Anda di halaman 1dari 16

No

Rincian Kewenangan klinis

Disetujui Keterampilan
Klinis
1
2
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Pemeriksaan indera penciuman
Inpeksi lebar celah palpebra
Inspeksi pupil ( ukuran dan bentuk )
Reaksi pupil terhadap cahaya
Reaksi pupil terhadap obyek dekat
Penilaian gerakan bola mata
Penilaian diplopia
Penilaian nistagmus
Refleks kornea
Pemeriksaan funduskopi

11.

Penilaian kesimetrisan wajah

4

12.

4

13.

Penilaian kekuatan otot tempolar dan
masseter
Penilaian sensasi wajah

14.

Penilaian pergerakan wajah

4

15.

Penilaian indera pengecapan

4

16.

4

17.

Penilaian indera pendengaran ( lateralisasi,
konduksi, udara dan tulang)
Penilaian kemampuan menelan

18.

Inspeksi palatum

4

19.

Penilaian otot sternomastoid dan trapezius

4

20.

Lidah, inspeksi saat istirahat

4

21.

4

23.

Lidah, inspeksi dan penilaian sistem
motorik ( dengan dijulurkan keluar)
Inspeksi postur, habitus, gerakan
involunter
Penilaian tonus otot

24.

Penilaian kekuatan otot

4

25.

Inspeksi cara berjalan ( gait)

4

26.

Test Romberg

4

27.

Test Romberg dipertajam

4

28.

Tes telunjuk hidung

4

22.

4

4

4
4

trisep. Penilaian rasa posisi (proprioseptif) 4 34. Tanda Lasegue 4 50. Refleks glabela 4 44. 36. Tanda Chvostek 4 49. Respon plantar (termasuk grup Babinski) 4 41. 4 42. Penilaian fontanel 4 47. 4 4 4 4 .29. pergelangan. 37. Refleks menghisap/rooting reflex menggengam palmar/ grasp reflex glabela palmomental Refleks menggengam palmar/grasp reflex 43. Refleks palmomental 4 45. Penilaian tingkat kesadaran dengan skala koma Glasgow (GCS) Penilaian orientasi 4 Penilaian kemampuan berbicara dan berbahasa. Penilaian sensasi raba halus 4 33. Penilaian sensasi nyeri 4 31. Penilaian sensasi suhu 4 32. platela. 38. Refleks tendon (bisep. Test tumit lutut 4 30. termasuk penilaian afasia Penilaian daya ingat/memori 4 4 39. Deteksi kaku kuduk 4 46. Interpretasi X-Ray tengkorak 4 35. Tanda Patrick dan kontra-Patrick 4 48. tumit) Tanda Hoffmann – Tromner 40.

57. 59. 60. inventori. pendidikan. Interpretasi X-Ray tulang belakang 52. Punksi lumbal 2 54. pekerjaan. 58. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 . kehidupan keluarga pasien psikiatri Pemeriksaan Psikiatri . dll) Diagnosis dan Identifikasi Masalah Psikiatri . perkawinan. CT-Scan otak dan interpretasi 2 53. psikologis.51. Alloanamnesis dengan anggota keluarga/orang lain yang bermakna Memperoleh data mengenai keluhan/masalah utama pasien psikiatri Menelusuri riwayat perjalanan penyakit sekarang/dahulu pasien psikiatri Memperoleh data bermakna mengenai riwayat perkembangan. sosial  Mempertimbangan prognosis 4 56. Autoanamnesis dengan pasien psikiatri 4 55.  Menegakkan diagnosis kerja berdasarkan criteria diagnosis multiaksial  Membuat diagnosis banding (diagnosis differensial)  Identifikasi kedaruratan psikiatrik  Identifikasi masalah di bidang fisik.  Penilaian status mental  Penilaian kesadaran  Penilaian persepsi orientasi intelegensi secara klinis  Penilaian orientasi  Penilaian intelegensi secara klinis  Penilaian bentuk dan isi pikir  Penilaian mood dan afek  Penilaian motorik  Penilaian pengendalian impuls  Penilaian kemampuan menilai realitas (judgement)  Penilaian kemampuan tilikan (insight)  Penilaian kemampuan fungsional (general assessment of functioning)  Tes kepribadian (proyektif.

61. antikolinergik. 62.  Inspeksi media refraksi dengan transilluminasi (penlight)  Inspeksi kornea 4 4 4 3 2 3 2 2 2 2 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 .  Lapang pandang.  Inspeksi kelopak mata  Inspeksi kelopak mata dengan eversi kelopak atas  Inspeksi bulu mata  Inspeksi konjungtiva. anticemas. 66. termasuk forniks  Inspeksi sklera  Inspeksi orifisium duktus lakrimalis  Palpasi limfonodus pre-aurikular Pemeriksaan Pupil . dan dewasa Pemeriksaan Refraksi . sedatif)  Electroconvulsion therapy (ECT)  Psikoterapi suportif: konselling  Psikoterapi modifikasi perilaku  Cognitive Behavior Therapy (CBT) 1  Psikoterapi psikoanalitik  Hipnoterapi dan terapi relaksasi 1  GroupTherapy  Family Therapy Pemeriksaan Penglihatan . anak. subjektif  Penilaian refraksi.  Menentukan indikasi rujuk Pemeriksaan Tambahan Psikiatri . 63.  Inspeksi pupil  Penilaian pupil dengan reaksi langsung terhadap cahaya dan konvergensi Pemeriksaan Media . 65. Amsler panes Pemeriksaan Eksternal .  Penilaian penglihatan bayi. objektif (refractometry keratometer) Pemeriksaan lapang pandang .  Melakukan Mini Mental State Examination  Melakukan kunjungan rumah apabila diperlukan  Melakukan kerja sama konsultatif dengan teman sejawat lainnya  Memberikan terapi psikofarmaka (obat-obat antipsikotik. Donders confrontation test  Lapang pandang. antidepresan.  Penilaian refraksi. 67. 64.

69. dan mastoid  Pemeriksaan meatus auditorius externus dengan otoskop  Pemeriksaan membran timpani dengan otoskop  Menggunakan cermin kepala  Menggunakan lampu kepala  Tes pendengaran. Rinne. 71. 72. pengukuran dengan indentasi tonometer (Schiötz)  Tekanan intraokular. posisi telinga.  Peresepan kacamata pada kelainan 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 .  Inspeksi kornea dengan fluoresensi  Tes sensivitas kornea  Inspeksi bilik mata depan  Inspeksi iris  Inspeksi lensa  Pemeriksaan dengan slit-lamp Pemeriksaan Fundus . 70. penilaian pengecapan Keterampilan Terapeutik Mata . papil.  Fundoscopy untuk melihat fundus reflex  Fundoscopy untuk melihat pembuluh darah. tes berbisik Pemeriksaan Indera Penciuman . pengukuran dengan aplanasi tonometer atau noncontact-tonometer Pemeriksaan Indera Pendengaran dan Keseimbangan . Schwabach)  Tes pendengaran.makula Pemeriksaan Tekanan Intraokular.68.  Inspeksi aurikula. pemeriksaan garpu tala (Weber. estimasi dengan palpasi  Tekanan intraokular.  Inspeksi bentuk hidung dan lubang hidung  Penilaian obstruksi hidung  Uji penciuman  Rinoskopi anterior  Transluminasi sinus frontalis & maksila  Nasofaringoskopi  Radiologi sinus  Interpretasi radiologi sinus Pemeriksaan Indera Pengecapan . 73.  Tekanan intraokular.

entropion.74. ptosis)  Operasi detached retina T Keterampilan Terapetik THT .  Manuver Politzer  Manuver Valsalva  Pembersihan meatus auditorius eksternus dengan usapan  Pengambilan serumen menggunakan kait atau kuret  Pengambilan benda asing di telinga  Parasentesis  Insersi grommet tube  Menyesuaikan alat bantu dengar  Menghentikan perdarahan hidung  Pengambilan benda asing dari hidung  Bilas sinus/sinus lavage/pungsi sinus 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 4 4 4 4 2 1 2 4 4 2 1 . surgery  Vitrectomi  Operasi glaukoma dengan trabekulotomi  Transplantasi kornea  Cryocoagulation misalnya cyclocryocoagulation  Bedah kelopak mata (chalazion. ektropion. refraksi ringan (sampai dengan 5D tanpa silindris) untuk mencapai visus 6/6  Peresepan kacamata baca pada penderita dengan visus jauh normal atau dapat dikoreksi menjadi 6/6  Pemberian obat tetes mata  Aplikasi salep mata  Flood ocular tissue  Eversi kelopak atas dengan kapas lidi (swab) untuk membersihkan benda asing  To apply eyes dressing  Melepaskan lensa kontak dengan komplikasi  Melepaskan protesa mata  Mencabut bulu mata  Membersihkan benda asing dan debris di konjungtiva  Membersihkan benda asing dan debris di kornea tanpa komplikasi  Terapi laser  Operasi katarak  Squint.

dan interpretasinya (Gram dan Ziehl Nielsen [BTA])  Pengambilan cairan pleura (pleural tap)  Uji fungsi paru/spirometri dasar  Tes provokasi bronkial  Interpretasi Rontgen/foto toraks  Ventilation Perfusion Lung Scanning  Bronkoskopi  FNAB superfisial  Trans thoracal needle aspiration (TINA) Terapeutik Respirasi . 76.75. indirek  Laringoskopi.  Inspeksi leher  Palpasi kelenjar ludah (submandibular.  Inspeksi dada  Palpasi denyut apeks jantung  Palpasi arteri karotis 2 2 4 4 4 4 3 2 2 4 2 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 1 2 2 2 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 .  Persiapan.  Antroskopi  Trakeostomi  Krikotiroidektomi Pemeriksaan Fisik Respirasi . direk  Usap tenggorokan (throat swab)  Oesophagoscopy  Penilaian respirasi  Inspeksi dada  Palpasi dada  Perkusi dada  Auskultasi dada Pemeriksaan Diagnostik Respirasi.  Dekompresi jarum  Pemasangan WSD  Ventilasi tekanan positif pada bayi baru lahir  Perawatan WSD  Pungsi pleura  Terapi inhalasi/nebulisasi  Terapi oksigen  Edukasi berhenti merokok Pemeriksaan Fisik Kardiovaskular . pemeriksaan sputum. 77. parotid)  Palpasi nodus limfatikus brakialis  Palpasi kelenjar tiroid  Rhinoskopi posterior  Laringoskopi. 78.

VT. Perkusi ukuran jantung Auskultasi jantung Pengukuran tekanan darah Pengukuran tekanan vena jugularis (JVP) Palpasi denyut arteri ekstremitas Penilaian denyut kapiler Penilaian pengisian ulang kapiler (capillary refill) Deteksi bruits Pemeriksaan Diagnostik Kardiovaskular.  Pemasangan pipa nasogastrik (NGT)  Endoskopi 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 . lien. aorta.        79.  Inspeksi bibir dan kavitas oral  Inspeksi tonsil  Penilaian pergerakan otot-otot hipoglosus  Inspeksi abdomen  Inspeksi lipat paha/inguinal pada saat tekanan abdomen meningkat  Palpasi (dinding perut. Hepatobilier & Pankreas . 80. rigiditas dinding perut)  Palpasi hernia  Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas (Blumberg test)  Pemeriksaan psoas sign  Pemeriksaan obturator sign  Perkusi (pekak hati dan area traube)  Pemeriksaan pekak beralih (shifting dullness)  Pemeriksaan undulasi (fluid thrill)  Pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination)  Inspeksi sarung tangan pascacolokdubur Pemeriksaan Diagnostik Gastrointestinal. Hepatobilier & Pankreas . AMI. AF)  Ekokardiografi  Fonokardiografi Resusitasi . 81.  Pijat jantung luar  Resusitasi cairan Pemeriksaan Fisik Gastrointestinal. kolon. hepar. 82.  Elektrokardiografi (EKG): pemasangan dan interpretasi hasil EKG sederhana (VES.

 Pemeriksaan bimanual ginjal  Pemeriksaan nyeri ketok ginjal  Perkusi kandung kemih  Palpasi prostat Terapeutik Ginjal dan Saluran Kemih . sterilisasi  Insersi dan ekstraksi implant  Kontrasepsi injeksi  Penanganan komplikasi KB (IUD.  Konseling kontrasepsi  Insersi dan ekstraksi IUD  Laparoskopi. 86.  Pemasangan kateter uretra  Sirkumsisi  Pungsi suprapubik Pemeriksaan Fisik Sistem Reproduksi Pria  Inspeksi penis  Inspeksi skrotum  Palpasi penis. 85.  Identifikasi kehamilan risiko tinggi  Konseling prakonsepsi  Pelayanan perawatan antenatal 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 3 4 4 4 4 4 . korpus uteri.  Pemeriksaan fisik umum termasuk pemeriksaan payudara (inspeksi dan palpasi)  Inspeksi dan palpasi genitalia eksterna  Pemeriksaan spekulum: inspeksi vagina dan serviks  Pemeriksaan bimanual: palpasi vagina.  Melatih pemeriksaan payudara sendiri  Insisi abses Bartholini  Insisi abses lainnya Konseling . 84. 88. duktus spermatik epididimis  Transluminasi skrotum Pemeriksaan Fisik Sistem Reproduksi Wanita Ginekologi . testis. pil. dan ovarium Terapi dan Prevensi . 87.  Nasogastric suction  Mengganti kantong pada kolostomi  Enema  Anal swab  Identifikasi parasit Pemeriksaan Fisik Ginjal dan Saluran Kemih . serviks. 89.83. suntik. implant) Pemeriksaan Obstetri .

presentasi janin dan penurunan)  Menolong persalinan fisiologis sesuai Asuhan Persalinan Normal (APN)  Pemecahan membran ketuban sesaat sebelum melahirkan  Insersi kateter untuk tekanan intrauterus  Anestesi lokal di perineum  Anestesi pudendal  Anestesi epidural  Episiotomi  Resusitasi bayi baru lahir  Menilai skor Apgar  Pemeriksaan fisik bayi baru lahir  Postpartum: pemeriksaan tinggi fundus.membran. 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 2 2 3 3 . dilatasi. plasenta: lepas/tersisa  Memperkirakan/mengukur kehilangan darah sesudah melahirkan  Menjahit luka episiotomi serta laserasi derajat 1 dan 2  Menjahit luka episiotomi serta laserasi derajat 3  Menjahit luka episiotomi derajat 4  Insiasi menyusui dini (IMD)  Induksi kimiawi persalinan  Menolong persalinan dengan presentasi bokong (breechpresentation)  Pengambilan darah fetus  Operasi Caesar (Caesarean section) 4 4   90. penilaian posisi dari luar  Mengukur denyut jantung janin  Pemeriksaan dalam pada kehamilan muda  Pemeriksaan pelvimetri klinis  Tes kehamilan  CTG: melakukan dan menginterpretasikan  Permintaan pemeriksaan USG obsgin  Pemeriksaan USG obsgin (skrining obstetri)  Amniosentesis Proses melahirkan normal. manuver Leopold.Inspeksi abdomen wanita hamil Palpasi: tinggi fundus.  Pemeriksaan obstetri (penilaian serviks.

thalasemia. dan HIV  Penentuan indikasi dan jenis transfusi Pemeriksaan Fisik Sistem Muskuloskeletal.  Inspeksi gait  Inspeksi tulang belakang saat     91.  Palpasi kelenjar limfe  Permintaan pemeriksaan hematologi berdasarkan indikasi  Permintaan pemeriksaan imunologi berdasarkan indikasi  Skin test sebelum pemberiaan obat injeksi  Pemeriksaan golongan darah dan inkompatibilitas  Anamnesis dan konseling anemia defisiensi besi. manajemen laktasi. aorta) Perawatan Masa Nifas . 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 .  Penilaian status gizi (termasuk pemeriksaan antropometri)  Penilaian kelenjar tiroid: hipertiroid dan hipotiroid  Pengaturan diet  Penatalaksanaan diabetes melitus tanpa komplikasi  Pemberian insulin pada diabetes melitus tanpa komplikasi  Pemeriksaan gula darah (dengan Point of Care Test [POCT])  Pemeriksaan glukosa urine (Benedict)  Anamnesis dan konseling kasus gangguan metabolisme dan endokrin Pemeriksaan Sistem Hematologi dan Imunologi.Pengambilan plasenta secara manual Ekstraksi vakum rendah Pertolongan distosia bahu Kompresi bimanual (eksterna. 92. interna. 94. dan Nutrisi .  Menilai lochia  Palpasi posisi fundus  Payudara: inspeksi. 93. masase  Mengajarkan hygiene  Konseling kontrasepsi/ KB pascasalin  Perawatan luka episiotomi  Perawatan luka operasi Caesar Pemeriksaan Sistem Endokrin. Metabolisme .

dan jari-jari tangan  Pengukuran panjang ekstremitas bawah Terapeutik Sistem Muskuloskeletal. bandage)  Mengobati ulkus tungkai Pemeriksaan Fisik Sitem Integumen. sendi sakroiliaka dan otototot punggung  Percussion for tenderness  Penilaian range of motion (ROM) sendi  Menetapkan ROM kepala  Tes fungsi otot dan sendi bahu  Tes fungsi sendi pergelangan tangan. berbaring  Inspeksi tulang belakang saat bergerak  Inspeksi tonus otot ekstremitas  Inspeksi sendi ekstremitas  Inspeksi postur tulang belakang dan pelvis  Inspeksi posisi skapula  Inspeksi fleksi dan ekstensi punggung  Penilaian fleksi lumbal  Panggul: penilaian fleksi dan ekstensi.  Inspeksi kulit  Inspeksi membran mukosa  Inspeksi daerah perianal  Inspeksi kuku  Inspeksi rambut dan skalp  Palpasi kulit  Deskripsi lesi kulit dengan perubahan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 .  Reposisi fraktur tertutup  Stabilisasi fraktur (tanpa gips)  Reduksi dislokasi  Melakukan dressing (sling. metacarpal. 96. inversi dan eversi  Palpation for tenderness  Palpasi untuk mendeteksi nyeri diakibatkan tekanan vertikal  Palpasi tendon dan sendi  Palpasi tulang belakang. adduksi. abduksi dan rotasi  Menilai atrofi otot  Lutut: menilai ligamen krusiatus dan kolateral  Penilaian meniskus  Kaki: inspeksi postur dan bentuk  Kaki: penilaian fleksi dorsal/plantar.95.

primer dan sekunder. distribusi.  Pemeriksaan fisik umum dengan perhatian khusus usia pasien  Penilaian keadaan umum. tangisan  Pengamatan malformasi kongenital  Palpasi fontanella  Respons moro  Refleks menggenggam palmar  Refleks mengisap  Refleks melangkah/menendang  Refleks anus  Penilaian panggul  Penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak (termasuk penilaian motorik halus dan kasar. misal ukuran.  Pemilihan obat topikal  Insisi dan drainase abses  Eksisi tumor jinak kulit  Ekstraksi komedo  Perawatan luka  Kompres  Bebat kompresi pada vena varikosum  Rozerplasty kuku Pencegahan ( pencarian kontak ) Anamnesis Anak . Pemeriksaan Fisik Anak . 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 1 2 2 4 . konfigurasi  Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer dan sekunder.  Anamnesis dari pihak ketiga  Menelusuri riwayat makan  Anamnesis anak yang lebih tua  Berbicara dengan orang tua yang cemas dan/atau orang tua dengan anak yang sakit berat 100. gerakan. perilaku. seperti uku distribusi.97. penyebaran. 98. penyebaran dan konfigurasi Terapeutik Sitem Integumen . bahasa)  Pengukuran antropometri  Pengukuran suhu  Tes fungsi paru  Ultrasound kranial  Pungsi lumbal  Ekokardiografi  Tes Rumple Leed 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 99. psikososial.

intramuskular)  Menyiapkan pre-operasi lapangan 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 . Teraupetik Anak . subkutan. intravena.  Punksi vena  Punksi arteri  Permintaan dan interpretasi pemeriksaan X-ray: foto polos  Permintaan dan interpretasi pemeriksaan X-ray dengan kontras 105.  Tatalaksana BBLR (KMC incubator)  Tatalaksana bayi baru lahir dengan infeksi  Peresepan makanan untuk bayi yang mudah dipahami ibu  Tatalaksana gizi buruk  Pungsi vena pada anak  Insersi kanula (vena perifer) pada anak 1  Insersi kanula (vena sentral) pada anak  Intubasi pada anak  Pemasangan pipa orofaring 1  Kateterisasi jantung  Vena seksi 102. Terapeutik untuk orang dewasa . Pemeriksaan Fisik Dewasa . Pemeriksaan Penunjang pada Orang Dewasa . lengkap.  Tatalaksana anak dengan tersedak  Tatalaksana jalan nafas  Cara pemberian oksigen  Tatalaksana anak dengan kondisi tidak sadar  Tatalaksana pemberian infus pada anak syok  Tatalaksana pemberian cairan glukosa IV  Tatalaksana dehidrasi berat pada kegawatdaruratan setelah penatalaksanaan syok 103.  Menasehati pasien tentang gaya hidup  Peresepan rasional.  Penilaian keadaan umum  Penilaian antropologi (habitus dan postur)  Penilaian kesadaran 104.101. Resusitasi Anak. dan dapat dibaca  Injeksi (intrakutan.

Supervisi . dll)  Anestesi infiltrasi  Blok saraf lokal  Jahit luka  Pengambilan benang jahitan  Menggunakan anestesi topikal (tetes.operasi untuk bedah minor. Kegawatdaruratan Dewasa .  Bantuan hidup dasar  Ventilasi masker  Intubasi  Transpor pasien (transport of casualty)  Manuver Heimlich  Resusitasi cairan  Pemeriksaan turgor kulit untuk menilai dehidrasi 107. menggunakan sarung tangan steril.  Mengetahui penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan pengendaliannya  Mengetahui jenis vaksin beserta o cara penyimpanan o cara distribusi o cara skrining dan konseling pada sasaran 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 . Komunikasi . asepsis. nasihat dan melatih individu dan kelompok mengenai kesehatan  Menyusun rencana manajemen kesehatan  Konsultasi terapi  Komunikasi lisan dan tulisan kepadateman sejawat atau petugas kesehatan lainnya (rujukan dan konsultasi)  Menulis rekam medik dan membuat pelaporan  Menyusun tulisan ilmiah dan mengirimkan untuk publikasi 108. anestesi lokal  Persiapan untuk melihat atau menjadi asisten di kamar operasi (cuci tangan. menggunakan baju operasi. antisepsis. semprot)  Pemberian analgesik  Vena seksi 106.  Menyelenggarakan komunikasi lisan maupun tulisan  Edukasi.

Forensik Klinik . mengelola. jamkesmas. askes.  Pemeriksaan label mayat  Pemeriksaan baju mayat  Pemeriksaan lebam mayat  Pemeriksaan kaku mayat  Pemeriksaan tanda-tanda asfiksia  Pemeriksaan gigi mayat  Pemeriksaan lubang-lubang pada tubuh  Pemeriksaan korban trauma dan deskripsi luka  Pemeriksaan patah tulang  Pemeriksaan tanda tenggelam 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Keterangan Keterampilan Klinis Dokter Tingkat Keterampilan 1 : Memiliki pengetahuan teoritis Tingkat Keterampilan 2 : Pernah melihat atau didemonstrasikan keterampilan ini Tingkat Keterampilan 3 : Menerapkan dibawah supervisi Tingkat Keterampilan 4 : Mampu menangani problem secara mandiri hingga tuntas . monitoring. dll 109. dan evaluasi asuransi pelayanan kesehatan misalnya BPJS. Kodekteran Forensik dan Medikolegal .o cara pemberian o kontraindikasi efek samping yang mungkin terjadi dan upaya penanggulangannya  Menjelaskan mekanisme pencatatan dan pelaporan  Merencanakan. Pemeriksaan Korban Mati .  Pemeriksaan selaput dara  Pemeriksaan anus  Deskripsi luka  Pemeriksaan derajat luka 111. jampersal.  Prosedur medikolegal  Pembuatan Visum et Repertum  Pembuatan surat keterangan medis  Penerbitan Sertifikat Kematian 110.