Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMAKOLOGI TOKSIKOLOGI
PERCOBAAN IX
HIPOGLIKEMIK

DWI JULIANSYAH
MEGA NABILLA
MITAMIRASASTI
NITA HERLIANI
NUR AMALIA
KELOMPOK : 7

PRODI FARMASI
STIKes BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2015

I.
II.

Tanggal praktikum : 27 April - 2015


Tujuan praktikum : Untuk mengetahui efek hipoglikemik terhadap hewan

III.

percobaan
Dasar teori :
Obat hipoglikemik adalah obat yang dapat menurunkan kadar gula darah obat

hipoglikemik digunakan pada penyakit diabetes mellitus. DM terdiri dari DM tipe 1 dan DM
tipe 2. Pada DM tipe 1 digunakan insulin, sedangkan pada DM tipe 2 yaitu insulin atau obat
hipoglikemik oral (OHO). Yang termasuk OHO yaitu gHO yaitu golongan sukfonil
urea,biguanid,penghambat alfa reduktase,sekretagog,PPAR-gama. DPP-IV. Mekanisme kerja
OHO yaitu merangsang pemmbentukan insulin dipankreas, menghambat absorbs glukosa di
usus, merangsang uptake glukosa oleh otot dan jaringan adipopose serta reduksi glukosa di
hati, dan menghambat inaktivitas inkretin sehingga terjadi peningkatan insulin dan
penurunan glukagon. Glibenklamide merupakan obat golongan sulfonylurea yang
merangsang sel beta pancreas untuk mensekresi insulin dengan toksisitas terjadi
hipoplikemik. Obat khusus untuk hipoglikemik yaitu glukosa. Penanganan toksisitas
meliputi: obati gejala yang timbul seperti seizur,koma,hipotensi,methemoglobin.
Hormon merupakan zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang masuk
dalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan secara spesifik . Sistem neuroendokrin
yang diatur oleh kelenjar hipofisis dari hipotalamus, mengkoordinasi fungsi-fungsi tubuh
dengan memancarkan pesan-pesan antara sel-sel dan jeringan-jaringan. Susunan saraf secara
local berhubungan melalui impuls listrik dan neurotransmitter yang diarahkan melalui neuron
ke neuron lain atau organ target yang spesifik, seperti otot atau kelenjar.

Pankreas adalah suatu kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon peptide insulin,
glukagon dan somatostatin. Hormon peptide disekresikan dari sel sel yang berlokasi dalam
pulau pulau langerhans ( sel beta yang menghasilkan insulin, sel alfa yang menghasilkan
glucagon, dan sel D yang menghasilkan somastatin). Hormon-hormon ini memegang
peranan penting dalam pengaturan aktivitas metabolik tubuh dan dengan demikian
membantu memelihara homeostatis glukosa darah. Pemberian preparat insulin dapat
mencegah mortilitas yang berhubungan dengan diabetes. Diabetes merupakan suatu grup
sindrom heterogen yang semua gejalanya ditandai dengan peningkatan gula darah yang
disebabkan oleh defisiensi insulin relative atau absolute.
Insulin merupakan protein kecil yang mengandung dua rantai polipeptida yang
dihubungkan oleh ikatan sulfida. Disintesis sebagai protein precursor (pro-insulin) yang
mengalami pemisahan proteolitik untuk membentuk insulin dan peptide C , keduanya
disekresi oleh sel beta pangkreas.
Sekresi insulin diatur tidak hanya oleh kadar glukosa darah tetapi juga oleh hormon
lain dan mediator automik. Sekresi insulin umumnya dipacu oleh ambilan glukosa darah
yang tinggi dan difosforilasi dalam sel beta pankreas. Kadar ATP meningkatkan dan
menghambat saluran K+ , menyebabkan membrane sel depolirasasi dan influx Ca++, yang
menyebabkan pulsasi eksositosis insulin.
Diabetes merupakan suatu grup sindrom heterogen yang semua gejalanya ditandai
dengan peningkatan gula darah yang disebabkan oleh defisiensi insulin relative atau absolute.
Diabetes dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan kebutuhan atas insulin yaitu diabetes

mellitus tergantung insulin (IDDM atau tipe I) dan diabetes mellitus tidak tergantung insulin
(NIDDM atau tipe II).
Diabetes tergantung insulin umumnya menyerang anak-anak, tetapi IDDM dapat juga
terjadi di antara orang dewasa. Penyakit ini ditandai dengan defisiensi insulin absolute yang
disebabkan oleh lesi atau nekrosis sel- berat. Diabetes tipe I harus tergantung pada insulin
eksogen (suntikan) untuk mengontrol hiperglikemia, memelihara kadar

hemoglobin

glikosilat yang dapat diterima,dan mencegah ketoasidosis.


Diabetes dapat dibagi menjadi dua berdasarkan kebutuhan insulin yaitu:
1. Diabetes tipe I ( diabetes tergantung insulin )
Penyebab diabetes tipe I yaitu ledakan sekresi insulin pada kadaan normal terjadi
satelah menelan makanan sebagai respon terhadap peningkatan sekilas kadar glukosa dan
asam amino yang bersirkulasi.
Pengobatan diabetes tipe I yaitu diabetes tipe I harus tergantung pada insulin eksogen
(suntikan ) untuk mengontrol hiperglikemia, memelihara kadar hemoglobin glikosilat (HbA)
yang dapat diterima dan mencegah ketoasidosis.
2. Diabetes tipe II ( tidak tergantung insulin / NIDDM )
Penyebab tipe II yaitu pankreas masi mempunyai beberapa funsi sel-, yang
menyebabkan kadar insulin bervariasi yang tidak cukup untuk memelihara.
Pengobatan tipe II yaitu memelihara konsentrasi glukosa darah dalam batas normal
dan untuk mencegah perkembangan komplikasi penyakit jangka lama.

IV.

Alat dan Bahan :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Mencit
Tablet glibenklamide
Glukosa injeksi 40%
Disposable 1mL
Disposable 3mL
Disposable 5mL

g.
h.
i.
j.
k.
l.

Alcohol
Kapas
Aqua Pro Injeksi
PGA
Sonde
Glukometer

m.
Dosis uji
1. Glibenklamide pada manusia : 50 mg
2. Glibenklamide pada manusia : 75 mg
3. Glibenklamide pada manusia : 100 mg
4. Glibenklamide pada manusia : 150 mg
n.
Prosedur kerja
1. Tiap kelompok menggunakan 3 ekor mencit (dibuat 4 kelompok)
2. Tiap masing-masing mencit diberikan tablet glibenklamide dosis uji 1,2,3dan 4
3. Perhatikan dan catat gejala yang terjadi pada tiap-tiap mencit bila sudah terlihat

V.

VI.

ada tanda-tanda keracunan (intoksikasi). Berikan obat-obatan pada dosis konversi


yang sesuai dengan gejala yang timbul dan perhatikan efeknya.
4. Data-data tersebut masukkan dalam tabel data
5. Bandingkan data dari ketiga dosis tersebut.
o.
VII.

Perhitungan dan Hasil pengamatan


p. 100 mg x 0,0026=0,26 mg/20 g BBmencit
q.

0,26 mg
x 200 mg=10,4 mg/20 g BBmencit
5 mg

r.
Stok = 10,4mg/0,2mL
s.
520mg/10mL
Bobot mencit
1. Mencit 1 = 19,69
2. Mencit 2 = 17,98
Pemberian dosis obat pada mencit
19,69

x 0,2 mL=0,1969 mL
1. Mencit 1
20
2. Mencit 2

17,98
x 0,2 mL=0,1798 mL
20

Kadar gula darah mencit


t. Sebelum deberi obat
glibenklamid
v. 97 mg/dL
x. 78mg/dL

u. Setelah deberi
obat glibenklamid
w. 59mg/dL
y. 78mg/dL

z.
VIII. Dokumentasi
IX.
Pembahasan
aa.Praktikum pada percobaan ini mengenai obat Hipoglikemik. Dimana tujuan
dilakukannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui efek toksik atau keracunan dari suatu
golongan obat Hipoglikemik terhadap diabetes dengan pemberian dosis yang bertahap.
Dimana obat hipoglikemik merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar gula
darah didalam tubuh.
ab.Pada praktikum ini digunakan hewan uji yaitu mencit jantan, hal ini disebabkan
karena mencit betina mengalami fase estrus dimana pada fase ini terjadi peningkatan
hormone estrogen dan hormone pertumbuhan yang akan mempengaruhi sekresi insulin.
Langkah pertama yang dilakukan dalam percobaan ini yaitu mengecek kadar gula darah
awal pada setiap masing-masing hewan uji. Tujuan dilakukannya pengecekan ini yaitu untuk
mengetahui apakah mencit tersebut sudah mengidap diabetes atau tidak serta untuk
mengetahui efek toksik atau penurunan kadar gula darah setelah diberi sediaan obat. Dimana
pengujian kadar gula darah pada mencit ini dengan memakai alat glukometer yang
merupakan alat yang dipakai untuk mengukur kadar gula darah. Alasan memakai alat ini
yaitu karena glikometer merupakan alat yang otometik memudahkan dalam memperoleh
hasil glokosa darah, periksaan dengan menggunakan alat ini memerlukan waktu yang reltif
singkat, akurat, waktu tesnya minimal 30 detik. Mekanisme kerja dari alat glukometer ini
yaitu dalam strip terdapat enzim glukooksigenase yang mana jika sampel darah mengenai
strip maka akan langsung terbaca oleh glukometer.
ac.Setelah dilakukan pengukuran kadar gula darah awal mencit, kemudian dilakukan
diinduksi dengan pemberian glibenklamid dan dibiarkan selama 1 jam dengan tujuan untuk
proses absorpsi obat tersebut sehingga dapat memberikan efek yang diinginkan. Setelah itu

kemudian diukur kadar gula darahnya pada mencit. Untuk mencit yang pertama kadar gula
darah awal 97mg/dL setelah diberikan sediaan kadar gula menurun menjadi 59mg/dL,dan
untuk mencit kedua 78mg/dL setelah diberikan sediaan kadar gula mencit ke dua ini normal
yaitu 78mg/Dl. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan mungkin pada saat pemberian obat
tidak berjalan dengan baik sehingga obat tersebut tidak masuk secara sempurna.
ad.Dimana dari hasil pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa dengan dosis 100
mg dapat menghasilkan efek toksik dari obat glibenklamid yaitu hipoglikemik atau
penurunan kadar gula darah yang drastis. Dimana Obat glibenklamid merupakan obat
turunan sulfonylurea yang dapat merangsang sekresi insulin. Sehingga obat ini termasuk
obat anti diabetika. Sehingga ada kemungkinan seandainya pengukuran kadar gula darah
akan turun melewati kadar gula darah awal kemudian kembali pada kadar gula darah
normal. Obat-obat golongan ini berguna dalam pengobatan pasien diabetes tidak tergantung
insulin (NIDDM) yang tidak dapat diperbaiki hanya dengan diet.
ae. Mekanisme kerja glibenklamid yaitu merangsang sekresi insulin dari granul sessel langerhans pankreas. Ransangannya melalui interaksinya dengan ATP-sensitif K chanel
pada membran sel sel yang menimbulkan depolarisasi membran dan keadaan ini akan
membuka kanal Ca. Dengan terbukanya kanal Ca maka ion Ca++ akan masuk sel-
merangsang granula yang berisui insulin dan akan terjadi sekresi insulin dengan jumlah ang
euivalen dengan peptida C. Kecauli itu sulfonilurea dapat mengurangi klirens insulin di
hepar.
af. Menurut literatur obat yang efektif menurunkan kadar gula darah yaitu
glibenklamid dimana selama 24 jam dapat tercapai regulasi gula darah optimal yang mirip
pola normal. Adapun gula darah normal yakni 80 120 mg/ dL sedangkan kadar darah tinggi
yaitu 248- 372 mg / dL

ag.

X.

ah.
Kesimpulan
ai. Dari hasil pangamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Obat glibenklamid merupakan obat antidiabetes golongan sulfonylurea yang

cocok digunakan untuk penderita diabetes tipe II.


Untuk mencit yang pertama kadar gula darah awal 97mg/dL setelah diberikan
sediaan kadar gula menurun menjadi 59mg/dL,dan untuk mencit kedua
78mg/dL setelah diberikan sediaan kadar gula mencit ke dua ini normal yaitu

78mg/Dl.
Mekanisme kerja glibenklamid yaitu merangsang sekresi insulin dari granul
ses-sel langerhans pankreas.

aj.
ak. Daftar pustaka
Farmakologi Ulasan Bergambar, Widya Medika,

al.

Myceck J Mary,

am.

Jakarta,2002.p.259-261
Dirjen POM. Farmakope Indonesia ed. III, Depkes RI. Jakarta, 1979.p.

an.
ao.

96,401
Malole, M.B.M.Penanganan hewan percobaan. Bandung: ITB.1989.p.97
Departemen
Farmakologi
dan
Terapeutik.
Farmakologi
dan

ap.

Terapied.V.Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. 2007. p. 490.