Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIKA DAN OPTIMASI

UJI HIPOTESIS

Penyusun :
Bintang Mohamad April

(131 0312 042)

Suchi Surlia Septiani

(131 0312 044)

Melissa Indriani

(131 0312 064)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai banyak hal yang dapat kita
deskripsikan dalam bentuk data. Informasi data yang diperoleh tentunya harus
diolah terlebih dahulu menjadi sebuah data yang mudah dibaca dan dianalisa.
Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengolahan data.
Maka dari itu untuk meperoleh data-data tersebut, diperlukan adanya suatu
penelitian. Penelitian ini didapatkan melalui berbagai cara, dan juga berbagai
langka-langkah pengujian dari para pengumpul data. Sebelum melakukan
penelitian, kita akan menduga-duga terlebih dahulu terhadap apa yang kita ingin
teliti. Pernyataan dugaan atau pernyataan sementara kita ini yang disebut
hipotesis. Banyak sekali macam-macam konsep hipotesis ini, salah satunya jenis
hipotesis. Terkadang dalam penelitian pun banyak sekali permasalahanpermasalahan dan juga kesalahan dalam melakukan penelitian. Seluruh yang akan
dibahas dalam melakukan hipotesis penelitian akan dibahas dalam makalah ini
beserta permasalah-permasalahan yang terjadi.
1.2 Rumusan Masalah
1.) Bagaimana menhitung uji hipotesis untuk memperkirakan kejadian di
masa yang akan datang
2.) Bagaimana pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari

1.3 Tujuan Praktikum


1.) Mengetahui konsep hipotesis dan tujuannya
2.) Mengetahui jenis-jenis pengujian Hipotesis
3.) Mampu menyelesaikan persoalan uji hipotesis menggunakan sdalam
bentuk excel menggunakan software spss
1.4 Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup dan permasalahan mengenai


penilaian masyarakat dan keterbatasan waktu maka kami membatasi
masalah hanya pada:
1.)
2.)
3.)
4.)

Data kuisioner diolah dengan menggunakan pertanyaan bagian 3 nomor 1


Produk yang digunakan adalah mainan KERETA KAYU
Pengolahan data menggunakan Software SPSS
Analisis yang dilakukan terhadap data kuisioner menggunakan Uji one
sample t-Test

BAB II

STUDI PUSTAKA
2.1 One Sample t- Test
One sample t test merupakan salah satu uji parametrik. Biasanya digunakan untuk
ukuran sampel dibawah 30. Syaratnya adalah data berupa kuantitatif dan memiliki
distribusi normal.Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah
suatu nilai tertentu yang digunakan sebagai pembanding berbeda secara nyata
ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu disini pada umumnya
adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi.
Prosedur yang umum dan harus diikutin untuk melakukan uji hipotesis ini adalah
sebagai berikut :
1. Mencari hipotesis no dan hipotesis alternatifnya.
2. Pilih tingkat kepercayaan tertentu dan tentukan besarnya sampel
yang diambil.
3. Pilih statistic uji yang sesuai sebagai dasar bagi prosedur pengujian.
4. Tentukan daerah kritisnya.
5. Kumpulkan dara sampel dan hitung statistik sampelnya, kemudian
ubah ke dalam variabel normal standar ( Z ) adat t ( tergantung
banyaknya sampel ).
6. Nyatakan menolak atau menerima.
Dimana:
Ho : Merupakan pernyataan tentang nilai suatu populasi yang diasumsikan akan
benar jika kita melakukan uji suatu hipotesis
Ha : Pernyataan tentang nilai parameter suatu populasi yang harus benar jika
hipotesis nol H0 ternyata salah
Uji ini juga dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata populasi yang
digunakan sebagai pembanding dengan rata-rata sebuah sampel. Dari hasil ini
apakah akan diketahui bahwa rata-rata populasi yang digunakan sebagai
pembanding secara signifikan berbeda dengan rata-rata sebuah sampel, jika ada
perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi.

Ada beberapa bentuk one sample t-test, yaitu :


1. Uji pihak kanan
Dikatakan sebagai uji pihak kanan karena t-tabel dibagi dua dan diletakkan
dibagian kanan kurva.
2. Uji pihak kiri
Dikatakan sebagai uji pihak kiri karena t-tabel dibagi dua dan diletakkan dibagian
kiri kurva.
3. Uji dua pihak
Dikatakan sebagai uji dua pihak karena t-tabel dibagi dua dan diletakkan dibagian
kiri dan kanan kurva.

2.2 Paired Sample t-Test


Paired sample t-Test adalah uji t dimana sample saling berhubungan antara satu
sample dengan sample yang lain. Sampel berpasangan diartikan sebagai sebuah
sampel dengan subyek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau
pengukuran yang berbeda seperti subyek A mendapat perlakuan I, kemudian
perlakukan II. Artinya analisis ini berguna untuk melakukan pengujian terhadap
satu sampel yang mendapatkan suatu treatment yang kemudian akan dibagikan
rata-rata dari sampel tersebut antara sebelum dan sesudah treatment.
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menguji perbedaan rata-rata antara
sample-sampel yang berpasangan. Contoh: Apakah ada perbedaan berat badan
sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat penurun berat badan?

2.3 Independent Sample t-Test

Independent Sample t-Test adalah metode yang digunakan untuk menguji


kesamaan rata-rata dari 2 populasi yang bersifat independen, dimana peneliti tidak
memiliki informasi mengenai ragam populasi. Independen maksudnya adalah
bahwa populasi yang satu tidak dipengaruhi atau tidak berhubungan dengan
populasi yang lain. Barangkali, kondisi dimana kita tidak memiliki informasi
mengenai ragam populasi adalah kondisi yang paling sering dijumpai di
kehidupan nyata.
Ciri-ciri Independent Sample t-Test
1. Penentuan nilai tabel dilihat dari besarnya tingkat signifikan () dan
besarnya drajat bebas (db).
2. Kasus yang diuji bersifat acak.
Dalam perhitungan manual Independent sample t-test menggunakan rumus
sebagai berikut :

Fungsi Pengujian Independent Sample t-Test


1. Untuk memperkirakan interval rata-rata.
2. Untuk menguji hipotesis tentang rata-rata suatu sampel.
3. Menunjukkan batas penerimaan suatu hipotesis.

BAB III
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

3.1 Pengumpulan Data


Kami melakukan uji hipotesis pada produk kami yaitu Mainan kereta
Kayu dengan menggunakan metode One Sample t Test karena lebih
mudah dan sesuai pada data yang kami inginkan. Kami ingin mengetahui
hipotesis kualitas produk kami dengan kuesioner

yang ada dengan

menggunakan pertanyaan bagian III nomor 1 yaitu bagaimana tanggapan


anda mengenai kinerja produk kami.
3.2 Pengolahan Data
Data yang telah didapatkan kemudian di-input kedalam SPSS, dan
kemudian diolah satu-persatu. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

One Sample t- Test


Untuk mengaplikasikannya menggunakan SPSS, dengan cara:
1. Menetapkan hipotesis awal (Ho) dan Hipotesis alternative (H1)
Ho: 4 (produk bagus)
H1: < 4 (produk tidak bagus)
2. Tingkat kepercayaan 95%
3. Menyusun katagori

4. Melakukan pengolahan data menggunakan SPSS


a) Membuat desain variabel. Untuk membuat desain variabel, masuk
perintahVariabel view. Desain variabelnya sebagai berikut :

b) Masukan table pada data view

c) Analyze
Compare Means
d) Isi data pada gambar berikut

One Sample T Test

e) Lalu klik option

f) Tekan Continue lalu klik OK


g) Maka akan muncul Output SPSS seperti ini :

One Sample T Test

Paired Sample t-Test


Untuk mengaplikasikannya menggunakan SPSS, dengan cara:
1. Menetapkan hipotesis awal (Ho) dan Hipotesis alternative (H1)

Ho: Konsumen tertarik membeli produk setelah kami melakukan


perubahan pada produk Mainan Kereta Kayu
H1: Konsumen tidak terlalu tertarik membeli produk setelah kami
melakukan perubahan pada produk Mainan Kereta Kayu
2. Tingkat kepercayaan 95%
3. Menyusun kategori :

4. Melakukan pengolahan data menggunakan SPSS


a. Membuat desain variabel. Untuk membuat desain variabel, masuk
perintahVariabel view, lalu pengisian variable produk sebelum
diubah ketik produk_sebelum_diubah. Sedangkan pengisian
variable prodek sesudah diubah ketik produk_sesudah_diubah,
sesuai dengan studi kasus.
b. Masukan table pada data view

c.

Analyze
Compare Means

Paired
d. Isi data
berikut

Sample T Test
pada gambar

e. Lalu klik option

f. Tekan Continue lalu klik OK


g. Maka akan muncul Output SPSS seperti ini :

Paired Sample T Test

Independent Sample t-Test


Untuk mengaplikasikannya menggunakan SPSS, dengan cara:
1. Menetapkan hipotesis awal (Ho) dan Hipotesis alternative (H1)
Ho: 1=2
H1: 12
2. Tingkat kepercayaan 95%
3. Melakukan pengolahan data menggunakan SPSS
a. Masukan data ke SPSS
Pada kolom Name. sesuai kasus, ketik pendapatan_responden
di baris pertama dan pekerjaan di baris kedua
Pada kolom label. Untuk baris pertama ketik pendapatan
responden dan baris kedua pekerjaan.

Pada kolom value di baris kedua, sesuai dengan kategori yang


ada
b. Masukan table pada data view

c. Analyze
Compare Means
d. Isi data pada gambar berikut

Independent-sample T Test

e. Lalu klik option

f. Klik Continue, lalu pada kotak dialog Define group isi sesuai
dengan gambar dibawah ini, lalu klik continue

g. Maka akan muncul Output SPSS seperti ini :

Independent Sample T Test

BAB IV
ANALISIS

a. One Sample Test

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan metode


One Sample Test didapat output data sebagai berikut :

Dari gambar output diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai sig .(2
tailed)<0,005 dan pada t Tabel(0,05/2;30-1) =2,045 (-2,045;2,045) & t
Hitung adalah -4.646, maka H0 ditolak. Yang artinya kinerja produk
Mainan Kereta Kayu memiliki < 4 atau disimpulkan produk di
anggap tidak bagus.
b. Paired Sample Test
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan metode
Paired Sample Test didapat output data sebagai berikut:

Dari gambar output diatas, dapat disimpulkan bahwa pada t


Tabel(0,05/2;30-1) =2,045 (-2,045;2,045) dan t Hitung adalah -1.542.
H0 diterima dan H1 ditolak. Yang artinya konsumen tertarik membeli
produk setelah kami melakukan perubahan pada produk Mainan
Kereta Kayu.

c. Independent Sample Test


Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan metode
Independent Sample Test didapat output data sebagai berikut:

Dari gambar output diatas, dapat disimpulkan bahwa pada t


Tabel(0,05/2;30-2) =2,048 (-2,048;2,048) dan t Hitung adalah -0.232,
maka H0 diterima dan H1 ditolak. Yang artinya konsumen dengan
pekerjaan Mahasiswa dan Non Mahasiswa memiliki nilai rata-rata
yang sama dalam kemapuan membeli produk Mainan kereta Kayu.

BAB V
KESIMPULAN

Pengaplikasian SPSS mempermudah dalam mencari suatu hipotesis, seperti yang


kita tahu kalau menghitung secara manual butuh analisa yang baik dan

memerlukan waktu untuk mencari hasil yang lebih lama.


Dari hasil analisis hipotesis yang kami dapat dari metode One Sample t Test
adalah Ho ditolak pada tingkat kepercayaan 95%, maka hipotesis yang diambil

adalah H1, yang dimana H1: < 4 (produk tidak bagus)


Sedangkan dengan metode Paired Sample t-Test diperoleh didapat thitung berada
diluar range ttabel , maka H0 diterima dan H1 ditolak, Konsumen tertarik membeli

produk setelah kami melakukan perubahan pada produk Mainan Kereta Kayu.
Pada Independent Sample t-Test didapat thitung berada diluar range ttabel , maka data
H0 diterima dan H1 ditolak, Konsumen dengan pekerjaan Mahasiswa dan Non
Mahasiswa memiliki nilai rata-rata yang sama dalam kemapuan membeli produk

Mainan kereta Kayu.


Kami dapat menyimpulkan bahwa kinerja dari produk kami belum mencapai
katagori bagus dalam penilaian calon bakal konsumen. Maka dari itu perlu adanya
pengkajian dan perenovasian ulang pada produk kami yaitu kereta agar lebih baik.