Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Secara umum, sistem kenegaraan mengikuti pola pembagian kekuasaan dalam pemerintahan
sebagaimana yang dikemukakan oleh Montesquieu dengan teori Trias Politika yang merupakan
pengembangan dari doktrin awalnya oleh John Locke. Menurutnya, pada setiap pemerintahan
terdapat tiga jenis kekuasaan, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Ketiga jenis kekuatan
tersebut terpisah satu sama lainnya, baik mengenai tugas maupun mengenai alat perlengkapan
yang melakukannya.

1.2

Rumusan Masalah

1. Bagaimana Sistem Ketatanegaraan Indonesia Sebelum dan Sesudah Dilakukan Amandemen
UUD 1945.
2. Bagaimana Pelaksanaan Hak-hak Asasi Manusia dalam Negara Rebuplik Indonesia.

1.3

Pembahasan Masalah

A. Sistem Ketatanegaraan Indonesia Sebelum dan Sesudah dilakukan Amandemen UUD 1945

1. Sistem Ketatanegaraan Indonesia Sebelum Dilakukan
Amandemen UUD 1945
Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasar UUD 1945 sebelum Diamandemen tertuang
dalam penjelesan UUD 1945 yang membahas 7 kunci pokok sistem pemerintahan negara
Indonesia (baca: Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Indonesia), yaitu :

1.
2.

Indonesia adalah Negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat)
Sistem Konstitusinal.

3.

Kekuasaan tertinggi di tangan MPR.

4.

Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi di bawah MPR.

Peran pengawasan & perwakilan DPR semakin lemah. Berdasarkan 7 kunci pokok diatas. 3. 8. Pada masa tersebut. Berhak mengangkat duta dan menerima duta dari Negara lain. 2. berikut adalah dampak negatif dari Sistem Pemerintahan Presidensial : 1. Indonesia pada masa dahulu menganut sistem pemerintahan Presidensial (akan dibahas selanjutnya) menurut UUD 1945. Berhak mengangkat para menteri dan pejabat Negara. Panglima tertinggi dalam kemiliteran. Pemegang kekuasaan legislative. Berhak memberi gelaran. Terjadi persnifikasi bahwa presiden dianggap Negara. 4. Menteri Negara adalah pembantu presiden. 7.5. 6. tanda jasa. membuat perdamaian. 3. Pemegang kekuasaan sebagai kepala Negara. Berhak menyatakan perang. ablisi. . Berhak mengangkat & melantik para anggta MPR dari utusan daerah atau glngan. dan rehabilitasi. yaitu presiden. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Berhak memberi grasi. Menciptakan perilaku KKN. Berikut Wewenang Presiden Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Amandemen : 1. dan lain – lain tanda kehrmatan. dan perjanjian dengan Negara lain. Presiden memiliki beberapa wewenang. Dimana presiden pada waktu itu memegang peranan yang amat besar dalam pemerintahan. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. 7. Pejabat – pejabat Negara yang diangkat cenderung dimanfaat untuk lyal dan mendukung kelangsungan kekuasaan presiden. 4. dan tidak bertanggung jawab terhadap DPR. Pemegang kekuasaan sebagai kepala pemerintahan. Wewenang tersebut biasa disebut dengan hak prerogratif presiden. Sistem pemerintahan tersebut dijalankan dimasa kekuasaan Presiden Suharto. dan tunduk pada presiden. 6. Rakyat dibuat makin tidak berdaya. 5. Tentu dalam prakteknya Sistem Pemerintahan Presidensial ini memiliki beberapa dampak negatif. 10. 2. 7. 5. Kebijakan yang dibuat cenderung menguntungkan rang – rang yang dekat presiden. 9. Terjadi pemusatan kekuasaan Negara pada satu lembaga. amnesty. 6.

Presiden mampu menciptakan pemerintahan yang kmpak dan slid. Bentuk pemerintahan adalah Republik. Wilayah Negara terbagi menjadi beberapa prvinsi. Dimana terjadi demonstrasi besarbesaran di seluruh Indonesia Raya dalam rangka untuk menggulingkan Presiden Suharto pada waktu itu. Oleh karena itu dibentuklah Sistem Pemerintahan berdasarkan Konstitusi (Konstitusional). 2. Kabinet atau menteri diangkat leh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. 4. Karena rakyat Indonesia bertekat untuk membentuk suatu pemerintahan yang demokratis alias bebas. 2. 7. 4. 5. Sistem Ketatanegaraan Indonesia Sesudah Dilakukan Amandemen UUD 1945 B. 2. Parlemen terdiri atas dua (bikameral). Sistem Pemerintahan Indonesia mengalami perubahan pokok-pokok kunci pemerintahan. Presiden adalah kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. . Sistem pemerintahan adalah presidensial. Pada akhir tahun 99an Indonesia mengalami masa reformasi. tidak mudah jatuh atau berganti. Sistem pemerintahan lebih stabil. yaitu : 1. 3. Adanya pembatasan kekuasaan ekskutif. Presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan. Yang bercirikan: 1. 2. 3. 6. yaitu DPR dan DPD. Knflik dan pertentangan antar pejabat Negara dapat dihindari.Tetapi juga Sistem Presidensial ini memiliki dampak positif. yaitu: 1. Bentuk Negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas. Jaminan atas hak – hak asasi manusia dan warga Negara. Kekuasaan yudikatif dijalankan leh mahkamah agung dan badan peradilan di bawahnya. Sistem Pemerintahan Indonesia Sesudah di Amandemen Setelah terjadi amandemen.

ada perubahan – perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indnesia. Hal ini tentu saja dilakukan untuk menyesuaikan undang-undang dengan perkembangan zaman dan memperbaikinya sehingga dapat menjadi dasar hukum yang baik. antara lain adanya pemilihan presiden secara langsung. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sebelum dilakukan amandemen. Presiden dalam mengangkat pejabat Negara perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR.Pada dasarnya tidak ada yang banyak berubah. 3. sudah beberapa kali pemerintah melakukan amandemen pada UUD 1945. Perbedaan Sistem Pemerintahan Sebelum dan Sesudah Amandemen Dalam sejarah indonesia. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang – undang dan hak budget (anggaran). Dengan demikian. Indonesia tetap menganut sistem pemerintahan Presidensial dimana Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Perbedaan tersebut adalah: 1. mekanisme check and balance. Perubahan baru tersebut.Namau ada beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indnesia adalah sebagai berikut : 1. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. WEWENANG MPR Sebelum Amandemen . Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. 2. 4. MPR merupakan lembaga tertinggi negara sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Parlemen. terdapat perbedaan antara sistem pemerintahan sebelum dilakukan amandemen dan setelah dilakukan amandemen. sistem bicameral. 3. Dalam proses tersebut. Presiden sewaktu – waktu dapat diberhentikan MPR atas usul dan pertimbangan dari DPR.

DPR. 9. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan GarisGaris Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. 3. Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 7. MA. Melantik presiden dan/atau wakil presiden 6. Menghilangkan supremasi kewenangannya 2. Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. 8. 9.1. Setelah amandemen. Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN 3. Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden 8. Membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. 7. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. WEWENANG MPR Setelah Amandemen 1. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN . diberhentikan. 5. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 4. berhenti. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan. MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. 2. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan/atau Undang-Undang Dasar. dan MK. jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat. DPD. Memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pemilu sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya. Mengubah undang-Undang Dasar. 5. Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu) 4. BPK. 6.

5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD 5. Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar. Kedudukan DPR diperkuat sebagai lembaga legislatif dan fungsi serta wewenangnya lebih diperjelas seperti adanya peran DPR dalam pemberhentian presiden. PRESIDEN  SEBELUM AMANDEMEN Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power). Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. APBN. Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang 3. dan lain sebagainya. 3. Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat . Tidak disebutkan bahwa DPR berwenang memilih anggota-anggota BPK dan tiga hakim pada Mahkamah Konstitusi. Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban presiden. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan 4. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sebelum Amandemen Presiden tidak dapat membubarkan DPR yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum secara berkala lima tahun sekali. persetujuan DPR atas beberapa kebijakan presiden. juga memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif (judicative power).2. Memberikan persetujuan atas PERPU. WEWENANG DPR Setelah Amandemen 1. WEWENANG DPR Sebelum Amandemen : 1. 4. Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama 2. Memberikan persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden. Meskipun demikian. Memberikan persetujuan atas Anggaran. Setelah Amandemen Setelah amandemen. 2. serta kebijakan pemerintah 3.

5. Pilpres pertama kali di Indonesia diselenggarakan pada tahun 2004. tetapi diangkat oleh DPR dengan memperhatikan DPD lalu diresmikan oleh presiden. Mengangkat dan memberhentikan anggota BPK. dan Angkatan Udara 4. Masa jabatan presiden adalah lima tahun dan dapat dipilih kembali selama satu periode. maka dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 2. Pasangan yang memperoleh suara terbanyak dalam Pilpres Putaran Kedua dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. 3. Jika dalam Pilpres didapat suara >50% jumlah suara dalam pemilu dengan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari separuh jumlah provinsi Indonesia. maka pasangan yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres mengikuti Pilpres Putaran Kedua. Angkatan Laut.  WEWENANG 1. Presiden tidak lagi mengangkat BPK. Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR 10. Mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menyatakan keadaan bahaya PEMILIHAN Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelumnya. WEWENANG 1. Menyatakan perang. sehingga presiden bisa menjabat seumur hidup. kepala pemerintahan dan berwenang membentuk Undang-Undang dengan persetujuan DPR. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR 9. Menetapkan Peraturan Pemerintah 4. Menetapkan Peraturan Pemerintah 7. Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri 8.  4. Jika tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) 3. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri PEMILIHAN Presiden dan Wakil Presiden diangkat dan diberhentikan oleh MPR.menjabat sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. MAHKAMAH KONSTITUSI SEBELUM AMANDEMEN . SETELAH AMANDEMEN Kedudukan presiden sebagai kepala negara. 2. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) 6. Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU.

memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Masa jabatan Ketua MK selama 3 tahun yang diatur dalam UU 24/2003 ini sedikit aneh. Natabaya 6. KETUA Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 tahun. kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Harjono Maria Farida Indrati Maruarar Siahaan . dan 3 orang oleh Presiden. 3. Achmad Roestandi 5. Jimly Asshiddiqie. Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 tahun. Soedarsono Hakim Konstitusi periode 2008-2013 adalah: 1. Pada 19 Agustus 2008. Dr. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah Agung.H.Mahkamah konstitusi berdiri setelah amandemen    SETELAH AMANDEMEN WEWENANG Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. HAKIM KONSTITUSI Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden. Ketua MK yang pertama adalah Prof. Harjono 7. karena masa jabatan Hakim Konstitusi sendiri adalah 5 tahun. Jimly Asshiddiqie. dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945. A. Jimly terpilih lagi sebagai ketua untuk masa bakti 2006-2009 pada 18 Agustus 2006 dan disumpah pada 22 Agustus 2006. Hakim Konstitusi yang baru diangkat melakukan voting tertutup untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua MK masa bakti 2008-2011 dan menghasilkan Mohammad Mahfud MD sebagai ketua serta Abdul Mukthie Fadjar sebagai wakil ketua. S. sehingga berarti untuk masa jabatan kedua Ketua MK dalam satu masa jabatan Hakim Konstitusi berakhir sebelum waktunya (hanya 2 tahun). Hakim Konstitusi periode 2003-2008 adalah: 1. S. Jimly Asshiddiqie 2. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Maruarar Siahaan 9.. Abdul Mukthie Fadjar 4. Mohammad Laica Marzuki 3. memutus pembubaran partai politik. H. I Dewa Gede Palguna 8. 2.

Advokat/Pengacara dan lain-lain. dan peradilan tata usaha negara( Pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen). Mahkamah Agung berwenang dalam kekuasaan kehakiman secara utuh karena lembaga ini merupakan lembaga kehakiman satu-satunya di Indonesia pada saat itu. 7. WEWENANG Fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti Kejaksaan. dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh UndangUndang Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberi grasi dan rehabilitasi 6. MAHKAMAH AGUNG  SEBELUM AMANDEMEN Kedudukan: : Kekuasan kehakiman menurut UUD 1945 sebelum amandemen dilakukan oleh Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman (Pasal 24 (1)). 5. 9. MA membawahi Beberapa macam lingkungan peradilan. 8. Dalam melaksanakan kekusaan kehakiman . Abdul Mukthie Fajar Mohammad Mahfud MD Muhammad Alim Achmad Sodiki Arsyad Sanusi Akil Mochtar 5.        WEWENANG Sebelum adanya amandemen. Lembaga ini dalam tugasnya diakui bersifat mandiri dalam arti tidak boleh diintervensi atau dipengaruhi oleh cabang-cabang kekuasaan lainnya.4. yaitu peradilan umum. menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang. peradilan agama. Kepolisian. . terutama eksekutif. 6. (2) Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Hasil Pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat” PASAL 23 SESUDAH AMANDEMEN Pasal 23F (1) Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. SETELAH AMANDEMEN Kedudukan: MA merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan kehakiman disamping itu sebuah mahkamah konstitusi diindonesia (pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen ). peradilan militer. Kekuasaan kehakiman hanya terdiri atas badan-badan pengadilan yang berpuncak pada Mahkamah Agung. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. BPK SEBELUM AMANDEMEN Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan undangundang.

. setiap orang sebagai harkat dan martabat manusia yang sama antara satu orang dengan lainnya yang benar-benar wajib untuk dilindungi dan tidak ada pembeda hak antara orang satu dengan yang lainnya.Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2). semua orang memiliki hak untuk menjalankan kehidupan dan apa yang dikendakinya selama tidak melanggar norma dan tata nilai dalam masyarakat. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945. Pengertian Hak Asasi Manusia Pengertian HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Rights) secara universal ham adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sampai mati sebagai anugerah dari tuhan YME. Realisasi Hak – hak Asasi Manusia dalam Negara Republik Indonesia 1. hukum dan pemerintah. dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara. Hak asasi ini sangat wajib untuk dihormati. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan (role).net/rmriwan/sistem-pemerintahan-indonesia-sebelum-dansesudah-amandemen B. 2. HAK DAN KEWAAJIBAN WARGA NEGARA : 1. Hak Warga Negara Indonesia : .Pasal 23G (1) BPK berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap propinsi (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai BPK di atur dengan undang-undang Sumber : http://www.slideshare.

Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. (pasal 28C ayat 2).Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. hak untuk tidak diperbudak. dan Berkembang” .Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. ilmu pengetahuan dan teknologi. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi : segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.Hak atas pengakuan.”(pasal 28A).hak beragama. bangsa. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. (pasal 28C ayat 1) .Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1). (pasal 28I ayat 1). dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum..(pasal 28D ayat 1). .Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. . tumbuh. . Kewajiban Warga Negara Indonesia : . perlindungan. dan negaranya.Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup. .Hak atas kelangsungan hidup. . dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. hak untuk tidak disiksa. . jaminan. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.Wajib menaati hukum dan pemerintahan.

2. Pasal 27.Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. 27. Pada ayat (2).. segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya.setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. 28. ayat (1).” Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26. dan 30.Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. 3. ayat (1). kemerdekaan berserikat dan berkumpul. mengeluarkan pikiran dengan lisan.” . Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang. 2. 4. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 28J ayat 1 mengatakan : Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain . Dan pada ayat (2).. Pasal 26. yaitu : 1. wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. nilai-nilai agama. yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945 Menurut Arumanadi dan Sunarto (1990: 75-76) dalam Pembukaan UUD 1945 banyak menyangkut hak asasi.Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya.” ini merupakan pengakuan akan adanya kebebasan untuk merdeka (freedom to be free). keamanan. ayat (1). Pasal 28. taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.. Dari alinea ketiga dapat diambil kesimpulan bahwa rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya supaya terjelma kehidupan bangsa indonesia yang bebas. dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Dalam alinea kedua disebutkan negara Indonesia yang adil. Sedangkan pada alinea keempat . Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. Dalam alinea pertama dinyatakan “Bahwa sesungguhnya itu kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Pasal 30.

tumbuh. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. sosial ekonomi dan kebudayaan.Hak atas kelangsungan hidup. 4.Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945. (pasal 28C ayat 1) . . yaitu bidang politik.Hak atas pengakuan. Hak Warga Negara Indonesia : . . ilmu pengetahuan dan teknologi. (pasal 28C ayat 2).Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan. hukum. Hak dan Kewajiban Warga Negara HAK DAN KEWAAJIBAN WARGA NEGARA : 1.Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2). Hak asasi manusia yang termaktub di dalam UUD 1945 cukup banyak. 2.Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. dan kepastian hukum yang adil serta . . Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan (role). .menunjukan pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi dalam segala bidang. dan negaranya. jaminan. bangsa. yaitu yang terdapat pada Pasal 28A sampai dengan Pasal 28J.Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1). dan Berkembang” . “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. perlindungan.”(pasal 28A).

Kewajiban Warga Negara Indonesia : . . 28. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. yaitu : .perlakuan yang sama di depan hukum. Pasal 28J ayat 1 mengatakan : Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain .” . . nilai-nilai agama. .(pasal 28D ayat 1). dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang.” Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani.Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dan 30. (pasal 28I ayat 1).Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain.setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 27. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum.Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi : segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.hak beragama.Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup. keamanan. hak untuk tidak disiksa. hak untuk tidak diperbudak.

Manusia sebagai mahluk pribadi dan sosial mengembangkan jasmani dan rohaninya dengan melakukan perbuatan dalam kehidupan bersama sesama manusia. yakni : a. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang. ayat (1).1. Bentuk konkret realisasi hak asasi manusia dalam konsep hidup berdasarkan Pancasila. 2. Dan pada ayat (2). 3. 4. taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Manusia adalah pribadi artinya manusia adalah subyek yang berdiri sendiri. kemerdekaan berserikat dan berkumpul. dan di alam semesta. Artinya manusia yang merupakan pribadi harus hidup bersama –sama dengan sesama manusia. Pasal 30. Tidak mungkin manusia hidup sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dengan manusia lainnya. Untuk dapat hidup dan menjaga kelangsungan hidupnya manusia oleh sang Pencipta dilengkapi dengan kemampuan-kemampuan cipta.Hak-hak asasi manusia secara universal juga mendapat tempat dalam dasar Negara RI. Pasal 27. 4. Lalu bagaimana dasar Negara Pancasila menjamin hak asasi manusia di tanah air? Manusia adalah mahluk Tuhan yang merupakan mahluk pribadi dan sekaligus mahluk sosial. rasa dan karsa dan hak-hakserta kewajiban-kewajiban asasi. Oleh karena manusia . ayat (1). dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. mengeluarkan pikiran dengan lisan. ayat (1). wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pasal 26. Hak asasi manusia bersumber langsung pada Tuhan yang Maha Esa. Pasal 28. Pada ayat (2). hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Indonesia menjadi satu diantara Negara-negara yang sering menjadi target aktivis HAM dunia akibat adanya pelanggaran-pelanggaran yang bersifat asasi. yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Realisai Hak – hak Asasi Manusiadalam Negara Republik Indonesia Bagaimana Bentuk Realisasi HAM berdasarkan Pancasila? Di era globalisasi ini hak asasi manusia mendapat sorotan tajam dari dunia internasional. yang mampu mengerti dan menentukan sikap terhadap diri sendiri dan terhadap obyek di sekitarnya. syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang. segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya.

Daftar Pustaka . b. c. Inilah konsep berdasarkan Pancasila. Kesimpulan dan Saran 1. d.5. Hak berpendapat dan menyampaikan keinginan setiap insan dikelola secara perwakilan dan setiap keputusan adalah hasil dari musyawarah untuk mufakat.4. Tuhan menciptakan manusia yang dibekali dengan kemampuan dan hak asasi serta kewajibankewajiban asasi untuk dapat hidup dan menjaga kelangsungan hidupnya serta mencapai tujuan hidupnya secara beradab.mendapat bebas untuk beribadah menurut agama dan keyakinan masing-masing dan dilindungi negara. (DP) 1. Manusia berhak mendapat keadilan yang sama tanpa pandang bulu. untuk mendapat kesejahteraan dan kemakmuran hidup. Oleh karena itu manusia harus mampu bersatu dan menjaga hubungan harmonisasi dengan sesamanya. Tidak mungkin manusia hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Tuhan menghendaki manusia hidup dalam kebersamaan. e. Oleh sebab itu hak asasi manusia wajib diletakkan dalam kerangka kebersamaan hidup.