Anda di halaman 1dari 6

Teori Dasar

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting fungsinya bagi
kehidupan umat manusia dan mahkluk hidup lainnya. Air yang dibutuhkan
manusia meliputi air layak pakai yang bersih dan sehat untuk keperluan memasak,
mencuci, dan mandi serta air yang layak konsumsi untuk keperluan minum. Air
juga dapat berperan sebagai media penularan penyakit. Air merupakan media dan
lingkungan yang baik untuk kehidupan mikroorganisme baik itu mikroorganisme
patogen maupun non pathogen (Rumondor, 2014).
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses
pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air
minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis,
kimiawi, dan radioaktif. Parameter wajib penentuan kualitas air minum secara
mikrobiologi adalah total bakteri Coliform dan Escherichia coli. Pengamatan
bakteri dapat dilakukan secara individual, satu per satu, maupun secara kelompok
dalam bentuk koloni. Bila bakteri yang ditumbuhkan di dalam medium yang tidak
cair, maka akan terjadi suatu kelompok yang dinamakan koloni. Bentuk koloni
berbeda-beda untuk setiap spesies, dan bentuk tersebut merupakan ciri khas bagi
suatu spesies tertentu (Waluyo Lud, 2008).
Analisis bakteri khususnya pada bahan makanan dapat di lakukan secara
kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif bakteri pada bahan pangan penting
dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses
pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut(Waluyo Lud,
2008).
Total Plate Count (TPC) merupakan salah satu metode yang dapat
digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam bahan pangan. Metode
hitungan cawan (TPC) merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam
analisa, karena koloni dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan
mikroskop. Untuk menghitung total bakteri dengan metode cawan digunakan
Nutrient Agar (NA). Standard plate count dipergunakan untuk menentukan

yang telah dicairkan dan didinginkan hingga temperaturnya 45ºC. Setelah media membeku. Semakin tercemar suatu badan air. 2013). Angka total bakteri dalam 1 ml sampel adalah dengan mengalikan jumlah rata-rata koloni pada cawan petri dengan faktor pengenceran yang digunakan (Radji. oleh karena tiap spesies bakteri membentuk koloni tersendiri dalam pertumbuhannya. sehingga jumlah bakteri dapat diketahui dengan menghitung jumlah koloni. Percobaan dilakukan secara duplo dan disertakan cawan Petri yang mengandung media dan larutan pengencer yang tidak mengandung sampel sebagai kontrol uji (blanko). Dihitung koloni yang tumbuh pada setiap cawan petri. Air pengencer yang digunakan harus selalu mengandung garam nutrient (Nurhayati dan Isye. semakin tinggi konsentrasi bakteri dan semakin kecil volume sampel yang diperlukan. metode penanaman dapat dibedakan atas dua macam yaitu metode tuang (pour plate) dan metode sebar (spread plate). inkubasi cawan petri pada suhu 37ºC selama 24 jam dengan posisi terbalik. Secara umum. . kemudian dituangkan 15-20 ml media Plate Count Agar (PCA). Cawan Petri segera digoyang dan diputar sampai media tersebar merata dan homogen.0 ml ke dalam cawan Petri steril. et al. Bakteri akan bereproduksi pada medium agar dan membentuk koloni setelah 18-24 jam inkubasi. 2008).kerapatan bakteri aerob dan anaerob fakultatif heterotrop dari air. Semua bakteri dari sampel akan tumbuh pada media tertentu dan setiap golongan bakteri akan tumbuh menjadi satu koloni yang spesifik. Dari masing-masing hasil pengenceran sampel dipipet 1. Pada umumnya dibutuhkan pengenceran sampel. yang tergantung dari perkiraan populasi bakteri. Penentuan dengan cara ini merupakan pengukuran empiris saja. agar jumlah koloni dapat dihitung. Untuk menghitung jumlah koloni dalam cawan petri dapat digunakan alat ’colony counter’ yang biasanya dilengkapi dengan pencatat elektronik (Nurhayati dan Isye. 2013).

Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: . jika tidak ada yang memenuhi syarat dipilih yang jumlahnya mendekati 300.Prinsip dari metode hitungan cawan adalah menumbuhkan sel mikroba yang masih hidup pada metode agar. Perbandingan jumlah bakteri hasil pengenceran yang berturut-turut antara pengenceran yang lebih besar dengan pengenceran sebelumnya. 2008). Suatu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. Laporan dari hasil menghitung dengan cara hitungan cawan menggunakan suatu standar yang disebut Standar Plate Count (SPC) sebagai berikut: 1. 4. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30-300. jika sama atau lebih kecil dari 2 hasilnya dirata. 6. 2.rata. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan suatu kumpulan koloni yang besar dimana jumlah koloninya diragukan. Jumlah mikroba dalam sampel ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni dengan faktor pengenceran pada cawan yang bersangkutan. Untuk memenuhi persyaratan statistik. 2008). Tidak ada koloni yang menutup lebih besar dari setengah luas petri disk. Untuk memenuhi persyaratan tersebut dilakukan sederatan pengenceran dan pencawan. Satuan yang digunakan untuk menyatakan jumlah koloni atau bakteri adalah cfu/mL (cfu = colony forming units) (Waluyo Lud. koloni demikian dinamakan spreader. Jika dengan ulangan setelah memenuhi syarat hasilnya dirata-rata (Waluyo Lud. dapat dihitung sebagai satu koloni. cawan yang dipilih untuk dihitung mengandung 30-300 koloni. 5. sehingga sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. 3. Tetapi jika lebih besar dari 2 yang dipakai jumlah mikroba dari hasil pengenceran sebelumnya.

7 x 104 unit koloni/ml atau 2. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. Hasil yang dilaporkan hanya terdiri dari dua angka.0 x 106 unit koloni/ml. Jika jumlah cawan cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. Karena itu. didapatkan 1. tetapi jumlah yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. Perhitungan jumlah bakteri dengan metode Total Plate Count (Metode hitung cawan). jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. 3. yakni angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). Oleh karena itu. 2. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. dilaporkan rata-rata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengenceran. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni per cawan petri. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sama dengan dua.1. Prinsip dari metode ini adalah jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar . harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. 4. Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besarnya pengenceran. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. Jika angka ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni antara 30 dan 300 (Waluyo Lud. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. maka sel tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop ( Purwa. 2008). sebagai contoh. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar daripada 2. Karena itu. 2012) . tetapi jumlah yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. et al. tidak boleh salah satu. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. 5.

.

Vol. 9. Junianto dan Titin Herawati. No.DAFTAR PUSTAKA Nurhayati dan Isye. Karakteristik Bakteri Caviar nilem dalam Pendalaman Campuran Larutan Asam Asetat dengan Larutan Garam Pada Penyimpanan Suhu Rendah (5-10 C). 4 Radji. Vol. Majalah Ilmu Kefarmasian. Lud. 2014. Jurnal Perikanan dan Kelautan. No. 2008. 2 Purwa. V.3. Pemeriksaan Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Di Beberapa Depo Air Minum Isi Ulang Di Daerah Lenteng Agung Dan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Heria dan Herman Suryadi. Vol. Identifikasi Bakteri Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Manado. No. 2 Rumondor. . Vol.2. No. Teknik Malang: UMM Press. Analisis Degradasi Polutan Limbah Cair Pengolahan Rajungan (Portunus Pelagicus) Dengan Penggunaan Mikroba Komersial. 2012.2 Waluyo. 2008. John Porotu’o dan Olivia Waworuntu. dan Metode Dasar Dalam Mikrobiologi. Jurnal e-Biomedik (eBM). Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’s.