Anda di halaman 1dari 11

PANDUAN KOMUNIKASI EFEKTIF

PART-1
By adminOct 23, 2014Akreditasi 2012, Panduan

BAB I DEFINISI KOMUNIKASI EFEKTIF


A. PENGERTIAN
Komunikasi adalahSebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari seseorang
kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut mengerti
betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi. (Komaruddin,
1994;Schermerhorn, Hunt & Osborn, 1994; Koontz & Weihrich, 1988).
Secara etimologis, kata efektif (effective) sering diartikan dengan mencapai hasil yang
diinginkan (producing desired result), dan menyenangkan (having a pleasing effect).
Komunikasi efektif adalah sebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari
seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut
mengerti betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi.
(Komaruddin, 1994;Schermerhorn, Hunt & Osborn, 1994; Koontz & Weihrich, 1988).
B. TEORI KOMUNIKASI
1. Proses komunikasi:
Komunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud
oleh pengirim pesan/komunikator, pesan ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan oleh
penerima

pesan/komunikan

dan

tidak

ada

hambatan

untuk

hal

itu

(Hardjana,

2003).Gambar berikut memberikan ilustrasi proses komunikasi.


Unsur-unsur/elemen dalam komunikasi efektif :

Sumber/pemberipesan/komunikator(dokter,perawat, admission,Adm.Kasir,dll),
adalah orang yang memberikan pesan.

Sumber

(yang

menyampaikan

informasi)

adalah

orang

yang

menyampaikan isi pernyataannya kepada penerima/komunikan. Hal-hal yang


menjadi tanggung jawab pengirim pesan adalah mengirim pesan dengan jelas,
memilih media yang sesuai, dan meminta kejelasan apakah pesan tersebut sudah
di terima dengan baik. (konsil kedokteran Indonesia, hal.8)

Komunikator yang baik adalah komunikator yang menguasai materi,


pengetahuannya luas dan dalam tentang informasi yang yang disampaikan, cara
berbicaranyanya jelas dan menjadi pendengar yang baik saat dikonfirmasi oleh si
penerima pesan (komunikan)

Isi Pesan, adalah ide atau informasi yang disampaikan kepada komunikan.
Panjang pendeknya, kelengkapannya perlu disesuaikan dengan tujuan komunikasi,
media penyampaian, penerimanya.

Media/saluran pesan (Elektronic,Lisan,dan Tulisan) adalah sarana komunikasi dari


komunikator kepada komunikan. Media berperan sebagai jalan atau saluran yang
dilalui isi pernyataan yang disampaikan pengirim atau umpan balik yang disampaikan

penerima.Pesan dapat berupa berita lisan, tertulis, atau keduanya sekaligus.Pada


kesempatan tertentu, media dapat tidak digunakan oleh pengirim yaitu saat
komunikasi berlangsung atau tatap muka dengan efek yang mungkin terjadi berupa
perubahan sikap. (konsil kedokteran Indonesia, hal.8). Media yang dapat digunakan:
melalui telepon, menggunakan lembarlipat, buklet, vcd, (peraga)

Penerima

pesan/komunikan

Admission,Adm.)

atau

(pasien,

audience

adalah

keluarga

pasien,

pihak/orang

yang

perawat,

dokter,

menerima

pesan.

Penerima pesan berfungsi sebagai penerima berita.Dalam komunikasi, peran pengirim


dan penerima bergantian sepanjang pembicaraan.Tanggung jawab penerima adalah
berkonsentrasi untuk menerima pesan dengan baik dan memberikan umpan balik
kepada

pengirim.

Umpan

balik

sangat

penting

sehingga

proses

komunkasi

berlangsung dua arah. (konsil kedokteran Indonesia, hal.8).

Umpan Balik, adalah respon/tindakan dari komunikan terhadap respon pesan yang
diterimanya.

2. Pemberi pesan/komunikator yang baik:


Pada saat melakukan proses umpan balik, diperlukan kemampuan dalam hal-hal berikut
(konsil kedokteran Indonesia, hal 42):

Cara

berbicara

pertanyaan

tertutup

(talking),
dan

termasuk

kapan

cara

memakai

bertanya

pertanyaan

(kapan

menggunakan

terbuka),

menjelaskan,

klarifikasi, paraphrase, intonasi.

Mendengar (listening), termasuk memotong kalimat

Cara mengamati (observation) agar dapat memahami yang tersirat di balik yang
tersurat (bahasa non verbal di balik ungkapan kata/kalimatnya, gerak tubuh).

Menjaga sikap selama berkomunikasi dengan komunikan (bahasa tubuh) agar


tidak menggangu komunikasi, misalnya karena komunikan keliru mengartikan gerak
tubuh, raut tubuh, raut muka, dan sikap komunikator.

3. Sifat Komunikasi
Komunikasi itu bisa bersifat informasi (asuhan) dan edukasi (Pelyanan promosi).
Komunikasi yang bersifat infomasi asuhan didalam rumah sakit adalah:

Jam pelayanan

Pelayanan yang tersedia

Cara mendapatkan pelayanan

Sumber alternative mengenai asuhan dan pelayanan yang diberikan ketika


kebutuhan asuhan pasien melebihi kemampuan rumah sakit.

Akses informasi dapat di peroleh dengan melalui Customer Service, Admission,dan


Website.
Sedang komunikasi yang bersifat Edukasi (Pelayanan Promosi) adalah :

Edukasi tentang obat. (Lihat pedoman pelayanan farmasi)

Edukasi tentang penyakit. (Lihat Pedoman Pasien)

Edukasi pasien tentang apa yang harus di hindari. (Lihat Pedoman Pelayanan
Fisioterapi

Edukasi tentang apa yang harus dilakukan pasien untuk meningkatkan qualitas
hidupnya pasca dari rumah sakit. (Lihat Pedoman PelayananPedoman Gizi, Pedoman
Fisioterapi, Pedoman Farmasi).

Edukasi tentang Gizi. (Lihat Pedoman Gizi).

Akses untuk mendapatkan edukasi ini bisa melalui medical information dan nantinya
akan menjadi sebuah unit PKRS (Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit).

4. Syarat komunikasi efektif.


Syarat dalam komunikasi efektif adalah:

Tepat waktu

Akurat.

Lengkap

Jelas.

Mudah dipahami oleh penerima, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan


(kesalahpahaman).

5. Proses komunikasi efektif


Untuk mendapatkan komunikasi efektif, dilakukan melaui prinsip sebagai berikut:
a. Pemberi pesan secara lisanmemberikan pesan
b. Penerima pesan menuliskan secara lengkap isi pesan tersebut
c. Isi pesan dibacakan kembali (Read Back) secara lengkap oleh penerima pesan.
d. Pemberi pesanmemverifikas isi pesan kepada pemberi penerima pesan.
e. Penerima pesan mengklarifikasi ulang bila ada perbedaan pesan dengan hasil
verifikasi
Proses komunikasi efektif dengan prinsip, terima, catat, verifikasi dan klarifikasi dapat
digambarkan sebagai berikut:

Dalam berkomunikasi ada kalanya terdapat informasi misalnya nama obat, nama orang ,

dll. Untuk menverifikasi dan mengklarifikasi, ,maka komunikan sebaiknya mengeja huruf
demi huruf menggunakan alfabeth standart internasional yaitu:

6. Hukum dalam komunikasi efektif


5 ( lima ) Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective
Communication) terangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi
itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya
komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta
kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang
lain.Hukum komunikasi efektif yang pertama adalah :

a. Respect, pengertiannya:
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap
menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesanyangkita sampaikan.Jika kita
membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati,
maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan
meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan
sebagai sebuah tim.
b. Hukum komunikasi efektif yang kedua adalahEmpathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi
yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati
adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum
didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.Rasa empati akan menimbulkan respek atau
penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur
utama dalam membangun teamwork. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau
mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima
pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan
psikologis atau penolakan dari penerima
c. Hukum komunikasi efektif yang ketiga adalahAudible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika
empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan
balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh
penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media
atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima
pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media
maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar
pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.
d. Hukum komunikasi efektif yang keempat, adalah Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang
terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan
multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Karena kesalahan penafsiran
atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak
yang tidak sederhana. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam
berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau
disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan
atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan
pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
e. Hukum komunikasi efektif yang kelima adalah Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati.
Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa
menghargai orang lain, biasanya didasari olehsikaprendahhati yang kita miliki. Sikap
Rendah Hati pernah yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam
bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan

menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui
kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta
mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
7. Aspek komunikasi efektif juga meliputi lima hal:
a. Kejelasan (Clarity) pesan yang disampaikan.
b. Ketepatan (Accuracy) kebenaran informasi.
c. Konteks (Context) gaya bicara dan pesan disampaikan dalam situas yang tepat.
d. Alur (Flow) urutan pesan atau sistematika penyampaian.
e. Budaya (Culture) sesuai dengan bahasa,gaya bicara, dan norma-etika yang berlaku.
8. Secara tekniks, untuk mencapai komunikasi efektif, secara verbal
komunikasi memainkan teknik vocal :
1.

Speed/tempo kecepatan bicara; variatif, jangan terlalu cepat jangan pula terlalu
lambat.

2.

Volume tinggi-rendah nada bicara, disesuaikan dengan karakter dan jumlah


audiens.

3.

Aksentuasi penekanan (stressing) pada kata-kata tertentu.

4.

Artikulasi kejelasan kata demi kata yang diucapkan.

5.

Projection memproyeksikan (mengarahkan) suara sampai ke bagian paling


belakang ruangan tanpa harus berteriak.

6.

Pronounciation (Pelafalan) pelafalan kata demi kata secara jelas dan benar.

7.

Repetition (pengulangan) untuk mengulangi kata-kata penting dengan irama


yang berbeda.

8.

Hindari gumaman (Intruding Sound) terlalu sering.

9.

Ringkas, namun jelas. Jangan bertele-tele.

Secara non-verbal komunikasi dapat dibangun dengan gesture atau gerakan tubuh, cara
berpakaian sesuaikan dengan acara atau suasana, dan raut wajah.
Hasil survei Mechribian & Ferris menunjukkan, dalam komunikasi verbal, keberhasilan
menyampaikan informasi:
a. 55% ditentukan oleh bahasa tubuh(body language), postur, isyarat, dan dan kontak
mata.
b. 38 % ditentukan oleh nada suara.
c. 7 % saja ditentukan oleh kata-kata.
9. Faktor yang menentukan komunikasi efektif, antara lain:

Kepercayaan komunikan terhadap komunikator.

Kejelasan pesan yang disampaikan.

Keterampilan komunikasi komunikator .

Daya tarik pesan.

Kesesuaian isi pesan dengan kebutuhan komunikan.

Kemampuan komunikan dalam menafsirkan pesan (decoding).

Setting komunikasi kondusif atau nyaman dan menyenangkan.

10. Strategi komunikasi efektif antara lain:


a. Menguasai pesan/materi.
b. Mengenali karakter komunikan/audiens.
c. Kontak Mata (Eye Contact)
d. Ekspresi Wajah.
e. Postur/Gerak Tubuh
f. Busana yang sesuai dengan suasana.
Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada hal hal tersebut diatas maka kita
dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun
jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena
inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan
dan saling menguatkan dengan menjalankan komunikasi efektif di rumah sakit budi
rahayu blitar.

PANDUAN KOMUNIKASI EFEKTIF


PART 2
By adminOct 23, 201413.MKI - Manajemen Komunikasi Informasi, Panduan

BAB II RUANG LINGKUP


Panduan komunikasi efektif ini diterapkan dilingkup rumah sakit yang ditujukan kepada :

Pemberi pelayanan saat memberikan informasi lisan atau melalui telepon tentang
pelayanan, jam operasional, dan proses untuk mendapatkan pelayanan dirumah sakit
kepada masyarakat.

Antar pemberi pelayanan didalam dan keluar rumah sakit.

Petugas informasi saat memberikan informasi pelayanan rumah sakit kepada


pelanggan

Petugas PKRS saat memberikan edukasi kepada pasien

Semua karyawan saat berkomunikasi via telpon dan lisan

Pelaksana panduan ini adalah seluruh pemberi pelayanan, petugas laboratorium,petugas


radiologi, petugas informasi, pelaksana PKRS, dan semua karyawan di rumah sakit.
Dengan tujuan :
1.

Mendeskripsikan prosedur untuk memastikan pesan yang disampaikan


komunikator akan sampai pada komunikan dengan benar dan lengkap

2.

Mengurangi kesalahan persepsi akibat komunikasi secara lisan

3.

Tercapainya 5 hal pokok, yaitu :


1.

Membuat pendengar mendengarkan apa yang kita katakan

2.

Membuat pendengar memahami apa yang mereka dengar

3.

Membuat pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau


tidak menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar)

4.

Membuat pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita


dan maksud kita bisa mereka terima

5.

Memperoleh umpan balik dari pendengar

=====================================================
=======================
BAB III TATALAKSANA
A. Mekanisme penyampaian informasi ke seluruh rumah sakit
1. Fasilitas komunikasi di rumah sakit :

Phone

intern

Untuk melaksanakan komunikasi yang efektif di rumah sakit maka rumah sakit
menggunakan perangkat switching berupa sentral telepon otomatis yang mempunyai
fungsi menghubungkan antara beberapa tempat.perangkat ini di sebut PABX ( Private
Automatic Branch Exchange ).

PABX memberikan dua layanan yaitu :

Komunikasi Internal : Komunikasi Yang Dilakukan Dengan Ruang


Lingkup PABX Saja Tanpa Bantuan Pihak Lain, Atau Biasa Disebut Interkom.

Komunikasi Eksternal : Adalah Komunikasi Yang Dilakukan Extention


PABX Dengan Menggunakan Bantuan Pihak Lain Seperti Atau Operator
Telekomunikasi Lain, Contohnya Adalah Proses Penerimaan Telepon (Incoming
Call) Dan Melakukan Panggilan Keluar (outgoing Call)

Secara Umum PABX Berfungsi Untuk Menyediakan Sambungan Telepon


Internal Dan Sebagai By Pass Jika Akan Melakukan Telepon Keluar (Outgoing Call)
dan By Pass Jika Datang Panggilan Masuk (Incoming Call).Penggunaan telepon
intern di rumah sakit bertujuan untuk meningkatkan efektifitas komunikasi antar
bagian yang digunakan untuk kepentingan pelayanan kepada pasien maupun
antar petugas pelayanan di rumah sakit. Di rumah sakit memilliki 220 jaringan
telepon intern yang terpasang dan dapat digunakan sebagai alat komunikasi
intern di rumah sakit ..

Daftar No Telepon adalah sebagai berikut

001 = Unit .. ; 002 = Unit . ; dst.


Line

telekomunikasi

Adalah saluran koneksi telepon permanen antara dua titik yang disediakan oleh
rumah sakit budi rahayu.yang digunakan ketika terdapat kebutuhan komunikasidata
jarak

jauh

Pengertian

yang
Line

harus

dilakukan

Telepon

secara

(Saluran

terus-menerus.
Telepon)

Saluran telepon juga merupakan perangkat keras yang penting dan diperlukan untuk
menghubungkan komputer dengan internet. Penggunaan saluran telepon ini juga
diikuti dengan penggunan modem. Saat ini, kita tidak harus mendaftar lagi ke ISP,
misalnya dengan menggunakan paket Speedy yang secara langsung dapat melakukan
akses internet.

Fungsi

Line

Telepon

(Saluran

Telepon)

Fungsi Line Telepon (Saluran Telepon) untuk menghubungkan komputer dengan


internet.

Fax
Mesin faks adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen
dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan
telepon dengan hasil yang serupa dengan aslinya. Sedangkan Menurut A.G.
Pringgodigdo, mesin faks adalah sistem transmisitanpa kawat untuk gambar-gambar
dan grafik-grafik dengan cara mengatur sinarcahayadan foto elektriksel serta
mengubah bagian gelap dan terang dari suatu bahan sehingga dapat dipancarkan
dalam suara, lalu pesawat penerima akan mengubahnya kembali seperti aslinya
kepada kertas yang telah diolah secara ilmiah. Selain mengirimkan dokumen, mesin
faks juga mampu menghantarkan citra foto dengan fasilitas half tone. Mesin faks
biasanya terdiri dari modem, mesin fotokopi, alat pemindai gambar, dan alat pencetak
data (printer).Proses kerja mesin faks diawali dengan keharusan bahwa penerima dan
pengirim harus memiliki.

Cara penggunaan mesin fax :

Pengirim memasukkan dokumen yang hendak dikirim ke bagian feeder


mesin faks dan selanjutnya menekan nomor telepon mesin faks yang dituju.

Ketika koneksi telah terjadi dengan mesin faks tujuan, maka mesin faks
akan melakukan scanning dengan membaca area yang sangat kecil pada dokumen
tersebut.

Mesin faks tersebut akan mengubahnya menjadi suatu sinyal listrik untuk
kemudian menerjemahkan daerah yang dibaca sebagai daerah gelap atau terang
dengan menandainya 0 untuk gelap dan 1 untuk terang. Sinyal listrik tersebut
lalu ditransmisikan melewati saluran telepon dan menuju mesin penerima faks.
Mesin penerima tersebut kemudian menangkap dan mengartikan sinyal listrik
untuk membuat suatu dokumen yang persis sama dengan aslinya dan kemudian
mencetaknya.

Kertas

yang

digunakan

dalam

mencetak

dokumen

melalui

mesin

fax

adalahthermal paper yang peka panas (heat-sensitive thermal). Thermal Paper adalah
kertas yang dipenuhi dengan bahan kimiawi yang akan berubah warna ketika
dipanaskan. Kertas ini biasa digunakan pada pencetak termal.Permukaan thermal
paper dilapisi campuran bahan pewarna yang padat dan kandungan yang sesuai,
seperti fluoran leuco dye dan octadecylphosphonic acids.Thermal paper mengandung
konsentrat Bisphenol A yang cukup tinggi, yaitu bahan pemecah endokrin.

Untuk tindakan pencegahan, dalam dunia bisnis, kertas termal mesin faks tidak
dapat diakui sebagai bukti nyata dalam hukum undang-undang, kecuali jika telah
disalin terlebih dahulu.Hal ini terjadi karena tintayang digunakan pada kertas faks
mudah luntur, terutama jika disimpan dalam waktu yang lama.Selain itu, kertas
tersebut juga mudah tergulung dan gambar atau tulisan rentan pudar jika terkena
sinar matahari

Keunggulan mesin faks : membantu pengiriman suatu dokumen ke tempat yang


jauh dalam waktu singkat.

Kekurangan mesin faks : Dalam kualitas telah menurunkannya dalam posisi di


bawah surat elektronik atau emailsebagai bentuk alat transfer dokumen secara
elektronik yang telah tersebar luas dan digunakan banyak orang.

E-mail
E-mail secara harfiah dapat didefenisikan sebagai metode pengiriman, penerimaan,
dan penyimpanan pesan melalui sistem komunikasi elektronik berupa internet. Dari
pengertian email tersebut, jelas bahwa email mulai dari ditulis, dikirim, diterima,
sampai dengan dibaca dilakukan secara elektronis. Email adalah surat elektronik yang
dikirim dengan menggunakan internet, seperti layaknya surat biasa email dapat
ditujukan ke perorangan dan kelompok. Email bisa menjangkau seluruh dunia dengan
karena didukung jaringan global. Dengan email maka surat menyurat dapat dilakukan
dengan cepat tanpa harus menunggu tukang pos datang mengirimkan surat. Pengirim
email ke seluruh dunia tidak dibedakan biayanya baik jarak dekat atau jauh semuanya
sama. Secara sederhana cara kerja email dapat dijelaskan sebagai berikut :

Email dibuat atau ditulis menggunakan MUA (Mail User Agent) atau yang
dikenal dengan email client.

Proses pengiriman email tersebut ditangani oleh MTA (Mail Transfer Agent)
atau disebut pula dengan mail server.

Email juga membutuhkan alamat agar pesan bisa sampai ke tujuan. Contoh
alamat email misalnya suratemail@yahoo.co.id. Alamat email tersebut terdiri dari dua
komponen

yakni

direpresentasikan

identitas
oleh

dan

rsemail,

domain

atau

sedangkan

provider.

komponen

Komponen

domain

atau

identitas
provider

direpresentasikan oleh yahoo.co.id Keberadaan email memberikan terobosan baru


dalam sistem komunikasi memiliki keunggulan sekaligus kelemahan.

Keunggulan dari email dapat dijabarkan sebagai berikut :

Proses cepat mulai dari penulisan atau pengetikan email sampai dengan
pengiriman email hanya membutuhkan beberapa menit.

Caranya mudah karena hanya cukup mengetikkan pesan yang ingin


disampaikan dalam komputer.

Email dapat dikirim secara massa ke beberapa orang sekaligus.

Dapat mengirimkan file atau dokumen sebagai lampiran email.

Email dapat dibuat dimana dan kapan saja selama ada koneksi dengan
internet baik menggunakan komputer maupun ponsel.

Ditinjau dari sisi biaya, email lebih ekonomis.


Sementara kelemahan dari email di antaranya adalah :

Harus selalu online atau terhubung ke internet untuk membuat dan


mengirimkan email.

Harus selalu ingat username dan password account email.

Berpotensi untuk penyebaran virus dan spyware.

e) Web site

1.

Pengertian WEB

Website atau situs rumah sakit sebagai kumpulan halaman yang


menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi,
suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun
dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana
masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi
informasinya searah hanya dari rumah sakit saja. Bersifat dinamis apabila isi
informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah
berasal dari rumah sakit serta pengguna website.Web site rumah sakit termasuk
jenis website statis karena berisi profil rumah sakit dan dalam sisi
pengembangannya hanya bisa diupdate oleh pihak rumah sakit saja.

2.

Fungsi WEB

Media Promosi : Sebagai media promosi utama maupun penunjang


promosi utama rumah sakit , website dapat berisi informasi yang lebih lengkap
daripada media promosi offline seperti leaflet, brosur, koran atau majalah.

Media Pemasaran : Pada rumah sakit . website merupakan media


pemasaran yang cukup baik karena dibandingkan dengan
leafet,brosur,Koran,majalah,TV,radio dan dapat beroperasi 24 jam serta dapat
diakses darimana saja.

Media Informasi : Website rumah sakit yang bersifat global dapat


diakses dari mana saja selama dapat terhubung ke internet, sehingga dapat
menjangkau lebih luas daripada media informasi konvensional seperti koran,
majalah, radio atau televisi yang bersifat lokal.

Media Komunikasi :Web site rumah sakit . dibangun untuk berkomunikasi


seperti forum yang dapat memberikan fasilitas fasilitas bagi para anggotanya
untuk saling berbagi informasi atau membantu pemecahan masalah tertentu.