Anda di halaman 1dari 4

Fisiology Tekanan Pleura dan Cairan Pleura

Tekanan pada rongga tipis yang berada di antara pleura visceral dan parietal
pada keadaan normal memiliki tekanan subatmosphirik kecil walaupun tidak
adanya kontraksi dari otot-otot inspirasi (diafragma, otot internal interkosta).
Tekanan negatif intrapleura (tekanan negatif intrathorak) yang bernilai -3
sampai -5 cmH2O ini umumnya dikarenakan interaksi mekanik antara paru
dan dinding dada. Pada saat akhir ekspirasi, ketika seluruh otot telah
relaksasi, paru-paru dan dinding dada akan bekerja oposisi satu dengan
lainnya. Dimana paru-paru akan mencoba menurunkan volume dikarenakan
inward elastic recoil yang terjadi akibat dilatasinya dinding alveolar, dan
disaat yang sama dinding dada mencoba untuk meningkatkan volumenya
dikarenakan outward elastic recoil . yang akhirnya menyebabkan dinding
dada menahan alveoli agar tetap terbuka dan bersifat kebalikan dengan
elastic recoilnya. Dan proses penarikan ini terjadi pula pada paru-paru yang
menahan dinding dada untuk tetap mengarah masuk (mengecil). Karena
interaksi inilah tekanan bernilai negatif pada rongga pelura yang
permukaannya tipis (10-30 m) dan terisi dengan cairan serosa ini.
Pada keadaan normal rongga ini tidak terdapat adanya gas, dan cariran
serosa yang mengisi rongga ini berjumlah 15-25 mL pada orang dewasa.
Cairan pleura ini merupakan cairan
transudasi yang berasal dari kapiler
pleura. Drainase dari cairan ini terjadi via
saluran limfatik yang menuju
1) mediastinum,
2) permukaan superior dari diafragma dan
3) bagian permukaan lateral dari pleura
parietal.
Dikarenakan hasil transudasi, cairan ini
jernih, kekuningkuningan (serosa).
Pada proses inspirasi, otot-otot inspirasi
akan berkontraksi dan meningkatkan
volume rongga dada. Hal ini akan
meningkatkan outward stress pada paruparu dan membuat tekanan intrapleural
akan menjadi lebih negatif, sehingga
tekanan transmural akan semakin meningkat dan lebih kuat menarik dinding
alveolar untuk berdilatasi. Dilatasi akan meningkatkan volume alveolar dan
menurunkan tekanan alveolar untuk lebih negatif, sehingga udara diluar
dapat masuk ke dalam.

Routine Pleural Fluid Tests for Pleural Effusion


Test

Test value

Suggested diagnosis

Comments

Adenosine

> 40 U per L

Tuberculosis (> 90 percent),

In the United States, ADA is not

deaminase (ADA) (667 nkat per empyema (60 percent),


L)

routinely requested because of the

complicated parapneumonic

low prevalence of tuberculous

effusion (30 percent),

pleurisy.

malignancy (5 percent),
rheumatoid arthritis5
Cytology

Present

Malignancy

Actively dividing mesothelial cells


can mimic an adenocarcinoma.

Glucose

< 60 mg per

Complicated parapneumonic

In general, pleural fluids with a low

dL (3.3 mmol

effusion or empyema,

glucose level also have low pH and

per L)

tuberculosis (20 percent),

high LDH levels.

malignancy (< 10 percent),


rheumatoid arthritis5
Lactate

> Two thirds

Any condition causing an

Very high levels of pleural fluid LDH

dehydrogenase

of upper

exudate

(> 1,000 U per L) typically are found

(LDH)

limits of

in patients with complicated

normal for

parapneumonic pleural effusion and

serum LDH

in about 40 percent of those with


tuberculous pleurisy.5

LDH fluid

> 0.6

toserum ratio

Any condition causing an

Most patients who meet the criteria

exudate

for an exudative effusion with LDH


but not with protein levels have
either parapneumonic effusions or
malignancy.3

Protein fluid to

> 0.5

serum ratio

Any condition causing an

A pleural fluid protein level > 3 mg

exudate

per dL suggests an exudate, but


when taken alone this parameter
misclassifies more than 10 percent
of exudates and 15 percent of
transudates.13

Red blood cell

> 100,000

Malignancy, trauma,

count

per mm (100

parapneumonic effusion,

A fluid hematocrit < 1 percent is

Test value

Suggested diagnosis

Comments

106per L)

pulmonary embolism

nonsignificant.13

White blood cell

> 10,000 per

Empyema, other exudates

In purulent fluids, leukocyte count is

count and

mm (10 3

(uncommon)

commonly much lower than

differential

10 per L)

Test

expected because dead cells or

other debris account for much of the


turbidity.
Eosinophils

> 10 percent

Not diagnostic

The presence of air or blood in the


pleural space is a common cause.
No diagnosis is ever obtained in as
many as one third of patients with
eosinophilic pleural effusion.3

Lymphocytes

> 50 percent

Malignancy, tuberculosis,

Pleural fluid lymphocytosis > 90

pulmonary embolism,

percent suggests tuberculosis or

coronary artery bypass

lymphoma.

surgery
Neutrophils

> 50 percent

Parapneumonic effusion,

In about 7 percent of acute

pulmonary embolism,

tuberculous pleurisy and 20 percent

abdominal diseases

of malignant pleural effusions, a


neutrophilic fluid predominance can
be seen.

Referensi :
1. Pulmonary Physiology Lange 6th Edition : p12-14
2. Fishman Pulmonary Disease 4th Edition : p24, p148
3. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology 11th Edition : p489-490
4. http://www.aafp.org/afp/2006/0401/p1211.html
5. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0004090/