Anda di halaman 1dari 4

EKSTRAKSI PERKOLASI

Artikel
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metode Pemisahan Analitik

Oleh:
Syifa Wulandari

10060313062

Sopiah Gunawan

10060313063

Kelas : Farmasi-B

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2014

EKSTRAKSI PERKOLASI
Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat dengan pelarut sehingga terpisah
dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair. Seringkali campuran bahan
padat dan cair tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan
mekanis. Ekstraksi dengan pelarut terbagi menjadi dua cara, yaotu cara dingin dan
cara panas.
Metode ekstrasi cara dingin artinya tidak ada proses pemanasan selama proses
ekstraksi berlangsung, tujuannya untuk menghindari rusaknya senyawa yang
dimaksud akibat proses pemanasan. Contoh dari ekstrasi dingin antara lain adalah
ekstrasi perkolasi.
Istilah perkolasi berasal dari kata percolare yang artiya penetesan,
merupakan ekstraksi yang dilakukan dengan penetasan cairan penyari dalam wadah
silinder atau kerucut (percolator), yang memiliki jalan masuk dan keluar. Bahan
ekstraksi yang dimasukkan secara kontinyu dari atas mengalir lambat melintasi
simplisia yang umumnya berupa serbuk kasar.
Sebelum perkolasi dilakukan, simplisia terlebih
dahulu direndam menggunakan pelarut dan dibiarkan
membengkak agar mempermudah pelarut masuk ke
dalam sel. Namun pembengkakan ini juga dapat
menyebabkan pecahnya wadah itu sendiri. Dalam
pengisian simplisia tidak boleh terdapat ruang rongga.
Hal ini akan mengganggu keteraturan aliran cairan dan
menyebabkan berkurangnya hasil ekstraksi, namun
suatu pengisian yang kompak dapat menghambat aliran
pelarut atau malah menghentikannya.

Prinsip perkolasi adalah serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana


silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Cairan penyari dialirkan dari atas
ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel
yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. Gerak ke bawah disebabkan oleh
kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan di atasnya, dikurangi dengan gaya kapiler
yang cenderung untuk menahan.
Pada perkolasi, seperti halnya bahan tanaman dihaluskan sampai mencapai
derajat kehalusan tertentu tetapi jangan terlalu halus karena mengganggu filtrasi
pelarut melalui simplisia. Karena simplisia diletakkan dalam bentuk lapisan tebal
dalam alat percolator. Pertama kali tanaman dibasahi dengan pelarut ekstraksi.
Sebagai aturan umum hal tersebut dilakukan diluar percolator dan dibiarkan memelar
atau membengkak sebelum dimasukkan kedalam percolator. Simplisia yang sudah
dibasahi dipindahkan ke percolator dengan system pemasukkan spiral, sesudah
pembentukan lapisan

ditutup dengan pelarut pada unit percolator besar (skala

industri), pelarut dibuat selalu dalam keadaan mengalir, dengan system pompa dan
aliran bergerak dari bawah menuju kebagian atas, untuk secepatnyya mencapai
keadaan kesetimbangan.
Keuntungan dari ekstraksi perkolasi adalah tidak terjadi kejenuhan dan
pengaliran meningkatkan difusi dengan dialiri cairan penyari sehingga zat seperti
terdorang untuk keluar dari sel. Sedangkan kerugiannya, cairan penyari lebih banyak
dan resiko cameran mikroba untuk penyari air karena dilakukan secara terbuka.
Karena mudah dilakukan, perkolasi merupakan prosedur pilihan untuk
kebanyakan ekstraksi tanaman, seperti halnya maseri. Perkolasi dapat dilakukan baik
skala laboratorium maupun skala industri.

Daftar Pustaka
-

Agoes G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung: ITB Press


Ardy. 2013. Ekstraksi.
(Tersedia http://ardydii.wordpress.com/2013/03/10/ekstraksi/ diakses
10/10/2014 12.45)
Bahy, Adhy. 2013. Metode Perkolasi.
(Tersedia https://www.scribd.com/doc/146504910/METODEPERKOLASI diakses 10/10/2014 13.05)
Voigt R. 1994. Buku Teknologi Farmasi. Edisi ke-5. Diterjemahkan oleh:
Dr. Soendani Noerono. Yogyakarta: Gajah Mada University Press