Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Krisis moneter yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 telah
berubah menjadi krisis ekonomi. Krisis ini telah menyebabkan merosotnya
perekonomian Indonesia, dan kini belum menunjukkan akan berakhir. Kondisi
ekonomi negara yang terus memburuk ditambah dengan krisis yang
berkepanjangan,

mengakibatkan

banyak

perusahaan

yang

mengalami

kemunduran, dan berakhir bangkrut. Salah satu yang terkena imbas dari krisis
ialah sektor Industri.
Sejalan dengan turunnya laju pertumbuhan sektor industri, persaingan
antar industri sejenis pun menjadi sangat kompetitif. Sehubungan dengan keadaan
ini, manajemen mempunyai peran yang amat penting dalam pencapaian tujuan
perusahaan, yaitu untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan,
dengan pengoptimalan sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti :
mesin, material, modal, dan manusia secara efektif serta efisien. Berhasil atau
tidaknya pencapaian perusahaan, bergantung pada manajemen perusahaan
tersebut, apakah manajemen suatu perusahaan sudah mampu mencapai tujuan
perusahaan yang sebenarnya, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka
panjang. Ukuran yang sering dipakai untuk, menilai berhasil atau tidaknya
manajemen suatu perusahaan adalah laba yang dihasilkan dari operasional
perusahaan.
Biaya menentukan harga jual produk untuk mencapai tingkat laba yang
diinginkan, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan volume
penjualan langsung mempengaruhi volume produksi, dan volume produksi sangat
mempengaruhi biaya.
Salah satu jenis informasi yang dibutuhkan oleh manajemen sebagai dasar
perencanaan dan pengambilan keputusan adalah informasi akuntansi diferensial
(differential accounting information). Informasi akuntansi diferensial adalah suatu

informasi akuntansi yang menyajikan perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya


dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan lain.
Manajemen membutuhkan informasi akuntansi diferensial ini untuk
memilih alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang tersedia,
pemilihan alternatif akuntansi diferensial mempunyai dua karakteristik, yaitu :
informasi masa yang akan datang dan informasi berbeda di antara yang akan
diambil oleh pengambil keputusan.
Pada informasi akuntansi diferensial, umumnya manajemen menghadapi
empat macam pengambilan keputusan dalam jangka pendek, yaitu membeli atau
membuat sendiri, menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk,
menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha
suatu bagian perusahaan, menerima atau menolak pesanan khusus. Keputusan
membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen terutama dalam
perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang
memproduksi berbagai jenis produk.
Salah satu keputusan yang perlu diambil dalam perencanaan pada setiap
alternatif adalah membeli atau membuat sendiri suatu komponen bahan baku.
Sebelum membuat keputusan, pihak manajemen membandingkan alternatifalternatif sebelumnya. Setiap alternatif yang dibandingkan dengan alternatif
lainnya, tentu dilihat mana biaya yang lebih meringankan perusahaan tetapi
hasilnya akan lebih besar atau sekurang-kurangnya sama.
Kesalahan dalam mengambil keputusan dapat mengakibatkan perusahaan
akan kehilangan laba, apalagi pada saat situasi perekonomian tidak menentu
seperti saat ini, kondisi perusahaan akan semakin terjepit, untuk itu pihak
manajemen harus hati-hati dalam menentukan suatu keputusan.
B. Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam isi makalah ini yaitu:
1. Bagaimana konsep informasi akuntansi diferensial?
2. Seperti apa manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan
keputusan?

C. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini secara umum bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui bagaimana konsep informasi akuntansi diferensial,
2. Untuk mengetahui seperti apa manfaat informasi akuntansi diferensial dalam
pengambilan keputusan,
D. Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memperluas wawasan pembaca
dan menjadi referensi bagi pihak berkepentingan sehingga diharapkan tidak
hanya mengetahui tetapi juga memahami penghasilan dalam akuntansi
perpajakan.
E. Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi pustaka.
Penulis mencari bahan melalui studi kepustakaan berupa buku literatur, makalah,
artikel media massa termasuk internet.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Konsep Informasi Akuntansi Diferensial


Konsep Informasi Akuntansi Diferensial merupakan informasi akuntansi
yang dihubungkan dengan pemilihan alternatif suatu tindakan tertentu
dibandingkan dengan tindakan lain. Dengan kata lain informasi tersebut
diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan
alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang tersedia.
Menurut

Mulyadi

(2001:115)

Informasi

akuntansi

diferensial

merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan / atau biaya dalam


alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang
lainnya.
Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok :
1. Merupakan informasi yang akan datang
2. Berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil
keputusan.
Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan
mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang
tersedia. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa depan, maka
informasi akuntansi yang relevan adalah informasi masa yang akan datang pula.
Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut pemilihan alternatif di
antara berbagai alternatif yang tersedia, maka informasi akuntansi yang
bermanfaat adalah informasi akuntansi yang berbeda di antara tiap-tiap
alternatif yang akan dipilih.
Informasi akuntansi diferensial merupakan informasi akuntansi yang
dihubungkan dengan pemilihan alternatif. Informasi akuntansi diferensial
merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan atau biaya dalam
alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain.
Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan

mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang


tersedia.
Informasi akuntansi diferensial terdiri dari biaya, pendapatan dan aktiva.
Informasi akuntansi diferensial yang hanya berkaitan dengan aktiva disebut
aktiva diferensial (differential assets), yang hanya berkaitan dengan pendapatan
disebut pendapatan diferensial (differential revenues) dan yang berkaitan dengan
biaya disebut biaya diferensial ( differential costs).
Perbedaan biaya penuh dengan biaya diferensial
Full costs
Unsur biaya
Biaya langsung + Biaya tidak
langsung

Sumber informasi

Catatan akuntansi reguler


perusahaan

Perspektif waktu

Masa lalu dan masa mendatang

Differential costs
Biaya berbeda dalam kondisi
yang berbeda.
Contoh: jika pengambilan
keputusan berkaitan dengan
pemanfaatan kapasitas
produksi maka biaya
diferensial yang sangat penting
dalam pengambilan keputusan
adalah perubahan biaya dalam
hubungannya dengan
perubahan volume kegiatan.
Dengan merancang sistem
akuntansi yang dapat
memisahkan biaya menurut
perilakunya dan memisahkan
biaya menurut hubungan biaya
dengan cost objectives
sehingga memudahkan
penaksiran biaya diferensial
sesuai dengan masalah yang
dihadapi oleh pengambil
keputusan.
Masa mendatang

Informasi akuntansi diferensial diperlukan oleh pihak manajemen untuk


pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik di
antara beberapa alternatif keputusan yang tersedia. Karena pengambilan
keputusan selalu menyangkut masa depan, maka informasi akuntansi yang

relevan adalah informasi yang akan datang. Informasi akuntansi diferensial


terdiri dari :
1. Pendapatan diferensial, bermanfaat untuk pengambilan keputusan,
pendapatan diferensial adalah pendapatan yang berbeda diantara berbagai
alternatif keputusan yang mungkin dipilih. Pendapatan masa lalu atau masa
yang akan datang yang tidak berbeda diantara berbagai alternatif keputusan
yang mungkin dipilih bukan merupakan pendapatan diferensial. Jadi,
karakteristik pendapatan diferensial adalah pendapatan masa yang akan
datang dan pendapatan yang berbeda diantara berbagai alternatif
keputusan.
2. Aktiva diferensial, berguna memberikan ukuran berapa jumlah dana yang
akan ditanamkan dalam penggantian aktiva tetap tertentu.
3. Biaya diferensial, merupakan biaya yang akan datang yang berbeda
diantara berbagai macam alternatif keputusan yang mungkin dipilih.
Besarnya biaya diferensial dihitung dari perbedaan biaya pada alternatif
tertentu dibandingkan dengan biaya pada alternatif lainnya. Jadi,
karakteristik biaya diferensial adalah biaya masa yang akan datang dan
biaya yang berbeda diantara berbagai alternatif keputusan.
4. Biaya yang akan datang, merupakan biaya yang diharapkan akan terjadi
selama periode waktu yang tercakup oleh keputusan yang akan dibuat.
Biaya masa lalu tidak diferensial untuk pembuatan keputusan, namun
bermanfaat untuk meramal biaya yang akan terjadi dimasa yang akan
datang.
5. Laba diferensial, erat hubungannya dengan pengertian pendapatan
diferensial dan biaya diferensial. Laba diferensial adalah laba yang akan
datang yang berbeda diantara berbagai alternatif yang mungkin dipilih.
Besarnya laba diferensial dihitung dari perbedaan antara laba pada
alternatif tertentu dibandingkan dengan laba pada alternatif lainnya.
Besarnya laba diferensial diperhitungkan dengan rumus:
Laba diferensial = Pendapatan diferensial Biaya diferensial

Laba masa yang lalu atau laba masa yang akan datang namun tidak
berbeda diantara alternatif keputusan yang mungkin dipilih bukan merupakan
laba diferensial dan oleh karena itu dipertimbangkan dalam pengambilan
keputusan. Dari definisi yang telah diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa karakteristik laba diferensial adalah laba masa yang akan datang dan
laba yang berbeda diantara alternatif keputusan.
B.

Manfaat Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan


Manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan
jangka pendek. Umumnya manajemen menghadapi 4 macam pengambilan
keputusan jangka pendek yaitu :
1) Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )
2) Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk ( Sell or process
further )
3) Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan
usaha suatu bagian perusahaan ( stop or continue product line )
4) Menerima atau menolak pesanan khusus ( special order decision )

1. Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )


Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi
dua macam:
a) Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh
perusahaan yang sebelumnya memproduksi sendiri produknya,
kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari
pemasok. (Tipe 1)

b) Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh


perusahaan yang sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok
luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk
tersebut. (Tipe 2)
a. Tipe 1 umumnya merupakan keputusan manajemen jangka pendek, yang
tidak menyangkut investasi jangka panjang. Dua kemungkinan yang
dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
1) Fasilitas

yang

digunakan

untuk

memproduksi

tidak

dapat

dimanfaatkan jika produk dihentikan produksinya karena manajemen


memilih alternatif membeli dari luar. Untuk pengambilan keputusan,
manajemen perlu memperhitungkan pengorbanan dan manfaat dari
pemilihan alternatif membeli atau membuat sendiri. manfaat dari
pemilihan alternatif membeli dari luar yaitu besarnya biaya
diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika
kegiatan membuat sendiri dihentikan. Pengorbanan dari pemilihan
alternatif membeli dari luar yaitu : sebesar biaya diferensial yang
berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok
luar.
Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari
luar lebih menguntungkan jika dipilih.
Jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membeli dari
luar sebaiknya tidak dipilih.
2) fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan
untuk usaha lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan
produksinya, karena manajemen memilih alternatif membeli dari
luar. Jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian
mempertimbangkan akan membeli dari luar, manfaat dari pemilihan

alternatif membeli dari luar adalah besarnya biaya diferensial, yang


berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan
membuat sendiri dihentikan dan pendapatan diferensial dari
pemanfaatan fasilitas dalam usaha bisnis lain.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah
sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk
membeli produk dari pemasok luar.
Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari
luar lebih menguntungkan jika dipilih. Jika manfaat lebih kecil dari
pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih.
b. Tipe 2 umumnya

merupakan keputusan manajemen jangka panjang,

karena kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar


untuk pengadaan mesin dan perlengkapan produksi.
Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan
keputusan ini :
1) Keputusan membuat sendiri tidak memerlukan tambahan fasilitas
produksi, karena manajemen dapat memanfaatkan kapasitas yang
masih menganggur dari mesin dan perlengkapan yang telah dimiliki
sebelumnya.
Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar dan kemudian
mempertimbangkan akan membuat sendiri, manfaat dari pemilihan
alternatif membuat sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang
berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost)

sebagai akibat

membeli produk dari pemasok luar.

Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar


biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi sendiri produk tersebut.
Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membuat sendiri
lebih menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya jika manfaat lebih kecil
dari pengorbanan alternatif membuat sendiri sebaiknya tidak dipilih.
2) Keputusan

membuat

sendiri

akan

mengakibatkan

manajemen

memerlukan tambahan investasi dalam mesin dan ekuipmen . Jika


perusahaan

sebelumnya

membeli

dari

luar

dan

kemudian

mempertimbangkan akan membuat sendiri, serta memerlukan mesin


dan ekuipmen untuk memproduksi sendiri,manfaat dari pemilihan
alternatif membuat sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang
berupa biaya yang terhindarkan (avidable cost) sebagai akibat
membeli produk dari pemasok luar. Pengorbanan dari pemilihan
alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang
berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk
tersebut.
Manfaat bersih yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya
investasi dalam mesin dan ekuipmen (aktiva penuh) untuk
memutuskan apakah manfaat bersih yang diperoleh sebanding dengan
investasi yang akan dilakukan.

10

Berbagai kemungkinan alternatif dalam keputusan membeli


atau membuat sendiri
Fasilitas yang digunakan untuk membuat dihentikan
Biaya diferensial berupa biaya terhindarkanA
Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luarB
Keputusan
Perusahaan sekarang membuat dan mempertimbangkan
akan membeli dari pemasok luar (outsourcing)
Jika A > B, alternatif membeli dapat dipilih
Jika A < B, alternatif membeli tidak dapat dipilih

Fasilitas yang digunakan untuk membuat dapat disewakan atau dioperasi


Biaya diferensial berupa biaya terhindarkanA
Pendapatan diferensialB
Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luarC
Keputusan
Membuat
Jika (A+B) > C, alternatif membeli dapat dipilih
Atau Membeli?
Jika (A+B) < C, alternatif membeli tidak dapat dipilih

Tidak diperlukan tambahan fasilitas produk


Biaya diferensial : harga beli yang dapat dihin
Biaya diferensial : biaya untuk membuatB
Perusahaan sekarang membeli dari pemasok luar dan mempertimbangkan akan membuat sendiri (in-house sourcing)
Keputusan
Jika A > B, alternatif membuat dapat dipilih
Jika A < B, alternatif membuat tidak dapat dip

Diperlukan tambahan fasilitas produksi


Biaya diferensial : harga beli yang dapat dihindariA
Biaya diferensial : biaya untuk membuatB
Aktiva diferensial berupa investasi dalam fasilitasC
Keputusan
Jika selama umur ekonomis fasilitas produksi jumlah nilai tunai (A-B) > C, alte

Membeli atau Membuat Sendiri dengan Pendekatan Konvensional


dan Pendekatan Activity Based Costing.

11

Contoh :
Alternatif 1 (Membuat Sendiri)
Rincian Biaya pembuatan suku cadang pada PT Andalas Putra
adalah sebagai berikut (Jumlah Produksi : 100.000 unit)
Biaya Bahan baku ......................................Rp.

500.000

Biaya tenaga kerja .....................................Rp. 2.000.000


Biaya Overhead Variable ..........................Rp.

800.000

Biaya Overhead Tetap


Biaya tetap langsung.
Biaya Supervisi ..........................................Rp.

500.000

Biaya Sewa equipment ..............................Rp.

700.000

Biaya Tetap tidak langsung ........................Rp. 3.000.000


Total Biaya..................................................Rp. 7.500.000
Alternatif -2 Membeli dari Pihak luar
Jika perusahaan membeli dari pihak luar, maka harga yang ditawarkan
adalah sebesar Rp. 70 per unit.
Pendekatan Konvensional
Keputusan Membeli atau membuat sendiri berdasarkan pendekatan
konvensional,

biaya

terhindarkan

secara

sederhana

hanya

diidentifikasikan berdasarkan besarnya biaya variabel dan biaya tetap


langsung. Biaya variabel dan tetap langsung dianggap akan dapat
dihindarkan jika alternatif membeli suku cadang dari pemasok luar
dipilih. Biaya tetap tidak langsung bukan merupakan biaya diferensial,
karena alternatif

manapun yang dipilih, tidak akan terpengaruh oleh

keputusan yang diambil.

12

Analisis Biaya Diferensial Alternatif Membuat atau Membeli dengan


Pendekatan Konvensional
Alternatif Membuat
Biaya Bahan baku ......................................Rp.

500.000

Biaya tenaga kerja .....................................Rp. 2.000.000


Biaya Overhead Variable ..........................Rp.

800.000

Biaya Overhead Tetap


Biaya tetap langsung..................................Rp.

500.000

Biaya Sewa equipment ..............................Rp.

700.000

Total Biaya .................................................Rp. 4.500.000


Biaya per unit

: Rp. 4.500.000 / 100.000

Rp. 45 per unit


Alternatif Membeli :
Biaya Membeli = Rp. 70 x 100.000 = Rp. 7.000.000
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
membeli dari luar tidak menguntungkan karena biaya yang dikeluarkan
dalam alternatif membeli lebih besar Rp. 2.500.000 daripada alternatif
membuat sendiri.
Pendekatan Activity Based Costing.
Dengan pendekatan dalam konsep ABC (Activity Based Costing) biaya
untuk pembuatan produk di atas dapat dirinci lagi ke dalam bentuk
activity selain biaya-biaya dengan pendekatan tradisional.

13

Misal Perincian biaya tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :


Keterangan

BOP
Unit Level
Biaya Tenaga Listrik
Batch Related
Biaya Inspeksi
Biaya penanganan
bahan
Biaya persiapan
produksi
Prod. Sustaining
Biaya rekayasa

Cost Driver dan Tarif per Cost


Driver
Cost Driver
Tarif per unit
Cost Driver

Kwh

Konsumsi
Cost
Driver

Rp. 30

50.000

Jam Inspeksi
Frek. pindah

Rp. 150
Rp. 200

10.000
.5000 x

Jam
persiapan

Rp. 100

8.000

Rp. 25.000

20

Order
rekayasa

Dari informasi di atas dapat dibuat suatu perhitungan analisis dengan


pendekatan Activity Based Costing dalam pengambilan keputusan
membuat sendiri atau membeli dari pihak luar.
Penentuan Biaya Diferensial dalam alternatif Membuat Sendiri
Biaya bahan baku ......................................Rp.

500.000

Biaya tenaga kerja .....................................Rp. 2.000.000


Biaya overhead pabrik variabel .................Rp.

800.000

Biaya Overhead Pabrik :


Unit level
Biaya tenaga listrik ...............................Rp. 1.500.000
Batch Related
Biaya penanganan bahan ......................Rp. 1.000.000
14

Biaya persiapan produksi .....................Rp.

800.000

Biaya inspeksi .......................................Rp. 1.500.000


Product sustaining
Biaya rekayasa ......................................Rp.

50.000

Biaya sewa ekuipmen ...........................Rp.

700.000

Jumlah Biaya Diferensial ..........................Rp. 8.850.000


Keputusan :
Berdasarkan alternatif di atas, apabila dibandingkan antara alternatif
membuat sendiri dan membeli dari pihak luar, maka keputusan membeli
dari pihak luar merupakan pilihan yang paling tepat, karena dengan
membeli dari pihak luar berarti perusahaan dapat menghemat sebesar Rp.
8.850.000 Rp. 7.000.000 = Rp. 1.850.000
2. Menjual atau Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk
Dalam pengambilan keputusan ini informasi akuntansi diferensial
yang diperlukan oleh manajemen adalah : pendapatan diferensial
dengan biaya diferensial jika alternatif memproses lebih lanjut dipilih .
Berbagai kemungkinan Alternatif dalam Keputusan Menjual atau
Memproses Lebih Lanjut, dapat dilihat sebagai berikut :

15

Pendapatan diferensialRp xx

Tidak diperlukan tambahan fasilitas produksi

Biaya diferensialRp xx A

Keputusan
Jika A positif, pilih alternatif memproses lebih lanjut
Jika A negatif, jangan pilih alternatif memproses lebih lanjut

Menjual atau memproses lebih lanjut

Pendapatan diferensialRp xx
Biaya diferensialRpxx A
Aktiva diferensial B

Diperlukan tambahan fasilitas produksi

Keputusan

Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih besar daripada B, alternatif memproses lebih lanju
Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih kecil daripada B, alternatif memproses lebih lanjut s

Contoh Kasus :
PT Sinsie adalah sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang
yakni XA-1 yang dijual dengan harga Rp. 50.000 per satuan. Sedangkan
biaya penuh yang diperlukan untuk membuat barang tersebut adalah
sebagai berikut :
Biaya per satuan
Biaya Bahan Baku ..............................................Rp. 5.720
Biaya Tenaga kerja langsung...............................Rp. 6.280
Biaya Overhead Pabrik (V).................................Rp. 7.400
Biaya Overhead Pabrik (T) .................................Rp. 6.260
Biaya Administrasi (T) ........................................Rp. 6.430
Biaya pemasaran (T)............................................Rp. 8.200
Rp. 40.290
Diketahui volume penjualan diperkirakan sebanyak : 60.000 satuan.

16

Berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa pihak manajemen


mempertimbangkan untuk memproses lebih lanjut menjadi barang XA-2.
Dalam pelaksanaannya tidak diperlukan investasi dalam mesin dan
perlengkapan, namun hanya memerlukan biaya pengolahan lebih lanjut
yakni sebesar Rp. 5.620 per satuan. Sedang di pasaran barang XA-2
cukup banyak permintaan dengan harga jual Rp. 56.000,Diminta :
Berdasarkan informasi di atas, apakah pertimbangan untuk memproses
lebih lanjut merupakan keputusan yang paling tepat dalam pemilihan ini ?
Penyelesaian :
Jika alternatif Menjual yang dipilih, maka keuntungan yang diperoleh
adalah :
Laba

= ( Rp. 50.000 x 60.000 unit) ( Rp. 40.290 x 60.000 unit)


= Rp. 3.000.000.000 - Rp. 2.417.400.000
= Rp. 582.600.000

Jika alternatif Memproses lebih lanjut, maka keuntungan yang diperoleh


adalah :
Laba

= Pendapatan diferensial - Biaya diferensial

( Rp. 70.000 Rp. 50.000 ) x 60.000 unit

= Rp. 1.200.000.000

Rp. 8.670 x 60.000 unit

= Rp.

520.200.000

Rp.

679.800.000

Keputusan :
Berdasarkan informasi, maka keputusan memproses lebih lanjut adalah
keputusan yang paling tepat, karena memberikan keuntungan yang lebih
besar.

17

3.

Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu atau


Kegiatan Usaha Bagian Perusahaan
Dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam
keluarga produk (product line ) atau yang memilki berbagai departemen
penghasil laba. Adakalanya manajemen puncak menghadapi salah satu
keluarga produknya atau salah satu departemennya mengalami kerugian
usaha yang akan diperkirakan akan berlangsung terus.
Dalam

menghadapi

kondisi

ini,

manajemen

perlu

mempertimbangkan keputusan menghentikan atau tetap melanjutkan


produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang mengalami
kerugian. Informasi yang relevan untuk dipertimbangkan dalam
pengambilan keputusan ini adalah biaya diferensial dan pendapatan
diferensial. Dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan
departemen tertentu perusahaan akan kehilangan kesempatan memperoleh
pendapatan dari produk/departemen tertentu (foregone revenues).
Pendapatan hilang ini merupakan informasi pendapatan diferensial dan
merupakan pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternatif
menghentikan produksi produk atau departemen tertentu.
Di lain pihak, dengan dihentikannya usaha departemen tertentu,
perusahaan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang mirip
informasi akuntansi diferensial . Jika biaya terhindarkan (yang mirip
manfaat yang diperoleh ) lebih besar dari pendapatan yang hilang ( yang
mirip pengorbanan) akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan
usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian sebaiknya dipilih.
Jika biaya terhindarkan lebih kecil dari dari pendapatan yang hilang
akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen
tertentu, maka alternatif penghentian tersebut tidak dipilih.

18

Berbagai kemungkinan alternatif dalam keputusan menghentikan


produksi atau kegiatan
Biaya diferensial:
Fasilitas produksi yang lama dihentikan pemakaiannya
biaya terhindarkanRpxx
Pendapatan diferensial:
foregone revenuesRpxx -

Menghentikan atau melanjutkan produksi / kegiatan


Keputusan
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
Jika A negatif, penghentian produksi produk sebaiknya tidak dipilih
Biaya diferensial:
* Biaya
terhindarkanRpxx
Fasilitas produksi lama dapat dimanfaatkan dalam kegiatan
bisnis
yang lain
* Biaya kesempatanRpxx Jumlah biaya diferensialRpxx
Pendapatan diferensial:
foregone revenuesRpxx A
Keputusan
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
Jika A negatif, penghentian produksi produk sebaiknya tidak dipilih

Contoh : Suatu toko memiliki 3 departemen : departemen kosmetika


,departemen pakaian, departemen bahan kelontong. Laporan laba - rugi
tiap departemen tahun anggaran 20x4 disajikan sebagai berikut:
Kosmetika

Pakaian

Barang Kelontang
Hasil Penjualan

Rp. 50.000.000

Rp. 25.000.000

Rp. 25.000.000

Biaya Variabel

Rp. 25.000.000

Rp. 10.000.000

Rp. 12.000.000

Laba Kontribusi

Rp. 25.000.000

Rp. 15.000.000

Rp. 13.000.000

Rp. 10.000.000

Rp. 8.000.000

Rp. 11.000.000

By. tetap tak terhindarkanRp. 3.000.000

Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000

Jumlah biaya tetap

Rp. 13.000.000

Rp. 13.000.000

Rp. 14.000.000

Laba (rugi) bersih

Rp. 12.000.000

Rp. 4.000.000

(Rp. 1.000.000)

By. tetap terhindarkan

19

Gambar. Laporan Laba - rugi per departemen tahun anggaran 20x4


Manfaat :
Biaya diferensial berupa biaya yang terhindarkan dengan ditutupnya
Kegiatan usaha Departemen barang kelontang:
Biaya variabel

Rp. 12.000.000

Biaya tetap terhindarkan

Rp. 11.000.000

Total manfaat (benefit)

Rp. 23.000.000

Pengorbanan
Pendapatan diferensial yang berupa pendapatan
Penjualan yang hilang dengan ditutupnya kegiatan
Usaha departemen barang kelontong

Rp. 25.000.000

Manfaat lebih kecil dari pengorbanan jika alternatif menghentikan


kegiatan
Usaha departemen barang kelontong dipilih

Rp

2.000.000

4. Menerima atau Menolak Pesanan Khusus


Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak (pesanan
khusus), informasi akuntansi adalah pendapatan diferensial dan biaya
diferensial. Jika pendapatan diferensial (yaitu tambahan pendapatan
dengan diterimanya pesanan khusus tersebut) lebih tinggi dibandingkan
dengan biaya diferensial (yaitu tambahan biaya karena memenuhi
pesanan khusus tersebut) maka pesanan khusus tersebut sebaiknya
diterima. Di lain pihak , jika pendapatan diferensial lebih rendah
dibandingkan dengan biaya diferensial, maka pesanan khusus sebaiknya
ditolak.
Contoh :
PT. Oki memproduksi produk X dalam pabrik yang berkapasitas
200.000 satuan per tahun . Untuk tahun anggaran 20X1 perusahaan

20

merencanakan akan memproduksi dan menjual produk X sebanyak


150.000 satuan dengan harga jual sebesar Rp.1.250 persatuan. Anggaran
biaya untuk tahun tersebut sebagai berikut:
Persatuan

Total

Biaya Variabel:
Biaya Produksi variabel
Biaya. komersial variabel

Rp.400

Rp.60.000.000

120

18.000.000

Biaya Produksi tetap

300

45.000.000

Biaya Komersial tetap

150

22.500.000

Biaya Tetap:

Rp.970

Rp.145.000.000

Gambar: Data biaya persatuan dan total biaya produk X


Misal perusahaan menerima pesanan khusus ( di luar pesanan yang reguler )
sebanyak 30.000 satuan produk X dari perusahaan lain. Harga yang diminta
oleh pemesan Rp.750 perpesanan.
Pendapatan diferensial : 30.000 satuan x Rp.750

Rp.22.500.000

Biaya diferensial:
Biaya Produksi Variabel

Rp.12.000.000

Biaya Komersial Variabel

Rp. 3.600.000
Rp.15.600.000

Laba Diferensial

Rp. 6.900.000

Gambar Pendapatan & biaya diferensial yang dipertimbangkan dalam


pengambilan keputusan Menerima atau menolak pesanan khusus.
Berdasarkan informasi akuntansi diferensial seperti disajikan di atas
maka sebaiknya PT. Oki menerima pesanan khusus tersebut.

21

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis di atas, maka dapat diambil kesimpulan yang
merupakan jawaban dari tujuan penulis yaitu sebagai berikut:
Penggunaan informasi akuntansi diferensial sangat bermanfaat terhadap
manajemen perusahaan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk
dapat membandingkan keputusan manakah yang lebih menguntungkan di antara
membeli atau membuat sendiri. Perbandingan penghitungan biaya-biaya yang
dikeluarkan oleh kedua alternatif menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan
jika perusahaan membeli dari pihak luar lebih besar dibandingkan jika
perusahaan membuat sendiri. Dengan menggunakan informasi akuntansi
diferensial telah diketahui bahwa alternatif membuat sendiri dapat menghemat
biaya produksi, maka keputusan yang diambil oleh Manajemen perusahaan
adalah membuat sendiri.
B. Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan sebagai bahan pertimbangan
perusahaan adalah sebaiknya manajemen perusahaan menerapkan informasi
akuntansi diferensial apabila dihadapkan pada pengambilan keputusan membeli
atau membuat sendiri suatu produk dan penulis menyarankan untuk membuat
sendiri bahan baku produksi mengingat biaya yang dikeluarkan lebih rendah
dari pada membeli dari luar karena dapat melakukan penghematan biaya dan
juga lebih menguntungkan. Keuntungan lainnya adalah Usaha perusahaan bisa
lebih menjamin kualitas bahan baku produksi.
DAFTAR PUSTAKA

22

Armila Krisna Warindrani. 2006. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu


.
Hansen dan Mowen. 2000. Akuntansi Manajemen: Edisi 4. Jakarta: Erlangga
Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi Tiga.
Jakarta: Salemba Empat

23