Anda di halaman 1dari 22

Uraian Kegiatan

URAIAN KEGIATAN
2.1 JENIS USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
2.1.1

Jenis Usaha/Kegiatan :

Rencana Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) seluas 10 Ha,
di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi
Sulawesi Barat.
CV. JAUHAR ILAHI adalah suatu perusahaan/kontraktor yang bergerak pada bidang,
pertambangan batu, pasir dan kerikil yang meliputi berbagai kegiatan sebagai berikut :

Penggalian dan pengerukan


Pengangkutan lokal
Penumpukan / Pengumpulan
Pemecahan, pencucian dan pemisahan
Pengiriman antar pulau

Jenis Perijinan yang Dimiliki :


a. Surat dukungan masyarakat Desa Gunung Sari tertanggal 6 Oktober 2011.
b. Rekomendasi Kepala Desa Gunung Sari No. 470/352/VIII/11/DG tertanggal 10
Oktober 2011.
c. Berita Acara Survey Lokasi Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV.
JAUHAR ILAHI oleh Tim Teknis Terpadu Dinas ESDM Kabupaten Mamuju Utara.
d. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) CV. JAUHAR ILAHI, oleh Sekretaris Daerah An.
Bupati Mamuju Utara No. 145/SITU/IV/2007 tertanggal 13 April 2007.
e. Tanda Daftar Perusahaan Komanditer (TDP), CV. JAUHAR ILAHI No.
330234500056 tertanggal 05 JULI 2005.
f. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), CV. JAUHAR ILAHI No. 2149/2004/PK/XII/1996 tertanggal 30 Desember 1996.
g. Bukti Pendaftaran Wajib Pajak, An. CV. JAUHAR ILAHI dengan NPWP :
1.704.942.0-802.
h. Permohonan IUP Eksplorasi/Eksploitasi Tambang Golongan Galian Batuan An.
CV. JAUHAR ILAHI Di Desa Gunung Sari seluas 10 Ha No. 002/JHIPSK/XI/2011, tertanggal 11 Oktober 2011.
2.1.2

Lokasi Rencana Usaha/Kegiatan

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 1

Rencana Kegiatan

Secara administratif, lokasi proyek rencana Penambangan dan Pengolahan Batuan


Sirtu (Pasir dan Batu) seluas 10 Ha termasuk dalam wilayah administrasi yaitu Desa
Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi
Barat. Rencana usaha dan/atau kegiatan Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu
(Pasir dan Batu) seluas 10 Ha (dengan kapasitas < 250.000 m3/tahun, atau jumlah
material penutup yang dipindahkan < 1.000.000 ton).
Kegiatan Penambangan Batuan Sirtu ini sebagai upaya untuk mengurangi resiko
pendangkalan sungai dengan terbentuknya Delta, yang dapat mengancam rusaknya
beberapa fasilitas/infrastruktur seperti jalan dan jembatan sungai Pangiang akibat
sedimentasi sungai yang menghalangi laju debit air sungai Pangiang. Karena sumber
utama bahan baku/tempat galian (Quarry) adalah di Sungai Pangiang, sehingga akan
dapat membantu Pemda Mamuju Utara mempercepat program normalisasi Sungai
Pangiang.
Daerah Gunung Sari Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara yang menjadi
lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu
(Pasir dan Batu), terletak di bagian Timur atau arah Timur Laut dari Kota Pasangkayu
(ibukota Kabupaten Mamuju Utara) dan berjarak sekitar 17 Km dari Kota Pasangkayu
yang merupakan kawasan dataran rendah (keadaan tanah 75% adalah dataran dan
terletak di ketinggian 55-300 m dari permukaan laut).
Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan menempati areal yang agak landai dengan
ketinggian mencapai 55 105 m dpl, dengan batas lokasi sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan lahan perkebunan masyarakat, Hulu sungai


Pangiang, hutan sekunder dan wilayah Kecamatan Bambalamotu.

Sebelah Timur berbatasan dengan sungai/salu Moi, lahan perkebunan masyarakat,


dan hutan sekunder.
Sebelah Barat berbatasan dengan permukiman penduduk, lahan perkebunan
masyarakat, wilayah Kecamatan Bambalamotu, Jalan Raya Poros Mamuju-Palu
dan Poros Mamuju-Sulawesi Selatan.

Sebelah Selatan berbatasan dengan lahan tegalan/perkebunan masyarakat dan


jalan produksi/jalan Desa, dan sungai Pangiang ke arah Muara.

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 2

Rencana Kegiatan

Gambar 2.1 Kondisi Sungai Pangiang dengan Potensi Batuan Tambang (SIRTU) di Desa
Gunung Sari, Kec. Pasangkayu Kab. Mamuju Utara.

Posisi Lokasi pertambangan dengan Sumber Daya kegiatan di sekitarnya;


Hutan

Sungai
Permukiman
Industri
Peruntukan lahan
Ketinggian tapak
Status lahan
Poros koordinat

:
:
:
:
:
:
:

Koordinat titik batas

Terdapat Hutan sekunder (terutama di bagian Utara dan


Timur, serta sebagian Tenggara dari Lokasi Kegiatan)
Pangiang, Desa Gunung Sari
100 750 m di sebelah Barat, Selatan dan Utara
Usaha Galian C illegal & iIlegal logging
APL
55 105 m dpl
Lahan Negara dan Masyarakat.

Aktifitas Quary = 119o2850,4 BT s/d 119o2907,2 BT


01o0913,6 LS s/d 01o0952,0 LS
Instalasi
Pengolahan = 119o2859,6 BT s/d 119o2902,8 BT
01o0926,4 LS s/d 01o0930,4 LS
(Terlampir dalam Peta Lokasi Wilayah IUP)

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 3

Rencana Kegiatan

Gambar 2.2. Peta Orientasi Lokasi Rencana Kegiatan Penambangan dan Pengolahan
Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) seluas 10 Ha, di Desa Gunung Sari, Kec.
Pasangkayu Kab. Mamuju Utara.
Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 4

Rencana Kegiatan

Secara rinci, informasi Lokasi Rencana Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu
(Pasir dan Batu) seluas 10 Ha oleh CV. JAUHAR ILAHI dapat dilihat pada Peta
Situasi Lokasi Kegiatan yang disajikan pada peta Orientasi dan Layout pada Gambar
2.2. dan Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Peta Lokasi dan Layout Rencana Penambangan dan Pengolahan Batuan
Sirtu (Pasir dan Batu), di Desa Gunung Sari, Kec. Pasangkayu Kab. Mamuju
Utara.
2.1.3

Umur Proyek/Rencana Kegiatan

Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) CV. JAUHAR ILAHI,
diharapkan berlangsung selama kegiatan pertambangan masih berproduksi yang
diperkirakan berlangsung sekitar 10 tahun.

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 5

Rencana Kegiatan

2.1.4

Skala Usaha dan/atau Kegiatan

Kegiatan Penambangan Batuan Sirtu ini disamping bertujuan untuk memasok bahan
baku batuan SIRTU baik untuk kebutuhan lokal dalam Wilayah Kabupaten Mamuju
Utara maupun untuk memenuhi kebutuhan antar pulau yaitu wilayah Kota Balikpapan
dan Kota Samarinda, juga sebagai upaya untuk mengurangi resiko pendangkalan
sungai dengan terbentuknya Delta, yang dapat mengancam rusaknya beberapa
fasilitas/infrastruktur seperti jalan dan jembatan di sepanjang sungai Pangiang akibat
sedimentasi sungai yang menghalangi laju debit air sungai Pangiang. Karena sumber
utama bahan baku/tempat galian (Quarry) adalah di Sungai Pangiang, sehingga akan
dapat membantu Pemda Mamuju Utara dalam rangka mempercepat program
normalisasi Sungai Pangiang.
 Jenis Bahan Galian

: Bahan Galian (Pasir, Perikil dan Kerakal)

 Jumlah Cadangan

: 1.500.000 m3

 Produksi

: 12.500 m3/bulan

 Pemanfaatan Hasil

: Bahan bangunan

 Rencana Umur Kegiatan

: 10 tahun

 Sumber energi yang digunakan :


Jenis Sumber

Kapasitas Penggunaan (KVA)

Kegunaan

PLN

500

Base Camp, Pemecah Batu

Genset Cat

250

Cadangan

 Tenaga kerja yang diperlukan

: 98 orang

Pra Konstruksi

Sarjana
Muda/SLTA
5

Konstruksi

10

20

32

Operasi

10

20

32

Pasca Operasi

10

17

30

60

98

Tahap

Sarjana

Jumlah

Dibawah
SLTA
10

Jumlah
17

 Ekploitasi/Penambangan Batuan Sirtu di Sungai Pangiang;


Jalan Tambang

: panjang 3,5 Km 5,0 Km


lebar 8 10 m

Jalan yang dilalui

Jalan desa

: 3,5 Km

Daerah Pemukiman

: 1,0 Km 2,0 Km

Cara penggalian/penambangan

: lihat Gambar 6.1 dan 6.2.

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 6

Rencana Kegiatan

Tanah Penutup (overburden=OB)

: dikumpulkan di suatu tempat, dekat


dengan instalasi pengolahan Sirtu.

Jarak penambangan dengan Lokasi yang dihijaukan : 100 m 600 m


Tinggi jenjang teras

: 1,5 2,5 m

 Jarak Penambangan dari bangunan penting:

Irigasi
Bak air
Pemukiman
Jembatan
Hutan
Tiang Listrik
Jalan raya

: 300 m
: 550 m
: 400 500 m
: 5,3 Km
: 1,5 3,0 Km
: 3,50 Km
: 3,50 Km.

Penambangan Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) CV. JAUHAR ILAHI, memerlukan
investasi modal untuk operasionalisasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan peralatan,
mobilisasi tenaga kerja, kegiatan development, kegiatan produksi, dan pengolahan
produksi. Adapun tahapan kegiatan tersebut diuraikan sebagai berikut.
a. Peralatan.
Untuk melakukan penambangan membutuhkan peralatan terdiri dari :
2 unit excavator berfungsi untuk menggali dan memuat ke dalam dump truck
3 unit dump truk, sebagai alat angkut
1 unit Whell Loader Komatsu WA 350
1 unit crusher, sebagai alat pengolahan
b. Tenaga Kerja.
Untuk mencapai prosduksi 500 ton/hari dibutuhkan tenaga kerja 15 orang yang
terdiri dari tenaga manager, staf dan operator alat berat dan crusher, driver dump
truck serta tenaga mekanis.
c. Kegiatan development.
Kegiatan development meliputi :
 Pembuatan jalan tambang
Untuk melakukan aktifitas penambangan maka terlebih dahulu dilakukan
pekerjaan pembuatan jalan tambang dengan dengan lebar 15 meter dari
permuka kerja menuju crusher dan jalan produksi dari crusher ke jalan yang telah
tersedia.
 Pembangunan infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur meliputi:

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 7

Rencana Kegiatan

Pembuatan jalan produksi selebar 12 meter, pembuatannya dilakukan dengan


menggunakan 1 unit excavator
Kantor lapangan, sarana ini diperuntukan untuk memenuhi aktifitas karyawan
bekerja baik yang bekerja bidang administrasi maupun yang bekerja di
lapangan untuk kegiatan produksi.
Pembangunan work shop, pembuatan fasilitas shop dimaksudkan untuk
melayani kenderaan yang akan diservis atau kendaraan yang mengalami
kerusakan sehingga harus diperbaiki.
Pembangunan mess karyawan, sarana ini dibuat untuk menampung karyawan
sebagai pemondokan dan tempat beristirahat pada jam istirahat baik yang
bekerja sebagai staf di kantor maupun karyawan yang bekerja di lapangan
untuk kegiatan produksi. Mess ini dilengkapi dengan kantin dan mushallah.
d. Kegiatan Produksi.
Kegiatan produksi meliputi 2 kegiatan utama, yaitu :
Kegiatan penggalian dan pemuatan
Kegiatan Pengangkutan

 Kegiatan Penggalian dan Pemuatan


Alat yang digunakan untuk penggalian dan pemuatan adalah excavator merk
KOBELKO tipe KH 200 yang berkapasitas bucket 0,8 LCM. Dengan
menggunakan formula :

Dimana :
P
Efp
60
CT
Ek
PM

=
=
=
=
=
=

produksi alat muat M3 atau ton


efisiensi pengisian, 85%
jumlah menit dalam 1 jam
Waktu edar (cycle time), 20 detik
Efisiensi kerja, 80%
134,64 ton/jam.

Waktu produktif per hari 6 jam


= 6 x 134,64 ton/hari
= 807,84 ton/hari
Dengan target produksi 1000 ton per hari, maka alat muat yang digunakan 1 unit,
dan 1 cadangan sehingga jumlah seluruhnya 2 unit.

 Kegiatan Pengangkutan
Jarak antara permukaan kerja dengan crusher 750 meter, dibutuhkan waktu edar
(cycle time) 15 menit. Kegiatan pengangkutan dilakukan untuk mengangkut
material yang akan dipindahkan dari tempat permuka kerja ke dalam hopper,
pada bagian samping dari hopper terdapat area yang digunakan untuk keperluan
Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 8

Rencana Kegiatan

stock pile dan bila kondisi hopper penuh. Produksi alat angkut dibongkaran dan
ditumpuk pada stock pile yang berada disamping hopper. Kemampuan produksi
alat angkut per jam dihitung dengan menggunakan rumus :

Dimana :
Pa
W
Ep
60
Ek
CT

=
=
=
=
=
=

produksi alat muat (ton/jam)


Kapasitas alat angkut,18 ton
efisiensi pengisian
jumlah menit dalam 1 jam
Efisiensi kerja, 83%
Waktu edar (cycle time), 20 detik

Dari perhitungan pada lampiran diperoleh produksi alat angkut 345,6 ton/hari.
Jumlah alat angkut yang digunakan sebanyak 3 unit.
e. Pengolahan Produksi
Pengolahan dilakukan dengan maksud untuk memperkecil ukuran batu yang telah
ditambang untuk digunakan keperluan bangunan beton. Alat yang digunakan 1 unir
crusher jenis jaw crusher yang berkapasitas 70-100 ton/jam. Produksi yang
dihasilkan berukuran 1 x 2 cm, 2 x 3 cm dan debu batu.
Kegiatan Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) CV. JAUHAR
ILAHI memungkinkan timbulnya dampak yang diakibatkan. Adapun untuk menilai
dampak tersebut bisa dibedakan dari tahapan yang dilaksanakan dalam proses
Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu, yaitu :
A. Tahap Pra Konstruksi, antara lain meliputi kegiatan survey teknis dan lingkungan,
pemetaan dan pembuatan pra-rencana, perijinan, Pembebasan lahan Pengadaan
Lahan, pembuatan rencana detail atau teknis (Konstruksi dan tata ruang).
B. Tahap Konstruksi, antara lain meliputi kegiatan Mobilisasi Tenaga Kerja,
Mobilisasi Alat dan Material, Pembangunan Base Camp, Pembangunan Pabrik
Pemecah Batu, Pembangunan Fasilitas Pendukung.
C. Tahap Pasca Konstruksi, antara lain meliputi kegiatan demobilisasi peralatan
dan tenaga kerja, pematangan lahan, pemeliharaan lahan, pemanfaatan fasilitas
utama dan pemeliharaan pabrik pemecah batu (jaw crusser).

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 9

Rencana Kegiatan

Gambar 2-4. Penerapan Tambang Galian Sirtu (Mekanis).

2.2 GARIS BESAR KOMPONEN RENCANA USAHA dan/atau KEGIATAN


Komponen-komponen rencana usaha dan atau kegiatan yang akan menimbulkan
dampak potensial terhadap komponen lingkungan hidup dapat diuraikan berdasarkan
tahap-tahap kegiatan. Berdasarkan hasil pelingkupan, komponen kegiatan yang
diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan akibat adanya
Rencana Kegiatan Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) oleh
CV. JAUHAR ILAHI di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju
Utara, Provinsi Sulawesi Barat, adalah sebagai berikut :
2.2.1

TAHAP PRA-KONSTRUKSI
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam tahap pra-konstruksi rencana kegiatan
Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu (Pasir dan Batu) dapat dibedakan
menjadi beberapa kegiatan yaitu Sosialisasi, pembebasan lahan, survey teknis dan
pembuatan rencana detail atau teknis.
a) Survei dan Pengukuran
Survei lapangan terdiri dari kegiatan pengukuran dan pemetaan lokasi
penambangan. Untuk kepentingan ini dilakukan penelitian tanah dan geologi.
Kegiatan ini membutuhkan sejumlah alat ukur dan tenaga kerja (tenaga ahli dan

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 10

Rencana Kegiatan

tenaga kerja kasar).


b) Sosialisasi
Kegiatan sosialisasi rencana kegiatan Penambangan dan Pengolahan Batuan
Sirtu (Pasir dan Batu) merupakan salah satu bagian pelaksanaan studi analisis
mengenai dampak lingkungan hidup dalam bentuk studi UKL - UPL. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan maksud memberikan informasi dan pemahaman kepada
masyarakat mengenai keberadaan, jadwal, tahapan, serta hal lain yang
berkaitan dengan dampak-dampak yang ditimbulkan akibat rencana usaha
dan/atau kegiatan.
Kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk menghindari adanya sikap kontraproduktif dari masyarakat, terutama masyarakat di sekitar lokasi rencana usaha.
Bentuk sosialisasi yang diterapkan adalah dengan pengumuman di media massa,
pemasangan papan pengumuman rencana usaha di sekitar areal yang
diusahakan, dan pertemuan langsung dengan masyarakat di sekitar areal usaha.
Untuk pelaksanaan sosialisasi berupa pertemuan secara langsung dengan
masyarakat di sekitar areal usaha berkoordinasi dengan instansi terkait dari
tingkat kecamatan dan desa, serta melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka
adat.
c) Pembebasan Lahan (termasuk pemukiman masyarakat)
Status lahan rencana Penambangan dan Pengolahan Batuan Sirtu (Pasir dan
Batu), di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara,
Provinsi Sulawesi Barat adalah meliputi areal seluas 10 Ha, yang merupakan
tumpukan/delta yang berada di sekitar sungai Pangiang. Pada saat dilakukan
studi UKL/UPL dilakukan, di lokasi rencana penambangan batuan Sirtu tersebut
tidak dijumpai pemukiman penduduk yang berada di sepanjang bantaran sungai
Pangiang yang merupakan lokasi tapak proyek tersebut, sedangkan di lokasi
tapak proyek tersebut masih terdapat sebagian kecil lahan masyarakat yang
belum dibebaskan (sekitar 20-30% dari luasan 10 Ha), sedangkan areal yang
dicanangkan untuk rencana lokasi stockpile dan jetty (seluas 5 Ha) merupakan
lahan milik masyarakat yang sebagian besar telah dibebaskan (sekitar 60%)
yang terletak di pesisir pantai Desa Pangiang (dekat muara sungai Pangiang)
Kecamatan Bambalamotu, berjarak 15 Km dari Instalasi Pengolahan SIRTU.
Prosedur

pembebasan

lahan

dimulai

dengan

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

melakukan

inventarisasi

II - 11

Rencana Kegiatan

kepemilikan

tanah

masyarakat

yang

dibuktikan

dengan

adanya

surat

kepemilikan tanah yang sah ataupun surat penetapan penguasaan tanah dari
instansi yang berwenang, ataupun berdasarkan keterangan tertulis dari aparat
tingkat RT/RW/kelurahan dan saksi-saksi tokoh masyarakat setempat. Tahap
selanjutnya dilakukan pengukuran lapangan bersama-sama dengan pemilik
tanah, aparat dari instansi terkait tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten,
dan juga melibatkan saksi-saksi dari RT, RW, dan tokoh masyarakat yang ada.
Kesepakatan yang dicapai pada proses inventarisasi dan pengukuran lapangan
selanjutnya dituangkan dalam berita acara, dan digunakan sebagai dasar
pelaksanaan pembayaran ganti rugi dengan harga yang telah disepakati.
Pelepasan hak dan penerimaan ganti rugi tanah tersebut nantinya harus
disaksikan oleh anggota-anggota panitia pengadaan tanah Kabupaten Mamuju
Utara.
Pelepasan hak dan penerimaan ganti rugi tanah tersebut di atas, disertai dengan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1) Bahwa bidang tanah ini bebas dari pembebanan hak tanggungan serta
tanggungan-tanggungan lainnya.
2) Bahwa apabila dikemudian hari terdapat gugatan-gugatan mengenai bidang
tanah tersebut, demikian pula berupa tagihan-tagihan yang berupa tunggakan
pajak sampai dengan tanggal berita acara tersebut, menjadi tanggung jawab
sepenuhnya dari pihak yang melepaskan hak dan penerimaan ganti rugi.
3) Bahwa hak atas bidang tanah tersebut dilepaskan haknya dengan maksud
untuk dipergunakan menjadi lokasi rencana Penambangan dan Pengolahan
Batuan Sirtu (Pasir dan Batu).
Pada tahap kegiatan pengadaan lahan ini diprakirakan akan muncul dampak
berupa terjadinya perubahan fungsi lahan, perubahan jenis/sumber mata
pencaharian

penduduk,

perubahan

pola

kepemilikan

lahan

penduduk.

Pengadaan lahan yang dimiliki oleh masyarakat dan perusahaan dilakukan


dengan cara ganti rugi, maka hal tersebut akan meningkatkan pendapatan/
penghasilan masyarakat setempat. Peningkatan pendapatan dari para pemilik
lahan ini akan dapat menimbulkan persepsi positif bagi para pemiliknya, namun
sebaliknya apabila dalam kegiatan pengadaan lahan tersebut tidak sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh pemilik lahan, akan berpotensi memunculkan
konflik sosial di masyarakat yang pada akhirnya akan dapat menyebabkan
Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 12

Rencana Kegiatan

munculnya persepsi negatif masyarakat terhadap rencana kegiatan.


d) Desain dan Tata Ruang
Kegiatan ini meliputi penyusunan desain teknis konstruksi dan tata letak
bangunan/fasilitas pendukung. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan lapangan dan
laboratorium studio. Tapak pabrik pemecah batu yang akan dibangun beserta
fasilitasnya secara keseluruhan menempati areal seluas 500 1.000 m2.
2.2.2

TAHAP KONSTRUKSI

2.2.2.1 Pekerjaan Persiapan


Mobilisasi tenaga kerja yaitu kegiatan penyediaan tenaga kerja dari daerah
sekitar proyek atau luar untuk pelaksanaan kegiatan proyek.
Mobilisasi alat dan material untuk kebutuhan persiapan pembangunan pabrik
pemecah batu dan fasilitas penunjang lainnya;
Pembuatan dan pengoperasian base camp, bengkel, gudang, dan sebagainya.
2.2.2.2 Tahap Pelaksanaan
Penambangan Sirtu, akan dilakukan dengan 2 (dua) tahap, yaitu :
1) Menggunakan Mesin Pompa/Alkon
Karena potensi Batuan Sirtu dalam bentuk Delta di lokasi proyek cukup besar,
maka sebagai langkah awal dalam kegiatan penambangan tersebut akan
dilakukan dengan penyedotan dengan menggunakan Mesin Pompa/Alkon
kapasitas mesin 20 PK (kaps. 50 m3/jam), material hasil sedotan disalurkan
dengan menggunakan pipa elastic (uk. =6) ke tempat penampungan
sementara atau langsung di mobil pemuatan dump truk kapasitas 7-10 ton.
Selanjutnya material Batuan Sirtu tersebut diangkut ke lokasi stockpile yang
terletak sekitar 500 - 1.000 meter dari tempat penampungan sementara.
2) Menggunakan Alat-Alat Berat.
Untuk kegiatan penggalian Batuan Sirtu dalam rangka eksploitasi penambangan
ini, akan menggunakan alat-alat berat seperti backhoe, buldozer, dump truck.
Sehingga dengan menggunakan alat-alat berat, maka hasil galian material
Batuan Sirtu akan lebih produktif dan dapat meningkatkan produktifitas tambang.
Selanjutnya hasil galian tambang berupa batuan akan ditampung di suatu tempat

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 13

Rencana Kegiatan

untuk dilakukan proses pengolahan dengan mesin pemecah batu (stone crusser)
sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.
a) Penyiapan lahan dan sarana kerja di dua lokasi yaitu tempat pembangunan
pabrik pemecah batu dan tempat diambilnya tambang Sirtu;
b) Pembangunan Base Camp.
Base camp yang akan dibangun berukuran 300-500 m2 dengan kapasitas
tampung 50 orang. Bangunan base camp berupa konstruksi non permanen
yang materialnya sebagian besar berasal dari lokasi setempat. Pada tahapan ini
dilakukan land clearing, membuat lokasi base camp sampai dengan elevasi yang
tidak terjangkau oleh kemungkinan adanya banjir dan air pasang tertinggi,
membangun base camp yang terdiri dari bangunan-bangunan base camp,
gudang kantor kontraktor, dapur umum, kamar mandi/wc, dan rumah genset.
Basecamp ini tidak berfungsi sebagai tempat tinggal tetap melainkan hanya
berfungsi sebagai tempat istirahat pada hari kerja.
Kegiatan ini membutuhkan sejumlah peralatan dan tenaga kerja (tenaga kerja
menengah dan tenaga kerja kasar). Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada
kegiatan ini diperkirakan 30 orang selama kurun waktu 200 hari.
c) Mobilisasi Tenaga Kerja
Pada kegiatan ini dilakukan rekruitmen dan seleksi tenaga kerja untuk kegiatan
konstruksi. Rencana penerimaan tenaga kerja untuk tahap konstruksi berjumlah
98 orang. Tenaga kerja yang akan direkrut diutamakan berasal dari penduduk
lokal untuk tenaga kasar, sedangkan tenaga Engineer dan manager direkrut dari
tenaga yang telah berpengalaman.
Sesuai dengan lingkup kegiatan maka tenaga kerja yang dibutuhkan dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
Tenaga Ahli Teknik Tambang (1 orang)
Tenaga Ahli Teknik Pengairan (1 orang)
Tenaga Administrasi (2 orang)
Tenaga kerja lapangan tetap (4 orang)
Tenaga kerja lapangan tidak tetap (3 orang)
Sopir/kernet truk (3 orang)
Operator/Helper Excavator/Loader (4 orang)
Operator Alkon (Mesin Pompa) (8 orang)
Operator/Helper Pipa Penyedotan (8 orang)
Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 14

Rencana Kegiatan

Kebutuhan dan distribusi tenaga kerja yang digunakan sesuai dengan jenis dan
tahapan kegiatan.
d) Mobilisasi Alat dan Material
a) Pekerjaan persiapan
Pada tahapan pekerjaan persiapan ini meliputi:
Mobilisasi semua peralatan dan personil inti ke lokasi proyek.
Pemilihan lokasi base camp utama dan rencana lokasi quarry material
yang akan ditambang.
Pengurusan perijinan
Jenis dan jumlah peralatan yang akan digunakan untuk pekerjaan penambangan
material alam ini adalah :
Tabel 2.1. Daftar Peralatan Kerja Yang Dimiliki
No
A

Nama Peralatan
KENDARAAN
1.Dum Truck Toronton
2.Truck Isuzu
ALAT BERAT
1.Exavator PC.200-5
2.Whell Loader WA 420
3.Dozer D85
MESIN MESIN
1.Stone Cruser kaps 70 ton/jam
Washing Sand :
a. Tunnel 7.20 x 2.40 x 1,75 m
b. Vertikal Vibrating Screen 4 x 1.5m x 2 Deck

c.
d.
e.
f.
g.

Jumlah
4 Unit
4 Unit
2 Unit
2 Unit
2 Unit
1 Unit
1 Unit

Main Conveyor L = 75 cm x 24 cm
Conveyor = 40cm x 12m -3/8 (6-9m/m) kerikil
Conveyor = 40cm x 12m -3/4 (10-20m/m) kerikil
Conveyor = 60cm x 24m 0,5m/m pasir cuci
Rotary cap 40 m3/jam pasir cuci

Batu Pecah :
a. Tunnel 7.20 x 2.40 x 1,75 m
b. Vertikal Vibrating Screen 5 x 1.75m x 3 Deck

c. Main Conveyor L = 75 cm x 24 cm
d. Primary Jaw Crusher 600x900x1 unit
e. Secundary Jaw Crusher 250x1200x4 unit
f. Conveyor L= 60cm x 27m - Recycle
g. Conveyor L= 40cm x 12m - Debu (0-5 m/m)
h. Conveyor L= 40cm x 12m -3/8 (6-9 m/m) batu pecah
i. Conveyor L= 40cm x 12m -3/4 (10-20 m/m) batu pecah
j. Conveyor L= 40cm x 12m -1 (20-30 m/m) batu pecah
2.Genset 250 KVA
3.Compresor

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

1 Unit

1 Unit
1 Unit

II - 15

Rencana Kegiatan

No
D

Nama Peralatan
PENYEDOTAN
1. Alkon (Mesin Pompa)
2. Genset 20 PK (Yanmar, Kobuta, Giandom)

Jumlah
8 Unit
8 Unit

b) Pelaksanaan pekerjaan
Adapun jenis dan jumlah material yang akan dimobilisasi disesuaikan kebutuhan:
Pembangunan 1 unit basecamp sebagai tempat istirahat tenaga kerja
lapangan, operator/helper dan sopir/kernet.
Pembangunan dermaga khusus/Jetty.
Dalam mobilisasi ini ruas jalan yang dilalui adalah ruas jalan Provinsi/ Kabupaten
yang melewati permukiman dan jalan desa yang melewati perkebunan
masyarakat.
Mobilisasi peralatan selain membutuhkan sejumlah alat bantu berupa logging
dan dum truck juga dibutuhkan tenaga kerja kelompok menengah dan buruh.
Khusus material selain bahan baku sirtu, pengadaannya sebagian didatangkan
dari luar lokasi, antara lain bahan bangunan instalasi air dan listrik dan BBM.
e) Pembangunan Dermaga Khusus/Jetty
Pembangunan Jetty di rencanakan akan di bangun di sekitar pesisir pantai Desa
Pangiang (dekat Muara sungai Pangiang) seluas 5 Ha; yang berjarak 15 Km
dari Instalasi Pengolahan SIRTU. Dermaga/Jetty yang akan dibangun berfungsi
sebagai dermaga khusus bagi kapal tongkang pengangkut material tambang
yang akan diantar pulaukan. Pembuatan dermaga ini dilakukan dengan
menimbun laut (reklamasi) sekitar pantai dengan material (urugan). Kemudian
ketiga sisi timbunan (urugan) tersebut diberi tanggul yang seluruhnya terdiri dari
batang kelapa yang dipancangkan. Panjang dermaga sekitar 150-200 m dan
lebar 25-50 m.
Untuk tahap awal produksi, pemuatan hanya dilakukan sebesar 230 fit atau
2.500 metrik ton, dan selanjutnya meningkat menjadi 5.000 metrik ton.
f) Peralatan Pemecah Batu
Komponen peralatan pemecah batu (stone crusser) sebagaimana tersaji dalam
Gambar dan Tabel berikut.
T
S

3/4"

3/8"
20.0 m

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat
20.
0
m

Over Size
Scr
ee
n
No
.2

20.0 m

20.0 m

COON

20.0 m

TUNNEL

II - 16

Rencana Kegiatan

Gambar 2-5. Konstruksi Mesin Pemecah Batu (Jaw Crusher).

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 17

Rencana Kegiatan

Gambar 2-6. Beberapa Type Mesin Pemecah Batu (Jaw Crusher).


Tabel 2.2. Daftar Peralatan Pabrik Stone Crusser
No.
1
2
3
4
5

Nama Peralatan
Dump hopper
Jaw
Coon
Tunnel
Screen

Jumlah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

Setiap peralatan di atas ditempatkan pada jarak sekitar 20 m satu sama lain.
Lokasi pabrik pemecah batu membutuhkan lahan sekitar 500 m2. Jadi, pada
tahapan ini juga dilakukan land clearing pada lahan seluas sekitar 500-1.000 m2.
g) Pembangunan Sarana Air Bersih
Pengadaan air bersih untuk mendukung aktivitas pabrik dan kegiatan rutin
karyawan dan perumahan masyarakat sekitar pabrik bersumber dari air tanah.
Pengadaan air bersih tersebut dilakukan dengan sistem pompanisasi yang
selanjutnya dialirkan pada reservoar sebelum didistribusi.
h) Pembangunan Sarana Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah yang dimaksud adalah limbah domestik dari aktivitas pabrik
dan karyawan.

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 18

Rencana Kegiatan

Peralatan sanitasi lingkungan yang akan dipergunakan adalah WC. Limbah dari
unit ini selanjutnya dikumpulkan pada bak penampung dan dilakukan pengolahan
dengan sistem pengendapan dan peresapan.
Adapun limbah organik lainnya akan ditampung pada bak penampungan yang
secara terpisah dengan bak penampungan limbah anorganik. Pengelolaan
limbah ini dilakukan sesuai dengan prosuder penanganan yang telah ditetapkan
oleh pemerintah yang dinilai dapat diterapkan di lokasi tersebut.
i) Pembuatan Lokasi Penampungan Hasil Tambang
Ada 2 jenis lokasi penampungan Hasil Galian Tambang yang disiapkan yakni,
penampungan sementara (stock yard stationary), yang letaknya di sekitar
bantaran sungai yang jaraknya 200 meter dari pinggiran sungai; lokasi kedua
(stock file) berada di sekitar lokasi jetty pemuatan yaitu pesisir pantai Desa
Pangiang untuk tujuan antar pulau (Kalimantan dll.), atau yang siap untuk
dikapalkan. Masing-masing lokasi tersebut membutuhkan lahan seluas 250 -500
m2. Jadi, pada tahapan ini juga dilakukan land clearing pada lahan seluas 500
1.000 m2.

2.2.3

PASCA KONSTRUKSI (OPERASI TAMBANG)


Komponen kegiatan pada tahap pasca konstruksi memberikan dampak terhadap
lingkungan adalah kegiatan operasi penambangan. Secara umum dampak yang
terjadi adalah perubahan tata guna lahan dan munculnya jenis usaha lain.
a)

Penambangan dan Penggalian


Pelaksanaan penambangan material alam (bahan galian tambang) yang
berlokasi di sekitar sungai Pangiang terletak di wilayah Desa Gunung Sari Kec.
Pasangkayu

dengan

tetap

memperhatikan

aspek

lingkungan.

Kegiatan

penambangan dilakukan dengan menggunakan metode tambang terbuka (Open


pit minning) yang kegiatannya langsung ke tahap penggalian (excavation),
pemuatan (Loading), pengangkutan (hauling), pengolahan (pemecah batu) dan
penjualan (Marketing). Hasil kerukannya adalah material pasir, kerikil dan
kerakal. Alat yang digunakan adalah clamp shell dredger, excavator, Whell
loader yang berfungsi sebagai alat gali muat.
Hasil penambangan kemudian ditampung pada lokasi penampungan sementara
(stock yard stationary).

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 19

Rencana Kegiatan

Kegiatan penambangan dilakukan setiap hari, Senin sampai Sabtu. Pada Senin
Jumat dilakukan pada jam 08.00 17.00 dan pada Sabtu dilakukan pada jam
08.00 12.00.
b) Pengangkutan dan Pengapalan.
Ada 3 jenis pengangkutan dalam kegiatan ini, yaitu:
Pengangkutan hasil tambang ke lokasi penampungan sementara (stock yard
stationary) termasuk bahan galian batuan yang siap dipecah.
Pengangkutan hasil tambang yang telah dipecah dari lokasi penampungan ke
dermaga dan langsung dimasukkan ke kapal tongkang.
Pengapalan batu ke lokasi pemesan di luar Pulau Sulawesi. Rute pengapalan
di mulai dari perairan laut di Desa Pangiang (selat Makassar), dan seterusnya.
Pemuatan dan Pengapalan dilakukan 2 kali seminggu.
Rencana pengapalan akan menggunakan 4 (empat) ponton/tongkang. Setiap
tongkang beroperasi sebanyak 8 kali per bulan, dengan kapasitas muat
tongkang/ponton sebanyak 2.500 metrik ton.
c)

Pemeliharan Pabrik
Pemeliharaan pabrik dan Utilitas dermaga (studi akan dilakukan tersendiri)
dilaksanakan secara terus menerus melalui unit-unit kerja. Untuk pemeliharaan
pabrik langsung dikordinasi Kepala Produksi. Sedangkan perawatan peralatan
penambangan di lapangan berupa alat-alat berat dan Kendaraan operasional
lainnya dikordinasikan kepala Bengkel.

2.2.4

PASCA OPERASI TAMBANG


Komponen kegiatan pada tahap pasca operasi tambang memberikan dampak
terhadap lingkungan adalah kegiatan rehabilitasi dan reklamasi pasca tambang.
Secara umum dampak yang terjadi adalah perubahan tata guna lahan dan
munculnya jenis usaha lain.

a) Penutupan Kegiatan penambangan


Setelah selesai pekerjaan penambangan material, maka lokasi quarry material
tersebut kondisinya direhabilitasi dan direstorasi yang disesuaikan dengan
Program Normalisasi sungai Pangiang dari Pemda setempat, sehingga lokasi
bekas penambangan tetap terjaga dan ramah lingkungan. Alat yang digunakan
Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 20

Rencana Kegiatan

untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah Buldozer dengan cara menutup kembali
lubang-lubang sisa pengambilan material tersebut dan melakukan pekerjaan
normalisasi sungai Pangiang sekitar lokasi proyek.
Sehubungan dengan berakhirnya masa operasional penambangan, maka perlu
penataan terhadap lahan bekas penambangan dan upaya-upaya untuk alternatif
usaha produktif. Kegiatan ini akan menimbulkan dampak berupa perubahan
tataguna lahan seluas 10 ha dari lahan dan perubahan peruntukkannya untuk
kepentingan usaha produktif.
b) Pengangkutan Hasil Pengerukan
Hasil pengerukan dalam rangka normalisasi sungai/lokasi ditempatkan pada
lubang-lubang atau tempat rendah yang banyak terdapat di sekitar atau di luar
lokasi proyek. Pengangkutan dilakukan dengan truk, atau alat loader jika jarak
pengerukan dengan lubang-lubang atau tempat rendah cukup dekat.
c) Demobilisasi Alat dan Material
Dengan berakhirnya izin pengelolaan pertambangan ini maka semua peralatan
sesuai yang tercantum dalam Tabel 2.1 dan 2.2 di atas dipindahkan kembali dari
lokasi pertambangan.
d) Pengelolaan Lahan Bekas Tapak Proyek Ruang, Lahan dan Tanah
Sehubungan dengan berakhirnya masa operasional penambangan, maka perlu
penataan terhadap lahan bekas penambangan dan upaya-upaya alternatif untuk
usaha produktif. Kegiatan ini akan menimbulkan dampak berupa perubahan
tataguna lahan seluas 10 ha dari lahan dan perubahan peruntukkannya untuk
kepentingan usaha produktif.
e) Persepsi Masyarakat
Semua dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan dan pengolahan
Batuan SIRTU pada tahap pasca operasi akan bermuara pada persepsi
masyarakat, khususnya masyarakat desa Gunung Sari. Persepsi yang muncul
dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif.
Persepsi masyarakat terhadap kegiatan Penambangan bahan galian golongan C
dan fasilitas penunjangnya tetap sangat penting artinya meskipun kegiatan

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 21

Rencana Kegiatan

operasionalnya telah berakhir. Sumber dampaknya adalah penanganan lokasi


setelah berakhirnya masa operasi.
Pembongkaran

fasilitas

dengan

menggunakan

tenaga

kerja

lokal

dapat

menimbulkan persepsi positif. Namun dapat pula terjadi sebaliknya yaitu terjadi
persepsi negatif bila kegiatan tersebut menggunakan tenaga kerja dari luar daerah
dan bekas material yang dibongkar dibuang sembarangan. Selain itu proses
pemutusan hubungan kerja (PHK) juga dapat menimbulkan persepsi negatif bila
tidak dipersiapkan dengan baik atau tidak mengikuti peraturan ketenaga-kerjaan.
Kegiatan PHK akan dilakukan sesuai peraturan tenaga kerja dengan memberikan
semua hak-hak pekerja.
Seluruh kegiatan tersebut menimbulkan dampak primer sekaligus dampak turunan
paling akhir dari adanya kegiatan penambangan bahan galian golongan C
(Tambang Golongan Galian Batuan) berupa pembentukan persepsi masyarakat
terhadap keberadaan perusahaan CV. JAUHAR ILAHI.

Dokumen UKLUPL Penambangan & Pengolahan Batuan SIRTU CV. JAUHAR ILAHI
di Desa Gunung Sari Kec. Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

II - 22