Anda di halaman 1dari 8

RINGKASAN MATERI KULIAH

BUKTI AUDIT
Disusun guna memenuhi tugas Pengauditan Manajemen Sektor Publik

DISUSUN OLEH:
YUWONO DWI SAPUTRO (F1314095)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

BUKTI AUDIT

IDENTIFIKASI BUKTI AUDIT


Pengumpulan bukti dilakukan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap
tindak lanjut. Pemilihan metodologi pengumpulan data/bukti yang paling efisien dan
efektif harus direncanakan secara cermat karena mempengaruhi efisiensi dan
efektifitas kegiatan audit.
MANFAAT IDENTIFIKASI BUKTI AUDIT
Mengidentifikasikan jenis dan sumber bukti menentukan tingkat ekonomi, efisiensi
dan efektifitas audit yg dilakukan.Manfaat identikasi bukti audit adalah sebagai
berikut:
a. Bukti audit digunakan untuk mendukung temuan, simpulan dan rekomendasi
audit, jadi mutu audit sangat tergantung pada bukti audit.
b. Bukti-bukti audit mempunyai peran yang sangat penting terhadap keberhasilan
pelaksanaan audit karena itu auditor perlu memperhatikan pemilihan bukt-bukti
tersebut mulai dari tahap perencanaan hingga akhir proses audit.
JENIS BUKTI AUDIT
Bukti audit adalah informasi yang dikumpulkan dan digunakan untuk mendukung
temuan audit.
Auditor harus merencanakan secara cermat:
jenis bukti yang akan digunakan
sumber bukti-bukti tersebut berasal.
4 Jenis bukti antara lain:
1. Bukti fisik
2. Bukti documenter
3. Bukti kesaksian
4. Bukti analitis
Bukti Fisik
Diperoleh melalui inspeksi langsung / pengamatan yg dilakukan oleh auditor
terhadap orang, property / kejadian.
Didokumentasikan dalam bentuk:
memorandum, foto, gambar, bagan,
peta, / contoh fisik
Bukti audit berupa foto lebih meyakinkan daripada penjelasan tertulis.
Bila pengamatan terhadap kondisi-kondisi fisik sanat mempengaruhi
pencapaian tujuan audit, maka bukti-bukti tersebut harus dapat dikonfirmasi.
Bukti Dokumenter
Sepeti halnya bukti audit berupa dokumen (foto / dokumen elektronik), bukti
documenter juga merupakan bukti yang paling umum ditemui
Terdiri atas informasi yg diciptakan sepeti surat, kontrak, cataatan akuntasi,
faktur dan informasi manajemen atas kinerja
Bukti Kesaksian (Testimonial)

Diperoleh melalui permintaan keterangan, wawancara/questioner,


Diperoleh dari pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan atau wawancara
Bukti Kesaksian harus dapat dikonfirmasi yang dapat dilakukan dengan cara:
pernyataan tertulis dari orang yang diwawancarai
menilai kecocokan bukti kesaksian yg diperoleh dari sumber-sumber /
orang-orang yang berbeda
melakukan pemeriksaan ulang terhadap catatan yang ada.
Jenis bukti ini meliputi: perhitungan, perbandingan, pemisahan informasi
menjadi unsur-unsur dan alasan yang rasional

Bukti Analitis
Diperoleh dari data yang telah diverifikasi dan dianalisis. Analisis dapat meliputi
komputerisasi, analisis rasio, tren dan pola data yang diperoleh dari auditee /
sumber yang relevan lainnya. Analisis dpt dilakukan dengan standar indursti
(benchmarking). Analisis berupa:
angka, misalnya rasio output yang dihasilkan dengan sumber daya yang
digunakan
nonangka, misalnya tren konsistensi keluhan konsumen
SUMBER BUKTI AUDIT
Sumber bukti audit berasal dari:
Internal entitas
Buktinya antara lain berbentuk: catatan-catatan akuntansi, salinan suratsurat keluar, rencana kerja, anggaran, laporan audit internal, kebijakankebijakan, prosedur-prosedur yang ada dsb.
Eksternal entitas
Dapat berupa: surat / memorandum yg diterima oleh entitas, faktur-faktur,
kontrak-kontrak, laporan-laporan audit, laporan-laporan lain yang berasal dari
pihak ketiga.
Sumber-sumber lain, antara lain:
1. Peraturan dan kebijakan
2. Data kinerja yg telah dipublikasikan, informasi keuangan dn kinerja
3. Hasil wawancara yg dilakukan terhadap orang yang tepat
4. Hasil pengujian terhadap arsip-arsip yang ada
5. Laporan-laporan / reviu intanal yang disampaikan kepada manajemen
6. Basis data / database
7. Bukti-bukti audit yang diperoleh melalui pengamatan.
Panduan penggunaan bukti audit
Jenis Bukti
Sumbe
Kapan dibutuhkan
r Bukti
Fisik
Internal Saat auditor ingin mengetahui kondisi entitas yang
diaudit melalui gambar
Auditor lebih yakin melakukan pengamatan fisik
daripada menerima penjelasan tertulis.
Dokumenter
Internal Untuk melihat keabsahan suatu transaksi yg
3

Kesaksian
(Testimonial)

Analitis

dilakukan oleh auditee


untuk memahami prosedur yang terdapat dalam
entitas dan hal-hal lain yang terkait dengan entitas
Ekstern Jika bukti documenter dari sumber internal dirasa
al
kurang memadai / perlu dicek silang (crosscheck)
Internal Saat auditor perlu memperolah kesaksian lisan dari
pihak yang terkait langsung dengan entitas
Ekstern Jika auditor merasa bahwa keterangan lisan dan
al
tertulis dari entitas kurang memadai / perlu dicek
ulang (crosscheck)
Internal Untuk melakukan perbandingan dalam rangka
mengukur kinerja internal entitas berdasarkan data
time-series
Ekstern Untuk membandingkan kinerja internal entitas
al
dengan kinerja entitas lain yang sejenis

KECUKUPAN, KOMPETENSI, DAN RELEVANSI BUKTI AUDIT


Pernyataan yang mungkin timbul berkaitan dengan bukti:
Berapa jumlah dan jenis bukti yang harus dikumpulkan sehingga dapat
dipertanggungjawabkan untuk mendukung simpulan dan rekomendasi?
Standar audit menyebutkan bahwa bukti audit harus cukup, kompeten dan
relevan.
Bukti audit yang dikumpulkan harus memenuhi karakteristik kecukupan,
kompetensi, dan relevansi.
Perbedaan sifat bukti yang dikumpulkan pada tahap survey pendahuluan dan
pengujian terinci:
Tahap survey pendahuluan: bukti yang diutamakan adalah bukti yang
relevan
Tahap pengujian terinci: bukti yang dikumpulkan harus cukup, kompeten,
dan relevan
Kecukupan Bukti Audit
Bukti dikatakan cukup bila jumlah (kuantitas) bukti yang diperoleh untuk
meyakinkan validitas dan keandalan temuan audit memenuhi syarat, dan dapat
ditentukan dengan menggunakan metode statistic
Kompetensi Bukti
Disebut bukti yang kompeten jika konsisten dengan fakta, yaitu sah dan valid
Relevansi Bukti Audit
Bukti dikatakan relevan jika bukti tersebut jelas, mempunyai hubungan yang logis
dan masuk akal dengan tujuan dan criteria audit serta dapat dimengerti dengan
temuan audit tersebut.
PERMASALAHAN BUKTI-BUKTI AUDIT

Masalah-masalah yang kadang timbul terkait bukti audit:


1. Bukti-bukti audit yang berasal dari satu sumber
2. Bukti-bukti audit yang bersifat oral dan tidak didukung oleh dokumentasi /
pengamatan
3. Bukti-bukti audit yang sudah tidak mutakhir dan sudah tidak menggambarkan
perubahan-perubahan yang ada
4. Bukti-bukti audit yang diperoleh dengan mahal disbanding dengan manfaatnya
5. Sumber bukti-bukti audit tersebut mempunyai kepentingan pribadi
6. Sample yang dikumpulkan tidak cukup mewakili
7. Bukti-bukti audit yang tidak lengkap, yaitu bukti-bukti audit yang tidak
menggambarkan sebab akibat
8. Bukti-bukti audit yang saling bertentangan
PENGUMPULAN BUKTI AUDIT
Pengumpulan bukti pada audit kinerja, auditor lebih menekankan pada penggunaan
data keuangan maupun data operasional untuk menilai:
1) Apakah sumber daya diperoleh secara ekonomis
2) Apakah sumber daya dimanfaatkan secara efisien
3) Apakah tujuan organisasi, program, atau kegiatan dapat dicapai secara
efektif
TUJUAN PENGUMPULAN BUKTI AUDIT
Tujuan pengumpulan bukti audit antara lain:
Memudahkan dalam menjelaskan obyek yang diaudit
Untuk mengukur output dan dampak dari bidang yang diaudit
Menguji hipotesis
menjelaskan mengenai kinerja / kekurangan dari kinerja auditor
bagian dari proses pembelajaran internal dimana auditor dpt memahami cara
auditee dalam menjalankan fungsinya
sifat pengumpulan bukti dapat berubah tergantung pada kemajuan proses
pelaksanaan audit, misalnya saat survey pendahuluan auditor lebih tertarik pada
informasi yang bersifat umum, seiring kemajuan proses pelaksanaan audit bukti
yang dikumpulkan lebih bersifat khusus.
TEKNIK-TEKNIK PENGUMPULAN BUKTI
Meliputi:
Reviu dokumen
Wawancara (Permintaan Keterangan)
Kuesioner
Observasi Fisik
Reviu Dokumen
Teknik yang memiliki tingkat keyakinan yang tinggi
Dapat digunakan untuk memahami entitas dan menelaah peraturan
Kekurangannya:
membutuhkan waktu yang cukup lama serta tenaga yang lebih besar.
Tidak memberikan bukti fisik
5

Wawancara (Permintaan Keterangan)


Tujuan:
Memperoleh, melengkapi, dan/atau meyakini informasi yang dibutuhkan
terkait dengan tujuan audit.
Memastikan fakta yang diperoleh dari teknik pengumpulan bukti lainnya
Mengonfirmasi data dari sumber-sumber lain
Kelebihannya:
Mengetahui emosi pihak yang diwawancarai
Dapat menganalisis kemungkinan penyebabnya
Kekurangan:
Hasil wawancara perlu diperkuat dengan sumber lainnya
Menuntut keahlian interpersonal
Kemungkinan ada jawaban yang mendua
Proses wawancara meliputi 3 hal, yaitu:
Merencanakan dan mempersiapkan wawancara
Membuka, melaksanakan, dan menutup wawancara
Mencatat dan menganalisis hasil wawancara
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara
a. Merencanakan dan mempersiapkan wawancara
b. Membuka wawancara
c. Melaksanakan wawancara
d. Menutup wawancara
e. Mencatat dan mengevaluasi hasil wawancara
Kuesioner
Kelebihan:
Efektif untuk memperoleh pendapat dari banyak orang dan memberikan tingkat
keyakinan yang cukup tinggi
Kekurangan:
Butuh waktu dan kadang sulit membuat simpulan
Observasi Fisik
Digunakan ketika auditor ingin menguji keberadaan suatu aset fisik guna
mengetahui kesesuaian mutu dengan kriteria.
Dapat dilakukan dlm bentuk kegiatan pemotretan, perekaman, dan / atau
pengambilan contoh (sample) fisik obyek yag dilakukan oleh auditor
Tujuan: memperkuat dan / atau melengkapi informasi yang berkaitan dengan
audit.
Kelebihan: memberi keyakinan yang tinggi mengenai keberadaan suatu asset
dan dapat mengetahui konsekuensi jika kriteria tidak dipenuhi
Kekurangan: lokasi mungkin sulit dikunjungi dan perlu dikuatkan dengan sumber
lain.
Yang harus diperhatikan dalam penggunaan teknis pengambilan bukti adalah:
1. Jenis dan sumber bukti yang dikumpulkan
2. Waktu dan biaya yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti
Teknik-Teknik Pengumpulan Bukti Audit
1. Observasi/foto/video
6

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Studi literature atas basis data (database)public


Review program /file dan database entitas
Benchmarking
Survey
Wawancara (interview)
Kelompok focus (focus group)
Pendapat ahli
Review dan penggunaan hasil studi dan audit lain

PENGUJIAN BUKTI AUDIT


Bukti yang diperoleh harus diuji dengan beberapa metode.
Metode pengujian tidak hanya sifat dan prosedur yang dijalankan auditor namun
sejauh mana prosedur tersebut harus dilakukan (misalnya, besarnya / luasnya uji
petik)
TUJUAN DAN MANFAAT PENGUJIAN BUKTI AUDIT
Tujuan pengujian bukti audit:
Menentukan / memilih bukti-bukti audit yang penting dan perlu (dari bukti-bukti
audit yang ada) sbg bahan penyusunan suatu temuan dan simpulan audit.
Berdasarkan bukti-bukti yang sudah diuji auditor dapat melakukan:
1. Mengembangkan hasil pengujian untuk menilai apakah kinerja entitas yang
diaudit telah sesuai dengan criteria atau tidak
2. Mengumpulkan hasil pengujian dan membandingkannya dengan tujuan audit
tersebut
3. Mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan untuk memperbaiki kinerja
entitas tersebut
4. Memanfaatkan hasil pengujian untuk mendukung rekomendasi dan simpulan
audit
LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN BUKTI AUDIT
Antara lain:
1. Menentukan teknik pengujian
2. Membandingkan hasil pengujian bukti-bukti audit dengan criteria audit
3. Mengidentifikasi sebab dan akibat dari perbedaan
4. Mengidentifikasi usulan rekomendasi atas temuan
Teknik Analisis Bukti Audit
1. Model logika program (MLP)
menggambarkan arus logika dari rancangan program, dimulai dari mandat
yang diberikan oleh legislative sampai dengan hasil yang ingin dicapai.
( bermanfaat dalam audit yang berorientasi hasil karena MLP berfokus kepada
outcome/hasil dari program)
2. Membuat perbandingan dengan rasio
penempatan angka dalam suatu konteks , sehingga maknanya menjadi jelas
terlihat.
3. Distribusi data

umumnya digambarkan dalam suatu grafik yang memperlihatkan semua nilai


dan variabel.
4. Analisis regresi
teknik untuk menilai tingkat hubungan antar variabel.
5. Analisis manfaat-biaya
Terdiri atas 2 komponen:
Kerangka analisis manfaat-biaya
Pengukuran manfaat-biaya
6. Simulasi dan pemodelan (modeling)
penggunaan model matematis dengan data input untuk merefleksikan
kehidupan sistem seperti sesungguhnya dan untuk memprediksi respons
sistem terhadap perubahan.
7. Analisis isi dari data kualitatif
pendekatan sistematis untuk mengumpulkan dan mengorganisasi informasi
dalam suatu format standar. Teknik ini membantu analisis untuk sampai pada
simpulan umum dan observasi umum berdasarkan data terinci dalam bentuk
tertulis atau lainnya.
8. Analisis arus kerja dan arus komunikasi
diagram alir (flowchart) membantu memperoleh pemahaman yang lebih
baik mengenai apa yang terjadi dalam organisasi.
Format grafik membantu untuk memfokuskan masalah, serta peluang
perbaikannya.
PENGGUNAAN KONSULTAN
Audit kinerja selain dari aspek keuangan/finansial juga menyangkut aspek social,
teknologi dsb.
Digunakan untuk membantu auditor mencapai obyektifitas penilaian karena
keterbatasan yang dimiliki auditor karena harus mengaudit dari berbagai aspek.
Tenaga ahli dan konsultan dapat digunakan dalam 2 cara, yaitu:
1) Diluar kegiatan audit
Peran tenaga ahli adalah sbg membantu pihak auditor dalam hal
menyelidiki masalah agar dapat ditarik suatu kesimpulan guna
memberikan penilaian yang obyektif.
Posisi diluar struktur lembaga audit / dibutuhkan pada saat tertentu
saja
2) Dilibatkan sebagai anggota yang menambah kekuatan tim audit yang
diberi tugas
Peran tenaga ahli dan konsultan sbg staf langsung dari tim yagn diberi
tugas audit
posisinya berada dalam struktur lembaga audit.
***