Anda di halaman 1dari 3

SENYAWA KOORDINASI

Pengertian
Bilangan koordinasi adalah bilangan yang menyatakan banyaknya jumlah pasangan
elektron ligan yang digunakan dalam membentuk ikatan dengan atom pusatnya. Senyawa
koordinasi adalah senyawa yang mengandung satu atau lebih ion kompleks dengan sejumlah
kecil molekul atau ion di seputar atom atau ion logam pusat, biasanya dari logam golongan
transisi.
Contoh senyawa koordinasi tingkat Rendah
a. Bilangan koordinasi satu
Contoh senyawa dengan bilangan koordinasi satu yaitu asam florida HF dan iodin
monocloride ICl
b. Bilangan koordinasi dua
Contoh senyawa dengan bilangan koordinasi dua yaitu ion disiano aurate(I)
[Au(CN)2]- dan ion triamin aurate (I) [Au(NH)3]+.
c. Bilangan Koordinasi Tiga.
Contoh bilangan koordinasi tiga yaitu [Cu(CN) 3]2- trisiano cuprate (II) dan HgI3]triiodo raksa (II)
Contoh senyawa koordinasi tingkat tinggi
a. Bilangan koordinasi 4
Contoh senyawa dengan bilangan koordinasi 4 yaitu ion siaono cuprate (I)
[ Cu(CN)4]3- dan ion tetra cloroplatinate(II) [PtCl4]2b. Bilangan koordinasi 5
Contoh senyawa dengan bilangan koordinasi 5 yaitu penta siano Nikel(II) [Ni(CN) 5]3dan penta karbonil vanadium (III) [V(CO)5]3c. Bilangan koordinasi 6
Contoh senyawa dengan bilangan koordinasi 6 yaitu ion hexaamminenickel (II)
[Ni(NH3)6]2+ dan potassium hexacyanoferrate (II) K4[Fe(CN)6]
d. Bilangan koordinasi 7
Contoh senyawa dengan bilangan koordinasi 7 yaitu tetra karboniltribromotungsten
[W(CO)4Br3]- dan heptafloroniobium(II) [NbF7]2Jawaban Nomor 3

Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas ion kompleks (ditinjau dari aspek ion pusatnya)
antara lain :
a. Rapat muatan (perbandingan muatan dengan jari-jari atom.
Stabilitas ion kompleks bertambah jika rapat muatan ion pusat bertambah
b. CFSE (Crystal Field Stabilization Energy)
Stabilitas ion kompleks bertambah dengan adanya CFSE, karena CFSE pada dasarnya
merupakan energi penstabilan tambahan yang diakibatkan oleh terjadinya splitting
orbital d.
Ligan adalah spesies yang memiliki atom-atom yang dapat menyumbangkan sepasang
elektron pada ion logam pusat pada tempat tertentu dalam lengkung koordinasi. Sehingga,
ligan merupakan basa lewis dan ion logam adalah asam lewis. Jika ligan hanya dapat
menyumbangkan sepasang elektron (misalnya NH3 melalui atom N) disebut ligan unidentat.
Ligan ini mungkin merupakan anion monoatomik (tetapi bukan atom netral) seperti ion
halida, anion poliatomik seperti NO 2-, molekul sederhana seperti NH3 atau molekul kompleks
seperti piridin C5H5N (Petrucci, 1987).
Di antara ciri-ciri khas ligan yang umum diakui sebagai mempengaruhi kestabilan kompleks
dalam mana ligan itu terlibat, adalah :
a. kekuatan basa dari ligan itu,
b. sifat-sifat penyepitan (jika ada), dan
c. efek-efek sterik (ruang)
1. Apa yang dimaksud dengan atom pusat dan ligan?
Senyawa kompleks adalah senyawa yang mengandung paling tidak
satu ion kompleks. Ion kompleks terdiri dari satu atom pusat(central
metal cation)berupa logam transisi ataupun logam pada golongan
utama, yang mengikat anion atau molekul netral yang disebut
ligan (ligands). Agar senyawa kom-pleks dapat bermuatan netral,
maka ion kompleks dari senyawa tersebut, akan bergabung dengan ion
lain yang disebut counter ion. Jika ion kompleks bermu-atan positif,
maka counter ion pasti akan bermuatan negative dan sebaliknya. Di
dalam senyawa kompleks basa Lewis dikenal dengan nama LIGAN.
Dengan kata lain bahwa senyawa kompeks (koordinasi) dibentuk dari
gabungan asam basa Lewis yang berupa logam atau ion logam dan
basa Lewis yang berupa molekul netral atau ion negatif.

Sumber:
http://tekim.undip.ac.id/staf/istadi/files/2012/10/AhmadAndikaHimawan_
21030112120021_Rabu1030.pdf
http://aneeminiechem08028.files.wordpress.com/2010/05/lesson2_jenis-jenis-ligan-dan-senyawa-kelat.pptx

Sumber:
Asri. ____. Teori Geometri Molekul, (online), (http://www.scribd.com/doc/191492584/TeoriGeometri-Molekul#download, diakses tanggal 9 Maret 2014).