Anda di halaman 1dari 16

dr.

Hilma yuniar

DEMAM
Demam adalah suatu bagian penting dari mekanisme pertahanan tubuh melawan
infeksi. Kebanyakan bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi pada manusia hidup
subur pada suhu 37 derajat C.
Meningkatnya suhu tubuh beberapa derajat dapat membantu tubuh melawan infeksi.
Demam akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk membuat lebih banyak sel
darah putih, membuat lebih banyak antibodi dan membuat lebih banyak zat-zat lain
untuk melawan infeksi.
Suhu tubuh normal bervariasi tergantung masing-masing orang, usia dan aktivitas.
Rata-rata suhu tubuh normal adalah 37 derajat C.
Suhu tubuh kita biasanya paling tinggi pada sore hari. Suhu tubuh dapat meningkat
disebabkan oleh aktivitas fisik, emosi yang kuat, makan, berpakaian tebal, obat-obatan,
suhu kamar yang panas, dan kelembaban yang tinggi. Ini terutama pada anak-anak.
Suhu tubuh orang dewasa kurang bervariasi. Tetapi pada seorang wanita siklus
menstruasi dapat meningkatkan suhu tubuh satu derajat atau lebih.
Penyebab Umum

Infeksi virus dan bakteri;


Flu dan masuk angin;
Radang tenggorokan;
Infeksi telinga
Diare disebabkan bakterial atau diare disebabkan virus.
Bronkitis akut, Infeksi saluran kencing
Infeksi saluran pernafasan atas (seperti amandel, radang faring atau radang
laring)
Obat-obatan tertentu
Kadang-kadang disebabkan oleh masalah-masalah yang lebih serius seperti
pneumonia, radang usus buntu, TBC, dan radang selaput otak.
Demam dapat terjadi pada bayi yang diberi baju berlebihan pada musim panas
atau pada lingkungan yang panas.
Penyebab-penyebab lain: penyakit rheumatoid, penyakit otoimun, Juvenile
rheumatoid arthritis, Lupus erythematosus, Periarteritis nodosa, infeksi HIV dan
AIDS, Inflammatory bowel disease, Regional enteritis, Ulcerative colitis, Kanker,
Leukemia, Neuroblastoma, penyakit Hodgkin, Non-Hodgkin's lymphoma

Patogenesis
Yang mengatur suhu tubuh kita adalah
hipotalamus yang terletak di otak.
Hipotalamus ini berperan sebagai
thermostat.
Thermostat adalah alat untuk menyetel
suhu seperti yang terdapat pada AC.
Hipotalamus kita mengetahui berapa
suhu tubuh kita yang seharusnya dan
akan mengirim pesan ke tubuh kita
untuk menjaga suhu tersebut tetap
stabil.
Pada saat kuman masuk ke tubuh dan
membuat kita sakit, mereka seringkali
menyebabkan beberapa zat kimiawi
tertentu beredar dalam darah kita dan
mencapai hipotalamus.

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar


Pada saat hipotalamus tahu bahwa ada
kuman, maka secara otomatis akan
mengeset thermostat tubuh kita lebih tinggi.
Misalnya suhu tubuh kita harusnya 37 C,
thermostat akan berkata bahwa karena ada
kuman maka suhu tubuh kita harusnya 38,9
derajat C.
Setelah hipotalamus mengeset suhu baru
untuk tubuh kita, maka tubuh kita akan
bereaksi dan mulai melakukan pemanasan.
Jadi setelah hipotalamus mengeset pada
suhu 38,9 derajat C misalnya, maka suhu
tubuh kita yang tadinya 37 derajat C, oleh
tubuh kita akan dinaikkan menjadi 38,9
derajat C.
Pada saat tubuh menuju ke suhu baru kita
akan merasa menggigil. Kita dapat pula
merasa sangat dingin meskipun ruangan
tidak dingin dan bahkan meskipun kita
sudah memakai baju tebal dan selimut. Jika
tubuh sudah mencapai suhu barunya,
katakanlah 38,9 derajat C maka kita tidak
akan merasa dingin lagi.
Setelah penyebab yang menimbulkan demam lenyap, maka hipotalamus akan mengeset
semuanya kembali seperti sediakala. Pada saat obat untuk radang tenggorokan kita
sudah mulai bekerja misalnya, maka suhu tubuh kita akan mulai turun dan kembali ke
normal. Kita akan merasa hangat dan perlu melepaskan panas yang berlebihan yang
masih ada di tubuh. Kita akan berkeringat dan ingin memakai pakairan yang lebih tipis.
Demam bukan suatu penyakit, demam adalah suatu bagian penting dari pertahanan
tubuh kita melawan infeksi. Banyak bayi dan anak-anak menjadi demam tinggi oleh
penyakit-penyakit virus ringan. Jadi demam memberitahukan kepada kita bahwa suatu
peperangan mungkin sedang terjadi di dalam tubuh kita, demam berperang untuk kita,
bukan untuk melawan kita.
Banyak bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi pada manusia hidup subur pada
suhu 37 derajat C. Meningkatkan suhu tubuh beberapa derajat dapat membantu tubuh
memenangkan pertempuran melawan bakteri dan virus tadi. Selain itu demam akan
mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk membuat lebih banyak sel darah putih,
antibodi dan zat-zat lain untuk melawan infeksi.
Pengobatan

Acetaminophen (paracetamol) dan ibuprofen dapat mengurangi demam pada


anak dan dewasa. Beberapa merek dagang acetaminophen: Panadol, Tempra,
Sanmol, Praxion, dll. Beberapa merek dagang ibuprofen: Proris, Rhelafen,
Bufect,
dll.
Minum acetaminophen setiap 4 6 jam. Obat ini bekerja cepat dengan cara
menurunkan thermostat otak. Minum ibuprofen setiap 6 8 jam. Seperti aspirin,
ibuprofen membantu melawan peradangan pada sumber demam. Kadangkadang dokter menganjurkan anda untuk menggunakan kedua macam obat ini
bergantian. Sebenarnya hal ini belum didukung data mengenai keamanan dan
keefektifannya. Ibuprofen tidak boleh dipakai untuk bayi denga usia kurang dari
6 bulan.
Aspirin sangat efektif untuk mengobati demam pada orang dewasa. JANGAN
memberikan aspirin pada anak-anak.
Obat-obatan penurun panas tersedia dalam konsentrasi yang berbeda-beda, jadi
selalu perhatikan instruksi pada kemasan.
Jangan berikan obat-obatan apapun untuk menurunkan demam pada bayi
berusia 3 bulan ke bawah tanpa petunjuk dokter.

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar

INFLUENZA
Influenza (flu) adalah suatu infeksi virus yang
menyebabkan demam, hidung meler, sakit kepala,
batuk, tidak enak badan (malaise) dan peradangan
pada selaput lendir hidung dan saluran pernafasan
Penyebab
Virus influenza tipe A atau B.
Virus ditularkan melalui air liur terinfeksi yang
keluar pada saat penderita batuk atau bersin; atau
melalui kontak langsung dengan sekresi (ludah, air
liur, ingus) penderita.
Gejala
Influenza berbeda dengan common cold. Gejalanya timbul dalam waktu 24-48 jam
setelah terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba. Kedinginan biasanya merupakan
petunjuk awal dari influenza.
Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, bisa sampai 38,9 - 39,4 C.
Banyak penderita yang merasa sakit sehingga harus tinggal di tempat tidur; mereka
merasakan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di punggung dan tungkai.
Sakit kepala seringkali bersifat berat, dengan sakit yang dirasakan di sekeliling dan di
belakang mata. Cahaya terang bisa memperburuk sakit kepala.
Pada awalnya gejala saluran pernafasan relatif ringan, berupa rasa gatal di tenggorokan,
rasa panas di dada, batuk kering dan hidung berair. Kemudian batuk akan menghebat
dan berdahak. Kulit teraba hangat dan kemerahan, terutama di daerah wajah.
Mulut dan tenggorokan berwarna kemerahan, mata berair dan bagian putihnya
mengalami peradangan ringan. Kadang-kadang bisa terjadi mual dan muntah, terutama
pada anak-anak.
Setelah 2-3 hari sebagian besar gejala akan menghilang dengan segera dan demam
biasanya mereda, meskipun kadang demam berlangsung sampai 5 hari. Bronkitis dan
batuk bisa menetap sampai 10 hari atau lebih, dan diperlukan waktu 6-8 minggu ntuk
terjadinya pemulihan total dari perubahan yang terjadi pada saluran pernafasan
Pengobatan
Pengobatan flu yang utama adalah istirahat dan berbaring di tempat tidur, minum
banyak cairan dan menghindari kelelahan. Tirah baring sebaiknya dilakukan segera
setelah gejala timbul sampai 24-48 setelah suhu tubuh kembali normal
Untuk penyakit yang berat tetapi tanpa komplikasi, bisa diberikan asetaminofenn,
aspirin, ibuprofen atau naproksen. Kepada anak-anak tidak boleh diberikan aspirin
karena resiko terjadinya sindroma Reye. Obat lainnya yang biasa diberikan adalah
dekongestan hidung dan penghirupan uap.
Jika segera diberikan pada infeksi influenza A yang belum mengalami komplikasi, obat
rimantadin atau amantadin bisa membantu mengurangi lama dan beratnya demam serta
gejala pernafasan. Ribavirin (dalam bentuk obat hirup atau tablet) mampu
memperpendek lamanya demam dan mempengaruhi kemampuan virus untuk
berkembangbiak, tetapi pemakaiannya masih bersifat eksperimental. Ribavirin bisa
diberikan untuk meringankan gejala pneumonia virus.
Infeksi bakteri sekunder diobati dengan antibiotik. Pneumonia bakteri karena
pneumokokus, bisa dicegah dengan memberikan vaksin yang mengandung
pneumokokus. Tetapi vaksin ini tidak diberikan kepada seseorang yang telah menderita
influenza

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar

Pencegahan
Seseorang yang pernah terkana virus influenza, akan membentuk antibodi yang
melindunginya terhadap infeksi ulang oleh virus tertentu. Tetapi cara terbaik untuk
mencegah terjadinya influenza adalah vaksinasi yang dilakukan setiap tahun.
Vaksin influenza mengandung virus influenza yang tidak aktif (dimatikan) atau partikelpartikel virus. Suatu vaksin bisa bersifat monovalen (1 spesies) atau polivalen (biasanya
3 spesies). Suatu vaksin monovalen bisa diberikan dalam dosis tinggi untuk melawan
suatu jenis virus yang baru, sedangkan suatu vaksin polivalen menambah pertahanan
terhadap lebih dari satu jenis virus.
Amantadin atau rimantadin merupakan 2 obat anti-virus yang bisa melindungi terhadap
influenza A saja. Obat ini digunakan selama wabah influenza A untuk melindungi orangorang yang kontak dengan penderita dan orang yang memiliki resiko tinggi-yang belum
menerima vaksinasi.
Pemakaian obat bisa dihentikan dalam waktu 2-3 minggu setelah menjalani vaksinasi.
Jika tidak dapat dilakukan vaksinasi, maka obat diberikan selama terjadi wabah,
biasanya selama 6-8 minggu. Obat ini bisa menyebabkan gelisah, sulit tidur dan efek
samping lainnya, terutama pada usia lanjut dan pada penderita kelainan otak atau ginjal

DEMAM BERDARAH DENGUE


Demam dengue adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi
dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam.
Demam berdarah dengue/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang
disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.
Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam
syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome
(DSS).
Penyebab
Demam dengue dan DHF disebabkan oleh salah
satu dari 4 serotipe virus yang berbeda antigen.
Virus ini adalah kelompok Flavivirus dan
serotipenya adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3,
DEN-4.
Infeksi oleh salah satu jenis serotipe ini akan
memberikan kekebalan seumur hidup tetapi
tidak
menimbulkan
kekebalan
terhadap
serotipe yang lain. Sehingga seseorang yang
hidup di daerah endemis DHF dapat mengalami
infeksi sebanyak 4 kali seumur hidupnya.
Dengue adalah penyakit daerah tropis dan
ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk
ini adalah nyamuk rumah yang menggigit pada siang hari.
Faktor resiko penting pada DHF adalah serotipe virus, dan faktor penderita seperti
umur, status imunitas, dan predisposisi genetis
Gejala

demam tinggi yang terjadi tiba-tiba


manifestasi perdarahan
hepatomegali/pembesaran hati

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar

kadang-kadang terjadi syok manifestasi perdarahan pada dhf dimulai dari tes
torniquet positif dan bintik-bintik perdarahan di kulit (ptechiae). Ptechiae ini
bisa terlihat di seluruh anggota gerak, ketiak, wajah dan gusi. juga bisa terjadi
perdarahan hidung, perdarahan gusi, perdarahan dari saluran cerna dan
perdarahan dalam urin.

Berdasarkan gejalanya DHF dikelompokkan menjadi 4 tingkatan :


Derajat I : demam diikuti gejala tidak spesifik. satu-satunya manifestasi
perdarahan adalah tes torniquet yang positif atau mudah memar.
Derajat II : gejala yang ada pada tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan.
perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain.
Derajat III : kegagalan sirkulasi ditandai oleh denyut nadi yang cepat dan lemah,
hipotensi, suhu tubuh yang rendah, kulit lembab dan penderita gelisah.
Derajat IV : syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidak
dapat diperiksa. fase kritis pada penyakit ini terjadi pada akhir masa demam
Setelah demam selama 2 - 7 hari, penurunan suhu biasanya disertai dengan tanda-tanda
gangguan sirkulasi darah. penderita berkeringat, gelisah, tangan dan kakinya dingin, dan
mengalami perubahan tekanan darah dan denyut nadi
Pada penderita dengan DSS kondisinya dengan segera memburuk. Ditandai dengan nadi
cepat dan lemah, tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg atau terjadi
hipotensi. Kulit dingin, lembab dan penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian
gelisah.
Bila tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam 12 - 24 jam. Dengan
pemberian cairan pengganti, kondisi penderita akan segera membaik.
Diagnosa
Pada awal mulainya demam, dhf sulit dibedakan dari infeksi lain yang disebabkan oleh
berbagai jenis virus, bakteri dan parasit. Setelah hari ketiga atau keempat baru
pemeriksaan darah dapat membantu diagnosa.
Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah :
Trombositopeni, jumlah trombosit kurang dari 100.000 sel/mm3
Hemokonsentrasi, jumlah hematokrit meningkat paling sedikit 20% di atas ratarata
Pengobatan
asetaminofen. salisilat tidak digunakan karena akan memicu perdarahan dan asidosis
Untuk mengganti cairan yang hilang harus diberikan cairan yang cukup melalui mulut
atau melalui vena.
penderita harus segera dirawat bila ditemukan gejala-gejala berikut :
takikardi, denyut jantung meningkat
kulit pucat dan dingin
denyut nadi melemah
terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau tertidur
terus menerus
urine sangat sedikit
peningkatan konsentrasi hematokrit secara tiba-tiba
tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg
hipotens
pada tanda-tanda tersebut berarti penderita mengalami dehidrasi yang signifikan (>10%
berat badan normal), sehingga diperlukan penggantian cairan segera secara intravena.
cairan pengganti yang diberikan biasanya garam fisiologis, ringer laktat atau ringer
asetat, larutan garam fisiologis dan glukosa 5%, plasma dan plasma substitute
pencegahan dilakukan dengan langkah 3m :
1. menguras bak air
2. menutup tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat berkembang biak
nyamuk
3. mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar

DEMAM TIFOID
Demam Tifoid adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi
Penyebab
Bakteri tifoid ditemukan di dalam tinja
dan
air
kemih
penderita.
Penyebaran bakteri ke dalam makanan
atau minuman bisa terjadi akibat
pencucian tangan yang kurang bersih
setelah buang air besar maupun setelah
berkemih.
Lalat bisa menyebarkan bakteri secara
langsung dari tinja ke makanan.
Bakteri masuk ke dalam saluran
pencernaan dan bisa masuk ke dalam
peredaran darah. Hal ini akan diikuti oleh
terjadinya peradangan pada usus halus
dan
usus
besar.
Pada kasus yang berat, yang bisa
berakibat fatal, jaringan yang terkena bisa mengalami perdarahan dan perforasi
(perlubangan).
Sekitar 3% penderita yang terinfeksi oleh Salmonella typhi dan belum mendapatkan
pengobatan, di dalam tinjanya akan ditemukan bakteri ini selama lebih dari 1 tahun.
Beberapa dari pembawa bakteri ini tidak menunjukkan gejala-gejala dari demam tifoid
Gejala
Biasanya gejala mulai timbul secara bertahap dalam wakatu 8-14 hari setelah terinfeksi.
Gejalanya bisa berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit,
penurunan nafsu makan dan nyeri perut.
Kadang penderita merasakan nyeri ketika berkemih dan terjadi batuk serta perdarahan
dari hidung.
Jika pengobatan tidak dimulai, maka suhu tubuh secara perlahan akan meningkat dalam
waktu 2-3 hari, yaitu mencapai 39,4-40?Celsius selama 10-14 hari. Panas mulai turun
secara bertahap pada akhir minggu ketiga dan kembali normal pada minggu keempat.
Demam seringkali disertai oleh denyut jantung yang lambat dan kelelahan yang luar
biasa.
Pada kasus yang berat bisa terjadi delirium, stupor atau koma.
Pada sekitar 10% penderita timbul sekelompok bintik-bintik kecil berwarna merah muda
di dada dan perut pada minggu kedua dan berlangsung selama 2-5 hari
Komplikasi
Sebagian besar penderita mengalami penyembuhan sempurna, tetapi bisa terjadi
komplikasi, terutama pada penderita yang tidak diobati atau bila pengobatannya
terlambat:
Banyak penderita yang mengalami perdarahan usus; sekitar 2% mengalami
perdarahan hebat. Biasanya perdarahan terjadi pada minggu ketiga.
Perforasi usus terjadi pada 1-2% penderita dan menyebabkan nyeri perut yang
hebat karena isi usus menginfeksi ronga perut (peritonitis).
Pneumonia bisa terjadi pada minggu kedua atau ketiga dan biasanya terjadi
akibat infeksi pneumokokus (meskipun bakteri tifoid juga bisa menyebabkan
pneumonia).
Infeksi kandung kemih dan hati.
Infeksi darah (bakteremia) kadang menyebabkan terjadinya infeksi tulang
(osteomielitis), infeksi katup jantung (endokarditis), infeksi selaput otak
(meningitis), infeksi ginjal (glomerulitis) atau infeksi saluran kemih-kelamin.

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar


Pada sekitar 10% kasus yang tidak diobati, gejala-gejala infeksi awal kembali
timbul dalam waktu 2 minggu setelah demam mereda
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan biakan darah, tinja, air kemih atau jaringan
tubuh lainnya guna menemukan bakteri penyebabnya
Pengobatan
Dengan antibiotik yang tepat, lebih dari 99% penderita dapat disembuhkan.
Antibiotik yang banyak digunakan adalah kloramfenikol Kadang makanan diberikan
melalui infus sampai penderita dapat mencerna makanan. Jika terjadi perforasi usus,
diberikan antibiotik berspektrum luas (karena berbagai jenis bakteri akan masuk ke
dalam rongga perut) dan mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki
atau mengangkat bagian usus yang mengalami perforasi
Pencegahan
Vaksin tifus per-oral (ditelan) memberikan perlindungan sebesar 70%.
Vaksin ini hanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar oleh bakteri
Salmonella typhi dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi (termasuk petugas
laboratorium dan para pelancong).
Para pelancong sebaiknya menghindari makan sayuran mentah dan makanan lainnya
yang disajikan atau disimpan di dalam suhu ruangan. Sebaiknya mereka memilih
makanan yang masih panas atau makanan yang dibekukan, minuman kaleng dan buah
berkulit yang bisa dikupas

KOLERA
Kolera

adalah

suatu

infeksi

usus

kecil

karena

bakteri

Vibrio

cholerae.

Bakteri kolera menghasilkan racun yang


menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah
besar cairan yang banyak mengandung garam
dan mineral. Karena bakteri sensitif terhadap
asam lambung, maka penderita kekurangan
asam lambung cenderung menderita penyakit
ini.
Kolera menyebar melalui air yang diminum,
makanan laut atau makanan lainnya yang
tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi.
Kolera ditemukan di Asia, Timur Tengah,
Afrika dan Amerika Latin. Di daerah-daerah
tersebut, wabah biasanya terjadi selama musim panas dan banyak menyerang anakanak. Di daerah lain, wabah bisa terjadi pada musim apapun dan semua usia bisa
terkena
Penyebab
Bakteri Vibrio cholerae
Gejala
Gejala dimulai dalam 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri, bervariasi mulai dari diare
ringan-tanpa komplikasi sampai diare berat-yang bisa berakibat fatal.
Beberapa orang yang terinfeksi, tidak menunjukkan gejala. Penyakit biasanya dimulai
dengan diare encer seperti air yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa rasa sakit dan muntahmuntah.

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar


Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam.
Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan menyebabkan dehidrasi disertai rasa haus
yang hebat, kram otot, lemah dan penurunan produksi air kemih.
Banyaknya cairan yang hilang dari jaringan menyebabkan mata menjadi cekung dan
kulit jari-jari tangan menjadi keriput. Jika tidak diobati, ketidakseimbangan volume
darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan
koma.
Gejala biasanya menghilang dalam 3-6 hari. Kebanyakan penderita akan terbebas dari
organisme ini dalam waktu 2 minggu, tetapi beberapa diantara penderita menjadi
pembawa dari bakteri ini
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memperkuat diagnosis,
dilakukan pemeriksaan terhadap apusan rektum atau contoh tinja segar
Pengobatan
Yang sangat penting adalah segera mengganti kehilangan cairan, garam dan mineral dari
tubuh. Untuk penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan diberikan melalui infus.
Di daerah wabah, kadang-kadang cairan diberikan melalui selang yang dimasukkan
lewat hidung menuju ke lambung.
Bila dehidrasi sudah diatasi, tujuan pengobatan selanjutnya adalah menggantikan
jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah. Makanan padat bisa diberikan
setelah muntah-muntah berhenti dan nafsu makan sudah kembali.
Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri dan
biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam.
Lebih dari 50% penderita kolera berat yang tidak diobati meninggal dunia.
Kurang dari 1% penderita yang mendapat penggantian cairan yang adekuat, meninggal
dunia.
Pencegahan
Penjernihan cadangan air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar sangat penting
dalam mencegah terjadinya kolera. Usaha lainnya adalah meminum air yang sudah
terlebih dahulu dimasak dan menghindari sayuran mentah atau ikan dan kerang yang
dimasak tidak sampai matang.
Vaksin kolera hanya memberikan perlindungan parsial dan secara umum tidak
dianjurkan.
Pemberian antibiotik tetrasiklin bisa membantu mencegah penyakit pada orang-orang
yang sama-sama menggunakan perabotan rumah dengan orang yang terinfeksi kolera

TETANUS
Tetanus (lockjaw) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan
oleh bakteri Clostridium tetani.
Disebut
juga
lockjaw
karena
terjadi
kejang
Tetanus banyak ditemukan di negara-negara berkembang

pada

otot

rahang.

Penyebab
Bakteri an-aerob Clostridium tetani.
Spora dari Clostridium tetani dapat hidup
selama bertahun-tahun di dalam tanah dan
kotoran hewan. Jika bakteri tetanus masuk
ke dalam tubuh manusia, bisa terjadi infeksi
baik pada luka yang dalam maupun luka yang
dangkal. Setelah proses persalinan, bisa

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar


terjadi infeksi pada rahim ibu dan pusar bayi yang baru lahir (tetanus neonatorum).
Yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala infeksi adalah racun yang dihasilkan oleh
bakteri, bukan bakterinya
Gejala
Gejala-gejala biasanya muncul dalam waktu 5-10 hari setelah terinfeksi, tetapi bisa juga
timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi.
Gejala yang paling sering ditemukan
adalah
kekakuan
rahang.
Gejala
lainnya
berupa
gelisah,
gangguan menelan, sakit kepala,
demam, nyeri tenggorokan, menggigil,
kejang otot dan kaku kuduk, lengan
serta
tungkai.
Penderita bisa mengalami kesulitan
dalam membuka rahangnya (trismus).
Kejang
pada
otot-otot
wajah
menyebabkan
ekspresi
penderita
seperti menyeringai dengan kedua alis
yang terangkat.
Kekakuan atau kejang otot-otot perut,
leher
dan
punggung
bisa
menyebabkan kepala dan tumit
penderita
tertarik
ke
belakang
sedangkan badannya melengkung ke
depan.
Kejang pada otot sfingter perut bagian
bawah bisa menyebabkan sembelit
dan tertahannya air kemih.
Gangguan-gangguan yang ringan,
seperti suara berisik, aliran angin atau goncangan, bisa memicu kekejangan otot yang
disertai
nyeri
dan
keringat
yang
berlebihan.
Selama kejang seluruh tubuh terjadi, penderita tidak dapat berbicara karena otot
dadanya kaku atau terjadi kejang tenggorokan. Hal tersebut juga menyebabkan
gangguan pernafasan sehingga terjadi kekurangan oksigen.
Biasanya tidak terjadi demam. Laju pernafaan dan denyut jantung serta refleks-refleks
biasanya meningkat.
Tetanus juga bisa terbatas pada sekelompok otot di sekitar luka. Kejang di sekitar luka
ini bisa menetap selama beberapa minggu
Diagnosa
Diduga suatu tetanus jika terjadi kekakuan otot atau kejang pada seseorang yang
memiliki luka.
Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pembiakan bakteri dari apusan luka
Pengobatan
Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik
tetrasiklintetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih
lanjut.
Obat lainnya bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang dan
mengendurkan otot-otot.
Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan yang tenang.

Penyakit tropik & menular

dr. Hilma yuniar


Untuk infeksi menengah sampai berat, mungkin perlu dipasang ventilator untuk
membantu pernafasan. Makanan diberikan melalui infus atau selang nasogastrik.
Untuk membuang kotoran, dipasang kateter.
Penderita sebaiknya berbaring bergantian miring ke kiri atau ke kanan dan dipaksa
untuk batuk guna mencegah terjadinya pneumonia.
Untuk mengurangi nyeri diberikan kodein. Obat lainnya bisa diberikan untuk
mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung.
Setelah sembuh, harus diberikan vaksinasi lengkap karena infeksi tetanus tidak
memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya
Pencegahan
Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya.
Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri,
pertusis, tetanus). Dewasa sebaiknya menerima booster
Pada seseorang yang memiliki luka, jika:
Telah menerima booster tetanus dalam waktu 5 tahun terakhir, tidak perlu
menjalani vaksinasi lebih lanjut
Belum pernah menerima booster dalam waktu 5 tahun terakhir, segera diberikan
vaksinasi
Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, diberikan
suntikan immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3
bulanan.
Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama
karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri
Clostridium tetani

DIFTERI
Difteri adalah suatu infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri penghasil toksin (racun)
Corynebacterium diphtheriae.
Beberapa tahun yang lalu, difteri merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak.
Saat ini, di negara berkembang, difteri jarang ditemukan karena vaksin difteri telah
digunakan secara meluas.
Biasanya penyakit ini menyerang saluran pernafasan (terutama laring, amandel dan
tenggorokan); tetapi bisa juga menyerang kulit dan toksin yang dihasilkan bisa
menyebabkan kerusakan pada saraf dan jantung
Penyebab
Penyebabnya
adalah
bakteri
Corynebacterium
diphtheriae.
Bakteri ini ditularkan melalui
percikan ludah yang berasal dari
batuk penderita atau benda
maupun makanan yang telah
terkontaminasi
oleh
bakteri.
Biasanya bakteri berkembangbiak
pada atau di sekitar permukaan
selaput
lendir
mulut
atau
tenggorokan dan menyebabkan
peradangan.
Beberapa
jenis
bakteri
ini
menghasilkan toksin yang sangat
kuat, yang dapat menyebabkan
kerusakan pada jantung dan otak

Penyakit tropik & menular

10

dr. Hilma yuniar


Gejala
Gejala
mulai
timbul
dalam
waktu
1-4
hari
setelah
terinfeksi.
Biasanya diawali dengan nyeri tenggorokan yang ringan dan nyeri ketika menelan. Anak
mengalami demam ringan, denyut jantungnya cepat, mual, muntah, menggigil dan sakit
kepala. Mungkin terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Jika bakteri sampai ke hidung, hidung akan meler (biasanya hanya dari salah satu
lubang hidung). Peradangan bisa menyebar dari tenggorokan ke pita suara (laring) dan
menyebabkan pembengkakan tenggorokan sehingga saluran udara menyempit dan
terjadi gangguan pernafasan.
Bakteri membentuk suatu pseudomembran (lapisan selaput yang terdiri dari sel darah
putih yang mati, bakteri dan bahan lainnya), di dekat amandel dan bagian tenggorokan
yang lain. Pseudomembran ini tidak mudah robek dan berwarna abu-abu. Jika
pseudomembran dilepaskan secara paksa, maka lapisan lendir di bawahnya akan
berdarah. Pseudomembran bisa menyebabkan penyempitan saluran udara atau secara
tiba-tiba bisa terlepas dan menyumbat saluran udara, sehingga anak mengalami
kesulitan bernafas. Bisa terjadi apneu (henti nafas) dan sianosis (kulit tampak kebiruan
karena kekurangan oksigen). Pada difteri yang ringan jarang terbentuk pseudomembran.
Jika bakteri melepaskan toksin, maka toksin ini akan beredar melalui aliran darah dan
bisa menyebabkan kerusakan jaringan di seluruh tubuh, terutama jantung dan saraf.
Kerusakan pada otot jantung (miokarditis) biasanya terjadi pada hari ke 10-14, tetapi hal
ini bisa terjadi kapan saja selama minggu pertama sampai minggu keenam. Kerusakan
jantung bisa bersifat ringan, tampak sebagai kelainan ringan pada EKG; atau bersifat
sangat berat, menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
Toksin biasanya menyerang saraf tertentu, misalnya saraf di tenggorokan sehingga
penderita mengalami kesulitan menelan. Hal ini seringkali terjadi pada minggu pertama.
Antara minggu ketiga sampai minggu keenam, bisa terjadi peradangan pada saraf lengan
dan tungkai, sehingga terjadi kelemahan pada lengan dan tungkai. Pemulihan jantung
dan saraf berlangsung secara perlahan selama berminggu-minggu.
Difteri juga bisa menyerang kulit dan keadaannya disebut difteri kutaneus, yang
terutama ditemukan pada orang-orang dengan tingkat kebersihan yang jelek.
Kadang difteri menyerang mata
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (ditemukan
pseudomembran).
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap apus tenggorokan dan
dibuat biakan di laboratorium. Untuk melihat kelainan jantung, bisa dilakukan
pemeriksaan EKG
Komplikasi
Racun difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, sistem saraf, ginjal ataupun
organ lainnya:
Miokarditis bisa menyebabkan gagal jantung
Kelumpuhan saraf atau neuritis perifer menyebabkan gerakan menjadi tidak
terkoordinasi dan gejala lainnya (timbul dalam waktu 3-7 minggu)
Kerusakan saraf yang berat bisa menyebabkan kelumpuhan
Kerusakan ginjal (nefritis).
Pengobatan
Seorang anak yang menderita difteri dirawat di rumah sakit, di unit perawatan intensif.
Segera diberikan antitoksin (antibodi untuk menetralisir racun difteri), dalam bentuk
suntikan melalui otot maupun pembuluh darah.
Dilakukan

pemantauan

ketat

Penyakit tropik & menular

terhadap

sistem

pernafasan

dan

jantung.

11

dr. Hilma yuniar


Untuk melenyapkan bakteri difteri, diberikan antibiotik (misalnya penicillin atau
eritromycin

Pencegahan
Untuk mencegah penyakit ini, dilakukan imunisasi rutin pada masa kanak-kanak (DPT)
dan booster setelah dewasa (DT).
Semua orang yang berhubungan dengan penderita difteri (termasuk petugas rumah
sakit) harus menjalani pemeriksaan apus tenggorokan. Sebagai tindakan pencegahan,
diberikan antibiotik selama 7 hari. Jika belum pernah mendapatkan vaksinasi atau
belum mendapatkan booster dalam 5 tahun terakhir, maka diberikan dosis vaksinasi
atau dosis booster. Seorang karier (hasil biakan positif, tetapi tidak menunjukkan gejala)
dapat menularkan difteri, karena itu diberikan antibiotik dan dilakukan pembiakan
ulang pada apus tenggorokannya.
Kekebalan hanya diiperoleh selama 10 tahun setelah mendapatkan imunisasi, karena itu
orang dewasa sebaiknya menjalani vaksinasi booster setiap 10 tahun

MALARIA
Malaria adalah suatu infeksi sel darah merah oleh Plasmodium.
Malaria disebarkan melalui:
Gigitan nyamuk betina Anopheles
Transfusi darah yang terkontaminasi
Suntikan dengan jarum yang sebelumnya
telah digunakan oleh penderita malaria.
Setelah digunakan obat-obatan dan insektisida,
malaria jarang ditemukan di AS dan negara
berkembang lainnya, tetapi infeksi ini masih sering terjadi di negara-negara tropis.
Pendatang dari daerah tropis atau pelancong yang baru kembali dari daerah tropis
kadang membawa infeksi ini ke suatu negara atau ke negara asalnya dan kemungkinan
menyebabkan wabah yang ringan
Penyebab
Terdapat 4 spesies parasit malaria:
Plasmodium vivax
Plasmodium ovale
Plasmodium falciparum
Plasmodium malariae
yang kesemuanya bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan malaria.
P. falciparum merupakan penyebab infeksi terbanyak dan paling berbahaya. .
Siklus hidup parasit malaria
berawal ketika seekor nyamuk
betina
menggigit
penderita
malaria.
Nyamuk
mengisap
darah yang mengandung parasit
malaria, yang selanjutnya akan
berpindah ke dalam kelenjar liur
nyamuk. Jika nyamuk ini
kembali menggigit manusia,
maka parasit akan ditularkan

Penyakit tropik & menular

12

dr. Hilma yuniar


melalui air liurnya. Di dalam tubuh manusia, parasit masuk ke dalam hati dan
berkembangbiak disana.
Pematangan parasit berlangsung selama 2-4 minggu, setelah itu mereka akan
meninggalkan
hati
dan
menyusup
ke
dalam
sel
darah
merah.
Parasit berkembangbiak di dalam sel darah merah dan pada akhirnya menyebabkan sel
yang terinfeksi ini pecah.
Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale mungkin akan tetap berada di dalam sel-sel
hati dan secara periodik akan melepaskan parasit yang matang ke dalam aliran darah,
sehingga menyebabkan serangan dari gejala-gejala malaria. Plasmodium falciparum
dan Plasmodium malariae akan keluar dari hati. Jika infeksi tidak diobati atau diobati
tidak sampai tuntas, maka bentuk Plasmodium falciparum dewasa akan tetap berada di
dalam darah selama berbulan-bulan dan Plasmodium malariae dewasa tetap berada di
dalam darah selama bertahun-tahun, menyebabkan serangan gejala malaria yang
berulang-ulang

P. vivax

P. ovale

P. malariae

P. falciparum

Gejala
Gejala & pola malaria
1. Malaria Vivax & Ovale.
Suatu serangan bisa dimulai secara samar-samar dengan menggigil, diiukuti
berkeringat dan demam yang hilang-timbul. Dalam 1 minggu, akan terbentuk
pola yang khas dari serangan yang hilang timbul. Suatu periode sakita kepala
atau rasa tidak enak badan akan diikuti oleh menggigil. Demam berlangsung
selama 1-8 jam. Setelah demam reda, penderita merasakan sehat sampai terjadi
menggigil berikutnya. Pada malaria vivax, serangan berikutnya cenderung terjadi
setiap 48 jam.
2. Malaria falciparum.
Suatu serangan bisa diawali dengan menggigil. Suhu tubuh naik secara bertahap
kemudian tiba-tiba turun. Serangan bisa berlangsung selama 20-36 jam.
Penderita tampak lebih sakit dibandingkan dengan malaria vivax dan sakit
kepalanya hebat. Diantara serangan (dengan selang waktu 36-72 jam), penderita
biasanya merasa tidak enak badan dan mengalami demam ringan.
3. Malaria malariae.
Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Serangannya menyerupai
malaria vivax dengan selang waktu antara dua serangan adalah 72 jam
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya, dimana terjadi serangan demam dan
menggigil secara periodik tanpa penyebab yang jelas.Dugaan malaria semakin kuat jika
dalam waktu 1 tahun sebelumnya, penderita telah mengunjungi daerah malaria dan pada
pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran limpa.
Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna menemukan parasit
penyebabnya. Mungkin perlu dilakukan beberapa kali pemeriksaan karena kadar parasit
di dalam darah bervariasi dari waktu ke waktu. Pengobatan, komplikasi dan prognosis
dari malaria ditentukan oleh jenis parasit penyebabnya.
Pengobatan

Penyakit tropik & menular

13

dr. Hilma yuniar


Pengobatan malaria tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap
klorokuin.
Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap
klorokuin,
bisa
diberikan
kuinin
atau
kuinidin
secara
intravena.
Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin, karena itu biasanya
diberikan klorokuin dan primakuin
Pencegahan
Orang-orang yang tinggal di daerah malaria atau yang mengadakan perjalanan ke daerah
malaria bisa melakukan hal-hal berikut:
Menggunakan semprotan pembasmi serangga di dalam dan di luar rumah
Memasang tirai di pintu dan jendela
Memasang kawat nyamuk
Mengoleskan obat anti nyamuk di kulit
Mengenakan pakaian yang menutupi tubuh sehingga mengurangi daerah tubuh
yang digigit nyamuk.
Obat-obatan bisa diminum untuk mencegah malaria selama melakukan perjalanan ke
daerah malaria. Obat ini mulai diminum 1 minggu sebelum perjalanan dilakukan,
dilanjutkan selama tinggal di daerah malaria dan 1 bulan setelah meninggalkan daerah
malaria.
Obat yang paling sering digunakan adalah klorokuin. Tetapi banyak daerah yang
memiliki spesies Plasmodium falciparum yang sudah resisten terhadap obat ini.
Obat lainnya yang bisa digunakan adalah meflokuin dan doksisiklin. Doksisiklin tidak
boleh diberikan kepada anak-anak dibawah usia 8 tahun dan wanita hamil.
Beberapa hal yang perlu diingat mengenai malaria:
Obat-obat yang digunakan dalam tindakan pencegahan tidak 100% efektif
Gejalanya bisa timbul 1 bulan atau lebih setelah gigitan nyamuk
Gejala awalnya tidak spesifik dan seringkali disalahartikan sebagai influenza
Diagnosis dan pengobatan dini sangat penting, terutama pada malaria
falciparum, yang bisa berakibat fatal pada lebih dari 20% penderita

ASKARIASIS
Askariasis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides.
Infeksi ini terjadi di seluruh dunia tetapi lebih sering ditemukan di daerah beriklim
hangat dengan tingkat kebersihan yang buruk
Penyebab
Penyebabnya adalah Ascaris lumbricoisdes, suatu cacing
gelang usus.
Siklus hidup parasit Ascaris menyerupai Trichuris
trichiura, tetapi parasit Ascaris juga sampai ke paru-paru.
Setelah menetas, larva akan berpindah ke dinding usus
halus dan dibawa oleh pembuluh getah bening serta aliran
darah ke paru-paru. Di dalam paru-paru, larva masuk ke
dalam kantung udara (alveoli), naik ke saluran pernafasan
dan akhirnya tertelan.
Larva mengalami pematangan di dalam usus halus dan
disini menetap sebagai cacing dewasa.
Cacing dewasa memiliki panjang 15-50 cm dengan diameter 0,25-0,5 cm.
Gejala bisa timbul sebagai akibat berpindahnya lara melalui paru-paru dan akibat
adanya cacing dewasa di dalam usus
Gejala

Penyakit tropik & menular

14

dr. Hilma yuniar


Perpindahan larva melalui paru-paru bisa menyebabkan demam, batuk dan bunyi nafas
mengi (bengek).
Infeksi usus yang berat bisa menyebabkan kram perut dan kadang penyumbatan usus.
Penyerapan zat makanan yang buruk bisa terjadi akibat banyaknya cacing di dalam usus.
Cacing dewasa kadang menyumbat usus buntu, saluran empedu atau saluran pankreas.
Diagnosa
Infeksi oleh cacing dewasa biasanya
didiagnosis berdasarkan adanya telur
did alam contoh tinja.
Kadang di dalam tinja atau muntahan
penderita ditemukan cacing dewasa
dan di dalam dahak ditemukan larva.
Jumlah eosinofil di dalam darah bisa
meningkat.
Tanda-tanda
adanya
perpindahan parasit bisa terlihat pada
foto rontgen dada
Pengobatan
Diberikan pirantel pamoat atau mebendazol. Mebendazol tidak boleh diberikan kepada
wanita hamil karena bisa membahayakan janin yang dikandungnya
Pencegahan
Pencegahan meliputi pemeliharaan kebersihan yang baik dan menghindari makan
sayuran yang belum dicuci bersih

FILARIASIS
Filariasis adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun yang disebabkan cacing filaria
dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat menetap berupa
pembesaran kaki, lengan, kantong buah Zakar, payudara dan kelamin wanita
Penyebab
Filariasis disebabkan oleh cacing filarial yang menyerupai benang yang hidup didalam
tubuh manusia.
Cacing ini dapat bertahan hidup selama 4-6 tahun
dalam kelenjar getah bening ( bagian tubuh yang
melindungi kita dari penyakit)
Cacing ini berkembang biak di dalam tubuh daan
menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar
dalam darah.
Filariasis disebabkan oleh tiga jenis cacing filarial
yaitu : Wuchereria Bancrofli, Brugia Malayi dan
Brugia Tintori
Gejala
1.

Tahap awal ( akut )

Demam berulang 1 2 kali atau lebih


setiap bulan selama 3 5 hari terutama
bila pekerja berat. Demam dapat sembuh
sendiri tanpa diobati.

Penyakit tropik & menular

15

dr. Hilma yuniar

2.

Timbul benjolan dan terasa nyeri padaa lipat paha atau ketiak tanpa luka badan .
Teraba adanya urat seperti tali yang berwarna merah dan sakit mulai dari
pangkal paha atau ketiak dan berjalan kea rah ujungb kaki atau lengan.

Tahap Lanjut ( kronis)


microfilaria
Pada awalnya terjadi pembesaran yang hilang timbul pada kaki,
Tangan, kantong
buah zakar, payudara dan alat kelamin wanita dan lamakelamaan menjadi cacat
tetap.

Cara penularan penyakit filariasis

Filariasis di tularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing
(microfilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Orang tersebut
mungkin menjadi sakit mungkin juga tidak.
Pada waktu nyamuk menghisap darah microfilaria akan terhisah dan masuk
kedalam badan nyamuk.
Dalam 1 sampai 2 minggu kemudian mukrofilaris berubah menjadi larva dan
dapat ditularkan kepada orang lain sewaktu nyamuk menggigitnya

Cara Pencegahan Penyakit Filariasis :


1. Menghindari gigitan nyamuk dengan cara :
Tidur menggunakan kelambu
Lubang angin (Ventilasi) rumah ditutup kawat kasa halus.
Memasang obat nyamuk
Memakai obat gosok anti nyamuk
2. Memberantas nyamuk dengan cara :
Membersihkan tempat-tempat perindukan nyamuk
Menyemprot untuk membunuh nyamuk dewasa
3. Mengikuti program pengiobatan masal filariasis yang dilaksanakan di Puskeslmas
4. Memeriksakan diri ke Puskesmas bila keluarga/tetangga terkena Filariasis

Penyakit tropik & menular

16