Anda di halaman 1dari 24

Kompleksometri

INTISARI
Kompleksometri menggunakan larutan standar EDTA dan
indikator EBT selain itu digunakan untuk menganalisa kadar CaO
dalam semen dan kesadahan air. Kesadahan air dibagi menjadi 2,
kesadahan sementara disebabkan larutan garam Ca dan Mg dalam
bentuk karbonat. Sedangkan kesadahan tetap disebabkan larutan
garam Ca2+ dan Mg2+ dalam bentuk SO42- dan Cl-.
Dalam percobaan dilakukan 3 analisa, yaitu analisa
kesadahan adem sari dicampur aquadest, larutan penyegar cap
kaki tiga dan analisa kadar CaO dalam semen. Pertama, dilakukan
analisa kesadahan total dengan menitrasi sampel dengan Na 2EDTA
yang sebelumnya ditambahkan KOH, larutan buffer, KCN dan EBT.
Kedua, menentukan keadahan tetapi langkah yang dilakukan sama
seperti pada percobaan kesadahan total tetapi dilakukan
pemanasan, penyaringan, dan pengenceran. Ketiga, menentukan
kadar CaO dengan melarutkan sampel dalam HCl (p) dan dipanasi
dan diencerkan setelah pH diatur 10, ditambah buffer, KCN,
MgEDTA, EBT, dan larutan dititrasi dengan Na2EDTA.
Pada percobaan ini ditemukan kesadahn total adem sari yang
di campur aquadest sebesar 2600 ppm, dan kesadahn sementara
sebesar 1100 ppm (mutlak). Kesadahan totallarutan penyegar cap
kaki tiga, mempunyai kesadahan total sebesar 4400 ppm,
kesadahan tetap sebesar 1300 ppm dan kesadahan sementara
sebesar 3100 ppm, sedangkian kadar CaO dalam semen yang
ditemukan sebesar 2310 mg lebih tinggi dari kadar aslinya 1579,2
mg dengan % error 24,36 %.
Pada percobaan ini, kesadahan adem sari yang di campur
dengan aquadest ketika mengalami perubahan warna merah
anggur menjadi biru disebabkan karena dalam sampel terdapat
Ca2+ dan Mg2+. Walau terjadi perubahan warna tersebut, kesadahan
yang diperoleh melebihi batas standar kesadahan air layak minum.
Dimana standar kualitas air layak minum sebesar 500 mg/lt. Begini
pula dengan kesadahn larutan cap kaki tiga. Di tinjau dengan
kandungan Ca2+ didalam komposisinya. Selain itu kadar CaO yang
diperoleh lebih tinggi dari kadar aslinya, karena kandungan EBT
berlebih menyebabkan TAT menjadi lambat, pengaruh pH dan
hidrolisis juga mempengaruhi kadar CaO yang kami temukan.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


1

Kompleksometri

Dapat kami simpulkan, kesadahan adem sari yang dicampur


aquadest lebih tinggi dari kesadahan air layal minum, kesadahan
larutan penyegar cap kaki tiga lebih tinggi dari kesadahan air
minum dan kesadahan CaO yang ditemukan lebih tinggi dari kadar
aslinya. Disarankan berhati-hati dalam titrasi, cermat dan teliti
dalam mengukur pH serta berhati-hati dalam menentukan EBT dan
Na2EDTA.

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sarjana

Teknik

Kimia

memiliki

peranan

penting

untuk

menganalisa kandungan logam berat, kesadahan dan CaO di dalam


suatu

bahan

sampel

dengan

menggunakan

metode

analisa

kompleksometri. Analisa diperlukan untuk mempersiapkan suatu


bahan sebelum bahan tersebut diproses lebih lanjut. Banyak industri
yang menggunakan metode analisa kompleksometri seperti industri
semen, industri yang menggunakan steam (uap), industri air minum
kemasan, dan lain sebagainya.
Analisa kompleksometri merupakan salah satu analisa titrasi
volumetrik

melibatkan

pembentukan

kompleks

dengan

menggunakan indikator EBT (Erhiocrom Black T). Titik akhir titrasi


ditandai oleh perubahan warna sampel dari warna biru menjadi
warna merah. Terjadi substitusi antara logam berat dengan titran
NaEDTA sehingga akan diketahui berapa kandungan logam tersebut
dalam sampel.
I.3 Tujuan Percobaan
Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
2

Kompleksometri

1. Menganalisa kesadahan sementara, kesadahan tetap, dan


kesadahan total
2. Menganalisa kandungan CaO didalam batu kapur
I.4 Manfaat Percobaan
1.

Mahasiswa

mampu

untuk

menganalisa

kesadahan

sementara, tetap dan total dalam suatu sampel


2. Mahasiswa mampu menganalisa kandungan CaO dalam
batu kapur.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II .1 Pengertian Kompleksometri
Kompleksometri

adalah

salah

satu

jenis

analisa

kimia

kuantitatif yang digunakan sebagai penentuan titrimetri yang


melibatkan pembentukan suatu kompleks atau ion kompleks yang
dapat larut tapi sedikit terionisasi. Larutan standart yang digunakan
adalah EDTA dan indikator yang digunakan adalah EBT. Senyawa
kompleks terbentuk dari suatu reaksi ion logam sebagai kation
dengan suatu anion atau molekul netral. Ion logam dalam molekul
kompleks disebut atom pusat sedangkan ion atau gugus atom yang
memberikan

pasangan

electron

disebut

ligan.

Reaksi

yang

membentuk kompleks ini dapat disebut sebagai reaksi asam basa


Lewis, yang mana ligan bertindak sebagai basa dan kation dari
logam sebagai asam.

II .2 Larutan Standar EDTA (Etilen Diamin Tetra Asetat)


Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
3

Kompleksometri

EDTA merupakan ligan seksidentat yang berpotensi dapat


berkoordinasi dengan ion logam dengan pertolongan kedua nitrogen
dan empat gugus EDTA bebas sering disingkat H 2Y2-. EDTA
merupakan

larutan

penetrasi

pembentuk

khelat

yang

dapat

digunkan untuk analisa kimia dari berbagai logam. Titrasi ion logam
dengan pembentukan khelat ini disebut titrasi khelometrik

II .3 EBT (Eriochrom Black T)


EBT ( Eriochrom Black T ) adalah salah satu indikator ion
logam yang dipakai dalam analisa kompleksometri dengan rumus
bagan dapat dinyatakan sebagai H2ln.
OH
N=N
O3S

NO2
Perubahan EBT pada macam-macam pH :
H2ln-

Hln2+

ln3+

merah

biru

orange

pH 5,3-7,3 (H2ln-)

pH 10,5-12,5 (Hln2+)

II .4 Larutan Buffer
Larutan buffer adalah suatu campuran asam / basa lemah dari
garamnya. Sifat larutan buffer :
Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
4

Kompleksometri

1. pH dianggap tidak berubah jika larutan diencerkan.


2. pH dianggap tidak berubah jika ditambah sedikit asam /
basa.

II .5 Teori Kesadahan
Air sadah adalah air yang mengandung Ca 2+ atau Mg2+.
Kesadahan dibagi 2 :
1. Kesadahan sementara
Berisi garam bikarbonat Ca dan Mg. Dapat dihilangkan dengan
pemanasan.
2. Kesadahan tetap
Berisi garam Ca2+ dan Mg2+ dalam bentuk SO42- dan Cl-. Dapat
dihilangkan dengan menambah soda atau proses zeolit.
Cara melunakkan air sadah :
a. Kesadahan sementara dengan pendidihan
Ca(HCO3)2

CaCO3

putih + H2O

b. Kesadahan tetap dengan soda


CaCl2 + Na2CO3
MgSO4 + Na2CO3

CaCO3 + 2NaCl
MgCO3 + Na2SO4

Air sadah yang mengandung garam ini disaring dengan


saringan zeolitan, sehingga anion SO42- yang terdapat dalam air
akan terserap akhirnya menjadi lunak.
c. Dengan resin damar sintesis
2R

SO3H + Ca2+

R(SO3)2Ca + 2H+

Resin ada 2 macam :


-

Resin karionik untuk penukar kation

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


5

Kompleksometri

Damar yang mengandung gugus COOH / SO3H


Rumus : RCOOH / R(SO3H)
-

Resin amoniak untuk penukar kation


Damar yang mengandung gugus NH2
Rumus : R NH2

d. Ion Exchanger
Dilakukan setengah umpan untuk mecegah kesalahan dengan
pertukaran ion lain. Air yang akan diionisasi dilewatkan melalui resin
penukar sampai resin menjadi jenuh. Contoh : kapur menurunkan
kesadahan karbonat, mengaktifkan garam Ca dan Mg.

II .5 Penggunaan Komplelsometri Dalam Industri


1. menentukan kadar CaO dalam semen
2. menentukan kadar CaO dalam baja
3. menentukan kadar logam Al, Ca, Mg, Zn, Pb, Cu, Co, Fe, Ni, Pb
4. menentukan kesadahan air untuk menentukan apakah air dapat
digunakan dalam industri
5. dipakai dalam industri air minum untuk mengetahui air yang
memenuhi syarat air minum

II.6 Fungsi Reagen


1. HCl = melarutkan kapur agar kotoran juga larut
2. KOH = membuat larutan basa (pH=10) agar indikator berjalan
baik
3. KCN = membuat kompleks dengan bahan pengganggu sebab
kation dapat bereaksi dengan EDTA
4. EDTA = larutan standard titrasi
Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
6

Kompleksometri

5. Buffer = mempertahankan pH
6. EBT = indikator untk menunjukkan perubahan TAT pada titrasi
7. Na2 MgEDTA = mencegah TAT timbul lebih awal dalam campuran
Mg

dan

Ca

sehingga

meningkatkan

selektivitas

terhadap

pembentukan kompleks Ca dan EDTA

II.7 Fisis danChemist Reagen


1. HCl
Fisis :
-

BM = 36,47
TD = -85,50C
TL = -1110C
BJ = 1,268 gram/cc
tidak berwarna
kelarutan dalam 100 bagian air : - panas = 82,3
dingin = 56,1

Chemist
-

dalam keadaan pekat mereduksi kromat bila dipanaskan dan


dihasilkan ion chrom,reaksi:
2KcrO4 + 10HCl
2Cr3+ + 8Cl2 + 2K+ + 8H2O
dalam keadaan encer mengendapkan mercuri sebagai kallome
Hg2+ + 2ClHg2Cl2

2. KOH
Fisis :
-

BM = 50,1
TD = 15200C
TL = 3800C
Warna putih
kelarutan dalam 100 bagian air : - panas = 126
dingin = 97

Chemist :
-

merupakan basa kuat yang dalam air terionisasi sebagai

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


7

Kompleksometri

berikut :
KOH
K+ + OHmenyerap CO2 dengan reaksi = CO2 + 2K+ + 2OH-

K2CO3

+ H2O
3. KCN
Fisis :
-

BM = -65,11
BJ = 1,529 gram/cc
TL = 6,3450C
Warna jernih
kelarutan dalam 100 bagian air panas = 122,2
bentuk kristal kalsite

Chemist :
-

merupakan garam
dapat membentuk senyawa kompleks dengan logamyang dari
golongan transisi
misal : 6CN- + Fe2+

[Fe(CN)6]4-

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


8

Kompleksometri

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

III. 1 Bahan Yang Digunakan


1. HCl (p)

6. Na2EDTA 0,01 N

2. KOH

7. MgEDTA

3. KCN
4. Indikaor EBT
5. Larutan Buffer

III .2 Alat Yang Digunakan


1. Statif

7. Pipet tetes

2. Klem

8. Corong

3. Buret

9. Pipet volume

4. Beaker glass

10. Pengaduk

5. Erlenmeyer

11. Cawan porselen

6. Gelas ukur

12. Labu takar

III.3 Gambar Alat

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


9

Kompleksometri

1,2,3

10

11

12

III .4 Cara Kerja


1. Penetapan Kesadahan Total

Ambil 10 ml sampel,atur pH sampai 10 dengan KOH

Tambah 1 ml buffer,11 ml KCN dan sedikit indikator EBT


Titrasi dengan Na2EDTA sampai warna merah anggur

menjadi biru terang


Catat voume titran yang diperlukan

Kesadahantotal=

( V . N ) EDTA . BM CaC 03.1000


ppm
V yang dititrasi

2. Penetapan Kesadahan Tetap

Ambil

glass,didihkan sampai 20-30 menit


Sampel didinginkan ,saring,kertas saring tidak perlu dicuci
Encerkan filtrate sampai 100 ml dalam labu taker
Ambil 10 ml filtrate yang diencerkan ,atur pH sampai 10

100

ml

sampel,masukkan

dalam

beaker

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


10

Kompleksometri

dengan KOH

Tambah 1ml buffer ,1 ml KCN dan sedikit indikator EBT

Titrasi dengan Na2EDTA sampai warna merah anggur

menjadi biru terang


Catat voume titran yang diperlukan

Kesadahantetap=

( V . N ) EDTA . BM CaC 03.1000


ppm
V yang dititrasi

Kesadahan sementara= kesadahan total-kesadahan tetap


(ppm)
3. Penetapan kadar CaO dalam batu kapur

Masukkan 3 gram sampel dalam beaker glass pyrex 250 ml,


larutkan dengan 10ml HCl (p)

Setelah larut ,uapkan sampai kering dengan kompor listrik

Setelah kering,residu dilarutkan dengan HCl pekat


secukupnya (25 ml)

Encerkan dengan akuadest 100 ml ,panaskan sampai 15


menit

Larutan dipindahkan ke labu taker 250 ml.Encerkan dengan


akuadest sampai tanda batas

Ambil 20 ml dan masukkan dalam labu taker 100 ml


.Encerkan dengan akuadest sampai tanda batas

Ambil 10 ml larutan yang telah diencerkan ,atur pH sampai


10 dengan KOH

Tambah 1 ml buffer,1 ml KCN,2-3 tetes MgEDTA dan sedikit

indikator EBT
Titrasi dengan Na2EDTA sampai warna merah anggur
menjadi biru terang

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


11

Kompleksometri

Catat voume titran yang diperlukan


Kadar CaO=

( V . N ) EDTA . BM CaO .V total . V pengenceran


ppm
V yang diencerkan. V yang dititrasi

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
IV .1 Hasil Percobaan

Sampel

Kesadahan

Kesadahan

Kesadahan

Total

Tetap

Sementara

570 ppm

210 ppm

360 ppm

Kesadahan

Kesadahan

Kesadahan

Total

Tetap

Sementara

310 ppm

260 ppm

50 ppm

Air
Tugu
Muda

Sampel
Air
Akuariu
m

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


12

Kompleksometri

Sampel
Semen
portland

Kadar yang

Kadar asli

ditemukan

dalam sampel

0,714 gr

0,725 gr

% error
1,51 %

IV .2 Pembahasan
1) Kesadahan Sampel 1 (Air Tugu Muda)
Kesadahan sementara yang didapatkan sebesar 360
ppm.

Kesadahan

yang

didapatkan

lebih

kecil

karena

dipengaruhi oleh pemberian EBT yang terlalu sedikit sehingga


warna

yang

dihasilkan

bukan

merah

anggur.

Hal

ini

menyebabkan perubahan warna menjadi biru terang saat


titrasi menjadi lebih cepat sehingga TAT yang terjadi juga
menjadi lebih cepat. Hal ini mengakibatkan jumlah titran
Na2EDTA yang digunakan untuk mengubah warna menjadi
biru terang lebih sedikit, sehingga kesadahan yang didapat
juga lebih kecil. Hal ini dapat dilihat dari rumus :
Kesada h anTetap /Total=

( V . N ) EDTA . BM CaCO3 .1000


ppm
V yang dititrasi

Kesadahan sementara air tugu muda adalah 360 ppm


atau kurang dari 500 ppm. Sehingga menurut Standar Baku
Mutu Menteri Kesehatan, air tersebut layak untuk konsumsi
dan

digunakan

dalam

kehidupan

sehari-hari.

Namun,

meskipun kadarnya kurang dari 500 ppm air tersebut tidak


dapat langsung dikonsumsi karena di dalamnya masih banyak
mengandung ion-ion Mg2+, Ca2+, Fe2+, dan Mn2+.Walaupun
Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
13

Kompleksometri

kandungan ion-ion tersebut diperlukan oleh tubuh, namun


dalam keadaan yang berlebihan penggunaan air tersebut
dalam jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan pada
ginjal dan hati. Oleh karena itu, untuk mengurangi kelebihan
ion-ion tersebut adalah dengan cara merebus air terlebih
dahulu sampai mendidih sebelum dikonsumsi. Jadi dapat
disimpulkan,

jika

hanya

dilihat

dari

kesadahannya,

berdasarkan Standar Baku Mutu Menteri Kesehatan air tugu


muda dapat dikonsumsi dengan syarat direbus sampai
mendidih terlebih dahulu.
(http://filterpenyaringanair.com/7-indikator-tanda-air-yangsehat)

2) Kesadahan Sampel 2 (Air Akuarium)


Kesadahan sementara yang didapatkan sebesar
ppm.

Kesadahan

yang

didapatkan

lebih

kecil

50

karena

dipengaruhi oleh pemberian EBT yang terlalu sedikit sehingga


warna

yang

dihasilkan

bukan

merah

anggur.

Hal

ini

menyebabkan perubahan warna menjadi biru terang saat


titrasi menjadi lebih cepat sehingga TAT yang terjadi juga
menjadi lebih cepat. Hal ini mengakibatkan jumlah titran
Na2EDTA yang digunakan untuk mengubah warna menjadi
biru terang lebih sedikit, sehingga kesadahan yang didapat
juga lebih kecil. Hal ini dapat dilihat dari rumus :
Kesada h anTetap /Total=

( V . N ) EDTA . BM CaCO3 .1000


ppm
V yang dititrasi

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


14

Kompleksometri

Kesadahan sementara air akuarium adalah 50 ppm atau


kurang dari 500 ppm. Sehingga menurut Standar Baku Mutu
Menteri Kesehatan, air tersebut layak untuk konsumsi dan
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, meskipun
kadarnya kurang dari 500 ppm air tersebut tidak dapat
langsung dikonsumsi karena di dalamnya masih banyak
mengandung ion-ion Mg2+, Ca2+, Fe2+, dan Mn2+. Walaupun
kandungan ion-ion tersebut diperlukan oleh tubuh, namun
dalam keadaan yang berlebihan penggunaan air tersebut
dalam jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan pada
ginjal dan hati. Oleh karena itu, untuk mengurangi kelebihan
ion-ion tersebut adalah dengan cara merebus air terlebih
dahulu sampai mendidih sebelum dikonsumsi. Jadi dapat
disimpulkan,

jika

hanya

dilihat

dari

kesadahannya,

berdasarkan Standar Baku Mutu Menteri Kesehatan air


akuarium dapat dikonsumsi dengan syarat direbus sampai
mendidih terlebih dahulu.
(http://filterpenyaringanair.com/7-indikator-tanda-airyang-sehat)
(http://www.scribd.com/laporan-titrasi-kompleksometri)
3) Kandungan CaO dalam Semen Portland
Dari hasil percobaan, kadar CaO yang didapatkan
sebesar 0,714 gr. Sementara kadar asli CaO adalah sebesar
0,725 gr. Jadi kadar yang didapatkan lebih kecil dari kadar
asli. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti :
a. Pengaruh PH
Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
15

Kompleksometri

PH

yang

menyebabkan

diatur
ion

tidak
Mg2+

tepat

bereaksi

10

sehingga

dengan

Hln2-

bereaksi lambat. Kebanyakan EDTA hadir sebagai


tetranion. Oleh karena itu pada percobaan ini volume
titran lebih sedikit yang menyebabkan semakin kecil
pula kadar yang ditemukan.
b. Pengaruh EBT
EBT merupakan indikator ion logam yang dipakai
dalam analisa kompleksometri. Pada percobaan ini
penambahan EBT mempengaruhi hasil percobaan
terutama dalam hal volume titran yang didapat. Hal
ini dapat dilihat dari percobaan, dimana EBT yang
ditambahkan cukup banyak, sehingga warna merah
anggur menjadi sangat pekat ketika dilakukan titrasi.
Hal ini membuat TAT lebih cepat terbentuk sebelum
titik kesetimbangan, sehingga menyebabkan jumlah
titran yang digunakan sangat sedikit dibandingkan
dengan jumlah titran yang digunakan dalam kadar
asli.
(Semangatrusmana.blogspot.com/2011/03.laporanpenetapan-kompleksometri.html)

c. Dampak Hidrolisis
Tingginya PH akan
terhidrolisis

dan

menyebabkan

akan

ion

mengendap

logam
sebagai

hidroksida.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


16

Kompleksometri

+
2++2 H 2 O M ( OH )2 +2 H
M
Hidrolisa

secara

pengendapan

ekstensif

hidroksida

dapat
yang

mengakibatkan

bereaksi

dengan

MgEDTA secara perlahan-lahan. Semakin tinggi PH


berarti endapan yang dihasilkan lebih banyak dan
yang akan bereaksi dengan Y4- lebih sedikit. Karena
hidrolisis yang terjadi merupakan hidrolisis yang
relatif

ekstensif

menyebabkan

peningkatan

konsentrasi ion OH- , sehingga mengarah pada


cepatnya

pembentukan

endapan

dan

semakin

sedikitnya ion logam bebas yang bereaksi dengan Y 4maka

semakin

sedikit

volume

titran

yang

dibutuhkan.
(Semangatrusmana.blogspot.com/2011/03.lapora
n-penetapan-kompleksometri.html)

d. Penambahan MgEDTA
Pada kompleksometri

penentuan

kadar

CaO

dengan cara substitusi atau pergantian ion yaitu


sampel

ditambah

MgEDTA

sehingga

ion

Mg 2+

digantikan oleh logam yang ada dalam sampel.


Kemudian ion Mg2+ yang terbentuk dititrasi dengan
EDTA standard an indikator EBT. Reaksi :

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


17

Kompleksometri

2+

2+ Mg

2 MgY

2++ MgY

Mg

2+

2+ Mg
2 CuY
2++ MgY
Cu
+
2+ H
2 Mgln
2++ Hln
Mg
Setelah Cu bereaksi
2 ( biru )

++ Hln

2+ H

2 MgY

+ H 2 Y

Mgln
Kompleks magnesium EDTA yang bersifat
relatif

pada

stabilitas

rendah.

Mg2+

yang

digantikan kemudian dititrasi dengan sebuah Mg 2+


dan EDTA menyebabkan ion logam bebas dimana
ion tersebut akan menggantikan Mg2+ dan jadi
lebih sedikit.
Kadar Mg2+
kebutuhan

titran

yang terbentuk sedikit, maka


menjadi

lebih

sedikit

dan

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


18

Kompleksometri

menyebabkan kadar CaO yang ditemukan lebih


sedikit dari kadar asli.
(Underwood 202,217)

2. Pengaruh pH
Empat tetapan disosiasi asam HaY adalah sebagai
berikut :
HaY + H2O H3O+ + H3Y-

Ka = 1,02 . 10-2

H3Y- + H2O H3O+ + H2Y2-

Ka = 2,14 . 10-2

H2Y- + H2O H3O+ + HY3-

Ka = 6,93 . 10-7

HY3- + H2O H3O+ + Y411

Pada

kompleksometri

Ka = 5,5 . 10bentuk

EDTA

yang

dibutuhkan adalah tertra anion (Y4-) yang punya Ka = 5,5 . 10 8

, sehingga pH=10. Pada pH yang lebih rendah, spesies

tergolong seperti HY3- dan sebagainya akan melimpah. Dapat


dianggap bahwa H3O+ bersaing dengan ion logam untuk
memperebutkan pada pH tersebut. Reaksi
H2Y2- dengan Ca2+ :
Ca2+ + H2Y2- CaY2- + 2H+
Pada percobaan ini yang kami lakukan, karena pH tidak tepat
10 tetapi pH<10 dengan rentan 9 - 9,9 (kami menggunakan
indicator

universal

yang

keakuratannya

membutuhkan

kecermatan terhadap pengamatan warna yang sangat tinggi).


Konsentrasi H3O+ lebih besar. Jadi H3O bersaing dengan ion
logam Ca2+ untuk mendapatkan EDTA, karena EDTA bereaksi
dengan H3O+. Maka jumlah EDTA yang dibutuhkan sebagai
Laboratorium Dasar Teknik Kimia I
19

Kompleksometri

titran lebih besar dari seharusnya. Jumlah EDTA bertrambah


besar, maka kadar CaO juga akan menjadi semakin besar,
karena jumlah titran EDTA berbanding lurus CaO sesuai
berikut :
Kadar CaO=

( V . N ) EDTA . BM CaO .V total . V pengenceran


ppm
V yang diencerkan. V yang dititrasi

(Underwood,

199-

201)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


20

Kompleksometri

7
6
5
4
pCa

teoritis
praktis

3
2
1
0
2 ml

4 ml

6 ml

8 ml

10.4 ml

Volume EDTA

GRAFIK HUBUNGAN VOLUME EDTA vs pCa

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


21

Kompleksometri

BAB V
PENUTUP
V .1 Kesimpulan
1. Air tugu muda memiliki kesadahan sementara 360 ppm dan
air

akuarium

memiliki

kesadahan

50

ppm.

Kesadahan

keduanya < 500 ppm sehingga layak dikonsumsi dan dipakai


dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya kesadahan yang
didapat dipengaruhi oleh

penambahan

EBT yang terlalu

sedikit.
2. Kadar CaO yang ditemukan sebesar 0,714 gr sedangkan
kadar asli sebesar 0,725gr. Kadar CaO yang ditemukan lebih
kecil dari kadar asli karena pengaruh penambahan EBT,
pengaruh PH , penambahan MgEDTA dan Dampak Hidrolisis.

V .2 Saran
1. Usahakan penambahan EBT secara tepat.
2. Usahakan pengaturan PH tepat 10 saat penambahan KOH.
3. Pengamatan perubahan warna pada TAT harus benar-benar
diperhatikan.
4. Lakukan titrasi dengan cermat dan hati-hati.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


22

Kompleksometri

DAFTAR PUSTAKA

R. Sundaro, 1986, Analisa Kimia Kuantitatif, edisi ke-4, Jakarta:


Erlangga
Underwood, A.I. and Day R.A. 1981. Analisa Kimia Kuantitatif,
Edisi ke-4. diterjemahkan oleh Drs. R. Soendoro, Ny. Widaningsih W.,
BA, Dra. Ny. Sri Rahadjeng S., Jakarta : Penerbit Erlangga.
Vogel, A.I. Buku Teks Anorganik Kualitatif Makro dan Semi
Makro. Diterjemahkan oleh Ir. Sutiono dan Dr. A. Hadyono
Pudjaatmadja. Jakarta: Penerbit P.T. Kalman Media Pustaka.
www.depkes.go.id/download/Peraturan-menkes/492/IV/2010(diakses
tanggal 22 oktober 2011)
www.Semangatrusmana.blogspot.com/2011/03.laporan-penetapankompleksometri
www.scribd.com/doc/39391159/laporan-titrasi-kompleksometri

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


23

Kompleksometri

Laboratorium Dasar Teknik Kimia I


24