Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

TUJUAN PERCOBAAN
Adapun tujuan dari percobaan yang dilakukan adalah penentuan kecepatan
pengeringan zat/bahan (moisture content/zat bahan) di dalam alat pengering.

1.2

LANDASAN TEORI
DEFINISI PENGERINGAN
Pada umumnya, pengeringan (drying) zat padat berarti pemisahan sejumlah
kecil air atau zat cair lain dari bahan padat, sehingga mengurangi kandungan sisa
zat cair di dalam zat padat itu sampai suatu nilai rendah ysng dapat diterima.
Pengeringan biasanya merupakan langkah terakhir dari sederetan operasi, dan
hasil pengeringan biasanya lali siap untuk dikemas.
Pemisahan air atau zat cair lain dari zat padat dilakukan dengan memeras zat
cair itu secara mekanik hinga ke bahkeluar, atau dengan pemisah sentrifugal atau
dengan penguapan secara termal. Pemisahan zat cair secara mekanik biasanya
lebih murah biayanya, dan karena itu biasanya kandungan zat cair itu diturunkan
terlebih dahulu sebanyak-banyaknya dengan cara itu sebelum mengumpankan ke
pengering panas.
Kandungan zat cair di dalam bahan yang dikeringkan berbeda dari satu
bahan ke bahanlain. Kadang-kadang bahan yang tidak mengandung zat cair sama
sekali disebut kering tulang (bone dry). Namun, pada umumnya zat padat masih
mengandung sedikit persen air, atau batu bara kering kira-kira 4 % dan kasein
kering kira-kira 8%. Pengeringan adalah suatu istilah yang relatif dan hanya
mengandung arti bahwa terdapat pengurangan kadar zat cair dari suatu nilai awal
mnjadi suatu nilai akhir yang dapat diterima.
Zat padat yang akan dikeringkan biasanya terdapat dalam berbagai bentuk
serpih (flake), bijian (granule), kristal (crystal), serbuk (powder), lempeng (slab)

atau lembaran senambung (continuous shet) dengan sifat-sifat yang mungkin
sangat berbeda satu sama lain. Zat cair yang akan diuapkan itu mungkin terdapat
pada permukaan zat padat, sebagaimana dalam hal kristal, bisa pula seluruhnya
terdapat di dalam zat padat, misalnya pada pemisahan zat pelarut dari lembaran
polimer atau sebagian di luar, sebagian di dalam. Umpan terhadap beberapa
pengering mungkin berupa zat cair di mana zat padat itu melayang sebagai
partikel atau mungkin pula berbentuk larutan. Hasil pengeringan ada yang tahan
terhadap penanganan kasar dan lingkungan yang sangat panas, tetapi ada pula
yang memerlukan penanganan yang hati-hati pada suhu rendah atau sedang. Oleh
karena itu, pengering yang terdapat di pasaran sangat banyak macam ragamnya.
Perbedaannya satu sama lain terutama terletak dalam hal cara memindahkan zat
padat di dalam zone pengeringan dan dalam cara perpindahan kalor.
Kecepatan pengeringan dikendalikan oleh kecepatan pemindahan panas dari
medium yang memberikan panas dan kecepatan difusi air dari dalam bahan ke
medium yang membawa uap (medium ”pengering”). Pengeringan dilakukan
untuk mencapai sasaran, yaitu :
1. mengurangi biaya transport
2. Agar mudah ditangani dan mudah penggunaannya
3. Untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu seperti tahan lama pada penyimpanan
(pengawetan), mudah mengalir, dan tidak mudah rusak
4. Menghindari bahaya korosi akibat adanya air
KlASIFIKASI PENGERINGAN
Cara yang sederhana untuk mengklasifikasikan alat pengering dibagi 2 jenis,
yaitu:
1. Pengering di mana zat padat bersentuhan langsung dengan gas panas
(biasanya udara) atau disebut juga pengeringan adiabatik.
2. Pengering di mana kalor perpindahan ke zat padat dari suatu medium luar,
misalnya uap yang terkontaminasi biasanya melalui permukaan logam yang
bersentuhan dengan zat padat. Pengeringan ini disebut nondiabatik.

zat padat itu bergerak di atas permukaan panas. Pemanas permukaan itu dapat dilakukan dengan listrik atau dengan fluida perpindahan kalor seperti uap atau air panas. 3. zat padat disiramkan ke bawah melalui suatu arus gas yang bergerak perlahanlahan ke atas. zat padat dihamparkan di atas suatu permukaan gorizontal yang stasioner atau bergerak lambat dan ”dimask” hingga kering. Cara ini disebut pengeringan sirkulasi tembus (throughcirculation drying). Sebagaimana juga dalam hal pengeringan sirkulasi silang. yaitu: 1. Proses ini disebut pengeringan dengan sirkulasi silang (cross-circulation drying).Pengering-pengering nonadiabatik dibedakan menurut caranya zat padat itu berkontak dengan permukaan panas atau sumber kalor lainnya. Dalam pengeringan nonadiabatik. Atau. 2. zat padat itu bersntuhan dengan gas menurut salah satu cara berikut ini: 1. gas ditiupkan melintas permukaan hamparan atau lembaran zat padat. yang biasanya berbentuk silinder. 4. gas dialirkan melalui zat padat dengan kecepatan yang cukup untuk memfluidisasikan hamparan. 5. satu-satunya gas yang harus dikeluarkan ialah uap air atau uap zat pelarut. atau melintasi satu atau kedua sisi lembaran atau film sinambung. di sini pun kecepatan gas harus rendah untuk mencegah terjadinya pembawaikutan (entrainment) terhadap partikel zat padat. gas ditiupkan melalui hamparan zat padat butiran kasar yang ditempatkan di atas ayak pendukung. pemberian kalor itu dapat pula dilakukan dengan pemanas radiasi yang ditempatkan di atas zat padat itu. . kadang-kadang dalam hal ini terdapat pembawaikutan yang tidak dikehendaki daripada pertikel halus oleh gas. walaupun kadang-kadang sejumlah kecil ”gas penyapu” dilewatkan melalui unit itu. 2. dengan bantuan pengaduk atau konveyor sekrup (screw conveyor) atau konveyor dayung (paddle conveyor). zat padat seluruhnya dibawa ikut dengan arus gas kecepatan tinggi dan diangkut secara pneumatik dari peranti pencampuran ke pemisah mekanik.Dalam pengering adiabatik.

Berdasarkan ini dapat dikelompokkan pengeringan seperti berikut: I. Filter-dryer combinations III. zat padat penggelincir dengan gaya gravitasi di atas permukaan panas yang miring atau dibawa naik bersama permukaan itu selama suatu waktu tertentu dan kemudian diluncurkan lagi ke suatu lokasi baru. Atmospheric 2. Atmospheric compartment 2. Agitator dryers 1.3. Vacuum . Granular or loose materials A. Vacuum tray B. Drum dryers 1. Materials in sheet or mass carried through on conveying or trays A. Cylinder dryers B. Tunnel II. Conveyor dryers D. Atmospheric 2. Material in continuous seets A. Turbo dryers C. Continous dryers 1. Roto-louver B. Standard rotary 2. Vacuum V. Festoon dryers IV. Materials in solution A. Rotary dryers 1. Batch dryers 1. Peralatan pengering dapat juga dikelompokkan menurut bentuk dan sifat bahan yang ditangani. Pastes and sludges A.

dan konsumsi uap sangat rendah. Pengering talam Pengering talam sangat bermanfaat bila lju produksi kecil. Udara dapat disirkulasikan ulang dan diventilasikan keluar dari masing-masing bagian secara terpisah atau dilewatkan dari satu bagian ke bagian lain secara lawan-arah terhadap zat padat. kadang-kadang dengan pemanasan tak langsung. Pengeringan dengan sirkulasi udara menyilang lapisan zat padat biasanya lambat. Talam itu mungkin terletak di atas platplat logam bolong yang dilalui uap atau air panas atau kadang-kadang memiliki ruang lagi untuk fluida pemanas. Special methods A. Infrared radiation B. Pengering Zat Padat a. b. Dielectric heating C. Alat ini biasanya diterapkan untuk pengeringan bahan-bahan bernilai tinggi seperti zat warna dan bahan farmasi. tetapi karena memerlukan tenaga kerja untuk pemuatan dan pengosongan. Pengering talam dapat beroperasi dalam vakum. .s c. biaya operasinya agak mahal. Pengering konveyor-tabir Pengering konveyor tabir dapat menangani berbagai zat padat secara kontinu dan tanpa penanganan kasar. Vaporization-From ice PERALATAN PENGERINGAN 1.sang bersusun ke atas pada suatu poros tengah yang berputar. biasanya sedang. Spray dryers VI.B. Uap dari zat padat dikeluarkan dengan ejektor atau pompa vakum. dan siklus pengeringan pun panjang. biasanya 2 lb uap per pon air yang menguap. Alat ini dapat digunakan untuk mengeringkan segala macam bahan. Pengering menara Pengering menara terdiri dari sederetan talam bundar yang dipa.

atau agak miring ke bawah ke arah luar. horizontal. Zat padat yang diumpankan di satu ujung diangkut perlahan-lahan melalui zone panas dan dikeluarkan dari ujung yang satu lagi. e. Pencampuran dan . Pengering putar Pengering putar terdiri dari sebuah selongsong berbentuk silinder yang berputar. Aliran zat padat dan gas bisa searah dan bisa pula lawan-arah. Partikel-partikel zat padat difluidisasikan dengan udara atau gas di dalam unit hamparan-hamparan (boilingg bed). Pengering putar ada yang dipanaskan dengan kontak langsung gas dengan zat padat dengan gas panas yang mengalir melalui mantel luar atau dengan uap yang kondensasi di dalam seperangkat tabung longitudinal yang dipasangkan padat permukaan dalam selongsong. Selongsong memiliki diameter 3 sampai 24 inch. Pengering hamparan-fluidisasi Pengering di mana zat padatnya difluidisasikan dengan gas pengering banyak digunakan dalam berbagai masalah pengeringan. Uap yang keluar disedot melalui pipa yang dipasangkan pada atap selongsong.Umpan padat dijatuhkan pada talam teratas dan dikenakan pada arus udara panas atau gas yang mengalir melintas talam. f. Zat padat itu lalu dikikis keluar dan dijatuhkan ke talam berikut di bawanya. dan panjangnya sampai 20 ft. yang terdiri dari sebuah konveyor-sekrup horizontal yang terletak di dalam suatu selongsong bermantel berbentuk silinder. sayap-sayap yang terdapat di dalam mengangkat zat padat itu dan menyiramkan ke bawah melalui bagian dalam selongsong. Pengering Konveyor-sekrup Pengering Konveyor-sekrup adalah suatu pengering kontinu kalor tak langsung. d. sampai keluar sebagai hasil yang kering dari dasar menara. Zat padat itu menempuh jalan seperti itu melalui pengering. Pada waktu selongsong berputar. Umpan basah masuk dari satu ujung silinder. bahan kering keluar dari ujung yang satu lagi.

Tetesan-tetesan itu dibentuk di dalam kamar pengering berbentuk silinder degan nosel tekanan. Alat ini sangat bermanfaat untuk memulihkan pelarut dari hasil zat padat. Pengering film tipis Efisiensi termal pengering film tipis biasanya tinggi. Aliran zat cair dan gas itu bisa searah. Alat ini relative mahal dan luas permukaan perpindahan kalornya terbatas. 2. Pengering semprot Pengering semprot . b. dan kehilangan zat padatnya pun kecil karena dalam hal ini tidak ada atau hamper tidak ada gas yang harus disedot melalui unit itu. Pengering semprot dapat menggabungkan fungsi evaporasi. bubur. Pengering semprot memiliki keuntungan pula dalam menghasilkan langsung dari larutan. untuk umpan yang basah air atau basah pelarut. . Umpan basah masuk dari atas hamparan. kristalisator. di dekat dasar. Laju pengumpanan yang wajar. Kebasahan akan menguap dengan cepat dari tetesan itu dan meninggalkan partikelpartikel zat padat kering yang lalu dipisahkan dari arus gas. atau merupakan gabungan keduanya di dalam satu unit. dengan nosel dua fluida atau di dalam pengering ukuran besar dengan kecepatan tinggi. bisa lawan-arah. Keuntungan pokok dari pengering semprot adalah bahwa waktu pengeringannya sangat singkat. unit penghalus dan unit klasifikasi. sehingga memungkinkan pengeringan bahan-bahan yang peka panas dan menghasilkan partikel-partikel berbentuk bola pejal maupun bolong. bubur atau larutan didispersikan ke dalam arus gas panas dalam bentuk kabut atau tetesan halus. atau tapal encer suatu hasil kering yang siap untuk dikemas. biasanya berkisar antara 20 sampai 40 lb/ft2jam. hasil kering keluar dari samping. Pengering Larutan dan Bubur a. pengering.perpindahan kalor berlangsung sangat cepat.

. Zat padat kering dikikis dari rol itu pada waktu rol itu beputar dengan perlahan-lahan.c. Pengering tromol Pengering tromol terdiri dari satu rol logam atau lebih yang di panaskan di mana lapisan tipis zat cair dipanaskan di luar tromol itu sampai kering.

Sediakan daun nilam yang akan dikeringkan 2. Timbangan di bagian dalam oven pengering 4. Daun Nilam II. Lalu bentuk daun nilam tersebut sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan .BAB II METODE PERCOBAAN II. Dry-bulb temperatur 5. Alat Adapun alat-alat yang digunakan dala percobaan pengeringan ini adalah: 1. Oven Pengering 2. Wet-bulb temperatur b.1 ALAT DAN BAHAN a.2 PROSEDUR KERJA Berikut ini prosedur kerja yang dilakukan dalam percobaan pengeringan ini adalah sebagai berikut: 1. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan pengeringan ini adalah: 1. Stopwatch 3.

. Setelah itu. Apabila telah selesai melakukan pengeringan terhadap sampel (daun nilam). Pastikan tidak ada lagi aliran arus listrik pada oven pengering. 5. wet bulb temperature dan dry bulb temperature secara berkala dengan selang waktu 2 menit hingga massa bahan tidak berubah lagi (konstan) sebanyak 3 kali. Lakukan terus pencatatan massa bahan (daun nilam). Kemudian. 7. 6. switchoff kan motor. lalu atur temperatur operasi sebesar 85°C dan switch-on kan motor 4.3. switch-on kan wet bulb temperature dan dry bulb temperature kemudian letakkan daun nilam di atas timbangan pada bagian dalam oven pengering lalu catat massanya. maka switch-off kan wet bulb temperature dan dry bulb temperature. sambungkan oven pengering ke arus listrik dan switch-on kan power supply oven pengering. lalu switch-off kan pula power supply.

5 41.1 42.69 3.1 42.57 1.15 2.8 42.4 2.66 2.21 3.06 5.6 41.5 41.7 41.05 3.9 1.95 2.3 42.1 45.57 3.9 43.72 4.6 41.38 4.79 3.6 41.04 2.3 41.8 1.2 42.5 41.26 2.73 1.2 42.2 41.48 3.55 4.1 2.2 .19 4.7 41.8 41.27 3.57 Dry bulb 34 70 104 112 108 103 97 92 92 93 93 93 93 92 90 91 91 91 91 91 90 90 91 91 91 91 91 91 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 Wet bulb 25.8 41.2 36 44.4 41.BAB IV DATA PENGAMATAN no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Waktu 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 60 62 64 66 68 70 72 74 76 Berat 5.2 42.8 44.3 41.8 41.2 41.4 41.1 42.4 41.88 2.1 42 42.97 1.94 3.46 2.74 2.4 41.9 42 42.02 4.65 1.38 3.32 2.99 4.6 2.03 1.8 2.2 42.82 3.2 42.12 3.

Menghitung nilai W Data 1 sampai data 7 W  Qn 1 Qo 1. Dik : Qn = 5..2 ..57 90 BAB V ANALISA DATA I.02 gram 42..008 2.....06 gram Qo = 5.40 78 1.06 gram = 5.? Qn Jb: W  Qo  1 5..02 gram  1 = 0.02 gram Dit : W = ... Dik : Qn = 5.

..38 gram = 4.19 gram Qo = 4.... Dik : Qn = 4...72 gram Dit : W = .? Qn Jb: W  Qo  1 5..057 4.02 gram = 4.037 5. Dik : Qn = 4.99 gram Qo = 4.55gram Dit : W = ...99 gram Dit : W = ..? Qn Jb: W  Qo  1 4.72 gram  1 = 0...? Qn Jb: W  Qo  1 4. Dik : Qn = 4....38 gram Qo = 4.05 gram  1 .19 gram = 4....19 gram  1 = 0.... Dik : Qn = 4.? Qn Jb: W  Qo  1 4.38 gram  1 = 0.55 gram  1 = 0.0388 6..72 gram = 4.55 gram Qo = 4...? Qn Jb: W  Qo  1 4....? Qn Jb: W  Qo  1 4.38 gram Dit : W = ......55 gram = 4.....Qo = 4.. Dik : Qn = 4.0455 7......99 gram  1 = 0........19 gram Dit : W = ...006 3..99 gram = 4....72 gram Qo = 4.....05 gram Dit : W = .

. Dik : m1 = 4..55  4..55 gram m2 = 4..06  5... Dik : m1 = 4...99 ) gram 0..033 jam = 5.033 jam = 8... Dik : m1 = 5. Dik : m1 = 4..72 gram m2 = 4.99 gram m2 = 4.99 gram Dit : M = .? m  m2 Jb: W  1 t = ( 4.212 gram /jam 2.91 gram /jam 3..? m  m2 Jb: W  1 t = ( 4....0035 II..033 jam = 5...19 ) gram 0.? m  m2 Jb: W  1 t = ( 4.02  4...033 jam = 0.033 jam = 1...55 ) gram 0..? m  m2 Jb: W  1 t = ( 5.55 gram Dit : M = .02 gram Dit : M = .033 jam 1.......06 gram m2 = 5...99  4.19 gram Dit : M = ......72 gram Dit : M = ..72 ) gram 0....= 0.15 gram /jam 5. Dik : m1 = 5.02 ) gram 0.....18 gram /jam 4.02 gram m2 = 4.? m  m2 Jb: W  1 t = ( 5.. Menghitung nilai M Data 1 sampai 7 t = 2 menit = 0..75 gram /jam .72  4....

.5482 kkal/gram = 0. Dik : M = 8.9091 gram/jam.? Jb: Q = M .5482 kkal/gram = 0.1818 gram / jam Dit : Q = .212 gram/jam. λ = 0..? m  m2 Jb: W  1 t = ( 4.....02 ) gram 0.06 gram m2 = 5....6645 kkal/jam 2...6...5482 kkal/gram = 2. Dik : m1 = 4. Dik : M = 0. Dik : m1 = 5..212 gram /jam 7. λ = 5..05 ) gram 0....9091 gram / jam Dit : Q = .. 0.... λ = 1.033 jam = 4.19 gram m2 = 4. 0.....212 gram / jam Dit : Q = .. Dik : M = 1..? Jb: Q = M .8241 kkal/jam 5.033 jam = 1...05 gram Dit : M = .? Jb: Q = M ..243 gram /jam III.4984 kkal/jam 3....? Jb: Q = M ..λ λ = 548..5482 kkal/gram = 4. Dik : M = 5.....2 kkal / kg = 0..1515 gram / jam Dit : Q = ....19  4..06  5.1515 gram / jam ..? m  m2 Jb: W  1 t = ( 5....1515 gram/jam.. Menghitung nilai Q Q=M. Dik : M = 5. 0....1818 gram/jam...4853 kkal/jam 4. λ = 8...5482 kkal / gram 1...02 gram Dit : M = .. 0.

..2424 gram/jam.0013 kkal/jam. λ = 4.7cm 2 (34 0 C ) = = 0. λ = 5. 0..7cm 2 (70 0 C  36 0 C ) 0.2 0 C ) 0.4984 kkal/jam t = 700C tw = 36 0C Dit : h = ……? Q Jb : h = A ...? Jb: Q = M ..1 0C .3257 kkal/jam IV.5482 kkal/gram = 3.7cm 2 (34 0 C  25.8 0 C ) = = 0. (t  tw) A = 57. 0.6645kkal / jam = 57. 0. Dik : M = 5.Dit : Q = .. (t  tw) 0.0003 kkal/jam..? Jb: Q = M ...7576 gram/jam...2424 gram / jam Dit : Q = . Menghitung nilai h M x h = A . λ = 5.. (t  tw) Q = A ..6645 kkal / jam 57.1563 kkal/jam 7...cm2 0C 2.? Jb: Q = M .1515 gram/jam.8241 kkal/jam 6. Dik : Q = 0..5482 kkal/gram = 2.4853 kkal/jam t = 700C tw = 44...2 0C Dit : h = ……? Q Jb : h = A . (t  tw) 0..cm2 0C 3.7cm 2 (8.. Dik : M = 4...... Dik : Q = 0.6645kkal / jam = 57.4984 kkal / jam 57...5482 kkal/gram = 2. Dik : Q = 4..7 cm2 1..6645 kkal/jam t = 340C tw = 25.7576 gram / jam Dit : Q = .

9 0C Dit : h = ……? Q Jb : h = A .10 C ) 0.7cm 2 (63.0008 kkal/jam.9 0 C ) 3. Dik : Q = 2.9 0C Dit : h = ……? Q Jb : h = A .7cm 2 (66.8241kkal / jam = 57.0007 kkal/jam.cm2 0C 7. (t  tw) 3.Dit : h = ……? Q Jb : h = A .0013 kkal/jam.8 0 C ) 2.cm2 0C 6.6645kkal / jam = 57. (t  tw) 2. Dik : Q = 2.1563kkal / jam = 57.4853 kkal / jam 57.9 0 C ) = = 0.8241 kkal/jam t = 1080C tw = 44.8241 kkal/jam t = 1120C tw = 45.0009 kkal/jam.1563 kkal / jam 57.10 C ) = = 0.3257 kkal/jam .9 0 C ) 2.7cm 2 (59.8241kkal / jam = 57.7cm 2 (59.cm2 0C 4.cm2 0C 5. (t  tw) 2.7cm 2 (108 0 C  44.8 0C Dit : h = ……? Q Jb : h = A .2 0 C ) = = 0. Dik : Q = 3.7cm 2 (104 0 C  44.7cm 2 (112 0 C  45. (t  tw) 4.8241 kkal / jam 57.1563 kkal/jam t = 1090C tw = 43.7cm 2 (103 0 C  43. Dik : Q = 2.8241 kkal / jam 57.10 C ) = = 0.

0 C ) (34 0 C  25.0013 kkal / jam.t = 970C tw = 42.5482kkal / gram (0.7 0 C ) 2.cm 2 .7cm 2 (54.8 0C .2 0C h.10 C ) 0.01418 4. Menghitung nilai Rc h. 0C t = 104 0C tw = 44.0013 kkal/jam.5482kkal / gram = 0.5482kkal / gram = 0. cm2.3257 kkal / jam 57.cm2 0C V.0013 kkal / jam.(t  tw) Dit : Rc =  = (0.0210 Dik : h = 0. (0.0003 kkal/jam.2 kkal / kg = 0.7 0C Dit : h = ……? Q Jb : h = A .3 0 C ) = = 0.0 C ) (70 0 C  36 0 C ) 0.2 0 C ) 0. 0C t = 70 0C tw = 36 0C h.(t  tw) Rc =  λ = 548.(t  tw) Dit : Rc =  = 2. cm2. Dik : h = 0.5482 kkal / gram 1.0003 kkal / jam.cm 2 .0007 kkal/jam.7cm 2 (97 0 C  42. cm2. = 0. Dik : h = 0. (t  tw) 2.0007 kkal/jam.(t  tw) Dit : Rc =  = 3.3257 kkal / jam = 57. 0C t = 34 0C tw = 25.0158 Dik : h = 0.0013 kkal/jam. cm2.1 0C h. 0C t = 122 0C tw = 45.cm 2 .0 C ) (104 0 C  44.

8 0 C ) 0.0060 44.0007 kkal/jam.0998 7.0009 kkal/jam.2121 0.cm 2 . 0C t = 97 0C tw = 42.0158 . cm2.1 0. Dik : h = 0.(t  tw) Dit : Rc =  = (0.8 0 C ) 0.99 70 104 36 0.7 0 C ) 0.2 0.0735 no waktu berat Dry Wet bulb bulb W M Q ha Rc 1 0 5. Dik : h = 0.5482kkal / gram = 0.6645 0.5482kkal / gram = 0.0080 1.(t  tw) Dit : Rc =  = (0.0013 0.cm 2 .5482kkal / gram = 0.0 C ) (112 0 C  45.0008 kkal/jam.9 0 C ) 0.0 C ) (108 0 C  44.4984 0.(t  tw) Dit : Rc =  = (0.0008 kkal / jam.cm 2 .cm 2 .0007 kkal / jam.5482kkal / gram = 0.Dit : Rc = = h.02 4. cm2.0003 0.9091 0.80C h.0210 2 3 2 4 5.0 C ) (103 0 C  43.0008 kkal / jam. cm2.0 C ) (97 0 C  42. 0C t = 103 0C tw = 43.06 34 25.(t  tw)  (0.0893 6.7 0C h. Dik : h = 0. 0C t = 108 0C tw = 44.0007 kkal / jam.0893 5.9 0C h.

0005 0.4 0.0473 14 26 3.3290 0.0735 8 14 4.4242 1.6612 0.0279 3.0079 0.5 0.0303 1.0578 16 30 3.7273 1.7273 1.0336 3.5 0.0.9 0.9935 0.7 0.21 91 41.8273 0.0314 3.0388 5.3333 1.6364 1.05 92 41.0263 2.0473 20 38 2.5 0.0004 0.4 0.0525 15 28 3.79 93 41.4853 0.0453 5.0315 17 32 3.0006 0.4984 0.0006 0.57 93 41.4 0.0005 0.1212 1.7576 3.0374 5.2 0.82 93 41.0420 .8241 0.6364 1.0305 2.8182 0.0368 21 40 2.1418 4 6 4.7 0.12 91 41.0346 4.0998 7 12 4.48 92 41.6 0.1563 0.0630 13 24 3.1818 4.9967 0.9091 0.0420 19 36 3.0007 0.4951 0.8 0.4242 1.0002 0.3257 0.4951 0.1515 2.0005 0.0158 11 20 3.38 90 41.38 103 43.0007 0.19 97 42.72 112 45.9935 0.2 0.1628 0.0572 8.0013 0.3290 0.0525 12 22 3.27 91 41.0005 0.0007 0.0187 1.0005 0.0296 3.0006 0.0007 0.94 92 41.69 93 41.0578 9 16 3.0303 1.0893 5 8 4.2424 2.8241 0.0473 18 34 3.3333 1.0006 0.3 0.0288 2.0336 3.0003 0.0009 0.0271 3.7273 1.95 91 41.1515 2.04 91 41.6612 0.88 90 41.55 108 44.0008 0.3 0.0893 6 10 4.8 0.0630 10 18 3.6 0.0259 2.0243 2.4 0.4951 0.0286 2.8273 0.

1628 0.3290 0.0004 0.57 1.0510 2.8 90 42.73 90 42.4 91 42 0.0485 2.26 90 42 0.0420 38 74 1.1212 1.6612 0.3290 0.0315 29 56 2.03 90 42.0005 0.0004 0.0315 23 44 2.0007 0.9967 0.3290 0.0315 27 52 2.9967 0.65 90 42.0315 33 64 1.57 90 42.1 90 42.4242 1.2 0.8182 0.9967 0.6 91 41.9967 0.57 90 90 42.8182 0.0368 32 62 2.2 0.15 90 42.0405 2.0004 0.32 91 42.2 0.0315 25 48 2.0420 37 72 1.8182 0.0301 2.0569 4.0231 1.8 0.0219 1.0003 0.97 90 42.0345 2.46 91 41.8 0.1212 1.0006 0.2 - - - - - 39 40 76 78 1.4242 1.4242 1.9 90 42.8273 0.8 0.3333 1.1 0.4242 1.6 0.8182 0.0368 36 70 1.8306 0.2 42.1212 1.0420 28 54 2.0263 31 60 2.0005 0.8 90 41.0004 0.2424 2.0420 24 46 2.1628 0.2 0.9967 0.0368 2.3 0.1 0.8182 0.9 0.0238 1.0004 0.1 0.0004 0.0004 0.2 - - - - .3290 0.0305 1.0005 0.74 91 41.0005 0.0004 0.0345 2.0265 1.0525 35 68 1.0512 3.0303 1.22 42 2.66 91 41.1628 0.0008 0.0735 26 50 2.0368 34 66 1.5152 0.0556 3.3257 0.0578 30 58 2.0250 1.1 0.