Anda di halaman 1dari 14

Bone graft adalah tulang yang sudah mati, tetapi masih dapat dimanfaatkan untuk rehabilitas

kerusakan tulang setelah melalui proses tertentu. Bone graftingmerupakan pembedahan untuk
menempatkan tulang baru ke dalam rongga tulang yang rusak atau di antara lubang dan
tulang mati. Tulang yang baru dapat berasal dari tulang yang sehat dari pasien itu sendiri
(autograft), atau berasal dari proses pembekuan tulang orang lain atau donor atau species
yang sama tetapi beda genetik (allograft) .Graft dapat berupa bubuk, bentuk pipih, batangan,
dan

kubus.

Bahanbone

graft merupakan

suatu

biomaterial

yang

memiliki

sifat

biokompatibilitas sehingga dapat diterima oleh tubuh dan tidak mempunyai pengaruh toksik
atau menimbulkan jejas terhadap fungsi biologis. Bone graft dapat dipergunakan untuk
memperbaiki tulang yang rusak (fraktur) yang disertai kehilangan tulang, memperbaki tulang
yang rusak yang sudah tidak dapat disembuhkan dan tidak dapat digerakkan lagi atau dapat
digerakkan tapi tidak normal, dan sebagai penyambung untuk mencegah pergeseran tulang.
Syarat yang harus dipenuhi oleh bone graft sintetis adalah dapat diterima tubuh atau
biokompatibel dan menguntungkan bagi proses osteokonduksi, osteoinduksi, dan
osteogenesis tulang. Osteokonduktif dan osteoinduktif adalah hal terpenting untuk
biomaterial resorbable guna mengarahkan dan mendorong formasi pertumbuhan jaringan.
Osteokonduktif dan osteointegrasi dari bone graft berhubungan dengan tingkat porositas dan
ukuran pori
Berdasarkan penelitian, persyaratan minimum untuk ukuran pori dianggap ~100m karena
ukuran sel, persyaratan migrasi dan transport sel. Namun, dianjurkan ukuran pori >300 m
karena meningkatkan pembentukan tulang baru dan pembentukan kapiler (Karageorgiou,
2005). Makroporositas yang tinggi dapat meningkatkan pembentukan tulang, akan tetapi nilai
yang lebih tinggi dari 50% dapat mengakibatkan hilangnya sifat mekanik biomaterial.
Bone graft sintetis yang baik adalah bone graft yang secara struktur dan komposisi mirip
dengan tulang alami. Komposit kolagen-hidroksiapatit adalah bone graft sintetis yang sangat
mirip dengan tulang dari banyak sudut pandang. Tulang terdiri dari kolagen dan
hidroksiapatit sebagai komponen utama dan beberapa persen dari komponen lainnya.
Komposit kolagen-hidroksiapatit saat ditanamkan dalam tubuh manusia menunjukkan sifat
osteokonduktif yang lebih baik dibandingkan dengan hidroksiapatit monolitik dan
menghasilkan kalsifikasi matriks tulang yang persis sama. Selain itu, komposit kolagenhidroksiapatit terbukti biokompatibel baik pada manusia maupun hewan.

Jenis-Jenis Bone Graft


Persyaratan dasar bahan graft adalah harus dapat diterima secara imunologis dan harus
mempunyai potensi osteogenik serta harus mempunyai sifat osteokonduksi dan
osteoinduksi. Bone

graft dapat

dikelompokkan

menjadi

empat

tipe

umum

yaitu autograftapabila tulang diambil dari individu yang sama. allograft apabila tulang
diambil dari individu yang beda dengan spesies yang sama, xenograft, apabila tulang diambil
dari spesies yang berbeda serta graft bahan sintetis.
Autograft
Bahan autograft terdiri dari tulang kortikel, konselus, atau kombinasi keduanya dan bisa
didapatkan dari ekstra oral ataupun intra oral. Pengalaman klinis menunjukkan bahwa tulang
konselus memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih besar. Hal ini disebabkan tulang
konselus memiliki komposisi yang kurang padat. Walaupun demikian tulang ini lebih sulit
diambil dan biasanya tersedia dalam jumlah yang terbatas. Oleh karena itu sebagian besar
kasus kerusakan tulang diisi dengan kombinasi tulang kortikol dan konselus dengan
prosentase tulang kortikol yang lebih besar. Tulang yang berasal dari intra oral dapat diambil
dari koagulum tulang, tuberositas maksila, soket bekas pencabutan atau linggir tak bergigi.
Penggunaan sumsum tulang dari daerah ekstra oral memiliki beberapa kerugian seperti
prosedur pengambilannya yang memakan waktu lama, biaya mahal serta sering berefek
traumatik terhadap pasien. Bahan dari luar mulut dapat diambil dari tulang Ilium.
Allograft
Bahan Allograft merupakan bahan yang diambil dari individu yang berbeda sehingga dapat
menimbulkan respon jaringan yang merugikan dan respon penolakan hospes, kecuali diproses
secara khusus. Berbagai usaha yang dilakukan untuk menekan reaksi antigenik adalah dengan
proses radiasi, pembekuan atau kimia.
Xenograft
Bahan Xenograft biasanya

diambil

dari

lembu

atau

babi

untuk

digunakan

pada

manusia. Graft hidroksiapatit yang berasal dari lembu dibuat melaui proses kimia (Biooss) atau pemanasan tinggi (osteograft/N) untuk menghilangkan bahan organik. Proses ini
menghasilkan

suatuhidroksiapatit

alami

tulang

manusia.

Bentuk

lain

dari xenograft adalah emdogain, suatu kelompok protein matrik email yang diambil dari babi.
Bahan ini nampaknya dapat mendorong pembentukan cementum yang kemudian diikuti oleh
deposisi tulang.

Bone graft
adalah tulang yang ditransplantasikan dari satu area di skeletal kearea lainnya untuk
membantu penyembuhan, penguatan dan perbaikan fungsi
1
.
Bone grafting
adalah suatu prosedur pembedahan penempatan tulang baru keruang di sekitar tulang yang
patah atau di antara lubang dan defek tulang. Tulang barutersebut dapat diambil dari
tulang sehat pasien sendiri (
autograft
) atau tulang donor yang telah dibekukan (
allograft
)
1
.I n s i s i d i l a k u k a n d i a t a s d e f e k t u l a n g d a n
bone graft
dibentuk kemudiand i m a s u k k a n k e d a l a m d a n k e s e k i t a r d e f e k .
Graft
difiksasi dengan pin, plat atau
screw
. Insisi dijahit rapat. Umumnya digunakan
splint
atau
cast
untuk mencegahcedera atau pergerakan saat masa penyembuhan
1
.
2.2. Tipe
bone
graft
Terdapat beberapa tipe
bone
graft
yang dikenal sampai saat ini :
1. Autograft
Autograft
adalah
bone

graft
yang ditransplantasikan langsung dari satu area skeletal seorang individu ke area
skeletal lain ditubuhnya. Sering juga dikenal sebagai
autogenous
atau
autologous bone graft
. Pada sebagian besar kasus, termasuk
regiom a k s i l o f a s i a l , t i p e i n i y a n g p a l i n g d i m i n a t i . T u l a n g u n t u k
graft
dicangkok ataudiambil dari tulang kalvaria, panggul, iga, atau kaki. Tulang
autograft
paling amandigunakan karena beresiko rendah terhadap transmisi penyakit. Selain itu juga
dapatd i t e r i m a d e n g a n b a i k d a n e f e k t i f p a d a d a e r a h t r a n s p l a n (
transplan site
) k a r e n a mengandung sejumlah besar sel tulang pasien sendiri dan protein.
Tulang
autograft
menghasilkan rangka kuat bagi tulang baru yang tumbuh ke dalamnya
1
.
Autograft
memiliki sifat osteogenik, osteokonduktif dan osteoinduktif.
Bone graft autograft
meliputi
graft
kanselus, kortikal , vaskular, avaskular, dan sumsum
tulang. Pembentukan tulang pada
graft
autograft
terjadi dalam dua fase. Selama
fase pertama, berkisar sampai 4 minggu, kontribusi utama pembentukan tulang berasaldari sel
graft
. Selama fase kedua, sel dari
host
mulai terlibat dalam proses. Sel lapisanendosteal dan stroma sumsum memproduksi
setengah dari tulang baru, sedangkan
osteocyte
hanya sedikit terlibat (10%). Sel hematopoietic bebas dari sumsum terlibatminimal
3
.Keuntungan
autograft
kanselus atau kortikal adalah rata-rata keberhasilantinggi, resiko transmisi
penyakit rendah, dan histokompatibilitas. Namun, kuantitas
autograft
terbatas dan berpotensi terjadi morbiditas
donor site

3
.
a.
Autograft
kanselus
Tulang kanselus
autograft
mudah mengalami revaskularisasi dansangat cepat bersatu dengan
recipient site
.
Graft
kanselus adalah pengisiruang yang baik, namun tidak dapat membangun struktur
pendukung
yang penting. Karena hanya osteoblas dan sel lapisan endosteal pada permukaan
graft
yang bertahan hidup saat transplan,
graft
kanselus umumnya hanya bertindak sebagai substrak osteokonduktif dimana secara efekti
f mendukung pertumbuhan pembuluh darah baru dan infiltrasi osteoblas baru
dan prekursor osteoblas
1
. Faktor osteokonduktif dilepaskan dari
graft
selama proses resorpsisebagaimana sitokin dilepaskan selama fase inflamasi, juga
terlibat dalam penyembuhan tulang. Walaupun
graft
kanselus tidak menghasilkan struktur pendukung yang cepat, namun
graft
ini bersatu dengan cepat dan mencapai k e k u a t a n y a n g s a m a d e n g a n
graft
kortikal setelah 6 sampai 12 bulan
3
.
Autograft
kanselus umumnya dicangkok dari kresta iliaka yang
menyediakan banyak suplai tulang (terutama kresta iliaka posterior). Sumber lain adalaht u b e
r k e l G e r d y, d i s t a l r a d i u s , d a n d i s t a l t i b i a .
Autograft
kanselus adalah pilihan tepat untuk kasus nonunion dengan kehilangan tulang < 5-6 cm da
ntidak memerlukan integritas struktural
graft
. J u g a d a p a t d i g u n a k a n u n t u k mengisi kista tulang atau tulang kosong setelah
reduksi permukaan artikular yang depres misalnya pada fraktur plat tibia
3
.
b.
Autograft
kortikal
Sumber

autograft
k o r t i k a l a d a l a h k a l v a r i a , f i b u l a , i g a , d a n k r e s t a iliaka.
Graft
i n i d a p a t d i t r a n p l a n t a s i k a n d e n g a n a t a u t a n p a p e d i k e l vaskula
rnya.
Autograft
k o r t i k a l m e m i l i k i s e d i k i t a t a u t i d a k a d a s i f a t osteoinduktif
d a n l e b i h b a n y a k o s t e o k o n d u k t i f , n a m u n o s t e o b l a s y a n g bertahan me
ngandung sifat osteogenik.
Autograft
kortikal memberikand u k u n g a n s t r u k t u r a l y a n g b a i k p a d a
recipient site
. D i s a m p i n g k e k u a t a n awalnya,
graft
kortikal harus didukung dengan fiksasi internal atau eksternaluntuk melindunginya dari
fraktur. Sedangkan hipertrofi
terjadi berkenaanr e s p o n t e r h a d a p h u k u m Wol f f d a n b e b a n m e k a n i k
3
.
Autograft
kortikalm e r u p a k a n p i l i h a n y a n g b a i k u n t u k d e f e k t u l a n g s e g m e n t a l < 5 - 6
c m y a n g memerlukan dukungan struktural cepat.
c.
Autograft
vaskular
Bone graft
v a s k u l a r d i a m b i l a b e s e r t a p e d i k e l n y a d a n d i t r a n s f e r lengkap dengan
pembuluh darahnya. Kemudian dilakukan anastomose dengan pembuluh darah
recipient site
lewat metode bedah mikro.
Graft
ini sembuhdengan cepat pada permukaan
host
graft
dan
remodelling
-nya sama dengant u l a n g n o r m a l . T i d a k s e p e r t i
graft
avaskular,
graft
i n i t i d a k m e n g a l a m i resorpsi dan revaskularisasi sehingga kekuatannya dicapai
dalam 6 minggu pertama
1
. Untuk defek >12 cm,
graft
vaskular lebih baik daripada
graft
avaskular dengan rata-rata kegagalan 25% dan 50%
3

.
d.
Autograft
avaskular
Pada
bone
graft
avaskular yang umumnya dicangkok dari kresta iliaka,i g a d a n
outer table
k a l v a r i a , s e l t u l a n g b e r t a h a n s e l a m a d i f u s i l i m a h a r i pertama dimana mulai te
rjadi pembentukan tulang (periode osteoblastik).Bagian pusat
bone
graft
avaskular yang besar akan menjadi nekrotik dan
mengalami revaskularisasi dalam beberapa minggu atau
bulan tergantung pada vaskularisasi
donor site
dan
recipient site
. S u m b e r t u l a n g b a r u y a n g terbentuk adalah sel osteoprogenitor perivaskular
dan sel mesenkim tidak terdiferensiasi yang masuk ke tulang beserta proliferasi pembuluh
darah. Sel-sel tersebut berdiferensiasi menjadi sel yang memproduksi tulang karena
efek osteogenik matriks utama
dari bagian
graft
yang nekrotik. Pembentukantulang selama periode induktif menghasilkan
creeping subtitutions
pada
recipient site
. Fiksasi
graft
yang baik dan kontak rapat dengan
recipient site
penting agar revaskularisasi berhasil. Pergerakan antara
graft
dan
recipient site
akan mencegah proliferasi vaskular
4
.Secara umum proses
remodelling
resorpsi
grafted bone
dan aposisitulang baru yang terbentuk, sama pada
graft
vaskular dan avaskular. Namun, proses tersebut lebih cepat pada

graft
v a s k u l a r k a r e n a m a y o r i t a s s e l pembentuk tulang dalam
graft
b e r t a h a n m e n e m b u s s u p l a i d a r a h , y a n g kemudian akan dipertahankan
dan distabilkan kembali setelah vaskularisasi segmen tulang
4
.Walaupun
graft
kortikal avaskular menghasilkan dukungan strukturaly a n g c e p a t , n a m u n a k a n
menjadi lebih lemah dari
graft
kortikal vaskular s e l a m a 6 m i n g g u p e r t a m a s e t e l a h t r a n s p l a n t a s
i a k i b a t r e s o r p s i d a n revaskularisasi. Dalam 6 sampai 12 bulan hanya didapatkan
sedikit perbedaankekuatan antara
graft
kortikal vaskular dan avaskular .
2. Allograft
Bone
graft
yang berasal dari donor lain (individu lain) disebut tulang
allograft.
Tulang
allograft
umumnya berasal dari bank tulang yang dicangkok daritulang kadaver. Tulang
dibersihkan dan disinfeksi untuk menurunkan
kemungkinant r a n s m i s i p e n y a k i t d a r i d o n o r k e r e s i p i e n .
Allograft,
seperti juga
autograft
,menghasilkan rangka bagi tulang baru untuk tumbuh di atas dan ke dalamnya. Tidak seperti
autograft
, tulang
allograft
tidak selalu memiliki sifat yang sama kuat atau sel
dan protein yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang baru. Keuntungan tulang
allograft
adalah pengurangan daerah operasi pencangkokan, nyeri post operatif b
erkurang dan pengurangan biaya operasi kedua. Kerugian
allograft
adalah berkemungkinan kecil terjadi transmisi penyakit dan kurang efektif karena sel pertum
buhan tulang dan protein hilang saat proses pembersihan dan disinfeksi
1
.
Allograft
merupakan material komposit sehingga memiliki spektrum
antigen potensial. Mekanisme primer penolakan adalah seluler. Sel tulang sumsum
allograft
menghasilkan respon imun terbesar. Antigen seluler kelas I dan II dalam

allograft
dikenali oleh Limfosit T
host
. Komponen seluler yang terlibat dalam antigenisitastermasuk yang berasal dari
sumsum, endotelium, dan sel aktivasi
retinakular. Baik k o m p o n e n s e l u l e r d a n m a t r i k s e k s t r a s e l u l e r m e n g h i l a n g k
a n r e s p o n a n t i g e n i k . Kolagen tipe I (matriks organik) menstimulasi
mediated-cells
dan respon humoral.Porsi matriks nonkolagen (proteoglikan, osteopontin,
osteocalcin, dan glikoproteinlain) juga menstimulasi respon imunogenik
5
.Karena
bone grafting
dengan
allograft
telah luas digunakan, metode
screening
donor, preparasi dan penyimpanan tulang terus berkembang seiring
upayauntuk menghilangkan kejadian transmisi
penyakit. Penelitian menunjukkan resikok o n t a k i n f e k s i H I V p a d a p e n g g u n a a
n
allograft
a d a l a h k u r a n g d a r i 1 p e r 1 j u t a prosedur
1
.Terdapat beberapa tipe
allograft,
yaitu
5
:
a.
Fresh
immunogenisitas meningkat
b.
Fresh Frozen
kurang imunogenik dibandingkan dengan
fresh
. MengandungBMP.
c.
Freeze-Dried
(
Lyophilized
)
Integritas struktural hilang dan BMP berkurang,imunogenisitas sedikit,
osteokonduktif murni, resiko kemungkinan transmisi virus terendah , sering
dikenal sebagai
croutons
.
d.
Bone Matrix Gelatin

Xenograft
Tulang
xenograft
telah menunjukkan keberhasilan dalam memperlambat tingkatresorpsi dari linggir alveolar.
Material ini diperoleh dari hewan dan diproses
untuk m e n g h i l a n g k a n s e m u a b a h a n o r g a n i k s e h i n g g a h a n y a m e n i n
ggalkan bagiana n o r g a n i k ya n g s e b a g i a n b e s a r a d a l a h h i d r o k
s i a p a t i t , t e t a p i m u n g k i n j u g a mengandung bahan anorganik lainnya. Karena produk
anorganik ini memiliki
porositasseperti tulang normal dan mengandung karbonat serta trikalsium fosfat seb
agaitambahan komponen hidroksiapatit, bahan ini memiliki kecenderangan bagi osteoklasuntukmeresorpsi
material.
4. Pengganti
bone
graft
(
bone graft subtitutes
)
Karena terbatasnya suplai
autograft,
maka
s e j a k l a m a p a r a p e n e l i t i t e l a h mencari bahan lain yang dapat digunakan sebagai
pengganti. Walaupun banyak bahan pengganti yang memiliki sifat positif seperti
autograft
, tidak satu pun yang memilikisifat seperti tulang individu itu
sendiri. Terdapat beberapa kategori bahan pengganti
bone graft
yang meliputi variasi materi, sumber, dan origin (natural vs
sintetik).Bahan pengganti
bone graft
terdiri dari variasi material dan banyak yang dibentuk d a r i s a t u a t a u l e b i h t i p e
k o m p o s i t . N a m u n , p a d a t i a p k a s u s , k o m p o s i t u m u m n y a terdapat pada material
dasar.
2.3.Dasar Biologis Rekonstruksi Tulang
4
Penyembuhan tulang dan
graft
tulang terjadi diantara jaringan ikat sebab pembentukan tulang baru terjadi dari regener
asi jaringan. Proses penyembuhanm e m e r l u k a n d u a e l e m e n p r o l i f e r a s i s e l u l e r y a
i t u o s t e o b l a s d a n e l e m e n s i n t e s a kolagen. Dua proses dasar terjadinya tranplantasi
tulang dari satu area ke area lainnyadalam satu individu. Proses pertama menyebabkan
terbentuknya regenerasi tulanga w a l d a r i s e l sel yang ditranplantasikan didalam
graft
sehingga menyebabkan proliferasi dan pembentukan osteoid baru. Diantara regenerasi
tulang selama fase ini,tergantung sel-sel tulang yang ditranplantasikan untuk
kehidupan
graft

. Bila
graft
7

diambil dari tubuh, maka terjadi vaskularisasi pada daerah tersebut


j a d i s e l - s e l didalam
graft
tulang tergantung atas difusi nutrisi dari sekeliling
graft
bed
.Terjadinya kematian sel selama prosedur graft dan pada fase pertama
regenerasit u l a n g d i s e b a b k a n o l e h k a r e n a t i d a k a d a n y a r e g e n e r a s i t
u l a n g s e p e r t i y a n g diharapakan. Pada fase pertama merupakan respon untuk pembent
ukan tulang baru.Didalam
graft
bed juga terjadi perubahan yang menyebabkan terjadinya
fasek e d u a r e g e n e r a s i t u l a n g y a n g d i m u l a i p a d a m i n g g u k e d u a . A n
g i o g e n e s i s d a n proliferasi fibroblastik secara intensif dari
graft
bed
dimulai setelah
graft
ditempatkand a n o s t e o g e n e s i s d a r i j a r i n g a n i k a t h o s t s e g e r a d i m u l a i . F i b r o
b l a s d a n s e l - s e l mesensimal lainnya berdiferensiasi kedalam osteoblas dan mulai
membentuk tulang baru. Ini membuktikan bahwa protein yang dijumpai
didalam tulang meningkatkanreaksi disekitar jaringan lunak dari
graft
bed
. Fase kedua ini juga memberi responuntuk penyatuan
graft
kedalam host bed diteruskan terjadinya resorbsi, penggantiandan remodeling.
2.4.Karakteristik
graft
Bone graft
memiliki empat karakterikstik penting, yaitu

1, 5
:1. Matriks osteokonduktif bertindak sebagai rangka pertumbuhan tulang
baru.Osteokonduksi menunjukkan kemampuan
graft
bertindak sebagai rangka tempatmenempelnya sel tulang., bermigrasi, tumbuh
dan membelah. Lewat cara ini respon penyembuhan tulang dikonduksi lewat daerah
graft
, d a p a t d i k a t a k a n b a h w a elektrisitas dikonduksikan lewat kawat. Se
l o s t e o g e n i k b e k e r j a l e b i h b a i k b i l a terdapat matriks atau rangka untuk menempel
6
.2. Protein osteoinduktif berfungsi menstimulasi dan mendukung mitogenesis
sel perivaskular
undifferentiated
untuk membentuk sel osteoprogenitor. Meliputi faktor pertumbuhan seperti
bone morphogenetic bone
(BMP) dan
transforming growth factor beta
( T G F - ) y a n g m e n g e l u a r k a n s i n y a l f a k t o r l o k a l u n t u k m e n s t i m u l a s i pem
bentukan tulang.
Sel osteogenik berkemampuan untuk membentuk tulang bila
d i t e m p a t k a n d i lingkungan yang tepat. Meliputi sel mesenkim primitif, osteoblas, dan
osteosit.Hanya sel hidup yang dapat menumbuhkan tulang baru, keberhasilan
bone grafting
tergantung dari kecukupan pembentukan tulang atau sel osteogenik di area.
Pada beberapa situasi, jaringan sehat di sekitar
graft
mengandung sel pembentuk tulangyang cukup. Namun, banyak pula kondisi dimana sel
tersebut sangat terbatas,
seperti pada area jaringan parut, infeksi bedah sebelumnya, celah antar tulang, dan arearadiot
erapi
6
.Saat ini, sel pembentuk tulang dapat ditambahkan ke daerah
graft
melalui
duas u m b e r . U m u m n y a , t u l a n g s e h a t d i b u a n g d a r i d a e r a h y a n g b e r
k e m u n g k i n a n menyebabkan disabilitas dan kemudian ditransfer ke daer
ah
graft
. Penelitianm e n u n j u k k a n b a h w a s u m s u m t u l a n g d a p a t d i g u n a k a n u
n t u k m e n t r a n s f e r s e l pembentuk tulang yang didapatkan dengan menggunakan jaru
m, tanpa operasi.Sumsum tulang diinjeksikan ke dalam daerah
graft
atau dicampur dengan komponenlain sebagai
graft composite
6
.
2.5.Tahap penyembuhan
graft
1

Penyembuhan
graft
terjadi dalam 5 tahap, terdiri dari :1. Tahap inflamasi kemotaksis distimulasi oleh debris
nekrotik.P a d a t a h a p i n i t e r j a d i a k t i v a s i j a r i n g a n s e k i t a r
host
u n t u k m e n d u k u n g pertumbuhan jaringan osteogenik
host.
Daerah
graft
mengalami beberapa fase yangmeliputi agregasi dan degranulasi platelet, pelepasan
sitokin dan faktor
pertumbuhan,s e r t a p r o s e s i n f l a m a s i . N e t r o f i l , m a k r o f a g d a n f i b r o b l a s d i t a r
ik oleh
chemical messenger
. Makrofag dan
giant cells
a k a n m e m b e r s i h k a n l u k a . O s t e o s i t a k a n melepaskan enzym lisosom sehingga
terjadi destruksi osteoid.2. Tahap differensiasi osteoblast berasal dari prekursor Sel
mesenkin berproliferasi pada hari ke-3 kemudian berdifferensiasi menjadikondroblas pada
hari ke-5 dan menjadi osteoblas pada hari ke-103. Tahap osteoinduksi terjadi fungsi
osteoblas dan osteoklas
Pada minggu 1 sampai minggu ke-2 terjadi osteoinduksi
stem cells
pluripotenoleh BMP dan TGF-. Pertumbuhan vaskular yang disertai aktivitas
osteoklas akanmemulai terjadinya resorpsi
graft
. O s t e o k l a s m e r e s o r b s i t u l a n g m a t i , s e d a n g k a n osteoblas mendepositkan
osteoid yang kemudian bermineralisasi dalam tulang
host
baru sehingga trabekula
graft
secara bertahap digantikan dengan tulang
host
baru.4. Tahap osteokonduksi terjadi pembentukan tulang baru diatas rangka
tulangO s t e o k o n d u k s i b e r t a h a n s e l a m a b e b e r a p a b u l a n p a d a
graft
kanselus dan beberapa tahun pada tulang kortikal.e.Tahap remodelling
proses ini berjalan bertahun-tahun.

PENYEBAB NONUNION DAN DELAYED UNION

Vaskularisasi pada ujung ujung fragmen yang kurang

Reduksi yang tidak adekuat

Imobilisasi yang tidak adekuat sehingga terjadi gerakan pada kedua fragmen.

Waktu imobilisasi yang tidak cukup

Infeksi

Distraksi pada kedua ujung karena adanya traksi yang berlebihan

Interposisi jaringan lunak diantara kedua fragmen tulang

Terdapat jarak yang cukup besar antara kedua fragmen

Destruksi tulang misalnya oleh karena tumor atau osteomielitis (fraktur patologis)

Disolusi hematoma fraktur oleh jaringan sinovia (fraktur intrakapsuler)

Kerusakan periosteum yang hebat sewaktu terjadi fraktur atau operasi

Fiksasi interna yang tidak sempurna

Delayed union yang tidak diobati

Pengobatan yang salah atau sama sekali tidak dilakukan pengobatan

Terdapat benda asing diantara kedua fraktur, misalnya pemasangan screw diantara
kedua fragmen.

Ada beberapa penyebab terjadinya fraktur yang non union antara lain infeksi, immobilisasi yang kurang,
interposisi jaringan lunak antara fragmen fraktur, suplai darah yang kurang, status nutrisi yang buruk, fraktur
terbuka, comminuted, segmental ataupun fraktur patologik yang lain

Untuk mengurangi insiden nonunions, ilmuwan mengembangkan teknik stabilisasi yang


meminimalkan gangguan suplai darah ke tulang. Para ilmuwan juga meneliti bahan kimia alami yang
diperlukan tubuh untuk penyembuhan tulang. Zat kimia ini dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Ketika
tulang istirahat, mereka biasanya diproduksi dalam tubuh dalam urutan tertentu. Salah satu faktor,
BMP 7 (tulang protein morphogenic 7), saat ini tersedia sebagai pengganti cangkok tulang. Para
peneliti yang berkonsentrasi pada sintesis kimia dan menentukan cara ideal untuk membawa mereka
ke dalam tulang terluka. Suatu hari, dokter mungkin dapat menyuntikkan bahan kimia langsung ke
nonunion untuk mempromosikan penyembuhan.