Anda di halaman 1dari 19

Fitriani

102012018 / Kelompok A7
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida Semester 3 Angkatan 2013
Jalan Arjuna Utara No. 6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat
mpitfitriani@gmail.com

Pendahuluan
Untuk dapat tumbuh kembang dan melakukan berbagai aktifitas dalam kehidupan
sehari-hari, seseorang memerlukan energi dan nutrisi yang didapat melalui makanan.
Menurut sumber energi yang dapat diperoleh, makanan dapat digolongkan menjadi 3 kelas
makanan utama (makronutrien), yaitu karbohidrat, lipid (lemak), dan protein.1 Akan tetapi,
tidak sedikit orang, terutama di Indonesia, yang berada di dalam garis kemiskinan mengalami
kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan energinya. Banyak orang yang tidak
memdapatkan asupan makanan hingga berhari-hari sehingga mengalami suatu keadaan yang
disebut dengan starvasi. Starvasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan asupan
energi dan unsur unsur nutrisi essensial yang diperlukan tubuh dalam beberapa hari sehingga
mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan proses metabolisme unsur-unsur utama di
dalam tubuh.2
Karbohidrat
Makronutrient dibagi menjadi 3 golongan yaitu Karbohidrat, Lemak, dan Protein.
Karbohidrat memegang peranan terpenting pada tubuh karena merupakan sumber energi
utama bagi manusia. Karbohidrat ialah suatu senyawa yang terdiri dari molekul-molekul
karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O) atau karbon dan hidrat (H2O) sehingga dinamakan
karbo-hidrat.1 Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, karbohidrat digolongkan menjadi 4
golongan utama yaitu: 1

1.Monosakarida (terdiri atas 1 unit gula)


2.Disakarida (terdiri atas 2 unit gula)
3.Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula)
4.Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula)

Universitas Kristen Krida Wacana


1

Fungsi karbohidrat bagi manusia antara lain: 1

Sumber energi utama Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi
tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kilokalori. Karbohidrat di dalam tubuh
berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera sebagian
disimpan sebagi glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi
lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringn lemak.
Seseorang yang memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan menjadi gemuk.
System saraf sentral dan otak sama sekali tergantung pada glukosa untuk keperluan

energinya.
Pemberi rasa manis pada makanan Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan,
khususnya mono dan disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama.
Fruktosa adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1,
maka tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; dan laktosa

0,2.
Penghemat protein Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya
sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein

terutama akan digunakan sebagai zat pembangun


Pengatur metabolisme lemak Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang
tidak sempurna, sehingga menghasilakan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat,
aseton, dan asam beta-hidroksi- butirat. Bahan-bahan ini dibentuk dalam hati dan
dikelurkan melalui urine dengan mengikat basa berupa ion natrium. Hal ini dapat
menyebabkan ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan tubuh menurun.
Keadaan ini menimbulkan ketosis atau asidosisyang dapat merugikan tubuh.

Dibutuhkan antara 50-100 gram karbohidrat sehari untuk mencegah ketosis


Membantu pengeluaran feses Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara
mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat
makanan mengatur peristaltic usus sedangkan hemiselulosa dan pectin mampu
menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan
yang akan dikeluarkan. Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid,
penyakit-penyakit divertikulosis, kanker usus beasr, penyakit diabetes mellitus, dan
jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi. Laktosa dalam
susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran cerna,
sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan. Bakteri tertentu

Universitas Kristen Krida Wacana


2

diduga mensintesis vitamin-vitamin tertentu dalam usus besar. Asam glukoronat


turunan glukosa, didalam hati mengikat toksin-toksin dan bakteri dan mengubahnya

menjadi bentuk- bentuk yang dapat dikeluarkan dari tubuh.


Komponen struktural sel
Karbohidrat ikut menyusun membran sel tubuh manusia.
Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan
kering dan gula. Hasil oleh bahan-bahan ini adalah bihun, mie, roti, tepung-tepungan,
selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayuran dan buah tidak mengandung
karbohidrat. Sayur umbi-imbian seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan
relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripad sayur daun-daunan. Bahan
makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali
mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang

banyak dimakan sebagai

makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas dan sagu.1
Protein
merupakan senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang
mempunyai ikatan peptida. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani protos yang
memiliki arti yang paling utama.Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan memperbaiki
sel-sel yang rusak. Lebih kurang 20% dari makanan kita harus dalam bentuk protein. Protein
tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (N), kadang-kadang unsur phosphor
(P), dan sulfur (S).3
Pembentuk Protein, protein dibentuk dari asam amino, yaitu:

Asam

amino

esensial yaitu

asam amino

yang

tidak

dapat

dibentuk

oleh tubuh. Ada 8 asam amino esensial , yaitu: isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin,

triptofan, treonin, dan fenilalanin.


Asam amino nonesensial, yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Contoh:
alanin, asparagin, glisin, glutamin, dan prolin. 3

Fungsi protein dalam tubuh kita protein mempunyai beberapa fungsi, antara lain: 3

Bahan enzim untuk mengatalisis reaksi-reaksi biokimia, misalnya tripsin.


Protein cadangan, disimpan dalam beberapa bahan sebagai cadangan makanan, misalnya

dalam lapisan aleuron ( biji jagung ), ovalbumin (putih telur).


Protein transport, mentransfer zat-zat atau unsur-unsur tertentu, misalnya hemoglobin

untuk mengikat O2.


Protein kontraktil, untuk kontraksi jaringan tertentu, misalnya miosin untuk kontraksi
otot.

Universitas Kristen Krida Wacana


3

Protein pelindung, melindungi tubuh terhadap zat-zat asing, misalnya antibodi yang

mengadakan perlawanan terhadap masuknya molekul asing (antigen) ke dalam tubuh.


Toksin, merupakan racun yang berasal dari hewan, tumbuhan, misalnya bisa ular.
Hormon, merupakan protein yang berfungsi sebagai pengatur prosesproses dalam tubuh,
misalnya

hormon

insulin,

auksin dan gibberellin pada tumbuhan.


Protein
struktural,
merupakan
protein

pada
yang

hewan
menyusun

hormon
struktur

sel,

jaringan dan tubuh organisme hidup, misalnya glikoprotein untuk dinding sel, keratin

untuk rambut dan bulu.


Membangun sel-sel yang rusak.
Sumber energi.
Pengatur asam basa darah.
Keseimbangan cairan tubuh.
Pembentuk antibodi.

Sumber protein, berdasarkan sumbernya, protein ada 2 macam, yaitu: 3

Protein hewani yaitu protein yang berasal dari hewan, contohnya: daging, ikan,

telur, susu, dan keju.


Protein nabati yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, contohnya: kacang
kacangan.

Kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar (hongeroedem) dan kwashiorkor.


Lemak
Lemak disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai
sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di
dalamtubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati,
yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Sifat-sifat lemak antara
lain:4

Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter, CHCl3, benzen,
alkohol/aseton panas, xylen, dll. serta dapat diekstraksi dari sel hewan/tumbuhan

dengan pelarut tersebut.


Secara kimia, penyusun utama adalah asam lemak (dalam 100 gram lipid terdapat

95% asam lemak)


Lipid mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh manusia seperti asam lemak
essential.

Klasifikasi Lemak (Lipid)

Lipid sederhana.4

Universitas Kristen Krida Wacana


4

o Lipid sederhana adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan


menghasilkan

asam

lemak

dan

gliserol.

Contohnya:

fat/minyak

(TAG/trigliserida)
Lipid kompleks (majemuk) 4
o Lipid kompleks adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan
menghasilkan asam lemak dan berbagai senyawa lainnya. Contohnya:
fosfolipid dan glikolipid
o Fosfolipid + H2O menghasilkan asam lemak + alkohol + asam fosfat +

senyawa nitrogen.
Glikolipid + H2O menghasilkan asam lemak + karbohidrat + sfingosin.
Lipid turunan Lipid turunan adalah senyawa-senyawa yang dihasilkan bila lipid
sederhana dan lipid kompleks mengalami hidrolisis. Contohnya: asam lemak, gliserol,
alkohol padat, aldehid, keton bodies.4
o komponen lipid utama yang dapat dijumpai dalam plasma adalah:
o Trigliserida (lemak netral)
o Asam Lemak
o Kolesterol
o Fosfolipid
Trigliserida merupakan asam lemak yang dibentuk dari esterifikasi tiga molekul

asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan adiposa memiliki simpanan trigliserid
yang berfungsi sebagai gudang lemak yang segera dapat digunakan. Dengan masuk dan
keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam-asam lemak merupakan bahan
untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta untuk pembakaran langsung untuk
menghasilkan energy. 4
Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan glukosa
yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat disimpan. Lebih dari
95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses pencernaan trigliserida dari
asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke aliran darah sebagai kilomikron
(droplet lemak kecil yang diselubungi protein).4
Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber
kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan sebaginya
terutama dalam keadaan ester. Dalam usus, ester tersebut kemudian dihidrolisis oleh
kolesterol esterase yang berasal dari pankreas dan kolesterol bebas yang terbentuk diserap
oleh mukosa usus dengan kilomikron sebagai alat transport ke sistem limfatik dan akhirnya
ke sirkulasi vena. Kira-kira 70% kolesterol yang diesterifikasi (dikombinasikan dengan asam
lemak), serta 30% dalam bentuk bebas. Kolesterol disintesis di hati dan usus serta ditemukan
Universitas Kristen Krida Wacana
5

dalam eritrosit, membran sel, dan otot. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan
dalam bahan yang membuat kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk
garam empedu sebagai fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormon
steroid (misal kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar adrenal, ovarium, dan testis.4
Fosfolipid, lesitin, sfingomielin, dan sefalin merupakan komponen utama pada
membrane sel dan juga bekerja dalam larutan untuk mengubah tegangan permukaan cairan
(misal aktifitas surfaktan cairan di paru). Fosfolipid dalam darah berasal dari hati dan usus,
serta dalam jumlah kecil sintesis di berbagai jaringan. Fosfolipid dalam darah dapat ikut serta
dalam metabolisme sel dan juga dalam koagulasi darah.4
Karena lipid tidak dapat larut dalam air, maka itu memerlukan suatu pengangkut
agar bisa masuk dalam sirkulasi darah. Pengangkut itu adalah suatu protein yang dinamakan
lipoprotein. Lipoprotein dalam sirkulasi terdiri dari partikel berbagai ukuran yang juga
mengandung kolesterol, trigliserida, fosfolipid, protein dalam jumlah berbeda sehingga
masing-masing lipoprotein memiliki karakteristik densitas yang berbeda. Lipoprotein terbesar
dan paling rendah densitasnya adalah kilomikron, diikuti oleh lipoprotein densitas sangat
rendah (very low density lipoprotein, VLDL), lipoprotein densitas rendah (low density
lipoprotein, LDL), lipoprotein densitas sedang (intermediate density lipoprotein, IDL), dan
lipoprotein densitas tinggi (high density lipoprotein, HDL). 4
Sebagian besar trigliserida pada plasma tidak dalam keadaan puasa terdapat dalam
bentuk kilomikron, sedangkan pada sampel plasma puasa, trigliserida terutama terdapat
dalam bentuk VLDL. Sebagian kolesterol plasma terkandung dalam LDL. Sebagian kecil
(15-25%) kolesterol berada dalam HDL4.
Jalur eksogen atau makanan pengangkutan lemak melibatkan penyerapan trigliserida
dan kolesterol melalui usus, disertai pembentukan dan pembebasan kilomikron ke dalam
limfe dank e aliran darah melalui duktur torasikus. Kilomikron membebaskan trigliserida ke
jaringan adiposa sewaktu beredar dalam sirkulasi. Selain itu, juga mengaktifkan lipoprotein
lipase yang dapat melepaskan asam lemak bebas dari trigliserida sehingga ukuran kilomikron
berkurang menjadi sisa yang akhirnya diserap oleh hati. Asam-asam lemak yang dikeluarkan
pada gilirannya diserap oleh sel otot dan adiposa. 4
Fungsi Lemak : 4

Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g)


Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya

berbagai bahan yang masuk dan keluar sel.


Sebagai pelindung organ-organ penting, penyekat jaringan tubuh.

Universitas Kristen Krida Wacana


6

Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar, misalnya: suhu, luka (infeksi).


Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat).
Membantu melarutkan dan mentransport senyawa-senyawa tertentu (misal
vitamin A, D, E dan K) dalam aliran darah untuk keperluan metabolisme.

Sumber lemak terbagi menjadi 2, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak nabati
berasal dari bahan makanan tumbuhan sementara lemak nabati dari hewan termasuk telur,
susu. Sumber lemak nabati berada di dalam sitoplasma berupa droplet dan pada hewani
berada di dalam jaringan adiposa. 4
Metabolisme Karbohidrat 5,6
Metabolisme Utama

Glikolisis Embden Meyerhoff

Proses glikolisis ialah proses awal dari metabolisme gugus gula hasil pemecahan karbohidrat
di dalam sel. Proses glikolisis ialah suatu proses yang bertujuan untuk menghasilkan piruvat
dalam keadaan aerob ataupun laktat dalam keadaan anaerob sehingga dapat terbentuk energi.
Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel/sitosol. Pada keadaan aerob, 1 molekul glukosa
yang melalui proses glikolisis dapat menghasilkan 8 ATP sedangkan dalam keadaan anaerob
jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit yaitu 2 ATP. Di eritrosit, proses glikolisis selalu
terjadi dalam keadaan anaerob karena ketiadaan mitokondria. Hal ini menyebabkan hasil
akhirnya selalu berupa laktat.
Proses glikolisis terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan tersebut adalah:
Glukosaglukosa 6-P.
Enzim yang berperan ialah glukokinase di hepar dan heksokinase di jaringan
ekstrahepatik. Proses perubahan ini memerlukan donor phospat yang didapat melalui
pelepasan gugus

phospat dari sebuah molekul ATP menjadi ADP. Selain itu

diperlukan ion magnesium. Reaksi ini tidak dapat terjadi dalam arah yang
berlawanan. Glukosa 6-P merupakan molekul yang penting bukan hanya dalam

glikolisis EM, melainkan juga proses lain seperti HMP shunt dan glikogenolisis.
Glukosa 6-PFruktosa 6-P
Enzim yang berperan adalah isomerase
Fruktosa 6-P Fruktosa 1,6 bifosfat
Enzim yang berperan ialah fosfofruktokinase. Enzim ini bekerja bantuan ion
magnesium dan ambilan satu gugus phospat dari ATP. Enzim ini merupakan enzim

kunci yang mengatur kecepatan proses glikolisis.


Fruktosa 1,6 bifosfat gliseraldehid 3-P + DHAP (bantuan enzim aldolase)
DHAP gliseraldehid 3-P (isomerase). Sehingga pada proses ini dihasilkan 2
molekul gliseraldehid 3-P.

Universitas Kristen Krida Wacana


7

Gliseraldehid 3-P1,3 bifosfogliserat (gliseraldehid 3-P Dehidrogenase)


Proses ini memerlukan koenzim NAD+ yang akan bereaksi dengan phospat inorganik
menjadi NADH dan melepas ion hidrogen. Proses ini akan menghasilkan 3 ATP

melalui rantai pernapasan. Proses ini dapat dihambat oleh iodoasetat.


1,3 bifosfogliserat 3 fosfogliserat (fosfogliserat kinase)
Dengan bantuan ion magnesium, proses ini akan menghasilkan 1 ATP pada tingkat

substrat.
3 fosfogliserat 2 fosfogliserat (mutase)
2 fosfogliserat Phospo enol piruvat (enolase) Memerlukan ion magnesium dan

akan dihambat oleh flourida.


Phospo enol piruvat (enol) piruvat (piruvat kinase) Proses ini memerlukan ion
magnesium dan ADP. Gugus phospat dari phospo enol piruvat akan diambil untuk

bergabung dengan ADP membentuk 1 molekul ATP.


(enol) piruvat (keto) piruvat
Proses ini berlangsung secara spontan.
Proses diatas dalam keadaan normal akan menghasilkan 10 ATP. Langkah kelima
menghasilkan 3 ATP, namun karena ada 2 molekul gliseraldehid 3-P maka energi yang
dihasilkan menjadi 6 ATP. Proses yang berlangsung dibawahnya juga terjadi dalam 2
molekul, sehingga ATP yang terbentuk pada langkah 6 sebanyak 2 ATP dan langkah 9
sebanyak 2 ATP. Totalnya ialah 10 ATP. Sedangkan energi yang digunakan dalam
proses ini ialah 2 ATP. ATP ini digunakan pada langkah 1 dan 3. Sehingga total energi

dalam glikolisis pada proses aerob ialah sebesar 8 ATP.


Pada keadaan anaerob rantai pernafasan tidak terjadi. Yang terjadi adalah pembentukan laktat.
Sehingga 6 ATP pada langkah kelima tidak terbentuk. Oleh karena itu jumlah ATP yang
dihasilkan hanya 2 ATP.5,6

Oksidasi PiruvatAsetil KoA Piruvat yang telah terbentuk sebagai hasil proses
glikolisis dapat masuk ke dalam mitokondria untuk mengalami oksidasi menjadi
molekul asetil koA. 1 molekul glukosa akan menghasilkan 2 molekul piruvat yang
memiliki 3 atom karbon. Piruvat akan diubah menjadi asetil koA yang memiliki 2
atom karbon. Dalam eritrosit, setelah mengalami glikolisis maka piruvat akan diubah
menjadi laktat.
Piruvat dehidrogenase ialah enzim yang berperan dalam proses ini. Konsentrasi dari piruvat
dehidrogenase meningkat pada saat makan dan saat piruvat banyak terbentuk. Sebaliknya
kondisi kelaparan serta konsentrasi asetil koA yang meningkat akan menghambat kerja dari
piruvat dehidrogenase. 5,6

Universitas Kristen Krida Wacana


8

Selain itu kinase spesifik juga berperan dalam proses oksidasi piruvat. Fosforilasi
kinase dapat menghambat aktivitas enzim ini, sedangkan defosforilasi kinase dapat
mempercepat kerja enzim ini. Enzim ini memerlukan koenzim NAD + yang melalui rantai
pernapasan akan berubah menjadi NADH dan menghasilkan 3 ATP. 5,6
Proses reaksi memerlukan 5 vitamin dalam bentuk koenzim, yaitu vitamin asam
lipoat, vitamin B1, B2, B5 dan vitamin asam pantotenat. Sedangkan hambatan pada enzim
piruvat dehidrogenase dapat menyebabkan laktat asidosis. Kondisi ini dapat terjadi pada
keracunan ion merkuri dan pada penderita diabetes melitus. 5Jumlah ATP yang dihasilkan
pada proses ini ialah sebesar 6 ATP. 5,6

Siklus Asam Sitrat Siklus asam sitrat merupakan jalur akhir bersama metabolisme
karbohidrat, protein dan lemak. Asetil koA sebagai substrat awal kerja enzim pada
siklus asam sitrat dapat dihasilkan dari katabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
Siklus ini dapat terjadi di mitokondria. Siklus ini merupakan siklus dimana terjadi
penggabungan antara molekul asetil koA dengan oksaloasetat hingga terbentuk asam
trikarboksilat yaitu asam sitrat. Asam sitrat akan mengalami beberapa reaksi untuk
akhirnya kembali membentuk oksaloasetat.

Proses yang terjadi adalah sebagai berikut:5

Asetil koA + oksaloasetat + H2Ositrat + koASH (enzim sitrat sintase)


Sitrat isositrat (enzim akonitase)
Kerja enzim dapat dihambat oleh fluoroasetat. Hal ini dikarenakan fluoroasetat dapat
berkondensasi dengan oksaloasetat membentuk fluorositrat yang menghambat kerja

enzim akonitase.
Isositrat + NAD+

dehidrogenase)
Proses ini melalui rantai pernapasan akan menghasilkan 3 ATP.
ketoglutarat + NAD+ + koASH Suksinil ko-A + CO2+ NADH + H+(enzim

ketoglutarat dehidrogenase)
Proses ini juga menghasilkan 3 ATP. Kerja enzim dapat dihambat oleh arsenat.
Suksinil KoA + GDP +PiSuksinat + GTP + koASH (enzim suksinat tiokinase)
Melalui tingkat substrat maka GTP dapat menyumbang 1 gugus phospat ke ADP

untuk menghasilkan ATP.3


Suksinat + FAD Fumarat + FADH2 (enzim suksinat dehidrogenase)
Kerja enzim dapat dihambat malonat yang sifat inhibisinya ialah kompetitif. Jumlah

ATP yang dihasilkan melalui proses ini ialah 2 ATP.


Fumarat + H2OMalat (enzim fumarase)
Malat + NAD+ Oksaloasetat + NADH + H+(enzim malat dehidrogenase)
Jumlah ATP yang dihasilkan melalui proses ini ialah sebesar 3 ATP.

ketoglutarat + CO2+ NADH + H+(enzim isositrat

Universitas Kristen Krida Wacana


9

Regulasi terutama dari siklus asam sitrat adalah konsentrasi produk. Semakin tinggi

konsentrasi produk, maka enzim untuk mensintesisnya semakin dihambat.2


Hasil dari siklus asam sitrat adalah 24 ATP, yang terdiri dari:
3 NADH : 9 ATP
1 FADH2 : 2 ATP
1 GTP : 1 ATP
Karena ada 2 molekul asetil koA, maka jumlah energi menjadi 12 x 2 ATP = 24 ATP. Dari
ketiga proses diatas total energi yang dihasilkan dalam oksidasi satu molekul glukosa ialah
sebesar 38 ATP (glikolisis 8 ATP, oksidasi piruvat 6 ATP dan siklus asam sitrat 24 ATP).

HMP Shunt5

HMP merupakan singkatan dari hexose mono phospat = pentose phospat pathway. Proses
ini merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa melalui dehidrogenasi dengan NADP
sebagai akseptor H+. Proses ini terjadi di sitoplasma sel dan tidak menghasilkan ATP.
HMP shunt aktif di hati, jaringan adiposa, sel darah merah, korteks adrenal, kelenjar
tiroid, kelenjar mammae yang sedang laktasi dan kelenjar testis. Bagi sel darah merah,
proses ini menyediakan glutation untuk melindungi membran sel dari proses oksidasi oleh
molekul H2O2.5 Proses ini bertujuan untuk menyediakan NADPH + H +. NADPH penting
bagi sintesis asam lemak, kolesterol, hormon steroid, asam amino dan hormon tiroid.
Selain itu proses ini akan menyediakan ribosa 5 phospat untuk sintesis nukleotida (RNA
DNA). HMP Shunt merupakan proses multisiklik, karena molekul glukosa 6-P yang
digunakan dapat kembali menjadi glukosa 6-P. Proses ini memerlukan 3 molekul glukosa
6 phospat.
Adapun enzim yang dibutuhkan dalam proses ini ialah : 5
o Glukosa 6-P dehidrogenase yang mengubah glukosa 6-P menjadi 6-fosfoglukonat.
o 6-fosfo glukonat dehidrogenase mengubah 6 fosfoglukonat menjadi ribulosa 5Phospat.
o Epimerase mengubah ribulosa 5 phospat xilulosa 5 phospat dan ribosa 5 phospat
arabinosa 5 phospat.
o Keto isomerase mengubah ribulosa 5 phospat menjadi ribosa 5 phospat.
o Transketolase dan transadolase.
Glikogenesis
Merupakan proses pembentukan glikogen dari molekul glukosa. Fungsi dari
pembentukan glikogen ialah sebagai cadangan energi terutama di hati dan otot. Proses
glikogenesis umumnya meningkat sesaat setelah makan dan menurun pada saat
puasa/lapar.2 Glikogen merupakan polisakarida yang terdiri dari rantai lurus dan rantai
bercabang. Pada rantai lurus terjadi ikatan glikosidik antara gugus gula yang satu
Universitas Kristen Krida Wacana
10

dengan yang lainnya pada ikatan 1,4 dan ikatan glikosidik rantai bercabang pada
ikatan 1,6. Glikogen ini adalah simpanan utama karbohidrat yang paling mudah
diubah kembali menjadi monosakarida, tidak seperti halnya pada lemak yang relatif
lebih sulit dimobilisasi. Proses glikogenesis terjadi di hati dan otot. Di hati fungsi
utama glikogen ialah sebagai simpanan glukosa dan akan dipakai bila sewaktu-waktu
kadar glukosa di dalam darah mengalami penurunan. Sedangkan glikogen di otot
berfungsi sebagai sumber energi untuk proses glikolisis di dalam sel otot sendiri,
bukan sebagai sumber glukosa untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Mengapa?
Karena tidak ada enzim glukosa 6-P fosfatase yang dapat mengubah glukosa 6-P
menjadi glukosa bebas di otot. Enzim ini terdapat di hati. 5 Proses glikogenesis
awalnya memerlukan molekul glikogen asal yang terbentuk dari protein. Pada asam
amino tiroksin dari protein inilah akan terjadi glikosilasi. Namun glukosa bebas tidak
dapat langsung ditautkan pada glikogen primer ini. Bentuk glukosa yang dapat
ditautkan ialah UDP glukosa. 5
Proses glikogenesis yang terjadi adalah sebagai berikut: 5
o Pembentukan UDP glukosa dari glukosa 1-P. Reaksi ini terjadi dengan bantuan enzim
UDP glukosa pirofosforilase. Reaksinya ialah: Glukosa 1-P + UTPUDP Glukosa +
2Pi
o Pembentukan unit glukosil 14 dari molekul glikogen primer yang ditambahkan
molekul UDP glukosa dengan bantuan enzim glikogen sintase.
o Bila jumlah molekul dalam rantai lurus telah mencapai 11 molekul glukosa, maka

enzim percabangan akan memindahkan 6 molekul glukosa ke cabang lain.


Glikogenolisis5

Merupakan proses kebalikan dari glikogenesis, yaitu proses pemecahan glikogen menjadi
glukosa. Dapat terjadi di hati dan otot. Di hati proses ini akan meningkatkan kadar
glukosa darah meskipun dalam jumlah yang kecil. Sedangkan di otot glikogenolisis
terjadi pada keadaan kerja fisik seperti berolahraga.
Proses yang terjadi adalah sebagai berikut:
o Pada rantai cabang dari glikogen, enzim fosforilase yang merupakan enzim regulator
akan mengkatalisis reaksi pemecahan ikatan glikosidik atau yang disebut juga dengan
fosforilisis (pemecahan dengan phospat). Oleh fosforilase, molekul glukosa akan
dilepas dan diikat dengan phospat pada atom karbon nomor 1. Proses pelepasan ini
akan terus berlanjut sampai tinggal 4 molekul glukosa di cabang.3
o Glukan transferase akan memindahkan 3 dari 4 molekul glukosa yang tersisa ke
rantai lurus dan meninggalkan 1 molekul glukosa pada cabang tersebut.
Universitas Kristen Krida Wacana
11

o Debranching enzyme akan menghidrolisis tempat percabangan dimana tersisa 1


molekul glukosa untuk menghasilkan 1 glukosa bebas. Dengan kata lain enzim ini
meniadakan percabangan. Karena hanya 1 molekul glukosa bebas yang dihasilkan
(meskipun ada glukosa 1-P), maka hanya sedikit terjadi kenaikan kadar glukosa darah

akibat proses ini.


Glukoneogenesis5

Merupakan reaksi pembentukan karbohidrat dari senyawa non karbohidrat. Senyawa yang
dimaksud adalah asam amino glukogenik, laktat, gliserol dan propionat. Tujuannya ialah
menyediakan glukosa bagi tubuh bila dalam keaadan lemah dan berpuasa. Proses ini
terjadi di hati dan ginjal. Proses ini melibatkan sebagian besar glikolisis EM, siklus asam
sitrat dan beberapa reaksi lainnya.
Metabolisme Minor Pathway5,6

Jalan Metabolisme Asam Uronat

Merupakan suatu proses pengubahan glukosa menjadi asam uronat. Asam uronat
kemudian dapat diubah menjadi xylulosa yang akan masuk ke dalam HMP shunt karena
xylulosa merupakan salah satu komponen dari HMP shunt. Pada organisme yang
tingkatannya lebih rendah dari primata (seperti aves) jalur ini digunakan untuk
mensintesis vitamin C. Asam uronat selain dapat diubah menjadi xylulosa dapat juga
digunakan untuk sintesis glikosaminoglikan dan proteoglikan. Selain itu asam uronat
dapat berkonjugasi dengan xenobiotik agar lebih mudah dimetabolisir oleh tubuh.2

Metabolisme Fruktosa

Tujuannya ialah agar dapat menggunakan fruktosa sebagai sumber energi untuk
mendapatkan ATP melalui proses metabolisme karbohidrat. Caranya ialah dengan
mengubah fruktosa menjadi fruktosa 1-P. Analog dengan glukosa, pada fruktosa ada dua
enzim yang bekerja yaitu fruktokinase dan heksosakinase. Fruktokinase didapati di hati
dan spesifik bekerja untuk fruktosa, sedangkan heksokinase terdapat di jaringan
ekstrahepatik.

Namun, tidak seperti glukokinase yang berafinitas rendah terhadap

glukosa di hati, fruktokinase berafinitas relatif lebih tinggi dibandingkan heksokinase


terhadap fruktosa. Bahkan proses glikolisis fruktosa di dalam hati berlangsung lebih cepat
dibanding jaringan ekstrahepatik karena proses ini melewati jalan pintas. Yang dimaksud
dengan jalan pintas ialah pada proses ini tidak melalu reaksi yang dikatalisis oleh
fruktofosfo-kinase. Pada keadaan diabetes, penumpukan fruktosa bersama sorbitol
(bentuk alkohol dari glukosa) dapat menyebabkan katarak.2

Universitas Kristen Krida Wacana


12

Metabolisme Galaktosa

Proses metabolisme galaktosa terjadi di hati dengan jalan mengubah galaktosa menjadi
glukosa. Bagaimana prosesnya?
o Mengubah galaktosa menjadi galaktosa 1-P dengan enzim galaktokinase.
o Galaktosa 1-P + UDP glukosaglukosa 1-P + UDP galaktosa dengan enzim
galaktosa 1-P Uridil Transferase
o UDP galaktosaUDP glukosa dengan bantuan UDP galaktosa 4-epimerase.
o UDP glukosa + PPiUTP + glukosa 1-P dengan UDPG pirofosforilase
o Akhirnya glukosa 1-P diubah menjadi glukosa 6-P yang akan masuk ke dalam

proses glikolisis.
Metabolisme Gula Amin (Heksosamin)

Proses metabolisme gula amin diperlukan untuk sintesis glikosaminoglikan, proteoglikan,


gangliosida dan asam sialat.2
Metabolisme Protein6
Asam-asam amino diperlukan untuk mebentuk enrgi. Sebagian harus dipasok dari
makanan (asam amino esensial) karena tidak dapat dibentuk di tubuh. Sisanya asam amino
non esensial yang berasal dari makanan, tetapi juga dapat dibentuk dari zat-zat antar
metabolik melalui transaminasi dengan menggunakan nitrogen amino dari asam amino lain.
Setelah deaminasi nitrogen amino dikeskresikan sebagai urea, dan kerangka kabon yang
tesisa setelah transaminasi didapat

dioksidasi menjadi CO2 melalui siklus asam sitrat


digunaka untuk membentuk glukosa (glukoneogenesis)
untuk membentuk badan keton. Beberapa asam amino menjadi prekusor bagi senyawa
lain,

misalnya

purin,

pirimidin,

hormon,

seperti

epinefrin,

tiroksin,

dan

neurotransmitter6
Metabolisme Lipid
Setelah mengalami pencernaan di usus, molekul lemak akan diabsorpsi. Namun molekul
lemak tidak dapat diabsorpsi begitu saja. Hal ini dikarenakan sifat lemak yang hidrofobik.
Sehingga harus ada molekul pembawa, yaitu khilomikron. Khilomikron akan membawa asam
lemak bersama 2 monogliserida ke dalam limfe kemudian beredar dalam darah. Selain
menggunakan khilomikron, bentuk transportasi lemak yang lain di dalam darah ialah VLDL,
HDL, LDL, IDL, dan FFA yang terikat albumin. Jalur metabolisme lemak akan dimulai
ketika asam lemak masuk ke dalam sel. 2 Metabolisme lemak di dalam tubuh meliputi
metabolisme:
Universitas Kristen Krida Wacana
13

Asam lemak jenuh6

Asam lemak jenuh dapat masuk ke dalam sel untuk mengalami oksidasi. Di dalam sel,
oksidasi asam lemak akan terjadi di dalam mitokondria. Namun asam lemak yang masuk
ke dalam mitokondria umumnya berukuran kecil.
o Bila jumlah atom C pada asam lemak lebih dari 12, maka akan ada molekul pembawa
yang disebut sebagai karnitin yang akan membawa asam lemak jenis ini masuk untuk
mengalami oksidasi di dalam mitokondria. Di dalam mitokondria, jenis oksidasi asam
lemak jenuh ini ialah oksidasi beta. Oksidasi ini merupakan oksidasi utama yang
terjadi di dalam mitokondria. Senyawa awal dari proses metabolisme ini ialah asil koA yang merupakan bentuk aktivasi dari molekul asam lemak bebas. Pada proses
oksidasi ini memerlukan koenzim NAD dan FAD yang akan menghasilkan energi
melalui rantai pernapasan. Oksidasi asam lemak jenuh dapat meghasilkan asetil ko-A
dan propionil ko-A (bila jumlah atom C ganjil). Asetil ko-A dapat masuk ke dalam
siklus asam sitrat.2
o Selain itu proses oksidasi asam lemak jenuh dapat berlangsung di peroksisom. Namun
proses ini tidak dapat menghasilkan ATP. Asam lemak rantai panjang umumnya
mengalami oksidasi di peroksisom. Pada oksidasi ini dihasilkan oktanoil-koA dan
asetil ko-A. Proses oksidasi alfa asam lemak dapat berlangsung di jaringan otak.
Proses ini juga tidak menghasilkan ATP dan tidak perlu pengaktifan oleh asil ko-A.
o Oksidasi omega berlangsund di hepar. Dimana proses oksidasi ini memerlukan
NADPH dan dikatalisis oleh sitokrom P-450 serta dapat menghasilkan asam

dikarboksilat.
Asam lemak tidak jenuh 6

Pada reaksi ini jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit dibanding asam lemak jenuh.
Hal ini dikarenakan akan dipakai 2 ATP pada reaksi oksidasi beta yang merupakan bagian
dari reaksi yang menghasilkan FADH2. Produk oksidasinya sama dengan oksidasi asam
lemak jenuh, akan tetapi jumlah ATP berbeda.
o Asam lemak juga dapat disintesis dengan menggunakan jalur sintesis de novo maupun
pemanjangan gugus asam lemak. Jalus sintesis de novo merupakan jalur
ekstramitokondria yang mengubah asetil ko-A menjadi asam palmitat. Jalur ini akan
berlangsung bila ada kelebihan kalori makanan. Sumber utama jalur ini ialah
karbohidrat. Melalui proses glikolisis dan oksidasi piruvat akan dihasilkan asetil KoA. Awalnya asetil ko-A akan diubah ke malonil ko-A dengan bantuan asetil ko-A
Universitas Kristen Krida Wacana
14

karboksilase. Selanjutnya malonil ko-A akan masuk ke kompleks enzim untuk


menghasilkan asam palmitat. Kompleks enzim ini terdiri dari 7 enzim yang akan
menambah 2 atom C pada setiap kerja enzimnya.2,5
o Eikosanoat
Merupakan senyawa yang berasal dari asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak
jenuhdisini bersifat essensial, yaitu asam linoleat (6), asam alfa linolenat (3) dan asam
arakhidonat (9). Sintesis eikisanoat melalui jalan metabolisme siklooksigenasi dan
lipokigenase.

Akan

menghasilkan

leukotrien,

prostaglandin,

prostasiklin,

dan

tromboksan.2
o Triasilgliserol
Sintesis triasilgliserol terjadi di hati, jaringan adiposa dan mukosa usus. Proses ini
terutama terjadi di mikrosom.
Proses di mukosa usus terjadi melalui reaksi berikut:
o 2-monoasilgliserol + 2 asil ko-A triasilgliserol + 2 koA
o Triasilgliserol diangkut dalam khilomikron ke limfe untuk masuk ke dalam darah.
Proses di hati terjadi melalui reaksi berikut:
o Gliserol 3-P + 3 asil-koAtriasilgliserol + 3 koA + Pi
o Gliserol 3-P bisa didapat melalui gliserol maupun glukosa melalui proses glikolisis.
Namun gliserol disini tidak dapat dipakai karena keatifan glikokinase yang rendah.
Proses di jaringan adiposa melalui :
o Gliserol 3-P + 3 asil-koAtriasilgliserol + 3 koA + Pi
o Tidak seperti di hati dan mukosa usus, triasilgliserol yang terbentuk disini akan
disimpan di jaringan adiposa. Sedangkan proses katabolisme triasilgliserol terutama
terjadi di jaringan adiposa dengan jalan memotong asam lemak satu per satu hingga
tersisa gliserol. Enzim yang berperan yaitu triasil gliserol lipase, diasil gliserol lipase
dan monoasil gliserol lipase. Sedangkan triasilgliserol yang terdapat di dalam VLDL
dan khilomikron dihidrolisis oleh lipoprotein lipase yang terdapat pada dinding
pembuluh darah.2
o Benda keton
Proses ketogenesis terjadi di mitokondria dan hati. Proses ini memakai asetil-KoA sebagai
bahan baku. Pada proses ini dibutuhkan enzim tiolase, HMG-koA sintase, HMG-koA
liase dan beta 3-OH butirat .Jenis bedan keton yang dihasilkan ialah aseton, asam
asetoasetat dan asam beta 3-OH butirat. Kedua asam ini bisa saling interkonversi. Benda
keton yang terbentuk bisa dibawa darah ke jaringan ekstrahepatik untuk diaktifkan
menjadi asetil ko-A. Sementara aseton akan keluar melalui udara pernapasan.2
Universitas Kristen Krida Wacana
15

Ketogenesis meningkat pada peningkatan asam lemak bebas dalam darah yang bisa
terjadi pada keadaan kelaparan, DM tidak terkontrol, diet tinggi lemak dan hormon yang
meningkatkan lipolisis. Akibat peningkatan ketogenesis dapat menyebabkan ketosis dan
asidosis metabolik.
o Lipoprotein
Lemak dalam darah ditranspor dalam bentuk lipoprotein. Lipoprotein didalam darah
dapat dipisahkan dengan cara ultrasentrifugasi dan elektroforesa. Bila dipisahkan
lipoprotein akan tersusun dari yang memiliki berat molekul terkecil (lapisan atas) hingga
berat molekul terbesar (lapisan bawah). Dengan cara ultrasentrifugasi didapat susunan
dari atas ke bawah ialah khilomikron, VLDL, LDL dan HDL.
Khilomikron disintesis dalam sel usus dengan menggunakan protein apo-B48 dalam
ribosom dan retikulum endoplasma kasar serta sintesis lipid di retikulum endoplasma
halus. Setelah itu terjadi penggabungan antara komponen lipid dan protein di retikulum
endoplasma halus. Kemudian terjadi sintesis apo-AI dan apo-AII membentuk
khilomikron yang belum sempurna. Tambahan apo-C dan apo-E akan menyempurnakan
khilomikron. Pada badan golgi dapat terjadi penambahan karbohidrat pada lipoprotein
ini.2
o VLDL disintesis bagian proteinnya menggunakan apo-B100 di ribosom dan reticulum
endoplasma kasar sedangkan lipid disintesis di retikulum endoplasma halus. Dalam
retikulum endoplasma halus juga akan bergabung membentuk VLDL nascent seperti
khilomikron. Kemudian akan mendapat penambahan apo-E dan apo-C serta
karbohidrat. HDL disintesis dengan menggunakan apo A1. HDL awalnya berbentuk
diskoid hingga menjadi sferis yang merupakan HDL sempurna. Dalam HDL terdapat
banyak fosfolipid.
o Kolesterol
Kolesterol adalah lipid amfipatik yang merupakan komponen struktural esensial pada
membran dan lapisan luar lipoprotein plasma. Senyawa ini disintesis di banyak jaringan
dari asetil-koA dan merupakan prekursor semua steroid lain di dalam tubuh.
Pemeriksaan Antropometri7
Status gizi

Index Masa Tubuh (IMT)


IMT (Kg/M2) = BB (Kg) / TB (M2)
Klasifikasi IMT
BB kurang
: < 18,5

Universitas Kristen Krida Wacana


16

BB normal
: 18,5 - 22,9
BB lebih
: > 23
Pre obesitas : 23 - 24,9
Obesitas I
: 25 - 29,9
Obesitas II
: > 30
Index Brocca
Usia < 40 tahun
: BBN = TB (cm) - 100 - 10%
Usia > 40 tahun
: BBN = TB (cm) 110
Status gizi kurang
: BB < BBN (BB normal)
Status gizi lebih
: BB > BBN (BB normal)
Hasilnya
: 90 110% = BB normal
110 120% = BB lebih
> 120%
= Obesitas

Kurang gerak / olahraga7


Tingkat pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian berat tubuh.
Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor :
o Tingkat aktivitas dan olahraga secara umum
o Angka metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk
mempertahankan fungsi minimal tubuh
Dari kedua faktor tersebut metabolisme basal memiliki tanggungjawab dua pertiga dari
pengeluaran energi orang normal. Meski aktivitas fisik hanya mempengaruhi satu pertiga
pengeluaran energi seseorang dengan berat normal, tapi bagi orang yang memiliki kelebihan
berat badan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting. Pada saat berolahraga makin
banyak kalori yang hilang. Kalori secara tidak langsung mempengaruhi sistem metabolisme
basal. Orang yang duduk bekerja seharian akan mengalami penurunan metabolisme basal
tubuhnya. Kekurangan aktifitas gerak akan menyebabkan suatu siklus yang hebat, obesitas
membuat kegiatan menjadi sangat sulit dan kurang dapat dinikmati dan kurangnya olahraga
secara tidak langsung akan mempengaruhi turunnya metabolisme basal tubuh orang tersebut.
Jadi olahraga sangat penting dalam penurunan berat badan. Tidak saja karena dapat
membakar kalori, melainkan juga karena dapat membantu mengatur berfungsinya
metabolisme normal.
Pola makan7
Pola makan yang tidak teratur tidak lengkapnya kompisis makanan justru dapat menyebabkan
ketidakseimbangan dalam tubuh biasanya orang yang mengalami kelebihan berat badan
cenderung mengurangi porsi makan yang justru akan membuat lemas dan menimbulkan efek
buruk bagi tubuh. Hal yang benar ialah mengatur pola makan dan mengatur porsi makan
tanpa mengurangi zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Adapun porsi standart bagi orang
dewasa sebagai berikut :
Universitas Kristen Krida Wacana
17

Standart porsi makanan pokok adalah 100gr beras atau yang berbentuk nasi sebanyak

1 gelas.
Standart porsi lauk pauk adalah 50gr daging atau ikan dapat pula diambil 50gr tempe

atau tahu sekitar 2 potong.


Standart porsi sayur ialah satu mangkok sayur dengan isi sayur daun hijau dan isi
lainnya berwarna warni.

Standart porsi buah terdiri atas 100gr (satu potong) papaya atau 75gr (satu buah pisang) dapat
pula diambil buah lainnya yang beratnya kira-kira sama dengan buah diatas.
Dan untuk frekuensi normal makan untuk sehari 3 kali makan utama dan 2-3 kali makan
selingan untuk komposisi gizinya yang normal karbohidrat 65-70% total kalori/hari, lemak
20-35% total kalori/hari dan protein 10-15% total/kalori/hari. Jika semuanya lewat dari batas
normal maka tidak menutup kemungkinan terjadinya obesitas.

Kesimpulan
Menurut sumber energi yang dapat diperoleh makanan dapat digolongkan menjadi 3 kelas
makanan utama (makronutrien). Yaitu karbohidrat, lipid (lemak), dan protein. Karbohidrat
memegang peranan terpenting pada tubuh karena merupakan sumber energi utama bagi
manusia. Untuk mencapai gizi yang baik perlu asupan yang seimbang, dimana apa yang
dibutuhkan oleh tubuh tidak dianjurkan untuk melibihi atau kekurangan. Berdasarkan
penjelasan diatas perempuan tersebut mengalami ketidakseimbangan zat gizi terbukti bahwa
ia kelebihan berat badan.
Daftar pustaka
1. Sediaoetama AD. Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Dian rakyat:
2008.h.31-95
Universitas Kristen Krida Wacana
18

2. Murray RK, Granner DK, Mayes PA. Biokimia harper edisi 27. Jakarta: EGC;2009 .
3. Almatsier,Sunita. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka utama ;2009.
4. Harjasasmita. Ikhtisat biokimia dasar B. Jakarta: FKUI ; 2008.
5. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke system. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2001.h.609-86.
6. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-20. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2003.h.276-88.

7. Diet sehat. Diunduh dari: www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/09/kenali-ciri-ciridiet-sehat: 25 Oktober 2014.

Universitas Kristen Krida Wacana


19

Anda mungkin juga menyukai