Anda di halaman 1dari 12

URAIAN TUGAS PETUGAS KESEHATAN LINGKUNGAN

Diposkan oleh Nur salim, Amd.KL

1. Menyusun rencana kegiatann pelayan kesehatan lingkungan berdasarkan data program


puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

2. Melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan meliputi pendataan, pengawasan dan pembinaan


SAB, JAGA, TTU/TPM/Pestisida, penyuluhan kesehatan lingkungan, mengatur dan mengawasi
petugas kebersihan UPT Puskesmas dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur
dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

3. Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan kesehatan lingkungan secara keseluruhan.

4. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan.

5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

KEGIATAN PENYEHATAN LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN

Sesuai dengan Peraturan Walikota Batam No 10 th 2008 tentang uraian tugas dan fungsi Seksi Penyehatan
Lingkungan berada pada bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.
Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan dalam melaksanakan penyehatan lingkungan yang berkaitan dengan Higiene dan Sanitasi

di

permukiman, tempat-tempat umum, industri dan tempat kerja serta melakukan penyehatan air, pengawasan limbah
medis dan operasional laboratorim kesehatan lingkungan
Uraian tugas sebagai mana di maksud meliputi :
1.

Penyusunan rencana dan program kerja seksi penyehatan lingkungan

2.

Pemberian petunjuk dan pembinaan dalam penyelenggaraan kegiatan penyehatan lingkungan di


permukiman, tempat-tempat umum, tempat pendidikan dan tempat kerja.

3.

Pelaksanaan pembinaan dan kordinasi penyelenggaraan penyehatan lingkungan industri besar dan kecil
yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi.

4.

Pembinaan, koordinasi dan penyelenggaraan kegiatan penyehatan air dan limbah medis.

5.

Penyelenggaraan upaya pengembangan dan opersional laboratorium kesehatan lingkungan.

6.

Penyusunan dan pembuatan laporan seksi kepada kepala bidang.

7.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepala bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
Dalam rangka melakukan pemberian petunjuk dan pembinaan dalam penyelenggaraan kegiatan penyehatan
lingkungan di permukiman, pada tahun 2012 ini Dinas Kesehatan melakukan pembinaan dan monitorong ke wilayahwilayah kerja puskesmas yang ada di Kota Batam dalam melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM).

Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ini dituangkan dalam suatu Keputusan Menteri Kesehatan RI
Nomor: 852/MENKES/SK/IX/2008.
Komponen dasar dari STBM itu adalah :
1.

Perubahan Perilaku

2.

Peningkatan akses sanitasi yang berkelanjutan

3.

Pengelolaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan

4.

Dukungan institusi kepada masyarakat (enabling environment)


Dengan menitik beratkan tujuan / sasaran program kepada 5 (lima) pilar perobahan perilaku masyarakat, yg dikenal
dengan 5 pilar STBM, yaitu :

1.

Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)

2.

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

3.

Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT)

4.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

5.

Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga ( Limbah Cair RT )

Pendekatan yang dilakukan untuk mengubah perilaku higiene* dan sanitasi ini dilakuakan melalui pemberdayaan
masyarakat dengan metode pemicuan lansung ke masyarakat sasaran, dengan harapan masyarakat tersebut
terpicu untuk merobah perilaku nya kearah yang lebih baik sehingga angka kejadian penyakit berbasis lingkungan
yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku akirnya dapat di tekan melalui penciptaan kondisi sanitasi total ini.
Beberapa pemicuan kemasyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas, dengan bimbingan Dinas Kesehatan Kota
BAtam yang dilakukan baru-baru ini : (februari maret 2012), yaitu :
1. Pemicuan yang dilakukan di Kampung Baloi Kebun wilayah kerja Puskesmas Baloi Permai
2.Pemicuan STBM ke masyarakat kampung tua sei binti wilayah kerja PKM Sei Lekop
3. Pemicuan STBM di kampung bukit timur lubuk baja wilayah kerja PKM Lubuk Baja
4. Pemicuan STBM yang dilakukan dinas kesehatan kota batam dan sanitarian PKM Sambau ke desa bakau serip di
wilayah kerja PKM Sambau dengan cara turun lansung ke rumah penduduk
Selain menggalakan STBM seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam juga melakukan beberapa
kegiatan untuk pelaksanaan program Lingkungan Sehat antara lain :

KEGIATAN PENYEHATAN TEMPAT-TEMPAT UMUM


Tempat-tempat Umum merupakan Suatu tempat dimana banyak orang berkumpul untuk melakukan kegiatan baik
secara insidentil maupun terus-menerus, baik secara membayar maupun tidak. Sedangkan Usaha-usaha untuk
umum merupakan Suatu usaha/kegiatan yang menghasilkan barang / jasa yang bertujuan untuk dapat dinikmai dan
dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.

Dasar Hukum
UU No.23 thn 1992 tentang Kesehatan
UU No.11 thn 1962 tentang Hyangiene utk Usaha bagi Umum
UU No.2 thn 1966 tentang Hyangiene
Permenkes No.061/MENKES/PER/I/1990 tentang Persyaratan Kesehatan Kolam Renang dan Pemandian Umum
Permenkes No.80/MENKES/II/1990 tentang Persyaratan Kesehatan Hotel
Peraturan daerah yang mengatur kegiatan-kegiatan usaha bagi umum
Penyehatan sanitasi tempat-tempat umum bertujuan untuk mewujudkan kondisi TTU yang memenuhi syarat agar
masyarakat pengunjung terhindar dari kemungkinan bahaya penularan penyakit serta tidak menyebabkan gangguan
terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu juga agar pengunjung TTU menggunakan dan memelihara fasilitas

sanitasi yang tersedia di TTU tersebut, juga agar pengelola/penanggung jawab TTU dengan upaya sendiri
menciptakan sanitasi TTU
Ruang Lingkup STTU
1.

Penyediaan air minum (Water Supply)

2.

Pengelolaan sampah padat, air kotor, dan kotoran manusia (Wastes Disposal meliputi sewage, refuse,
dan excreta)

3.

Hygiene dan sanitasi makanan (Food Hygiene and Sanitation)

4.

Perumahan dan kontruksi bangunan (Housing and Construction)

5.

Pengawasan vektor (Vector Control)

6.

Pengawasan pencemaran fisik (Physical Pollution)

7.

Hygiene dan sanitasi industri (Industrial Hygiene and Sanitation)

Usaha Sanitasi Tempat-Tempat Umum


1.

Pengawasan dan pemeriksaan faktor lingkungan TTU serta faktor manusia yang melakukan kegiatan.

2.

Penyuluhan terhadap masyarakat (edukasi) terutama untuk yang menyangkut pengertian dan kesadaran
masyarakat terhadap bahaya2 yang timbul dari TTU
Berikut Tempat-Tempat Umum yang di bina oleh Dinas Kesehatan

I. HOTEL/PENGINAPAN
Usaha penyehatan usaha-usaha bagi umum termasuk hotel sangat penting dilakukan untuk meningkatkan
kesehatan masyarakat. Penyehatan Hotel perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dan
gangguan kesehatan serta untuk mendorong pengembangan pariwisata.

Hotel-hotel yang dibina oleh Dinas kesehatan dalam bulan Februari maret 2012 adalah
1.

Hotel Amir

2.

Hotel holiday inn

3.

Harist resort tanjung riau

4.

I hotel

5.

S hotel

6.

Hotel 89
II. PASAR
Pasar yang dikunjugi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkunagn dinas kesehatan kota
batam di bulan februari maret 2012

1.

Pasar aviari

2.

Pasar fanindo

3.

Kampung becek
III. PANTI PIJAT/MASSAGE
Dasar pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Panti Pijat adalah Kep. Menkes 288/Menkes/SK/III/2003 tentang
Pedoman Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum. Sedangkan komponen penilaian meliputi :
1. Ruang tunggu
2. Ruang kerja
3. Fasilitas Sanitasi
4. Peralatan Kerja dan
5. Karyawan
Panti pijat yang dikunjugi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkunagn dinas kesehatan kota
batam di bulan februari maret 2012
1.fortune massage
2.Beautiful massage
3.top one massage
IV.

KOLAM RENANG/PEMANDIAN UMUM

Dasar

pelaksanaan

penyehatan

klam

renang

dan

pemandian umum ini tepat pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-

Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Sedangkan Komponen umum inpeksi sanitasi kolam renang dan pemandian
umum meliputi :
1. Tata Bangunan
2. Konstruksi bangunan
3. Kelengkapan
4. Persyaratan bangunan dan fasilitas sanitasi (seperti bak cuci kaki untuk kolam renang, dll), serta
5. Area kolam renang dan kolam pemandian umum
Kolam Renang yang dikunjugi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkungan dinas kesehatan
kota batam di bulan februari maret 2012
1.

Kolam renang shangrila

2.

Kolam renang sukajadi

KEGIATAN PENGAWASAN KUALITAS AIR MINUM


Depot air minum adalah badan usaha yang mengelola air minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah
dan tidak dikemas (Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum, Dirjen P2PL
Depkes RI Tahun 2008).
Dasar pelaksanaan penyehatan Depot Air Minum ini adalah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Kepmenkes tersebut
dalam kaitan dengan Depot Air Minum ini antara lain mengatur :
Pasal 2
Jenis air minum meliputi (harus memenuhi syarat kesehatan air minum)
a. Air yang didistribusikan melalui pipa untuk keperluan rumah tangga;
b. Air yang didistribusikan melalui tangki air;
c. Air kemasan;
d. Air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat;

Pasal 6
Pemeriksaan sampel air minum dilaksanakan di laboratorium pemeriksaan kualitas air yang ditunjuk oleh Pemerintah
Kabupaten/Kota.
Pasal 9
Pengelola penyediaan air minum harus:
a. menjamin air minum yang diproduksinya memenuhi syarat kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan secara
berkala memeriksa kualitas air yang diproduksi mulai dari:
- pemeriksaan instalasi pengolahan air;
- pemeriksaan pada jaringan pipa distribusi;
- pemeriksaan pada pipa sambungan ke konsumen;
- pemeriksaan pada proses isi ulang dan kemasan;

b. melakukan pengamanan terhadap sumber air baku yang dikelolanya dari segala bentuk pencemaran berdasarkan
peraturan perundangan yang berlaku.
Peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan untuk pengolahan air minum harus menggunakan peralatan yang
sesuai dengan persyaratan kesehatan (food grade) seperti pada :
1.

Pipa pengisian air baku

2.

Tandon air baku

3.

Pompa penghisap dan penyedot

4.

Filter

5.

Mikro Filter

6.

Kran pengisian air minum curah

7.

Kran pencucian/pembilasan botol

8.

Kran penghubung (hose)

9.

Peralatan sterilisasi
Sedangkan Air baku yang dipergunakan pada depot air minum ini harus memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
Depot Air Minum yang dikunjungi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkungan dinas
kesehatan kota batam di bulan februari maret 2012

1.

DEPOT AIR MINUM STAR WATER

2.

DEPOT AIR MINUM VI QUA

3.

DEPOT AIR MINUM GUNUNG SALJU

4.

DEPOT AIR MINUM SCF QUA

5.

DEPOT AIR MINUM NURUL HIDAYAH

6.

DEPOT AIR MINUM ANUGRAH

7.

DEPOT AIR MINUM JAMBU QUA

8.

DEPOT AIR MINUM TIRTA KENCANA

9.

DEPOT AIR MINUM EL DOROK WATER STORE

10.

DEPOT AIR MINUM FERZA QUA

11.

DEPOT AIR MINUM BRITA WATER

Selain itu seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam juga melakukan inspeksi sanitasi serta
pembinaan ke pabrik pabrik Es Kristal yang ada di Batam, seperti
1.

Pabrik Es Bunga Mawar

2.

Pabrik Es SPA

3.

Pabrik Es ATLAS

Anda mungkin juga menyukai