Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PENGENDALIAN GULMA


IDENTIFIKASI GULMA

Oleh :

Nama
NIM
Kelas
Kelompok

: Nasrul Ardinan Sativa


: 125040200111073
:B
: B1 (Kamis, 09.15)

MINAT SUMBERDAYA LINGKUNGAN


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
MALANG
2015

1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gulma adalah tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya.
Keberadaan gulma memicu adanya persaingan dalam mendapatkan nutrisi, baik
itu nutrisi unsur hara, air dan penyinaran matahari. Tentu keberadaan gulma
sangat tidak dikehendaki khususnya oleh petani karena gulma dapat menghambat
pertumbuhan

tanaman

budidaya.

Dengan

adanya

gulma

petani

harus

mengendalikan pertumbuhan gulma. Banyaknya jenis gulma dalam lahan


budidaya tentu bermacam-macam baik dari habitat, morfologi dan klasifikasi.
Macam-macam gulma sangat beragam. Banyaknya jenis gulma membuat
maca-macamnya dikelompok-kelompokan berdasarkan cara hidup, morfologi,
habitat dan siklus hidup. Tentu dalam lahan budidaya perbedaan jenis gulma harus
diidentifikasi berdasarkan kelompok-kelompok diatas. Dengan cara identifikasi
tersebut kita dapat mengetahui bagaimana jenis gulma tersebut, bagaimana cara
hidupnya, morfologinya dan habitatnya. Setiap perbedaan gulma memiliki tata
cara pengendalian yang berbeda-beda Dengan mengetahui semuanya, dapat
menjadi sebuah acuan tindakan pengendalian yang akan dilakukan. Dengan
mempelajari tata cara identifikasi gulma kita dapat mengetahui jenis-jenis gulma
dan kita dapat mengelompok-kelompokkan sesuai dengan habitat, cara hidup,
siklus hidup dan morfologi.
1.2 Tujuan
Tujuan dilakukan praktikum identifikasi gulma adalah mengetahui jenisjenis gulma dan perbedaannya dari segi habitat, cara hidup,siklus hidup dan
morfologi.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Morfologi Gulma
Menurut Bairus (2003), berdasarkan sifat morfologinya, gulma dapat
dibedakan menjadi berdaun sempit (grasses), gulma teki-tekian (sedges), gulma
berdaun lebar (broad leaves), dan gula pakis-pakisan (ferns).

2.1.1 Gulma Berdaun Sempit (Grasses)


Menurut Bairus (2003), gulma berdaun sempit memiliki ciri khas sebagai
berikut: daun menyerupai pita, batang tanaman beruas-ruas, tanaman tumbuh
tegak atau menjalar, dan memiliki pelepah serta helaian daun. Contoh-contoh
gulma berdaun sempit adalah sebagai berikut.
- Axonopus compressus
- Brachiaria miliformis
- Cynodon datylon
- Cyrtococcum accrescens
- Panicum brevifollium
2.1.2 Gulma Teki-Tekian (Sedges)
Menurut Bairus (2003), gulma jenis teki-tekian mirip dengan gulma
berdaun sempit, namun memiliki batang berbentuk segitiga. Beberapa contoh
jenis gulma teki-tekian adalah sebagai berikut.
- Cyperus brevolius
- Cyperus digilatus
- Cyperus rotundus
- Lipocarpha corymbosa
- Scirpus mucronatus
2.1.3 Gulma Berdaun Lebar (Broad Leaves)
Pada umumnya, gulma berdaun lebar merupakan tumbuhan berkeping dua,
meskipun ada juga yang berkeping satu. Gulma berdaun lebar memiliki ciri-ciri
daun melebar dan tanaman tumbuh tegak atau menjalar. Contoh-contoh jenis
gulma berdaun lebar adalah sebagai berikut.
- Ipomoea cairica
- Alocasia macrorrhiza
- Amaranthus spinosus
- Croton hirtus
- Curculigo villosa

- Pistia stratiotes
2.1.4 Gulma Pakis-Pakisan (Ferns)
Menurut Bairus (2003), gulma jenis pakis-pakisan (ferns) pada umumnya
berkembang biak dengan spora dan berbatang menjalar. Contoh gulma jenis
pakis-pakisan adalah sebagai berikut.
- Dicranopteris linearis
- Lygodium flexuosum
- Taenitis blechnoides
- Nephrolepis biserrata

2.2 Tata Cara Hidup Gulma


Menurut Widaryanto (2009), cara hidup atau cara merugikan gulma dapat
dikelompok-kan menjadi :
1. Gulma kompetitif, yaitu gulma yang sangat kuat melakukan kompetisi sehingga
mampu mendominasi tanaman budaya. Contoh : Cyperus rotundus L. yang
tumbuh di antara tanaman padi kering, Amaranthus spinosus yang tumbuh di
antara tanaman kedelai dan Boerhaavia erecta L. yang tumbuh di antara tanaman
kacang tanah.
2. Gulma parasit, yaitu gulma yang hidupnya menumpang serta me-ngambil
makanan dari tanaman yang ditumpangi. Contoh : Loran-thus sp. pada tanaman
buah-buahan, Cuscuta sp. (tali putri) pada tanaman beluntas.
3. Gulma epifit, yaitu gulma yang hidupnya menumpang tetapi tidak me-ngambil
makanan dari tanaman yang ditumpanginya. Apabila se-lama pertumbuhan tidak
merugikan tanaman yang ditumpangi maka disebut epifit murni (true epiphytes),
contoh : jenis-jenis paku-pakuan, sedang apabila kemudian bersifat kompetitif
maka disebut epifit palsu (half epiphytes) contoh : Ficus sp.
4. Gulma ruderal, yaitu jenis-jenis gulma yang tumbuh di lahan yang ti-dak
digunakan untuk usaha produksi sehingga kehadirannya tidak di-pedulikan oleh
manusia. Contoh : jenis-jenis gulma yang tumbuh di kuburan, tepi jalan, pagar

pekarangan atau tebing sungai seperti Ele-phantopus scaber, Sida acuta, Urena
lobata, Stachytarphata indica dan Triumpheta laputa.
2.3 Siklus Gulma
Menurut Bairus (2003), berdasarkan siklus hidupnya, gulma dapat
dibedakan menjadi gulma semusim (annual weeds), gulma dua musim (biannual
weeds), dan gulma tahunan (perennial weeds).
2.3.1 Gulma Semusim (Annual Weeds)
Menurut Bairus (2003), siklus hidup gulma semusim mulai dari
berkecambah, berproduksi sampai akhirnya mati berlangsung selama satu tahun.
Pada umumnya, gulma semusim mudah dikendalikan, namun pertumbuhannya
sangat cepat karena produksinya biji sangat banyak. Oleh karena itu, pengendalian
gulma semusim memerlukan biaya lebih besar. Contoh-contoh gulma semusim
adalah sebagai berikut.
- Amaranthus sp.
- Digitaria sp.
- Eleusine indica
- Ipomoe purpura
- Setaria sp.
2.3.2 Gulma Dua Musim (Biannual Weeds)
Menurut Bairus (2003), siklus hidup gulma dua musim lebih dari satu tahun,
namun tidak lebih dari dua tahun. Pada tahun pertama gulma ini menghasilkan
bentuk roset, pada tahun kedua berbunga, menhasilkan biji, dan akhirnya mati.
Pada periode roset, gulma jenis ini pada umumnya sensitif terhadap
herbisida.Contoh-contoh gulma dua musim adalah sebagai berikut.
- Aretium sp.
- Circium vulgare
- Verbascum thapsus
2.3.3 Gulma Tahunan

Menurut Bairus (2003), siklus hidup gulma tahunan lebih dari dua tahun dan
mungkin tidak terbatas (menahun). Jenis gulma ini kebanyakan berkembang biak
dengan biji, meskipun ada juga yang berkembang biak secara vegetatif. Gulma
tahunan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Misalnya, pada musim
kemarau jenis gulma ini seolah-olah mati karena ada bagian yang mengering,
namun bila ketersediaan air cukup, gulma akan segera bersemi kembali.Contohcontoh gulma tahunan adalah sebagai berikut.
- Cynodon datylon
- Cyperus rotundus
- Imperata cylindrica

2.4 Habitat Gulma


Menurut Bairus (2003), berdasarkan habitatnya, gulma dibedakan menjadi
gulma air (aquatik weeds) dan gulma daratan (trestrial weeds).
2.4.1 Gulma Air (Aquatik Weeds)
Menurut Bairus (2003), pada umumnya, gulma air tumbuh di air, baik
mengapung, tenggelam, ataupun setengah tenggelam. Gulma air dapat berupa
gulma berdaun sempit, berdaun lebar, ataupun teki-tekian. Contoh-contoh gulma
air adalah sebagai berikut.

Cyperus difformis
Cyperus iria
Echinochloa colonum
Echinochloa crus-galli

- Leersia hexandra
- Leptochloa chinensis
- Monochoria vaginalis
- Salvinia molesta

2.4.2 Gulma Daratan


Menurut Bairus (2003), gulma daratan tumbuh di darat, antara lain di
tegalan dan perkebunan. Jenis gulma daratan yang tumbuh di perkebunan sangat
tergantung pada jenis tanaman utama, jenis tanah, iklim dan pola tanam.Contohcontoh jenis gulma daratan adalah sebagai berikut.

- Ageratum conyzoides
- Axonopus compressus

- Melastoma malabatricum
- Mikania micrantha

- Chromolaena odorata
- Euphorbia sp.
- Imperata cylindrica

- Panicum repens
- Stachytarpheta indica

3. BAHAN DAN METODE

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum identifikasi gulma dilakukan di Laboratorium Sumberdaya
Lingkungan, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Brawijaya

pada hari

Kamis, 26 Maret 2015 pukul 09.15- 11.00


3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini meliputi penggaris, koin, kamera,
dan alat tulis. Bahan yang digunakan meliputi gulma berdaun lebar, berdaun
sempit, teki-tekian dan gulma air yang merupakan spesimen atau obyek yang akan
diamati.
3.3 Langkah Kerja

3.3.1 Diagram Alir


Siapkan alat dan bahan

Amati masing-masing jenis gulma

Gambar gulma dan beri keterangan

Dokumentasi

Buat
Laporan
3.3.2
Analisa
Perlakuan
Memulai praktikum kita siapkan alat dan bahan yang meliputi semua
peralatan yang akan kita gunakan dalam melakukan identifikasi dan bahan yang
meliputi semua jenis spesies gulma yang merupakan objek pengamatan.
Kemudian amati dan bri keterangan mengenai bagian-bagian tumbuhan dan beri
data-data yang meliputi nama, morfologi, daur hidup, ditemukan pada lahan/areal
pertanaman dan nilai ekonomis berdasarkan studi pustaka. Setelah itu, lakukan
dokumentasi dengan background putih agar kenampakan gulma jelas dan jangan
lupa tambahkan pembanding di dalamnya yaitu penggaris dan koin. Penggaris
sebagai petunjuk ukuran dan koin sebagai petunjuk gambar terlihat simetris ketika
nanti disajikan dalam bentuk gambar pada laporan. Setelah itu sajika semua data
dan foto yang diperoleh dalam sebuah laporan praktikum.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Adapun jenis-jenis gulma yang terdapat pada areal yang diamati dan
dalam jumlah populasi yang cukup tinggi, antara lain:
4.1.1
No
1.

Gulma Daun Lebar ( Broadleaf )


Gambar

Keterangan
a. Klasifikasi
Kingdom: Plantae
b.
c.
d.
e.

Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae

f.

Ordo: Caryophyllales
Famili: Portulacaceae
Genus: Portulaca

Spesies: Portulaca oleracea L.


g. Nama umum : krokot
h. Morofologi : Semak, menjalar dan
panjang sampai 20 cm dengan
batang membulat dan beruas.
Habitat dan Daur Hidup : Hidup di
darat dan tanaman tahunan
Nilai Ekonomis : Dapat sebagai
bahan obat-obatan

2.

a. Klasifikasi Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
b. Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
c. Kelas: Magnoliopsida
d. Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales

Famili: Fabaceae
Genus: Mimosa
Spesies: Mimosa pudica Duchass.
& Walp
e. Nama umum : putri malu
f. Morfologi : Daun majemuk
menyrip seperti lamptoro dan peka
terhadap rangsangan.
g. Habitat dan daur Hidup : Hampir
dapat tumbuh di segala jenis tanah
dengan kandungan nutrisi cukup.
Berkembang biak dengan biji.
h. Nilai Ekonomis : Sebagai filter

3.

erosi dan tanaman obat


Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
k. Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Euphorbiales
Famili: Euphorbiaceae
Genus: Phyllanthus
Spesies: Phyllanthus niruri L.
Nama umum : Meniran
Morofologi : Bercabang, tegak dan
tinggi sampai 50 cm
Habitat dan Daur Hidup : Tumbuh
di daerah yang lebab dan termasuk
tumbuhan semusim
Nilai Ekonomis : Dapat dijadikan
sebagai obat-obatan.

4.

m. Klasifikasi
n. Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
o. Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus spinosus L.
Nama umum : Bayam duri
Habitat dan Daur Hidup :Hidup di
daerah tropis dan subtropis.Umur
tanaman 25 HST udah dapat
dicabut
Nilai Ekonomis : Dapat sebagai
obat berkhasiat seperti oobat
keputihan dan pendarahan.

5.

p. Klasifikasi
q. Kingdom: Plantae
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Mikania

s.

Spesies: Mikania micrantha Kunth


Nama umum : Mikania ( sembung
rambat)
u. Morofologi: Menjalar dan Daun
menyirip
v. Habitat dan Daur Hidup: Hidup di
daratan dan termasuk tumbuhan
semusim.
w. Nilai Ekonomis : Dapat sebagai
inang musuh alami.

4.1.2

Gulma Rumput-rumputan ( Grasses )

No
1.

Gulma

Keterangan
a. Klasifikasi
b. Kerajaan : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Sorghum L.
c. Nama umum : rumput kampong
d. Morfologi : Perakaran serabut
e. Habitat dan Daur Hidup : Tumbuh
pada iklim subtopis dan tropis
f.

dengan tumbuh semusim.


Nilai Ekonomis:Dapat dijadikan
pakan ternak.

g.
h.

2.

a. Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Eleusine
Spesies: Eleusine indica (L.)
Gaertn
Nama umum : Rumput Belulang
Morfologi : Perakaran yang kuat
dengan tumbug berumpun.

Daur Hidup dan Habitat :


Berumur pendek sekitar semusim
dan tumbuh hampir pada jenis
tanah.
Nilai Ekonomis : Dapat sebagai
pakan ternak

3.

a. Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi:
Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Axonopus
Spesies: Axonopus compressus
(Sw.) Beauv.
Nama umum : Jukut pait
Morfologi: Perakaran Tunggang
dan memiliki rambut-rambut halus
pada bagian tanaman
Habitat dan Daur Hidup : Perennial
Weeds dan umurnya lebih dari 2
tahun dan tumbuh pada rawa-rawa
daan sawah.
Nilai ekonomis : Dapat dijadikan
makan ternak

4.

a. Klasifikasi
b. Kingdom: Plantae
c. Subkingdom: Tracheobionta
d. Super Divisi:
Spermatophyta
e. Divisi: Magnoliophyta
f. Kelas: Liliopsida
g. Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
h.

Genus: Cynodon
Spesies: Cynodon dactylon (L.)
Pers.
Nama umum : Grintingan
Morfologi : Tumbuh menjalar
membentuk rimpang
Habitat dan Daur Hidup : Dapat
tumbuh dimanapun pada suhu 24C
dan termasuk gulma semusim.
Nilai Ekonomis :Sebagai inang
musuh alami, filter erosi dan
penutup tanah.

5.

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Paspalum
Spesies : Paspalum
commersonii Lamk
Nama umum : Rumpu
gegenjuran
Morfologi : Tinggi 120 cm

dengan batang ramping dan


tegak.
a. Habitat dan Daur Hidup : Lahan
lembab dan tumbuh secara
tahunan.
b. Nilai Ekonomis : Dapat sebagai
pakan ternak

4.1.3

Gulma Teki-tekian

No
1.

Gulma

Keterangan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
k. Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Cyperales
Famili: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies: Cyperus kyllingia Endl.
Nama umum : wudelan
Morfologi : Daun berbentu segitiga
dengan daun terdiri dari 4-5 helai.
Daur Hidup dan Habitat : Hidup di
dataran dan hidup hampir
sepanjang tahun
Nilai Ekonomis : Dapat sebagai

2.

bahan baku herbisida


b. Klasifikasi
c. Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
d. Super Divisi:
Spermatophyta
e. Divisi: Magnoliophyta
f. Kelas: Liliopsida
g. Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Cyperales
Famili: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies: Cyperus rotundus L.
h. Nama umum : teki
Morfologi : Daun segitiga dan
memiliki 3 ruas daun.
Habitat dan daur Hidup : Hidup
didarat dan hampir sepanjang tahun
terus hidup.
k. Nilai Ekonomis : Dapat dijadikan
bahan baku herbisida

3.

b. Klasifikasi
Kingdom:

Plantae

divisi:

Angiosperms

kelas:

Monocots

Sub kelas :

Commelinids

Order:

Poales

Family:

Cyperaceae

Genus:

Cyperus

Species:

C. strigosus

c. Nama umum : teki


d. Morfologi :Pada ujung daun akan
muncul bungan dengan daun
berbentuk segitiga.
e. Daur Hidup dan Habitat : Hidup
f.

4.

didarat dan tahunan


Nilai Ekonomis : Bahan Pembuat
Herbisida
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Cyperales
Famili: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies: Cyperus iria
Nama umum : jekeng
Morfologi :Bunga terlihat jelas dan
daun berbentuk bendera.
Daur Hidup dan Habitat : Tahunan
dan hidup di Darat
Nilai Ekonomis: Filter erosi

c. Klasifikasi
d. Kingdom: Plantae

5.

Subkingdom: Tracheobionta
e. Super Divisi:
Spermatophyta
f. Divisi: Magnoliophyta
g. Kelas: Liliopsida
h. Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Cyperales
Famili: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies: Cyperus javanicus Houtt.
Nama umum :kikisa
Morfologi : Sama dengan teki-teki
yang lain hanya pada batang
berwarna kemerahan dan menjalar.
k. Habitat dan Daur Hidup : Di
daratan dan hidup tahunan.\
Nilai Ekonomis :-

4.1.4
No
1.

Gulma Air
Gulma

Keterangan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Alismatidae
Ordo: Alismatales
Famili: Butomaceae
Genus: Eichornia
Spesies: Eichornia crassipes

(Mart.) Solms
Nama lain : Eceng Gondok
Daur Hidup : Mengapung di air
dan berwarna hijau seperti
bunga.
Habitat dan Daur Hidup :
Hidup pada perairan dan
selama kondisi mendukung
akan terus tumbuh.
Nilai Ekonomis : Sebagai
penghias kolam

m.
2.

m. Klasifikasi
n. Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
o. Super Divisi:
Spermatophyta
p. Divisi: Magnoliophyta
q. Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Arecidae
s.

Ordo: Arales
Famili:
Araceae
Genus: Pistia

Spesies: Pistia stratiotes L.


u. Nama umum: kayu apung
v. Morfologi : Seperti kayu eceng
gondok tetapi berukuran lebih
kecil.
w. Habitat dan daur Hidup; Perairan
dan tumbuh semusim.
x. Niali Eknomis ; Naungan untuk
kolam.

3.

g. Klasifikasi
h. Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi:
Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
k. Kelas:
Magnoliopsida
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Nymphaeales
m. Famili: Nymphaeaceae
Genus: Nymphaea
Spesies: Nymphaea rubra
n. Nama umum : Teratai merah
o. Morfologi : Daun lebar melingkar
dan tepi bergerigi.
p. Daur Hidup dan Habitat :
Berbunga 3-4 hari dan
perbanyakan menggunakan biji.
Hidup di perairan bisa
kolam,danau atau lahan sawah.
q. Nilai Eknomis; Dapat digunakan

4.

sebagai tanaman hias.


Klasifikasi
k. Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
m. Super Divisi:
n.
o.
p.
q.

Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Alismatidae
Ordo: Alismatales
Famili: Alismataceae
Genus: Echinodorus
Spesies: Echinodorus palaefolius
Nama umum : Melati Air
Morfologi : Batang pendek
dengan daun tebal dan memiliki

s.

bunga dobel satu kuncup.


Daur Hidup dan Habitat : Hidup
di perairan yang cukup

Nilai Ekonomis :Sebagai


makanan hewan air seperti
ikan,angsa dan bebek.
m. Klasifikasi
n. Kingdom: Plantae

5.

Subkingdom: Tracheobionta
o. Super Divisi:
Spermatophyta
p. Divisi: Magnoliophyta
q. Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae
s.

Genus: Colocasia
Spesies: Colocasia esculenta (L.)
Nama umum : Talas Loma
Morofologi :Daun membulat dan

sistem perakaran liar.


u. Habitat : Perairan
v. Nilai Ekonomis :-

4.2 Pembahasan
Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi
yang tidak diinginkan manusia (Rukhman et al., 2002). Berdasarkan definisi
subjektifnya, gulma dapat diartikan sebagai tumbuhan yang tidak dikehendaki
manusia karena tumbuh di tempat yang tidak diinginkan dan mempunyai
pengaruh negatif terhadap manusia baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Keberadaan gulma tidak dikehendaki karena gulma mempunyai daya kompetisi
yang tinggi (ruang, air, udara, unsur hara) terhadap tanaman yang dibudidayakan,
sehingga mengganggu pertumbuhan dan menurunkan kualitas dan kuantitas hasil
panen tanaman budidaya. Selain itu, gulma sering menjadi inang sementara dari
penyakit dan parasit tanaman dan menghambat kelancaran aktivitas pertanian.
Menurut Buchler et al. (1995), cara-cara identifikasi gulma dapat ditempuh
satu atau kombinasi dari sebagian atau seluruh cara-cara di bawah ini:
-

Membandingkan gulma tersebut dengan material yang telah diidentifikasi di


herbarium

Konsultasi langsung dengan para ahli di bidang yang bersangkutan

Mencari sendiri melalui kunci identifikasi

Membandingkan dengan determinasi yang ada

Membandingkan dengan ilustrasi yang tersedia


Karakteristik gulma dipakai dalam identifikasi dan penelaan gulma; terbagi

atas sifat-sifat vegetatif yang bisa berubah sesuai dengan lingkungan dan sifatsifat generatif yang cenderung tetap. Tanda-tanda yang dipakai yaitu bagian
vegetatif gulma dan bagian generatif gulma. Keadaan gulma yang paling ideal
untuk identifikasi adalah jika semua bagian-bagian tersebut (vegetatif dan
generatif) lengkap.
Dengan mengetahui seluruh siklus hidup, habitat dan morfologi tentu kita
dapat merencanakan tindakan teknis pengendalian yang akan kita lakukan. Kita
Ketahui dapat tumbuh secara liar akan tetapi bisa dimanfaatkan. Dari situ kita
mungkin dapat mencoba memilih gulma mana yang dibasmi dan dimanfaatkan.

5. KESIMPULAN

Dalam identifikasi gulma hal yang perlu kita lakukan adalah menngetahui
siklus hidup, habitat, cara hifup dan morfologi sehingga kita dapat mengetahui
spesies gulma apa dan bagaimana tata cara pengendaliannya. Gulma juga
memiliki nilai ekonomis yang tentu dapat kita manfaatkan.
Gulma tertidiri dari gulma air, berdaun lebar, sempit dan teki-tekian.
Masing-masing dari gulma memiliki morfologi dan siklus hidup sendiri-sendiri.
Dengan perbedaan itu bentuk pengendalian juga berbeda.

DAFTAR PUSTAKA
Barus, Emanuel. 2003. Pengendalian Gulma di Perkebunan. Kanisius. Yogyakarta
Buchler, D.B., J.D. Doll, R.T. Proost, and M.R. Visocky. 1995. Integrating
mechanical weeding with reduce herbicide use in conservation tillage
corn production systems. Agron. J. 87:507-512.
Rukman, Rahmat dan Sugandi Saputra. 1999. Gulma dan Teknik Pengendalian.
Kanisius. Yogyakarta.
Widaryanto, Eko. 2009. Diktat Kuliah Teknik Pengendalian Gulma. Universitas
Brawijaya. Malang.