Anda di halaman 1dari 13

KETERLAMBATAN BICARA,

BERBAHAYA ATAU TIDAK BERBAHAYA


Dr Widodo Judarwanto SpA
Rumah Sakit Bunda Jakarta
Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering
ditemukan pada anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan
menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 10% pada anak sekolah.
Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat luas dan banyak, terdapat beberapa resiko yang harus
diwaspadai untuk lebih mudah terjadi gangguan ini.
Semakin dini kita mendeteksi kelainan atau gangguan tersebut maka semakin baik pemulihan
gangguan tersebut Semakin cepat diketahui penyebab gangguan bicara dan bahasa pada maka
semakin cepat stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini gangguan
bicara dan bahsa ini harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini,
mulai dari orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak
yang merawat anak tersebut.
Pada anak normal tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu dilakukan stimulasi kemampuan
bicara dan bahasa sejak lahir bahkan bisa juga dilakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan
stimulasi lebih dini digarapkan kemampuan bicara dan bahsa pada anak lebih optimal, sehingga dapat
meningkatkan kualitas komunikasinya.
Penanganan keterlambatan bicara dilakukan pendekatan medis sesuai dengan penyebab kelainan
tersebut. Biasanya hal ini memerlukan penanganan multi disiplin ilmu di bidang kesehatan, di
anataranya dokter anak dengan minat tumbuh kembang anak, Rehabilitasi Medik, Neurologi anak,
Alergi anak, atau klinisi atau praktisi lainnya yang berkaitan.

PENYEBAB
Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses
pendengaran, penerus impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Berikut ini adalah
beberapa penyebab gangguan bicara.
Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa
sistem tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan
penyebab ganguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya
merujuk ke otak kiri. Beberapa anak juga ditemukan penyimpangan belahan otak kanan, korpus
kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan.
Hal lain dapat juga di sebabkan karena diluar organ tubuh seperti lingkungan yang kurang
mendapatkan stimulasi yang cukup atau pemakaian 2 bahasa. Namun bila penyebabnya karena
lingkungan biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.
Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah sebagai berikut:
GANGGUAN PENDENGARAN.
Anak yang mengalami gangguan pendengaran kurang mendengar pembicaraan disekitarnya.
Gangguan pendengaran selalu harus difikirkan bila ada keterlambatan bicara. Terdapat beberapa
penyebab gangguan pendengaran, bisa karena infeksi, trauma atau kelainan bawaan. Infeksi bisa
terjadi bila mengalami infeksi yang berulang pada organ dalam sistem pendengaran. Kelainan bawaan
biasanya karena kelainan genetik, infeksi ibu saat kehamilan, obat-obatan yang dikonsumsi ibu saat
hamil, atau bila terdapat keluarga yang mempunyai riwayat ketulian. Gangguan pendengaran bisa
juga saat bayi bila terjadi infeksi berat, infeksi otak, pemakaian obat-obatan tertentu atau kuning yang
berat (hiperbilirubin).
Pengobatan dengan pemasangan alat bantu dengar akan sangat membantu bila kelainan ini dideteksi
sejak awal. Pada anak yang mengalami gangguan pendengaran tetapi kepandaian normal,
perkembangan berbahasa sampai 6-9 bulan tampaknya normal dan tidak ada kemunduran. Kemudian

menggumam akan hilang disusul hilangnya suara lain dan anak tampaknya sangat pendiam. Adanya
kemunduran ini juga seringkali dicurigai sebagai kelainan saraf degeneratif.
KELAINAN ORGAN BICARA.
Kelainan ini meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahang bawah), kelainan bibir
sumbing (palatoschizis/cleft palate), deviasi septum nasi, adenoid atau kelainan laring.
Pada lidah pendek terjadi kesulitan menjulurkan lidah sehingga kesulitan mengucapkan huruf t, n
dan l. Kelainan bentuk gigi dan mandibula mengakibatkan suara desah seperti f, v, s, z dan
th.
Kelainan bibir sumbing bisa mengakibatkan penyimpangan resonansi berupa rinolaliaaperta, yaitu
terjadi suara hidung pada huruf bertekanan tinggi seperti s, k, dan g.
RETARDASI MENTAL
Redartasi mental adalah kurangnya kepandaian seorang anak dibandingkan anak lain seusianya.
Redartasi mental merupakan penyebab terbanyak dari gangguan bahasa. Pada kasus redartasi mental,
keterlambatan berbahasa selalu disertai keterlambatan dalam bidang pemecahan masalah visuomotor.
GENETIK HERIDITER DAN KELAINAN KROMOSOM
Gangguan karena kelainan genetik yang menurun dari orang tua. Biasanya juga terjadi pada salah
satu atau ke dua orang tua saat kecil. Biasanya keterlambatan. Menurut Mery GL anak yang lahir
dengan kromosom 47 XXX terdapat keterlambatan bicara sebelum usia 2 tahun dan membutuhkan
terapi bicara sebelum usia prasekolah. Sedangkan Bruce Bender berpendapat bahwa kromosom 47
XXY mengalami kelainan bicara ekpresif dan reseptif lebih berat dibandingkan kelainan kromosom 47
XXX.

KELAINAN SENTRAL (OTAK)


Gangguan berbahasa sentral adalah ketidak sanggupan untuk menggabungkan kemampuan
pemecahan masalah dengan kemampuan berbahasa yang selalu lebih rendah. Ia sering menggunakan
mimik untuk menyatakan kehendaknya seperti pada pantomim. Pada usia sekolah, terlihat dalam
bentuk kesulitan belajar.
AUTISME
Gangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan karena autism. Autisme adalah gangguan
perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam
bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
MUTISM SELEKTIF
Mutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak mau bicara pada keadaan
tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu. Atau kadang-kadang ia hanya mau bicara
pada orang tertentu, biasanya anak yang lebih tua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan
kelainan yang disebut sebagai neurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada
anak dengan gangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.
GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU LAINNYA
Gangguan bicara biasanya menyerta pada gangguan disfungsi otak minimal, gejala yang terjadi
sangat minimal sehingga tidak mudah untuk dikenali. Biasanya diserta kesulitan belajar, hiperaktif,
tidak terampil dan gejala tersamar lainnya
ALERGI MAKANAN

Alergi makanan ternyata juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan
perkembangan salah satunya adalah keterlambatan bicara pada anak. Gangguan ini biasanya terjadi
pada manifestasi alergi pada gangguan pencernaan dan kulit. Bila alergi makanan sebagai penyebab
biasanya keterlambatan bicara terjadi usia di bawah 2 tahun, di atas usia 2 tahun anak tampak sangat
pesat perkembangan bicaranya.
DEPRIVASI LINGKUNGAN
Dalam keadaan ini anak tidak mendapat rangsang yang cukup dari lingkungannya. Apakah stimulasi
yang kurang akan menyebabkan gangguan berbahasa? Penelitian menunjukkan sedikit keterlambatan
bicara, tetapi tidak berat. Bilamana anak yang kurang mendapat stimulasi tersebut juga mengalami
kurang makan atau child abuse, maka kelainan berbahasa dapat lebih berat karena penyebabnya
bukan deprivasi semata-mata tetapi juga kelainan saraf karena kurang gizi atau penelantaran anak.
Berbagai macam keadaan lingkungan yang mengakibatkan keterlambatan bicara adalah :
LINGKUNGAN YANG SEPI
Bicara adalah bagian tingkah laku, jadi ketrampilannya melalui meniru. Bila stimulasi bicara sejak awal
kurang, tidak ada yang ditiru maka akan menghambat kemampuan bicara dan bahasa pada anak.
STATUS EKONOMI SOSIAL
Menurut penelitian Mc Carthy, orang tua guru, dokter atau ahli hukum mempunyai anak dengan
perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak dengan orang tua pekerja semi terampil
dan tidak terampil.
TEHNIK PENGAJARAN YANG SALAH
Cara dan komunikasi yang salah pada anak sering menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara
dan bahasa pada anak, karena perkembangan mereka terjadi karena proses meniru dan pembelajaran
dari lingkungan.
SIKAP ORANG TUA ATAU ORANG LAIN DI LINGKUNGAN RUMAH YANG TIDAK MENYENANGKAN
Bicara bisa mengekspresikan kemarahan, ketegangan, kekacauan dan ketidak senangan seseorang,
sehingga anak akan menghindari untuk berbicara lebih banyak untuk menjauhi kondisi yang tidak
menyenangkan tersebut.
HARAPAN ORANG TUA YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK
Sikap orang tua yang mempunyai harapan dan keinginan yang berlebihan terhadap anaknya, dengan
memberikan latihan dan pendidikan yang berlebihan dengan harapan anaknya menjadi superior. Anak
akan mengalami tekanan yang justru akan menghambat kemampuan bicarnya.
ANAK KEMBAR
Pada anak kembar didapatkan perkembangan bahasa yang lebih buruk dan lama dibandingkan dengan
anak tunggal. Mereka satu sama lain saling memberikan lingkungan bicara yang buruk, karena
biasanya mempunyai perilaku yang saling meniru. Hal ini menyebabkan mereka saling meniru pada
keadan kemampuan bicara yang sama sama belum bagus.
BILINGUAL ( 2 bahasa)
Pemakaian 2 bahasa kadang juga menjadi penyebab keterlambatan bicara, namun keadaan ini tidak
terlalu mengkawatirkan. Umumnya anak akan memiliki kemampuan pemakaian 2 bahasa secara
mudah dan baik. Smith meneliti pada kelompok anak bilingual tampak mempunyai perbendaharaan
yang kurang dibandingkan anak dengan satu bahasa, kecuali pada anak dengan kecerdasan yang
tinggi.
KETERLAMBATAN FUNGSIONAL

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik, dan anak hanya mengalami gangguan dalam
fungsi ekspresif: Ciri khas adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis lain.
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN BICARA
Walaupun kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda, kita harus waspada apabila seorang
anak mengalami keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perkembangan. Demikian pula
bila terjadi penurunan kemampuan berbahasa dan bicara seorang anak kita harus lebih
mewaspadainya. Misalnya pada umur tertentu anak sudah bisa memanggil papa atau mama tetapi
beberapa bulan kemudian kemampuan tersebut menghilang. Demikian pula dengan penurunan
kemampuan mengioceh, yang sebelumnya sering jadi berkurang atau pendiam.
Beberapa tanda bahaya komunikasi yang yang harus diwaspadai terjadinya keterlambatan dan
gangguan berbahasa dan bicara dapat dilihat pada tabel 2.
TANDA BAHAYA GANGGUAN KOMUNIKASI
4 6 BULAN
* Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;
* Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh
8 10 BULAN
* Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;
* Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;
* 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis
12 15 BULAN
* 12 bulan, belum menunjukkan mimik;
* 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;
* 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;
* 15 bulan, belum mampu memahami arti "tidak boleh" atau "daag";
* 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;
* 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;
18 24 BULAN
* 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata;
* 18-20 bulan, tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;
* 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;
* 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;
* 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;
* 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;
* 24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya;
30 36 BULAN
* 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;
* 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang
lain selain anggota keluarga;
3 4 TAHUN
* 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat
bermain dengan sesamanya;
* 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti "ayah" diucapkan "aya";
* 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap.

KEMAMPUAN BICARA SANGAT TERLAMBAT

Bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu


Bayi tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan
Tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan
Tidak bicara sampai usia 15 bulan
Tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan

Dokter, anak saya berumur 3 tahun, tetapi belum lancar bicaranya. Saya jadi sulit memasukkannya ke playgroup.
Dok, anak saya sudah 2 tahun, kok bicaranya cuma mama, papa, dan mimi, ya? Anak-anak lain seusianya
sepertinya sudah banyak bicaranya
Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak jarang muncul di ruang praktik dokter anak. Lambat bicara pada anak memang
dapat menimbulkan kecemasan orangtua. Di lain sisi, terkadang anak dengan gangguan bicara dan bahasa
terlambat mendapat perhatian karena orangtua berpikir Ah, tidak apa-apa, nanti juga bisa bicara atau Dia hanya
terlambat mulai saja, nanti dia pasti akan mengejar.
Keterlambatan bicara dan bahasa dialami oleh 5-8% anak usia prasekolah. Agar dapat mengetahui kapan seorang
anak terlambat bicara, terlebih dahulu kita perlu mengenal tahapan perkembangan bicara normal.
Usia 0-6 bulan
Saat lahir, bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya. Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat
membuat suara-suara sseperti aah atau uuh yang dikenal dengan istilah cooing. Ia juga senang bereksperimen
dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara menyerupai berkumur. Bayi juga mulai bereaksi
terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara. Setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang
didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.
Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat berespons terhadap namanya sendiri dan mengenali emosi dalam nada
bicara. Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya papapapapa,
dadadadada, bababababa, mamamamama. Bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang
dirasakannya, dengan ekspresi wajah yang sesuai.
Waspada bila: tidak ada babbling.
Usia 6-12 bulan
Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya,
tidak, habis. Saat babbling, ia menggunakan intonasi atau nada bicara seperti bahasa ibunya. Ia pun dapat
mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.
Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan untuk
ibu dan ayah atau pengasuh utama lainnya) dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti
beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini). Ia menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya,
misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia
suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya. Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70
kata.
Waspada bila: bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.
Usia 12-18 bulan
Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau
menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang
lain, dan mengikuti perintah satu langkah (Tolong ambilkan mainan itu). Kosakata anak bertambah dengan pesat;

pada usia 15 bulan ia mungkin baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, namun pada usia 18 bulan
kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar
keinginannya dengan kata-kata.
Waspada bila: tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan
Usia 18-24 bulan
Dalam kurun waktu ini anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat
membuat kalimat yang terdiri atas dua kata (mama mandi, naik sepeda) dan dapat mengikuti perintah dua
langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat
dimengerti orang lain.
Waspada bila: Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan
Usia 2-3 tahun
Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah
biasa menggunakan kalimat 2-3 kata mendekati usia 3 tahun bahkan 3 kata atau lebih dan mulai menggunakan
kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna,
dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya Pok Ami-Ami).
Usia 3-5 tahun
Anak pada usia ini tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur,
dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (>4 kata) saat berbicara. Pada usia 4 tahun,
bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup
rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

Apabila terdapat salah satu tanda waspada di atas, bawalah anak Anda ke dokter anak. Secara umum, pada usia
berapapun, bawalah anak ke dokter jika ia menunjukkan kemunduran dalam kemampuan berbicara atau kemampuan
sosialnya.

Penyebab keterlambatan bicara


Keterlambatan bicara dapat disebabkan gangguan pendengaran, gangguan pada otak (misalnya retardasi mental,
gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif), autisme, atau gangguan pada organ mulut yang
menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata (dikenal sebagai gangguan artikulasi). Untuk menegakkan diagnosis
penyebab keterlambatan bicara, perlu pemeriksaan yang teliti oleh dokter, yang terkadang membutuhkan pendekatan
multidisiplin oleh dokter anak, dokter THT, dan psikolog atau psikiater anak.
Tata laksana keterlambatan bicara bergantung pada penyebabnya, dan juga melibatkan kerja sama antara dokter
anak, dokter spesialis lain yang terkait, terapis wicara, dan tentunya orangtua.

Yang bisa dilakukan orangtua


Orangtua dan lingkungan terdekat memegang peranan penting dalam perkembangan bicara dan bahasa seorang
anak. Kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang didengarnya pada masa kritikal perkembangan
bicaranya. Hal-hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak
antara lain:

Rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak, dimulai pada masa bayi. Kapanpun, di manapun Anda
berada bersama anak Anda, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, dan sebutkan
nama benda-benda yang ditemui. Walau bayi yang sangat muda belum bisa berbicara, kata-kata yang didengarnya
akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya!

Membacakan cerita adalah cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya
tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama
benda yang ditunjuk.
Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa sebaiknya dapat dikenali oleh orangtua sedini mungkin, agar tata
laksana yang diberikan dapat memaksimalkan kapasitas bicara dan bahasa yang dimiliki anak.
Penulis : Amanda Soebadi (Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM)

Kemampuan bicara anak memang berbeda-beda, tetapi sebagian besar tak meleset jauh dari
jangka waktu normal perkembangan usia anak.
Bila Anda mencurigai adanya keterlambatan bicara pada si kecil, misalnya melewati beberapa
minggu atau bulan dari jangka waktu, konsultasikan kepada dokter. Mungkin itu bukan hal yang
perlu dikhawatirkan, tetapi mengenali dan melakukan intervensi sedini mungkin bermanfaat
besar untuk perkembangan kemampuannya di masa datang.
Anda perlu was-was jika di usia ini anak belum memiliki kemampuan:
Usia 12-18 bulan
- Di usia 12 bulan anak belum menggunakan bahasa tubuh seperti melambai atau
menggelengkan kepala.
- Di usia 12 bulan anak belum memakai kata-kata konsonan seperti p atau b.
- Di usia 15 bulan ia tidak mengerti dan merespon kata sederhana seperti "tidak".
- Di usia 15 bulan anak belum mengerti sedikitnya satu atau tiga kata.
- Di usia 15 bulan anak belum mengucap kata "mama" atau "papa".
- Di usia 18 bulan anak belum bisa mengucapkan sedikitnya 15 kata.
Usia 19-24 bulan
- Di usia 19 bulan ia belum menunjuk hal yang menarik perhatian, seperti burung atau pesawat
di langit.
- Di usia 20 bulan ia belum mampu membuat sedikitnya 6 suara konsonan.
- Di usia 21 bulan ia tidak merespon petunjuk sederhana atau bermain pura-pura dengan
boneka atau mobilannya (misalnya menyisir rambut boneka).
- Di usia 24 bulan ia tidak bisa mengenali nama-nama gambar di buku atau tidak tahu fungsi
benda di sekitar rumah seperti sikat gigi, telepon, atau sendok.
- Di usia 24 bulan ia belum bisa menggabungkan dua kata dan orangtua tidak memahami apa
yang diucapkannya.
Usia 2 - 3 tahun
Di usia ini waspadai jika anak belum bisa menggunakan dua kalimat sederhana, tidak dapat

menamai sedikitnya tiga bagian tubuh, tidak pernah bertanya, kesulitan mengikuti bagian lagu
sederhana, serta tidak mampu membedakan perintah sederhana. Waspadai juga jika di atas
usia 3 tahun orangtua masih belum memahami ucapan anak.

Kemampuan bicara dan berbahasa adalah hal yang penting untuk mendukung kecerdasan
anak. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kemampuan krusial ini terganggu.
Walau pada banyak kasus anak terlambat bicara karena kurangnya stimulasi dari lingkungan di
sekitarnya, namun ada beberapa gangguan medis yang juga berkontribusi pada tertinggalnya
kemampuan bicara anak.
Anak terlambat bicara bisa disebabkan karena kelainan pada mulut anak (oral motor), seperti
gangguan langit-langit mulut serta lidah terlalu pendek yang berbuntut pada terhambatnya
gerakan lidah untuk menghasilkan kata.
Masalah oral-motor juga menyebabkan komunikasi di area otak yang bertugas menghasilkan
kata-kata menjadi tidak efisien. Ini akan membuat anak kesulitan menggunakan dan
mengoordinasikan bibir, lidah, dan rahang, untuk memproduksi bunyi kata-kata. Anak yang
memiliki masalah oral-motor juga biasanya mengalami kesulitan makan.
Gangguan pendengaran seringkali jadi penyebab anak kesulitan berbicara. Karena itu saat
melakukan pemeriksaan tumbuh kembang, biasanya ahli patologis bicara akan melakukan tes
pendengaran terlebih dulu.
Gangguan tumbuh kembang secara umum, seperti autisme, retardasi mental, atau cerebral
palsy juga bisa menyebabkan kemampuan anak berkomunikasi terganggu.
Konsultasikan pada dokter anak ahli tumbuh kembang agar bisa dilakukan tindakan yang tepat
sehingga perkembangan kemampuan bicara anak dapat sesuai dengan perkembangan
usianya.

Di usianya yang masih tiga tahun, sebut saja namanya Edo, tidak banyak kosakata
yang dimilikinya. Setiap kali bicara, Edo juga tak mengungkapkannya dengan jelas.
Lantaran kesal tak bisa mengutarakan keinginan, Edo juga terkadang memukul
kepalanya.
Melihat gejala dan usianya, Edo mengalami keterlambatan bicara. Dokter spesialis
anak, dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga, anak mulai
bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara,
sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak, salah satu masalah yang
ditimbulkannya anak mulai memukul kepalanya sendiri lantaran tak bisa mengutarakan
keinginan. Selain itu, jika tak segera mendapatkan terapi, pada usia empat jelang
masuk TK, anak juga bisa mengalami stres dan tantrum.
Sebenarnya, terapi bisa dihindari jika saja anak cukup mendapatkan stimulasi sehingga
mencegah keterlambatan bicara.
"Rata-rata gangguan bicara terjadi karena kurang stimulasi. Karenanya penting bagi
orangtua untuk memberikan stimulasi lebih sering di rumah," ungkap dr Amendi
Nasution, Sp.KFR(K) dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya menanggapi masalah
Edo dalamtalkshow kesehatan anak di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain kurang stimulasi, keterlambatan bicara pada anak juga terjadi karena beberapa
faktor. Di antaranya, orangtua menerapkan bilingual di rumah, adanya keterlambatan di
aspek lain, gangguan sensori, dan gangguan pendengaran.
Stimulasi tepat pada otot lidah dan mulut juga turut mendukung kemampuan bicara.
Amendi menerangkan, otot mulut dan lidah membantu bicara terutama pengucapan
huruf mati atau konsonan. Jika anak cadel, biasanya otot lidah atau otot untuk
mengunyah kurang berfungsi dengan baik.
Amendi mengatakan, kalau anak mengalami gangguan bicara, beberapa aktivitas
sederhana di rumah bisa dipraktikkan untuk membantu mengatasinya.
Memperdengarkan lagu anak ciptaan AT Mahmud bisa menjadi salah satu caranya.
Lagu-lagu anak ini sangat sederhana. Anak bisa membeo, dan secara perlahan anak
bisa menggunakan kata-kata yang ia sering dengar dari lagu tersebut, saran Amendi.
Aktivitas lain di rumah bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang terlambat bicara, di
antaranya :

* Matikan televisi saat tidak ditonton. Suara televisi mengganggu konsentrasi anak

mendengar percakapan.
* Ajari anak bahasa isyarat.
* Gunakan flash card bergambar sederhana, dan minta anak sebutkan dan mengulangi
apa yang dilihatnya.
* Berlatih meniup sedotan misal meniup kapas di meja. Cara sederhana ini membantu
menguatkan otot wajah dan mulut yang banyak digunakan saat bicara. Anak juga bisa
dilatih dengan minum menggunakan sedotan.Pilihkan sedotan unik sehingga anak
merasa tertarik melakukan aktivitas ini.
* Taruh benda kesukaan di luar jangkauan, sehingga anak terpancing bicara meminta
bantuan untuk mengambilnya. Ajarkan anak meminta bantuan menggunakan bahasa
isyarat dan ajarkan cara pengucapannya.
* Selalu puji anak saat berusahaan atau berhasil melakukan berbagai aktivitas tersebut.