the entire universe was hotter 8 billion years ago, so everything was bluer in
color
d. blue galaxies are so spread out (diffuse) that we cannot really see them well
unless they are far away
e. blue light is more readily absorbed in the Earth's atmosphere
48. Which of the following statements about the early universe (as envisioned by the
standard model of cosmology) is FALSE?
a. as the universe expands, its temperature decreases
b. at the beginning, the universe was not transparent to electromagnetic radiation
c. at the very beginning, the energies were so strong the universe was actually
contracting for a while
d. at the beginning, the temperature was hot enough to turn energy into matter
e. anti-matter (as well as matter) was present in significant quantities
49. A problem related to quasars being very far away as indicated by their large red
shifts is that they
a. should be beyond the edge of the universe.
b. should have evolved before the "Big Bang."
c. produce more energy than we can account for with reasonable physical
mechanisms.
d. All of these.
e. None of these.
50. By comparing and contrasting quasars, active galaxies, and the Milky Way, we
might conclude that
a. all are essentially the same thing, except that quasars are larger than active
galaxies
b. these objects represent an evolutionary sequence, showing that galaxies tend
to become less violent as the universe ages
c. galaxies and similar objects were smaller in the distant past than they are
today
d. objects which are farther away tend to be brighter
-- 0 --

Bab 11
Pengenalan Peralatan dan Persiapan Pengamatan
Pengenalan Atlas dan Katalogus
Dalam pengamatan objek maupun peristiwa astronomi, para astronom menggunakan berbagai instrumen sebagai alat bantu dalam mengamati, menyimpan
maupun mengolah data (citra) yang diperoleh selain alat indera yang sudah dimiliki
manusia. Instrumen bantu ini diperlukan mengingat keterbatasan kemampuan alat
indera dalam mengamati, menyimpan dan mengolah data yang diperoleh.
Beberapa alat/ instrumen bantu yang sering dipergunakan dalam mengamati
objek atau peristiwa astronomis :
1. Teleskop
Merupakan alat optik untuk melihat benda-benda sangat jauh sehingga tampak
lebih dekat dan lebih jelas.
Fungsi utama teleskop dalam astronomi adalah mengumpulkan lebih banyak
cahaya daripada dengan mata telanjang; berarti mengungkap obyek yang terlalu lemah
kalau dilihat dengan mata saja. Pengumpulan cahaya oleh teleskop sebanding dengan
kuadrat aperture-nya (D2). Makin besar luas permukaannya, makin besar cahaya yang
masuk. Aperture pupil mata kita dapat membesar sampai 7 mm untuk keadaan gelap
total. Teleskop optik terbesar di dunia diameternya 10 m. Teleskop ini dapat
mengumpulkan cahaya 2 juta kali lebih banyak daripada mata telanjang.
Ada 2 macam teleskop berdasarkan perbedaan sistem optiknya :
a. Refraktor/teleskop bias (refraktor)
menggunakan lensa (cembung), disebut obyektif, untuk mengum-pulkan
cahaya dan membentuk citra pada titik fokusnya.

b. Reflektor/teleskop pantul (reflektor)


menggunakan cermin (cekung), disebut cermin primer, untuk
mengumpulkan berkas sinar ke titik fokusnya. Cermin biasanya terbuat
dari bahan gelas atau keramik yang dilapisi lapisan tipis logam pemantul
(seperti: aluminium) pada permukaan depannya.

Beberapa macam teleskop jenis reflektor :


1. Newtonian

Teleskop reflektor pertama, dibuat tahun 1668 oleh Isaac Newton.


2. Cassegrain

3. Schmidt

4. Schmidt-Cassegrain

Proses jalannya sinar dari 2 jenis sumber cahaya di 2 macam teleskop :


(a) sumber titik (point source)

(a1) Berkas sinar dari sumber titik (misalnya bintang) dibiaskan ke


fokus oleh lensa cembung dan (a2) dipantulkan ke fokus oleh cermin
cekung.
(b) sumber berdimensi (extended source)

Berkas dari obyek berdimensi (obyek dengan ukuran tertentu)


membentuk citra yang terbalik dari sumber pada bidang fokus lensa
(atau cermin)
Citra yang terbentuk dapat direkam langsung dengan emulsi fotografik atau
detektor elektronik yang ditempatkan pada bidang fokus. Untuk pengamatan visual,
lensa sekunder - eyepiece - diperlukan. Eyepiece : sebuah lensa dengan panjang fokus
yang pendek yang menghasilkan citra yang diperbesar; yang dapat dilihat dengan
mata atau diproyeksikan pada emulsi fotografik, detektor elektronik, atau layar.
Eyepiece biasanya ditempatkan pada jarak yang dekat di belakang fokus, yang sama
dengan panjang fokus eyepiece dan diletakkan dalam tabung geser, karena prakteknya
posisi yang tepat bergantung pada mata pengamat perseorangan juga.

PEMBESARAN
Daya pembesaran adalah ratio antara diameter sudut semu obyek kalau dilihat
melalui teleskop dengan diameter sudut semu kalau dilihat tanpa teleskop. Pembesaran
= panjang fokus lensa objektif atau cermin / panjang fokus eyepiece. Contoh: Fo = 1000
mm, fe = 20 mm. Pembesaran = 1000/20=50. Sering ditulis 50x. Teleskop yang sama
jika digunakan dengan eyepiece yang panjang fokusnya 10 mm, maka pembesaran
1000/10 = 100.
Daya pisah ( resolving power )
Daya pisah atau resolusi sebuah teleskop adalah suatu ukuran kemampuan
teleskop untuk mengungkap detil citra; didefinisikan sebagai sudut minimum antara
dua sumber cahaya titik agar kedua titik itu tampak terpisah satu sama lain. Jika sudut

antara kedua citra titik tersebut lebih kecil, kedua citra tersebut akan lebur ke dalam
satu titik. Daya pisah (R) dinyatakan dalam detik busur (arcsec = ). Harga aproksimasi
daya pisah ini, R = 120/D detik busur. D aperture teleskop dalam mm.
Sebuah teropong dengan aperture 120 mm mempunyai daya pisah teoritis 1
detik busur. Mampu membedakan dua buah bintang yang kira-kira terangnya sama
sebagai obyek yang terpisah jika mereka terpisah oleh sudut paling tidak 1 detik busur.
Ia mampu melihat kawah di Bulan yang lebih besar daripada 2 km diameternya.
Resolusi teoritis teleskop Keck di Hawai, teleskop terbesar di dunia dengan diameter 10
m adalah 0,012 detik busur (ekuivalen dengan melihat kawah di Bulan dengan diameter
20 m atau memisahkan lampu depan mobil pada jarak 20.000 km).

Perbedaan antara teleskop Refraktor dan Reflektor


Parameter

Reflektor

Refraktor

Optik

Cermin

Lensa

Aberasi

Aberasi spheris

Aberasi kromatis

Perawatan
Rentang
Faktor Efisiensi
Fokus
Citra Teoritis

Recoating agar pemantulan


sempurna

Tidak perlu

Seluruh panjang gelombang

Serapan ultraviolet oleh kaca

Refleksi

Refleksi dan absorpsi lensa

Fokus lebih besar dari panjang


teleskop
Ada Spider

Fokus = panjang teleskop


Tidak ada

Rumus-rumus yang berkaitan dengan parameter teleskop :


1. Hubungan antara jarak objek, jarak bayangan dan fokus lensa :

f = fokus lensa; S = jarak benda; S = jarak bayangan


2. Perbesaran / power/ magnification (M) : Kombinasi obyektif dan eyepiece.
M = Fob/Fok
3. Daya pisah / resolving power : Kemampuan memisahkan dua ciri
berdekatan ke dalam dua citra terpisah.
( dalam radian ) = 1,22 / D
D = diameter bukaan lensa
(dalam mm)
Jika dianggap 5500 , maka ( ) = 140 / D
Skala Rayleigh
4. Panjang teleskop ( d )
- Jika mata rileks : d = fob + fok
- Jika mata berakomodasi : d = fob + Sok
5. Daya kumpul radiasi (light gathering power) : Kemampuan mengum-pulkan
radiasi dibanding dengan mata telanjang.
D2/ d2pupil mata , dpupil mata 7 - 8 mm

6. Magnitudo batas (limiting magnitude): Batas terredup dari obyek astronomi


yang dapat diamati melalui teleskop
m = 6 + 5 log(D/10)
D : diameter bukaan lensa ( dalam mm )
7. Medan pandang (field of view): bentangan langit yang dapat dilihat melalui
teleskop.
FOV = Medan pandang semu / m
Medan pandang semu = 450 - 550
m = magnification/perbesaran
8. Skala plat/Skala bayangan (plate scale): Hubungan bentangan sudut dan
besar citra pada bidang fokus.
Skala bayangan (/mm) = 206265/f (mm)
f = fokus lensa objektif
9. Pupil keluaran (exit pupil): Diameter berkas yang keluar dari eyepiece.
Pupil keluaran :
10. Focal Ratio = f/D , lambang : f/n ( satuan dari f dan D harus sama. )
Kelebihan dan kelemahan masing-masing jenis teleskop berdasarkan sistem
optiknya :
Refractor Telescopes
Kelebihan :
1. Refractor telescopes are rugged. After the initial alignment, their
optical system is more resistant to misalignment than the reflector
telescopes.
2. The glass surface inside the tube is sealed from the atmosphere so it
rarely needs cleaning.
3. Since the tube is closed off from the outside, air currents and effects
due to changing temperatures are eliminated. This means that the
images are steadier and sharper than those from a reflector telescope of
the same size.
Kelemahan :
1. All refractors suffer from an effect called chromatic aberration (color
deviation or distortion) that produces a rainbow of colors around the
image. Because of the wave nature of light, the longer wavelength
light (redder colors) is bent less than the shorter wavelength light
(bluer colors) as it passes through the lens. This is used in prisms to
produce pretty rainbows, but it can ruin an image!

There a couple of ways to reduce chromatic aberration. One way uses


multiple compensating lenses to counteract chromatic aberration. The
other way uses a very long objective focal length (distance between

2.
3.
4.
5.

the focus and the objective) to minimize the effect. This is why the
early refracting telescopes were made very long.
How well the light passes through the lens varies with the wavelength
of the light. Ultraviolet light does not pass through the lens at all.
How well the light passes through decreases as the thickness of the
lens increases.
It is difficult to make a glass lens with no imperfections inside the lens
and with a perfect curvature on both sides of the lens.
The objective lens can be supported only at the ends. The glass lens
will sag under its own weight.

Oleh sebab kelemahan-kelemahan pada teleskop refraktor, maka jenis


teleskop ini tidak dapat dibuat terlalu besar. Teleskop refraktor terbesar di
dunia adalah refraktor yang ada di Yerkes Observatory, dengan diameter
40 inchi (1,02 meter) dan panjang badan teleskop 19,2 meter. Kalau dibuat
lebih besar lagi, maka lensa akan mengalami perubahan bentuk akibat
beratnya sendiri.
Reflector Telescopes
Kelebihan
1. Reflector telescopes do not suffer from chromatic aberration because
all wavelengths will reflect off the mirror in the same way.
2. Support for the objective mirror is all along the back side so they can
be made very BIG!
3. Reflector telescopes are cheaper to make than refractors of the same
size.
4. Because light is reflecting off the objective, rather than passing
through it, only one side of the reflector telescope's objective needs to
be perfect.
Kelemahan
1. It is easy to get the optics out of alignment.
2. A reflector telescope's tube is open to the outside and the optics need
frequent cleaning.
3. Often a secondary mirror is used to redirect the light into a more
convenient viewing spot. The secondary mirror and its supports can
produce diffraction effects: bright objects have spikes (the christmas
star effect).
4. Suffer from spherical abberation.
So that not all of the light is
focused to the same point. This can
happen if the mirror is not curved
enough (shaped like part of a
sphere instead of a paraboloid) or
the glass lens is not shaped
correctly.

("!

)!

Penyokong teleskop (Mounting)


1. Teleskop alt-azimuth
Sumbu yang dipakai adalah ketinggian (altitude) dan azimuth

* Kelebihan :
1. Cocok untuk teleskop raksasa karena lebih stabil daripada ekuatorial.
2. Mudah digunakan oleh astronom pemula (lebih praktis)
* Kekurangan :
1. Koordinat objek langit berubahubah tergantung horizon pengamat (letak
pengamat)
2. Motor teleskop harus bekerja men-tracking bintang dalam 2 sumbu
(bintang senantiasa berubah koordinat azimuth dan altitude-nya)
2. Teleskop ekuatorial
Sumbu yang dipakai : deklinasi dan sudut jam
* Kelebihan :
1. Koordinat objek langit tetap, tidak berubah-ubah walaupun tempat
pengamatan berubah-ubah
2. Mesin teleskop cukup menggerakan teleskop dalam satu sumbu ketika mentracking objek langit (sumbu sudut jam) sedangkan deklinasi tetap.
* Kekurangan :
1. Lebih sulit pemakaiannya (karena butuh jam sideris)
2. Perlu pemberat karena tidak stabil, mudah tidak seimbang. Tata
koordinatnya lebih rumit dimengerti oleh astronom pemula.

Arsitektur penyokong teleskop statik :

*+
,

!
! $ !
(

! -

. )) (
*+
*+
! $ !,

!/

!
!

2. Binoculars
Merupakan alat optik yang digunakan sebagai alat bantu mengamati objek-objek
yang jauh. Terdiri dari 2 lensa objektif, 2 eyepiece untuk masing-masing mata dan 2
pasang prisma untuk membalikkan bayangan yang dibentuk lensa objektif dan
memperpanjang fokus tanpa membuat ukuran binoculars menjadi terlalu panjang.
Berikut adalah skema sebuah binoculars secara umum :

Kelebihan dari binoculars adalah memiliki medan pandang yang besar dibandingkan
teleskop. Hal ini sangat berguna saat kita ingin melakukan survei langit. Binoculars
diklasifikasikan berdasarkan perbesarannya (magnification) dan kemampuan
mengumpulkan cahaya (light gathering power). Contoh : 6 x 30 ; Angka 6 menyatakan perbesaran binoculars, sedangkan angka 30 menyatakan diameter lensa objektif
dinyatakan dalam milimeter.
Selain instrumen pengamatan/observasi, astronom juga memerlukan instrumen
analisator dan detektor.

Peranti analisator
Penapis (Filter): Cahaya polikromatik monokromatik
Filter pita lebar (U,B,V,R,I,...; R,G,B)
Filter pita menengah (Str mgren uvby)
Filter pita sempit (interference filter)
Pengurai (Disperser): Cahaya polikromatik Spektrum
Prisma
Kisi (grating)
Polarisator: Pelaluan jenis gelombang tertentu dari elektromagnetik
Piranti Detektor
Piranti pengindera yang menciptakan suatu sinyal jika disinari pola cahaya, yang
digunakan untuk mempelajari radiasi dengan mengubah energi radiasi menjadi
bentuk energi lain : energi termal, fotokimia, elektrik,dll.
Manusia mempunyai detektor alamiah yaitu mata. Mata akan mendeteksi suatu
sinyal dari objek langit kemudian menyampaikannya ke otak untuk diterjemahkan
menjadi suatu persepsi.

Proses Citra
I. Pendahuluan
Selama lebih dari satu abad lamanya detektor fotografi merupakan andalan utama
perekaman gambar. Kamera fotografi merupakan peranti perekam obyek yang
obyektif dan permanen serta mampu menyajikan citra obyek terekam yang lemah
bagi mata biasa (visual).
Dengan munculnya jenis detektor baru yakni
kamera elektronik atau kamera CCD (ChargeCoupled Devices) dalam dekade 80-an para
pencitra profesional mulai mengalihkan perhatiannya pada penggunaan jenis detektor ini.
Karakteristik kamera ini, meliputi: respons linier
terhadap cahaya, liputan spektrum yang luas,
efisiensi tinggi menyebabkan kinerjanya yang
jauh lebih unggul untuk berbagai jenis aplikasi.

CCD

Diatas segala kelebihannya sebagai perangkat keras, kita menghadapi suatu era
baru dalam lingkup kegiatan penelitiannya yakni proses citra digital. Dalam
kehidupan sehari-hari kita melakukan suatu jenis aktifitas pemrosesan citra ketika kita
mengatur tombol kontrol sebuah televisi dalam rangka memperoleh gambar tajam
melalui perubahan warna (color), kecerlangan (brightness) dan kontras (contrast).

II. Citra Digital


Bagaimanakah suatu citra (gambar) direpresentasikan dalam bentuk numerik?
Pertama kali, citra dibagi ke dalam sejumlah besar elemen gambar atau pixel (picture
element). Tiap pixel memiliki nilai kecerlangan atau intensitas digital (terminologi
umum yang lainnya adalah: Pixel Value/PV, Digital Number/DN, Analog-to-Digital
Unit/ADU, tingkat keabuan/gray level, dsb). Oleh karena itu suatu citra dapat
dianggap sebagai sebagai array bilangan, masing-masing mengindikasikan
kecerlangan pada posisi dalam array tersebut. Intensitas digital inilah yang berubah
ketika citra diproses.
Secara khas, intensitas digital bervariasi nilainya dari 0 (hitam) hingga 255 (putih)
sehingga memberikan 256 tingkat keabuan (gray level). Sebagai contoh, mata
manusia memiliki kemampuan membedakan 40 tingkat keabuan.

0 1 2
1
1
1

0
1
1

0
0
1

0
1
1

1
1
1

III. Pemrosesan Citra


Proses citra terdiri dari tiga area luas meliputi kalibrasi, analisis dan pengubahan.
Kalibrasi merupakan kegiatan untuk menghasilkan rekaman murni intensitas cahaya.
Analisis merupakan upaya untuk mengekstrak data sebanyak mungkin dari suatu citra
yang terkalibrasi seperti posisi dan kecerlangan. Pengubahan citra mencakup upaya
menguak seluruh informasi dalam citra terekam.

Citra dari satu set pengamatan :


1. Citra Bias ( Citra Bias / Bias Image B)
- Citra yang diambil dengan expoure time 0 detik
Digunakan untuk menentukan nilai awal piksel di CCD
2. Citra Obyek (Raw Image R) : citra obyek yang diperoleh dari pencitraan
dengan waktu integrasi foton tertentu
3. Citra Gelap (Dark Image D) : citra yang diperoleh dengan membaca CCD
selama waktu integrasi foton dalam keadaan katup kamera (shutter) tertutup
4. Citra Medan Datar (Flat field Image F) :
- Diperoleh dengan menyinari CCD dengan cahaya yang uniform
- Digunakan untuk mengkoreksi variasi piksel-ke piksel akibat
ketidakseragaman sensitivitas

Kalibrasi citra
Citra mentah (raw image) yang diperoleh dari suatu pemotretan mengandung
banyak "sampah citra yang harus disingkirkan dalam rangka memperoleh citra
representatif obyek yang diamati. Sampah ini berbentuk berkas kosmis dan derau/
noise. Selain suatu citra terekam dibentuk oleh cahaya obyek, juga mengikutsertakan
perbedaan titik nol setiap pixel (bias), kepekaan dan respons terhadap temperatur.
Untuk menyingkirkan efek ini dari citra mentah, umumnya astronom mempergunakan
citra gelap/dark frame (citra yang diambil melalui pemotretan tetapi tanpa pencahayaan) dan citra medan datar / flat field frame (citra yang diiluminasi oleh sumber
cahaya uniform).
Formulasi matematika yang bertautan dengan kalibrasi citra adalah sebagai berikut :

"!

$3

$
!

! #

Jika citra dinyatakan dalam matriks ukuran n x n, maka bila


A : matriks citra mentah
D : matriks citra gelap
F : matriks medan datar
C : matriks citra bersih

4 15 3

( 15 6 7 15

1 3

&&& 1 5 3

&&&

15

Secara ideal, citra bersih memiliki karakteristik sebagai berikut:


1 . Nilai pixel 0.0 bertautan dengan tidak ada cahaya yang jatuh ke detektor
2. Kepekaan terhadap cahaya untuk setiap pixel sama
3. Nilai numerik setiap pixel berbanding lurus dengan jumlah cahaya yang jatuh ke
detektor selama pengambilan.

Aperture Photometry
Mengukur kecerlangan bintang = menghitung jumlah foton yang diterima CCD dari
bintang.
Prinsip : Jumlahkan seluruh count piksel-piksel di dalam daerah berbentuk lingkaran
pada citra. Syaratnya citra itu sudah direduksi terhadap citra bias, citra dark, flat field,
sky count.

0 1"2

Menghitung sky count


Rata-ratakan count pada piksel yang memenuhi syarat :
r12 (x-a)2 + (y-b)2 r22
Menghitung/cacah foton dari bintang
Jumlahkan count pada piksel yang memenuhi syarat :
(x-a)2 + (y-b)2 r2
Instumental magnitudo

mins = -2,5 log C ; C = jumlah cacah foton

Cara menghitung foton gangguan (foton bukan dari bintang) :


ambil daerah berupa cincin dimana jumlah cacah foton-foton di piksel-piksel
tersebut jauh lebih tinggi daripada sekitarnya.
Hitung rata-rata dari jumlah foton di piksel-piksel di luar daerah cincin. Angka
rata-rata ini adalah nilai foton gangguan / foton yang bukan dari bintang.
Untuk menghitung foton dari satu bintang
Kurangkan angka-angka cacah foton di dalam daerah cincin dengan angka ratarata foton gangguan.
Lalu, jumlahkan semua angka-angka cacah foton di daerah cincin tersebut.
Jumlah tersebut menyatakan jumlah foton yang berasal dari satu bintang
Contoh :
Pembacaan cacah foton oleh suatu kamera CCD tampak seperti di bawah ini : (hanya
ditampilkan sebagian saja)
236
286
268
268
274
234
267
245
246

253
239
275
265
279
246
262
244
247

269
291
230
269
877
248
281
240
268

233 267 281 251 285 296


256 250 249 264 261 282
263 848 257 251 250 256
862 982 854 268 264 261
951 1.509 975 878 268 272
831 993 851 257 254 259
282 863 264 260 244 248
230 268 245 248 269 265
262 271 269 260 248 241

Pertanyaan : hitunglah jumlah foton yang berasal dari bintang tersebut?


Cara :
1. Hitung dulu rata-rata angka-angka di luar daerah yang diarsir !
Angka gangguan : 17.259/68 = 253,8 = 254
2. Kurangkan angka-angka dalam daerah yang diarsir dengan rata-rata yang diperoleh
dari langkah nomor 1 !

1.509 254 1.255


863 254 609
951 254
697
851 254 597
993 254
739
878 254 624
975 254
721
854 254 600
982 254
728
848 254 594
877 254
623
862 254 608
831 254
577
3. Jumlahkan angka-angka yang ada di daerah yang diarsir !
Jumlah foton = jumlah angka-angka yang berwarna hijau di tabel langkah nomor 2
= 8.972.
Untuk menghitung magnitudo dari suatu bintang:
m1 m2 = - 2,5 log(C1/C2)
m1 = magnitudo bintang 1
m2 = magnitudo bintang 2
C1 = jumlah cacah foton dari bintang 1
C2 = jumlah cacah foton dari bintang 2

Beberapa tips pemasangan dan penggunaan teleskop portable.


Siapkan kompas, jam (jika punya: Handy GPS, telepon)
Pasang teleskop, periksa balance weight, periksa alignment teleskop finder dan
teleskop utama
Arahkan sumbu polar ke arah kutub utara-selatan rotasi bumi (bukan kutub
magnetik bumi)
Arahkan ke bintang (sumber titik) terlebih dahulu untuk mengatur fokus,
memeriksa kecepatan tracking
Pengamatan dilakukan dengan seksama dan mengikuti prosedur mulai dan akhir.
PENGENALAN LANGIT
Atlas dan Katalogus merupakan perangkat penting, selain teleskop, untuk mengenal:
a. Medan langit
b. Fenomena yang terjadi pada suatu waktu
c. Kedudukan suatu obyek
Atlas terdiri atas:
a. Atlas yang dilukis
b. Atlas fotografik
Katalogus merupakan petunjuk bintang menurut aturan tertentu, kadang-kadang
berpasangan dengan atlas. Paling tidak memuat:
1. Koordinat ekuatorial
2. Magnitudo bintang
3. Spektrum bintang

Beberapa atlas dan katolgous:


1. Atlas Coeli 1950, Becvar
Jangkauan : Deklinasi dari -900 sampai +900
2. Katalogus dan atlas SAO
( Smithsonian Astrophysical Observatory )
Deklinasi : -900 sampai +900
Magnitudo batas 9m
Peta mengandung > 260.000 bintang, galaksi, gugus bintang.

3. Palomar Observatory Sky Survey (POSS)


Deklinasi: -330 sampai +900 (R,B), -440 sampai -330 (R)
Magnitudo batas: B = 21,1m , R = 20,0m
4. European Southern Observatory (ESO) Atlas
Deklinasi: -900 sampai -200
Magnitudo batas: 23m
Review :
1. Jelaskan perbedaan antara teleskop refraktor dan reflektor dan keuntungan serta
kerugian/ kelemahan masing-masing!
2. Jika diameter lensa teleskop kita dua kalikan dari semula tetapi fokusnya tetap.
Apakah pengaruhnya terhadap kecerlangan objek? Bagaimana perubahan daya
pisahnya? Focal ratio? magnitudo batas?
3. Mengapa optik teleskop besarnya umumnya adalah cermin?
4. Mengapa penggunaan CCD lebih disukai dibandingkan menggunakan pelat
fotografik?
5. Mengapa untuk mensurvei langit, kita harus menggunakan teleskop dengan
perbesaran rendah?

Evaluasi Bab 11
I. Esai
1. Why is it sometimes better to use a small telescope in orbit around the Earth than
it is to use a large telescope on a mountain top?
2. A thick black fly has dotten onto the object lens of a 5 cm telescope. What will an
observer looking to the Moon through the telescope see?
3. Why might some stars appear double in blue light through they could not be
resolved in red light?
4. Why can radio astronomers observe during the day, whereas optical astronomers
are (for the most part) limited to nighttime observing?
5. What are the reasons why the Hubble Space Telescope is able to observe fainter
objects than we can study from the ground?
6. Recently the 10 meter Keck telescope began to operate on Mauna Kea (Hawaii),
where the diameter of stellar images may be as small as 0".3. Can you evaluate
the limiting stellar magnitude for visual observation with this telescope?
7. What limits the resolving power of the 6-meter telescope BTA in SAO? Calculate
it. Explain your calculations.
8. The apparent diameter of the Moon, as seen from the Earth, is 31'. What is the
image diameter in the objective focal plane if its focal length is 254 cm and the
objective diameter is 40 cm? Draw a figure (a few figures) to explain your
calculations.
9. A photometer is mounted on a 125 cm (focal length) telescope. Can you observe a
star with magnitude
a. 5m
b. 10m
c. 15m
in a cluster if a count from a star of a similar spectral type with magnitude 8m
gives 4000 counts/second? The level of white noise of the photometer
(instrumental noise) is 500 counts/second; the upper limiting value for
observations is 200.000 counts/second. Explain your calculations.
10. An 1.2-meter Schmidt camera has a 6 x 6 field of view. Estimate how many
photographs you would have to take to cover the whole sky. (Please, make an
estimation of the maximum and minimum number of photos.) Explain your
calculations. Where do you have to place your telescope to be able to do this?
11. A cosmonaut in a spacecraft is moving over the Moon surface through the Mare
Frigoris at an altitude of 100 km. An astronaut is walking on the Moon's surface
at Mare Frigoris and it is daytime at that place (the Sun is shining). Can the
cosmonaut register the astronaut using binoculars with a magnification of 20x.
Take into account all the possibilities.
12. Berapa kali lebih kuat cahaya yang dikumpulkan oleh telskop Keck yang
berdiameter efektif 10 meter dibandingkan dengan teleskop terbesar di
observatorium Bosscha yang berdiameter 60 cm ?

13. Teleskop dengan diameter 64 cm dapat melihat objek langit dengan magnitudo
14. Berapakah diameter yang digunakan untuk memperoleh kecerlangan 20
magnitudo ?
14. Sebuah teleskop memiliki fokus objektif dan okuler berturut-turut 150 cm dan 5
cm. Tentukan perbesaran sudut dan panjang teleskop untuk :
a. penggunaan normal
b. mata berakomodasi maksimum
15. Seseorang mengamati gerhana Matahari dengan sebuah teleskop yang berjarak
fokus objektif dan okuler masing-masing 70 cm dan 4 cm. Jika dilihat dengan
mata telanjang diameter sudut Matahari 0,50, berapakah ukuran diameter sudut
Matahari bila dilihat dengan teleskop di atas ?
16. Jarak titik api lensa objektif dan okuler berturut-turut adalah 150 cm dan 30 cm.
Ke arah mana dan berapa besar pergeseran lensa okuler agar mata dapat melihat
dengan jelas sambil berakomodasi maksimum ?
17. Sebuah teropong bintang mempunyai lensa objektif dan okuler dengan jarak 105
cm. Teropong diarahkan pada 2 bintang. Mata pengamat melihat bayangan terang
bila berakomodasi pada jarak 30 cm. Kemudian, okuler digeser keluar sejauh 2
cm sehingga terbentuk bayangan yang terang di belakang okuler pada jarak 42 cm
pada layar. Hitunglah : a. Jarak fokus objektif dan okuler b. Jarak bayangan
bintang pada layar 5,4 cm c. Tentukan jarak sudutnya !
18. Sebuah teleskop dengan panjang 31,2 cm. Seberkas sinar yang terdiri dari atas
sinar merah dan biru jatuh ke lensa objektif ( nm = 1,52 dan nb = 1,54). Sinar biru
jatuh pada jarak 26 cm di belakang lensa objektif pada sumbu utama. Bila
bayangan sinar biru dibentuk di , dimanakah jarak bayangan akhir sinar merah ?
Lensa okuler teleskop tersebut diganti dengan lensa okuler lain yang mempunyai
jarak fokus 4 cm untuk sinar biru. Sebuah layar diletakkan pada jarak 44 cm dari
objektif. Dimana Anda harus meletakkan lensa okuler agar sinar biru terlihat
tajam ?
19. Teleskop unitron di observatorium Bosscha memiliki jarak fokus objektif 1500
mm. Bila digunakan lensa okuler dengan jarak fokus 5,4 mm dan pengamatan
dilakukan pada panjang gelombang 5680 , berapakah perubahan magnitudo
yang terjadi bila aperture diganti dengan ukuran 150 mm ? Resolusi mata 2 menit
busur.
20. Jarak fokus objektif dan okuler sebuah teleskop masing-masing 1 m dan 2 cm.
Seorang pengamat melihat bintang tanpa akomodasi. Bila diameter 0,50. Berapa
besar bayangan Matahari yang dihasilkan teleskop bila okuler dikeluarkan cm ?
21. Cahaya dengan panjang gelombang 5500 memiliki teleskop. Jika aperture
memiliki nilai 50 mm. Tentukan :
a. Sudut resolusi minimum
b. Jika digunakan cahaya violet (400 nm), berapa sudut resolusi minimum
sekarang ?
c. Bila antara objek langit dan teleskop terdapat uap air dengan indeks bias 4/3 ,
apa pengaruh yang ditimbulkan ?

22. Mata seorang pengamat diperbesar sampai diameter 5 mm. Berapakah jarak
minimum antara 2 sumber cahaya titik yang masih dapat dibedakan olehnya pada
jarak 40 cm dari mata ? Diketahui yang digunakan 500 nm dan indeks bias air
mata 1,33.
23. Jarak fokus lensa okuler suatu teleskop adalah 3 cm dan panjang teleskop 63 cm.
Seorang pengamat melihat tanpa akomodasi suatu bintang menggunakan teleskop
tersebut suatu bintang menggunakan teleskop tersebut dengan jelas , kemudian
teleskop digunakan untuk melihat benda lain dan pengamat melihat bayangan
benda dengan jelas tanpa akomodasi bila okuler ditarik 10 cm. Tentukan jarak
benda tersebut !
24. Teleskop bermedan pandang sempit pada Voyager 1 memiliki panjang fokus 1500
mm. Pada jarak berapa dari Saturnus ( diameter 120.000 km ) teleskop berada
untuk mendapatkan citra planet berdiameter 10 mm ?
25. Teleskop tipe Cassegrain di sebuah observatorium memiliki panjang fokus 490
cm. Berapakah ukuran citra Venus yang bersesuaian dengan ukuran sudut 30 ?
26. Sebuah teleskop memiliki lensa objektif dengan kekuatan 1 Dioptri dan lensa
okuler dengan kekuatan 20 Dioptri. Hitunglah :
a. Perbesaran sudut ketika dilakukan pengamatan tanpa akomodasi dan dengan
akomodasi maksimum !
b. Panjang teleskop dengan 2 modus pengamatan di atas ?
27. Sebuah teleskop radio di padang gurun Nevada memiliki diameter 20 m.
Gelombang radio yang digunakan bersesuaian dengan energi 9,945 x 10-26 Joule.
Berapakah resolving power teleskop dalam menit busur ?
28. On 1 cm2 of Pluto's surface fall approximately 10,000 photons per second from a
star of the fifth magnitude. How many photons would fall on a detector from a
star of 20m during half an hour, if BTA at the Earth is used (the diameter of the
main mirror is 6 m)?
29. The diameter of the primary mirror of the planned James Webb Space Telescope
(JWST) is 6.5 meter. The JWST will be able to image pairs of planetary nebulae,
emitting light from ionized hydrogen at the optical wavelength 656 nm. Those pairs
that have an angular separation 0.03 arcsec or larger will appear as 2 nebulae.
However pairs of nebulae with smaller separations will appear as only one nebula.
What do you think if we use ground-based telescopes with 10 meter diameter
primary mirrors in optical wavelength?
30. Sebuah teleskop yang jika digunakan melihat bintang Cmi (5,11 magnitudo)
akan tampak seterang Sirius (-1,58 magnitudo).
a. Tentukan diameter teleskop tersebut
b. Jika CMi memiliki pasangan bintang yang terpisah sejauh 2,5 detik busur,
dapatkah kedua bintang ini ( Cmi dan pasangannya) terlihat? Jelaskan
jawaban Anda!
c. Apabila CMi dipindahkan sejauh 5 kali semula dari pengamat, masihkah
CMi bisa dilihat oleh teleskop tersebut? Uraikan langkah kerjamu!
31. Jika kamu memiliki sebuah reflektor Cassegrainian dengan diameter 20 cm dan
panjang fokus 200 cm, dilengkapi dengan 3 buah lensa okuler dengan panjang
fokus masing-masing 5mm, 15mm, dan 25 mm, maka:

a. Gambarlah lintasan cahaya yang datang dari obyek langit hingga ke lensa
okuler dan ke mata pengamat!
b. Tentukanlah lensa okuler yang terbaik untuk mengamati Bulan, bintang ganda
visual -Centauri dan planet Mars? Berikan argumentasi untuk setiap
kesimpulan jawabanmu!
32. Jelaskan mengapa untuk menganalisis fenomena alam semesta (galaksi, bintang,
planet, dll.) diperlukan teleskop radio, teleskop optik dan teleskop sinar-X ?
33. Pada suatu saat di masa depan, kamu mengepalai suatu komite pendanaan
(funding committee) yang akan menyetujui atau menolak proposal rancangan
teleskop yang akan dimiliki Indonesia. Berikan penjelasan tentang proposal
dimaksud di bawah ini:
a. membangun teleskop optik 100 m tanpa adaptif optik di Bumi
b. membangun teleskop sinar-X 10 m di Bumi
c. membangun teleskop radio 500 m yang mengorbit Bumi
34. Di Observatorium X terdapat tiga buah teleskop astronomi dengan spesifikasi
sebagai berikut :
Refraktor A dengan diameter 100 mm, panjang fokus 800 mm
Reflektor Schmidt-Cassegrain B dengan diameter 8 inches dan f/D=10.0
Reflektor Schmidt-Newtonian C dengan diameter 6 inches, f/D=5.0
Jika diketahui terdapat 2 eyepieces dengan panjang fokus 25 mm dan 40 mm
(medan pandang semunya 55 derajat):
a. Gambarkanlah lintasan cahaya dalam ketiga teleskop tersebut, bayangkan
cahaya datang dari bintang yang jauh!
b. Manakah diantar ketiga teleskop tersebut yang medan pandangnya paling
luas?
c. Teleskop dan eyepiece mana yang memberikan penguatan tertinggi?
d. Menjelang Juli akan direncanakan pengamatan planet Mars. Teleskop mana
yang paling baik untuk mengamati Mars tersebut?
35. Dua orang astronom, salah satu berada di Bumi (a = 1 AU) dan lainnya di planet
Mars (a = 1,5 AU), memutuskan untuk bekerja sama mengukur paralaks sebuah
bintang target dengan mengamatinya secara simultan. Kedua astronom akan
mencatat posisi teramati (apparent position) bintang target dari masing-masing
planet. Perbedaan posisi bintang yang berhasil diamati tidak lain menyatakan
paralaks yang berhasil diukur.
a. Gambarkan konfigurasi yang mungkin untuk menghasilkan pengukuran
paralaks terbesar! Berikan penjelasan mengapa demikian!
b. Berapakah besar garis dasar (baseline) dalam konfigurasi di atas?
c. Gambarkan konfigurasi-konfigurasi (minimal 2 buah) yang memungkinkan
kedua astronom tersebut memperoleh pengukuran paralaks yang bernilai 0!
Berikan penjelasan mengapa demikian!
36. Estimate with order-of-magnitude accuracy how many degrees it would be
possible to raise temperature of water in a normal swimming pool (50 x 20 x 2 m)
if one was able to collect all energy which "stellar" astronomers used until to
obtaining knowledge about the structure of the Universe, observing at night
optical telescopes. The heat capacity of water is 4200 J/(kg K). The Total Solar
Irradiation Constant is equal to 1,37 kWatt/m2. List in a table all the parameters
and assumptions you have used in your solution.

37. Andaikan bintang A sudah tampak dengan menggunakan teleskop 60 cm dan


bintang B baru tampak kalau menggunakan teleskop 10 m (sistem optik kedua
teleskop identik), bintang mana yang lebih terang ? Berapa kali perbedaan
terangnya?
38. Sebuah detektor CCD diletakkan pada fokus sebuah teleskop reflektor (f/1,4)
berdiameter 5 m. CCD ini memiliki 800 x 800 piksel dengan ukuran satu
pikselnya 15 m2. Berapa ukuran medan langit yang setara dengan satu piksel?
Berapakah total luas medan pandang yang diperolehnya?
39. All of you have practised using the IAO Telescope at Bosscha Observatory (see
figure and fundamental parameters of this telescope).

8(. 9 ! !
#!
: !) !
; $
4! !
<!
07 3
1 )=7 3

Now, answer the following questions related to this telescope:


a. What is the optical configuration of the telescope?
b. What kind of mounting supports the telescope pointing and tracking?
c. Explain clearly how you use this telescope for observing comet.
d. Using a 40-mm eyepiece, can you see full image of the moon? Explain your
answer
e. Using the ST7-EX CCD camera (765510 pixels, 9 m/pixel) at the focal
plane of the telescope, what is the field of view of the image?
40. In one of national fairy tales of peoples of North, it is told that the people asked
the Deer God to tell them how many stars there are in the sky. For some weeks
the Deer God counted the stars and found that there are 252.707 ones in the sky. It
is known that it is possible to count about 6000 stars in all sky by a naked human
eye. From this one might conclude that the eyes of the Deer God are larger than
human ones. What, in that case, would be the diameter of the pupils of the Deer
God's eyes? Assume that the stars are placed more or less uniformly in space.
Assume the sensitivity of the retina of the Deer-God is the same as of humans.

II. Pilihan Ganda


1. What is the primary purpose of a telescope?
A) to magnify distant objects
B) to separate light into its component wavelengths
C) to measure the brightness of stars very accurately
D) to collect a large amount of light and bring it into focus
E) to make distant objects appear nearby
2. A telescope has a 12 inch diameter primary mirror. It will gather:
A) Twice as much light as a telescope with a 6 inch diameter mirror
B) Four times as much light as a telescope with a 6 inch diameter mirror
C) Half as much light as a telescope with a 24 inch diameter mirror
D) 2,54 times as much light as a telescope with an 12 cm diameter mirror
E) More light than a 12 inch refractor.
3. An achromatic refractor is a telescope that:
A) uses two different kinds of glass to focus light
B) can accurately focus only two different colors of light to the same place
C) was the type used by Galileo to observe astronomical objects
D) both A and B are true
E) both A and C are true
4. You photograph a galaxy for 40 minutes with a 3 meter (diameter) telescope.
How long will it take to get the same exposure in a 2 meter telescope?
A) 40 minutes
B) 60 minutes
C) 90 minutes
D) 4 hours
5. The practical limit in magnification for a 4 inch refractor is:
A) There is no limit because you can always change eyepieces
B) 300x, limited by the atmosphere
C) 200x, limited by the diameter
D) 100x, limited by the magnitude
6. A telescope focal length of _____ and an eyepiece focal length of _____ will give
the greatest magnification:
A) 1000 mm; 10mm
B) 750 mm; 25mm
C) 1500 mm; 30mm
D) 1200 mm; 6mm
7. Mengapa diciptakan teleskop ruang angkasa untuk studi astronomi?
a. Karena mampu memberikan kualitas citra yang lebih tinggi
b. Karena biaya dan ongkos pembuatannya murah
c. Karena memiliki sedikit masalah taknis
d. Karena mudah dioperasikan
e. Untuk menumbuhkan gengsi tinggi bagi negara pembuatnya
8. Bintang terang dan paling dekat merupakan ganda visual dengan separasi 10 detik
busur Bintang tersebut ...
a) dilihat sebagai dua buah bintang oleh mata bugil manusia
b) dilihat terpisah melalui teropong bintang yang panjang fokusnya 1 meter
c) tidak dapat dilihat terpisah melalui teropong yang panjang fokusnya 1 meter

d) harus dilihat dengan teropong yang besar


e) bergantung jenis teropongnya
9. Teleskop dengan spesifikasi sebagai berikut :
Fokus lensa objektif 400 cm, f/D = 4
Fokus eyepiece 20 mm
Maka , pernyataan yang tepat untuk teleskop tersebut adalah ...
a. perbesaran teleskop untuk penggunaan normal = 20 x
b. sudut pisah teleskop = 0.036
c. magnitudo batas = 16
d. Skala bayangan = 515,7 /mm
e. Panjang teleskop untuk mata berakomodasi maksimum = 4.020 mm
10. If telescope A has a mirror twice the diameter of telescope B, its light gathering
power will be ___ times that of B? And if telescope A has a light gathering power
4 times that of telescope B, how much farther into space can telescope A
penetrate?
a. 4 ; 2
b. 4 ; 16
c. 2 ; 2
d. 2 ; 16
e. 4 ; 4
11. Seeing refers to
a. the clarity of the atmosphere
b. how far a telescope can see
c. the faintest object observable through a telescope
d. the smearing of an image caused by atmospheric motions
e. the smearing of an image caused by the variation of refraction with color.
12. In which spectral region is it possible for astronomers to observe through clouds?
a. visual
c. ultraviolet
e. gamma-ray
b. radio
d. x-ray
13. Why can't we use ordinary photographic plates to record infrared images?
a. The wavelength of infrared light is too long to expose a normal photographic
emulsion.
b. The frequency of infrared light is too big to expose a normal photographic
emulsion.
c. The velocity of infrared light is too high to expose a normal photographic
emulsion.
d. The energy in an infrared photon is too small to expose a normal photographic
emulsion.
e. None of the above.
14. No matter how big we make a telescope on Earth, its resolving power is limited
because of
a. variable atmospheric refraction ("seeing").
b. clouds.
c. limited abilities in making mirrors.
d. light pollution.
e. None of the above.

15. Why does it matter whether a telescope is in the northern or southern hemisphere?
a. Many countries in the southern hemisphere are politically unstable.
b. Some stars can be seen in one hemisphere, but not in the other.
c. Mountains are higher in the northern hemisphere.
d. Travel expenses for astronomers must be kept low.
e. None of the above.
16. Why is it better for some purposes to use a medium-size telescope on a mountain
instead of a telescope in space?
a. It is easier to get to a telescope on a mountain than to one in space.
b. It is much less expensive to use a telescope on Earth than in space; very large
and state-of-the-art equipment can usually only be used on Earth.
c. Telescopes on mountains are better than telescopes in space.
d. Telescopes in space cannot be pointed near the direction of the Sun.
e. None of the above.
17. Why can the Hubble Space Telescope observe fainter objects than we can now
study from the ground?
a. Because electronic detectors have higher resolution than photographic plates.
b. Because the space telescope can be pointed more accurately.
c. Because the space telescope has a bigger mirror than telescopes on Earth.
d. Because the sky background is darker from space.
e. None of the above.
18. What is the advantage of an equatorial telescope mount? With an equatorial
mount,
a. a telescope can track the stars with motion around only one axis.
b. a telescope can track the stars with motion around only two axes.
c. a telescope must use a computer to track the stars.
d. a telescope does not have to move to track the stars.
e. None of the above.
19. What is the most important function of a telescope?
a. magnification
b. resolution
c. light collection
d. none of the above
20. The greater the ___ the greater the resolution of a telescope. (Pick the one most
correct choice.)
a. objective focal length
b. eyepiece focal length
c. objective diameter
d. objective area
e. magnification
21. The function of a telescope that is NOT directly dependent on the size of the
objective is
a. resolving power
b. magnification
c. light-gathering power
d. none of the above

22. Which one of the following is a disadvantage of a refractor compared with a


reflector of the same diameter?
a. the refractor has a lower light gathering power
b. the refractor will have a longer focal length
c. the location of the refractor's focus depends on wavelength
d. all the above are disadvantages of refractors.
23. Astronomers wish to build larger and larger telescopes because larger telescopes

a. allow fainter objects to be seen


b. allow more detail in the image to be seen or photographed
c. produce greater magnification of the image
d. allow more wavelengths to be studies
e. both a and b
24. The coud focus is the choice whenever the astronomer wants to
a. use large equipment
b. make short exposures
c. observe faint objects
d. do a, b, and c.
25. Which of the following is the primary reason astronomers desire to have
telescopes above the Earth's atmosphere?
a. the magnification will be improved
b. observations may be made in the ultraviolet
c. observations may be made in the radio
d. the resolving power will be better than theoretically allowed on the Earth's
surface
26. The essential difference between infrared telescopes and optical telescopes is
a. the type of detector used
b. the shape of the mirror or reflector
c. the use of carbon dioxide as an absorber in infrared telescopes
d. infrared telescopes are longer in order to accommodate the longer
wavelengths observed
27. Radio telescopes are large because of the small amount of radio energy from
astronomical objects, and
a. because bigger is better
b. since no dome is needed, there is no reason not to make them large
c. because short wavelengths of radio waves are detected better with large
telescopes
d. because larger telescopes have better resolving power.
28. Astronomers have constructed radio interferometers mainly to
a. spend lots of money
b. increase resolving power
c. increase light-gathering power
d. increase magnification
29. Telescopes in satellites are currently used primarily to observe
A. objects too faint to observe with ground based telescopes
B. types of light waves which are almost totally absorbed by the Earth's
atmosphere

C. objects obscured by terrestrial pollution


D. objects visible only during daytime on the Earth
30. Suppose that you own a reflecting telescope. Which of the following
characteristics of the telescope could you most easily change?
A. magnifying power.
B. light-gathering power.
C. resolving power.
D. use of a mirror as an objective.
31. A telescope on the moon would have advantages over Earth-based telescopes
because
A. it would be closer to the stars
B. it would be outside of the Earth's atmosphere
C. an equatorial mount would not be necessary
D. the zenith would be higher in the sky
32. Balloons are sometimes used to carry aloft infrared telescopes
A. to see objects beyond the horizon
B. to get larger collecting areas
C. to calibrate the telescope's readings
D. to get above the atmosphere's murkiness in the infrared
33. Astronomers generally prefer to use reflecting telescopes rather than refracting
telescopes because
A. the two lenses in a reflecting telescope bring light of all colors to focus at more
nearly the same place
B. reflecting telescopes do not produce chromatic aberration
C. reflecting telescopes are always smaller than refracting telescopes and they are
more compact
D. none of the above; refractors are superior to reflectors in all ways
34. To increase the light gathering power of a telescope, you must
A. lengthen the telescope tube
B. increase the accuracy of the optical surfaces
C. attach a spectroscope to the telescope
D. increase the diameter of the main lens or mirror of the telescope
35. One axis of an equatorial mount
A. points to Vega
B. points to the north geographic pole of the Earth
C. points to Polaris
D. points to Sirius
E. no choice
36. The magnification of a given telescope can be changed
A. by putting a shade on the objective to change its effective diameter.
B. only by changing the objective lens or mirror.
C. by reducing resolving power.
D. by using spectroscopy selectively.
E. by changing eyepieces.
37. When you look at a star through a large telescope, you see
A. a uniform disk

B. a point of light
C. a disk with surface features
D. a spectrum
E. nothing, the star is too faint
38. Which type telescope is, in general, the largest?
A. infrared telescope.
B. visible light telescope.
C. ultraviolet telescope.
D. radio telescope.
E. no general statement can be made.
39. The 48 inch Schmidt telescope is superior to the 200 inch Hale telescope in terms
of its
A. light gathering power
B. field of view
C. resolving power
D. freedom from chromatic aberration
40. The Russian 236 inch telescope can use an altazimuth mount because
A. where it will be used the north celestial pole is directly overhead
B. where it will be used the north celestial pole is on the horizon
C. a computer will be used to make the mount track like an equatorial mount
D. that is the type of mount used by most astronomical telescopes
-- 0 --

Bab 12
Matahari dan Anggota Tata Surya
Yang dimaksud dengan tata surya adalah Matahari sebagai bintang pusat/induk dan
anggota lain tata surya. Anggota tata surya selain Matahari termasuk planet, satelit,
asteroid, Kuiper Belt Object, komet, meteroid, cincin dan lain-lain.

I. Matahari
Matahari sebagai bintang induk yang memberikan energi berupa radiasi ke semua
anggota tata surya. Besarnya energi yang diterima berbanding terbalik kuadrat dengan
jaraknya ke Matahari.

Matahari, pusat tata surya


Data data fisis Matahari

Sejak lama orang bertanya-tanya dari manakah asal sumber energi Mata-hari itu?
Dari manakah atau bagaimanakah prosesnya sehingga Matahari bisa terus
mengeluarkan energi dalam jangka waktu yang lama?
Beberapa teori yang pernah diajukan :
1. Energi kimia (hasil pembakaran)
hanya bisa bertahan 10.000 tahun sehingga
teori ini tidak bisa diterima, mengingat Matahari dipercaya sudah bersinar
minimal 4,5 milyar tahun (dari hasil penentuan umur Bumi dengan teknik
radioaktif dan Matahari pastilah lebih tua atau setua Bumi)

2. Energi dari pengerutan gravitasi (ketika Matahari mengerut untuk mencapai


kesetimbangan hidrostatik akan timbul energi). Setelah perhitungan lebih lanjut
diperoleh hasil bahwa jika energi Matahari hanya berasal dari pengerutan
gravitasi maka Matahari hanya akan bersinar dalam waktu 25 juta tahun (jauh di
bawah batas umur Bumi).
3. Energi dari hasil reaksi nuklir. Energi yang dihasilkan dari reaksi ini sesuai
hukum kesetaraan massa-energi Einstein (E=m.c2).(Proses reaksi lengkapnya
sudah dibahas di bab 8 tetapi secara sederhana reaksi tersebut adalah reaksi fusi
(penggabungan) 4 inti atom hidrogen menjadi 1 inti atom Helium dan ada
defek/pengurangan massa yang dikonversi menjadi energi).
Meskipun sumber energi Matahari saat ini tidak berasal dari pengerutan gravitasi,
tetapi Matahari pernah bergantung pada sumber energi ini saat Matahari masih berupa
proto bintang yang mengerut sambil mencari kesetimbangan gravitasi. Di fase ini,
Matahari belum bisa melangsungkan reaksi fusi di intinya akibat belum cukup
tingginya tekanan dan temperatur di inti Matahari.

Struktur bagian dalam Matahari


Terdiri dari tiga lapisan :
1. Inti tempat pembangkitan energi: berlangsungnya reaksi fusi hidrogen dari inti
matahari sampai ke sekitar 0.25 jari-jari matahari
2. Daerah Radiatif: sampai ke sekitar 0.71 jarijari matahari. Pada daerah ini, energi lebih
banyak dihantarkan lewat proses radiasi.
3. Daerah konvektif : daerah kedap cahaya
yang memiliki temperatur dan tekanan yang
relatif rendah. Pada daerah ini, energi lebih
banyak dihantarkan lewat proses konveksi.
Bagian
dalam
matahari
ditinjau
dengan
memanfaatkan getaran matahari. Helioseismologi adalah telaah tentang getaran
matahari. Getaran ini dipakai untuk memperkirakan tekanan, kerapatan, komposisi
kimia, dan laju rotasi bagian dalam matahari.
Bukti dari terjadinya reaksi thermonuklir di inti Matahari dapat dibuktikan dari
penemuan neutrino dari Matahari. Neutrino ini dihasilkan dari reaksi thermonuklir di
Matahari (lihat reaksinya di bab 8 : Fisika Bintang).

Angkasa Matahari
Angkasa matahari memiliki tiga lapisan utama :
1. Fotosfer (tebal 400 km, bagian paling
dalam)
2. Kromosfer (tebal 2000 km, di atas
fotosfer)
3. Korona (jutaan km, mengembang)

Fotosfer
Fotosfer adalah lapisan terbawah dari tiga
lapisan angkasa matahari. Fotosfer (bola cahaya)

merupakan bagian matahari yang tampak. Tebalnya hanya 400 km, dan karena kedap
cahaya, foton yang yang dipancarkan dari daerah di bawah 400 km ini tidak bisa
lepas ke angkasa. Temperatur menurun dalam arah ke atas. Temperatur fotosfer :
5.800 K
Di lapisan fotosfer, terjadi efek penggelapan tepi. Meskipun Matahari adalah sebuah
bola gas, tapi kita bisa mengamati garis tajam di tepi piringan Matahari. Efek itu
disebut efek penggelapan tepi. Bila
kita melihat bagian tepi piringan
matahari berarti kita melihat
bagian atas bola matahari. Di tepi
piringan matahari gas pada
ketinggian yang lebih tinggi lebih
dingin dan memancarkan energi
yang lebih sedikit. Maka, di
tepinya matahari tampak lebih
redup

Konveksi di fotosfer matahari menghasil-kan


granulasi. Granulasi merupakan akibat langsung
konveksi. Setiap granulasi berukuran sekitar
1000 km. Siklus pembentukan dan hilangnya
granulasi hanya ber-langsung beberapa menit.

Selain
granulasi,
juga dimungkinkan
terjadinya
super
granulasi di lapisan fotosfer. Super granulasi merupakan
sel konveksi yang amat besar. Setiap super granulasi
berukuran sekitar 35.000 km. Granulasi ini bergerak
secara lambat, dan bertahan hanya selama satu hari.
Sulit diamati secara langsung dan lebih bagus diamati
dalam citra Doppler (Dopplergram).
Citra Doppler (Dopplergram)

- Kromosfer
Di atas fotosfer terdapat lapisan yang tidak terlalu
rapat tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi
dan disebut kromosfer. Kromosfer paling bagus
dilihat dalam spektrum garis-garis emisi, garis H
line dalam 656,3 nm (transisi Hidrogen tingkat 3 ke
2). Kromosfer yang suhu sekitar 10.000 K. Di
kromosfer terjadi peristiwa pancaran gas naik ke
atas dari daerah fotosfer dan masuk ke kromosfer
sepanjang perbatasan super granulasi. Pancaran gas
itu disebut spikula.

- Korona
Korona merupakan lapisan angkasa matahari yang paling luar. Korona tersusun dari
gas yang temperaturnya tinggi sekali (mencapai jutaan kelvin) dan memiliki
kerapatan yang sangat rendah. Korona membentang
hingga jutaan kilometer. Karena panasnya, bagian ini
mengembang ke luar angkasa membentuk angin surya
Korona
(solar wind). Kromosfer dan korona hanya dapat
tampak pada saat terjadi gerhana Matahari total. Hal ini
disebabkan terangnya kedua lapisan ini dikalahkan oleh
terangnya fotosfer.
Korona bisa dilihat langsung dalam cahaya EUV yang
peka terhadap pancaran plasma Kelvin pada temperatur
1 juta K.
Temperatur korona jauh lebih tinggi dibandingkan
fotosfer dan kromosfer. Hal ini menimbulkan
pertanyaan : darimanakah sumber energi yang
memanasi lapisan korona? Bukan-kah semakin jauh
dari sumber energi (inti) semakin rendah
temperaturnya? Salah satu teori menyebutkan bahwa
lapisan korona mencapai temperatur yang sedemikian
tinggi akibat dipanasi oleh flare yang sering terjadi di
lapisan di bawah korona.

Angkasa Matahari

Medan Magnet Matahari


Bagian korona luar jauh lebih panas daripada bagian kromosfer dalam dan fotosfer.
Maka korona itu pasti mendapatkan panas dari sumber di luar konduksi atau radiasi
difusif yang datang dari atmosfer yang terletak di bawahnya, karena hantaran energi
melalui konduksi atau radiasi difusif selalu datang dari daerah temperatur tinggi ke
daerah temperatur rendah. Pemanasan korona terkait dengan adanya medan magnet
yng terdapat di angkasa matahari.
Salah satu kenampakkan aktivitas medan magnetik Matahari yang mudah diamati
adalah adanya sunspot/bintik Matahari. Bintik matahari adalah daerah-daerah gelap
yang terdapat di fotosfer. Sunspot tampak gelap karena lebih dingin (energi yang
dipancarkannya lebih rendah). Temperaturnya lebih dingin 1000 1500 K dari daerah
fotosfer lainnya. Sunspot memiliki 2 bagian : umbra (inti) yang lebih gelap dan
penumbra (bagian sunspot yang lebih terang).

Gambar (a) menunjukkan umbra dan penumbra dari sebuah sunspot. Sunspot
umumnya nampak secara berkelompok seperti nampak di gambar (b) di atas.
Dengan mengamati gerak sunspot, kita bisa
mengetahui periode rotasi Matahari di tiap
lintangnya. Matahari berotasi secara diferensial
karena Matahari bukanlah benda solid.

Jumlah bintik matahari bervariasi setiap waktu.


Jumlah rata-rata bintik matahari meningkat dan
menurun secara siklis yang periodanya sekitar
11 tahun, dan disertai dengan pembalikan polaritas magnet dari satu siklus ke siklus
satunya (Sunspot Cycle).

Pada saat jumlah bintik matahari minimum, sebagian besar bintik matahari berada di
sekitar lintang 35o, sedangkan pada saat jumlahnya maksimum, yaitu 5,5 tahun
kemudian, sebagian besar bintik matahari berada di sekitar lintang 5o.

Diagram di atas disebut juga diagram kupu-kupu. Untuk menyatakan kesetimbangan


jumlah grup dan individual sunspot dikenal istilah bilangan wolf. Bilangan wolf =
10g + k, dimana g menyatakan jumlah grup/kelompok sunspot dan k menyatakan
jumlah individual sunspot.
Bintik Matahari merupakan daerah pemusatan medan magnet. Akibatnya garis
spektrum pada spektrum bintik matahari akan terpecah menjadi dua komponen atau
lebih. Efek pembelahan garis spektrum ini disebut efek Zeeman.

Untuk mengamati kuat medan magnetik di sunspot dapat dilihat dari hasil
magnetogram di bawah ini pada daerah sunspot.

Seperti yang sudah Anda ketahui, medan magnet memiliki dua pengutuban: positif
(utara) dan negatif (selatan). Bintik matahari selalu muncul dalam kelompokkelompok. Satu kelompok bintik matahari mirip dengan satu magnet batang raksasa.
Dalam satu kelompok bintik matahari, bintik matahari yang berada di depan disebut
kelompok pendahulu dan yang mengikutinya disebut kelompok pengikut. Pada
satu belahan bola matahari, kelompok pendahulu memiliki polaritas magnet yang
sama, demikian juga kelompok yang mengikutinya. Di belahan bola lainnya
polaritasnya memiliki tanda berlawanan.

Siklus medan magnet matahari 22 tahun


Pola polaritas matahari mengalami pembalikan setiap 11 tahun. Pada satu siklus
bintik matahari, satu belahan bola yang memiliki pendahulu dengan polaritas negatif
akan memiliki pendahulu berpolaritas positif pada sikulus 11 tahun berikutnya, dan
sebaliknya. Kutub magnet utara dan selatan matahari juga mengalami pembalikan
setiap 11 tahun. Pola kemagnetan ini berulang setelah berlangsungnya dua siklus
surya, yaitu yang berlangsung selama 22 tahun.

Asal usul medan magnet matahari : Dinamo Magnet


Sebuah dinamo listrik adalah alat yang mengubah energi gerak menjadi arus listrik.
Demikian juga dinamo magnet berfungsi mengubah energi kinetik menjadi medan
magnet. Dinamo magnet matahari disebabkan oleh rotasi diferensial matahari.
Siklus matahari diakibatkan oleh rotasi diferensial matahari dan konveksi
Model
Dinamo Magnet menurut Babcock. Medan magnet matahari dibangkitkan di dalam
matahari melalui mekanisme yang disebut sebagai dinamo magnet matahari.

Rotasi diferensial bagian dalam matahari


Seperti yang sdah dibahas sebelumnya dari
pengamatan gerak bahwa Matahari tidak berotasi
seperti benda tegar melainkan secara diferensial.
Laju rotasi matahari bergantung pada kedalaman dan
lintang. Perioda rotasi di ekuator adalah 25 hari, dan di
dekat kutub adalah 35 hari.
Aktivitas Matahari
1,. Busur Korona (Coronal loops)
Busur korona mengikuti garis gaya medan magnet
di korona. Busur korona berawal di fotosfer, satu
memiliki polaritas positif, dan satunya dengan
polaritas negatif.

2. Filamen : jalur-jalur gelap di piringan matahari, bahan-bahan kromosfer yang


dingin dan mampat yang terdapat di korona, dan ditopang oleh medan magnet
yang terdapat di korona.
3. Prominence : filamen yang terlihat di atas
tepi piringan matahari; tampak terang karena
berada di depan latar belakang yang gelap.
Ada dua macam prominan, yaitu :
prominence quiescent yang ketinggiannya
hanya men-capai puluhan ribu kilo-meter dan
umurnya
bisa
mencapai
beberapa
hari/minggu dan prominence eruptive yang
ketinggiannya bisa mencapai ratusan ribu
kilometer dan umurnya hanya beberapa jam.
4. Plage : daerah terang yang terkait dengan bintik matahari
5. Flare : peningkatan radiasi elektro-magnetik
dari matahari yang berlang-sung mendadak
dan dengan intensitas yang tinggi. Radiasi
muncul dalam seluruh panjang gelombang
dari panjang gelombang radio ke sinar X dan
sinar Gamma.

! )

>!

Material yang dilontarkan flare sebagian besar terdiri material yang terionisasi.
Tidak seperti material dalam prominan, material flare mempunyai energi yang
besar untuk melepaskan dari dari gravitasi Matahari. Apabila ion yang dilontarkan
flare mencapai bumi, maka akan berinterferensi dengan gelombang radio, sehingga
terjadi gangguan komunikasi di Bumi.
6. Coronal Mass Ejection (CME)
Letupan materi korona dan medan magnet yang dilemparkan ke angkasa dengan
kecepatan tinggi, dan bisa mencapai bumi dalam beberapa hari. Material yang berupa
ion-ion tersebut ketika menumbuk atmosfer Bumi maka akan terbentuk partikel gas di
atmosfer yang menghasilkan spektrum emisi. Di atmosfer Bumi, partikel gas ini akan

tampak sebagai aurora borealis di bagian utara Bumi (>50o LU) dan aurora australis
di bagian selatan Bumi (>50o LS).

4
* 5!

#!$! ! ?

9! 5
(

II. Planet dan satelit planet


Di tata surya ini dikenal ada 8 planet dan lebih dari 50 satelit yang mengelilingi
planet-planet. Urutan planet-planet dari yang terdekat dengan Matahari adalah :
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Dikenal
juga ada beberapa dwarf planet, seperti Pluto, Ceres, Sedna (konvensi IAU 2006).
Pluto kadang-kadang masuk ke dalam orbit Neptunus dan lebih dekat ke Matahari
dibandingkan Neptunus. Hal ini disebabkan orbit Pluto yang bersilangan (bukan
berpotongan!) dengan orbit Neptunus, sehingga sebagian orbit Pluto ada di dalam
orbit Neptunus.
Ukuran planet-planet sangat kecil jika dibandingkan dengan Matahari. Sebagai
contoh : Planet terbesar di tata surya Jupiter radiusnya hanya 1/10 radius Matahari
atau hanya volume planet Jupiter hanya 1/1000 volume Matahari. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat dari gambar di bawah ini!

Kenampakkan planet-planet dari Bumi


Planet-planet dikategorikan menjadi beberapa kelompok.
1. Berdasarkan posisi planet-planet terhadap sabuk asteroid, planet-planet dibagi
menjadi 2 kelompok:
Planet Dalam (inner planets) : planet yang orbitnya terletak di dalam sabuk
asteroid (anggota: Merkurius ,Venus, Bumi, Mars)
Planet Luar (outer planets) : planet yang orbitnya terletak di luar sabuk
asteroid (anggota: Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus).
2. Berdasarkan jarak planet-planet ke Matahari terhadap jarak Bumi-Matahari,
planet-planet dibagi menjadi 2 kelompok :
Planet Inferior : planet yang jaraknya ke Matahari lebih dekat dibandingkan
jarak Bumi-Matahari (anggota : Merkurius ,Venus)
Planet Superior : planet yang jaraknya ke Matahari lebih jauh dibandingkan
jarak Bumi - Matahari (anggota : Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus)
3. Berdasarkan kemiripan komposisi unsur-unsur penyusun planet-planet, planetplanet dibagi menjadi 2 kelompok :
Planet Terrestial/planet kebumian (terra = Bumi) : planet-planet yang mirip
komposisinya mirip Bumi, berupa batuan. Anggotanya : Merkurius, Venus,
Bumi, Mars.
Planet Jovian : planet-planet yang mirip komposisinya mirip Jupiter, berupa
gas. Anggotanya : Jupiter, Saturnus,Uranus,Neptunus.
Pluto tidak termasuk ke dalam salah satu kategori di atas dan sejak Agustus 2006
dikeluarkan dari kategori planet. Salah satu alasannya adalah komposisi Pluto tidak
mirip Bumi ataupun Jupiter melainkan mirip satelit Neptunus, Triton yang terdiri
dari metana dan es beku.

Perbedaan antara planet terrestial dan Jovian dapat dilihat dari tabel di bawah ini !

SIFAT FISIS

PLANET DALAM

PLANET LUAR

Ukuran

Kecil

Besar

Komposisi/bahan

Batuan

Gas/es

Atmosfer

Tipis
Kaya-oksigen

Tebal
Kaya-hidrogen

Rotasi/spin

Lambat

Cepat

Bulan

Sedikit/tidak ada

Banyak

Cincin

Tidak ada

Ada

Internal heat

kecil/tidak ada

besar

Keterangan tentang karakteristik masing-masing planet


a. Planet Terestial

Dilihat dari bumi bintang-bintang nampak menempati posisi yang tetap pada bola
langit yang berputar, sehingga relatif mudah diingat formasinya. Formasi bintangbintang itu disebut rasi. Planet-planet tidak menempati posisi yang tetap seperti
bintang-bintang, selalu berpindah dari satu rasi ke rasi lain, oleh karena itu benda itu
dinamai planet yang artinya pengembara.
Planet-planet kebumian adalah planet-planet yang mempunyai kemiripan dengan
bumi, yaitu mempunyai permukaan yang padat/cair, dekat dengan matahari dan
berukuran relatif kecil. Sifat ini berbeda dengan planet-planet Jovian yang berukuran
besar, jauh dari matahari dan diselimuti gas yang sangat tebal. Planet-planet yang
termasuk planet kebumian yaitu : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
Planet-planet umumnya mempunyai inklinasi orbit terhadap ekliptika yang kecil,
artinya bidang orbit planet-planet umumnya hampir sebidang, kecuali Pluto yang
inklinasinya lebih dari 17. Bidang orbit planet-planet yang hampir sebidang itu
disebabkan pada awal terbentuknya tata surya dari kabut gas antar bintang, terbentuk

piringan gas di sekitar matahari. Planet-planet terbentuk dari kondensasi-kondensasi


lokal di dalam piringan itu.
Eksentrisitas orbit planet-planet juga umumnya kecil kecuali Merkurius dan Pluto.
Artinya bentuk orbit planet-planet tidak terlalu lonjong, mendekati lingkaran,
sedangkan Merkurius dan Pluto eksentrisitasnya lebih dari 0,2. Sifat lain yang penting
adalah bahwa semua planet kebumian dan Pluto mempunyai massa jenis yang lebih
besar daripada planet-planet Jovian.
1. Merkurius
Merkurius termasuk planet yang sukar diamati, karena dekatnya dengan matahari.
Cahaya matahari menjadi penghalang utama pengamatan. Pada saat Merkurius tinggi
diatas horizon, mataharipun diatas horizon, sehingga cahaya Merkurius kalah. Pada
malam hari, Merkurius pun berada di bawah horizon. Kesempatan melihat Merkurius
hanya beberapa saat sebelum matahari terbit atau beberapa saat setelah matahari
terbenam, itupun kualitas citranya tidak pernah baik karena pada saat terlihat
merkurius selalu berada di dekat horizon, akibatnya cahayanya harus melalui
atmosfer yang tebal. Jarak sudut antara matahari dengan Merkurius paling besar 28.
Artinya pada saat matahari terbit atau terbenam paling tinggi Merkurius 28 diatas
horizon. Itulah saat terbaik mengamati Merkurius selama beberapa menit.
Karena dekatnya dengan Matahari Merkurius mempunyai temperatur yang sangat
tinggi pada saat disinari matahari, yaitu sekitar 500C, tetapi di daerah yang tidak
disinari matahari temperaturnya jauh lebih rendah. Beberapa ratus km saja dari batas
antara bagian gelap dan terang, temperaturnya sekitar 150C atau kurang. Di tempat
yang jauh dari sinar matahari, temperatur permukaan Merkurius bisa mencapai
183C.
Atmosfer Merkurius yang sangat tipis, dengan kerapatan hanya sekitar sepersemilyar
kerapatan atmosfir bumi, membuat panas tidak dapat tersimpan di permukaan planet
secara efektif, itu adalah salah satu sebab mengapa temperatur di daerah yang terang
dan gelap berbeda jauh. Unsur-unsur yang terdeteksi di atmosfir Merkurius antara
lain oksigen, argon, hidrogen dan helium. Adanya helium cukup mengejutkan bagi
para ahli karena gravitasi Merkurius yang kecil tidak akan sanggup mempertahankan
helium. Diduga adanya helium di atmosfir Merkurius karena dipasok secara terus
menerus oleh matahari, melalui angin matahari.
Cara terbaik mengamati Merkurius adalah dengan mengirim pesawat antariksa
mendekatinya. Hal ini dilakukan pada tahun 1974 oleh USA yang mengirim pesawat
Mariner 10 mendekati Venus dan Merkurius untuk memotret dan mengukur berbagai
besaran seperti massa temperatur dan medan magnet kedua planet itu. Hasil
pengamatan Mariner menunjukkan permukaan yang penuh dengan kawah-kawah
bekas tumbukan meteorit seperti di bulan, namun umumnya kawah-kawah merkurius
sedikit lebih landai, kemungkinan karena gravitasi yang lebih besar dibandingkan
dengan gravitasi bulan.
Elongasi terbesar

Gambar : Posisi planet dalam pada saat elongasi terbesar

2. Venus
Venus adalah obyek langit paling terang setelah matahari dan bulan, dan selalu
berada tidak jauh dari matahari. Sama seperti Merkurius, Venus juga biasanya tampak
pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari setelah matahari terbenam, oleh
karena itu Venus sering disebut bintang pagi (bintang Timur) atau bintang sore.
Banyak yang mengira bintang pagi dan bintang sore itu adalah dua benda yang
berbeda, padahal sebenarnya satu dan bukan bintang. Venus juga mempunyai nama
lain yaitu bintang Kejora. Dibandingkan dengan Merkurius yang sama-sama dekat
matahari, Venus lebih dikenal orang, karena terang dan besarnya dan karena jarak
sudutnya dari matahari yang lebih besar. sehingga kesempatan pengamatannya lebih
lama. Jarak sudut terjauh Venus dari matahari adalah sekitar 46.
Dari pengamatan spektroskopi, diketahui permukaan Venus diselimuti oleh gas CO2
yang tebal. Sekitar 96% atmosfir Venus terdiri dari gas tersebut. Hal ini juga yang
menghalangi Mariner 2, pesawat antariksa pertama yang mendekati Venus, pada
tahun 1962, memotret permukaan Venus. Gas itu memerangkap radiasi matahari yang
sampai ke permukaan Venus sehingga temperatur atmosfirnya menjadi sangat tinggi,
mendekati 500, kira-kira sama dengan temperatur dipermukaan Merkurius yang
disinari matahari. Padahal menurut perhitungan, kalau semua radiasi matahari
tersebut dipantulkan ke angkasa luar, atmosfir Venus akan mempunyai temperatur
sekitar 100C saja. Efek pemanasan tersebut terkenal dengan sebutan efek rumah
kaca (green house efect). Mekanisme pemanasan yang sama dikhawatirkan terjadi di
Bumi apabila manusia tidak berusaha mengurangi pembentukan gas CO2 yang
terutama dihasilkan oleh kegiatan yang melibatkan proses pembakaran, seperti,
kendaraan bermotor, pembangkitan energi tenaga uap / BBM dan lain-lain.
Karena diselimuti gas CO2 permukaan Venus tidak dapat diamati secara visual
dengan teropong dan kamera biasa. Untuk mengamati permukaannya para ahli
menggunakan radar, yaitu dengan memancarkan gelombang radio ke Venus lalu
mengindera pantulannya. Cara ini memungkinkan untuk dilakukan karena gelombang
radio mampu menembus lapisan gas CO2. Relief permukaan Venus dapat diketahui
dari perbedaan waktu diterimanya gelombang pantul dari daerah yang tinggi dan
daerah yang rendah di permukaan Venus. Kemudian gerakan permukaan Venus yang
disebabkan oleh rotasi dideteksi dari efek doppler yang terbawa oleh gelombang
pantul. Riak gelombang pantul dari tepian piringan Venus yang mendekati bumi akan
lebih pendek dan yang dari tepian yang menjauhi bumi akan lebih panjang dari riak
asal. Perubahan penjang gelombang itu dinyatakan oleh rumus doppler :

v
= o
c

dengan v kecepatan gerak, c kecepatan cahaya, o riak gelombang radar yang


dipancarkan dari bumi.
Dari pengamatan radar itu diketahui bahwa Venus berotasi sangat lambat dengan
periode 243 hari dengan arah rotasi berlawanan dari arah revolusinya dan arah rotasi
planet-planet lain. Arah rotasi seperti itu disebut rotasi retrograde. Arah rotasi terbalik
itu merupakan suatu hal yang aneh karena jika Venus lahir bersama-sama dengan
planet lain dari piringan gas disekitar matahari, maka arah rotasinya harus sama
dengan rotasi dan revolusi planet lain.
Fenomena alam yang menarik dari planet Venus dan Merkurius adalah transit, yaitu
peristiwa melintasnya planet diantara Bumi dan Matahari, sehingga siluet planet
nampak pada piringan matahari. Terakhir Venus transit pada tanggal 8 Juni 2004 dan
transit berikutnya akan terjadi pada bulan Juni 2012, dan dapat diamati dengan baik

dari Indonesia. Dahulu peristiwa transit dipakai untuk menghitung jarak Bumi
Matahari.
3. Bumi sebagai Planet
Bumi adalah planet anggota tata surya yang ketiga terdekat dari matahari setelah
Merkurius dan Venus. Bumi memiliki keistimewaan, jaraknya yang kurang lebih 150
juta km dari matahari membuat cahaya matahari tidak terasa terlalu panas dan juga
tidak terlalu dingin, sehingga cukup nyaman bagi tumbuhnya kehidupan. Suhu yang
cukup nyaman ini membuat bumi menjadi satu-satunya anggota tata surya yang
memiliki kehidupan, bahkan peradaban. Hingga sekarang belum ditemukan adanya
kehidupan lain selain di bumi.
Karena manusia yang memiliki peradaban tersebut tinggal di planet bumi maka dalam
mempelajari planet-planet lain, manusia seringkali menggunakan besaran-besaran
yang ada di bumi sebagai acuan. Sebagai contoh, periode bumi mengelilingi matahari
disebut satu tahun, periode revolusi planet-planet lain seringkali dinyatakan dalam
satuan tahun. Jarak rata-rata bumi-matahari disebut juga satu satuan astronomi (SA)
dan jarak planet-planet lain dari matahari seringkali dinyatakan dalam satuan SA.
Jarak bumi ke matahari senantiasa berubah karena bumi berrevolusi mengelilingi
matahari dalam lintasan elips dengan matahari sebagai salah satu titik apinya.
Eksentrisitas lintasan revolusi bumi adalah 0,0167. Jarak terjauh bumi ke matahari
disebut aphelion, yaitu 152,1 juta km dan jarak terdekatnya yang disebut perihelion
adalah 147,1 juta km.

Gambar : Bumi dilihat dari angkasa luar


Dahulu manusia mengira bahwa bumi ini adalah sebuah piringan namun kemudian
diketahui bahwa bumi berbentuk bola. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa cara
antara lain :
1. Mengamati dalam rentang jarak jauh, benda bergerak di atas permukaan bumi,
misalkan kapal laut.
2. Mengamati peristiwa gerhana bulan, yakni saat bayangan bumi jatuh di
permukaan bulan.
3. Menggunakan metode Eratosthenes (200 SM).
4. Mengamati letak benda langit (bintang) dari beberapa tempat dengan rentang
lintang cukup besar.
5. Melihat bumi dari ruang angkasa (foto-foto misi pesawat ulang- alik).

Pengamatan dari satelit di angkasa luar menunjukkan bahwa bumi adalah sebuah
planet yang indah berwarna kebiru-biruan. Bumi memantulkan 35% radiasi matahari
yang diterimanya, dengan kata lain, albedo bumi adalah 0.35. Jika kita dapat melihat
bumi dalam keadaan oposisi dari Venus, maka bumi akan tampak bulat seperti bulan
purnama dengan kecerlangan 10 hingga 20 kali kecerlangan Venus jika diamati dari
bumi.

Massa dan Diameter Bumi


Bumi bukanlah planet yang tergolong besar di Tata Surya ini, massanya
hanya 1/318 massa Jupiter, dan diameternya hanya 1/9 diameter Jupiter. Diameter ini
adalah dalam arah katulistiwa. Karena pengaruh rotasinya, bumi menjadi agak pepat.
Diameter bumi dalam arah kutub adalah 12.714 km. Kepepatan bumi adalah (12755
12714) / 12714 0,003. Bentuk bumi yang pepat semacam ini disebut juga geoid.
Karena rotasi ini besarnya kuat medan gravitasi di permukaan bumi tidak merata.
Kuat medan gravitasi di sekitar kutub secara rata-rata lebih besar daripada di sekitar
katulistiwa seperti yang terlihat pada tabel 1.
Tabel 1
Lintang
90 U
61
51
48
38
8
0

g (meter/detik2)
9,8321
9,8218
9,8119
9,8094
9,8011
9,7822
9,7799

Pengukuran diameter bumi yang cukup baik pertama kali dilakukan oleh
Eratosthenes. Ia mendapati bahwa di Syene (sekarang Aswan), Mesir, pada hari
pertama musim panas, matahari tepat berada vertikal di atas kepala. Hal ini diketahui
dari sinar matahari yang tepat mengenai dasar sumur yang dalam. Pada hari dan
waktu yang sama di Alexandria, matahari tidak tepat di atas kepala melainkan 1/50
lingkaran di Selatan Zenith, padahal kita tahu bahwa sinar matahari yang jatuh di
Syene dan Alexandria sejajar. Pada masa itu sudah diketahui bahwa jarak antara
Syene dan Alexandria adalah 5000 stadia (1 stadia = 1/6 km). Maka keliling bumi
adalah 50 5000 = 250.000 stadia atau 41.667 km. Hasil ini cukup dekat dengan
harga keliling bumi yang ditentukan secara modern, yaitu 40.000 km.

Gambar : Metode Eratosthenes untuk menentukan lingkaran bumi

Setelah keliling bumi diketahui, maka kita dapat menghitung jari-jari bumi dengan :
K
R =
2
Hasil pengukuran jari-jari bumi yang tepat telah disebutkan diatas. Dengan
berbekal pengetahuan tentang jari-jari bumi, percepatan gravitasi dan konstanta
gravitasi G, kita dapat menghitung massa bumi melalui hukum Newton tentang
gravitasi yaitu :
M =

gR 2
G

Percepatan gravitasi telah diketahui, besarnya sekitar 980 cm/s2. G dapat diperoleh
dari eksperimen di laboratorium, besarnya adalah : 6.67 10-8 dyne cm2/g2. Dari data
tersebut diperoleh massa bumi sebesar 5.977 1027 gram.
Rotasi Bumi
Bumi berotasi terhadap sumbunya, jika bumi tidak berotasi, maka kita akan
mendapati bahwa hanya bulan yang benar-benar beredar mengelilingi bumi. Posisi
bintang-bintang akan tampak tetap di langit, kalau pun berubah hanya sedikit bergeser
dalam beberapa tahun. Planet-planet akan tampak "berkelana" diantara bintangbintang yang posisinya tetap dan matahari akan terbit setahun sekali.
Arah sumbu rotasi bumi di langit dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut.
Pergilah ke daerah yang jauh dari kota sehingga tidak banyak gangguan cahaya
dengan membawa kamera yang dapat memotret dengan waktu pencahayaan yang
sangat panjang (kecepatan sangat rendah). Pasang kamera pada statif atau tripod. Jika
daerah tersebut berada di belahan bumi Selatan dengan lintang geografis derajat LS,
arahkan kamera ke Selatan agak keatas sehingga membentuk sudut derajat terhadap
horizon. Lalu lakukan pemotretan dengan waktu pencahayaan beberapa jam. Hasil
pemotretannya akan merupakan lingkaran-lingkaran konsentris. Pusat lingkaran itu
adalah arah perpanjangan sumbu rotasi bumi ke arah Selatan, atau sering disebut juga
Kutub Langit Selatan
Rotasi bumi ini yang menyebabkan fenomena harian yang kita amati seperti
malam, siang, matahari terbit dan matahari terbenam. Hal ini berdampak pada
periodisitas aktivitas sehari-hari manusia, seperti tidur, makan, bekerja, beribadah dan
lain-lain. Bahkan periodisitas aktivitas banyak makhluk hidup lain juga sangat
dipengaruhi oleh rotasi bumi, melalui terjadinya fenomena siang dan malam.
Sebenarnya fenomena yang secara lebih tepat mengatur ritme hidup manusia dan
makhluk lain adalah kombinasi dari fenomena siang, malam, matahari terbit dan
matahari terbenam yang periodisitasnya ditentukan oleh dua hal yaitu rotasi bumi dan
revolusi bumi mengelilingi matahari. Kombinasi dari gerak rotasi dan revolusi ini
menghasilkan periode harian 24 jam.
Untuk mengukur perioda rotasi bumi kita dapat mengukur waktu peredaran
bintang dari meridian hingga kembali ke meridian lagi. Jangka waktu itu disebut satu
hari sideris. Kita tidak dapat menggunakan posisi matahari sebagai penentu perioda
rotasi bumi secara langsung, sebab sejak matahari di meridian hingga kembali ke
meridian bumi telah berrotasi lebih dari satu kali. Hal ini disebabkan bumi juga
bergerak mengelilingi matahari. Waktu yang diperlukan sejak matahari berada di
meridian hingga kembali ke meridian lagi disebut satu hari surya yang kita
definisikan sebagai 24 jam. Perioda rotasi bumi yang sesungguhnya adalah 23 jam 56
menit 4 detik.

Dahulu orang beranggapan bahwa benda-benda langit mengelilingi bumi. Akan


tetapi kemudian terbukti bahwa hal itu tidak benar. Pembuktian bahwa bumi berrotasi
yang terkenal adalah pembuktian oleh Foucault pada tahun 1851 dengan
menggunakan bandul. Jika bumi tidak berotasi maka bandul Foucault akan berayun
kesatu arah saja, karena gaya gravitasi adalah satu-satunya gaya yang bekerja
membuat bandul berayun. Akan tetapi pada kenyataannya arah ayunan bandul
bergeser. Pergeseran bidang ayunan bandul itu disebabkan oleh pergeseran posisi
bumi karena rotasinya.
Pembuktian ini akan lebih mudah dimengerti apabila dilakukan di kutub, bidang
ayunan bandul tidak berubah tetapi bumi yang berubah posisinya karena rotasi.
Bidang ayunan ini akan tampak bergeser perlahan terhadap bumi dan kembali ke
posisi semula setelah 24 jam yaitu setelah bumi selesai melakukan satu rotasi.
Rotasi bumi juga menyebabkan terjadinya efek coriolis. Jika sebuah peluru
kendali ditembakkan ke arah kutub utara dari daerah katulistiwa, maka peluru akan
cenderung membelok ke Timur. Hal ini disebabkan peluru ketika ditembakkan sudah
memiliki kecepatan awal kearah Timur akibat rotasi bumi sebesar 1700 km/jam.
Berdasarkan hukum Newton benda akan cenderung mempertahankan arah
kecepatannya, sedangkan dengan bergesernya peluru ke arah kutub jejari lintasan
peluru juga akan mengecil. Untuk mempertahankan momentum angulernya, peluru
akan bergerak semakin cepat kearah Timur sehingga lintasan peluru tidak lagi lurus
ke Utara melainkan melengkung semakin ke Timur.
Efek yang sama juga membelokkan angin yang bergerak menuju ke daerah
tekanan rendah. Akibat pembelokan itu angin di belahan bumi Utara cenderung
memiliki arah putaran angin yang berlawanan dengan jarum jam, sehingga angin
Taufan, Siklon atau Tornado berputar berlawanan arah dengan jarum jam. Jika tidak
ada rotasi bumi maka udara akan langsung menuju tempat bertekanan rendah. Akan
tetapi daerah bertekanan rendah bergeser ke Timur akibat rotasi bumi, maka angin
yang bertiup dari Utara ke Selatan cenderung dibelokkan berlawanan arah dengan
jarum jam.

Bumi Sekarang
B
C

Matahari

Bumi Kemarin

Gambar : Perbedaan Antara Satu Hari Sideris dan Satu Hari Surya. Sejak
seseorang berada pada posisi A hingga mencapai posisi B dikatakan
satu hari Sideris, jika mencapai posisi C dikatakan satu hari Surya.
Efek Rotasi bumi juga harus diperhitungkan dalam peluncuran peluru kendali balistik
jarak jauh seperti ICBM.
Revolusi Bumi
Revolusi bumi mengelilingi matahari menyebabkan matahari seolah-olah beredar
di ekliptika dengan perioda satu tahun. Dipandang dari bumi, Matahari bergeser di
ekliptika hampir 1 per hari. Dibandingkan dengan bintang-bintang matahari

terlambat terbit 4 menit dari hari sebelumnya. Perioda peredaran semu matahari di
ekliptika menjadi dasar penetapan panjangnya waktu satu tahun.
Sumbu rotasi bumi membentuk sudut sebesar 23,5 dengan sumbu revolusi bumi
akibatnya matahari seolah-olah bergeser perlahan ke Utara dan ke Selatan dengan
perioda satu tahun. Titik terbit matahari di cakrawala Timur dan titik terbenam
matahari di cakrawala barat perlahan bergeser. Matahari terbit tepat di titik Timur dan
terbenam tepat di titik Barat masing-masing hanya dua kali dalam setahun.
Pergeseran matahari terhadap bidang katulistiwa bumi itulah yang menyebabkan
pergantian musim di tempat-tempat yang lintang geografisnya tinggi.
Ketika belahan bumi Utara menghadap matahari, dari bumi, kita mengamati
seolah-olah matahari berada di belahan langit Utara. Pada saat itu belahan bumi Utara
mengalami musim panas. Setahun dua kali matahari melintasi katulistiwa langit yaitu
sekitar tanggal 21 Maret dan sekitar 23 September. Di sekitar bulan Desember,
matahari berada di belahan langit Selatan. Saat itulah belahan bumi Selatan
mengalami musim panas dan belahan bumi Utara mengalami musim dingin.

Gambar : Inklinasi orbit dan rotasi bumi menyebabkan perubahan musim


Revolusi bumi tercermin juga dari gerak paralaks bintang. Bintang-bintang yang
cukup dekat dengan bumi akan tampak seolah-olah bergerak berputar membentuk
lintasan elips (dengan acuan bintang-bintang sekitarnya yang lebih jauh) dengan
perioda satu tahun. Besarnya busur yang menjadi setengah sumbu panjang elips itu
disebut paralaks bintang. Paralaks bintang mencerminkan jarak bintang dari matahari
dengan hubungan sebagai berikut :

r=

1
p

dengan :
r = jarak bintang dalam satuan parsek (206 265 satuan astronomi)
p = sudut paralaks dalam detik busur
Akibat lain dari revolusi bumi adalah pergeseran garis-garis spektrum bintangbintang yang berada di dekat bidang ekliptika atau bidang edar bumi mengelilingi
matahari. Karena bumi bergerak mengelilingi matahari, maka relatif terhadap
bintang-bintang, bumi bergerak setengah tahun mendekat dan setengah tahun
menjauh. Akibatnya garis-garis spektrum bintang bergeser dari panjang gelombang
diamnya karena efek Doppler. Dari besarnya pergeseran panjang gelombang itu dapat
diketahui kecepatan orbit bumi. Kecepatan ini jika dikalikan dengan jumlah detik
dalam satu tahun akan menghasilkan keliling orbit bumi, sehingga jari-jari orbit bumi
dapat dihitung. Inilah salah satu cara menentukan besarnya jarak bumi-matahari.
Revolusi bumi juga menyebabkan aberasi cahaya bintang. Karena bumi bergerak
dengan kecepatan tinggi, jika teropong diarahkan langsung ke bintang tersebut maka

cahaya bintang akan menerpa dinding tabung teropong. Agar cahaya bintang tepat
masuk ke lensa okuler, maka teropong harus dimiringkan sedikit kearah gerak bumi.
Besarnya kemiringan ini adalah 20,5 detik busur. Angka ini diperoleh dari
perbandingan antara kecepatan gerak bumi dan kecepatan cahaya.
* Bulan sebagai satelit Bumi
1. PENDAHULUAN
Bumi dan bulan merupakan anggota keluarga tata surya yang terdiri matahari, 9
planet, 56 satelit yang mengitari planet induknya, puluhan ribu asteroid (planet kecil),
meteoroid (batuan antarplanet), dan debu antarplanet (meteoroid mikro). Bulan adalah
satu-satunya satelit alam yang dimiliki oleh bumi.

Ada beberapa aspek penting yang akan dibahas berkaitan dengan bulan.
Pertama, keteraturan peredarannya yang digunakan sebagai cara perhitungan
kalender. Kedua, ketampakan di langit yang besarnya tampak hampir sama dengan
matahari serta wajahnya yang tidak pernah berubah yang melahirkan berbagai
legenda (a.l. nenek dan kucingnya). Ketiga, posisinya dalam sistem matahari-bumibulan menyebabkan fenomena pasang surut air laut. Keempat masalah gerhana
matahari dan gerhana bulan. Dan terakhir, tinjauan asal-usul bulan.
2. PENENTUAN WAKTU DENGAN BULAN
Bulan tidak mempunyai sumber cahayanya sendiri. Bulan hanya memantulkan
cahaya matahari. Bagian bulan yang tercahayai dan menghadap ke arah bumi yang
tampak terang pada waktu malam. Bagian bulan yang gelap tampak redup (bila ada sinar
pantul dari bumi) atau bahkan tidak terlihat dari bumi. Karena bulan bergerak
mengelilingi bumi, dari hari ke hari tempatnya berpindah-pindah. Inilah yang
menyebabkan perubahan bentuk-bentuk bulan, mulai dari bentuk sabit, setengah
lingkaran, bulat sempurna, kemudian setengah lingkaran lagi, dan terakhir kembali ke
bentuk sabit.
Perhatikanlah bentuk-bentuk bulan. Bulan mula-mula tampak sebagai bulan
sabit di langit barat pada saat senja hari. Bulan sabit ini cepat terbenamnya karena ketika
malam tiba bulan sudah berada di langit barat. Arah lengkungan sabitnya mengarah ke
barat, arah matahari terbenam. Pada hari-hari berikutnya bulan tampak setengah
lingkaran. Pada waktu maghrib bulan setengah lingkaran itu sudah terlihat di atas kepala
dan akan terbenam sekitar tengah malam. Kemudian 14 hari setelah sabit pertama akan
tampak bulan purnama yang terbit pada saat maghrib di langit timur dan akan terbenam
pagi hari. Pada hari-hari berikutnya bulan tidak bulat sempurna lagi. Sepekan setelah

purnama itu bulan terlihat setengah lingkaran. Tetapi bentuknya berbeda dari bentuk
setenagh lingkaran yang pertama. Pada pekan pertama lengkungannya mengarah ke
barat, tetapi pada pekan ketiga ini lengkungannya mengarah ke timur. Bulan setengah
lingkaran ini terbit tengah malam dan menjelang pagi bulan masih berada di atas kepala.
Pada pekan yang keempat bulan terlihat seperti sabit pada dini hari di langit timur.
Lengkungan sabitnya mengarah ke arah matahari terbit di timur. Ini disebut bulan sabit
akhir bulan.
Satu bulan adalah jangka waktu sejak ketampakan bulan purnama sampai
bulan purnama berikutnya, lebih tepatnya sejak pemunculan bulan sabit pertama
sampai bulan sabit sabit berikutnya. Bulan sabit yang pertama kali terlihat disebut
juga bulan baru atau bulan tanggal 1 atau hilal. Ketampakan bentuk-bentuk bulan
menjadi dasar penentuan kalender berdasarkan bulan atau qamariyah. Waktu satu
bulan itu tepatnya 29,53 hari. Karena itu jangka waktu antara bulan baru sampai bulan
baru berikutnya kadang-kadang 29 hari atau 30 hari, biasanya berganti-ganti. Dalam
kalender qamariyah (seperti Ramadan) jumlah hari 29 atau 30 hari ini tetap berlaku.
Tidak mungkin lebih dari 30 hari atau kurang dari 29 hari.

Kalender syamsiah (berdasarkan matahari, Januari sampai Desember) panjang


setiap bulannya juga mengacu pada jumlah hari setiap bulan dalam kalender
qamariyah. Tetapi karena panjang tahun syamsiah lebih panjang sekitar 11 hari dari
tahun qamariyah, maka jumlah hari tiap bulannya bervariasi antara 28 - 31 hari. Ini
disebabkan karena penentuan bulannya tidak mengikuti peredaran bulan. Kalender
syamsiah hanya menghitung jumlah hari dalam satu tahun, kemudian membaginya
menjadi 12 bulan. Karena itu agar jumlah hari dalam satu tahun 365 hari atau 366
hari, jumlah hari dalam tiap bulannya cukup diatur saja bergantian 30 hari atau 31
hari. Khusus untuk Februari bergantian antara 28 hari dan 29 hari. Kalau satu tahun
366 hari (disebut tahun kabisat) jumlah hari Februari 29 hari. Tetapi kalau satu tahun
365 hari (disebut tahun basitah, tahun pendek, tahun biasa) bulan Februari hanya
mempunyai 28 hari.
Mengapa satu tahun dua belas bulan? Satu tahun adalah jangka waktu satu
musim ke musim berikutnya, misalnya dari musim hujan sampai musim hujan atau
musim panas ke musim panas berikutnya. Karena musim ditentukan oleh peredaran
bumi mengelilingi matahari, maka lebih tepat kalau disebutkan bahwa satu tahun adalah

jangka waktu tempuh bumi mengelilingi matahari satu putaran. Menurut perhitungan
astronomi, bumi mengelilingi matahari dalam waktu 365,2422 hari. Itu kira-kira 12
bulan.
Berkaitan dengan penentuan kalender, sekilas akan disinggung tentang sejarah
penggunaan kalender. Kalender qamariyah dan syamsiah kedua-duanya tetap digunakan
sesuai dengan keperluan masing-masing. Kalender qamariyah biasanya digunakan untuk
keperluan aktivitas keagamaan yang memerlukan ketepatan hari yang bisa dilihat di
alam (Coba pikirkan: Mengapa tidak dapat menggunakan kalender syamsiah?). Hampir
semua agama menggunakan kalender qamariyah. Agama Islam, Budha, dan Hindu
murni menggunakan kalender qamariyah dalam aktivitas keagamaannya, misalnya Idul
Fitri setelah bulan sabit pertama, Waisak saat bulan purnama, dan Nyepi saat bulan mati.
Kristen/Katolik, Yahudi, dan Kong Hu Chu menggunakan sistem campuran, misalnya
Paskah adalah hari Minggu setelah purnama pada awal musim semi, Imlek adalah
setelah bulan mati pada musim hujan (Januari/Februari). Kalender syamsiah digunakan
untuk aktivitas yang berkaitan dengan musim atau yang memerlukan keseragaman
internasional.
Sejarah kalender syamsiah sangat terkait dengan penyesuaian musim. Pada
zaman dahulu orang menentukan jumlah hari satu tahun suamsiah adalah 365 hari.
Sejak tahun 45 SM, Julius Caesar (Kaisar Romawi) menetapkan satu tahun adalah
365,25 hari. Kelebihan 0.25 hari itu dibulatkan setiap empat tahun menjadi tambahan
satu hari pada bulan Februari menjadi 29 hari. Ini yang disebut tahun Kabisat (tahun
panjang). Karena ketidaktepatan panjang hari dalam satu tahun itu dengan yang
sebenarnya (365,2422 hari) mengakibatkan musim makin lama makin bergeser.
Sebenarnya perbedaannya sangat kecil hanya 365,2500 - 365,2422 = 0.0078 hari. Tetapi
dalam jangka ratusan tahun perunahan musim itu makin terasa, terutama di Eropa yang
mengenal empat musim. Musim semi yang biasanya mulai 25 Maret setelah ratusan
tahun berubah menjadi tanggal 21 Maret. Ini diketahui pada tahun 325 M (Masehi).
Kesalahan perhitungan tahun yang diketahui tahun 325 M itu dibiarkan saja. Hanya
disepakati bahwa musim semi ditetapkan tanggal 21 Maret. Akibatnya, pada tahun 1582
musim semi makin bergeser lebih jauh lagi menjadi tanggal 11 Maret. Kali ini dilakukan
perbaikan yang dikenal sebagai reformasi Gregorius. Perbaikan itu bertujuan
mengembalikan musim semi ke tanggal 21 Maret. Ini dilakukan dengan membuat
lompatan dari tanggal 4 Oktober 1582 (Kamis) menjadi tanggal 15 Oktober (Jumat), jadi
tanggal 5 - 14 Oktober tidak ada. Reformasi Gregorius itu juga menetapkan bahwa satu
tahun 365,2425 hari. Cara Gregorius menghilangkan tahun kabisat setiap empat abad
(400 tahun). Jadi, cara baru itu menetapkan bahwa tahun kabisat bila angka tahunnya
habis dibagi empat, kecuali kalau angka tahun itu kelipatan 100 harus habis dibagi 400.
Misalnya, tahun 1700, 1800, dan 1900 walaupun habis dibagi 4, bukan tahun kabisat
karena tidak habis dibagi 400. Tahun 2000 adalah tahun kabisat.
Dalam kalender qomariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan), satu tahun
tetap 12 bulan. Karena rata-rata bulan qamariyah itu 29,53 hari, maka satu tahun hanya
354,36 hari. Ini berarti lebih pendek 11 hari daripada tahun syamsiah. Itulah sebabnya
awal Puasa Ramadan dan hari raya selalu berubah. Misalnya, awal tahun 2000 Idul Fitri
jatuh pada tanggal 8 Januari, maka idul fitri berikutnya akan bergeser sekitar 11 hari
lebih awal menjadi sekitar tanggal 27 atau 28 Desember 2000.

3. KETAMPAKAN DI LANGIT
Dibandingkan dengan bumi dan matahari, bulan ukurannya relatif kecil.
Diameter bulan hanya 3.476 km. Sedangkan diameter bumi 12.756 km dan matahari
1.392.000 km.. Untuk membayangkannya, gunakan perbandingan yang sederhana.
Andaikan bulan sebesar kelereng berdiameter 2 cm,
maka bumi kira-kira sebesar bola tenis (diameter 7,3
cm) dan matahari sebesar bola raksasa berdiameter 8
meter. Dari bumi bulan berjarak 384.400 km sedangkan
matahari berjarak 149.598.000 km. Untuk membayangkannya, dengan pengandaian ukuran bulan sebesar
kelereng tersebut, jarak bumi-bulan 2,2 meter dan jarak
bumi-matahari 860 meter. Akibat ukuran besar dan
jarak tersebut, bulan dan matahari terlihat hampir sama
besarnya, sekitar 0,5 derajat.
Lihatlah bulan purnama yang terang benderang itu. Di
wajah bulan yang bulat itu ada bagian-bagian yang gelap.
Dari hari ke hari gambar di wajah permukaan bulan itu
tidak berubah. Mengapa tampaknya tidak berubah?
Bulan adalah benda langit yang mengitari bumi sekali dalam 27,32 hari.
Bentuknya bulat seperti bumi. Bulan berputar pada sumbunya satu kali dalam 27,32
hari, sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengitari bulan. Kesamaan waktu
tersebut disebabkan proses sinkronisasi, yaitu pelambatan rotasi bulan akibat
pengaruh gravitasi bumi. Dampak kesamaan periode orbit dan periode rotasi tersebut
menyebabkan permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu tetap. Bagian lain
permukaan bumi tidak pernah terlihat dari bumi.
4. PASANG SURUT AIR LAUT
Kalau kita sering ke pantai atau tinggal di tepi pantai, kita akan melihat bahwa
air laut sering mengalami pasang dan surut. Ketika pasang, air laut naik menggenangi
daratan yang lebih tinggi. Setengah hari kemudian air surut. Kemudian pasang lagi
setengah hari kemudian. Demikian seterusnya. Apa penyebabnya?
Semua benda sebenarnya tarik menarik dengan gaya gravitasi. Bumi dan
matahari saling menarik. Demikian juga antara bumi dan bulan. Gaya tariknya
tergantung pada jaraknya. Semakin dekat jaraknya, gaya tariknya makin kuat. Bumi
terdiri dari bagian yang padat, termasuk daratannya, dan bagian laut. Kedua bagian itu
sama-sama mengalami tarikan dari bulan dan matahari. Tetapi besarnya gaya tarik pada
bagian padat dan lautan berbeda, tergantung jaraknya dari bulan atau matahari. Akibat
perbedaan gaya tarik itu, air laut cenderung bergerak menjauhi bagian padat.
Akibatnya akan terjadi pasang, baik di bagian yang menghadap bulan atau matahari
maupun di bagian sebaliknya. Di bagian lain air laut surut. Karena rotasi bumi, bagian
yang pasang dan yang surut selalu berpindah. Setiap setengah hari akan mengalami
keadaan pasang yang bergantian dengan keadaan surut. Penjelasan lainnya karena
perbedaan gaya tarik gravitasi bulan dan gaya sentrifugal dalam sistem bumi-bulan.
Tetapi intinya, pasang surut terjadi karena adanya perbedaan gravitasi bulan pada
elemen massa di permukaan bumi.

Karena matahari lebih jauh daripada bulan, pengaruh pasang surut oleh matahari lebih
kecil daripada oleh bulan. Tetapi, kalau digabungkan pengaruhnya akan lebih kuat
dari biasanya. Ini terjadi pada saat bulan baru atau bulan purnama. Itulah sebabnya
pada saat bulan baru atau purnama air pasang paling tinggi.
Akibat gaya pasang surut, bumi mengerem rotasi bulan dan bulan pun
mengerem rotasi bumi yang menyebabkan sinkronisasi. Sinkronisasi rotasi bumi-bulan
menyebabkan periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya, yaitu 27,3 hari,
sehingga wajah purnama tak pernah berubah. Selain itu, rotasi bumi diperlambat
sehingga hari makin panjang 0.002 detik dalam seabad dan bulan menjauh sekitar 3,5
cm per tahun. Kelak, ratusan juta tahun mendatang rotasi bumi pun menjadi sinkron
dengan rotasi dan revolusi bulan, yaitu satu hari sama dengan satu bulan, sekitar 48 hari
menurut ukuran sekarang.
5. GERHANA
Matahari atau bulan kadang-kadang tampak gelap sebagian atau seluruhnya.
Ketampakan gelap di matahari itu disebut gerhana matahari. Sedangkan gerhana
bulan adalah ketampakan gelap di bulan saat purnama. Kita sudah mengetahui bahwa
bumi mengitari matahari. Sementara itu bulan mengitari bumi. Akibatnya bulan kadangkadang berada di antara matahari dan bumi. Pada saat lain bumi yang berada di antara
matahari dan bulan.
Ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, ketiganya belum tentu segaris.
Bulan mungkin berada lebih rendah, mungkin pula lebih tinggi dari garis hubung antara
matahari dan bumi. Bila suatu waktu bulan berada tepat segaris di antara matahari dan
bulan, bulan akan menghalangi cahaya matahari yang menuju beberapa daerah di
permukaan bumi. Ini menyebabkan terjadinya gerhana matahari. Tidak semua wilayah
di permukaan bumi yang bisa mengamati gerhana tersebut. Hanya daerah yang tergelapi
oleh bulan itu yang akan melihat gerhana matahari.
Pada saat yang lain, bumi berada di antara matahari dan bulan. Tetapi ini pun
belum tentu segaris. Pada keadaan ini bumi melihat bundaran penuh permukaan bulan
yang tersinari oleh matahari, bulan purnama. Pada saat-saat tertentu, bumi segaris
dengan matahari dan bulan. Akibatnya bayangan bumi menutupi bulan sedikit-demi
sedikit. Itulah yang menyebabkan gerhana bulan.
Ada beberapa syarat terjadinya gerhana. Sebagai contoh, akan dibahas syaratsyarat gerhana matahari. Jari-jari penampang kerucut matahari-bumi pada posisi bulan
~1.2o. Syarat maksimal jarak bulan dari ekliptika untuk terjadi gerhana (umum) ~ 1.5o.
Syarat maksimal jarak bulan dari ekliptika untuk terjadi gerhana sentral (gerhana
matahari total/cincin, GMT/GMC) ~ 1o. Contohnya, pada 16 Februari 1999 jarak bulan
dari ekliptika ~ 0.5o ( ~ -0.5o) sehingga memungkinkan terjadi gerhana sentral.

Gambar 1. Geometri kemungkinan terjadinya


gerhana sentral

Gambar 2. Geometri terjadinya gerhana sentral. Bila bulan


baru terjadi di luar penampang kerucut, tidak terjadi gerhana

Mungkin tidaknya terjadi gerhana matahari ditentukan dengan limit gerhana


matahari, yaitu jarak terjauh matahari dari titik nodal (titik potong bidang orbit bulan dan

ekliptika) yang memungkinkan bulan berada di dalam kerucut matahari-bumi (sehingga


memungkinkan terjadinya gerhana). Limit gerhana matahari secara umum ~ 15o,
sedangkan limit gerhana sentral (GMT/GMC) ~ 10o.
Matahari bergerak ke arah timur ~1o/hari. Jadi dalam jangka waktu dari bulan
baru ke bulan baru berikutnya (satu bulan sinodis) matahari menempuh jarak 29,5o. Ini
kurang dari 2 kali limit gerhana (2*15o = 30o). Maka, bisa terjadi maksimal dua kali
gerhana matahari berturutan (Pernyataan 1). Misalnya 1 Juli dan 31 Juli 2000.
Gerhana matahari terjadi di sekitar titik nodal. Karenanya saat matahari melintasi titik
nodal disebut musim gerhana. Di sepanjang ekliptika ada dua titik nodal (titik
tanjak dan titik turun) sehingga dalam satu tahun ada dua musim gerhana berselang
6 bulan. Minimal dalam satu tahun terjadi dua kali gerhana matahari berselang
6 bulan (Pernyataan 2). Misalnya, gerhana matahari 1999: 16 Februari GMC dan
11 Agustus GMT. Konsekuensi peryataan 1 dan 2 tersebut, bila gerhana matahari
terjadi pada awal Januari, mungkin (tetapi tidak selalu) pada tahun tersebut terjadi 5 kali
gerhana. Misalnya, pada tahun 1935, terjadi gerhana matahari pada 5 Januari, 3 Februari,
30 Juni, 30 Juli, 25 Desember.
Akibat gangguan gravitasi pada orbit bulan, titik nodal tidak tetap posisinya. Titik
nodal bergeser ke arah barat dengan periode 18,6 tahun. Dengan kombinasi periodisitas
bulan baru dan jarak bumi-bulan maka diperoleh periodisitas gerhana 18 tahun 11 hari
(disebut saros). Gerhana dengan nomor saros yang sama mempunyai kemiripan sifat
(a.l. jalur gerhananya mirip, hanya bergeser ke arah barat. Misalnya, Saros 140: GMC 16
Februari 1999 dan GMC 26 Februari 2017.
Pada saat terjadi GMC 16 Februari 1999, ijtima'(bulan baru) awal Dzulqaidah
terjadi pada pukul 13:41 WIB, pada saat bujur ekliptika bulan dan matahari 327o 8'
. Titik
o
nodal pada saat ini berada pada bujur ekliptika 322 10'
. Sehingga jarak matahari dari titik
nodal pada saat bulan baru hanya sekitar 5o. Sesuai dengan syarat gerhana, maka itu
memungkinkan terjadi gerhana sentral. Karena diameter sudut bulan (31'
41") lebih kecil
dari diameter sudut matahari (32'
26") gerhana sentral yang terjadi adalah GMC.

Jalur gerhana adalah daerah yang dilalui bayangan inti (umbra) dengan lebar
kurang dari 700 meter. Di sekitar jalur gerhana terdapat wilayah yang tersapu
bayangan sekunder (penumbra) yang hanya menyaksikan gerhana matahari sebagian
(GMS). Makin dekat dengan jalur gerhana prosentase kegelapannya makin besar.
6. KEADAAN FISIS BULAN DAN ASAL-USUL
Bulan selain merupakan benda langit terdekat dengan bumi, juga merupakan
satu-satunya benda langit yang pernah dikunjungi manusia (ada 12 atronot Apollo yang
pernah mendarat di bulan antara 1968-1972). Oleh karena itu bulan merupakan benda
langit yang paling dikenal keadaan fisis nya. Massanya 1/80 kali massa bumi dengan

gravitasi di permukaannya sekitar 1/6 kali gravitasi di permukaan bumi (inilah yang
menyebabkan astronot tampak berjalan ringan di permukaan bulan).
Sebagian besar permukaan bulan (~83%) disebut terra (daratan) atau tepatnya
dataran tinggi (tetapi bukan pegunungan) yang terdiri dari batuan silikat ringan dan
berwarna cerah. Daerak terra inilah yang paling banyak mengandung kawah-kawah
meteorit. Bagian kecil lainnya (~17%) disebut sebagai maria/mare (laut) yang
sebenarnya sekadar dataran rendah. Ada 14 mare yang tampak hitam (inilah yang disebut
dalam legenda sebagai gambar orang/nenek dengan kucing/kelincinya) karena terdiri dari
batuan basalt vulkanik berwarna gelap yang berdasarkan analisis radioaktifnya berasal
dari letusan gunung berapi sekitar 3,3 3,8 milyar tahun lalu. Bentuknya yang hampir
bundar dan analisis batuannya di sekitarnya mengindikasikan bahwa mare sebenarnya di
bentuk oleh kawah hasil tumbukan meteorit raksasa (berukuran ~ 100 km) sekitar 3,9
milyar tahun lalu kemudian terisi oleh lava letusan gunung berapi. Aktivitas gunung
berapi berhenti sekitar 3 milyar tahun lalu setelah inti bulan mendingin.
Secara geologi, saat ini bulan dapat disebut mati karena hampir tidak adanya
energi internalnya (hanya ada pemanasan radioaktif di lapisan luarnya). Tidak ada
aktivitas gunung berapi, juga tidak ada pergeseran lempeng permukaannya seperti di
bumi, karenanya tidak ada gempa atau pegunungan hasil lipatan lempeng (pegunungan
yang ada hanya bagian tepi kawah hasl tumbukan meteorit raksasa yang membentuk
mare). Tidak ada atmosfer yang melingkupinya, juga tidak ada tanda-tanda bekas air di
masa lampau. Hal inilah yang menyebabkan bulan dipenuhi kawah akibat tumbukan
meteorit. Massa jenis batuan bulan 3,2 gram/cm3, seperti karakteristik batuan silikat yang
membentuk permukaan bumi. Karena massa jenis bulan secara rata-rata (3,3 gram/cm3)
hampir sama dengan massa jenis di permukaannya, hal itu menunjukkan bahwa
komposisi bagian dalam bulan pun sebagian besar batuan. Karena sangat sedikit
kandungan logamnya, maka tidak ada medan magnet bulan yang bisa menjadi penunjuk
arah seperti di bumi. Karena tidak ada udara dan sifat permukaannya berpasir
menyebabkan suhu permukaan berubah drastis, dari ~100o C pada tengah hari menjadi
170o pada malam hari.
Bardasarkan sifat-sifat fisis tersebut kemudian dikaji asal-usul bulan. Menurut
teori Hartmann dan Davis (1975), proto-bumi pernah mengalami tumbukan hebat
dengan proto-planet lainnya yang massanya sekitar 1/10 massa bumi (kira-kira sebesar
planet Mars). Tumbukan hebat ini menyebabkan terlontarnya batuan sebesar massa
bulan (0.01 massa bumi) ke angkasa dan membentuk bulan. Salah satu bukti kuat adalah
tidak dijumpainya inti besi di bulan karena yang terlontar hanya bagian kulit bumi. Bukti
lainnya adalah adanya kesamaan kandungan isotop oksigen di bulan dengan di bumi.
Namun, teori ini belum bisa menjelaskan beberapa masalah. Antara lain, batuan basalt di
bulan ternyata mempunyai kandungan besi yang lebih banyak daripada basalt di bumi.
Kalau bulan berasal dari materi kulit bumi, mestinya kandungan besinya sama.
Teori kemudian diubah oleh Benz dan kawan-kawan (1986), bahwa dari
tumbukan itu, materi bulan justru sebagian besar berasal dari objek penumbuk, bukan
dari bumi. Simulasi komputer terbaru oleh Canup (1997, 2004) menujukkan bahwa
sekitar 80% materi bulan berasal dari materi objek penumbuk. Bulan terbentuk dari
penggumpalan partikel yang semula tersebar sebagai cincin debu yang mengitari
bumi. Pada awalnya, permukaan bulan masih sangat panas dan penuh dengan
kegiatan vulkanik yang bertahan sampai 900 juta tahun.

Ilustrasi teori
pembentukkan
Bulan yang
paling umum
diterima : Teori
Tumbukkan

4. Mars
Mars adalah salah satu planet yang paling menarik perhatian manusia. Hal ini
disebabkan antara lain karena Mars cukup dekat dengan Bumi dan relatif cukup dekat
dengan matahari sehingga menjadi planet yang pernah diduga mempunyai kehidupan.
Oleh karena itu sejak manusia dapat membuat teropong bintang, Mars adalah salah
satu obyek langit yang paling banyak diteropong.
Dilihat dari Bumi, Mars tampak sebagai sebuah bintang kemerahan. Setelah
manusia bisa mendaratkan pesawat di Mars dan diketahui bahwa warna kemerahan
itu berasal dari permukaan Mars yang terdiri dari batu dan pasir berwarna kemerahan.
Dari terangnya dan warnanya yang kemerahan, orang Yunani kuno mengasosiasikannya dengan dewa perang yaitu Mars. Dari sanalah nama planet Mars berasal.
Mars kadang nampak terang, yaitu ketika berada dalam keadaan sekitar oposisi
(dilihat dari bumi berada pada pihak yang berlawanan dari matahari). Oposisi Mars
yang paling terkenal adalah pada bulan Agustus 2003. Pada saat itu memang Mars
berada posisi yang paling dekat dari bumi dalam kurun waktu 73000 tahun terakhir.
Mars paling redup pada saat berada dalam posisi konjungsi (dilihat dari bumi Mars
berada pada arah yang kira-kira sama dengan matahari). Jarak Mars dari Bumi selalu
berubah, karena keduanya bergerak mengelilingi matahari, jarak terjauhnya dari
Bumi kira-kira 5 kali jarak terdekatnya, oleh karena itu kecerlangannya juga nampak
selalu berubah perlahan.
Fenomena yang terkenal pada saat manusia mulai bisa mengamati Mars melalui
teropong adalah ditemukannya pola seperti saluran (kanal) di pemukaan Mars. Pada
awalnya orang menduga bahwa kanal tersebut adalah tanda adanya kehidupan di
Mars. Namun kemudian ditemukan bahwa ternyata kanal-kanal tersebut tidak benarbenar ada, hanya merupakan efek yang ditimbulkan oleh struktur permukaan planet
itu.
Fenomena lain yang bisa diamati dari Bumi adalah adanya tudung es di kutubkutub planet itu seperti di Bumi. Ukuran tudung es itu berubah-ubah, hal ini
mengindikasikan adanya perubahan musim di Mars dan perubahan es manjadi air dan
sebaliknya. Maka para ahli kemudian menduga, ada air dalam bentuk cair di Mars.
Kalau ada air dalam bentuk cair maka ada harapan ditemukannya kehidupan di Mars.
Untuk menyelidiki Mars dengan lebih detail, manusia mengirimkan pesawat
antariksa, mulai dari yang hanya terbang melintas sambil memotret hingga yang
melakukan pendaratan di permukaan Mars. Pesawat-pesawat antariksa yang sudah
berhasil menyelidiki permukaan Mars antara lain Viking I dan II tahun 1976. Setelah

itu banyak diluncurkan pesawat-pesawat antarika lain untuk didaratkan di Mars,


namun banyak juga misi yang gagal. Pesawat antariksa yang menyelidiki Mars
menemukan hal yang menarik, yaitu adanya gunung-gunung api besar dan tinggi,
artinya ada aktivitas vulkanik di Mars dan di bagian dalam planet Mars terdapat lava
panas.
Pada pertengahan tahun 2003 USA meluncurkan dua pesawat penjelajah
permukaan Mars yaitu Spirit dan Opportunity. Kedua pesawat itu berhasil mendarat
di Mars pada awal tahun 2004 dan masih terus menjelajahi permukaan Mars dan
mengumpulkan data dan foto untuk dikirim ke bumi. Pada saat yang berdekatan
Eropa dan Jepang juga mengirimkan pesawat pendarat ke Mars namun misi mereka
gagal pada saat pesawatnya mendarat di Mars. Pada tanggal 12 Agustus 2005 USA
kembali meluncurkan sebuah pesawat antariksa bernama Reconnaissance untuk
mengorbit dan mengamati Mars
Mars mempunyai dua buah satelit yaitu
Phobos dan Deimos. Kedua satelit ini kecil,
hanya berdiameter 27 km dan 15 km.
Kecilnya massa membuat gravitasinya kecil
sehingga tidak mampu membuat keduanya
bulat. Keduanya lebih nampak sebagai
bongkahan karang daripada sebagai bulan
planet Mars.

Diferensiasi: terjadi pemisahan lapisan- lapisan di interior planet.


Proses-proses di permukaan planet
Empat proses geologis utama:
Vulkanisme
Tektonisme
Erosi atau Gradasi
Pembentukan kawah karena tumbukan dengan benda dari luar
Profil temperatur
(di planet terestial)

b. Planet Jovian

Planet-planet Jovian adalah planet-planet gas raksasa. Planet Jovian lebih mirip
bintang yang massanya kurang besar untuk menimbulkan tekanan di intinya yang bisa
melangsungkan reaksi fusi. Meskipun massa planet Jovian besar, tetapi kerapatan
(densitas)nya rendah, bahkan Saturnus lebih rendah kerapatannya dibandingkan air.
5. Jupiter
Planet ini merupakan objek langit dengan terang nomor 4 di langit (setelah
Matahari, Bulan, Venus). Telah dikenal sejak jaman pra-sejarah sebagai bintang
pengelana. Tetapi tahun 1610 mengarahkan teleskop pertamanya ke langit, ia
menemukan 4 satelit Jupiter yang terbesar : Ganymede, Callisto, Europa, Io (sekarang
dikenal dengan Galilean Moon).
Radiusnya 11 kali radius Bumi dan 1/10 ukuran Matahari. Massanya 320 kali
massa Bumi dan 1/1000 massa Matahari.
Planet gas ini tidak memiliki daratan solid.
Planet ini hanya terdiri dari gas yang
kerapatannya bertambah seiring bertambahnya
kedalaman.
Komposisi penyusun planet ini sebagian
besar adalah hidrogen (90%) dan helium
(10%). Komposisi ini seperti komposisi
nebula tata surya yang menjadi cikal bakal tata
surya, termasuk Matahari.
Jupiter diperkirakan memiliki inti yang
padat, bermassa 10 sampai dengan 15
massa Bumi. Di luar bagian inti, terdapat
bagian yang terdiri dari cairan hidrogen
metalik (liquid metallic hydrogen).
Hidrogen metalik adalah gas hidrogen
dalam wujud cairan yang berlaku seperti

logam akibat tekanannya yang mencapai 4 juta bar. Di luar bagian ini terdiri dari gas
hidrogen dan helium. Unsur metana, air dan karbon dioksida juga ditemukan dalam
jumlah kecil. Bagian Jupiter yang kita lihat adalah bagian paling atas dari lapisan
yang tebal ini.
Jupiter dan planet gas lainnya mempunyai angin yang bertiup dengan kecepatan
yang sangat tinggi dan terlihat sebagai pita-pita berwarna yang nampak sejajar
dengan ekuatornya. Angin di suatu pita bertiup dalam arah yang berlawanan dengan
angin di pita di sebelahnya. Perbedaan kecil dalam hal komposisi kimia dan
temperatur mengakibatkan pita-pita ini memiliki perbedaan kenampakkan warna. Pita
yang terang disebut zone dan pita yang gelap disebut belt (sabuk). Atmosfer Jupiter
juga diamati mempunyai turbulensi yang besar. Diperkirakan angin-angin dan
turbulensi atmosfer Jupiter lebih disebabkan oleh internal heat yang dihasilkan planet
Jupiter dibandingkan oleh Matahari, seperti di Bumi.
Di permukaan Jupiter ditemukan suatu badai besar yang disebut bintik merah
besar (Great Red Spot) yang pertama kali dilihat oleh Gallileo. Great Red Spot
berbentuk oval dengan ukuran 12.000 x 25.000 km (sekitar 2 kali ukuran Bumi!).
Sampai sekarang belum dimengerti bagaimana badai seperti itu bisa bertahan hingga
ratusan tahun.
Jupiter memancarkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan energi yang
diterimanya dari Matahari. Bagian interior Jupiter panas. Inti Jupiter diperkirakan
mempunyai temperatur 20.000 K. Panas ini dihasilkan dari pengerutan gravitasi
(planet Jupiter sampai sekarang masih mengerut untuk mencapai kesetimbangan
gravitasi). Tetapi, Jupiter tidak menghasilkan enrgi melalui reaksi fusi seperti di inti
Matahari karena massanya tidak cukup besar sehingga intinya tidak cukup panas dan
tekanannya tidak cukup besar untuk memulai reaksi fusi). Internal heat yang
dihasilkan menimbulkan aliran konveksi di bagian dalam lapisan cair dan
diperkirakan juga menyebabkan pergerakan kompleks di bagian atas awan yang kita
amati. Saturnus dan Neptunus juga menunjukkan gejala yang sama tetapi anehnya
Uranus tidak.
Jupiter mempunyai ukuran terbesar yang mungkin dimiliki planet gas. Jika
material ditambahkan ke dalam planet Jupiter, materi itu akan dikompresi oleh
gravitasi sehingga pertambahan radius hanya sangat kecil. Sebuah bintang dapat
menjadi lebih besar hanya karena sumber energi dari reaksi nuklir yang terjadi di
intinya.
Jupiter memiliki medan magnetik yang besar, jauh lebih kuat diban-dingkan
medan magnetik Bumi. Magnetosphere-nya terbentang sejauh lebih dari 650 juta km.
Satelit Jupiter ada di dalam magnetosphere Jupiter, sebuah fakta yang mungkin bisa
menjelaskan aktivitas vukanik di Io. Daerah di sekitar Jupiter terisi oleh partikel
bermuatan yang terjebak dalam medan magnetik Jupiter. Radiasi ini menyerupai
sabuk radiasi Van Allen di Bumi tetapi intensitasnya jauh
lebih besar.
Jupiter memiliki cincin seperti Saturnus, tetapi jauh lebih
redup dan kecil. Cincin ini tidak diduga sebelumnya dan
diketahui ketika wahana Voyager 1 melewati planet ini.
Tidak seperti cincin planet Saturnus , cincin planet Jupiter
nampak gelap (albedo sekitar 0,05). Cincin tersebut mungkin terdiri dari materi
batuan yang sangat halus. Tidak seperti cincin Saturnus, cincin Jupiter tidak
mengandung es.

Bulan Juli 1994, Komet Shoemaker-Levy 9 bertabrakan


dengan Jupiter dan menimbulkan ledakan yang luar biasa.
Bekasnya pada permukaan Jupiter dapat dilihat dari foto
disamping.
Planet ini nampak pepat di bagian ekuatornya akibat
kecepatan rotasinya (periode rotasinya 10 jam!).
Satelit satelit Jupiter :
4 satelit terbesar Jupiter (Galilean Moon)
1. Ganymede
Ganymede merupakan satelit terbesar Jupiter dan juga satelit
terbesar di tata surya. Permukaannya diamati memiliki banyak
kawah-kawah yang sudah tua.

2. Callisto
Permukaannya mirip Ganymede yang banyak terdapat kawahkawah. Ditemukan adanya es dalam jumlah yang banyak di
permukaannya dan membeku di dalam bagian keraknya.

3. Europa
Permukaannya nampak halus dengan garis-garis tipis dan
gelap serta sedikit kawah. Permukaannya sepertinya adalah
es yang berasal dari air. Informasi terakhir dari wahana luar
angkasa Galileo menunjukkan kemungkinan adanya lautan
air yang cair di seluruh permukaannya dan tersembunyi di
bawah permukaannya yang membeku.
4. Io
Yang paling menonjol tentang Io adalah banyaknya gunung
berapi aktif di permukaannya. Io merupakan objek paling aktif
di tata surya ini. Bagian interiornya panas dan cair, akibat dari
gaya pasang surut yang berubah selama Io mengelilingi
orbitnya mengelilingi Jupiter yang berupa elips.
Satelit Jupiter yang lain umumnya berukuran kecil dan kebanyakan adalah asteroid
yang tertangkap gravitasi Jupiter. Beberapa mempunyai orbit yang retrogade.
6. Saturnus
Saturnus merupakan planet kedua terbesar di tata surya setelah Jupiter. Planet ini
memiliki kerapatan yang sangat rendah ( Saturn = 0,7 gram/cm3). Dengan kerapatan
seperti itu, Saturnus akan mengapung jika diletakkan di atas air.
Seperti Jupiter dan Matahari, Saturnus terdiri dari sebagian besar Hidrogen dan
Helium, dengan inti padat seukuran Bumi. Planet ini juga memiliki pita-pita awan
berwarna seperti Jupiter tetapi kurang berwarna-warni.

Hal yang paling menonjol dari Saturnus adalah


kehadiran cincinnya. Cincin tersebut terdiri dari batubatuan dan es. Material yang membentuk cincin adalah
material yang gagal bersatu membentuk satelit Saturnus
karena pengaruh gaya pasang surut Saturnus (di dalam
limit roche). Cincin tersebut mengorbit di bidang
ekuator planet Saturnus. Hal ini menyebabkan cincin
tersebut akan nampak edge-on 2 kali dalam kurun waktu
29 tahun (seperti pada tahun 1995). Hanya 4 dari 5
cincinnya yang nampak dari Bumi. Cincin yang paling
terang adalah cincin A dan B. Di antara kedua cincin
tersebut ada daerah gelap yang disebut Cassini division.
Daerah gelap di antara cincin A dan cincin yang lebih
luar (cincin F) disebut Encke Division. Keistimewaan
cincin Saturnus dibandingkan cincin planet Jovian lainnya adalah cincin Saturnus
memiliki albedo yang tinggi (0,2 0,6) meskipun cincin ini sangat tipis (tebalnya
kurang dari 1 km).
Saturnus memiliki bentuk yang sangat pepat (paling pepat
di tata surya). Hal ini disebabkan kecepatan rotasinya yang
besar dan kerapatannya yang sangat rendah.
Bagian interior Saturnus mirip dengan Jupiter. Saturnus
juga memancarkan energi yang lebih besar dibandingkan
energi yang diterimanya dari Matahari. Energi ini
dibangkitkan oleh pengerutan gravitasi dan juga diperkirakan ada mekanisme pembangkitan energi lain.
Saturnus juga memiliki magnetosfer yang ekstensif. Medan
magnet Saturnus merupakan pelindung terhadap planetnya,
cincin, maupun satelit-satelitnya dari angin
Matahari. Medan magnet ini hampir
berimpit dengan sumbu rotasinya (berbeda
dengan Bumi yang termiringkan sebesar
11,4).
Saturnus diketahui memiliki angin yang
sangat kencang, kedua setelah Neptunus.
Kecepatan angin hampir sama antara lintang
utara dan selatan. Angin di ekuator: bertiup
ke arah timur dengan kecepatan 500 m/s
(1800 km/jam).
Kandungan utama atmosfer Saturnus: Hidrogen (94%), Helium (6%). Juga terdapat
sejumlah kecil ammonia, methane, ethane, phosphine, acetylene, methylacetylene,
dan propane. Adanya es kristal ammonia membuat atmosfer bagian atas Saturnus
tampak memiliki pita berwarna-warni.

Satelit terbesar Saturnus adalah Titan (diameter 2.575 km) ditemukan oleh Huygens
tahun 1655. Titan memiliki atmosfer yang tebal yang
terdiri dari nitrogen (seperti Bumi). Ada juga mekanisme
efek rumah kaca yang membantu menghangatkan
permukaan Titan. Diperkirakan ada lautan metana dan
hujan material organik. Para ahli berpendapat bahwa
keadaan di Titan seperti keadaan Bumi purba hanya saja
Titan terletak jauh dari Matahari yang mengakibatkan
temperaturnya hanya 90 K.
Mekanika orbital dari satelit Saturnus sangat kompleks. Sebagian mengorbit dalam
cincin. Ada yang bersifat co-orbital, yaitu dua satelit berada pada jarak yang sama
dari Saturnus. Sebagian lagi merupakan satelit penggembala, dan sebagian lagi
merupakan satelit Lagrange.
Kecuali 2 satelit, semua bulan Saturnus berotasi secara sinkron, yaitu selalu
menunjukkan sisi yang sama (seperti Bulan kita).

7. Uranus
Planet ini tidak diketahui sejak jaman purba. Kecerlangannya hampir sama dengan
batas kecerlangan terlemah untuk mata manusia. Planet ini ditemukan tahun 1781
oleh William Herschel.
Planet Uranus lebih kecil daripada Jupiter dan Saturnus tetapi lebih besar jika
dibandingkan dengan Bumi. Komposisi planet ini didominasi oleh kehadiran unsur
hidrogen dan helium, ditambah sedikit kandungan amonia dan metana dalam wujud
awan. Awan metana menyerap sinar merah dan memantulkan sinar biru,
menyebabkan planet ini terlihat berwarna biru.

Uranus sangat dingin, temperaturnya sekitar


60 K. Sumbu rotasinya termi-ringkan 980.
Sumbu rotasinya hampir berhimpit dengan
bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Hal
ini
menye-babkan
Uranus
nampak
menggelinding dalam orbitnya. Oleh karena
itu, planet ini memiliki perubahan musim
yang ekstrem seiring dengan jumlah sinar
Matahari yang diterima yang berubah secara
ekstrem juga.
Sekitar
10
cincin
yang
sangat
tipis
telah ditemukan
pada
tahun
1977 ketika Uranus melewati sebuah bintang yang terang
(sinar dari bintang itu berkelap kelip beberapa kali).
Cincin Uranus sangat tipis (lebarnya kurang dari 10 km).
Hal ini diperkirakan disebabkan oleh kehadiran Speherd
Moons. Adanya Sepherd Moons dibenarkan oleh
wahana antariksa Voyager 2.
Atmosfer Uranus nampak polos dan kurang nampak
adanya ciri yang menonjol. Salah satu hal yang aneh dari Uranus adalah meskipun
daerah kutubnya menerima lebih banyak sinar Matahari tetapi daerah ekuator tidak
lebih panas daripada kutub. Mekanisme penyebaran panas belum diketahui. Kadangkadang terjadi awan dan badai di permukaannya.
Kerapatan total sedikit lebih tinggi, kelimpahan helium yang lebih
tinggi, temperatur dan tekanan internal yang lebih rendah, berakibat
bahwa Uranus (dan Neptunus) memiliki struktur interior yang sangat
berbeda dengan Jupiter dan Saturnus. Es dan batuan lebih banyak
di kedua planet ini.
Uranus juga memiliki pita-pita berwarna di permukaannya seperti di
planet gas lainnya. Tetapi hampir tidak terlihat sehingga permukaan
Uranus terlihat mulus.

Uranus bergerak secara retrogade. Magnetosfer Uranus miring 600 terhadap sumbu
rotasinya dan pusatnya tidak di pusat planet. Hal yang aneh ini mungkin disebabkan
oleh gerakan di bagian dalam planet ini.
Lima satelit terbesar Uranus (berurut dari yang terbesar) : Titania, Oberon, Umbriel,
Ariel, Miranda. Semua relatif gelap dan berbahan es.

8. Neptunus
Ketika Uranus ditemukan, para ahli menemukan
bahwa orbitnya tidak sesuai dengan hukum
Newton. Oleh sebab itu, kemungkinan ada planet
lain yang mengganggu orbit planet Uranus.
Neptunus pertama kali diamati oleh Galle dan
dArrest (France) pada tahun 1846 di lokasi yang
berdekatan dengan perkiraan Adam dan Le
Verrier yang melakukan perhitungan secara
terpisah.
Karena orbit planet Pluto yang sangat lonjong,
maka kadang-kadang Neptunus menjadi planet
terjauh dari Matahari.
Komposisi planet Neptunus tidak jauh berbeda
dengan Uranus. Mengandung hidrogen, helium, es
dan batuan. Tetapi kandungan hidrogen dan helium
di Neptunus tidak sebesar di Jupiter dan Saturnus.
Intinya berupa batuan dengan massa sebesar massa
Bumi.
Komposisi atmosfer Neptunus sebagian besar terdiri
dari hidrogen dan helium serta sedikit kandungan
metana.

Seperti planet gas lainnya, di Neptunus juga terjadi angin yang


sangat kencang dan badai. Angin di Neptunus adalah angin yang
tercepat di tata surya (2000 km/jam). Salah kenampakkan yang
unik ketika Neptunus dilewati oleh wahana antariksa Voyager 2,
adalah adanya bintik hitam (Great Dark Spot) di belahan selatan
Neptunus. Tetapi ketika Hubble Space Telescope mengamati
Neptunus beberapa tahun kemudian, Great Dark Spot tersebut
telah hilang dan beberapa bulan kemudian ditemukan bintik
hitam lainnya di belahan utara Neptunus. Hal ini menunjukkan atmosfer Neptunus
berubah secara cepat.
Magnetosfer Neptunus termiringkan 500 dan pusatnya tidak di pusat planet (seperti
Uranus).
Neptunus juga memiliki sistem cincin. Sistem cincinnya gelap dan sulit diamati.
Ditemukan dari Bumi melalui okultasi bintang. Terdiri dari 4 cincin utama, 3 cincin
sempit dan 1 difuse.
Satelit yang paling besar adalah Triton. Triton seukuran Bumi tetapi
mengorbit berlawanan dengan arah rotasi Neptunus. Triton
mempunyai atmosfer dan geyser aktif di permukaannya. Satelit lain
yang berukuran sedang adalah Nereid. Orbit Nereid sangat lonjong
dengan eksentritas 0,75. Belum ditemukan adanya satelit iregular.
*. Pluto

sejak Agustus 2006 sudah dikategorikan sbg dwarf planet

Diantara sembilan planet yang dikenal, Pluto adalah planet yang paling sulit
diselidiki karena kecil dan jauhnya. Bahkan Hubble Space Telescope pun tidak
mampu mengungkapkan detail permukaan planet ini, sementara permukaan semua
planet lain telah dipotret dengan terperinci. Pluto juga adalah planet yang terkecil dan
kadang-kadang terjauh dari matahari. Dikatakan kadang-kadang karena ada saat-saat
Pluto lebih dekat ke matahari daripada Neptunus. Hal ini bisa terjadi karena
eksentrisitas orbit pluto yang besar, artinya orbitnya lonjong. Sebagai gambaran, jarak
tejauh Pluto ke Matahari adalah 49,35 SA, sedangkan jarak terdekatnya 29,71 SA
bandingkan dengan jarak perihelion Neptunus ke Matahari yang 29,76 SA. Karena
orbitnya yang lonjong dan inklinasi orbitnya yang besar, mirip komet, ada ahli
astronomi yang mulai meragukan klasifikasi Pluto sebagai planet, apalagi setelah
ditemukan benda lain yang lebih besar dari Pluto (Quaoar, Sedna), mengelilingi
matahari dalam jarak yang lebih jauh dari dari Pluto. Argumentasi mereka, selain
inklinasi dan eksentrisitas juga komposisi dan struktur yang berbeda dari planetplanet lain yang jauh dari matahari seperi planet-planet Jovian.
Inklinasi orbit Pluto yang besar membuat banyak astronom berpendapat bahwa
proses terjadinya pluto tidak sama dengan planet-planet lain. Berdasarkan teori
kelahiran tata surya yang berasal dari kabut gas antar bintang, gas yang mengkerut
karena gravitasi dirinya akan membentuk piringan. Bagian tengah piringan akan
menjadi matahari, bagian piringan akan membentuk inti-inti kondensasi yang lebih
kecil yang kelak akan menjadi planet. Oleh karena itu planet-planet yang lahir dengan
cara ini akan menempati bidang orbit yang kira-kira sama, yang disebut bidang
ekliptika. Oleh karena itu bidang orbit Pluto yang menyimpang agak jauh dari bidang
ekliptika ini diduga karena Pluto terbentuk bukan melalui proses yang sama dengan
planet-planet lain.
Disamping itu, berdasarkan hasil pengamatan selama ini, nampaknya struktur
Pluto memang ada kemiripan benda-benda Kuiper belt seperti komet. Namun untuk
memastikan hal itu diperlukan data yang lebih akurat dari proyek New Horizon yaitu

misi peluncuran pesawat antariksa ke Pluto pada tahun 2006. Jika berjalan lancar
diharapkan pesawat dapat mulai mengamati Pluto pada tahun 2015.
Pluto mempunyai sebuah satelit yang bernama Charon. Charon hanya sedikit
lebih kecil daripada Pluto, sehingga pasangan Pluto-Charon lebih nampak sebagai
planet ganda yang saling mengitari daripada sistem planet-satelit.
!

"#

Beberapa tambahan:
* Tabel ringkasan parameter planet terestial dan Pluto (Pluto adalah dwarf planet)
Massa (kg)
Massa (bumi)
Radius (km)
Kerapatan(gr/cm3)
Periode rotasi
Periode Rev. (hari)
Jarak dr Mh (SA)
Jarak dr Mh (km)
Eksentrisitas orbit
Inklinasi orbit

Merkurius

Venus

Bumi

Mars

Pluto

33,04 1022
0,0553
2.439
5,43
58,65 hari
87,96
0,387
5,79 107
0,2056
7

486,9 1022
0,815
6.052
5,24
243hari (R)
224,68
0,723
1,08 108
0,0068
324'

597,4 1022
1
6.378
5,52
23jam 56'
365,25
1
1,50 108
0,0167
0

64,16 1022
0,1074
3.393
3,94
24jam 37'
686,95
1,524
2,28 108
0,0934
151'

1,1951022
0,002
1.150
2,03
6,39
90780
39,529
5,91 109
0,2484
1709'

* Tabel ringkasan parameter planet Jovian


Jupiter

Saturnus

Uranus

Neptunus

Jarak rata-rata dari


Matahari

5,2 SA
778 juta km

9,5 SA
1430 juta km

19,2 SA
2870 juta km

30,1 SA
4500 juta km

Periode orbit (tahun)

11,86

29,46

84,1

165

Periode Rotasi (jam)

~ 10

~ 10

~ 17 (retrograde)

~ 16

Kemiringan sumbu
rotasi

3.1 (tidak ada


musim)

26.7(ada musim)

98.0 (musim
ekstrem)

29.0 (ada musim)

Massa (kg)

1,9 x 1027
317 MBumi

5,7 x 1026
94 MBumi

8,7 x 1025
15 MBumi

1,0 x 1026
17 MBumi

Jari-jari (km)

71400
11 RBumi

60270
9,4 RBumi

25600
4 RBumi

24750
3,9 RBumi

Kerapatan (g/cm3)

1,3

0,7

1,3

1,6

Percepatan gravitasi
(m/det2)

24,8
(2,5 x Bumi)

10,8
(1,07 x Bumi)

9
(0,92 x Bumi)

11,6
(1,18 x Bumi)

Temperatur puncakawan

125 K
(-148 C)

95 K
(-178 C)

60 K
(-213 C)

60 K
(-213 C)

$%

III. Penjelajah Kecil di Tata Surya


(komet, asteroid, meteor dan Kuiper Belt Object/ Trans-Neptunian Object)
- Komet, Asteroid dan Meteorit
1. Pendahuluan
Benda-benda kecil di Tata Surya mendiami rentang wilayah yang sangat lebar, dari
berada dekat Matahari sampai daerah sekitar sepuluh ribu Satuan Astronomi (SA).
Mereka terdiri dari beberapa kelompok yang menghuni daerah orbit tertentu
sepanjang revolusinya mengelilingi matahari. Secara umum kelompok-kelompok itu
adalah: asteroid (sabuk-utama, dekat-Bumi), komet (periode pendek dan panjang,
ekliptik dan isotropik), obyek Kuiper (atau Obyek Trans-Neptunus), Centaurus
(antara Yupiter dan Neptunus), dan obyek hipotesis vulcanoid (antara Matahari dan
Merkurius) dan awan Oort.
Komet dikenal lebih dahulu karena penampakannya yang begitu eksotik di langit
dengan ekor yang terang menyala. Sementara itu asteroid baru ditemukan sekitar
seabad lalu, yaitu pada tahun 1901. Benda-benda kecil lainnya ditemukan bahkan
kurang dari 15 tahun lalu, misalnya Obyek Trans-Neptunus yang baru ditemukan
pada tahun 1992, demikian halnya dengan Centaurus.

2. Asteroid
Sejak ditemukan pertama kali lebih dari seabad lalu, yakni asteroid (1) Ceres, telaah
asteroid telah berkembang sangat ekstensif. Asteroid yang sebagian besar menghuni
daerah antara planet Mars dan Yupiter memiliki karakteristik yang unik. Sampai saat
ini telah diketahui ratusan ribu asteroid, dan kurang dari setengahnya telah diketahui
orbitnya secara spesifik.

Ditinjau dari elemen orbitnya mengelilingi Matahari, asteroid di sabuk-utama


mengelompok pada daerah tertentu di antara daerah-daerah kosong. Kelompok
asteroid ini disebut famili, misalnya famili Koronis, Themis, Eos, dan Eunomia, yang
anggotanya dapat mencapai ratusan asteroid. Famili ini terbentuk dari hasil tumbukan
terhadap asteroid induk yang berukuran besar, kemudian hancur menjadi anggota
famili yang memiliki evolusi dinamis serumpun.
Daerah-daerah kosong pada sabuk-utama asteroid disebut daerah resonansi yang
bersifat melempar. Hal ini akibat adanya pola resonansi sistem Matahari-Yupiter
yang akan melempar asteroid yang masuk secara gravitasi ke tempat lain. Dengan
demikian kala hidup sebuah asteroid pada daerah resonansi tsb sangat singkat
sehingga praktis sukar sekali diamati. Sebaliknya, ada juga pola resonansi yang
bersifat menghimpun, yang akan menahan gangguan gravitasi lain untuk
membuyarkan kelompok asteroid.
Beberapa daerah resonansi di bagian dalam sabuk-utama menjadi pelontar bagi
keberadaan asteroid dekat-Bumi. Diyakini bahwa secara dinamis asteroid dekat-Bumi
ini berasal dari sabuk-utama, dan membawa karakteristik yang sama dengan asteroid
di bagian dalam sabuk-utama. Asteroid dekat-Bumi, seperti halnya komet, menjadi
perhatian khusus karena terdapat kemungkinan orbitnya bersinggungan dengan orbit
Bumi, yang dapat mengakibatkan tabrakan. Survey pengamatan asteroid dekatBumi diupayakan untuk secara statistik kita mengetahui 90 % asteroid yang
berukuran lebih dari 1 km pada tahun 2008. Cukup banyak asteroid kecil berdiameter
beberapa puluh meter yang melintas dekat-Bumi, yang kadang-kadang baru disadari
beberapa hari, atau bahkan dalam hitungan jam saja, dari hasil pengamatan patroli
yang dilakukan.
Dari studi spektroskopi, diketahui bahwa permukaan asteroid dapat terdiri dari
berbagai jenis. Ada yang dominan karbon (tipe C), silikat (tipe S), metal (tipe M), dan
gelap/kerogen (tipe D). Studi spektroskopi ini sangat erat kaitannya dengan studi

meteorit, yang ternyata mengandung material sejenis. Hal ini diketahui dari
kecocokan pantulan spektrum asteroid dan meteorit, sehingga dikatakan memiliki tipe
yang sama.
Seperti layaknya planet, asteroid berotasi terhadap sumbu rotasinya sendiri. Menarik
untuk disimak bahwa sampai saat ini asteroid sabuk-utama memiliki batas periode
rotasi yang tidak lebih cepat dari 2,2 jam. Baru pada studi terbaru diketahui bahwa
asteroid sabuk-utama yang berukuran kecil dapat memiliki periode rotasi lebih cepat
dari 2,2 jam. Sementara itu beberapa puluh asteroid dekat-Bumi yang berukuran kecil
(diameter < 200 m) memiliki periode rotasi jauh lebih cepat daripada 2,2 jam.
Beberapa di antaranya bahkan periode rotasinya hanya berorde menit! Hal ini
menjadi studi tersendiri mengenai materi pengikat di dalam asteroid yang dapat
menahan gaya lontar ke arah luar akibat rotasi yang sedemikian cepat. Meskipun
diyakini bahwa asteroid terdiri dari bongkahan-bongkahan yang menyatu (rubblepile) dengan derajat kekosongan (porositas) yang tinggi, gaya gesek di persinggungan
bongkahan-bongkahan tsb ternyata mampu untuk menahan asteroid tidak hancur
berantakan meskipun rotasinya cepat. Hal ini berlaku untuk asteroid-asteroid kecil
dengan diameter kurang dari dua ratus meter.
Pengamatan kurva cahaya (fotometri) asteroid telah lama dilakukan untuk
mengetahui secara umum bentuk asteroid dan ukurannya. Apabila kurva cahaya
asteroid itu adalah sinusoidal, maka dapat diduga bahwa bentuknya elipsoid. Namun
telah ditemukan beberapa asteroid yang memiliki kurva cahaya seakan tidak teratur,
seperti pada asteroid (4179) Toutatis. Asteroid ini rupanya memiliki gerak rotasi yang
tidak biasa, yaitu berotasi terhadap sumbu rotasi yang berguling, disebut gerak
tumbling, yang bukan bagian gaya gravitasi. Gerak tumbling ini umumnya
diyakini hasil dari tumbukan yang melahirkan asteroid kecil, yang rotasinya belum
mencapai keadaan setimbang.
Penjelajahan antariksa menuju asteroid telah beberapa kali dilakukan. Beberapa tahun
lalu, wahana NEAR melakukan misi luar biasa menuju asteroid dekat-Bumi (433)
Eros yang diakhiri dengan mendaratkan wahana tsb ke permukaan asteroid. Yang
terbaru, wahana Hayabusa milik Jepang saat ini tengah melakukan misi untuk
mengambil sampel asteroid dan membawanya kembali ke Bumi pada tahun 2007.
Sampel ini akan menjadi material benda langit selain Bulan, yang dengan sengaja
diambil untuk kepentingan ilmiah. Saat ini, September 2005, wahana Hayabusa telah
berada sangat dekat asteroid (25143) Itokawa untuk melakukan pemetaan
permukaannya dalam beberapa bulan guna menentukan titik pendaratan pengambilan
sampel.
3. Komet
Komet merupakan benda kecil di Tata Surya
yang eksotik. Orbitnya sangat eksentrik
dengan eksentrisitas lebih dari 0,5 hingga
mendekati 1 dan menjelajah dari beberapa

SA hingga puluhan ribu SA. Tatkala


mendekati
Matahari,
komet
akan
mengeluarkan gas-debu dan plasma
sehingga tampak seperti memiliki ekor.
Ekor gas-debu umumnya lebih pendek

(0,1 SA) daripada ekor plasma (1 SA). Komet memiliki inti tidak beraturan dan
berukuran sekitar 10 km yang di-selubungi koma, yang muncul saat mendekati
matahari akibat terpaan tekanan radiasi dan angin matahari.
Melihat dari periode orbitnya, secara umum komet dikategorikan menjadi: komet
periode pendek (periode orbitnya < 200 tahun) dan periode panjang (periode > 200
tahun). Komet Halley yang sangat terkenal (periode 76 tahun) dan komet keluarga
Yupiter (periode < 20 tahun) termasuk ke dalam komet-komet periode pendek.
Sebagian komet akan mengakhiri hidupnya dengan jatuh secara gravitasi ke
Matahari. Komet-komet seperti ini disebut sungrazing comets.
Sudut pandang lain terhadap klasifikasi komet adalah tinjauan terhadap sebaran
komet yang dibagi menjadi: ekliptik dan isotropik. Komet-komet ekliptik memiliki
inklinasi orbit (i ) yang tidak jauh dari ekliptika (rata-rata 11) dan memiliki
parameter Tisserand lebih dari 2. Parameter Tisserand (T ) dinyatakan sebagai :
a
a
T = J + 2 (1 e 2 ) cos(i )
a
aJ
dengan a menyatakan setengah sumbu-panjang orbit (indeks J menyatakan Yupiter),
e eksentrisitas, dan i inklinasi. Komet-komet yang berasal dari daerah sabuk Kuiper
dan keluarga Yupiter termasuk ke dalam kategori komet ekliptik. Sedangkan kometkomet isotropik memiliki parameter Tisserand kurang dari 2. Termasuk dalam
kategori ini adalah komet-komet dari awan Oort (diperkirakan berisi ~ 1011 komet)
yang periode orbitnya relatif lebih lama.
Sepuluh tahun lalu, kita disuguhi peristiwa yang sangat jarang terjadi tentang
tumbukan komet ke planet, yaitu tumbukan komet Shoemaker-Levy 9 (SL9) ke planet
Yupiter. Meskipun belum begitu lama ditemukan, komet SL9 dalam penjelajahannya
menuju Matahari terjerat oleh gravitasi Yupiter. Hal ini mengakibatkan orbit komet
SL9 berbelok dan pecah menjadi banyak segmen sebelum menghantam planet secara
sekuensial.
Penjelajahan wahana antariksa pernah beberapa kali dilakukan untuk mengamati
komet secara langsung. Menjelang penampakan komet Halley pada tahun 1986,
wahana Giotto diluncurkan dan memperoleh hasil yang mengagumkan tentang inti
komet, sebelum menabrakkan diri ke komet tsb. Program Deep Space 1 beberapa
tahun lalu mengamati komet Borrelly yang masih ada aktivitas meskipun telah berada
jauh dari Matahari. Yang terbaru pada awal Juli 2005, wahana Deep Impact
mengamati komet Temple 1 dan secara spektakuler menabrakkan diri pada komet tsb
sehingga menyilaukan pengamat. Telaah-telaah insitu ini menjadi sangat penting
karena materi komet diyakini mengandung materi awal pembentukan Tata Surya.
Dengan mengetahui dan memahami materi yang terdapat pada komet, maka materi
pembentukan Tata Surya dapat diketahui, termasuk kaitannya dengan materi antar
bintang dan pembentukan alam semesta.
4. Meteorit
Meteoroid adalah benda kecil dalam ruang antar-planet di Tata Surya yang berukuran
jauh lebih kecil daripada asteroid maupun komet, namun lebih besar daripada bulir
debu kosmik. Meteor sering disaksikan sebagai pijaran sesaat di atmosfer atas Bumi
pada ketinggian sekitar 80 sampai 110 km, saat meteoroid memasuki atmosfer. Bila
tidak habis terbakar sepanjang perjalanannya di atmosfer dan sampai di permukaan
Bumi, bebatuan ini dinamakan meteorit. Bebatuan yang berukuran 0,1 mm hingga
beberapa cm akan habis di atmosfer seperti yang kita lihat sebagai hujan meteor.

Bebatuan yang berukuran lebih dari sepuluh cm akan menjadi calon meteorit karena
tidak habis terbakar di atmosfer.
Pada beberapa waktu tertentu sepanjang tahun, Bumi mengalami hujan meteor.
Bebatuan meteor ini biasanya berasosiasi dengan komet, misalnya grup Perseids,
Leonids, Geminids, atau Quadrantids. Hancurnya inti komet tsb akan menghasilkan
bebatuan kecil sepanjang garis orbitnya dahulu secara merata mengelilingi matahari.
Tatkala orbit Bumi berpapasan dengan orbit sisa inti komet ini, maka Bumi
memasuki saat terjadinya hujan atau badai meteor yang dapat berlangsung hingga
beberapa hari. Dalam orbitnya mengelilingi Matahari, meteoroid ini sangat
dipengaruhi oleh gravitasi Yupiter. Untuk itu tidaklah mengherankan apabila di Bumi
ditemukan bebatuan yang diduga berasal dari sabuk-utama asteroid atau bahkan dari
planet Mars.
Mineralogi dan komposisi kimia menjadi topik penting telaah meteorit. Terdapat
lebih dari 3000 meteorit yang tercatat pada katalog, yang terbagi menjadi tiga jenis,
yaitu: batuan biasa (chondrites dan achondrites), batuan besi, dan besi. Sekitar 86 %
meteorit adalah batuan biasa tipe chondrites. Para ahli meteorit menduga bahwa
perbedaan jenis ini menunjukkan tempat bebatuan tsb terbentuk dahulu. Pengukuran
radiometri menunjukkan bahwa usia meteorit sekitar 4,5 milyar tahun, yang sama
dengan usia Tata Surya. Hal ini menjadi petunjuk keadaan awal pembentukan Tata
Surya, sejalan dengan apa yang dapat ditelaah dari komet.

Meteorite Types

Iron

primarily iron and nickel; similar to


type M asteroids

Stony Iron

mixtures of iron and stony material


like type S asteroids

Chondrite

by far the largest number of


meteorites fall into this class; similar
in composition to the mantles and
crusts of the terrestrial planets

Carbonaceous
Chondrite

very similar in composition to the


Sun less volatiles; similar to type C
asteroids

Achondrite

similar to terrestrial basalts; the


meteorites believed to have
originated on the Moon and Mars are
achondrites

Dari studi meteorit, kita dapat mengetahui jenis material asteroid dan komet. Pantulan
spektrum dari meteorit ini bersesuaian dengan hasil pengamatan spektroskopi asteroid
dan komet. Menarik untuk diketahui bahwa komposisi isotop meteorit berbeda
dengan sampel kebumian dan standar kosmik. Penjelasan mengenai anomali ini
berkaitan dengan adanya materi supernova yang terlontar dan memperkaya isotop
meteoroid. Kemungkinan lainnya adalah adanya tumbukan planet yang dapat
menjawab anomali isotop.
- Teori Pembentukan Tata Surya
Pembentukan Tatasurya adalah pokok pembahasan yang bertautan dengan teori
mengenai asal mula Tatasurya. Dalam astronomi, kajian teoritis ini termasuk bagian
dari Kosmogoni. Munculnya teori-teori itu dilandasi oleh perkembangan pengetahuan
manusia tentang Tatasurya sarnpai pada jalinannya masing-masing, sehingga ada
diantaranya yang tidak bisa diakui lagi. Bahkan suatu teori harus menyertakan
pengetahuan yang ada mengenai bagian-bagian lain dalam alam semesta ini, seperti
bintang dan galaksi.
Sarnpai saat ini, ada dua kelompok teori yang berbeda satu sama lain dalam
memperkirakan cikal bakal penyebab terbentuknya Tatasurya, yaitu teori nebula
(kabut) dan teori penghancuran (catastrophic). Kini teori yang muncul lebih
mengaitkan kelahiran dan evolusi bintang dengan asal mula Tatasurya dan berusaha
dalam kaitan itu menjelaskan fakta-fakta yang telah diketahui. Evolusi bintang
kembar menarik perhatian, karena kenyataan menunjukkan sebagian terbesar bintang
lahir berpasangan, membentuk bintang kembar atau bintang ganda.
Tampaknya beberapa teori menekankan pada cara bagaimana planet-planet terbentuk,
diikuti oleh pembentukan satelitnya. Sekarang dalam teori yang lebih luas harus
menjelaskan pula kemunculan asteroid, komet dan meteorit yang mengait pada faktafaktanya yang telah diketahui. Untuk mengaitkannya pada fakta-fakta yang baru,
suatu teori lama mungkin saja diperbaharui.
Teori atau hipotesis asal mula Tatasurya yang sudah cukup dikenal adalah:
1. Teori sentrifugal.
2. Teori pasang surut.
3. Teori tumbukan.
4. Teori bintang kembar.
5. Teori turbulensi.
6. Teori protoplanet.
Kajian terhadap semua anggota Tatasurya dan matahari sendiri terus dilakukan dan
temuan baru akan senantiasa ada. Semua temuan itu akan berakumulasi dan
merupakan fakta-fakta yang tidak mungkin lepas dari asal-usulnya, atau penyebabnya
di masa lalu. Kajian terhadap meteorit dan komet misalnya telah berlangsung
setidaknya dalam dua dekade terakhir. Kandungan material pada meteorit ternyata
mengandung unsur-unsur logam berat yang bisa dibandingkan dengan yang ada di
Bumi. Diantara fakta-fakta yang sudah jelas dijumpai dalam Tatasurya kita adalah :

1. Semua planet mengedari matahari ke arah yang sama, yaitu berlawanan jarum
jam (dilihat dari utara), yang juga sama dengan arah rotasi matahari.
2. Orbit semua planet hampir berimpit dengan bidang ekliptika. Hanya
Merkurius dan Pluto yang agak menyimpang (dengan inklinasi besar).
3. Hampir semua planet mempunyai orbit mendekati lingkaran (eksentrisitas
mendekati nol). Merkurius dan Pluto eksentrisitasnya lebih besar dari yang
lain.
4. Rotasi matahari sangat lambat, berarti momentum sudut sebagian terbesar ada
di planet-planet dalam peredarannya.
5. Enam dari sembilan planet berotasi sesuai peredarannya, yaitu berlawanan
jarum jam. Venus dan Uranus rotasinya searah jarum jam (retrograde).
6. Hampir seluruh massa Tata Surya terdapat di matahari.
7. Ada dua kelompok planet, yaitu kelompok kebumian dan Jovian.
8. Hampir semua peredaran satelit terhadap planet induknya berlawanan jarum
jam, termasuk cincin Satumus.
9. Matahari diperkirakan telah berumur 5 milyar tahun.
10. Batuan tertua di Bumi berumur lebih dari 3 milyar tahun. Bumi diperkirakan
terbentuk 4,5 milyar tahun lalu.
11. Batu meteorit diperkirakan telah berumur 4,7 milyar tahun.
12. Jarak planet-planet Merkurius sampai dengan Uranus, dari matahari sesuai
dengan hipotesis Titius-Bode.
13. Planet-planet berukuran kecil berada pada jarak yang dekat dan yang jauh dari
matahari.
14. Tatasurya terletak sekitar bidang galaksi Bima Sakti, menempati suatu lengan
spiral.
Penelitian terhadap asteroid dan komet akan menguak lebih banyak rahasia di
Tatasurya kita dan diperkirakan ada hubungan kejadian antara keduanya, juga antara
sebagian meteorit dengan komet. Selama 4-5 milyar tahun tentu terus berlangsung
perubahan-perubahan di dalam Tatasurya sendiri dan rangkaian perubahan atau
perkembangan itu merupakan bagian dari evolusinya.
a. Teori Nebula / Teori Kabut
Pertama kali dikemukakan pada tahun 1976 oleh Immanuel Kant dan Pierre Simon de
Laplace, teori ini dikenal sebagai teori nebula atau teori kabut. Menurut mereka,
Tatasurya pada awalnya berupa sebuah gumpalan nebula, yaitu awan gas berukuran
raksasa, jauh lebih besar dari ukurannya sekarang. Dengan kekuatan gravitasi ke arab
pusatnya, terjadilah kontraksi sambil terjadi berotasi.
Kontraksi berakibat mempercepat rotasi dan gaya sentrifugal yang ditimbulkannya
membuat nebula itu memipih hingga menyerupai cakram. Kecepatan rotasi yang
makin besar melemparkan gas paling luar menjadi cincin, yang diikuti oleh
pembentukan cincin-cincin berikutnya, hingga berlapis-lapis. Sebagian besar massa
gas yang berada dipusatnya membentuk bola yang kemudian menjadi matahari.
Sementara itu dalam proses mendingin, tiap lapisan cincin masing-masing
membentuk gumpalan yang melahirkan planet-planet.
Sekilas teori ini menyiratkan masuk akal, karena terutama dapat memperlihatkan
kesesuaian rotasi matahari dan peredaran semua planet seperti yang kita ketahui.
Tetapi, jika selanjutnya dihubungkan dengan kecepatan rotasi matahari, revolusi dan
rotasi planet-planet, terdapat ketidaksesuaian dengan kenyataan. Rotasi matahari
seharusnya jauh lebih cepat dari yang diketahui. Hal ini ditunjukkan oleh harga
momentum sudut matahari hanya 2% sementara pada planet-planet dan benda lainnya
98%. Kecuali itu, menurut teori fisika sulit dipercaya dari cincin gas akan terjadi

kondensasi yang melahirkan sebuah planet. karena akan terjadi pengaruh gaya pasang
surut dari massa matahari terhadap cincin. Pengaruh itu hanya memungkinkan
terjadinya benda-benda kecil sepanjang cincin, sementara sebagian gas pada cincin
itu akan "menguap" ke ruang antariksa.
Dengan melihat kontradiksi yang disebutkan diatas. kita bisa balik bertanya, apakah
mungkin nebula yang membentuk matahari (biasa disebut nebula matahari) tidak
menyatu dengan awan gas yang membentuk planet-planet. Diperlukan teori lain
untuk menjelaskannya.
Jadi, teori nebula Kant-Laplace terbentur pada persoalan mekanika anggota Tatasurya
itu.
b. Teori Pasang Surut dan Teori Tumbukan
Kedua teori berlatar belakang sama, yaitu menganggap bahwa pada suatu waktu telah
terjadi perjumpaan antara matahari dengan sebuah bintang. Teori pasang surut
mengemukakan bintang itu hanya berpapasan dengan matahari. Terjadilah gaya tarik
menarik yang kuat pada jarak antara keduanya terpendek, sehingga ada gas dari
matahari yang tertarik menjulur ke arah bintang yang terus bergerak itu. Juluran gas
itu berbentuk cerutu, ujung-ujungnya yang menyempit menggambarkan sebagian
kecil gas ada yang terbawa bintang itu dan sebagian kecil pula ada yang jatuh kembali
ke matahari. Dalam gas yang tersisa terjadi gaya sentrifugal yang menyebabkannya
terus mengelilingi matahari. Planet-planet terbentuk sebagai akibat dari proses
penggumpalan sepanjang jalur. Teori ini dikenal sebagai teori planetesimal (bintang
kecil), yang dikemukakan oleh Forrest R. Moulton dan Thomas C. Chamberlain pada
tahun 1900.
Mereka beranggapan, bukan gas yang mengelilingi matahari itu berukuran kecil dan
planetesimal bersifat padat sejak awal terbentuknya. Hal ini yang kemudian dikoreksi
oleh Sir James Janes dan Harold Jeffries, yang menganggap massa gas itu lebih besar
lagi, agar dapat membentuk inti bakal planet yang dengan kekuatan gravitasinya akan
menarik planetesimal di sekitarnya. Dengan demikian akan terbentuk planet-planet
berukuran besar. Melalui teori ini, dicoba dijelaskan mengapa di bagian tengah
Tatasurya terdapat planet-planet raksasa. Selanjutnya mereka menyatakan bahwa gasgas ringan yang berasal dari matahari terlepas ke ruang antariksa. Jeffries setelah itu
mencoba mengemukakan teori tumbukan, yaitu bahwa bintang itu bertabrakkan
dengan matahari. lni memang salah satu hal lain yang masuk akal untuk
menimbulkan belalai atau jalur gas semacam yang telah disebutkan. Tumbukan yang
dimaksud bukan tumbukan frontal yang dapat membuat matahari hancur, melainkan
semacam senggolan dengan akibat selanjutnya terbentuk belalai gas serupa dengan
yang dijelaskan oleh teori pasang surut.
Peristiwa tumbukan bintang menurut H.N. Russel dan R.A. Lyttleton, kemungkinan
pernah terjadi, tetapi bukan dengan matahari, melainkan dengan sebuah bintang yang
menjadi pasangan matahari. Sebagaimana diketahui, sebagian besar dalam galaksi
kita berpasangan, membentuk bintang kembar atau bintang ganda. Jadi dalam hal ini,
matahari dianggap pernah berpasangan dengan sebuah bintang lain.
Tumbukan terhadap pasangan matahari bisa diibaratkan antara dua bola bilyard.
Tumbukan menghamburkan keduanya, menghasilkan "pita" gas yang salah satu
ujungnya bergerak mengikuti kedua bintang yang telah menyatu itu. Menurut
perhitungannya. 94% gas akan terbawa dalam lanjutan gerak kedua bintang dan
sisanya 6% terperangkap oleh gravitasi matahari, bergerak mengedari matahari. Dari :
sisa 6% itulah planet-planet dan anggota Tatasurya yang lalu terbentuk.

Ini adalah suatu kelemahan teori yang dikemukakan, karena kuantitas itu teramat
kecil untuk melahirkan planet-planet sebagaimana yang ada sekarang.
Teori pasang surut maupun tumbukan sebenarnya dimaksudkan untuk keluar dari
problem pembagian momentum sudut antara matahari dalam Tatasurya kita, yang
sulit dicari penyebabnya dan telah menggagalkan teori nebula. Ada dijelaskan bahwa
akibat adanya bagian gas dari belalai yang jatuh kembali ke permukaan matahari,
menyebabkan rotasi matahari melambat. Tetapi kenyataan, 98% momentum sudut
terdapat terdapat diluar matahari masih menjadi problem besar bagi semua teori itu.
Selain dari itu, statistik menunjukkan bahwa peristiwa tumbukan antara dua bintang
adalah amat sangat jarang, walaupun tetap kemungkinannya ada. Dalam galaksi kita
yang ditempati oleh 100-an milyar bintang dalam kurun waktu 5 milyar tahun
(seumur matahari) hanya ada 10 peristiwa tumbukan. Ini berarti, kecil kemungkinan
setelah kelahiran matahari ada pengganggu yang pernah menyenggolnya. Apa pula
yang menyebabkan si pengganggu itu datang, menimbulkan tanda tanya.
c. Teori Turbulensi
Pada tahun 1945 muncul teori lain yang dikemukakan oleh F.C. van Weizsacker.
Teori ini berangkat pada awalnya seperti yang dikemukakan dalam teori nebula KantLaplace. Matahari terbentuk dari sebuah nebula yang terus berkontraksi sambil
berputar pada porosnya. Von Weizsacker beranggapan bahwa pada suatu saat
matahari dilingkungi oleh kabut gas yang membentuk piringan cakram di sepanjang
ekuatornya. Kabut itu berotasi lebih lambat dari matahari sendiri. Diametemya
dinyatakan berukuran sarna dengan Tatasurya sekarang. Massa total kabut yang
mengelilingi matahari itu kira-kira 100 kali massa Tatasurya sekarang dikurangi
matahari. Berarti 0,1 massa matahari. Materi gas dipenuhi oleh hidrogen dan helium
(99%) dan sisanya adalah unsur-unsur yang lebih berat. Tetapi dalam selang waktu
200 juta tahun, hidrogen dan helium itu terlepas ke ruang antariksa. Hal itu
menyebabkan massa total gas itu berkurang jauh, dari semula 0,1 massa matahari
menjadi tinggal 0,001 kali, yaitu seperti massa Tatasurya di luar matahari sekarang
ini. Akan tetapi momentum sudut kabut tersebut tidak berubah. Dalam kurun waktu
200 juta tahun itu, perbedaan kecepatan rotasi antara bagian kabut yang dekat dengan
matahari (rotasi cepat) dan bagian yang jauh (rotasi lambat), menyebabkan di dalam
kabut terbentuk gel-gel turbulensi. Sementara seluruh gel turbulensi itu bergerak
mengelilingi matahari seperti rotasi cakram sebelumnya, materi dalam tiap gel
mengalir dengan arah gerak sesuai arah jarum jam. Menurut teori ini, planet-planet
kemungkinan terbentuk pada tempat-tempat yang merupakan "persinggungan" tiga
gel turbulensi. Di tempat-tempat itu, materi bisa "terperangkap'dan berpusar atau
berotasi dengan arah berlawanan jarum jam. Materi dari gel-gel disekelilingnya bisa
terperangkap, sehingga tempat-tempat itu berpotensi menghimpun banyak materi
yang kemudian menjadi planet.
Teori Von Weizsacker dapat menjelaskan beberapa hal yang sesuai dengan fakta di
Tatasurya. Misalnya planet-planet berada pada bidang orbitnya yang hampir
berhimpit dengan bidang ekliptika. Arah gerak revolusi planet-planet berlawanan
jarum jam, demikian pula arah rotasinya. Tingginya harga momentum sudut pada
planet-planet, disebabkan tidak ada perubahan harga momentum sudut sejak selubung
kabut berupa cakram sementara terjadi kehilangan massanya yang sangat besar. Tidak
ada perubahan temperatur pada setiap jarak dari matahari selama 200 juta tahun untuk
pembentukan planet-planet sampai sekarang. Jumlah hidrogen dan helium di luar
matahari tidak seperti di matahari sendiri karena telah lama terlepas ke ruang
antariksa.

Walaupun demikian, masih banyak fakta lain yang tak terjelaskan oleh teori ini.
Misalnya bagaimana proses pembentukan sebuah planet dari beberapa pusaran di
jarak yang sama dengan matahari. Mengapa Venus dan Uranus rotasinya berlawanan
dengan yang lain. Bagaimana teori ini bisa menjelaskan pembentukan satelit dan
sebagainya. Teori ini cukup menarik perhatian, karena telah mencoba
mengetengahkan konsep fisika atau mekanika, yaitu teori turbulensi ke dalam teori
teori nebula yang telah ada lebih dahulu.
d. Teori Proto planet
Pada tahun 1950, G.P. Kuiper mengusulkan teori baru, yang masih dapat dianggap
berpijakan sama dengan teori nebula Laplace, yaitu yang dikenal sebagai teori
protoplanet.
Menurut Kuiper, bola kabut raksasa yang terdiri dari gas dan debu itu berukuran
diameter hampir sama dengan orbit planet Pluto. Perputaran pada sumbunya
menyebabkan adanya gaya sentrifugal yang selanjutnya bentuk bola berubah menjadi
cakram. Dia meletakkan anggapan bahwa 95% massa kabut itu terkonsentrasi di
bagian pusatnya, yang 5% lagi terdapat pada bidang cakram. Bagian pusat itulah yang
kemudian menjadi matahari. Planet-planet dan yang lainnya terbentuk dari gas pada
bidang cakram.
Turbulensi berlangsung di setiap bagian bidang cakram dan di sana-sini terjadi
konsentrasi atau penggumpalan kabut. Gumpalan bisa bermunculan juga bisa hilang,
tergantung pada kekuatan gaya gravitasinya. Gumpalan-gumpalan yang bermassa
besar, gaya gravitasi ke arah pusatnya juga besar, akan mampu menarik gas dan debu
di sekeliling hingga ukurannya bertambah. Gumpalan seperti itulah yang disebut
protoplanet, karena kemudian terlahir menjadi planet.
Sementara protoplanet terbentuk pada berbagai jarak dari proto matahari, bagian
pusat itu terus berkontraksi dan suhunya semakin tinggi. Suatu ketika suhu di pusat
proto matahari mencapai jutaan K yang membuat bagian intinya terdiri dari gas
plasma, yaitu elektron-elektron dan inti hidrogen (proton). Ketika suatu saat
sesudahnya, suhu di bagian inti itu mencapai belasan juta K, maka reaksi protonproton memunculkan helium dan sinar gamma. Sejak itu proto matahari berubah
menjadi bintang yang baru lahir dan disebut matahari. Rambatan sinar gamma keluar
dari matahari selain menghasilkan sinar matahari pada berbagai panjang gelombang,
juga menimbulkan rambatan panas dan pancaran angin matahari, yaitu pancaran
partikel bermuatan listrik. Angin matahari maupun gas pada bagian setiap
protoplanet, yaitu gas ringan hidrogen dan helium, didorong ke ruang antariksa,
sehingga yang tersisa pada protoplanet hanya sebagian kecil saja. Protoplanet yang
menjadi Bumi misalnya diperkirakan hanya menyisakan 0,1% dari massanya.
Protoplanet Jupiter melalui peristiwa ini menyisakan 5% dari massanya.
Teori Kuiper menganggap pengaruh gaya gravitasi dan gaya sentrifugal yang terjadi
pada setiap protoplanet dapat membentuk gumpalan protosatelit dengan cara yang
sama pada pembentukan protoplanet.
Mengenai perbedaan ukuran planet-planet dari Merkurius sampai dengan Pluto,
dalam teori ini dijelaskan bahwa planet-planet yang dekat ke matahari ukurannya
kecil-kecil karena sebagian gas yang akan membentuk protoplanet itu tertarik ke
matahari. Planet yang jauh dari matahari berukuran kecil karena kerapatan massa gas
dan kabut di tepi cakram itu relatif kecil.

Teori protoplanet menghubungkan pengaruh dari perkembangan pada matahari


sendiri (fisika matahari) dalam kurun waktu 5 milyar tahun ini terhadap kejadian
Tatasurya. Darinya banyak hal yang dicoba dijelaskan sesuai dengan fakta-fakta.
Namun, masih banyak pula yang tak terjelaskan, misalnya mengenai pembentukan
benda-benda yang lebih kecil, asteroid, komet dan meteor. Oleh karena itu,
penyempurnaan atau rekonstruksi terhadap teori ini masih harus dilakukan. Terhadap
teori protoplanet ini misalnya masih harus dimasukkan berbagai kejadian pada galaksi
kita di sekitar matahari.

Tambahan tentang Pluto : (BARU !!!)


Sejak Agustus 2006, Pluto sudah dikeluarkan dari kategori sebagai planet. Sekarang
Pluto dikategorikan sebagai dwarf planet (planet kecil). Hal ini berdasarkan hasil
kesepakatan para astronom dalam sidang International Astronomical Union (IAU),
mengenai syarat sebuah planet :
1. jika mengorbit bintang namun bukan sebagai bintang yang memancarkan sinar
2. ukurannya harus cukup besar sehingga memiliki gravitasi yang membuatnya
berbentuk bulat
3. orbit yang jelas berbeda dengan objek langit lainnya (orbitnya bersih, tidak
memotong orbit planet lain)
Sehingga dapat dilihat bahwa Pluto tidak lagi memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah
planet. Contoh dwarf planet lainnya : Ceres (bukan lagi termasuk asteroid), Charon,
Xena.
Review:
1. Jelaskan dan gambarkan struktur dalam Matahari dan juga beri keterangan
selengkapnya untuk masing-masing lapisan!
2. Jelaskan perbedaan antara planet Jovian dan planet terestial!
3. Jelaskan berbagai teori yang pernah muncul untuk menjelaskan proses
pembentukan tata surya dengan kelebihan dan kekurangannya!
4. Pada bulan Agustus 2006, Pluto secara resmi dikeluarkan dari kategori planet.
Apakah penyebabnya?
5. Jelaskan tentang ciri khas dari masing-masing planet dalam tata surya!
6. Jelaskan teori pembentukan Bulan!
7. Bumi dan Venus sering disebut sebagai planet kembar, tetapi masing-masing
mempunyai perbedaan yang begitu mencolok. Catatlah perbedaan-perbedaan apa
sajakah di antara kedua planet tersebut dan jelaskanlah mengapa terjadi demikian!
8. Jelaskan mengapa titik perihelion planet Merkurius tidak tetap posisi-nya !
Jelaskan hubungan antara Matahari dan ketiadaan atmosfer di planet Merkurius!
9. Mengapa planet Jupiter disebut bintang yang gagal terbentuk?
10. Apakah yang dimaksud dengan kuiper belt object dan awan oort ?

Evaluasi Bab 12
I. Esai
1. a. Terangkan mengapa terjadi flare di Matahari!
b. Jelaskan mengapa flare dapat diamati di lapisan korona, kromosfer dan
fotosfer!
c. Apakah kita perlu merancang sistem peringatan dini untuk flare? Jelaskan!
2. Jelaskan mengapa untuk menganalisis fenomena alam semesta (galaksi, bintang,
planet, dll.) diperlukan teleskop radio, teleskop optik dan teleskop sinar-X ?
3. Mengapa para astronom mengambil kesimpulan bahwa Matahari adalah sebuah
bintang? Apakah buktinya?
4. Jelaskan tentang proses pembangkitan energi di dalam inti Matahari!
5. Apakah yang dimaksud dengan rotasi diferensial Matahari?
6. Berapakah periode rata-rata siklus bintik Matahari dan bagaimanakah kita
mengetahui ciri-ciri awal siklus bintik Matahari?
7. a. Apakah probabilitas terjadinya ledakan Matahari berkorelasi dengan siklus
bintik Matahari? Jelaskan!
b. Suatu saat ledakan matahari dapat diamati dalam filter riak panjang
gelombang H (6.563). Di lapisan atmosfer manakah ledakan matahari itu
terjadi?
c. Ternyata ledakan matahari juga dapat diamati dalam rentang panjang
gelombang sinar-X. Di lapisan atmosfer manakah hal itu terjadi?
8. Mengapa bintik Matahari dan tepi piringan Matahari berwarna terang dalam riak
panjang gelombang sinar-X tetapi berwarna gelap secara visual ?
9. Jika diketahui luminositas Matahari 3,86 x 1026 Watt, hitunglah laju pengurangan
massa Matahari sejak mulai bersinar sampai saat ini (sekitar 5 milyar tahun) !
Berapa persenkah pengurangan massa tersebut dibandingkan massa Matahari (
1,99 x 1030 kg) ?
10. Jelaskan tentang efek penggelapan tepi pada piringan Matahari!
11. Mengapa kromosfer paling bagus dilihat dalam spektrum garis-garis emisi, garis
H , pada panjang gelombang 656,3 nm?
12. Mengapa lapisan kromosfer dan korona hanya bisa teramati saat gerhana Matahari
terjadi?
13. Berapakah bilangan Wolf dari kenampakkan bintik Matahari pada 4 Juli 2000?
(NMBR = Nomor kelompok bintik Matahari; LOCATI = posisi dalam lintang
(N/S) dan bujur (E/W); Lo = Bujur saat meridian; AREA = luas dalam millionth
solar hemisphere; Z = klasifikasi McIntosh; LL = panjang busur kelompok bintik;
MAG TYPE = klasifikasi magnetik).

14. Jelaskan ciri-ciri yang membedakan lapisan Matahari :


a. Inti
b. Fotosfer
c. Kromosfer
d. Korona
e. Heliosfer
Kenampakkan fenomena apa saja yang terjadi di lapisan-lapisan tsb?
15. Bagaimana para astronom dapat mengambil kesimpulan bahwa bintik Matahari
merupakan pemusatan medan magnetik Matahari? Apakah yang dimaksud siklus
magnetik Matahari? Gambarkan !
16. Planet Venus juga mempunyai fase-fase seperti Bulan. Venus dapat nampak
sebagai sabit, hampir bundar, setengah, tetapi tidak pernah nampak purnama,
mengapa?
17. Berikut ini adalah tabel posisi Merkurius dan Venus dari suatu Ephemeris:
Merkurius

Venus

Tanggal
Nov

7
8
9
10
11

h m s
16 11 38.61
16 12 55.61
16 13 40.37
16 13 50.08
16 13 22.16

23 49 45.9
23 46 54.0
23 41 19.5
23 32 50.8
23 21 16.3

h m s
16 04 01.76
16 09 14.55
16 14 28.50
16 19 43.58
16 24 59.76

21 07 49.3
21 24 26.5
21 40 27.5
21 55 51.7
21 10 38.4

Event astronomi apa yang akan terjadi di antara tanggal 711 November tersebut?
Jelaskan pada tanggal berapa event itu akan terjadi? Apa alasanmu?
18. Sebuah asteroid berukuran 400 meter menabrak Bulan dan terbentuk-lah 1 kawah
baru bergaris tengah 10 km. Peristiwa itu berulang setiap 10 juta tahun.
a. Taksirlah berapa lama waktu yang diperlukan, agar seluruh muka Bulan
tertutup kawah baru seukuran itu.
b. Berapa besar kecepatan pembentukan kawah di masa lain dibandingkan saat
kini, agar permukaan bulan seluruhnya tertutup dalam 4,6 milyar tahun, sejak
Bulan terbentuk ?
19. Apakah yang terjadi jika planet Mars menabrak Bumi? Anggap bahwa kecepatan
planet Mars saat menabrak sama dengan kecepatan orbit Bumi. Massa planet
Mars adalah 6,4x1023 kg. Massa Bumi sebesar 6,0x1024 kg. Untuk melelehkan
Bumi yang terbentuk dari Batuan (Rocks) diperlukan tenaga yang melumatkan
batuan sebesar 106 Joule setiap kilogramnya. Perlihatkan bahwa tenaga yang
ditimbulkan dari tabrakan bahkan cukup kuat melemparkan materi yang sangat
besar (sebesar Bulan yang bermassa 7,4x1022 kg) ke ruang angkasa. Jejari Bumi
6500 km.
20. Simak daftar berikut dengan baik. Setelah itu baca dengan cermat masalah dan
pertanyaannya:
Gravitasi

Kerapatan

Persentase
Batuan

Persentase
Logam

Persentase
Batuan

Persentase
GasEsCr

5.52

0.55

0.45

0.65

0.35

0.64

0.38

3.90

0.91

0.09

0.42

0.58

570

1.07

0.62

1.64

-0.64

-0.04

1.04

1.175

0.013

0.06

1.91

1.35

-0.35

0.14

0.86

4.88

2.44

0.33

0.38

5.42

0.57

0.43

0.64

0.36

12.1

6.05

4.9

0.91

5.28

0.60

0.40

0.62

0.38

3.48

1.74

0.074

0.17

3.35

1.03

-0.03

0.35

0.65

Planet

Diameter

Jejari

Bumi

12.76

6.38

Mars

6.79

3.395

Saturnus

120.5

60.25

Pluto

2.35

Merkurius
Venus
Bulan

Massa

Yupiter

143

71.5

1900

2.52

1.24

1.50

-0.50

0.05

0.95

Uranus

51.1

25.55

87

0.90

1.25

1.50

-0.50

0.05

0,95

Neptunus

44.5

24.75

100

1.11

1.57

1.43

-0.43

0.10

0.90

Kerapatan materi tiap planet ditentukan oleh sepasang jenis materi vang
terkandung di dalamnya. Misal, Bumi mempunyai kerapatan sebesar 5,52 g/cm3.
Jenis materi yang menyebabkannya: kemungkinan adalah persentasi pasangan
Batuan+Logam, atau persentasi pasangan Batuan+GasEsCairan atau persentasi
pasangan Logam+GasEsCairan. Terlihat semua persentasi pasangan itu
memenuhi syarat untuk Bumi yakni tidak negatif dan tidak melebihi nilai 1.00.
a. Kini, bagaimana kesamaan planet-planet yang lain dengan Bumi ? Tuliskan
kemungkinan persentasi pasangan yang memenuhi atau tidak memenuhi untuk
masing-masing planet.
b. Planet manakah yang tidak memenuhi persyaratan persentasi pasangan ?
Mengapa ?
c. Menurut Anda terdiri dari materi apa planet itu ?
d. Planet manakah yang memiliki keadaan yang hampir serupa?
21. Seorang pengamat melihat Venus pada saat Matahari terbenam berjarak 300 dari
Matahari. Jika diketahui bahwa jarak Venus dan Bumi dari Matahari berturutturut adalah 108,2 juta km dan 149,6 juta km. Berapakah jarak Venus dari Bumi

saat itu? Jika dilihat dari Matahari, berapa besar jarak sudut antara Bumi dan
Mars?
22. Jika pada suatu saat di ufuk barat pada saat matahari terbenam, kita memotret
Merkurius dan Venus yang kebetulan keduanya berada pada keadaan elongasi
terbesar, yaitu 28 dan 46 bagaimanakah bentuk citra kedua planet itu dalam
hasil foto kita ? Manakah yang jaraknya lebih dekat ke Bumi ?
23. Pada saat, garis hubung Matahari-Venus membentuk sudut 90 terhadap garis
hubung Matahari-Bumi, demikian pula garis hubung Matahari-Merkurius
membentuk sudut 90 terhadap garis hubung Matahari-Bumi. Pada saat itu
manakah yang lebih dekat ke Bumi? Venus atau Merkurius?
24. Venus nampak paling besar pada saat fase sabit, dan nampak paling kecil pada
saat purnama, dan paling terang pada saat fase setengah, mengapa ?
25. Bagaimanakah kita menentukan jarak Bumi-Matahari dengan menggunakan
peristiwa transit Venus?
26. Gambarkan diagram yang menggambarkan posisi Bumi,Matahari dan Venus
ketika Venus terlihat sebagai bintang pagi dan bintang sore !
27. A (fictitious) planet rotates counterclockwise about its axis once in 2000 hours. It
revolves around the Sun, also counterclockwise, once in 6000 hours. Show, using
a diagram (not a formula!) that its solar day is 3000 hours long.
28. Knowing what you know about Venus, why would you expect to find very few
small craters on its surface, but very many small craters on the surface of the
Moon? Why is it said that Venus airs very corrosive?
29. We have never landed anything on Mercury, yet we are very confident that the
large craters on its surface are about 4 billion years old, the same age as the large
craters on the surface of the Moon. Why do we believe that this is true?
30. The moons of Jupiter are made mostly of ice. Would you expect the temperatures
on the surfaces of the moons to be higher, lower, or about the same as the
temperature at the surface of Jupiter? Why? How should the surface temperatures
of the moons compare with each other?
31. Suppose an Earth-sized planet existed somewhere near the orbit of Jupiter. How
would you expect its atmosphere to differ from Earth'
s? How would you expect it
to differ from Jupiter'
s? Would it contain nitrogen? Oxygen?
32. According to Kepler'
s laws, what should happen to one of the "spokes" in Saturn'
s
rings? About how fast should it happen?
33. Describe a method by which you could determine the actual diameter of the
planet Mars. You may make any observations you wish from the surface of the
Earth. (No satellite data.) Hint: You'
ll need Kepler'
s laws.
34. You are asked to draw up a plan to colonize Mars. Name 5 items that you would
bring and explain clearly why you would need them. All items must help you to
survive for a long period of time.

35. What is the day-night cycle like on Venus? Describe what it would be like to
travel to the surface of Venus!
36. Suppose the atmosphere circulation on the Earth were stopped. What would be
the effect on the temperature of the atmosphere near the equator, at the midlatitudes, and near the poles?
37. Suppose spacecraft are orbiting two identical-looking planets having no natural
moons. The spacecraft orbiting the first planet has a perfectly elliptical orbit and
the spacecraft orbiting the second planet has a nearly elliptical orbit but with
small accelerations. What does this tell you about the interior of the two planets?
38. How are the interiors of Uranus and Neptune different from the interiors of
Jupiter and Saturn?
39. If Mars'atmosphere is over 90% carbon dioxide like Venus'
, why does it have
such a small greenhouse effect? Why does Mars have such a thin atmosphere?
What is the runaway refrigerator ?
40. Why does a less massive moon of Saturn have a more extensive atmosphere than
Mars and Earth?
41. How can you use the number of craters to determine the age of a planet'
s or
moon'
s surface? The lunar highlands have about ten times more craters on a given
area than do the maria. Does this mean that the highlands are ten times older?
Explain your reasoning.
42. Why is Io such a geologically-active moon? Describe how its interior is kept
molten. Explain why other Jupiters moons dont show the same activity.
43. Jelaskan bagaimana para astronom dapat menyimpulkan bahwa planet Uranus dan
Neptunus juga memiliki cincin seperti planet Jovian lainnya dengan metode
okultasi bintang?
44. Jelaskan teori-teori tentang pembentukan tata surya beserta masing-masing
kelebihan dan kelemahannya!
45. Explain why we see more meteors from midnight to dawn than from evening to
midnight.
46. Kirkwood gaps occur in the asteroid belt whenever the orbital period of an
asteroid falls at an integer fraction of Jupiters period. Find the distances from the
sun of the gaps due to the , 1/3, 2/3, and resonances Compare these distances
to the orbital radii of Mars and Jupiters orbits.
47. In the solar system find the distances from the sun where liquid water can exist on
a rotating planet radiating like a blackbody. Compare this region to the orbital
distances of Venus, Earth, and Mars from the Sun. How do planetary
atmospheres affect these results?
48. a. Jelaskan bagaimanakah caranya mengetahui periode rotasi Matahari!
b. Jelaskan proses evolusi Matahari !
c. Jelaskan tentang komposisi Matahari !

d. Jelaskan penyebab dari pergeseran orbit Merkurius ! Apakah disebabkan oleh


planet fiktif yang disebut Vulcan ?
e. Bagaimana para astronom bisa menduga keberadaan dan posisi planet
Neptunus sebelum planet ini dikenal ?
49. a. Jelaskan perbedaan : meteor,meteoroid, dan meteorit !
b. Mengapa ekor komet menjadi semakin panjang saat mendekati Matahari?
Jelaskan juga bentuk orbit dari komet dan daerah asalnya !
c. Apa peranan penelitian terhadap batu meteor yang jatuh ke Bumi ?
d. Apa yang dimaksud dengan sabuk Kuiper ? Dimanakah letak sabuk Kuiper
(bandingkan dengan orbit Pluto) ?
e. Jelaskan peranan planet Jovian sebagai pelindung Bumi dari benda-benda kecil
di tata surya ini !
50. The duration of the day on Mars is only approximately 2,5 % longer than on
Earth. The orbital period of Mars is 687 days. Find (approximately) the difference
between the duration of the sidereal day and the mean solar day on Mars.
II. Pilihan Ganda
1. Berapa kira-kira tebal bagian mantel dari planet Mars dalam gambar berikut:
A. 12,583 km
B. 23,122 km
C. 1,348 km
D. 6,794 km
E. 2,696 km

2. Sumbu rotasi Bumi berpresesi artinya ...


a) arah kutub langit beredar mengelilingi arah kutub ekliptika selama hampir
26000 tahun
b) arah kutub langit bergeser ke barat karena gangguan revolusi Bumi
c) arah kutub langit bergeser ke arah timur gangguan revolusi Bumi
d) arah kutub langit berpindah dari bintang Vega ke bintang kutub selama 26000
tahun
e) kutub ekliptika mengelilingi kutub langit selama 18000 tahun
3. Ukuran bintik Matahari ...
a) bisa sebesar Bumi
b) selalu lebih kecil Bumi
c) selalu jauh lebih besar Bumi
d) sukar diamati dan tidak mungkin diukur dengan teropong di Bumi
e) selalu beberapa kali besar planet Jupiter
4. Umur bintik Matahari
a) seusia Matahari
b) lebih dari 10 hari
c) setahun
d) sama dengan rotasi Matahari
e) beberapa ribu tahun

5. Banyaknya bintik Matahari menjadi indikator ...


a) keaktifan Matahari sehingga banyak zarah bermuatan terlempar keluar
b) mulai melemahnya daya Matahari
c) sudah saat Matahari berevolusi menjadi bintang raksasa
d) menjelang kehabisan bahan bakar nuklir
e) gempa dan letupan di Matahari
6. Perbedaan antara atmosfer planet Bumi dengan angkasa dua planet terrestrial
Mars dan Venus:
a) kadar Nitrogen Bumi jauh lebih banyak dibandingkan dengan keduanya
b) kadar Helium di Bumi lebih banyak
c) hanya Bumi mengandung oksigen sedang keduanya tidak terdapat oksigen
d) kandungan utama di Bumi CO2
e) kadar Helium di Bumi lebih sedikit
7. Tekanan angkasa Bumi :
a) lebih rendah dari Venus dan Mars
b) lebih tinggi dari Venus dan Mars
c) antara planet Venus dan Mars
d) sama dengan planet Mars dan lebih rendah dari Venus
e) sama dengan Venus karena ukuran dan massanya hampir sama dengan Bumi
8. Atmosfer Bumi berisi komposisi CO2 yang relatif kecil karena :
a) karena lautan dan fotosintetik organisme
b) Aktivitas vulkanik
c) Lempeng tektonik
d) peluruhan unsur radioaktif di Bumi
e) bahan bakar fosil
9. Keberadaan 70% lautan di permukaan Bumi
a) membuat efek Greenhouse akibat meningginya kadar CO2 lebih efektif
b) membuat efek Greenhouse akibat meningginya kadar CO2 kurang efektif
c) tidak mempengaruhi efek Greenhouse akibat meningginya kadar CO2
d) mencegah terjadinya Greenhouse akibat meningginya kadar CO2
e) menambah efek Greenhouse akibat meningginya kadar CO2
10. Lempeng tektonik yang masih aktif dalam tatasurya : ...
a) hanya di planet Bumi dan Mars
b) di seluruh planet terrestrial
c) hanya di planet Bumi saja
d) hanya planet Bumi dan planet Venus
e) hanya planet Bumi dan planet Merkurius
11. Gunung tertinggi dalam tatasurya terdapat :
a) di planet Bumi, planet terrestrial terbesar
b) di Bulan, karena sudah tidak ada aktivitas lempeng tektonik
c) di planet Mars, planet terrestrial terjauh dari Matahari
d) di planet Venus karena selimut angkasanya sangat tebal
e) di planet Merkurius karena paling dekat dengan Matahari
12. Kawah meteor tidak umum nampak di planet Bumi karena ...
a) karena lebih sedikit terjadi tabrakan tatasurya dibanding dengan di planet
lainnya

b) tabrakan sering terjadi, tapi pola kawah meteor hilang karena erosi oleh angin
dan air
c) tabrakan tatasurya di planet Bumi langka dan sebagian kawah telah tertutup
oleh lava dan debu akibat letusan gunung api
d) dirusak serangga tanah sehingga struktur kawah meteor hilang
e) ditumbuhi oleh semak-semak
13. Awan Oort dalam tata surya adalah ...
a) lokasi hipotetik sarang komet periode pendek
b) sarang obyek Kuiper Belt Object (KBO)
c) kawasan yang dicapai oleh komet periode panjang (1000 hingga 10000 sa)
d) awan tempat pembentukan planet
e) tempat pembuangan debu dan gas tatasurya
14. Komet periode pendek adalah ...
a) komet dengan periode kurang 200 tahun
b) komet dengan periode antara 200 hingga 500 tahun
c) komet dengan periode kurang dari setahun
d) komet dengan periode kurang dari 100 tahun
e) komet dengan periode kurang dari 50 tahun
15. Komet adalah ...
a) bintang dengan ekor ion
b) benda kecil dalam tatasurya dengan ukuran inti beberapa kilometer hingga
sekitar 50 km, diselubungi awan hidrogen, koma dan mempunyai ekor
c) pecahan planet besar yang meluncur ke arah Matahari
d) benda besar dalam tatasurya karena ekornya bisa mencapai 10 juta kilometer
e) asteroid yang terlempar ke bagian orbit planet dalam
16. Ekor komet ...
a) terdiri dari ekor debu dan ekor ion dalam awan hidrogen
b) terdiri hanya ekor debu saja
c) terdiri hanya ekor ion saja
d) terdiri ekor debu yang lebih panjang dari ekor ion
e) ekor debu yang lebih pendek dari ekor ion
17. Kerapatan planet Bumi ...
a) sekitar dua kali lebih kecil kerapatan Bulan
b) sekitar dua kali lebih besar kerapatan Bulan
c) sama besar kerapatan Bulan
d) sekitar lima kali lebih besar kerapatan Bulan
e) sekitar lima kali lebih kecil kerapatan Bulan
18. The four inner planets are rocky and small. Which description best fits the next
four outer planets?
A. They are also rocky and small.
B. They are very large and made of ice.
C. They are small and made of ice.
D. They are very large and made of gases.
E. They are very large and rocky.
19. What is a special characteristic of Jupiter, Saturn, Neptune and Uranus?
A. They are planets in our solar system.
B. They spin slowly.

C. They revolve around the sun.


D. They have rings.
E. They have a satellite
20. If you could live on Jupiter, what would you see in the sky at night besides stars?
A. many moons
D. Earths moon
B. the inner planets
E. the asteroid
C. the sun
21. The rocks that enter the earth'
s atmosphere and blaze a trail all the way to the
ground and do not burn up completely are known as:
A. meteorites
D. comet
B. meteors
E. meteoroid
C. asteroids
22. With which one of the following astronomical objects are meteor showers
associated?
A. Asteroids
B. Comets
C. Planets
D. Earths satellite
E. None of the above
23. Imagine a new planet appears in the sky. After some time of naked-eye
observations, we find that the planet stays close to the sun with a maximum
elongation of 30 degrees. For comparison, the maximum elongation angle of
Venus is about 46 degrees; for Mercury, 23 degrees. In a basic heliocentric model,
we can conclude that
A. the planet is closer to the sun than Mercury.
B. the planet lies between Mercury and Venus.
C. the planet lies between Venus and the earth.
D. the planet lies between Mars and the earth.
E. we cannot tell the relative distance of the planet from the sun.
24. Which part of the sun is the thinnest?
a. since the sun is gas, it is equally dense everywhere
b. corona
c. chromosphere
d. photosphere
e. convection zone
25. Where are most of the solar system'
s asteroids found?
a. Oort Cloud
b. Asteroid belt
c. Kuiper belt
d. Meteorid belt
e. randomly scattered throughout
26. When a shooting star appears in the sky, it actually is which of the following?
a. Asteroid
b. Comet
c. Meteorite
d. Meteor
e. supernovae

27. Prominence, or huge arching columns of gas, are thought to be caused


by__________.
a. the Sun'
s rotation
b. the rotation of the galaxy
c. the magnetic field associated with sunspots
d. Earth'
s magnetic field
e. the revolution of the Sun around the Galaxy
28. The limb of the Sun appears darker than the center because
a. the photosphere is hotter at the limb than at the center
b. when viewing the limb we see to deeper layers than when viewing the center
c. when viewing the center we see to deeper layers than when viewing the limb
d. the limb is composed of large numbers of dark sunspots
e. the dark absorption line spectrum is formed at the limb, not at the center.
29. When at a solar eclipse is it safe to look at the sun?
a. It is safe to look at the sun with the naked eye only during totality, when the
photosphere is completely hidden.
b. It is safe to look at the sun with the naked eye after the diamond ring effect.
c. It is safe to look at the sun with the naked eye when the chromosphere is
visible.
d. All of these.
e. None of these.
30. What is the relation of filaments and prominences?
a. Filaments come from the umbrae of sunspots and prominences come from the
penumbrae.
b. Filaments are prominences seen in projection against the solar disk.
c. Filaments follow magnetic field lines whereas prominences follow electric
field lines.
d. Filaments follow electric field lines whereas prominences follow magnetic
field lines.
e. None of these.
31. Solar granulation is an indication that
a. the Sun'
s corona is very hot
b. neutrinos are emitted by the Sun
c. energy is transported out of the Sun by convection
d. sunspots are not solid
e. the Sun is a quiet star
32. The most important clue to the origin of sunspots is their
a. appearance
b. lower temperature than the surroundings
c. position in the atmosphere
d. strong magnetic field.
33. If a planet were abundant in refractory elements but had few volatile elements,
what might be concluded about it?
a. the planet was formed in a region of low temperature
b. The planet was formed in a region of high temperature
c. the planet was subjected to large temperature variations in a short time
interval

d. no conclusions may be drawn.


34. What important event occurred while the Sun was in its T Tauri phase (a phase
young stars go through in which they have a strong stellar wind similar to the
solar wind)?
a. Jupiter was formed
b. the Earth-Moon system was formed
c. the Sun completed its contraction so that it became like it is today
d. gas and dust remaining in the solar system were dispersed.
35. Which of the following statements is true?
a. Mercury is larger and more massive than the Moon, but its density is less than
the Moons density.
b. Mercury is larger and more massive than the Moon, but its density is the same
as the Moons density.
c. Mercury is larger, more massive and denser than the Moon.
d. None of the statements is true.
36. Judging from the appearances of the Moon, Earth, and Mercury, plus knowledge
of the interiors of these objects, we might conclude that
a. Mercury and the Moon have changed little since their formation, while the
Earth is still evolving.
b. both Mercury and the Earth are now actively evolving, but the Moon is dead
c. all three objects are in a state of constant evolutionary change
d. the present surface features on all three objects may be considered permanent
37. Explain why a day on Mercury is 176 Earth days long.
a. It takes 1 full orbit of Mercury for the Sun to return to the same point in the
sky over Mercury.
b. It takes 2 full orbits of Mercury for the Sun to return to the same point in the
sky over Mercury.
c. Mercury'
s period of rotat