Anda di halaman 1dari 516
! " #$$% & '

! " #$$%

! " #$$% & '
! " #$$% & '
! " #$$% & '
! " #$$% & '

& '

Pendahuluan

Ajang olimpiade yang rutin diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional ini ditujukan untuk menambah wadah bagi para siswa - siswi berbakat untuk berprestasi dalam ajang kompetisi bertaraf nasional sekaligus untuk memilih calon- calon duta Indonesia dalam ajang olimpiade tingkat internasional. Astronomi merupakan cabang baru yang mulai dimasukkan menjadi salah satu mata pelajaran yang dilombakan dalam ajang olimpiade nasional. Tahun 2004, olimpiade astronomi pertama diadakan terpisah dari Olimpiade Sains Nasional 2004 yang diadakan di Riau. Olimpiade astronomi ini diberi nama Olimpiade Astronomi Nasional atau OAN. OAN ini diadakan di Jakarta dan Bandung. Mata lomba yang diujikan adalah teori, praktek pengolahan data, observasi dan simulasi langit. Dalam Olimpiade Sains Nasional 2005, astronomi mulai dimasukkan dalam sebagai salah satu mata pelajaran yang dilombakan. Mata lomba yang diujikan masih sama seperti tahun lalu. Salah satu permasalahan yang banyak dikeluhkan peserta adalah bahwa mata pelajaran astronomi yang dikompetisikan adalah materi baru yang tidak pernah didapatkan di sekolah. Hal ini mengingat tidak adanya mata pelajaran yang secara khusus membahas masalah astronomi. Oleh sebab itu, banyak siswa yang takut untuk berpartisipasi dalam ajang olimpiade astronomi karena mereka tidak tahu harus membekali diri mereka dengan pengetahuan seperti apa dan hal yang lebih parah adalah tidak banyak guru di sekolah yang bisa menjadi tutor dikarenakan jarang ada guru yang mendalami astronomi secara khusus. Oleh sebab itu, penulis mencoba membantu memberikan gambaran dan pengetahuan dasar yang diharapkan bisa membuat siswa menjadi lebih percaya diri dan siap dalam mengikuti ajang olimpiade astronomi sehingga diharapkan mereka dapat menunjukkan prestasi mereka yang gemilang. Dan sebagai manusia, penulis juga tidak mungkin lepas dari segala kesalahan dalam proses penulisan modul ini. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk lebih menyempurnakan modul ini di masa yang akan datang.

Jakarta, Desember 2005 Hans Gunawan Siswa SMAK I BPK PENABUR Jakarta

Pengantar edisi revisi

Setelah diujicobakan selama 1 tahun, ternyata ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki/direvisi. Hal-hal yang direvisi antara lain pembagian materi, soal-soal latihan dan isi materinya. Semoga adanya revisi ini dapat semakin menyempurnakan modul ini. Kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan buku ini selanjutnya. Selamat belajar !

Jakarta, Juli 2006 Hans Gunawan Alumni SMAK I BPK PENABUR Jakarta

Juli 2006 Hans Gunawan Alumni SMAK I BPK PENABUR Jakarta Kritik, saran dan tanggapan silakan dikirimkan

Kritik, saran dan tanggapan silakan dikirimkan lewat e-mail: destiny_of_aries@yahoo.com.

!!!! """" #### $$$$ !!!! $$$$ %%%%&&&& '''' '''' &&&& """"(((( !!!! ))))$$$$ )))) """" **** ++++ ,,,, $$$$((((

!!!! """" ----"""" //// '''' '''' ,,,, (((( !!!!

$$$$ )))) 0000 '''' ++++ &&&& '''''''' ,,,, !!!! )))) ))))

((((

!!!! ((((

----

---- $$$$ #### '''' ((((

!!!!

!!!! $$$$ (((( 0000 '''' $$$$ !!!! ((((

---- ++++ ))))

!!!! ----

$$$$

&&&& &&&& &&&& &&&&

&&&& 1111 '''' $$$$$$$$

!!!! ---- """" //// !!!! (((( 0000

!!!! $$$$ )))) """" 0000 (((( !!!! """" """"---- ++++ 2222 '''' """" $$$$ !!!! """" ---- $$$$ )))) //// 3333 '''' 3333 '''' """"

((((

!!!! )))) """" ))))

(((( %%%% ,,,, **** %%%% 4444 %%%%5555 """""""" ---- 6666 ----

**** &&&& &&&& '''' &&&&

,,,, %%%%

%%%% 3333 7777 %%%%//// ++++ ++++ !!!!5555 8888 9999 :::: ''''

Bab 1 Astronomy Dasar

Pengenalan Astronomy Astronomy adalah ilmu observasional yang mempelajari segala sesuatu tentang alam semesta ini, mulai dari segi mikro sampai dengan makro dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan lain sebagai sarana kita memahami gejala-gejala alam. Astronomy berkembang pesat karena ada rasa keingintahuan yang sangat besar dalam diri manusia akan alam semesta yang sangat luar biasa ini.

Astronomy vs. Astrology – Common misunderstanding issue

o

Astronomy literally means the knowing (or naming) of the stars

o

Astrology literally means the study of the stars

o

BUT Astronomy has become associated with the scientific study of the stars and Astrology is associated with the mystical pseudoscience that believes that the heavens can directly influence our individual lives.

Menghitung Jarak dalam Astronomy Jarak bintang-bintang ke kita sangatlah jauh. Oleh sebab itu, indera kita tidak mampu lagi membedakan bintang mana yang sebenarnya jauh ataukah dekat. Tidak

seperti dengan jarak benda-benda di sekitar kita. Kita dapat langsung mengetahui bahwa benda A lebih dekat daripada benda B karena benda-benda yang ada di sekitar kita jaraknya relatif dekat dengan kita. Indra spasial kita memiliki kepekaan terbatas. Ada beberapa cara untuk mengukur jarak benda-benda langit. Beberapa cara yang termasuk sederhana adalah :

a. Paralaks : trigonometri, dinamika, spektroskopi, paralaks rata-rata dan gugus.

b. Modulus jarak

Metode modulus jarak,dll akan dibahas pada bab berikutnya karena membutuhkan konsep magnitudo. Pada bab ini, yang dibahas hanyalah paralaks trigonometri. . Paralaks Trigonometri Suatu cara untuk menentukan jarak ke suatu benda langit yang jaraknya relatif dekat dengan kita sebagai pengamat. Dasarnya : trigonometri sederhana. Misal : perhitungan jarak Bumi-Bulan Dua observatorium terpisah di Bumi melakukan observasi/pengamatan posisi Bulan secara simultan/bersamaan.

jarak Bumi-Bulan Dua observatorium terpisah di Bumi melakukan observasi/pengamatan posisi Bulan secara simultan/bersamaan.

Karena jarak bintang sangat jauh, maka tidak dapat lagi kita menggunakan diameter Bumi sebagai baseline perhitungan sudut paralaks.

Bumi

Elips paralaktik

Bintang p d d Matahari
Bintang
p
d
d
Matahari

Jarak bintang-bintang yang dekat dapat

ditentukan dengan cara paralaks trigonometri d = Jarak Matahari - Bumi = 1,50 x 10 13 cm = 1 AU d = Jarak Matahari - Bintang

p = sudut paralaks bintang

Karena p sangat kecil, maka persamaan diatas dapat dituliskan,

p dalam radian Apabila p dinyatakan dalam detik busur dan karena 1 radian = 206. 265”, maka :

( ) #$%*#%+' ,'

Jika jarak dinyatakan dalam AU, maka d = 1 AU sehingga pers diatas menjadi :

( ) #$%*#%+,'

Selain AU, dalam astronomi digunakan juga satuan jarak lainnya yaitu satuan parsec disingkat pc.

Satu parsec (parallax second) didefinisikan sebagai jarak sebuah bintang yang paralaksnya satu detik busur.

(

) -,'

( p dalam “ dan d dalam parsec/pc )

Satuan lain yang sering digunakan dalam astronomi untuk menyatakan jarak adalah tahun cahaya (ly = light year)

1 ly = 9,46 x 10 17 cm 1 pc = 3,26 ly

Bintang-bintang yang terdekat dengan matahari yang sudah ditentukan paralaksnya. ( Lengkapilah tabel di bawah ini ! )

Bintang

paralaks (“)

Jarak (parsec)

Jarak (ly)

Proxima Centauri

0,76

   

Apha Centauri

0,74

   

Barnard

0,55

   

Wolf 359

0,43

   

Lalande 21185

0,40

   

Sirius

0,38

   

Waktu
Waktu

Tiga satuan dasar dari waktu : hari, tahun, bulan. Ada dua macam hari yaitu hari matahari (solar day), yaitu lamanya rotasi Bumi relatif terhadap Matahari, yang didefinisikan sebagai interval waktu dari saat Matahari terbit ke saat Matahari terbit berikutnya atau Matahari terbenam ke Matahari terbenam berikutnya. Yang kedua adalah hari sideris (sidereal day), jika yang menjadi acuan adalah bintang, yaitu lama rotasi Bumi relatif terhadap bintang. Pada t 1 matahari dan sebuah bintang tertentu tepat berada di atas kepala. Satu hari sideris kemudian, Bumi telah bergerak dalam orbitnya dari t 1 ke t 2 , dan bintang yang sama sudah tepat di atas kepala. Tetapi pada t 2 matahari belum tepat di atas kepala; satu hari matahari belum sepenuhnya dirampungkan. Perlu 1 o lagi Bumi berotasi. Karena 360° = 24 jam, atau 1 o = 4 menit. Jadi, Bumi perlu berotasi 4 menit lagi untuk merampungkan 1 hari matahari.

Sudut Jam Sudut Jam sebuah bintang adalah jarak sudut sepanjang ekuator kearah Barat, dari titik Sigma ke lingkaran jam bintang, yang merupakan waktu yang ditempuh sejak sebuah obyek melewati meridian. Sudut Jam sebuah obyek memberitahukan dimana obyek itu di langit (dalam kerangka acuan lokal).

dimana obyek itu di langit (dalam kerangka acuan lokal). Koordinat Benda Langit o Guna : Untuk

Koordinat Benda Langit

o

Guna : Untuk menunjukkan posisi dari suatu objek langit

o

Pada prinsipnya sama dengan sistem lintang dan bujur geografis yang digunakan untuk menunjukkan posisi dari suatu tempat.

o

Ada 4 macam tata koordinat (takor) yang sering digunakan dalam astronomy :

takor horizon, ekuator, ekliptika dan galaksi.

o

Penjelasan lebih detail akan dibahas dalam bab : Tata Koordinat Langit

Diameter sudut Menyatakan ukuran benda langit dengan satuan sudut. 1 derajat ( o ) = 60 menit busur ( ‘ ) = 3600 detik busur ( “ ) Ukuran linier/asli benda langit tidak tergantung dari besar diameter sudutnya saja melainkan juga ditentukan oleh jaraknya ke pengamat. Besar piringan matahari dan bulan = + / - 30’

' ) ,'
'
) ,'
' ) ,' = diameter sudut D = diameter linier d = jarak benda Sudut separasi/
' ) ,' = diameter sudut D = diameter linier d = jarak benda Sudut separasi/

= diameter sudut

D

= diameter linier

d

= jarak benda

Sudut separasi/ Jarak sudut

o

Sudut pisah antara 2 buah objek langit

o

Dinyatakan dalam satuan sudut (radian atau derajat)

o

Sudut separasi menyatakan proyeksi jarak pisah 2 objek langit pada bola langit kita.

o

Jadi, besarnya jarak pisah linier antara 2 objek langit bersifat relatif dan ditentukan oleh jarak.

o

Maksudnya hampir sama dengan prinsip diameter sudut bahwa : besarnya sudut separasi / jarak sudut tidak langsung menentukan jauh/dekatnya jarak di antara 2 objek langit.

' ( ( ' & . / a = jarak Matahari dan planet A b
' (
(
' &
. /
a
= jarak Matahari dan planet A
b
= jarak Matahari dan Bumi
(sudah diketahui)
c
= jarak planet A dan Bumi
(dapat diukur)
a 2 = b 2 + c 2 – 2 bc cos

Dengan persamaan di atas, kita dapat menghitung jarak suatu planet dalam ke Matahari. Cara ini pernah diaplikasikan ketika menghitung jarak Matahari-Venus.

Pengenalan Elips

f 1 dan f 2 : titik api / fokus elips

a : setengah sumbu mayor

b : setengah sumbu minor

c = a 2 – b 2 ; eksentrisitas = c/a

1 0 - 0 #
1
0 -
0 #

Dalam astronomy, perihelium (pe) = a - c ; aphelium (ap) = a + c, eksentrisitas = c/a.

"I Can See Through Time" - Lisa Simpson

"I Can See Through Time" - Lisa Simpson o Light has a a finite speed. Thus

o

Light has a a finite speed. Thus the information it brings is time delayed from its origin to us.

o

The speed of light is 186,000 miles/second (300.000 km/s).

o

The distance between Earth and Sun is 93,000,000 miles. Therefore it takes light about 8 minutes to travel from Sun to Earth. Thus we see the Sun as it was 8 minutes ago.

o

It takes light 4 years to travel the distance to the nearest star system, Alpha Centauri. Thus we see Alpha Centauri as it was 4 years ago.

o

We can define a convenient unit of cosmic distance: Light-Year - The distance that light travels in one-year.

o

Alpha Centauri is 4 Light-Years distant. The Milky Way Galaxy is 100,000 Light Years across. The nearest big Galaxy is the Andromeda Galaxy at a distance of 2,500,000 Light-years.

o

The most distant galaxies are 10,000,000,000 Light-years away or more. So we can See what the Universe was like 10,000,000,000 years ago, when the Universe was newly born.

Review

1. Perhatikan cara menghitung jarak Matahari-Venus di atas ! Jika diketahui jarak

Bumi-Matahari 1 AU dan jarak Bumi-Venus 0,2767 AU dan sudut separasi Matahari-Venus 1,811 0 . Hitunglah jarak Matahari-Venus pada saat itu ! Bagaimana kita mengukur jarak Bumi-Venus ?

2. Apakah yang menyebabkan terlihatnya sudut paralaks bintang-bintang? Apakah perbedaan penggunaan metode paralaks yang diterapkan dalam penentuan jarak Matahari dan bintang? Apakah sudut paralaks bisa diterapkan untuk menghitung jarak semua bintang? Jika tidak, keterbatasan apakah yang dimiliki metode ini?

3. Gambarlah suatu kondisi yang menunjukkan bahwa benda yang besar bisa saja memiliki diameter sudut lebih kecil daripada benda yang lebih kecil !

4. Mengapa dalam penggunaan sehari-hari, acuan 1 hari yang kita gunakan adalah hari matahari dan bukan hari sideris ?

5. Apakah sudut jam itu? Apa kegunaannya ? Jika diketahui sudut jam bintang X 6 jam, dimanakah posisinya di langit Anda?

Extra : Do You Know or Realise? Sudut paralaks bintang SAMA DENGAN sudut separasi (sudut
Extra : Do You Know or Realise?
Sudut paralaks bintang SAMA DENGAN sudut separasi (sudut pisah) Matahari
dan Bumi jika diamati dari bintang tersebut.
Untuk bisa mengukur lebih banyak lagi parallaks bintang, pada tahun 1989
Eropean Space Agency (ESA) meluncurkan sebuah satelit HIPPARCOS (HIgh
Precision PARallax COllecting Satellite). Satelit ini bisa mengukur parallaks
120.000 bintang dengan ketelitian yang tinggi sampai 0,002”.

I. Esai

Evaluasi Bab I

1. Dengan menganggap bahwa pengamatan dapat dilakukan di Mars dengan peralatan yang sama seperti di Bumi. Berapa batas pengukuran jarak yang teliti kalau menggunakan paralaks trigonometri? (Batas pengukuran di Bumi 200

parsec)

2. Diameter sudut kawah Kopernicus di bulan adalah 40”. Kalau dianggap jarak bumi-bulan 384.000 km. Berapa diameter kawah Kopernicus yang sebenarnya ?

3. Andaikan kita berada di Mars kemudian menegok ke arah bumi.Dengan menganggap bahwa mata kita mempunyai daya pisah 50’’. Apakah bumi dan bulan akan tampak sebagai 2 benda terpisah ? Jarak Mars ke Matahari 1,52 SA. Jarak Bumi ke Matahari 1 SA.

4. Jarak Jupiter – Matahari adalah 5,2 SA sedangkan jarak Pluto –Matahari 38,8 SA. Hitung separasi sudut terbesar antara Jupiter dan Matahari bila dilihat dari Pluto !

5. Manakah bintang yang lebih jauh : A , B atau C jika diketahui sudut paralaks bintang A 0’,005, B 0”,5 dan C 0”,05 ?

a.

b.

Jika suatu supernova yang terletak sejauh 1 kpc teramati oleh para astronom pada tahun 1998. Berapa tahun yang lalukah supernova itu terjadi sebenarnya !

6. Can we distinguish the lunar Mare Crisium, which diameter is 520 km, by a naked eye? State your assumption !

7. Diketahui diameter sudut suatu satelit sebuah planet bervariasi dari waktu ke waktu. Diameter sudut maksimum dan minimumnya adalah 25’ dan 22’. Hitunglah eksentrisitas orbit satelit tersebut !

8. There are two photos of the Moon taken by the same camera mounted on the same telescope (the telescope is placed on the Earth). The first photo has been made while the Moon was near its perigee and the second one – near the apogee. Find from these data the value of the Moon's orbit eccentricity.

these data the value of the Moon's orbit eccentricity. 9. Jarak rata–rata Mars dari Matahari 1,52

9. Jarak rata–rata Mars dari Matahari 1,52 AU. Dapatkah Anda mengamati separasi sudut terbesar antara Bumi dan Matahari bila dilihat dari Mars ? (diketahui sudut separasi mata manusia 1 menit busur)

10. Tiga buah benda: batang kayu, Bulan, dan Matahari diamati pada jarak tertentu tampak membentuk sudut 0,5 0 . Diketahui tinggi batang kayu adalah 160 cm,

diameter Bulan 3.500 km, dan diameter Matahari 1.400.000 km. Tentukanlah jarak ketiga benda tersebut dari pengamat.

11. Dari planet Mars piringan Matahari tampak mempunyai diameter sudut 22,7 menit busur. Dengan mengetahui jari-jari linier Matahari yang sama dengan 109 kali jari-jari Bumi, berapa lama cahaya menempuh jarak Matahari - Mars? (diketahui jari-jari Bumi = 6500 km )

12. Sebuah “sunspot” memperlihatkan diameter sudut 20”. Jika jarak Matahari-Bumi 150.000.000 km, berapa diameter linier “sunspot” tersebut ?

13. Dalam astronomi, penentuan jarak suatu benda dapat menggunakan metode paralaks trigonometri. Pada prinsipnya, metode ini cukup sederhana, dan dapat diilustrasikan melalui penentuan jarak suatu kapal dari pantai, pada gambar sebagai berikut:

O A B
O
A
B

Penentuan jarak ke kapal dapat dilakukan melalui dua posisi A dan B yang diketahui jaraknya, dan mengukur sudut ke kapal dari ke dua posisi tersebut.

a. Tunjukkan bahwa jarak AO = AB/(cos + (sin /tan )) !

b. Bagaimana dengan jarak BO ?

c. Apa yang terjadi jika benda terletak di tempat yang sangat jauh ?

14. Bagaimana hubungan antara hari matahari dan hari sideris jika bumi berotasi dalam arah yang berlawanan dengan arah rotasi sekarang ?

15. Suppose there were a star like the sun (same temperature ,same luminosity) but located 100 million times further from us (i.e., 100 million AU from our solar system). What would be its distance in parsecs.? What would the parallax of the star? Would we be able to measure this ? (The current precision limits us to stars with parallax greater than 0,01 arc sec).

16. If you measure the parallax of a star to be 0,1 arc seconds on Earth, how big would the parallax of the same star for an observer on Mars (Mars-Earth distance = 1,5 AU)?

17. If you measure the parallax of a star to be 0,5 arc seconds on Earth and an observer in a space station in the orbit around the Sun measures a parallax for the same star to be 1 arc seconds, how far is the space station from the Sun ?

18.

If you can measure angles as small as 1/50 arc seconds, how far out can you measure star’s distance from the Earth using the trigonometric parallax method ? How long do you have to wait between observation ?

19. If you can measure angles as small as 1/50 arc seconds, how far out can you measure star’s distance from Jupiter ( Jupiter-Sun distance = 5,2 AU ) using the trigonometric parallax method ?

20. Paralaks sebuah bintang diamati dari Bumi besarnya adalah 0”,40. Berapakah besarnya paralaks bintang tersebut apabila diamati dari permukaan planet Jupiter?

( Jarak planet Jupiter-Matahari adalah 5,2 AU ).

21. Di langit, jarak sudut dua bintang, A dan B, adalah . Kedua bintang tersebut mempunyai jarak dengan kita r a dan r b . Berapa jarak linier antara kedua bintang tersebut ?

22. Dengan mengetahui jarak Jupiter dari Matahari yang besarnya 5,2 S.A., hitunglah separasi terbesar antara Bumi-Matahari bila dilihat dari Jupiter !

23. Kawah terbesar di Bulan diameternya 235 km. Andaikan jarak Bulan-Bumi 384.000 km, berapa diameter sudut kawah tersebut bila dilihat dari Bumi ?

24. Sebuah galaksi yang berada pada jarak d Mpc dari kita. Tunjukkan bahwa pada galaksi ini, bentangan 1” di langit berkorespondensi dengan bentangan fisik 5d parsec!

25. Para ahli menggunakan sinar laser untuk menentukan jarak dari Bumi ke planet Venus. Sinar laser ditembakkan ke arah planet Venus , lalu para ahli mengukur selang waktu antara penembakkan sinar laser dengan pantulan yang diterima oleh detektor tertentu. Jika didapat selang waktunya adalah 4,32178 menit. Hitunglah jarak planet Venus dari Bumi ! (Petunjuk : kecepatan sinar laser sama dengan 300.000 km/s)

26. The Ring Nebulae (M57) is located 2.700 lyr from Earth. It has an angular diameter of 1,4 x 1,0 arc min and is expanding at the rate of about 20 km/s. How long ago did the central star shed its layers?

27. Teleskop di Bumi mempunyai kemampuan memisahkan objek (resolving power) sebesar 0”,1. Berapakah ukuran kawah minimum yang dapat diamati di permukaan Mars ?

( Diketahui jarak Bumi-Mars pada saat tertentu = 0,524 AU )

28. Galaksi Andromeda diketahui berjarak 2,2 juta tahun cahaya dari Bumi. Berapakah jaraknya kalau dinyatakan dalam satuan meter ! (Ingat : 1 tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam jangka waktu 1 tahun). Kalau di galaksi itu terjadi peristiwa supernova saat ini juga, kapan pengamat di Bumi bisa mengamatinya ?

29. Salah satu bintang raksasa merah yang terkenal yaitu Betelguese pada konstelasi Orion. Telah dihitung jaraknya sebesar 650 juta tahun cahaya. Astronom juga telah menentukan diameternya yaitu 500 kali lebih besar daripada Matahari. Tentukan diameter sudutnya yang nampak dari Bumi !

30.

Berapa jarak sebuah mata uang logam berjari-jari 0,85 cm yang jika diletakkan akan tepat menutupi piringan Matahari atau Bulan? (Diameter sudut piringan Matahari = 31’)

31. You observe an asteroid approaching the Earth. You have two observatories 3200 km apart, so you can measure the parallax shift of the incoming asteroid. You observe the parallax shift to be 0,022 degrees.

a) How big is the parallax shift in radians ?

b) How far away is the asteroid ?

32. Jika Matahari akan terbenam, berapakah sudut jamnya? ketika matahari akan terbit, berapakah sudut jamnya?

33. Jika kita ingin mengamati paralaks bintang di semua planet di tata surya dengan menggunakan instrumen yang sama. Dengan mengabaikan kesulitan teknis, maka di planet manakah kita bisa mengamati bintang yang jaraknya paling jauh ?

34. Apakah sudut separasi planet Jupiter-Matahari jika Anda memperoleh kesempatan mengamatinya dari bintang Alpha Centauri yang jaraknya 4,2 tahun cahaya dari Matahari? Apakah Anda mampu melihatnya dengan teleskop sebagai 2 objek terpisah? (Anggap daya pisah teleskop yang dipakai adalah 0,01”).

35. Bumi mengelilingi Matahari dengan periode 365,25 hari. Makhluk angkasa luar

yang tinggal di tata surya lain mengamati gerak Bumi mengelilingi Matahari. Jika tata surya lain tersebut bergerak menjauhi Matahari dengan kecepatan tetap 2000 km/detik,

a. Jelaskan dengan gambar mengapa menurut makhluk angkasa luar tersebut periode orbit Bumi tidak 365,25 hari!

b. Berapa harikah periode orbit Bumi yang teramati oleh mahluk angkasa luar tersebut ?

II. Pilihan Ganda

1. We cannot tell merely by looking in the sky that stars in a given constellation are

at different distances, while in a room we can easily tell that objects are at

different distances from us. What is the difference between the two situations?

a. Small parallax angles cannot be interpreted by our brain as a third dimension.

b. The stars are so far away that they do not exhibit parallax discernible by our eyes.

c. In a room, the separation of our eyes is large enough with respect to the distance to an object that we can see a parallax and translate it to a third dimension.

d. All of the above.

e. None of the above.

2. A star has an observed parallax of 0.2 arc second. Another star has a parallax of 0.02 arc sec. How much farther away is it?

a.

10 times

b. 100 times

c.

1000 times

d. 10000 times

e.

none of these

3. In order to determine the distance to a star in kilometers by heliocentric (trigonometric) parallax, an astronomer must know

a. The Earth’s diameter

b. The Earth-Sun distance

c.

The Earth-Moon distance

d. The angle between the Sun and the star

4. Parallax

a. An imaginary sphere used to show the apparent location of objects in the sky.

b. The distance at which the Earth/Sun distance will subtend an angle of 1 arc second.

c. The distance traveled by light in one year.

d. The apparent shift in position of a foreground object relative to background objects due to a change of position of the observer.

5. Kita melihat di langit bahwa planet itu lebih besar daripada bintang. Tetapi

sebenarnya adalah bintang itu lebih besar daripada planet. Faktor utama yang menyebabkan ini adalah :

a. Energi yang dikeluarkan

b. Bentuk bendanya

c. Jarak bendanya

d. Asal usul bendanya

e. Semua benar

6. Jarak planet ke titik perihelion dalam tatasurya adalah :

a) setengah sumbu pendek orbit

b) setengah sumbu panjang orbit

c) setengah sumbu panjang kali satu dikurangi eksentrisitet

d) setengah sumbu panjang kali satu dikurangi eksentrisitas

e) setengah sumbu pendek kali satu dikurangi eksentrisitet

7. Awak wahana antariksa terdampar di sebuah planet X mengorbit bintang G yang identik dengan Matahari, para awak melakukan eksperimen saat bintang G di atas meridian pengamatan di planet X dan ditemui bahwa ketika bintang G tepat di

atas tongkat A, kedudukan bintang G mempunyai posisi 0.5 derajat dari zenith tongkat B, tongkat A dan B terpisah pada jarak 14 km. Dari eksperimen itu dapat disimpulkan radius planet X sekitar :

a)

400 km

b) 1000 km

c) 1600 km

d) 200 km

8. Satu satuan astronomi adalah :

e) 1400 km

a)

8.3 menit cahaya

b) satu tahun cahaya

c) satu detik cahaya

d)

3.26 parsek

e) 8 jam cahaya

9. Sudut paralaks bintang yang paling dekat dengan Matahari adalah :

a) kurang dari 1 detik busur

b) lebih dari 1 detik busur kurang satu menit busur

c) lebih dari satu derajat

d) lebih dari satu menit busur kurang dari satu derajat

e) semua jawaban benar

10. A sidereal day on Earth is:

A) Exactly 24 hours long.

B) About four minutes shorter than a solar day.

C) About four minutes longer than a solar day.

D) The time between full moons.

11.

Parallax is:

A) The apparent motion of a foreground object with respect to the background as the location of the observer changes

B) The apparent motion of a foreground object with respect to the background as the object changes position

C) The relative motion of any two objects

D) None of the above

12. The parallax angle becomes:

A) larger as the distance to the object increases.

B) larger as the separation between the two observing sites increases.

C) smaller as the distance to the object increases

D) Both A and B are correct.

E) Both B and C are correct.

13. You observe identical twins in the distance and measure their angular height. Joe appears 0.8 degrees tall and Bob appears 0.3 degrees tall.

A) Joe is a little farther away than Bob

B) Joe is more than twice as far away as Bob

C) Bob is a little farther away than Joe

D) Bob is more than twice as far away as Joe

E) Not enough information

14. Star A has a parallax shift of 0.2 arc second. Star B has a parallax shift of 0.5 arc seconds

A) Star B is more than twice as far as star A

B) Star B is a little farther than star A

C) Star A is more than twice as far as star B

D) Star A is a little farther than star B

E) Not enough information

15. You observe a classmate walking in the distance. She appears to subtend a

vertical angle of 0.03 radians. You know that she is 1.5 meters tall. How far away is she?

A) 50 m

B) 45 m

C) 300 m

D) 500 m

16. The ESA satellite which gives us our best parallax measurements is:

A) Huygens.

B) Cassini.

C) Giotto.

D) Hipparcos.

E) Copernicus.

17. If a star has a parallax of 0.03", then its distance must be:

A) 3 parsecs

B) 30 parsecs

18. If the parallax of a distant

C) 33 parsecs

D) 300 parsecs

E) 333 parsecs

star (within the Milky Way) is too small to be

measured, the distance to that star might still be determined using:

A) Kepler's Laws

B) Newton's Laws

C) Doppler shift

D) spectroscopic parallax

19.

Star a has a parallax twice that of star b. What can you say about the relative distances of the two stars ?

A. star a is twice as far away as star b

B. star b is twice as far away as star a

C. you cannot tell anything about their relative distances without knowing the actual parallaxes

D. you cannot tell anything about their relative distances because parallax is related to motion and not to distance

20. The parallax shifts of stars on the other side of the milky way from us are …

a. the greatest of any stars in the galaxy

b. greater than a minute of arc, but less than a second of arc

c. greater than a second of arc, but less then a minute of arc

d. impossible to measure at present

21. The method of stellar parallax is the fundamental method for determining

distances to other stars, what basic fact makes these determinations possible

a. the Earth rotates once a day

b. the Earth revolves around the sun once a year

c. stars have proper motions

d. some stars pulsate

22. Parallax would be easier to measure if …

A. the Earth's orbit were larger

B. the stars were farther away

C. the Earth moved faster along its orbit

D. all of these

23. The parallax method is useful for finding the distance to …

A. all stars in our galaxy

B. only the nearest stars to the sun

C. some nearby galaxies

D. any visible object

24. Compared to the method discussed for finding the distance to the sun, the parallax method differs in that …

A. the actual brightness of the star must be known

B. a much longer baseline between points of observation is used

C. only certain types of stars can be used

D. planets must be detectable around the star

25. In order to measure the distance to the sun, one must be able to measure angles and …

A. distances to other planets

B. the distance to the moon

C. distances on the Earth

D. the size of the Earth's orbit

-- 0 --

Bab 2

Fotometri

Untuk mempelajari benda-benda langit, informasi yang diterima hanyalah berupa seberkas cahaya. Cahaya termasuk gelombang elektromagnet.

Pancaran

gelombang

elektromagnet

dapat

dibagi

bergantung pada panjang gelombangnya ( )

dalam

beberapa

jenis,

1. Pancaran gelombang radio, dengan antara beberapa milimeter sampai 20 meter

2. Pancaran gelombang inframerah, dengan sekitar 7.500 Å hingga sekitar 1

mm (1 Å = 1 Angstrom = 10 -8 cm)

3. Pancaran gelombang optik atau pancaran kasatmata dengan sekitar 3.800 Å sampai 7.500 Å. Panjang gelombang optik terbagi atas beraneka warna :

o

merah

: 6 300 – 7 500 Å

o

merah oranye

: 6 000 – 6 300 Å

o

oranye

: 5 900 – 6 000 Å

o

kuning

: 5 700 – 5 900 Å

o

kuning hijau

: 5 500 – 5 700 Å

o

hijau

: 5 100 – 5 500 Å

o

hijau biru

: 4 800 – 5 100 Å

o

biru

: 4 500 – 4 800 Å

o

biru ungu

: 4 200 – 4 500 Å

o

ungu

: 3 800 – 4 200 Å

4. Pancaran gelombang ultraviolet, sinar X dan sinar yang mempunyai kurang dari 3.500 Å

teleskop optik

balon, satelit teleskop radio satelit balon, satelit ozon molekul, atom, inti atom molekul (H 2
balon, satelit
teleskop radio
satelit
balon, satelit
ozon
molekul, atom, inti atom
molekul (H 2 O, CO 2 )

Dengan mengamati pancaran gelombang elektromagnet kita dapat mempelajari beberapa hal yaitu,

1. Arah pancaran. Dari pengamatan kita dapat mengamati letak dan gerak benda yang memancarkannya.

2. Kuantitas pancaran. Kita bisa mengukur kuat atau kecerahan pancaran

3.

Kualitas pancaran. Dalam hal ini kita bisa mempelajari warna, spektrum maupun polarisasinya

Hukum Pancaran / Radiation Law Untuk memahami sifat pancaran suatu benda kita hipotesakan suatu pemancar sempurna yang disebut benda hitam (black body)

1. Pada keadaan kesetimbangan termal, temperatur benda hanya ditentukan oleh jumlah energi yang diserapnya perdetik

2. Suatu benda hitam tidak memancarkan seluruh gelombang elektromagnet secara merata. Benda hitam bisa memancarkan cahaya biru lebih banyak dibandingkan dengan cahaya merah, atau sebaliknya.

Panjang gelombang maksimum ( maks ) pancaran benda hitam dapat ditentukan dengan menggunakan Hukum Wien yaitu

)

!'

maks dinyatakan dalam cm dan T dalam derajat Kelvin

Hukum Wien ini menyatakan bahwa makin tinggi temperatur suatu benda hitam, makin pendek panjang gelombangnya Hal ini dapat digunakan untuk menerangkan gejala bahwa bintang yang temperaturnya tinggi akan tampak berwarna biru, sedangkan yang temperatur-nya rendah tampak berwarna merah

Contoh : Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa puncak spektrum bintang A dan bintang B masing-masing berada pada panjang gelombang 0,35 m dan 0,56 m. Tentukanlah bintang mana yang lebih panas, dan seberapa besar perbedaan temperaturnya ! ( Bintang A lebih panas, T A /T B = 1,6 )

Flux : jumlah energi yang dipancarkan oleh setiap cm 2 permukaan benda hitam per detik ke semua arah, yaitu

Apabila suatu benda berbentuk bola beradius R dan bertemperatur T memancarkan radiasi dengan sifat-sifat benda hitam, maka energi yang dipancarkan seluruh benda itu ke semua arah perdetik disebut Luminositas.

&

& ' % $ #

! "

Fluks energi yang diterima oleh pengamat yang berjarak d dari suatu bintang yang berluminositas L adalah :

(

&

$

Energi bintang yang diterima/melewati permukaan pada jarak d per cm 2 per detik (E). Persamaan ini disebut juga hukum kuadrat kebalikan (invers square law) untuk kecerlangan (brightness). Karena persamaan ini menyatakan bahwa kecerlangan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya maka : makin jauh sebuah bintang, makin redup cahayanya.

Contoh :

1. Berapakah kecerlangan sebuah bintang dibandingkan dengan kecerlangan semula

apabila jaraknya dijauhkan 3 kali dari jarak semula ?

( 1/9 kali semula )

2. Bumi menerima energi dari matahari sebesar 1380 Watt/m 2 . Berapakah energi dari matahari yang diterima oleh planet Saturnus, jika jarak Matahari-Saturnus adalah 9,5 AU ?. ( 15,29 W/m 2 )

Besaran mendasar dalam astrofisika Besaran-besaran fisik dan geometri bintang seperti luminositas, radius dan juga massa, biasanya dinyatakan dalam besaran matahari. Massa : M = 1,98 x 10 33 gr Radius : R = 6,96 x 10 10 cm Luminositas : L = 3,96 x 10 33 erg s -1 Temperatur Efektif :T ef = 5.800 K Magnitudo visual absolut : Mv = 4,82

Contoh :

1. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa permukaan seluas 1 cm 2 di luar atmosfer bumi menerima energi yang berasal dari matahari sebesar 1,37 x 10 6 erg/cm 2 /s. Apabila diketahui jarak Bumi-Matahari adalah 150 juta kilometer, tentukanlah luminositas matahari.

(3,87 x 10 33 erg/s)

2. Luminositas sebuah bintang 100 kali lebih terang daripada matahari, tetapi temperaturnya hanya setengahnya dari temperatur matahari. Berapakah radius bintang tersebut dinyatakan dalam radius matahari ? ( 40 )

Sistem Magnitudo Terang suatu bintang dalam astronomi dinyatakan dalam satuan magnitudo. Hipparchus (abad ke-2 SM) membagi terang bintang dalam 6 kelompok berdasarkan penampakannya dengan mata telanjang. Bintang paling terang tergolong magnitudo ke-1. Bintang yang lebih lemah tergolong magnitudo ke-2, dst hingga bintang paling lemah yg masih bisa dilihat dengan mata termasuk magnitudo ke-6.

yg masih bisa dilihat dengan mata termasuk magnitudo ke-6. --> Makin terang sebuah bintang, makin kecil

--> Makin terang sebuah bintang, makin kecil magnitudonya

Makin terang sebuah bintang, makin kecil magnitudonya & ' - # 2 3 + % Contoh

& '

-

#

2

3

+

%

Contoh :

Dalam tabel bawah ini terdapat data magnitudo dari lima buah bintang. Tentukanlah bintang nomor berapa saja yang bisa diamati dengan mata telanjang di malam yang gelap? (2,4,5) Tentukan juga bintang mana yang paling terang dan bintang mana yang paling lemah, jelaskanlah ! (4; 3)

Nomor

Magnitudo

 

1. 6,5

 

2. 5,2

 

3. 7,3

 

4. -2,5

 

5. 2,7

John Herschel mendapatkan bahwa kepekaan mata dalam menilai terang bintang bersifat logaritmik. Bintang yang magnitudonya satu ternyata 100 kali lebih terang daripada bintang yang magnitudonya enam. Berdasarkan kenyataan ini, Pogson pada tahun 1856 mendefinisikan skala satuan magnitudo secara lebih tegas.

m 1 = magnitudo bintang ke-1 m 2 = magnitudo bintang ke-2 E 1 = fluks pancaran bintang ke-1 E 2 = fluks pancaran bintang ke-2 Skala Pogson didefinisikan sebagai :

Tinjau dua bintang :

5 ) 5 #4+ & .

-

#

-

#

/

atau :

- , # ) #4+-#

5. - 5 # /

Dengan skala Pogson ini dapat ditunjukkan bahwa bintang bermagnitudo 1 adalah 100 kali lebih terang daripada bintang bermagnitudo 6. Jika m 1 = 1 dan m 2 = 6, maka E 1 /E 2 = 2,512 -( 1 6 ) = 2,512 5 = 100 Secara umum rumus Pogson dapat dituliskan :

m = -2,5 log E + tetapan

rumus Pogson dapat dituliskan : m = -2,5 log E + tetapan merupakan besaran lain untuk

merupakan besaran lain untuk menyata- kan fluks pancaran bintang yang diterima di bumi per cm 2 , per detik

Harga tetapan ditentukan dengan mendefinisikan suatu titik nol. Pada awalnya sebagai standar magnitudo digunakan bintang Polaris yang tampak di semua Observatorium yang berada di belahan langit utara. Bintang Polaris ini diberi magnitudo 2 dan magnitudo bintang lainnya dinyatakan relatif terhadap magnitudo bintang polaris. Pada tahun 1911, Pickering mendapatkan bahwa bintang Polaris, cahayanya berubah-ubah (bintang variabel) dan Pickering mengusulkan sebagai standar magnitudo digunakan kelompok bintang yang ada di sekitar kutub utara (North Polar Sequence).

Cara terbaik untuk mengukur magnitudo adalah dengan menggunakan bintang standar yang berada di sekitar bintang yang di amati karena perbedaan keadaan atmosfer Bumi tidak terlalu berpengaruh dalam pengukuran.

Pada saat ini telah banyak bintang standar yang bisa digunakan untuk menentukan magnitudo sebuah bintang, baik yang berada di langit belahan utara, maupun di belahan selatan.

Magnitudo yang kita bahas merupakan ukuran terang bintang yang kita lihat atau terang semu (ada faktor jarak dan penyerapan yang harus diperhitungkan). Magnitudo yang menyatakan ukuran fluks energi bintang yang kita terima/ukuran terang bintang yang kita lihat/jumlah foton yang kita terima disebut magnitudo semu ( apparent magnitude )

Faktor jarak :

) 5#4+ & 7 ( ! 0 1 ' 2 1 - " , '
) 5#4+ & 7 (
! 0 1 ' 2 1
- " , '
9
)
#
3 8 '

Untuk menyatakan luminositas atau kuat sebenarnya sebuah bintang, kita definisikan besaran magnitudo mutlak (intrinsic/absolute magnitude), yaitu magnitudo bintang yang diandaikan diamati dari jarak 10 pc.

Skala Pogson untuk magnitudo mutlak ini adalah :

) 5#4+ & 6 7 (

- " , !

) 5#4+ & 6 7 ( - " , ! : ) 9 3 8 -$

: )

9

3 8 -$

#

Kemudian :

m

M

, ! : ) 9 3 8 -$ # Kemudian : m M = -2,5 log

= -2,5 log E + tetapan

= -2,5 log E’ + tetapan +

m – M = -2,5 log E/E’

)

9

3 8 '

#

: )

9

3 8 -$

#

Sederhanakan , dan akan diperoleh persamaan berikut :

; ) 5+ 7 + & '

Dengan : m = magnitudo semu M = magnitudo mutlak m – M = modulus jarak d = jarak bintang ke pengamat ( dalam pc )

Contoh :

jarak d = jarak bintang ke pengamat ( dalam pc ) Contoh : Magnitudo mutlak sebuah

Magnitudo mutlak sebuah bintang adalah M = 5 dan magnitudo semunya adalah m = 10. Jika absorpsi oleh materi antar bintang diabaikan, berapakah jarak bintang tersebut ? Jawab :

m = 10 dan M = 5, dari rumus Pogson m – M = -5 + 5 log d diperoleh, 10 – 5 = -5 + 5 log d 5 log d = 10 log d = 2 --> d = 100 pc Dari rumus Pogson dapat kita tentukan perbedaan magnitudo mutlak dua bintang yang luminositasnya masing-masing L 1 dan L 2 , yaitu,

/

. / . ) ,- +

&

&

*

Sebelum perkembangan fotografi, magnitudo bintang ditentukan dengan mata. Kepekaan mata untuk daerah panjang gelombang yang berbeda tidak sama. Mata terutama peka untuk cahaya kuning hijau di daerah = 5 500 Å, karena itu magnitudo yang diukur pada daerah ini disebut magnitudo visual atau m vis . Dengan berkembangnya fotografi, magnitudo bintang selanjutnya ditentukan secara fotografi. Pada awal fotografi, emulsi fotografi mempunyai kepekaan di daerah biru-ungu pada panjang gelombang sekitar 4.500 Å. Magnitudo yang diukur pada daerah ini disebut magnitudo fotografi atau m fot .

Perbandingan hasil pengukuran magnitudo visual dangan magnitudo fotografi untuk bintang Rigel dan Betelgeuse Rigel ( berwarna biru ) Temperatur permukaannya tinggi Akan memancarkan lebih banyak cahaya biru daripada cahaya kuning. Diamati secara fotografi akan tampak lebih terang daripada diamati secara visual (m vis besar dan m fot kecil). Betelgeuse ( berwarna merah ) Temperatur permukaannya rendah Akan memancarkan lebih banyak cahaya kuning daripada cahaya biru Diamati secara visual akan tampak lebih terang daripada diamati secara fotografi (m vis kecil dan m fot besar).

Jadi, untuk suatu bintang, m vis berbeda dari m fot . Selisih kedua magnitudo tersebut, yaitu magnitudo fotografi dikurang magnitudo visual disebut indeks warna (Color Index – CI).

Makin panas atau makin biru suatu bintang, semakin kecil indeks warnanya.

Dengan berkembangnya fotografi, selanjutnya dapat dibuat pelat foto yang peka terhadap daerah panjang gelombang lainnya, seperti kuning, merah bahkan inframerah.

Pada tahun 1951, H.L. Johnson dan W.W. Morgan mengajukan sistem magnitudo yang disebut sistem UBV, yaitu :

U = magnitudo semu dalam daerah ultraungu (

ef

= 3500 Å )

B = magnitudo semu dalam daerah biru ( ef = 4350 Å)

V = magnitudo semu dalam daerah visual ( ef = 5550 Å) Dalam sistem UBV ini, indeks warna adalah U-B dan B-V

Untuk bintang panas B-V kecil.

Dewasa ini pengamatan fotometri tidak lagi menggunakan pelat film, tetapi dilakukan dengan kamera CCD, sehingga untuk menentukan bermacam-macam sistem magnitudo tergantung pada filter yang digunakan. Contoh :

Tiga bintang diamati magnitudo dalam panjang gelombang visual (V) dan biru (B) seperti yang diperlihatkan dalam tabel di bawah.

No.

B

V

1

8,52

8,82

2

7,45

7,25

3

7,45

6,35

a. Tentukan bintang nomor berapakah yang paling terang ? Jelaskanlah alasannya

b. Bintang yang anda pilih sebagai bintang yang paling terang itu dalam kenyataannya apakah benar-benar merupakan bintang yang paling terang ? Jelaskanlah jawaban anda.

c. Tentukanlah bintang mana yang paling panas dan mana yang paling dingin. Jelaskanlah alasannya.

Jawab :

a. Bintang paling terang adalah bintang yang magnitudo visualnya paling kecil. Dari tabel tampak bahwa bintang yang magnitudo visualnya paling kecil adalah bintang no. 3, jadi bintang yang paling terang adalah bintang no. 3

b. Belum tentu karena terang suatu bintang bergantung pada jaraknya ke pengamat seperti terlihat pada rumus yang sudah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu bintang yang sangat terang bisa tampak sangat lemah cahayanya karena jaraknya yang jauh.

c. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini kita tentukan dahulu indeks warna ketiga bintang tersebut, karena makin panas atau makin biru sebuah bintang maka semakin kecil indeks warnanya.

Nomor bintang

B

V

B - V

1.

8,52

8,82

-0,30

2.

7,45

7,25

0,20

3.

7,45

6,35

1,10

Dari tabel di atas tampak bahwa bintang yang mempunyai indeks warna terkecil adalah bintang no. 1. Jadi bintang terpanas adalah bintang no. 1.

Magnitudo bolometrik Sistem magnitudo yang sudah kita bahas di atas hanya diukur pada panjang gelombang tertentu saja (m vis ,m fot ,m B ,m U ). Walaupun berbagai magnitudo tersebut dapat menggambarkan sebaran energi pada spektrum bintang sehingga dapat memberikan petunjuk mengenai temperaturnya, namun belum dapat memberikan informasi mengenai sebaran energi pada seluruh panjang gelombang yang dipancarkan oleh suatu bintang. Oleh sebab itu, didefinisikanlah sistem magnitudo bolometrik (m bol ) yang menyatakan magnitudo bintang yang diukur dalam seluruh panjang gelombang. Rumus Pogson untuk magnitudo bolometrik :

m bol = - 2,5 log E bol + C bol C bol adalah tetapan, sedangkan magnitudo mutlak bolometriknya :

M bol = -2,5 log E’ bol + C bol

: M b o l = -2,5 log E’ b o l + C b o

E'

bol

=

L

4 10

2

Magnitudo mutlak bolometrik bintang sangat penting karena dapat digunakan untuk mengetahui luminositas dari sebuah bintang (energi total yang dipancarkan permukaan bintang per detik) dengan membandingkannya dengan magnitudo mutlak bolometrik Matahari.

M bol = -2,5 log

M bol = -2,5 log

L

4 10

L

sun

2

4 10

2

+

+

C bol

C bol

-

M bol - M bol = - 2,5 log (

L L

sun

)

Dengan M bol = magnitudo mutlak bolometrik bintang M bol = magnitudo mutlak bolometrik Matahari ( 4,74 )

Modulus jarak untuk magnitudo bolometrik

; ) 5+ 7 + & '

bolometrik ; ) 5+ 7 + & ' Apabila M b o l suatu bintang dapat

Apabila M bol suatu bintang dapat ditentukan, maka luminositasnya juga dapat ditentukan (dapat dinyatakan dalan luminositas Matahari). Luminositas bintang merupakan parameter yang sangat penting dalam teori evolusi bintang. Sayangnya, magnitudo mutlak bolometrik sangat sukar ditentukan, karena beberapa panjang gelombang tidak dapat menembus atmosfer bumi. Untuk bintang yang panas, sebagian energinya dipancarkan pada daerah ultraviolet. Untuk bintang yang dingin, sebagian energinya dipancarkan pada daerah inframerah. Oleh karena itu, pengamatan magnitudo bolometrik harus dilakukan di atas atmosfer.

Untuk memudahkan, magnitudo bolometrik ditentukan secara teori berdasarkan pengamatan di bumi. Atau, dapat ditentukan secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan koreksi pada magnitudo visualnya dengan cara sebagai berikut:

m v = -2,5 log E v + C V m bol = -2,5 log E bol + C bol

-

m V m bol = -2,5 log (

(

3

( ,

( ,

) + C

C = C V C bol . Ruas kiri dari persamaan di samping disebut koreksi bolometrik. ( bolometric correction disingkat BC ). Jadi, m v m bol = BC M v M bol = BC BC tergantung pada temperatur atau warna bintang.

l = BC BC tergantung pada temperatur atau warna bintang. Untuk bintang yang sangat panas ,

Untuk bintang yang sangat panas, sebagian besar energinya dipancarkan pada daerah ultraviolet sedangkan untuk bintang yang sangat dingin, sebagian besar energinya dipancarkan pada daerah inframerah (hanya sebagian kecil saja pada daerah visual). Untuk bintang-bintang seperti ini, hanga BC-nya besar. Untuk bintang-bintang yang bertemperatur sedang, sebagian besar energinya dipancarkan pada daerah visual, sehingga harga BC-nya kecil.

Karena harga BC bergantung pada warna bintang, maka kita dapat mencari hubungan antara BC dan indeks warna (B-V). Untuk bintang yang dapat ditentukan magnitudo bolometriknya. Didefinisikan bahwa harga terkecil BC adalah nol ( BC 0 ). Untuk BC = 0 untuk (B-V) = 0,3.

- 2 45 +4.6*

Didefinisikan bahwa harga terkecil BC adalah nol ( BC 0 ). Untuk BC = 0 untuk
Didefinisikan bahwa harga terkecil BC adalah nol ( BC 0 ). Untuk BC = 0 untuk

Untuk Matahari, magnitudo bolometriknya (m bol ) = -26,83, magnitudo mutlak bolometriknya adalah M bol = 4,74 dan koreksi bolometriknya BC = 0,08. Berikut disajikan tabel temperatur efektif dan koreksi bolometrik untuk bintang-bintang deret utama dan bintang maharaksasa.

B - V

Bintang deret utama

Bintang maharaksasa

T

ef

BC

T

ef

BC

- 0,25

24500

2,30

26000

2,20

- 0,23

21000

2,15

23500

2,05

- 0,20

17700

1,80

19100

1,72

- 0,15

14000

1,20

14500

1,12

- 0,10

11800

0,61

12700

0,53

- 0,01

10500

0,33

11000

0,14

0,00

9480

0,15

9800

- 0,01

0,10

8530

0,04

8500

- 0,09

0,20

7910

0

7440

- 0,10

0,30

7450

0

6800

- 0,10

0,40

6800

0

6370

- 0,09

0,50

6310

0,03

6020

- 0,07

0,60

5910

0,07

5800

- 0,003

0,70

5540

0,12

546

0,003

0,80

5330

0,19

5200

0,10

0,90

5090

0,28

4980

0,19

1,00

4840

0,40

4770

0,30

1,20

4350

0,75

4400

0,59

Contoh :

Magnitudo mutlak bintang Vega adalah M v = 0,58 dan koreksi bolometriknya adalah 0,15. Tentukanlah M bol dan luminositasnya.

Jawab :

BC = M v M bol M bol = M v – BC = 0,58 – 0,15 = 0,43

M bol - M bol = - 2,5 log (

L L

sun

)

0,43 – 4,74 = - 2,5 log ( L Vega /L sun ) L Vega /L sun = 52,97 Jadi, luminositas Vega adalah 52,97 luminositas Matahari.

Absorpsi oleh Atmosfer Bumi Sebelum sampai ke permukaan bumi, sebagian cahaya dari objek langit diabsorpsi oleh atmosfer sehingga perhitungan magnitudo bintang yang dilakukan dari permukaan Bumi harus dikoreksi terhadap penyerapan atmosfer Bumi. Jika m menyatakan magnitudo yang diamati di Bumi dan m 0 menyatakan magnitudo yang diamati dari atas atmosfer, maka hubungan antara m dan m 0 :

m - m 0 = 1,086 sec : tebal optis atmosfer : jarak zenith ( bintang – zenith ) Untuk menghitung magnitudo suatu bintang (bintang program), kita memerlukan bintang standar yang ada di dekatnya sebagai pembanding. Bintang standar dan bintang program memiliki harga 0 yang sama. Nilai 0 dapat diperoleh dengan membandingkan magnitudo bintang standar di dua posisi yang berbeda jarak zenithnya ( )

m 1 - m 2 = 1,086 0 sec ( 1 2 )

di dua posisi yang berbeda jarak zenithnya ( ) m 1 - m 2 = 1,086

Melalui persamaan di atas maka nilai 0 dapat diperoleh. Nilai m 1 , m 2, 1, dan 2 dapat diperoleh dari hasil pengamatan.

Contoh :

Untuk mengamati magnitudo sebuah bintang program digunakan sebuah bintang standar sebagai pembanding. Dari pengamatan terhadap bintang standar ini diperoleh hasil sebagai berikut : pada waktu diamati pada jarak zenith 35 0 , magnitudo semunya adalah 9,2, sedangkan pada waktu diamati pada jarak zenith 15 0 , magnitudo semunya adalah 9,0. Apabila pada jarak zenith 25 0 magnitudo bintang program adalah 8,9. Tentukan magnitudo bintang program ini sebelum mengalami penyerapan oleh atmosfer Bumi.

Jawab : Untuk bintang standar :

m 1 - m 2 = 1,086 0 sec ( 1 2 ) 9,2 - 9,0 = 1,086 0 sec ( 35 0 – 15 0 ) 0 = 0,99 berlaku juga bagi bintang program. Untuk bintang program : m m o = 1,086 0 sec . 8,9 – m o = 1,086 (0,99)(sec 25 0 ) m o = 7,71.

Absorpsi dan pemerahan cahaya bintang oleh materi antar bintang (MAB) Rumus umum penyerapan/absorpsi : A v = R E BV Semakin besar nilai R, semakin besar penyerapan oleh MAB. Absorpsi cahaya bintang oleh MAB disebut juga efek pemerahan (reddening) karena akibat absorpsi, cahaya bintang menjadi semakin merah. Untuk MAB yang normal, maka besarnya penyerapan atau absorspi :

A v = 3,2 E BV A v : penyerapan atau absorpsi oleh MAB = V - V o E BV : E( B - V ) = ( B – V ) – ( B –V ) o B o dan V o disebut magnitudo B dan V intrinsik Rumus Modulus Jaraknya : V M V = -5 + 5 log d + A v

Contoh :

Dan hasil pengamatan pada sebuah bintang diperoleh magnitudo visualnya V = 10,0, dan magnitudo biru B = 10,5. Warna intrinsik untuk bintang ini adalah (B - V) o = 0

dan magnitudo mutlaknya M v = 0,8. Apabila materi antar bintang di depan bintang ini normal tentukanlah:

a. Magnitudo intrinsiknya untuk V dan B

b. Jarak sebenanya bintang tersebut

Jawab :

a.

E BV = ( B V ) – ( B V ) o = ( 10,5 – 10,0 ) – 0 = 0,5 A V = 3,2 E BV = 3,2 (0,5) = 1,6

V V o = A V V o = V A V = 10,0 – 1,6 = 8,4 ( B V ) o = B o V o = 0 B o = V o = 8,4

b.

V

M V = -5 + 5 log d + A v

masukkan harga V, M V dan A V diperoleh :

10,0 = 0,8 – 5 + 5 log d + 1,6

d

= 10 2,52 = 331,13 pc

 

Review :

1.

Sebutkan ciri-ciri dari benda hitam ( black body ) !

2.

Apakah perbedaan antara fluks dan luminositas ?

3.

Untuk apakah menyatakan besaran - besaran astronomi dalam unit Matahari ?

4.

Apakah yang dimaksud dengan magnitudo ?

5.

Apakah perbedaan antara magnitudo mutlak dengan magnitudo semu ?

6.

Apakah yang dimaksud dengan magnitudo fotografi, magnitudo visual dan magnitudo bolometrik ?

7. Apakah yang dimaksud dengan indeks warna ?

8. Jelaskan secara singkat bagaimana kita mengukur magnitudo sebuah bintang ! Apa yang dimaksud dengan bintang standar ?

9. Mengapa absorpsi cahaya bintang oleh Materi Antar Bintang (MAB) mengakibatkan reddening ( pemerahan ) cahaya bintang ?

10. Apa yang dimaksud jarak zenith ? Apa efek adanya atmosfer bumi terhadap penampakkan bintang di langit ?

I. Esai

Evaluasi Bab 2

1. Apa yang bisa disimpulkan tentang temperatur dan panjang gelombang dari

ketiga kurva di bawah ini ?

7

dan panjang gelombang dari ketiga kurva di bawah ini ? 7 2. Ada bintang dengan temperatur

2. Ada bintang dengan temperatur 3000 K tetapi L = 80 kali Luminositas matahari. Temperatur matahari = 6000 K. Hitung radius bintang (dalam r matahari ) !

3. Berapa kali lebih terang / lemah jika sebuah bintang dipindahkan jaraknya menjadi :

a.) 2 kali jarak semula

b.) 10 kali jarak semula c.) ½ kali jarak semula

4. Hitunglah fluks yang kita terima dari sebuah bintang yang luminositasnya 10 25 Watt dan bintang itu terletak 5 lyr dari bumi !

a.

b.

Star A is radiating two times as much energy as Star B, but it is two times the distance from us. Which star will appear brighter, and by how much?

5. Sebuah bintang magnitudonya m 1 = 4,57. Bintang lain magnitudonya m 2 = 8,49. Berapakah beda terangnya ?

6. Sebuah nova sebelum meledak magnitudonya 16,72. Sesudah meledak magni- tudonya 8,12. Berapakah perbedaan terang nova tersebut sebelum dan sesudah meledak?

7. Terang bintang 1 = 100 satuan , terang bintang 2 = 10.000 satuan Magnitudo bintang 1 = 3. Berapakah magnitudo bintang 2 ?

8. Sebuah bintang ganda komponen magnitudonya m 1 = 11,75 dan m 2 = 12,11. Berapakah magnitudo totalnya ?

9. Sebuah bintang ganda m total = 9,45. Magnitudo bintang yang satu = 10,23. Hitunglah magnitudo bintang yang satu lagi (bintang pasangannya) !

10. Berapa magnitudo mutlak bintang – bintang dengan magnitudo semu m dan jarak r , sebagai berikut :

a.) m = 7

r = 10 pc

b.) m = 20

r = 100 pc

11. Berapa jarak bintang-bintang dengan magnitudo m dan magnitudo mutlak M di bawah ini :

a. m = 10

M = 5

b.) m = 20

M = 10

12. Magnitudo semu sebuah bintang adalah 3. Jika sudut paralaksnya adalah 0”,015. Hitunglah magnitudo mutlaknya! Hitunglah perbandingan luminositasnya terhadap Matahari dimana magnitudo mutlak Matahari 4,82 !

13.

Magnitudo semu bintang A adalah -1,88 . Radius bintang B ½ radius bintang A. Temperatur efektif bintang B 2 kali bintang A. Jarak bintang B 1/3 kali jarak bintang A dari pengamat. Tentukan magnitudo semu bintang B !

14. Bintang X memiliki sudut paralaks 0”,2 dan diameter sudut 2,67 x 10 -3 detik busur. Bintang tersebut memancarkan radiasi dengan panjang gelombang maksimum 3864 Å. Hitunglah magnitudo mutlak bintang X jika diketahui magnitudo mutlak Matahari 4,82 dan luminositasnya 3,9 x 10 26 Watt !

15. There are about 250 millions of the stars in the elliptical galaxy M32. The visual magnitude of this galaxy is 9. If the luminosities of all are equal, what is the visual magnitude of one star in this galaxy? Also mention, what is M32? In what constellation, this object will appear ?

16. Stars A and B have the same relative magnitude. If star A has a luminosity equal to four times that of star B, and is 10 lyr away, how far away is star B?

17. Dua bintang memiliki magnitudo +4,1 mag dan +5,6 mag. Bintang yang lebih terang memberikan 5 x 10 -4 Watt yang dikumpulkan oleh sebuah teleskop. Berapa banyak energi yang dikumpulkan oleh sebuah teleskop dari bintang yang lebih redup?

18. Dua buah benda buatan manusia ditempatkan di angkasa luar. Yang satu, sebuah satelit yang mengorbit matahari dalam lintasan elips dengan eksentrisitas 0,5 dan jarak perihelium 80 juta km. Satelit itu dilindungi dari cahaya matahari oleh sebuah cermin besar yang memantulkan 100% cahaya yang diterimanya. Selama mengorbit, cermin tersebut selalu menghadap matahari. Benda yang lain, sebuah pengukur kuat cahaya (fotometer) tahan panas, ditempatkan di fotosfir matahari.

a. Hitung jarak aphelium orbit satelit tersebut

b. Berapa magnitudo perbedaan terang maksimum dan minimum satelit tersebut pengukuran fotometer ?

19. Sebuah bintang yang bersuhu 6.300 K akan diamati oleh kedua pengamat. A mengamati dengan mata saja sedangkan B ingin mengamati dengan memotretnya terlebih dahulu baru diteliti. Manakah pengamat yang akan mengamati bintang tersebut lebih terang ! Mengapa ?

20. You observe two main-sequence stars, Star A and star B, through a telescope. Both stars have the same apparent brightness. Star A appears to have a blue color while Star B appears more reddish. If all main-sequence stars approxiomately the same size, which star is more distant? Explain your reasoning.

21. Below is the spectrum of a blackbody with a surface temperature of 5.000 K.

is more distant? Explain your reasoning. 21. Below is the spectrum of a blackbody with a

a. On the picture above, sketch the spectrum of a 10.000 K blackbody. Your sketch doesn’t have to be precisely to scale, but it should account for these features relative to the 5.000 K blackbody spectrum. i) The overall shape of the spectrum ii) The relative intensity of the two objects at each frequency iii)The frequency of the peak intensity

b. If the two objects are the same size, what is the luminosity of the 10.000 K blackbody, compared to the luminosity of the 5.000 K object?

c. Explain the difference between luminosity and brightness

22. We observe two stars. Star A is dimmed because it’s behind a dust cloud, whereas we have a clear field of view to star B. Star A is observed to have 8 times the flux that star B does.

a. We observe a parallax of 0,1” for star A and 0,05” for star B. What is the ratio of d A /d B of the distances to the two stars?

b. Suppose that we are able to determine that both stars have the same exact diameter, but that Star A has a surface temperature twice that of Star B. What is the ratio L A /L B of the two stars’ luminosity?

c. By what factor is the dust blocking Star A dimming its brightness? (i.e. what is the ratio of the brightness we would observe for Star A were the dust not there to the brightness we actually observe?)

23. We find a Star A, which is a nearby Class G star, and we use stellar parallax to find its distance to be 10 parsecs. Now we observe star B, another Class G star with half the apparent brightness of Star A, but its distance is too far for stellar parallax to detemine. Assume that all Class G stars have the same luminosity, calculate the distance to star B.

24. Night-vision goggles use infrared-sensitive detectors to observe people and animals at night. Why is an infrared detector more effective than a visible light detector for this application?

25. Tiga bintang diamati magnitudo dalam panjang gelombang visual (V) dan biru (B) seperti yang diperlihatkan dalam tabel di bawah.

No.

B

V

 

1 8,52

8,82

 

2 7,45

7,25

 

3 7,45

6,35

a. Tentukan bintang nomor berapakah yang paling terang ? Jelaskanlah alasannya

b. Bintang yang anda pilih sebagai bintang yang paling terang itu dalam kenyataannya apakah benar-benar merupakan bintang yang paling terang ? Jelaskanlah jawaban anda.

c. Tentukanlah bintang mana yang paling panas dan mana yang paling dingin. Jelaskanlah alasannya.

26. Dalam Stars Wars, suatu peradaban berhasil membelah bintang menjadi dua bagian tanpa mengubah kerapatan dan temperaturnya. Apa yang terjadi dengan kecerlangan semu bintang sekarang? Berapa kali lebih terang/redup dibandingkan keadaan mula – mula?

27.

Dua bintang memiliki magnitudo mutlak sama. Bintang A seratus kali lebih jauh daripada bintang B. Berapa perbedaan magnitudo semunya? Bintang mana yang nampak lebih terang?

28. Perhatikan sebuah konstelasi bintang di bawah ini !

= - 0, 8 = 1,8 m Pst m Pst = 7 m Pst =
= - 0, 8
= 1,8
m Pst
m Pst
= 7
m Pst
= 1,25
m Pst
= -1,2
m Pst
= 3
m Pst
= 6,3
m Pst
= 8,52
m Pst

a.

Bintang manakah yang tampak paling terang ?

 

b.

Bintang mana saja yang dapat terlihat dengan mata telanjang ?

 

c.

Bintang mana yang 1000 kali lebih redup dari bintang Pst ?

d.

Jika diketahui magnitudo mutlak bintang

Pst

adalah

4,78 , berapakah

jaraknya ke pengamat ?

e.

Jika sudut paralaks bintang Pst 0”, 125 . Hitunglah magnitudo mutlaknya !

29. Mengapa perlu ada banyak bintang standar sebagai acuan pengukuran magnitudo ?

a.

b. Apa yang dimaksud dengan indeks warna ?

c. Jika bintang terlemah yang dapat diamati bermagnitudo 29. Hitunglah perbandingan kecerlangannya terhadap Matahari yang bermagnitudo -26,7 !

30. Two stars have the same absolute magnitude. One is thousand times farther away than the other. What is the difference in apparent magnitudes? Which magnitude larger?

31. Dalam astronomi kecerlangan suatu benda langit dinyatakan dengan besaran magnitudo ( m ). Rumus Magnitudo adalah :

m = - 2,5 log

C

C

0

C adalah banyaknya foton (energi cahaya ) yang diterima oleh detector dari benda langit yang diamati tiap detik. C 0 adalah suatu tetapan yang satuannya sama dengan C. Harga C 0 ini tetap untuk suatu detector tertentu. Sebuah bintang yang terletak pada jarak 100 tahun cahaya dari bumi magnitudonya 7. Berapakah magnitudo bintang tersebut jika jaraknya 1 tahun cahaya dari bumi ?

32. Two stars have the same apparent magnitude and are of the same spectral type. One is twice as far away as the other. What is the relative size of the two stars?

33. Panjang gelombang maksimum spektrum sebuah bintang adalah 2,898 x 10 3 Å. Berapakah temperatur bintang tersebut? Dapatkah kamu menentukan termasuk kelas spektrum apakah bintang tersebut?

34. Bintang A dan bintang B mempunyai kelas spektrum dan kelas luminositas yang sama. Magnitudo visual bintang A adalah m A = 12 sedangkan bintang B adalah m B = 17. Apabila absorpsi oleh materi antar bintang dan oleh atmosfer bumi diabaikan, tentukanlah bintang mana yang jaraknya lebih jauh?

35. Dari hasil pengamatan fotometri pada sebuah bintang didapatkan U = 18,15, B = 18,50 dan V = 18,14. Berdasarkan kelas spektrumnya diperoleh harga (U - B) o = -0,45. Apabila radius bintangnya adalah 2,3 R , magnitudo mutlak

bolometriknya adalah - 0,25 dan koreksi bolometriknya adalah -0,15, tentukanlah:

a. Magnitudo instrinsik U, B, dan V

b. Temperatur efektif bintang

c. Jarak sebenarnya bintang tersebut

36. There are two stars in a binary star system. Star A has the peak of its radiation occurring at 7.2x10 -5 cm wavelength and star B has the peak of its radiation occurring at 4.5x10 -5 cm wavelength. a. How do the star's temperatures compare?

b. Assume the stars are both the same diameter. How much more luminosity does the hotter star have than the cooler star?

c. If the dimmer star has apparent visual magnitude of 4.0, what is the approximate visual magnitude of the brighter star? (Both stars are at the same distance.)

d. If the dimmer star has intrinsic visual magnitude of 2.0, what is the approximate intrinsic visual magnitude of the brighter star? (Both stars are at the same distance.)

37. Suppose the surface temperature of the Sun were three times hotter than it is now. How much more energy flux would the Sun emit?

38. Dua buah bintang tampak di langit memiliki magnitudo mutlak yang sama.

Bintang yang pertama jaraknya 1000 kali bintang yang kedua. Hitunglah :

a. perbandingan magnitudo semunya

b. perbandingan fluks energinya

39. Planet Pluto berjarak 40 kali jarak Matahari dari Bumi . Hitunglah perbandingan intensitas cahaya Matahari yang diterimanya dibandingkan yang diterima Bumi !

40. Bagaimana perbandingan antara konstanta Matahari untuk Jupiter dengan konstanta Matahari untuk Pluto ( Jarak Jupiter – Matahari 5,2 AU dan jarak Pluto-Matahari 38,8 AU ) ?

41. Bintang mempunyai magnitudo semu visual 1,16 dan koreksi bolometrik 0,08. Jika magnitudo mutlak bolometriknya 1,87 dan diameter sudutnya 21 x 10 -9 detik busur. Tentukan :

a. Jarak Bintang

b. Luminositas bintang ( dalam satuan Matahari)

42. Diketahui magnitudo semu matahari -26,8 dan magnitudo semu bulan purnama adalah -12,6. Tentukan tingkat kecerlangan Matahari terhadap bulan purnama!

43. Sebuah bintang ganda kecerlangan komponen pertamanya +3 dan komponen keduanya +5.

a. Berapakah magnitudo gabungannya ?

b. Berapa kali lebih terang koomponen pertama dibandingkan dengan komponen keduanya ?

44. Young scientists from the Komi-Republic territory (in the Russian Federation) registered a few days ago a new object looking like an eclipsing binary star. But

the period of this star was not stable: the stellar magnitude of the object is usually equal to 24.32m. Once every 7-11 seconds it is rising to 24.52m for 0.2-0.3 seconds. After investigations it was clear that the shining object is eyes of a group

of absolutely black cats sitting on a small absolutely black body in our Solar

System and looking towards the Sun! And one of the cats is blinking! Calculate the number of cats in the group sitting on the small body and looking to the Sun. Draw a picture explaining your solution. Consider that all the cats are equal in

size.

45. Perbedaan terang antara Mars ketika Mars sedang beroposisi dibandingkan ketika Mars sedang berkonjungsi lebih besar daripada perbedaan planet Jupiter saat sedang beroposisi dan saat sedang berkonjungsi. Jelaskan mengapa? (Jarak Matahari-Mars = 1,52 AU dan jarak Matahari-Jupiter = 5,2 AU )

46. Berapa kali lebih lemah atau lebih kuat echo radar dari Venus pada saat konjungsi inferior dibandingkan dengan Venus saat sedang berkonjungsi superior bila dilihat dari Bumi? Jarak Matahari-Venus = 0,7 AU.

47. Bintang Vireo yang 1000 kali lebih terang dari bintang Oreo, berada 25 kali lebih jauh dari bintang Oreo. Bintang mana yang nampak lebih terang jika dilihat dari Bumi ?

48. Bintang deret utama dengan indeks warna = 0 mempunyai magnitudo absolut +1. Dalam color magnitudo diagram gugus bintang tertentu diketahui bahwa bintang dengan indeks warna = 0 mempunyai magnitudo semu +6. Berapa jarak gugus tersebut ( abaikan absorpsi ) ?

49. Andaikan debu pengabsorpsi yang ada di antara bintang dan kita melemahkan cahaya bintang tersebut sedemikian besarnya sehingga 10% dari cahaya bintang yang sampai ke pengamat dan pengamat tidak sadar adanya pelemahan tersebut. Berapa besar kesalahan dalam modulus jarak bintang tersebut ?

50. Dua bintang yang identik mempunyai kecerlangan (fluks) yang berbeda. Bintang

A berjarak 10 parsek dari Bumi, bintang B berjarak 30 parsek. Bintang yang

manakah yang lebih terang, dan berapakah perbedaan kecerlangannya ?

51. Dua bintang yang identik mempunyai kecerlangan (fluks) yang berbeda. Bintang

A berjarak 5 pc dari Bumi dan tampak 81 kali lebih terang dari bintang B.

Berapakah jarak bintang B dari Bumi ?

52. Suppose a star named Oreo, just like the sun (same temparture and size) were located 250.000 Astronomical Unit from us. How many fainter than the sun would it appear ?

53. Two identical stars but star B is 10 X farther than star A. What is the difference in magnitudes between the two stars ?

54. Exactly 47 years ago, on October 4, 1957, the first artificial satellite of the Earth, “Sputnik I“, was launched. Soon after animals went to space. At first there were Russian dogs, then american monkeys. And the French goverment planned to send cats into space, and not simply one or two cats, but a whole crew of 5 cats! You can see the squad of French cat astronauts ( five members of the main crew and one doubler/reserved astronauts ) on the photo (not included here !). In one of the experiments the cats were illuminated by a strong floodlight located on the

Eiffel tower and the data were analyzed. The experiments with the doubler located 10 km from Eiffel tower, have shown, that each of its eyes when hit by this floodlight sparkles as a star of 7 m (while observed from Eiffel tower).

a. Calculate appoximately the visible stellar magnitude of the total constellation of the eyes of the crew, if the satellite is flies above Paris at an altitude of 250 km.

b. Estimate roughly from what maximum distance the members of the main crew

could determine that the light of the eyes of the cat-doubler is not simpley a single star but a binary star ? ( Consider all the crew members and doubler to be identical to each another. The height of the Eiffel tower is 300 m )

55. Dari hasil pengamatan terhadap bintang Psa diperoleh m v = 1,16 dan diameter

sudutnya = 2,10 . 10 -3 detik busur. Apabila magnitudo absolut bolometrik bintang ini adalah 1,87 dan koreksi bolometriknya adalah 0,08. Tentukanlah :

a. Temperatur efektif

b. Jarak bintang ( andaikan bintang tidak mengalami absorpsi )

c. Radiusnya

d. Luminositasnya

56. Tiga bintang diamati magnitudo semunya dalam panjang gelombang biru (B) dan visual (V) seperti yang diperlihatkan dalam tabel di bawah ini,

B

V

1 17,2

19,5

2 12,4

15,6

3 8,2

6,8

a. Dilihat dengan mata, bintang manakah yang paling lemah? Jelaskan jawabanmu.

b. Dalam kenyataannya bintang yang paling lemah tersebut apakah benar-benar bintang yang lemah cahayanya? Jelaskan jawabanmu.

c. Bintang manakah yang paling panas dan yang paling dingin? Jelaskan jawabanmu.

57. Sebuah

bintang

ganda,

magnitudo

totalnya

10,18.

Magnitudo

salah

satu

komponennya adalah 12,72. Berapakah magnitudo komponen yang lainnya ?

58. Energi matahari yang diterima di bumi adalah 1380 Watt/m 2 . Tentukanlah energi matahari yang diterima oleh planet-planet lainnya, apabila jarak planet tersebut diketahui seperti dalam tabel di bawah ini.

Energi Matahari yang diterima (dalam Watt/m 2 )

Jaraknya dari Matahari (dalam Km)

Nama Planet

Merkurius

57 910 000

Venus

108 200 000

Bumi

149 600 000

1380

Mars

227 940 000

Jupiter

778 330 000

Saturnus

1 429 400 000

Uranus

2 870 990 000 4 504 300 000 5 913 520 000

Neptunus

Pluto

59. Today is the 46th anniversary of the start of the “cosmic era”. History changed on October 4, 1957 , when the world’s first artificial satellite, Sputnik I, was succesfully launched. It was about the size of basketball, a sphere of 580 mm in diameter with a mass of 83,6 kg and a 2 mm thick surface of highly polished aluminium alloy. The Russian word “sputnik” means “companion” (“satellite” in the astronomical sense). Sputnik I had an elliptical orbit – at perigee , just after launch, it was 227 km from the Earth’s surface, and 945 km at apogee. It reamined in orbit until January 4 , 1958. Estimate ( with necessary figures and calculation), whether was it possible to observe the satellite with the naked eye.

60. The sun has a parallax of p s = 8".8, and a star with the same absolute brightness p * = 0".022. Is it possible to observe the star at night sky visually?

61. One star peaks at 2000 A. Another peaks at 10000 A. Which one emits more radiation at 2000 A? Which one emits more radiation at 10000 A? What is the ratio of the total radiation emitted by the two stars? Consider the stars as black bodies.

62. From luminosity and surface temperature, we can calculate the radius of Sirius. It is 26 times as luminous as the Sun and has a surface temperature of 9200 K. The sun has a surface temperature of 6000 K. What is Sirius’ radius in solar radii ?

63. You observe a small cluster containing the following stars: five A-type stars (each with an absolute magnitude (M) of 0 ), ten G-type stars (each with M = 4.5) and twenty K-type stars (each with M = 6). What is:

a) the cluster's absolute magnitude. For reference, you may assume that M Sun =

4.8.

b) the cluster's apparent magnitude if it is 500 pc from Earth (ignore extinction).

64. Suppose you observe an interstellar, dark cloud (like a Bok globule), which is at a distance of 500 pc and which has an angular diameter of 2'. What would be the apparent magnitude of a young proto-star in the center of the cloud, if the proto- star's luminosity is 10,000 L Sun , and the cloud's extinction coefficient (k V ) is 100 mag/pc? You may assume that the cloud is perfectly spherical and that M Sun = 4.8 mag.

65. Suppose you use a bunch of different filters to obtain a distant star's flux at different frequencies. After making all your measurements you get the following numbers (note that 3.00E+15 means 3x10 15 ):

Frequency

 

Flux

3.00E+15

1.40E+10

2

50E+15

1

73E+11

2.08E+15

1.21E+12

1.74E+15

5.26E+12

1.45E+15

1.54E+13

1

21 E+15

3

22E+13

1.00E+15

5.14E+13

8

37E+14

6

52E+13

6.98E+14

6.86E+13

5.81 E+14

6.18E+13

4.85E+14

4.91 E+13

4.04E+14

3.53E+13

3.36E+14

2.34E+13

2.80E+14

1.46E+13

2.34E+14

8.63E+12

1.95E+14

4.91E+12

1.62E+14

2.71E+12

1.35E+14

1.45E+12

1.13E+14

7.65E+1 1

9.39E+13

3.97E+11

7.83E+13

2.03E+11

6.52E+13

1.03E+11

5.43E+13

5.15E+10

4

53E+13

2

57E+10

3

77E+13

1

27E+10

3.14E+13

6.28E+09

a) What is the temperature of the star?

b) What is the star's luminosity assuming it has a radius equal to that of the Sun (R Sun = 6,96 x 10 8 m )?

66. Over the course of a single night you observe a single star a few different times. At each time you measure the star's elevation and magnitude as the following :

Altitude

 

(°)

magnitude

30

12.58

± 0.05

45

12.44

±0.05

55

12.35

± 0.05

67

12.32

± 0.05

82

12.30

± 0.05

Find both the atmospheric extinction coefficient as well as the true apparent magnitude of the star (as it would be measured from space).

67. Diketahui konstanta energi Matahari adalah 1368 W/m 2 . Jika diketahui albedo (yaitu fraksi jumlah energi yang dikembalikan ke ruang angkasa) Bumi adalah 0,3, maka :

a. Hitung berapa fluks energi total yang diterima oleh Bumi dari Matahari !

b. Dengan mempertimbangkan nilai albedonya, berapakah pemanasan yang diakibatkan oleh fluks energi Matahari tersebut?

c. Sementara itu, Bumi “memancarkan” energi sesuai dengan hukum Stefan- Boltzmann. Dengan menganggap terjadi kesetimbangan energi, tentukan berapa temperatur efektif bumi.

d. Coba bandingkan dengan kenyataan, apakah sesuai demikian? Bagaimana menjelaskan fenomena tersebut ?(Asumsikan temperatur rata-rata Bumi 26 0 C)

68. Andaikan pengamat di luar tata surya mengamati Matahari. Sesekali, Jupiter akan melintasi Matahari (transit) sehingga Matahari akan nampak sedikit lebih redup. Hitunglah berapakah perubahan magnitudo Matahari saat transit Jupiter itu terjadi saat diamati pengamat yang berjarak 5.000 pc dari Matahari? Jika pengamat tersebut mempunyai teknologi fotometer yang sama seperti di Bumi, mungkinkah perubahan magnitudo tersebut teramati/terdeteksi?

69. Would an infrared detector operating at 100 microns on a satellite orbiting 300 km above Earth be able to see you from space?

70. Berapa radius bintang (dalam satuan radius Matahari) dengan karakteristik:

luminositasnya sama dengan 80 kali luminositas Matahari, temperatur 12000 K (andaikan temperatur Matahari 6000 K)? Pada panjang gelombang berapa bintang itu memancarkan radiasinya yang paling besar?

71. Lima bintang mempunyai data sebagai berikut :

Bintang

B

V