Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis
yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Secara umum
generator DC tidak berbeda dengan motor DC kecuali pada arah aliran
daya. Berdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan medannya,
generator arus searah DC dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
generator berpenguatan bebas dan generator berpenguatan sendiri.
Dalam kehidupan kita sehari-hari Generator DC dapat berfungsi
sebagai salah satu pembangkit arus searah di bengkel-bengkel atau pabrik,
sebagai pengisi accu pada perusahaan pengisi accu, sebagai pengisi accu
mobil, bahkan dipusat-pusat tenaga listrik berfungsi sebagai penguat
maknit (exiciter) pada generator utama.
Generator DC terdiri dua bagian yaitu stator (mesin DC yang diam)
dan bagian rotor (bagian mesin DC yang berputar). Bagian stator terdiri
dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box.
Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor
dan poros rotor.
Mengingat pentingnya penggunaan generator arus searah DC
dalam kehidupan sehari hari maka dalam makalah ini penulis mencoba
untuk menggambarkan mengenai dasar-dasar yang berhubungan mengenai
generator DC (arus searah).

B. Rumusan Masalah
1. Apa konstruksi dan komponen Generator DC?
2. Bagaimana prinsip kerja Generator DC?
3. Bagaimana prinsip tangan tanan pada pembangkitan tegangan
Generator DC?

4. Apa jenis-jenis Generator DC?


5. Apa aplikasi dari Generator DC?
6. Bagaimana Teori Dinamo Listrik?
C. Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui konstruksi dan komponen Generator DC.
2. Mengetahui prinsip kerja Generator DC.
3. Mengetahui prinsip tangan kanan pada pembangkitan tegangan
Generator DC.
4. Mengetahui jenis-jenis Generator DC.
5. Mengetahui aplikasi dari Genertaor DC
6. Mengetahui Teori Dinamo Listrik.

BAB II
LANDASAN TEORI
Generator adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber
energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses
ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak
kesamaan, tapi motor adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah

sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di
dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air, yang
menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi
mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap air yang jatuh melalui
sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam turbin angin, energi
surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apa pun sumber energi
mekanik yang lain.
Pada 1831-1832 Michael Faraday menemukan bahwa perbedaan potensial
dihasilkan antara ujung-ujung konduktor listrik yang bergerak tegak lurus
terhadap medan magnet. Dia membuat generator elektromagnetik pertama
berdasarkan efek ini menggunakan cakram tembaga yang berputar antara kutub
magnet tapal kuda. Proses ini menghasilkan arus searah yang kecil.
Desain alat yang dijuluki Cakram Faraday itu tidak efisien dikarenakan
oleh aliran arus listrik yang arahnya berlawanan di bagian cakram yang tidak
terkena pengaruh medan magnet. Arus yang diinduksi langsung di bawah magnet
akan mengalir kembali ke bagian cakram di luar pengaruh medan magnet. Arus
balik itu membatasi tenaga yang dialirkan ke kawat penghantar dan menginduksi
panas yang dihasilkan cakram tembaga. Generator homopolar yang dikembangkan
selanjutnya menyelesaikan permasalahan ini dengan menggunakan sejumlah
magnet yang disusun mengelilingi tepi cakram untuk mempertahankan efek
medan magnet yang stabil. Kelemahan yang lain adalah amat kecilnya tegangan
listrik yang dihasilkan alat ini, dikarenakan jalur arus tunggal yang melalui fluks
magnetik.
Generator dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Generator Arus Bolak-Balik (AC)
Generator arus bolak-balik yaitu generator dimana tegangan yang
dihasilkan (tegangan output) berupa tegangan bolak-balik.
2. Generator Arus Searah (DC)
Generator arus searah yaitu generator dimana tegangan yang
dihasilkan (tegangan output) berupa tegangan searah, karena di
dalamnya terdapat sistem penyearahan yang dilakukan bisa berupa

oleh komutator atau menggunakan dioda. Prinsip kerja generator DC


sama dengan generator AC. Namun, pada generator DC arah arus
induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang digunakan
pada generator DC berupa cincin belah (komutator).
Berdasarkan sistem pembangkitannya generator AC dapat dibagi menjadi
dua, yaitu :
1. Generator 1 fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya hanya terdiri dari
satu kumpulan kumparan yang hanya dilukiskan dengan satu garis dan
dalam hal ini tidak diperhatikan banyaknya lilitan. Ujung kumparan atau
fasa yang satu dijelaskan dengan huruf besar X dan ujung yang satu lagi
dengan huruf U.
2. Generator 3 fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya terdiri dari tiga kumpulan
kumparan yang mana kumparan tersebut masing-masing dinamakan lilitan fasa.
Jadi pada statornya ada lilitan fasa yang ke satu ujungnya diberi tanda U X;
lilitan fasa yang ke dua ujungnya diberi tanda dengan huruf V Y dan akhirnya
ujung lilitan fasa yang ke tiga diberi tanda dengan huruf W Z.
Bagian-bagian generator adalah sebagai berikut :
1. Rotor, adalah bagian yang berputar yang mempunyai bagian terdiri
dari poros, inti, kumparan, cincin geser, dan sikat-sikat.
2. Stator, adalah bagian yang tak berputar (diam) yang mempunyai
bagian terdiri dari rangka stator yang merupakan salah satu bagian
utama dari generator yang terbuat dari besi tuang dan ini merupakan
rumah dari semua bagian-bagian generator, kutub utama beserta
belitannya, kutub-kutub pembantu beserta belitannya, bantalanbantalan poros.
Generator merupakan salah satu aspek pendukung dalam sistem tenaga
dan merupakan salah satu aspek penting di dalam pengkonversian energi
elektromekanik, yaitu konversi energi dari bentuk mekanik ke listrik dan dari
bentuk listrik ke mekanik. Generator dapat digolongkan ke dalam sistem

pembangkit dimana sistem ini berperan untuk mengubah bentuk energi mekanik
menjadi energi listrik. Suatu mesin listrik (baik generator ataupun motor) akan
berfungsi bila memiliki, yaitu:
a. Kumparan medan, untuk menghasilkan medan magnet.
b. Kumparan jangkar, untuk mengimbaskan ggl pada konduktor- konduktor
yang terletak pada alur -alur jangkar.
c. Celah udara, yang memungkinkan berputarnya jangkar dalam medan
magnet.
Pada mesin arus searah, kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu
merupakan stator (bagian yang tidak berputar), dan kumparan jangkar merupakan
rotor (bagian yang berputar). Bila kumparan jangkar berputar dalam medan
magnet akan dibangkitkan tegangan (ggl) yang berubah-ubah arah setiap setengah
putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik.

e = Emax sin t
Untuk memperoleh tegangan searah diperlukan alat penyearah yang
disebut komutator dan sikat. Generator DC merupakan sebuah perangkat motor
listrik yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC
menghasilkan arus DC/arus searah. Generator DC dibedakan menjadi beberapa
jenis berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap
jangkar (anker), jenis generator DC yaitu:
a. Generator penguat terpisah
b. Generator shunt
c. Generator kompon

BAB III
PEMBAHASAN
A. Konstruksi Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet
permanen dengan 4 kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi
terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah
generator atau casis, serta bagian rotor.

Gambar 1. Konstruksi Generator DC


Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator (bagian mesin DC
yang diam) dan bagian rotor (bagian mesin DC yang berputar). Bagian
stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan
terminal box. Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor,
kipas rotor dan poros rotor.
1. Stator
Stator terdiri dari set-magnet dengan cincin baja dan lilitan kawat
yang menonjol dengan inti kutub utama, sepatu kutub yang terbuat dari
lempeng-elektro serta ilitan kawat penguat eksitasi seperti, dan intikutub bantu seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Konstruksi ini
biasanya terdapat pada mesin DC berdaya maksimum 20 kW. Mesin
jenis ini akan bekerja sepanjang ada magnetisasi. Untuk mesin dengan
daya hingga 1 kW, terdiri dari sebuah komutator berkutub utama, yang
terbuat dari baja atau empeng elektro dengan lilitan kawat. Sepatusepatu kutub dari kutub utama terdapat lilitan kompensasi.

Gambar 2 : Stator Mesin DC


7

2. Rotor
Bagian rotor (pada mesin DC seringkali disebut jangkar) terbuat
dari poros baja beralur dan lilitan kawat pada alur-alur tersebut.
Gambar 3 menunjukkan potongan sebuah mesin DC, dengan
komutator di ujung motor. Sikat arang (carbon brush) adalah bagian
dari stator. Sikat ini ditahan oleh pemegang sikat (brush holder).

Gambar 3: Potongan Mesin DC


3. Komutator
Komutator terdiri dari segmen-segmen dari tembaga, dibentuk
irisan memanjang searah dengan poros, masing-masing diisolasi satu
dengan yang lainnya dan dengan poros diisolasi oleh mika atau
phenolic resin. Komutator dipres pada poros anker. Kumparan anker
dihubungkan ke komutator untuk membentuk hubungan/rangkaian
kontinyu. Komutator berfungsi untuk menyearahkan arus induksi
bolak-balik dalam kumparan anker menjadi arus searah untuk
digunakan ke beban kelistrikan kendaraan.
Komutator adalah bagian mesin listrik yang perlu sering dirawat
dan dibersihkan. Bagian ini bersinggungan dengan sikat arang untuk
memasukkan arus dari jala-jala ke rotor. Gambar 4 menunjukkan
bagian dari sebuah komutator dan bagian lain yang saling berkaitan.

Gambar 4 : Komutator & Pemegang Sikat


Salah satu kelemahan dari mesin DC adalah kontak mekanis
antara komutator dan sikat arang yang harus terjaga dan secara rutin
dilakukan pemeliharaan. Tetapi mesin DC juga memiliki keunggulan
khususnya untuk mendapatkan pengaturan kecepatan yang stabil dan
halus.
4. Piringan tutup
Piringan tutup pada ujung-ujung rumah sebagai dudukan bantalanbantalan sebagai tempat berputarnya armatur. Bantalan yang terpasang
pada plat penutup untuk menahan beban torsi dari sabuk penggerak.
Tutup bagian belakang mempunyai lubang pelumasan untuk
memasukan oli pelumas. Sikat arang dipasang pada tutup bagian
belakang.
5. Pul kumparan medan / sepatu-sepatu kutub
Pul kumparan medan yang biasa disebut sepatu-sepatu kutub
dikonstruksi dari besi tuang. Pada bagian dalam dibentuk cekung untuk
menyesuaikan bentuk kontur bulat dari armatur dan mengurangi
hambatan magnetik dari jarak udara. Ujung-ujungnya diperpanjang
sebagai dudukan kumparan medan. Kutub-kutub magnet dipasangkan
dengan baut pada rumah generator.
6. Kumparan medan
Kumparan medan digulung dengan kawat yang berukuran kecil;
dengan tahanan relatif besar. Kumparan medan digulung dengan
bentuk yang sesuai, diisolasi dan dibentuk yang sesuai dengan kontur
rumah dan digulung pada kutub-kutub magnet.
7. Armatur/Anker/Jangkar

Armatur/Anker dinamo dikonstruksi dari plat-plat yang disusun


berlapis-lapis yang disatukan dalam satu poros dan mempunyai aluralur sebagai tempat kumparan. Kumparan dapat digulung langsung
pada alur-alur membentuk gulungan/kumparan armatur/anker.
Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder
beralur. Belitan tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan
induksi. Pada umumnya jangkar terbuat dari bahan yang kuat
mempunyai sifat feromagnetik dengan permiabilitas yang cukup besar.
Permiabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak
pada derah yang induksi magnetnya besar, sehingga tegangan induksi
yang ditimbulkan juga besar. Belitan jangkar terdiri dari beberapa
kumparan yang dipasang di dalam alur jangkar. Tiap-tiap kumparan
terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang.

Gambar 5. Jangkar Generator DC


Fluks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari
sebuah generator saat tanpa beban disebut Fluks Medan Utama
(Gambar 6). Fluks ini memotong lilitan jangkar sehingga timbul
tegangan induksi.

10

Gambar 6. Medan Eksitasi Generator DC


Bila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus
jangkar. Arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada
penghantar jangkar tersebut dan biasa disebut FIuks Medan Jangkar
(Gambar 7).

Gambar 7. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi


Jangkar (b).
Munculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang
terletak disebelah kiri kutub utara, dan akan memperkuat medan utama
yang terletak di sebelah kanan kutub utara. Pengaruh adanya interaksi
antara medan utama dan medan jangkar ini disebut reaksi jangkar.
Reaksi jangkar ini mengakibatkan medan utama tidak tegak lurus pada
garis netral n, tetapi bergeser sebesar sudut . Dengan kata lain, garis

11

netral akan bergeser. Pergeseran garis netral akan melemahkan


tegangan nominal generator. Untuk mengembalikan garis netral ke
posisi awal, dipasangkan medan magnet bantu (interpole atau kutub
bantu), seperti ditunjukkan pada Gambar 8.(a).

Gambar 8. Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub


Utama, Kutub Bantu, Belitan Kompensasi (b).
Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya
lebih kecil dari kutub utama. Dengan bergesernya garis netral, maka
sikat yang diletakkan pada permukaan komutator dan tepat terletak
pada garis netral n juga akan bergeser. Jika sikat dipertahankan pada
posisi semula (garis netral), maka akan timbul percikan bunga api, dan
ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya.
Oleh karena itu, sikat juga harus digeser sesuai dengan pergeseran
garis netral. Bila sikat tidak digeser maka komutasi akan jelek, sebab
sikat terhubung dengan penghantar yang mengandung tegangan.
Reaksi jangkar ini dapat juga diatasi dengan kompensasi yang
dipasangkan pada kaki kutub utama baik pada lilitan kutub utara
maupun kutub selatan, seperti ditunjukkan pada gambar 7 (a) dan (b),
generator dengan komutator dan lilitan kompensasinya.
Kini dalam rangkaian generator DC memiliki tiga lilitan magnet,
yaitu:
a. lilitan magnet utama
12

b. lilitan magnet bantu (interpole)


c. lilitan magnet kompensasi
Akibat-akibat buruk dari adanya Reaksi Jangkar, yaitu:
a. Terjadi distorsi medan.
b. Terjadi loncatan bunga api karena bertambah besarnya
tegangan.
c. Pada tiap perubahan beban daerah netral magnetik bergeser.
d. Terjadi demagnetisasi.
Cara-cara untuk membatasi reaksi jangkar, yaitu:
a.

Kutub Antara ( Kutub Komutasi)


Bentuknya

: Lebih kecil dari kutub-kutub utama

Tujuan

: Menempatkan daerah netral magnetic pada

tempatnya, sehingga tidak dipengaruhi keadaan beban dan


menentang efek induksi sendiri.
b.

Kumparan Kompensasi
Bentuknya

: Konsentrasi, ditempatkan pada kutub-kutub utama.

Tujuan

: Untuk mencegah distorsi (perubahan bentuk)

medan karena reaksi jangkar.


Pendemagnetan terjadi akibat adanya reaksi jangkar menyebabkan
turunnya fluks. Sedangkan fluks merupakan fungsi arus medan. Reaksi
jangkar timbul akibat adanya arus yang mengalir dalam konduktor jangkar.
Jadi, besarnya pendemagnetan bergantung pada besarnya arus jangkar dan
pengaruhnya terlihat pada arus medannya. Penentuan pendemagnetan
dapat dilakukan dengan membuat grafik If sebagai fungsi Ia pada tegangan
hasil pengukuran atau perhitungan.
Grafik yang didapatkan dari perhitungan merupakan grafik dengan
pengaruh pendemagnetan diabaikan. Untuk mendapatkannya, harga Ia
dihitung harga Ea. Dari harga Ea yang didapat ini dan dengan
menggunakan kurva pendemagnetan didapatkan harga If. Perhitungan
dilakukan untuk beberapa harga Ia. Dari Ia dan If yang berpasangan ini
dihasilkan suatu grafik seperti terlihat pada gambar di bawah ini yang
bertuliskan tanda hit.

13

Grafik yang didapatkan dari pengukuran grafik dengan pengaruh


pendemagnetan diikutsertakan. Caranya adalah dengan memasangkan
amperemeter pada kumparan medan dan kumparan jangkarnya. Dengan
membaca kedua amperemeter ini diperoleh suatu grafik seperti terlihat
pada gambar di atas yang bertuliskan tanda test.
Harga arus If dihasilkan dari pengukuran lebih besar daripada yang
didapatkan dengan perhitungan untuk Ia yang sama. Selisih antara kedua
grafik di atas menunjukkan besarnya pemagnetan = Fa (dalam ampere).
Untuk menyatakan ggm-nya, tinggal mengalikannya dengan jumlah
belitan jangkar. Harga efektif arus medan didefinisikan sebagai If Fa.
Kemudian jika pendemagnetan dan tahanan jangkar diabaikan didapat
grafik yang merupakan garis mendatar (garisputus-putus).
8. Rumah sikat dan arang sikat
Sikat arang digunakan untuk menghubungkan hubungan antara
armatur/anker dengan rangkaian luar. Sikat arang dapat bergesek
dengan baik dengan komutator dengan bantuan pegas dan rumah sikat.
Hubungan antara sikat-sikat arang dan rangkaian luar adalah dengan
kabel tembaga fleksibel.
9. Kipas pendingin
Kipas pendingin terletak di bagian depan dan menyatu dengan puli
penggerak mengalirkan udara pendingin ke dalam generator.
Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin
adalah sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodik
atau berkala. Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang
yang menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator,
Gunakan amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang.
B. Prinsip kerja Generator DC
Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi pada generator
ialah Percobaan Faraday. Percobaan Faraday membuktikan bahwa pada
sebuah kumparan akan dibangkitkan GGL Induksi apabila jumlah garis
gaya yang diliputi oleh kumparan berubah-ubah.
Ada 3 hal pokok terkait dengan GGL Induksi ini, yaitu :
1. Adanya fluks magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet.

14

2. Adanya kawat penghantar yang merupakan tempat terbentuknya EMF.


3. Adanya perubahan flux magnet yang melewati kawat penghantar listrik.

Gambar 9. Pinsip Kerja Generator DC


Pada gambar tersebut, dengan memutar rotor (penghantar) maka
pada penghantar akan timbul EMF.
1. Kumparan ABCD terletak dalam medan magnet sedemikian rupa
sehingga sisi A-B dan C-D terletak tegak lurus pada arah fluks magnet.
2. Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap terhadap
sumbu putarnya yang sejajar dengan sisi A-B dan C-D.
3. GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan sisi C-D besarnya
sesuai dengan perubahan fluks magnet yang dipotong kumparan
ABCD tiap detik sebesar :

Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui :


1. Dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi
bolak-balik.
2. Dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.
Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat
pada Gambar 2 dan Gambar 3.

15

Gambar 10. Pembangkitan Tegangan Induksi.


Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan
terjadi perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini
akan menimbulkan tegangan induksi. Tegangan induksi terbesar terjadi
saat rotor menempati posisi seperti Gambar 10.(a) dan 10.(c). Pada posisi
ini terjadi perpotongan medan magnet secara maksimum oleh penghantar.
Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 10.(b), akan menghasilkan
tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan
magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Daerah medan ini
disebut daerah netral.

Gambar 11. Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan


komutator
Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua
cincin (disebut juga dengan cincin seret), seperti ditunjukkan Gambar 11.
(1), maka dihasilkan listrik AC (arus bolak-balik) berbentuk sinusoidal.
Bila ujung belitan rotor dihubungkan dengan komutator satu cincin.

16

Gambar 11.(2) dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik DC dengan


dua gelombang positif.
C. Prinsip Tangan Kanan pada Pembangkitan Tegangan Generator
Sepotong penghantar yang dialiri Arus dan bergerak dengan kecepatan v di
dalam pengaruh medan magnet, akan menimbulkan tegangan induksi sebesar V.
Untuk menentukan besarnya tegangan induksi yang ditimbulkan oleh arah
gerakan penghantar tersebut di gunakan kaedah Flamming tangan kanan. Medan
magnet mempunyai arah dari kutub utara ke kutub selatan. Arus di dalam
penghantar searah dengan empat jari, sedangkan arah gerakan searah dengan ibu
jari, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 12. : Hukum Tangan Kanan untuk Generator


V = tegangan induksi (volt)
B = kerapatan flux magnet (weber)
= panjang kawat penghantar (meter)
z = jumlah penghantar
v = kecepatan gerak kawat (m/s)
Prinsip Generator : Medan magnet dan gerakan sepotong penghantar yang dialiri
arus akan menimbulkan tegangan.
Sebagai contoh :
Kerapatan magnet sebuah generator diketahui = 0.85 T dipotong oleh 500 kawat
penghantar, dan bergerak dengan kecepatan 5 m/s. Jika panjang penghantar
keseluruhan adalah 100 mm, berapakah besarnya tegangan induksi yang
dihasilkan?

17

Jawab:
V = B..v.z = 0.85 T. 0.1 m. 5 m/s. 500
= 212.5 Volt
D. Jenis-Jenis Generator DC
1. Generator Berpenguatan Bebas
Generator tipe penguat bebas dan terpisah adalah generator yang
lilitan medannya dapat dihubungkan ke sumber DC yang secara listrik
tidak tergantung darimesin. Tegangan searah yang dipasangkan pada
kumparan medan yang mempunyai tahanan Rf akan menghasilkan arus
If dan menimbulkan fluks pada kedua kutub. Tegangan induksi akan
dibangkitkan pada generator.

Gambar 13. Generator Penguat Terpisah


Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat
diatur melalui pengaturan tegangan eksitasi. Pengaturan dapat dilakukan
secara elektronik atau magnetik. Generator ini bekerja dengan catu daya
DC dari luar yang dimasukkan melalui belitan F1-F2.
Penguat dengan magnet permanen menghasilkan tegangan output
generator yang konstan dari terminal rotor A1-A2. Karakteristik tegangan
V relatif konstan dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban I
dinaikkan mendekati harga nominalnya.
Jika generator dihubungkan dengan beban, dan Ra adalah tahanan
dalam generator, maka hubungan yang dapat dinyatakan adalah:

18

Besaran yang mempengaruhi kerja dari generator :


a.
b.
c.
d.

Tegangan jepit (V)


Arus eksitasi (penguatan)
Arus jangkar (Ia)
Kecepatan putar (n).

Karakteristik Generator DC yaitu :

Gambar 14. Karakteristik Generator Penguat Terpisah


Gambar 14 menunjukkan:
a. Karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh (Ie 100%)
dan saat eksitasi setengah penuh (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi, I
adalah arus beban.Tegangan output generator akan sedikit turun jika
arus beban semakin besar.
b. Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar.
c. Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar,
selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan arus penguat ke medan
magnet, sehingga tegangan induksi menjadi kecil.

19

2. Generator Penguatan Sendiri


Generator penguatan sendiri adalah arus listrik yang dialirkan
melalui kumparan penguat medan Rf yang diambil dari output
generator tersebut. Biasanya generator ini dibuat sedemikian rupa
sehingga dapat memberikan penguatan sendiri. Sebelum dapat bekerja
dengan penguatan sendiri, biasanya kutub-kutub magnet harus diberi
penguat untuk mendapatkan remenensi magnet (magnet sisa) dari
suatu sumber lain. Sisa magnet kecil ini membangkitkan tegangan
pada jangkar yang selanjutnya dikembalikan lagi ke dalam belitan
medan untuk memperkuat medan magnetnya, sehingga dengan
demikian tegangan yang dibangkitkan dalam jangar akan lebih besar.
Demikian seterusnya hingga didapat tegangan yang cukup.
Ditinjau dari cara-cara menghubungkan lilitan-lilitan medan
dengan jangkar dan rangkaian luar atau jala-jala generator penguatan
sendiri ini dibagi menjadi:
a. Generator Shunt
Ciri utama generator shunt adalah kumparan penguat medan
dipasang parallel terhadap kumparan jangkar. Pada generator
shunt, untuk mendapatkan penguatan sendiri diperlukan:
1) Adanya sisa magnetik pada sistem penguat.
2) Hubungan dari rangkaian medan pada

jangkar

harus

sedemikian, hingga arah medan yang terjadi, memperkuat


medan yang sudah ada.
Mesin shunt akan gagal membangkitkan tegangannya apabila:
1) Sisa magnetik tidak ada
Misal: pada mesin-mesin baru. Sehingga cara memberikan
sisa magnetik adalah pada generator shunt diubah menjadi
generator berpenguatan bebas atau pada generator dipasang
pada sumber arus searah, dan dijalankan sebagai motor shunt
dengan polaritas sikat-sikat dan perputaran nominal.
2) Hubungan medan terbalik

20

Karena generator diputar oleh arah yang salah dan


dijalankan, sehingga arus medan tidak memperbesar nilai
fluksi. Untuk memperbaikinya dengan hubungan-hubungan
perlu diubah dan diberi kembali sisa magnetik, seperti cara
untuk memberikan sisa magnetik.
3) Tahanan rangkaian penguat terlalu besar
Hal ini terjadi misalnya pada hubungan terbuka dalam
rangkaian medan, hingga Rf tidak berhingga atau tahanan
kontak sikat terlalu besar atau komutator kotor.
b. Generator Seri
Pada generator ini kumparan medan diseri dengan
kumparan jangkarnya, sehingga medannya mendapat penguatan
jika arus bebannya ada, itu sebabnya generator seri selalau terkopel
dengan bebannya, kalau tidak demikian maka tegangan terminal
tidak akan muncul. Untuk generator seri berlaku hubungan:
Vt = IaRa
Ea = Ia (Ra + Rf) + Vf
Kelemahan generator seri adalah tegangan output (terminal)
tidak stabil, karena arus beban IL berubah-ubah sesuai dengan
beban yang dipikul. Hal ini menyebabkan fluks magnet yang
dihasilkan oleh kumparan medan seri tidak stabil. Keuntungan
generator seri adalah daya output menjadi besar.
c. Generator Kompon
Generator kompon merupakan gabungan dari generator
shunt dan generator seri, yang dilengkapi dengan kumparan shunt
dan seri dengan sifat yang dimiliki merupakan gabungan dari
keduanya. Generator kompon bisa dihubungkan sebagai kompon
pendek atau dalam kompon panjang. Perbedaan dari kedua
hubungan ini hampir tidak ada, karena tahanan kumparan seri
kecil, sehingga tegangan drop pada kumparan ini ditinjau dari
tegangan terminal kecil sekali dan terpengaruh. Biasanya
kumparan seri dihubungkan sedemikian rupa, sehingga kumparan
21

seri ini membantu kumparan shunt, yakni MMF-nya searah. Bila


generator ini dihubungkan seperti itu, maka dikatakan generator itu
mempunyai kumparan kompon bantu. Mesin yang mempunyai
kumparan seri melawan medan shunt disebut kompon lawan dan
ini biasanya digunakan untuk motor atau generator-generator
khusus seperti untuk mesin las. Dalam hubungan kompon bantu
yang mempunyai peranan utama ialah kumparan shunt dan
kumparan seri dirancang untuk kompensasi MMF akibat reaksi
jangkar dan juga tegangan drop di jangkar pada range beban
tertentu. Ini mengakibatkan tegangan generator akan diatur secara
otomatis pasa satu range beban tertentu.
a) Kompon panjang
Ia = If1 = IL + If2
Ra+ Rf1) + <Vsi
b) Kompon pendek
Ia = If1 + If2 = IL + If2
Ea = Vt + ILRf1+ IaRa + <Vsi
Pembangkitan tegangan induksi pada Generator Berpenguatan
Sendiri (generator shunt) dalam keadaan tanpa beban. Pada saat mesin
dihidupkan (S tutup), timbul suatu fluks residu yang memang sudah
terdapat pada kutub. Dengan memutarkan rotor, akan dibangkitkan
tegangan induksi yang kecil pada sikat. Akibat adanya tegangan induksi
ini mengalirlah arus pada kumparan medan. Arus ini akan menimbulkan
fluks yang memperkuat fluks yang telah ada sebelumnya. Proses terus
berlangsung hingga dicapai tegangan yang stabil. Jika tahanan medan
diperbesar, tegangan induksi yang dibangkitkan menjadi lebih kecil.
Berarti semakin besar tahanan kumparan medan, semakin buruk generator
tersebut.
Kerja paralel Generator Arus Searah untuk memberi tenaga pada
suatu beban kadang-kadang diperlukan kerja paralel dari dua atau lebih

22

generator. Pada penggunaan beberapa buah mesin perlu dihindari


terjadinya beban lebih pada salah satu mesin. Kerja paralel generator juga
diperlukan untuk meningkatkan efisiensi yang besar pada perusahaan
listrik umum yang senantiasa memerlukan tegangan yang konstan. Untuk
hal-hal yang khusus sering dinamo dikerjakan paralel dengan aki, sehingga
secara teratur dapat mengisi aki tersebut.
Tujuan kerja paralel dari generator adalah ;
a. Untuk membantu mengatasi beban untuk menjaga jangan sampai mesin
dibebani lebih.
b. Jika satu mesin dihentikan akan diperbaiki karena ada kerusakan, maka
harus ada mesin lain yang meneruskan pekerjaan. Jadi untuk menjamin
kontinuitas dari penyediaan tenaga listrik.
Hubungan paralel Generator Pembagian beban antara generatorgenerator yang dihubungkan paralel tergantung pada tegangan sumber
masing-masing generator. Jika suatu saat arus jaringnya (I1 - I2) sangat
kecil, tegangan terminalnya akan hampir sama dengan tegangan
sumbernya. Situasi ini menimbulkan keadaan yang sangat labil. Kalau
tegangan sumber salah satu generator berubah sedikit, ada kemungkinan
generator yang tegangan sumbernya lebih rendah akan bekerja sebagai
motor. Mesin shunt sebagai motor maupun generator memiliki arah putar
yang sama. Supaya generator ini tidak bekerja sebagai motor, biasanya
digunakan saklar dengan otomat arus balik. Otomat ini memiliki sebuah
kumparan tegangan dan sebuah kumparan arus. Medan kedua kumparan
ini saling berlawanan. Kalau kumparan-kumparannya dipilih secara tepat,
otomatnya bisa berfungsi sebagai pengaman arus maksimum maupun
pengaman arus balik. Menambahkan sebuah generator pada jaringan harus
dilakukan sebagai berikut :
a. Generator yang akan ditambahkan dijalankan hingga mencapai
kecepatan putar nominalnya.
b. Tahanan pengatur medannya diatur sedemikian hingga tegangan
generatornya menjadi sedikit lebih tinggi daripada tegangan jaring.

23

Tegangannya dapat diperiksa dengan menggunakan saklar pilih


voltmeter.
c. Generator tadi kemudian dihubungkan dengan jaringan. Karena
tegangannya sedikit lebih tinggi daripada tegangan jaring, generator
ini tidak akan bekerja sebagai motor.
d. Selanjutnya tahanan pengatur medannya diatur sedemikian hingga
generator tersebut memikul sebagian dari beban jaring. Besar beban
generator ini dapat dilihat dari penunjukan amperemeternya.
E. Aplikasi Penggunaan Generator DC
Dalam kehidupan kita seharihari Generator DC dapat berfungsi
sebagai salah satu pembangkit arus searah di bengkelbengkel atau pabrik,
sebagai pengisi accu pada perusahaan pengisi accu, sebagai pengisi accu
mobil, bahkan dipusatpusat tenaga listrik berfungsi sebagai penguat
maknit (exiciter) pada generator utama.
1. Alternator Mobil
Alternator mobil merupakan salah satu aplikasi dari generator
dc. Sistem pengisian pada kendaraan mempunyai 3 rangkaian
komponen penting yaitu Aki, Alternator dan Regulator. Alternator
sendiri terdiri dari komponen-komponen seperti gabungan kutub
magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan
kawat magnet yang dinamakan stator. Alternator mulai berfungsi untuk
menghasilkan listrik/pembangkit listrik ketika mesin dihidupkan untuk
disalurkan ke aki dengan mengkonversi / mengubah tegangan AC
menjadi tegangan DC. Sedangkan regulator punya fungsi sebagai alat
pengatur dan pembatas voltase yang terdiri dari sebuah rangkaian
dioda yang dinamakan rectifier serta dua kipas dalam (internal Fan)
untuk menghasilkan sirkulasi udara.
Model Alternator untuk setiap jenis mobil itu berbeda-beda,
tapi kebanyakan alternator mempunyai regulator yang berada
didalamnya (IC built In), namun untuk tipe yang lama mempunyai
regulator diluar. Tidak seperti model yang lama, tipe yang punya IC

24

bulit in ini dapat dengan mudah diperbaiki dengan membuka tutup


bagian atasnya.
Tipe

lainnya

adalah

model

pulley

alternator

yang

diikat/dikencangkan ke bagian sumbu rotor. Alternator dengan tipe ini


tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari pulley-nya
namun sudah mempunyai 2 kipas dalam untuk sirkulasi udara
pendingin, tidak seperti jenis alternator lama yang menggunakan kipas
luar untuk pendinginan.
Antara Aki dengan Alternator, besaran daya yang terdapat
alternator beragam, mulai dari yang paling kecil yang mempunyai daya
35 A hingga yang terbesar yang beredar dipasaran yaitu 220 A. Karena
berfungsi sebagai pembangkit daya listrik ke aki, apabila ada
penambahan perangkat atau aksesoris mobil yang membutuhkan beban
listrik yang besar / banyak, cukup dengan mengganti alternatornya
bukan aki. Karena bila memperbesar daya listrik di aki tapi penyaluran
tenaganya lebih kecil, maka aki akan tetap tekor. Jadi makin besar
beban listrik yang dipakai, makin besar juga daya dari alternator yang
harus dipergunakan
2. Dinamo Sepeda
Dinamo sepeda merupakan generator kecil yang dapat
menghasilkan arus listrik yang kecil pula. pada dinamo sepeda prinsip
kerjanya yaitu energi gerak di ubah menjadi energi listrik .Dinamo
sepeda ini hanya menyalakan lampu depan dan belakang terangnnya
lampu di tentukan oleh cepatnya roda berputar yang mengakibatkan di
namo juga cepat dan arus listrik juga akn besar pula . Dinamo sepeda
intinya adalah sebuah magnet yang dapat berputar dan sebuah
kumparan tetap.bila roda sepeda di putar dan pada dinamo akan
memutar sehingga roda akan memutar magnet biasanya dinamo dapat
menghasilakan tegangangan 6 sampai 12 Volt, jadi dengan adanya

25

dinamo pada sepeda dapat memudahkan kita bila menggunakan sepeda


bila malam hari.
3. Las Listrik
Las listrik juga merupakan aplikasi dari generator dc. Las
listrik adalah teknik menyambung dua bagian logam memanfaatkan
tenaga panas yang diperoleh dari sumber tenaga listrik AC maupun DC
dengan tambahan logam pengisi. Sumber tenaga panas mencairkan
sebagian logam induk dan logam pengisi. Sumber tenaga panas
mencairkan sebagian logam induk dan logsm pengisi sehingga
diperoleh sambungan permanen yang sulit dipisahkan. Pekerjaan las
listrik memiliki resiko bahaya kecelakaan cukup besar yang dapat
diminimalkan dengan alat keselamatan kerja.
Mesin

yang

wajib

tersedia

adalah

mesin

las

untuk

menyambung dua permukaan baja. Alat las harus tersedia karena


fungsinya yang tidak bisa digantikan oleh alat yang umum tersedia di
perdesaan. Alat las sebaiknya dari jenis las busur listrik yang dapat
menggunakan listrik dari PLTMH. Las karbit (oxyacetylene) tidak
dianjurkan untuk desa terpencil karena akan mengalami kesulitan
dalam transportasi tabung oksigen.
4. Kelebihan dan Kekurangan Generator DC
Kekurangan:
a. Konstruksinya rumit Setiap segmen dihubungkan oleh kawat
atau kabel, karena jumlah segmen pada komutator jumlahnya
sangat banyak maka kawat atau kabel yang dibutuhkan juga
banyak sehingga ini menjadi salah satu kekurangan dari
komutator

Karena

konstruksinya

yang

rumit

dan

membutuhkan kawat atau kabel yang banyak, generator DC


menjadi mahal harganya.
b. Selain itu, akibat komutator mempunyai segmen-segmen yang
banyak dengan jarak yang relatif dekat, ketika komutator

26

berputar dengan kecepatan yang tingi akan menghasilkan suara


yang bising.
c. Dan akibat jarak yang dekat antar tiap segmen, kapasitas
tegangannya juga rendah (max 5MW) karena dikhawatirkan
akan terjadi peloncatan bunga api listrik.
d. Kelemahan berikutnya pada komutator adalah komutator yang
sedang berputar harus dihubungkan dengan brush (yang terdiri
dari material Carbon) guna untuk menyalurkan arus DC ke
rotor generator. Hal ini mengakibatkan maintenance yang
dilakukan harus lebih sering, karena brush akan mengalami
"Aus" yang mengakibatkan adanya serpihan-serpihan karbon
pada komutator.
5. Keunggulan:
a. Mempunyai Torsi awal yang besar, sehingga banyak digunakan
sebagai starter motor.
F. Teori Dinamo Listrik
1. Faraday
Pada

1831-1832

Michael

Faraday

menemukan

bahwa

perbedaan potensial dihasilkan antara ujung-ujung konduktor listrik


yang bergerak tegak lurus terhadap medan magnet. Dia membuat
generator elektromagnetik pertama berdasarkan efek ini menggunakan
cakram tembaga yang berputar antara kutub magnet tapal kuda. Proses
ini menghasilkan arus searah yang kecil.
Desain alat yang dijuluki cakram Faraday itu tidak efisien
dikarenakan oleh aliran arus listrik yang arahnya berlawanan di bagian
cakram yang tidak terkena pengaruh medan magnet. Arus yang
diinduksi langsung di bawah magnet akan mengalir kembali ke bagian
cakram di luar pengaruh medan magnet. Arus balik itu membatasi
tenaga yang dialirkan ke kawat penghantar dan menginduksi panas
yang dihasilkan cakram tembaga. Generator homopolar yang
dikembangkan selanjutnya menyelesaikan permasalahan ini dengan
menggunakan sejumlah magnet yang disusun mengelilingi tepi cakram

27

untuk mempertahankan efek medan magnet yang stabil. Kelemahan


yang lain adalah amat kecilnya tegangan listrik yang dihasilkan alat
ini, dikarenakan jalur arus tunggal yang melalui fluks magnetik.
2. Dinamo
Dinamo adalah generator listrik pertama yang mampu
mengantarkan tenaga untuk industri, dan masih merupakan generator
terpenting yang digunakan pada abad ke-21. Dinamo menggunakan
prinsip elektromagnetisme untuk mengubah putaran mekanik menjadi
listrik arus bolak-balik.
Dinamo pertama berdasarkan prinsip Faraday dibuat pada
1832 oleh Hippolyte Pixii, seorang pembuat peralatan dari Perancis.
Alat ini menggunakan magnet permanen yang diputar oleh sebuah
"crank". Magnet yang berputar diletakaan sedemikian rupa sehingga
kutub utara dan selatannya melewati sebongkah besi yang dibungkus
dengan kawat. Pixii menemukan bahwa magnet yang berputar
memproduksi sebuah pulsa arus di kawat setiap kali sebuah kutub
melewati kumparan. Lebih jauh lagi, kutub utara dan selatan magnet
menginduksi arus di arah yang berlawanan. Dengan menambah
sebuah komutator, Pixii dapat mengubah arus bolak-balik menjadi
arus searah.
3. Dinamo Gramme
Kedua desain di atas menderita masalah yang sama: mereka
menginduksi "spike" arus diikuti tanpa arus sama sekali. Antonio
Pacinotti, seorang ilmuwan Italia, memperbaikinya dengan mengganti
kumparan berputar dengan yang "toroidal", yang dia ciptakan dengan
mebungkus cincin besi. Ini berarti bahwa sebagian dari kumparan
terus melewati magnet, membuat arus menjadi lancar. Znobe
Gramme menciptakan kembali desain ini beberapa tahun kemudian
ketika mendesain pembangkit listrik komersial untuk pertama kalinya,
di Paris pada 1870-an. Desainnya sekarang dikenal dengan nama
dinamo Gramme. Beberapa versi dan peningkatan lain telah dibuat,

28

tetapi konsep dasar dari memutar loop kawat yang tak pernah habis
tetap berada di hati semua dinamo modern.

29

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Generator adalah mesin listrik yang mengubah daya mekanis
menjadi daya listrik. Mesin listrik dapat berupa generator dan motor.
Berdasarkan arah arusnya, generator terbagi atas generator arus searah dan
generator arus bolak-balik.
Prinsip kerja dari generator arus searah berdasarkan hukum Induksi
Farraday adalah jika sepotong kawat terletak di antara kutub-kutub
magnet, kemudian kawat tersebut digerakkan, maka di ujung kawat ini
timbul gaya gerak listrik (GGL) karena induksi.
Generator arus searah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Generator DC tanpa penguat medan.
2. Generator DC dengan penguat medan.
Dalam kehidupan kita sehari hari Generator DC dapat berfungsi
sebagai salah satu pembangkit arus searah di bengkel bengkel atau pabrik,
sebagai pengisi accu pada perusahaan pengisi accu, sebagai pengisi accu
mobil, bahkan di pusat pusat tenaga listrik berfungsi sebagai penguat
maknit (exiciter ) pada generator utama.
B. Saran
Untuk memperoleh arus searah dari tegangan bolak balik,
meskipun tujuan utamanya adalah pembangkitan tegangan searah, tampak
bahwa tegangan kecepatan yang dibangkitkan pada kumparan jangkar
merupakan tegangan bolak-balik. Bentuk gelombang yang berubah-ubah
tersebut karenanya harus disearahkan. Untuk mendapatkan arus searah dari
arus bolak balik, sebaiknya kita menggunakan alat-alat berikut :
a. Saklar
b. Komutator
c. Dioda

DAFTAR PUSTAKA
http://www.dasar-dasar listrik Dinamo.html (Diakses 28 September 2014)
30

http://www .Generator listrik - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia


bebas.html (Diakses 28 September 2014)
http://www.Agung-implementasi-generator-(generator-generator-ac-dc).html
(Diakses 28 September 2014)
http://www .Electro-Zone-Generator DC.html (Diakses 28 September 2014)
http://www .Generator DC _ Dunia Listrik - Tutorial Teknik Listrik, Artikel dan
Software Teknik.html (Diakses 28 September 2014)
http://www.Prinsip Kerja Generator DC.html (Diakses 28 September 2014)
http://denydestian.blogspot.com/2011/11/v-behaviorurldefaultvml-o.html (Diakses
28 September 2014)

31