Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI INDUSTRI

Kelas

: 4 ED

Instruktur

: NIKSEN ALFARIZAL,S.T.,M.Kom

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG

PERCOBAAN 1
SENSOR PENGHUBUNG JARAK MAGNETIK

A. TUJUAN
Mengetahui karakteristik switch pada sensor penghubung jarak
magnetik sebagai fungsi posisi dan arah magnet.

B. DASAR TEORI
Sensor adalah peralatan yang digunakan untuk merubah suatu
besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan
rangkaian listrik tertentu. Hampir seluruh peralatan elektronik yang ada
mempunyai sensor didalamnya. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat
dengan ukuran sangat kecil. Ukuran yang sangat kecil ini sangat
memudahkan pemakaian dan menghemat energi.
Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya
perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang
diubah menjadi besaran listrik disebut Transduser. Pada saat ini, sensor
tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer.
Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian dan menghemat
energi.
Sensor merupakan bagian dari transducer yang berfungsi untuk
melakukan sensing atau merasakan dan menangkap adanya perubahan
energi eksternal yang akan masuk ke bagian input dari transducer,
sehingga perubahan kapasitas energi yang ditangkap segera dikirim kepada
bagian konvertor dari transducer untuk dirubah menjadi energi listrik.

Secara umum sensor didefenisikan sebagai alat yang mampu


menangkap fenomena fisika atau kimia kemudian mengubahnya menjadi
sinyal electrik baik arus listrik ataupun tegangan. Fenomena fisik yang
mampu menstimulus sensor untuk menghasilkan sinyal electrik meliputi
temperatur, tekanan, gaya, medan magnet cahaya, pergerakan dan sebagainya.
Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering
berfungsi untuk mengukur magnitude sesuatu. Sensor adalah jenis transduser
yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan
kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor biasanya dikategorikan
melalui pengukur dan memegang peranan penting dalam pengendalian proses
pabrikasimodern. Sensor memberikan ekivalen mata, pendengaran, hibung,
lidah, untuk menjadi otak mikroprosesor dari system otomatisasi industri.
Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan
terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada
keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh
adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam
bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun
uap.

C. KOMPONEN YANG DIGUNAKAN


Qty.
1
1
1
1
1
1

Designation
Lampu dan buzzer
Posisi geser
Vernier Caliper
Magnetic reed switch(SMEO)
Set benda uji, magnet 1, bagian 1
Set benda uji, magnet 2, bagian 2

D. RANGKAIAN PERCOBAAN
Tata Letak

Diagram Sirkuit Listrik

E. PROSEDUR PERCOBAAN
Deskripsi Masalah
Penyangga material logam dihantarkan pada sebuah konveyer. Posisi
dari penyangga material digambarkan sebagai sebuah sensor magnet contactbased. Untuk tujuan ini sebuah magnet permanen dimuat pada penyangga
material. Mendefinisikan kurva switch sensor ini.

Sketsa Posisi

Sensor jarak ( 1 ) , Magnet ( 2 ) , dukungan benda kerja ( 3 )


Deskripsi Fungsi
Medan magnet sensitive berada di belakang sebuah plat plastic hitam.
Medan magnet dari sebuah magnet permanen menswitch instrumen kontak.
Instrumen tersebut berisi dua mata pisau fleksibel yang terpisah terbuat dari
material magnet yang lunak. Dimuat dalam sebuah tabung gelas tersegel
kedap udara. Bila ditempatkan di dalam sebuah medan magnet ekstrenal,
mata-mata pisau ini bersentuhan dan menciptakan sebuah kontak listrik.

Reed Contact ( 1 ) , Indikator Switching ( LED ) ( 2 ) , Zona Aktif ( 3 )


Perakitan praktis

Pasang lampu dan bel, geser posisi dan unit sensor magnetic 1 pada
pelat profil. Pasang unit sensor magnetik menyamping diimbangi dengan 5
cm dalam kaitannya dengan pusat posisi geser. Hubungkan 24 volt listrik
supply dan sensor jarak magnetik untuk lampu dan unit buzzer.
Sertakan caliper varnier ke posisi geser.
Percobaan 1
Mengambil magnet

1 (bagian 1) dari set benda

uji

dan

melampirkannya punggawa material posisi geser.


Pindahkan magnet sepanjang sumbu sensor jarak. Tuliskan poin
dimana sensor jarak merespon magnet. Anda akan mengenali respon ini
dengan pencahayaan dari LED dibangun ke dalam sensor jarak dan terdengar
suara dari buzzer membentuk bagian dari unit lampu dan buzzer. Masukan
poin respon kedalam diagram pada halaman berikutnya. Jarak antara magnet
dan sensor jarak meningkat 2mm langkah (dalam korespondensi dengan
pembagian pada pemegang magnet, mulai dari 0 mm, jalur perpindahan slide
positioning (stroke) dipilih 50 mm dalam kaitannya dengan pusat daerah aktif
dari sensor jarak. Jalur perpindahan harus benar-benar melakukan perjalanan
untuk setiap pengukuran.
Pemasangan jangka sorong
Ketika pemasangan vernier caliper, unit geser dari posisi geser diatur
ke 0. Kedua pointer digerakkan terpisah sekitar 10 mm. caliper vernier
ditempatkan pararel/sejajar dengan siraman pelat dasar dengan tepi dalam
sedemikian rupa, yang pointer depan terletak berlawanan berhenti untuk
vernier caliper dua magnet pertahanan mempertahankan badan caliper ke plat
dasar penentuan posisi geser.
Percobaan 2

Sekarang ambil magnet 2 (bagian 2) dari tempat benda uji dan ulangi
langkah percobaan diatas. Catat lagi titik respon dan tandai nilai pada
diagram.
Catatan
Ketika melakukan pengukuran, amati bahwa titik saklar-hidup dan
skalar-mati dari sensor jarak tidak bertepatan, biarkan magnet mencapai
sakelar tidak aktif terdekat dari kiri, sampai ini merubah status sakelarnya,
demikian pemberlakuan titik sakelar-hidup. Sekarang pindahkan magnet kea
rah kiri sampai sensor jarak berubah dari aktif ke keadaan tidak aktif,
demikian pemberlakuan titik sakelar-mati. Jarak yang ditempuh antara dua
titik digambarkan sebagai hysteresis.

F. KESELAMATAN KERJA
1. Sebelum latihan praktik , baca datasheet komponen yang dibutuhkan
2. Rakit komponen
3. Kamu dapat mencoba latihan di paragraf latihan merakit
4. Buat catatan tentang apapun yang menarik
5. Pergunakan semua alat alat yang ada pada lab dengan sebaik-baiknya dan
sesuai dengan fungsinya.
6. Setelah melakukan percobaan,

matikan

semua

alat

yang

telah

dipergunakan dan pastikan semuanya kembali seperti semula dan tetap


dalam baik dan benar.

G. ANALISA PERCOBAAN
Pada job satu ini kami menganalisa sensor magnetic proximity unit 1
yaitu tipe SMEO. SMEO adalah salah satu contoh reed switch dengan dua
kutub yang terletak dikanan kiri sensor. Reed switch adalah salah satu jenis
sensor yang sering juga digunakan pada mesin-mesin industri seperti halnya
sensor photo dan proximity sensor, namun reed switch mempunyai cara kerja
yang berbeda dan unik dan juga mempunyai bentuk yang cukup kecil namun
rentan terhadap benturan.

Gambar 1. Reed switch SMEO

Gambar di atas adalah reed switch atau sensor magnet, berfungsi untuk
mendeteksi gerakan dari penggerak cylinder naik-turun atau maju-mundur.
Cara kerja dari sensor ini adalah ketika ada medan magnet mengenai bagian
depan sensor, maka sensor akan bekerja sehingga menghubungkan kontaknya,
medan magnet ini terdapat dari bagian dalam cylinder sebelah atas dan bawah
kemudian posisi sensor menempel dengan badan cylinder. Pada saat cylinder
bergerak naik atau turun maka akan ada medan magnet yang mengenai reed
switch. Berdasarkan Hukum Faraday dimana apabila sebuah penghantar
memotong suatu medan magnet maka pada kedua ujung penghantar tersebut
akan menimbulkan Gaya Gerak Listrik (GGL) atau Electromagnetic Force
(Emf). Besaran Emf tersebut adalah tergantung kepada kuat medan magnet
dan kecepatan pemotongan.

Gambar 2. Reed switch ketika memasuki medan magnet

Ketika magnet dari piston memasuki daerah respon sensor, medan


magnet menyebabkan saklar dari reed switch dalam sensor untuk menutup,
melengkapi sirkuit untuk menghidupkan LED (jika ada) dan mengaktifkan
output sinyal. Ketika magnet bergerak menjauh dari daerah respon sensor,
saklar buluh terbuka lagi; yang memadamkan LED dan kembali sinyal output
untuk tidak dalam kondisi aktif (yaitu "off").
Reed switch sangat sensitif terhadap gangguan dari hal lain di sekitar
medan magnet atau elektromagnet dengan kekuatan medan lebih besar dari
0,16 mT (T = Tesla).

Jenis SMEO
Reed switch tidak digerakkan;
kontak saklar terbuka

Ketika switch memasuki


medan magnet,
kontak saklar akan tertutup

Ket :
1. magnet permanen pada silinder piston
Kami menguji sensor magnet unit 1 (SMEO) dengan dua keadaan
magnet yaitu magnet 1 dalam keadaan tidur dan magnet dua dalam keadaan
berdiri. Bentuk medan magnet nya akan berbeda karena pengaruh dari
posisi kutub. Berikut adalah medan magnet 1 dan 2 :

Gambar 3. (a) magnet 1

(b) magnet 2

Gambar 4. Daerah medan magnet

Pada magnet 1 daerah jangkauan sensor lebih berpusat ke tengah


dikarenakan posisi magnet sehingga mempengaruhi medan magnetnya dan
letak kutub SMEO yang memang berada di kanan kiri sensor. Setelah
melewati tengah maka akan memasuki blind spot yaitu daerah yang tidak
terjangkau oleh sensor kemudian sensor akan mendeteksi lagi ketika magnet
agak ke daerah pinggir sensor.
Pada magnet 2 daerah jangkauan sensor lebih berpusat ke sisi kanan
dan kiri sedangkan daerah tengah adalah blind spotnya, hal ini terjadi karena
pengaruhi dari medan magnet yang di hasilkan magnet 2 yang seolah-olah
membelah daerah jangkauan sensor.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan 1 yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa :
1. SMEO adalah salah satu contoh reed switch dengan dua kutub yang terletak
dikanan kiri sensor.
2. Pada magnet 1 daerah jangkauan sensor lebih berpusat ke tengah dikarenakan
posisi magnet sehingga mempengaruhi medan magnetnya dan letak kutub
SMEO yang memang berada di kanan kiri sensor.
3. Pada magnet 2 daerah jangkauan sensor lebih berpusat ke sisi kanan dan kiri
sedangkan daerah tengah adalah blind spotnya.