Anda di halaman 1dari 4

Kisi-kisi angket:

Kecakapan Pribadi
1. Kesadaran diri
Kesadaran emosi
Bila saya merasa sedih, saya tahu alasannya
Saya takut bila orang menunjukkan emosinya yang sangat besar
Saya selalu bersikap tenang, bahkan dalam situasi yang membuat orang lain
marah
Saya tahu kalu saya sedang sedih.
Saya tahu persis hal-hal yang menyebabkan saya malas belajar.
Biarlah pretasi belajar saya buruk, karena memang saya tidak pandai
Saya menyadari kekurangan saya di sekolah dan berusaha mengimbanginya
dengan belajar lebih giat.
Penilaian diri
Saya sulit menerima perasaan saya sebagaimana adanya
Saya dapat mengenali emosi orang lain dengan memperhastikan mata mereka
Saya sering terlambat datang ke sekolah.
Saya tidak mempunyai target dalam belajar
Saya selalu menyapa bapak guru bila bertemu dengan mereka
Saya merasa banyak kekurangan dibandingkan dengan orang lain.
Saya merasa bahagia melihat teman yang tidak saya sukai sedih
Saya sadar bahwa perasaan malu untuk bertanya dapat mengganggu kesulitan
saya dalam belajar
Saya selalu berkosentrasi mendengarkan penjelasan guru di kelas.
Saya belajar hanya jika ada ujian.
Saya tahu kalu saya sedang cemas.
Saya merasa tidak kecewa ketika mendapat hasil ulangan sekolah yang jelek.
Saya sering meragukan kemampuan saya
Saya tidak sabar bila menghadapi orang lain
Saya sering merasa cepat bosan dan jenuh dalam melakukan kegiatan
Saya sering melakukan introspeksi untuk menemukan kembali hal-hal yang
penting dalam kehidupan
Saya berpedoman pada etika ketika berhubungan dengan orang lain
Percaya diri
Saya sulit meminta tolong kepada orang lain saat saya memerlukan bantuan
Saya melakukan yang terbaik bahkan jika tidak ada orang yang melihatnya
Jika saya menginginkan sesuatu saya berusaha mendapatkannya dengan cara
apapun
Saya tetap gugup dalam mengerjakan soal ulangan meskipun saya sudah
belajar
Saat ujian biologi saya lebih banyak dipengaruhi oleh perasaan takut gagal
daripada akan sukses
Saya sering merasa khawatir saat menjawab soal-soal biologi
Saya merasa tertekan dan tidak banyak bicara ketika berada diantara orang
banyak

2. Pengaturan diri
Kendali diri
Saya membiarkan orang lain tahu tentang yang saya inginkan dan butuhkan
Saya sulit berbicara dengan orang lain yang tidak satu sudut pandang dengan
saya
Jika saya sedih saya tidak bisa membendung air mata saya
Saya tidak merasa takut melihat film yang penuh kekerasan di TV.
Saya merasa santai kalau dimarahi orang tua
Saya tidak sedih bila kehilangan barang kesayangan saya
Saya maklum bila keinginan saya tidak terpenuhi.
Saya menahan marah kepada teman saya walau di menyakiti saya
Bila saya mempunyai masalah, saya tahu harus berbuat apa untuk
memecahkannya
Saya tidak merasa cemas bila saya tidak belajar untuk ulangan.
Saat saya marah, saya bisa membanting barang-barang yang ada di sekitar
saya.
Saya tahu ketika saya sedang marah.
Saya menahan kepuasan pribadi demi suatu yang lebih besar.
Suasana yang menegangkan membuat saya tidak bisa berfikir degan tenang.
Saya mudah marah tanpa alasan yang jelas
Saya tetap tenang, walaupun dalam situasi yang membuat orang lain marah
Sifat dapat dipercaya
Dalam menyelesaikan suatu persoalan, saya merasa sulit mencapai kata
sepakat dengan teman-teman saya.
Saya melakukan apa yang diharapkan orang dari saya sesuai kemampuan
Saya malas membantu urusan orang tua karena sibuk dengan urusan saya
sendiri.
Saya akan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab sendiri,
meskipun saya tidak menyukai
Saya tidak merasa keberatan melakukan praktikum biologi dengan siapapun
Kewaspadaan
Saya marah apabila pendapat saya dikritik orang lain
Saya ragu apakah teman-teman saya sungguh peduli bila saya mendapat
kesulitan
Saya merasa perlu membalas ejekan teman kepada saya.
Saya kesulitan mengajak bermain teman yang baru saya kenal.
Saya enggan membantu teman saya yang sedang dalam kesusahan.
3. Motivasi
Dorongan prestasi
Saya sering tidak mengetahui sebab kemarahan saya
Saya rela menunggu dengan sabar kalau memang harus demikian
Saya suka mengungkapkan sesuatu yang ada di hati saya
Saya tetap belajar walau tidak ada ulangan.
Saya percaya dengan cita-cita saya meski orang lain tidak memahaminya.

Demi sasaran yang lebih besar, saya dapat menunda pemuasan kesenangan
sesaat, misalnya mengobrol, menonton TV, jalan-jalan, dll
Saya senang menghadapi tantangan untuk memecahkan masalah
Komitmen
Saya menyimpan perasaan saya sendiri tanpa orang lain tahu
Saya selalu menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara saya
Saya akan selalu menyelesaikan tugas saya tepat waktu
Saya selalu belajar sesuai dengan jadwal yang telah saya susun.
Saya berusaha masuk peringkat 10 besar setiap semester.
Saya enggan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di luar sekolah.
Saya berusaha untuk tidak menyontek saat ujian.
Saya akan terus berusaha mendapat nilai-nilai yang terbaik di antara temanteman sekelas.
Saya menolak dengan keras ajakan teman saya untuk membolos
Saya bertekad mencapai target belajar yang sudah saya tetapkan.
Saya akan ikut prihatin bila ada teman yang terkena musibah.
Saya tidak memiliki cita-cita untuk masa depan saya.
Saya segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah direncanakan dengan tidak
mengulur-ulur waktu
Saya selalu belajar sesuai dengan jadwal yang telah disusun
Optimisme
Saya dapat mengetahui perasaan orang lain kendati ia tidak berbicara
Jika seseorang membentak saya tentu akan saya balas
Saya mempunyai target yang tinggi dalam belajar
Saya sering merasa tidak mampu melakukan hal yang baru
Kecakapan Social
1. Empati
Memahami orang lain
Dalam interaksi dengan orang lain, saya merasakan perasaan mereka
Saya selalu kesulitan mendapatkan teman yang dapat dipercaya
Saya selalu mencemaskan kekurangan diri saya
Saya bersedia mendengar keluh kesan teman saya
Saya menghormati pendapat orang lain.
Saya dapat menerima pikiran orang lain meskipun berbeda dengan pemikiran
saya
Bila memasuki lingkungan baru, saya merasa harus memakai sepatu dan tas
baru juga.
Saya dapat mengenali emosi orang lain dengan melihat ekspresi wajahnya.
Saya terharu bila ada teman saya menangis.
Saya akan ikut prihatin bila ada teman yang terkena musibah.
Saya berikap acuh tak acuh bila mendengar pengumuman kegiatan gotongroyong membersihkan lingkungan di sekitar rumah saya.
Saya merasa ikut bahagia bila teman saya berprestasi.
Saya merasa jenuh mendengar keluh kesah teman saya.

Saya tidak sabar bila menghadapi orang lain


Saya biasanya dapat mengetahui bagaimana perasaan orang lain terhadap saya
Saya berusaha mendengarkan keluhan orang lain walaupun tidak
menyukainya
Orientasi pelayanan
Saya dapat pulih kembali dengan cepat setelah merasa kecewa
Saya merasa iri dengan orang lain yang lebih mampu dari saya
Jika hasil musyawarah tidak saya setujui, namun saya tetap menghargainya
Saya lebih suka mengerjakan tugas sendiri dari pada berdiskusi dengan teman.
Saya suka menolong teman yang sedang kesusahan
Mengatasi keragaman
Saya takut mencoba kembali jika sudah pernah gagal dalam pekerjaan yang
sama
Saya mempunyai teman-teman yang peduli jika saya mendapatkan kesulitan
Pada hari pertama masuk sekolah saya dapat dengan cepat beradaptasi dengan
lingkungan sekolah.
Saya mudah bergaul dengan teman yang tidak sekelas dengan saya
Saya mempunyai banyak teman dekat dengan latar belakang yang beragam
2. Keterampilan sosial
Komunikasi
Saya dapat menerima kritikan orang lain
Jika saya mempunyai masalah besar yang menurut saya sulit diatasi, saya
meminta saran orang lain
Saya mudah bergaul dengan teman yang tidak sekelas dengan saya
Kepemimpinan
Saya tidak ragu meninggalkan pekerjaan saya untuk meolong orang yang
kesulitan
Saya tidak dapat berhenti memikirkan masalah-masalah saya
Dalam suatu pertemuan, apa yang saya sampaikan biasanya menarik perhatian
orang lain
Katalisator
Ketika seseorang menyampaikan pandangan yang berbeda dengan saya, saya
sulit menerimanya
Saya melakukan apa yang saya anggap benar
Manajemen konflik
Saya akan melaksanakan apa saja agar tidak tampak tolol di depan temanteman saya
Saya bisa merasakan suasana hati ketika saya merasa kuat, cakap, dan terampil
Saya tidak disukai oleh teman saya.
Jika orang tua mengecewakan saya, saya akan mengurung diri dalam kamar
dan melakukan aksi diam.
Ketika teman-teman saya memiliki masalah, mereka meminta nasehat kepada
saya